Ibadah Raya Pagi

Ibadah Raya Pagi 26 Januari 2020 Jam 08.00 WIB

Ibadah Raya Pasutri

Ibadah Pasutri, Kamis 30 Januari 2020 Jam 17.00 WIB

Ibadah pasutri gsja sword Kamis 30 Januari 2020 Jam 17.00 WIB

Seminar Kanker

Seminar penyuluhan kanker, Minggu 9 Febuari 2020 Jam 10.30 WIB

Seminar penyuluhan kanker, Minggu 9 Febuari 2020 Jam 10.30 WIB tempat : GSJA Sword

PEMURIDAN

Pemuridan GSJA Sword minggu 12 Januari 2020 Jam 10.30 WIB

Pemuridan GSJA Sword minggu 12 Januari 2020 Jam 10.30 WIB

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Cara Lepas Dari Hutang

Amsal 3:27 "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."

Tuhan telah menjelaskan dengan jelas dalam Alkitab bagaimana perasaan-Nya tentang hutang: "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya" (Amsal 3:27). Roma 13: 8a mengatakan, "Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga." Tuhan menyatakan hikmat yang sama seperti intuisi yang kebanyakan dari kita punya: Hutang bukanlah hal yang baik.

Ketika kita melihat keuangan kita sekarang, sebagian besar dari kita akan memilih untuk langsung membayar tunai jika seandainya kita punya uang untuk melunasinya. Tuhan pun ingin Anda melunasi hutang Anda agar Ia dapat memberkati keuangan Anda. Supaya bisa keluar dari lilitan hutang, Anda harus berkomitmen untuk melunasinya, dan kemudian membuat langkah bagaimana melaksanakannya.

Pertama, Anda harus berkomitmen untuk melakukannya. Jika hanya dipikirkan, Anda tak bisa keluar dari lilitan hutang. Sebab itu, Anda harus berbalik arah dan mulai mendaki kembali ke puncak. Itu keputusan yang sulit serta komitmen terhadap waktu dan disiplin yang diperlukan untuk lepas dari hutang.

Kita gampang merasa sendirian dalam pendakian puncak ini. Tapi Tuhan tahu persis di mana Anda berada! Dari dulu, Dia sudah tahu bahwa ini akan terjadi. Dia ingin membantu Anda dengan masalah Anda, ingin menguatkan Anda dengan masalah Anda, dan ingin membuat Anda tumbuh di tengah-tengah persoalan Anda. Dia bersama Anda dalam tantangan ini. Anda tidak sendiri.

Pertama, buatlah komitmen, lalu buatlah rencana untuk melakukannya.

Dalam membuat perencanaan melibatkan kata yang dibenci kebanyakan orang: disiplin. Disiplin artinya tidak melakukan ini, tidak membeli itu, memutuskan untuk melakukan ini, memutuskan untuk tidak melakukan itu. Alkitab mengatakan dalam Amsal 21: 5, "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."

Jika Anda sedang terlilit hutang, jangan abaikan peringatan Alkitab ini: Berhati-hatilah dengan jalan pintas. Sebab ketika Anda terjerat hutang, Anda merasa sakit dan ingin keluar dari rasa sakit itu secepat mungkin. Anda menjadi sangat rentan terhadap godaan ini.

Jangan mengambil jalan pintas. Ikuti cara Tuhan. Buat komitmen untuk melaksanakan rencana Anda dan ambil keputusan bahwa Anda akan melakukan apa pun itu untuk mencapai tujuan Anda.

Bayangkan bagaimana kondisi finansial Anda saat ini jika saja Anda mengambil langkah-langkah agar terbebas dari hutang. Kemudian ambillah keputusan untuk menjalankan langkah-langkah tersebut setiap hari dengan mengandalkan hikmat dan kuasa Tuhan untuk menjalankannya.

Renungkan hal ini:
- Jika seandainya saat ini Anda tidak memiliki hutang, apa yang akan jadi berbeda dengan hidup Anda?
- Bayangkan di mana Anda ingin berada setahun ini jika menyangkut soal keuangan Anda. Apa yang harus Anda lakukan setiap hari untuk mencapai tujuan tersebut?
- Mengapa sebagian besar orang benci dengan gagasan 'disiplin' secara finansial?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 12-13; Matius 16


Memiliki rencana sangatlah penting. Lepas dari hutang adalah tugas selangkah demi selangkah, hari demi hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Januari 25, 2020 |

Menabunglah Untuk Hari Esok Agar Anda Tidak Hanya Hidup Untuk Hari Ini

Amsal 21:20 "Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya."

John D. Rockefeller adalah orang terkaya di masanya. Dia menjadi terkenal karena telah ditanya berkali-kali tentang kunci kekayaannya. Jawabannya dikenal sebagai prinsip 10-10-80. Dia memberi tahu orang-orang bahwa Dia mendapatkan kekayaannya dengan memberikan 10 persen pertama dari setiap penghasilannya untuk Tuhan. Sepuluh persen kedua ditabung, dan menggunakan sisa 80 persennya untuk menjalani hidup sehari-hari.

Amsal 21:20 mengatakan, "Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya."

Menabung adalah cara Tuhan untuk menguji apakah Anda akan bertanggung jawab dengan apa yang telah Dia berikan kepada Anda. Jika sekarang Anda menabung untuk masa depan, itu cerdas. Jika Anda tidak menabung sama sekali, itu konyol. Tuhan ingin Anda memberi persepuluhan, lalu Dia ingin Anda menabung untuk hari esok.

Mungkin Anda berpikir tidak bisa hidup dengan 80 persen dari penghasilan Anda, tapi itu artinya saat ini Anda hidup di luar kemampuan Anda. Anda tidak mengelola uang Anda dengan baik. Anda menghabiskan lebih banyak dari pendapatan Anda. Ingatlah, ini ujian. Bukankah Anda mau Tuhan mendapati Anda setia dengan uang Anda?

Prinsip 10-10-80 adalah kebalikan dari apa yang diajarkan budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk melunasi semua tagihan kita terlebih dahulu — tapi kemudian kita tak punya uang untuk menabung dan memberi persepuluhan. Tuhan berkata, "Berikan kepada-Ku dulu, lalu berikan untuk dirimu (tabungan), setelah itu bayar semua tagihanmu." Itulah urutan yang diberkati Tuhan.

Jika saat ini Anda tidak menabung apa pun, Anda punya mentalitas "hidup untuk hari ini." Anda berpikir, "Saya punya ini sekarang, jadi saya akan menghabiskannya hari ini juga. Lupakan hari esok!"

Tuhan bukan hanya mau Anda memikirkan tentang hari esok. Dia ingin Anda merencanakan hari esok agar Anda punya cukup uang untuk melakukan apa yang Ia ingin Anda kerjakan. Adalah keputusan cerdas bila hari ini Anda menunda membeli sesuatu jika hal itu memampukan Anda untuk menjalani tujuan hidup Anda dengan lebih baik esok hari

Anda bisa melakukannya! Menabung adalah disiplin spiritual, dan Tuhan akan memberi Anda segala karunia yang Anda perlukan untuk melangkah, walaupun sulit sekali pun.

Jangan hidup hanya untuk hari ini. Belajarlah untuk berusaha keras menabung sebagian uang Anda untuk masa depan. Ini cara yang Tuhan kehendaki. Jika Anda mengabaikan prinsip-prinsip Tuhan ini, Anda hanya akan membuat diri Anda stres.

Ketika Anda melakukannya dengan cara Tuhan, maka itu akan selalu berhasil.

Renungkan hal ini:
- Apa yang membuat Anda tidak bisa menghemat sebagian dari penghasilan Anda?
- Menyangkut keuangan Anda, dalam hal apa saja Anda menerapkan mentalitas "hidup untuk hari ini"?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah memenuhi apa yang Anda butuhkan ketika Anda memuliakan-Nya dengan hasil pertama dari setiap penghasilan Anda, menabung, lalu membelanjakan uang Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 9-11; Matius 15:21-39


Menabung adalah salah satu cara Allah menguji Anda dalam hal keuangan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Januari 24, 2020 |

Untuk Memiliki Manajemn Uang Yang Baik, Ketahuilah Kondisi Kawanan Anda

Amsal 27: 23-24 "Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?"

Anda tak dapat menghadapi realita hidup kecuali Anda menyadari realita hidup— dan jujur saja, kadang kita semua mengabaikan apa yang terjadi dengan uang kita. Pernahkah Anda mendapati diri Anda mengatakan sesuatu seperti, "Saya tidak tahu ke mana perginya semua uang saya"? Jika demikian, itu suatu peringatan besar: Anda sedang menuju masalah.

Untuk bisa menjadi manajer uang yang bertanggung jawab, Anda perlu mempelajari prinsip akuntansi. Memberkati kehidupan keuangan Anda adalah bagian dari rencana Allah. Alkitab berkata, "Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?" (Amsal 27: 23-24). Di zaman Alkitab, minat bisnis bergerak di seputar kawanan domba dan ternak hewan— itulah aset kekayaan mereka. Itulah sebabnya mereka kerap membicarakan tentang betapa pentingnya mengetahui kondisi hewan ternak mereka. Diumpamakan dengan zaman sekarang, itu sama seperti membicarakan harga saham. "Ketahui kondisi saham Anda." Sebagian besar, di seputar itulah minat bisnis kita.

Mungkin Anda berpikir, "Kawanan ternak saya tampak sedikit kurus minggu ini." Itulah intinya! Anda harus mengetahui kondisi berbagai hal. Anda harus mengetahuinya agar Anda dapat memahami di mana status keuangan Anda dan bagaimana Anda dapat menghadapi realita tersebut.

Amsal 23:23 mengatakan, "Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian." Namun, ada harga yang harus dibayar. Mencatat penghasilan dan pengeluaran Anda menyita waktu. Anda harus menginvestasikan waktu dan energi Anda dan diri Anda sendiri — tetapi itu setimpal.

Ketika Anda mencatat data keuangan Anda, fokuslah pada empat hal: apa yang Anda miliki, apa yang Anda pinjam, apa yang Anda hasilkan, dan untuk apa Anda menghabiskannya. Anda harus mengetahui keempat hal tersebut agar dapat merdeka secara finansial.

Artinya Anda mencatatnya. Anda memantaunya secara rutin. Anda menggunakan perangkat lunak untuk memantaunya. Anda melakukan apa pun yang Anda bisa. Apabila Anda belum melakukannya, Anda mungkin berpikir, "Saya tidak punya waktu untuk melakukan ini." Anda benar. Tak satu pun dari kita punya waktu untuk melakukan itu!

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda ingin tahu ke mana uang Anda pergi? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang Anda punya, apa yang Anda pinjam, apa yang Anda hasilkan, dan ke mana uang itu pergi?
- Mengapa Tuhan ingin kita bertanggung jawab dengan uang kita, bahkan jika kita tidak punya banyak?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 7-8; Matius 15:1-20


Tuhan ingin memberkati Anda secara finansial. Tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mencatat keuangan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Januari 23, 2020 |

Anda Harus Memberikan Persepuluhan

Maleakhi 3:10 "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."

Jika Anda ingin Tuhan memberkati keuangan Anda, maka tempatkan Dia di tempat pertama dalam keuangan Anda. Ini yang dinamakan disiplin spiritual persepuluhan.

Secara spesifik, Tuhan mengajarkan kita tentang kebiasaan memberikan bagian pertama dari setiap penghasilan kita untuk dikembalikan kepada-Nya: "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10).

Jelas, Tuhan tidak membutuhkan uang Anda. Lalu mengapa Dia mengatakan soal persepuluhan? Sebab Dia ingin apa yang diwakilkan uang itu: kehidupan Anda. Tuhan sedang menguji iman Anda. Dia sedang menguji prioritas Anda. Dia sedang menguji rasa syukur Anda.

Ketika Anda memberikan persepuluhan Anda kepada Tuhan, itu adalah bentuk rasa syukur Anda atas masa lalu ("Tuhan, aku tidak punya apa-apa jika bukan karena Engkau"), itu adalah prioritas Anda untuk saat ini ("Tuhan, aku ingin Engkau jadi yang utama dalam hidupku"), dan itu adalah pernyataan iman Anda atas masa depan ("Tuhan, aku percaya bahwa Engkau akan menepati janji-janji-Mu").

Persepuluhan ialah ujian atas rasa percaya Anda. Apakah Anda percaya pada Tuhan atas uang Anda dan mau mengatakan pernyataan itu pada-Nya? Tuhan menguji kita sebab Dia ingin kita menjadi seperti Dia. Dia adalah pemberi terbesar, dan ketika kita menunjukkan bahwa kita bisa dipercaya oleh-Nya dengan keuangan kita, maka kita akan menjadi semakin serupa dengan Dia.

Seorang CEO terkenal pernah berkata kepada saya, "Rick, Anda perlu memberi tahu orang-orang bahwa waktu terbaik untuk mulai memberikan persepuluhan adalah ketika mereka terlilit hutang." Saya bertanya kepadanya mengapa, jawabnya, "Karena saat itulah Anda paling membutuhkan bantuan Tuhan."

Memberi persepuluhan bisa terasa sangat sulit ketika Anda punya banyak hutang. Namun, jika Anda ingin keluar dari jerat hutang, Anda harus minta bantuan Tuhan. Karena itu, muliakan Dia dengan menempatkan Dia di tempat pertama dalam hidup Anda melalui persepuluhan.

Anda mungkin berpikir Anda tidak mampu memberikan persepuluhan, tetapi Anda harus! Bila Anda mengharapkan berkat Tuhan atas keuangan Anda, maka Anda harus menempatkan Dia sebagai yang pertama dalam keuangan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda merasa kesulitan memberikan persepuluhan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Menurut Anda apakah Allah ingin Anda memberikan lebih dari 10 persen persepuluhan?
- Hari ini, apa satu langkah yang bisa Anda ambil untuk menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menempatkan Dia sebagai yang pertama dalam keuangan Anda? Bagaimana langkah tersebut akan membuat Anda selangkah lebih dekat untuk setia dalam memberikan persepuluhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 4-6; Matius 14:22-36


Prioritaskan Tuhan, maka Tuhan akan memprioritaskan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Januari 22, 2020 |

Jangan Menyerah Melakukan Yang Benar

Bacaan Hari ini:
Kejadian 49-50; Matius 13:31-58


Jika hal-hal tidak segera terjadi atau ketika Anda berpikir seharusnya saatnya sudah terjadi, itu bukan berarti Anda harus berhenti. Anda harus rajin dan tahan uji.

Alkitab berkata, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Apakah Anda merasa ingin menyerah? Mungkin itu pernikahan Anda. Sepertinya pernikahan Anda sudah mati dan tidak berjalan ke mana-mana. Mungkin itu karier Anda. Anda sudah mencoba dan mencoba dan mencoba membuat perbedaan, namun itu belum terjadi. Mungkin Anda merasa ingin menyerah mengejar mimpi atau tujuan Anda -- atau bahkan diri Anda sendiri.

Inilah hal penting yang perlu Anda ketahui. Seribu tahun sebelum Anda dilahirkan, Tuhan sudah tahu bahwa Anda akan membaca ini hari ini, agar Tuhan dapat menyuruh saya berbagi Firman ini kepada Anda sebagai seorang teman: Jangan menyerah.

Terowongan itu mungkin tampak sangat gelap sekarang, tetapi selalu ada cahaya di ujungnya. Mungkin cahaya itu sudah dekat! Anda dikenal oleh Allah, dikasihi oleh Allah -- dan Anda memiliki tujuan yang telah Tuhan rancang untuk Anda penuhi secara unik.

Jangan berpikir bahwa apa yang Anda lakukan tidak punya arti. Jangan menyerah melakukan hal yang benar. Jangan berpikir bahwa siapa pun akan hidup lebih baik tanpa Anda. Itulah kebohongan dari mulut Iblis. Ingatlah apa yang dikatakan Tuhan tentang Anda. Ingatlah Dia ingin memberkati Anda.

Jangan menyerah. Pandanglah Tuhan. Carilah keluarga rohani -- gereja dan kelompok kecil -- untuk membantu Anda melewati masa-masa sulit. Renungkan Firman Tuhan untuk memberi Anda semangat.

Renungkan hal ini:
- Apa yang ingin Anda lepaskan hari ini? Mengapa itu bagaikan jalan buntu buat Anda?
- Bagaimana keluarga rohani, seperti kelompok kecil, dapat membantu Anda melewati masa-masa kelam? Bagaimana Anda bisa memberikan dorongan itu kepada seseorang sebelumnya?
- Apakah ada "hal benar" yang selama ini Anda lakukan yang membuat Anda lelah? Mengapa Tuhan ingin Anda terus melakukannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."


Jangan menyerah pada Tuhan. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Januari 21, 2020 |

Jangan Menyerah Melakukan Yang Benar

Jika hal-hal tidak segera terjadi atau ketika Anda berpikir seharusnya saatnya sudah terjadi, itu bukan berarti Anda harus berhenti. Anda harus rajin dan tahan uji.

Alkitab berkata, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Apakah Anda merasa ingin menyerah? Mungkin itu pernikahan Anda. Sepertinya pernikahan Anda sudah mati dan tidak berjalan ke mana-mana. Mungkin itu karier Anda. Anda sudah mencoba dan mencoba dan mencoba membuat perbedaan, namun itu belum terjadi. Mungkin Anda merasa ingin menyerah mengejar mimpi atau tujuan Anda -- atau bahkan diri Anda sendiri.

Inilah hal penting yang perlu Anda ketahui. Seribu tahun sebelum Anda dilahirkan, Tuhan sudah tahu bahwa Anda akan membaca ini hari ini, agar Tuhan dapat menyuruh saya berbagi Firman ini kepada Anda sebagai seorang teman: Jangan menyerah.

Terowongan itu mungkin tampak sangat gelap sekarang, tetapi selalu ada cahaya di ujungnya. Mungkin cahaya itu sudah dekat! Anda dikenal oleh Allah, dikasihi oleh Allah -- dan Anda memiliki tujuan yang telah Tuhan rancang untuk Anda penuhi secara unik.

Jangan berpikir bahwa apa yang Anda lakukan tidak punya arti. Jangan menyerah melakukan hal yang benar. Jangan berpikir bahwa siapa pun akan hidup lebih baik tanpa Anda. Itulah kebohongan dari mulut Iblis. Ingatlah apa yang dikatakan Tuhan tentang Anda. Ingatlah Dia ingin memberkati Anda.

Jangan menyerah. Pandanglah Tuhan. Carilah keluarga rohani -- gereja dan kelompok kecil -- untuk membantu Anda melewati masa-masa sulit. Renungkan Firman Tuhan untuk memberi Anda semangat.

Renungkan hal ini:
- Apa yang ingin Anda lepaskan hari ini? Mengapa itu bagaikan jalan buntu buat Anda?
- Bagaimana keluarga rohani, seperti kelompok kecil, dapat membantu Anda melewati masa-masa kelam? Bagaimana Anda bisa memberikan dorongan itu kepada seseorang sebelumnya?
- Apakah ada "hal benar" yang selama ini Anda lakukan yang membuat Anda lelah? Mengapa Tuhan ingin Anda terus melakukannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."


Jangan menyerah pada Tuhan. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Januari 20, 2020 |

Peduli Dengan Apa Yang Tuhan Pedulikan

1 Yohanes 2: 6 "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

Langkah awal untuk membangun karakter yang seperti Yesus adalah dengan memperhatikan apa yang Tuhan pedulikan.

Misalnya, Tuhan peduli dengan dunia ini, maka kita pun harus peduli dengan dunia. Alkitab berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16). Kata "begitu" menambahkan sebuah dimensi ekstra pada makna ayat tersebut. Tuhan tidak hanya sekedar mengasihi dunia; Dia begitu mengasihi dunia!

Dan Tuhan tidak hanya berkata Dia mengasihi kita, Dia bertindak berdasarkan kasih-Nya. Singkatnya, Tuhan berkata, "Aku akan melakukan apa pun yang Aku bisa untuk membawa engkau pulang ke surga, bahkan jika itu berarti Anak-Ku satu-satunya harus mati di kayu salib."

Tuhan juga peduli dengan gereja, maka kita pun harus peduli dengan gereja. Mengapa? Gereja adalah keluarga Allah, dan Ia mencintai keluarga-Nya. Allah menciptakan segalanya sebab Ia menginginkan sebuah keluarga. Tanpa keinginan itu, maka tak akan ada alam semesta, tata surya, bumi, atau manusia.

Kelak, segala sesuatu di alam semesta ini akan binasa. Akan ada surga baru dan bumi baru. Tetapi keluarga Allah akan tetap kekal selamanya. Dan itu lebih penting dibanding apa pun yang ada di planet ini.

Untuk menjadi semakin serupa dengan Yesus, mintalah Dia untuk membantu Anda mencintai dunia dan umat-Nya -- dan minta Dia untuk membantu Anda untuk mengasihi keluarga Allah, gereja.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana sesuatu dan siapa yang Anda pilih untuk Anda cintai mencerminkan karakter Anda?
- Apa saja cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan cinta Anda kepada dunia dan orang lain?
- Bagaimana Anda dapat bertumbuh di dalam komitmen Anda untuk dapat mengasihi dan melayani gereja? Apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk melayani gereja dengan lebih sungguh?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30


Mintalah kasih Allah, sehingga Anda dapat mengasihi dan peduli dengan sesama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Januari 19, 2020 |

Tuhan Menantikan Kesediaan Anda

2 Tawarikh 16: 9 "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

Kebanyakan orang menyaksikan sejarah; namun sangat sedikit yang berhasil mencetak sejarah.

Namun, saya percaya Anda bisa menjadi salah satu dari pencetak sejarah.

Seribu tahun sebelum Anda dilahirkan, Tuhan sudah tahu Anda akan berada di tempat Anda berada sekarang. Dia tahu Anda akan membaca renungan ini. Saya percaya itu, sebab Tuhan memiliki sesuatu yang istimewa, sesuatu yang unik untuk Anda.

Anda tidak berdiri di tempat Anda berada saat ini secara kebetulan. Pengalaman hidup yang telah dan sedang Anda jalani tidak terjadi secara kebetulan. Allah sudah merancang hidup Anda agar Anda membuat suatu perbedaan di dunia.

Di mana pun Anda berada, apa pun yang Anda takuti, atau dosa apa pun di masa lalu yang menahan Anda, Tuhan tetap dapat memakai Anda untuk membuat suatu perbedaan di dunia ini. Apa yang Dia inginkan dari Anda adalah komitmen sepenuhnya kepada Dia.

Ini bukan tentang kemampuan Anda; ini tentang kesediaan Anda.

Waktu saya muda, saya berseru kepada Tuhan, "Aku ikut Engkau! Aku tak peduli apa pun yang Engkau mau kulakukan atau betapa sulitnya itu, jawabanku adalah ya— kapan saja, di mana saja, dan di mana saja." Sejak itu, saya menjalani petualangan yang gila dan menakjubkan ketika menjalani perintah-perintah Allah.

Anda dapat mengambil keputusan yang sama juga. Alkitab berkata bahwa Allah sedang mencari manusia yang bersedia mengubah dunia. Dia mencari Anda — ya, Anda — untuk menjadi seorang pengubah dunia.

Dan semuanya itu dimulai dengan hati yang berkomitmen. Anda bisa mulai hari ini. Biarkan Tuhan tahu bahwa Anda berkomitmen untuk melakukan apa pun yang Dia inginkan dengan hidup Anda. Katakan kepada Dia bahwa Anda ingin Dia menggunakan Anda, dan kemudian lihatlah bagaimana Dia menjawab doa-doa Anda.

Renungkan hal ini:
- Mengapa ketersediaan begitu penting buat Allah saat Ia mencari orang-orang yang bersedia Ia gunakan?
- Menurut Anda apa yang menghalangi orang untuk memberi tahu Tuhan bahwa mereka semua bersedia melakukan semua kehendak-Nya?
- Apa hal tersulit yang harus Anda lepaskan ketika membuat komitmen untuk ikut Tuhan sepenuhnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50


Tuhan ingin Anda terlibat dalam rencana-Nya atas Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Januari 18, 2020 |

Integritas Dimulai Dengan Mengakui

Pengkhotbah 7:20 "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!"

Tuhan ingin Anda jujur dengan-Nya mengenai dosa Anda. Dia tidak meminta Anda untuk mengakui dosa Anda supaya Anda merasa buruk; tujuan-Nya ialah untuk membebaskan Anda dari dosa dan kesalahan Anda sehingga Anda dapat hidup dengan integritas.

Memulai hidup yang kudus dimulai dengan mengakui dosa Anda. Santo Agustinus terkenal dengan penyataannya, "Pengakuan atas perbuatan buruk adalah awal perbuatan baik."

Apakah yang dimaksud dengan pengakuan? Jujur dengan Tuhan bahwa kita telah gagal hidup sesuai dengan standar-Nya, bahwa kita telah mengabaikan perintah-Nya, dan bahwa kita telah melanggar janji kita kepada-Nya.

Ketika Anda mulai berpikir tentang kegagalan Anda, mudah untuk mengkritik diri sendiri dan menganggap diri Anda tidak akan pernah bisa memperbaiki kesalahan. Anda bukan satu-satunya yang mengalami itu. Kadang kala, kita semua gagal, bahkan ketika kita sudah berusaha hidup dengan integritas.

Alkitab berkata, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!" (Pengkhotbah 7:20).

Tuhan tidak terkejut dengan dosa Anda. Dia tahu semua tentang itu, namun tak ada yang bisa Anda lakukan yang akan membuat Dia kurang mencintai Anda. Karena itu akuilah.

Alih-alih menghukum, Tuhan memberi kita belas kasih. Itulah sebabnya Yesus datang untuk mati di kayu salib untuk kita. Ketika kita menaruh iman kita pada Yesus, Dia dengan setia akan memberi kita pengampunan.

1 Yohanes 1: 9 mengatakan, "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Pengakuan merupakan langkah pertama menuju hidup yang berintegritas. Mengapa kita tidak mengambil langkah itu hari ini?

Mungkin Anda perlu mengambil satu langkah lain: Dengan percaya pada Yesus untuk mengkuduskan Anda di hadapan Allah dan memberikan Dia kendali atas hidup Anda — termasuk keputusan yang Anda buat tentang integritas.

Jika itu yang ingin Anda lakukan, berikut ini adalah doa yang bisa Anda ikuti: "Ya Tuhan, aku sudah gagal. Aku tahu Engkau menciptakanku untuk menjalani kehidupan yang penuh integritas, tetapi aku belum melakukannya. Aku telah berbohong. Aku telah berbuat curang. Aku menyembunyikan apa yang sebenarnya telah kulakukan.

"Aku minta maaf, dan aku mengakui dosaku. Aku berjanji bahwa jika aku mengakui dosaku dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamatku, maka aku akan diselamatkan. Aku percaya kepada-Mu ketika Engkau mengatakan bahwa pengampunan dan keselamatan datang karena anugerah melalui iman; bukan oleh apa pun yang sudah kulakukan. Yesus, hari ini aku menyerahkan setiap bagian hidupku ke dalam tangan pimpinan-Mu. Ajari aku cara menjalani hidupku, dan bantu aku untuk menjadi orang yang berintegritas."

Renungkan hal ini:
- Ketika Anda membaca renungan ini, apakah kegagalan tertentu muncul di benak Anda? Akui itu semua dan percayalah dengan setia bahwa Allah akan mengampuni Anda.
- Bagaimana dengan memahami bahwa semua orang gagal dan membuat kesalahan mengubah persepsi Anda tentang kegagalan Anda sendiri?
- Jika Anda belum mengakui dosa-dosa Anda kepada Allah, apa yang selama ini menahan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23


Jangan menyembunyikan dosa Anda. Jangan mencari-cari alasan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Januari 17, 2020 |

Lawan Iblis Dengan Integritas

Efesus 6:14 "Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,"

Rasul Paulus mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan dalam peperangan rohani ialah dengan mengenakan kebenaran sama seperti mengenakan ikat pinggang. Kebenaran merupakan dasar dari pondasi Anda melawan Musuh. Tanpa itu, Anda lebih mudah jatuh ketika godaan dan kekacauan menghantam hidup Anda.

Ikat pinggang kebenaran ialah integritas. Itu artinya Anda bukan hanya tahu tentang kebenaran, tetapi Anda juga mengerjakannya. Jika saya tahu tentang kebenaran tetapi tidak melaksanakannya, maka saya tidak punya integritas. Faktanya, itu disebut munafik. Tuhan berfirman bahwa jika kita adalah orang yang munafik, kita tidak punya pertahanan melawan Setan.

Menjaga integritas bukan berarti Anda sempurna; itu berarti Anda otentik. Anda tidak mengenakan topeng dan berpura-pura: "Apa yang Anda lihat adalah apa yang nyata adanya."

Kata "integritas" berasal dari kata "integer," yang berarti satu kesatuan. Singkat kata, Anda tidak mengiris kehidupan Anda seperti memotong kue pie. Integritas berarti semua bagian hidup Anda terintegrasi bersama-sama. Anda bertindak sama di mana pun dan ke mana pun Anda pergi. Anda mengizinkan kebenaran memerintah di setiap area kehidupan Anda.

Sayangnya, ketika melawan beberapa orang percaya, Setan tidak perlu bekerja keras. Itu karena kurangnya integritas membuat orang-orang tersebut menderita oleh godaannya. Mereka tidak mengenakan ikat pinggang kebenaran, itulah sebabnya mereka menjadi mangsa yang mudah.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda mengotak-ngotakkan kehidupan Anda, di mana Anda menunjukkan integritas Anda di satu area, dan berpura-pura di area yang lain?
- Dalam hal apa Anda paling rentan jatuh ke dalam godaan? Dalam hal apa Setan cenderung mudah mendapatkan pijakan dalam hidup Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri di area-area tersebut?
- Dalam hidup Anda, apa artinya berjalan dalam integritas? Seperti apakah bentuknya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11


Tuhan ingin Anda terbungkus di dalam kebenaran. Akui dosa-dosa Anda kepada-Nya, dan Dia akan segera mengampuni Anda. Mintalah Dia memperkuat kemampuan Anda untuk hidup secara transparan di hadapan orang lain, kemudian perhatikan bagaimana Dia mengubah hubungan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Januari 16, 2020 |

Anda Tidak Bisa Berpura-pura Berintegritas

2 Korintus 4: 2 "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah."

Hidup dengan integritas berarti Anda tidak berpura-pura. Anda bersungguh-sungguh dengan diri Anda sendiri serta dengan orang lain.

Anda adalah buku yang terbuka. Anda otentik -- apa yang dilihat orang lain dari diri Anda adalah benar adanya. Anda menolak untuk bersandiwara: "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah" (2 Korintus 4: 2).

Lalu, bagaimana caranya hidup tanpa berpura-pura?

Lakukanlah dengan lebih memperhatikan persetujuan Allah, ketimbang demi persetujuan orang lain. Itulah satu-satunya cara agar Anda dapat menjadi orang yang berintegritas. Terkadang cara Tuhan itu tidak populer dan sulit. Jika Anda peduli dengan opini Tuhan, Anda akan melakukan yang benar. Jika Anda peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain, Anda akan sering melakukan kesalahan.

Salah satu cara untuk hidup otentik adalah dengan membaca Alkitab Anda secara teratur. Mazmur 119: 9 mengatakan, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Anda tidak dapat menaati Firman Tuhan jika Anda tidak mempelajarinya. Jika Anda tidak menghabiskan waktu untuk membaca, mempelajari, serta menghafal Alkitab, maka Anda tidak akan punya kekuatan dan stamina untuk menjadi orang Kristen yang sejati dan jujur dengan orang-orang di sekitar Anda.

Renungkan hal ini:
- Di mana dan kapan Anda paling tergoda untuk mengenakan topeng kepura-puraan? Mengapa?
- Persetujuan siapa yang paling penting buat Anda? Mengapa? Apakah mengejar persetujuan dari orang tersebut menjadi satu hal yang baik atau buruk buat Anda?
- Bagaimana dengan membaca, mempelajari, dan menghafal Alkitab membantu Anda untuk hidup secara otentik, tanpa kepura-puraan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42


Tuhan menciptakan Anda untuk menjadi diri Anda. Percayalah pada-Nya, dan jadilah pengikut Kristus yang sejati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Januari 15, 2020 |

Tuhan Melihat Anda Saat Anda Bekerja

Efesus 6: 6 "Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,"

Jika Anda orang percaya, siapa pun bos Anda di tempat kerja, pada akhirnya, bekerjalah layaknya Anda bekerja untuk Tuhan. Entah apakah orang lain melihat apa yang Anda lakukan atau tidak, Tuhan melihat itu semua — dan Dia tidak ingin Anda bermalas-malasan.

Mungkin Anda benci pekerjaan Anda. Mungkin Anda menganggap gaji Anda kecil, tapi itu tidak boleh dijadikan alasan. Alkitab mengatakan agar kita melakukan lebih dari sekedar persyaratan minimum, Tuhan ingin Anda memberikan yang terbaik dari talenta yang telah Tuhan berikan pada Anda.

Anda mungkin mengenal seseorang yang bekerja keras hanya ketika bos mereka melihat. Atau, Anda mungkin melihat seseorang yang membawa pulang perlengkapan kantor, yang mana merupakan suatu bentuk pencurian. Atau, Anda mungkin memiliki rekan kantor yang setiap hari menghabiskan jam istirahat yang melebihi waktunya — atau yang terus-menerus datang terlambat dan pulang lebih awal.

Apakah Anda percaya bahwa Tuhan membandingkan etos kerja ini dengan perusakan? Amsal 18: 9 mengatakan, "Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak." Intinya, Ia berkata, "Orang yang malas sama buruknya dengan orang yang menghancurkan sesuatu."

Tuhan menganggap kemalasan sebagai sebuah dosa yang serius ketika kita tidak bekerja sehari penuh namun mendapatkan upah sehari penuh. Sekalipun tidak ada seorang pun di tempat kerja Anda yang melakukan yang terbaik dalam pekerjaan mereka, namun pengikut Yesus harus tetap melakukan yang terbaik.

Ketika Anda bekerja layaknya Anda bekerja untuk Tuhan, maka Dia akan memberkati integritas Anda. Ya, atasan Anda kemungkinan besar juga akan memperhatikan komitmen Anda turut serta dalam keberhasilan perusahaan atau organisasi mereka, dan Anda tentu dapat membawa berkat finansial buat perusahaan. Namun yang lebih penting, Anda akan tumbuh secara spiritual ketika Anda bekerja di dalam ketaatan kepada Allah.

Renungkan hal ini:
- Mengapa Allah menganggap kita seorang perusak ketika kita tidak memberi upaya terbaik kita dalam bekerja?
- Begitu Anda menyadari bahwa bos Anda yang sebenarnya ialah Allah, bagaimana hal itu mengubah cara Anda merespons panggilan Anda?
- Menurut Anda apa yang Allah katakan tentang cara Anda menghabiskan waktu di tempat kerja? Jika ada, perubahan seperti apa yang perlu Anda lakukan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 33-35; Matius 10:1-20


Tuhan memanggil Anda untuk memberikan yang terbaik. Itulah yang disebut integritas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Januari 14, 2020 |

Gosip Menghancurkan Integritas

Amsal 11:13 "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara."

Hubungan Anda merupakan salah satu cara utama untuk Anda bisa menunjukkan integritas. Integritas dalam hubungan dengan orang lain berarti Anda tidak membicarakan orang lain di belakang mereka. Singkat kata, jangan bergosip: "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara" (Amsal 11:13).

Apakah itu gosip? Gosip adalah membicarakan satu situasi dengan seseorang yang bukan bagian dari masalah atau yang memberi solusi. Seringkali, kita senang bergunjing karena itu membuat kita merasa sedikit lebih penting dibanding orang tersebut. Kita menggosipkan rasa sakit mereka dan masalah mereka untuk membuat kita merasa seolah secara moral lebih unggul dari mereka. Itulah bahaya dan mengerikannya gosip.

Alkitab mengatakan jika Anda membuka rahasia orang lain, maka Anda tidak bisa dipercaya. Hari ini kita melihat gosip merajalela di media sosial, bahkan di antara orang Kristen sekali pun. Kita membutuhkan pria dan wanita yang berintegritas yang tahu bagaimana menjaga kepercayaan diri mereka dan yang tidak menyebarkan semua yang mereka dengar melalui Facebook, Twitter, Instagram, dan semua saluran komunikasi lain yang kita gunakan di zaman ini.

Gosip, baik itu di media sosial atau dari mulut ke mulut, akan meruntuhkan gereja. Itulah sebabnya di Gereja Saddleback kami membuat aturan bahwa apapun yang dibicarakan di kelompok kecil hanya boleh menjadi konsumsi sesama anggota kelompok tersebut. Setiap orang butuh satu tempat yang aman bersama beberapa teman, di mana mereka bisa nyaman menjadi diri mereka sendiri dan tidak perlu khawatir bahwa apa yang mereka katakan akan dipublikasikan.

Tuhan berkata, "Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal" (Amsal 10:18).

Tidak ada yang mau menjadi orang bodoh. Menyebarkan gosip tidak hanya menyakiti orang yang Anda bicarakan. Itu juga menyakiti Anda, karena itu melemahkan dan menghancurkan hubungan Anda dengan orang tersebut.

Renungkan hal ini:
- Mengapa gosip sangat merusak persahabatan?
- Bagaimana gosip telah merusak hubungan Anda?
- Apa saja proteksi yang dapat Anda bangun dalam hidup Anda untuk membantu Anda menghindari gosip?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 31-32; Matius 9:18-38


Tunjukkan integritas Anda ketika Anda dipercaya oleh orang lain untuk menjaga rahasia mereka dengan tidak membicarakannya di belakang orang tersebut.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Januari 13, 2020 |

Hidup Yang Berintegritas Mendatangkan Berkat Tuhan

Matius 5:8 "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."

Yesus berkata dalam Khotbah-Nya di Bukit bahwa Anda diberkati jika hati Anda suci (Matius 5: 8). Apa artinya menjadi orang yang "suci hatinya"? Di zaman ini kita menggunakan kata "integritas" untuk menggambarkannya. Tuhan memberkati Anda ketika Anda menjalani hidup dengan integritas.

Memiliki integritas bukan berarti Anda tidak berdosa atau bahwa Anda tidak pernah melakukan kesalahan. Apabila itu standarnya, maka tak ada satu pun dari kita yang bisa dianggap suci. Roma 3:23 mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."

Alkitab mengatakan bahwa Nuh, Abraham, Musa, Daud, dan Paulus memiliki integritas. Namun tak satupun dari mereka yang sempurna. Allah menyebut Daud sebagai orang yang berkenan di hati-Nya, namun Daud melakukan perzinahan dan merencanakan pembunuhan suami wanita tersebut— dan ia akhirnya menghadapi konsekuensi atas dosanya.

Kita belajar dari para pahlawan Alkitab bahwa Anda tidak perlu jadi sempurna untuk menjadi seseorang yang berintegritas. Anda hanya perlu hati yang sepenuhnya berkomitmen kepada Tuhan.

Tuhan lebih tertarik melihat hati Anda yang berkomitmen kepada-Nya daripada melihat dosa Anda yang telah Anda buat kepada-Nya. Dia melihat mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan, terlepas dari semua dosa Anda. Dalam 1 Samuel 16: 7b, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Tidak, Anda tidak akan pernah jadi orang yang sempurna dalam kehidupan ini. Anda tidak akan pernah menjadi tidak berdosa, namun Anda bisa mengurangi berbuat dosa. Ambil komitmen untuk hidup dengan integritas dan pelihara hati yang suci setia kepada Tuhan.

Akankah Anda mengambil komitmen itu hari ini?

Renungkan hal ini:
- Mengapa banyak orang cenderung menghargai penampilan dan kepribadian dibanding karakter ketika mereka melihat orang lain?
- Seandainya seseorang dapat melihat ke dalam hati Anda, menurut Anda apa yang mereka lihat? Bagaimana hati Anda selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki?
- Dalam hal apa Anda kesulitan mempertahankan kesucian hati? Minta Tuhan untuk membantu Anda memahami mengapa ada hal tertentu yang sulit buat Anda, dan kemudian mintalah Dia untuk membantu Anda untuk berubah.



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34


Kita semua berdosa, tapi arti integritas adalah bagaimana kita mau mengakui dosa kita, menyesal , bertobat dan memperbaiki kesalahan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Januari 11, 2020 |
Back to Top