Ibadah Raya Pagi

Ibadah Raya GSJA Sword Minggu 15 September 2019

Ulta GSJA Sword

Ulang Tahun GSJA Sword 22 September 2019 Jam 10.00 WIB

Ulang Tahun GSJA Sword 22 September 2019 Jam 10.00 WIB

Ibadah Pasutri

Ibadah Pasutri GSJA Sword 19 September 2019 Jam 19.00 WIB

Ibadah Pasutri GSJA Sword 19 September 2019 Jam 19.00 WIB

Ibadah Raya

Ibadah Raya GSJA Sword 8 September 2019 Jam 08.00 WIB oleh Pdt. David Djaja

Ibadah Raya GSJA Sword 8 September 2019 Firman: Pdt. David Djaja

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggunya
Ibadah Raya
  • Setiap : Minggu Pagi
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi di 021-5676xx
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Nilai Iman di Dunia yang Tanpa Iman

Lukas 18: 8 "Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kita hidup di dunia yang semakin kehilangan keimanannya. Ini merupakan dunia sekuler yang penuh pergeseran nilai dan dimana keegoisan tumbuh subur. Jika Yesus datang kembali hari ini, berapa banyak orang beriman yang akan Ia temui? Dan apakah Anda akan menjadi salah satu dari mereka?

Alkitab menjelaskan bahwa Allah sedang mencari orang-orang yang setia. Dalam 2 Tawarikh 16: 9 dikatakan, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

Allah mencari orang-orang yang setia sebab Dia ingin memberkati mereka. Dia ingin menunjukkan kasih-Nya melalui kekuatan besar-Nya. Kesetiaan kita merupakan kunci untuk membuka kunci berkat-Nya dalam hidup kita.

Yesus berkata, "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29). Tuhan ingin mencurahkan berkat-Nya ke segala bidang kehidupan Anda - keluarga Anda, karier Anda, keuangan Anda, kesehatan Anda, hubungan Anda. Berkat ini mungkin tidak seperti yang kita harapkan, tetapi Tuhan tetap mengerjakannya di dalam hidup kita. Dan Dia akan melakukannya sesuai dengan level keimanan Anda. Jika Anda memiliki iman yang besar, Anda akan memiliki berkat yang besar. Jika Anda memiliki sedikit iman, Anda akan menerima sedikit berkat. Tetapi jika Anda tidak memiliki iman, berkat Tuhan tidak akan ada dalam hidup Anda.

Sayangnya, orang-orang beriman yang benar-benar percaya Tuhan dan hidup hari demi hari sulit sekali ditemukan. Alkitab berkata, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20: 6).

Ketika dosa memasuki dunia bersama dengan Adam dan Hawa, kita semua menjadi tercemar. Tak seorang pun dari kita melakukan apa yang benar sepanjang waktu. Tetapi iman ialah kunci kemenangan.
"Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" (1 Yohanes 5: 4).

Renungkan hal ini:
- Jika iman yang lebih besar menuntun kepada berkat yang lebih besar, mengapa beberapa orang yang setia masih mengalami pergumulan berat dalam hidup?
- Apa saja momen atau mujizat atau jawaban doa yang telah meningkatkan keimanan Anda kepada Allah?
- Bagaimana kesetiaan Anda menjadi saksi bagi orang-orang yang tidak mengenal Yesus sebagai Juruselamat mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13


Semakin besar iman kita, semakin besar kemenangan yang akan kita alami dalam hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Kamis, September 19, 2019 |

Jangan Menyerah Di Masa Sulit

2 Korintus 4: 16-18 "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Mengapa hal-hal buruk terjadi kepada orang baik? Mengapa kita harus menderita? Mengapa kadang hidup ini begitu sulit?

Walau sesulit apapun untuk dipahami, Allah dapat menggunakan rasa sakit Anda untuk mewujudkan tujuan-Nya. Jangan heran jika Dia menggunakan masa-masa sulit dalam hidup Anda untuk menguji kesetiaan Anda.

Orang yang setia tetap bertahan ketika orang lain memilih untuk menyerah. Orang yang setia itu rajin dan tekun. Mereka gigih. Mereka mengubah perspektif mereka, dan fokus pada janji-janji Allah di dalam Firman-Nya.

Dalam 2 Korintus 4, Paulus mengatakan Anda harus memiliki perspektif yang benar ketika menghadapi suatu masalah. Apabila Anda ingin bertahan, jangan melihat masalah yang ada sebab itu hanya bersifat sementara. Melainkan, lihatlah keuntungan jangka panjang yang akan Anda nikmati. Jangan melihat rasa sakit yang sifatnya hanya sementara; lihatlah ke depan. Jangan melihatnya dari perspektif jangka pendek dan berkata, "Apa yang sedang terjadi padaku sekarang?" Sebaliknya, lihatlah karakter yang tengah Anda bangun oleh karena Anda berkeras menolak untuk menyerah. Tetaplah bertahan.

Jika Anda tengah menghadapi masa-masa sulit saat ini, tulislah ayat ini di selembar kertas kecil dan hafalkanlah: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Saya doakan agar ayat ini mendorong Anda untuk tidak menyerah. Tuhan bekerja di dalam Anda dan untuk Anda, di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Anda akan dihargai karena kesetiaan Anda!

Renungkan hal ini:
- Apa keuntungan jangka panjang bagi mereka yang setia kepada Allah dan Firman-Nya?
- Apakah Anda tergerak setelah mengetahui bahwa Allah tetap bekerja di dalam penderitaan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa saja janji lain di dalam Alkitab yang dapat membantu Anda bertahan di masa-masa sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12


Tuhan lebih tertarik dengan masa depan Anda dibanding dengan pencapaian Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, September 18, 2019 |

Slider Pengumuman






workshop heart of worship Sabtu 3 Agustus 2019 Jam 17.00 WIB




Ibadah Raya Pagi 30 Juni 2019 Jam 08.00 WIB

Ibadah raya GSJA Sword 07-07-2019 Pdt. David Djaja

Ibadah pria & wanita GSJA Sword 04-07-2019

Seminar GSJA Sword 21-07-2019 Pdt. Gani Wiyono


Ibadah Pasutri GSJA Sword 15 Agustus 2019

Ibadah Raya GSJA Sword 18 Agustus 2019








| Selasa, September 17, 2019 |

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Matius 25:21 "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Sesunggguhnya kita tidak pernah memiliki apapun selama waktu kita yang singkat di bumi ini. Allah hanya meminjamkannya kepada kita untuk sementara. Alkitab mengatakan, "Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (Mazmur 24: 1).

Pekerjaan pertama yang Allah berikan kepada manusia ialah mengelola dan mengurus "perkara-perkara" Allah di bumi. Pekerjaan ini tidak akan pernah ditiadakan sebab itu adalah bagian dari tujuan kita hari ini.

Beberapa tahun lalu, sepasang suami istri mengizinkan saya dan istri saya menggunakan rumah mereka yang indah di tepi pantai Hawaii untuk berlibur. Mereka berkata, "Pakai seperti milik Anda sendiri," dan kami pun melakukannya! Kami berenang di kolam renang mereka, makan makanan dari lemari es mereka, menggunakan handuk dan piring mereka, dan bahkan lompat-lompat di tempat tidur. Sungguh menyenangkan!

Tetapi kami tahu itu bukan milik kami, jadi kami menjaganya dengan sangat baik. Kami menikmati kenyamanan menggunakan rumah tersebut tanpa harus memilikinya. Kami bertanggungjawab menggunakan hak istimewa yang telah kami dapatkan.

Yesus seringkali menyebut kehidupan ini sebagai sebuah tanggung jawab dan menceritakan banyak perumpamaan untuk menggambarkan tanggung jawab kita terhadap Dia. Dalam perumpamaan tentang talenta, seorang pengusaha mengevaluasi pekerjaan setiap hambanya dan memberi upah mereka sesuai dengan pekerjaan mereka. Kata-Nya, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21).

Di akhir hidup Anda di bumi, Anda akan dievaluasi dan dihargai sesuai dengan seberapa baik Anda telah mengurus apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada Anda. Itu artinya semua hal yang Anda kerjakan - bahkan pekerjaan harian yang sederhana - memberikan dampak yang kekal. Jika Anda memperlakukan segala sesuatunya sebagai sebuah tanggung jawab, maka Tuhan akan menjanjikan tiga anugerah di kekekalan surga.

Pertama, Anda akan diberikan afirmasi dari Tuhan: Dia akan berkata, "Kerja bagus!" Bagus sekali! "Selanjutnya, Anda akan mendapatkan promosi dan diberikan tanggung jawab yang lebih besar di dalam kekekalan: "Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Tidak akan ada sukacita yang lebih besar selain itu, dan itu tersedia bagi setiap pelayan Allah yang setia yang mengelola harta dari-Nya.

Renungkan hal ini:
- Selain uang, apa yang telah Allah percayakan kepada Anda sehingga Ia ingin Anda menjadi pelayan yang bertanggung jawab?
- Bagaimana Anda bekerja dengan setia setiap hari dalam mengelola tanggung jawab Anda? Bagaimana Anda dapat terus tumbuh di area tersebut?
- Pernahkah Anda berpikir tentang memiliki tanggung jawab di surga? Mengapa Anda menginginkan lebih banyak tanggung jawab di kekekalan surga?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Segala sesuatu yang kita nikmati harus diperlakukan sebagai sebuah tanggung jawab yang telah Tuhan tugaskan kepada kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 17, 2019 |

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Matius 6: 32-33 "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Setiap kali kita khawatir soal uang, kita bertindak seolah-olah kita tidak percaya pada Tuhan. Itu sama saja berkata, "Itu semua bergantung pada saya." Itu sama sekali bertentangan dengan Alkitab.

Alkitab berkata bahwa Allah "diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya" (Mazmur 111: 5).

Kitab Roma juga mengatakan kepada kita bahwa Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib untuk memberi Anda keselamatan. Jika Allah saja begitu mengasihi Anda sehingga Ia rela mengutus Putra-Nya sendiri untuk mati bagi Anda, tentunya Dia pun akan mengurus semua tagihan dan hutang Anda.

Allah telah menyelesaikan masalah terbesar Anda ketika Dia menyelamatkan Anda, jadi jika dibandingkan dengan itu, maka masalah-masalah lainnya kecil bagi Dia. Intinya ini: Apakah Anda percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang Ia bilang akan Ia lakukan — bahwa Ia akan memenuhi kebutuhan Anda?

Apakah Anda bersedia meminta kepada Tuhan untuk menyediakan apa yang Anda butuhkan, ketimbang mengandalkan kekuatan finansial Anda?

Apakah Anda bersedia belajar untuk menjadi puas?

Apakah Anda bersedia memberikan perpuluhan seperti yang diperintahkan Allah dan percaya bahwa Ia akan memenuhi semua yang Anda butuhkan?

Apakah Anda bersedia hidup dengan integritas dan jujur dengan keuangan Anda?

Apakah Anda bersedia mempercayakan setiap bidang kehidupan Anda sepenuhnya kepada Yesus Kristus?

Jika Anda sungguh-sungguh ingin terbebas dari ketakutan finansial, Anda harus memilih untuk melakukan apa yang jelas-jelas Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan. Dia memberi petunjuk-Nya di dalam Firman-Nya. Kata-Nya, "Aku akan menggenapi janji-Ku, jika engkau mau taat dengan premisnya, syaratnya."

Hari ini, ambil keputusan untuk menjadi murid yang setia dalam mengatur uang dan sumber yang Anda miliki supaya Tuhan dapat memakai Anda untuk menggenapi rancangan-Nya.

Renungkan hal ini:
- Jika Anda sangat percaya Tuhan menyediakan setiap kebutuhan yang Anda perlukan, bagaimana hal itu akan mengubah cara Anda mengelola keuangan Anda dengan secara spesifik?
- Apakah Anda puas dengan apa yang Anda miliki saat ini? Mengapa atau mengapa tidak?
- Luangkan waktu untuk mengaku kepada Tuhan bahwa selama ini Anda berusaha mengendalikan uang Anda dan mengejar tujuan Anda sendiri dengan mengandalkan uang Anda. Mintalah pengampunan dan pertolongan Tuhan agar Anda semakin bertumbuh menjadi murid yang taat dan setia.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Kekhawatiran ialah tanda bahwa kita meragukan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 16, 2019 |

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kehidupan ini seringkali menghadirkan saat-saat yang sulit untuk kita terima, seperti sakit-penyakit, kehilangan pekerjaan, atau kematian teman atau anggota keluarga kita. Pil pahit itu sulit untuk kita telan, dan itu seringkali membuat kita tersedak.

Yakinlah, Tuhan selalu merancangkan sesuatu yang baik dalam hidup Anda, bahkan saat Anda tak dapat melihatnya. Untuk mampu berpegang pada pengharapan di tengah masa-masa sulit, Anda harus memahami kebenaran ini. Alkitab mengatakan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Alkitab tidak mengatakan bahwa setiap peristiwa dalam hidup Anda akan berjalan baik. Anda dan saya sama-sama tahu itu tidak benar. Tetapi ketika Anda mulai menjalankan hidup dengan baik, maka setiap bagiannya saling bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Itu sama seperti membuat kue. Anda tak suka rasa dari masing-masing bahan, tetapi ketika semua bahan tersebut disatukan, hasilnya akan terasa enak. Tuhan ingin membuat kue yang luar biasa lezat dengan hidup Anda, dan Ia ingin memakai elemen-elemen yang tidak enak dan pahit tersebut demi kebaikan Anda.

Allah juga tidak berfirman bahwa segala sesuatunya saling bekerja seperti apa yang kita mau, atau bahwa setiap cerita akan berakhir bahagia. Tidak semua kesepakatan bisnis akan berjumlah satu juta dolar. Tidak semua pasangan menikah akan hidup bahagia selamanya. Tidak semua anak akan menjadi kapten tim sepak bola.

Sebaliknya, ayat ini mengingatkan kita bahwa kita dapat benar-benar percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta membuat segala sesuatunya bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Pengharapan tidak sama dengan optimisme. Itu bukan keyakinan bahwa sesuatu yang buruk akan menjadi baik. Itu juga bukan keyakinan mutlak bahwa setiap bagian hidup Anda pada akhirnya akan menjadi masuk akal dan Anda mengerti, terlepas di mana kita akan menghabiskan kekekalan kita kelak.

Anda bahkan tak bisa membayangkan kebaikan yang Tuhan telah persiapkan untuk Anda di masa depan. Anda dapat mempercayakan permasalahan Anda di saat ini dan di masa depan kepada-Nya, sebab Dia selalu bekerja untuk kebaikan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda percaya bahwa Tuhan dapat menggunakan pengalaman buruk dalam hidup Anda untuk kebaikan? Jika demikian, bagaimana hal itu terlihat dari cara Anda berbicara dengan orang lain tentang apa yang tengah Anda alami?
- Pengalaman mana dalam hidup Anda yang membuat Anda paling sulit untuk melihat hal-hal baik yang telah Tuhan buat untuk Anda?
- Bagaimana kematian Yesus di kayu salib menjadi salah satu contoh dimana Allah bekerja mendatangkan yang baik melalui situasi yang buruk?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8


Dari sudut pandang kita, hidup ini tampak kacau. Namun sudut pandang Allah dari surga tidak sama dengan sudut pandang kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 14, 2019 |

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Roma 15:13 "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."

Di tahun 1927, sebuah kapal selam Amerika bertabrakan dengan kapal U.S Coast Guard (kapal tentara perbatasan laut Amerika) di lepas pantai Provincetown, Mass., dan mulai tenggelam. Tentara perbatasan dan Angkatan Laut Amerika mengirimkan pasukan penyelamnya untuk menaksir seberapa parah kerusakan yang ada dan mulai melakukan operasi penyelamatan. Ketika para penyelam mulai mendekati kapal selam tersebut, mereka mendengar seorang pelaut mengetuk lambung kapal menggunakan kode Morse. Dia bertanya, "Apa ada harapan?"

Itu suatu pertanyaan mendasar dalam kehidupan. Setiap hari pertanyaan ini ditanyakan oleh orang-orang yang tak terhitung jumlahnya, dalam berbagai cara: ketika duduk di ruang dokter menunggu hasil tes kesehatan, ketika sepasang suami istri melakukan konseling pernikahan selama berbulan-bulan namun tak kunjung juga membaik, ketika berada di pengadilan menunggu keputusan apakah Anda dinyatakan bangkrut atau tidak, atau ketika sebuah keluarga mendengar kabar bahwa anak mereka hilang.

Anda dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, dan delapan menit tanpa udara. Tetapi Anda tak bisa bertahan satu detikpun tanpa pengharapan sebab itu merupakan bagian penting dari kehidupan. Ketika tak ada lagi pengharapan, hidup ini pun berakhir.

Orang-orang, di mana pun mereka berada, kerap mencari harapan di tempat-tempat yang salah. Mereka mencarinya di dalam hubungan mereka, di dalam buku-buku motivasi, di dalam agama, dan di dalam pembenaran diri.

Namun hanya ada satu tempat untuk menemukan harapan sejati. Alkitab berkata bahwa harapan sejati ditemukan dengan menghadapkan wajah Anda kepada Allah, "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Roma 15:13).

Anda butuh harapan yang seperti itu. Dan itu hanya tersedia melalui hubungan Anda dengan Yesus Kristus. Ketika Anda percaya kepada-Nya, Roh Kudus bekerja di dalam Anda untuk memenuhi Anda dengan harapan yang dari Allah semata, Dia mengasihi Anda dan Dia berkarya untuk mendatangkan kebaikan untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah mengalami kesulitan untuk menyadari hadirnya Tuhan?
- Jika Anda telah menjadi pengikut Yesus, bagaimana harapan dari-Nya telah mengubah hidup Anda?
- Siapa saja orang dalam hidup Anda yang sedang berada di tengah-tengah keputusasaan dan yang sedang membutuhkan Anda untuk mengingatkan mereka atau untuk memberi tahu dimana letaknya harapan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Harapan yang dari Allah akan mengangkat Anda dari keputusasaan dan memberi Anda ruang untuk bernapas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, September 13, 2019 |

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

2 Tawarikh 20: 5-6 "Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau."

Hidup ini memiliki saat-saat dimana Anda merasa seolah berada dalam situasi yang mustahil, saat-saat ketika Anda merasa diserang dari segala arah. Itulah yang terjadi pada Raja Israel, Yosafat. Ia berdoa kepada Allah ketika menghadapi pasukan berjumlah besar yang terdiri dari tiga bangsa yang berbeda. Untuk bisa melewati masa-masa tersebut, Anda perlu mencontoh doa-doa Yosafat ini agar Anda dapat beroleh damai sejahtera.

Yosafat melakukan tiga hal dalam 2 Tawarikh 20 yang juga bisa Anda lakukan:

Fokus kembali kepada Tuhan. Meski dengan permasalahan yang menjulang di hadapan Anda, alihkan fokus perhatian Anda kepada sifat dan janji Allah. Yosafat berdoa, "Ya Tuhan, Engkau lebih besar dari semua bangsa. Engkau lebih besar dari apa pun yang akan kuhadapi."Masalah Anda mungkin tampak terlalu besar buat Anda atasi, tetapi itu tak akan pernah terlalu besar buat Tuhan. Ubah perspektif Anda dengan cara mengalihkan fokus Anda.

Ingat kesetiaan Tuhan di masa lalu. Yosafat ingat kembali segala cara yang telah Allah pakai untuk menolong bangsa Israel di masa lalu. Dengan mengingat kembali kesetiaan Tuhan di masa lalu akan membantu Anda untuk percaya pada-Nya di masa depan. Anda perlu ingat kembali saat-saat dimana Tuhan bekerja dengan begitu kuatnya di dalam hidup Anda.

Minta bantuan Tuhan. Pada intinya, Yosafat berdoa, "Masalahku tidak ada yang terlalu besar bagi-Mu, Tuhan. Engkau telah menolongku di masa lalu. Bantu aku sekali lagi, ya Tuhan!" Tuhan mengasihi Anda, dan Dia peduli dengan masalah Anda.

Doa Yosafat dibangun di atas tiga pertanyaan ini: "Apakah Engkau bukan Tuhan?" "Bukankah Engkau pernah membantu kami?" dan "Apakah Engkau tidak akan melakukannya lagi?"
Ketika Anda merasa kewalahan, Anda perlu bantuan Tuhan. Tetapi penting untuk dipahami bahwa Allah Bapa bukanlah mesin penjual otomatis yang akan memberikan apa pun yang Anda inginkan, hanya karena Anda menyetor beberapa doa. Tuhan ingin ibadah Anda terlebih dahulu. Ketika Anda fokus dan bersyukur kepada-Nya atas kasih setia-Nya, artinya Anda menyembah Dia. Kemudian, berdoalah dan minta pertolongan-Nya.

Yosafat setia dalam menyembah Allah dan dalam meminta bantuan Dia, dan Dia pun membebaskan Yosafat dari musuh-musuhnya. Allah akan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari masalah Anda akan mengubah perspektif Anda di dalam situasi sulit yang tengah Anda hadapi?
- Apa artinya berdoa dengan penuh harap? Bagaimana tiga pertanyaan tentang Tuhan di atas membantu Anda berdoa seperti ini?
- Apa respons yang sehat dan yang seturut dengan Kristus ketika Allah tidak menjawab doa-doa Anda atau ketika jawaban-Nya tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6


Buktikan komitmen Anda untuk mengutamakan Tuhan lebih dahulu lebih dari segalanya, maka Tuhan juga akan membuktikannya kuasaNya pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 12, 2019 |

Tuhan Dapat Menyediakan Melalui Keran Apapun

Ulangan 8:18 "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."

Alkitab mengajarkan bahwa Allah merupakan sumber dari sumber keuangan kita. Dialah yang menyediakan segala yang kita perlukan.

Apakah artinya itu? Itu artinya ketimbang mengandalkan pekerjaan Anda, carilah Tuhan sebagai keamanan finansial Anda. Itu artinya Anda tidak mengandalkan siapa pun, atau apa pun selain mengandalkan Tuhan untuk memenuhi segala kebutuhan Anda.

Biarkan saya mengilustrasikannya seperti ini: Ketika Anda menyalakan air, Anda tahu air itu sebenarnya tidak berasal dari keran. Air itu mengalir melalui keran. Air tersebut sesungguhnya berasal dari waduk atau sumur, dan bagaimana Anda mendapatkannya ialah melalui keran.

Sama halnya dengan Anda dan saya, pendapatan yang Tuhan ingin anugerahkan kepada Anda bisa datangnya melalui suatu pekerjaan atau melalui suatu perkara atau melalui orang lain. Tetapi, sumbernya selalu dari Tuhan.

Anda tak perlu khawatir keran mana yang akan digunakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Singkat kata, Ia seolah berkata, "Jika Aku mematikan satu keran, maka Aku dapat dengan mudah menyalakan yang lainnya. Jika engkau kehilangan satu pekerjaan, Aku dapat memberikanmu yang lain. Pekerjaanmu bukanlah sumbermu. Rekening tabunganmu bukanlah sumbermu. Akulah sumbermu."

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda memahami apa yang menyebabkan Anda tidak mempercayainya dan kemudian minta Dia untuk mengajarkan Anda untuk mulai percaya kepada-Nya. Cari tahu bagaimana Dia melakukannya. Dan ketika Anda mulai khawatir, ceritakan segala kekhawatiran Anda kepada Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda melihat Tuhan menyediakan apa yang Anda perlukan di masa lalu? "Keran-keran" apa yang Dia gunakan?
- Mengapa menjadi khawatir memperlihatkan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan?
- Dalam area apa Anda butuh Tuhan untuk membantu Anda untuk bisa berhenti khawatir dan mulai percaya pada-Nya lebih dalam lagi?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5


Kekhawatiran memperlihatkan hal-hal apa yang tidak kita percayakan kepada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, September 11, 2019 |

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Yohanes 14:27 "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Allah telah berjanji untuk memberi Anda ketenangan jiwa. Bahkan salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shalom, yang artinya, "Tuhan Damai Sejahtera." Menemukan ketenangan jiwa merupakan salah satu kebutuhan terdalam kita. Jika Allah telah menjanjikan ketenangan jiwa namun Anda tak memilikinya, mengapakah? Berikut ini tiga hal yang bisa merampas damai sejahtera Anda:

Kita kehilangan damai sejahtera ketika keadaan berada di luar kendali kita. Banyak kehidupan berada di luar kendali kita. Kita terjebak dalam kemacetan lalu-lintas dan melewatkan acara penting. Satu pasangan suami istri berusaha mati-matian – namun sayangnya tidak berhasil - untuk memiliki bayi. Seseorang kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Ketika hal-hal ini — besar atau kecil — terjadi, kita menjadi frustrasi dan kehilangan ketenangan pikiran.

Kita kehilangan damai sejahtera saat orang-orang tak dapat berubah. Cara paling cepat untuk menghilangkan ketenangan ialah dengan mencoba mengubah orang lain. Tentu tak setiap orang dapat berubah sesuai dengan kehendak Anda. Bahkan jika kita tahu itu tak akan berhasil, kita masih mencoba melakukannya! Dan itulah yang bisa menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Kita kehilangan damai sejahtera saat masalah tak dapat dijelaskan. Kita tahu hidup ini tidak adil. Banyak perkara tidak selalu berakhir indah. Dan ketika kita tidak mengerti alasannya, kita menjadi cemas, gugup, dan stres.

Menerima damai sejahtera Allah bukan berarti hidup Anda akan terbebas dari masalah. Tapi itu artinya meski ketika dunia Anda tampak berantakan, Anda akan mampu berpikir jernih dan tidur nyenyak.

Bagaimana cara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda? Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman. Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
- Keadaan-keadaan apa yang tak terkendali yang telah mencuri damai sejahtera Anda belakangan ini?
- Bagaimana Allah menggunakan masalah untuk mendekatkan kita kepada-Nya dan membantu kita bertumbuh secara spiritual?
- Apa dampak dari memiliki hidup yang damai?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4


Fokuslah pada kebaikan-Nya dan damai sejahtera yang melampaui pemahaman Anda akan memenuhi hati dan pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 10, 2019 |
Back to Top