Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Live Streaming 6 Desember 2020

Ibadah live streaming Setiap hari Minggu Pukul 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Raya live streaming gsja sword

Ibadah Live Streaming 29 November 2020

Ibadah Live Streaming GSJA Sword setiap hari Minggu Jam 08.50 WIB

Ibadah Raya Live Streaming GSJA Sword

Ibadah Live Streaming 22 November 2020

Ibadah live steaming GSJA Sword setiap Minggu pukul 08.50 WIB

Ibadah live steaming gsja sword

Bible Study Live Streaming

Bible Study Live Streaming GSJA Sword setiap hari Selasa Pukul 18.50 WIB oleh Pdt. David Djaja


GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja
Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Sembuhkan Luka Anda dengan Belas Kasih

Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Bagaimana Anda melepaskan luka dalam hidup Anda? Anda menyembuhkannya dengan belas kasih Tuhan.

Ketika Anda menyembuhkan luka Anda dengan kasih-Nya, itu bukan hanya berarti Anda membebaskan diri Anda, tetapi Anda juga mengampuni orang yang menyakiti Anda. Pun, itu berarti Anda mengubah cara Anda berbicara dengan mereka. Anda juga berhenti bersikap menghakimi, dan mulai lebih ramah dalam tutur kata Anda.

Sebagai seorang Kristen, semua yang Anda ucapkan haruslah baik. Memang, ini semakin sulit dilakukan apalagi di dunia yang kita tinggali saat ini. Namun, hal ini berlaku buat semua orang — bahkan bagi orang yang berbeda pendapat dengan kita sekali pun.

"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang" (Kolose 4: 6).

Biasanya, orang yang menyakiti kita sesungguhnya tengah menanggung beban rasa bersalah. Orang yang terluka menyakiti orang lain. Jika Anda ingin menghentikan siklus sakit hati, maka Anda harus bersedia menunjukkan belas kasih. Efesus 4:32 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Anda tidak akan pernah perlu mengampuni seseorang lebih dari Tuhan mengampuni Anda. Salah satu alasan mengapa begitu banyak orang sulit melepaskan luka dan memaafkan yaitu karena mereka tidak pernah benar-benar merasa diampuni sepenuhnya.

Ketika Anda mengingat betapa Tuhan telah mengampuni Anda, itu membuat hal mengampuni orang lain jauh lebih mudah. Mungkin Anda berpikir ini tentu bukan hal yang mudah . Mungkin Anda merasa tidak punya kekuatan, energi, atau semangat untuk memaafkan seseorang yang telah sangat menyakiti Anda. Anda menganggap diri Anda terlalu lemah untuk memaafkan.

Apabila Anda mencoba mengampuni dengan kekuatan sendiri, maka Anda akan gagal. Namun, jika Anda menyadari bahwa Anda lemah dan tidak bisa melakukannya sendiri, bergantunglah kepada Tuhan. Kata-Nya, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna" (2 Korintus 12: 9a).

Terkadang, kita tidak punya kekuatan untuk memaafkan diri kita sendiri. Oleh sebab itulah, yang harus Anda lakukan ialah merendahkan diri dan meminta rahmat Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Apa yang Anda cari saat Anda mengobrol dengan seseorang mengenai topik yang tidak Anda setujui? Menurut Alkitab, apa yang seharusnya Anda lakukan menurut Kolose 4: 6?
- Apakah sulit bagi Anda untuk mengakui kelemahan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda belajar bahwa Anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2


Mengakui bahwa Anda tidak mampu memaafkan atau melepaskan rasa sakit hati Anda adalah hal yang baik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Desember 02, 2020 |

Pujilah Tuhan, Ketimbang Marah kepada Orang Lain

Markus 11:25 "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Berapa banyak energi yang Anda perlukan untuk menjatuhkan sesuatu? Tidak ada. Lepaskan saja! Anda tidak butuh energi sama sekali.

Yesus berkata, "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu" (Markus 11:25).

Ketika Anda melepaskan rasa sakit hati Anda, semua energi yang telah Anda habiskan untuk membenci, tersinggung, menyimpan dendam, dan memupuk kebencian Anda akan terlepaskan. Kemudian, barulah Anda dapat menggunakan energi Anda untuk proyek yang lebih penting, yang lebih konstruktif.

Anda harus memberikan luka Anda kepada Tuhan. Lepaskan dan biarkan Dia membawanya serta. Tuhan sudah menawarkan diri untuk menolong Anda.

Anda hanya perlu berseru kepada Tuhan, "Rasa sakit ini terlalu berat buat kutanggung, dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk mengatasinya. Aku mungkin akan membuat kekacauan karenanya! Tuhan, aku mau menyerahkan rasa sakitku ini kepada-Mu. Aku mau mengampuni orang-orang yang telah menyakitiku. Bantu aku untuk menangani ini. Hal ini di luar kendaliku, dan aku mau menyerahkannya ke dalam tangan kuasa-Mu. Terima kasih, Tuhan!"

Alkitab juga mengatakan dalam 1 Timotius 2: 8, "Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana

Ketika Anda disakiti atau diperlakukan tidak adil, alih-alih mengeluh kepada orang lain, berkomunikasilah dengan Tuhan. Alih-alih marah dan kesal, muliakanlah Tuhan atas kehadiran-Nya dan penyediaan-Nya dalam hidup Anda. Berhentilah mengepalkan tangan tanda kemarahan, dan sebaliknya angkat tangan Anda kepada Tuhan di dalam doa.

Jangan sia-siakan lagi hidup Anda dengan menyimpan amarah dan kebencian terhadap orang-orang yang telah melukai Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa yang membuat Anda menyimpan rasa sakit dan amarah Anda, ketimbang melepaskannya kepada Tuhan?
- Ketika Anda terluka, siapa orang pertama yang Anda ajak bicara? Menurut Anda apa yang akan berubah jika saja Anda berbicara kepada Tuhan terlebih dahulu tentang luka Anda?
- Bagaimana kebebasan yang berasal dari menyerahkan luka Anda kepada Tuhan membantu Anda untuk menggenapi panggilan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13


Letakkan saja rasa sakit Anda di kaki Yesus, dan Anda akan mengalami kelegaan dan penghiburan yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Desember 01, 2020 |

Jangan Biarkan Kepahitan Menguras Emosi Anda

Amsal 27: 3 "Batu adalah berat dan pasirpun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh."

Kepahitan bukan hanya mencekik kebahagiaan dan emosi sehat Anda, tetapi juga mencekik jiwa Anda. Ketika Anda menyimpan kepahitan di hati Anda, maka Anda tak dapat bernafas secara spiritual.

Kepahitan hanya akan membebani Anda dan melemahkan jiwa Anda. Amsal 27: 3 mengatakan, "Batu adalah berat dan pasirpun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh."

Memilih untuk menjadi kepahitan itu ibarat memilih untuk membawa sebuah beban besar ke mana pun Anda pergi, sepanjang waktu. Itu beban yang tak ada gunanya tetapi Anda memilih untuk memikulnya.

Kadang Anda mungkin berpikir bahwa Anda bisa menyakiti orang yang menyakiti Anda dengan mengingat-ingat apa yang telah terjadi — bahwa dengan tetap marah, orang tersebut akan menjadi sengsara.

Akan tetapi, kepahitan ialah senjata yang sia-sia. Itu tidak menyakiti orang yang ingin Anda balas. Itu hanya akan membuat Anda sengsara.

Orang yang menyakiti Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sedang memikirkan mereka sepanjang waktu. Kepahitan itu bagaikan meminum racun dan berharap itu membunuh orang yang menyakiti Anda, tapi kenyataannya orang itu ada di luar sana sedang makan malam steak dan menikmati hidup mereka. Bahkan mereka tidak memikirkan Anda sekali pun! Mereka sudah melanjutkan hidup mereka. Anda hanya membuang-buang waktu Anda jika terus mencoba menggunakan kepahitan Anda sebagai senjata. Anda hanya akan melukai diri sendiri.

Anda mungkin telah lama disakiti oleh seseorang, dan saya turut berempati karena Anda harus mengalami rasa sakit itu. Namun, ini kabar baiknya: Mereka tidak dapat menyakiti Anda lagi! Satu-satunya cara mereka bisa terus menyakiti Anda yaitu bila Anda memilih untuk menyimpan rasa sakit Anda dan mengingat-ingat itu terus menerus dalam pikiran Anda. Alkitab berkata dalam Ayub 18: 4, "Engkau yang menerkam dirimu sendiri dalam kemarahan, demi kepentinganmukah bumi harus menjadi sunyi, dan gunung batu bergeser dari tempatnya?"

Anda tidak perlu terluka lagi. Lepaskan rasa sakit dan luka Anda. Serahkan itu pada Tuhan. Ketika Anda melakukannya, Anda akan menghirup udara segar kebebasan dan mampu bergerak maju dengan hidup yang bertujuan.

Renungkan hal ini:
- Selama masa pandemi ini, ada banyak beban yang tidak bisa Anda pilih, termasuk beban luka masa lalu. Anda bisa memilih untuk memikul beban yang seperti itu atau tidak. Luka apa yang harus Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?
- Apakah selama ini kepahitan selalu berlanjut dalam keluarga Anda? Jika demikian, apa yang harus Anda lakukan untuk memutus siklus itu di generasi Anda?
- Mengapa Anda mengalami kebebasan ketika Anda menyerahkan luka Anda kepada Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29


Setiap kali Anda menghirup kepahitan, Anda sedang mencekik jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Desember 01, 2020 |

Jangan Biarkan Emosi Anda Memberi Pijakan kepada Iblis

Efesus 4:27 "Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis."

Dalam setiap pertengkaran, peperangan spiritual yang tidak kelihatan sedang terjadi di balik layar.

Di permukaan, pertengkaran mungkin kelihatannya sepele. Anda mungkin berpikir sedang berdebat tentang siapa yang tidak membuang sampah atau siapa yang menggeletakkan pakaiannya di lantai. Tetapi sesungguhnya Iblis sedang berusaha membuat kekacauan, gangguan, dan kehancuran dalam hubungan Anda. Dia ada di belakang layar sedang mencoba untuk mengambil setiap kesempatan untuk menciptakan konflik dalam hidup Anda.

Anda tak akan merasakan damai sejahtera dalam hidup apabila Anda berpikir Anda hanya sedang bertengkar dengan seseorang. Ketahuilah sesungguhnya Anda sedang berperang melawan kekuatan spiritual. Iblis itu tidak terlihat, tetapi dia nyata.

Efesus 4:27 mengatakan, "Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." Kemarahan memberikan Iblis sesuatu yang dapat ia pegang dalam hidup Anda. Setiap kali Anda marah dan menggunakan kata-kata yang menyakitkan, Anda sedang membuka pintu bagi Iblis untuk mendapatkan tempat pijakan dalam pikiran Anda dan menciptakan kekacauan. Anda tidak akan bisa mempunyai hubungan yang sehat apabila Anda memiliki emosi yang kalut dan tidak terkendali.

Saat Anda marah, Iblis sudah siap dengan gudang kata-kata menyakitkan yang hendak ia tanamkan di dalam pikiran Anda. Dia mengusik harga diri Anda. Dia membuat Anda berpikir bahwa Anda pasti benar atau merasa memenangkan argumen. Dia mencegah Anda untuk melihat atau peduli dengan luka yang Anda sebabkan dari kata-kata Anda.

Bagaimana Anda melawan kekuatan roh yang semacam itu? Anda harus melawan Iblis.

Ketika Anda sadar bahwa Anda hendak bertengkar dengan seseorang, ketahuilah bahwa Iblis punya sebuah rencana untuk membuat Anda kesal. Dia ingin Anda stres, marah, dan terluka. Dia akan menggunakan pikiran-pikiran negatif apa pun dalam hidup Anda untuk menghancurkan kedamaian Anda. Jangan biarkan Iblis melakukan itu!

"Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya" (2 Korintus 2:11).

Jika Anda tidak tahu bagaimana skema Iblis, maka Anda akan dikalahkannya berulang-ulang kali. Sekarang Anda tahu bahwa — ketika Anda marah dan menggunakan kata-kata yang menyakitkan — Anda memberi Iblis tempat berpijak dalam hidup dan hubungan Anda. Oleh karena itu, sekarang Anda bisa menghentikan pertengkaran sebelum itu dimulai.

Di lain kesempatan, saat Anda tergoda untuk merespons dengan amarah, alih-alih, buatlah pilihan untuk membiacarakanya dengan cinta kasih.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Iblis sedang bekerja di belakang layar mengubah cara Anda merespons perselisihan?
- Menurut Anda mengapa Setan menggunakan emosi Anda untuk memicu konflik?
- Bagaimana kata-kata yang Anda ucapkan dan cara Anda mengucapkannya memengaruhi percakapan soal selisih pendapat?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 5; Ibrani 12:1-17


Iblis adalah sumber di balik semua konflik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, November 29, 2020 |

Hentikan Pertengkaran dengan Kerendahan Hati dan Kasih Karunia

Yakobus 4: 6-7 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

Oleh karena pandemi COVID-19, banyak keluarga punya kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Tetapi itu juga artinya ada kemungkinan besar mereka akan saling kesal terhadap satu sama lain. Mari kita jujur, walaupun kita teramat mencintai seseorang, kedekatan yang konstan bisa menyebabkan perselisihan. Dan seringkali itu terjadi karena harga diri kita yang tinggi.

Misalnya, pernahkah Anda terlalu angkuh sehingga Anda tidak mau berkompromi akan sesuatu meski Anda tahu Anda harus melakukannya? Pernahkah Anda bertengkar dengan pasangan atau teman baik Anda di mana Anda tahu Anda salah tetapi Anda tidak mau mengakuinya? Tentu saja Anda pernah. Kita semua pernah! Kita semua dipenuhi dengan keangkuhan, dan itulah sebabnya kita punya konflik dalam hidup kita.

"Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" (Yakobus 4: 6-7).

Tuhan menyatakan perang terhadap kesombongan, ego, arogansi dan keegoisan. Setiap kali keangkuhan muncul dalam hidup Anda, maka Anda berada di sisi berlawanan dengan Tuhan — dan lengan Anda terlalu pendek untuk bertarung melawan Dia.

Tuhan tidak memandang kesombongan dan hanya berkata "Oh, itu hal sepele."Namun, Dia secara terbuka menentang orang-orang yang sombong. Tuhan menyatakan perang terhadap ego.

Anda mungkin pernah memperhatikan ini: Tuhan punya cara unik dalam merencanakan keadaan-keadaan yang menurunkan ego Anda. Menentang Allah itu sangatlah berbahaya. Ketika Anda berada di jalur yang bertabrakan dengan Pencipta alam semesta, maka Anda akan kalah.

Jika kesombongan menyebabkan pertengkaran, maka hal yang sebaliknya juga berlaku. Kerendahan hati dapat menghentikan pertengkaran. Obat pertengkaran adalah kerendahan hati. Setiap kali Anda merendahkan hati, Anda akan hidup berdampingan lebih baik dengan istri Anda, anak-anak Anda, teman Anda, karyawan Anda, sesama anggota gereja, dan tetangga Anda.

Yakobus 4 mengatakan Tuhan memberi kasih karunia kepada mereka yang rendah hati. Kasih karunia adalah kekuatan untuk berubah. Jika Anda ingin menghentikan perselisihan dalam hidup Anda, maka Anda membutuhkan kasih karunia. Dan hanya ada satu cara untuk mendapatkan rahmat-Nya: Rendah hati. Tuhan menentang orang-orang yang sombong, tapi sebaliknya memberi kasih karunia kepada mereka yang rendah hati.

Rendahkanlah hatimu, lalu tunduklah sepenuhnya kepada Tuhan.

Tunduk kepada Tuhan berarti menyerahkan segalanya, termasuk harga diri Anda.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan tentang konflik yang baru-baru ini terjadi dalam hidup Anda. Menurut Anda bagaimana itu bisa berubah seandainya Anda menunjukkan kerendahan hati?
- Secara nyata, seperti apa rasanya menyerahkan diri kepada Tuhan?
- Tuhan menentang orang-orang sombong dan memberikan kasih karunia-Nya kepada mereka yang rendah hati. Menurut Anda bagaiman sifat Tuhan jika dilihat dari kebenaran ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11


Rendahkan diri Anda agar Anda dapat dimerdekakan dari perselisihan dan konflik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, November 28, 2020 |

Hanya Tuhan Yang Dapat Memenuhi Semua Kebutuhan Anda

Yakobus 4: 2 "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."

Salah satu penyebab pertengkaran terbesar dalam keluarga Anda, teman-teman Anda, atau di tempat kerja Anda adalah karena Anda mengharapkan orang-orang di sekitar Anda untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup Anda yang hanya dapat dipenuhi oleh Tuhan. Hal ini sering kali terlihat paling jelas dalam pernikahan. Anda menemukan orang yang bisa Anda percayai dan yang mengenal Anda dengan baik. Kemudian, Anda mulai mencari mereka untuk memenuhi apa yang Anda butuhkan secara secara emosional dan spiritual.

Adalah wajar jika orang menikah dan menganggap bahwa pasangan mereka harus dan akan melengkapi segala kebutuhan mereka. Bagaimanapun, Anda memang harus saling melengkapi, bukan? Namun, itu tidak realistis, tidak adil, dan hanya akan membuat Anda frustasi! Pasangan Anda bukanlah Tuhan. Teman Anda bukanlah Tuhan. Rekan kerja Anda bukanlah Tuhan. Tak satu pun dari mereka yang mengenal Anda sedalam Tuhan. Tak satu pun dari mereka yang dapat memenuhi kebutuhan Anda seperti Dia. Mereka hanya manusia pendosa, sama seperti Anda dan saya!

Inilah saatnya untuk mengubah ekspektasi Anda, sehingga rasa frustrasi Anda tidak menyebabkan lebih banyak konflik dan pertengkaran dalam hubungan Anda.

Karena itu, apa yang harus Anda lakukan ketimbang mencari orang lain untuk memenuhi setiap kebutuhan emosional, spiritual, dan jasmani yang Anda miliki? Anda harus mendoakannya.

"Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa" (Yakobus 4: 2). Ketika Anda mengharapkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan Anda, alih-alih Tuhan, maka itu akan menyebabkan Anda frustrasi. Dan rasa frustrasi menyebkan pertengkaran. Bila Anda tidak berdoa dan meminta Tuhan untuk memenuhi apa yang Anda butuhkan, maka Anda hanya akan membuang lebih banyak waktu untuk menuntut orang lain untuk melengkapi apa yang Anda butuhkan. Anda tidak memilikinya karena Anda belum memintanya kepada Tuhan!

Jika Anda memiliki sebuah kebutuhan, jangan datang mencari pasangan Anda atau teman Anda terlebih dahulu. Datanglah kepada Tuhan dahulu.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa kebutuhan yang selama ini Anda harapkan ada pada pasangan Anda namun ternyata menyebabkan kekecewaan? Bagaimana dengan sahabat Anda? Rekan kerja Anda?
- Kebutuhan apa yang Anda mau Tuhan sediakan dalam hidup Anda? Selama ini bagaimana doa Anda mencerminkan iman Anda kepada-Nya dalam menyediakan kebutuhan Anda tersebut?
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda mendoakan kebutuhan Anda padahal Dia sudah tahu apa yang Anda butuhkan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Tuhan sudah tahu apa yang Anda butuhkan, dan Dia siap memberikannya untuk Anda. Anda hanya perlu memintanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, November 27, 2020 |

Siapa yang Mengendalikan Masa Depan Anda?

Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Salah satu ketakutan terbesar yang Anda hadapi dalam hidup ini adalah ketakutan akan masa depan. Anda takut akan masa depan keluarga Anda, teman Anda, pekerjaan Anda, komunitas Anda — dan hal-hal lainnya yang luput dari perhatian Anda. Itu wajar. Anda tidak pegang kendali atas masa depan Anda. Namun jika Anda telah menyadari kebenaran itu, maka itu seharusnya dapat mendorong Anda untuk mempercayai Tuhan lebih dalam.

Anda memang tidak pegang kendali atas masa depan Anda, tetapi Tuhan iya. Dia menciptakan seluruh alam semesta. Jika Tuhan mau, Dia bisa saja menghilang sekejap. Tetapi sebaliknya, Dia tak pernah absen mengerjakan rancangan-Nya dalam sejarah. Dia menggerakkan sejarah menuju titik puncaknya, takdir. Suatu hari Yesus Kristus akan datang kembali ke Bumi. Tidak ada yang dapat menghentikan itu.

Sama seperti Tuhan yang bekerja dalam sejarah untuk menggerakkan peristiwa-peristiwa menuju suatu momen tertentu, Dia akan bekerja di dalam hidup Anda untuk suatu tujuan juga — jika Anda membolehkan Dia.

Alkitab berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Firman Tuhan tidak mengatakan bahwa segala sesuatunya itu akan baik-baik saja. Firman-Nya juga tidak mengatakan bahwa Tuhanlah penyebab segalanya. Dia tidak menyebabkan perang. Dia tidak menyebabkan kanker. Dia tidak menyebabkan pemerkosaan, pelecehan, atau penganiayaan. Dia tidak menyebabkan kejahatan. Manusialah penyebabnya. Tuhan memberi manusia kebebasan untuk memilih. Dan kejahatan adalah harga yang harus dibayar dari kebebasan itu.

Tetapi Alkitab memang mengatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dia bisa menggunakan keputusan bodoh, jahat, atau buruk yang pernah Anda buat dalam hidup Anda dan memakainya untuk mendatangkan kebaikan, apabila Anda percaya pada-Nya. Roma 8:28 bukanlah janji untuk semua orang. Janji ini ditujukan bagi "mereka yang mengasihi Allah." Janji ini untuk mereka yang percaya pada-Nya dan berseru, "Ini Tuhan, ambillah semua kepingan hidupku dan satukanlah itu kembali."

Itulah sebabnya, ketika saya membaca berita utama di halaman depan surat kabar setiap hari, saya tidak khawatir. Memang, ada banyak masalah yang terjadi di dunia ini saat ini. tetapi Tuhan masih pegang kendali. Tuhan masih menggerakkan sejarah dunia menuju klimaksnya. Dan Tuhan masih menggerakkan umat-Nya menuju rancangan-Nya yang terbaik buat mereka.

Karena Tuhan memegang kendali, Anda dapat mempercayakan semua hal kepada-Nya— termasuk yang baik, yang buruk, maupun yang terjelek dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini :
- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Tuhan pegang kendali membantu Anda untuk mempercayai-Nya dengan lebih baik?
- Bagaimana selama ini Anda telah melihat Tuhan menggunakan keputusan Anda yang buruk untuk mendatangkan sesuatu yang baik?
- Ketakutan apa tentang masa depan yang bisa Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18


Suatu hari Dia akan menyatukan segala sesuatunya untuk menggenapi rancangan-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, November 26, 2020 |

Anda Masih Bisa Membuat Rencana di Masa Pandemi

Yakobus 1: 5 "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya."

Tidak ada salahnya membuat rencana, bahkan di masa pandemi yang tidak menentu ini. Namun, jika Anda menginginkan berkat Tuhan dalam rencana Anda tersebut, penting untuk menyertakan Dia dalam perencanaan Anda.

Kitab Yakobus memberi kita sebuah janji dalam hal merancangkan sesuatu. Dikatakan, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya" (Yakobus 1: 5).

Inilah bagian dari merendahkan hati di hadapan Tuhan. Anda tidak perlu bertanya-tanya apa yang hendak Dia lakukan dengan hidup Anda. Yang hanya perlu Anda lakukan ialah mendoakannya! Tuhan selalu siap memberi Anda hikmat yang Anda butuhkan untuk membuat rencana-rencana yang baik.

Kita hidup di zaman yang unik di mana Anda mungkin merasa sebagian besar bidang kehidupan Anda tengah berada dalam ketidakpastian. Mungkin saat ini Anda merasa tidak bisa membuat rencana apa pun atau merasa terjebak di tengah situasi yang tak menentu seperti sekarang ini. Bahkan mungkin Anda belum membuat rencana apa pun karena satu-satunya gol Anda saat ini adalah hanya ingin melewati masa pandemi ini.

Namun, seiring dengan masa pandemi yang kian hari kian mengulur, tentunya Anda tidak ingin menyia-nyiakan minggu-minggu atau berbulan-bulan ini! Mungkin saat ini waktu terasa berhenti, tetapi rancangan-rancangan Tuhan selalu bergerak maju. Dan saya tidak ingin Anda melewatkan kesempatan itu.

Meskipun ada banyak hal yang tidak dapat Anda kendalikan selama masa pandemi ini, tetapi ada banyak hal juga yang bisa Anda kendalikan. Saya menantang Anda untuk menyisihkan satu jam di minggu ini untuk membuat rencana-rencana yang disertai dengan doa yang sungguh-sungguh buat sisa tahun ini. Itu boleh jadi berupa rencana untuk pertumbuhan rohani, keluarga, pelayanan, keuangan, atau karier Anda. Apa pun yang ingin Anda bicarakan dengan Tuhan, luangkan waktu untuk mencari hikmat Tuhan dan putuskan beberapa gol yang hendak Anda capai.

Anda bisa mulai dengan berdoa, "Tuhan, apa yang Engkau ingin saya kerjakan di sisa tahun ini? Apa yang Engkau ingin saya lakukan dengan hidup saya? Apa kehendak-Mu, Tuhan? Berikanlah saya hikmat-Mu agar saya dapat melayani Engkau dengan baik sembari saya mewujudkan rancangan saya."

Renungkan hal ini:
- Jika saja Anda sudah tahu bahwa Anda akan berhasil, apa yang seharusnya Anda lakukan dengan iman?
- Bagaimana masa pandemi ini telah membuat rencana Anda keluar jalur? Hari ini, langkah apa yang bisa Anda buat untuk mengembalikan rencana Anda tersebut pada jalurnya?
- Menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda capai di tengah masa pandemi ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:1-11 ; Ibrani 8


Tuhan berjanji akan memberi Anda hikmat saat Anda berencana. Anda hanya perlu meminta kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, November 24, 2020 |

Sebelum Anda Menghakimi Orang Lain, Dengarkanlah dengan Kasih

Yohanes 7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"

Akan sulit untuk menghakimi orang lain ketika Anda mencoba untuk mendengarkan dengan kasih, kejujuran, ketulusan, dan keadilan. Yakobus 1:19 berkata, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;" Dengarkan dulu sebelum Anda menghakimi orang lain.

Suatu ketika orang Farisi mencoba menghakimi Yesus tanpa membiarkan Dia berbicara atau menjelaskan. Mereka tidak ingin mendengar cerita dari sisi-Nya. Tetapi Nikodemus, salah seorang dari mereka angkat bicara dan berkata, "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" (Yohanes 7:51).

Sudah berapa kali Anda menghakimi seseorang — anak Anda, pasangan Anda, tetangga Anda, musuh Anda — tanpa mendengarkan cerita mereka terlebih dahulu? Pernahkah Anda mendapati diri Anda memperlakukan seseorang dengan cara sama seperti orang Farisi memperlakukan Yesus?

Ketika Anda merasakan dorongan untuk menghakimi seseorang, berhentilah dan tarik napas. Tahan napas jika perlu — jika itu yang harus Anda lakukan untuk mendengarkan sebelum Anda berbicara. Apabila Anda tidak mendengarkan terlebih dahulu, maka Anda sedang melakukan dosa, yaitu menghakimi orang lain.

Apakah menurut Anda ada sesuatu yang perlu dibuka dari kehidupan seseorang? Itu mungkin bukan hak Anda untuk mengeksposnya. Biarkan Tuhan yang mengurusnya. Tugas Anda ialah mendengarkan mereka terlebih dulu. Cobalah untuk memahami sebelum menghakimi pergumulan seseorang.

Yesus berkata, "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu" (Matius 7: 1-2).

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa banyak orang menganggap bahwa mereka lebih baik dari Tuhan dalam hal menilai dan menghakimi orang lain?
- Bagaimana dengan mendengarkan orang yang Anda cintai sebelum Anda menilai mereka membantu Anda untuk benar-benar memahami mereka?
- Apa satu hal yang bisa Anda praktikkan di tengah percakapan Anda dengan orang lain agar Anda bisa menjadi seorang pendengar yang lebih baik?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:8-16 ; Ibrani 7:11-28


Perlakukan orang lain seperti Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Dengarkan dengan cinta kasih, dan biarkan Tuhan yang menjadi hakim.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, November 23, 2020 |

Cara Mengenali Titik Buta Anda

Matius 7: 3 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"

Titik buta adalah sikap atau kelemahan dalam hidup Anda yang tidak bisa Anda lihat atau Anda pungkiri walaupun itu menyebabkan konflik dengan orang lain.

Misalnya, Anda terus-menerus berargumen dan tak menyadari bahwa Anda kerap mengubah percakapan sederhana menjadi sebuah perdebatan. Yesus mengajarkan bahwa ketika Anda merasakan ada dorongan untuk menghakimi seseorang oleh karena titik buta mereka, jadikanlah itu sebagai kesempatan untuk menyadari dan menghadapi titik buta Anda sendiri.

Yesus mengajarkan ini dalam Khotbah di Bukit: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Matius 7: 3-5).

Dia seolah berkata, "Beraninya kau? Mengapa kau begitu risih dengan dosa dalam kehidupan orang lain padahal kau sendiri belum menyelesaikan dosa yang lebih besar dalam hidupmu sendiri? Jaga titik butamu sendiri agar engkau bisa melihat dengan jelas dalam membantu orang lain."

Pernahkah Anda perhatikan bahwa Anda cenderung menghakimi apa yang ada pada orang lain yang sebenarnya tidak Anda sukai di dalam diri sendiri? Jika Anda seseorang yang malas dan Anda sadari itu— dan Anda membenci hal itu tentang diri Anda— maka Anda cenderung lebih mudah melihatnya pada orang lain dan menighakimi mereka. Jika Anda sombong atau tamak, maka Anda cenderung lebih cepat memperhatikan itu pada orang lain. Apa pun yang sulit untuk Anda hadapi di dalam diri, Anda akan lebih mudah melihatnya pada diri orang lain.

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 11:31, "Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita."

Coba pikirkan maksud ayat ini: Bila kita serius mempelajari hidup kita dan mengevaluasi kelemahan dan kegagalan diri sendiri, maka Tuhan tidak perlu menilai kita.

Tuhan ada untuk Anda, bukan untuk menentang Anda. Dia sudah tahu titik buta Anda, dan Dia ingin membantu Anda mengatasinya sehingga Anda bisa dewasa di dalam iman Anda.

Renungkan hal ini:
- Dosa apa yang paling mudah Anda lihat pada diri orang lain? Menurut Anda apa yang bisa Anda lihat dari titik buta orang lain tentang dosa yang ada dalam hidup Anda sendiri?
- Apa yang dimaksud dengan mengevaluasi diri?
- Ketika Anda merasakan sebuah dorongan untuk menilai atau menghakimi seseorang, apa yang harus Anda lakukan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:1-7 ; Ibrani 7:1-10


Sebelum Anda menghakimi orang lain, ingatlah bahwa Anda memiliki titik buta dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, November 22, 2020 |

Apa yang Membuat Anda Rentan terhadap Godaan?

Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Jika Anda ingin mampu melawan godaan yang bertubi-tubi datang dalam hidup Anda, maka Anda perlu tahu apa yang membuat Anda rentan terhadap godaan Setan.

Efesus 4:27 mengatakan, "Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." Jangan memberi Setan tempat dalam hidup Anda sebab ia akan memanfaatkan kelemahan Anda dan mengacaukan hidup Anda.

Apa pijakan yang biasanya Anda berikan kepada Setan yang memungkinkan dia untuk mendorong semua godaan ini masuk ke dalam hidup Anda? Itulah emosi-emosi negatif Anda. Setiap kali Anda punya pikiran negatif, Anda baru saja memberikan pijakan kepada Setan dalam hidup Anda dan itu menebabkan Anda menjadi rentan terhadap godaan lebih dari biasanya. Itulah mengapa Alkitab berkata dalam Amsal 4:23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Hati Anda terletak di pusat emosi Anda. Tetapi untuk mengalahkan godaan Setan, jangan fokus pada perilaku Anda dan dosa yang mungkin akan Anda lakukan. Sebaliknya, selidiki pikiran-pikiran yang ada di hati Anda dan perasaan-perasaan yang muncul dari pikiran tersebut.

Itulah cara Iblis menjerat Anda — bukan dengan perilaku Anda, tetapi dengan pemikiran Anda. Dia mempermainkan emosi Anda setiap hari dalam hidup. Dia menjerat emosi Anda. Dia adalah dalang utama yang merusak suasana hati Anda. Setan mengacaukan beberapa emosi Anda dengan cara memengaruhi pikiran Anda dan membuat Anda meragukan Firman Tuhan.

Begitu dia membuat Anda terlibat secara emosional, Anda sudah terperosok ke dalamnya. Ketika emosi Anda menyerang, maka perilaku yang diharapkan Setan pada Anda akan muncul. Setan tahu emosi negatif Anda akan mengantarkan Anda pada dosa.

Anda jauh lebih rentan terhadap godaan ketika memiliki emosi yang negatif. Setan tahu emosi-emosi tersebut dan akan menggunakannya untuk mendatangkan kehancuran atas Anda. Bukankah seharusnya Anda mengetahui emosi-emosi itu juga?

Renungkan hal ini:
- Emosi negatif apa sajakah yang sering membuat Anda rentan terhadap serangan Setan?
- Bahkan meskipun Anda tidak menganggap diri Anda seseorang yang emosional, bagaimana Anda melihat emosi dan pikiran Anda memimpin Anda ke arah yang salah? Bagaimana emosi-emosi tersebut membuat Anda menyangkalnya atau meragukannya?
- Mengapa Anda perlu mengisi pikiran Anda dengan Firman Tuhan ketika hendak melawan godaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 3-4; Ibrani 6:9-20


Satu-satunya cara agar Anda dapat melawan godaan yang terus-menerus mendera hidup Anda ialah dengan mengidentifikasi emosi yang membuat Anda rentan terhadap godaan Setan. Kemudian, fokuskan kembali pikiran Anda pada Firman Tuhan agar Anda dapat mengganti emosi negatif tersebut dengan kasih Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, November 21, 2020 |

Belajar untuk Bersantai di dalam Keterbatasan Anda

2 Korintus 4: 7 "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Anda akan selalu jadi patah semangat setiap kali Anda mencoba untuk menjadi pahlawan super yang mencoba melakukan lebih dari yang bisa Anda lakukan sebagai manusia. Anda perlu pandangan yang lebih realistis mengenai diri Anda: Anda tidak bisa memperbaiki masalah semua orang. Anda tidak bisa berada di dua tempat yang berbeda di waktu yang sama. Anda tidak bisa melakukan semua yang ingin Anda lakukan. Anda tidak bisa membelanjakan uang yang tidak Anda punya.

Oleh sebab itulah, Anda perlu belajar untuk bersantai di dalam keterbatasan Anda. Setiap kali Anda hidup di luar keterbatasan hidup Anda, akibatnya Anda akan menjadi patah semangat. Lebih mudah untuk mengisi jadwal kegiatan Anda daripada melaksanakannya. Akan selalu lebih mudah untuk masuk daripada keluar. Selalu lebih mudah untuk membuat janji daripada menepatinya. Selalu lebih mudah berutang daripada keluar dari hutang.

Seringkali, tanda-tanda pertama ketika Anda memaksakan diri sendiri yaitu muncul di tubuh Anda. Rasul Paulus berkata dalam 2 Korintus 4: 7, "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." Intinya, Anda perlu mengetahui keterbatasan Anda. Anda perlu mengenali tanda-tanda peringatan saat Anda terlalu memaksakan diri, dan sebaliknya, menyadari bahwa Anda hanyalah bejana dan Tuhanlah sumber kuasanya.

Tubuh kita bagaikan bejana tanah liat — kita semua memiliki sedikit retakan sebab kita semua pernah jatuh di sana-sini. Namun, Tuhan sering sekali memberikan karunia terbesar-Nya kepada orang-orang yang paling lemah, dan itu membuat kita punya kesempatan untuk kembali datang kepada-Nya dan berseru, "Itu pasti Tuhan. Itu hanya bisa terjadi melalui mujizat Tuhan."

Sepanjang sejarah, Allah menggunakan alat yang memiliki cacat dan kekurangan untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Anda mungkin berpikir menyembunyikan kelemahan Anda adalah cara yang paling manjur, tetapi sesungguhnya Tuhan ingin menggunakannya untuk keuntungan Anda juga. Akan tetapi pertama-tama, Anda harus mengenali dan menerima kekurangan serta kelemahan Anda. Kemudian, Anda harus percaya pada kekuatan Tuhan dan bukan pada kekuatan Anda sendiri untuk menggenapi rancangan-Nya atas Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah selama ini Anda mencoba mengejar lebih banyak pencapaian dalam hidup Anda lebih dari kekuatan manusia? Apa hasilnya secara jasmani dan rohani?
- Dalam hal apa Anda pernah melihat Tuhan menggunakan kelemahan Anda untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani dan menjadi semakin seperti Dia?
- Dalam hal apa Anda terlalu memaksakan diri Anda? Bagaimana Anda dapat mengenali keterbatasan Anda dan menetapkan ekspektasi yang lebih realistis ke depannya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 1-2; Ibrani 6:1-8


Tidak akan ada mujizat yang terjadi apabila Allah hanya menggunakan orang-orang yang sempurna, sebab memang tak ada seorang pun yang sempurna!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, November 20, 2020 |

Ini Bukan Tentang Anda

2 Korintus 4: 5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus."

Semakin Anda menjalani hidup yang berpusat pada diri sendiri, semakin lebih mudah Anda putus asa. Setiap kali Anda lupa bahwa hidup ini bukanlah tentang Anda, maka Anda akan menjadi sombong atau mudah takut atau kepahitan. Perasaan itu akan selalu mengantarkan Anda pada keputusasaan, karena perasaan tersebut membuat Anda tetap fokus pada diri sendiri.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4: 5, "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus." Kehidupan ini bukan soal Anda! Tuhan menempatkan Anda di dunia ini dan Dia punya pesan yang ingin Dia nyatakan melalui hidup Anda. Namun, yang perlu diingat adalah pesan hidup Anda bukanlah tentang diri Anda, melainkan tentang Yesus Kristus.

Saya memilih empat kata ini— "Ini bukan tentang Anda" —di halaman pertama buku saya, The Purpose Driven Life sebab itulah pesan yang paling berlawanan dengan budaya masyarakat. Hampir semua hal dalam masyarakat kita — lagu, video game, acara TV, berita, dan iklan — mengatakan bahwa Anda harus memikirkan diri sendiri terlebih dahulu.

Kadang saya meyesal seandainya saya tidak menulis kalimat itu di buku saya, sebab pada saat itu, saya tidak tahu bahwa di sepanjang sisa hidup, saya akan terus-menerus diuji oleh ungkapan tersebut. Saya harus mengulanginya sendiri 20 kali sehari! Ketika seseorang memuji saya, mengkritik saya, salah menilai saya, atau tidak setuju dengan saya, maka saya harus mengingatkan diri saya sendiri, "Ini bukan tentang saya." Mengapa? Sebab ketika saya fokus pada diri saya, maka saya akan mudah putus asa.

Sebaliknya, seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat kita hari ini, kita semua adalah hamba dari Yesus. Itu artinya kita termotivasi untuk melayani orang lain oleh karena apa yang telah Yesus lakukan untuk kita.

Tuhan selalu lebih tertarik pada mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan daripada melihat apa yang sebenarnya Anda lakukan. Dia peduli dengan motivasi hati Anda. Mengapa Anda melakukan sesuatu mengkuti kemauan hati Anda ketimbang seturut dengan Tuhan dalam segala perbuatan Anda. Dia peduli dengan motif hati Anda. Mengapa Anda melakukan sesuatu, selalu menentukan berapa lama Anda akan melakukannya. Jika Anda termotivasi oleh ambisi egois tersebut, maka itu tidak akan pernah cukup baik. Pada akhirnya Anda akan menjadi putus asa dan berhenti.

Namun, ketika Anda termotivasi untuk melakukan sesuatu karena cara itu memajukan Injil dan memuliakan Yesus, maka Anda akan memiliki semua dorongan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikannya.

Renungkan hal ini:
-Bagaimana orang-orang terdekat Anda mendorong Anda untuk melayani orang lain dengan kerendahan hati seperti Kristus?
-Bagaimana kasih Yesus kepada Anda memotivasi Anda untuk memikirkan orang lain lebih dari memikirkan tentang diri Anda sendiri?
-Bagaimana Tuhan menggerakkan Anda ketika Anda mempunyai motivasi yang benar?



Bacaan Alkitab Setahun :
Obaja 1; Ibrani 5:11-14


Utamakan Tuhan dan orang lain, lebih dari diri Anda sendiri
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, November 20, 2020 |

Jadilah Seperti yang Tuhan Rancangkan

2 Korintus 4: 2 "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah."

Tak ada yang lebih mengecilkan hati dibanding mencoba menjadi seperti orang lain.

Jika Anda melakukan pencitraan sebab Anda takut orang lain akan tahu siapa diri Anda sesungguhnya atau Anda takut Tuhan tidak mencintai Anda, maka Anda akan melewatkan anugerah terbaik dari Tuhan atas hidup Anda.

Tuhan tidak memberkati orang yang palsu atau yang berpura-pura. Jika Anda mau berkat Tuhan dalam hidup Anda, maka berhentilah hidup dalam perkenanan orang lain dan mulailah menjadi diri Anda sebagaimana yang Tuhan ciptakan. Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi orang lain. Saat Anda sampai di surga, Dia tidak akan bertanya, "Mengapa engkau tidak seperti saudara perempuanmu atau seperti sahabatmu yang disukai banyak orang itu atau seperti temanmu yang sukses itu?" Sebaliknya, Dia akan meminta pertanggungjawaban Anda atas bagaimana Anda menggenapi panggilan hidup Anda.

Dunia ini tidak membutuhkan dua orang Anda atau pun orang lain. Akan tetapi, dunia ini memang membutuhkan Anda untuk melakukan misi yang diberikan Tuhan atas Anda di bumi. Dia membentuk Anda dan mengaruniakan Anda secara unik, jadi, Anda akan melewatkan keunikan tersebut apabila Anda berkeras untuk menjadi seperti orang lain, bukan menjadi diri Anda sendiri.

Paulus berkata dalam 2 Korintus 4: 2, "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah." Intinya, kita tidak boleh menyamar atau menggunakan topeng kepalsuan. ta tidak boleh berpura-pura menjadi seseorang yang bukan kita. Dan kita tidak boleh memutarbalikkan Firman Tuhan. Tapi sebaliknya, kita harus mengajarkan kebenaran Firman dengan sebenar-benarnya dan menunjukkan kepada semua orang siapa kita sebenar-benarnya.

Tidak ada yang lebih mengecewakan dibanding mencoba untuk menyenangkan semua orang. Saya pernah menjadi sampul majalah Newsweek dua kali, sekali sebagai pahlawan dan sekali sebagai bukan siapa-sapa. Itulah hidup! Bahkan Tuhan sekali pun tak bisa menyenangkan semua manusia. Ketika seseorang meminta turun salju, orang lain meminta langit yang cerah.

Jika Anda selalu berusaha menjadi seseorang yang bukan diri Anda sendiri, maka Anda akan selalu berada di bawah tekanan dan ketakutan akan jati diri Anda tersingkap orang lain, dan Anda akan lebih mudah berkecil hati.

Renungkan hal ini:
- Apakah saat ini Anda hidup untuk perkenanan Tuhan atau untuk perkenanan orang lain? Apakah orang-orang terdekat Anda akan setuju atau tidak setuju dengan jawaban Anda?
- Bagaimana kebutuhan untuk menyenangkan orang lain menyebabkan tekanan dalam hidup Anda?
- Mengapa Tuhan senang memberkati keaslian dan kejujuran Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amos 5-9; Ibrani 5:1-10


Untuk mengalahkan rasa berkecil hati, jadilah seseorang yang Tuhan ciptakan. Anda tidak perlu jadi orang yang sempurna supaya Tuhan memberkati Anda — jadilah orang yang otentik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, November 18, 2020 |

Bagaimana Caranya Mengalahkan Hilang Harapan

2 Korintus 4: 1 "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati."

Tahukah Anda bahwa Tuhan mengasihi Anda? Anda mungkin telah mendengar kebenaran ini seumur hidup Anda!

Tetapi, bila Anda sudah tahu bahwa Tuhan mengasihi Anda, apakah Anda dapat merasakan dan mengenali kasih-Nya? Ketika Anda berhenti untuk percaya bahwa Anda dikasihi Tuhan, di situlah Anda mulai berkecil hati. Mengapa? Karena ketika Anda tidak percaya Tuhan mengasihi Anda, maka Anda tidak dapat mengalami kasih karunia dan kasih-Nya.

Cara paling efektif untuk mengalahkan hilang harapan ialah dengan ingat betapa besar Tuhan mengasihi Anda dan dengan fokus pada kebenaran Firman Tuhan itu.

"Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati" (2 Korintus 4: 1).

Apakah kasih itu? Kasih adalah saat Tuhan memberikan apa yang Anda butuhkan, bukan memberikan apa yang pantas Anda dapatkan. Kasih ialah saat Tuhan mengetahui setiap kesalahan yang telah dan akan Anda buat, tetapi Dia masih memberikan yang baik dalam hidup Anda. Belas kasih Tuhanlah yang membuat Anda terus maju ketika Anda merasa putus asa atau lelah atau hilang harapan.

Banyak orang yang sudah lama menjadi orang Kristen tidak lagi merasakan kasih Allah karena mereka berpikir Allah berbicara kepada mereka hanya lewat teguran. Namun apabila suara yang Anda dengarkan selalu terdengar negatif, dipastikan itu bukanlah suara Tuhan.

Tujuan nomor satu dalam hidup Anda bukanlah untuk melakukan kebaikan. Bahkan tujuan nomor satu dalam hidup Anda bukanlah supaya Anda mengasihi Tuhan kembali.

Tujuan nomor satu dalam hidup Anda ialah membiarkan Tuhan mengasihi Anda. Ketika Anda melakukan itu dan mengalami kasih dan rahmat-Nya, maka Anda akan melangkah bebas dalam mengejar semua yang telah Dia rancangkan untuk hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Keadaan apa yang paling sering memengaruhi cara Anda berpikir bagaimana Tuhan memandang Anda?
- Apakah Anda merasa Tuhan lebih sering berbicara kepada Anda dengan suara yang sumbang atau dengan cinta? Mengapa?
- Bagaimana Anda membiarkan Tuhan mengasihi Anda? Apa yang ingin Anda ubah tentang cara berpikir Anda dalam hal tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amos 1-4; Ibrani 4:14-16


Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, November 17, 2020 |

Apakah Yang Anda Lakukan adalah Penggunaan Terbaik dalam Hidup Anda?

Efesus 5: 15-17 "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."

Jika Anda ingin memberi pengaruh dalam hidup Anda, maka Anda harus melakukan hal berikut: Kendalikan waktu Anda. Waktu Anda adalah hidup Anda. Apabila Anda tidak belajar mengatur waktu, maka Anda akan mempersempit waktu dalam hidup Anda.

Efesus 5: 15-17 mengatakan, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."

Kita semua punya jumlah waktu yang sama setiap minggu: 168 jam. Yang membedakan adalah apa yang Anda lakukan dengan waktu itu! Anda hanya diberikan jatah sejumlah hari yang spesifik di dunia ini, jadi jika Anda menyia-nyiakannya, artinya Anda telah mengacaukannya! Jika Anda membuang-buang waktu, artinya Anda sedang menyia-nyiakan hidup Anda karena waktu Anda adalah hidup Anda. Berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri Anda, "Apakah ini penggunaan terbaik dari waktu saya? Apakah ini penggunaan terbaik dari hidup saya?"

Orang yang efektif mencari tahu apa yang penting dan apa yang sepele dalam dalam hidup mereka, dan mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal penting dan meluangkan lebih sedikit waktu untuk melakukan hal-hal yang sepele. Anda tidak bisa menghilangkan semua hal sepele dalam hidup Anda, tetapi Anda bisa menguranginya.

Itu terdengar mudah, tetapi terus terang, kita seringkali sulit untuk memilih antara yang terbaik untuk hidup kita dan mana yang termudah untuk hidup kita-- apalagi saat kita lelah. Saat Anda lelah, Anda tentu tidak ingin melakukan yang terbaik. Anda ingin melakukan apa yang mudah. Itulah mengapa jika Anda ingin sungguh-sungguh berbuat sesuatu yang efektif dalam hidup Anda, maka Anda harus belajar untuk beristirahat. Jika Anda tidak beristirahat, Anda tidak akan punya kekuatan mental, emosional, dan fisik untuk berkata, "Saya akan melakukan hal yang benar, bukan hal yang termudah."

Jangan sia-siakan hidup Anda. Jangan puas dengan yang terbaik kedua. Jangan menjalani hidup apa adanya. Anda tidak diciptakan hanya untuk mengikuti arus. Tuhan menciptakan Anda untuk melaksanakan suatu misi dan tujuan. Itu dimulai dengan bertanya, "Apakah yang saya lakukan adalah yang terbaik dalam hidup saya?"

Renungkan hal ini:
- Hal apa yang menyita sebagian besar waktu Anda?
- Seberapa besar hal-hal tersebut membantu Anda untuk menjalankan misi Anda dalam hidup?
- Apa yang bisa Anda ubah dalam jadwal dan prioritas Anda agar Anda bisa lebih banyak beristirahat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yoel 1-3; Ibrani 4:1-13


Anda tidak punya waktu buat mengerjakan semuanya. Kabar baiknya adalah Tuhan tidak meminta Anda untuk melakukan segalanya. Jadi, jangan merasa bersalah oleh karena itu! Hanya ada beberapa hal yang layak untuk dilakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, November 16, 2020 |

Keputusan yang Baik Selalu Sepakat dengan Firman Tuhan

Mazmur 119: 105 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."

Ketika Anda harus membuat suatu keputusan, cara pertama dan yang paling tepat untuk mengujinya ialah dengan bertanya pada diri sendiri: "Apakah keputusan saya selaras dengan Firman Tuhan?"

Anda harus memutuskan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda. Pada akhirnya itu bermuara pada dua pilihan berikut: Firman Tuhan atau dunia. Apakah Anda akan melandaskan keputusan Anda pada apa yang Tuhan katakan atau pada apa yang orang lain katakan?

Apabila Anda mendasarkan hidup Anda pada opini masyarakat, maka Anda akan selalu ketinggalan zaman, karena opini masyarakat berubah setiap hari. Apa yang "tren" kemarin akan "ketinggalan zaman" hari ini, dan apa yang "tren" hari ini akan "ketinggalan zaman" besok. Jika Anda mendasari hidup Anda pada budaya populer atau pada jajak pendapat, maka Anda akan mengalami kesulitan sebab Anda sedang membangun hidup Anda di atas fondasi yang tidak kokoh.

Namun sebaliknya, jika Anda mendasari hidup Anda pada Firman Tuhan, maka kebenaran itu tidak akan pernah berubah. Kebenaran itu akan selalu benar. Jadi, jika Allah berfirman bahwa sesuatu salah 10.000 tahun yang lalu, maka itu salah 500 tahun yang lalu, salah hari ini, dan itu akan salah 1.000 tahun dari sekarang. Saya tidak mengindahkan budaya dunia atau apa yang populer saat ini, sebab apabila Tuhan berkata itu salah, maka itu salah. Itu akan selalu salah, dan akan selalu salah untuk seterusnya. Sama haknya, jika Tuhan berkata itu benar, maka itu akan selalu benar. Firman-Nya adalah fondasi yang kokoh.

Allah telah mengatur alam semesta ini dengan hukum-hukum-Nya — secara fisik, moral, dan spiritual. Allah membangun alam semesta ini berdasarkan hukum-hukum itu karena itu semua adalah untuk kebaikan Anda. Ketika Anda mengikuti prinsip-prinsip tersebut, maka Anda akan berhasil. Namun jika Anda menolak, tidak mematuhi, mengabaikan, dan melawan prinsip-prinsip Tuhan, pasti Andalah yang terluka.

Jika Anda mencamkan itu semua di dalam pikiran Anda, maka Anda bisa yakin dengan keputusan Anda. Jika Tuhan berkata tidak apa-apa, maka lakukanlah. Tapi jika Tuhan berkata tidak, maka jangan lakukan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119: 105).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana masyarakat dunia mencoba meyakinkan Anda bahwa kebenaran Tuhan itu sifatnya subjektif?
- Bagaimana Anda bisa menjadi lebih dekat dengan Alkitab agar Anda dapat lebih mendasarkan keputusan Anda padanya?
- Bagaimana Anda pernah mengalami suatu kelegaan, ketika Anda menaati hukum dan arahan Tuhan dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 6-10; Ibrani 3:1-6


Ikuti jalanNya Tuhan, jangan ambil jalan Anda sendiri
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, November 14, 2020 |

Doa Anda Punya Dampak

1 Yohanes 5:15 "Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya."

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah doa Anda benar-benar bekerja? Saat Anda mendoakan sesuatu, Setan berbisik pada Anda, "Ini buang-buang waktu. Lupakan saja! Kau pikir kau siapa? Menurutmu apa yang sedang kau lakukan? Tuhan tidak mendengar. Jangan buang waktumu."

Dasar dari semua mujizat ialah kedaulatan-Nya. Mengapa Dia menjawab doa yang satu, tetapi tidak yang lain? Karena Tuhan memegang kendali. Kita harus percaya hikmat-Nya dan kebaikan-Nya.

Efesus 3:20 mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Doa bisa melakukan apapun yang bisa Tuhan lakukan. Berkat-Nya tersedia buat Anda. Dua puluh kali dalam Perjanjian Baru dikatakan, "Mintalah." Sungguh sukacita besar mengetahui bahwa hal-hal yang di luar kendali kita bukanlah di luar kendali Tuhan. Mungkin saya tidak bisa mengubah situasi, tetapi saya bisa berdoa, dan Tuhan bisa mengubah hal itu.

Saya tahu persis apa yang Anda sedang pikirkan sekarang: "Jika saya bisa berdoa dan meminta Tuhan mengubah banyak hal, dan jika Tuhan benar-benar pegang kendali atas segalanya, mengapa saya tidak mendapatkan semua yang saya doakan?" Pertanyaan yang bagus. Berikut ini tiga alasannya:

Tuhan bukanlah jin. Anda tidak berdoa, kemudian serta merta mendapatkan apa pun yang Anda minta. Jika setiap doa dikabulkan, maka kita akan jadi anak yang manja. Apakah Anda memberi anak Anda semua yang mereka minta? Saya harap tidak. Anda tahu apa yang terbaik buat mereka. Anda bisa melihat gambaran yang lebih besar. Jika Anda bisa melihat gambaran yang lebih besar untuk anak-anak Anda, apalagi Tuhan? Ia dapat melihat gambaran yang jauh lebih besar dari Anda.

Kadang orang Kristen berdoa ketika menghadapi konflik. Jika dalam pertandingan Super Bowl ada dua orang Kristen mendoakan tim yang berbeda supaya menang, doa siapa yang akan dijawab Tuhan? Tentu saja Tuhan tidak bisa menjawab setiap doa pada waktu yang sama.

Namun menurut saya inilah alasan sebenarnya:

Tuhan tahu yang terbaik, sedangkan Anda tidak. Jika Anda menganggap bisa melakukannya, maka Anda sangat lancang. Alkitab mengatakan, "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya" (1 Yohanes 5:14). Lihatlah ungkapan "menurut kehendak-Nya." Seperti inilah seharusnya Anda bersikap dalam berdoa: "Tuhan, inilah doa permohonanku, biarlah kehendak-Mu yang jadi." Seperti itulah Yesus berdoa dalam Lukas 22:42: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Renungkan hal ini:
- Mengapa fakta bahwa Tuhan itu baik dan berdaulat begitu penting adanya?
- "Doa bisa melakukan apapun yang Tuhan bisa lakukan." Bagaimana doa Anda mencerminkan apa yang Anda yakini tentang kedaulatan Tuhan?
- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin seturut dan memercayai kehendak-Nya, bukan pada kehendak Anda sendiri?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 1-5; Ibrani 2:5-18


Doa bekerja karena Tuhan berkuasa atas segalanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, November 14, 2020 |

Rencana Tuhan untuk Membawa Anda ke Surga

Roma 3:22 "Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan."

Alkitab berkata, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17). Firman Tuhan juga berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9).

Kabar Baiknya adalah kematian dan Kebangkitan Yesus memberi kita akses kepada Allah Bapa. Dengan kata lain, kita hanya bisa sampai di surga dengan percaya kepada Allah melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.

Bagaimana caranya menyatakan iman kita kepada Kristus? Berikut ini panduan Alkitabiah yang dapat Anda ikuti:

Akui bahwa Anda membutuhkan Juruselamat.
Kita tidak bisa datang kepada Allah Bapa dengan kekuatan kita sendiri. Kita semua orang berdosa. Kita telah mengacaukan segalanya. Surga itu sempurna, sementara kita tidak.

Namun, Alkitab berkata, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1: 9). Dan rasul Paulus memberi tahu kita, "Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan" (Roma 3:22).

Percaya pada Yesus.
Alkitab berkata, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu" (Kisah Para Rasul 16:31). Itu berarti kita harus percaya bahwa Yesus adalah seperti yang dikatakan Alkitab dan kita harus mempercayakan masa depan serta segala yang kita miliki kepada-Nya. Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14: 6).

Dan kepercayaan kita harus spesifik di dalam Kristus: "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10: 9-10, 13).

Nyatakan komitmen Anda kepada Yesus.
Katakan kepada Yesus bahwa Anda mempercayakan Dia dengan hidup Anda. Nyatakan bahwa Anda percaya pada-Nya dan janji-Nya. Yesus berkata, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yohanes 12: 44-46).

Pegang janji Allah.
Anda dapat mengandalkan janji Allah dalam Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Apapun yang telah Anda lakukan atau berapapun lamanya Anda telah melakukannya, Allah berjanji bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus akan tinggal Bersama-Nya di surga selamanya.

Doa komitmen kepada Kristus.
Jika Anda belum percaya kepada Yesus dan belum berkomitmen untuk ikut Dia, mengapa harus menunggu lebih lama lagi? Berdoalah doa ini:

"Yesus Tuhan, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka segala kesalahan yang pernah kulakukan akan diampuni. Aku akan mempelajari panggilan hidupku.Terimalah aku masuk ke dalam rumah kekal-Mu di surga kelak.

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkaulah Tuhan, Juruselamatku. Aku menerima-Mu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku mau menyerahkan setiap bagian hidupku ke dalam pemeliharaan-Mu. Engkau punya hak untuk membuat keputusan dalam hidupku.

"Yesus, aku ingin bersandar di dalam kasih-Mu. Aku bersyukur bahwa aku tidak perlu mengusahakan atau mendapatkan kasih-Mu berdasarkan perbuatanku. Aku ingin menggunakan seluruh sisa hidupku untuk melayani-Mu, bukan melayani diriku sendiri. Dengan rendah hati aku mau menyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta-Mu untuk menyelamatkanku dan menerimaku masuk ke dalam keluarga-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini:
- Apakah ada langkah-langkah di atas yang belum Anda ambil dalam menyatakan iman Anda kepada Kristus? Kenapa bisa begitu?
- Ayat Alkitab apa yang bisa Anda hafalkan untuk mengingatkan Anda mengenai janji-janji Allah kepada Anda?
- Apakah ada dalam hidup Anda yang belum menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka? Buatlah rencana untuk mengobrol dengan mereka, dan wartakan renungan kita hari ini.


Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 10-12; Ibrani 2:1-4


Tuhan sudah mengambil langkah awal dengan berkomitmen penuh atas diri Anda, bagaimana dengan Anda?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, November 14, 2020 |

Anda Dapat Mempercayai Tuhan dalam Segala Hal

Mazmur 33: 4 "Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan."

Salah satu pertanyaan besar dalam hidup adalah, "Siapa yang akan Anda percayai?" Cara Anda menjawab pertanyaan ini akan menentukan apakah Anda bahagia atau menderita, apakah Anda berhasil atau gagal, dan apakah Anda memanfaatkan hidup Anda atau malah menyia-nyiakannya.

Siapa yang selalu peduli dengan Anda? Siapa yang akan membantu Anda membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup Anda? Haruskah Anda mempercayai pendapat orang banyak? Itu mungkin bukan ide yang bagus sebab pendapat orang selalu berubah. Haruskah Anda mempercayai selebriti yang selalu menjadi tren terbaru? Tren berubah dan memudar seiring waktu. Haruskah Anda mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup berdasarkan yang Anda baca di media sosial? Apapun yang sifatnya online sulit untuk dipercaya atau bisa diandalkan.

Bagaimana dengan mempercayai diri sendiri? Sayangnya, perasaan kita bisa membohongi kita. Alkitab berkata, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17: 9). Ketika kita hidup berdasarkan emosi dan perasaan kita, maka kita bisa dengan mudah dimanipulasi oleh orang lain dan oleh perubahan suasana hati kita.

Apabila Anda hendak mempercayakan hidup dan masa depan Anda kepada seseorang atau sesuatu, sebaiknya Anda memilih seseorang yang paling peduli terhadap Anda, yang tahu tentang segalanya, yang sempurna, dan yang tidak akan pernah berbohong kepada Anda. Kriteria-kriteria ini merujuk hanya pada satu pribadi - Tuhan.

Tak ada seorang pun yang akan selalu berkata jujur. Mereka akan menutup-nutupinya. Mereka akan memfilternya. Mereka akan membuatnya terdengar bagus. Mereka tidak akan memberi tahu Anda apa yang harus Anda dengar. Namun, hal yang perlu Anda dengar ialah kebenaran Firman, sebab kebenaran itulah yang akan memerdekakan Anda. Kebohongan tentang diri Anda, orang lain, dunia, dan bagaimana kehidupan ini sesungguhnya hanya akan memperbudak Anda.

Untuk bisa dimerdekakan, Anda harus memegang kebenaran Firman. Seperti yang telah saya katakan berkali-kali, kebenaran-Nya akan memerdekakan Anda, tapi pertama-tama, itu akan membuat Anda sengsara. Mengapa? Kita tidak suka kebenaran. Kita tidak ingin mendengar bahwa sebagian besar masalah dalam hidup kita disebabkan oleh keputusan buruk yang kita buat. Kita tidak ingin mendengar bahwa sifat keras kepala, ego, dan kecemasan kitalah penyebab stres dalam hidup kita, tapi nyatanya itu semua benar.

Mazmur 33: 4 mengatakan, "Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan."

Allah berFirman, dan itulah kebenaran—baik Anda percaya itu atau tidak. Dia tidak perlu meminta pendapat Anda untuk mencari tahu apa yang benar dan apa yang salah.

Percayalah pada Allah.

Renungkan hal ini:
- Apa yang akan Anda percayakan pada Tuhan hari ini?
- Mengapa seringkali kita lebih mudah mempercayai kebohongan yang kita dengar dari orang lain atau media, daripada mempercayai kebenaran Tuhan?
- Apakah Anda menerima semua Firman Tuhan sebagai suatu kebenaran? Mengapa atau mengapa tidak?



Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 7-9; Ibrani 1:1-14


Jika Allah berFirman, maka itulah kebenaran
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, November 11, 2020 |

Kita Harus Memilih untuk Menerima Kasih Karunia Allah

Roma 6:23 "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Alkitab berkata dalam Roma 6:23, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Anda dapat berkata bahwa kasih karunia-Nya adalah anugerah yang terus-menerus Ia beri. Ketika Anda mengenal Yesus Kristus, rahmat-Nya, serta kasih-Nya, maka anugerah-Nya akan terus melimpah ruah atas Anda. Kasih karunia-Nya akan selalu terbentang dan selalu ada sampai surga kekal. Yang terbaik akan datang!

Seperti apakah surga itu? Anda akan bertemu kembali dengan orang-orang terkasih yang mengenal Allah. Anda akan diberi upah atas iman Anda. Anda akan diberikan posisi pekerjaan yang Anda sukai. Anda akan terbebas dari rasa sakit, depresi, keputusasaan, rasa malu, dan rasa bersalah, dan Anda akan bersukacita dan merayakannya selamanya. Sungguh tawaran yang luar biasa!

Namun, ada syaratnya: Anda harus menerimanya.

Bayangkan, hari ini Anda pulang ke rumah dan menemukan sebuah hadiah di atas meja Anda tetapi Anda meninggalkannya di sana sampai tahun depan, tanpa membukanya sama sekali. Itu konyol! Hadiah tidak ada artinya kecuali Anda menerimanya. Anda harus menerima kasih karunia Allah melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.

Mungkin selama ini Anda menahan diri karena takut ditolak. Mungkin Anda pernah ditolak oleh orang tua Anda. Mungkin Anda pernah ditolak oleh pria atau wanita yang Anda suka dan itu sangat menyakitkan. Atau, mungkin Anda pernah ditolak oleh saudara laki-laki atau perempuan Anda atau oleh teman sekelas Anda. Mungkin Anda pernah ditolak oleh mantan pasangan yang telah meninggalkan Anda dan mereka mengatakan hal-hal menyakitkan yang masih Anda pikirkan hingga saat ini.

Akan tetapi, ada satu orang yang tidak akan pernah menolak Anda, namanya Yesus Kristus. Dia menyuruh Anda, "Pulanglah." Apakah selama ini Anda merasa lelah karena menyimpan rapat-rapat aib atau rasa malu di dalam hidup Anda? Anda bisa menyingkirkannya hari ini.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda harus merespons kasih karunia Allah ketika Anda menganggap itu adalah sebuah hadiah yang cuma-cuma? Rasa bersalah atau aib atau kepahitan apa di masa lalu yang menahan atau menghalangi Anda untuk menerima kasih karunia Allah? Sudahkah Anda sepenuhnya menyerahkannya kepada Dia?
- Apa artinya "pulang" kepada Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 4-6; Filemon 1


Semakin Anda memahami anugerah Allah, semakin Anda jatuh cinta kepada-Nya, dan semakin Anda ingin lebih dekat dengan Yesus — karena hampir tidak mungkin Anda tidak mencintai seseorang yang mencintai Anda sedalam itu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, November 10, 2020 |

1 Yohanes 4:16, 18 "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

Saya telah berbicara di depan ribuan orang tentang alasan mengapa mereka tidak sepenuhnya memercayai Tuhan. Biasanya, karena salah satu dari tiga alasan ini: Mereka takut jika menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan, mereka akan kehilangan kebebasan, mereka akan kehilangan kesenangan, atau Tuhan akan mengubah mereka menjadi seseorang yang fanatik agama.

Tak satu pun dari alasan tersebut yang meyakinkan.

Namun, Tuhan punya jawaban atas rasa takut kita untuk percaya pada-Nya. Alkitab berkata, "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih" (1 Yohanes 4:16, 18).

Allah mengasihi Anda. Anda diciptakan atas dasar kasih-Nya. Berulang kali di dalam Alkitab, Dia menjelaskan hal ini. Dia merancang dan menciptakan Anda untuk mengasihi diri Anda dan mengasihi-Nya.

Bukti terbesar dari kasih Allah adalah Yesus. Dia datang ke Bumi dalam bentuk manusia untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Dia sesungguhnya. Kemudian, Allah menunjukkan kepada kita bagaimana Ia sangat mengasihi kita dengan mati di kayu salib.

Salib Kristus menyatakan kepada kita bahwa kita dapat sepenuhnya percaya kepada Allah. Kita bisa mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya, sebab Dia telah memberikan nyawa Putra-Nya demi menebus kita.

Jika Allah mengatakan kebenaran di dalam Firman-Nya bahwa Dia mengasihi Anda, maka Anda boleh percaya bahwa Dia tidak akan melenyapkan kebebasan Anda atau kesenangan Anda atau mengubah Anda menjadi seseorang yang fanatik agama.

Allah bukan perusak sukacita. Dia adalah Bapa surgawi Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa yang paling membuat Anda takut untuk memercayai Allah sepenuhnya?
- Menurut Anda mengapa memahami kasih Allah membantu Anda untuk lebih percaya pada-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 1-3; Titus 2-3


Semakin Anda mengenal Allah, semakin Anda memercayai-Nya — dan semakin sedikit Anda akan merasa takut untuk percaya pada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, November 10, 2020 |

Perhatikan Pola-Pola Setan yang Bisa Ditebak

2 Korintus 2: 10-11 "Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya."

Anda tidak dapat mengalahkan godaan Setan jika Anda tidak mengerti bagaimana cara ia bekerja.

Satu-satunya hal baik yang bisa kita katakan tentang Setan yaitu dia tidak punya ide baru. Ia memakai godaan yang sama berulang kali sejak manusia diciptakan. Taktik yang ia gunakan pada Adam dan Hawa masih ia pakai sampai hari ini.

Allah dengan jelas telah memperingatkan Adam dan Hawa bahwa mereka boleh memakan buah dari pohon mana pun di taman itu, kecuali dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ketika Setan menggoda Hawa, dia bertanya padanya, "Apakah Allah benar-benar berkata begitu?" Kemudian, bujuknya, "Ayo, coba saja. Kau sekali-sekali tidak akan mati jika makan ini! Kau juga akan menjadi seperti tuhan."

Setan menggunakan pola yang sama dalam hidup Anda setiap hari. Pertama, itu dimulai dengan keinginan yang salah di dalam diri Anda, seperti iri hati, nafsu, atau ketidaksabaran. Atau sebaliknya, itu dimulai dengan keinginan yang benar, seperti hasrat akan makanan atau akan cinta, tetapi dengan godaan Setan, kita memenuhi keinginan itu dengan cara yang salah pada waktu yang salah. Setan dapat memanfaatkan keinginan apa pun, dan merusaknya.

Kemudian, ia membuat Anda meragukan Firman Tuhan dan berbisik, "Apakah Tuhan benar-benar mengatakan itu?" Dia memanfaatkan benih keraguan Anda dan menumbuhkannya menjadi sebuah kebohongan yang dia tahu Anda mudah terjebak ke dalamnya. Di balik setiap dosa, ada kebohongan yang Anda pilih untuk percaya. Ingat, Setan itu licik. Setan tahu sisi mana dari hidup Anda di mana kemungkinan besar Anda akan jatuh, dan ia sangat niat untuk mengubah keraguan Anda menjadi sebuah tipu daya yang amat terencana.

Alkitab berkata, "Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya" (2 Korintus 2: 10-11).

Allah tidak ingin Anda mengabaikan cara kerja Setan karena jika Anda tahu taktik Setan, Anda bisa melihat dia menghampiri Anda dengan rencananya. Kuncinya bukanlah menahan godaan, melainkan mengetahui bagaimana caranya merespons pola Setan yang sebenarnya bisa ditebak.

Renungkan hal ini:
- Di bagian mana dalam hidup Anda di mana Anda paling rentan terhadap godaan?
- Setelah Anda mengetahui bagaimana Setan bekerja dalam hidup Anda, bagaimana Anda dapat membangun tembok pertahanan untuk membantu Anda menolaknya? Tulislah cara sespesifik mungkin.
- Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda merespons Setan ketika dia menggoda Anda untuk meragukan Firman Tuhan? Ayat mana yang dapat Anda kutip untuk mengingatkan Anda tentang kebenaran Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 45-48; Titus 1


Ketika Anda percaya pada kebohongan Setan, Anda seakan berkata pada diri sendiri, "Saya lebih tahu apa yang bisa membuat saya lebih bahagia daripada Tuhan." Anda melogiskan keinginan Anda yang salah itu. Anda meyakinkan diri sendiri bahwa keinginan Anda itu tidak buruk. Kemudian Anda jatuh ke dalam ketidaktaatan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, November 09, 2020 |
Back to Top