Kemerdekakan Iman

| Minggu, Januari 08, 2012 |
Buanglah setiap ganjalan dalam hati termasuk dendam agar hubungan kita dengan Tuhan tidak sampai terputus.

Ayat bacaan: Markus 11:25
==================
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Beberapa hari terakhir ini kita sudah melihat bagaimana pentingnya untuk menjaga keteduhan hati agar tidak mendendam atau bersukacita ketika musuh kita tengah terjatuh. Yesus sendiri sudah mengingatkan kita untuk tidak membenci musuh melainkan mengampuni, mengasihi dan mendoakan mereka.

"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:43-44).

Untuk hal ini pun Yesus sudah mencontohkannya sendiri. Lihatlah apa kata Yesus setelah mengalami siksaan yang tak terperi dan tengah tergantung di atas kayu salib dengan berlumur darah.
"Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34a). Itu contoh sempurna dari bagaimana cara melepaskan pengampunan apapun alasannya. Lebih lanjut lagi, Firman Tuhan juga sudah mengatakan bahwa tidaklah pada tempatnya apabila kita bersukacita melihat musuh kita jatuh.

"Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok" (Amsal 24:17). Hari ini mari kita lihat satu lagi kerugian yang akan kita derita jika kita mendendam terhadap orang lain.
Tidak banyak orang yang menyadari
betapa eratnya hubungan antara iman dan pengampunan. Mari kita lihat perkataan Yesus dalam kotbahNya tentang iman dalam Markus 11:22-26. Pertama, Yesus mengajarkan betapa besarnya pengaruh iman bagi kehidupan kita.

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." (Markus 11:23). Lalu Yesus mengajarkan kita agar kita memiliki iman yang percaya agar semua itu diberikan kepada kita.
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (ay 24). Apa isi ayat selanjutnya? Beginilah bunyinya:
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)" (ay 25-26).

Perhatikan bahwa Yesus menopang gabungan ayat-ayat ini dalam urutannya bukan kebetulan tapi untuk maksud tertentu.
Saya percaya Tuhan ingin kita tahu bahwa membebaskan orang-orang yang bersalah kepada kita adalah landasan dari menerima hal-hal baik atau berkat dari Tuhan. Tuhan ingin memberikan kesan pada hati kita mengenai sebuah fakta penting menurut Kerajaan Allah, yaitu bahwa
kita tidak akan pernah dapat memperoleh pengabulan doa dengan dendam di hati kita sekaligus.

Percaya, itu berbicara mengenai iman. Apa yang kita minta dan doakan harus disertai rasa percaya. Keraguan akan meluputkan kita semua dari berkat-berkat Tuhan. Tapi sebelum berdoa, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa tidak ada dendam apapun yang masih bercokol di hati kita.
Dendam, kebencian atau ganjalan-ganjalan lainnya pun merupakan ganjalan dalam menerima segala sesuatu dari Tuhan, termasuk di dalamnya pengampunan. Bayangkan seandainya Tuhan punya pribadi pendendam, apa jadinya kita yang begitu sering menyakiti hatiNya? Tapi Tuhan tidaklah demikian. Lihatlah apa kata Tuhan berikut ini:

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25). Seperti itulah sikap Tuhan. Lalu siapakah kita yang merasa berhak melakukan sebaliknya?

Sikap tidak mengampuni dan mendendam akan menghambat saluran iman dan membuat kita kewalahan menghadapi berbagai gunung terjal berbatu dalam kehidupan kita. Apabila ada diantara anda yang merasa sudah berdoa siang dan malam tapi rasanya belum memperoleh jawaban, ini saatnya untuk memeriksa kembali hati anda.

Apabila ada orang-orang yang belum anda ampuni, ampunilah terlebih dahulu. Jika anda tidak sanggup melakukannya, mintalah Roh Kudus untuk membantu anda. Buanglah sumbatan pada saluran iman itu, maka setelahnya anda akan melihat bagaimana hebatnya Tuhan dalam menjawab doa-doa anda.

Follow us on twitter:
http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top