Ibadah Raya Pagi

Ibadah Raya Pagi 23 Februari 2020 Jam 08.00 WIB

Ibadah Raya Sore

Ibadah Raya Sore, Minggu 16 Februari 2020 Jam 17.00 WIB

Ibadah Raya Sore, Minggu 16 Februari 2020 Jam 17.00 WIB

Ibadah Pasutri

Ibadah pasutri Kamis 20 Februari 2020 Jam 19.00 WIB

Ibadah pasutri Kamis 20 Februari 2020 Jam 19.00 WIB tempat : GSJA Sword

ManSword & Spirit Women

Ibadah Pria & Wanita pada hari Kamis 6 Februari 2020 Jam 19.00 WIB

Ibadah Pria & Wanita pada hari Kamis 6 Februari 2020 Jam 19.00 WIB

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Kasih dan Kepercayaan Saling Berjalan Beriringan

Roma 14:19 "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun."

Kasih dibangun di atas kepercayaan. Ketika Anda benar-benar mengasihi orang lain, Anda percaya pada mereka. Anda yakin pada mereka. Anda membangun kepercayaan diri mereka. Anda menghilangkan rasa takut mereka. Dan kemudian kepercayaan Anda membuat mereka berkembang.

Banyak orang yang berpikir bahwa jika mereka punya masalah cinta sebenarnya mereka juga memiliki masalah mempercayai, sebab kasih dan kepercayaan saling berjalan beriringan.

Ketika Yesus kembali ke kampung halamannya di Nazaret, orang-orang yang mendengarkan Dia mengajar tidak percaya kepada-Nya dan bahkan terhina oleh-Nya. Akibatnya, Yesus "tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar" (Markus 6: 5-6).

Bukan karena kurangnya iman Yesus yang menghalangi Yesus untuk membuat mujizat. Dia tak dapat melakukan pekerjaan-Nya dengan baik di kota asalnya tersebut karena kurangnya kepercayaan dan iman dari orang-orang tersebut kepada-Nya.

Jika hal itu berlaku pada Yesus, maka itu juga berlaku pada Anda. Ketika orang lain tidak percaya Anda, maka Anda tidak mampu meraih potensi terbaik Anda. Dan ketika Anda tidak percaya pada orang lain, maka Anda membatasi mereka. Jika orang lain tidak percaya pada Anda, yakin pada Anda, atau mengandalkan Anda, maka itu akan menahan potensi Anda. Namun ketika orang-orang yang mencintai Anda menunjukkan kepercayaaan mereka kepada Anda, maka itu akan mengeluarkan kemampuan terbaik Anda. Itu memberi Anda keyakinan pada diri sendiri. Itu membantu Anda melakasanakan tujuan Anda.

Apakah Anda ingin cinta yang abadi? Maka tunjukkanlah kepada orang lain bahwa Anda percaya kepada mereka. Ketika Anda percaya, maka Anda akan membangun kepercayaan diri mereka, dan Anda akan kagum dengan apa yang akan mereka kerjakan melalui bantuan Tuhan serta rasa percaya Anda

"Sebab itu marilah kita apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" (Roma 14:19).

Renungkan hal ini:
- Pikirkan seseorang yang paling Anda cintai di dunia ini. Menurut Anda apa yang bisa mereka capai seandainya mereka tahu bahwa Anda percaya pada mereka?
- Apa yang ingin orang lain lihat dari Anda dan percaya tentang Anda?
- Apa beberapa cara praktis untuk memperlihatkan kepada seseorang bahwa Anda percaya mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 12-14; Markus 5:21-43


Jika Anda tidak mau belajar untuk percaya pada orang lain, Anda tak akan pernah belajar mengasihi atau dikasihi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Februari 25, 2020 |

Kasih Itu Mengampuni

Kolose 3:13 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin mudah untuk mengkritik mereka. Seiring berjalannya waktu, Anda cenderung menjadi kurang sabar dan menyepelekan mereka. Memperlihatkan belas kasih adalah sesuatu yang harus dilatih tanpa henti. Sangat mudah menunjukkan belas kasih jika hanya sekali. Namun seiring waktu, gangguan-gangguan kecil tersebut kian bertambah dan kesabaran Anda mulai berkurang, dan lebih mudah bagi kita untuk merespons rasa sakit dengan rasa sakit.

Anda punya seratus peluang setiap harinya untuk memberikan belas kasih Anda kepada orang-orang yang Anda cintai. Saya ingin fokus pada dua waktu tertentu yang boleh jadi yang paling sulit untuk mengasihi tetapi harus:

Ketika kekurangan dan kesalahan mereka membuat Anda kesal. Semakin lama Anda mencintai seseorang, semakin Anda tahu kelemahan mereka. Anda bisa memilih untuk mengkritik atau tetap murah kasih. Anda bisa menjadi orang yang menyebalkan atau bisa menjadi orang baik. Anda bisa menjadi perfeksionis, atau Anda bisa menunjukkan belas kasih. Amsal 17: 9 mengatakan, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib."

Ketika kata-kata atau tindakan mereka menyakiti Anda. Anda tidak bisa menahan amarah karena tersakiti. Anda tidak bisa menimbun setiap luka untuk dijadikan amunisi. Alkitab berkata dalam Kolose 3:13, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Anda dapat memilih untuk menimbun luka Anda, atau Anda dapat memilih untuk mengampuni. Anda hanya bisa memilih satu opsi yang sehat, yang akan memberikan Anda kebebasan untuk bergerak maju di dalam kasih.

Menunjukkan belas kasih bertentangan dengan sifat dasar kita; sifat untuk melawan, memendam dendam, dan keinginan untuk balas dendam. Namun kabar baiknya kita tak perlu bergantung pada kekuatan kita sendiri. Percayalah bahwa sebagai pengikut Yesus, Anda memiliki Roh Kudus yang sedang bekerja di dalam Anda untuk membantu Anda memilih tindakan yang dikasihi Allah: belas kasih, kesabaran, dan kasih karunia.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda melihat pengampunan menyembuhkan suatu hubungan? Mengapa pengampunan itu begitu kuat dampaknya?
- Pikirkan salah satu hubungan terdalam Anda. Bagaimana orang tersebut bereaksi ketika Anda marah-marah? Bagaimana orang tersebut bereaksi ketika Anda sabar dengan kekurangan atau keunikan mereka?
- Apakah ada luka yang masih Anda pegang? Apa satu hal yang bisa Anda lakukan untuk memilih untuk mengampuni hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20


Untuk mengalami kasih yang abadi, ambil keputusan untuk berbelas kasih. Tidak ada hubungan-- pernikahan atau hubungan apa pun itu-- yang akan langgeng jika tanpa pengampunan, penerimaan, kesabaran, dan banyak kasih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Februari 24, 2020 |

Apa Artinya Mengasihi Buat Kita ?

1 Korintus 13: 6-8 "Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap."

Salah satu pahlawan saya adalah Dr. E.V. Hill, pendeta di Mount Zion Missionary Baptist Church, Los Angeles. Dia seorang pelayan Tuhan yang luar biasa dan juga seorang jenius. Ia pria yang berintegritas yang tidak takut untuk menyuarakan kebenaran. Karena seringkali dalam pelayanannya ia dengan vokal berbicara tentang ketidakadilan di pusat kota L.A., ia pun secara konstan menerima ancaman kematian.

Oleh karena sesuatu yang diucapkannya di Minggu pagi, dia menerima sebuah ancaman bahwa minggu depan ia akan dibom, dan dia menanggapi itu dengan sangat serius. Satu hari di minggu itu, dia pulang dan melihat mobilnya tidak ada di sana. Dia segera berpikir seseorang pasti telah mencurinya atau telah mengutak-atik dan memasang bom di dalamnya. Dia duduk di tangga depan rumahnya, sangat khawatir. Sekitar 30 menit kemudian, istrinya, yang juga sadar benar dengan ancaman itu, datang dengan mengendarai mobil tersebut.

"Apa yang kamu lakukan?" teriaknya. Jawab istrinya, "Jika dipikir-pikir, masyarakat lebih membutuhkanmu daripadaku. Jika mereka hendak memasang bom di mobil ini, aku harap aku yang berada di dalamnya, bukan engkau." Hill kemudian berkata, "Dari dulu saya tahu istri saya selalu mencintai saya. Tapi akhirnya saya mengerti apa itu cinta."

Dr. Hill dan istrinya tahu bahwa kasih bukanlah sesuatu yang Anda rasakan. Kasih bukanlah sesuatu yang Anda ucapkan. Kasih adalah sesuatu yang Anda lakukan.

Perhatikan semua langkah tindakan kasih dalam Alkitab hari ini. Kasih itu bersukacita, melindungi, percaya, penuh harap, dan gigih. Itu semua hal-hal yang memerlukan tindakan. Kasih bukan hanya sekedar dibicarakan atau hanya di bibir saja. Itu berarti membuat pilihan setiap harinya untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Tuhan mengasihi kita.

Renungkan hal ini:
- Siapa saja dalam hidup Anda yang paling mudah Anda kasihi? Siapa saja yang paling sulit Anda kasihi?
- Apa satu cara supaya Anda bisa lebih mencintai Yesus?
- Sulit untuk "selalu" melakukan tindakan kasih, karena kita juga berbuat dosa. Menurut Anda mengapa Alkitab menggambarkan kasih sebagai "selalu" melakukan tindakan yang tercantum dalam 1 Korintus 13: 6-8?


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41


Anda tak perlu bertanya-tanya apa definisi mengasihi. Allah telah menunjukkannya kepada kita dengan jelas apa yang dilakukan oleh kasih, dan Dia juga telah memberi kita teladan kasih terbesar ketika Dia mengutus Yesus untuk kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Februari 23, 2020 |

Mereka Akan Mengenal Kita Karena Kasih Kita

Yohanes 13:35 "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Tanda yang membedakan orang Kristen bukanlah stiker salib, stiker Yesus yang disalibkan, stiker merpati, atau stiker ikan (Ikhthus) di bemper mobil mereka. Tanda orang Kristen adalah kasih. Ada berapa banyak orang yang tahu bahwa Anda adalah orang Kristen dari gaya hidup Anda yang penuh kasih?

Kita bernyanyi tentang kasih, berbicara tentang kasih, berdoa tentang kasih, dan belajar tentang kasih. Tetapi apakah kita melakukannya? Untuk menjadikan kasih sebagai prinsip hidup Anda dan tujuan terbesar Anda, maka Anda harus melakukannya segera setelah Anda selesai membaca renungan ini. Anda harus mengambil inisiatif. Kasih adalah perbuatan!

Pertama, mulailah memperlakukan hubungan-hubungan Anda sekarang ini dengan kasih. Apakah baru-baru ini Anda bertingkah kurang ramah terhadap seseorang? Inilah waktunya untuk melakukan rekonsiliasi? Perbaiki keadaan dengan anak-anak Anda, pasangan Anda, pacar Anda, orangtua Anda, atau seseorang di sekolah atau di tempat kerja.

Kemudian, mulailah tingkatkan jumlah hubungan yang Anda miliki. Jika tujuan terpenting dalam kehidupan ini ialah untuk mengasihi, maka kita semua perlu membangun relasi sebanyak mungkin. Mengapa? Karena dunia akan tahu tentang kasih Allah dari cara kita saling mengasihi — terutama dari cara mereka dikasihi oleh orang Kristen.

Coba cernai kata WAKTU. Mengasihi orang lain itu perlu waktu. Jika Anda mengasihi teman-teman Anda, maka Anda harus menghabiskan waktu bersama mereka. Jika Anda mengasihi anak-anak Anda, maka Anda harus menghabiskan waktu bersama mereka. Jika Anda mengasihi Yesus, maka Anda harus menghabiskan waktu bersama-Nya. Kasih itu butuh waktu dan energi. Namun itu tak pernah sia-sia.

Bisakah Anda bayangkan yang akan terjadi apabila semua orang di gereja bertingkah laku seperti ini— apabila kita semua berkomitmen untuk berperilaku di dalam kasih dan memberikan waktu kita tanpa pamrih agar orang lain dapat merasakan betapa besarnya kasih Allah kepada mereka? Itu akan mengubah dunia. Itu akan memperluas Kerajaan Allah. Itu akan membuat Allah sangat bahagia.

Orang-orang tertarik untuk mengenal Kristus oleh karena kasih-Nya yang ditunjukkan melalui orang-orang yang mengikut Dia. Mereka tak akan peduli dengan ajakan kita sampai mereka tahu bahwa kita peduli.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana cara Anda menyatakan kasih Anda kepada semua orang berdampak dan memengaruhi orang-orang dalam hidup Anda yang bukan pengikut Yesus?
- Kepada siapa Anda perlu melakukan rekonsiliasi di dalam kasih? Bagaimana Anda dapat mengambil langkah pertama?
- Apa yang mungkin menghalangi Anda untuk membangun dan memperdalam lebih banyak hubungan dengan orang lain?

Allah mengasihi kita meskipun kita berdosa. Bahkan, Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia bersedia mengutus Putranya, Yesus, untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita dan mengajak kita tinggal dalam keluarga-Nya.

Jika Anda tak pernah menerima kasih Allah dan mengundang Yesus masuk ke dalam hati Anda, saya ingin Anda mengambil kesempatan itu sekarang. Ucapkan doa ini: "Ya Tuhan, aku tidak mengerti semuanya, tapi aku bersyukur bahwa Engkau mengasihiku. Aku mengucap syukur pada-Mu bahwa Engkau ada untukku dan bahwa Engkau tidak mengutus Yesus ke dunia untuk menghukumku, melainkan untuk menyelamatkanku. Aku mengakui bahwa aku membutuhkan Yesus sebagai Juruselamatku, dan hari ini aku ingin mengundang Yesus masuk ke dalam hatiku. Aku ingin menjalin hubungan dengan Yesus. Aku ingin ikut Dia dan melakukan hal-hal yang Engkau kehendaki.

"Selamatkanlah aku dari masa laluku, penyesalanku, kesalahanku, dosa-dosaku, kebiasaan burukku, rasa sakitku, dan kegagalanku. Selamatkanlah aku untuk menggenapi tujuan-Mu. Aku ingin mengetahui tujuan-Mu menempatkanku di dunia ini. Aku ingin menggenapi rancangan-Mu atasku. Aku ingin belajar mengasihi dan percaya pada-Mu dan berada di dalam keluarga-Mu selama-lamanya. Di dalam nama-Mu, kuberdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20


Anda tak bisa menjalani gaya hidup yang penuh kasih jika tak pernah mengasihi orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Februari 22, 2020 |

Kasih Adalah Pilihan

1 Korintus 13: 2 "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna."

Kasih bukanlah perasaan. Kasih adalah pilihan. Bahkan ketika Anda enggan mengasihi, Anda dapat memilih untuk melakukannya bagaimanapun juga.

Saya pernah berbicara dengan seorang ibu muda yang merasa kewalahan dan tengah bergumul melawan depresi. Itu seolah jadwalnya dan tuntutan dalam hidupnya terlalu berat untuk ia tangani. Dia merasa seolah yang ia kerjakan hanyalah mengomeli anak-anaknya dan memarahi mereka tanpa henti. Ketika dia melihat dirinya sendiri, dia melihat kegagalan. Dalam keputusasaannya itu, dia berseru kepada Tuhan.

Saat menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca Alkitab, ia menemukan jawabannya dalam 1 Korintus 13. Khususnya, ada lima kata yang muncul di kepalanya: "Tanpa kasih, aku bukan apa-apa." Jadi ia menuliskan kata-kata ini dan meletakkan catatan itu di seluruh rumahnya -- di pintu kulkasnya, di dasbor mobilnya, di bagian atas kalendernya.

"Saya sadari satu hal terpenting yang bisa saya lakukan adalah hanya dengan mengasihi keluarga saya," katanya. "Jadi saya mulai menjalani hidup saya dengan kasih. Saya mulai menjalankan rumah saya dengan kasih. Itu sama mentransformasikannya seperti ketika saya menerima Kristus ke dalam hidup saya. Itu membawa kebahagiaan ke dalam kehidupan dan rumah saya kembali."

Apa yang mengubahkan kehidupan ibu muda ini? Dia membuat sebuah pilihan. Itu bukan selalu pilihan yang mudah, tetapi itu mengubah seluruh dinamika rumahnya dan cara dia memandang dirinya sebagai seorang ibu dan sebagai anak Tuhan.

Bertindak di dalam kasih ketika Anda enggan melakukannya sesungguhnya adalah ekspresi kasih yang lebih besar dibanding ketika Anda benar-benar ingin melakukannya. Kasih itu bangun di tengah malam untuk membantu anak yang sakit setelah Anda menjalani hari yang panjang dan tidur larut malam. Kasih itu sabar dengan pasangan Anda ketika mereka mudah marah. Kasih itu memberikan apa yang dibutuhkan orang lain, bukan yang layak mereka terima.

Lebih mudah bertindak mengikuti perasaan Anda ketimbang mengira-ngira apa yang harus Anda lakukan. Apabila Anda bertindak dengan cara yang penuh kasih, pada akhirnya perasaan itu akan mengikuti. Hal ini penting untuk diingat ketika Anda mencoba untuk mengasihi orang-orang yang tampaknya tidak bisa dikasihi.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat belajar untuk lebih mengasihi Yesus, sehingga Anda lebih mudah membuat pilihan untuk mengasihi seseorang yang tak bisa dikasihi?
- Bagaimana Alkitab menantang cara budaya kita dalam menggambarkan kasih yang romantis?
- Ketika orang-orang tidak merespon kasih Anda seperti yang Anda harapkan, apa reaksi yang perlu Anda tunjukkan yang sesuai dengan cara Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3


Ketika Anda mengasihi, terlepas dari perasaan Anda, itu disebut mengasihi dengan iman. Dan itu bukan hanya mengubah orang lain, itu juga mengubahkan Anda, dan itu membuat Anda semakin seperti Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Februari 21, 2020 |

Tanpa Kasih, Anda Menyia-nyiakan Waktu Anda

1 Korintus 13: 1 "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing."

Kasih adalah tujuan terbesar kita dalam hidup, sebab kita ditempatkan di muka bumi ini untuk belajar mengasihi Tuhan serta sesama. Alkitab menjelaskan dalam beberapa ayat pertama dalam 1 Korintus 13 tentang mengapa kasih merupakan nilai yang paling penting.

Tanpa kasih, semua yang Anda katakan tidak efektif. "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing" (1 Korintus 13: 1). Kata-kata tanpa kasih hanyalah kebisingan. Orang-orang membenci dan menolak kata-kata yang tidak dilandasi dengan kasih. Tetapi sebaliknya, mereka akan mendengarkan dan merespon kata-kata yang diucapkan dengan kasih.

Tanpa kasih, semua yang Anda tahu tidak berguna "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; … tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna" (1 Korintus 13: 2). Dunia ini dipenuhi dengan informasi dan pengetahuan. Namun sayangnya kebanyakan masalah kita yang paling mendasar malah tidak terselesaikan karena yang dicari oleh dunia ini bukan lebih banyak pengetahuan, melainkan lebih banyak kasih.

Tanpa kasih, semua iman yang Anda yakini tidak cukup. "Sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna" (1 Korintus 13: 2). Banyak orang memiliki salah pengertian bahwa menjadi seorang Kristen ialah soal mempelajari kebenaran dan doktrin tertentu. Tetapi apakah Anda mencintai Yesus? Apakah Anda memahami bahwa Dia mencintai Anda? Kekristenan adalah tentang kasih Yesus untuk Anda dan belajar bagaimana mengasihi seperti Dia.

Tanpa kasih, semua yang Anda berikan tidak signifikan. "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Korintus 13: 3). Ada berbagai macam alasan dalam memberi, seperti kewajiban atau prestise atau rasa bersalah. Hanya karena Anda memberi, bukan berarti Anda melakukannya dengan kasih. Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi Anda tidak bisa mengasihi tanpa memberi.

Tanpa kasih, semua yang Anda capai tidak cukup. Dan sekalipun aku "bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Korintus 13: 3). Anda dapat meraih berbagai macam prestasi luar biasa. Bahkan Anda dapat mengorbankan hidup Anda untuk tujuan terbesar di dunia — Kerajaan Allah — namun jika tanpa kasih, itu hanya usaha yang sia-sia.

Anda dapat berbicara semahir seorang orator, pengetahuan seorang jenius, iman seorang penerima mujizat, kemurahan hati seorang dermawan, dan pengabdian seorang martir. Namun jika Anda tidak mengasihi, maka itu semua tidak masuk hitungan.

Kabar baiknya adalah Anda dapat mengasihi orang lain karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi Anda. Yesus berkata bahwa ketika Anda hidup di dalam kasih-Nya, maka Ia akan membantu Anda untuk mengasihi orang lain.

Renungkan hal ini:
- Mengapa orang biasanya mendengarkan dan merespons dengan lebih baik ketika kita berbicara kepada mereka dengan kelembutan, kerendahan hati, dan kasih?
- Apa motivasi terbesar Anda dalam memberi perpuluhan? Apa motivasi terbesar Anda dalam memberikan donasi kepada lembaga sosial favorit Anda?
- Apa perbedaan terbesar antara seseorang yang prestasinya ditandai oleh kasih dengan seseorang yang tidak memiliki kasih?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2


Ketika Anda kian dekat dengan-Nya, maka kemampuan Anda untuk mengasihi akan meningkat — Dia memampukan Anda untuk menjalani panggilan untuk mengasihi sesama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Februari 20, 2020 |

Percayalah Pada Orang Lain Sebagaimana Yesus Percaya Pada Anda

1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Yesus percaya pada Anda. Ada banyak buktinya di dalam Alkitab!

"Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu" (Matius 17:20).

"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9:23).

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi" (Matius 21:21).

Yesus percaya Anda dapat melakukan semuanya itu karena ketika Anda beriman kepada-Nya, Roh-Nya tinggal di dalam Anda. Dia juga ingin Anda membantu orang lain untuk percaya kebenaran ini tentang diri mereka. Rasul Paulus memberikan dorongan semangat: "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku" (Roma 1:12).

Setiap hari Anda berjumpa dengan orang-orang yang berkecil hati. Setiap orang memiliki kekhawatiran. Dan banyak orang berulang kali memutar kembali ingatan mereka bagaimana seseorang pernah berkata kepada mereka bahwa mereka tidak berguna.

Bagaimana mereka dapat membalikkan label yang sudah melekat itu? Anda dapat membantu mereka dengan mulai memercayai apa yang Yesus katakan tentang mereka, ketimbang memercayai apa yang orang lain katakan.

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 13: 7, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Itulah yang Tuhan mau Anda lakukan. Dia ingin Anda menunjukkan iman kepada orang lain sehingga mereka dapat percaya pada apa yang Tuhan katakan tentang diri mereka.

Salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan di gereja ialah dengan menjadi bagian dari kelompok kecil. Ketika Anda mengalami minggu-minggu yang teramat sulit dan Anda merasa ragu, sedih serta patah semangat, Anda butuh satu kelompok orang beriman yang bersedia beriman untuk Anda. Dan Anda pun juga bisa melakukan hal yang sama untuk mereka. Murid-murid Yesus bukan hanya percaya kepada Kristus. Kita juga saling percaya.

Renungkan hal ini:
- Kekhawatiran apa yang selama ini menghalangi Anda untuk percaya pada diri Anda sebagaimana Yesus percaya pada Anda?
- Mengapa penting bagi orang lain untuk memandang diri mereka sendiri seperti cara Allah memandang mereka?
- Bagaimana kelompok kecil Anda telah membantu Anda untuk tetap beriman ketika Anda merasa iman Anda kecil?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45


Iman Anda dapat membantu menguatkan iman orang lain, ketika Anda percaya kepada mereka seperti Yesus percaya pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Februari 19, 2020 |

Orang Yang Diampuni, Mengampuni Orang Lain

Kolose 3:13 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Banyak orang berpikir Allah itu pendendam. Mereka menggambarkan Allah di surga sedang menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan mereka oleh karena setiap kesalahan yang mereka perbuat.

Berikut ini gambar Allah: "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu" (Yesaya 43:25). Allah ingin mengampuni kita, dan Dia telah melakukan segalanya untuk mengampuni dosa-dosa kita di dalam Kristus.

Bahkan sebelum dunia diciptakan, Allah telah merancang untuk mengampuni dosa-dosa Anda melalui Kristus. Dia tahu setiap dosa yang hendak Anda buat. Tidak ada satu hal pun yang mengejutkannya! Allah telah membuat rencana untuk memberikan Anda pengampunan atas semua rasa bersalah di dalam hidup Anda, bahkan sebelum Anda dilahirkan.

Itulah sebabnya Allah berfirman: "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Roma 8: 1). Penghukuman telah dilenyapkan oleh karena apa yang telah Yesus Kristus lakukan buat kita — itu artinya pengampunan yang tanpa syarat, sempurna, konsisten, kekal, kasih karunia-Nya telah diberikan atas kehidupan setiap kita. Sungguh sebuah Kabar Baik! Anda tak perlu lagi menderita atau membayar dosa-dosa Anda sekarang atau di kehidupan kekal. Dosa Anda telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus. Anda diampuni jika Anda menerima karunia keselamatan dari Yesus. Jika Anda mengerti bahwa Anda sudah diampuni, maka Anda akan dimampukan dan dikuatkan untuk mengampuni orang lain.

Bagaimana cara melakukannya? "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian" (Kolose 3:13).

Perhatikan diri Anda baik-baik, dan Anda bisa melihat keburukan, keegoisan, dan dosa. Namun ketahuilah, yang paling penting ialah bagaimana Allah memandang Anda. Anda adalah ciptaan-Nya, sebuah mahakarya yang dirancang untuk menjalani hidup buat Dia dan untuk memberkati orang lain.

Ketika Anda memperhatikan diri Anda dengan baik melalui perspektif Allah, maka Anda akan melihat pengampunan yang hanya dapat diberikan oleh-Nya.

Renungkan hal ini:
- Kepada siapa Anda perlu memberikan pengampunan hari ini?
- Apakah seseorang dalam hidup Anda tengah terluka sebab mereka masih dikuasai oleh rasa bersalah dari masa lalu? Bagaimana Anda dapat berbagi tentang pengharapan dengan mewartakan kepada mereka bahwa Yesus telah membersihkan dosa mereka dan menawarkan mereka karunia keselamatan?
- Mengapa sulit bagi kita untuk menerima apa yang tidak mau kita berikan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22


Dengan menerima pengampunan-Nya dalam hidup Anda, maka Anda akan mampu memberikannya juga kepada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Februari 18, 2020 |

Perlakukan Setiap Orang Sebagai Mahakarya Tuhan

1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"

Anda sangat amat berharga buat Allah. Allah menciptakan Anda. Yesus mati untuk Anda. Allah menempatkan Roh-Nya di dalam Anda. Dan Allah ingin Anda ada bersama-Nya selamanya di dalam surga kekal. Itulah investasi yang Dia buat di dalam Anda! Dia tidak akan melakukannya seandainya Anda bukan yang paling berharga bagi-Nya.

Ada dua hal yang menjadikan sesuatu berharga. Yang pertama ialah siapa yang membuatnya. Ada satu perbedaan harga yang jauh antara sebuah telur Fabergé yang dihiasi berlian dengan telur yang Anda warnai saat Paskah dengan anak-anak Anda.

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" (Efesus 2:10). Allah tidak menciptakan sampah. Allah menciptakan Anda, dan Anda baik adanya! Sebelum Anda dilahirkan, Allah telah merancangkan sebuah tujuan buat Anda dan ingin menjadikan Anda seseorang seperti apa. Dia tidak merancangkan suatu kesalahan.

Nilai atas sesuatu pun ditentukan oleh harga yang bersedia dibayarkan atasnya.

Berapa nilai rumah Anda? itu bernilai seharga yang orang lain tawarkan. Berapa nilai sebuah karya seni? Itu bernilai seharga yang orang lain mau bayarkan.

Berapa nilai Anda? Yesus Kristus bersedia memberikan hidup-Nya buat Anda: "Melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat" (1 Petrus 1:19). Jika Anda meragukan nilai Anda, lihat saja salib Kristus. Yesus bersedia membayar harga tertinggi untuk Anda. Seperti itulah betapa berharganya Anda bagi-Nya.

Yesus ingin Anda memperlakukan orang lain layaknya mereka memiliki nilai yang sama dengan Anda — karena memang begitu pun mereka. Allah menciptakan semua orang, dan Yesus telah mati untuk semua orang.

Cara Anda mengasihi orang lain akan menunjukkan betapa berharganya mereka buat Allah.

Renungkan hal ini:
- Apa yang berubah dengan cara Anda memandang diri sendiri setelah Anda memahami betapa berharganya Anda bagi Allah?
- Mengapa terkadang sulit untuk melihat orang lain sebagai suatu mahakarya Allah? Apa yang akan membantu Anda agar Anda tetap memiliki pandangan yang benar tentang orang lain?
- Apa artinya memperlakukan orang lain dengan hormat dan kemuliaan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 21-22; Matius 28


Setiap orang dalam hidup Anda berharga bagi Allah dan Tuhan mengasihi mereka tanpa syarat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Februari 17, 2020 |

Kasih Itu Melihat; Kasih Itu Mendengarkan

Roma 15: 7 "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Apa yang Tuhan lakukan untuk Anda, Dia ingin Anda lakukan juga untuk orang lain.

Tuhan menerima Anda apa adanya. Itu bukan berarti Dia menyetujui semua yang Anda lakukan, Dia menerima Anda, apa pun yang sudah Anda lakukan. Dan Tuhan ingin Anda melakukan hal yang sama terhadap setiap orang dalam hidup Anda.

Salah satu cara menunjukkan kepedulian Anda terhadap orang lain yaitu dengan melihat mereka dan mendengarkan mereka. Ketika Anda menatap mata seseorang, Anda menyatakan bahwa ia penting buat Anda.

Kasih itu melihat, dan kasih itu mendengarkan. Ketika seseorang datang dan menaruh sesuatu di atas meja Anda, apakah Anda mengatakan sesuatu kepadanya? Ketika seorang pelayan melayani Anda di restoran atau ketika seorang petugas kasir membantu Anda di supermarket, apakah Anda menatap mata mereka dan mengucapkan, "Terima kasih"? Itu mungkin kelihatan sepele, tetapi ketika Anda memberi perhatian pada seseorang, walau hanya untuk sesaat, Anda sedang menegaskan betapa berharganya mereka sebagai pribadi, dan menunjukkan bahwa Anda menerimanya.

Alkitab berkata dalam Roma 15: 1, "Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri."

Menerima orang lain berarti Anda mendengarkan ketakutan dan keraguan mereka. Kita semua juga memilikinya! Ketika seseorang punya keraguan tentang Tuhan, maka Anda harus terlebih dahulu mendengarkan dan memperlihatkan bahwa apa yang mereka pikirkan itu tidak mengubah kasih atau penerimaan Anda terhadap dia. Mengapa? Sebab begitulah cara Tuhan mengasihi kita. Ketika kita ragu, kasih Tuhan tidak berubah. Ketika kita takut dan enggan untuk percaya, Tuhan tetap menerima kita. Seperti itulah Dia ingin kita mengasihi orang lain juga.

Mengasihi seperti Yesus berarti Anda menerima orang lain sebagaimana Yesus menerima Anda. Dan ketika cinta kasih-Nya mengalir melalui Anda, itu memampukan Anda untuk mengasihi orang lain dengan tulus.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan seseorang yang mudah membuat Anda kesal atau sulit buat Anda kasihi. Setelah Anda merenungkan betapa Allah sangat mengasihi Anda dan bahwa Ia telah menerima Anda, bagaimana hal itu mengubah sikap Anda terhadap orang tersebut?
- Mengapa melakukan kontak mata dengan seseorang membuat sebuah perbedaan besar?
- Keraguan apa yang masih Anda miliki tentang Tuhan? Apakah Anda percaya bahwa Dia menerima Anda, bahkan ketika Anda memiliki keraguan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66


Bentuk kasih tertinggi ialah perhatian yang terfokus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Februari 16, 2020 |

Jangan Berhenti Mempertahankan Kasih Yang Kekal

1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Kasih yang kekal itu gigih. Kasih itu tabah. Kasih itu rajin. Kasih itu teguh.

Sebenarnya, tujuan dari suatu hubungan bukan hanya untuk membuat Anda bahagia, tetapi juga untuk menjadikan Anda kudus dan mengajari bagaimana Anda memikirkan orang lain lebih dari Anda memikirkan diri Anda sendiri. Anda akan mempelajari hal-hal tertentu ketika Anda bertahan di masa-masa sulit yang tidak akan pernah bisa Anda pelajari melalui cara lain.

Ketika istri saya dan saya menikah, kami mendapati bahwa kami sepenuhnya bertolak belakang. Kami mulai berdebat bahkan di malam pernikahan kami, dan itu menjadi semakin buruk semenjak hari itu. Kami saling mengasihi tetapi kami tidak akur.

Namun kami telah bersumpah, dan kami mengambil keputusan bahwa perceraian bukanlah pilihan. Kami berkata, "Kami akan memperjuangkan pernikahan ini, bahkan jika itu menyiksa kami," dan itu memang benar! Kami pergi ke konselor pernikahan meskipun kami bangkrut. Kami berkorban agar kami dapat menghormati komitmen kami satu sama lain. Kami tumbuh dewasa. Kami bergumul selama dua tahun pertama pernikahan kami, tetapi karena itulah, hari ini kami mampu mengatasinya lebih baik.

Mungkin Anda harus mendengar ini hari ini: Jangan menyerah. Teruslah berjalan. Bertekun. Berjuanglah dengan teguh! Jangan melepaskan karunia kasih kekal dari Tuhan, sebab Anda harus terus memperjuangkannya. Usaha Anda akan selalu sepadan.

Belajar mengasihi merupakan satu-satunya pelajaran terbesar dalam hidup. Itulah sebabnya Tuhan menempatkan Anda di planet ini. Namun itu tak selalu mudah -- dan memang sangat sulit mengasihi beberapa orang.

Sesungguhnya tidak ada "rahasia" untuk kasih yang kekal. Akan tetapi, rahasianya ialah dengan membiarkan cinta kasih Tuhan mengalir melalui Anda. Filipi 2: 5 mengatakan, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," Kasih manusia ada habisnya. Itulah mengapa Anda memerlukan kasih Yesus di dalam diri Anda agar Anda dapat memberikan kasih yang kekal kepada orang lain. Pertama-tama Anda harus membuka hidup Anda kepada-Nya agar Dia dapat mengasihi orang lain melalui Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda harus tetap gigih mempertahankan kasih yang kekal di dalam suatu hubungan? Sebagai hasilnya, bagaimana hubungan Anda itu bertumbuh?
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin kita belajar cara mengasihi, lebih dari pelajaran lain dalam hidup?
- Apa yang menjadi tanda jenis kasih yang Yesus perlihatkan kepada Anda? Bagaimana Anda dapat belajar untuk lebih mengasihi seperti Dia?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 17-18; Matius 27:27-50


Kasih itu menanggung yang paling buruk dan tidak menyerah mempertahankan suatu hubungan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Februari 15, 2020 |

Imani Apa Yang Anda Harapkan

1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Ketika Anda memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap seseorang, Anda tidak mengatakan apa adanya. Anda mengatakan apa yang Anda harapkan. Anda percaya pada apa yang Tuhan ingin kerjakan di dalam dan melalui orang tersebut, dan Anda turut menguatkan tujuan Tuhan atas mereka.

Satu contoh yang pas tentang hal ini ialah cerita Bruce Wilkinson, seorang penulis dan guru. Bertahun-tahun lalu, ketika ia hanya seorang profesor baru di Universitas Multnomah, pada rapat fakultas pertama, dia menerima daftar tugas untuk kelasnya. Seorang profesor melihat lembar tugasnya tersebut dan berkata, "Bruce, Anda mendapatkan dua kelas seksi A. Mereka siswa-siswa paling cerdas di universitas ini. Mereka anak-anak yang menyenangkan dan sangat aktif di dalam kelas. Anda beruntung mendapatkan siswa-siswa seksi A di tahun pertama Anda."

Bruce pun merasakan demikian -- ia sangat suka mengajar anak-anak itu. Mereka jauh lebih menyenangkan untuk diajar dibandingkan dengan kelas-kelas dia lainnya. Mereka lebih pintar dan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan lebih berbobot.

Di akhir tahun ajaran, Bruce memberi tahu supervisor departemennya, "Saya harap saya mendapatkan kelas dari seksi A lagi tahun depan!" Sang supervisor berkata kepadanya, "Bruce, tidak ada yang namanya kelas seksi A. Kami telah membatalkan program tersebut semenjak enam tahun yang lalu."

Ketika Bruce kembali dan memeriksa buku catatan nilainya, ia mendapati bahwa kelas "seksi A" tersebut tidak terdiri dari anak-anak yang berprestasi, namun mereka mendapat lebih banyak nilai A dan menulis tulisan yang lebih dalam daripada kelas-kelas lainnya. Bruce menyadari hal itu karena dia berharap mereka menjadi siswa yang lebih baik, yang bangkit dan menerima tantangan darinya.

Sepanjang hidup Anda, Anda akan membentuk orang-orang di sekitar Anda dengan ekspektasi-ekspektasi Anda atas mereka. Ketika Anda mengharapkan yang terbaik dari orang lain, Anda mencerminkan kasih Yesus yang kekal.

Rasul Paulus memberi tahu kita bahwa kasih tidak mengomeli atau terus-menerus mengungkit kesalahan di masa lalu. Alkitab berkata, "Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13: 7). Kasih yang kekal memandang ke depan. Kasih itu optimis.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda sedang bergumul untuk mengharapkan yang terbaik dari seseorang dalam hidup Anda? Jika demikian, bagaimana Anda bisa mulai mengubah ekspektasi Anda?
- Bagaimana perasaan Anda ketika Anda tahu seseorang seperti pasangan Anda atau bos Anda mengharapkan hal-hal yang besar dari Anda?
- Ekspektasi seperti apa yang menurut Anda Tuhan inginkan dari Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26


Kasih yang kekal penuh dengan pengharapan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Februari 15, 2020 |

Kasih Yang Kekal Memperpanjang Belas Kasih

Efesus 4: 2 "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu."

Tak ada hubungan yang akan terus ada jika tanpa belas kasih. Anda harus memaklumi keadaan orang lain! Anda harus merelakan beberapa hal.

Alkitab berkata, "Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13: 7). Dalam bahasa Yunani asli, secara harfiah itu berarti "dtutup oleh atap." Apakah Anda mau membeli rumah tanpa atap? Tentu saja tidak. Anda tidak akan punya perlindungan dari angin dan hujan. Atap menutupi dan melindungi rumah Anda.

Sama halnya, kasih alkitabiah melindungi hubungan dan memaklumi beberapa hal. Belas kasih tidak menuntut pertanggungjawaban atas setiap kesalahan yang mereka buat. Anda membutuhkan atap dalam hubungan Anda karena orang-orang di dunia mudah sekali rusak, dan kita membutuhkan kasih yang mau menawarkan belas kasih tersebut.

Mengapa belas kasih penting bagi sebuah hubungan?

Alkitab mengatakan dalam Roma 3:10 bahwa tak ada seorang pun yang selalu melakukan apa yang benar. Tak ada seorang pun yang melakukannya dengan benar 100 persen dari waktu ke waktu. Dan itu bukan hanya kesalahan salah satu pihak saja. Selalu ada tanggung jawab di kedua sisi. Di dalam perselisihan, ada dua pihak yang tidak setuju!

Anda dapat membangun hubungan yang kuat dengan memperlakukan orang lain sama seperti Tuhan memperlakukan Anda. Roma 15: 7 mengatakan, "Sebab itu terimalah akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." Ketika Anda menerima orang lain apa adanya, memaklumi kesalahan mereka atas nama cinta kasih, itulah yang dimaksud dengan mengulurkan belas kasih.

Renungkan hal ini:
- Mengapa seringkali kita paling sulit mengampuni orang yang paling kita cintai?
- Pikirkan tentang sebuah hubungan dalam hidup Anda yang telah rusak atau yang membutuhkan pengampunan dan belas kasih. Apakah selama ini Anda sedang menunggu orang lain untuk meminta maaf? Bagaimana Anda bisa mengambil langkah untuk menyatakan kasih Anda kepada orang tersebut.



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75


Kita harus belajar untuk saling mengulurkan belas kasih, karena pengampunan merupakan jalan dua arah. Kta tak dapat menerima apa yang tidak ingin kita berikan kepada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Februari 13, 2020 |

Kebiasaan Paling Penting Untuk Kebugaran Rohani

1 Timotius 4: 8 "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Kita sudah belajar bahwa mengasihi orang lain seperti yang Tuhan kehendaki menuntut kita untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang memperbarui kita secara jasmani, emosional, dan rohani.

Alkitab mengatakan kasih yang sejati "menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan" (lihat 1 Korintus 13: 7-8). Tanpa kekuatan dari Tuhan, maka Anda tidak akan dapat mengasihi orang lain seperti yang Dia mau. Dan Anda tidak akan memiliki kekuatan tersebut apabila Anda melakukannya dengan jiwa yang kosong.

Perhatikan tanda-tanda kelelahan rohani yang muncul. Misalnya, mungkin Anda merasa usaha Anda dalam mengasihi seseorang tampak sia-sia belaka, atau mungkin Anda mulai menyalahkan Tuhan atas masalah-masalah Anda. Tapi Anda bukan satu-satunya; banyak tokoh-tokoh besar dalam Alkitab, seperti Daud, Musa, dan Abraham, melakukan hal yang sama ketika berada dalam tahap kelelahan.

Cara menjaga kebugaran rohani sama dengan cara menjaga kebugaran jasmani: dengan niat dan disiplin. "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang" (1 Timotius 4: 8).

Dalam melatih kebugaran rohani, tak ada disiplin yang lebih efektif dibanding dengan menghabiskan waktu bersama Tuhan secara rutin, setiap hari.

Tidak ada satu pun yang lebih bisa membantu hidup Anda selain waktu teduh bersama Tuhan, di mana Anda membiarkan Dia berbicara kepada Anda melalui Alkitab dan Anda berbicara dengan-Nya melalui doa. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4:16 bahwa meskipun secara lahiriah tubuh Anda menderita, secara rohani, Anda dapat diperbarui dengan menghabiskan waktu teduh bersama Tuhan. Dan ini hanya butuh sekitar 10 menit di kursi ruang tamu Anda sebelum memulai hari Anda.

Kasih manusia akan habis. Agar dapat mengasihi sesama seperti Yesus, jadikan waktu tenang Anda sebagai prioritas nomor satu di seluruh hari Anda. Ketika Anda melakukannya, hubungan Anda dengan orang lain akan diubahkan oleh kekuatan cinta kasih Allah melalui Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kalender atau rutinitas harian Anda mencerminkan apakah waktu tenang Anda adalah prioritas dalam hidup Anda atau tidak?
- Dalam hal apa Anda telah melihat bahwa hubungan Anda dengan orang lain dipengaruhi oleh jumlah waktu yang Anda habiskan untuk berdoa dan mempelajari Firman Allah?
- Apakah Anda merasa mampu mengasihi orang lain dengan kasih yang digambarkan Alkitab dalam 1 Korintus 13? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50


Anda butuh waktu berdua dengan Tuhan, karena kualitas hubungan Anda dengan Tuhan menentukan kualitas hubungan Anda dengan orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Februari 12, 2020 |
Back to Top