Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.

Ibadah Live Streaming

Ibadah live streaming Minggu 7 Juni 2020 Pukul 08.50 Pagi oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Live Streaming

Ibadah live streaming Minggu 31 Mei 2020 Pukul 08.50 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah live streaming gsja sword

Ibadah Live Streaming Minggu 24 Mei 2020

Ibadah live steaming GSJA Sword Minggu 24 Mei 2020 Pukul 08.50 WIB

Ibadah live steaming gsja sword

Ibadah Live Streaming Kenaikan Tuhan Yesus

...

Ibadah live streaming Kenaikan Tuhan Yesus gsja sword

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggu
Ibadah Raya
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi kami pada menu contact atau klik di sini.
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja
Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Tipe-Tipe Orang yang Anda Butuhkan dalam Hidup Anda

Amsal 13:20 "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."

Anda dan saya tidak akan pernah bisa menjadi orang yang Tuhan kehendaki dengan hidup seorang diri. Kita tidak pernah dirancang untuk hidup seperti itu. Kita semua memerlukan orang-orang yang membimbing kita, yang berbagi tentang kehidupan dengan kita, yang menabur di dalam kita, dan yang mendorong kita untuk tumbuh.

Alkitab memberitahu kita, "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang" (Amsal 13:20).

Bahkan, untuk menjadi seseorang yang Tuhan kehendaki, Anda perlu belajar setidaknya dari empat tipe orang:

Mentor. Orang-orang ini adalah guru atau pelatih Anda. Saya memiliki sembilan mentor dalam hidup saya. Tidak ada seorang pun yang bisa mengajarkan Anda semua hal yang perlu Anda ketahui. Satu orang akan mengajarkan Anda satu bidang kehidupan. Sementara orang lain akan mengajari Anda bidang yang lain.

Panutan. Orang-orang ini adalah mereka yang sudah melakukan atau yang sedang melakukan apa yang ingin Anda lakukan. Ada banyak keahlian yang telah Anda kuasai dalam hidup yang Anda dapat dengan memperhatikan orang lain.

Mitra. Anda membutuhkan rekan kerja dan kolega sesama profesi Anda, orang-orang yang bisa mendukung dan sekaligus menantang Anda dalam melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup Anda.

Teman. Teman tidak serta merta harus selalu membantu Anda dalam mencapai tujuan Anda. Mereka hanya teman, artinya mereka tetap mengasihi Anda apa pun yang Anda lakukan. Ketika Anda kacau, mereka tetap mengasihi Anda. Seorang teman akan berjalan di samping Anda ketika semua orang meninggalkan Anda. Di saat itulah Anda tahu mana teman yang sejati.

Temukankanlah orang-orang tersebut, dan buat diri Anda terbuka dan jujur terhadap mereka dan biarkan Tuhan memakai mereka dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Dari keempat tipe orang yang Anda perlukan dalam hidup Anda, manakah yang paling banyak Anda miliki? Manakah yang paling sedikit Anda miliki?
- Mengapa begitu banyak orang berusaha menjalani kehidupan tanpa dukungan dari orang lain?
- Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang membutuhkan dukungan Anda untuk memenuhi salah satu dari peranan di atas?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38


Mencoba menjalani kehidupan seorang diri bukan cuma sepi, tapi juga bertentangan dengan rancangan Tuhan atas kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 03, 2020 |

Pembelajaran Seumur Hidup Dimulai dengan Sebuah Pilihan

Amsal 23:12 "Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan."

Pembelajaran seumur hidup Anda dimulai dengan sebuah pilihan. Itu pilihan yang hanya bisa dibuat oleh Anda sendiri. Itu keputusan yang teramat penting yang akan memengaruhi seluruh hidup Anda.

Alkitab berkata, "Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan" (Amsal 23:12).

Saya membuat komitmen untuk terus belajar saat saya berusia 15 tahun. Saya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya akan belajar sebanyak mungkin. Selama bertahun-tahun saya membaca setidaknya satu buku sehari. Buku membuka pintu semua pengetahuan!

Pendidikan tidak berakhir ketika Anda lulus sekolah. Saya kerap mendengar orang berkata, "Saya senang telah menyelesaikan pendidikan saya. Sekarang, saya bisa memulai karir saya." Katakan itu pada Tuhan, dan Dia akan tertawa. Mengapa? Tuhan punya lebih banyak hal yang ingin Dia ajarkan kepada Anda.

Belajar bukanlah hanya satu tahap kehidupan. Itu hidup Anda! Tuhan ingin Anda belajar hal baru setiap hari. Jadi jangan berhenti — jangan pernah.

Mulailah mempelajari satu keterampilan baru tahun ini. Tuhan ingin Anda bertumbuh. Anda harus dan bisa menjadi berbeda dan menjadi lebih baik satu tahun dari sekarang ketimbang Anda saat ini.

Banyak manfaat yang bisa Anda ambil. Pembelajaran seumur hidup akan menjadikan Anda seorang pemimpin yang lebih baik, orangtua yang lebih baik, pasangan yang lebih baik, dan teman yang lebih baik. Itu akan membuat Anda lebih efektif dalam pekerjaan Anda. Itu akan mendatangan kesuksesan dan keuntungan.

Alkitab berkata, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat" (Pengkhotbah 10:10).

Jika Anda mempunyai sebuah kapak dengan mata pisau yang tumpul dan Anda gunakan untuk menebang kayu, Anda akan menguras lebih banyak tenaga untuk melakukannya. Tapi jika kapak Anda tajam (melambangkan keterampilan dalam ayat ini), maka Anda tak butuh banyak usaha.

Alkitab mengatakan untuk bekerja lebih cerdas, bukan selalu berarti bekerja lebih keras.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda biasanya mempelajari suatu informasi atau keterampilan baru (dengan mengikuti kelas, membaca buku, berdiskusi dengan mentor)? Bagaimana hal itu dapat membantu Anda untuk menjadi seseorang yang mau belajar seumur hidup?
- Apa sesuatu yang telah Anda pelajari lebih banyak di tahun ini yang benar-benar membantu Anda dalam hidup?
- Ketika Anda membaca renungan ini, membaca buku, atau mengikuti seminar, Anda sedang mengasah kapak spiritual Anda. Apa cara spesifik lain yang bisa Anda gunakan untuk mengasah kapak Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 17-18; Yohanes 13:1-20


Waktu Anda tidak akan terbuang sia-sia ketika Anda mengasah kapak Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Juni 02, 2020 |

Orang-Orang Sukses Membantu yang Miskin

Amsal 31: 8-9 "Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka."

Jika Anda ingin menjalani hidup yang sukses, Alkitab menawarkan beberapa instruksi yang bertentangan dengan paham dunia.

Layanilah orang miskin!

Bagaimana bisa melayani orang miskin bisa membantu kita untuk menjadi sukses?

Alkitab memberi kita banyak alasan mengapa demikian. Berikut ini beberapa di antaranya:

Itu akan membuat Anda bahagia. "Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita" (Amsal 14:21).

Anda akan memuliakan Allah. "Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia" (Amsal 14:31).

Itu akan menjadikan Anda pemimpin yang lebih baik. "Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya" (Amsal 29:14).

Saya telah melihat ini dalam kehidupan saya sendiri. Beberapa dari Anda mungkin tahu tentang kisah saya. Ketika saya menulis buku The Purpose Driven Life, buku tersebut menerima kesuksesan besar di seluruh dunia. Dalam buku ini, kalimat pertama yang saya tulis adalah, "Ini bukan tentang Anda." Sebab saya memahami betul bahwa uang atau dampak yang dibawa oleh buku ini bukanlah diperuntukkan buat saya. Oleh sebab itu, di antara banyak keputusan yang saya dan istri saya buat pada saat itu, kami mulai dengan mendirikan Acts of Mercy, sebuah yayasan yang membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang terinfeksi dan terkena dampak AIDS.

Keberhasilan buku itu bukanlah tentang saya. Itu semua tentang Tuhan.

Dan Amsal 31: 8-9 secara khusus berbicara kepada saya di masa ini: "Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka."

Itulah yang dilakukan oleh orang-orang sukses. Mereka membantu orang-orang yang tidak bisa membantu diri mereka sendiri.

Renungkan hal ini:
- Mengapa penting bagi orang-orang sukses untuk membantu mereka yang miskin dan membantu mereka yang tidak bisa membantu diri mereka sendiri?
- Bagaimana bisa orang-orang sukses yang membantu mereka yang miskin dan yang membutuhkan bertentangan dengan paham dunia?
- Apa yang dapat Anda lakukan untuk lebih setia dalam membantu orang miskin?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50


Lakukanlah pada orang lain, sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Berbelas kasihlah, maka Tuhan akan berbelas kasih juga pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 01, 2020 |

Kerendahan Hati adalah Pilihan

1 Petrus 5: 6 "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."

Saat kita sukses, kita cenderung membanggakan diri sendiri dan melupakan Tuhan. Kesuksesan kita akan hancur ketika kita melakukannya. Apabila Anda sering mendapati diri Anda berada dalam situasi tersebut, maka langkah pertama yang harus Anda ambil sangatlah penting.

Alkitab berkata, "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat" (Wahyu 2: 5).

Jika Anda menjadi sombong, Anda harus bertobat. Dengan kata lain, Anda perlu mengubah pemikiran Anda. Yang tadinya Anda hanya berpikir satu arah yaitu memikirkan diri Anda sendiri, berubah memikirkan orang lain dan Tuhan.

Mengapa harus bertobat? Sebab kerendahan hati adalah sebuah pilihan. Kita tak pernah diajarkan dalam Alkitab untuk berdoa supaya Tuhan membuat kita rendah hati. Tetapi menjadi rendah hati adalah sesuatu yang kita pilih buat diri kita sendiri.

Alkitab berkata, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5: 6).

Berikut ini perbedaan antara kesombongan diri dengan kerendahan hati: Kesombongan diri adalah ketika Anda menerima pujian atas hal-hal yang Tuhan dan yang orang lain lakukan lewat Anda dan untuk Anda. Kerendahan hati bukan berarti Anda kurang memikirkan diri sendiri, melainkan, lebih memikirkan orang lain serta Tuhan.

Jika Anda pernah mengalami beberapa kesuksesan dalam hidup Anda dan mulai menjadi sombong, bertobatlah — hari ini juga! Ubah perspektif Anda tentang siapa Anda dan dari mana kesuksesan Anda berasal.

Alkitab berkata, "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12).

Renungkan hal ini:
- Apa bedanya jika kita memilih untuk menjadi rendah hati di dalam perkara-perkara yang kecil yang tampaknya tidak penting, dengan menjadi rendah hati di dalam perkara-perkara yang besar?
- Dalam area apa dalam hidup Anda yang tampaknya mudah buat Anda untuk menyombongkan diri? Menurut Anda mengapa demikian?
- Apakah Anda perlu bertobat dari kesombongan hidup Anda? Sediakan waktu untuk melakukannya sekarang.



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 13-14; Yohanes 12:1-26


Ketika Anda sukses, Anda akan jauh lebih mudah terjatuh ketimbang mempertahankan kesuksesan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Mei 31, 2020 |

Jangan Melewatkan Tanda Peringatan atas Kesombongan Kita

Daniel 4:27 "Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!"

Sering sekali ketika kehidupan berjalan lancar, kita melewatkan tanda-tanda peringatan akan kejatuhan yang akan datang.

Kesombongan membutakan kita — demikian pula ketenaran.

Itulah mengapa orang-orang yang telah mengalami beberapa kesuksesan dalam hidup mereka perlu pulang, mengganti popok anak mereka sendiri, memotong rumput mereka sendiri, dan mencuci piring mereka sendiri. Ketika Anda telah mengalami beberapa kesuksesan, pastikan Anda tetap menjadi pribadi yang rendah hati supaya Anda tidak melewatkan tanda-tanda peringatan akan kejatuhan Anda.

Kehidupan Raja Nebukadnezar adalah sebuah gambaran yang tepat akan hal ini. Allah peduli dengan raja penyembah berhala ini dengan memperingatkannya tentang apa yang akan terjadi pada kerajaannya dalam Daniel 4. Allah tidak begitu saja melenyapkan kekuasaannya. Allah memberikannya mimpi, dan Dia memakai Daniel untuk menafsirkan mimpi tersebut. Daniel memberi tahu Nebukadnezar apa yang akan terjadi di masa depan dan apa yang harus ia lakukan. Kebaikan Allah sungguh teramat nyata!

Daniel memberi tahu sang raja, "Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!" (Daniel 4:27).

Daniel memberitahu sang raja tiga hal yang harus dilakukan dan memberitahu kesuksekan yang akan datang. Namun kemudian, sang raja melewatkan tanda peringatan itu.

Apakah saat ini kita juga sedang melewatkan tanda peringatan dari Tuhan?

Bisa jadi tanda itu adalah konflik dalam hubungan Anda. Anda mengelak dan menganggap orang tersebutlah yang bermasalah, bukan Anda. Padahal sesungguhnya Tuhan ingin menunjukkan kepada Anda bahwa Anda telah keluar jalur di beberapa area kehidupan Anda.

Itu bisa berupa godaan yang sedang Anda pergumulkan, karena Anda terus-menerus membuat diri Anda berada dalam situasi yang buruk. Mungkin itu juga berupa kekacauan atau kebingungan dalam hidup Anda. Itu semua adalah pertanda bahwa Anda tidak terhubung dengan baik dengan Tuhan. Anda tengah menjalani kehidupan menurut cara Anda sendiri.

Tuhan mencoba memberi tahu Anda melalui tanda peringatan ini: "Berhentilah berbuat dosa! Kembalilah kepada-Ku!"

Jika saat ini Anda sedang menuju jalan yang salah, ketahuilah Tuhan begitu mengasihi Anda dengan memberi Anda tanda peringatan.

Apakah Anda menyadarinya?

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kesombongan membutakan mata kita?
- Apa tanda-tanda peringatan yang menurut Anda paling sering dilewatkan orang, dan mengapa?
- Bagaimana dulu Anda melewatkan tanda-tanda peringatan dari Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57


Biarkan tangan Tuhan yang meninggikan Anda, jangan meninggikan diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


| Sabtu, Mei 30, 2020 |

Berikan Kemuliaan untuk Allah sehingga Orang Lain Mengenal-Nya

Daniel 2: 27-28 "Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:"

Selama beberapa hari terakhir kita telah belajar tentang apa yang Daniel lakukan ketika menghadapi situasi yang mustahil dalam Daniel 2. Sang raja memerintahkan Daniel untuk menafsirkan mimpinya yang sulit. Dan itu hampir saja mengakibatkan orang-orang bijak di Babel dihukum mati, karena tak ada satu pun dari mereka yang dapat mengartikan mimpi tersebut.

Resikonya besar! Tetapi Daniel menjalani proses hebat yang juga bisa membantu kita: Jangan panik, lalu pelajari semua faktanya. Minta lebih banyak waktu. Minta dukungan doa. Minta bantuan Tuhan. Pujilah Tuhan. Dan, gunakan apa yang telah diajarkan Tuhan untuk menyelamatkan orang lain.

Kita juga melihat bahwa ketika Allah datang membantunya, Daniel menggunakan kesempatan itu untuk mengarahkan orang lain kepada Allah.

Alkitab berkata bahwa Daniel memberi tahu raja, "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini: (Daniel 2: 27-28).

Daniel tidak menyombongkan dirinya atas penafsirannya yang luar biasa atas mimpi sang raja. Daniel tahu bahwa Allahlah yang telah memberikan jawabannya kepada dia, dan dia jujur akan hal itu.

Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi jika saya seorang remaja 17 tahun dan saya berhasil melakukan sesuatu yang membuat raja bahagia, saya akan tergoda untuk menerima sedikit pujian dari raja. Daniel berdoa. Dia mendengarkan Allah. Dia taat. Bukankah dia sebenarnya bisa mendapatkan pujian atas tindakannya itu? Dia bisa saja melakukannya, tetapi dia memilih untuk tidak melakukannya. Sebaliknya, dia memuliakan Allah agar orang lain mengenal-Nya.

Lakukanlah itu, dan Allah akan memberkati Anda. Allah akan melakukan hal-hal besar melalui seseorang yang tidak mengharapkan pujian dari orang lain.

Alkitab memberitahu kita bahwa Raja Nebukadnezar berkata kepad Daniel, "Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu" (Daniel 2:47).

Coba lihat! Seorang pemimpin yang menyembah berhala mengakui Pencipta sejati alam semesta.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan seseorang yang Anda kenal yang secara konsisten mengarahkan orang lain kepada Allah ketika hal-hal baik terjadi pada mereka. Apa yang telah Anda pelajari dari orang tersebut tentang menjadi murid yang sejati?
- Apa yang mencegah Anda untuk mengarahkan orang lain kepada Allah ketika Dia bekerja di dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda membentuk pola pikir untuk melihat bahwa setiap hal baik adalah anugerah dari Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29


Ketika Anda menjalani hidup Anda dengan mengarahkan orang lain kepada Tuhan, mujizat terjadi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Mei 29, 2020 |

Bantu Orang Lain dengan Apa yang telah Tuhan Ajarkan kepada Anda

Daniel 2:24 "Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!"

Ketika dihadapkan pada sebuah permintaan yang luar biasa besar, mudah buat kita untuk menyerah begitu saja. Anda beranggapan bos Anda seharusnya mencari orang lain saja. Anda mengira mungkin pasangan Anda tidak mengerti Anda. Anda curiga mungkin guru Anda tidak memperhatikan berapa banyak tugas yang sudah diberikan kepada Anda.

Tetapi bagaimana jika Tuhan punya rencana yang lebih besar buat Anda? Bagaimana jika Tuhan menempatkan Anda dalam situasi itu karena Dia ingin Anda membantu orang lain?

Anda melihat ini dalam kisah Daniel yang telah kita pelajari selama beberapa hari terakhir ini. Kita telah melihat bagaimana Daniel memberikan sebuah pola yang dapat kita ikuti ketika kita diberikan sebuah misi yang mustahil:

1. Jangan panik, pelajari semua fakta yang ada.

2. Minta lebih banyak waktu.

3. Minta dukungan doa.

4. Minta campur tangan Tuhan.

5. Sembahlah Tuhan.

Lalu Daniel menggunakan apa yang telah Allah tunjukkan kepadanya untuk menyelamatkan orang lain. Allah menyelamatkan Daniel dari sebuah tugas yang mustahil, tetapi Dia tidak mengizinkannya terjadi hanya demi kebaikan Daniel saja. Dia juga ingin Daniel membantu orang lain.

Alkitab berkata, "Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian: "Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!" (Daniel 2:24).

Allah memberi Daniel jawaban atas mimpi sang raja, tetapi Daniel tidak memberitahu artinya kepada sang raja sebelum ia memastikan keselamatan orang-orang bijak — seluruh orang bijak di Babel!

Allah tidak hendak menyelamatkan Anda begitu saja. Dia ingin menyelamatkan semua orang. Dia ingin menyelamatkan keluarga dan teman-teman Anda. Dia bahkan ingin menyelamatkan para pesaing dan musuh Anda.

Dan begitu pun seharusnya Anda.

Itulah sebabnya Anda harus terus menjangkau orang-orang dengan Kabar Baik tentang Yesus. Allah ingin semua orang mengenal Dia dan tujuan Dia untuk hidup mereka.

Itulah kesaksian Anda. Itulah misi Anda di dunia.

Renungkan hal ini :
- Bagaimana Anda dapat membantu orang lain dengan kebenaran yang telah Allah nyatakan kepada Anda?
- Siapa orang dalam hidup Anda yang perlu mendengar bagaimana Allah telah menyelamatkan Anda?
- Pernahkah Anda merasa tidak mampu atau tidak siap untuk membagikan Kabar Baik? Menurut Anda apa yang akan Tuhan katakan kepada Anda tentang hal itu?




Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42


Tuhan peduli dengan semua orang, bagaimana dengan Anda ?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Mei 28, 2020 |

Pujilah Allah Apa Pun yang Terjadi

Daniel 2:19 "Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit."

Kebanyakan dari kita tidak begitu tahu apa yang harus diperbuat saat dihadapkan pada situasi yang mustahil. Tahukah Anda bahwa ada seorang remaja dari ribuan tahun yang lalu bisa membantu Anda?

Dalam beberapa renungan kita sebelumnya, kita telah mempelajari beberapa prinsip luar biasa dari cara Daniel menghadapi permintaan yang mustahil dari seorang raja yang paling berkuasa di zamannya. Sejauh ini kita sudah melihat Daniel mencontohkan keempat tindakan ini:

1. Jangan panik, pelajari semua fakta yang ada.

2. Minta lebih banyak waktu.

3. Minta dukungan doa.

4. Minta campur tangan Tuhan.

Hal berikutnya yang akan kita pelajari dari Daniel ialah menyembah Tuhan.

Penting untuk dipahami bahwa menyembah dan memuji Tuhan lebih dari sekadar nyanyian dan musik. Ada ribuan cara untuk memuji Tuhan. Setiap kali Anda memfokuskan perhatian Anda kepada Tuhan, itu suatu bentuk penyembahan. Ketika Anda mengekspresikan kasih Anda kepada Tuhan, itu suatu bentuk penyembahan. Anda tidak perlu berada di gereja untuk memuji Tuhan.

Alkitab berkata, "Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit" (Daniel 2:19).

Bagian ini menunjukkan kepada Anda bagaimana memuji Tuhan di tengah-tengah krisis. Secara spesifik, Daniel melakukan tiga hal: Dia memuji Allah karena Dia adalah Tuhan (ayat 20), memuliakan Allah atas pekerjaan-Nya (ayat 21-22), dan bersyukur kepada Tuhan atas pertolongan-Nya (ayat 23).

Itulah ibadah Anda. Lakukanlah itu, dan Anda akan mampu mengalihkan fokus Anda dan masalah Anda dan menaruhnya di dalam Tuhan.

Dan Dialah yang harus senantiasa menjadi pusat perhatian kita.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kadang kita sulit memuji Tuhan ketika menghadapi situasi yang sangat sulit?
- Bagaimana selama ini Anda melihat bahwa memuji Tuhan memengaruhi tingkat stres Anda di tengah pergumulan hidup Anda?
- Manakah dari ketiga cara memuliakan Tuhan tadi yang paling sukar Anda kerjakan di masa-masa sulit: memuji Allah karena Dialah Tuhan, memuliakan Allah atas pekerjaan-Nya, atau bersyukur kepada Allah atas pertolongan-Nya? Mengapa?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23


Ketika Anda memuji Tuhan artinya Anda memindahkan fokus Anda dari masalah Anda kepada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Mei 27, 2020 |

Berseru kepada Tuhan tentang Hal yang Mustahil

Yeremia 33: 3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."

Ketika berada dalam situasi yang mustahil, bakat, logika, serta pendidikan Anda tidak akan bisa menyelesaikan masalah.

Hanya Tuhan yang bisa.

Itulah sebabnya Anda harus berdoa dan meminta mujizat Tuhan. Tuhan memberi tahu Yeremia, yang hidup di zaman yang sama dengan Daniel, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui" (Yeremia 33: 3).

Daniel meminta hikmat roh kepada Allah ketika Raja Nebukadnezar meminta dia untuk menafsirkan mimpinya.

Daniel memerlukan bantuan Allah untuk menunjukkan kepadanya apa yang tidak akan pernah bisa ia pecahkan sendiri. Mungkin jika Daniel tidak melibatkan Allah, dibutuhkan waktu seribu tahun untuk ia menerka-nerka dan tetap saja ia tak pernah bisa mengartikan mimpi sang raja. Namun sebaliknya, Allah dapat memberitahu artinya kepada Daniel dalam sekejap.

Alkitab berkata, "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa" (Yakobus 4: 2).

Saya telah merasakan bagaimana Tuhan melakukan ini lagi dan lagi dalam hidup saya. Ketika saya menghadapi persoalan berat yang tidak dapat saya pecahkan sendiri, saya memilih untuk berdoa meminta bantuan-Nya. Dan Dia telah menjawab doa-doa saya.

Hidup saya adalah serangkaian doa yang telah Dia jawab. Dan saya ingin Anda mengalami hal yang sama dengan saya.

Apakah Anda akan meminta kepada-Nya yang terbaik buat hidup Anda?

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini doa telah menghasilkan mujizat dalam kehidupan orang-orang yang Anda sayangi?
- Apakah Anda percaya bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untuk Anda dan ingin membantu Anda? Jika demikian, bagaimana doa Anda mencerminkan hal itu?
- Situasi mustahil apa yang harus Anda minta campur tangan Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41


Sering kali kita melewatkan yang terbaik dari Tuhan hanya karena kita tidak pernah memintanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Mei 26, 2020 |

Mintalah Dukungan Doa

Daniel 2: 17-18 "Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel."

Tuhan selalu menguji Anda sebelum Dia memberkati Anda.

Terkadang ujian-Nya datang melalui orang-orang yang meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang mustahil, seperti atasan Anda yang memberikan proyek dengan deadline yang tidak masuk akal.

Ketika ini terjadi, pertama-tama janganlah panik agar Anda bisa fokus untuk mendapatkan lebih banyak informasi, lalu mintalah lebih banyak waktu untuk mempertimbangkannya.

Selanjutnya, mintalah dukungan doa dari teman-teman Anda.

Alkitab berkata, "Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel" (Daniel 2: 17-18).

Daniel sadar ini sebuah permintaan yang besar. Kerajaan tengah berada dalam situasi genting. Sang raja tidak bisa berpikir jernih. Dia hendak membinasakan semua orang yang ada di istananya! Maka Daniel mulai mengerahkan tim doanya.

Anda tidak butuh banyak orang sebagai bagian dari tim doa Anda. Tetapi Anda membutuhkan empat atau lima orang teman yang akan berdoa bersama Anda di saat-saat seperti ini.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dukungan doa penting dalam kehidupan Anda?
- Siapa yang Anda tuju untuk meminta dukungan doa, terutama ketika Anda menghadapi hal-hal yang mustahil?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah bekerja melalui doa-doa Anda untuk orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23


Persekutuan doa dengan satu hati sangat penting karena dua atau tiga orang berkumpul dan bersatu hati, disanalah Tuhan Yesus hadir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Mei 26, 2020 |

Buat Keputusan yang Tepat, Bukan yang Cepat

Daniel 2:16 "Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja."

Ketika Anda diminta untuk melakukan sesuatu yang mustahil, mulailah dengan menolak untuk panik, dan kemudian pelajarilah fakta-fakta yang ada. Kemudian, mintalah lebih banyak waktu.

Mengapa? Sebab godaan terbesar Anda di tengah krisis adalah bertindak secara impulsif. Biasanya Anda tidak berpikir secara rasional. Anda berpikir secara emosional. Anda ingin membuat keputusan cepat.

Namun, lebih penting untuk membuat keputusan yang benar ketimbang membuat keputusan yang cepat.

Keputusan yang salah tetaplah salah, walau seberapa cepat Anda membuatnya. Maka berhentilah sejenak, tarik nafas panjang, tenangkan diri, dan berbicaralah kepada Tuhan.

Daniel melakukan ini ketika raja Nebukadnezar menyuruh dia menafsirkan mimpinya (setelah sang raja memerintahkan untuk menghukum mati beberapa orang pintar yang gagal menafsirkannya): "Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja" (Daniel 2:16).

Daniel memberi kita teladan hebat dalam menghadapi situasi yang bertekanan tinggi, yaitu dengan meminta lebih banyak waktu, dan untuk kemudian berdoa kepada Allah.

Renungkan hal ini:
- Pernahkah Anda bertindak gegabah ketika diminta untuk melakukan sesuatu yang sangat sulit? Bagaimana hasilnya?
- Mengapa sangat mudah untuk menunda-nunda mengambil keputusan ketika Anda berada dalam situasi sulit?
- Siapa sajakah dalam hidup Anda yang perlu diingatkan bahwa tidak terburu-buru adalah hal yang penting?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 22-24; Yohanes 8:28-59


Anda cenderung membuat keputusan yang lebih baik ketika Anda tidak tidak terburu-buru. Sediakan waktu untuk mempertimbangkannya dengan matang.
| Senin, Mei 25, 2020 |

Cara Menyikapi yang Mustahil

Amsal 23:23 "Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian."

Pernahkah seseorang meminta Anda melakukan sesuatu yang menurut Anda mustahil? Mungkin seorang teman, bos, atau orang tua Anda mendatangi Anda, meminta Anda melakukan sesuatu yang tampaknya terlalu berat untuk Anda.

Mungkin saat ini Anda tengah bergumul dengan hal itu. Anda bertanya-tanya bagaimana memulianya.

Dalam beberapa renungan kita berikutnya, saya akan berbagi apa yang dikatakan Alkitab tentang cara merespons yang tak mungkin.

Tapi mari kita mulai terlebih dahulu soal dari mana harus memulainya.

Pertama, janganlah panik.

Ikuti teladan Daniel. Dalam Daniel 2, Raja Nebukadnezar dengan gelisah memanggil ahli-ahli nujum untuk menafsirkan mimpinya. Mereka pun tak mampu menafsirkannya, sehingga sang raja pun geram dan memerintahkan agar semua orang bijaksana di Babel dihukum mati, termasuk Daniel dan teman-temannya.

Ketika Daniel mendengar kabar itu, dengan cerdik ia bertanya kepada Ariokh, pemimpin pengawal sang raja, "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel. Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja. Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel. Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit…" (lihat Daniel 2: 15-23).

Alih-alih menjadi panik, Daniel mempelajari semua fakta yang ada dan berusaha memahami alasan di balik permintaan sang raja. Sama halnya, ketika seseorang meminta Anda untuk melakukan hal yang mustahil, Anda perlu memahami alasannya. Anda perlu mengumpulkan fakta-fakta dan mempelajarinya.

Sang raja ketakutan setengah mati. Ketika orang panik, mereka menjadi emosional. Mereka mulai membuat permintaan-permintaan yang tidak masuk akal. Sebab itu, Anda perlu memahami alasannya sebelum bertindak.

Amsal 23:23 mengatakan seperti ini: "Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian."

Maka, apabila Anda diminta melakukan sesuatu yang mustahil, janganlah panik. Pertama-tama, kumpulkanlah semua fakta.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana emosi mengaburkan penilaian Anda ketika Anda tertekan?
- Mengapa begitu penting untuk memahami alasan orang-orang yang meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan bekerja lewat situasi yang tampaknya mustahil?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27


Anda punya Tuhan yang lebih besar dari masalah Anda.
Apa yang manusia anggap mustahil, tidak mustahil bagi Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Mei 25, 2020 |

Menyembah Tuhan adalah Langkah Pertama Belajar

Amsal 1: 7 "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."

Bagaimana caranya menjadi murid yang hebat?

Dengan menyembah Allah.

Alkitab mengatakannya seperti ini: "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1: 7). Rasul Paulus pernah memberi tahu Timotius bahwa masalah pada kebanyakan orang adalah mereka tahu begitu banyak informasi -- tetapi mereka tidak tahu mana yang paling penting. Bahkan Yesus memberi tahu para pemimpin agama, "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu" (Yohanes 5:39-40).

Suatu hari, setelah hidup Anda berakhir, Anda akan berdiri di hadapan Allah. Itu akan menjadi ujian akhir Anda. Itu akan jauh lebih penting dibanding ujian-ujian yang diberikan oleh guru atau profesor Anda.

Pada ujian akhir tersebut, Allah tidak akan menanyakan soal Matematika atau Ilmu Pengetahuan Sosial.

Dia akan bertanya, "Apakah engkau mengenal-Ku?"

Bagaimana Anda akan menjawabnya?

Renungkan hal ini:
- Bagaimana mungkin menjadi seseorang yang berpendidikan baik, namun kehilangan inti dari kehidupan yang sesungguhnya?
- Mengapa hikmat yang sejati dimulai dari takut akan Tuhan?
- Bagaimana selama ini hubungan Anda dengan Tuhan membuat Anda lebih baik dalam belajar di semua bidang kehidupan Anda?

Hari ini Tuhan menawarkan Anda sebuah hadiah. Apakah Anda akan menerimanya?

Hari ini adalah harinya. Hari ini adalah hari di mana Anda harus melangkah dan berseru kepada Yesus Kristus, "Aku ingin menjalin hubungan dengan Engkau." Bagaimana cara melakukannya? Mulailah dengan berbicara dengan-Nya di dalam doa. Dia sedang mendengarkan Anda sekarang! Dia telah melakukan semua tugas-Nya. Itulah sebabnya Dia datang ke Bumi, mati di kayu salib, dan bangkit kembali.

Dia ingin memberi Anda sebuah hadiah, dan cara Anda menerimanya ialah dengan berseru kepada-Nya di dalam doa, "Ya, Yesus, hari ini aku ingin mengambil langkah pertamaku mendekat pada-Mu. Aku ingin mengenal-Mu. Kuakui aku tidak mengerti semuanya. Tetapi Yesus, satu yang aku tahu, aku ingin membuka hidupku kepada-Mu. Aku ingin menerima hadiah-Mu untukku. Ganti rasa bersalahku dengan karunia pengampunan-Mu, kekhawatiranku dengan karunia damai sejahtera-Mu, dan ketakutanku akan kematian dengan karunia hidup yang kekal dari-Mu. Sekarang aku mengundang-Mu untuk datang dan membangun rumah-Mu di hatiku. Aku berdoa di dalam nama-Mu. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53


Hikmat Tuhan akan menuntun hidup Anda. Ini adalah pelajaran kehidupan yang penting bagi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Mei 22, 2020 |

Fokuslah pada Masa Depan untuk dapat Melewati Masalah Sementara

Matius 5: 11-12 "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Ketika ikut Yesus, kita akan menghadapi masalah. Itu pasti! Anda akan diganggu, diperlakukan tidak adil, ditolak, dan dicemooh oleh karena iman Anda.

Tapi itu bukan akhir dari cerita. Alkitab mengatakan bahwa Yesus memikul derita salib untuk "ganti sukacita yang disediakan bagi Dia" (Ibrani 12: 2). Sama halnya, Anda juga harus fokus pada masa depan Anda bila ingin melewati permasalahan yang sementara.

Bayangkan adegan ini di akhir sejarah. Suatu hari, setiap orang yang pernah hidup akan berlutut di hadapan Yesus Kristus. Semua orang akan mengaku, "Yesus adalah Tuhan." Beberapa akan memuji Dia sebab mereka telah mengatakannya seumur hidup mereka. Sementara yang lainnya akan memuji Dia sambil menghakimi diri mereka sendiri karena telah menyangkal Dia seumur hidup mereka.

Setiap profesor yang pernah mengejek Anda karena iman Anda dan setiap teman yang mencoba meyakinkan Anda untuk meninggalkan iman percaya Anda, suatu hari akan memuliakan Yesus. Setiap entertainer yang mengolok-olok nama Tuhan dan setiap politisi yang menentang jalan-Nya akan meninggikan Dia (Filipi 2: 9-11).

Semua orang suatu hari akan tunduk di hadapan Yesus Kristus.

Di hari itu Allah juga akan memberi Anda hadiah karena tetap setia kepada-Nya terlepas dari gangguan dan ejekan yang Anda hadapi oleh karena iman Anda.

Yesus berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5: 11-12).

Setiap kali Anda menghadapi penganiayaan, Anda sedang berada dalam kategori yang sama dengan Daniel, Yesaya, Yeremia, dan Musa.

Sama halnya para nabi hebat, suatu hari Anda akan mengalami kekekalan dengan Allah, dikelilingi dengan sukacita yang tak terbayangkan. Gangguan, penganiayaan, penolakan, dan cemoohan yang Anda hadapi saat ini demi Yesus, tidak akan bisa dibandingkan dengan hadiah yang akan Anda terima di surga bersama Allah.

Renungkan hal ini:
- Kapan gangguan, penganiayaan, penolakan, atau cemoohan membuat Anda semakin dekat dengan Yesus?
- Apa permasalahan sementara yang Anda hadapi saat ini yang tengah mengganggu Anda -- atau yang mengalihkan fokus Anda -- dari hadiah Anda di surga kelak?
- Bagaimana dengan tetap fokus memikirkan hadiah yang akan Anda terima di surga membantu Anda dalam menghadapi segala kesulitan di dunia ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27


Taruh pengharapan Anda di dalam kebenaran Allah sehingga saat kehidupan semakin sulit, Anda tetap dapat bertahan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Mei 21, 2020 |

Pelajari Apa yang Benar untuk Mendeteksi Apa yang Salah

Mazmur 119: 104 "Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta."

Satu-satunya cara untuk bisa benar-benar mengetahui mana yang palsu ialah dengan mengetahui mana yang asli.

Saat ini banyak orang terperdaya dengan ide-ide bodoh karena mereka tidak mengetahui kebenaran firman. Dan karena mereka tidak mengetahuinya, mereka tidak dapat mengenali kebohongan.

Itulah mengapa mempelajari firman Tuhan itu sangatlah penting. Dengan memahami kebenaran Alkitab, Anda akan mampu mengenali pengajaran yang salah.

Pemazmur menulis, "Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta" (Mazmur 119: 104).

Pada umumnya, tipikal mahasiswa Amerika yang baru lulus SMA sudah menghabiskan lebih dari 30.000 jam di depan layar (seperti video game, tablet, laptop, atau TV).

Bisa tebak berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca seluruh kitab dalam Alkitab — 66 kitab? Hanya perlu 80 jam.

Tentunya kita punya waktu. Tapi pertanyaannya adalah, bagaimana kita akan menggunakan waktu kita? Allah telah mengaruniakan Firman-Nya kepada kita untuk memberi kita hikmat yang kita perlukan untuk menjalani kehidupan yang produktif dan sepenuh.

Gunakan hadiah yang luar biasa ini dengan memberikan waktu kita untuk mempelajarinya hari ini dan setiap hari.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain menjadi lebih bijaksana lewat mempelajari Alkitab secara konsisten?
- Apa yang menghambat Anda untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca Alkitab?
- Pikirkan kegiatan-kegiatan yang paling konsisten Anda kerjakan. Seberapa pentingkah itu dibanding dengan belajar Alkitab?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71


Kebenaran Firman Tuhan adalah kebenaran yang memerdekakan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Mei 20, 2020 |

Pembelajaran yang Sukses Dimulai dengan Mempelajari Firman Tuhan

Yosua 1: 8 "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."

Untuk bisa benar-benar berhasil dalam hal apa pun yang tengah Anda pelajari— baik itu tentang keterampilan baru, teori baru, atau tentang orang yang baru Anda kenal — Anda harus terlebih dahulu merendam diri Anda di dalam Firman Tuhan.

Saya sengaja memilih kata "merendam." Jika Anda meletakkan kantong teh ke dalam air panas dan kemudian mencelup-celupkannya dengan cepat, Anda tidak akan menghasilkan rasa teh yang kuat. Tapi jika Anda merendamnya perlahan-lahan, Anda dapat mengekstrak semua rasa yang ada di dalam teh itu.

Anda perlu melakukan hal yang sama dengan Firman Tuhan apabila Anda mau benar-benar berhasil dalam hal apa pun yang sedang Anda pelajari. Saya senang dengan teknik membaca cepat dan sering mempraktekkannya, tetapi saya tidak pernah mempraktekkannya saat membaca Alkitab. Saya membacanya perlahan-lahan, kata demi kata. Mengapa? Karena Alkitab mengatakan bahwa setiap Firman Allah adalah kudus.

Semua orang pasti ingin sukses. Anda ingin sukses dalam karier Anda. Anda ingin sukses dalam hubungan Anda. Anda ingin sukses dalam pembelajaran Anda. Alkitab memberikan nasihat yang jelas kepada siapa pun yang ingin berhasil.

Yosua 1: 8 mengatakan ini tentang firman Tuhan, "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."

Allah bukanlah pembohong. Inilah janji-Nya untuk Anda: jika Anda ingin sukses dan sejahtera dalam hidup, pelajarilah Firman-Nya tiada henti.

Renungkan hal ini:
- Apa kebenaran yang baru saja Anda pelajari dari belajar dan mengetahui Firman Allah? Bagaimana kebenaran itu membantu Anda menjadi lebih dekat dengan Yesus?
- Apa rencana Anda saat ini untuk mempelajari Firman Tuhan secara konsisten?
- Apa yang membuat Anda sulit mempelajari Firman Tuhan setiap hari? Perubahan-perubahan apa yang akan membantu Anda untuk menjadi lebih setia dalam melakukannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44


Sebelum Anda mempelajari apa pun, mulailah dengan meresapi firman Tuhan. Itulah kunci kesuksesan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Mei 19, 2020 |

Carilah Teman-Teman yang Membangun Anda

1 Korintus 15:33 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."

Tuhan ingin Anda mempunyai teman-teman yang belum mengenal Yesus. Dia ingin Anda mengasihi semua orang, menunjukkan kebaikan kepada semua orang, dan membantu siapa pun yang Anda bisa. Jika Anda tidak memiliki satu pun teman non-Kristen, maka tidak ada seorang pun di sekitar Anda yang bisa Anda bagikan Kabar Baik.

Tetapi, sahabat-sahabat Anda haruslah orang Kristen. Dan mereka haruslah orang-orang Kristen yang imannya luar biasa.

Selalu lebih mudah menarik orang ke bawah daripada menarik mereka ke atas. Itulah sebabnya Anda harus memastikan bahwa orang-orang yang paling sering bergaul dengan Anda semakin bergerak ke arah yang benar. Mereka seharusnya membangun Anda, bukan menghancurkan Anda.

Di mana Anda ingin berada 10 tahun ke depan? Ingin menjadi seperti apakah Anda? Jika Anda beri tahu saya dua hal tentang Anda — orang-orang yang bergaul dengan Anda dan bacaan apa yang Anda baca— maka saya bisa memberi tahu Anda di mana Anda akan berakhir kelak tanpa saya harus mengenal Anda. Bagaimana bisa? Sebab kedua faktor tersebut akan menentukan masa depan Anda.

Alkitab mengajarkan kita, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33).

Teman haruslah menjadi orang-orang yang penting buat Anda. Anda harus memilih teman dengan sungguh-sungguh. Itulah sebabnya Anda membutuhkan keluarga gereja. Bangunlah hubungan dengan orang-orang di gereja. Bergabunglah dengan kelompok kecil. Atau, buatlah sebuah kelompok! Kumpulkan beberapa teman Kristen di kantor atau lingkungan Anda untuk belajar Alkitab bersama pada saat makan siang.

Anda membutuhkan teman-teman Kristen. Berusahalah sekuat tenaga untuk membangun hubungan-hubungan tersebut.

Renungkan hal ini:
- Siapa sajakah orang-orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda? Apakah mereka menggerakkan Anda ke arah yang benar?
- Bagaimana saat ini Anda mendorong teman-teman Kristen Anda untuk bertumbuh secara rohani?
- Apa artinya memilih teman dengan sungguh-sungguh?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21


Jangan ingin menyenangkan hati manusia yang ujungnya menyesatkan, terutama jika Anda berada dalam pergaulan yang buruk.
Senangkanlah hati Tuhan saja, maka Anda tidak akan pernah tersesat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Mei 18, 2020 |

Tuhan Mendatangkan Kehidupan Baru Lewat Penderitaan

Daniel 3:28 "Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka."

Cara Anda menangani rasa sakit adalah sebuah kesaksian yang bagus untuk dunia. Ketika Anda percaya pada Tuhan meski di tengah penderitaan, maka tindakan Anda itu mengantarkan orang yang belum percaya mendekat kepada-Nya.

Sesungguhnya, Anda dan saya tidak begitu banyak menjadi saksi Kristus ketika hidup kita baik-baik saja. Siapa pun dapat melayani Tuhan selama masa tersebut. Tapi lain ceritanya di masa sulit.

Ingat kisah tiga sahabat Daniel yang dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala? Mereka tetap percaya kepada Allah, dan Dia menyelamatkan mereka dengan cara yang ajaib.

Ketiga sahabat ini mengesankan raja dengan iman mereka. Dan raja tersebut adalah kaisar yang paling kuat pada zaman itu.

Raja Nebukadnezar berkata, "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka" (Daniel 3:28).

Sang raja mengakui bahwa ketiga sahabat ini tanpa ragu-ragu rela menentang perintahnya dan mempertaruhkan nyawa mereka karena mereka percaya kepada Allah.

Buat hal apa Anda rela mati?

Jika Anda tidak tahu jawabannya, maka Anda tidak akan pernah menjalani hidup yang sesungguhnya. Anda hanya akan sekedar memenuhi dunia ini.

Hal yang sama berlaku untuk kita.

Terkadang Tuhan memberikan hidup baru kepada orang lain sebab mereka melihat kita tetap percaya kepada-Nya melewati penderitaan kita.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah menjadi semakin dekat dengan Allah karena Anda melihat orang lain merespons masa-masa sulit mereka?
- Apa beberapa hal yang membuat Anda bersedia mati untuk itu?
- Mengapa seringkali kita menjadi saksi Allah yang lebih baik di saat-saat sulit, dibanding di saat-saat baik?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47


Pembuktian siapa sesungguhnya diri Anda hanya akan muncul di masa sulit dan terjepit.
Renungkan, siapa sesungguhnya diri Anda dan di pihak mana Anda berdiri ?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Mei 18, 2020 |

Mengapa Kadang Anda Harus Mengalami Masa Sulit?

Yesaya 48:10 "Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan."

Apa yang sedang mengikat Anda? Apa yang sedang menghalangi Anda untuk menjadi seperti orang yang Tuhan kehendaki.

Tidak ada yang suka saat-saat ketika keadaan membuat kita stres, ketika deadline semakin mendekati, dan ketika ekspektasi kita kelihatannya tidak bisa diraih. Namun kadang Tuhan menggunakan api di dalam hidup Anda untuk memberantas hal-hal yang mengikat Anda. Anda hanya perlu percaya kepada Tuhan untuk melewati rasa sakit itu.

Tuhan berkata dalam Yesaya 48:10, "Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan."

Secara harfiah, kecil kemungkinan Anda akan dimasukkan ke dalam tungku pembakaran yang menyala-nyala, namun Anda akan berulang-ulang kali mengalami tungku penderitaan.

Tuhan telah berjanji akan memurnikan Anda dengan api itu. Itu layaknya proses pemurnian perak dan emas. Ketika logam itu dipanaskan, semua kotoran yang bercampur di dalamnya akan terbakar, sehingga yang tersisa hanyalah perak dan emas murni.

Apabila Anda bertanya kepada pandai emas kapan emas dikatakan murni, dia akan memberi tahu Anda itu terjadi jika Anda bisa melihat pantulan diri Anda di dalam kuali pembakaran emas itu.

Allah tahu Anda dimurnikan ketika Dia dapat melihat pantulan atau cerminan diri-Nya di dalam diri Anda, dimana itu menandakan bahwa Anda semakin serupa dengan Yesus Kristus.

Hanya api pencobaan yang bisa memungkinkannya terjadi dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa saja ujian-ujian yang telah Tuhan berikan kepada Anda untuk memurnikan Anda? Bagaimana itu membuat Anda semakin serupa dengan Yesus?
- Terkadang lebih mudah untuk berpaling dari Kristus di tengah-tengah penderitaan kita ketimbang membiarkannya terjadi untuk membuat kita semakin seperti Dia. Mengapa seperti itu?
- Mengapa penting bagi orang lain untuk melihat bahwa pencobaan membuat kita bersandar pada kekuatan Tuhan dan bukan pada kekuatan diri sendiri?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24


Tuhan dapat menggunakan pencobaan dalam hidup Anda untuk melenyapkan sesuatu yang menghambat Anda.
| Sabtu, Mei 16, 2020 |

Tuhan Menyertai Anda Melewati Penderitaan

Yesaya 43: 2 "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau."

Ada sebuah ungkapan yang dipakai sebagian orang ketika tekanan semakin berat dan ketika deadline semakin dekat. Mereka berkata, "Waktunya sudah dimulai."

Tidak ada seorangpun yang menyukai perasaan ini.

Nabi Daniel memiliki tiga orang teman yang secara harfiah merasakan panasnya api (Daniel 3).

Dalam Daniel 3, ketika teman-temannya ini menolak untuk menyembah patung yang didirikan oleh Raja Nebukadnezar, sang raja menjadi murka dan memerintahkan supaya mereka dijebloskan ke dalam perapian yang menyala-nyala yang panasnya dibuat menjadi 7x lebih panas dibanding biasanya.

Namun Tuhan berjalan menyertai mereka melalui itu semua: "Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!" (Daniel 3: 24-25).

Tentu saja Anda dan saya tahu bahwa orang keempat yang ada bersama mereka bukanlah "anak dewa." Itu Yesus — satu-satunya Anak Allah. Dia menyertai mereka melewati api itu. Begitu pun dengan Anda, Dia akan berjalan bersama Anda melewati masa-masa sulit.

Yesus memberi tahu kita, "Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20).

Alkitab mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Tuhan akan selalu ada bersama Anda dan untuk Anda.

"Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau" (Yesaya 43: 2).

Alkitab tidak berkata jika Anda berhasil melewati kesulitan, barulah Tuhan menyertai Anda, melainkan Tuhan akan menyertai Anda saat Anda melewati masa sulit.

Renungkan hal ni:
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan menyertai Anda melewati masa-masa sulit?
- Mengapa kadang sulit bagi kita untuk melihat Tuhan bekerja ketika kita menghadapi masa-masa sulit?
- Pikirkan seseorang yang membutuhkan pesan ini sekarang. Bagikan pesan kebenaran ini kepada orang tersebut minggu ini.


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54


Tentu Anda dan saya akan mengalami masalah. Tetapi Yesus akan selalu berjalan bersama Anda melewatinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Jumat, Mei 15, 2020 |

Pemandu Pribadi Kehidupan Anda

Yohanes 14: 16-17 "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu."

Saya dan istri saya, Kay, pernah berkunjung ke Irlandia. Kami menyewa mobil dan berkendara ke seluruh penjuru negeri. Di satu titik, kami akhirnya menyewa seorang pemandu wisata. Orang itu berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mungkin kami lewatkan apabila kami berkeliling sendirian. Mungkin kami akan mengunjungi restoran yang salah dan melihat hal-hal yang salah. Tetapi karena kami punya pemandu wisata pribadi, kami mendapatkan pengalaman yang terbaik.

Dalam beberapa hal, kehidupan Anda sama seperti perjalanan itu. Anda punya pilihan untuk bepergian seorang diri atau memiliki pemandu pribadi.

Saya punya kabar baik buat Anda. Tuhan telah menyediakan buat Anda sebuah buku pedoman (Alkitab) dan pemandu pribadi (Roh Kudus) untuk menjalani kehidupan.

Pernahkah Anda merenungkan mengapa Yesus kembali ke surga setelah kebangkitan-Nya, ketimbang tinggal di bumi saja? Dia bisa saja tetap menjadi teladan dalam rupa manusia yang terus membimbing kita. Namun Dia memberitahu pengikut-Nya bahwa lebih baik jika Dia pergi.

Dia berkata: "Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu" (Yohanes 16: 7).

"Penghibur" memiliki banyak nama di dalam Alkitab, seperti "Roh Kudus," "Penasihat," dan "Pembela."

Tetapi bagaimana dengan memiliki Penghibur ini, lebih baik daripada memiliki Yesus di dunia dalam rupa manusia?

Dalam Yohanes 14, Yesus menjelaskan: "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu" (Yohanes 14: 16-17).

Ketika secara fisik Yesus berada di bumi, Ia terbatas hanya tinggal di satu tempat — yaitu di mana tubuh fisiknya berada pada saat itu. Namun Roh Kudus bisa berada di mana pun. Dia tinggal di dalam hati semua pengikut-Nya, membantu kita semua pada saat bersamaan.

Salah satu hal terpenting yang bisa Anda pelajari dalam hidup ialah bagaimana dipimpin oleh Roh Kudus.

Roma 8:14 mengatakan, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah." Jika Anda adalah anak Allah, maka Roh Kudus akan membimbing dan memimpin Anda.

Ketika Anda memulai kehidupan Kristiani, Anda mungkin tidak pandai dipimpin oleh Roh Kudus. Anda tidak mengenal suara-Nya. Namun seiring dengan pertumbuhan hubungan Anda dengan Allah, Anda akan mulai mengenali suara-Nya dan tahu ke mana Dia memimpin Anda.

Ketika Anda menjalani hidup, janganlah melakukannya sendiri. Pastikan Anda menjadikan Roh Kudus sebagai penuntun Anda. Kenali suara-Nya, dan ikuti kemana Dia menuntun Anda.

Renungkan hal ini:
- Ingatlah satu saat ketika Anda bepergian ke suatu tempat yang baru. Bagaimana dengan memiliki (atau tidak memiliki) buku pedoman atau pemandu pribadi membuat satu perbedaan?
- Bagaimana Anda mengenali suara Roh Kudus?
- Kapan Anda pernah mengalami Alkitab berfungsi sebagai buku panduan untuk hidup Anda? Kapan Anda pernah mengalami Roh Kudus sebagai pemandu Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30


Dengarkan suara Pemandu Anda, jangan keraskan hati Anda untuk tidak mau lagi belanja dipandu oleh Roh Kudus
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, Mei 14, 2020 |

Cara Menerapkan Alkitab ke dalam Kehidupan Anda

Yakobus 1:22 "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."

Tahukah Anda apa bagian tersulit dari belajar Alkitab? Penerapan pribadi.

Apa yang dimaksud dengan penerapan? Itu ketika Anda membawa kebenaran Tuhan dan melakukannya dalam hidup Anda.

Setan tidak peduli jika Anda mempelajari Alkitab — asalkan Anda tidak menerapkannya dalam hidup Anda.

Namun Yesus mengajarkan yang sebaliknya: "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya" (Yohanes 13:17).

Alkitab memberi tahu kita dalam Yakobus 1:22: "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."

Lalu bagaimana Anda dapat menjadi pelaku Firman? Bagaimana Anda bisa belajar melaksanakannya ke dalam hidup Anda? Ketika saya menerapkan Firman Tuhan ke dalam hidup saya, saya menuliskan ciri-cirinya. Saya punya empat karakteristik penerapan Firman.

Pertama, itu harus bersifat pribadi. Artinya itu tentang Anda— bukan tentang pasangan, anak-anak, tetangga, atau rekan kerja Anda. Hidup Anda adalah satu-satunya yang bisa Anda ubah. Maka, pengaplikasian Anda harus dimulai dengan kata "Aku," bukan "kami" atau "Anda."

Kedua, itu harus bersifat praktis. Penerapan Firman harus menjadi sesuatu yang benar-benar dapat Anda lakukan. Mungkin itu bisa berupa proyek transformasi besar, atau bisa juga satu langkah iman yang sederhana.

Ketiga, itu harus mungkin dilakukan. Jika Anda memilih penerapan Firman yang sebenarnya tidak mampu Anda laksanakan, maka Anda akan patah semangat. Misalnya, Anda mungkin berkata, "Saya akan membaca Alkitab dari awal sampai akhir setiap hari." Itu sangat tidak mungkin. Sebaliknya, pilihlah sesuatu yang mungkin Anda lakukan, seperti membaca satu pasal Alkitab setiap hari.

Keempat, itu harus bisa dibuktikan. Artinya itu butuh tenggat waktu. Filipi 2:14 misalnya: "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." Anda bisa menuliskan gol Anda seperti ini: "Tuhan, bantulah aku untuk tidak mengeluh di tempat kerja. Aku akan tetap bertanggung jawab dengan apa pun yang saya kerjakan dengan meminta bantuan seorang teman untuk memeriksa apakah saya telah melaksanakannya atau belum."

Jadi, di lain waktu ketika Anda membaca satu pasal Alkitab, jangan puas hanya dengan mempelajari bagian tersebut. Sebaliknya, terapkanlah itu dengan menjadikannya bersifat pribadi, praktis, memungkinkan, dan dapat dibuktikan. Kemudian, Anda akan mulai mengalami berkat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang melakukan Firman-Nya.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Setan ingin Anda tidak melakukan Firman Tuhan dalam hidup Anda? Mengapa Tuhan ingin Anda melakukannya?
- Bagaimana selama ini Anda melihat berkat-berkat Tuhan dalam hidup Anda sebagai hasil dari penerapan Firman-Nya dalam hidup Anda?
- Pilih satu pasal Alkitab dan terapkanlah di minggu ini dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang pribadi, praktis, memungkinkan, dan dapat dibuktikan.


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36


Mengetahui Firman Tuhan saja tidak cukup. Anda mengalami berkat Tuhan ketika Anda melakukan apa yang Firman Tuhan katakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Mei 13, 2020 |

Mencari Kebenaran? Carilah di dalam Alkitab

2 Timotius 3: 16-17 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Alkitab berisikan banyak sekali kebenaran. Dan bagaimana Anda mempelajari Alkitab, akan menentukan seberapa banyak kebenaran yang Anda dapatkan.

Jika Anda hendak mengenal Alkitab sebagai seseorang yang skeptis, curiga, maka Alkitab hanya sebagai buku yang tertutup buat Anda. Tetapi jika Anda mengenal Alkitab dengan rasa hormat dan kerendahan hati, maka Anda akan menganggapnya bagaikan bunga yang sedang mekar.

Pelajari Alkitab dengan hati yang terbuka dan siap menerima pengajaran dari Allah. Apabila Anda melakukannya, Anda akan dapat mengerti dasar kebenaran yang telah Dia tempatkan ke dalam Firman-Nya.

"Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya" (1 Tesalonika 2:13).

Perhatikan dalam ayat ini dinyatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Itulah yang menjadikannya berbeda dari buku-buku lainnya. Mengapa? Sebab melalui doa, Anda dapat berbicara dengan Sang Penulis dan bertanya kepada-Nya setiap kali Anda membacanya.

Kita punya banyak buku di rumah. Dan semuanya adalah buku yang bagus. Tetapi hanya satu buku yang berisikan Firman Allah.

Dua Timotius 3: 16-17 mengatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Apa artinya Alkitab diilhamkan oleh Allah? Allah memakai manusia untuk menuliskan kata-kata ke dalam Alkitab, tetapi itu semua datangnya langsung dari Dia. Itulah yang membedakan Alkitab dari buku-buku lain.

Ayat-ayat tersebut mengatakan bahwa Firman Allah memberikan empat manfaat. Itu mengajarkan Anda tentang kebenaran, menyatakan kesalahan Anda, memperbaiki kelakuan Anda dan mendidik Anda untuk hidup di jalan Tuhan. Dengan kata lain, Firman Allah menunjukkan kepada Anda jalan yang harus dilalui. Dan ketika Anda salah jalan, itu juga menunjukkan bagaimana caranya kembali, dan bagaimana caranya agar tetap berada di jalan-Nya.

Alkitab juga mengingatkan bahwa Firman Allah kekal selamanya: "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu" (Matius 24:35).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana cara Anda mengenal Alkitab menentukan apa yang Anda dapatkan dari sana? Cobalah ingat dari pengalaman hidup Anda.
- Apa yang membedakan Alkitab dari buku-buku lain?
- Kapan Alkitab pernah menunjukkan kepada Anda cara untuk kembali ke jalan yang benar, saat Anda berjalan di jalan yang salah?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18


Ketika Anda dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan apa yang benar dan apa yang tepat dalam hidup Anda, bukalah Alkitab dan nantikanlah pertemuan dengan Allah di sana. Anda akan mendapati bahwa Alkitab tidak akan ada bandingannya seperti buku-buku lainnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Mei 13, 2020 |

Taatilah Tuhan Selalu, Apapun yang Terjadi


Mazmur 119: 112 "Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku."

Hidup bagaikan perlombaan lari maraton, bukan lari 100 meter. Allah ingin Anda berkomitmen untuk taat kepada-Nya layaknya pelari jarak jauh dalam perlombaan maraton. Dia ingin Anda tetap berjuang sampai garis finish.

Mazmur 119: 112 mengatakan, "Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku."

Sudahkah Anda membuat pilihan itu? Saya sudah. Saya sudah bertekad untuk taat kepada Allah sampai saya mati. Dan karena itulah, saya telah mengalami berkat jauh lebih dari yang bisa saya bayangkan.

Mazmur 119: 33-34 mengatakannya dengan baik, "Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati."

"Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu…" Apakah Anda pernah merasa Tuhan tidak memberi tahu apa yang harus Anda perbuat? Itu mungkin karena Anda tidak melakukan apa yang sudah Dia minta Anda lakukan.

Filipi 3:16 mengatakan, "Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh." Sebelum Anda mamatuhi apa yang telah Tuhan minta Anda lakukan, Dia tidak akan mengajari Anda hal-hal lainnya.

Tuhan tidak main-main. Anda mungkin berkata, "Ya Tuhan, katakan saja apa yang harus aku lakukan, dan aku akan memutuskan apakah akan melakukannya atau tidak."

Bukan begitu cara kerja Tuhan. Dia ingin Anda berkata, "Aku akan melakukan apa pun yang Engkau mau aku lakukan, apapun itu."

Itu yang disebut iman.

Pengetahuan tentang Tuhan bukanlah iman. Iman butuh perbuatan. "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (Yakobus 2:26).

Seperti apakah iman Anda? Apakah Anda menolak untuk mengikuti beberapa instruksi Tuhan dan mendapati bahwa iman Anda sudah mati? Atau apakah Anda sudah menuruti apa yang diperintahkan Tuhan dan bertumbuh di dalam iman Anda?

Jika Anda telah mengerti bahwa ada beberapa area di dalam hidup Anda dimana Anda tidak mematuhi apa yang Tuhan perintahkan, ikuti doa ini:

"Bapa, ada banyak area di dalam hidupku dimana aku tahu apa yang Engkau mau kulakukan tetapi aku belum mengerjakannya. Ampuni aku Tuhan. Ampuni aku atas ketidaktaatanku. Aku menyadari bahwa itu karena kurangnya imanku. Aku tidak percaya bahwa Engkaulah yang tahu apa yang terbaik bagiku. Berikanlah aku kekuatan untuk mengikuti pimpinan-Mu dengan segera, dengan sepenuhnya, dengan sukacita, dan terus-menerus sepanjang hidupku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini:
- Apa perbedaan antara lari cepat dengan lari maraton? Apakah selama ini Anda memperlakukan iman Anda seperti perlombaan lari cepat, atau maraton?
- Karena iman itu bagaikan lari maraton, penyesuaian apa yang dapat Anda lakukan dalam hidup Anda supaya Anda dapat menjalani perlombaan tersebut dengan baik?
- Bagaimana Anda melihat iman Anda bertumbuh selama Anda menaati Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2


Apa pun masa lalu Anda. Mulai hari ini dan seterusnya, Anda dapat mengambil komitmen untuk taat kepada Allah selama sisa hidup Anda. Anda tidak akan menyesalinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Mei 11, 2020 |

Taatilah Tuhan dengan Sukacita


Mazmur 100: 2 "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"

Berbicara tentang ketaatan, apakah "sukacita" adalah satu kata yang langsung terlintas dalam pikiran Anda? Mungkin tidak. Namun Alkitab memberi tahu kita untuk menaati Allah dengan sukacita.Sebab nyatanya, ada banyak alasan hebat untuk kita bersukacita saat menaati Allah.

Pertama, lihat apa yang dikatakan Alkitab tentang ketaatan yang penuh sukacita.

Mazmur 100: 2 mengatakan, "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"

Mazmur lain mengatakan, "Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan" (Mazmur 119: 16).

Dalam mazmur yang sama, Anda dapat membaca: "Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu" (Mazmur 119: 47).

Berulang kali Anda mendapati pemazmur ini mengajak kita untuk menaati Allah dengan senang hati, dan kemudian ia mengatakan jika ia benar-benar menikmati mematuhi perintah-perintah Allah. Bagaimana bisa mematuhi Allah itu menyenangkan? Berikut ini tiga alasannya:

1. Ketika Anda mematuhi Allah, Anda akan memiliki lebih sedikit masalah. Allah menciptakan Anda dan memberikan Anda Alkitab — buku petunjuk kehidupan dari-Nya. Jika Anda mengikuti buku petunjuk-Nya itu, maka Anda akan memiliki lebih sedikit masalah. Itu ibaratnya merakit sepeda — jika Anda mengikuti instruksinya, seluruh proses akan berjalan lebih mudah. Jika Anda mengikuti buku petunjuk kehidupan, maka Anda akan memiliki lebih sedikit masalah dan merasa hidup ini lebih menyenangkan.

2. Kelak Anda akan mendapatkan hadiah di surga dan melihat janji-janji Allah digenapi. "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia" (Yakobus 1:12).

3. Ketika Anda mengasihi Allah, tentunya Anda ingin menaati-Nya. Alkitab berkata, "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat," (1 Yohanes 5: 3). Pikirkan tentang hubungan pernikahan Anda. Semakin lama dua orang menikah, semakin mereka tahu apa yang menyinggung perasaan pasangannya. Dan mereka pun mulai memilih untuk tidak melakukan hal-hal tersebut agar mereka tidak mengganggu satu sama lain. Jika Anda telah berjalan bersama Tuhan bertahun-tahun, Anda akan menyadari semua yang telah Dia lakukan untuk Anda dan betapa baiknya Dia terhadap Anda selama ini. Anda ingin lebih sedikit membuat Dia sedih. Anda menikmati menaati perintah-Nya. Anda melakukannya karena Anda mengasihi-Nya.

Apakah Anda tahu bagaimana Tuhan mengukur kasih Anda? Bukan dengan apa yang Anda ucapkan. Dia mengukur kasih Anda dari ketaatan Anda. Yesus berkata, "Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakubus dahulu kepada anaknya, Yusuf" (Yohanes 14:15). Jadi ambil komitmen untuk mentaati Tuhan per saat ini.

Renungkan hal ini:
- Apa hubungannya antara kasih dengan ketaatan?
- Bagaimana Anda melihat kasih Anda kepada Allah bertumbuh ketika Anda mematuhinya?
- Apa perintah Tuhan yang tidak Anda taati — atau yang Anda taati namun dengan sikap yang buruk? Mintalah supaya Tuhan menolong Anda untuk menaatinya dengan penuh sukacita.



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51


Ketika Anda tumbuh di dalam kasih kepada Tuhan, Anda akan menikmati menaati perintah-Nya lebih dan lebih lagi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Minggu, Mei 10, 2020 |
Back to Top