Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Memori selektif: Fokus Pada Masa Baik

Memori selektif: Fokus Pada Masa Baik

Filipi 1: 5 "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

Paulus menulis kitab Filipi untuk gereja yang ia mulai di Filipi, di mana seorang wanita bernama Lidia membuka rumahnya menyambut Paulus beserta orang-orang Kristen lainnya. Gereja di Filipi bahkan membantu membiayai perjalanan misi Paulus. Dalam Filipi 1: 5, Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

Masalahnya, Paulus tidak mengalami saat-saat menyenangkan di Filipi. Bahkan, itu merupakan salah satu gereja paling sulit untuk melakukan pelayanan. Ketika Paulus pergi ke kota ini untuk memulai sebuah gereja, ia dipukuli, dicambuk, dihina, dipersekusi, dijebloskan ke penjara, dan selamat dari gempa bumi. Kemudian dia diminta secara halus oleh para pemimpin kota untuk meninggalkan kota.

Namun Paulus memberi tahu orang-orang percaya, "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" (Filipi 1: 3).

Apa yang dilakukan Paulus di sana? Dia memilih memori selektif. Filipi bukan tempat yang bahagia bagi Paulus, dan ia mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan selama berada di kota tersebut. Namun ia memilih untuk tidak mengingat-ingat memori yang menyakitkan. Sebaliknya, dia mengungkapkan rasa syukurnya atas hal-hal baik yang telah dilakukan untuknya dan melaluinya.

Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin besar kemungkinan Anda menyia-nyiakannya, mencari-cari kesalahan, dan mengingat-ingat hal-hal buruk, ketimbang hal-hal baik.

Apakah Anda masih melekat pada beberapa kenangan menyakitkan bersama dengan beberapa orang dalam hidup Anda? Anda tidak pernah bisa melepaskan ingatan itu, dan Anda tidak dapat menikmati hubungan-hubungan lain karena Anda masih berpegang pada masa lalu.

Anda perlu memahami bahwa ingatan-ingatan tersebut adalah sebuah pilihan. Saya pernah mendengar dua orang teman yang sedang mengobrol. Salah satu dari mereka bertanya kepada yang lain, "Apa kau tidak ingat waktu suamimu melakukan ini?" Temannya menjawab, "Aku benar-benar sudah melupakannya."

Jika Anda ingin mempertahankan memori menyakitkan Anda, silahkan saja. Tapi Anda tidak akan bahagia! Paulus punya banyak alasan untuk fokus pada memori menyakitkan tentang Filipi. Tapi sebaliknya, ia memilih untuk bersyukur atas orang-orang dalam hidupnya dan pekerjaan yang dilakukan Allah di dalam dan melalui mereka. Ketika Anda melakukan hal yang sama, Tuhan akan memberkati hubungan Anda jauh melebihi ekspektasi Anda.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kadang lebih mudah untuk mempertahankan memori yang menyakitkan daripada menggantikannya dengan yang baik?
- Bagaimana dengan berfokus pada ingatan yang baik mengubah harapan Anda untuk masa depan?
- Bagaimana Anda dapat mengungkapkan rasa syukur Anda atas orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup Anda? Jelaskanlah sespesifik mungkin.



Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 13-16; I Tesalonika 1


Memori Anda merupakan sebuah pilihan. Mana yang akan Anda simpan, yang baik atau yang buruk
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Oktober 17, 2019 |

Semakin Bersyukur Anda, Semakin Bahagia Anda

Semakin Bersyukur Anda, Semakin Bahagia Anda

Filipi 1: 3 mengatakan, "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu."

Jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat, mulailah dengan sikap syukur. Anda akan jauh lebih bahagia dan lebih menikmati hubungan Anda jika Anda membangun kebiasaan bersyukur atas orang-orang dalam hidup Anda.


Kebenaran yang sederhana ini merupakan dasar dari hubungan yang baik. Ketika Anda memikirkan tentang orang-orang dalam hidup Anda, apakah perasaan pertama Anda ialah bersyukur? Atau apakah Anda lebih sering bertanya-tanya, "Apa yang seharusnya mereka lakukan buat saya? Ada masalahnya dengan hubungan kami?" Pemikiran pertama Anda yang muncul mungkin bukanlah bersyukur. Tetapi beda dengan Paulus, pemikiran pertamanya atas teman-temannya ialah bersyukur, dan itulah contoh yang harus kita ikuti apabila kita ingin hubungan kita bertahan lama.

Namun ini masalahnya: Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin mudah Anda menyia-nyiakan orang tersebut. Bukankah itu benar? Seiring berlalunya waktu, kita jadi lebih gampang fokus pada kesalahan orang tersebut dan pada saat-saat buruk, ketimbang fokus pada saat-saat bahagia.

Karena itulah, kita perlu berusaha bersyukur buat orang-orang dalam kehidupan kita. Semakin lama umur hubungan kita, semakin sulit bagi kita untuk ingat bersyukur atas mereka. Namun ketika kita membangun kebiasaan mengucap syukur kepada Tuhan saat memikirkan tentang pasangan, anak-anak, orang tua, saudara kandung, tetangga, rekan kerja, dan anggota persekutuan kecil kita, maka kita akan merasakan dampaknya yang kekal pada hubungan kita.

Renungkan hal ini:
Pikiran-pikiran negatif apa yang perlu Anda ganti dengan ucapan syukur?
Siapa saja orang-orang dalam hidup Anda yang perlu Anda syukuri? Sudahkah Anda memberi tahu Tuhan? Sudahkah Anda memberi tahu orang-orang tersebut?
Mengapa Tuhan ingin kita berterima kasih kepada-Nya atas orang-orang yang telah Dia tempatkan dalam hidup kita?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 8-12; Kolose 4


Pikirkanlah apa yang baik, benar, manis dan berguna untuk hati dan hidup Anda.
Semua itu membuat Anda dapat selalu bersyukur.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 16, 2019 |

Kebiasaan Untuk Berbahagia: Berikan Hidup Anda

Kebiasaan Untuk Berbahagia: Berikan Hidup Anda

Filipi 1:21 "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Kebahagiaan berasal dari pelayanan Anda dan dari pengabdian hidup Anda. Jika Anda belum memahami hal ini, Anda tidak akan bahagia di sebagian besar perjalanan hidup Anda. Kebahagiaan tidak datang dari kepuasan diri sendiri; itu datangnya dari pengorbanan diri.

Paulus tahu bahwa untuk menjadi bahagia, ia harus tetap fokus pada tujuannya, bukan pada masalahnya. Dia menyimpulkan tujuannya dalam Filipi 1:21: "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."
Jika Anda diminta untuk melengkapi pernyataan ini, apa jawaban Anda? "Karena bagiku hidup adalah _______." Apakah jawaban Anda hiburan? Olahraga? Pakaian? Keluarga? Teman? karir? Mungkin ada banyak jawaban baik yang bisa Anda beri, namun tidak ada satu pun hal yang layak selain Sang Pencipta Anda, yang memberi Anda hidup: Yesus Kristus.

Bagaimana Anda melengkapi pernyataan tersebut akan menentukan seberapa bahagia Anda dalam hidup. Jika Anda menjawab "uang" atau "kesuksesan" atau "kesenangan" atau "kekuasaan," Anda tidak akan bahagia di hampir sepanjang hidup Anda. Masalahnya bukan soal apa yang salah dengan hal-hal tersebut; masalahnya itu semua tidak pantas menjadi peringkat pertama. Anda tidak diciptakan untuk menghasilkan banyak uang, kemudian mati, dan mendonasikannya. Tuhan punya tujuan yang jauh lebih besar untuk hidup Anda. Hanya ada satu jawaban yang menuntun Anda pada kebahagiaan: Hidup adalah Kristus. Berikan hidup Anda. Itulah tujuan Anda!

Bacaan Hari ini:
Saya mengundang Anda berdoa doa ini hari ini: "Ya Tuhan, Engkau tahu aku sering membiarkan masalahku mendikte kebahagiaanku. Engkau tahu aku sering membiarkan masalah, rasa sakit, tekanan, atau orang-orang tertentu dalam hidupku merenggut kebahagiaanku. Bantu aku untuk melihat setiap masalah dalam hidupku dari sudut pandang-Mu. Aku ingin mengatasi masalahku sedemikian rupa sehingga itu menjadi saksi bagi orang tak percaya dan menjadi dorongan bagi orang percaya. Bantu aku untuk ingat bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain tidak bisa mengambil kendali kebahagiaanku, kecuali jika aku mengizinkannya terjadi. Dan untuk hal-hal yang terjadi yang tidak aku mengerti atau yang tidak akan pernah bisa kumengerti, aku ingin mempercayakannya kepada-Mu untuk mendatangkan kebaikan dari sana. Bantu aku untuk tetap fokus pada rancangan-Mu untuk hidupku; bukan pada masalahku. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani-Mu dengan cara melayani orang lain. Pakai aku, ya Tuhan, agar aku punya tujuan untuk hidup dan untuk mati. Mulai hari ini, bagiku hidup adalah Kristus. Dalam nama-Mu, kuberdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 4-7; Kolose 3 : 18-25


Ketika Anda berguna dan menjadi berkat bagi orang lain, rasa bahagia sejati yang sangat berbeda akan Anda rasakan dari dasar hati yang paling dalam. Itulah sukacita surga.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Oktober 15, 2019 |

Pilihlah Untuk Tetap Bersukacita

Pilihlah Untuk Tetap Bersukacita

Filipi 1: 18-19 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Ketika segalanya tampak berantakan, jangan mencoba menyelesaikannya sendiri. Biarkan Tuhan menyatukan kembali potongan-potongan tersebut.

Ketika berhadapan dengan masalah, Anda punya dua opsi: Anda bisa beribadah untuk kembali mendapatkan sukacita Allah atau menjadi khawatir.

Paulus berkata dalam Filipi 1: 18-19, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Di dalam ayat ini, Paulus mengungkapkan beberapa sumber kekuatan untuk dapat tetap positif dan bersukacita di masa-masa sulit.

Pertama, Anda harus tetap memandang masalah Anda dengan perspektif Tuhan. Paulus berkata, "Karena aku tahu." Adalah apa yang Anda tahu yang membuat Anda terus maju. Paulus tahu Tuhan turut bekerja di tengah-tengah pergumulannya, dan dia tetap memandangnya dengan perspektif Allah yang jauh lebih besar dari perspektif manusia.

Kedua, Paulus meminta orang-orang mendoakannya, dan itu membuatnya terus maju. Kemudian ia berkata, "Roh Yesus Kristus menolongku." Roh Kudus pun membuat Paulus terus maju. Dan terakhir ia berkata, "Ini akan menuntunku pada keselamatanku." Paulus percaya Allah akan menolongnya menyelesaikan masalahnya dan memerdekakannya.

Karena Paulus melihat pergumulannya itu dengan sudut pandang Allah, dengan doa dari orang lain, dengan Roh Kudus, dan dengan iman, Paulus memilih untuk "tetap bersukacita."

Anda pun bisa memilih untuk bersukacita.

Renungkan hal ini:
- Seperti apa rasanya menyembah Allah di tengah-tengah pergumulan?
- Siapa saja yang Anda andalkan untuk menopang Anda di dalam doa - orang-orang yang dengan tulus dan setia mendoakan pertumbuhan rohani Anda?
- Pikirkan satu masalah yang sedang Anda alami saat ini. Bagaimana Anda melihat Tuhan bekerja di tengah-tengah kesakitan Anda tersebut? Apa yang Anda harap Tuhan lakukan melalui Anda dari pengalaman ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 63-66; Kolose 2 : 16-23


Anda hanya dapat mendapatkan sukacita Anda kembali jika Anda dapat sepenuhnya percaya dan berserah pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Oktober 13, 2019 |

Anda Bahagia Karena Anda Memilih Untuk Bahagia

Anda Bahagia Karena Anda Memilih Untuk Bahagia

Filipi 1:18 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,"

Beberapa hal merampas kebahagiaan Anda lebih cepat dibanding dengan kritikan atau perasaan ketika orang lain berkomplot menentang Anda. Mengapa? Sebab kita semua ingin dicintai. Kita semua ingin merasa diterima. Kita semua ingin orang lain menyukai kita.

Namun Paulus berkata dalam Filipi 1:18, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,"

Anda tidak perlu persetujuan orang lain untuk bahagia.

Anda bahagia karena Anda memilih untuk bahagia! Jika orang lain tidak senang dengan Anda, maka itu pilihan mereka. Jika saat ini Anda belum mendapatkan persetujuan dari seseorang, Anda mungkin tidak akan mendapatkannya. Dan Anda akan menjadi sengsara bila berusaha hidup untuk mengejar persetujuan dari setiap orang.

Paulus kemudian menjelaskan dalam ayat 29 dan 30 mengapa Anda bisa bahagia meski apapun yang terjadi: "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku."

Paulus mengatakan menderita ketika melakukan hal yang benar merupakan sebuah keuntungan, sebab Anda menjadi paling serupa dengan Yesus ketika Anda menghadapi pertentangan dan penolakan.

Renungkan hal ini:
- Persetujuan siapa yang selama ini berusaha Anda cari atau dapatkan? Menurut Anda mengapa Anda butuh persetujuan orang tersebut?
- Mengapa ada lebih banyak kelegaan di dalam persetujuan Tuhan dibanding di dalam persetujuan orang lain?
- Ketika Anda merasa paling ditentang atau dikritik oleh orang lain, bagaimana Tuhan bekerja di dalam Anda dan melalui Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 58-62; Kolose 2 : 1-15


Anda bisa bahagia walau apa pun yang terjadi apabila Anda melihat setiap masalah dari sudut pandang Allah dan tidak pernah membiarkan apa yang orang lain katakan atau lakukan mengendalikan kebahagiaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, Oktober 12, 2019 |

Lihat Gambaran Besar Tuhan

Lihat Gambaran Besar Tuhan

Filipi 1:12 "Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,"

Apa pun yang sedang terjadi dalam hidup Anda — yang baik, yang buruk, dan yang jelek — Allah sedang mengatur rencana. Paulus tahu itu. Ia berkata dalam Filipi 1:12, "Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,"

Semenjak bertobat menjadi orang Kristen di jalan menuju Damaskus, Paulus memimpikan satu hal: Ia ingin berkhotbah di Roma, yang pada saat itu merupakan pusat dunia. Impiannya ialah untuk memberitakan Injil di kota yang paling penting di dunia.

Namun Allah punya ide lain. Ketimbang mengutus Paulus ke Roma untuk berkhotbah tentang perang salib, Dia menjadikannya sebagai tahanan kerajaan Nero, yang merupakan seorang Kaisar pada saat itu. Nero adalah pemimpin yang begitu jahat dan teruk yang bisa Anda temukan.

Paulus dirantai dan dijaga oleh sipir penjara 24 jam sehari selama dua tahun, dan penjaga tersebut diganti setiap empat jam sekali. Lebih dari dua tahun dipenjara, ia memiliki 4.380 peluang untuk memberi kesaksian kepada sipir penjara yang tak terhitung jumlahnya. Siapa tahanan sebenarnya di sini? Siapa sebenarnya yang menjadi pendengar kesaksian?

Itu bukan rencana Paulus, tetapi itulah rencana Allah selama ini, dan itu menghasilkan dua akibat yang kita semua tahu.

Pertama-tama, Filipi 4 mengatakan bahwa selama dua tahun, beberapa anggota kerajaan Nero menjadi orang percaya oleh karena kesaksian Paulus di pengadilan kerajaan di Roma.

Kedua, agak sulit membuat seseorang seperti Paulus untuk berhenti bergerak. Di dalam penjara, ia dipaksa diam, dan akibatnya, ia menulis beberapa kitab di Perjanjian Baru. Saya penasaran mana yang memiliki dampak yang lebih besar: khotbahnya di Colosseum, atau buku-buku yang ia tulis yang mengungkapkan tentang Yesus kepada orang banyak selama bertahun-tahun.

Paulus tahu bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar dan ia bisa bahagia karena dia melihat apa yang Tuhan telah lakukan melalui permasalahannya.

Setiap kali Anda memiliki masalah yang mulai membuat Anda sedih, Anda harus melakukan apa yang Paulus lakukan: Belajar melihatnya dari sudut pandang Allah. Tanyakanlah, "Apa yang sedang Tuhan lakukan di sini? Apa gambaran besarnya? Apa perspektif yang lebih besar?" Kemudian Anda akan dapat menghadapi masalah tersebut dengan iman.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan sebuah masalah yang baru-baru ini membuat Anda berkecil hati. Bagaimana keputusasaan Anda berubah jika Anda melihatnya dengan perspektif Allah yang lebih luas?
- Menurut Anda mengapa Allah membiarkan Anda bergumul melalui masa-masa sulit?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan bekerja di tengah-tengah situasi sulit di masa lalu Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29


Percayalah bahwa rancangan dan pikiran Tuhan lebih besar dan tak akan dapat terselami oleh pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Oktober 11, 2019 |

Kuasa Doa Dan Ucapan Syukur

Kuasa Doa Dan Ucapan Syukur

Filipi 4: 6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Dalam Filipi 4: 6-7 kita mendapati bahwa salah satu ajaran paling sulit di seluruh Alkitab ialah untuk taat: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Tidak mudah berhenti mengkhawatirkan bagian kehidupan kita yang seringkali menakutkan setiap harinya, tetapi Tuhan memberi tahu kita untuk: "Berdoalah dalam segala hal… dan ucapkanlah syukur atas semua yang telah Ia lakukan." Doa yang penuh syukur membawa damai sejahtera. Tuhan menyuruh kita untuk berdoa ketika Anda mulai khawatir.

Kebanyakan orang tua mengerti kuasa dari doa syukur. Sebagian besar orang tua tidak akan menghargai anak-anak mereka yang selalu meminta tanpa mengucapkan "terima kasih" untuk apa yang sudah mereka terima. Tuhan pun seperti itu. Dia ingin kita meminta kepada-Nya atas apa yang kita butuhkan dan yang kita inginkan. Lebih dari 20 kali dalam Perjanjian Baru, kita diperintahkan untuk "meminta" kepada-Nya. Namun Dia ingin kita meminta dengan rasa syukur.

Alkitab mendesak kita untuk lebih spesifik dalam permintaan-permintaan kita — dan puji-pujian kita. Ketimbang sebuah kata sederhana "terima kasih untuk segalanya," Dia ingin kita memberi tahu Dia apa yang kita syukuri. Ketika saya berkata kepada istri saya, "Saya sangat bersyukur atasmu," dia berkata kepada saya untuk lebih spesifik. Dia suka mendengar apa yang saya hargai tentang dia dan apa yang saya syukuri tentang dia. Begitu pun Tuhan.

Bersyukur kepada Tuhan terlebih dahulu ialah sebuah langkah besar iman. Ketika kita memiliki iman untuk berterima kasih kepada Tuhan terlebih dulu, mujizat terjadi. Semakin kita bersyukur, semakin Tuhan bekerja dalam hidup kita. Alkitab mengatakan bahwa Allah tinggal di dalam puji-pujian umat-Nya. Dia menggunakan ucapan syukur kita sebagai alat kekuatan dalam hidup kita.

Jadi, apa yang Anda syukuri?

Renungkan hal ini:
- Bagaimana rasa syukur membuat Anda lebih dekat dengan Yesus dan membantu Anda mencerminkan prioritas-Nya?
- Apa alasan-alasan spesifik Anda bersyukur kepada Tuhan? Luangkan waktu dalam doa untuk berterima kasih kepada Tuhan atas hal-hal itu.
- Apa beberapa cara yang Anda percaya akan Tuhan berkati di masa depan? Pujilah Tuhan untuk hal-hal itu — bahkan sebelum itu terjadi.



Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 48-51; Kolose 1 : 1-14


Ketika Anda berdoa, beri tahu Tuhan apa yang Anda syukuri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Oktober 11, 2019 |

Minta Bantuan Tuhan Dalam Hal Keuangan Anda

Minta Bantuan Tuhan Dalam Hal Keuangan Anda

Filipi 4:19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Filipi 4:19 merupakan sebuah janji luar biasa yang merangkum segalanya tentang penyediaan Allah atas kita. Perhatikan dua kata berikut: "Allahku akan." Ayat ini tidak berkata, "Allah mungkin akan memenuhi segala keperluanmu," melainkan, "Dia akan memenuhi segala keperluanmu." Itu fakta. Allah mempertaruhkan karakter dan reputasi-Nya di atas janji-Nya itu.

Lalu ayat ini juga tidak mengatakan, "Tuhan akan memenuhi segala keserakahanmu." Ada perbedaan besar antara kebutuhan dan keinginan. Jika Anda orangtua, apakah Anda memberikan anak Anda semua yang mereka inginkan? Saya harap tidak. Anda tidak melakukannya sebab Anda sayang mereka — begitu pun dengan Bapa surgawi yang sayang pada Anda. Dia tak akan memberikan semua yang Anda inginkan, karena jika Dia lakukan itu, Anda akan jadi sangat manja. Dia tidak akan memberikan semua yang Anda inginkan, melainkan akan memberikan apa yang Anda butuhkan.

Lalu mengapa Anda masih saja punya kesulitan finansial? Apakah Tuhan telah gagal memenuhi janji-Nya? Apakah Dia telah berbohong? Apakah Dia hanya melebih-lebihkan ucapan-Nya?

Tidak! Dalam setiap janji, ada premisnya; ada syarat dan ketentuannya. Ketika Tuhan memberikan sebuah janji, Dia seakan berkata, "Aku lakukan bagian-Ku, dan kau lakukan bagianmu." Prinsip-prinsip keuangan Tuhan dengan jelas dipaparkan kepada kita di dalam Firman-Nya. Alkitab membahas banyak aspek tentang kesehatan finansial, termasuk prinsip-prinsip menabung, berbelanja, memberi, berinvestasi, dan juga pelayanan. Dia telah memberikan semua petunjuk yang Anda perlukan untuk stabilitas keuangan Anda.

Tetapi pertama-tama, Anda perlu meminta bantuan-Nya. Yesus berkata, "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu" (Yohanes 16:24).

Banyak orang lebih bergantung pada kartu kredit mereka dibanding pada Yesus Kristus. Ini satu aturan yang bagus: Sebelum Anda menghabiskan uang Anda, doakan keuangan Anda terlebih dulu. Beri Tuhan kesempatan untuk menyediakan dan mencukupkan apa yang Anda butuhkan sebelum Anda pergi dan membelanjakan uang Anda. Mintalah hikmat dari-Nya untuk mengambil keputusan keuangan yang baik.

Mengapa Tuhan ingin Anda meminta kepada-Nya? Agar Dia dapat memberi. Kenapa Dia ingin memberi? Agar Anda dapat menerima. Kenapa Dia ingin Anda menerima? Agar Anda penuh dengan sukacita.

Renungkan hal ini:
- Masalah keuangan apa yang membuat Anda sulit berserah kepada Allah? Mengapa?
- Bagaimana Anda dapat menjadi saksi bagi orang lain ketika Anda dengan sukacita telah mampu bertanggung jawab dengan keuangan Anda?
- Pembelian besar apa yang saat ini tengah Anda pertimbangkan? Bagaimana Anda dapat memperoleh hikmat Tuhan hari ini untuk pembelian tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9


Dalam hal keuangan, ada sukacita besar ketika kita taat kepada Firman Tuhan. Dia akan mengurus Anda. Jadi, mintalah kepada-Nya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Oktober 11, 2019 |

Bagaimana Kita Bisa Bersyukur Dalam Segala Hal

Bagaimana Kita Bisa Bersyukur Dalam Segala Hal

1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Baik di AS maupun Kanada, kami merayakan hari Thanksgiving (ucapan syukur) setahun sekali. Tetapi Tuhan ingin kita bersungguh-sungguh mengungkapkan rasa syukur kita setiap hari. Dia ingin kita mengembangkan kebiasaan spiritual ini, mengembangkan sikap yang ditunjukkan dalam kehidupan orang percaya sejati. Semakin dalam Anda memahami cinta kasih Tuhan, semakin Anda bersyukur.

Jadi, seperti apakah bersyukur dengan sungguh-sungguh?
Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Dalam segala keadaan, bersyukurlah, itulah kehendak Tuhan atas hidup Anda.

Anda dapat berterima kasih kepada Tuhan dalam segala keadaan sebab Tuhan pegang kendali. Dia bisa mendatangkan kebaikan melalui yang jahat. Dia bisa membalikkan kesalahan terburuk yang pernah Anda buat. Apa pun yang terjadi, Tuhan tidak akan berhenti mengasihi Anda. Anda dapat menemukan seratus hal yang bisa disyukuri dalam keadaan apa pun, bahkan di dalam situasi sulit.

Ucapan syukur yang sungguh-sungguh — yaitu bersyukur dalam segala situasi — ialah kehendak Tuhan karena itu menciptakan sebuah persekutuan.

Jika Anda ingin lebih dekat dengan seseorang, mulailah mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tersebut. Jika Anda merasa jauh dari pasangan Anda, Anda harus mulai melakukan apa yang Anda lakukan ketika Anda berkencan dulu: Nyatakan syukur Anda. Catat hal-hal tentang kebaikan dan dorongan semangat. Telepon atau SMS pasangan Anda di siang hari, katakan bahwa Anda bersyukur atas dirinya dalam hidup Anda. Alasan Anda kehilangan perasaan mencintai itu ialah karena Anda berhenti melakukan hal-hal yang menimbulkan perasaan mencintai dan Anda berdua meremehkan satu sama lain.

Apakah Anda ingin membangun persekutuan kecil Anda? Jangan hanya datang. Di sepanjang minggu, kirimkan SMS atau email atau telepon anggota persekutuan Anda. Katakan, "Saya bersyukur atas Anda karena..." Anda akan mendapati bahwa semakin Anda bersyukur atas grup Anda, semakin kuat ikatan persekutuan Anda.

Alkitab memberi tahu kita untuk "nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11). Ketika Anda membangun orang lain, maka Anda akan memahami bahwa Tuhan juga membangun hidup Anda melalui hubungan Anda yang dalam dengan Dia dan orang lain.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat memotivasi atau menghubungi seseorang di minggu ini?
- Apa saja cara sederhana namun spesifik yang bisa Anda pakai untuk mengungkapkan syukur Anda kepada pasangan, teman, atau anggota persekutuan kecil Anda?
- Ketika Anda mengembangkan sikap syukur, perubahan apa yang menurut Anda akan terlihat dalam diri Anda serta hubungan Anda dengan orang lain dan Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 37-40; Filipi 3


Rasa syukur selalu membentuk hubungan yang lebih dalam antara Anda dengan orang lain dan antara Anda dengan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Oktober 11, 2019 |

Tuhan Menjawab Ketika Anda Bertanya

Tuhan Menjawab Ketika Anda Bertanya

Habakuk 3:2 "TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!"

Jika Anda ingin mendengar Tuhan berbicara, beribadahlah kepada-Nya.

Singkat kata, bersyukurlah atas kehadiran-Nya dalam hidup Anda dan karena Dia peduli dengan setiap detil hidup Anda. Bersyukurlah kepada-Nya karena Ia menjawab doa-doa Anda: "TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!" (Habakuk 3: 2).

Tuhan memberi Anda visi. Tuhan memberi Anda impian. Anda tahu apa yang Tuhan ingin Anda lakukan, jadi sekarang ucapkanlah syukur kepada-Nya karena Ia menjawab doa Anda. Itulah bagian dari ibadah Anda.

Yang saya ingin Anda lakukan ialah berhenti melihat doa-doa Anda sebagai sebuah monolog, dan mulailah melihatnya sebagai doa yang semestinya: sebuah dialog. Doa merupakan sebuah percakapan dengan Tuhan. Dia mendengar Anda ketika Anda berdoa dan Dia menjawab Anda ketika Anda mengajukan pertanyaan. Dia ingin berbicara dengan Anda setiap hari. Jika Anda dengan setia berbicara kepada Tuhan setiap hari, sepanjang hari, maka itu akan merevolusi hidup Anda.

Penting untuk dipahami bahwa Anda tidak dapat mendengar Tuhan sampai Anda mengenal Dia, dan ada tiga level mengenal Tuhan: pengakuan, pengenalan, dan persahabatan. Saat ini Anda mungkin tengah berada di tingkat pengakuan; Anda tahu Tuhan ada, tetapi Anda tidak benar-benar mengenal-Nya. Atau, mungkin Anda tengah berada di level pengenalan; Anda sedikit kenal Tuhan, tetapi Anda tidak mengenal-Nya dengan baik.

Tuhan ingin Anda hidup di tingkat persahabatan. Dia ingin menjadi teman Anda, dan Dia ingin Anda menjadi sahabat-Nya. Tuhan ingin Anda selalu berbicara dengan-Nya sepanjang waktu.

Renungkan hal ini:
Saya mengundang Anda untuk berdoa doa ini hari ini: "Ya Tuhan, aku kagum bahwa Engkau ingin menjadi sahabatku. Aku sangat ingin belajar berkomunikasi dengan-Mu. Bantu aku untuk menghabiskan waktu bersama-Mu setiap hari. Terima kasih karena Engkau peduli dengan setiap detil hidupku. Yesus, kuingin mengenal-Mu lebih dan lebih lagi setiap hari, dan aku ingin bergantung pada-Mu, membimbingku dalam pekerjaanku, keluargaku, masa depanku, dan di setiap area dalam hidupku. Aku mengundang Engkau untuk menjadi manajer hidupku, Tuhanku dan Juru Selamatku. Ya, Tuhan, aku mau ikut dan percaya pada-Mu. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9


Tuhan menjawab doa Anda, walaupun jawaban itu tidak sesuai dengan keinginan Anda namun itu untuk kebaikan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Oktober 11, 2019 |

Tuhan Memberkati Anda Agar Anda Dapat Bermurah Hati

Tuhan Memberkati Anda Agar Anda Dapat Bermurah Hati

2 Korintus 9:11 "Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami."

Terlalu banyak orang yang tidak paham benar apa artinya diberkati oleh Tuhan. Ketika Tuhan memberkati Anda dalam berbagai macam cara, maka itulah kesempatan Anda untuk bermurah hati, agar pada akhirnya itu akan memimpin Anda untuk bersyukur kepada Tuhan.

Tuhan tidak memberkati Anda agar Anda bisa serakah; Dia memberkati Anda agar Anda dapat bermurah hati. Anda memberi, dan kemudian Tuhan akan membalas kemurahan hati Anda sehingga Anda dapat memberikan lebih banyak lagi dan supaya Ia dapat memberikan lebih banyak lagi kepada Anda, begitu pun seterusnya.

Tuhan tidak memberkati Anda dengan barang-barang supaya Anda menimbunnya. Ketika Anda melepaskan yang ada di tangan Anda, itu menjadi kosong supaya Anda dapat menerima berkat yang lebih besar dari Tuhan.

Tetapi, seperti yang saya katakan sebelumnya, berkat Tuhan buat Anda tergantung dari sikap Anda. Itulah mengapa sangat penting untuk hidup dengan rasa syukur. Alkitab berkata, "Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah" (2 Korintus 9:12).

Ketika Anda memberi, Anda melakukan pelayanan. Melayani dan memberi kedua-duanya penting. Masing-masing adalah tindakan kasih. Anda tak dapat mengasihi tanpa melayani dan memberi. Ini bagian terpenting: Pelayanan Anda memimpin Anda pada ungkapan syukur Anda kepada Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Apa artinya mengembangkan sikap bersyukur?
- Bagaimana pemberian Anda mencerminkan kemurahan hati Allah terhadap Anda?
- Apa motivasi Anda dalam melayani dan memberi? Bagaimana pelayanan Anda menuntun Anda pada ungkapan syukur kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30


Luangkan waktu sejenak untuk berdoa dan ucapkan terima kasih kepada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 09, 2019 |

Berikan Perhatian Anda Sebagai Hadiah

Berikan Perhatian Anda Sebagai Hadiah

Filipi 2: 4 "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Ketika Anda masuk ke ruangan rapat, berapa banyak orang tengah duduk di sana sedang menatap telepon mereka sambil mengetik pesan? Kepala kita kelihatan selalu menunduk, asyik menonton video atau bermain game, telinga kita tersumpal dengan earbuds yang mencegah kita mendengarkan orang-orang di sekeliling kita.

Sebenarnya lebih mudah duduk di restoran dan berbincang dengan teman-teman kita, namun tampaknya kita lebih prihatin dengan "teman-teman" kita di Facebook atau Twitter atau Instagram.

Kita hidup di dunia di mana alat-alat dan teknologi menyebabkan perhatian kita terus-menerus terbagi sehingga kita tidak lagi memperhatikan orang-orang di sekitar kita.

Jika Anda menginginkan hubungan-hubungan yang lebih bahagia, maka Anda perlu mempelajari keterampilan yang sudah jarang dimiliki banyak orang, yaitu seni memperhatikan.

Alkitab berkata dalam Filipi 2: 4, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Kemampuan untuk memperhatikan tidak muncul begitu saja, bukan? Kalau dilihat dari sifat dasar saya, sebenarnya saya tidak peduli dengan apa yang Anda sukai. Kalau dilihat dari sifat dasar saya, saya sebenarnya ingin semua fokus perhatian saya adalah untuk diri saya, bukan untuk Anda.

Namun hadiah terbesar yang dapat Anda berikan untuk seseorang ialah perhatian Anda, sebab perhatian Anda adalah waktu Anda dan waktu Anda adalah hidup Anda. Anda tak akan pernah bisa mendapatkannya kembali, dan itulah mengapa waktu menjadi teramat berharga saat Anda memberikannya.

Ini merupakan alat yang sederhana namun kuat dalam hal menumbuhkan hubungan yang erat. Apakah Anda tertarik dengan apa pun yang menarik minat anak-anak Anda? Apakah Anda mendengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda? Apakah Anda memberi perhatian kepada rekan kerja Anda ketika mereka berbicara dengan Anda? Apakah Anda memperhatikan tetangga Anda ketika Anda melewati rumah mereka sambil berangkat kerja?

Mempelajari seni memperhatikan ialah sebuah tindakan kasih. Itu akan mentransformasi hubungan Anda dengan orang lain dan membantu Anda untuk menjalani kehidupan yang bahagia.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana media sosial bisa menahan Anda dalam mengembangkan hubungan Anda dengan orang-orang yang hidup dengan Anda dan yang bekerja bersama Anda?
- Apa saja cara yang bisa Anda lakukan untuk mengalihkan perhatian Anda kepada orang-orang di sekitar Anda hari ini?
- Bagaimana Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda benar-benar memperhatikan apa yang tengah mereka katakan atau lakukan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18



Memperhatikan artinya menyetop semua kegiatan dan kepentingan Anda hanya untuk memperdulikan dengan tulus kepada satu orang yang Anda kasihi.
Seperti itulah Tuhan memprioritaskan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 09, 2019 |

Kebahagian Dan Kerendahan Hati Bergandengan Tangan

Kebahagian Dan Kerendahan Hati Bergandengan Tangan

Filipi 3: 12-13 "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,"

Ketika Paulus menulis Kitab ini, ia adalah seorang pria tua yang sedang di penjara di Roma. Dia tengah berada di masa-masa akhir hidupnya. Dia seseorang yang sangat dewasa secara rohani. Namun dia mengatakan dirinya belum mencapai kesempurnaan rohani. Jika ada seseorang yang punya hak untuk berkata, "Saya telah mencapai kesempurnaan iman," tentunya itu seseorang yang telah menulis begitu banyak Kitab dalam Perjanjian Baru. Tetapi Paulus berkata, "Tidak, saya belum sampai di sana. Saya masih tumbuh. Saya masih belajar. Saya ingin semakin serupa dengan seperti Kristus."

Jebakan apa yang akan menghambat Anda dalam mengikuti teladan Paulus dan terus tumbuh di dalam Kristus? Kesombongan.

Kesombongan akan menghambat Anda untuk tumbuh karena ketika Anda berpura-pura merasa sempurna, Anda tidak akan berusaha menjadi lebih dewasa secara spiritual. Tidak ada seorang pun yang sempurna!

Orang yang bahagia tidak pernah berhenti bertumbuh. Orang yang bahagia tidak pernah berhenti mencari, tidak pernah berhenti tidak pernah mengasah imannya, tidak pernah berhenti belajar. Jika Anda berhenti tumbuh, Anda akan menderita, sebab Anda diciptakan untuk tumbuh.

Kebahagiaan dan kerendahan hati berjalan selaras, karena orang yang rendah hati mau diajar. Mereka selalu bertanya, "Bagaimana saya bisa menjadi pasangan yang lebih baik? Bagaimana saya bisa menjadi teman yang lebih baik? Bagaimana saya bisa menjadi bos yang lebih baik? Bagaimana saya bisa menjadi pengikut Yesus yang lebih baik?"

"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji" (2 Korintus 13: 5).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda tumbuh secara spiritual dalam setahun terakhir ini? Bukti pertumbuhan apa yang bisa dilihat orang lain dalam diri Anda?
- Mengapa penting untuk mendapatkan dukungan dari persekutuan kecil ketika Anda berusaha tumbuh secara rohani?
- Mengapa orang-orang dengan roh yang mau diajar lebih bahagia?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30


Kerendahan hati menuntun Anda pada kebahagiaan karena itu menjadikan Anda orang yang bisa diajar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 09, 2019 |

Nyanyian Syukur Anda Kepada Tuhan

Nyanyian Syukur Anda Kepada Tuhan

Mazmur 147: 7 "Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!"

Belajar bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah Dia berikan kepada kita ialah bagian penting dari perjalanan spiritual kita. Lalu, bagaimana Anda menjadikan syukur kepada Tuhan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam hidup Anda?

Salah satu cara terpenting untuk melakukannya ialah dengan bernyanyi. Alkitab berkata, "Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!" (Mazmur 147: 7). Hanya sedikit hal-hal yang lebih cepat membuat Anda menyadari kehadiran Tuhan, dibanding dengan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan, terlepas dari seberapa besar bakat musik yang kita punya.

Alkitab menyuruh kita untuk bersorak-sorai. Bahkan binatang sekali pun dapat melakukannya saat makan! Jika binatang dapat membuat suara yang menyenangkan, begitu pun dengan kita.

Ada lebih banyak lagu tentang Yesus dibanding dengan lagu tentang siapa pun di dunia ini, bahkan tentang cinta sekali pun. Itulah mengapa Anda harus menjadi bagian dari gereja di lingkungan tempat tinggal Anda. Itu bukan hanya soal mendengarkan Firman Tuhan mingguan. Paling tidak seminggu sekali, Anda butuh ekspresi emosional yang berasal dari bernyanyi, mengucap syukur kepada Tuhan. Tanpa hal itu, hati Anda akan layu. Anda tak bisa menjadi orang Kristen yang sehat hanya dengan mendengarkan khotbah. Anda memerlukan kesan dari pesan Firman dan mengekspresikan syukur Anda melalui musik.

Saya sadari bahwa saat-saat ketika saya paling tidak ingin bernyanyi ialah ketika saya paling harus melakukannya. Ketika hati saya dingin, hati saya perlu diperbarui, dipulihkan, dan diisi ulang kembali melalui nyanyian syukur saya kepada Tuhan. Di tengah-tengah jadwal sibuk saya, saya mendapati bahwa mendengarkan musik dan menyanyikan puji-pujian untuk Tuhan dapat memperbaharui jiwa saya.

Jadi, nyalakan lagu-lagu pujian favorit Anda atau cari stasiun radio Kristen yang bagus, dan bernyanyilah bersama. Berterima kasihlah kepada Tuhan atas semua yang telah Dia berikan pada Anda. Dan bersorak-sorailah untuk Allah.

Renungkan hal ini:
- Apa saja lagu pujian penyembahan favorit Anda? Kenapa Anda menyukainya?
- Apa yang menahan Anda untuk bernyanyi selama waktu ibadah pribadi dan bersama Anda?
- Ceritakanlah tentang satu saat dimana menyanyikan pujian kepada Tuhan membantu mengangkat suasana hati Anda.



Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23


Kekristenan adalah iman yang bernyanyi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 09, 2019 |

Mengenal Dan Menjadi Serupa Dengan Allah

Mengenal Dan Menjadi Serupa Dengan Allah

Filipi 3:10 "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,"

Dalam Filipi 3:10, Paulus berkata, "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya," Paulus menjadi "kenal dan serupa dengan Allah karena ia memiliki hubungan dengan Allah dan ia memberikan waktunya untuk mengenal Allah.

Anda tidak menjadi "akrab" dengan Allah secara kebetulan. Seperti kata Paulus, itu merupakan "kehendak yang teguh." Itu sesuatu yang harus Anda lakukan. Oleh sebab itu, Anda harus menginvestasikan waktu Anda di dalamnya.

Luangkan waktu untuk Allah! Jika Anda menyisihkan 10 atau 15 menit waktu yang terfokus bersama Dia setiap pagi, maka Anda akan mulai memahami keajaiban kuasa-Nya dengan jauh lebih baik. Dan Anda akan mulai mengalami kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa saja hal-hal yang Anda lakukan setiap hari selama setidaknya 15 menit? Apakah Anda melakukannya karena itu penting atau hanya karena sudah menjadi kebiasaan?
- Bagaimana Anda dapat menyesuaikan jadwal Anda sehingga Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan Tuhan?
- Gangguan apa saja yang bisa membuat Anda terlalu sibuk sehingga tidak dapat menghabiskan waktu bersama Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11


Kebahagiaan ditemukan dengan mengenal Tuhan dengan lebih baik setiap hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Oktober 03, 2019 |

Ketahui Apa Yang Penting Dan Apa Yang Tidak

Ketahui Apa Yang Penting Dan Apa Yang Tidak

Filipi 3: 8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"

Pernahkah Anda perhatikan betapa mudahnya Anda kehilangan sukacita karena perkara yang kecil? Itu biasanya gangguan kecil yang menyebabkan Anda kehilangan kebahagiaan Anda. Seseorang memotong jalan Anda ketika Anda mencoba untuk berbelok, dan itu membuat Anda hilang kebahagiaan. Rambut Anda sulit diatur dan pakaian yang Anda kenakan sudah tidak muat lagi, dan Anda kehilangan kebahagiaan Anda. Biasanya hal-hal kecillah yang kadang paling mempengaruhi kita, namun pada kenyatanya itu tidak terlalu penting.

Paulus berkata dalam Filipi 3: 7, "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Apa hal terpenting bagi Anda sebelum Anda mulai ikut Yesus Kristus? Pekerjaan? Karier? Menghasilkan uang? Mungkin tentang memiliki kekasih. Mungkin tentang popularitas. Mungkin tentang memiliki rasa aman atau menjadi terkenal.

Paulus mengatakan semua hal itu tidak penting lagi jika dibandingkan dengan sukacita mengenal Yesus.

Anda harus bertanya pada diri sendiri tentang segalanya: Seberapa besar hal ini akan berubah dalam 100 tahun ke depan? Seberapa besar masalah yang saya khawatirkan sekarang akan jadi masalah besok? Mungkin itu tidak akan jadi masalah besok, apalagi sampai selamanya. Anda dapat memilih untuk hidup dalam terang kekekalan: "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3: 8).

Setiap hari ketika Anda bangun pagi, ingatkan diri Anda sendiri apa perkara yang penting — dan apa yang tidak.

Bicarakan Ini:
- Apa hal-hal kecil yang selama ini Anda khawatirkan yang telah merampas kebahagiaan Anda?
- Apa saja cara praktis yang dapat Anda gunakan untuk mengubah fokus Anda kepada Allah dan menjaga perspektif Anda pada surga?
- Sebelum percaya kepada Yesus Kristus, apa hal yang paling penting buat Anda? Bagaimana perasaan Anda akan hal itu sekarang?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6


Jangan biarkan ego dan kesombongan Anda menang dengan selalu mempersoalkan hal yang kecil.
Tidak akan ada yang sempurna di dunia ini dan Anda tidaklah lebih baik dibandingkan orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 02, 2019 |

Ingatkan Diri Anda Tentang Kasih Karunia Allah Dan Bersandar di Dalamnya

Ingatkan Diri Anda Tentang Kasih Karunia Allah Dan Bersandar di Dalamnya

Filipi 3: 9 "Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."

Legalisme merupakan kepatuhan berlebih pada hukum Taurat yang menganggap hukum Taurat sebagai aturan mutlak untuk memperoleh keselamatan. Legalisme akan merampok kebahagiaan Anda. Itu sikap dimana Anda harus membuktikan kasih Anda kepada Tuhan, yang artinya Anda harus memastikan bahwa Anda melakukan segalanya dengan benar. Itu seakan Anda berpikir bahwa Anda harus mengikuti peraturan, aturan serta larangan untuk membuktikan bahwa diri Anda layak. Salah satu konsekuensi menjadi orang yang legalistik ialah ketika kita memaksakan ekspektasi yang sama kepada orang lain, mereka berpikiran bahwa mereka juga harus membuktikan bahwa mereka layak di mata Tuhan.

Legalisme akan membuat gersang kebahagiaan Anda. Legalisme akan membuat gersang kebahagiaan gereja. Semua orang yang melakukan paham ini tidak berbuat sesuatu atau merasa bersalah.

Bagaimana Anda tahu ketika Anda bersikap legalistik? Itu ketika Anda menghakimi orang lain. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah hidup karena kasih karunia-Nya? Ketika Anda baik hati kepada orang lain. Orang-orang yang hidup karena kasih karunia Allah seringkali merasa lebih mudah mengampuni sebab mereka tahu bahwa Allah terus mengampuni mereka.

Sadar bahwa Anda sudah cukup berharga dimata Allah apapun kondisi Anda saat ini, itu adalah kunci menuju kebahagiaan. Setiap hari, ingatkan diri Anda tentang kasih karunia Tuhan, dan bersandarlah di dalamnya.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda menghadapi perasaan dimana Anda harus membuktikan kasih Anda kepada Allah?
- Bahkan jika Anda percaya pada kasih karunia Tuhan, apa saja jebakan legalisme kecil yang masih terjadi dalam kehidupan sehari-hari Anda?
- Filipi 3: 3 mengatakan, "Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah." Bagaimana Anda dapat "bermegah dalam Kristus Yesus" atas apa yang telah Dia lakukan bagi Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5


Ketika Anda akhirnya menyadari tidak ada yang perlu Anda lakukan untuk membuat Tuhan lebih mengasihi Anda, itu merupakan salah satu perasaan yang paling memerdekakan di dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Oktober 02, 2019 |

Gunakan Talenta Anda Sebaik-baiknya

Gunakan Talenta Anda Sebaik-baiknya

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Tuhan telah memberi Anda kemampuan, bakat, dan karunia unik. Di Saddleback Church, kami mengatakan bahwa itu mewakili SHAPE (bentuk) seseorang: Karunia Roh, Hati, Kemampuan, Kepribadian, dan Pengalaman. Talenta-talenta ini adalah hal yang Tuhan telah berikan pada Anda yang menjadikan diri Anda dan yang membuat Anda berbeda dari orang lain.

Bila Anda berpikir jika talenta Anda hanyalah sebagai alat Anda untuk menghasilkan banyak uang, kemudian pensiun dan mati, maka Anda telah melewatkan inti dari kehidupan Anda. Tuhan memberi orang lain talenta yang bermanfaat bagi Anda juga.

Di dalam tubuh Kristus, setiap bagiannya itu penting. Tak ada orang yang tidak penting di dalam keluarga Allah. Anda dibentuk untuk melayani Tuhan, dan Dia ingin melihat bagaimana Anda akan menggunakan talenta yang Dia berikan itu.

Baik Anda seorang musisi atau akuntan, guru atau juru masak, Tuhan memberi Anda kemampuan untuk melayani orang lain. Alkitab memberi tahu kita, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah" (1 Petrus 4:10).

Anda adalah manajer dari karunia yang telah diberikan Tuhan kepada Anda. Karunia itu mungkin besar atau mungkin juga kecil di mata Anda, tetapi itu berharga buat Allah.

"Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai" (1 Korintus 4: 2). Ketika Tuhan menciptakan Anda, Dia berinvestasi atas Anda, dan Ia mengharapkan keuntungan dari investasi tersebut.

Apakah Anda tengah menggunakan apa yang Ia berikan kepada Anda untuk kepentingan orang lain agar dunia ini menjadi tempat yang lebih baik? Atau apakah Anda hanya menggunakan bakat itu untuk memberi manfaat bagi diri Anda sendiri?

Jika Tuhan telah memberi Anda bakat, artinya Dia ingin Anda menggunakannya. Ini ibarat otot. Jika Anda menggunakannya, otot Anda akan tumbuh. Jika Anda tidak menggunakannya, otot Anda akan hilang. Jika Anda memiliki bakat tetapi takut menggunakannya, atau jika Anda malas dan tidak menggunakannya untuk memberi manfaat bagi orang lain, maka Anda akan kehilangannya. Seperti perumpamaan tentang sepuluh talenta dalam Lukas 19, jika Anda tidak menggunakan apa yang Tuhan telah berikan kepada Anda, maka Ia akan mengambilnya dan memberikannya kepada orang lain yang mau menggunakannya.

Tetapi jika Anda menggunakan bakat Anda dengan bijak, Tuhan akan memberi Anda lebih banyak. Jika Anda menggunakan waktu Anda dengan bijak, Tuhan akan memberi Anda lebih banyak waktu. Jika Anda menggunakan tenaga Anda dengan bijak, Tuhan akan memberi Anda lebih banyak tenaga. Jika Anda menggunakan pengaruh Anda dengan bijak, Tuhan akan meningkatkan pengaruh Anda. Tuhan akan memberkati level kesetiaan Anda.

Renungkan hal ini:
- Mengapa penting untuk memahami bahwa tak ada seorang pun yang tidak penting dalam keluarga Allah?
- Bagaimana Anda mendapatkan manfaat dari orang lain dengan menggunakan karunia yang Tuhan beri untuk mereka? Jelaskan se-spesifik mungkin.
- Dalam hal apa Anda telah melihat Tuhan memberkati hidup Anda ketika Anda tumbuh lebih setia dalam menggunakan karunia, bakat, dan kemampuan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32


Tuhan menganugerahkan Anda talenta untuk menguntungkan orang lain, bukan diri Anda sendiri
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 30, 2019 |

Soundtrack Baru Hidup Anda

Soundtrack Baru Hidup Anda

2 Korintus 10: 5 "Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"

Berikut ini ada beberapa kabar baik: Otak Anda menyimpan segalanya. Tapi juga ada kabar buruk: Otak Anda menyimpan segalanya. Otak Anda tidak dapat membedakan apa yang khayalan dan apa yang nyata. Otak Anda menyerap keduanya: kebenaran dan kebohongan.

Waktu Anda kecil, orang dewasa mengatakan hal-hal yang Anda percaya dan tak perlu Anda pertanyakan, sebab mereka adalah figur otoritas. Mungkin mereka berkata bahwa Anda kurang cakap, atau Anda orang yang tak berguna. Itu semua merupakan kebohongan, dahulu dan sekarang. Namun entah bagaimana, Anda tetap saja mempercayainya!

Karena itulah Anda perlu mengubah soundtrack yang diputar dalam pikiran Anda. Alih-alih memutar sesuatu yang berdasarkan kebohongan, Anda perlu memutar soundtrack kebenaran Firman Tuhan.

Bagaimana Anda mengubah cara pikir Anda? Dengan memainkan soundtrack kebenaran.

Mintalah supaya Tuhan memulihkan memori Anda. Katakan kepada Tuhan, "Aku ingin Engkau memulihkan memoriku tentang penolakan, dosa, dendam, rasa bersalah, dan perlakuan kejam ini. Itu membuatku terluka. Tolong sembuhkan aku."

Isi pikiran Anda dengan Firman Tuhan. Semakin banyak kebenaran yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda, semakin banyak kebohongan yang Anda dorong ke luar. Ketimbang membuang seluruh waktu Anda dengan menonton TV dan mendengarkan musik, isi pikiran Anda dengan Firman Tuhan.

Firman Tuhan berkata Anda dapat dikasihi (Yohanes 3:16), sanggup (2 Petrus 1: 3), berharga (Lukas 12: 6), dapat diampuni (Mazmur 103: 12), dan dapat digunakan dalam pekerjaan Allah (Efesus 4:12).

Biarkan pesan itu menjadi soundtrack hidup Anda, dan Tuhan akan mengubah pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
- "Soundtrack" apa dari masa lalu Anda yang cenderung Anda putar berulang kali di dalam benak Anda?
- Apa yang Firman Tuhan katakan tentang kebohongan yang terus Anda ulangi?
- Bagaimana Anda dapat mengembangkan kebiasaan belajar dan menghafal Firman Tuhan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16


Anda menyimpan semua jenis sampah di otak Anda. Baik Anda menyadarinya atau tidak, sering kali Anda mendasari keputusan Anda pada sampah tersebut.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, September 29, 2019 |

Hadapi Perasaan Anda Agar Anda Bisa Bebas

Hadapi Perasaan Anda Agar Anda Bisa Bebas

Mazmur 77: 1-2 "Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf. Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan."

Pernahkah Anda menjatuhkan botol soda dan setelah itu membukanya? Apa yang biasanya terjadi? Itu jadi berantakan.

Respons terburuk yang mungkin muncul atas luka yang terpendam dalam hidup Anda ialah menutup rapat-rapat mulut Anda. Itu ibaratnya mengocok botol soda. Suatu hari, Anda akan meledak!

Memendam luka yang tersembunyi akan membuat Anda lelah. Alkitab berkata, "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;" (Mazmur 32: 3).

Anda tidak akan pernah bisa mengatasi rasa sakit tersebut sampai Anda berhadapan dengan perasaan Anda secara langsung dengan cara mengakuinya kepada Tuhan, diri Anda sendiri, dan kepada orang lain.

Banyak orang mencoba melalui rasa sakit mereka dengan mengakuinya kepada Tuhan dan diri mereka sendiri, tetapi kemudian tidak menceritakannya kepada orang lain. Jika Anda melakukan itu, Anda tak akan pernah berhasil. Mengakui rasa sakit Anda kepada orang lain sangatlah penting untuk penyembuhan Anda. Itu bergantung dari hal berikut: "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16).

Anda tidak harus mengakuinya kepada pendeta, pastor, atau terapis untuk menaati Yakobus 5:16 (meskipun itu boleh-boleh saja). Anda hanya perlu seorang teman yang bisa Anda percaya.

Bila Anda menggunakan semua energi emosional Anda untuk menyimpan rapat-rapat masa lalu Anda, maka Anda hanya akan punya sedikit tenaga tersisa untuk menjalani hari ini. Terbukalah dengan rasa sakit terselubung Anda kepada seseorang. Katakan pada orang tersebut apa yang sakit. Dengan mengakuinya kepada Tuhan, diri Anda sendiri, serta orang lain, mungkin Anda akan menemukan tenaga yang selama ini tidak pernah Anda gunakan.

Renungkan hal ini:
- Apa rahasia masa lalu Anda yang sulit Anda ungkap?
- Mengapa begitu menakutkan untuk terbuka membahas atau mengingat kembali memori yang menyakitkan kepada Tuhan? Kepada diri kita sendiri? Kepada orang lain?
- Siapa seseorang yang kepadanya Anda dapat dengan jujur terbuka menceritakan rasa sakit di masa lalu Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3


Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 28, 2019 |
Back to Top