Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Live Streaming Minggu 14 Juni 2020

Ibadah live steaming GSJA Sword Minggu 14 Juni 2020 Pukul 08.50 WIB

Ibadah live steaming gsja sword

Ibadah Live Streaming

Ibadah live streaming Minggu 7 Juni 2020 Pukul 08.50 Pagi oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Live Streaming

Ibadah live streaming Minggu 31 Mei 2020 Pukul 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah live streaming gsja sword

Ibadah Live Streaming Kenaikan Tuhan Yesus

...

Ibadah live streaming Kenaikan Tuhan Yesus gsja sword

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja
Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Iman yang Sejati Lebih dari Sekedar Percaya

Yakobus 2: 19-20 "Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?"

Tahukah Anda bahwa Iblis percaya kepada Yesus? Begitu pun setan. Namun, kabar baiknya adalah Anda tidak akan bertemu mereka di surga.

Mengapa? Sebab mengaku percaya pada Yesus bukan berarti Anda memiliki iman kepada-Nya. Itu juga bukan berarti Anda percaya bahwa Dia akan memenuhi janji-janji-Nya.

Yakobus mengatakan iman lebih dari sekedar pengetahuan intelektual. Iman adalah sesuatu yang Anda lakukan. Iman itu aktif, bukan pasif. Iman yang sejati melibatkan komitmen untuk percaya kepada Yesus.

Tetapi itu bukan berarti kita bisa mengusahakan keselamatan kita. Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9).

Maksud Yakobus adalah bahwa kepercayaan dan komitmen kita kepada Yesus tercermin dari hal-hal yang kita lakukan. Perbuatan baik kita adalah bukti dari iman kita yang nyata dan dapat dipercaya.

Mungkin Anda sedang bergumul untuk memahami mengapa hubungan Anda dengan Yesus tampak tidak berhasil. Mungkinkah itu karena Anda belum mempraktikkan iman Anda?

Alkitab berkata, "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (Yakobus 2:26). Kata yang Yakobus gunakan berulang kali yaitu "lakukan." Pesannya itu teramat jelas: iman yang sejati terpancar dari gaya hidup Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk menunjukkan pada orang lain iman Anda di dalam Kristus? Bagaimana Anda dapat melayani mereka, mendukung mereka, mendorong mereka, dan bahkan memperlihatkan mereka bagaimana iman Anda telah mengubah Anda?

Tidak ada waktu yang lebih pas untuk berdiri teguh dalam Yesus Kristus dan menunjukkan iman Anda, selain sekarang ini. Seperti dikatakan dalam 1 Korintus 16: 13-14, "Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"

Renungkan hal ini:
- Bagaimana bisa iman dan pekerjaan merupakan bagian dari kehidupan orang Kristen yang sedang bertumbuh?
- Dalam hal apa hidup Anda menyatakan bahwa Anda memiliki hubungan yang bermakna dengan Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14


Iman Anda harus bisa mengubahkan Anda serta hal-hal yang Anda kerjakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juli 06, 2020 |

Kebenaran Tentang Lembah Kekelaman

Mazmur 23: 4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Salah satu sumber stres yang paling awam ialah kehilangan. Anda bisa kehilangan pekerjaan, kesehatan, uang, reputasi, atau orang-orang yang Anda kasihi. Dan pandemi corona virus ini besar peranannya dalam memperparah tingkat stres itu.

Ketika orang-orang mengalami kehilangan, ada dua reaksi yang lazim. Salah satunya adalah ketakutan, dan reaksi lainnya adalah kesedihan. Kesedihan itu bagus. Kesedihan adalah cara kita melewati transisi kehidupan. Malah jika Anda tidak bersedih, Anda akan terjebak! Kesedihan tidak akan membunuh Anda jika Anda mengekspresikannya.

Di sisi lain, Ketakutan, bisa jadi satu hal yang buruk. Tidak pernah dalam Alkitab dikatakan, "Jangan bersedih," "Jangan berduka," "Jangan meratapi," atau "Jangan menangis." Sebaliknya, yang dikatakan Alkitab ialah "Jangan takut." Dan itu dikatakan 365 kali! Rasa takut melumpuhkan kita, tapi kesedihan tidak.

Dalam Mazmur 23: 4, Daud berkata, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Daud tahu bahwa para gembala selalu membawa tongkat dan gada untuk melindungi domba-domba mereka. Daud tahu Allah memiliki kuasa untuk melindungi dirinya. Maka, Daud mempercayai Tuhan, bahkan di lembah paling kelam sekalipun.

Saat ini kita semua tengah berada di lembah yang gelap, dan kita dapat memilih untuk percaya pada Allah-- bahkan di bawah bayang-bayang yang paling gelap di mana segalanya tampak tidak masuk akal', dan ketika tampaknya jalan kekuar dari lembah tersebut panjang dan berliku.

Namun, berikut ini kabar baik untuk kita ingat tentang bayangan gelap nan besar dan menakutkan. Tidak akan ada bayangan jika tanpa cahaya. Bila Anda melihat bayangan, itu berarti ada cahaya yang bersinar di dekatnya.

Maka, kuncinya ketika Anda melewati lembah kekelaman ialah dengan membalikkan badan Anda dari bayangan itu dan melihat ke arah cahaya.

Sama seperti Daud, percayalah kepada Tuhan dan berdoalah, "Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku" (Mazmur 142: 3).

Renungkan hal ini:
- Apa bayang-bayang yang baru-baru ini Anda hadapi? Mengapa itu begitu menakutkan buat Anda?
- Bagaimana dengan menghafal ayat-ayat Alkitab dapat membantu Anda menghadapi ketakutan dalam hidup Anda?
- Menurut Anda mengapa rasa takut membuat orang stres?
======


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 30-31; Kisah Para Rasul 13:26-52


Selama Anda terus melihat cahaya tersebut-- Yesus, SangTerang Dunia -- bayangan itu tidak akan membuat Anda takut.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juli 06, 2020 |

Allah Dapat Menggunakan Masa-Masa Sulit untuk Kebaikan Kita

2 Korintus 4: 8-9 "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."

Tidak ada satu pun di antara kita yang bebas dari penderitaan, kesepian, keputusasaan, atau kritikan yang tidak adil. Mengapa?

Sebab itu hal-hal yang dialami Yesus, dan kita perlu mengalaminya juga supaya Allah mengembangkan karakter Kristus di dalam kita.

Apakah itu artinya Allah mendatangkan tragedi? Tidak. Allah itu baik, dan Dia tidak akan menimbulkan kejahatan atau melakukan kejahatan. Sebaliknya, Allah dapat menggunakan masa-masa sulit dan penuh tekanan ini untuk kebaikan. Dia dapat menggunakan masalah kita saat ini untuk mengajarkan kita untuk percaya pada-Nya, untuk menunjukkan kepada kita bagaimana membantu orang lain, dan untuk mendekatkan kita dengan orang percaya lainnya.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4: 8-9, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."

Lalu, apa yang harus Anda lakukan ketika menghadapi masa-masa kelam?

Pertama, jangan berkecil hati. Kemudian, ingatlah bahwa Allah ada menyertai Anda. Dan akhirnya, andalkanlah perlindungan dan pimpinan Allah.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana saat ini Anda melihat Allah tengah menggunakan pandemi dan fokus pada ketidakadilan sosial untuk kebaikan umat manusia?
- Kapan Anda pernah melihat Allah mendatangkan kebaikan di tengah-tengah situasi buruk karena Anda percaya dan mengandalkan-Nya?
- Kebaikan apa yang ingin Anda lihat dari masa-masa sulit ini? Katakan pada Allah apa yang ada dalam pikiran Anda.



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25


Cahaya Allah bersinar bahkan dalam kekelaman paling gelap sekalipun.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Juli 04, 2020 |

Sebelum Anda Membuka Firman Tuhan, Percayalah

Yakobus 1:21 "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Mungkin Anda tidak selalu mengerti apa yang dikatakan Alkitab. Tetapi untuk melabuhkan hidup Anda di atas fondasi kuat Firman Allah, Anda harus dengan rendah hati menerima apa pun yang Allah katakan kepada Anda.

Dalam ayat kita hari ini, kata "terima" berasal dari kata Yunani dechomai. Itu adalah istilah perhotelan yang artinya menerima dan menyambut orang asing. Anda harus menerima Firman Tuhan sepenuhnya dalam hidup Anda. Itu berarti bahkan sebelum Anda membuka Alkitab, Anda memberi tahu Allah bahwa Anda akan menerima apa pun yang hendak Dia katakan kepada Anda. Anda sepakat terlebih dahulu untuk mempercayai Firman-Nya, baik Anda memahaminya atau tidak.

Lihatlah bagian pertama dari bacaan kita hari ini. Untuk dapat menerima Firman Tuhan, pertama-tama Anda harus menyelesaikan hal-hal kotor dalam hidup Anda. Bersihkanlah! Nah, tapi itu bukan berarti Anda perlu membersihkan hidup Anda sebelum Anda datang kepada Tuhan; sebaliknya, itu menjelaskan bahwa dosa dapat menghalangi telinga Anda untuk mendengar Tuhan. Anda tidak dapat mendengar Dia ketika ada hal lain yang mengisi pikiran dan hati Anda. Anda harus memberi ruang untuk kebenaran Firman.

Dalam Alkitab, seringkali Allah memberi perumpamaan mengenai cara kita menerima Firman-Nya dengan berkebun. Dia ingin kita menerima benih yang Dia tanam di hati dan pikiran kita. Namun, sebelum masa penyemaian dan pemupukkan tiba, dilakukan penyiangan lahan. Sama halnya, sebelum bertemu Allah, Anda harus membuang sampah emosional dan spiritual dalam hidup Anda. Anda bisa melakukan itu dengan mengakui dan berbalik dari dosa-dosa Anda. Akuilah kepada Allah apa yang telah Anda lakukan yang bertentangan dengan Firman-Nya.

Kemudian, melalui penerimaan dan pengakuan, Tuhan dapat menghasilkan buah ketaatan dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa artinya menerima Firman Tuhan dengan rendah hati? Mengapa kerendahan hati itu penting?
- Mengapa dosa menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah? Bagaimana Anda merasakan dampak dari dosa yang tidak Anda akui kepada Allah mengenai hubungan Anda dengan Dia?
- Apa yang Tuhan ingin Anda lakukan dengan bagian-bagian Alkitab yang tidak Anda mengerti?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 25-27; Kisah Para Rasul 12


Percaya dan menerapkan kebenaran Firman Tuhan akan mengubah Anda dan membuat Anda semakin serupa dengan Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Juli 03, 2020 |

Firman Tuhan adalah Anugerah

Yakobus 1: 17-18 "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."

Jika Anda hendak melabuhkan jiwa Anda pada sesuatu yang tak akan pernah berubah, maka Anda harus memperlakukan Firman Tuhan sebagai sebuah anugerah. Alkitab berkata, "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya" (Yakobus 1: 17-18).

Yakobus mengatakan lima hal penting tentang Firman Tuhan dalam bagian ini.

1. Firman Tuhan itu baik.
Firman Tuhan adalah untuk kebaikan Anda. Jika Anda tidak membaca Alkitab, maka Anda sedang melewatkan segala janji, petunjuk, dan manfaat yang ingin Allah berikan kepada Anda.

2. Firman Tuhan itu sempurna.
Firman Tuhan adalah "anugerah yang sempurna." Jika itu sempurna, maka itu mutlak. Tidak ada kesalahan di dalamnya. Anda dapat mengandalkannya. Dan, jika itu sempurna, itulah yang sebenar-benarnya Anda butuhkan.

3. Firman Tuhan itu benar.
Dikatakan bahwa Alkitab adalah "Firman-Nya yang sejati." Setiap bagian dalam Alkitab akan selalu memberitahu Anda hal yang benar untuk dilakukan. Itu tidak akan pernah menuntun Anda ke arah yang salah. Itu selalu benar. Kebenaran-Nya akan memerdekakan Anda!

4. Firman Tuhan tidak akan berubah.
Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak akan pernah berubah, begitu pula dengan Firman-Nya. Hadiah-hadiah yang Anda dapatkan dalam hidup akan usang – mereka akan memudar, berkarat, dan rusak. Anda tidak bisa selalu bergantung pada itu semua, tetapi sebaliknya, Anda dapat selalu bergantung pada Firman Tuhan.

5. Firman Tuhan memberi hidup.
Yakobus berkata, "Allah memilih untuk memberikan kita kehidupan dengan memberi kita Firman-Nya." Anda diciptakan menurut gambar Allah, yang berarti Anda memiliki kemampuan untuk mengasihi Allah dan dikasihi oleh-Nya. Allah menciptakan Anda dan memberikan Anda Firman-Nya supaya Anda dapat mengenal Dia. Inilah satu-satunya jalan menuju kehidupan yang sejati.

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci" (Roma 15: 4). Segala sesuatu dalam Alkitab ditulis untuk memberikan Anda harapan, bahkan bagian-bagian yang mungkin tidak Anda mengerti.

Satu hal yang mungkin paling Anda butuhkan saat ini adalah dorongan- itu ada di dalam kitab ini.

Bacaan Hari ini:
- Apakah Anda kesulitan untuk percaya bahwa Alkitab dianugerahkan untuk kebaikan Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperdalam pemahaman Anda tentang bagaimana Firman Tuhan berperan dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda memperlakukan Firman Tuhan sebagai sebuah anugerah? Apakah itu sudah menjadi prioritas dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda dapat menguatkan seseorang dengan Firman Tuhan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 22-24; Kisah Para Rasul 11


Pernahkah Anda merasa berkecil hati? Ada harapan besar, dan itu ada di ujung jari Anda. Buka saja Alkitab Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


| Kamis, Juli 02, 2020 |

Iman yang Sejati Mengubah Kehidupan

Yakobus 2:18 "Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Beberapa orang berpikir iman hanyalah sebuah obrolan. Iman adalah ide untuk didiskusikan atau ilmu agama untuk diperdebatkan.

Tetapi iman jauh lebih dari itu. Yakobus mengajarkan kepada kita bahwa iman yang sejati mengubah banyak kehidupan.

Yakobus 2:18 mengatakan, "Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." Di sini, Yakobus sedang menggambarkan seseorang yang berpikir bahwa iman itu terpisahkan dari perbuatan -- menunjukkan bagaimana Firman Tuhan dengan perbuatan baik itu tidak ada kaitannya.

Namun, Yakobus juga mengatakan ia tidak dapat melihat iman Anda apabila Anda tidak menunjukkannya melalui perbuatan baik Anda.

Hidupnya telah diubahkan oleh imannya, maka dari itulah Yakobus berkata ia dapat membuktikan imannya dengan menunjukkannya dari cara ia melayani Tuhan dan cara ia melayani orang lain.

Satu cara untuk menjelaskan konsep ini yaitu tindakan kasih. Kasih tidak bisa terlihat apabila Anda tidak mempraktikkannya. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang memiliki iman yang nyata ialah dengan melihat bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka.

Pada dasarnya Yakobus berkata, "Jika Anda mengaku sebagai seorang Kristen, maka saya punya hak untuk meminta Anda untuk membuktikannya melalui tindakan Anda."

2 Korintus 5:17 mengatakan, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Renungkan hal ini:
- Bagaimana iman Anda kepada Allah mengubah Anda saat ini?
- Ketika Yakobus berbicara soal iman, ia berkata, "Tunjukkan kepadaku." Bagaimana Anda menunjukkan iman Anda kepada orang lain?

Yakobus tidak mengatakan kita diselamatkan oleh perbuatan baik kita. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman kita kepada Yesus, tidak lebih dan tidak kurang. Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9).

Tetapi, melalui iman kita, Allah mengubah kita agar sikap dan perbuatan kita menjadi sebuah kesaksian atas iman percaya kita kepada-Nya. Efesus 2:10 mengatakan, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 20-21; Kisah Para Rasul 10:24-48


Tidak mungkin Allah yang berkuasa atas segala hal datang ke dalam hidup Anda tanpa mengubah Anda secara nyata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


| Rabu, Juli 01, 2020 |

Apa yang Diungkapkan Lidah Anda tentang Anda

Matius 12:34 "Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Tidak ada rahasia nyata untuk berubah dari orang yang mudah marah menjadi orang yang tenang. Untuk dapat memiliki kekuatan yang Anda butuhkan untuk mengubah amarah menjadi damai sejahtera, Anda harus dipenuhi oleh kasih Allah.

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 13: 5, "Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain." Dengan kata lain, apabila Anda dipenuhi dengan kemarahan, hampir semua hal bisa membuat Anda marah. Tetapi sebaliknya, ketika Anda dipenuhi dengan kasih Tuhan, maka perspektif Anda berubah.

Anda harus menjalin relasi dengan Allah jika ingin dipenuhi dengan kasih-Nya. Hubungan Anda dengan Yesus Kristus akan menentukan seberapa sabar Anda dan seberapa baik Anda dalam menguasai kemarahan.

Ini artinya Anda bisa berubah. Anda bisa melakukannya melalui Roh Kudus! Ketika Anda menjadi seorang Kristen, Anda memiliki kekuatan dari Allah yang tinggal di dalam Anda. Bahkan di masa krisis sekali pun— ketika orang-orang kehilangan pekerjaan, anak-anak belajar dari rumah, dan orang-orang mengisolasi diri— Anda memiliki segala kekuatan yang Anda butuhkan untuk membuat perubahan-perubahan yang sulit dalam hidup Anda.

Dan itu dimulai dengan menyelidiki hati Anda. Matius 12:34b mengatakan, "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Berikut beberapa hal yang bisa diungkapkan oleh lidah:
- Lidah yang kasar megungkapkan hati yang marah.
- Lidah yang negatif mengungkapkan hati yang takut.
- Lidah yang membual mengungkapkan hati yang tidak aman.
- Lidah yang terlalu banyak bicara mengungkapkan hati yang tidak tenang.
- Lidah yang menghakimi mengungkapkan hati yang bersalah.
- Lidah yang pedas mengungkapkan hati yang pahit.

Ketika lidah Anda memperlihatkan hati yang marah, minta Tuhan untuk menyembuhkan hati Anda yang terluka dengan bantuan kasih-Nya. Kemarahan di hati Anda mungkin berasal dari penolakan, perlakuan jahat, atau karena Anda tidak dicintai di masa lalu. Anda harus tahu bahwa Yesus peduli dengan rasa sakit Anda. Dia dapat menggantikan luka di hati Anda dengan damai sejahtera, dan mengganti kekhawatiran Anda dengan kekuatan-Nya.

Allah berjanji, "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat" (Yehezkiel 36:26).

Renungkan hal ini:
- Apa artinya dipenuhi oleh kasih Allah? Apa artinya dipimpin oleh kasih Allah?
- Jika orang-orang memahami bagaimana Anda berbicara atau bereaksi terhadap orang lain, apa kata pertama yang mereka katakan untuk menggambarkan hati Anda?
- Mengapa merasa aman di dalam kasih Allah membantu Anda untuk menunjukkan lebih banyak kasih dan kesabaran kepada orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23


Ketika Anda mulai merasa diterima dalam kasih Allah, maka hati Anda akan berubah dan menghasilkan roh kesabaran dan kebaikan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Juni 30, 2020 |

Tidak Semua Amarah itu Dosa

Amsal 29:11 "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya."

Banyak orang berpikir bahwa semua amarah adalah dosa, tapi itu tidak benar.

Amarah hanya akan menjadi dosa jika itu diekspresikan dengan cara yang tidak benar.

Kadang respons yang paling sesuai terhadap sebuah situasi ialah dengan kemarahan. Itu sebenarnya bisa menjadi sebuah ungkapan kasih. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa Yesys marah dengan benar, dan satu-satunya alasan mengapa Anda dapat mengalami amarah ialah karena Anda diciptakan seturut gambar-Nya.

Tetapi, ada yang bernama kemarahan yang berdosa. Ini ketika emosi kita meledak-ledak. Ini terjadi saat kita mengancam, menghina, atau meremehkan seseorang.

Kemarahan yang salah kelola ialah sebuah dosa; kemarahan yang dikelola adalah sebuah aset karena itu memberi Anda pandangan yang jernih tentang suatu situasi dan memungkinkan Anda untuk meresponnya dengan kasih Allah — bahkan jika Anda bersalah.

Sebab Tuhan ada beserta Anda, bukan untuk melawan Anda. Ia memberi Anda kemampuan untuk memilih bagaimana mengatasi kemarahan Anda. Dengan Roh Kudus yang bekerja di dalam diri Anda, Anda dapat mengendalikannya.

Pernahkah Anda berdebat sengit di rumah, kemudian ponsel Anda berdering dan Anda menjawabnya dengan nada manis, "Halo." Anda bisa mengubah nada suara Anda dengan instan karena Anda menginginkannya.

Amsal 29:11 mengatakan, "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya."

Memilih untuk marah adalah sesimple — sebuah pilihan. Anda mungkin pernah berkata, "Kamu membuatku sangat marah!" Tetapi tidak ada yang bisa mengendalikan emosi Anda tanpa seizin Anda. Anda bisa memutuskan sebelumnya bagaimana Anda akan merespons dan mengatur amarah Anda.

Hubungan Anda dengan Kristus akan menentukan seberapa baik Anda menguasai amarah dalam hidup Anda. Bahkan di tengah krisis, dalam situasi yang paling sulit sekali pun, Anda dapat mengatur amarah Anda dengan kasih Allah di dalam Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa manfaatnya buat Anda ketika Anda sudah tahu sebelumnya bagaimana Anda akan mengatur amarah Anda?
- Mengapa amarah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak hubungan dan kemajuan Anda?
- Pernahkah ada saat dimana Anda marah dengan tepat? Bagaimana Anda mengendalikan respons Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 14-16; Kisah Para Rasul 9:22-43


Amarah yang dapat dikelola dengan bijak dan tepat, akan menghasilkan pernikahan yang hebat, persahabatan yang hebat, bisnis yang hebat, pemimpin yang hebat, dan kemajuan yang hebat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 29, 2020 |

Menyerahkan Apa yang Tidak Dapat Anda Kendalikan

Yakobus 2:22 "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna."

Jika Anda ingin melewati krisis, seperti pandemi Covid 19 sekarang ini, dengan kesehatan mental yang utuh, maka Anda perlu belajar untuk menyerahkan yang tidak bisa Anda kendalikan dalam hidup dan memercayakannya kepada Tuhan.

Tuhan itu bekerja dalam kesehatan mental, spiritual, dan emosional Anda. Dia ingin Anda membuat pilihan-pilihan yang bijak lewat pedoman Alkitab dan melalui doa.

Kemudian, ketika Anda mendapati ada sesuatu yang di luar kendali Anda, Anda bisa menyerahkannya kepada Tuhan dan percaya Dia akan bekerja membantu menyelesaikannya.

Ada satu contoh Alkitabiah yang bagus tentang hal ini, yaitu dari Abraham: "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna" (Yakobus 2:22). Kita sangat mudah berpikir secara ekstrim. Misalnya, Anda bisa berkata semuanya terserah Tuhan dan Anda menjadi pasif, tidak mau melakukan apa pun. Di sisi lain, Anda bertindak seolah-olah Tuhan tidak berperan apa-apa dalam hidup Anda dan menganggap semuanya terserah pada Anda.

Kedua pemikiran ekstrim ini salah. Menjaga kesehatan fisik yang baik adalah soal keseimbangan, begitu pun dengan kesehatan emosional Anda. Temukan keseimbangan untuk membantu Anda mengenali apa yang ada dalam kendali Anda, dan kemudian buatlah keputusan bijak yang berdasarkan pada bimbingan Allah ketika Anda membaca Firman-Nya dan berbicara dengan-Nya di dalam doa. Dan, belajarlah untuk melepaskan hal-hal yang hanya bisa dikendalikan oleh Tuhan.

Dalam film, The Lord of the Rings, ada saat di mana Frodo mengeluh tentang segala kejahatan dan penderitaan di dunia ini. Dia berkata kepada Gandalf, "Seandainya saja semua ini tidak terjadi."

Anda mungkin pernah mengatakan hal yang sama di masa-masa sulit seperti saat ini.

Gandalf dengan bijak menanggapi Frodo dan berkata, "Begitu pun semua orang yang akan mengalami masa-masa sulit ini; tapi mereka tidak punya kuasa untuk memilih keadaan. Yang hanya bisa kita putuskan ialah apa yang akan kita lakukan dengan waktu yang diberikan pada kita saat ini."

Yang harus Anda lakukan saat ini ialah memutuskan apa yang harus Anda lakukan dengan waktu yang dianugerahkan kepada Anda.

Ada banyak hal dalam hidup yang tidak bisa Anda kendalikan. Anda tidak dapat mengendalikan pandemi ini atau bagaimana pemerintah dan orang lain menanganinya.

Renungkan hal ini:
- Apa saja hal-hal yang di luar kendali Anda yang membuat Anda stres karena selama ini Anda mencoba mengendalikannya?
- Menurut Anda mengapa Tuhan memberi Anda kemampuan untuk membuat keputusan dan mengendalikan beberapa aspek kehidupan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 11-13; Kisah Para Rasul 9:1-21


Anda tidak bisa mengendalikan keadaan, tetapi Anda dapat memilih bagaimana Anda akan meresponnya— dan itulah yang akan membuat perbedaan. Tuhan selalu ada untuk membantu Anda untuk membuat pilihan itu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Juni 28, 2020 |

Mengapa Anda Perlu Berbagi Kesedihan Anda kepada Orang Lain

Galatia 6: 2 "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."

Selama krisis corona ini, kesehatan mental Anda perlu menjadi prioritas penting. Tidak ada perasaan yang buruk jika itu diungkapkan secara tepat kepada Tuhan dan kepada seorang teman yang bisa Anda percaya. Alkitab berkata, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6: 2).

Anda tak perlu memberitahu semua yang Anda rasakan kepada semua orang, tetapi Anda perlu mempunyai satu orang yang dapat Anda percaya. Seseorang yang bisa Anda datangi dan memberitahu dia, "Hei, bisakah aku curhat padamu sekarang?" Ini adalah seseorang yang akan mendengarkan, berbagi rasa sakit dan frustrasi Anda, dan kemudian membantu Anda untuk maju.

Paulus memberi satu contoh yang bagus tentang berbagi perasaan, ketimbang memendamnya sendiri: "Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami" (2 Korintus 1: 8).

Paulus saja, orang Kristen terbesar yang paling berpengaruh dalam Kekristenan, berani jujur dengan segala pergumulannya, kita pun dapat melakukannya.

Berbagi masalah berarti berbagi rasa frustrasi, ketakutan, dan perasaan Anda. Saat ini kita hidup di masa yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan semua orang tengah merasakan tekanan karena pandemi ini. Anda mungkin telah kehilangan orang terkasih, atau telah melewatkan kesempatan karena adanya pandemi yang terjadi di dunia saat ini. Atau, Anda mungkin mau tak mau harus melewatkan hari kelulusan Anda, pemakaman orang yang Anda kasihi, pernikahan sahabat Anda, atau kelahiran cucu Anda.

Anda perlu bersedih atas kehilangan itu -- jangan berduka seorang diri. Kesedihan adalah hal yang baik dan sehat. Begitulah cara kita bertransisi. Berbagi kesedihan Anda dengan orang lain menjauhkan Anda dari kesendirian dan kesepian, dan itu akan membuat Anda senantiasa ingat pada penyertaan Allah.

Allah menciptakan kita untuk saling membutuhkan! Dia merancang kita untuk membagikan perasaan kita kepada orang lain. Tetapi Dia juga ingin kita membagikan perasaan kita kepada-Nya: TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34: 18-19).

Berbagi perasaan Anda dengan orang lain mungkin tidak lazim buat Anda. Tetapi itu merupakan satu-satunya cara untuk menjadi sehat secara mental.

Renungkan hal ini:
- Anda mungkin harus menjadi kreatif dengan cara Anda berbagi perasaan Anda dengan seseorang selama masa social distancing ini-- atau mungkin juga karena Anda belum nyaman membuka diri. Apa saja cara Anda agar dapat mengomunikasikan kesedihan dan perasaan-perasaan Anda lainnya kepada seorang teman? Cara-cara apa saja untuk dapat menyelesaikannya?
- Menurut Anda mengapa Allah ingin Anda memberitahu perasaan, frustrasi, dan ketakutan Anda kepada orang lain, dan bukan hanya kepada Dia? Kenapa Dia membuat Anda membutuhkan orang lain?
- Jika Anda pikir tak ada seorang pun yang membutuhkan Anda untuk menjadi teman semacam ini buat diri mereka, mintalah supaya Tuhan membantu Anda untuk bisa lebih peka dengan pergumulan orang lain, sehingga Anda dapat menjangkau seseorang yang butuh berbagi kesedihan mereka.


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40


Temui seseorang yang Anda percaya untuk membantu Anda memproses apa yang sedang Anda alami dan kemudian jadilah teman berbagi untuk yang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Juni 27, 2020 |

Cara Terbaik untuk Memulai dan Mengakhiri Hari Anda

Matius 4: 4 "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Selama hari-hari yang penuh ketidakpastian dan keresahan ini, penting untuk memulai dan mengakhiri hari Anda dengan mengisi bahan bakar jiwa Anda. Jiwa Anda adalah cara Anda berpikir, merasakan, dan memilih. Sama seperti tubuh fisik Anda yang perlu diberi makan setiap hari agar tetap sehat, demikian juga jiwa Anda. Jika Anda tidak memberi makan jiwa Anda, maka Anda akan terkuras secara emosional dan spiritual.

Jadi bagaimana caranya mengisi bahan bakar jiwa Anda? Dengan masuk dalam Firman Tuhan setiap hari. Yesus berkata, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4: 4). Alkitab adalah Firman yang hidup! Jangan hanya membacanya ketika Anda memiliki masalah atau butuh nasihat. Jangan membukanya hanya kalau Anda butuh bantuan. Anda menyantapnya setiap hari, agar secara konsisten Anda dipupuk dan tumbuh dalam kebenaran dan kasih.

Jangan memulai hari Anda dengan melihat-lihat ponsel Anda atau mendengarkan berita. Jangan biarkan hal terakhir yang mengisi pikiran Anda setiap hari datangnya dari TV. Tak satu pun dari hal-hal tersebut yang dapat memberi makan jiwa Anda.

Jika Anda mulai satu kebiasaan baru selama masa pandemi ini, biarlah kegiatan itu dimulai dan diakhiri dengan Firman Tuhan. Di mana pun Anda menaruh Alkitab Anda, sebiasa mungkin biarkan itu tetap terbuka. Jika Alkitab ditutup, kemungkinan besar Anda akan mengabaikannya. Tetapi jika Anda membiarkannya terbuka di tempat terakhir kali Anda membacanya, Anda akan lebih mudah ingat untuk bisa lebih konsisten dalam membaca Alkitab.

Tidak masalah berapa durasi Anda membaca. Yang penting adalah bagaimana Anda membiarkan Firman Tuhan mengubah Anda — bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri dan orang lain dalam terang kasih Allah, bagaimana Anda memandang keadaan Anda, dan bagaimana hubungan Anda dengan Allah menjadi semakin dalam dan bertumbuh.

"Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid" (Yesaya 50: 4).

Renungkan hal ini:
- Apa tujuan spiritual Anda tahun ini? Bagaimana Anda ingin bertumbuh dalam perjalanan Kekristenan Anda selama masa pandemi ini?
- Bagaimana Anda perlu menyesuaikan jadwal Anda sehingga Anda dapat menyediakan waktu untuk belajar Alkitab dan juga menjaga kesehatan fisik Anda?
- Apakah Anda lebih banyak diubahkan oleh dunia ini, atau diubahkan Firman Tuhan selama masa pandemi ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 5-7; Kisah Para Rasul 8:1-25


Apakah Anda tengah jemu dan lelah? Beri makan jiwa Anda dan tetaplah sehat secara emosional dengan memulai dan mengakhiri setiap hari Anda dengan Firman Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Juni 26, 2020 |

Sekarang Kasih Lebih Diperlukan dari Sebelumnya

Yakobus 4: 6 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Untuk bisa berhasil melewati krisis pandemik ini dan kegelisahan sosial yang luar biasa, Anda perlu memperlakukan diri sendiri serta orang lain sama seperti Allah memperlakukan Anda: dengan rahmat, kasih karunia, serta pengampunan.

Anugerah berarti Allah selalu memberikan apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang pantas Anda dapatkan. Jika Anda mendapatkan apa yang pantas Anda dapatkan, maka Anda tidak akan ada di sini. "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati" (Yakobus 4: 6).

Allah menentang orang-orang yang sombong dan arogan yang menganggap diri mereka bisa melakukan segalanya sendiri, tanpa bantuan Dia. Mereka menganggap mereka tidak butuh Allah atau kasih karunia-Nya. Mereka menjalani kehidupan — bahkan kehidupan yang kacau-balau — dengan pola pikir, "Suka-suka saya."

Tetapi, ketika Anda merendahkan hati dan mengakui bahwa Anda tidak mampu melewati situasi seorang diri, maka Allah akan membuka tingkap-tingkap langit. Dia akan mencurahkan rahmat-Nya. Tapi Dia ingin juga agar Anda kemudian membagikan kasih-Nya yang luar biasa itu kepada orang lain.

Saat ini, semua orang tengah mengalami masa sulit. Untuk bisa menjaga kesehatan jiwa Anda, Anda perlu melonggarkan diri Anda, begitu pun juga terhadap orang lain. Semua orang sedang merasakan stres, terutama jutaan orang yang baru saja kehilangan pekerjaan dan khawatir akan masa depan mereka — bahkan mungkin khawatir bagaimana agar bisa bertahan esok hari. Jadilah orang yang baik hati. Bersikaplah lemah lembut. Ingat, bahkan orang-orang yang paling sulit untuk Anda kasihi sekali pun, juga sedang mengalami pergumulan dan memerlukan kasih karunia Anda.

Tetapi ini membutuhkan banyak kerendahan hati. Dengan keadaan yang penuh tekanan seperti sekarang ini, lebih mudah untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, memberikan jawaban yang ketus, saling curiga, dan berbicara sebelum mendengarkan.

Tetangga Anda membutuhkan kasih karunia Anda. Anak-anak Anda membutuhkan kasih karunia Anda. Orang yang tidak sepaham dengan pilihan politik Anda membutuhkan kasih karunia Anda.

Dunia ini sedang berada dalam tekanan, dan tak ada hal lain yang dapat meredakan tensi orang lain, selain dengan berbagi kasih yang tulus.

Renungkan hal ini:
- Saat ini Anda perlu membangun percakapan yang fokus pada topik-topik yang sensitif. Bagaimana kerendahan hati dan belas kasih membuat percakapan itu bisa lebih produktif?
- Mengapa bagi kebanyakan orang, kasih dari orang lain datangnya tidak terduga-duga?
- Apa satu bidang kehidupan Anda di mana Anda perlu menunjukkan lebih banyak kasih? Sekarang, ambil waktu untuk meminta Allah untuk mengingatkan Anda tentang kasih karunia-Nya supaya Anda bisa lebih siap menunjukkannya kepada orang lain.



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 3-4; Kisah Para Rasul 7:44-60


Allah telah memberikan Anda kasih karunia yang luar biasa besar. Pergi dan bagikan itu kepada orang lain agar mereka dapat melihat apa yang telah Yesus lakukan buat mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Juni 25, 2020 |

Cara Mengatasi Dosa Prasangka

Yakobus 2: 8-9 "Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran."

Prasangka adalah dosa yang serius. Itu bukan pelanggaran yang Tuhan biarkan begitu saja. Menilai orang lain dari luar adalah dosa, dan itu bertentangan dengan yang diajarkan oleh Alkitab: "Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosgia, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran" (Yakobus 2: 8-9).

Hukum kasih ini sangat jelas. Namun ketika saya berpergian keliling dunia, saya sampai pada satu kesimpulan bahwa prasangka, khususnya rasisme, merupakan dosa yang paling lazim di dunia. Ke mana pun Anda pergi, pasti ada seseorang yang tidak menyukai orang lain. Anda akan menemui mereka di mana-mana. Dan meskipun itu terjadi dalam berbagai cara yang tak terhitung jumlahnya, banyak orang yang menyangkal bahwa mereka punya prasangka terhadap orang lain.

Untuk mewujudkan rekonsiliasi antar-ras, kita harus mengakui kalau kita sudah berprasangka. Mengapa? Sebab rasisme adalah masalah dosa, bukan masalah warna kulit. Bagi Allah, ini bukan masalah yang sepele. Ini adalah inti utama dari Injil.

Seperti kebanyakan orang, sedari kecil, Anda mungkin sudah diajarkan untuk jangan percaya atau menjauh dari orang-orang yang berbeda. Anda mungkin merasa paling nyaman dengan orang-orang yang sama seperti Anda. Itu sifat dasar manusia.

Namun kita tetap harus belajar memandang orang lain layaknya Tuhan memandang kita. Bagaimana caranya belajar untuk melihat semua orang yang datang ke dalam hidup Anda sebagaiman Tuhan lakukan? "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 Samuel 16: 7). Anda harus melihat hati.

Apabila Anda ingin mengenal hati seseorang, maka Anda harus berhenti melakukan basa-basi dan obrolan yang cetek. Anda harus punya keinginan untuk mengenal mereka. Anda harus mengajukan pertanyaan dan menjadi seorang pendengar yang baik. Anda harus empatik dan penuh kasih.

Mintalah bantuan Tuhan supaya Anda dapat melihat orang-orang sebagaimana Dia melihat mereka, dan memakai Anda untuk mampu membantu mendamaikan sesama, dan yang paling penting, mendamaikan mereka dengan Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Apa reaksi Anda ketika orang memulai obrolan tentang perbedaan ras? Menurut Anda apa hal pertama yang Tuhan ingin Anda lakukan ketika orang-orang membicarakan pengalaman mereka dengan prasangka terhadap salah satu ras?
- Agar dapat mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh, Anda harus mempraktekkannya terus-menerus. Minggu ini, apa saja cara yang dapat Anda gunakan untuk melatih rekonsiliasi rasial?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 1-2; Kisah Para Rasul 7:22-43


Mulailah menyembuhkan hati Anda. Akui dosa prasangka Anda pada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 24, 2020 |

Penangkal Rasisme: Mengasihi Seperti Yesus

Yakobus 2: 1 "Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka."

Rasisme dimulai dari kurangnya cinta kasih. Anda tidak akan bisa mengasihi seseorang layaknya Yesus mengasihi manusia dan di saat bersamaan menyimpan prasangka di dalam hati Anda. Itu mustahil. Kita harus mengasihi semua orang seperti Yesus mengasihi setiap manusia.

Yesus begitu spesifik tentang hal ini dalam Yohanes 15:12: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu."

Bagaimana Yesus mengasihi kita? Tanpa syarat, tanpa paksaan, sepenuhnya, dan terus menerus. Lalu, bagaimana Anda harus mengasihi orang lain -- bahkan kepada mereka yang berbeda ras? Dengan tanpa syarat, tanpa paksaan, sepenuhnya, dan terus-menerus.

Kasih bukan berarti kita menyetujui segala sesuatu yang dilakukan orang lain. Yesus tidak menyetujui setiap hal yang kita lakukan, namun Dia tetap mengasihi kita.

Alkitab berkata, "Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka" (Yakobus 2: 1). Meskipun seseorang mungkin terlihat seperti seorang tunawisma, Anda tetap harus memperlakukan orang itu layaknya seorang CEO.

Kasih itu sangat bisa dilakukan. Di kelompok kecil saya, ada sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak, terdiri dari empat anak kandung dan tiga anak adopsi dari Rwanda. Karena mereka sadar betul ketiga anak mereka dari Rwanda kemungkinan besar akan mengalami masalah rasisme, baru-baru ini saya bertanya pada mereka bagaimana seharusnya orang Kristen menghadapi perbedaan ras. Mereka memberikan cara yang sangat praktis untuk dapat mengasihi orang dengan perbedaan ras.

1. Jangan menjadi buta warna. Mereka bangga dengan warna kulit mereka, jadi Anda tidak boleh mengabaikan fakta ini. Karena itu, jangan pernah menilai atau menarik kesimpulan tentang mereka dari ras mereka.
2. Jangan mengatakan bahwa Anda mengerti mereka yang telah diperlakukan tidak adil. Anda tidak tahu penderitaan mereka yang berbeda ras. Tidak ada yang tahu ketidakadilan apa yang pernah mereka alami. Mengatakan bahwa Anda mengerti penderitaan mereka, itu sama saja dengan meremehkan mereka.
3. Ingat bahwa riwayat hidup Anda tidak sama dengan riwayat hidup mereka. Seseorang yang lahir di pusat kota Chicago dan seseorang yang lahir di sebuah peternakan di Gallup, New Mexico, punya cerita hidup yang berbeda. Sebab itu sejarah hidup sangat berarti.
4. Jangan abaikan sejarah atau mengatakan, "Lupakan saja." Rasa sakit begitu membawa dampak. Saya kenal tiga orang anak yatim piatu yang ditinggalkan orangtuanya yang terbunuh oleh pembantaian genosida. Orangtua Anda tidak terbunuh oleh genosida. Jadi, Anda tidak akan mungkin dapat memahami rasa sakit mereka.
5. Lawan semua stereotip. Semua orang di dunia pernah merasa distereotipkan. Namun, stereotip itu tidak akan pernah benar. Maka, mari kita berkomitmen untuk melihat setiap orang sebagai individu, bukan sebagai seseorang yang distereotipkan oleh karena warna kulit, kepercayaan, atau kewarganegaraan mereka.

Apakah Anda siap untuk memulainya?

Renungkan hal ini:
- Mengapa kita begitu sering menyamakan kasih dengan persetujuan? Kenapa ini berbahaya?
- Apa saja cara yang dapat kita pakai untuk merayakan keberagaman di dunia, ketimbang mencoba menjadi "buta warna"?
- Apa stereotip negatif yang selama ini Anda simpan dalam hidup Anda yang kemudian Anda sadari salah, ketika Anda mengenal berbagai tipe orang? Bagaimana hal itu mengubah cara Anda berinteraksi dengan orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21


Bersama-sama, ketika kita mengasihi seperti Yesus, maka kita dapat menghapus rasisme.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Juni 23, 2020 |

Jadilah Diberkati oleh Warna

1 Samuel 16: 7 "Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Beberapa orang berkata, "Ketika saya memandang orang lain, saya tidak melihat perbedaan ras. Saya tidak melihat perbedaan warna." Ada satu kata untuk itu: Bohong!

Jika berbicara tentang warna kulit, tidak ada yang menjadi buta warna. Dan Tuhan pun tidak ingin Anda menjadi buta warna. Dia ingin Anda diberkati dengan warna.

Allah menyukai warna. Coba lihat di luar sana! Segala yang Ia buat berwarna, seperti matahari yang terbenam dan bunga-bunga. Lihatlah semua orang yang berbeda di seluruh dunia ini. Allah suka warna! Cara Dia menciptakan Anda menunjukkan hal itu dengan jelas.

Alkitab berkata, "Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 Samuel 16: 7).

Sejujurnya, bagi sebagian besar dari kita, ini sulit dilakukan. Melihat ke dalam hati sebelum melihat penampilan luar memang bukan sesuatu yang alamiah. Kita dilatih oleh dunia ini untuk membuat penilaian cepat berdasarkan penampilan luar.

Kita biasanya percaya pada beberapa orang hanya dengan melihat penampilan mereka. Buku dinilai dari sampulnya. Rumah dinilai dari daya tarik lingkungannya. Orang-orang dinilai dari paras mereka, cara berpakaian mereka, dan cara berbicara mereka.

Sebab itu, mintalah Tuhan untuk membantu Anda untuk mulai melihat orang seperti Dia melihat mereka. Lihatlah hati mereka, bukan warna kulit mereka.

Inilah salah satu langkah pertama untuk mengatasi prasangka rasis dalam hidup Anda, terhadap orang-orang di sekeliling Anda.

Bicarakan Ini:
- Kapan Anda dinilai dari penampilan Anda, alih-alih dinilai dari pribadi Anda dari dalam? Bagaimana hal itu memengaruhi Anda?
- Prasangka apa yang paling mungkin Anda miliki terhadap orang lain? Bawa masalah ini kepada Tuhan hari ini dan akuilah itu. Mintalah Dia untuk mengubah cara Anda memandang dan menilai orang lain.
- Langkah apa saja yang dapat Anda ambil untuk diberkati dengan warna, alih-alih menjadi buta warna terhadap orang lain?
- Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya apabila Anda mendapati diri Anda menilai seseorang berdasarkan penampilan luar mereka?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 6-8; Kisah Para Rasul 6


Kita perlu belajar memandang semua orang seperti cara Tuhan memandang mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 22, 2020 |

Tuhan Benci Prasangka, Begitu Juga Kita Seharusnya

2 Tawarikh 19: 7 "Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita."

Bangsa kita sedang sangat membutuhkan penyembuhan dalam hal perbedaan ras. Kita tengah berada dalam kekacauan, dan Gereja tidak boleh tinggal diam. Gereja harus membicarakan hal ini, meskipun itu tidak nyaman.

Kita tidak boleh cuek soal rasisme karena, sederhananya, Tuhan membencinya. Jika Tuhan membencinya, maka kita juga harus demikian.

Mengapa Tuhan benci itu?

Prasangka rasis berarti mempertanyakan ciptaan Tuhan.

Tuhan bisa saja menciptakan kita semua sama. Kita semua bisa saja punya paras yang sama, namun Tuhan tidak melakukan itu. Dia suka dengan keberagaman!

Prasangka rasis adalah tanda ketidaktahuan.

Ketika kita memperlihatkan prasangka atau kecurigaan, kita menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak tahu apa yang sedang kita bicarakan. Kita menampakkan kebodohan kita.

Alkitab berkata, "Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya" (1 Yohanes 2:11).

Alkitab mengatakan apabila saya benci seseorang hanya karena orang itu berbeda, maka saya ada dalam kegelapan - dan buta. Nah, ini sebuah tuduhan yang cukup serius dari Tuhan.

Prasangka rasis tidak mematuhi Hukum Kasih Allah.

Paulus berkata, "Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan" (Galatia 5: 14-15).

Jika Anda menunjukkan sikap rasis, artinya Anda sedang melanggar kebenaran Firman. Kita tidak bisa membuat penilaian tentang orang lain berdasarkan penampilan luar mereka dan pada saat bersamaan mengasihi mereka dengan sungguh-sungguh sebagai saudara.

Prasangka rasis adalah dosa yang serius.

Prasangka membuat Tuhan marah. Alkitab berkata, "Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran" (Yakobus 2: 9).

Rasisme adalah masalah dosa, bukan soal warna kulit. Suatu hari kita akan memberikan pertanggungjawaban atas dosa itu di hadapan Allah.

Hal penting untuk diingat ketika kita menyelidiki apakah ada prasangka atau kefanatikan dalam hati kita adalah, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1: 9). Kita hanya dapat menghilangkan prasangka itu apabila hati kita diubahkan oleh kasih Allah. Dia bersedia dan mampu mengubah kita.

Renungkan hal ini:
- Jika Tuhan membenci prasangka, mengapa hal ini merupakan dosa yang sulit dihadapi oleh Gereja sepanjang tahun? Bagaimana kita dapat mengatasinya?
- Dari empat alasan yang disebutkan di atas, mana yang paling penting buat Anda? Mengapa?
- Mintalah supaya Tuhan membuka segala prasangka dalam hidup Anda. Begitu Dia melakukannya, akui itu sebagai dosa, dan mintalah Yesus menyembuhkan kejatuhan Anda dan memimpin Anda menuju rekonsiliasi.


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 3-5; Kisah Para Rasul 5:22-42


Kasih mengalahkan dan meniadakan segala prasangka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 22, 2020 |

Bahkan Makanan Dapat Membangun Jembatan Kasih

1 Yohanes 3:17, "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"

Tuhan telah memberikan Anda bakat, karunia, kemampuan, dan keterampilan unik. Tetapi hal-hal tersebut tidak dianugerahkan kepada Anda demi keuntungan Anda. Karunia ini diberikan kepada Anda untuk kepentingan orang lain. Dan, meskipun akhir-akhir ini Anda harus tinggal lebih lama di rumah, tapi tak ada waktu yang lebih baik untuk menggunakan karunia tersebut untuk saling mengasihi sesama, selain saat ini.

Memenuhi kebutuhan orang lain dan melayani adalah tindakan kasih. Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 3:17, "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"

Saya sudan mendengar banyak cara inovatif yang digunakan orang lain untuk melayani lingkungan mereka semenjak pandemi ini dimulai. Ketika berbelanja bulanan, Anda dapat menyapa tetangga Anda, terutama yang lebih tua, untuk memeriksa apakah mereka butuh sesuatu. Tawarkan bantuan untuk memotong rumput mereka atau mencuci mobil mereka. Mungkin ada dari mereka yang ingin bertanya tentang sekolah anak-anak mereka, pajak mereka, atau tentang masalah mobil mereka, yang mungkin saja bisa Anda jawab dengan jawaban yang unik.

Makanan selalu membuka komunikasi! Buatlah makanan untuk seseorang atau berikan donat untuk satu keluarga. Antarkan koran ke depan pintu mereka. Tawarkan bantuan mencabut rumput liar mereka atau bantu mereka merapihkan taman mereka. Bagikan nomor Anda supaya orang dapat mengirimkan Anda SMS saat mereka berada dalam kesulitan. Saya bahkan mendengar satu keluarga yang memposting kode QR di kotak surat para tetangga mereka agar mereka dapat membentuk grup support selama masa pandemi ini. Anda juga bisa mengundang orang lain untuk menyaksikan kebaktian gereja Anda secara online, dan setelah itu mendiskusikannya dengan mereka.

Dan yang paling penting, ada satu cara untuk melayani tetangga Anda yang bisa membantu memenuhi kebutuhan terbesar mereka: Wartakan kepada mereka betapa Allah sangat mengasihi mereka dan bagaimana Yesus Kristus telah mati untuk menyelamatkan mereka.

Anda perlu belajar cara menjelaskan kepada tetangga Anda bagaimana mereka dapat berteman dengan Yesus. Itu tidak begitu sulit. Wartakan kepada mereka bahwa masa lalu mereka dapat diampuni, bahwa mereka dapat memiliki tujuan hidup, dan bahwa mereka dapat memiliki rumah di surga. Bangunlah jembatan kasih antara hati Anda dengan hati mereka dengan barbekyu atau dengan obrolan santai di depan rumah, dan biarkan Yesus bekerja.

Manfaatkan setiap peluang untuk melayani orang-orang di sekitar Anda dengan kasih sehingga mereka dapat belajar tentang kasih terhebat yang pernah mereka tahu.

Renungkan hal ini:
- Jika Anda telah mengenal tetangga Anda dengan baik, sudahkah Anda memberitahu mereka betapa Allah sangat mengasihi mereka, dan apa yang telah Yesus lakukan buat mereka? Jika belum, apa yang tengah menghambat Anda untuk membuka percakapan itu?
- Apa satu cara spesifik yang dapat Anda lakukan untuk menjangkau tetangga Anda minggu ini untuk dapat melayani mereka dan berbagi tentang kasih Kristus kepada mereka? Siapa yang dapat terus memantau Anda untuk melakukan tindakan kasih ini?
- Bagaimana keluarga gereja atau kelompok kecil Anda dapat bekerja sama untuk menjangkau tetangga Anda?
- Bagaimana Anda dapat bekerjasama dengan orang Kristen lain yang tinggal di sekitar lingkungan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 1-2; Kisah Para Rasul 5:1-21


Cara paling penting untuk dapat mengasihi sesama ialah dengan memperkenalkan mereka kepada Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Juni 20, 2020 |

Cara Mengasihi Tetangga Anda dari Jauh

Yakobus 2:8 "Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik."

Pembuka pintu garasi otomatis adalah sebuah kenyamanan yang luar biasa, bukan? Ketika Anda selesai bekerja setelah hari yang panjang, Anda bisa langsung mengemudi pulang dan menutup pintu mobil, memastikan Anda tidak perlu lagi berurusan dengan orang lain sebelum Anda merasakan kenyamanan rumah.

Tetapi selama masa pandemi ini -- atau kapan pun itu -- kenyamanan itu dapat menghambat Anda dalam mengikuti salah satu perintah paling mendasar dalam Alkitab: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik." (Yakobus2: 8).

Kasihi tetangga Anda seperti Anda mengasihi diri Anda sendiri. Ini perintah yang sederhana, namun nyatanya kebanyakan orang Amerika bahkan tidak kenal tetangga mereka -- dan Anda tidak bisa mengasihi seseorang yang tidak Anda kenal.

Tahukah Anda bahwa Allah senang melihat orang-orang yang Ia ciptakan bersekutu dengan satu sama lain? Dalam Zakharia 3:10, Dia berkata, "Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara."

Anda mungkin tidak memiliki kebun anggur di halaman belakang Anda, tetapi Anda mungkin ada beberapa pohon di area terbuka apartemen Anda. Bahkan mungkin ada bangku taman! Atau jika Anda tinggal di pinggiran kota, Anda mungkin memiliki taman bunga atau halaman. Inti dari ayat ini bukanlah supaya kita memiliki tempat tinggal yang bagus, tetapi supaya kita membuat pilihan untuk bersikap ramah dan mengenal tetangga kita.

Inilah waktu unik yang dapat menawarkan Anda banyak kesempatan untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda. Sekarang Anda mungkin sudah kenal lebih banyak orang di sekitar tempat tinggal Anda. Dan di masa pandemi ini, mereka juga lebih sering berolahraga di luar rumah. Mengapa tidak duduk-duduk di teras depan rumah Anda, melambaikan tangan, dan menyapa orang-orang yang lewat? Anda tak pernah tahu kapan sikap ramah mungkin saja pada akhirnya akan membimbing pada percakapan spiritual.

Apakah Anda senang berkebun atau menata taman Anda? Luangkan waktu untuk membuat lebih banyak koneksi dengan tetangga Anda. Pergilah ke taman dan mengobrol dengan setidaknya satu orang ketika Anda ada di sana. Ajak untuk bermain puzzle atau bermain catur dengan tetangga Anda. Apakah Anda senang memanggang daging dan membuat lebih? Lakukan di halaman depan Anda, dan bagikan kepada tetangga Anda. Apakah Anda biasanya jogging? Coba lebih sering berjalan, tinggalkan earbuds Anda di rumah supaya Anda lebih mudah untuk memulai percakapan.

Mungkin mengenal tetangga lebih dekat tampak bertentangan dengan protokol jaga jarak sekarang ini. Tetapi ada banyak cara untuk mengasihi tetangga Anda meskipun Anda hanya berjarak sekitar 100 meter dengan mereka.

Jangan biarkan keadaan saat ini menjadi alasan buat Anda untuk tidak menaati perintah Allah untuk mengasihi sesama. Buat tahun 2020 menjadi berarti dengan menjangkau, membuka, dan berbagi kehidupan dengan tetangga Anda, agar suatu hari nanti mereka merasakan surga bersama dengan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda sudah menjangkau tetangga Anda selama ini? Jika belum, apa satu cara yang bisa Anda mulai lakukan hari ini?
- Apakah Anda memandang tahun ini sebagai sesuatu yang "lewat begitu saja" atau bahkan sia-sia? Bagaimana pola pikir Anda akan berubah jika Anda fokus pada kerajaan Allah dan berteman sampai surga kekal?
- Apa cara unik lain agar Anda dapat menjadi ramah dengan tetangga Anda di tengah situasi ini


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 12-13; Kisah Para Rasul 4:23-37


Kasihi sesama Anda, mulailah dari yang terdekat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


| Jumat, Juni 19, 2020 |

Iman yang Sejati Lebih dari yang Anda Rasakan

Yakobus 2: 15-17 "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat yang sedang menganggur. Beberapa dari mereka kekurangan makanan. Beberapa dari mereka kesulitan membayar sewa rumah atau hipotek mereka.

Mereka harus tahu bahwa mereka tidak sendirian, mereka bisa mengandalkan bantuan orang lain.

Tidak cukup hanya mengatakan betapa kita turut prihatin atas keadaan mereka. Atau hanya sekedar mengirimkan kata-kata bijak yang klise.

Empati saja tidak cukup. Mereka butuh bantuan nyata.

Yakobus mengatakan bahwa iman yang sejati lebih dari sekadar harapan yang baik dan semoga. Bayangkan, Anda menghampiri seseorang yang sedang antre bantuan makanan gratis dan berkata, "Hei, saya tahu betul apa yang Anda rasakan. Jangan menyerah. Tetap semangat. Jangan khawatir, bersukacitalah." Bukankah ucapan semacam ini tidak terdengar tulus, apalagi di tengah orang-orang yang sedang putus asa? Mereka tidak hanya butuh kata-kata Anda; mereka butuh makanan.

Iman yang tulus mudah dilaksanakan, yaitu dengan ambil bagian dalam membantu memenuhi kebutuhan orang lain.

Yesus menunjukkan iman yang seperti ini. Dia bukan hanya berempati dengan rasa sakit dan kesulitan kita. Dia datang ke Bumi untuk berbuat sesuatu dengan dosa manusia yang membuat kita terpisah dari Allah.

Satu Yohanes 3:17 mengatakan, "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"

Respons Anda terhadap rasa sakit orang-orang di komunitas Anda akan menunjukkan kepada dunia apa yang Anda imani. Sebagai contoh, kami di Gereja Saddleback mengadakan program bantuan makanan drive-thru. Melalui program ini, kami dapat memberi makan 840 keluarga yang membutuhkan dalam satu hari. Gereja Anda mungkin sudah melakukan sesuatu yang serupa, tapi coba bayangkan apabila setiap gereja di seluruh dunia juga ikut melakukan hal ini di masa-masa sulit ini.

Iman yang tulus menghasilkan belas kasih. Iman yang tulus mengatakan, "Saya akan membantu memikul beban Anda dan menyatakan kasih Kristus kepada Anda."

Renungkan hal ini:
- Apakah saat ini Anda sedang membutuhkan bantuan? Hubungi gereja lokal Anda dan tanyakan bantuan apa yang dapat mereka berikan.
- Apa saja beberapa cara praktis yang bisa dilakukan oleh Anda, kelompok kecil Anda, atau gereja Anda dalam membantu orang-orang yang sedang membutuhkan? Misalnya, bisakah Anda membantu melunasi tagihan seseorang? Bisakah Anda membantu lansia atau mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri yang tidak bisa pergi berbelanja kebutuhan pokok mereka? Bisakah Anda membantu menjaga anak seseorang atau mendukung usaha kecil yang tengah bangkit dari kebangkrutan?
- Karena pandemi COVID-19 ini memaksa kita untuk melakukan isolasi, banyak orang bergumul dengan kecemasan, depresi, dan kesedihan. Penyalahgunaan zat adiktif juga jadi masalah baru. Dengan cara apa Anda, kelompok kecil, atau gereja Anda dapat menawarkan dukungan spiritual atau bantuan kesehatan psikologis bagi mereka yang membutuhkan?
- Apa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu orang tengah bangkit dari keterpurukan finansial? Bagaimana Anda dapat mengidentifikasi orang-orang di gereja Anda, atau di komunitas Anda yang dapat memberikan pekerjaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-22


Iman kita dilihat dari apa yang kita lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Juni 18, 2020 |

Iman yang Sejati Lebih dari Kata-Kata

Yakobus 2:14 "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?"

Di Amerika Serikat, ada banyak orang yang mengatakan bahwa diri mereka Kristen. Bahkan, dalam beberapa penelitian terbaru terungkap bahwa ada sekitar 70% yang mengklaim demikian.

Namun, banyak dari orang-orang ini tampak hidup sesuai dengan aturan mereka sendiri, bukan pada Firman Tuhan. Apa yang mereka katakan tentang iman mereka dan bagaimana cara mereka menjalani hidup tidak sesuai.

Misalnya, saya bisa mengatakan bahwa saya adalah penari terbaik di dunia, tetapi itu belum tentu benar, dan ketika saya mulai menari, Anda tahu itu sangat amat tidak benar.

Hanya karena Anda mengatakan Anda beriman, bukan berarti itu benar. Inilah yang dibahas Yakobus dalam bacaan kita hari ini: apa gunanya mengatakan Anda beriman, apabila itu tidak terlihat nyata dalam cara Anda menjalani hidup dan hal-hal yang Anda lakukan?

Yakobus tidak mengatakan kita diselamatkan oleh perbuatan kita. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus, tidak lebih dan tidak kurang. Tetapi sikap dan tindakan kita harus menjadi bukti iman kita.

Inilah bedanya iman palsu dengan iman sejati. Di masa pandemi dan pergolakan ini, iman kita harus nyata. Respons kita terhadap peristiwa-peristiwa ini harus datang dari iman kita, bukan dari ketakutan kita. Inilah waktunya kita mewujudkan iman kita.

Ada ribuan janji Allah dalam Alkitab. Anda membutuhkan janji-janji tersebut untuk tetap stabil dan kuat di masa sulit sekarang ini. Namun, untuk mengklaim janji-janji tersebut, Anda harus percaya sepenuhnya kepada Allah. Itulah tipe iman yang akan menuntun Anda pada doa yang dijawab yang Allah dan pada kehidupan yang diubahkan. Iman seperti itulah yang akan menyelamatkan Anda.

Lalu, bagaimana Anda tahu jika Anda memiliki iman yang sejati, yang akan tahan terhadap tekanan hidup yang paling berat? Lihatlah cara Anda bertindak, dan pelajari apakah itu sudah sejalan dengan iman yang Anda percayai.

Seraya Anda melakukan hal itu, ingatlah Kabar Baik yang mengatakan bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus. Jika Anda berpikir iman Anda masih samar-samar, maka katakan itu kepada Tuhan. Katakan pada-Nya bahwa Anda belum hidup sesuai dengan hal-hal yang Anda imani. Katakan pada-Nya bahwa Anda ingin melakukan itu sekarang, dan lihatlah bagaimana Dia mulai mengubah hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa cara kita menunjukkan iman yang sejati selama pandemi COVID-19 ini?
- Bagaimana iman Anda melampaui sekedar kata-kata? Bagaimana kehidupan Anda sesuai dengan apa yang Anda katakan Anda imani? Dalam hal apa saja Anda perlu berubah?
- Dalam Matius 7:21, Yesus mengatakan ini: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Bagaimana ayat ini berhubungan dengan renungan kita hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3


Iman yang sejati lebih dari sekadar kata-kata yang diucapkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 17, 2020 |

Takdir Anda adalah Menjadi Seperti Yesus

Efesus 4: 23-24 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Pada mulanya, rencana Allah adalah untuk menjadikan Anda seperti Putra-Nya, Yesus. Inilah takdir Anda. Allah mengumumkan tujuan-Nya ini saat Penciptaan manusia: "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita," (Kejadian 1:26a).

Dari semua ciptaan, hanya manusia yang dibuat "menurut gambar dan rupa Allah." Namun, gambar itu tidak lengkap dan telah rusak dan terdistorsi oleh dosa. Karena itulah Allah mengutus Yesus untuk melaksanakan sebuah misi untuk memulihkan citra Allah yang sepenuh yang telah sudah lenyap dalam diri kita.

Seperti apakah "gambar dan rupa" Allah? Itu sama seperti Yesus Kristus! Alkitab mengatakan bahwa Yesus adalah "seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia," "gambar Allah yang tidak kelihatan," dan "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah" (2 Korintus 4: 4, Kolose 1:15, Ibrani 1: 3).

Orang sering menggunakan ungkapan "seperti ayah, seperti anak" untuk menunjukkan kemiripan suatu keluarga. Ketika orang melihat kemiripan saya dengan anak-anak saya, itu menyenangkan hati saya. Allah ingin anak-anak-Nya juga bertanggung jawab dengan kemiripan-Nya dengan Anda. Alkitab berkata, "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:24).Biarkan saya menegaskan: Anda tidak akan pernah menjadi Tuhan atau bahkan dewa-dewi. Kebohongan itu adalah godaan Iblis yang paling kuno. Iblis berjanji kepada Adam dan Hawa bahwa jika mereka mengikuti nasihatnya, "kamu akan menjadi seperti Allah" (Kejadian 3: 5).

Banyak agama dan filosofi Modern masih mempromosikan kebohongan kuno ini: kita adalah tuhan, kita akan menjadi dewa. Hasrat untuk menjadi tuhan muncul setiap kali kita mencoba mengendalikan keadaan kita, masa depan kita, dan orang-orang di sekitar kita

Namun, sebagai makhluk ciptaan, kita tidak akan pernah menjadi sang Pencipta. Allah tidak ingin Anda menjadi tuhan. Dia ingin Anda menjadi kudus dengan meneladani nilai-nilai, sikap, serta sifat-Nya.

Ketika Anda berusaha memenuhi panggilan Anda, ingatlah bahwa tujuan utama Allah atas hidup Anda di Bumi bukanlah berupa kenyamanan, melainkan pengembangan karakter. Dia ingin Anda tumbuh secara rohani dan menjadi seperti Kristus.

Anda dirancang untuk "yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan," (Efesus 4:22).

Renungkan hal ini:
- Jika saja yang hanya Anda tahu tentang panggilan hidup Anda ialah bahwa Anda harus menjadi serupa seperti Yesus, apakah saat ini Anda akan puas dengan hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Lihat Efesus 4:22. Mengapa mengubah cara kita bertingkah laku dimulai dengan mengubah cara pikir kita?
- Bagaimana Anda dapat lebih mengenal pribadi Yesus, sehingga Anda dapat menjadi lebih seperti Dia?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Teladanilah karakter Yesus dalam hidup Anda, jadikanlah Dia sebagai teladan yang utama dan arahkan mata Anda selalu padaNya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Juni 16, 2020 |

Langkah Keenam dalam Krisis: Dengan Rendah Hati Mengakui Dosa Anda kepada Tuhan

Daniel 9: 5-6 "Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri."

Dalam beberapa hari terakhir kita telah melihat bagaimana caranya berdoa selama masa krisis. Daniel menunjukkan kepada kita enam prinsip utama dalam berdoa di dalam Daniel 9. Kelima prinsip itu adalah:
- Biarkan Tuhan berbicara kepada kita sebelum kita berbicara dengan-Nya.
- Fokuskan perhatian kita pada Tuhan dan datanglah kepada-Nya.
- Nyatakan keinginan kita dengan sungguh-sungguh.
- Tunjukkan keseriusan kita dalam berdoa.
- Bersyukur kepada Tuhan buat kasih dan janji-Nya.

Dan yang terakhir, kita perlu dengan rendah hati mengakui dosa kita.

Tuhan tidak akan mendengarkan keluhan yang tinggi hati, namun Dia akan mendengarkan pengakuan atau permohonan doa yang rendah hati. Tuhan menanggapi kerendahan hati.

Meski Tuhan sudah tahu setiap kebodohan yang pernah Anda lakukan dalam hidup Anda, tetapi Dia masih ingin Anda mengakui dosa Anda.

Bagaimana respons Tuhan ketika dengan rendah hati Anda mengakui bahwa Anda telah gagal? Dia merespons dengan pengampunan, belas kasih, dan rahmat.

Mengakui itu berarti semudah sepakat dengan Tuhan soal dosa Anda. Mengakui berarti Anda memberi tahu Tuhan bahwa Dia benar, dan apa yang Anda lakukan adalah dosa. Anda tidak membuat-buat alasan. Anda tidak menyebut itu suatu kekhilafan. Anda mengakui bahwa Anda salah.

Akui dosa Anda secara spesifik, seperti yang dilakukan Daniel dalam Daniel 9: 5-6: "Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri."

Daniel pun tidak berhenti di situ. Pengakuannya berlanjut hingga kesepuluh ayat selanjutnya, di mana ia dengan susah payah menggambarkan dosanya.

Dia setuju dengan Allah bahwa orang Israel telah mempermalukan diri mereka sendiri, tidak setia kepada Allah, tidak memperhatikan apa yang Allah katakan kepada mereka, dan tidak mengindahkan peringatan Allah.

Itu doa yang sangat spesifik.

Doa Daniel membantu kita memahami bagaimana dosa yang tidak kita akui menciptakan jarak antara Allah dengan kita — dan ini merupakan sebuah pengingat yang kuat tentang bagaimana Allah menjawab doa-doa kita ketika kita sepakat dengan-Nya soal dosa kita.

Renungkan hal ini:
- Mengapa seringkali kita kesulitan untuk jujur kepada Allah mengenai dosa kita — bahkan jika Dia sudah tahu semua yang pernah kita lakukan?
- Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain merusak iman mereka dengan menolak untuk mengakui dosa mereka? Apakah itu sedang terjadi dalam hidup Anda sendiri?
- Jika Anda belum melakukannya hari ini, bagaimana Anda dapat menyiapkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan dan mengakui dosa-dosa Anda kepada-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21


Tuhan selalu setia untuk mengampuni kita apabila kita datang kepada-Nya dengan kerendahan hati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 15, 2020 |
Back to Top