Ibadah Raya 30 Juni 2019

Ibadah Raya Pagi 30 Juni 2019 Jam 08.00 WIB, Firman oleh : Pdt. David Djaja

Workshop 3 Augustus 2019

Heart of Worship, 3 Augustus 2019 Jam 17.00 WIB, oleh : Franky Kuncoro

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah dewasa muda diadakan setiap sabtu malam jam 19.00 WIB

Ibadah Youth

Ibadah youth diadakan setiap hari minggu siang jam 11.00 WIB


GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggunya
Ibadah Raya
  • Setiap : Minggu Pagi
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi di 021-5676xx
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang & Ketua Departemen

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Dua Cara Untuk Menangani Ketakutan

1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

Setiap orang memiliki rasa takut. Masalahnya adalah bukan karena Anda takut, melainkan apa yang Anda lakukan dengan rasa takut itu. 

Yesus memberi tahu kita dalam Yohanes 8:32, "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Saya bisa berbagi dengan Anda setidaknya selusin cara untuk mengatasi rasa takut menurut Alkitab, tetapi untuk memulainya saya akan berbagi dua di antaranya.

1. Latih merasakan kehadiran Yesus. Buatlah kebiasaan untuk mengingatkan diri sendiri setiap saat setiap hari, "Tuhan bersamaku." Latihlah untuk berbicara dengan-Nya sepanjang waktu — ketika Anda berjalan di jalanan, di mobil, atau bahkan ketika mandi. Ketika Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa Dia selalu bersama Anda. Anda tidak perlu meluangkan waktu yang lama dengan Tuhan, sebab seluruh waktu Anda bisa menjadi "waktu Tuhan." Ketika Anda senantiasa merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup Anda, maka rasa takut itu akan hilang.

Allah adalah kasih, dan Alkitab mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih" (1 Yohanes 4:18). Semakin Anda merasa dikasihi oleh Tuhan, semakin Anda tidak takut.

2. Lawan rasa takut. Anda tidak bisa lari, mempelajari, atau malah ada di bawah ketakutan. Anda harus langsung menghadapinya. Anda harus melakukan apa yang paling Anda takuti. Itu disebut iman. Anda harus membuka lemari ketakutan Anda dan melihat sendiri bahwa apa yang Anda takutkan itu tidak sebesar yang Anda kira.

Rasa takut selalu lebih buruk daripada kenyataan. Ketakutan akan kegagalan lebih buruk daripada kegagalan. Kegagalan bukanlah masalah besar. Anda hanya perlu berdiri dan mulai lagi dari awal. Ketakutan akan penolakan lebih buruk daripada penolakan. Ketakutan akan rasa malu lebih buruk daripada rasa malu. Mengapa? Karena ketakutan itu berlangsung berjam-jam, berhari-hari, bahkan bertahun-tahun. Ketakutan adalah tanda-tanda palsu yang kelihatannya nyata. Ketakutan adalah tipuan. 

Solusi di atas bukan hanya akan membantu Anda mengatasi rasa takut. Anda juga dapat mengaplikasikannya untuk membantu orang lain juga. Anda mungkin kenal orang-orang yang tengah bergumul dengan rasa takut di beberapa area kehidupan mereka. Berikan prinsip-prinsip ini kepada mereka.

Renungkan hal ini: 
- Apa saja ketakutan yang menghantui Anda selama ini?
- Manakah dari dua strategi di atas yang perlu Anda terapkan minggu ini?
- Pikirkan seseorang dalam hidup Anda yang tengah menghadapi rasa takut — bagaimana Anda bisa berbagi renungan ini kepada orang tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 5-7; Kisah Para Rasul 8:1-25


Ketika Tuhan dekat, ketakutan Anda lenyap. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juni 26, 2019 |

Yesus Datang Untuk Membantu Orang Yang Terluka

Lukas 4: 18-19 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 

Jika Anda membaca Injil, Anda pasti tidak luput melihat betapa Yesus peduli dengan orang-orang yang terluka. 

Lihat saja bagaimana Dia berkhotbah. Dia selalu memulainya dengan luka - kemiskinan, kebutaan, penindasan, dan jeratan. Anda bisa berkata banyak tentang seorang pendeta dari cara ia membahas tentang luka dan rasa sakit. 

Yesus membahas hal ini tanpa terus-menerus. Mengapa? Karena Dia datang untuk berbagi Kabar Baik kepada mereka yang terluka.

Ketika orang-orang mencari Yesus, mereka selalu datang karena satu dari tiga alasan berikut ini: karena suatu permohonan, luka, atau pertanyaan. Yesus tidak memarahi mereka. Dia tidak pernah menyuruh mereka datang dengan alasan atau ajaran yang benar. Dia hanya memberikan apa yang mereka butuhan. 

Bahkan, Ia mendeklarasikan alasan Ia datang ke dunia pada khotbah pertama-Nya ketika Ia mulai pelayanan publik-Nya. "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" (Lukas 4: 18-19).

Perhatikan baris terakhir pada ayat-ayat tersebut: "untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Sangat penting bagi kita untuk memahami hati Tuhan terhadap orang-orang yang terluka. Ketika Allah menciptakan bangsa Israel, Ia juga telah menyiapkan "tahun rahmat Tuhan," yang juga disebut "Tahun Yobel."

Itu tahun ketika setiap hutang akan diputihkan, setiap tahanan akan dilepaskan, setiap budak akan dibebaskan, dan semua tanah yang telah dijual 50 tahun sebelumnya akan dikembalikan kepada pemilik aslinya.

Tapi ini yang menarik tentang Tahun Yobel. Di sepanjang sejarah Israel, bangsa Israel tidak pernah melaksanakannya- tidak sekalipun.

Dikatakan dalam kitab Yeremia, Allah yang murka menyatakan bahwa Ia mengirimkan seluruh bangsa Israel ke dalam pembuangan karena mereka tidak mematuhi apa yang harus dilakukan di Tahun Yobel. Selama masa pembuangan, Yesaya menuliskan nubuat ini yang kemudian menjadi bagian dari khotbah Yesus yang pertama. 

Maka ketika Yesus membaca nubuat Yesaya ini di sinagoga di kampungnya, Nazaret, Ia dengan berani menyatakan hal ini: "Akulah Hari Yobel. Semua dosa dan hutang setiap orang telah dihapuskan."

Yesus datang untuk membantu orang-orang yang terluka – mereka yang terlilit hutang, dalam perbudakan dosa, dipenjara, atau bahkan ketiganya. 

Orang-orang yang terluka yang Allah sembuhkan 2.000 tahun lalu juga masih ada di sini sampai sekarang. Dan Yesus ingin kita melayani mereka.

Yesus berkata, "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yohanes 13:15).

Apakah Anda mengikuti teladan Yesus dengan membantu mereka yang terluka?

Renungkan hal ini: 

- Bagaimana dengan mengetahui latar belakang Tahun Yobel memengaruhi pemahaman Anda tentang Lukas 4: 18-19?
- Menurut Anda apa tujuan Yesus menyampaikan khotbah pertama-Nya tentang betapa Dia peduli dengan orang-orang yang terluka? 
- Bagaimana Anda bisa membantu orang-orang yang terluka dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 3-4; Kisah Para Rasul 7:44-60


Apakah Anda sedang atau pernah terluka? Yesus ada untuk Anda, apakah Anda juga ada untuk orang lain yang sedang terluka?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Selasa, Juni 25, 2019 |

Ketika Anak Allah Memerdekaan Anda

Yohanes 8:36 "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." 

Tuhan peduli dengan orang-orang yang berada di penjara di seluruh dunia ini. Itulah sebabnya kami di gereja Saddleback berupaya membantu melalui Celebrate Recovery (Merayakan Pemulihan)- sebuah pelayanan pemulihan yang berlandaskan pada Kristus – kepada penjara-penjara di seluruh dunia. Kami telah melihat bagaimana Tuhan berkarya dengan luar biasa di dalam hati para tahanan selama 15 tahun terakhir ini.

Tuhan peduli dengan para tahanan, dan demikian juga kita seharusnya. 

Tetapi saat Yesus berkata dalam Lukas 4:18 bahwa Ia datang "untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku," Dia tidak hanya berbicara tentang penjara fisik. Dia berbicara tentang apa pun itu yang menghambat kita untuk menjadi seperti kehendak-Nya. 

Apa sajakah penjara itu?
- Kecanduan dan Ketergantungan: Ketika Anda berkata, "Saya seperti terjebak," Anda sedang berbicara tentang suatu penjara dalam hidup Anda. Mungkin Anda terpenjara oleh suatu zat, seseorang, acara, atau pornografi. Anda ingin berubah, tetapi Anda tidak bisa.
- Rahasia: Entah itu berupa rahasia keluarga atau rahasia pribadi yang tidak bisa Anda ceritakan kepada siapa pun, itu mengurung Anda di dalam penjara yang Anda ciptakan sendiri. Anda menyimpan itu semua di dalam diri Anda.
- Kebodohan: Setengah dari populasi manusia di dunia ini tidak bisa baca tulis. Karena tidak memiliki pendidikan yang layak, mereka terjebak dalam kemiskinan. Bahkan bila seandainya orang di seluruh dunia ini memiliki akses pada Internet, tetap saja orang-orang ini terkurung tanpa bisa baca tulis. 
- Ketakutan: Nah, ini yang jadi masalah besar. Ketakutan menghambat kita untuk menggunakan potensi terbesar kita. Saat kita takut untuk mencoba sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita membatasi Tuhan dan diri kita sendiri.

Yesus datang untuk membebaskan kita dari penjara-penjara tersebut — terlepas dari mengapa, bagaimana atau di mana pun kita terpenjara. 

Ketahuilah hal ini dengan pasti: Yesus peduli dengan Anda. Dia ingin memerdekakan Anda. 

Dan Dia punya kabar luar biasa untuk Anda. Yesus berkata, "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka" (Yohanes 8:36).

Kemerdekaan semacam itulah yang Tuhan tawarkan kepada Anda saat ini. 

Setiap hari di sepanjang hidup Anda, hanya ada satu yang sedang terjadi dalam hidup Anda; entah Anda sedang tumbuh di dalam kemerdekaan atau malah tumbuh di dalam jeratan. Hidup Anda tidak akan pernah statis. Hidup Anda akan semakin terbuka, atau malah semakin sempit.

Di zaman ini Anda akan mendengar para ahli hukum, perfeksionis, atau para penyesat yang ingin mengambil kemerdekaan Anda. Namun Anda bisa memilih untuk mendengarkan Yesus, karena Ia akan menjadikan Anda "benar-benar merdeka." 

Siapakah yang akan Anda dengarkan?

Renungkan hal ini: 
- Manakah dari penjara yang disebutkan dalam renungan hari ini yang paling sulit bagi Anda untuk lepaskan jeratnya? Mengapa?
- Bagaimana selama ini orang-orang dalam hidup Anda mencoba mengambil kemerdekaan yang telah diberikan Yesus kepada Anda?
- Menurut Anda apa artinya "benar-benar merdeka"? Apakah ada area dalam kehidupan Anda di mana Anda pernah mengalami kemerdekaan yang semacam itu?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 1-2; Kisah Para Rasul 7:22-43


Tuhan adalah satu - satunya sumber kemerdekaan yang sempurna. Hanya Yesus yang mempu memederkakan Anda dari dosa dan rasa bersalah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 24, 2019 |

Ibadah Sore 23 Juni 2019 Jam 17.00 WIB

Ibadah Sore 23 Juni 2019 Jam 17.00 WIB

| Minggu, Juni 23, 2019 |

Ibadah Pagi 23 Juni 2019 Jam 08.00 WIB

Ibadah Pagi 23 Juni 2019 Jam 08.00 WIB

| Minggu, Juni 23, 2019 |

Yesus Datang Bagi Orang Yang Patah Hati

Lukas 4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku."

Apakah ada yang tahu asal-usul frasa "patah hati"?

Itu berasal dari Alkitab dan sudah dipakai ratusan tahun lamanya. Dalam Mazmur 69:20, Daud menulis, "Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati."

Daud menulis mazmur ini berabad-abad lalu, namun para dokter mengatakan itu sebuah gangguan kesehatan. Ketika Anda menghadapi satu peristiwa traumatis, otak Anda akan melepaskan zat kimia untuk mengatasinya, dan beberapa zat kimia itu sebenarnya melemahkan jaringan jantung. Inilah yang disebut sindrom patah hati.

Apa yang menyebabkan patah hati? Berikut ini beberapa diantaranya:
- Kita kecewa karena banyak yang tidak berjalan sesuai rencana kita.
- Kita ditolak oleh seseorang yang kita cintai atau seseorang yang kita pikir mencintai kita. 
- Kita benci orang lain karena kita masih menyimpan luka masa lalu kita. 

Tapi ada satu kabar baik. Apa pun yang jadi penyebab patah hati Anda atau bagaimana Anda mendapatkannya; Yesus dapat membantu Anda. Bahkan, dalam khotbah-Nya yang pertama, Yesus mengatakan itulah salah satu alasan Dia datang ke dunia. 

Entah apakah Anda pernah berkecil hati oleh kekecewaan, penolakan, atau kebencian, Yesus telah datang untuk menyembuhkan hati Anda.

Yesus berkata tentang Allah Bapa, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku" (Lukas 4:18).

Apabila Anda terluka, ketahuilah Tuhan ingin menolong Anda. Alkitab berkata dalam Mazmur 147: 3, "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;"

Renungkan hal ini: 
- Ketika Anda merenungkan tiga penyebab patah hati yang disebutkan dalam renungan hari ini, mana yang paling bisa membuat Anda patah hati— mengapa?
- Bagaimana Anda memandang kebenaran bahwa Tuhan menyembuhkan mereka yang hatinya terluka? 
- Apa sajakah cara yang Tuhan pakai untuk memakai Anda membantu orang lain untuk sembuh dari patah hati?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21


Anda tak akan pernah lebih dekat dengan Tuhan selain ketika Anda terluka. Dia ada di sana untuk membantu Anda. 
Apakah Anda mengizinkan-Nya?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 23, 2019 |

Isi Ulang Iman Anda

Ratapan 3: 22-24 "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya."

Kelelahan emosional bukanlah hal baru. Itu juga bukan sesuatu yang asing di dalam Alkitab. Baca saja kitab Ratapan.

Ketika Yeremia menulis kitab ini, Yerusalem telah ditaklukan oleh Babel. Orang Israel berada dibuang ke Babel. Bahkan Bait Allah pun telah dihancurkan. 

Yeremia lelah secara emosional, dan di sepanjang kitab Yeremia dikatakan bahwa ia melepaskan rasa frustrasinya dan mencurahkan emosinya kepada Tuhan. Namun di tengah-tengah keluhannya, ia memfokuskan dirinya kembali pada Tuhan. Dia menulis, "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:" (Ratapan 3:21).

Apa yang membuat Yeremia tidak hilang pengharapan selama masa yang teramat sulit itu? Ini jawabnya: 

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya" (Ratapan 3: 22-24)

Yeremia fokus kembali pada lima kebenaran tentang Allah yang membantu dia mengisi ulang imannya di tengah-tengah kelelahannya.

Dia ingat:
- Kasih Tuhan yang teguh
- Belas kasih Tuhan yang tak berkesudahan
- Kesetiaan Tuhan yang luar biasa
- Tuhan itu selalu baik
- Tuhan adalah pengharapan yang sejati

Ketika hidup ini membebani Anda, jangan fokus pada masalah Anda. 

Ingatlah lima kebenaran tentang karakter Allah di atas. Itu semacam bahan bakar yang Anda butuhkan untuk mengisi ulang iman Anda. Beda dengan cokelat, lima kebenaran ini tidak akan membuat kadar gula Anda naik, atau membuat Anda gemuk, apalagi membuat Anda tambah depresi. 

Bangun hidup Anda berlandaskan sifat-sifat Allah tersebut dan Anda akan siap menghadapi kesukaran apa pun yang datang menghadang.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana respon Anda terhadap sebuah bencana seperti yang dihadapi oleh Yeremia, di mana kota kelahirannya dihancurkan dan warganya dibuang dalam perbudakan?
- Ketika Anda merasa letih secara emosional, kebenaran manakah tentang sifat Allah dalam renungan kita hari ini yang memberi dampak terbesar pada kebahagiaan Anda? Mengapa?
- Apabila Anda merasa kelelahan, apa saja cara yang dapat Anda gunakan untuk bisa ingat untuk fokus kembali pada Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 6-8; Kisah Para Rasul 6


Jangan menyerah pada keputusasaan. Fokuskan perhatian Anda pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 22, 2019 |

Obat Tuhan Untuk Kelelahan Emosional Anda

Mazmur 23: 2 "Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;"

Kemarin saya berbagi dengan Anda 10 tanda-tanda bahwa Anda lelah secara emosional. Itu semua berasal dari pengalaman Elia, salah satu nabi besar di Perjanjian Lama.

Jadi, apa yang Anda harus lakukan ketika Anda menyadari bahwa Anda lelah secara emosional?

Ketika Elia mengalaminya, Allah menuntunnya untuk melakukan tiga hal yang membantunya untuk pulih— dan itu juga ditujukan buat Anda ketika Anda merasa berada di jalan buntu. 

1. Istirahatkan tubuh Anda. Di dalam mazmur yang paling terkenal, Alkitab mengatakan bahwa Allah, "Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;" (Mazmur 23: 2). Kadang Tuhan harus membuat Anda berbaring sebab Anda tidak mau melakukannya dengan kemauan sendiri. Anda tidak bisa menjadi kuat secara rohani dan emosional saat fisik Anda terkuras. 

Itulah yang terjadi pada Elia. Allah tidak memarahi Elia. Dia tidak berkata, "Ayolah, kau hanya kasihan pada dirimu sendiri." Sebaliknya, Allah membiarkan Elia tidur. Alkitab berkata tentang Elia dalam 1 Raja-raja 19: 5 a, "Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu." 

Terkadang hal paling spiritual yang dapat Anda lakukan saat Anda lelah secara emosional yaitu tidur siang.

2. Lepaskan rasa frustrasi Anda. Mengungkapkan perasaan Anda ialah awal dari penyembuhan. Dalam 1 Raja-raja 19:10, Elia mengatakan hal ini kepada Allah: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Elia tidak menutup-nutupi emosinya. Dia tidak menyaring apa yang ia rasakan. Dia memberi tahu Tuhan segala rasa frustrasinya.

Ini poin yang tidak boleh Anda lewatkan tentang ayat ini. Allah tidak kaget ketika Anda mengeluh kepada-Nya. Dia akan mendengarkan Anda sampai Anda kehabisan kata-kata. Keluarkan semua perasaan Anda. Allah mengerti setiap hal yang Anda utarakan pada-Nya. 

3. Ingat dan fokus kembali pada Tuhan. Ketika fisik dan emosi Anda kelelahan, Anda harus senantiasa ingat apa yang telah Allah katakan dan siapa Dia. Ketika kita melakukan itu, kita mengalihkan pandangan kita dari masalah kita kepada Yesus. Kita mendapatkan satu pemahaman baru tentang kuasa Tuhan, kehadiran Tuhan, serta karakter Tuhan. Kita harus memusatkan perhatian kita pada Tuhan serta kuasa-Nya ketimbang fokus pada masalah kita.

Dalam 1 Raja-raja 19: 11-13, Allah memperlihatkan kuasa-Nya secara langsung kepada Elia. Allah menunjukkan kepada Elia siapa yang memegang kendali. Ketika Anda bergumul dengan kelelahan, sering kali itu karena Anda mencoba menjadi Tuhan atas diri Anda dan berusaha mengendalikan segalanya. Ketika Anda memfokuskan kembali pandangan Anda pada Tuhan, Anda akan menyadari bahwa Ia tetap memegang kendali. Jadi, berhentilah memberikan kendali pada diri Anda sendiri. 

Renungkan hal ini: 
- Jika Anda ingat kembali masa-masa keletihan emosional dalam hidup Anda, bagaimana Anda bisa melewatinya?
- Mengapa Anda sulit beristirahat ketika bergumul dengan kelelahan emosional Anda?
- Ketika menghadapi kelelahan rohani, tidak hanya penting untuk mengungkapkan perasaan Anda kepada Tuhan, tapi Anda juga perlu mengungkapkannya kepada orang lain. Kepada siapa dalam hidup Anda dimana Anda dapat dengan aman mengungkapkan segala yang Anda rasakan? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 3-5; Kisah Para Rasul 5:22-42


Apabila Anda merasa lelah secara fisik dan emosi, Tuhan tidak melupakan Anda. Seperti yang Tuhan lakukan pada Elia, Tuhan siap dan mau membantu Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 21, 2019 |

10 Tanda Anda Mengalami Kelelahan Emosional

1 Raja-raja 19: 3-4 "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." 

Setiap orang melewati masa-masa sulit ketika tangki rohani mereka kosong— bahkan para pahlawan Alkitab yang hebat sekalipun. 

Coba lihat pengalaman Elia, salah satu nabi paling penting dalam sejarah Israel. Setelah sukses dengan pelayanannya- ia menantang nabi-nabi Baal dan menang dengan kuasa Allah- ia kemudian mendapat ancaman pembunuhan dari sang ratu dan mulai merasa berkecil hati karena ia telah letih secara emosional.

1 Raja-raja 19: 3-4 menggambarkan apa yang Elia lakukan selanjutnya.

"Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

Pengalaman Elia memberi kita 10 indikasi kelelahan emosional. Buka mata Anda akan tanda-tanda berikut dalam kehidupan Anda sendiri serta kehidupan orang-orang di sekitar Anda.

Berikut 10 tanda kelelahan emosional dari bagian kehidupan Elia ini.
- Ketakutan merangkak masuk ke dalam hidup Anda.
- Anda mendapati diri Anda melarikan diri dari berbagai situasi
- Anda menarik diri Anda dari berhubungan dengan orang lain. 
- Anda membuat keputusan bodoh secara impulsif.
- Anda memaksakan diri Anda melebihi batasan fisik Anda.
- Yang Anda kerjakan kelihatan sia-sia.
- Anda mengeluh ingin berhenti dan menyerah.
- Anda merasa terisolasi dan diserang. 
- Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain dan merasa kasihan pada diri Anda. 
- Anda berpikir kematian akan memberi kelegaan.

Jika Anda melihat beberapa dari ciri-ciri ini di dalam hidup Anda saat ini, kemungkinan besar Anda letih secara emosional atau merasa kelelahan. Bahkan mungkin juga Anda depresi.

Renungkan hal ini: 
- Jelaskan beberapa momen dalam hidup Anda ketika Anda merasa lelah secara emosional. Bagaimana Anda mencoba menyelesaikan masalah tersebut?
- Ketika Anda melihat tanda-tanda dalam renungan kita hari ini, mana saja yang Anda pergumulkan setiap harinya?
- Siapa saja orang dalam hidup Anda yang mungkin perlu membaca renungan hari ini? Bagaimana Anda bisa berbagi renungan hari ini minggu ini? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 1-2; Kisah Para Rasul 5:1-21


Selalu ada pengharapan dan jalan keluar dalam Tuhan. Jangan putus asa, tetaplah percaya. Tuhan kita adalah Tuhan yang sama dulu, sekarang dan selamanya 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Juni 20, 2019 |

Bersandarlah Pada Janji Allah Ketika Masalah Datang

Yosua 21:45 "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi."

Ketika kita mengalami kesulitan, kita cenderung fokus pada apa yang salah. Kita melihat rekening bank yang kita miliki. Kita mengawasi orang-orang yang ada di hidup kita. Kita lebih fokus pada apa yang bisa kita andalkan. 

Allah berfirman bahwa ketika segalanya dalam hidup kita hancur berantakan, kita harus senantiasa ingat bahwa janji-janji-Nya dapat kita pegang.

Alkitab memberi tahu kita, "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi" (Yosua 21:45).

Itulah yang dikatakan Paulus kepada rekan-rekan tahanannya ketika kapal yang membawa mereka ke Roma dihantam badai dalam Kisah Para Rasul 27. Semuanya kebingungan. Tetapi Tuhan memberi tahu Paulus bahwa mereka semua akan aman. Paulus percaya pada Allah dan memberi tahu yang lain, "Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku" (Kisah Para Rasul 27:25).

Paulus tidak mengandalkan kapal itu atau si kapten kapal. Ia mengandalkan Tuhan. 

Kapal itu tidak akan bertahan selamanya di tengah laut. Paulus paham benar itu, tetapi Dia tahu janji-janji Allah akan tetap ada untuk selamanya. 

Apakah Anda tengah mencoba bersandar pada sebuah sekoci kecil yang rapuh? Mungkin sekoci itu adalah kepribadian Anda yang cemerlang. Anda percaya bahwa Anda bisa melewati apa pun karena kepribadian Anda yang positif, yang bersinar. Mungkin sekoci itu adalah penampilan Anda. Itu selalu jadi kunci kesuksesan Anda. Anda menganggap bisa bersandar pada penampilan Anda ketika masalah menimpa. Mungkin itu berupa uang Anda. Anda berpikir semua masalah bisa diselesaikan dengan uang. 

Namun semua sekoci kecil itu suatu hari akan hancur. Satu-satunya tempat aman untuk berlindung di tengah badai tepat berada pada kehendak Allah.

Tanya saja pada Paulus.

Kisah Para Rasul 27 diakhiri dengan sebuah keselamatan yang luar biasa — Alkitab mengatakan, "demikianlah mereka semua selamat naik ke darat" (Kisah Para Rasul 27:45).

Janji-janji Allah ditepati — semua orang di dalam kapal itu selamat.

Ketika Anda bersandar pada janji-janji Allah selama badai menghadang, Anda tidak akan menjadi satu-satunya orang yang Ia tolong. 

Tuhan akan menyelamatkan seluruh isi kapal Anda!

Renungkan hal ini: 
- Apa janji-janji Allah yang paling berarti buat Anda selama masa-masa sulit?
- "Sekoci" kecil apa yang selama ini Anda andalkan dalam hidup Anda?
- Pikirkan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa menghapal janji-janji Allah sehingga Anda siap untuk mengingatnya ketika badai penderitaan menimpa hidup Anda. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 12-13; Kisah Para Rasul 4:23-37


Ketika Anda tidak bisa mengandalkan yang lain, Anda bisa mengandalkan janji-janji Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juni 19, 2019 |

Kehadiran Tuhan: Jangkar Anda Dalam Mengarungi Badai Apapun

Mazmur 23: 4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Tidak ada seorangpun yang menjalani kehidupan ini tanpa kesulitan. Kita semua akan menghadapi badai itu. 

Tapi yang jadi masalah yaitu bagaimana kita meresponnya. Apa yang terjadi berikutnya? Apakah kesulitan itu akan mendominasi Anda? Apakah Anda akan berhenti berusaha dan menyerah?

Apabila kita tidak berhati-hati, kesulitan itu akan menuntun kita mengambil keputusan-keputusan yang salah ini:
- Menyimpang dari tujuan kita. Kita mendengar suara kecil di dalam diri kita yang bertanya, "Apa gunanya berusaha?" Kemudian kita berhenti memperjuangkan apa yang sudah jelas Tuhan mau kita lakukan. 
- Membuang apa yang kita hargai. Terkadang setelah melewati rasa sakit yang hebat, prioritas-prioritas kita berubah - kita melepaskan apa yang dulu amat berarti buat kita.
- Putus asa dengan masa depan kita. Kita pikir kita sudah hancur, sudah tamat, dan segalanya sudah berakhir.

Sebagai seorang pendeta yang telah melayani lebih dari 40 tahun, saya melihat banyak orang menanggapi masa sulit dengan salah satu dari tiga respon di atas. Saya mendapati bahwa ujian iman yang sejati bukanlah seberapa tinggi Anda melompat ketika bernyanyi memuji Tuhan, tetapi seberapa lurus Anda berjalan ketika Anda melewati lembah penderitaan. 

Anda pasti akan hanyut terbawa badai jika tanpa jangkar yang tepat. Dan hanya ada satu jangkar yang mampu melakukannya.

Salah satu perikop Alkitab yang paling terkenal berbunyi: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku" (Mazmur 23: 4).

Kehadiran Tuhan merupakan jangkar terhebat dalam situasi apa pun.

Ketika Anda merasa putus asa, ingatlah bahwa Tuhan tak akan pernah meninggalkan Anda. Jadikan Dia sebagai jangkar yang teguh. Seberapapun gelapnya lembah Anda, Anda tak akan pernah menjadi sedekat itu dengan Tuhan jika hari-hari sulit tidak pernah datang. 

Ketika saya memberitahu hal ini kepada orang-orang yang tengah bergumul, mereka kerap berkata kepada saya: "Tapi saya tidak merasakan kehadiran-Nya sekarang."

Namun itu benar-benar tak ada hubungannya dengan perasaan Anda. Alkitab mengatakan bahwa Allah menyertai Anda dalam lembah kekelaman. Itu fakta - baik Anda percaya itu atau tidak.

Alkitab memberi tahu kita, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 8: 38-39).

Kebenaran itu memberikan ketenangan di dalam badai apa pun.

Renungkan hal ini: 
- Kesukaran apa saja dalam hidup Anda yang membuat Anda meragukan kehadiran Allah?
- Ketika Anda melihat bagaimana ketiga respon di atas bisa membuat kita kehilangan arah, mana dari ketiganya yang pernah Anda alami? Bagaimana dampaknya kepada Anda?
- Bagaimana dengan mengenali kehadiran Allah di tengah-tengah kesulitan Anda membantu Anda melewati masa-masa sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-22


Apa pun yang tengah Anda alami, Allah dan kasih-Nya ada di sana beserta Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 18, 2019 |

Kesukaran Tidak Dapat Menghalangi Tujuan Tuhan

Kisah Para Rasul 27:24 "Dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau."

Terkadang kesulitan muncul akibat dari tindakan atau pilihan Anda sendiri. Anda membuat kesalahan. Anda melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain. Anda tidak taat pada Tuhan. 

Dan sekarang Anda menghadapi badai bencana karenanya.

Tetapi sering kali, badai yang kita hadapi dalam hidup bukan karena sesuatu yang kita perbuat, melainkan karena keputusan buruk orang lain — atau bahkan karena dosa mereka.

Kisah Para Rasul 27 memberi kita satu contoh dramatis tentang penderitaan dikarenakan keputusan dari orang lain. Paulus diadili atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Dia seorang warga negara Romawi, maka dia punya kesempatan untuk naik banding ke Kaisar atas kasus pelanggaran berat yang dituduhkan kepadanya. 

Dalam perjalanannya ke Roma dengan kapal tahanan, Paulus memberi tahu tahanan lainnya dan perwira Kaisar bahwa bencana akan segera datang. Tetapi tidak ada yang mendengarkan dia, dan benar saja, tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya mereka menghantam badai yang mengerikan. Tetapi itu bukan berarti badai menghalangi tujuan Allah untuk Paulus — dan badai pun juga tak akan mengalihkan rancangan Allah atas Anda.

Rancangan Allah buat hidup Anda lebih besar dibanding kesulitan yang pernah Anda alami. Satu malaikat memberi tahu Paulus hal ini dalam Kisah Para Rasul 27:24: "Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau." Terlepas dari kesukaran yang ia hadapi, malaikat itu memberi tahu Paulus bahwa suatu hari ia akan berdiri di hadapan Kaisar dan bersaksi tentang imannya. Rencana Tuhan tak akan pernah digagalkan oleh apapun. 

Tuhan tidak butuh rencana B atas hidup Anda. Ketika kita terbentur oleh kesulitan—baik itu karena kesalahan Anda sendiri atau orang lain — bukan berarti Tuhan tidak menolong Anda di sepanjang hidup Anda. Ketika bencana melanda, itu adalah bagian dari rancangan besar Allah. 

Ketika keputusan orang lain menjungkirbalikkan hidup Anda, Dia akan menggunakannya untuk kemuliaan-Nya. Ketika kesalahan orang lain menempatkan Anda ke dalam situasi sulit, Tuhan tetap akan menolong Anda. 

Ketika Anda merasa seolah-olah telah kehilangan segalanya, Tuhan melakukan yang luar biasa melalui Anda, sehingga Anda dapat melakukan yang mustahil.

Renungkan hal ini: 
- Apa pengalaman di dalam hidup Anda ketika seseorang mengakibatkan kesukaran buat Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah telah berhasil mengerjakan rancangan-Nya di tengah badai hidup Anda?
- Mengapa terkadang sulit bagi kita untuk memahami bagaimana Allah bekerja di masa-masa sulit kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3


Anda tidak dapat menghalangi rancangan Tuhan. Tak akan ada yang bisa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 17, 2019 |

Ibadah Raya 16 Juni 2019 Jam 08.00 WIB

gsja sword

| Minggu, Juni 16, 2019 | ,

Saat Kesukaran Datang, Jangan Pahit Hati - Lihat Rancangan Besar Allah

Ayub 1:21 "Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 

Ketika menghadapi kesukaran, tidak masalah memberi tahu Tuhan bahwa Anda marah, sedih, atau depresi. Tidak masalah mencurahkan semua emosi Anda kepada Tuhan.

Jangan menjadi pahit hati. 

Kepahitan itu seperti seakan mengatakan bahwa Anda tidak percaya pada Tuhan ketika masalah datang. 

Ayub memikul semua jenis masalah. Dia kehilangan keluarga, harta kekayaan, dan kesehatannya. Tapi alih-alih menjadi pahit, dia memilih untuk tetap fokus pada gambaran besarnya, rancangan besar Allah. 

Ayub berkata, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21). Ayub paham benar bahwa Allah tetap memegang kendali meski segala sesuatunya tampak hancur berkeping-keping. 

Saya ada ketika ketiga anak saya lahir. Mereka tidak datang ke dunia ini membawa apa pun. Mereka tidak membawa mainan, portofolio, pakaian, atau tas. Saya telah telah berkotbah di banyak pemakaman, tidak akan ada truk yang akan mengantarkan harta kekayaan Anda ke liang kubur Anda.

Anda datang tanpa membawa apapun. Anda pergi tanpa membawa apapun.

Ketika kesukaran datang menghampiri Anda — tentunya akan datang kepada siapa pun— Anda harus selalu fokus pada rancangan besar Allah atas Anda. Banyak hal akan berubah dalam hidup Anda. Iman Anda akan diuji dan dicobai. 

Seperti halnya Ayub, Tuhan tidak pernah menjanjikan kita kehidupan yang sempurna. Anda pun tak akan pernah mendapatkan penjelasan dari Tuhan ketika kesulitan datang. Namun, Anda bisa memilih untuk tetap percaya kepada-Nya. Apa pun kegagalan atau kesulitan yang Anda hadapi, percayalah bahwa:
- Tuhan tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda. 
- Tuhan punya rencana atas hidup Anda.
- Tuhan memperhatikan setiap detail hidup Anda.
- Tuhan mengendalikan segala sesuatunya, bahkan ketika Anda tidak memahaminya. 
- Tuhan melindungi Anda.

Terlepas dari apapun kesulitan Anda, itulah gambaran besar tentang hidup Anda. Anda dapat mendasarkan hidup Anda pada lima kebenaran di atas. 

Anda tidak akan merasa kesal jika tetap melihat rancangan besar Allah seperti itu. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda bergumul melawan kepahitan Anda ketika Anda dihadapkan pada kesulitan?
- Bagaimana dengan memahami rancangan besar tentang hidup Anda mengubah cara Anda melihat penderitaan Anda? 
- Kepada siapa Anda dapat berbagi pesan renungan ini di minggu ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Kepahitan itu bagaikan racun yang akan menghancurkan hidup Anda apabila Anda membiarkannya tinggal di dalam Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 16, 2019 |

Mengapa Anda Butuh Orang Lain di Masa-Masa Sulit?

Filipi 1:19 "Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Ketika kita mengalami keterpurukan, respon kita yang paling lazim ialah yang paling buruk: Kita ingin menarik diri, kita ingin membangun tembok di sekeliling kita, kita ingin mendorong orang lain menjauh. 

Tetapi itu salah. Itu seharusnya jadi hal terakhir yang kita lakukan. 

Ketika keterpurukan membuat iman Anda lemah, Anda butuh orang lain yang tetap percaya kepada Tuhan untuk Anda. Anda membutuhkan keluarga seiman untuk membantu menyokong Anda. 

Ayub kehilangan keluarganya, hartanya dan kesehatannya, sungguh suatu keterpurukan yang begitu menyedihkan — orang lain juga akan merasakan hal yang serupa.

Tetapi ini yang dikatakan oleh salah seorang teman Ayub kepadanya: "Janganlah panas hati membujuk engkau berolok-olok, janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau. Ingatlah, bahwa engkau harus menjunjung tinggi perbuatan-Nya, yang selalu dinyanyikan oleh manusia" (Ayub 36:18, 24). 

Itu nasehat yang sangat bagus. Ketika Anda berada di tengah-tengah masalah, janganlah pahit hati. Bergabunglah dengan orang lain yang dapat berdoa bersama Anda, yang dapat beribadah bersama Anda, dan yang mau mendukung Anda.

Di mana Anda dapat menemukan dukungan yang seperti itu?

Pertama, beribadahlah bersama sesama jemaat di gereja. Beribadah bersama orang lain akan memberi Anda suatu perspektif baru tentang pergumulan Anda. 

Kedua, bergabunglah ke dalam sebuah kelompok kecil belajar Alkitab. Kebanyakan gereja terlalu besar, sehingga sulit bagi para jemaatnya untuk membangun hubungan jika hanya dengan menghadiri kebaktian MInggu. Anda memerlukan satu kelompok berisikan 10 hingga 12 orang dimana di situ Anda bukan hanya bisa belajar Alkitab, tetapi Anda juga bisa berbagi tentang rasa sakit Anda dan juga berdoa dengan mereka. 

Anda tidak akan bisa menemukan kekuatan untuk bisa bangkit sendiri. Anda butuh saudara seiman untuk membangun Anda dan membantu Anda untuk fokus pada Tuhan.

Butuh satu langkah besar untuk bisa bangkit. Tanya saja Paulus. Dia menuliskan tentang dukungan yang ia terima dari sesama orang Kristen ketika ia dijebloskan ke penjara Roma: "Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus" (Filipi 1:19). 

Dengan dukungan dan doa umat Allah, masa-masa sulit Anda hanyalah sementara. Hari-hari terbaik Anda ada di depan. 

Renungkan hal ini:
- Ketika saat-saat sulit, apakah Anda cenderung menarik diri atau bergegas datang kepada orang lain? Menurut Anda mengapa Anda mudah menuju ke arah tersebut?
- Bagaimana dukungan dari orang Kristen lainnya di masa-masa keterpurukan Anda di masa lalu berdampak pada diri Anda saat ini?
- Siapa sajakah orang Kristen dalam hidup Anda yang dapat Anda andalkan selama hari-hari sulit Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21


Tuhan memakai orang disekitar Anda untuk menjadi penyalur kasihNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 15, 2019 |

Tuhan Mengerti Kejujuran Anda

Ratapan 2:19 "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!"

Anda baru saja mengalami keterpurukan yang begitu mengerikan. Anda baru saja kehilangan pekerjaan Anda. Anda baru saja bercerai. Anda telah gagal dalam beberapa hal.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya?

Apakah Anda hanya akan meringis dan pasrah? Atau, apakah Anda akan memberi tahu Tuhan apa yang menurut Anda ingin Ia dengar? 

Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah memberi tahu Tuhan bagaimana perasaan Anda. Lepaskan rasa sakit Anda. Ketika Anda jujur pada Tuhan tentang emosi Anda, itu sesungguhnya merupakan tindakan ibadah.

Ayub merupakan contoh yang tepat dalam hal ini. Ayub telah kehilangan segalanya — keluarganya, ternaknya, rumahnya, dan kekayaannya.

Tetapi Alkitab tidak menutup-nutupi bagaimana Ayub merespon, "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah," (Ayub 1:20).

Ayub mengekspresikan kesedihannya seperti cara orang Timur Tengah pada zaman itu, yaitu dengan merobek jubahnya dan mencukur kepalanya. Tapi kemudian dia datang menyembah Tuhan.

Setiap kali Anda mengalami suatu kehilangan dalam hidup Anda, Anda akan berhadapan dengan empat emosi: 
- Kemarahan: Mengapa ini terjadi padaku?
- Duka: Aku sudah kehilangan apa saja? 
- Terkejut: Apa yang baru saja terjadi? 
- Ketakutan: Apa yang akan terjadi setelah ini?

Ketika Anda mengalami keterpurukan, Anda perlu mengekspresikan semua emosi itu. Jangan cemas, Tuhan dapat menghadapi ke empat emosi tersebut, sebab Dialah yang menciptakannya untuk Anda.

Satu-satunya alasan manusia mempunyai emosi yaitu karena Anda diciptakan menurut gambar Allah. Itulah yang membuat manusia berbeda di antara ciptaan Tuhan lainnya. Tuhan adalah Tuhan yang punya perasaan; Dia punya emosi; Dia mengerti kemarahan Anda, kesedihan Anda, keterkejutan Anda, dan ketakutan Anda.

Ayub sangat jujur kepada Tuhan, dan Anda pun bisa. Ayub berkata, "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku (Ayub 7:11).

Tanggapan yang tepat terhadap suatu kegagalan bukanlah dengan memalsukan respons Anda supaya Anda terlihat baik-baik saja. Tuhan tidak pernah ingin Anda berpura-pura dengan perasaan Anda.

Di salah satu masa tersulit di dalam Alkitab, yaitu setelah Yerusalem dijarah dan dihancurkan dan orang Israel dibunuh, diperbudak, dan diasingkan, nabi Yeremia menulis ini: "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!" (Ratapan 2:19).

Bacaan Hari ini: 
- Apakah Anda merasa sulit untuk jujur kepada Tuhan tentang perasaan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah ada pengalaman dalam hidup Anda dimana kejujuran Anda membuat Anda lebih dekat dengan Tuhan?
- Apakah saat ini Anda rasa sulit untuk berbicara kepada Tuhan tentang suatu emosi tertentu?Jika demikian, mengapa?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1


Jujur kepada Tuhan selalu menjadi pilihan terbaik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 14, 2019 |

Mendapatkan Yang Terbaik Dari Tuhan Melalui Ketaatan

Lukas 5: 5 "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 

Kita semua pasti pernah mengalami keterpurukan di tempat kerja dari waktu ke waktu. Tapi terkadang langkah paling sederhana untuk kembali bangkit hanyalah dua kata: Taati Tuhan. 

Mungkin Tuhan memberitahu Anda sesuatu yang tak logis dan konyol. Itu mungkin juga tidak masuk akal secara finansial, relasional, atau emosional. Malah yang lebih parahnya lagi, Anda takut setengah mati. 

Tetapi Tuhan berkata lakukanlah itu. 

Selama beberapa hari terakhir kita telah melihat satu kisah di dalam Alkitab tentang kemunduran bisnis. Dalam Lukas 5, Simon Petrus dan Andreas telah berlayar sepanjang malam namun tidak kunjung menangkap apa pun. Bagi para nelayan di abad pertama, itu merupakan suatu kegagalan yang menakutkan.

Tetapi Yesus datang dan memakai perahu mereka untuk berkhotbah. Kemudian Yesus menyuruh, "Setelah selesai berbicara, Ia menyuruh kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5: 4). Itu sungguh tidak logis. Itu tidak masuk akal.

Tetapi Yesus menyuruh mereka untuk pergi ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala mereka.

Mengapa Yesus menyuruh mereka ke tempat yang lebih dalam? Sebab di situlah Anda akan menemukan ikan-ikan besar. Tapi itu juga mendatangkan resiko yang teramat besar. Namun tidak ada iman yang tanpa risiko.

Simon Petrus menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Lukas 5: 5).

Simon Petrus melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya. Dia tidak melakukannya karena itu ide yang bagus atau keren. Dia melakukannya sebab Tuhan mau dia melakukannya. Tanpa argumen dan tanpa ragu. 

Dan Tuhan memberi kedua bersaudara ini kesuksesan bisnis yang lebih besar dari apa yang bisa mereka impikan. 

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memberkati mereka begitu banyak ikan sehingga jala mereka sampai robek dan mereka harus meminta bantuan nelayan lain.

Tak kan terjadi apapun seandainya Simon Petrus tidak menaati Yesus — bahkan meskipun itu terdengar tidak masuk akal.

Apa yang telah Tuhan perintahkan namun Anda tidak juga kunjung mengerjakannya? 

Apakah itu kelihatannya mustahil? Apakah secara finansial itu tak dapat dimengerti? Apakah Dia menyuruh Anda pergi ke laut yang dalam?

Tuhan ingin Anda mengambil risiko dan menaatinya.

Anda bebas memilih untuk memancing di tepi pantai yang dangkal yang aman, atau pergi ke laut yang lebih yang dalam di mana ikan-ikan besar tinggal. Pilihan itu ada di tangan Anda.

Jadi, maukah Anda mematuhi-Nya? 

Renungkan hal ini: 
- Ketika Anda mengalami keterpurukan, apakah Anda merasa lebih mudah, atau lebih sulit untuk taat pada Tuhan ketika Dia meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang sulit?
- Mengapa Tuhan meminta Anda untuk mengambil risiko ketika Anda tengah berjuang bangkit dari kegagalan Anda? 
- Apa yang selama ini Tuhan mau Anda kerjakan yang kesulitan untuk Anda patuhi? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 6-8; Yohanes 21


Begitu Anda patuh pada Tuhan, maka Dia akan mengurus bagian-Nya. Hari-hari terbaik Anda akan datang karena kepatuhan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Juni 13, 2019 |

Apakah Anda Mengalami Kesukaran Dalam Pekerjaan Anda? Libatkan Tuhan

Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak memberkati pekerjaan Anda?

Jawabannya mungkin sangat sederhana. Mungkin karena Anda tidak pernah mengundang Tuhan masuk ke dalamnya. 

Kemarin kita berbicara tentang kisah Andreas dan Simon Petrus dan jaring ikan mereka yang hampa di dalam Lukas 5. Mereka pergi berlayar sepanjang malam namun tidak berhasil menangkap seekor ikan pun.

Tetapi ketika Yesus naik ke atas kapal mereka dan mereka melakukan apa yang Dia perintahkan ("Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan"), Allah kemudian melakukan bagian-Nya. Simon Petrus dan Andreas pun kemudian menangkap begitu banyak ikan, sampai-sampai jalan mereka mulai koyak dan mereka perlu meminta bantuan nelayan lain untuk menaikkan ikan-ikan itu ke atas perahu mereka.

Apa bedanya antara waktu ketika mereka tidak bisa menangkap apa pun dengan waktu ketika mereka memiliki terlalu banyak ikan?

Itu danau yang sama, perahu yang sama, jaring yang sama, nelayan yang sama, dan ikan yang sama. Yang beda antara jaring kosong dengan kelimpahan mereka ialah kehadiran Yesus di atas kapal tersebut. 

Yesuslah yang membuat perbedaan sehingga mereka tidak lagi memancing sendirian. Tuhan ada di bersama mereka di dalam kapal mereka. 

Apa perahu Anda? Apa pun yang Anda lakukan untuk mencari nafkah.

Saya kenal banyak orang yang mengandalkan Yesus dalam hidup mereka tapi tidak di dalam pekerjaan mereka. Untuk dapat mengundang Yesus masuk ke dalam perahu Anda, maka Anda harus mendedikasikan karir Anda kepada-Nya. 

Ketika Simon Petrus dan Andreas melakukan itu, Tuhan memberkati mereka ikan yang jauh lebih banyak melebihi yang bisa mereka hasilkan dengan kemampuan mereka sendiri. 

Apa yang membuat kedua bersaudara ini berubah dari tidak punya menjadi berkelimpahan? Mereka membiarkan Yesus menggunakan perahu mereka sebagai mimbar pelayanan-Nya.

Jangan berdoa meminta Tuhan menjadikan Anda sukses supaya kemudian Anda bisa melayani Dia dengan karier Anda. Lakukan sebaliknya, berserulah pada Tuhan, "Saat ini karier saya sedang jatuh, tetapi saya akan mempersembahkan apa pun yang saya punya sebagai mimbar pelayanan-Mu." 

Pada saat itulah Allah melakukan mujizat.

Di dalam hal apa pun yang Anda mau Tuhan berkati, di situlah Anda mengutamakan Dia. Itu artinya Anda bukan lagi seorang agen real estat, seorang guru, penata taman, atau seorang akuntan. Anda merupakan seorang misionaris yang menyamar sebagai agen real estat, guru, penata taman, atau akuntan. Terlepas dari apapun pekerjaan Anda, buatlah komitmen untuk menjadi seorang misionaris terlebih dahulu.

Alkitab berkata, "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita" (Kolose 3:17).

Segala sesuatu berarti semuanya, termasuk karier Anda.

Mungkin saat ini Anda sedang mengalami kesukaran dalam pekerjaan Anda dan sedang memikirkan berbagai opsi untuk mengubah jalur karir atau pekerjaan Anda. Anda sedang mempertimbangkan untuk pindah, mencari pekerjaan baru, atau bahkan banting setir. Mungkin Anda memang harus melakukannya. 

Tapi lakukanlah hal berikut ini terlebih dahulu: Minta Yesus untuk mengendalikan perahu Anda. Buatlah komitmen untuk menggunakan pekerjaan Anda untuk kemuliaan Tuhan.

Lihat bagaimana Yesus melakukan mujizat-Nya. 

Renungkanlah hal ini: 
- Mengapa kita biasanya berpikir bahwa pekerjaan tertentu - terutama pendeta dan misionaris - lebih rohani dibanding yang lain?
- Seperti apa jadinya seandainya Anda mendedikasikan karier Anda untuk pelayanan Tuhan?
- Apa rintangan terbesar dalam mempersembahkan pekerjaan Anda untuk melayani Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20


Jika Anda ingin Tuhan memberkati pekerjaan Anda, maka Anda harus mengundang Tuhan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 12, 2019 |

Biarkan Tuhan Mengubah Kesulitan di Pekerjaan Anda Menjadi Kesuksesan

Lukas 5: 6 "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak."

Jika Anda pernah merasa putus asa dengan pekerjaan Anda, setiap orang pun pernah mengalaminya. Mungkin Anda kelelahan karena terlalu banyak pekerjaan. Mungkin Anda pernah mengerjakan sebuah proyek dengan segenap hati dan jiwa raga Anda, namun itu masih juga gagal. Kita semua pernah menghadapi kesusahan dalam pekerjaan kita. Tetapi apa yang benar-benar penting adalah bagaimana Anda menanggapinya. 

Tanya pada Simon Petrus dan Andreas. 

Lukas 5 memberi tahu kita bahwa kedua bersaudara ini menjala ikan sepanjang malam. Sebagai nelayan profesional, apabila mereka tidak berhasil menangkap ikan, maka mereka tidak mendapat penghasilan apapun. Namun nyatanya dalam Lukas 5 dikatakan mereka tidak menangkap satu ikan pun pada malam itu. Istilahnya dalam bahasa modern, mereka sedang mengalami resesi. Kedua bersaudara ini berkecil hati dan sungguh lelah.

Tetapi kemudian Yesus datang dan melakukan yang tak mungkin. 

Setelah meminjam salah satu perahu mereka dan mengajarkan orang banyak dari atas perahu itu, Yesus menyuruh Simon Petrus "bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5: 4).

Respon yang diberikan Simon Petrus adalah tipikal respon manusia ketika rasa frustrasi muncul: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa" (lihat Lukas 5: 5). Kita semua pasti juga pernah berada dalam tahap ini. Kita sudah habis-habisan melakukan pekerjaan kita, tapi hasilnya nol. Kita sudah melakukan segalanya dengan benar dan percaya bahwa Tuhan menuntun kita melakukan apa yang sedang kita kerjakan, tapi hasilnya tidak juga kunjung terlihat. 

Kemudian Yesus melakukan sebuah mujizat. Yesus bukan hanya memberikan apa yang dibutuhkan Simon Petrus dan Andreas, tapi Ia juga membuat kedua saudara ini takjub. Alkitab berkata, "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak" (Lukas 5: 6). Ikan-ikan yang mereka jala bukan hanya cukup buat mereka sendiri, tetapi Tuhan memberikannya dengan melimpah ruah sehingga itu cukup untuk dibagikan kepada yang lain.

Setelah Simon Petrus dan Andreas melakukan apa yang diperintahkan Yesus, mereka menangkap lebih banyak ikan dalam waktu 10 menit dibanding 10 jam yang sudah mereka habiskan sebelumnya. Tuhan mengubah kesulitan menjadi kesuksesan. 

Kesuksesan Anda juga akan akan segera datang,

Baik saat ini Anda sudah menganggur berbulan-bulan atau bertahun-tahun, atau baik Anda telah gagal lima kali berturut-turut, itu tidaklah penting. Mengapa? Sebab Tuhan dapat menyalakan keran berkat lebih deras dibanding keran kegagalan. Dan Anda perlu perahu yang lebih besar untuk menampungnya.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan melakukan mujizat di dalam kehidupan kerja Anda? Melalui mujizat tersebut, menurut Anda apa yang dapat Ia lakukan di masa datang?
- Apa yang paling Anda takuti tentang hal percaya bahwa Tuhan akan melakukan mujizat dalam kehidupan kerja Anda?
- Siapa yang tengah mengalami kesulitan dalam pekerjaan mereka dan perlu membaca renungan hari ini? Buatlah komitmen untuk meneruskan renungan ini kepada orang tersebut. 



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42


Percayalah pada Tuhan, serahkan segala kekhawatiran Anda padaNya. Tidak ada yang mustahil, Anda dan saya adalah manusia yang penuh kegagalan, namun Tuhan mampu mengubahnya menjadi keberhasilan dalam sekejap mata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 11, 2019 |

Khawatir itu Tidak Membantu Dan Tidak Ada Gunanya

Matius 6:27 "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Bukan rahasia lagi kita menjadi begitu khawatir di zaman ini. Kita khawatir akan uang. Kita khawatir akan hubungan. Kita khawatir akan anak-anak kita, rumah kita, dan hewan peliharaan kita. 

Kita mengkhawatirkan hampir segala hal. 

Namun, khawatir itu bukan hal yang baru. Yesus bahkan menganggap kekhawatiran sebagai sebuah topik yang sangat penting sehingga sebagian besar khotbah-Nya yang paling terkenal, Khotbah di Bukit, berbicara tentang kekhawatiran.

Malah, pada Khotbah di Bukit, Yesus memberi kita empat alasan mengapa kita tidak perlu khawatir akan apapun.

Pertama, kekhawatiran itu tidak masuk akal.
Khawatir tidak masuk akal. Dalam Matius 6:25, Yesus mengatakan ini: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" Kecemasan hanya membesar-besarkan suatu masalah. Masalah tidak akan hilang jika Anda hanya memikirkannya. Sebaliknya, itu akan bertambah. 

Kedua, kekhawatiran itu tidak wajar.
Kita adalah satu-satunya mahkluk di seluruh alam semesta ini yang khawatir. Sapi tidak khawatir. Kucing tidak khawatir. Anjing tidak khawatir. Hanya manusia. Kita tidak dilahirkan sebagai para pengkhawatir, yang ada adalah kita belajar untuk khawatir. 

Yesus berkata dalam Matius 6:26, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Burung-burung tidak melakukan apa pun selain sebagaimana mereka diciptakan. Mereka berkicau. Mereka terbang ke sana- ke mari. Walaupun mereka tidak menabur atau menuai (bekerja), tetapi Tuhan tetap memberi mereka makanan. 

Jika Tuhan saja memberi makan burung-burung, tentunya Ia juga akan memberi Anda makan. Jadi kenapa Anda harus khawatir?

Ketiga, kekhawatiran itu tidak membantu.
Yesus berkata, "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Khawatir tidak bisa membuat Anda 2 cm lebih tinggi. Khawatir tidak bisa membuat Anda 2 cm lebih pendek. Khawatir tidak bisa mengurangi 20 kg berat badan Anda. Khawatir tidak dapat memperpanjang hidup Anda (malah mempersingkat hidup Anda). Khawatir tidak bisa mengubah masa lalu Anda, dan khawatir tidak bisa mengendalikan masa depan Anda. Itu hanya akan mengacaukan hari ini.

Satu-satunya hal yang berubah oleh karena kecemasan ialah Anda. Itu membuat Anda menderita. 

Keempat, kekhawatiran itu tak ada gunanya. 
Yesus berkata, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?" (Matius 6:30).

Tuhan akan memenuhi semua yang Anda butuhkan. Dia menciptakan Anda. Dia menyelamatkan Anda. Dia menaruh Roh-Nya tinggal di dalam Anda ketika Anda juga beriman kepada Yesus. Anda tak usah khawatir.

Renungkan hal ini: 
- Manakah dari empat alasan yang Yesus katakan di atas yang paling mengena pada Anda? Mengapa?
- Jika kekhawatiran begitu tidak masuk akal, tidak wajar, tidak membantu, dan tidak ada gunanya, mengapa kita begitu khawatir?
- Apa satu perubahan yang dapat Anda lakukan di dalam hidup Anda minggu ini untuk mengurangi kekhawatiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22


Serahkanlah segala kekhawatiran Anda pada Tuhan, Dia paling mengenal apa yang Anda butuhkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 10, 2019 |
Back to Top