Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Raya Live Streaming, Minggu 27 Juni 2021

Ibadah GSJA Sword dilakukan secara live streaming setiap hari Minggu Jam 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Raya live streaming gsja sword

Ibadah Raya Live Streaming, Minggu 20 Juni 2021 2021

Ibadah GSJA Sword dilakukan secara live streaming setiap hari Minggu Jam 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Raya Live Streaming GSJA Sword

Ibadah Raya Live Streaming, Minggu 13 Juni 2021

Ibadah GSJA Sword dilakukan secara live streaming setiap hari Minggu Jam 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah live steaming gsja sword

Ibadah Raya Live Streaming, Minggu 6 Juni 2021

Ibadah GSJA Sword dilakukan secara live streaming setiap hari Minggu Jam 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah live steaming gsja sword

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja
Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Renungan Harian GSJA Sword, Senin 4 Januari 2021

| Senin, Januari 04, 2021 |

Ibadah Live Streaming, Minggu 3 Januari 2021



| Minggu, Januari 03, 2021 |

Renungan Harian GSJA Sword, Sabtu 2 Januari 2021


| Sabtu, Januari 02, 2021 |

Renungan Harian GSJA Sword, Jumat 1 Januari 2021

| Jumat, Januari 01, 2021 |

Anda Mungkin Tergesa-gesa, tapi Tuhan Tidak

Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Di banyak budaya, cepat dianggap lebih baik. Tetapi itu bukan cara Tuhan bekerja. 

Alkitab berkata dalam Pengkhotbah 3:11, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Tuhan sudah punya rancangan untuk hidup Anda. Dia juga punya jadwal untuk mengerjakan rencana-Nya itu. Namun, Dia tidak pernah menjelaskan kapan waktunya. Dia tidak perlu menjelaskannya kepada kita, sebab Dia adalah Tuhan.

Yang harus Anda lakukan ialah percaya bahwa Dia begitu peduli pada Anda.

Salah satu hal paling menyakitkan dalam hidup adalah ketika Anda sedang terburu-buru, sementara Tuhan tidak. Dan itu biasanya menimbulkan ketidaksabaran.

Ketidaksabaran, pada dasarnya, ialah kurangnya rasa percaya. ketika Anda tidak sabar, itu ibaratnya Anda berkata, "Tuhan, aku tidak terlalu yakin dengan-Mu dan waktu-Mu. Aku ragu apakah Engkau benar-benar peduli pada-Ku atau tidak."

Anda menjadi khawatir dan tergesa-gesa. Kemudian Anda berlari kabur sebab Anda tidak percaya Tuhan akan bertindak di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.

Bagian dari pendewasaan anak-anak yaitu dengan mempelajari bedanya "tidak" dengan "belum." Penundaan bukanlah penolakan.

Sebagai pengikut Yesus Kristus, Anda harus belajar hal tersebut dengan Tuhan. Penundaan-Nya bukanlah suatu penolakan. Tuhan tahu kapan waktu yang tepat dan cara yang tepat. Tuhan sudah mempunyai rencana dan jadwal yang sempurna.

Ketika Gereja Saddleback berdiri selama 15 tahun tanpa bangunan gereja, Tuhan memakai ayat ini untuk menyemangati saya selama bertahun-tahun: "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh" (Habakuk 2: 3).

Apakah Tuhan pernah memberikan Anda suatu penglihatan yang belum juga terwujud? Percayalah bahwa itu akan terjadi — sesuai jadwal Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah memerlukan waktu untuk mempelajari perbedaan antara jawaban "tidak" dan "belum" dari Tuhan?
- Penglihatan apa yang pernah Tuhan beri kepada Anda yang selama ini Anda tunggu-tunggu untuk Dia wujudkan?
- Menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan selagi Anda menunggu Dia dan waktu-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 4; Wahyu 21 - 22

Waktu Tuhan selalu sempurna.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10480

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Kamis, Desember 31, 2020 |

Juruselamat Kita yang Perkasa namun Lemah Lembut

Yesaya 40: 28-29 "Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

Tahukah Anda bahwa ribuan tahun sebelum Anda dilahirkan, Allah sudah tahu persis apa yang akan Anda butuhkan?

Allah tahu Anda membutuhkan Juruselamat yang begitu berkuasa jauh melebihi alam semesta ini.

Allah tahu Anda membutuhkan Juruselamat yang begitu lembut dan mengerti, yang dapat selalu Anda andalkan di masa penderitaan dan kesakitan.

Berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, nabi Yesaya menubuatkan bahwa Allah akan mengirimkan Putra-Nya ke Bumi. Itu terjadi 700 tahun sebelum Natal pertama.

Dia memberi tahu kita bahwa sang Juruselamat yang perkasa namun personal -- dan Dia teramat sangat kuat untuk menyelamatkan kita, tetapi juga lemah lembut dan penuh kasih.

Dan yang paling mengesankan, ia memberi tahu kita bahwa Yesus akan memiliki hubungan yang personal dengan kita.

Sungguh nubuat yang luar biasa.

Allah memberitahu kita dalam Yesaya 40:
"Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati" (Yesaya 40: 9-11).

Sekali lagi, Yesaya tidak hanya berbicara tentang kelembutan Yesus tetapi juga kekuatan-Nya yang luar biasa.

"Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya" (Yesaya 40:15).

Kemudian Yesaya berbicara tentang arti kedatangan Yesus buat kita saat ini:

"Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya" (Yesaya 40:26, 28-29).

Saya tak tahu masalah apa yang tengah Anda hadapi pada Natal ini. Saya tak tahu beban apa yang sedang Anda tanggung. Saya tak tahu kesedihan, ketakutan, kecemasan, atau kebingungan apa yang tengah Anda rasakan saat ini, tetapi saya tahu ini:

Pencipta Anda ada buat Anda -- dengan kekuatan-Nya yang dahsyat serta kelembutan-Nya, telah lahir di palungan 2.000 tahun yang lalu.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan satu masalah yang pernah Anda hadapi dalam hidup Anda yang membutuhkan kekuatan Tuhan. Bagaimana pengalaman tersebut membuat Anda lebih dekat dengan-Nya sekarang?
- Bagaimana dengan memahami kelemahlembutan Tuhan penting buat Anda di saat-saat sulit ini?
- Bagaimana pemikiran Anda sekarang setelah mengerti bahwa Tuhan sudah tahu segala yang Anda butuhkan jauh sebelum Anda lahir dan telah merancangkan untuk mengutus Yesus untuk memenuhinya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 3; Wahyu 20

Allah tahu Anda membutuhkan kekuatan ekstra agar Anda tidak menyerah. Allah Bapa memberikan Yesus untuk kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10479

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Rabu, Desember 30, 2020 |

Natal Membuktikan Nilai Anda

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Beberapa orang beranggapan bahwa jika mengatakan bahwa seseorang "terhilang" secara spiritual, itu merupakan sebuah penghinaan. Itu salah, sesungguhnya itu justru sebuah pujian.

Ada perbedaan antara kehilangan sesuatu dengan salah meletakkan sesuatu. Jika Anda salah meletakkan sesuatu, artinya benda itu tidak penting buat Anda. Namun, apabila Anda kehilangan sesuatu dan Anda berusaha menemukannya, maka itu pasti sesuatu yang cukup berharga. Anda salah menaruh jepit rambut; Anda kehilangan kacamata Anda.

Seseorang dikatakan terhilang karena ia layak untuk ditemukan. Ibaratnya seperti ini: Nilai sebuah mahakarya tidak akan turun jika hilang; nilainya malah naik.

Ketika Anda tidak terhubung dengan Tuhan, maka Anda tersesat dalam banyak hal. Anda kehilangan arah, perlindungan dari Tuhan, potensi Anda, kebahagiaan Anda, dan rumah masa depan Anda di surga — itu hanya beberapa diantaranya. Namun, Anda tidak akan kehilangan satu hal: nilai Anda.

Anda begitu berharga sehingga pada Natal pertama, Allah harus membayar harga dengan mengutus Putra-Nya untuk mencari Anda. Seperti yang dikatakan dalam ayat yang paling terkenal dalam Alkitab, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Karena Anda teramat berarti buat Allah, maka Dia menjalankan sebuah misi penyelamatan untuk menemukan Anda. Dia datang ke bumi terlahir sebagai bayi kecil agar suatu hari Dia dapat mati di kayu salib untuk menebus dosa Anda.

Kisah Natal memperlihatkan nilai Anda. Allah sangat mengasihi Anda, dan ketika Anda terhilang, Dia mengirimkan yang terbaik — Yesus — untuk menemukan Anda kembali.

Renungkan hal ini:
- Banyak orang bergumul dengan nilai diri mereka. Setelah memahami bahwa Yesus datang ke Bumi untuk menemukan Anda, bagaimana itu mengubah seberapa besar Anda menghargai diri Anda sendiri?
- Pikirkan orang-orang yang paling sulit untuk Anda kasihi. Yesus sangat menghargai orang itu sehingga Dia bersedia mati untuk mereka juga. Bagaimana Anda akan memperlakukan mereka secara berbeda setelah mengetahui bahwa Yesus sangat menghargai mereka?
- Buatlah daftar cara keluarga Anda merayakan musim Natal. Kemudian, baca kembali daftar tersebut dan luangkan beberapa menit untuk merenungkan ini: Bagaimana perayaan tersebut mencerminkan arti kekekalan surga dari kelahiran Yesus?



Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 2; Wahyu 19

Jangan pernah lupa: Anda berharga buat Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10478

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Selasa, Desember 29, 2020 |

Kasih Allah yang Luar Biasa untuk Anda

Efesus 1: 4 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."

Hadiah Natal terindah yang pernah Anda terima ialah anugerah dari Allah. Itulah satu-satunya alasan mengapa kita merayakan Natal. Itulah inti dari ayat yang paling terkenal dalam Alkitab — Yohanes 3:16.

Miliaran orang hafal ayat ini. Mengapa ayat ini sangat penting?

Yohanes 3:16 menjelaskan arti Natal. Itu meringkas seluruh pesan Alkitab.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Yohanes 3:16 mengingatkan kita bahwa hadiah Natal dari Allah buat kita adalah dilandasakan dari kerinduan-Nya yang terdalam— untuk mengasihi kita.

Frasa pertama dalam ayat tersebut berbunyi, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Ketika seseorang mengucapakan mereka mencintai Anda itu sesuatu yang indah, tetapi ketika mereka mengatakan begitu mencintai Anda, itu memperlihatkan hasrat yang terdalam. Tak ada seorang pun yang akan mengasihi Anda dengan hasrat yang sedalam Allah.

Allah akan selalu mengasihi Anda. Efesus 1: 4 mengatakan, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Sebelum Allah menciptakan dunia untuk menopang kehidupan manusia, Dia telah terlebih dahulu merancang hidup Anda. Dia membangun alam semesta ini karena Dia ingin mengasihi Anda.

Allah tidak pernah menciptakan seseorang yang tidak Dia kasihi. Segala sesuatu dalam hidup ini — udara, air, makanan, matahari, dll — merupakan anugerah yang berasal dari kasih Allah untuk Anda.

Tak ada yang bisa merampas itu dari Anda. Roma 8:39 berkata, "Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Allah mengasihi Anda di hari baik Anda maupun di hari buruk Anda. Dia mengasihi Anda baik ketika Anda merasakan kasih-Nya atau tidak.

Itulah anugerah terindah yang akan pernah Anda terima.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan memahami kasih Allah memengaruhi cara Anda memperlakukan orang lain?
- Setelah Anda menyadari bahwa tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari kasih Allah, bagaimana kebenaran ini mengubah perspektif Anda?
- Minggu ini, dengan siapa Anda dapat berbagi anugerah Allah yang luar biasa ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 13-14; Wahyu 17

Kasih-Nya pada Anda tidak akan pernah berubah. Tidak akan lebih dan tidak akan kurang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10476

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Minggu, Desember 27, 2020 |

Berikan Waktu Anda sebagai Hadiah di Natal Ini

1 Yohanes 3:18 "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

Pada Natal ini, berikanlah waktu Anda sebagai hadiah.

Waktu adalah milik Anda yang paling berharga sebab waktu Anda ialah hidup Anda. Anda hanya diberikan sejumlah waktu tertentu di bumi ini. Allah telah menetapkan berapa hari Anda akan hidup. Anda tidak akan bisa mendapatkan lebih.

Anda bisa selalu menghasilkan lebih banyak uang, tetapi Anda tak bisa mendapatkan lebih banyak waktu. Oleh karena itu, ketika Anda memberikan waktu Anda kepada seseorang, maka Anda sedang memberikan orang itu sebagian dari hidup Anda yang tidak akan pernah Anda ulang kembali. Itulah mengapa ini merupakan hadiah yang tak ternilai harganya.

Tahun 2020 telah mengingatkan kita bahwa hubungan dengan sesama haruslah selalu menjadi prioritas dalam hidup kita.

Namun pada kenyataannya, banyak hubungan yang kekurangan waktu. Orang bisa saja tinggal satu atap, tetapi saling berpapasan bagaikan kapal di malam hari, mereka bertemu sesaat untuk kemudian berpisah. Hubungan akan mati ketika waktu kebersamaan mengering.

Ada banyak hal yang bisa merampas sebuah hubungan karena itu memerlukan waktu kita untuk bisa berkembang. Pekerjaan bisa merampok hubungan kita. Kegiatan bisa merampok hubungan kita. Hobi bisa merampok hubungan kita.

Anda mungkin bertanya, "Bagaimana caranya supaya saya bisa memberikan lebih banyak waktu untuk orang-orang yang saya kasihi?" Mulailah dengan mematikan TV dan meletakkan telepon genggam Anda! Dua perubahan sederhana ini akan membantu Anda untuk menyediakan waktu untuk orang lain sebagai sebuah prioritas.

Pada Natal ini, berhentilah sejenak dan luangkan waktu Anda— berikan waktu Anda — untuk keluarga dan untuk orang lain yang Tuhan hadirkan ke dalam hidup Anda. .

Renungkan hal ini:
- Apa tiga hal teratas — tidak selalu hal-hal buruk — yang menghalangi Anda untuk memberikan waktu bagi orang lain dalam hidup Anda?
- Apa satu perubahan mudah yang bisa Anda lakukan untuk menyediakan lebih banyak waktu buat orang lain di musim Natal ini?
- Bagaimana setahun terakhir ini membantu Anda untuk mengenali pentingnya menginvestasikan waktu di dalam hubungan? Menurut Anda, bagaimana Anda akan memandang waktu secara berbeda setelah pandemi ini berakhir?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 11-12; Wahyu 16

Tuhan telah menganugerahkan Anda waktu agar Anda dapat memberikannya kepada orang lain
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10474

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Sabtu, Desember 26, 2020 |

Apa yang Harus Anda Lakukan dengan Kekecewaan Hidup

Lukas 2:37 "Dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa."

Selama beberapa hari terakhir, kita telah belajar dari dua wanita bijak dalam kisah Natal. Hari ini Anda akan bertemu dengan wanita bijak ketiga, Hana. Walau keadaan yang ia hadapi sebenarnya bisa saja membuatnya meninggalkan imannya, tetapi ia memilih untuk fokus pada hadirat Allah dan untuk sebisa mungkin mewartakan tentang Yesus pada semua orang.

Lukas 2 mengatakan bahwa Hana adalah seorang janda dan berusia 84 tahun. Suaminya telah terlebih dulu meninggal ketika Hana masih sangat muda. Ini tidak seperti yang ia rencanakan buat hidupnya. Sebenarnya kekecewaan bisa saja membuat dia menjadi kepahitan, tetapi Alkitab memberi kita gambaran yang berbeda. Lukas 2:37 mengatakan, "Dan sekarang ia (Hana) janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa."

Ketika suami Hana meninggal, dia bisa saja memilih untuk juga membiarkan cintanya mati. Namun sebaliknya, dengan bijak dia mengarahkan kembali cintanya kepada Tuhan. Dia menghabiskan siang dan malamnya untuk memusatkan diri pada hadirat Allah, bukan pada kekecewaannya.

Jika Anda belum mengalaminya, mungkin suatu hari Anda akan mendapati seseorang yang Anda cintai sudah tak ada lagi bersama Anda. Dalam keadaan seperti itu, apa yang akan Anda lakukan? Jika Anda bijak dan berhikmat, maka Anda akan fokus pada hadirat Allah dan memusatkan kembali cinta Anda.

Saya melihat banyak pasangan yang melakukan hal ini ketika mereka merindukan kehadiran seorang bayi namun mereka tidak bisa. Saya melihat bagaimana mereka akhirnya mengadopsi atau menjadi orang tua asuh. Mereka mengarahkan kembali cinta mereka. Mereka fokus pada hadirat Allah dengan memberikan cinta mereka kepada salah satu dari begitu banyak anak di dunia yang membutuhkanya.

Hana juga membuat keputusan bijak kedua ketika suaminya meninggalkannya. Setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun beribadah dan berdoa di Bait Allah, ia pun bertemu Yesus — dan seketika itu, ia mulai menyebarkan Kabar Baik tentang Dia.

Ketika Yesus berusia delapan hari, Maria dan Yusuf membawa-Nya ke Bait Allah, dan Hana berada di sana. Alkitab berkata, "Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem" (Lukas 2:38).

Semenjak bertemu Yesus, Hana mulai berbicara tentang Dia kepada semua orang. Alkitab berkata, "Siapa bijak, mengambil hati orang" (lihat Amsal 11:30b). Hana merupakan orang yang bijak sebab ia memilih untuk menceritakan kepada orang lain tentang Kabar Baik kedatangan Yesus.

Selama musim Natal ini, Anda bisa membuat keputusan yang sama. Orang-orang di sekitar Anda kemungkinan besar akan lebih mudah terbuka pada kebenaran Firman ketimbang pada waktu-waktu lain di sepanjang tahun. Apapun kekecewaan yang telah Anda alami di tahun ini, pilihlah untuk menjadi seperti Hana.

Itulah keputusan yang bijak.

Doa:

Setelah Anda belajar tentang tiga wanita bijak dalam kisah Natal, luangkan beberapa menit untuk berdoa dan ingatkan diri Anda dengan apa yang telah diajarkan oleh ketiga wanita ini.

"Bapa, di tengah musim Natal yang aneh dan menjelang akhir tahun yang panjang dan sulit ini, aku mengucap syukur atas karunia terbesar yang Kau beri, Yesus Kristus. Terima kasih telah mengirim Dia untuk menebus dosa-dosaku. Terima kasih atas janji-Mu atas hidup yang kekal bagi mereka yang menerima karunia ini. Ya, Roh Kudus, penuhi hatiku dengan iman untuk percaya pada janji-janji-Mu seperti tiga wanita bijak di Natal ini — Elisabet, Maria, dan Hana — yang telah mengajariku. Bantu aku untuk memilih untuk percaya pada rencana-Mu, ketimbang menjadi kepahitan. Bantu aku untuk percaya pada Firman-Mu, bukan pada ketakutanku. Bantu aku untuk fokus di dalam hadirat-Mu, bukan di dalam kekecewaanku, dan mewartakan kepada semua orang tentang Yesus. Amin."

Renungkan hal ini:
- Hana menghadapi kekecewaan terbesarnya setelah kehilangan suami. Bagaimana Anda biasanya mengatasi kekecewaan?
- Apa salah satu cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk bisa fokus pada kehadiran Allah, bukan pada kekecewaan Anda minggu ini?
- Apa kendala terbesar yang Anda hadapi dalam hal berbagi Kabar Baik tentang Yesus secara rutin?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 10; Wahyu 15

Fokuskan kembali kasih Anda pada Allah dan beritakan tentang Yesus kepada semua orang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10473

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Jumat, Desember 25, 2020 |

Percayalah pada Firman Tuhan, Bukan pada Ketakutan Anda

Mazmur 40: 8 "Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Kita melanjutkan pelajaran kita dari tiga wanita bijak dalam kisah Natal. Hari ini Anda akan belajar dari Maria, seorang wanita muda yang menjadi ibu Yesus. Dia menunjukkan hikmatnya yang melebihi usianya ketika dia memilih untuk percaya pada Firman Tuhan daripada ketakutannya sendiri.

Coba bayangkan jika Anda di posisi Maria. Ia baru berusia tidak lebih dari 16 tahun ketika malaikat Tuhan memberi kabar bahwa ia akan melahirkan seorang putra — meskipun ia belum pernah menikah sebelumnya.

Lalu, siapa ayah dari bayinya? Allah.

Bayangkan semua ketakutan yang terlintas di benak Maria.

Pertama, ada ketakutan akan cibiran: "Bagaimana aku akan memberi tahu ibuku?"

Kemudian, ada ketakutan akan ketidakmampuan: "Bagaimana mungkin aku mampu menjadi ibu dari putra Allah?"

Dan, tentu saja, dia dihadapkan dengan ketakutan akan perubahan: "Apa yang akan terjadi dengan hidupku?"

Anda tidak bisa menyalahkan Maria karena ia takut.

Tetapi malaikat itu memberi tahu Maria: "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Lukas 1:37).

Maria tahu benar tentang Firman Tuhan. Di dalam kitab Lukas dikatakan bahwa ia menyanyikan sebuah lagu yang berisi sekitar 10 ayat dari Perjanjian Lama. Dia mengenal Alkitab dengan baik sehingga dia bisa menggubah sebuah lagu pada saat itu juga.

Maka, ketika malaikat itu menjumpainya, Maria merenungkan dalam hatinya semua hal yang ia tahu tentang Allah melalui Firman-Nya: "Allah mengasihiku. Allah memilihku. Allah bersamaku. Tak ada yang mustahil bagi Allah. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Maria pun memilih untuk percaya sepenuh hati pada Firman Tuhan. Katanya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38).

Dengan hikmatnya, Maria berserah kepada kehendak Allah. Dia sama seperti Raja Daud, yang berkata: "Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku" (Mazmur 40: 8).

Orang yang berhikmat berkata, "Apapun yang Tuhan inginkan dengan hidupku, aku ikut. Aku mungkin tidak memahaminya, tapi aku akan melakukan kehendak-Nya."

Alkitab berkata, "Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya" (Lukas 2:19).

Saat ini, di musim Natal ini, dunia mungkin tampak semakin tidak jelas dari biasanya. Tetapi Allah ingin Anda menjadi orang yang berhikmat dengan lebih percaya pada kebenaran Firman-Nya, ketimbang pada ketakutan Anda.

Renungkan hal ini:
- Cara apa yang paling merusak yang pernah Anda lakukan untuk mengatasi ketakutan dalam hidup Anda?
- Apa saja ketakutan terbesar yang sedang Anda hadapi saat ini?
- Apa yang diajarkan Alkitab tentang ketakutan tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 9; Wahyu 14

Allah memberkati Maria sebab ia memilih untuk percaya pada Firman Tuhan daripada pada ketakutannya. Allah pun ingin Anda melakukan hal yang sama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10472

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Kamis, Desember 24, 2020 |

Meskipun COVID-19, Natal Tetap Membawa Kabar Baik

Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita."

Karena COVID-19, Natal ini menjadi unik dan belum pernah terjadi sebelumnya semasa hidup kita. Namun, kita masih bisa merasakan sukacita yang besar dengan mengetahui bahwa Imanuel, "Allah menyertai kita," telah datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan membawa kita pulang ke surga.

Anda dapat mengisi Natal ini dengan berfokus pada banyak hal yang dapat Anda syukuri. Dan Anda dapat mengagumi bahwa Tuhan alam semesta peduli dengan detail kehidupan Anda. Dia peduli dengan stres, frustrasi, dan rasa sakit yang mungkin Anda alami di musim liburan ini. Dia peduli dengan masa depan Anda dan memilki rancangan yang akan membawa harapan dan kesembuhan buat Anda (Yeremia 29:11).

Kabar Baik tentang sukacita besar yang diberitakan oleh malaikat lebih dari 2.000 tahun yang lalu masih merupakan Kabar Baik dan masih menjadi sumber sukacita yang kekal.

Malaikat itu berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan" (Lukas 2: 10-12).

Terlepas dari keadaan, terlepas dari pandemi yang terjadi saat ini, Anda tetap dapat merayakan Natal ini dengan penuh sukacita atas tiga alasan berikut:

Allah mengasihi Anda. Allah mengutus Yesus untuk menjalankan misi kasih. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Allah menciptakan seluruh alam semesta ini agar Ia dapat menciptakan umat manusia, agar Ia dapat menciptakan Anda, dan agar Ia dapat mengasihi Anda.

Allah menciptakan Anda agar Ia dapat mengasihi Anda. Dan kasih-Nya itu tidak didasarkan pada perbuatan Anda. Kasih-Nya didasarkan pada siapa Dia. Alkitab berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14).

Itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Allah menyertai Anda. Alkitab mengatakan Yesus adalah Imanuel. Dia adalah Tuhan yang datang untuk tinggal di antara kita. Secara harfiah, Yesus adalah "Tuhan yang bersama kita." Dan Dia tetap ada bersama kita hari ini. Anda mungkin tidak merasakan kehadiran-Nya, tetapi itu tidak membuat kemuliaan-Nya berkurang. Anda mungkin pernah ditinggalkan dalam hidup Anda, tetapi Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Dengan menyadari bahwa Allah itu dekat berarti Anda tidak perlu khawatir atau cemas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia — bukan keadaan Anda — yang memegang kendali. Dia — bukan virus korona — yang memegang kendali. Dengan menyadari bahwa Allah itu dekat akan melenyapkan ketakutan Anda. Anda bisa mengingatnya seperti ini: Dia dekat, jangan takut.

Dan itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Allah ada untuk Anda. Dia mendukung Anda. Dia ingin Anda sukses. Yesus berkata: "Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia" (Yohanes 3:17). Banyak orang takut pada Tuhan karena dosa mereka. Namun Alkitab mengatakan Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia. Dia datang untuk menyelamatkan dunia. Itu Kabar Baik!

Dan itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Inilah Berita sukacita besar bagi semua orang, sebab Allah berfirman, "Aku mengasihimu, Aku menyertaimu, dan Aku ada untukmu."

Renungkan hal ini:
- Apakah Natal Anda lebih tentang kegiatan atau perayaan? Bagaimana Anda dapat mengurangi kegiatan dan lebih menikmatinya sebagai perayaan?
- Apa yang paling banyak menyita waktu Anda selama Natal?
- Menurut Anda bagaimana Allah ingin Anda mempersiapkan hati untuk Natal ini agar Anda benar-benar dapat merayakannya?
- Buatlah daftar semua hal yang bisa Anda syukuri di Natal ini.



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 6; Wahyu 11

Kita mungkin merayakan Natal dengan cara yang berbeda — tetapi itu tetaplah perayaan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10469

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Rabu, Desember 23, 2020 |

Meskipun COVID-19, Natal Tetap Membawa Kabar Baik

Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita."

Karena COVID-19, Natal ini menjadi unik dan belum pernah terjadi sebelumnya semasa hidup kita. Namun, kita masih bisa merasakan sukacita yang besar dengan mengetahui bahwa Imanuel, "Allah menyertai kita," telah datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan membawa kita pulang ke surga.

Anda dapat mengisi Natal ini dengan berfokus pada banyak hal yang dapat Anda syukuri. Dan Anda dapat mengagumi bahwa Tuhan alam semesta peduli dengan detail kehidupan Anda. Dia peduli dengan stres, frustrasi, dan rasa sakit yang mungkin Anda alami di musim liburan ini. Dia peduli dengan masa depan Anda dan memilki rancangan yang akan membawa harapan dan kesembuhan buat Anda (Yeremia 29:11).

Kabar Baik tentang sukacita besar yang diberitakan oleh malaikat lebih dari 2.000 tahun yang lalu masih merupakan Kabar Baik dan masih menjadi sumber sukacita yang kekal.

Malaikat itu berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan" (Lukas 2: 10-12).

Terlepas dari keadaan, terlepas dari pandemi yang terjadi saat ini, Anda tetap dapat merayakan Natal ini dengan penuh sukacita atas tiga alasan berikut:

Allah mengasihi Anda. Allah mengutus Yesus untuk menjalankan misi kasih. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Allah menciptakan seluruh alam semesta ini agar Ia dapat menciptakan umat manusia, agar Ia dapat menciptakan Anda, dan agar Ia dapat mengasihi Anda.

Allah menciptakan Anda agar Ia dapat mengasihi Anda. Dan kasih-Nya itu tidak didasarkan pada perbuatan Anda. Kasih-Nya didasarkan pada siapa Dia. Alkitab berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14).

Itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Allah menyertai Anda. Alkitab mengatakan Yesus adalah Imanuel. Dia adalah Tuhan yang datang untuk tinggal di antara kita. Secara harfiah, Yesus adalah "Tuhan yang bersama kita." Dan Dia tetap ada bersama kita hari ini. Anda mungkin tidak merasakan kehadiran-Nya, tetapi itu tidak membuat kemuliaan-Nya berkurang. Anda mungkin pernah ditinggalkan dalam hidup Anda, tetapi Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Dengan menyadari bahwa Allah itu dekat berarti Anda tidak perlu khawatir atau cemas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia — bukan keadaan Anda — yang memegang kendali. Dia — bukan virus korona — yang memegang kendali. Dengan menyadari bahwa Allah itu dekat akan melenyapkan ketakutan Anda. Anda bisa mengingatnya seperti ini: Dia dekat, jangan takut.

Dan itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Allah ada untuk Anda. Dia mendukung Anda. Dia ingin Anda sukses. Yesus berkata: "Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia" (Yohanes 3:17). Banyak orang takut pada Tuhan karena dosa mereka. Namun Alkitab mengatakan Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia. Dia datang untuk menyelamatkan dunia. Itu Kabar Baik!

Dan itulah alasan untuk merayakan kelahiran Yesus dengan sukacita besar.

Inilah Berita sukacita besar bagi semua orang, sebab Allah berfirman, "Aku mengasihimu, Aku menyertaimu, dan Aku ada untukmu."

Renungkan hal ini:
- Apakah Natal Anda lebih tentang kegiatan atau perayaan? Bagaimana Anda dapat mengurangi kegiatan dan lebih menikmatinya sebagai perayaan?
- Apa yang paling banyak menyita waktu Anda selama Natal?
- Menurut Anda bagaimana Allah ingin Anda mempersiapkan hati untuk Natal ini agar Anda benar-benar dapat merayakannya?
- Buatlah daftar semua hal yang bisa Anda syukuri di Natal ini.



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 6; Wahyu 11

Kita mungkin merayakan Natal dengan cara yang berbeda — tetapi itu tetaplah perayaan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10469

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Senin, Desember 21, 2020 |

Hadiah Terbesar dari Allah Tidak Dibungkus Begitu Saja

Roma 3: 24-25 "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."

Hadiah terbesar yang pernah diberikan tidak dibeli di toko. Itu tidak bisa dibeli. Itu bahkan tidak dibungkus seperti hadiah pada umumnya — sebaliknya, hadiah ini dibungkus dengan kain lampin dan diletakkan di dalam sebuah palungan.

Namun, Sang Pemberi mengorbankan segalanya untuk menganugerahkannya kepada kita.

Alkitab mengatakan bahwa Allah mengutus Putra-Nya ke Bumi sebagai karunia terbesar yang pernah ada. Dia diutus ke dunia untuk mati dan menjadikan Anda benar di hadapan Allah. Roma 3: 24-25 mengatakan, "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."

Lalu mengapa Yesus harus mati? Mari kembali ke dasarnya.

- Tidak ada seorangpun yang sempurna. Saya belum pernah bertemu seorang pun yang sempurna, tentunya Anda juga begitu. Saya tidak bisa mengukur standar kesempurnaan manusia, apalagi mengukur standar kesempurnaan Allah — Anda pun juga tak bisa. Tidak ada yang bisa. Alkitab berkata, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Roma 3:23).

- Allah itu adil. Allah senantiasa adil. Ketika seseorang melanggar hukum, harus ada hukuman untuk itu. Ketika Anda melanggar hukum manusia, Anda menanggung hukuman manusia. Ketika Anda melanggar hukum Tuhan, Anda harus menanggung hukuman Tuhan. Alkitab berkata, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23).

- Yesus telah menebus dosa kita. Alkitab mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21). Yesus telah menanggung dosa saya, dosa Anda, dan semua dosa yang pernah dilakukan manusia. Itulah Kabar Baik, Injil. Yesus telah membayar harga yang tidak pernah bisa Anda bayar.

- Terimalah kasih karunia cuma-cuma dari Allah. Allah menawarkan kita anugerah keselamatan secara cuma-cuma karena Dia sendiri yang menanggung dosa kita — tetapi itu adalah hadiah yang harus kita ambil. Alkitab berkata, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12).

Apabila Anda belum memutuskan untuk menerima karunia keselamatan cuma-cuma dari Allah, saya berdoa agar Anda membuat keputusan itu hari ini.

Dan jika Anda sudah membuat keputusan itu, saya berdoa Anda membagikan Kabar Baik tentang Yesus kepada seseorang yang harus mendengarnya.

Renungkan hal ini:
- Di luar keselamatan Anda, apa hadiah paling berkesan yang pernah Anda terima?
- Mengapa sulit buat kita untuk menerima hadiah gratis nan mewah?
- Siapa seseorang yang bisa Anda ceritakan minggu ini tentang karunia keselamatan yang cuma-cuma dari Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 5; Wahyu 10

Sudahkah Anda menerima hadiah terindah dan terbesar dari Allah di momen Natal ini
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10468

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Senin, Desember 21, 2020 |

Anda Tidak Dapat Memiliki Kedamaian sampai Anda Belajar untuk Melepaskan

Yakobus 3: 17-18 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai."

Dengan begitu banyaknya orang yang harus tinggal di rumah selama masa pandemi, Anda mungkin meyadari bahwa Anda jadi sedikit lebih sensitif dari biasanya. Mungkin Anda jadi lebih mudah menunjuk apa yang salah di dunia ini atau di rumah Anda. Mungkin Anda jadi lebih mudah menghakimi setiap kesalahan dan kesilapan dan merasa berkewajiban untuk mengingatkan orang lain apa yang salah. Mungkin Anda jadi mudah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu.

Ini merupakan musim yang penuh tekanan, dan bisa dimengerti apabila di waktu-waktu tertentu Anda merasa seperti itu.

Tetapi jika Anda ingin menanam benih kedamaian dalam hubungan Anda, janganlah menekankan kesalahan orang lain. Sebaliknya, lepaskanlah harga diri dan ego Anda dan pilihlah untuk menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan Anda. Itu tidak mudah, bahkan ketika Anda sedang tidak sedang stres sekalipun! Namun itulah tanda kedewasaan rohani, yaitu ketika Anda dapat melepaskan sesuatu demi hubungan yang sehat dengan orang lain.

"Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik" (Yakobus 3:17).

Belas kasih, kata Alkitab, adalah tanda hikmat. Belas kasih adalah memberi apa yang orang lain butuhkan, bukan apa yang pantas mereka dapatkan. Ketika seseorang tersandung, Anda tidak menghakimi mereka. Anda mendorong mereka. Belas kasih itu pemaaf dan murah hati.

Amsal 17: 9 mengatakan, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib."

Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika, pernah diingatkan oleh seorang temannya tentang sesuatu yang sangat kejam yang telah dilakukan seseorang terhadapnya bertahun-tahun lalu. Barton bertingkah seolah dia tidak mengingatnya, dan temannya itu bertanya, "Apa kamu tidak ingat?" Jawaban Barton adalah, "Tidak, tapi saya ingat dengan jelas telah melupakannya."

Apa yang Anda pilih untuk lupakan atas dasar kasih dan hikmat? Menekankan kesalahan orang lain tidak ada gunanya, sebaliknya belas kasih menolong dan mengasihi.

"Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati" (Amsal 15: 4).

Kata-kata yang Anda ucapkan membuat suatu perbedaan. Belajarlah untuk melepaskan hal-hal di masa lalu yang menyebabkan gesekan dalam hubungan Anda saat ini. Bicaralah tentang kehidupan kepada orang yang Anda kasihi.

Renungkan hal ini:
- Apa yang Anda harus berhenti Anda ungkit dalam hubungan Anda dengan seseorang sehingga Anda berdua dapat memiliki kedamaian?
- Ketika Anda memilih untuk melepaskan sesuatu, apakah menurut Anda memberi tahu orang lain bahwa Anda memaafkan mereka adalah keharusan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Pernahkah Anda hancur oleh kata-kata kejam seseorang? Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk memastikan Anda tidak membuat orang lain merasakan hal yang sama lewat kata-kata yang Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 4; Wahyu 9

Belas kasih itu memperlakukan orang seperti Tuhan memperlakukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10467

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Sabtu, Desember 19, 2020 |

Orang yang Berhikmat Menghindari Pertengkaran

Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Apakah Anda mudah tersinggung? Apakah Anda selalu mencari keributan? Apakah mekanisme pertahanan diri Anda kerap muncul ketika Anda mengobrol dengan orang lain? 

Alkitab mengatakan bahwa, jika Anda orang yang berhikmat, maka Anda tidak akan memicu kemarahan seseorang: "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik" (Yakobus 3:17).

Orang yang berhikmat berusaha menjaga kedamaian dan harmoni. Mereka tidak selalu panas hati. Mereka tidak mudah tersinggung, dan mereka tidak mengucapkan dan melakukan hal-hal yang mereka tahu akan memicu amarah orang lain.

"Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak" (Amsal 20: 3).

Bijaksana dalam berhubungan artinya menghindari perselisihan. Ada daftar panjang hal-hal yang menyebabkan perselisihan. Berikut ini tiga hal spesifik yang dapat Anda hindari untuk bisa menghormati orang lain dan membangun hubungan yang lebih damai dan penuh kasih.

Jangan membandingkan. Membandingkan adalah penyebab pertengkaran, karena itu menunjukkan bahwa Anda tidak puas dengan apa yang Anda miliki dan dengan diri Anda sebagai rancangan Tuhan. Apabila Anda puas dengan hidup Anda, maka itu akan terlihat dalam hubungan Anda yang sehat dengan orang lain.

Jangan mengecam Tidak heran jika mengucapkan pernyataan-pernyataan mengutuk seperti, "Itu semua salahmu" atau "Kau seharusnya malu pada dirimu sendiri" hanya akan menyulut pertengkaran. Atau itu bisa juga terlontar dalam ucapan-ucapan seperti, "Seharusnya kau begini", "Seharusnya kau tidak", "Kau ini selalu", dan "Kau tidak pernah." Menggunakan kata-kata seperti ini dan mengecam orang lain tujuannya adalah memposisikan diri Anda di atas mereka. Dan itu bukanlah cara hidup Yesus.

Jangan menyanggah. Ketika berada di tengah-tengah perdebatan, janganlah mempermasalahkan hal-hal kecil. Bila ada kata-kata yang salah diucapkan oleh lawan bicara Anda, biarkan saja. William James, seorang psikolog terkenal, berkata, "Hikmat adalah seni mengetahui apa yang harus diabaikan." Jika Anda mampu mengabaikan kesalahan orang lain, Anda akan bisa melihat semakin damai hubungan Anda.

Renungkan hal ini:
- Manakah dari ketiga hal di atas— membandingkan, mengecam, dan menyanggah — yang paling sering Anda gunakan dalam percakapan Anda? Mengapa?
- Menurut Anda mengapa sulit bagi kita untuk merelakan ego kita ketika kita tidak sepaham dengan orang lain? Mengapa kita seringkali ingin memenangkan argumen kita?
- Bagaimana Yesus mencontohkan perdamaian dalam hubungan-Nya dengan sesama?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 3; Wahyu 8

Membandingkan, mengecam, dan menyanggah selalu menimbulkan perdebatan. Namun ketika Anda memilih untuk menunjukkan kasih karunia, Tuhan dapat mentransformasi hubungan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10466

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Jumat, Desember 18, 2020 |

Hubungan yang Damai Dibangun di Atas Kebenaran

Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Lebih dari sebelumnya, dunia ini membutuhkan Anda untuk jadi pembawa damai.

Pada Khotbah di Bukit, Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5: 9).

Untuk menjadi seorang pembawa damai diperlukan niat dan hikmat dari Tuhan. Dan seseorang yang bijak paham betul bahwa kita tidak bisa mengkompromikan kebenaran. Ketika Yakobus mengatakan bahwa hikmat yang sejati adalah "pertama-tama murni," ia berbicara tentang selalu mengatakan kebenaran (Yakobus 3:17). Amsal 15:26 mengatakan, "perkataan yang ramah itu suci."

Jika Anda menerapkan hikmat Tuhan dalam hubungan Anda, maka Anda akan menjadi orang yang jujur. Anda tidak akan berbohong kepada orang lain. Anda tidak akan menipu, mencurangi, menyesatkan, atau memanfaatkan mereka. Di atas segalanya, Anda akan mengatakan kebenaran.

Menurut Anda mengapa pertama-tama Tuhan membahas tentang kemurnian dalam berkata-kata dalam Yakobus 3:17? Sebab semua hubungan dibangun di atas kepercayaan, dan semua kepercayaan dibangun di atas kebenaran. Anda tidak bisa memiliki kepercayaan tanpa kebenaran. Untuk membangun hubungan yang kokoh, Anda harus memiliki kepercayaan. Untuk memiliki kepercayaan, Anda harus memiliki kebenaran. Anda harus mengatakan yang sebenarnya! Hikmat Tuhan itu murni, suci, dan penuh integritas.

Anda mungkin tidak tahu siapa Dr. Leonarde Keeler, tetapi tahukah Anda penemuan apa yang turut ia ciptakan? Poligraf. Setelah menguji lebih dari 25.000 orang menggunakan alat pendeteksi kebohongan ini, Dr. Keeler menyimpulkan bahwa setiap manusia pada dasarnya tidak jujur. Tentu saja orang Kristen sudah mengetahui hal ini karena kita tahu bagaimana dosa telah merusak sifat dasar manusia

Sama seperti orang lain di planet ini, pada dasarnya Anda dan saya bukanlah orang yang tujur. Tetapi Tuhan tidak ingin Anda terus seperti itu. "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:15).

Baca sekali lagi: Tuhan ingin Anda mengetahui kebenaran dan kemudian mengatakannya dala kasih. Ketika Anda berlatih mengatakan kebenaran dengan penuh kasih, Anda akan merasa damai dalam hubungan Anda dan membawa damai bagi dunia.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan tentang orang-orang terdekat Anda. Mengapa Anda percaya pada mereka?
- Bagaimana orang-orang merespons secara berbeda ketika Anda menggunakan kata-kata yang suci daripada kata-kata bohong atau kasar?
- Dengan cara apa saja Anda dapat "dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih" (Efesus 4:15)?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 2:6-13; Wahyu 7

Orang bijak menggunakan kata-kata yang suci dan jujur dalam hubungan mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10465

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Kamis, Desember 17, 2020 |

Anda Tidak Akan Pernah Kehilangan Kasih Tuhan

Yohanes 10:28 "Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku."

Ketika saya membawa anak-anak saya ke Grand Canyon waktu mereka masih kecil, kedua anak laki-laki saya berjalan dengan sangat lunglai. Ketika kami melewati tebing, saya memegang tangan mereka dengan erat, tetapi mereka ingin melepaskannya. Tidak mungkin saya akan melepaskan tangan mereka! Saya sangat menyayangi mereka dan saya tidak sanggup kehilangan mereka.

Jika Anda telah meletakkan tangan Anda dalam genggaman tangan Tuhan, akan ada saat-saat dimana Anda ingin melepaskannya. Namun, meski perasaan atau keadaan Anda berubah, Tuhan akan tetap ada, pasti, dan setia. Begitu Anda menjadi orang Kristen, Dia berjanji akan melindungi Anda sampai kelak ke surga.

Yesus berkata, "Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Yohanes 10:28).

Ada saat-saat dalam hidup saya ketika saya berkata, "Tuhan, saat ini tidak nyaman untuk jadi pengikut Yesus. Saya ingin melepaskan diri sebentar." Tuhan menjawab, "Baiklah, kau mungkin ingin melepaskan-Ku, tapi Aku tidak akan melepaskanmu. Kau aman di dalam tangan-Ku, tak akan ada yang bisa merenggutmu dari-Ku."

Ada seseorang berkata pada saya, "Hm, kau mungkin tidak akan bisa diambil dari tangan Tuhan, tapi kau bisa melepaskan diri."

Menurut Anda seberapa besar tangan Tuhan? Apakah menurut Anda tangan-Nya sangat kecil sehingga Anda bisa melarikan diri? Tangan-Nya lebih besar dari alam semesta. Anda tidak akan pernah bisa sampai ke ujung tangan Tuhan. Anda tidak akan pernah kehabisan kasih Tuhan.

Begitu Anda lahir kembali, Anda tak akan bisa menolaknya. Begitu nama Anda tertulis dalam buku kehidupan kekekalan, nama itu ditulis dengan tinta yang tak bisa dihapus, yaitu dengan darah Kristus. Begitu Anda diselamatkan, maka Anda akan selamanya selamat.

Anda tak tahu bagaimana masa depan Anda atau berapa sisa tahun yang Anda punya. Anda mungkin akan kehilangan segalanya, tetapi Anda tidak akan pernah kehilangan keselamatan Anda. Dunia ini boleh jadi gila, tetapi Anda punya Bapa yang penuh kasih yang turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan saat-saat dalam hidup Anda ketika Anda ingin melepaskan tangan Tuhan. Mengapa keadaan Anda tersebut menyebabkan Anda merasa seperti itu?
- Menurut Anda mengapa Tuhan tidak menghentikan kita dari berbuat dosa setelah kita menjadi orang Kristen?
- Janji apa sajakah dalam Alkitab yang memberi Anda kepastian saat Anda ragu bahwa Allah dapat mengampuni dosa Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 2:1-5; Wahyu 6

Percaya dan berpeganglah pada jaminan bahwa Dia yang memegang tangan Anda tidak akan pernah melepaskan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10463

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Rabu, Desember 16, 2020 |

Jika Anda Ingin Hidup, Persembahkanlah Hidup Anda

Ibrani 6:10 "Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang."

Kita semua diberikan jumlah menit yang sama dalam sehari. Dan kita semua diberikan tujuan yang sama — agar semakin serupa dengan Yesus.

Jika saya disuruh menggambarkan Yesus dalam satu kata, ini pendapat saya: tidak egois. Maka, untuk Anda dan saya, tujuan utama seluruh hidup kita adalah untuk menjadi tidak egois, dan untuk menjadi tidak egois dibutuhkan kasih — dan Yesus adalah kasih.

"Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang" (Ibrani 6:10).

Upah kita di surga akan didasarkan pada apa yang telah kita kerjakan di bumi ini. Suatu hari, kita semua akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan bertanya, "Apa yang telah engkau lakukan dengan yang telah Kuberikan?" Apakah Anda ingin menjawab, "Saya menghasilkan banyak uang, pensiun, dan meninggal"?

Anda ditempatkan di bumi ini untuk tujuan yang lebih besar dari itu! Maka, hiduplah dengan tulus dan persembahkan diri Anda untuk melayani orang lain serta Kerajaan Allah. Kemudian, barulah Anda dapat berseru kepada Tuhan, "Saya telah memberikan segalanya Tuhan. Diri saya dan semua yang saya miliki, saya telah mempersembahkannya untuk Injil."

Salah satu hal paling berarti yang bisa Anda lakukan dengan hidup Anda ialah memberikannya — bermurah hati dengan berkat dan anugerah yang telah Anda terima, termasuk uang, tenaga, waktu, dan talenta Anda. Tuhan berfirman dengan jelas bahwa ketika tidak ada pelayanan atau kemurahan hati, maka tidak akan ada upah di surga. Seperti itukah Anda ingin menghabiskan waktu Anda di muka bumi?

Jadikan waktu Anda di dunia ini berharga sampai selamanya. Bantulah agar orang-orang mengenal Kristus, menemukan tujuan hidup mereka, bertumbuh dalam kedewasaan mereka, menemukan pelayanan mereka, dan melayani untuk melaksanakan panggilan hidup mereka.  

Ketika Anda mempersembahkan hidup Anda, maka hidup Anda memiliki makna baru, sukacita baru, dan kegembiraan baru.

Renungkan hal ini:
- Apa artinya bermurah hati dengan talenta Anda?
- Dengan cara apa saja Anda memberikan diri Anda untuk orang lain? Apa satu hal yang dapat Anda mulai lakukan hari ini untuk membantu orang lain mengenal Yesus?
- Mengapa penting untuk mengingat janji Tuhan ketika Anda mencoba untuk melayani orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri dengan waktu dan uang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:18-21; Wahyu 5

Ketika Anda mempersembahkan hidup Anda, maka Anda mulai hidup sepenuhnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10462

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Selasa, Desember 15, 2020 |

Allah Maha Kasih, Allah Maha Adil

Roma 12:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."

Hidup ini tidak adil. Memang, Tuhan pun tidak pernah mengatakan yang sebaliknya!

Hidup ini tidak adil karena ada dosa di dunia. Karena itulah, Yesus datang untuk memperbaikinya, dan, suatu hari, itu akan terjadi dengan sempurna. Tetapi untuk saat ini, terkadang orang jahat makmur. Terkadang orang baik menderita. Terkadang orang yang tidak bersalah terluka.

Jika Anda pernah didiskriminasi karena ras, budaya, bahasa, atau gender Anda, jika Anda pernah diperlakukan kejam, jika Anda pernah dilecehkan atau dianiaya — saya turut berempati dan saya turut berduka atas luka Anda.

Kita harus melakukan apa pun yang kita bisa untuk melawan ketidakadilan. Namun ada sesuatu yang jauh lebih penting dibanding apa yang saya rasakan akan hal itu, yaitu apa yang Tuhan rasakan. Tuhan telah melihat setiap luka dalam hidup Anda, dan Dia juga turut berduka atas ketidakadilan tersebut.

Ketika seseorang bertanya pada saya, "Di mana Tuhan waktu anakmu meninggal?" Saya berkata, "Dia berada di tempat yang sama ketika Putra-Nya meninggal — Ia turut berduka atas ketidakmanusiawian manusia terhadap kemanusiaan."

Lalu, mengapa Dia tidak menghentikannya? Tuhan bisa saja menghentikan semua kejahatan di dunia ini dengan instan. Namun itu artinya Dia mencabut kebebasan kita untuk memilih.

Tuhan mungkin tidak mencegah rasa sakit yang telah terjadi, tetapi Tuhan menyimpan catatan. Tidak hanya itu, Dia "menaruh air mata kita ke dalam kirbat-Nya" (lihat Mazmur 56: 8). Alkitab juga mengatakan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan" (Roma 12:19).

Karena Allah adalah maha kasih, maka Dia juga maha adil. Membiarkan yang jahat menyakiti anak-anak-Nya dan tidak membela keadilan bukanlah sifat-Nya.

Oleh karena Allah membela keadilan, maka Anda tidak perlu menghabiskan seluruh hidup Anda untuk memupuk rasa sakit itu. Justru sebaliknya, Dia tidak ingin Anda menyia-nyiakan satu detik hidup Anda untuk mengingat-ingat kesalahan, mendendam, dan menuntut balas. Itu semua hanya akan mengisi jiwa Anda dengan racun kepahitan. Jangan sia-siakan hidup Anda di dalam kepahitan!

Saat ini, mungkin beberapa dari Anda membiarkan orang yang telah menyakiti Anda 10 tahun lalu masih menyakiti Anda hingga hari ini, karena Anda menyimpan kenangan akan rasa sakit itu. Itu konyol! Mereka hanya bisa menyakiti Anda apabila Anda memilih untuk menyimpan rasa sakit itu. Anda harus melepaskannya.

Tuhan sangat tahu apa yang telah dilakukan orang-orang terhadap Anda, dan akan ada hari untuk Dia membalaskannya.

Apakah Anda percaya pada-Nya akan hal ini? Jika ya, maka Anda harus melepaskannya. Serahkanlah luka dan rasa sakit Anda kepada Yesus, dan biarkan Dia yang menyelesaikannya. 

Renungkan hal ini:
- Siapa yang lebih ahli dalam membela keadilan: Anda atau Tuhan? Mengapa?
- Menurut Anda mengapa Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih Dia?
- Rasa sakit apa yang selama ini Anda simpan yang harus Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:7-17; Wahyu 4

Keadilan yang tertunda bukanlah keadilan yang tertolak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10461

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Selasa, Desember 15, 2020 |

Bagaimana Caranya Mendapatkan Pertolongan yang Anda Perlukan untuk Hari Ini

Yesaya 43: 2-3 "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu."

Ketika Anda menjadi orang Kristen, apakah Anda pernah berharap hidup Anda tiba-tiba akan jadi sempurna?

Jika ya, saya yakin Anda pasti langsung tahu bahwa ada berbagai jenis pencobaan bagi orang Kristen — dalam hal hubungan dengan orang lain, finansial, fisik, dan mental. Beberapa orang mengharapkan kehidupan yang menyenangkan bebas dari masalah. Tapi ini bukan surga!

Kita berdoa agar kehendak Tuhan yang jadi di bumi seperti di sorga — memang pada akhirnya itu akan terjadi dengan sempurna.

Namun di bumi, kehendak Tuhan jarang tergenapi. Segala sesuatu di planet ini telah rusak. Cuaca, perekonomian, tubuh kita, dan hubungan kita dengan sesama tidak selalu berjalan baik. Bisa dipastikan bahwa oleh karena dosa, hal-hal buruk akan terjadi.

Tetapi, kita juga bisa percaya pada janji Tuhan bahwa Dia akan menopang kita di dalam setiap masalah yang akan kita hadapi di bumi ini.

"Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu" (Yesaya 43: 2-3).

Ketika Anda melalui kesulitan dan pencobaan, Tuhan tidak menjanjikan bahwa Anda tidak akan jatuh atau gagal. Anda akan mengalami beberapa masalah yang menimbulkan rasa sakit. Anda akan kebasahan. Tapi Tuhan berjanji bahwa Anda tidak akan tenggelam. Ketika Anda berjalan melewati api, Anda akan kepanasan. Tapi Tuhan berjanji bahwa Anda tidak akan terbakar. Anda akan berhasil melewatinya.

Filipi 4:13 berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Itu bukan berarti Anda dapat melakukan apa pun karena siapa Anda. Itu artinya Anda bisa percaya diri dalam masalah apa pun yang datang sebab Anda menghadapinya dengan kuasa Kristus di dalam Anda.

Mungkin saat ini Anda merasa lemah. Namun kekuatan yang Anda butuhkan akan datang ketika Anda membutuhkannya. Di dalam Doa Bapa Kami tidak dikatakan agar Anda meminta Tuhan menyediakan makanan untuk minggu depan atau bulan depan. Dikatakan agar Anda berdoa, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya," yang artinya, mintalah kepada Tuhan kekuatan yang Anda butuhkan cukup untuk hari ini.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin kita meminta kekuatan yang cukup hanya untuk hari ini?
- Apa yang paling Anda khawatirkan? Apa yang terlihat dari kekhawatiran tersebut tentang keyakinan Anda pada janji Tuhan?
- Bagaimana Tuhan telah menunjukkan kepada Anda di masa lalu bahwa Dia tidak akan membiarkan Anda tenggelam di air yang dalam?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:1-6; Wahyu 3

Tuhan akan menolong Anda di tengah kesukaran. Dia selalu memberi Anda kekuatan yang Anda perlukan untuk hari ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10460

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Minggu, Desember 13, 2020 |

Bagaimana Seharusnya Orang Kristen Mengukur Kesuksesan?

Ibrani 11: 6 "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."

Saya lebih suka berusaha melakukan sesuatu yang hebat dengan hidup saya dan kemudian gagal, daripada tidak berusaha melakukan apa pun dan kemudian berhasil.

Namun, itulah yang kebanyakan orang lakukan! Mereka hanya pasrah dengan arus kehidupan. Mereka tidak punya tujuan. Mereka tidak mau terlalu berambisi karena sangat takut gagal. Mereka lupa atau bahkan tidak mengerti bahwa gagal itu tidak sama dengan tidak mampu melakukan sesuatu.

Ketika Kay dan saya pertama kali memulai Gereja Saddleback 40 tahun lalu, banyak orang yang pesimis apakah gereja kecil kami akan bertahan lama. Dan di masa itu, saya memberi tahu keluarga saya berkali-kali bahwa "Setidaknya dia telah mencoba" adalah empat kata yang saya inginkan tertulis di nisan saya.

Pada saat itu saya punya visi dan misi yang luar biasa untuk gereja kami. Dan kalaupun saya tidak berhasil mencapai visi misi itu, saya ingin orang-orang tahu bahwa setidaknya saya telah mencoba. Puji Tuhan, saya tidak perlu menuliskan kata-kata itu di batu nisan saya karena rencana kami itu telah berhasil. Di awal-awal sebuah proyek atau bisnis atau pelayanan, tidak apa-apa buat Anda untuk berkata, "Setidaknya saya sudah mencoba."

Itulah iman. Anda harus terus berjalan meskipun ada ketakutan. Alkitab berkata dalam Matius 9:29, "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Ketika Anda terus berusaha dan menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda mau percaya pada-Nya akan hal-hal yang tidak Anda tahu, itu berarti Anda memilih seberapa besar Tuhan akan memberkati hidup Anda.

Hidup adalah maraton. Orang tidak ikut perlombaaan maraton untuk memenangkan tempat pertama. Hanya satu dari ribuan pelari yang bisa mencapai tempat pertama. Namun, kebanyakan orang ikut lari maraton untuk menyelesaikannya dan pada akhirnya bisa berkata, "Saya berhasil. Saya sudah berusaha!"

Dalam hidup, Anda tidak akan menjadi nomor satu dalam banyak hal, begitu juga dengan saya. Hal yang terpenting dalam hidup adalah ini: Apakah Anda sedang berusaha menyelesaikan perlombaan itu, atau apakah Anda sudah berhenti terlalu cepat dan hanya pasrah melewati bagian akhir hidup Anda? Apakah saat ini Anda berusaha keras dan taat pada kehendak Kristus sampai hari Dia membawa Anda pulang?

Ibrani 11: 6 mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah." Iman berarti Anda mencoba. Anda menetapkan tujuan, mengambil risiko, dan bekerja keras untuk mencapainya. Apakah Anda berhasil mencapai tujuan Anda atau tidak, itu bukan hal yang penting.

Jika Anda mencoba melakukan sesuatu demi kemuliaan Tuhan, Anda tidak bisa dianggap gagal, meski apapun yang terjadi.

Renungkan hal ini:
- Buat Anda, apakah lebih penting untuk memenangkan sesuatu atau menghargai usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya? Mengapa?
- Apa artinya berusaha melakukan sesuatu untuk kemuliaan Tuhan?
- Sebagian besar tujuan dicapai bukan melalui tindakan-tindakan hebat, tetapi melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan disiplin dan konsisten. Bagaimana Anda menerapkan disiplin ketika Anda berupaya mencapai sebuah tujuan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 2; Wahyu 2

Jika Anda melakukan sesuatu sepenuh hati dengan iman, Anda sudah berhasil.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10459

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Sabtu, Desember 12, 2020 |

Ketika Kasih adalah Motivasi Anda, Maka Tidak Ada Ketakutan

1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

Banyak orang berpikir kebalikan dari rasa takut adalah iman. Itu salah! Kebalikan dari rasa takut adalah kasih.

Kasih melawan rasa takut. Ketika kasih muncul di depan pintu hati Anda, ketakutan kabur lewat pintu belakang. Anda tidak akan bisa merasa takut dan mengasihi di saat yang sama— itu tidak akan terjadi apabila ada kasih yang sejati. Ketika Anda memiliki kasih yang sejati — kasih dari Allah — maka Anda tidak perlu takut.

Orang tua tidak lari masuk ke dalam gedung yang terbakar untuk menyelamatkan anak-anak mereka oleh karena iman. Mereka melakukannya oleh karena cinta kasih. Orang tua akan mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi keluarga mereka karena mereka sayang pada mereka.

Jika kasih merupakan alasan di balik semua yang Anda lakukan, maka ketakutan akan lenyap.

"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih" (1 Yohanes 4:18).

Ketika Anda mulai merasa ketakutan muncul di dalam diri Anda — mungkin ada sesuatu yang harus Anda lakukan yang membuat Anda gelisah — maka, Anda perlu berhenti sejenak. Kemudian, fokuskan pikiran Anda dan ingat betapa Tuhan mengasihi Anda. Anda mungkin perlu mengingatkan diri sendiri dengan lantang: "Tuhan, Engkau benar-benar mengasihiku! Engkau ada di sisiku. Aku percaya Engkau inign aku berhasil dalam hal ini. Aku akan melakukannya dengan kuasa-Mu dan dengan kasih-Mu."

Tuhan tak ingin Anda gagal. Dia ingin Anda berhasil dengan yang sedang Anda lakukan dalam hidup dan berhasil mencapai tujuan Anda. Ketika Anda fokus pada kasih-Nya, maka Anda tidak akan merasa takut. Kasih-Nya yang sempurna mengusir semua ketakutan!

Saat saya berbicara di depan ribuan orang setiap hari Minggu, saya tidak takut. Mengapa? Karena saya melakukan dua hal: Saya fokus pada kasih Allah atas saya, dan saya fokus pada keluarga gereja saya. Mereka bukanlah penonton yang harus ditakuti. Mereka adalah keluarga yang harus saya cintai dan kasihi. Cinta saya untuk mereka dan untuk Yesus mengalahkan segala ketakutan yang menyerang saya ketika saya berkhotbah.

Ketika Anda ketakutan, Anda fokus pada diri Anda sendiri. Itu bukanlah kasih! Sebaliknya, ketika Anda mengasihi, Anda tidak fokus pada diri Anda sendiri, tetapi pada apa yang dibutuhkan orang lain.

Semakin mengasihi Anda, semakin sedikit ketakutan Anda. Oleh sebab itu, apabila Anda menjadikan kasih sebagai motivasi Anda dalam melakukan sesuatu, maka Anda tidak akan takut untuk melakukannya.

Renungkan hal ini:
- Mengapa lebih mudah bagi kita untuk fokus pada diri sendiri ketimbang orang lain?
- Apa salah satu ketakutan terbesar Anda dalam memenuhi misi hidup Anda? Bagaimana ketakutan Anda memengaruhi motivasi Anda dalam melaksanakannya?
- Dapatkah Anda mengasihi seseorang saat Anda fokus pada diri sendiri? Mengapa atau mengapa tidak?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 1; Wahyu 1

Jadikan kasih sebagai motivasi Anda, lalu lawan ketakutan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10458

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Jumat, Desember 11, 2020 |

Jangan Biarkan Rasa Takut akan Kegagalan Menghalangi Anda

2 Timotius 1: 7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Hanya tiga bulan setelah Kay dan saya menikah, saya mengalami gangguan fisik dan mental yang mengharuskan saya dirawat di rumah sakit. Saya diliputi rasa takut gagal. Saya merasa hidup saya sudah berakhir — meski saat itu saya baru berusia 21 tahun. Psikiater di rumah sakit itu menyuruh saya untuk mengambil cuti.

Maka kami pergi ke rumah orang tua saya di California utara, di situ saya terus-menerus merasa gagal total. Saya menganggap saya tidak becus mengurus apapun. Semuanya membuat saya kesal dan gelisah.

Suatu malam saya bermimpi bahwa - oleh karena tekanan yang disebabkan oleh perasaan akan kegagalan- saya merasa bagai seorang pecundang. Kemudian, saya terbangun dengan keringat dingin. Saat saya berbaring di tempat tidur sambil terengah-engah, saya mendengar telepon berdering. Ibu saya mengangkatnya. Pria di telepon itu berkata, "Apakah ini rumah Rick Warren? Bisakah saya berbicara dengannya?"

Saat saya menjawab telepon itu, pria itu berkata, "Rick, kau tidak mengenalku. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Tidak penting bagaimana aku mendapatkan nomor ini. Aku tinggal di San Diego, dan Tuhan menyuruhku untuk meneleponmu dan memberikan ayat ini: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1: 7). Dan, Rick, ketahuilah, di dalam Kristus, kau punya hak untuk punya mental yang sehat." Kemudian, pria itu menutup telepon itu.

Anda mungkin tak pernah menyangka bahwa Tuhan akan menggunakan orang asing seperti itu. Tapi, ya, Dia melakukannya. Mungkin seharusnya Dia menggunakan malaikat-Nya untuk menolong kita. Bisa jadi, tapi tidak selalu begitu. Tuhan sangat bisa berbicara kepada seseorang, menyuruh dia: "Telepon orang itu." Dan, dengan ketaatan, orang itu melakukannya.

Saya berpegang pada ayat itu selama masa-masa depresi saya, masa di mana saya terus berpikir bahwa saya telah gagal, meskipun hidup saya baru saja dimulai. Tetapi Tuhan tidak menyerah untuk menolong saya, dan semenjak saat itu, Dia telah melakukan banyak hal dalam hidup saya.

Tuhan juga belum selesai dengan Anda, terlepas dari apa pun yang telah Anda alami. Saya turut berempati atas segala rasa sakit yang pernah Anda alami, tetapi jangan pernah membiarkan rasa takut itu menghalangi Anda. Dorong diri Anda untuk memercayai Tuhan dalam segala hal yang Anda lakukan. Kemudian, hiduplah dengan iman dan kasih.

Renungkan hal ini:
- Impian apa yang telah Tuhan berikan kepada Anda yang seharusnya bisa Anda kejar dengan sepenuh hati seandainya Anda tahu bahwa Anda tidak akan gagal?
- Bagaimana 2 Timotius 1: 7 membantu Anda menghadapi ketakutan Anda akan kegagalan dalam mengejar impian Anda? Bagaimana Anda dapat terus meraihnya di dalam iman?
- Apakah saat ini Anda membiarkan kegagalan di masa lalu menahan Anda untuk mengejar tujuan hidup Anda? Mintalah pertolongan Tuhan agar Ia membantu Anda untuk melihat bahwa Dia tetap mengasihi Anda dan ingin agar Anda menggenapi rancangan-Nya atas Anda.



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 3; III Yohanes - Yudas

Anda mungkin lemah, tapi Anda memiliki Allah yang kuat. Anda mungkin kalah saat ini, tapi Anda memiliki Allah pemenang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10457

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Kamis, Desember 10, 2020 |

Mengapa Kita Tidak Boleh Menyerah

Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Jika Anda ingin menjadi pria dan wanita yang kudus, maka Anda harus belajar untuk menjadi tangguh. Itu artinya ketika Anda tersandung — tentu kita semua akan tersandung — Anda akan bangkit kembali.

Kegagalan Anda bisa disebabkan oleh banyak faktor yang di luar kendali Anda. Namun jika Anda bangkit kembali, siapa yang tahu hal positif apa yang mungkin terjadi. Buku-buku sejarah berisikan kisah orang-orang yang berulang kali gagal tetapi tidak menyerah sampai mereka berhasil.

George Washington kalah dalam dua pertiga pertempurannya melawan Inggris pada Revolusi Amerika. Pasukannya terus-menerus dipukul mundur sebab dia tidak punya kekuatan untuk menghadapi tentara Inggris. Tetapi dia tidak menyerah! Dan pada akhirnya ia memenangkan perang itu dan menjadi presiden pertama Amerika Serikat dan dianggap sebagai bapak negara.

Napoleon mendominasi benua Eropa sebagai Kaisar Prancis. Namun, di masa lalunya ia lulus di peringkat ke-42 dari 43 orang dalam satu kelas. Dia bukanlah murid terpandai, tetapi dia dianggap sebagai seorang jenius militer dan metodenya masih dipelajari di banyak sekolah.

Albert Einstein, salah satu ilmuwan terhebat sepanjang masa, tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun sampai dia berusia empat tahun lebih. Dia punya prestasi akademik yang sangat buruk di sekolah sehingga, di usia ke-16, dia gagal lulus ujian masuk Sekolah Politeknik Swiss. Namun, kenyataannya dia membuat banyak penemuan di bidang sains dan matematika.

Babe Ruth adalah salah satu pemain baseball terbaik yang pernah ada. Dia berhasil melakukan 714 home run dalam karirnya, sebuah rekor yang bertahan selama hampir 40 tahun. Tapi dia juga telah gagal memukul sebanyak 1.330 kali. Selama bertahun-tahun, Babe Ruth memegang rekor dunia, baik untuk home run paling banyak dan strike out paling banyak.

Saya tidak menganggap orang-orang ini sebagai teladan hidup kudus. Tetapi mereka telah mencapai banyak prestasi di mata dunia sebab mereka tidak menyerah. Bayangkan apa yang dapat Tuhan lakukan dengan wanita dan pria kudus yang terus maju dan melakukan panggilan hidup mereka meski apapun yang terjadi.

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Renungkan hal ini:
- Tujuan besar apa yang selama ini takut Anda kejar karena Anda mengira akan gagal?
- Pikirkan beberapa contoh dalam Alkitab tentang pria dan wanita yang gagal terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka berhasil. Apa yang bisa Anda pelajari dari mereka?
- Apa artinya menjadi orang benar? Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang yang kudus? Mengapa atau mengapa tidak?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 2; II Yohanes

Teruslah maju, dan jangan biarkan kegagalan Anda mengakhiri perjuangan Anda. Anda tidak pernah tahu apa yang Tuhan bisa lakukan melalui Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


http://cpgpray.com/share/02/10456

CPGpray tersedia di iOS dan Android,
Download di http://www.CPGpray.com 
| Rabu, Desember 09, 2020 |
Back to Top