Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Live Streaming

Ibadah live streaming Minggu 22 Maret 2020 Jam 09.00 Pagi Kotbah Bapak Gembala Pdt. David Djaja

Ibadah Live Streaming

...

Ibadah live streaming gsja sword

Ibadah Live Streaming

...

Ibadah live steaming gsja sword

Ibadah Live Streaming

...

Ibadah live streaming gsja sword

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Cara Hidup Bebas dari Kuasa Setan


Kolose 1:13 "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;"

Setan suka memanipulasi orang. Dia tak henti-hentinya melakukannya. Godaan dan kutukan adalah dua cara favoritnya dalam melakukannya.

Pertama, dia menggoda kita dengan membuat sepele dosa sebelum kita melakukannya. Dia membisikkan omong kosong kepada kita seperti, "Ini bukan masalah besar" dan "Semua orang juga melakukannya." Kemudian, ketika kita berbuat dosa, dia memberi kita kutukannya dan berkata pada kita, "Tuhan tidak akan pernah mencintaimu lagi."

Setan mengecilkan dosa sebelum kita melakukannya dan kemudian memperbesarnya setelah kita melakukannya. Melalui godaan dan kutukan, Setan mencoba mengendalikan kita.

Tetapi syukur kepada Yesus, Anda tidak perlu melawan Setan seorang diri. Di atas kayu salib, Yesus mati untuk menghancurkan kuasa Setan yang ingin mengendalikan Anda.

Paulus menulis dalam Kolose 1:13, "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;"

Ada pertempuran yang terjadi antara yang baik dan yang jahat. Ketika Yesus berada di kayu salib, kelihatannya seolah-olah Setan telah menang. Namun di kayu salib, Yesus berteriak, "Sudah selesai," bukan "Aku sudah selesai." Tiga hari kemudian Dia pun bangkit dari kubur. Yesus belum tamat. Setan yang sudah tamat! Berkat pekerjaan Yesus di atas kayu salib, Dia telah mengalahkan kemampuan Setan selamanya untuk mengendalikan kita.

Apabila Anda telah menerima tawaran keselamatan dari Allah dan ada Roh Kudus di dalam Anda, Setan hanya memiliki kuasa yang Anda berikan kepadanya. Sebab lewat rasa takut, kepahitan, dan kecemasan, Anda memberikan kuasa Anda kembali kepada Setan.

Yesus telah menghancurkan kuasa Setan yang ingin mengendalikan Anda, maka Anda tidak perlu lagi menjadi korban tipu dayanya. Anda dapat hidup dalam kemerdekaan sebagaimana Allah merancang hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Setan memanipulasi kita melalui kutukan?
- Apakah Anda mendapati diri Anda menjadi korban dari godaan atau kutukan Setan?
- Jika Setan tidak lagi memiliki kuasa untuk mengendalikan kita, mengapa kita seringkali memberikan kuasa kita kembali kepadanya?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 13-14; Lukas 10:1-24


Ketika Anda mempercayai Allah dan memilih pengampunan serta harapan, Setan menjadi tidak berdaya dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, April 09, 2020 |

Sudah Selesai


Yohanes 19:28, 30 "Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

Satu-satunya orang yang telah menyelesaikan misi hidupnya sebelum mati adalah Yesus.

Dalam Yohanes 4:34, Yesus berkata, "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."

Puji syukur demi Anda dan saya, Yesus telah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Allah kepada-Nya tepat sebelum Dia mati di kayu salib pada Jumat Agung. Alkitab berkata, "Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya"(Yohanes 19:28, 30).

Ketika Yesus berkata, "Sudah selesai," itu adalah sorakan kemenangan. Dalam bahasa Yunani asli, ungkapan ini sebenarnya terdiri dari satu kata: tetelestai. Itu kata yang sangat umum dalam masyarakat Yunani kuno namun punya banyak makna. Ketika Yesus mengucapkan kata ini di atas kayu salib, Ia merujuk pada maknanya masing-masing:

- Itu digunakan oleh para pelayan dan karyawan yang kembali kepada tuannya melaporkan bahwa mereka telah menyelesaikan tugas mereka. Yesus telah menyelesaikan tugas yang diberikan Allah kepada-Nya.

- Itu adalah istilah hukum yang digunakan para hakim untuk mengumumkan bahwa seorang tahanan telah sepenuhnya menjalani masa hukumannya. Yesus telah memastikan bahwa Dia menanggung hukuman atas dosa kita.

- Itu adalah istilah akuntansi yang berarti hutang telah dibayar penuh. Yesus telah sepenuhnya membayar lunas hutang kita.

- Para seniman menggunakan istilah ini ketika melukis gambar untuk menandakan goresan terakhir mereka. Pengorbanan Yesus telah menyelesaikan karya agung Allah dengan memungkinkan puncak dari ciptaan-Nya – kita - ditebus atas dosa kita.

- Para imam menggunakan istilah ini ketika mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN seraya berkata, "Pengorbanan telah dilakukan." Kematian Yesus di kayu salib merupakan pengorbanan karena dosa kita.

Kata-kata itulah yang membedakan agama Kristen dari semua agama yang ada di planet ini. Agama lainnya adalah tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi benar di hadapan Tuhan.

Yesus berkata, "Sudah selesai." Artinya, Anda tidak perlu melakukan apa pun untuk memiliki akses kepada Allah.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana setelah mengetahui bahwa Yesus telah menyelesaikan pekerjaan yang paling penting buat Anda mengubah cara Anda memandang tugas Anda hari ini?
- Dari lima makna kata tetelestai di atas, manakah yang paling penting buat Anda secara pribadi? Mengapa?
- Apa yang bisa kita ketahui tentang karakter Allah dilihat dari kebenaran bahwa Dia telah memberi kita jalan keselamatan yang cuma-cuma?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 10-12; Lukas 9:37-62


Yesus telah melakukan segalanya buat Anda! Anda hanya perlu percaya kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, April 08, 2020 |

2 Korintus 4: 8-9, 14 "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya."

Ketika masa depan tak pasti, ketika dunia seolah terhenti, ketika ada banyak ketakutan, mungkin Anda merasa kisah hidup Anda akan segera berakhir.

Alkitab memberi tahu kita, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya" (2 Korintus 4: 8-9, 14).

Anda tidak boleh kalah! Anda harus menang, apa pun yang terjadi. Walau virus yang mewabah di seluruh dunia ini tengah menyetir hidup Anda, tapi jika Anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, maka Anda akan langsung masuk ke hadirat Allah.

Kisah Anda baru akan dimulai.

Pernahkah Anda menonton serial TV di mana setiap episodenya berakhir dengan situasi yang menegangkan dan itu membuat Anda penasaran apakah si tokoh pahlawan akan selamat atau tidak? Nah, itu membuat jalan ceritanya tambah seru, bukan?

Tetapi apa bedanya jika Anda menunggu sampai seluruh episode tamat, baru Anda menontonnya?

Nah, jika Anda tahu serial ini akan ada selama enam season lagi, Anda pasti tidak terlalu khawatir apakah si tokoh pahlawan akan berhasil atau tidak. Setiap episodenya bukan akhir dari cerita.

Kita tak tahu berapa banyak waktu kita tersisa di bumi, tetapi itu bukan berarti kita hidup tanpa pengharapan. Hidup dengan pengharapan di tengah-tengah krisis seperti pandemi global ini, Anda harus mengubah perspektif Anda. Anda harus hidup dalam terang surga.

Suatu hari, ketika Anda bertemu Yesus di surga, segala rasa sakit, penyakit, penderitaan, kesedihan, stres, dan kedukaan Anda akan berakhir.

Ini yang harus Anda nantikan: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21: 4)

Renungkan hal ini:
- Apa cara-cara spesifik yang dapat Anda gunakan untuk mengubah fokus Anda dari ketakutan menjadi harapan?
- Apa cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mengingatkan Anda tentang harapan saat Anda merasa berkecil hati atau takut?
- Mengapa kita ingin dunia ini melihat bahwa orang-orang Kristen memiliki harapan dan iman di tengah-tengah krisis?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 7-9; Lukas 9:18-36


Ini bukan akhir dari cerita. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, namun kita tahu siapa yang memegang masa depan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, April 07, 2020 |

Fokus pada Apa yang Tidak Berubah


Yesaya 43: 2 "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau."

Ketika segala sesuatu di sekitar Anda tidak pasti, maka kunci dari kestabilan ialah dengan fokus pada kebenaran yang tidak akan berubah. Di hari-hari mendatang, Anda harus fokus pada apa yang tidak akan pernah berubah: sifat Tuhan dan Firman Tuhan.

Berikut ini beberapa kebenaran Tuhan yang perlu Anda katakan pada diri Anda sendiri selama masa yang tak menentu ini:

Tuhan melihat semua yang sedang Anda alami. "Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya," (Mazmur 33:18).

Tuhan peduli dengan semua yang sedang Anda alami. "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!" (Mikha 7: 7).

Tuhan punya kuasa untuk mengubah apa yang sedang Anda alami. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7: 7).

Tuhan selalu bertindak hanya untuk mendatangkan kebaikan untuk Anda. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Rencana Tuhan selalu lebih baik dari rencana Anda. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).

Tuhan tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda. "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau" (Yesaya 54:10).

Ketika Anda menaruh iman percaya Anda kepada Yesus Kristus, keselamatan Anda tidak akan bisa direnggut dari Anda. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan" (2 Timotius 1:12).

Apa pun yang sedang Anda lalui, Tuhan ada bersama Anda. "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau" (Yesaya 43: 2).

Kurangi fokus Anda pada apa yang dikatakan oleh media di dunia dan fokuslah lebih pada kebenaran Allah yang kekal, tidak akan berubah.

Renungkan hal ini:
- Manakah dari sifat Allah yang dapat memberi Anda kenyamanan dan pengharapan saat Anda mengalami pencobaan?
- Apakah Anda punya rencana untuk menghafal ayat-ayat Alkitab? Mengapa penting untuk menghafalkannya?
- Siapa orang-orang dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang janji-janji Allah hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 4-6; Lukas 9:1-17


Tukar kepanikan Anda dengan doa, kekhawatiran Anda dengan ibadah dan kecemasan Anda dengan pujian penyembahan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, April 06, 2020 |

Ini pun akan Berlalu


2 Korintus 4: 17-18 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Ketika krisis datang, Anda harus melakukan hal-hal cerdas yang Anda butuhkan untuk dapat melewatinya. Dengarkan apa yang dikatakan para ahli, buat pilihan-pilihan yang baik, dan terus melangkah maju sembari ingat bahwa ini akan berlalu. Keadaan ini tidak akan berlangsung selamanya!

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:12, "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu."

Di dunia ini, akan ada masa-masa ujian dan pencobaan -- pasti ada, dijamin! Semenjak dosa memasuki dunia, tidak ada satu pun yang berjalan dengan sempurna. Segala sesuatu di planet ini telah rusak -- cuaca, perekonomian, tubuh Anda, bahkan rencana terbaik Anda. Tidak ada yang bekerja dengan sempurna dalam hidup ini karena dosa telah menghancurkan segala yang ada di bumi.

Yesaya 24 mengatakan, "Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing" (ayat 4-5, 19).

Segalanya telah tersesat, ditinggalkan, dan kacau. Bahkan alam pun mengerang. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa Allah membiarkan dosa dan kejahatan memasuki dunia, tetapi itu karena Dia ingin memberi kita pilihan.

Kitalah yang menyebabkan kejahatan. Kitalah orang-orang yang egois dan yang menimbulkan masalah di masyarakat dan di lingkungan kita. Itulah mengapa kita harus berdoa Doa Bapa Kami-- "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga" - karena ini bukan surga. Surga adalah tempat yang sempurna, tidak ada kesedihan, tidak ada sakit-penyakit, tidak ada dukacita, tidak ada tekanan, dan kita tidak boleh berharap ada surga di bumi. Kelak kita akan tiba di sana, dan sekarang bukanlah waktunya.

Kita akan melewati ujian ini. Suatu hari krisis coronavirus ini akan jadi bagian dari sejarah manusia. Tidak lama lagi kita akan terkagum-kagum dengan semua yang telah Allah lakukan di tengah-tengah masalah ini seraya kita memandang hari-hari ini dari perspektif-Nya.

Dan akan ada lebih banyak tantangan serta kesukaran yang harus kita hadapi untuk bisa bertahan. Inilah bagian dari realita kita di bumi. Namun kita harus selalu berpengharapan, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4: 17-18).

Renungkan hal ini:
- Apa saja cara yang ingin Anda miliki untuk bisa tumbuh secara spiritual, jasmani, dan emosional, ketika Anda melihat kembali masa yang penuh hiruk-pikuk dalam sejarah kita ini?
- Tuhan tidak menyebabkan hal-hal buruk terjadi, tetapi menurut Anda bagaimana Dia ingin membebaskan kita?
- Pada hal apa Anda menaruh pengharapan selama krisis ini? Apakah itu cukup untuk menopang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 1-3; Lukas 8:26-56


Tetaplah teguh dalam pengharapan Anda pada Allah.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk Anda, pertolonganNya tidak pernah terlambat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, April 06, 2020 |

Tidak Semua yang Anda Dengar itu Benar


Amsal 14:15 "Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya."

Jika akhir-akhir ini Anda menghabiskan waktu di depan layar ponsel atau menonton TV, Anda akan mendapat banyak informasi dari berbagai sumber yang berbeda. Ini penting, apalagi di hari-hari ini, untuk diingat bahwa tidak semua yang Anda dengar itu benar.

Amsal 14:15 mengatakan, "Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya."

Tidak semua orang yang berbicara di Internet, media sosial, TV, atau radio tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Tidak semua orang yang berbicara tentang coronavirus layak untuk didengarkan. Anda harus selektif!

Banyak orang memanfaatkan krisis dan memiliki agenda tersembunyi. Akan ada beberapa orang yang mencoba menggunakan hari-hari yang tak menentu ini demi keuntungan politik atau keuntungan finansial mereka sendiri. Mereka akan mulai menaikkan harga dan menggunakan taktik rasa takut dan teori konspirasi untuk menakut-nakuti orang lain supaya mengambil keputusan yang tergesa-gesa. Jangan tertipu!

Alkitab berkata dalam Amsal 14: 8, "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya."

Alkitab berulang kali mengatakan bahwa, terutama di tengah krisis, Anda harus selalu mendasarkan keputusan dan tindakan Anda pada fakta dan kebenaran — bukan pada statistik, tren, ketakutan, atau perasaan yang salah.

Tuhan telah memberi Anda semua yang Anda perlukan untuk menjadi bijak dan berhikmat di tengah krisis. Anda bisa menguji segalanya dengan melawan Firman Tuhan, dijamin itu akan menjauhkan Anda dari jalan yang berhikmat. Sebagai pengikut Yesus, Anda punya Roh Kudus yang bisa memberi Anda hikmat, supaya Anda memiliki akal yang sehat! Itulah karunia dari Tuhan, dan sekaranglah waktu yang penting untuk menggunakan akal sehat Anda dan kewaspadaan Anda.

"Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian" (Amsal 23:23).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda mencari tahu kebenaran informasi yang Anda temukan di media sosial sebelum membagikannya pada orang lain?
- Apa yang akan Anda katakan pada seseorang yang tidak percaya pada siapa pun selama masa-masa sulit?
- Mengapa penting bagi murid-murid Yesus untuk dikenal sebagai orang-orang yang berpegang pada kebenaran?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ruth 1-4; Lukas 8:1-25


Sebagai murid Yesus, kita seharusnya tidak hanya menjadi sekedar orang beriman. Kita harus menjadi orang yang hidup dengan kebenaran.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, April 04, 2020 |

Jangan Khawatir — Ini Caranya


1 Petrus 5: 7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Dibutuhkan lebih dari tekad kuat untuk bisa berhenti khawatir. Anda tentu tahu itu, karena Anda pasti pernah mengalaminya. Anda berpikir, "Saya tidak perlu khawatirkan ini," tapi Anda terus-menerus mengkhawatirkannya.

Anda butuh lebih dari tekad kuat untuk bisa berhenti khawatir. Lakukan empat hal berikut:

1. Kenali Tuhan.
Yesus berkata dalam Matius 6:32, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Sebab jika Anda tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, maka Anda punya segudang alasan untuk khawatir. Anda harus kenal Tuhan dengan lebih dekat! Sebagai orang percaya, Anda punya Bapa surgawi yang berjanji selalu merawat Anda. Anda adalah anak Allah, dan seorang anak pasti mendapatkan hak istimewa. Ketika Anda khawatir, Dia berkata, "Engkaulah anak-Ku. Kenapa kau bertingkah seolah tidak memiliki Bapa? Aku akan merawatmu."

2. Tempatkan Tuhan sebagai yang utama di setiap bidang kehidupan Anda.
Matius 6: 31-33 mengatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Kapan pun Anda menggantikan tempat Allah dengan hal lain sebagai pusat kehidupan Anda — sebagus apa pun hal itu — Anda akan khawatir.

3. Jangan khawatir akan hari esok.
Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34). Apabila Anda khawatir akan hari esok, Anda tak dapat menikmati hari ini. Anda melewatkan berkat hari ini. Merencanakan hari esok itu tidak salah, tetapi Anda harus fokus menjalani hidup untuk hari ini. Pun, apabila Anda selalu khawatir tentang hari esok, Anda akan kewalahan menghadapi masa depan. Namun Allah akan memberikan Anda rahmat dan kekuatan yang Anda butuhkan ketika hari itu tiba. Saat ini, Anda hanya perlu kekuatan yang cukup untuk menjalani hari ini.

4. Percayakan Tuhan untuk memelihara Anda.
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5: 7). Bagaimana cara melakukannya? Salah satunya ialah dengan menghafal janji-janji Allah di dalam Alkitab. Itu bagaikan polis asuransi buat orang percaya. Ketika Anda tahu bahwa perkara-perkara ditanggung oleh Allah, maka Anda tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Cara lain ialah dengan berdoa. Jika Anda berdoa sebanyak yang Anda khawatirkan, maka ada lebih sedikit hal yang Anda khawatirkan.

Apa manfaatnya melakukan empat langkah ini? Kedamaian hati dan pikiran yang luar biasa: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4: 7).

Renungkan hal ini:
- Adakah sesuatu yang telah menggantikan Allah sebagai pusat kehidupan Anda? Bagaimana hal tersebut malah membuat Anda semakin khawatir?
- Bagaimana dengan hari esok atau lusa yang membuat Anda khawatir? Apakah Anda akan mempercayakan masalah itu kepada Allah hari ini?
- Apakah insting pertama Anda saat menghadapi persoalan adalah menjadi khawatir atau berdoa? Mengapa begitu?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 18-21; Lukas 7:31-50


Yesus ada, jangan takut, jangan khawatir !
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, April 03, 2020 |


Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"

Kekhawatiran pada dasarnya adalah masalah pengendalian. Kita mencoba mengendalikan yang tidak bisa kita kendalikan. Kita tidak bisa mengendalikan perekonomian, jadi kita mengkhawatirkannya. Kita tidak bisa mengendalikan anak-anak kita, jadi kita mengkhawatirkannya. Kita tidak bisa mengendalikan masa depan, jadi kita mengkhawatirkannya.

Namun kekhawatiran tidak akan pernah menyelesaikan apa pun! Itu tak ada gunanya.
Yesus memberi empat alasan mengapa Anda tidak perlu khawatir dalam Khotbah-Nya di Bukit.

1. Kekhawatiran itu tidak masuk akal.
Matius 6:25 mengatakan, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" Yesus mengatakan apabila itu tidak berlangsung selamanya, maka jangan mencemaskannya. Mengkhawatirkan sesuatu yang bisa Anda ubah adalah sesuatu yang bodoh. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa Anda ubah juga sia-sia. Intinya, khawatir itu tidak masuk akal.

2. Kekhawatiran itu tidak wajar.
Yesus memberi kita ilustrasi dalam Matius 6:26: "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Hanya ada satu dari semua ciptaan Allah yang khawatir: manusia. Kita adalah satu-satunya ciptaan Allah yang tidak mempercayai-Nya, dan Dia berkata itu tidak wajar.

3. Khawatir itu tidak membantu.
Itu tidak mengubah apa pun. Matius 6:27 mengatakan, "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" Ketika Anda cemas akan suatu masalah, itu tidak akan membawa Anda satu inci lebih dekat kepada solusinya. Itu bagaikan duduk di kursi goyang -- banyak aktivitas, energi, dan gerakan tetapi itu tidak bergerak maju. Khawatir tidak akan mengubah apa pun, kecuali diri Anda sendiri. Itu hanya membuat Anda sengsara!

4. Kekhawatiran itu tidak ada gunanya.
Matius 6:30 mengatakan, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?" Apabila Anda percaya pada Allah, maka Anda tak perlu khawatir. Mengapa? Sebab Ia telah berjanji untuk menyediakan semua yang Anda butuhkan: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Itu termasuk tagihan Anda, konflik dengan orang lain, impian, tujuan, ambisi, dan masalah kesehatan yang Anda sendiri tidak tahu harus berbuat apa.

Jangan khawatir akan itu!

Renungkan hal ini:
- Apa janji-janji Allah yang bisa Anda fokus harapkan, ketimbang menjadi khawatir?
- Pikirkan sesuatu yang Anda khawatirkan. Apa langkah tindakan yang bisa Anda ambil ketimbang menjadi khawatir?
- Bagaimana doa membantu Anda agar tidak khawatir?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 14-17; Lukas 7:1-30


Allah akan memenuhi segala kebutuhan Anda di dalam Kristus
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, April 02, 2020 |


Efesus 6:18 "Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,"

Mengapa Anda harus gigih dalam doa Anda, seperti yang dikatakan Efesus 6:18, bahkan ketika Anda tidak mendapatkan jawabannya? Ada empat alasan.

Doa yang gigih memusatkan perhatian Anda.
Ketika Anda mendoakan sesuatu berulang kali, itu bukan untuk mengingatkan Tuhan. Dia tidak perlu diingatkan! Ini untuk mengingatkan diri Anda siapa sumber jawaban Anda dan semua kebutuhan Anda. Jika setiap doa yang Anda doakan langsung dijawab, akan ada dua hal. Pertama, doa akan menjadi senjata penghancur dalam hidup Anda. Kedua, Anda tidak akan pernah memikirkan Tuhan, sebab Dia akan menjadi semacam mesin penjual otomatis. Jika setiap kali Anda berdoa Anda langsung mendapat hasil, maka yang Anda pikirkan adalah berkat. Tetapi Tuhan ingin Anda memikirkan tentang Sang Pemberi berkat.

Doa yang gigih memastikan permohonan Anda.
Jawaban yang tertunda memberi Anda waktu untuk mengklarifikasi apa yang Anda inginkan dan untuk memperbaiki doa Anda. Ketika Anda berdoa dengan teguh kepada Bapa surgawi, maka itu memisahkan kerinduan yang dalam dari sekadar keinginan. Saat Anda berseru, "Ya Tuhan, aku benar-benar memikirkan hal ini." Bukannya Tuhan tidak mau menjawab doa-doa Anda, hanya saja Dia ingin Anda memastikan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

Doa yang gigih menguji iman Anda.
Yakobus 1: 3-4 mengatakan, "Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." Satu-satunya cara Anda dapat bertumbuh dalam kedewasaan rohani adalah dengan menguji iman Anda.

Doa yang gigih mempersiapkan hati Anda untuk menerima jawabannya. Ketika Anda berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, Tuhan hampir selalu ingin menjawabnya dengan sesuatu yang lebih baik dibanding yang Anda doakan. Terkadang Tuhan menolak permintaan doa Anda karena Anda memikirkan dan meminta sesuatu yanh terlalu kecil. Dia ingin memberi Anda sesuatu yang lebih besar! Tetapi pertama-tama, Dia harus mempersiapkan Anda untuk itu. Karena itulah, Tuhan menggunakan penundaan dalam menjawab doa untuk membantu Anda bertumbuh, bersiap-siap, dan mempersiapkan diri untuk jawaban yang lebih besar dan lebih baik.

Ingat, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita" (Efesus 3:20).

Renungkan hal ini:
Apa yang sudah lama Anda doakan? Bagaimana Anda perlu memperbaiki doa permohonan Anda itu?
Jika Tuhan sedang menguji Anda sekarang dengan menunda jawaban atas doa Anda, bagaimana Anda bisa menunjukkan kepada-Nya bahwa Anda bersedia untuk tumbuh dan menerima kehendak serta tujuan-Nya untuk Anda?
Pikirkan sesuatu yang Anda doakan selama bertahun-tahun yang belum juga dijawab Tuhan. Bagaimana Anda melihat bahwa penolakan-Nya itu sebenarnya merupakan anugerah dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 13; Lukas 6:27-49


Salah satu cara Allah menguji iman Anda adalah dengan menunda beberapa jawaban atas doa-doa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, April 01, 2020 |

Apa yang Mengendalikan Anda?


Roma 6: 12-13 "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Setiap hari Anda dikendalikan oleh sesuatu.

Anda mungkin dikendalikan oleh ego Anda sendiri atau oleh harapan orang lain. Anda mungkin dikendalikan oleh rasa takut, rasa bersalah, dendam, atau kepahitan. Anda mungkin dikendalikan oleh suatu zat adiktif atau kebiasaan. Intinya Anda dikendalikan oleh sesuatu setiap hari.

Kebebasan datang ketika Anda memilih apa yang akan mengendalikan Anda. Ketika Anda memilih Yesus Kristus untuk mengendalikan hidup Anda, ketika Anda dikuasai oleh Tuhan, maka Anda dapat menguasai yang lainnya. Jika Tuhan bukan yang nomor satu dalam hidup Anda, ada yang lain, maka hal itu akan mengendalikan Anda dalam artian yang negatif. Ketika Kristus mengendalikan hidup Anda, maka Ia selalu menggerakkan Anda ke arah yang benar.

Roma 6: 12-13 mengatakan, "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Memberi kendali kepada Kristus merupakan sebuah pilihan. Berikut ini beberapa langkah untuk membantu Anda melakukannya:
- Akui bahwa Anda berusaha menjadi Tuhan.
- Akui bahwa Anda tidak dapat mengubah diri Anda sendiri.
- Dengan rendah hati minta Tuhan membantu Anda untuk berubah.
- Jujurlah dengan orang lain tentang hal-hal yang perlu diubah dalam hidup Anda.
- Berikan Yesus Kristus kendali penuh atas hidup Anda.

Apakah Anda benar-benar ingin berubah? Apakah Anda bersedia melakukan hal-hal itu? Anda mungkin berkata, "Saya sangat lelah terus mencoba dan gagal." Berhentilah mencoba. Sebaliknya, mulailah percaya. Tuhan memberi Anda pilihan untuk bergantung pada-Nya atau bergantung pada diri Anda sendiri. Dan hasilnya adalah kebebasan, atau frustrasi.

Renungkan hal ini:
- Karakter atau keadaan apa yang membuat Anda tidak bisa mengendalikan hidup Anda buat Allah?
- Dalam hal apa Anda mencoba bermain sebagai Tuhan?
- Menurut Anda apa artinya berserah diri sepenuhnya kepada Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 11-12; Lukas 6:1-26


Mengapa Anda tidak mau menyerahkan semuanya kepada Kristus?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Maret 31, 2020 |

Ketika Tuhan Tidak Segera Menjawab, Ingatlah Ini


Mazmur 130: 5 "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya."

Tuhan bukan hanya ingin Anda menunggu dengan sabar sampai Dia menjawab doa Anda, tetapi Dia juga ingin Anda menunggu dengan penuh harap. Tetaplah beriman. Percayalah Tuhan akan mendengar dan menjawab. Ketika Anda menunggu dengan penuh harap, Anda menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda percaya akan janji-janji-Nya. Anda percaya Dia akan menepati janji-Nya.

Daniel Boone, salah satu pahlawan Amerika yang terkenal, pernah ditanya, "Apakah Anda pernah tersesat di hutan belantara?" Dia berkata, "Tidak, saya belum pernah tersesat. Saya pernah dibuat bingung selama berminggu-minggu, tapi saya tidak pernah tersesat."

Beberapa dari Anda sekarang mungkin merasa bingung dengan pernikahan Anda: "Saya sudah berdoa agar jadi lebih baik, tetapi itu tidak kunjung terjadi." Anda bingung dengan karier Anda: "Apakah saya naik, turun, atau harus ganti pekerjaan?" Anda bingung dengan hubungan Anda. Anda merasa tak berdaya dan putus asa, seolah Anda tidak dapat melakukan apa-apa untuk mengubah situasi Anda sendiri.

Saya memiliki banyak permohonan yang selama ini saya doakan, namun belum juga dijawab. Saya punya satu doa yang saya doakan hampir setiap hari selama 24 tahun dan itu belum kunjung dijawab. Saya tidak tahu mengapa Tuhan tidak memilih untuk menjawab doa itu, dan saya tidak memahaminya. Tetapi saya telah memutuskan satu hal ini: Apakah Tuhan akan menjawab doa itu atau tidak, saya akan mati dengan tetap memegang janji-janji-Nya. Karena Tuhan adalah Tuhan yang baik, dan Dia tahu apa yang terbaik, bahkan ketika saya tidak memahaminya.

Ketika Tuhan tidak menjawab doa-doa Anda, maka Anda perlu ingat beberapa kebenaran yang sangat penting: Pertama, Tuhan memegang kendali, dan Anda tidak. Dia lebih tahu apa yang Anda butuhkan daripada Anda. Tidak ada gunung yang terlalu tinggi yang tidak dapat Ia pindahkan. Tidak ada masalah yang terlalu besar yang tidak bisa Ia selesaikan. Tidak ada kesedihan yang terlalu dalam yang tidak bisa Ia tenangkan. Tuhan memegang kendali, dan Dia punya rencana.

Hal kedua yang perlu Anda ingat ialah, apakah Anda pernah atau tidak pernah menerima jawaban doa Anda, Tuhan akan menghargai kesabaran Anda -- jika bukan di dunia ini, maka di dalam kekekalan.

"Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya" (Mazmur 130: 5).

Renungkan hal ini:
- Apa janji-janji Allah yang dapat Anda klaim ketika Anda menunggu Dia menjawab doa Anda?
- Bagaimana Allah telah menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Anda di masa lalu?
- Apa yang Anda harap Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Bagaimana harapan Anda tersebut mencerminkan keagungan-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39


Jangan berkecil hati! Jangan menyerah! Datanglah pada Tuhan. Beralihlah kepada doa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Maret 31, 2020 |

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menunggu Jawaban


Mazmur 37: 7 "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Apa yang Tuhan mau Anda lakukan saat Anda menunggu jawaban atas doa Anda? Mazmur 37: 7 mengatakan, "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Tuhan ingin Anda menunggu Dia menjawab doa Anda dengan sabar.

Namun, layaknya anak kecil berusia 2 tahun, kita mendapat goncangan rohani saat kita menunggu Tuhan menjawab doa kita. Kita menjadi gugup dan gelisah. Kita ingin langsung melakukan sesuatu. Tetapi Tuhan berkata, "Sabarlah menunggu. Diamlah. Lihat aku bertindak. Jangan gelisah, jangan gugup, dan jangan mencoba untuk menangani masalahmu sendiri."

Dan, jangan pernah membuat kesalahan yang Abraham buat dalam Perjanjian Lama dengan mencoba menjadi jawaban buat doa Anda sendiri. Itu akan menimbulkan berbagai jenis masalah! Suatu hari Allah memberi tahu Abraham bahwa Ia akan menjadikannya bapa atas bangsa yang besar. Tapi ada dua masalah: Abraham berusia 99 tahun, dan ia tidak memiliki anak. Abraham melihat tubuhnya sendiri dan berkata, "Sepertinya ini tidak mungkin Tuhan!" seraya ia memandang istrinya, Sara, yang mandul, ia berkata, "Ini amat sangat mustahil! Itu tidak akan terjadi."

Maka Abraham menyelesaikan masalahnya itu dengan kekuatannya sendiri dengan memiliki bayi dari pelayan istrinya, Hagar. Abraham berkata, "Inilah jawaban dari doaku! Aku memiliki seorang putra di usia 99 tahun. Namanya Ismael." Allah berkata, "Tidak, tidak. Engkau salah mengerti. Itu bukan jawaban-Ku atas doamu. Itu jawabanmu sendiri. Aku akan mengaruniakanmu seorang anak laki-laki yang lahir dengan mujizat, dan Sara akan menjadi ibunya. Dan engkau akan menamakan dia Ishak. "Ishak berarti "tawa." Ketika Sara diberi tahu bahwa dia akan hamil, Alkitab mengatakan dia tertawa karena dia tidak percaya kepada Alah.

Namun Allahlah yang terakhir tertawa. Ishak lahir, dan dimulailah persaingan sengit antara dirinya dengan Ismael yang dampaknya masih kita rasakan sampai hari ini. Ketegangan yang terjadi antara orang Yahudi dan Arab dimulai karena Abraham mencoba menjawab permintaan atas doanya sendiri.

Renungkan hal ini:
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda fokus pada Tuhan sambil Anda dengan sabar menunggu Dia bertindak?
- Apa yang cenderung Anda lakukan ketika Anda menunggu Tuhan bertindak? Apa yang Anda lakukan setelah Anda meminta sesuatu dari-Nya di dalam doa?
- Bagaimana Anda tumbuh secara rohani selama masa-masa menunggu jawaban dari Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16


Setiap kali Anda mencoba menjawab doa Anda sendiri, sama saja Anda mencari masalah. Sebaliknya, tunggulah dengan sabar, dan lihatlah bagaimana Tuhan bertindak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Maret 30, 2020 |


1 Yohanes 1: 8 "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Dosa selalu karena akibat dari membohongi diri sendiri. Pada saat berbuat dosa, Anda tengah menipu diri sendiri karena Anda berpikir apa yang sedang Anda lakukan akan membuahkan hasil yang lebih baik dibanding apa yang Tuhan perintahkan.

Untuk berhenti dikalahkan oleh diri Anda sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri. Anda harus melihat hidup Anda dengan jujur, menghadapi kebenaran, dan menghadapi masalah tersebut. Dalam hidup Anda, masalah apa yang Anda anggap seolah-olah bukan suatu masalah atau bukan suatu ketergantungan? Apa sesuatu yang Anda anggap "bukan masalah besar"?

Apa pun bentuk candu Anda, apakah itu mengkonsumsi narkoba, berbelanja dengan kartu kredit, membaca pornografi atau bacaan sampah -- Anda menggunakan itu semua untuk bisa lepas dari rasa sakit dan dosa Anda. Namun Anda tidak akan mendapatkan kesembuhan sampai Anda terlebih dahulu mengakui akar masalah Anda.

Anda tidak perlu mencapai titik terendah untuk benar-benar dapat berubah. Anda tidak perlu menempuh jalan kehancuran. Anda dapat mengakui akar masalahnya, dan kemudian menghadapinya.

Ketika ditanya, "Apa masalah terbesar yang pernah Anda alami?" penasihat gereja akan berkata berulang kali, "Orang-orang menunggu terlalu lama sebelum mereka meminta bantuan, hingga hampir mustahil untuk kembali." Sebagian besar orang menyangkal masalah, menunggu sampai terlambat, dan kemudian mengalami rasa sakit yang sebenarnya bisa mereka cegah.

Alkitab berkata, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yohanes 1: 8).

Apa pertanyaan-pertanyaan sulit yang perlu Anda tanyakan tentang dosa dalam hidup Anda? Apa saja tanda peringatan yang Anda abaikan?

Bila Anda ingin penyembuhan, Anda harus mengakui akar masalah Anda dan menghadapi kebenaran tentang diri Anda. Itu bukan pilihan yang mudah, tetapi itu pilihan yang tepat.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kesombongan membuat Anda tidak mengakui akar masalah Anda?
- Mengapa kita begitu sering berpikir kita tahu lebih baik apa yang terbaik untuk kita dibanding Tuhan?
- Menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan setelah Anda menghadapi kebenaran tentang masalah dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44


Tuhan ada untuk Anda dan bekerja di dalam Anda. Dengan kuasa-Nya, Anda dapat mengatasi apa pun.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Maret 29, 2020 |

Saatnya Menghadapi Kebenaran


1 Yohanes 1: 8 "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Dosa selalu karena akibat dari membohongi diri sendiri. Pada saat berbuat dosa, Anda tengah menipu diri sendiri karena Anda berpikir apa yang sedang Anda lakukan akan membuahkan hasil yang lebih baik dibanding apa yang Tuhan perintahkan.

Untuk berhenti dikalahkan oleh diri Anda sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri. Anda harus melihat hidup Anda dengan jujur, menghadapi kebenaran, dan menghadapi masalah tersebut. Dalam hidup Anda, masalah apa yang Anda anggap seolah-olah bukan suatu masalah atau bukan suatu ketergantungan? Apa sesuatu yang Anda anggap "bukan masalah besar"?

Apa pun bentuk candu Anda, apakah itu mengkonsumsi narkoba, berbelanja dengan kartu kredit, membaca pornografi atau bacaan sampah -- Anda menggunakan itu semua untuk bisa lepas dari rasa sakit dan dosa Anda. Namun Anda tidak akan mendapatkan kesembuhan sampai Anda terlebih dahulu mengakui akar masalah Anda.

Anda tidak perlu mencapai titik terendah untuk benar-benar dapat berubah. Anda tidak perlu menempuh jalan kehancuran. Anda dapat mengakui akar masalahnya, dan kemudian menghadapinya.

Ketika ditanya, "Apa masalah terbesar yang pernah Anda alami?" penasihat gereja akan berkata berulang kali, "Orang-orang menunggu terlalu lama sebelum mereka meminta bantuan, hingga hampir mustahil untuk kembali." Sebagian besar orang menyangkal masalah, menunggu sampai terlambat, dan kemudian mengalami rasa sakit yang sebenarnya bisa mereka cegah.

Alkitab berkata, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yohanes 1: 8).

Apa pertanyaan-pertanyaan sulit yang perlu Anda tanyakan tentang dosa dalam hidup Anda? Apa saja tanda peringatan yang Anda abaikan?

Bila Anda ingin penyembuhan, Anda harus mengakui akar masalah Anda dan menghadapi kebenaran tentang diri Anda. Itu bukan pilihan yang mudah, tetapi itu pilihan yang tepat.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kesombongan membuat Anda tidak mengakui akar masalah Anda?
- Mengapa kita begitu sering berpikir kita tahu lebih baik apa yang terbaik untuk kita dibanding Tuhan?
- Menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan setelah Anda menghadapi kebenaran tentang masalah dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44


Tuhan ada untuk Anda dan bekerja di dalam Anda. Dengan kuasa-Nya, Anda dapat mengatasi apa pun.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Maret 28, 2020 |
Back to Top