Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Live Streaming 13 September 2020

Ibadah live steaming GSJA Sword setiap Minggu Pukul 08.50 WIB

Ibadah live steaming gsja sword

Ibadah Live Streaming 6 September 2020

Ibadah live streaming Minggu 6 September 2020 Pukul 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Raya live streaming gsja sword

Ibadah Live Streaming 30 Agustus 2020

Ibadah Live Streaming GSJA Sword Minggu 30 Agustus 2020

Ibadah Raya Live Streaming GSJA Sword

Bible Study Live Streaming

Bible Study Live Streaming GSJA Sword setiap hari Selasa Pukul 18.50 WIB oleh Pdt. David Djaja


GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja
Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Tuhan Menggunakan Masalah untuk Membantu Kita Bertumbuh

2 Korintus 4:17 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami."

Tuhan menggunakan segalanya — bahkan pandemi seperti sekarang ini— untuk membuat karakter kita bertumbuh. Dia menggunakan masalah untuk membantu kita menjadi dewasa. Yakobus menulisnya seperti ini: "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1: 2-4).

Mungkin saat ini Anda merasa lelah dan kehabisan tenaga karena dampak dari COVID-19 pada hidup Anda serta orang-orang yang Anda kasihi. Inilah waktu yang tepat untuk datang kepada Tuhan, untuk menaruh pengharapan kepada-Nya, dan untuk percaya bahwa Dia tetap memegang kendali.

Dia adalah Tuhan pengharapan, dan pengharapan di dalam Dia tidak akan mengecewakan. Seiring berjalannya waktu, Anda akan melihat bahwa Tuhan bahkan dapat menggunakan pandemi ini untuk membuat Anda lebih kuat dan untuk melatih otot spiritual Anda.

Dalam Roma 8:28, Alkitab mengajarkan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Tujuan Tuhan buat Anda di dunia ini ialah untuk mempersiapkan Anda untuk kekekalan surga. Hidup ini adalah persiapan untuk kehidupan selanjutnya. Sekarang kita sedang melakukan pemanasan! Kemungkinan besar Anda tinggal di bumi ini kurang dari seratus tahun, tetapi Anda akan tinggal di dalam kekekalan selama triliunan demi triliunan tahun — dan bahkan pada titik tersebut, Anda baru saja memulai!

Itulah yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 4:17: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami."

Masalah hari ini mungkin tampak bagaikan beban yang berat. Namun, percayalah bahwa itu semua tidak akan ada di surga.

Berpeganglah pada pengharapan itu saat Anda merasa lelah, kewalahan, atau hendak menyerah. Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk tinggal selamanya bersama Dia di surga!

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mengetahui bahwa segala kesukaran yang Anda hadapi sekarang adalah untuk mempersiapkan Anda tinggal di surga membantu Anda untuk bertahan?
- Bagaimana masa-masa sulit membantu Anda atau orang lain yang Anda kenal untuk tumbuh?
- Bagaimana Anda pernah mengalami pengharapan yang hanya datangnya dari Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12


Masalah hari ini membuat Anda siap untuk kehidupan kekal yang tidak dapat Anda bayangkan sekarang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, September 18, 2020 |

Fokus pada Sesuatu yang akan Kekal Selamanya

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Manusia dapat mengatasi rasa frustrasi, penundaan, dan rasa sakit yang dahsyat selama mereka punya pengharapan.

Namun ketika harapan itu lenyap, banyak orang menyerah.

Yesus menawarkan satu-satunya pengharapan yang kekal. Dan itu pengharapan yang tidak akan pernah mengecewakan. Namun, Anda harus memiliki perspektif yang benar untuk memahami pengharapan di dalam Yesus itu.

Artinya, Anda jangan hanya melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Alih-alih fokus pada hal yang sementara, fokuslah pada hal yang kekal. Misalnya, lebih perhatikan Firman Tuhan ketimbang berita di ponsel cerdas Anda.

Kesulitan tidak akan berlangsung selamanya. Tetapi pengharapan di dalam Tuhan ada untuk selamanya. Alkitab berkata, "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih" (1 Korintus 13:13).

Di dinding kantor saya, ada sebuah plakat yang berukirkan huruf Ibrani. Orang-orang selalu bertanya pada saya apa artinya. Itu artinya, "Ini pun akan berlalu."

Saya suka melihat plakat tersebut saat saya sedang melalui masa-masa sulit. Itu mengingatkan saya bahwa apa pun keadaan saya, itu hanya berlangsung sementara. Tidak ada satu pun masalah datang untuk tinggal di dalam hidup Anda. Itu akan berlalu. Sekalipun itu masalah pelik yang sudah berlangsung sepanjang hidup Anda, ketahuilah bahwa Anda tidak akan membawanya hingga ke kehidupan kekal.

Paulus mengingatkan kita akan hal ini dalam 2 Korintus 4:18: "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Masalah Anda tidak akan bertahan selamanya. Pandemi Covid-19 tidak akan berlangsung selamanya. Ketidakpastian ekonomi tidak akan bertahan selamanya.

Tetapi ada hal-hal di alam semesta Allah yang tidak bisa Anda lihat yang akan berlangsung selamanya. Iman, pengharapan, dan kasih akan ada kekal selamanya. Dan bila Anda percaya pada Yesus, Anda akan bersama Allah selamanya di dalam kekekalan.

Taruh pengharapan Anda di dalam Yesus. "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi" (Kolose 3: 2).

Renungkan hal ini:
- Seperti apa menaruh pengharapan Anda di dalam Yesus di tengah masa yang tak pasti?
- Bagaimana Anda dapat membantu orang lain untuk terus memegang pengharapan mereka di dalam Kristus?
- Apa saja contoh dari hal-hal yang kekal yang dapat kita fokuskan ketika menghadapi masalah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Pengharapan Anda di dalam Kristus akan digenapi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, September 17, 2020 |

Berhenti Menghakimi Orang Lain

Yakobus 2: 12-13 "Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

Sebagai pengikut Yesus, kita terus-menerus hidup dalam ketegangan.

Di satu sisi, kita ingin memuliakan Tuhan dan melakukan apa yang Dia kehendaki. Tapi di sisi lain, segala sesuatu di dunia ini bertentangan dengan Tuhan.

Kehidupan di Kerajaan Allah bertentangan dengan kehidupan dunia. Anda akan melihat banyak hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Anda dan — yang lebih penting— dengan nilai-nilai Tuhan.

Bagaimana Anda meresponnya?

Sayangnya, terlalu banyak orang Kristen merespons dengan menghakimi orang lain.

Yakobus memberi tahu kita bahwa apabila kita menghakimi orang lain tanpa ampun, maka Tuhan tidak akan menunjukkan belas kasih kepada kita. Tuhan menghendaki belas kasih ketimbang penghakiman.

Anda dapat menghindar untuk bersikap menghakimi dengan cara mengatakan kebenaran dengan lemah lembut. Anda dapat memberi tahu seseorang dengan cara yang tidak menghakimi bahwa tidak menaati Tuhan akan mendatangkan konsekuensi negatif.

Kita dipanggil untuk mewartakan kebenaran untuk membantu orang lain, bukan untuk menyakiti atau merendahkan mereka.

Anda bisa tidak sepakat dengan seseorang tanpa perlu menjadi orang yang menyebalkan. Bahkan apabila Anda benar sekali pun, bersikap kasar itu salah.

Menghakimi — mengharapkan seseorang yang tidak percaya untuk bertindak seperti orang percaya — tidak masuk akal. Alkitab mengatakan seseorang tidak dapat bertingkah laku seperti yang Tuhan kehendaki sampai mereka mengundang Yesus masuk ke dalam hidup mereka dan menerima kuasa-Nya untuk mengubah mereka.

Anda akan dapat berhenti menghakimi orang lain ketika Anda ingat bahwa setiap orang harus memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan. Itu artinya mereka tidak bertanggung jawab kepada Anda, tetapi ingat, Anda memiliki tanggung jawab untuk berhenti menghakimi orang lain.

Yesus berkata, "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni" (Lukas 6:37).

Renungkan hal ini:
- Coba pikrikan bagaimana Anda merespons pernyataan ini: Mengharapkan seseorang yang tidak percaya untuk bertindak seperti orang percaya tidaklah masuk akal.
- Bagaimana ayat berikut ini berkaitan dengan renungan hari ini? "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!" (Roma 14: 12-13).
- Apa beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk tetap bersikap sopan meski tidak sepakat dengan seseorang?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Anda menjadi seseorang yang menghakimi ketika Anda memberitahukan kebenaran dan menggunakannya untuk menyalahkan orang lain untuk membuat diri Anda merasa lebih superior.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, September 16, 2020 |

Hidup Tanpa Rasa Bersalah

Mazmur 103: 10, 12 "Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."

Tuhan memberi kita apa yang kita butuhkan, bukan apa yang patut kita terima.

Kita pantas menerima hukuman atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita buat. Namun, Yesus menanggung hukuman yang seharusnya pantas kita terima, dan menghempaskannya "sejauh timur dari barat" (Mazmur 103: 12).

Bumi ini memiliki dua kutub, yaitu utara dan selatan, tapi timur ke barat tidak memiliki kutub, itu tidak berujung. Ketika Anda menaruh iman Anda kepada Yesus, maka Allah telah mengambil alih dosa Anda dan menghapuskannya!

Raja Daud melakukan perzinahan, dan kemudian, untuk menutupinya, dia membunuh suami wanita itu. Bisakah Anda bayangkan rasa bersalah yang ia tanggung?

Akibat dari perzinahan dan pembunuhan sangatlah menghancurkan. Daud tidak pantas mendapatkan pengampunan atau belas kasih dari Tuhan. Daud tahu dia salah, tapi dia juga tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh belas kasih.

Daud berdoa: "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku" (Mazmur 51: 1-2).

Tuhan menghendaki belas kasih ketimbang penghakiman. Dia senang mengampuni; Dia dapat memurnikan, membersihkan, dan memulihkan Anda.

Ikuti teladan Daud. Akui kesalahan Anda kepada Tuhan dan minta belas kasih-Nya. Dia akan mengampuni Anda sebab Dia baik, bukan karena Anda cukup baik untuk menerimanya.

Renungkan hal ini:
- Apabila Tuhan telah mengampuni Anda, mengapa kita kerap kali sulit untuk mengampuni diri kita sendiri? Bicaralah kepada Tuhan mengenai hal itu dan minta Dia untuk membantu Anda memaafkan diri Anda sendiri.
- Jika saat ini Anda tengah bergumul dengan dosa dosa, bacalah perlahan-lahan Mazmur 51. Dan kemudian renungkan setiap bagiannya.
- Personalisasikan Mazmur 51 menjadi sebuah doa untuk Anda gunakan ketika Anda mencari pengampunan dari Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9


Tuhan telah mengampuni Anda, maka terimalah pengampunan-Nya dan ampunilah diri Anda sendiri juga.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, September 15, 2020 |

Apa yang Diungkapkan Hati Anda?

Mazmur 141: 3 "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"

Bagaimana Tuhan membantu kita mengatur mulut kita? Dengan langsung mendatangi sumbernya: hati.

Pernahkah Anda berkata, "Saya tidak tahu apa yang sedang merasuki saya — saya bukan orang seperti itu"? Sebenarnya, itu tidak akan keluar dari mulut Anda jika itu tidak ada di hati Anda terlebih dahulu.

Dengan kata lain, bukan mulut Anda yang mendatangkan masalah; hati Anda! Apa yang ada di dalam diri Anda, itulah yang keluar. Alkitab berkata, "Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati" (Matius 12:34).

Kata-kata Anda menunjukkan kondisi hati Anda. Itu artinya seseorang dengan lidah yang kasar sedang memperlihatkan hati yang marah. Seseorang yang banyak membual memperlihatkan hati yang tidak percaya diri.

Seseorang yang terlalu banyak bicara memperlihatkan hati yang tidak tenang. Kata-kata yang kritis mengungkapkan hati yang kepahitan.

Di sisi lain, ketika Anda berbagi kata-kata yang membesarkan hati dengan orang lain, itu mengungkapkan hati yang gembira. Saat Anda mengucapkan kata-kata lembut kepada orang lain saat mereka sedih, itu menunjukkan bahwa Anda memiliki hati yang penuh kasih.

Jika Anda mengucapkan kata-kata yang baik dan menghibur kepada orang-orang, itu menunjukkan bahwa Anda memiliki hati yang damai. Apa yang Anda katakan memperlihatkan seperti apa Anda di dalam.

Kontaminasi hanya bisa dilenyapkan dari sumbernya.

Tuhan sangat ahli dalam hal mentransformasi hati dan Dia siap untuk mengubah siapa pun yang datang kepada-Nya, meski apa pun yang telah terjadi di masa lalu.

Renungkan hal ini:
- Apa yang tercermin dari kata-kata Anda mengenai kondisi hati Anda?
- Bagaimana selama ini Anda telah dikuatkan oleh kata-kata baik dan menghibur yang diucapkan seseorang kepada Anda?
- Kebiasaan-kebiasaan apa yang dapat Anda praktikkan untuk membantu pekerjaan Tuhan dalam mengubahkan hati sesama?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8


Ketika Tuhan membantu Anda mengontrol mulut Anda, maka Dia mengubah Anda luar dalam.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, September 14, 2020 |

Bijaklah dengan Kata-Kata Anda

Yakobus 3: 5-6 " Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka."

Ketika kita kurang pengendalian diri, kita menjadi rentan terhadap semua jenis masalah.

Segala sesuatu yang tidak terkendali dalam hidup Anda dapat membahayakan orang lain dan merusak hubungan Anda. Kemarahan, nafsu, kecanduan, pengeluaran, minum, atau ambisi dapat menciptakan masalah yang sangat besar.

Tapi penghancur hubungan terdahsyat ialah lidah yang tidak dikendalikan.

Saya pernah membaca bahwa orang biasa melakukan sekitar 30 percakapan dalam sehari. Itu sebelum karantina pandemi. Jika itu benar, maka itu artinya kita menghabiskan sekitar seperlima dari hidup kita dengan berbicara.

Suatu saat, mulut Anda mungkin akan membuat Anda terlibat dalam masalah. Suatu hari Anda akan mengalaminya!

Yakobus menyamakan lidah dengan percikan api kecil, sebab hanya itu yang diperlukan untuk menyebabkan sebuah kebakaran hutan yang besar.

Satu kata ceroboh dapat memicu kebakaran dalam hubungan Anda dan membuat segalanya hangus terbakar.

Apakah Anda mengenal para pelaku pembakaran secara verbal atau pengompor?

Kata-kata mereka berbahaya. Mereka memakai kata-kata keputusasaan, kekecewaan, tuduhan, kritikan, sarkasme, kecaman, atau serangan — dan masih banyak lagi.

Gosip sifatnya destruktif karena itu menyebar seperti virus di udara. Kata-kata ceroboh telah menghancurkan karier, persahabatan, dan keluarga.

Alih-alih menuju ke arah yang merusak, Anda dapat memilih untuk menggunakan kata-kata Anda untuk membangun orang lain. Fokuslah melihat hal benar yang dilakukan oleh orang lain dan beritahu itu pada mereka. Yakinkan karakter mereka tersebut saat mereka membuat keputusan sulit. Bangun mereka dengan kata-kata penyemangat.

Menguatkan orang lain dengan kata-kata Anda tidaklah sulit, tetapi di dunia ini, hal itu tidak biasa dilakukan.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa kata yang dapat Anda gunakan untuk membangun orang lain?
- Apa salah satu cara yang bisa Anda pakai untuk mengingatkan diri Anda sendiri untuk menyemangati orang lain ketika Anda tergoda untuk bersikap kritis terhadap mereka?
- Mengapa gosip bisa begitu merusak? Buatlah rencana "keluar" Anda untuk bisa menghindari bergosip.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Anda mencerminkan kemuliaan Allah di dunia yang gelap ketika Anda mengontrol mulut Anda dan menguatkan orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, September 14, 2020 |

Cara Anda Menghadapi Kegelapan

Yesaya 45: 3 "Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu."

Kita semua ingin dikenal, dan salah satu cara perdana diri kita dikenal ialah dengan nama kita. Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu" (Yesaya 45: 3). Tuhan mengenal pribadi lepas pribadi, dan Dia memanggil Anda dengan nama Anda.

Tidak ada hal yang sifatnya lebih intim selain dikenal sepenuhnya— semua keanehan dan kekurangan Anda, hal-hal yang membuat Anda tertawa dan menangis, ketakutan Anda, harapan Anda, dan impian Anda. Tidak ada seorang pun yang mengenal Anda sepenuhnya di bumi ini, kecuali Tuhan. Dialah satu-satunya yang melihat setiap lapisan kepribadian Anda hingga ke lapisan terdalam diri Anda.

Tuhan yang memanggil Anda dengan nama menyembunyikan harta kekayaan di dalam penderitaan dan kegelapan Anda. Dia dapat turut campur tangan dalam kegelapan Anda, dan Dia akan menyertai Anda di dalam kegelapan itu. Kebenaran ini seharusnya membuat Anda memuliakan Dia. Apa yang kita ketahui tentang Tuhan seharusnya menggerakkan kita untuk memuji dan menyembah-Nya.

Ketika Ayub kehilangan semua yang berarti buatnya, dia memuliakan Tuhan buat apa yang dia tahu adalah benar tentang Tuhan: "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1: 20-21). Bahkan saat Ayub kehilangan segalanya, apa yang dia tahu tentang Tuhan membuat dia jatuh tersungkur dan berseru, "Tuhan, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi yang aku pegang adalah Engkaulah yang memberi dan Engkau juga yang mengambil. Terpujilah nama-Mu."

Ibadah itu sendiri merupakan harta tersembunyi di dalam kegelapan. Bahkan di tengah kesakitan, ketahuilah bahwa Dia adalah Tuhan yang baik dan penuh kasih. Dia tahu nama Anda, Dia mengenal Anda secara pribadi dan memperhatikan setiap detail hidup Anda. Dia memegang kendali. Dan Dia punya rencana terbaik buat hidup Anda.

Anda harus terbuka terhadap kemungkinan bahwa Tuhan memiliki emas dan berlian yang tersembunyi di tempat-tempat rahasia, dan harus siap untuk menerima harta itu saat Dia menunjukkannya kepada Anda. Entah Dia ikut campur tangan atau tidak, percayalah bahwa Dialah Tuhan yang intim dan mengenal pribadi yang akan selalu dekat dengan Anda saat Anda berjalan melewati kegelapan.

Beginilah cara Anda menghadapi kegelapan dan menemukan harapan.

Renungkan hal ini:
- Apa yang telah Tuhan bolehkan untuk diambil dari Anda? Bagaimana respons Anda?
- Apakah Anda melihat kesempatan untuk menyembah Tuhan sebagai harta kekayaan yang tersembunyi? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa kebenaran lain tentang Tuhan yang membuat Anda menyembah-Nya, bahkan di tengah penderitaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6

Tidak ada yang tersembunyi di mata Tuhan. Dia adalah pribadi yang paling mengenal siapa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Sabtu, September 12, 2020 |

Harta di dalam Kegelapan

Yesaya 45: 3 "Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu."

Dalam Yesaya 45, Allah menjanjikan pembebasan bagi bangsa Israel dari masa pembuangan di Babel serta keselamatan bagi umat-Nya yang tidak patuh itu, melalui seorang raja Persia bernama Koresh. Dia berkata kepada Koresh, "Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu" (Yesaya 45: 3).

Selama masa penaklukkannya, Raja Koresh secara harfiah menemukan harta karun terpendam yang dulu dikuburkan oleh orang-orang Yahudi sewaktu masa perbudakan. Seperti Raja Koresh, yang menemukan harta yang tersembunyi di tengah kegelapan, Anda pun dapat menemukan harta karun — pengharapan di tempat-tempat gelap yang tak terduga, di tempat-tempat yang menyakitkan yang sangat Anda benci. Tuhan memberi Anda harta ini oleh karena dua alasan:

Pertama, Tuhan melakukannya supaya Anda tahu bahwa Dia punya kuasa untuk campur tangan dalam kegelapan Anda. Dalam ayat ini, Allah menyatakan dirinya sebagai Tuhan, Tuhan Israel. Berulang kali dalam Alkitab, Dia menyatakan diri-Nya sebagai Pencipta, Penopang, Tuan, Raja, dan Penyelamat. Ia transenden, yang berarti Ia berada di luar waktu, ruang, dan materi, dan keberadaan-Nya tidak bergantung pada apa pun. Cara-Nya lebih tinggi dari cara Anda, dan pemikiran-Nya lebih tinggi daripada pemikiran Anda.

"Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga" (Mazmur 147: 5). Tuhan itu sangat besar dan berkuasa, dan Dia dapat turut campur tangan di dalam kegelapan Anda dengan cara yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Anda dapat menceritakan kisah-kisah luar biasa tentang cara-cara Tuhan ikut campur tangan di dalam keuangan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda, atau karier Anda, tepat ketika Anda mengira tidak ada harapan pemulihan atau keselamatan. Dia menyatakan diri-Nya saat Dia berpindah masuk ke dalam kegelapan Anda dan mengubah segalanya.

Setiap hari kita meminta mujizat, sebab kita tahu bahwa Dia adalah Tuhan dan kita bukan. Kadang Tuhan turut campur tangan di dalam cara yang kita mohonkan. Tapi di kesempatan lain, Dia tidak melakukannya. Dia mungkin tidak ikut campur dalam kegelapan yang mengelilingi Anda atau keluarga Anda dengan cara-cara yang Anda inginkan.

Ayat ini mengungkapkan bahwa Tuhan dekat dengan Anda di masa kegelapan Anda. Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Dia besar, tapi Dia juga dekat, yang artinya Dia akrab dengan kita. Dia melihat pribadi lepas pribadi. Dia adalah penolong Anda, penyembuh Anda, Juruselamat Anda, teman Anda, kekasih dari jiwa Anda yang terluka.

Dia sedekat tarikan napas Anda berikutnya.

Renungkan hal ini:
- Kapan dalam hidup Anda dimana Tuhan turut campur tangan dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan?
- Apakah Anda meminta mujizat kepada Tuhan karena Anda telah mengenal sifat-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana Tuhan menunjukkan kepada Anda bahwa Dia dekat ketika Anda berjalan menghadapi masa yang gelap dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5

Tuhan adalah pribadi yang dekat, Dia dekat dengan Anda meskipun di dalam kegelapan Anda sebab Ia telah berjanji seperti itu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Sabtu, September 12, 2020 |

Penderitaan Anda Berbuah Emas

Ayub 23:10 "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas."

Ketika saya menjalani pengobatan kanker payudara bertahun-tahun lalu, saya (Kay Warren) terus memikirkan Ayub 23:10 yang mengatakan, "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas."

Saya tidak menjadikan ayat tersebut sebagai suatu jaminan kesembuhan fisik saya. Tuhan tidak berhutang apa pun kepada saya. Jika Tuhan telah menyembuhkan saya, maka itu luar biasa, namun saya tidak melihat bahwa kesembuhan dijamin dalam ayat tersebut.

Sebaliknya, yang saya lihat dalam ayat ini adalah potensi untuk menghasilkan "emas" dalam hidup saya. Jika saya melewati ujian dengan cara yang seturut dengan kehendak Tuhan, maka sesuatu yang indah akan tercipta. Saya merindukan penderitaan yang telah saya alami untuk menghasilkan sesuatu yang indah, sesuatu yang bernilai untuk selamanya, sesuatu yang semurni emas.

"Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (1 Petrus 1: 7).

Emas itu terbentuk lewat api kanker dalam hidup saya, dan itu terus-menerus terbentuk lewat api penderitaan dan kesedihan karena kedukaan yang menyelimuti saya oleh karena kematian putra saya, Matthew. Lewat kanker payudara, saya memperoleh kemampuan baru untuk berhubungan orang-orang yang menderita penyakit yang mengancam jiwa. Saya menatap wajah maut dan saya tidak lagi takut. Saya memperoleh apresiasi baru akan betapa singkatnya hidup ini dan semakin berkomitmen untuk menjalani setiap hari yang Tuhan anugerahkan kepada saya dengan semangat dan tujuan.

Di tengah kedukaan dan kehancuran karena kehilangan Matthew, saya meraih jalan yang lebih intim dengan Yesus karena saya telah belajar untuk percaya kepada Dia melewati tempat tergelap yang pernah saya kunjungi. Saya memiliki kerinduan yang tinggi akan surga. Kebangkitan Yesus Kristus merupakan pengharapan saya yang terdalam. Dan saya merindukan pemulihan tubuh dan pikiran yang hancur yang akan terjadi di surga. Dan melalui penderitaan saya itu, saya telah belajar bagaimana menghibur orang-orang di tengah penderitaan mereka lewat penghiburan yang telah Tuhan berikan kepada saya.

Inilah emas yang telah Tuhan hasilkan dalam hidup saya. Dia bisa melakukan hal sama dalam hidup Anda ketika Anda mengizinkan Dia untuk menggunakan rasa sakit Anda untuk kemuliaan-Nya.

Renungkan hal ini :
- Pikirkan saat-saat penderitaan dalam hidup Anda. "Emas" apa yang telah Tuhan hasilkan di dalam Anda melalui pengalaman itu?
- Apa artinya menderita dengan baik?
- Bagaimana Ayub 23:10 menantang perspektif Anda soal penderitaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4

Jika iman Anda tetap kuat setelah ditempa oleh pencobaan yang berapi-api, itu akan mendatangkan puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari ketika Yesus Kristus dinyatakan ke seluruh dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Kamis, September 10, 2020 |

Penantian Membuahkan Pengharapan

Yakobus 5: 7-8 "Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!"

Penting untuk diingat bahwa Tuhan selalu bekerja di balik layar, bahkan lewat pandemi atau setiap masalah yang Anda hadapi saat ini. Percayalah pada-Nya, dan bersabarlah.

Bagaimana cara melakukannya? Apa yang harus Anda lakukan sambil menunggu? Bagaimana harus membangun iman dengan tetap percaya pada Tuhan selama masa penundaan ini?

"Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!" (Yakobus 5: 7-8).

Seperti para petani, Anda harus menunggu dengan penuh harap. Ketika petani menunggu, dia mempersiapkan untuk menjelang musim panen. Dia sedang bersiap-siap. Dia tidak duduk sambil berpikir, "Saya penasaran apakah ini akan tumbuh atau tidak." Dia menunggu sambil mengharapkan itu tumbuh. Ia mempersiapkan panen agar ketika waktunya datang, ia dapat menuainya.

Anda harus menunggu dengan penuh harap ketika Anda percaya kepada Tuhan untuk bertindak dan menyediakan apa yang Anda perlukan. Mazmur 130: 5 mengatakan, "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya." Janji itu ada di seluruh Alkitab, salah satunya dalam ayat seperti Yesaya 49:23: "Dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu."

Apa yang selama ini Anda tunggu untuk Tuhan lakukan? Mungkin selama ini Anda menunggu Dia untuk mentransformasi pernikahan Anda, menyelesaikan masalah keuangan, menyembuhkan luka, atau menyentuh seseorang di keluarga Anda yang tidak seiman. Apa pun yang tengah Anda tunggu buat Tuhan lakukan, apakah Anda benar-benar mengharapkan Dia untuk melakukannya?

Seringkali kita beranggapan kita sedang menunggu Tuhan, tetapi sebaliknya, sesungguhnya Tuhanlah yang sedang menunggu kita. Dia berkata, "Engkau belum siap untuk mengelola berkat yang hendak Kuberikan kepadamu. Aku ingin engkau tumbuh terlebih dulu. Jangan engkau yang menunggu-Ku. Aku yang sedang menunggumu."

Bila Anda letih dan lelah oleh karena krisis ini, Anda harus ingat untuk menantikan Tuhan. Anda harus berdiam diri, berpegang pada Firman Tuhan, dan belajar bagaimana menjadi serupa seperti Dia. Dan kemudian, lakukanlah pekerjaan yang akan mempersiapkan Anda untuk musim panen.

Renungkan hal ini:
- Apa yang selama ini Anda nantikan untuk Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Menurut Anda, apa yang mungkin sedang Dia tunggu untuk Anda lakukan selama masa penantian?
- Bagaimana Anda mempersiapkan diri sambil menunggu Tuhan bekerja?
- Bagaimana Anda ingin bertumbuh dan menjadi dewasa karena keadaan di tengah pandemi ini? Apa upaya Anda untuk mewujudkan tujuan tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3


Jika Anda tidak mempersiapkan diri di saat menunggu, sesungguhnya Anda tidak mengharapkan apa pun terjadi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Rabu, September 09, 2020 |

Sabar itu Ada Gunanya

Yakobus 5:11 "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan."

Tuhan mengganjar kesabaran. Yakobus 5:11a mengatakan, "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun." Singkat kata, bersabar itu ada manfaatnya.

Ketika Anda sabar, itu membangun karakter Anda, menjauhkan Anda dari kesalahan dan mendorong Anda untuk mencapai tujuan. Ketika Anda bersabar, Anda akan dihormati oleh orang lain dan memiliki hubungan yang lebih bahagia. Ada berbagai macam berkat dan manfaat.

Pernahkah Anda memperhatikan — terutama selama masa virus corona — bahwa sulit untuk bersabar saat Anda lelah? Kita semua merasa lelah oleh ketidakpastian yang berlarut-larut dari kegilaan pandemi ini.

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Ada berkat-berkat yang bisa didapat melalui musim penantian selama pandemi ini— di dalam karakter Anda, keadaan Anda, keluarga Anda, dan gereja. Dan itu bukan hanya berkat untuk dinikmati saat ini. Alkitab mengatakan akan ada upah di surga yang menanti.

Yesus berkata dalam Matius 5: 11-12, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." Ketika seseorang menyakiti Anda, salah satu keinginan terbesar Anda mungkin membalasnya. Akhir-akhir ini, orang-orang telah mengalami banyak rasa sakit dan luka dalam pilihan untuk merespons pandemi ini. Dan terlebih lagi, itu menimbulkan banyak godaan untuk membalas atau marah-marah.

Kapan pun Anda dikritik dan tergoda untuk membalasnya, pikirkan ini dulu: Apakah pertengkaran ini sebanding dengan upah yang telah dijanjikan kepadaku di surga? Tidak. Sebagai seorang pemimpin, saya banyak dikritik. Orang-orang selalu salah menilai saya dan mempertanyakan dan meragukan dan menebak-nebak tindakan yang akan saya buat. Saya telah belajar untuk tidak membela diri. Saya tetap diam, karena saya telah memahami bahwa saat dimana Anda tidak melawan adalah saat dimana Anda paling serupa dengan Yesus. Anda paling serupa seperti Yesus ketika Anda menolak untuk melawan.

Bahkan ketika Dia dituduh dan dianiaya, Yesus memilih untuk melakukan apa yang benar dan tidak membalas.

Renungkan hal ini:
- Dalam hubungan apa dimana Anda merasa paling sulit untuk melatih kesabaran selama masa pandemi?
- Apakah Anda menantikan upah yang kekal di surga lebih dari upah dunia? Bagaimana jawaban Anda itu terlihat dalam pilihan Anda dalam merespons ketika Anda terluka atau dikritik?
- Bagaimana kesabaran membantu menciptakan hubungan yang sehat?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2

Jika Anda memilih untuk membiarkan Tuhan untuk mengambil alih saat seseorang menyakiti Anda, Dia melihatnya dan Dia akan memberkati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Selasa, September 08, 2020 |

Bagaimana Tetap Yakin di Waktu yang Tak Pasti

Yakobus 5: 8 "Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!"

Saat ini kita hidup di masa yang asing dan tak menentu. Kita tak tahu apa tengah yang terjadi di dunia. Kita mendengar informasi yang berbeda dari setiap sumber. Kita tak tahu berapa lama virus corona ini akan terus menyebar. Kita tak yakin bagaimana caranya membuat keputusan yang bijak tanpa segala informasi yang kita butuhkan.

Ketika ada begitu banyak hal yang tak pasti, kita harus tetap percaya pada satu kebenaran ini: Allah pegang kendali.

"Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu" (Yakobus 5: 7-9).

Mengapa dalam perikop ini Yakobus beberapa kali mengingatkan kita bahwa Allah akan datang kembali? Sebab itulah bukti terakhir bahwa Allah memegang kendali.

Sejarah adalah cerita yang dibuat Allah. Sejarah tidak sirkular. Tidak ada lingkaran kehidupan. Sejarah itu linier, dan terus bergerak menuju suatu klimaks. Allah punya rencana. Dia punya sebuah tujuan. Suatu hari Yesus akan kembali. Semuanya sesuai dengan jadwal-Nya. Kita tidak tahu kapan Dia akan kembali, tetapi Alkitab lebih banyak berbicara tentang kedatangan Yesus yang kedua daripada tentang kedatangan-Nya yang pertama. Itu artinya kebenaran ini harus dapat mengubah cara kita menjalani hidup kita setiap hari. Kita harus hidup dengan harapan besar!

Meski situasi saat ini mungkin tampak tidak terkendali dan apa yang sedang Anda alami mungkin menyakitkan, tidak ada yang berada di luar kendali Tuhan. Sabarlah. Waktu Tuhan sempurna. Dia tidak pernah terlambat. Dia memegang kendali.

Terjemahan J.B. Phillips dari Yakobus 5: 8 mengatakan, "Bersabarlah, sandarkan hatimu pada kepastian yang utama."

Apa kepastian itu? Suatu hari nanti, Yesus akan kembali. Tidak ada yang bisa menghentikan itu.

Dengan mengetahui bahwa semua sejarah berada di bawah kendali Allah dan bahwa Yesus telah berjanji untuk kembali, seharusnya memberi kita iman yang kita butuhkan di masa yang tak pasti ini.

Renungkan hal ini:
- Apa artinya hidup dengan menantikan kedatangan Yesus?
- Apakah dengan mengetahui bahwa Allah mengendalikan sejarah memberi Anda ketenangan dan keyakinan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Dalam situasi apa Anda perlu ingat bahwa Allah mengendalikan segalanya? Bagaimana Anda melihat Dia bekerja di sana?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1

Ketika Anda merasa tidak ada yang bisa diandalkan, peganglah kebenaran ini: Tuhan mengendalikan segalanya, dan Yesus akan datang kembali suatu hari nanti untuk membuat segala sesuatu menjadi benar dan baru.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren). 
| Senin, September 07, 2020 |

Berusahalah untuk Memahami Sebelum Dipahami

Filipi 2: 4-5 "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"

Ketika Anda berkonflik, cara untuk meredakan ketegangan yang sesuai dengan cara Kristus ialah dengan berusaha memahami sebelum berusaha dipahami. Cobalah mengerti apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain sebelum Anda mulai mencoba meyakinkan mereka bahwa Anda benar. Jangan berharap untuk dipahami sampai Anda bersedia memahami orang lain.

Alkitab berkata, "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya" (Amsal 18:13).

Seringkali kita begitu sibuk mencoba membuat orang lain sepakat dengan argumen kita, sehingga kita tidak mau berhenti sejenak untuk mendengarkan apa yang mereka katakan.

Itulah mengapa Anda perlu berkata, "Anda duluan." Kemudian, setelah mereka mengeluarkan argumen mereka, katakanlah, "Baik, saya coba pahami maksud Anda. Anda berkata (ulangi apa yang Anda pahami dari argumen yang baru saja mereka sampaikan). Apakah benar seperti itu?" Itu memberi mereka kesempatan untuk mengoreksi Anda dan kesempatan bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga merasa dipahami.

Mencoba untuk mengerti terlebih dahulu juga memungkinkan Anda untuk melihat perspektif orang lain. Filipi 2: 4-5 mengatakan, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Kita berada di tengah pandemi yang dipenuhi dengan banyak debat panas soal cara terbaik untuk mengehentikan krisis ini. Setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing, tetapi sepertinya tidak ada yang mau melihat dari perspektif orang lain. Yang mau kita lihat hanyalah sisi kita sendiri.

Jika Anda tidak mau berusaha untuk memahami dan menerima sudut pandang orang lain, Anda tidak akan bisa mengenali sakit hati orang lain. Anda tidak akan bisa melihat ketakutan mereka, luka mereka, atau ketidakadilan yang telah mereka alami.

Itu bukanlah cara Yesus Kristus. Dia selalu melihat kebutuhan terdalam orang lain. Bahkan di kayu salib sekalipun, Dia memikirkan Anda.

Tidak mudah memikirkan kepentingan orang lain, sebelum diri Anda sendiri. Tentu, ini bukan hal yang lazim. Pada dasarnya, kita adalah orang yang egois. Begitu pula saya! Jika boleh, saya akan selalu memilih untuk memikirkan diri sendiri sebelum saya memikirkan orang lain.

Hanya Yesus yang dapat mengubah perspektif saya — dan perspektif Anda. Hanya Yesus yang dapat membuat Anda lebih tertarik kepada kepentingan orang lain, ketimbang kepentingan diri Anda sendiri.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda ingin seseorang merespon Anda ketika Anda mencoba membuat mereka memahami Anda serta apa yang Anda katakan? Apakah Anda melakukan hal yang sama kepada orang lain?
- Apakah Anda mendapati diri Anda memikirkan apa yang hendak Anda katakan selanjutnya, ketimbang lebih dulu sungguh-sungguh mendengarkan orang lain? Mengapa godaan untuk melakukannya begitu kuat?
- Jika Anda benar-benar lebih peduli dengan lawan bicara Anda, ketimbang mencoba untuk menyampaikan maksud Anda dan didengarkan, bagaimana Anda bisa mengubah cara Anda dalam melakukan percakapan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16

Ketika Anda ingin serupa seperti Kristus, keinginan untuk mengerti sebelum dimengerti menjadi lebih lazim. Hanya dengan cara itulah, Anda dapat mengatasi konflik Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, September 07, 2020 |

Apa Peran Anda di dalam Konflik?

Mazmur 139: 23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Salah satu strategi terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meredakan konflik adalah juga merupakan salah satu hal yang paling menakutkan: Meminta Tuhan untuk memberitahu Anda ganbaran diri Anda yang sesungguhnya.

"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139: 23-24).

Ketika berkonflik, biasanya kita mengungkit semua jenis emosi dan kesalahpahaman. Maka, tugas Anda ialah meminta Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda kekurangan diri Anda — bukan kekurangan pasangan Anda, anak Anda, rekan kerja Anda, teman Anda, atau tetangga Anda. Mintalah Tuhan untuk menyingkapkan kepada Anda segala sesuatu yang salah dalam diri Anda, dan kemudian mintalah Tuhan untuk menuntun Anda ke jalan yang selalu benar.

Jika Anda sungguh-sungguh berdoa ayat-ayat dari Mazmur 139 tadi, maka Tuhan akan menunjukkan kepada Anda jalan yang benar. Dia tidak akan mempermainkan Anda, dan Dia akan selalu memaafkan — bahkan ketika Dia memperlihatkan bahwa bagian dari masalah dalam konflik tersebut ialah Anda.

Ketika Tuhan menyingkapkan kepada Anda dosa itu di dalam hidup Anda, maka Anda harus mempertanggung jawabkannya. Dan itu mungkin berarti Anda harus jujur membicarakannya dengan orang yang berkonflik dengan Anda tersebut.

Itu artinya Anda jujur kepada Tuhan. Tugas Anda ialah mengakui bagian mana dari konflik tersebut yang disebabkan oleh bias, ketidakpekaan, ketidakdewasaan, atau kelalaian Anda — atau alasan-alasan lainnya.

Yesus mengajarkan tentang hal ini dengan menggunakan hiperbola pada Khotbah di Bukit. Dia berkata dalam Matius 7: 3-5, "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Renungkan hal ini:
- Dalam konflik apa dimana Anda butuh Tuhan untuk memberikan Anda gambaran yang jelas tentang tanggung jawab Anda? Mengapa Anda belum memintanya kepada Tuhan?
- Mazmur 139: 24 mengatakan "jalan yang kekal" —menurut Anda apakah itu?
- Mengapa sangat penting untuk berdoa Mazmur 139: 23-24, terutama sebelum Anda melakukan suatu pembicaraan yang sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 146-148; I Korintus 15:12-58


Menunjuk kesalahan orang lain tidak akan pernah menyelesaikan konflik. Pertama-tama, Anda harus melihat diri Anda sendiri dan meminta hikmat kepada Tuhan untuk bisa mengenali dosa Anda dan bertanggung jawab atasnya. Itu tidak akan pernah mudah, tetapi itu akan selalu jadi pilihan yang tepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, September 05, 2020 |

Iman yang Menyenangkan Hati Tuhan, Bukan Perasaan Anda

Ayub 1:21 "katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Jika Anda adalah orang Kristen baru, Tuhan akan sering memberi Anda perasaan-perasaan penegasan sehingga Anda tahu Dia ada di sana dan Dia peduli. Tetapi ketika Anda tumbuh di dalam iman, Tuhan akan menghentikan ketergantungan Anda pada perasaan Anda untuk merasakan kehadiran-Nya dan karya-Nya di dalam hidup Anda.

Kemahahadiran Allah serta manifestasi akan kehadiran-Nya merupakan dua hal yang berbeda. Yang satu adalah sebuah fakta; sementara yang lainnya seringkali berupa perasaan. Tuhan selalu hadir, bahkan ketika Anda tidak menyadarinya, dan kehadiran-Nya itu terlalu mendalam untuk bisa diukur dengan sebuah perasaan belaka.

Ya, Dia ingin Anda merasakan kehadiran-Nya, tetapi Dia lebih peduli dengan fakta bahwa Anda lebih percaya pada-Nya ketimbang Anda merasakan kehadiran-Nya. Bukan perasaan, tetapi imanlah yang menyenangkan hati Allah.

Situasi-situasi yang paling dapat merentangkan iman Anda ialah ketika hidup Anda tak terkendali dan ketika Tuhan seolah menghilang. Hal ini terjadi pada Ayub. Dalam waktu singkat, ia kehilangan segalanya — keluarganya, bisnisnya, kesehatannya, dan semua yang ia miliki. Dan, yang paling mengecewakan, Tuhan tidak berkata apa-apa kepada Ayub di sepanjang 37 pasal!

Bagaimana agar Anda tetap memuliakan Tuhan ketika Anda tidak mengerti apa yang terjadi dalam hidup Anda dan Tuhan diam saja? Bagaimana agar Anda tetap terhubung dengan Tuhan di tengah krisis meski tanpa komunikasi? Bagaimana agar Anda tetap menatap Yesus ketika mata itu penuh dengan air mata? Lakukanlah yang Ayub lakukan:

"Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1: 20-21).

Beritahu Tuhan bagaimana perasaan Anda. Tuangkan isi hati Anda kepada Tuhan. Keluarkan setiap uneg-uneg yang Anda rasakan. Ayub melakukan ini ketika dia bertanya kepada Tuhan: "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku" (Ayub 7:11).

Dia berseru ketika Tuhan yang terasa begitu jauh: "Seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;" (Ayub 29: 4).

Renungkan hal ini:
- Dengan cara apa Anda dapat menunjukkan rasa percaya Anda kepada Tuhan, bahkan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya?
- Untuk hal-hal apa saja Anda dapat memuliakan Tuhan, bahkan ketika Anda tidak memahami apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda?
- Apakah Anda pernah merasa cemas untuk menyampaikan keraguan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, atau pertanyaan Anda kepada Tuhan? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11


Tuhan dapat mengatasi keraguan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, dan pertanyaan-pertanyaan Anda. Anda dapat membawa itu semua kepada-Nya di dalam doa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, September 04, 2020 |

Mencari Sebuah Perasaan Bukanlah Ibadah

Ayub 23: 8-10 "Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas."

Kemarin kita melihat bahwa kadang Daud mengeluhkan tentang Tuhan yang seakan-akan tidak hadir. Tetapi pada kenyataannya, Tuhan tidak sepenuhnya meninggalkan Daud, begitu pun, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Anda. Berulang kali, Tuhan telah berjanji, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13: 5).

Namun Tuhan tidak menjanjikan bahwa Anda akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Sesungguhnya, Tuhan mengakui bahwa kadang Dia menyembunyikan wajah-Nya dari kita (lihat Yesaya 45:15).

Ada kalanya Dia tampak menghilang dari kehidupan Anda.

Ini bagian yang wajar dari tahap ujian dan pendewasaan persahabatan Anda dengan Allah. Setiap orang Kristen mengalaminya setidaknya sekali- biasanya beberapa kali. Rasanya menyakitkan dan membingungkan, namun itu teramat penting untuk perkembangan iman Anda.

Mengetahui kebenaran ini memberikan Ayub harapan saat dia tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Katanya, "Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas" (Ayub 23: 8-10).

Ketika Tuhan terasa jauh, mungkin Anda merasa Dia marah kepada Anda atau sedang menghukum Anda karena beberapa dosa Anda. Sesungguhnya dosa memang memutuskan kita dari persekutuan kita yang intim dengan Allah. Kita mendukakan Roh Allah dan menggantikan persekutuan kita dengan-Nya dengan ketidaktaatan, konflik dengan orang lain, kesibukan, persahabatan dengan dunia, dan dosa-dosa lainnya (lihat Mazmur 51; Efesus 4: 29-30; 1 Tesalonika 5:19; Yeremia 2:32; 1 Korintus 8:12; Yakobus 4: 4).

Tetapi seringkali perasaan ditinggalkan atau terpisahkan dari Tuhan ini tidak ada kaitannya dengan dosa. Ini adalah ujian iman yang kita semua harus hadapi: Apakah Anda akan terus mengasihi, percaya, taat, dan menyembah Tuhan, bahkan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya atau tidak melihat bukti nyata dari karya-Nya dalam hidup Anda?

Di zaman ini, kesalahan paling umum yang dilakukan orang Kristen dalam beribadah ialah mencari pengalaman daripada mencari Tuhan. Mereka mencari sebuah perasaan, dan ketika rasa itu muncul, mereka mengambil kesimpulan bahwa mereka sudah beribadah.

Tetapi seringkali Tuhan menghilangkan perasaan kita agar kita tidak bergantung padanya. Sebaliknya, Dia ingin mendekatkan kita kepada hubungan yang lebih dalam dengan-Nya

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan memahami kebenaran tentang ibadah ini mengubah sikap Anda tentang beribadah di gereja?
- Menurut Anda mengapa Tuhan menguji iman Anda? Apa yang hendak Dia lakukan dalam hidup Anda melalui itu semua?
- Jika saat ini Anda tengah mengalami saat dalam hidup Anda dimana Anda tidak merasakan kehadiran Tuhan, bagaimana Anda akan memilih untuk menanggapinya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 140-142; I Korintus 14


Percayalah dengan total sepenuh hati Anda bahwa Tuhan sungguh mengasihi Anda, maka pendirian Anda tidak akan tergoyahkan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Kamis, September 03, 2020 |

Tuhan Itu Ada, Bagaimanapun yang Anda Rasakan

Yesaya 8:17 "Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia."

Sangat mudah untuk memuliakan Tuhan ketika segala sesuatunya berjalan baik dalam hidup Anda -- ketika Dia memberkati Anda dengan makanan, teman, keluarga, kesehatan, dan keadaan yang menyenangkan. Tetapi keadaan tidak selalu menyenangkan. Lalu bagaimana Anda harus memuliakan Tuhan di saat-saat itu? Apa yang harus Anda lakukan ketika Tuhan terasa begitu jauh?

Level tertinggi dalam beribadah ialah tetap memuliakan Tuhan ketika Anda sakit, bersyukur kepada Tuhan selama masa pencobaan, percaya kepada Tuhan ketika Anda bergumul dengan godaan, berserah kepada Tuhan di tengah penderitaan dan tetap mengasihi Tuhan ketika Dia terasa jutaan mil jauhnya.

Penulis Philip Yancey mencatat, "Setiap hubungan memerlukan waktu pendekatan dan waktu renggang, dan dalam hubungan Anda dengan Tuhan, seberapa pun dekatnya Anda dengan Dia, pendulum akan berayun dari satu sisi ke sisi lain."

Artinya, Anda akan mengalami satu masa di mana beribadah kepada Tuhan terasa sulit.

Untuk dapat mendewasakan persahabatan Anda, itu Tuhan akan mengujinya lewat periode waktu yang terlihat bagaikan suatu perpisahan -- saat-saat ketika sepertinya Dia telah meninggalkan atau melupakan Anda. Ketika Tuhan terasa begitu jauh. Santo Yohanes dari Salib menyebut hari-hari kekeringan spiritual dan keraguan akan Tuhan ini sebagai "malam gelap."

Tuhan menyebut Raja Daud sebagai "seorang yang berkenan di hati-Ku" (lihat 1 Samuel 13:14 dan Kisah Para Rasul 13:22), namun kadang Daud mengeluh tentang ketidakhadiran Tuhan di hidupnya:
- "Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?" (Mazmur 10: 1).
- "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. (Mazmur 22: 1).
- "Mengapa Engkau membuang aku?" (Mazmur 43: 2; lihat juga Mazmur 44:23; 74:11; 88:14; 89:49).

Tentunya Tuhan tidak benar-benar meninggalkan Daud, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda juga. Tuhan telah menjanjikan hal ini berulang kali, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13: 5).

Renungkan hal ini:
- Langkah-langkah mudah apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda memuliakan Tuhan bahkan ketika Anda sedang merasakan luka atau sedang berada di musim yang sulit?
- Menurut Anda apa yang Tuhan mau Anda pelajari di masa-masa tersebut?
- Apa sajakah janji Tuhan yang dapat memberi Anda pengharapan dan dorongan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 137-139; I Korintus 13


Percayalah pada Kasih Tuhan, hatiNya tidak akan pernah jauh dari Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, September 02, 2020 |

Langkah Kelima di dalam Krisis: Bersyukurlah pada Tuhan atas Kasih dan Janji-Nya

Langkah Kelima di dalam Krisis: Bersyukurlah pada Tuhan atas Kasih dan Janji-Nya

Daniel 9: 4 "Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!"

Tidak ada yang lebih penting yang bisa Anda lakukan selama masa krisis, selain berdoa. Beberapa hari terakhir, Daniel 9 mengajarkan kita sebuah pola doa yang bagus ketika kita menjalani masa-masa sulit kehidupan.

Kita telah belajar untuk membiarkan Tuhan berbicara kepada kita sebelum kita berbicara kepada-Nya, memusatkan perhatian kita pada Tuhan dan mencari-Nya, menyatakan keinginan kita dengan penuh semangat, dan menunjukkan keseriusan doa kita.

Langkah selanjutnya, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan janji-Nya.

Daniel menjelaskan hal ini dalam Daniel 9: 4: "Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!"

Bersyukur mungkin hal terberat yang harus Anda lakukan di masa sulit. Anda lebih mudah untuk marah kepada Tuhan dan frustrasi dengan-Nya. Tetapi Anda harus melakukannya, sebab bersyukur mengubah perspektif Anda.

Di beberapa ayat selanjutnya, kita membaca ini: "Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia" (Daniel 9: 9).

Kita harus bersyukur bahwa Tuhan tetap setia meskipun kita tidak. Tuhan selalu menepati janji-janji-Nya.

Dan Tuhan akan terus memegang janji-Nya meski di masa sulit Anda sekali pun. Dia tidak akan meninggalkan Anda. Tunjukkan pada Tuhan bahwa Anda mengerti itu. Katakan pada-Nya bahwa Anda percaya pada-Nya.

Itu adalah bagian penting dari doa yang akan selalu dijawab oleh Tuhan selama masa sulit.

Renungkan hal ini:
- Mengapa bersyukur kepada Tuhan selama masa sulit sangatlah sulit?
- Bagaimana rasa syukur dapat mengubah perspektif Anda?
- Apa saja hal yang dapat Anda syukuri selama masa sulit?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 132-134; I Korintus 11:17-34

Bersyukurlah sebelum doa Anda dijawab karena Kasih Allah selalu cukup untuk kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)  
| Senin, Agustus 31, 2020 |

Langkah Keempat di dalam Krisis: Tunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda Serius

Langkah Keempat dalam Krisis: Tunjukkan pada Tuhan bahwa Anda Serius
Daniel 9: 3 "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu."

Doa Daniel dalam Daniel 9 memberi kita sebuah contoh yang bagus tentang bagaimana kita harus berdoa di masa sulit. Dalam beberapa renungan terakhir, kita telah belajar untuk membiarkan Tuhan berbicara kepada kita sebelum kita berbicara kepada-Nya. Kemudian, kita memusatkan perhatian kita pada Tuhan dan mencari Dia, dan menyatakan keinginan kita dengan penuh semangat.

Selanjutnya, jenis doa yang dijawab Tuhan selama krisis ialah doa yang mana kita menunjukkan keseriusan kita. Anda harus memberi sinyal kepada Tuhan bahwa Anda bertekad dengan apa yang Anda butuhkan. Jadi, permohonan Anda bukan hanya isapan jempol atau pemikiran sesaat belaka. Anda perlu membiarkan Tuhan melihat betapa pentingnya hal tersebut buat Anda.

Daniel menggambarkan tiga cara berbeda dalam menyatakan keseriusannya kepada Tuhan: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu" (Daniel 9: 3).

Kita akan fokus pada hal pertama yang dia lakukan: Dia berpuasa. Puasa adalah disiplin spiritual yang telah dilakukan orang-orangg selama berabad-abad.

Yesus mengajarkan bahwa beberapa mujizat hanya bisa terjadi melalui doa dan puasa, bukan dengan doa saja. Mengapa? Sebab puasa memberi tahu Tuhan bahwa Anda serius dengan doa Anda.

Musa berpuasa sebelum dia menerima Sepuluh Perintah Allah. Bangsa Israel berpuasa sebelum mereka maju ke pertempuran-pertempuran besar mereka. Daniel berpuasa untuk menerima bimbingan dari Allah. Nehemia berpuasa sebelum dia memulai proyek pembangunan besar. Yesus berpuasa untuk kemenangan melawan pencobaan.

Puasa tidak harus berkaitan dengan makanan. Ini soal melepaskan hal-hal lain dari hidup Anda sehingga Anda dapat fokus pada doa Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana berpuasa menunjukkan kepada Allah bahwa Anda serius dengan doa Anda?
- Puasa tidak harus menyangkut soal makanan. Ini soal menanggalkan hal-hal lain dari hidup Anda sehingga Anda dapat fokus pada doa. Misalnya, Anda bisa berhenti menggunakan internet atau menonton televisi pada waktu tertentu dan menggunakan waktu tersebut untuk berdoa. Hal-hal apa yang harus puasa Anda lakukan?
- Bagaimana Anda dapat menjadikan puasa sebagai bagian yang konsisten (atau lebih konsisten) dalam kehidupan spiritual Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 129-131; 1 Korintus 11:1-16

Bayar harga ,korban dan dan lepaskan apa yang menjadi kesukaan Anda sebagai bukti cinta Anda pada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Senin, Agustus 31, 2020 |

Langkah Ketiga dalam Krisis: Curahkan Isi Hati Anda Kepada Tuhan

Daniel 9: 3 "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu."

Dalam beberapa renungan sebelumnya, kita telah melihat bagaimana Daniel berdoa selama masa krisis dalam hidupnya dan dalam kehidupan bangsa Israel. Daniel menunjukkan kepada kita bagaimana kita bisa berdoa dengan cara yang berkenan dan yang dijawab Tuhan.

Sejauh ini kita telah belajar bahwa kita harus membiarkan Tuhan berbicara kepada kita sebelum kita berbicara kepada-Nya, dan memfokuskan perhatian kita pada Tuhan serta datang mencari Dia.

Langkah selanjutnya, kita harus mengutarakan keinginan kita dengan semangat pengharapan.

Terlalu banyak dari doa-doa kita yang sifatnya pasti-pasti saja. Kita berbicara tanpa benar-benar memikirkan apa yang ingin kita ucapkan. Kita sudah menghafalkan kata-katanya. Tidak ada gairah atau keaslian di dalam doa kita.

Sebenarnya Tuhan lebih peduli dengan ketulusan dan semangat dari doa-doa Anda, ketimbang rangkaian kata-kata indah yang Anda gunakan. Pikirkan bagaimana kata-kata yang tepat dengan emosi yang salah tidak akan bekerja dengan pasangan Anda. Nah, apalagi dengan Tuhan.

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dia menunjukkan emosi-Nya. Dia marah. Dia sedih. Dia senang.

Daniel menggambarkan doanya yang penuh semangat dalam Daniel 9: 3: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu."

Kata "memohon" dalam bahasa Ibrani berarti "meminta dengan seluruh perasaan." Ini sebuah pencarian yang serius. Itulah doa yang akan didengarkan dan dijawab Tuhan.

Saya suka Daniel 9: 3a ini: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon,"

Mungkin Anda perlu berdoa seperti itu buat keluarga Anda. Mungkin Anda perlu mencurahkan seluruh isi hati Anda dan jujur kepada Tuhan, mewakili mereka. Mungkin Anda perlu seperti itu soal pernikahan atau finansial Anda.

Kita semua perlu melakukan itu terhadap dunia di sekeliling kita. Saat ini seluruh dunia sedang dalam krisis. Ditambah lagi selain pandemi virus corona, kita juga bisa melihat hal-hal seperti kehancuran akibat perang, kelaparan, dan kejahatan-kejahatan di dunia ini.

Kita perlu mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan tentang hal itu.

Renungkan hal ini:
- Ketika Anda berdoa, apa yang membangkitkan semangat terdalam Anda?
- Mengapa kita sering menggunakan doa yang sudah ada formulanya atau yang sudah kita ulang-ulang sebelumnya?
- Bagaimana Anda bisa mendatangkan semangat lebih ke dalam kehidupan doa Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33


Memohon berarti mencari Tuhan dengan segenap jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Agustus 29, 2020 |

Langkah Kedua di dalam Krisis: Fokus dan Cari Tuhan

Amsal 8:17 "Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku."

Daniel memberi kita sebuah cetak biru yang bagus dalam hal berdoa di masa sulit.

Kita dapat menemukan enam prinsip penting tentang berdoa dalam Daniel 9. Dalam renungan terakhir, kita melihat prinsip yang pertama: Kita membolehkan Tuhan berbicara kepada kita sebelum kita berbicara kepada Dia.

Langkah kedua dalam hal berdoa yang akan dijawab oleh Tuhan selama masa krisis ialah dengan memusatkan perhatian kita pada Tuhan dan mencari-Nya.

Daniel melakukan ini dalam Daniel 9: 3a: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon," Nasihat mendasar yang efektif ini bukan hanya dalam relasi Anda dengan Tuhan, tapi juga dengan orang lain. Hubungan apa pun dalam hidup Anda akan semakin berkualitas apabila secara fisik Anda melihat orang lain dan fokus kepada mereka ketika mereka berbicara dengan Anda. Setiap kali istri saya berbicara dengan saya, saya mengarahkan wajah saya ke arahnya. Kami telah menikah selama lebih dari 40 tahun. Dia senang ketika saya menatapnya sambil berbicara, sebab dia tahu dia mendapat perhatian penuh dari saya.

Memalingkan wajah Anda ke arah seseorang menunjukkan perhatian Anda. Sama halnya, Anda juga dapat melakukannya dengan Tuhan. Secara fisik Anda menatap ke langit. Jika itu memungkinkan, pergilah ke luar dan tataplah langit sambil berdoa.

Secara harfiah, memalingkan wajah Anda kepada Tuhan adalah langkah pertama untuk dapat sungguh-sungguh memusatkan perhatian Anda pada-Nya. Ini merupakan hal yang teramat penting selama masa sulit — dan juga di setiap momen dalam hidup kita.

Dalam Amos 5: 4, Tuhan berkata, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!" Anda tidak benar-benar hidup kecuali Anda benar-benar mencari Tuhan.

Tuhan menjamin bahwa Dia akan selalu menyertai Anda. Dia berkata, "Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku" (Amsal 8:17).

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda seberapa fokus Anda ketika mencari Tuhan dalam setiap bidang kehidupan Anda? Luangkan waktu untuk merenungkan dan memutuskan.
- Apa saja yang dapat Anda lakukan agar lebih konsisten dan setia dalam datang kepada Tuhan?
- Dalam hal apa Anda mendapati diri Anda sering teralihkan pada saat berdoa? Di manakah tempat yang paling bisa membuat Anda fokus sepenuhnya kepada Tuhan saat Anda berdoa?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 123-125; 1 Korintus 10:1-18


Tuhan melihat hati dan usaha Anda dalam mencariNya.
Apakah Anda sepenuh hati mencari dan berharap padaNya?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Agustus 28, 2020 |

Langkah Pertama di dalam Krisis: Dengarkan dan Biarkan Tuhan Berbicara

Daniel 9: 1-2 "Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun."

Doa adalah kunci untuk menanggung krisis apa pun.

Kita bisa belajar banyak dari Daniel serta kehidupan doanya. Ketika waktunya bagi bangsa Israel untuk kembali ke tanah mereka, Daniel tahu bahwa bangsanya belum siap. Orang Israel masih belum memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan. Mereka menyimpang dari perintah dan kehendak Tuhan. Kenyataan ini membuat Daniel berduka, sehingga ia berdoa,

Doanya dalam Daniel 9 memberikan enam bagian penting tentang bagaimana caranya berdoa yang dijawab Tuhan selama masa sulit. Kita akan mempelajari masing-masing langkah ini selama beberapa hari ke depan.

Anda perlu mendengar suara Tuhan. Dia akan selalu membuat langkah pertama dalam hidup Anda. Dia tidak pernah mengharapkan Anda melakukan sesuatu yang tidak Dia lakukan terlebih dahulu. Alkitab mengatakan kita mengasihi Allah sebab Dia lebih dahulu mengasihi kita. Kita melayani Dia sebab Dia lebih dahulu melayani kita.

Tuhan memulai. Lalu, kita menanggapi.

Jadi bagaimana Anda mendengarkan Tuhan? Dengan membaca Alkitab. Kita berbicara kepada Tuhan karena Tuhan lebih dulu berbicara kepada kita melalui Firman-Nya.

Ini yang Daniel lakukan: "Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun" (Daniel 9: 1-2).

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah melihat Tuhan mengambil inisiatif dalam hidup Anda?
- Apa yang membuat Anda sulit mendengarkan Allah ketika Anda mempelajari Firman-Nya?
- Mengapa penting untuk berdoa selama masa sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 120-122; 1 Korintus 9


Anda tidak akan pernah berdoa dengan efektif sampai Anda mempelajari Alkitab dan mendengarkan Tuhan. Semakin Anda mengenal Firman Tuhan dalam Alkitab, semakin efektif doa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Agustus 27, 2020 |

Apa yang Perlu Anda Tahu dan Ke Mana Anda Harus Pergi

Yohanes 16:13a "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."

Sebelum Yesus naik ke surga, Dia berjanji kepada para pengikut-Nya bahwa Dia akan mengirimkan satu penolong, Roh Kudus. Penolong ini akan selalu menyertai umat Allah — itu termasuk Anda dan saya!

Roh Kudus memainkan banyak peranan, seperti memberi tahu Anda apa yang perlu Anda tahu dan menunjukkan ke mana Anda harus pergi.

Roh Kudus mengajari Anda banyak hal besar yang perlu Anda ketahui dalam hidup — seperti memberi tahu Anda apa yang benar dan apa yang salah.

Dia juga memberi Anda pengetahuan yang dalam di setiap momen. Ketika Anda belajar untuk membiarkan Roh memimpin Anda, maka Dia memberi tahu Anda apa yang perlu Anda ketahui pada saat Anda membutuhkannya.

Pernahkah di suatu pagi Anda membaca sebuah ayat Alkitab dan kemudian, beberapa jam kemudian Anda ingat kembali ayat itu di saat Anda benar-benar membutuhkannya? Itu pekerjaan Roh Kudus.

Alkitab berkata dalam Yohanes 16:13, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."

Kadang Allah melakukan ini untuk kebaikan Anda. Tapi kadang juga Dia melakukannya untuk kebaikan orang lain. Dia membiarkan Anda berbagi kebenaran firman yang telah Dia tunjukkan kepada Anda.

Pernahkah Allah memberikan sebuah impian di hati Anda yang tidak akan pernah bisa Anda gapai sendiri? Apabila Anda membiarkan Roh Kudus memimpin Anda, maka Anda akan pergi ke tempat-tempat yang tidak pernah Anda bayangkan.

Alkitab dipenuhi dengan teladan orang-orang yang mengikuti bimbingan Allah.

Lukas 2:27 mengatakan, "Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,"

Di hari itu, ketika Simeon tiba di Bait Allah, dia memiliki hak istimewa tertinggi: Dia menyerahkan bayi Yesus kepada Allah.

Dalam kitab Kisah Para Rasul kita menemukan kisah tentang seseorang yang menaati Roh Kudus. Pada suatu hari, saat seorang pria bernama Filipus berjalan di jalanan yang berdebu, melintaslah seorang Etiopia, seorang pembesar di negerinya, dengan menggunakan kereta kuda. Kisah Para Rasul 8:29 mengatakan, "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" Filipus mematuhi Roh Kudus dan mendapati pria tersebut sedang membaca kitab nabi Yesaya tentang Mesias. Filipus memberi tahu dia bahwa Mesias telah datang. Pria itu segera meminta dirinya untuk dibaptis, dan dia membawa Kekristenan pulang ke Etiopia.

Karena Filipus mendengarkan dorongan Roh Kudus, maka dia menjadi bagian dari pekerjaan Allah. Ketika Anda mendengarkan Roh Kudus, maka Dia akan membolehkan Anda ikut serta dalam pekerjaan-Nya juga.

Ketika Anda mendengarkan dan mengikuti arahan Roh Kudus, maka Anda akan mendapati iman Anda menguat, karena Anda akan secara konsisten melihat Allah bekerja dalam hidup Anda. Anda akan belajar bahwa Anda bisa mengandalkan Dia untuk memberi tahu Anda apa yang perlu Anda ketahui dan menunjukkan ke mana Anda harus pergi.

Renungkan hal ini:
- Kapan Roh Kudus memberi tahu Anda apa yang perlu Anda ketahui — mungkin sebuah pelajaran hidup yang besar atau pengetahuan kecil yang Anda dapatkan di waktu yang tepat?
- Kapan Roh Kudus pernah menunjukkan ke mana Anda harus melangkah? Apakah saat ini Allah mendorong Anda untuk mengikuti-Nya ke suatu tempat sekarang?
- Sudahkah Anda belajar mengenali suara Allah? Seperti apakah suara Roh Kudus dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8


Roh Allah juga akan membantu Anda mencapai tujuan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Agustus 26, 2020 |

Apa yang Harus Anda Lakukan di Hari Sabat?

Keluaran 20: 9-10 "Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu."

Masing-masing kita harus mengambil keputusan secara matang untuk meluangkan waktu buat hal-hal lain, selain bekerja. Jika tidak, kita tidak akan pernah beristirahat. Saya telah membuat keputusan tentang berapa jam saya akan bekerja setiap minggunya, dan saya taat pada komitmen itu. Saya mendorong Anda semua untuk melakukan hal yang sama. Jika tidak, kita akan cepat lelah.

Ini ibarat busur dan anak panah. Jika busur diikat pada talinya dengan kencang secara terus-menerus, maka kekuatan busur akan kian menurun. Tali busur harus dilepas secara berkala. Sama halnya, Anda harus memaksakan diri untuk menetapkan jam kerja yang realistis buat diri Anda, kemudian percaya pada diri Anda bahwa Anda akan mematuhinya-- serta minta bantuan seseorang untuk memantau Anda!

Istirahat yang cukup bukanlah ilmu psikologi baru atau sekedar nasihat yang baik. Itu teramat penting buat Allah, sampai-sampai Dia memasukkannya ke dalam Sepuluh Perintah -- bersama dengan "Jangan membunuh," "Jangan berbohong," dan "Jangan mencuri." "Ingat dan kuduskanlah hari Sabat" berhasil masuk dalam daftar 10 besar pilihan Allah. Bukankah itu juga seharusnya teramat penting buat kita?

Alkitab berkata, "Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu" (Keluaran 20: 9-10). Kita menyebutnya sebagai hari Sabat, yang berarti "hari istirahat." Apa yang harus Anda lakukan di hari Sabat Anda?

1. Istirahatkan tubuh Anda. Jika Anda tidak beristirahat, maka tubuh Anda akan memaksa Anda untuk beristirahat. Punggung Anda akan nyeri. Anda akan sakit kepala. Anda akan terserang flu. Tuhan tidak merancang tubuh kita untuk hidup tanpa istirahat. Itulah mengapa kadang hal paling spiritual yang bisa Anda lakukan pada hari Sabat adalah tidur siang!

2. Isi ulang perasaan Anda. Setiap orang melakukannya secara berbeda. Bagi beberapa orang, itu terjadi lewat ketenangan. Yang lain meremajakan pikiran mereka melalui rekreasi. Yang lain lagi mengisi ulang energi mereka melalui hubungan dengan orang lain. Cari apa yang Anda butuhkan untuk mengisi kembali perasaan Anda, dan jadikan itu sebagai hal yang rutin di hari Sabat Anda.

3. Fokuskan kembali jiwa Anda. Beribadahlah di hari Sabat Anda. Sediakan waktu untuk fokus pada Allah, bukan pada permasalahan Anda. Ibadah membimbing kita untuk tetap menggunakan perspektif surga. Ibadah memperkecil masalah Anda. Ibadah mengingatkan Anda bahwa Allah tetap ada di tahta-Nya dan Dia akan menolong Anda melewati apa pun yang tengah Anda hadapi. Masalah yang membuat Anda stres sepanjang minggu tidak akan sebesar itu lagi.

Kita semua butuh hari Sabat dalam hidup kita. Itu tidak harus pada hari Minggu. Itu bisa hari apa saja dalam satu minggu, namun Anda perlu mengambil satu hari libur di setiap minggunya untuk mengistirahatkan tubuh Anda, untuk mengisi ulang emosi Anda, dan untuk memfokuskan kembali jiwa Anda.

Renungkan hal ini:
- Tanda-tanda mental, emosional, spiritual, dan fisik seperti apa yang Anda perhatikan ketika Anda kurang istirahat?
- Apa yang biasanya menjadi halangan terbesar Anda untuk menyediakan waktu buat hari Sabat Anda?
- Apa cara yang paling efektif untuk mengisi ulang perasaan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7:20-40


Temukan dan adakanlah waktu perhentian bersama Tuhan dalam hidup Anda di tengah kesibukan di dunia ini.
Perhentian Sabat rohani yang dari Tuhan, akan memuaskan jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Agustus 26, 2020 |

Anda Bukanlah Tuhan -- Berhenti Bertingkahlaku Seperti Itu!

Pengkhotbah 10:15 "Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota."

Anda bukanlah Tuhan. Anda tidak punya semua jawaban. Anda tidak bisa melakukan segalanya. Jika saat ini Anda sedang bergumul dalam mencari keseimbangan hidup, pengakuan tersebut dapat mengubah segalanya. Alkitab berkata, "Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota" (Pengkhotbah 10:15).

Sungguh bodoh melelahkan diri Anda dengan pekerjaan. Apakah Anda sadari bahwa ketika Anda terlalu banyak bekerja, Anda sedang bermain jadi Tuhan? Ini ibaratnya suatu cara untuk mengatakan bahwa semuanya tergantung pada Anda, bahwa alam semesta ini akan berantakan jika tidak ada Anda.

Itu sungguh tidak benar! Anda bukan pengatur alam semesta ini. Alam semesta tidak akan hancur apabila Anda meluangkan waktu untuk istirahat, jika Anda meluangkan waktu untuk menyeimbangkan hidup Anda. Tuhan yang memegang kendali!

Seringkali kita melakukan ini pada diri kita sendiri sebab kita berusaha menyenangkan semua orang. Ini pelajaran kita hari ini: Anda tidak bisa menyenangkan semua orang. Bahkan Tuhan sekali pun tidak bisa! Satu orang ingin hujan, sementara yang lainnya ingin cuaca yang cerah.

Ketika Anda hidup dengan memenuhi ekspektasi orang lain, Anda menumpuk banyak "keharusan" di pundak Anda. Mungkin saat ini Anda berpikir, "Saya harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja," "Saya harus seaktif orangtua lainnya," atau "Saya harus menjadi sukarelawan untuk proyek ini." Tetapi sadari hal ini: Tidak ada yang memaksa Anda untuk melakukan hal-hal itu. Bekerja berlebihan adalah pilihan Anda. Anda bisa memilih untuk menerima pekerjaan ekstra, atau menolaknya. Andalah yang memilih konsekuensi yang muncul dari pilihan-pilihan Anda.

Ketika Anda menyangkal kenyataan bahwa Anda punya keterbatasan manusia dan Anda mencoba melakukan segalanya, artinya Anda sedang merampas kemuliaan Allah. Alkitab menyatakan ini dalam 2 Korintus 4: 7: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Paulus mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia. Kita makhluk yang lemah dan rapuh. Stoples tanah liat mudah sekali pecah. Jika Anda menjatuhkannya, itu akan pecah. Pot tanah liat harus digunakan dengan tepat dan hati-hati. Jika tidak, ia akan hancur.

Namun kabar baiknya adalah melalui kelemahan kita, kuasa dan kemuliaan Allah bersinar melalui kita. Sifat manusiawi Anda bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan. Sebaliknya, Anda dapat merayakan kuasa Allah yang bekerja melalui keterbatasan Anda.

Jadi akui saja: Anda manusia. Bersyukurlah pada Tuhan akan hal itu!

Renungkan hal ini:
- Apa yang mudah sekali menggoda Anda untuk bekerja berlebihan?
- Apa reaksi Anda terhadap pernyataan ini: "Anda merampas kemuliaan Allah ketika mencoba melakukan segalanya sendiri."
- Bagaimana bekerja berlebihan bisa menyebabkan etos kerja yang buruk?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19


Tidak masuk akal jika Anda mencoba melakukan apa yang bahkan tidak bisa Tuhan lakukan. Akuilah Anda hanya manusia dengan sejuta keterbatasan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Agustus 24, 2020 |
Back to Top