Ibadah Raya Pagi

Ibadah Raya 1 Desember 2019 Jam 08.00 WIB

Perayaan Natal Wanita

Perayaan Natal Wanita Senin 2 Desember 2019 Jam 14.00 WIB

Perayaan Natal Wanita Terpuji GSJA Sword Senin 2 Desember 2019 Jam 14.00 WIB

Ibadah Raya Pagi

Harnas Pria, Minggu 8 Desember 2019 Jam 08.00 WIB

Harnas Pria gsja sword, Minggu 8 Desember 2019 Jam 08.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip GSJA Sword 10-15 November 2019 di Malang

Mission Trip GSJA Sword 10-15 November 2019 di Malang

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Menunggu Adalah Bukti Iman

Mazmur 40: 1 "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Salah satu bukti iman yang paling nyata adalah bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan.

Seberapa lama Anda dapat menunggu? Itulah yang menandakan kedewasaan Anda. Tentu, anak-anak sulit menunggu. Mereka belum mempelajari bedanya "Tidak" dan "Belum." Jika Anda memberi tahu mereka "Belum," mereka pikir itu tidak akan terjadi. Tetapi seiring bertambahnya usia, kita belajar bahwa bukan itu masalahnya.

Dalam rancangan Tuhan, pemilihan waktu begitu penting. Seringkali kita mengira waktunya sudah tepat, tapi ternyata itu waktu yang salah. Tentunya Anda tidak ingin berada di belakang Tuhan, tapi juga tidak ingin mendahului Tuhan. Anda ingin tepat berada pada waktu-Nya, sebab waktu Tuhan itu sempurna- dalam pernikahan Anda, dalam pendidikan Anda, dalam masa pensiun Anda, dalam penantian jawaban doa Anda - di setiap bidang kehidupan Anda.

Bacalah Alkitab dan lihat berapa kali orang Israel harus menunggu waktu Allah. Dalam masa penantian itu, Allah tengah mempersiapkan mereka. Anak-anak Israel telah menunggu untuk dibebaskan dari perbudakan Mesir selama 400 tahun. Itu sungguh waktu yang lama! Bahkan setelah Musa dilahirkan, bangsa Israel harus menunggu 80 tahun lagi – dia butuh 40 tahun tumbuh di istana Firaun dan 40 tahun lagi untuk pergi ke padang gurun untuk dilatih Tuhan. Musa kembali pada usia 80 tahun dan akhirnya memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Waktu Tuhan sempurna!

Mazmur 40: 1 mengatakan, "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan sebagai bukti iman Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda merasa paling sabar? Kapan Anda cenderung menjadi kurang sabar?
- Bagaimana jawaban Anda di atas menunjukkan ke mana Anda menaruh iman Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah menumbuhkan iman dan karakter Anda sementara Anda menunggu waktu yang tepat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 1; I Yohanes 4-5


Kedewasaan rohani adalah kemampuan untuk menunggu. Iman itu setia menunggu jawaban dan mengerti bahwa terkadang jawaban datangnya terlambat
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Desember 08, 2019 |

Bagaimana Menjadi Orang Yang Kudus dan Optimis

Matius 9:29 "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Ada dua jenis orang: mereka yang bangun dan berseru, "Selamat pagi, Tuhan!" Dan mereka yang bangun dan berseru, "Ya Tuhan — sudah pagi lagi!"

Kita cenderung merasakan apa yang kita ingin rasakan. Kita melihat apa yang kita ingin lihat. Kita mendengar apa yang kita ingin dengar. Kita bertindak seperti apa yang kita harapkan. Kita menyetel diri kita untuk menghadapi kegagalan atau kesuksesan — kepuasan atau frustrasi — tergantung pada tingkat iman kita.

Matius 9:29 mengatakan, "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Iman merupakan pengharapan yang positif. Anda mengharapkan Tuhan menjawab doa Anda. Anda mengharapkan ada solusi muncul. Anda mengharapkan semuanya berjalan lancar. Anda mengharapkan segalanya berhasil. Anda mengharapkan segalanya berjalan lurus-lurus saja. Harapan adalah iman.

Sebagai orang Kristen, kita tidak percaya bahwa segala sesuatu dalam hidup ini akan selalu berjalan dengan baik, seberapa pun besarnya iman yang kita miliki. Bukan begitu realita yang ada di dunia yang penuh dengan dosa ini. Namun kita dapat percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan buat kita. Kita dapat mempercayakan masa depan kepada-Nya, sebab Dia lebih tahu apa yang terbaik buat kita ketimbang kita sendiri- dan Dia akan membantu kita menjadi semakin serupa dengan Dia.

Hidup dengan iman bukan berarti Anda memandang segala sesuatu dengan optimis. Hidup dengan iman berarti Anda percaya bahwa Tuhan selalu bekerja, sehingga Anda dapat berharap segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Hal itu dapat memberi Anda kepercayaan diri yang besar. Kebenaran itu dapat membangun iman Anda.

Untuk bisa menjadi orang kudus yang optimis, harapkan Allah untuk bekerja di dalam hidup Anda dan di dunia ini. Pegang janji-janji-Nya. Harapkan Dia untuk melaksanakan kehendak-Nya dan bekerja melalui Anda. Dan harapkan Dia untuk menyediakan segala yang Anda butuhkan untuk melakukan itu.

Bacaan Hari ini:
- Pikirkan tentang rutinitas pagi Anda. Bagaimana hal itu memengaruhi cara Anda menjalani hari Anda?
- Apa pikiran pertama Anda ketika Anda bangun di pagi hari? Jam berapa Anda pergi tidur? Bagaimana rutinitas itu mencerminkan apa yang Anda harapkan dari Tuhan?
- Mengapa dengan mengetahui bahwa Tuhan lebih tahu dan lebih mengenal Anda dibanding diri Anda sendiri akan memberi Anda suatu penghiburan dan membangun iman Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 3; I Yohanes 1-3


Hidup dengan iman berarti mengharapkan yang terbaik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Desember 07, 2019 |

Tidak Ada Iman Yang Tanpa Risiko

2 Korintus 5:7 "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat."

Iman berarti melangkah memasuki sesuatu yang tidak Anda ketahui dan mengerti. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5: 7, "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." Itu artinya kita berjalan sambil memandang dengan mata rohani, bukan dengan mata fisik. Kita melihat dari sudut pandang Allah, bukan dari sudut pandang manusia.

Iman berarti melepaskan rasa aman Anda. Iman berkata, "Aku akan menghadapi ketakutanku. Aku akan mengambil risiko kegagalan. Aku akan berani melangkah maju."

Waktu anak saya kecil, saya mengajak mereka ke sirkus. Tempat favorit saya adalah menonton trapeze (palang horizontal yang menggantung di udara). Ketika salah satu pemain berayun, pemain yang lain akan berayun juga melepaskan pegangan palangnya. Lalu pemain tersebut harus mengambil keputusan: "Jika aku berpegangan pada orang itu, maka aku harus melepaskan peganganku pada palang ini. Apakah aku harus melepaskan rasa amanku untuk bergantung pada rasa aman yang lain?"

Tentu dia tidak punya waktu seharian untuk pikir-pikir dulu. Jika dia menunggu sampai "lain kali," maka dia harus kembali ke posisi semula dimana jaraknya dengan posisi tujuannya akan semakin jauh. Dan pada akhirnya, ia harus berhenti menunggu sampai gilirannya berikutnya. Tidak ada waktu untuk keragu-raguan.

Itu sama dengan iman. Jika Anda ingin tumbuh sebagai murid Yesus, maka Anda harus mengambil risiko. Ketika Petrus berjalan di atas air, ia harus keluar dari kapal terlebih dahulu. Anda harus melepaskan sesuatu yang selama ini Anda jadikan sebagai jaminan keselamatan untuk beralih pada jaminan keselamatan yang dari Allah. Anda harus melepaskannya, dan kemudian berpegang erat pada janji-janji Allah yang kekal.

Iman berani dengan kegagalan. Iman berani menginvestasikan waktu, uang, energi, atau reputasi Anda, sebab itu tahu bahwa Anda tak perlu takut akan hal yang tak Anda ketahui atau apa yang akan terjadi apabila Anda tidak bisa melakukannya sendiri.

Renungkan hal ini:
- Risiko apa yang tidak ingin Anda ambil karena Anda takut gagal?
- Apa jaminan rasa aman dalam hidup Anda yang menghalangi Anda untuk mengambil risiko untuk mewujudkan kehidupan yang terbaik?
- Bagaimana selama ini Anda menjadi lebih dekat dengan Yesus lewat langkah iman yang spesifik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 2; II Petrus 1-3


Ketika Anda termotivasi oleh iman dan bukan oleh rasa takut Anda, maka Tuhan dapat melakukan sesuatu yang luar biasa melalui Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Desember 06, 2019 |

Apakah Anda Siap Untuk Keluar Dari Lembah Penderitaan

Markus 5:25, 27-29 "Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya."

Alkitab menceritakan sebuah kisah dalam Markus 5 tentang seorang wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Kondisinya itu dianggap najis dalam budaya Yahudi, yang berarti ia tidak memiliki kehidupan sosial dan tidak ada interaksi dengan orang lain. Dia telah menghabiskan semua uangnya untuk bisa sembuh. Bisakah Anda bayangkan betapa kesepian dan putus asanya dia?

Suatu hari dia mendengar bahwa Yesus Kristus akan datang ke kota. Kata wanita itu, "Jika aku bisa menyentuh jubah-Nya, aku akan disembuhkan." Maka, dia mengambil inisiatif dan melakukan satu tindakan berani, mendorong dirinya melewati kerumunan untuk bisa berdiri di belakang Yesus dan menyentuh bagian belakang jubahnya. Dan ia pun sembuh seketika itu juga!

Yesus mengenali sentuhan iman. Dia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya, "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Orang-orang itu berdesak-desakan mencoba mendekati Yesus. Petrus pun menjadi heran dan bertanya pada Yesus, "Apa maksud Engkau bertanya, 'Siapa yang menjamah jubah-Ku?' Tentu pasti ada yang menyentuh jubah Engkau, semua orang ini mengerumuni Engkau."

Tetapi Yesus tahu bedanya. Wanita itu mendekati Dia dengan takut dan gemetar dan mengaku "Aku yang melakukannya, Tuhan." Tuhan berseru, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyembuhkanmu."

Wanita ini, yang putus asa dalam hidup dan berani di dalam imannya, mengambil suatu inisiatif. Dia melanggar aturan. Dia melampaui batasan. Dia memutuskan bahwa dia siap untuk memulai lagi dan mengambil komitmen untuk bertindak. Dia terus maju dan melewati kerumunan, dan karena dia mengambil inisiatif, tindakan imannya membuahkan kesembuhan untuknya.

Iman dapat mendatangkan mujizat dan hasil yang luar biasa dalam hidup Anda. Ketika Anda terjebak dalam lembah penderitaan, iman mampu mengalahkan penundaan dengan membantu Anda "untuk mulai bekerja atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih energik dan efektif." Itu memberi Anda kekuatan untuk mengambil langkah awal yang akan mendorong Anda menuju tempat yang Tuhan kehendaki. Tidak ada lagi keraguan dan omongan basi-basi. Tidak ada lagi menunda-nunda mengambil keputusan.

Renungkan hal Ini:
- Pernahkah Anda mengambil inisiatif untuk bertumbuh dalam iman? Apa hasilnya?
- Bagaimana penundaan membuat Anda tidak maju dalam pertumbuhan rohani?
- Apa langkah spesifik yang dapat Anda ambil hari ini untuk menunjukkan inisiatif dalam iman Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 1; I Petrus 4-5


Ketika Anda tumbuh dalam iman, Anda akan belajar untuk mengambil inisiatif dan menemukan lebih banyak tujuan hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Desember 05, 2019 |

Iman Merentangkan Imajinasi Anda

Efesus 3:20 "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Bayangkan hal-hal terhebat yang dapat terjadi dalam hidup Anda. Apa pun yang Anda bayangkan, Tuhan dapat mewujudkannya!

Alkitab berkata dalam Efesus 3:20, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita," Iman dimulai dengan memperluas imajinasi Anda. Itu selalu dimulai dengan sebuah konsep, visi, impian, gambaran mental. Itu selalu dimulai dengan sebuah ide.

Suatu hari Allah mendatangi Abraham dan berfirman, "Abraham, Aku akan menjadikan engkau sebagai bapa atas banyak bangsa. Engkau akan memiliki begitu banyak keturunan." Bagi Abraham, itu amatlah sulit dipercaya. Dia tak punya seorang anak pun, dan ia berusia 90-an. "Tentu, Tuhan," pasti begitu pikirnya, "terserah apa kata Engkau."

Maka, Allah memberi Abraham Firman-Nya melalui suatu penglihatan: "Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Kejadian 15: 1, 4-6).

Allah memperluas imajinasi Abraham dengan menyuruhnya menatap bintang-bintang di langit dan menghitungnya --sebanyak itulah keturunan yang dijanjikan Allah. Seluruh bangsa Yahudi berasal dari pria ini.

Abraham punya sesuatu yang dapat ia bayangkan. Setiap malam ketika berjalan keluar, ia menatap langit dan berkata, "Mereka akan menjadi keluargaku!"

Renungkan hal ini:
- Mimpi besar apa yang pernah Anda miliki untuk hidup Anda yang Anda tak yakin bisa tercapai?
- Mengapa Allah ingin kita melakukan hal-hal besar dengan iman kita? Apa yang hal itu ungkapkan tentang karakter kita?
- Apa saja ketakutan yang Anda punya yang berkaitan dengan visi besar untuk hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 3; I Petrus 1-3


Tuhan menumbuhkan iman kita dengan merentangkan imajinasi kita, dengan memberi kita sebuah impian. Apa yang dapat Anda impikan dan yakini dalam iman, itu dapat Anda raih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Desember 04, 2019 |

Perubahan Yang Dibuat Oleh Iman

Roma 10:17 "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."

Semua yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup Anda, Ia lakukan atas dasar iman.

Tiap orang memiliki iman. Bahkan seorang ateis sekali pun. Yang membedakan hanyalah apa yang Anda yakini dan besarnya iman yang Anda miliki.

Apakah Anda ingin memiliki iman yang lebih besar dalam hidup Anda? Roma 10:17 mengatakan, "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." Alkitab mengatakan bahwa kita memperoleh iman dengan mendengarkan Firman Tuhan. Selama beberapa hari berikut kita akan belajar dari ayat-ayat yang mengilustrasikan dan menjelaskan bagaimana iman yang positif bisa membuat perbedaan dalam hidup Anda, supaya iman Anda tumbuh.

Lalu, perubahan apa yang dibuat oleh iman dalam kehidupan Anda?

Iman menentukan apa yang dapat Allah lakukan dalam hidup Anda. Alkitab mengatakan, "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu"" (Matius 9:29). Dalam ayat ini Tuhan seraya berkata bahwa Anda harus memilih berapa banyak berkat yang akan Anda miliki dalam hidup Anda. Anda harus memilih seberapa banyak Tuhan dapat bekerja dalam hidup Anda. Imani itu. Ada ribuan janji di dalam Alkitab, dan iman Anda merupakan kunci yang akan membuka janji-janji tersebut.

Anda tidak perlu berdoa, "Ya, Tuhan, jika Engkau tidak begitu sibuk, dan jika sekiranya Engkau mampu memenuhi permintaanku, inilah permintaanku." Matius 21:22 mengatakan, "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Iman itu sangatlah kuat, sehingga ketika Anda mempercayakan permohonan yang kecil di dalam Tuhan yang besar, maka Anda akan mendapatkan hasil besar. Iman mengubah mimpi menjadi kenyataan. Itulah dasar atas segala mujizat yang ada dalam hidup Anda. Apakah Tuhan melakukan mujizat-Nya hari ini? Tentu saja! Dia melakukannya melalui orang lain dan melalui doa.

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 5: 4, "Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Iman memberi Anda kepercayaan diri. Itu menetralkan rasa takut. Itu memberi Anda kemampuan untuk terus berjuang. Bayangkan apabila Musa dan Harun berdiri di depan Laut Merah lalu Musa menoleh ke Harun dan berkata, "Kamu duluan!"

Renungkan hal Ini:
- Apakah Anda menginginkan lebih banyak iman dalam hidup Anda? Bukti apa yang menunjukkan kesediaan Anda untuk menginvestasikan waktu dan energi untuk mempelajari Firman Allah?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah melakukan mujizat dalam hidup Anda atau dalam kehidupan orang lain? Apa peran iman dalam hal in?
- Menurut Anda mengapa Allah bekerja atas dasar iman? Apa yang ingin Dia capai melalui diri Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2; Yakobus 3-5


Iman memberi Anda kepercayaan diri untuk terus maju, yang kemudian membuahkan kesuksesan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Desember 03, 2019 |

Betapun Buruknya Anda, Allah Menawarkan Belas Kasih

Betapun Buruknya Anda, Allah Menawarkan Belas Kasih

Titus 3: 4-5 "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"

Apa pun yang tengah Anda alami, hiduplah dengan pengharapan. Itulah pesan Alkitab yang konsisten dan utama. Allah akan selalu memperlakukan Anda dengan rahmat dan belas kasih. Petrus menulis kepada orang-orang percaya, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan," (1 Petrus 1: 3).

Semakin kita memahami rahmat Allah, semakin kita kagum karenanya. Sesungguhnya kita benar-benar tidak layak, benar-benar tidak pantas mendapatkan rahmat Allah. Itu bukan sesuatu yang bisa kita dapatkan atau usahakan. Itu hanya hadiah cuma-cuma karena kasih-Nya kepada kita.

Kasih Tuhan atas Anda didasarkan pada rahmat-Nya atas Anda.

Firman Tuhan memberi tahu kita, "Ketika Tuhan Juruselamat kita mengungkapkan kebaikan dan cintanya, dia menyelamatkan kita, bukan karena hal-hal benar yang telah kita lakukan, tetapi karena belas kasihan-Nya. Ia membasuh dosa-dosa kita, memberi kita kelahiran baru dan kehidupan baru melalui Roh Kudus" (Titus 3: 4-5).

Ini sangat penting untuk dipahami. Ketika Anda membuat kesalahan sebagai orang percaya, Allah tidak marah pada Anda. Allah tidak akan balas dendam kepada Anda. Allah tidak akan merencanakan sesuatu untuk membuat hidup Anda berantakan. Allah selalu bertindak dalam belas kasih terhadap Anda. Mengapa? Karena Anda berselimutkan darah Yesus Kristus ketika Anda menerima Dia sebagai Juruselamat. Itulah sebabnya Allah merespons dengan belas kasih setiap kali Anda berbuat kacau.

Dan itu memberikan Anda pengharapan.

Renungkan hal ini:
- Sulit bagi banyak orang untuk menerima rahmat dan belas kasih Allah. Mengapa Anda berpikir begitu?
- Bagaimana Anda mendeskripsikan Allah ketika Anda memahami bahwa Dia mengasihi Anda dan menunjukkan belas kasih-Nya kepada Anda, bahkan ketika Anda berbuat kacau?
- Siapa seseorang dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang kasih karunia dan belas kasih Allah? Bagaimana Anda dapat berbagi pesan itu dengan orang tersebut minggu ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2


Anda tak bisa membuat Allah lebih mencintai Anda seperti Dia mencintai Anda saat ini. Anda tak bisa membuat Dia kurang mencintai Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Desember 02, 2019 |

Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Bahwa Tuhan Akan Menjawabnya

Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Bahwa Tuhan Akan Menjawabnya

Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Jika saya memberi Anda sebuah cek sebesar seribu dolar, apakah Anda akan menahan diri untuk berterima kasih sampai Anda tahu jika saya tidak menipu Anda? Siapa pun yang kenal saya akan berpikir, "Dia pria yang baik. Saya yakin dia punya cukup banyak uang di tabungannya dan mampu memberi uang sebanyak itu. Saya akan berterima kasih kepadanya sekarang." Dan kemudian Anda akan berterima kasih kepada saya sebelum Anda pergi ke bank untuk mencairkannya.

Janji-janji Tuhan lebih baik daripada janji-janji kita. Bahkan sebelum kita menerima apa yang telah dijanjikan-Nya, kita dapat mengucapkan, "Terima kasih, Tuhan, apa yang Engkau katakan akan terjadi, akan terjadi."

Ada satu contoh yang bagus tentang hal ini dalam Ibrani 11. Ingat Yosua dan runtuhnya tembok Yerikho? Bagaimana bisa tembok kota itu runtuh? Ibrani 11:30 mengatakan, "Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya." Bangsa Israel sedang menuju ke Tanah Perjanjian, di mana kota Yerikho yang kuat itu berada. Allah berjanji Dia akan memimpin bangsa Israel masuk ke kota itu dan kemudian memberitahu mereka rencana-Nya: "Aku ingin kalian mengelilingi kota Yerikho selama tujuh hari. Kemudian di hari ketujuh, Aku ingin kalian mengelilingi kota itu tujuh kali sambil bersorak dengan nyaring, mengucap syukur kepada-Ku atas kemenangan yang akan datang." Dan ketika orang-orang Israel melakukan itu, tembok-tembok Yerikho pun roboh. Allah melakukan apa yang Ia janjikan!

Saya sering berpikir, "Bagaimana jika saya menjadi satu dari orang-orang yang mengelilingi di tembok itu selama tujuh hari?" Beberapa dari mereka pasti terus melihat tembok itu, khawatir dan bertanya-tanya bagaimana Allah akan meruntuhkannya. Tetapi juga banyak dari mereka yang melakukannya dengan iman. Setiap hari mereka melihat tembok tersebut sambil memikirkan betapa besar kuasa Allah dan mengucap syukur kepada-Nya. Itulah kehidupan yang Allah mau Anda jalani, kehidupan yang bersyukur terlebih dahulu kepada-Nya. Yesus berbicara tentang hal itu dalam Markus 11:24: "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Jika Anda berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan, Yesus berkata, percayalah bahwa Ia akan memberikannya. Berterima kasihlah terlebih dahulu kepada-Nya karena hanya Dia yang dapat melakukannya. Kemudian lihat bagaimana Dia menjawab doa Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa janji-janji Tuhan yang bisa Anda klaim ketika Anda berdoa? Bagaimana Anda dapat menemukan lebih banyak janji Tuhan?
- Bagaimana kehidupan doa Anda mengungkapkan kedalaman kedewasaan rohani Anda?
- Apa yang selama ini Anda minta dari Tuhan? Apakah Anda percaya bahwa Dia akan menepati janj-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13


Ketika Anda meminta sesuatu kepada Tuhan dan Anda tidak percaya, lalu mengapa Anda meminta kepada-Nya? Itu iman yang kosong.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Desember 01, 2019 |

Anda Hanya Bisa Melakukan Yang Mustahil Ketika Anda Melihat Yang Tak Terlihat

Anda Hanya Bisa Melakukan Yang Mustahil Ketika Anda Melihat Yang Tak Terlihat

Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Anda tidak bisa menjadi atlet Olimpiade, kecuali jika Anda menghabiskan waktu ekstra untuk berlatih berolahraga. Anda tak bisa menjadi musisi handal, kecuali jika Anda menghabiskan waktu ekstra untuk berlatih. Jika Anda ingin menjadi orang yang saleh, Anda harus mempraktikkan kebiasaan menghabiskan waktu tenang bersama Allah, membaca Alkitab, mewartakan, dan berbagi tentang iman Anda.

Iman dan kegigihan itu sama.

Musa memberi kita sebuah contoh yang bagus akan hal ini. Ibrani 11:27 mengatakan, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Musa menyadari kebenaran penting ini: Anda hanya dapat melakukan yang mustahil ketika Anda melihat yang tak terlihat. Kunci iman adalah kegigihan hati. Arahkan pandangan Anda pada Tuhan, bukan pada masalah Anda.

Tuhan akan memberi Anda kekuatan untuk bertahan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk terus berusaha mempertahankan pernikahan yang tampak sudah hilang harapan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk berdiri sendiri ketika Anda jatuh. Dia dapat memberi Anda kekuatan untuk terus berjalan ketika Anda berada di ujung kebangkrutan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk mempertahankan iman Anda ketika semua orang di sekeliling Anda menekan Anda dan menyuruh Anda untuk menyerah.

Kuasa Tuhan untuk terus maju tersedia untuk Anda.

Anda hanya perlu meminta kepada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apakah ada satu area dalam kehidupan Anda di mana Anda tergoda untuk menyerah? Bicarakan hal itu dengan orang-orang yang peduli pada Anda.
- Hambatan apa saja yang cenderung membatasi tekad dan kegigihan Anda? Kelelahan fisik? Berjuang melawan frustrasi? Kisah kelam dari masa lalu Anda?
- Kebiasaan baru apa yang bisa membantu Anda mengatasi hambatan tersebut?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29


Iman artinya Anda tidak menyerah bahkan ketika Anda lelah. Iman artinya Anda tidak tahu caranya menyerah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, November 30, 2019 |

Percaya Pada Tuhan Ketika Anda Tidak Mengerti

Percaya Pada Tuhan Ketika Anda Tidak Mengerti

Amsal 3: 5 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."

Saya tahu ada banyak orang yang meminta Tuhan menjamin kesuksesan mereka, sebelum mereka mencoba melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada mereka. Itu bukan iman.

Iman selalu membutuhkan risiko. Iman berarti Anda taat bahkan ketika Anda tidak memahaminya.

Pengampunan tampak seperti bukan ide yang baik, jika Anda belum melakukannya, tetapi itu merupakan salah satu ujian terbesar dalam iman Anda. Ketika seseorang menyakiti Anda, mungkin memaafkan orang tersebut kelihatan seperti keputusan yang salah. Itu mungkin kelihatan tidak adil. Tetapi pengampunan selalu merupakan suatu pilihan yang tepat, terlepas dari apakah Anda bisa memahaminya atau tidak.

Ingat ketika Anda kecil dan orang tua Anda menyuruh Anda mengerjakan sesuatu yang tidak masuk akal buat Anda? Tetapi sekarang Anda dapat melihat kembali ke belakang Anda dengan pemahaman penuh tentang perspektif orang tua Anda.

Begitulah cara Tuhan bekerja.

Iman adalah melakukan apa yang benar bahkan ketika itu tampak tidak masuk akal. Amsal 3: 5 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Anda tak pernah tahu keseluruhan gambarannya, tetapi Tuhan tahu.

Alkitab memberi kita satu contoh yang bagus tentang hal ini dalam kisah Gideon dalam kitab Hakim-Hakim 7. Gideon membawa 300 prajurit Israel untuk berperang melawan 5.000 tentara musuh. Peluangnya adalah 450 banding 1. Allah menyuruh pasukan Israel membawa sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu— perintah yang saya yakin Gideon pikir itu menggelikan.

Kemudian, TUHAN menyuruh Gideon untuk memberikan kepada para prajuritnya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu agar cahayanya tidak dapat terlihat di malam hari, sambil berjalan mengelilingi perkemahan prajurit musuh. TUHAN menyuruh mereka lewat Gideon, "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan. Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!' (Hakim-hakim 7:17-18). Gideon mematuhinya, meskipun itu tidak masuk akal! Orang-orang Israel meniup sangkakala mereka, memecahkan buyung-buyung (pot) mereka, dan memperlihatkan cahaya dari obor mereka. Para prajurit musuh terbangun karena kaget dan seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Gideon melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, dan bangsa Israel memenangkan pertempuran itu.

Kadang Tuhan menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampak konyol — seperti pergi ke medan perang untuk menghadapi banyak rintangan. Iman adalah taat kepada Allah bahkan ketika Anda tidak mengerti apa yang Dia minta Anda lakukan.

Anda tidak bisa hidup dengan iman jika tidak mau mengambil risiko. Tetapi Tuhan tahu mengapa Dia meminta Anda melakukannya. Percayalah pada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apa hal paling gila yang Tuhan minta Anda lakukan? Bagaimana hasilnya?
- Alkitab mengatakan kita tidak seharusnya percaya pada pemahaman diri kita sendiri. Adakah area tertentu di mana Anda tergoda untuk memercayai ide-ide Anda sendiri dan bukan ide-ide Tuhan? Mengapa?
- Apa ketakutan terbesar Anda ketika Anda diminta untuk menaati sesuatu yang tidak Anda mengerti?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 5; Ibrani 12:1-17



Pikiran Tuhan terlalu tinggi untuk dapat Anda mengerti
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, November 29, 2019 |

Iman Adalah Percaya Apa Yang Tidak Dapat Anda Lihat

Iman Adalah Percaya Apa Yang Tidak Dapat Anda Lihat

Ibrani 11: 1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Iman memvisualisasikan masa depan di masa sekarang -- itu artinya Anda melihat masa depan lebih dahulu. Orang-orang berkata, "Percaya apa yang Anda lihat." Namun, Tuhan mengatakan kebalikannya: "Percaya apa yang tidak Anda lihat." Beberapa hal tidak akan pernah bisa Anda lihat, kecuali jika Anda mempercayainya terlebih dahulu.

Setiap pencapaian besar dimulai ketika seseorang lebih dulu percaya bahwa itu mungkin. Iman mengubah mimpi menjadi kenyataan. Itu mewujudkan kenyataan dari imajinasi. Tidak ada yang akan terjadi sampai seseorang lebih dahulu percaya.

Hampir 40 tahun yang lalu, saya berdiri di hadapan sekelompok kecil orang untuk kebaktian pertama Gereja Saddleback, dan saya berbagi tentang mimpi yang Allah berikan kepada saya tentang sebuah gereja dengan 50 hektar tanah, sebuah gereja yang akan melayani 20.000 orang setiap minggunya. Orang-orang menertawakan saya. Terus terang, saya juga tertawa. Kita semua tahu harga tanah di Orange County itu selangit. Itu rasanya mustahil.

Tetapi Tuhan membuatnya mungkin. Segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan melalui Gereja Saddleback dalam empat dekade terakhir mungkin akan jadi mustahil apabila kami tidak percaya terlebih dahulu di dalam iman.

Anda juga membutuhkan mimpi. Impian Anda, tujuan Anda adalah tindakan iman. Ketika Anda mendengarkan Tuhan dan bertanya kepada-Nya apa yang Dia ingin Anda lakukan, artinya Anda berseru, "Ya Tuhan, aku percaya Engkau ingin aku mengerjakan tindakan ini saat ini." Ketika Anda melakukan itu, Anda bertindak dengan iman.

Dan iman menyenangkan hati Tuhan.

Apa satu tugas yang mustahil yang Anda percayakan kepada Tuhan?

Renungkan hal ini:
- Apa satu hal yang dulu pernah Anda anggap tidak mungkin namun Anda melihat Tuhan melakukannya?
- Apa satu impian yang Anda percayakan pada Tuhan yang berubah menjadi kenyataan?
- Apa ketakutan terbesar Anda tentang impian atau visi yang Tuhan berikan kepada Anda atas hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11


Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, tetap berimanlah pada apa yang belum kelihatan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, November 28, 2019 |

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti

1 Korintus 9: 25-26 "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Pertumbuhan rohani harus bertujuan.

Kita tidak tahu sisa hari yang kita punya. Napas kita berikutnya mungkin jadi yang terakhir. Maka, setiap langkah dalam perjalanan kita bersama Yesus harus dilakukan dengan bertujuan.

Kita harus menjadi disiplin.

Untuk menjadi orang yang Tuhan kehendaki, Anda harus menyangkal diri sendiri. Saya akan jujur dengan Anda: Anda tak akan bisa melakukan segala hal yang orang lain lakukan. Anda tak bisa mengikuti rencana orang lain dan mengikuti rencana Tuhan pada saat bersamaan.

Para pelari Olimpiade harus rela melepaskan segala hal yang orang lain lakukan untuk meraih emas. Mereka harus tidur di waktu tertentu. Mereka harus makan dengan cara tertentu. Mereka harus belajar dengan kondisi lingkungan tertentu. Mereka harus menyangkal diri mereka sendiri. Mereka harus menghitung biaya dan resikonya.

Paulus menulis dalam 1 Korintus 9: 25-26, "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Paulus mengatakan jadikan setiap langkah Anda bertujuan. Begitulah cara Anda menyelesaikan balapan kehidupan yang telah Tuhan mulai untuk Anda.

Jangan tergoda dengan jalan pintas. Tetap di jalan yang lurus dan sempit dan terus melangkah ke depan menuju tujuan Anda. Ingatlah tujuan Tuhan memanggil Anda. Ingatlah teladan Yesus, yang memakai hidup-Nya di Bumi ini untuk kemuliaan Allah dan tidak terganggu oleh hal-hal duniawi.

Jadikan setiap langkah yang Anda ambil berarti.

Renungkan hal ini:
- Kapan gangguan-gangguan menghambat pertumbuhan rohani Anda?
- Bagaimana Anda bisa menjadi lebih disiplin dalam perjalanan rohani Anda?
- "Jalan pintas" apa yang dapat menggoda Anda ketika Anda ikut Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Menjadi murid Yesus yang disiplin berarti kadang Anda harus mengambil jalan yang lebih sulit.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, November 27, 2019 |

Cara Menghasilkan Buah Yang Kekal car

Cara Menghasilkan Buah Yang Kekal car

Yohanes 15:16 "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."

Misi Tuhan adalah bagi semua orang — termasuk Anda dan saya.

Semua pendeta dan misionaris yang ada di dunia ini tidak cukup untuk menjalankan misi Tuhan jika hanya mereka yang melaksanakannya.

Yesus mengatakan ini pada kita, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" (Yohanes 15:16).

Buah dijadikan sebuah metafora untuk kehidupan yang sukses dan produktif. Yesus ingin kita menghasilkan buah yang akan bertahan selamanya.

Sebagian besar hal yang kita lakukan tidak akan bertahan selamanya. Tidak ada yang akan mengingat hampir seluruh hal yang telah Anda kerjakan 10 tahun setelah Anda mati. Orang-orang tak akan peduli film apa yang Anda tonton, buku apa yang Anda baca, atau bagaimana Anda melewatkan musim panas.

Tetapi Yesus ingin Anda melakukan sesuatu yang akan kekal selamanya. Hanya ada dua hal yang akan bertahan selamanya: kebenaran dan manusia.

Bayangkan situasi ini kelak ketika Anda tiba di surga: Seseorang mendatangi Anda dan berkata, "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih."

Dan Anda berkata, "Terima kasih? Saya bahkan tidak kenal Anda."

"Iya benar, Anda tidak kenal saya. Tetapi Anda membantu saya dalam pelayanan. Anda membantu saya dalam sebuah proyek kemanusiaan melalui gereja Anda. Anda melakukan sesuatu yang membuat saya mengenal Tuhan. Saya ada di surga karena Anda. Saya teman Anda selamanya."

Tidak ada satu pun hal yang Anda lakukan yang lebih penting selain membantu orang lain menentukan nasib hidup mereka, karena itulah buah yang akan bertahan lebih lama dibanding hidup Anda.

Mengkutip William James, "Penggunaan terbesar hidup Anda ialah dengan menginvestasikannya ke dalam hal yang bertahan lebiih lama dibanding hidup Anda."

Ketika Anda menginvestasikan hidup Anda pada orang lain, mereka yang akan hidup kekal di surga, artinya Anda menghasilkan buah yang kekal.

Anda mungkin seorang guru. Anda mungkin seorang akuntan. Anda mungkin seorang petugas kebersihan.

Namun panggilan terbesar Anda ialah untuk menggunakan karunia yang Tuhan berikan kepada Anda untuk memastikan lebih banyak orang akan pergi ke surga.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa hal yang orang kejar dalam kehidupan ini yang tidak akan bertahan bahkan beberapa tahun setelah kematian mereka?
- Jika Anda seorang pengikut Yesus, siapa yang berperan dalam perjalanan Anda menuju Tuhan? Luangkan waktu untuk mengucap syukur kepada Tuhan untuk orang-orang tersebut.
- Apakah Anda tahu bahwa ada orang yang akan tinggal di surga karena Anda berbagi tentang Kristus dengan mereka?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18


Berbuahlah bagi Tuhan dan orang lain.
Jangan simpan bagi diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, November 26, 2019 |

Ingin Menemukan Sukacita, Serahkan Hidup Anda Pada Tuhan

Ingin Menemukan Sukacita, Serahkan Hidup Anda Pada Tuhan

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Anda tak akan pernah menemukan kebahagiaan di dalam kesenangan, kekuasaan, harta, jabatan, atau prestise.

Anda juga tak akan bisa menemukannya di dalam kesuksesan, jenis kelamin, gaji, atau status sosial. Itu semuanya bersifat sementara.

Kebahagiaan yang permanen dan berkelanjutan hadir ketika Anda menyerahkan hidup Anda dalam pelayanan. Tuhan menyuruh Anda untuk menyerahkan hidup Anda. Mengapa?

Karena Tuhan ingin Anda menjadi serupa seperti Dia.

Kebanyakan orang tidak mengetahui hal ini, tetapi ada cara rahasia untuk meraih sukacita. Anda dapat menemukan dua jalan rahasia menuju sukacita melalui pelayanan.

Berikut ini caranya:
Pertama, jangan egois. Semakin Anda fokus pada diri Anda sendiri, semakin Anda menderita. Untuk dapat menemukan sukacita sejati, Anda harus mengalihkan fokus Anda, dari-- "Ini semua tentang saya" – menjadi - "Ini semua tentang Tuhan dan melayani orang lain."

Tentu saja, ini bertentangan dengan budaya dunia. Masyarakat kita meneriakkan bahwa segalanya adalah tentang Anda, untuk Anda. Tetapi sebaliknya Alkitab mengatakan, "Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian" (Filipi 2:17).

Sesungguhnya, orang yang paling membantu ialah orang yang paling bahagia.
Kedua, gunakan karunia Anda untuk membantu orang lain. Rasanya menyenangkan menggunakan karunia dan talenta kita untuk membantu orang lain.

Alkitab mengatakan, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah" (1 Petrus 4:10).

Jika saat ini Anda sedang bergumul karena kurangnya sukacita dalam hidup Anda, cobalah melayani orang-orang di komunitas Anda dan di gereja Anda.

Lalu, perhatikan bagaimana Tuhan mengubah perspektif Anda.

Renungkan hal ini:
- Sebutkan beberapa cara spesifik yang Allah pakai untuk mendatangkan sukacita dalam hidup Anda setelah Anda melayani orang lain.
- Bagaimana masyarakat kita membuat kita sulit untuk mengalihkan fokus kita dari diri kita sendiri? Mengapa dengan mengidentifikasi perbedaan tersebut membantu kita untuk fokus melayani?
- Dalam renungan hari ini, Pastor Rick berkata, "Orang yang paling membantu ialah orang yang paling bahagia." Kapan Anda merasakannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:12-13 ; Ibrani 9


Allah memberkati Anda agar Anda bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ketika Anda memberkati orang lain, Tuhan memberkati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, November 25, 2019 |
Back to Top