Jika Anda Terluka; Datang Kembali Besok

| Senin, November 25, 2013 |
Lukas 13:14 "Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."

Bayangkan, ketika Anda mampir ke rumah tetangga Anda, sedang mengobrol di ruang tamu, tiba-tiba anaknya yang masih balita tersandung dan membentur kepalanya di tepi meja kopi yang tajam.

Sebelum Anda bangun dari kursi Anda untuk menolongnya, sang anak ini sudah berlumuran darah.
Dan ketika Anda bergegas membantunya, Anda mendengar ibu anak ini berteriak dari belakang Anda, "Oh Tuhan, dia mengotori karpertku."

Jika ini kisah nyata, Anda mungkin akan amat marah, bahkan mungkin murka, mengetahui bahwa seorang ibu bisa lebih peduli dengan karpet kesayanganya, dibanding anaknya yang terluka.
Pasti Anda bertanya-tanya, apakah dia pantas untuk menjadi seorang ibu?
Dan saya yakin siapa pun yang mendengarnya pasti juga akan bereaksi yang sama saat mendengar cerita itu.

Cerita ini sama seperti masalah yang Yesus hadapi dengan iman orang-orang Farisi.
Mereka lebih menghargai aturan dan peraturan, daripada orang-orang yang seharusnya mereka gembalakan dan kasihi.

Lukas, dokter misionaris pertama, menggambarkan satu momen di antara para penguasa ini.
Para pemimpin lokal menyesah Yesus, dalam arti, seharusnya mereka bergegas memberi bantuan pada seorang anak yang terluka, ketimbang memastikan jika karpetnya tetap bersih.
"Kalian orang-orang yang terluka, datang kembali besok!" (Parafrase Lukas 13:14 ).
Bisakah Anda memikirkan cara yang lebih efektif untuk mengajarkan bahwa kasih bukanlah soal 24 jam dalam 7 hari?
Namun kasih merupakan subjek utama dari semua aturan dan peraturan.


Renungkan hal ini

Yesus berkata bahwa hukum yang pertama dan terutama adalah mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Dan bahwa perintah terbesar kedua adalah mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.
Dia menambahkan, "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Matius 22:37-40)

Ini berarti kasih harus selalu menjadi dasar dari segala hukum dan peraturan kita.

Bagaimana Anda bisa tahu ketika ada kasih hadir dalam satu peraturan?
Bagaimana Anda bisa tahu ketika peraturan tersebut telah mendorong jatuh kasih dari tempat utama?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 3-4; Ibrani 6:9-20
____________________________________

Jangan pernah menahan kebaikan Anda dan jangan menunda memberi pertolongan kepada orang lain karena sebenarnya Anda telah lebih dulu di tolong oleh Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top