Ibadah Raya 14 Juli 2019

Ibadah Raya GSJA Sword 14 Juli 2019 Jam 08.00 WIB, Firman oleh : Pdt. Hizkia Pasaribu

Ibadah Raya GSJA Sword 14 Juli 2019 Jam 08.00 WIB

Workshop 3 Augustus 2019

Heart of Worship, 3 Augustus 2019 Jam 17.00 WIB, oleh : Franky Kuncoro

Ibadah Pasutri

Ibadah Pasutri diadakan setiap 1 bulan sekali hari kamis malam jam 19.00 WIB

Ibadah Pasutri GSJA Sword 18-07-2019 Jam 19.00 WIB

Seminar

Seminar Rohani yang diadakan hari minggu pagi jam 08.00 & 10.30 WIB dibawakan oleh Pdt. Gani Wiyono

Seminar GSJA Sword 21-07-2019 Pdt. Gani Wiyono

GSJA Sword begitu orang menyebutnya, sebenarnya nama lengkapnya GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD).
Bernaung dalam Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah yang ada di Indonesia Assembly of God Kita belajar bersama-sama Firman yang keluar dari perkataan Tuhan Allah kita.
JADWAL IBADAH
Jadwal Kegiatan Ibadah Setiap Minggunya
Ibadah Raya
  • Setiap : Minggu Pagi
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Setiap : Minggu Sore
  • Pukul : 17.00 WIB (Minggu Ketiga)
  • Gembala :
  • Pdt. David Djaja
Ibadah Dewasa Muda
  • Setiap Hari : Sabtu
  • Pukul : 19.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Yuliato Sun
Ibadah Youth
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 11.00 WIB
  • Gembala :
  • Bpk Alexander William Tan
Sekolah Minggu
  • Setiap Hari : Minggu
  • Pukul : 08.00 WIB
  • Gembala :
  • Ibu Meiling Tjong
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan Hubungi di 021-5676xx
Apabila saudara belum mempunyai tempat ibadah yang menetap dan rindu untuk beribadah menyembah dan memuji Tuhan, kami mengundang saudara untuk bergabung bersama kami dalam Komunitas GSJA Sword membangun kerohanian, iman dan menjadi berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Struktur Organisasi

Gembala Sidang

Gembala Sidang GSJA Sword Pdt. David Jaja

Gembala Sidang GSJA Sword

Pdt. David Djaja

Ketua Departemen

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat GSJA Sword Bpk Dedy Haryanto

Ketua Departemen Pengembalaan Jemaat (DPJ)

Bpk Dedy Haryanto
Ketua Departemen Pengembangan Ibadah GSJA Sword Ibu Syela Neria

Ketua Departemen Pengembangan Ibadah (DPI)

Ibu Syela Neria
Ketua Departemen Sosial Penginjilan GSJA Sword Bpk Marthin Sofjan

Ketua Departemen Sosial Penginjilan (DSP)

Bpk Marthin Sofjan

Our Church Activities

Kegiatan yang dilakukan GSJA Sword

Man Sword and Spirit Woman

Ibadah khusus bagi pria dan wanita dewasa, diadakan sebulan sekali setiap minggu pertama.

Pasutri Sakinah Glory

Ibadah khusus bagi pasangan suami istri atau yang sudah menikah atau single parent.

Ibadah Youth

Ibadah bagi remaja atau beranjak dewasa, yang diadakan setiap hari minggu jam 11.00 WIB.

Pelayan Tuhan

Dibuka pendaftaran bagi yang rindu dan terbeban untuk mengambil bagian dalam pelayanan di GSJA Sword.

Ibadah Dewasa Muda

Ibadah yang diadakan bagi kaum muda setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB (Jam 7 Sore) .

Doa Fajar

Ibadah doa pagi yang diadakan setiap hari sabtu jam 6.30 pagi.

Sekolah Minggu

Sekolah minggu khusus bagi anak-anak yang diadakan setiap hari minggu jam 08.00 WIB.

Sword Badminton Club

Olah raga badminton yang diadakan khusus bagi jemaat gsja sword setiap minggu sore jam 17.00 WIB.

Sword Komsel

Komunitas Sel yang diadakan GSJA Sword per wilayah bagian masing-masing

IG@SwordGeneration

Instagram GSJA Sword Generation Ministry

Bible Study

Pendalaman Alkitab, setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 jam 19.00 WIB

Mission Trip

Mission Trip diadakan setiap tahunnya.

Training Photoshop

Training Photoshop

Cara Supaya Tetap Lapar Akan Tuhan

1 Petrus 2: 2 "Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,"

Apakah Anda lapar akan Tuhan?

Untuk mempertahankan rasa lapar spiritual akan Tuhan seumur hidup Anda itu amatlah mungkin. Berikut ini lima cara mempertahankan rasa lapar spiritual Anda. 

1. Ingatkan diri Anda betapa Tuhan sangat mengasihi Anda.

Semakin Anda memahami betapa Tuhan mencintai Anda, semakin Anda akan mencintai-Nya. Alkitab berkata dalam Efesus 3: 18-19, "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah." 

2. Berhentilah mengenyangkan diri Anda dengan makanan sampah. 

Anda merupakan makhluk spiritual dengan lubang berbentuk Tuhan di hati Anda yang hanya bisa diisi oleh Tuhan sendiri. Ketika Anda mencoba mengisi kekosongan itu dengan gaji, status, kesuksesan, hasrat, harta, kekuasaan, prestise, atau apa pun itu selain Allah, maka itu tidak akan memuaskan Anda. 

Amsal 15:14 mengatakan, "Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan."

3. Jadikan mengenal Tuhan sebagai tujuan utama Anda.

Kebahagiaan adalah bonus dari mengenal Allah. Yesus berkata dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

4. Dalami Firman Tuhan setiap hari.

Alkitab adalah makanan bagi jiwa Anda. Makan hanya satu kali seminggu tidak akan membuat tubuh Anda sehat. Sama halnya dengan pikiran Anda, maka Anda perlu memberi makan pikiran Anda dengan Firman Tuhan setiap hari.

"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan," (1 Petrus 2: 2).

5. Kerinduan Anda akan makanan rohani dipengaruhi oleh orang-orang disekitar Anda.

Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli pada politik, itulah yang hanya akan Anda pedulikan. Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli dengan olahraga, itulah yang hanya akan Anda pedulikan.

Bergabunglah dengan sebuah persekutuan kecil untuk mendapatkan dukungan, karena apa pun yang Anda bicarakan saat bersama-sama dengan orang lain adalah yang membuat Anda lapar. Amsal 2:20 mengatakan, "Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar."

Renungkan hal ini: 
- Apa artinya lapar akan Tuhan?
- Bagaimana Anda bisa mengingatkan diri Anda akan kasih Tuhan sepanjang hari?
- Hal-hal apa yang paling sering Anda bicarakan dengan teman-teman Anda? Dengan pasangan Anda? Seberapa baik percakapan Anda tersebut mengenyangkan rasa lapar spiritual Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40


Tuhan adalah sumber dari segalanya.
Kejarlah apa yang kekal, bukan yang sementara.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juli 19, 2019 |

Apapun Yang Telah Anda Lakukan, Anda Dapat Diselamatkan

Roma 10: 9-10 "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."

Alkitab mengatakan dalam Roma 1:17, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Bagaimana Allah menjadikan kita benar? Sungguh satu Kabar Baik. Ada tiga poin akan hal ini. 

Pertama, kita tidak bisa menjadikan diri kita sendiri benar. 

Surga adalah tempat yang sempurna. Tidak ada dosa, kesedihan, kejahatan, atau ketidakadilan di surga. Tetapi ini masalahnya: Kita semua tidak sempurna, dan Allah tidak bisa mengizinkan orang berdosa masuk ke surga, karena jika seperti itu, maka surga akan penuh dengan dosa.

Roma 3:20 mengatakan, "Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa." Orang-orang yang berpikir mereka dapat senantiasa menaati hukum Allah adalah mereka yang tidak benar-benar mengerti hukum Allah. Mengapa? Sebab hukum Allah itu sempurna, dan tidak ada satu pun dari kita yang sempurna. Kita tidak bisa menjadikan diri kita sendiri benar. Allah memiliki rancangan untuk hidup kita.

Kedua, Allah mengutus Yesus untuk menebus dosa-dosa kita agar kita dapat dinyatakan benar. 

Ketika Anda melanggar hukum manusia, maka Anda menanggung hukuman manusia. Ketika Anda melanggar hukum Allah, maka Anda menanggung hukuman Allah, yaitu kekekalan neraka. Satu pribadi harus membayar semua yang telah Anda lakukan yang menyakiti orang lain, diri Anda sendiri, dan juga Allah. Namun Dia punya rencana. Kata Allah, "Aku akan mengutus Puteraku, Yesus, untuk membayar lunas hukumanmu. Dia akan mengambil alih hukumanmu sehingga engkau tak perlu pergi ke neraka, sehingga engkau dapat bersama-Ku selamanya."

Apakah Anda mengerti mengapa Injil disebut sebagai Kabar Baik? Itu artinya segala kesalahan yang pernah atau akan Anda lakukan dalam hidup telah dibayar lunas oleh Yesus Kristus di kayu salib. Melalui Yesus Anda dapat dibenarkan oleh Allah.

"Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus," (Titus 3: 5).

Ketiga, kita harus menerima dengan iman apa yang telah Allah lakukan untuk kita.

Untuk menjadi orang yang dibenarkan oleh Allah, percayalah dan terimalah dengan iman bahwa apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib telah menebus semua dosa Anda. Dan kemudian, Anda menjadi bagian dari keluarga Allah. Anda dapat hidup dengan cara yang sesuai dengan kehendak-Nya dan kemudian pergi dalam kekekalan surga. Itu yang disebut kebenaran.

Roma 10: 9-10 mengatakan, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." Haleluya! 

Hari ini adalah hari penegasan Anda. Apabila Anda tidak yakin apakah Anda akan ke surga atau tidak setelah Anda mati, serukanlah doakan doa ini: "Ya Tuhan, terima kasih Engkau telah menciptakanku, bahwa Engkau memiliki rencana dan tujuan untuk hidupku, dan bahwa Engkau merancangku untuk mengenal-Mu. Terima kasih atas pilihan yang Engkau berikan kepadaku, pilihan untuk menerima atau menolak tawaran keselamatan dari-Mu. Hari ini dengan rendah hati kumeminta-Mu untuk menyelamatkanku— bukan berdasarkan apa yang telah kulakukan, tetapi berdasarkan pada apa yang telah Yesus Kristus lakukan untukku. Aku tidak mengerti setiap hal, tetapi sejauh akal budiku, aku ingin menaruh iman percayaku kepada Putra-Mu, Ya Tuhan, aku ingin mengenal-Mu. Aku ingin belajar mengasihi-Mu. Aku ingin lapar dan haus akan kebenaran-Mu sepanjang hidupku. Aku menaruh iman dan kepercayaanku di dalam kasih karunia dan pengampunan-Mu. Aku ingin Engkau menjadi Tuhan dalam hidupku. Amin."



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14


Kita semua bisa diselamatkan terlepas dari siapapun kita, apapun yang telah kita lakukan atau berapa lama kita telah melakukannya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juli 19, 2019 |

Empat Cara Berdoa Yang Efektif

Nehemia 1: 8-9 "Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana."

Hari ini saya ingin berbicara tentang empat cara berdoa secara efektif berdasarkan kehidupan Nehemia:

1. Dasarkan doa permohonan Anda pada karakter Tuhan. Berdoalah seakan Anda tahu Tuhan akan menjawab doa Anda: "Tuhan, aku mengharapkan-Mu menjawab doaku karena Engkau adalah Tuhan. Engkau Tuhan yang hebat. Engkau Tuhan yang pengasih. Engkau Tuhan yang luar biasa. Engkau dapat mengatasi masalah ini, Tuhan!"

2. Akui dosa-dosa yang Anda sadari. Setelah Nehemia mendasarkan doanya pada Allah, ia mengakui dosa-dosanya. Nehemia berkata, "Berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu" (Nehemia 1: 6-7). Bukanlah kesalahan Nehemia bangsa Israel berada dalam masa pembuangan. Dia bahkan belum dilahirkan ketika masa itu dimulai; kemungkinan besar ia terlahir pada saat masa pembuangan. Namun dia ikut merasa bertanggung jawab atas dosa bangsa. Dia berkata, "Saya telah menjadi bagian dari masalah ini."

3. Klaim janji-janji Allah. Nehemia berdoa kepada Allah, katanya, "Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa" (Nehemia 1: 8). Bisakah Anda bayangkan mengingatkan Allah? Nehemia mengingatkan Allah akan janji yang telah Ia buat untuk bangsa Israel. Akibatnya, Nehemia berdoa, "Tuhan, Engkau pernah memperingatkan Musa bahwa jika kami tidak setia, kami akan kehilangan tanah Israel. Tetapi Engkau juga berjanji bahwa jika kami bertobat, Engkau akan mengembalikannya kepada kami."
Apakah Tuhan harus diingatkan? Tidak. Apakah Dia lupa apa yang telah Ia janjikan? Tidak. Lalu mengapa kita perlu melakukannya? Sebab itu membantu kita mengingat apa yang telah Tuhan janjikan kepada kita. 

4. Mintalah dengan lebih spesifik. Jika Anda menginginkan jawaban doa yang spesifik, buatlah doa yang spesifik. Jika doa Anda umum, bagaimana Anda akan tahu jika doa-doa Anda sudah dijawab? 

Renungkan hal ini: 
- Apa doa permintaan yang tidak dijawab yang baru-baru ini Anda serukan kepada Tuhan? 
- Naikkan kembali doa permintaan itu, dan ikutilah langkah-langkah di atas. Bagaimana doa Anda berubah?
- Apa janji-janji Tuhan yang perlu Anda klaim?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38


Dengan Anda berdoa, Anda menunjukkan kerendahan hati Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juli 17, 2019 |

Apa Artinya Kebenaran ?

Roma 1:17 "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." 

Kebenaran merupakan sebuah kata yang besar di dalam Alkitab dimana kata ini telah digunakan ratusan kali di dalamnya. Alkitab mengatakan bahwa Allah cinta kebenaran dan bahwa Dia benar. Dikatakan bahwa suatu hari Allah akan menghakimi dunia ini di dalam kebenaran. Mazmur 23 mengatakan bahwa Tuhan memimpin kita di jalan kebenaran. 

Lalu apa arti kata ini? 

Saya pernah mencarinya di kamus teologis, dan definisinya ada setebal 27 halaman! Tapi saya akan meringkasnya menjadi dua hal: Kebenaran adalah hubungan dan gaya hidup.

Kebenaran berarti menjadi benar bersama Tuhan. Roma 1:17 mengatakan, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Kabar Baiknya adalah Allah menjadikan kita benar oleh karena diri-Nya sendiri melalui kematian Yesus sebagai ganti dari dosa-dosa kita. Karena kematian Yesuslah, kita dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.

Kebenaran juga merupakan sebuah gaya hidup. Itu berarti hidup benar seturut kehendak Tuhan. Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 2:29, "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya." Lalu memang apa pentingnya menjadi benar bersama Tuhan? Sebab itulah satu-satunya jalan untuk hidup, dan itulah satu-satunya jalan ke surga.

Ketika Anda putus hubungan dari Tuhan, Anda tidak benar-benar hidup; Anda hanya tinggal. Kebanyakan orang di dunia ini tidak sepenuhnya hidup. Mereka hanya tinggal dan berusaha bertahan hingga akhir pekan. Namun terputus hubungan dari Sang Pencipta yang menciptakan Anda sungguh teramat konyol.

Hidup ini bukan tentang memiliki ini itu atau berhasil mencapai sesuatu. Hidup adalah mengenal Allah - Pribadi yang mencintai Anda dan yang menciptakan Anda dengan satu tujuan. Anda tidak benar-benar hidup sampai Anda benar bersama Tuhan dan memiliki hubungan dengan Dia. 

Allah menciptakan surga sebagai sebuah tempat bagi anak-anak-Nya yang Ia kasihi, dan Ia ingin Anda bersama dengan-Nya di surga selamanya. Dia ingin Anda ada di surga, tetapi Dia tidak akan memaksa Anda untuk pergi ke surga. Anda bisa memilih untuk hidup terputus dari Allah di Bumi ini, tetapi ketika kehidupan Anda di Bumi ini selesai, Anda tidak akan punya kesempatan kedua untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. 

Anda tidak dapat menyalahkan Allah, karena saat ini Dia menawarkan Anda pilihan tersebut, yaitu pilihan untuk menjalin hubungan dengan Dia. Dia ingin Anda memilih untuk mencintai-Nya! Dan ketika Anda mengambil keputusan itu, Anda akan dibenarkan di dalam Dia. Ikut Dia akan mengubah hidup Anda - di sini, di bumi ini dan untuk selamanya!

Renungkan hal ini: 
- Jika Tuhan menjadikan Anda benar di dalam Dia, lalu mengapa Dia tetap masih ingin Anda belajar dan tumbuh di dalam kedewasaan rohani?
- Apa artinya memiliki hubungan dengan Allah? Seperti apakah hubungan tersebut tampak di dalam kehidupan Anda? 
- Dengan kata-kata Anda sendiri, bagaimana Anda akan menjelaskan tentang kebenaran kepada orang lain? Apa perbedaan yang terlihat dalam hidup Anda ketika Anda telah dibenarkan dengan Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16


Hidup dalam kebenaran merupakan cara Anda menuju surga. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juli 16, 2019 |

Belajar Menjadi Lemah Lembut Dengan Meneladani Yesus

Matius 11: 28-29 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Kelemahlembutan merupakan satu sifat penting yang perlu kita latih. Itu meredakan konflik. Itu mengalihkan amarah. Itu bersifat persuasif. Itu menarik perhatian. Itu berbicara dengan kasih.

Yang paling penting, kelemahlembutan membuat Anda semakin seperti Yesus. Dalam Matius 11: 28-29, Ia berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Tunggu. Apakah itu artinya stres dan tekanan yang tengah Anda alami dalam hidup menyatakan bahwa Anda tidak lembut? Iya. Karena Alkitab mengatakan bahwa semakin Anda lemah lembut, semakin Anda seperti Kristus dan semakin lebih tenang Anda. 

Apakah Anda ingin merasakan damai sejahtera? Apakah Anda ingin menjadi serupa dengan Yesus? Anda tidak bisa serta-merta memaksakan diri untuk bersikap lembut. Mengapa? Sebab Anda tidak bisa menghasilkan kelemahlembutan apabila Anda masih berada di bawah kendali stres dan tekanan. Kelemahlembutan harus bekerja dari "dalam." Itu haruslah menjadi buah Roh yang tinggal di dalam diri Anda.

Yesus itu lemah lembut dan rendah hati. Ketika Anda mengizinkan Dia ikut memikul beban Anda, maka Anda akan berjalan bersama-Nya di dalam sebuah hubungan yang dekat. Anda akan belajar bagaimana menjadi orang yang lebih lembut dan lebih rendah hati, dan Dia akan memberi Anda kelegaan dan damai sejahtera, bukan stres dan tekanan. 

Renungkan hal ini: 
- Apa yang dimaksud dengan memikul kuk yang dipasang Yesus?
- Pernahkah Anda memakai alasan bahwa Anda memang "bukan orang yang lembut"? Sifat-sifat apa yang sebenarnya bisa kita pelajari yang kadang kita anggap adalah sifat turunan dari orangtua kita?
- Bagaimana selama ini Anda melihat adanya perbedaan dalam hidup Anda? Apakah Anda menjadi lebih lemah lembut karena Anda adalah orang percaya dan telah menerima Roh Kudus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40


Tenanglah dalam kelemahlembutan Allah dan praktekkanlah itu alam hidup Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juli 15, 2019 |

Pilih Kelemahlembutan, Jangan Membela Diri

Amsal 15: 1 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."

Pernahkah Anda perhatikan bahwa manusia itu cenderung meniru perasaan orang lain - terutama ketika kita duduk berhadap-hadapan dengan mereka? Alasan kita melakukannya ialah karena adanya neuron cermin di otak kita yang menyebabkan kita bersimpati dan ikut merasakan apa yang orang lain rasakan.

Misalnya, ketika seseorang marah kepada Anda, Anda juga ikut marah kepada mereka. Ketika seseorang merasakan penderitaan dan Anda telah cukup lama mengenal orang tersebut, Anda juga akan ikut menderita.

Sama halnya ketika seseorang berbicara dengan nada tinggi kepada Anda, maka Anda biasanya juga menaikkan suara Anda. Lalu mereka menaikkan suara mereka lebih tinggi, dan Anda ikut menaikkan suara Anda lebih tinggi lagi. Dan segera setelah itu, keadaan jadi memanas dan emosi Anda jadi tidak terkendali. 

Alkitab berkata, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah" (Amsal 15: 1).

Biarkan saya beri Anda satu rahasia yang akan menjauhkan Anda dari sakit hati dan konflik: Ketika orang lain meninggikan suara mereka, turunkan suara Anda - di dalam pernikahan, di dalam pengasuhan, di dalam persahabatan, dan di tempat kerja Anda. Ini yang disebut kekuatan yang terkendali. 

Berikut ini satu ayat yang mungkin akan Anda butuhkan suatu hari nanti - mungkin juga di minggu ini. Pengkhotbah 10: 4 mengatakan, "Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar."

Ketika bos Anda memaki Anda atau pasangan Anda marah sambil berteriak-teriak kepada Anda, Anda perlu tahu bahwa amarah mereka itu mungkin saja tidak ada hubungannya dengan Anda. Jadi, ketimbang bersikap defensif, praktekkan kelemahlembutan. Biarkan jawaban lembut Anda meredakan amarah orang lain dan mencairkan situasi.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana biasanya Anda merespon orang-orang yang menaikkan suaranya kepada Anda, misalnya ketika anak-anak Anda mengatakan hal-hal yang menyakitkan atau ketika Anda bertengkar dengan pasangan atau teman dekat Anda?
- Menurut Anda mengapa merespon dengan kelemahlembutan, bukan dengan amarah, dapat meredakan amarah? Mengapa itu dapat menarik perhatian orang lain?
- Carilah cara-cara untuk melatih kelemahlembutan minggu ini. Bagaimana reaksi orang lain ketika Anda merespon mereka dengan lembut? Catatlah usaha-usaha yang pernah Anda lakukan serta efeknya, kemudian berbagilah dengan kelompok kecil Anda. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20


Kelemahlembutan meredakan konflik. kelemahlembutan menurunkan amarah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juli 14, 2019 |

Ibadah Raya Pagi, Minggu 14 Juli 2019 Jam 08.00 WIB

Ibadah Raya Pagi, Minggu 14 Juli 2019 Jam 08.00 WIB

| Minggu, Juli 14, 2019 | ,

Kata-kata Yang Menyenangkan Memberi Keyakinan

Amsal 16:21 "Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan."

Kelemahlembutan itu sifatnya persuasif. Ini teramat penting apabila Anda ingin berkarier di bidang penjualan. Mengapa? Sebab cara penjualan yang memaksa tidak lagi berhasil. Kita tidak lagi merespon seseorang yang berteriak kepada kita untuk membeli barang mereka, meskipun mereka punya kemampuan menjual yang luar biasa yang sulit untuk kita hindari sekalipun.

Di zaman ini kita tidak lagi membeli sesuatu karena seseorang membujuk kita atau memberikan presentasi marketing. Kita membeli sesuatu karena seseorang merekomendasikannya. Teman Anda merekomendasikan mobil, film, atau restoran tertentu, dan itu sudah cukup untuk membuat Anda untuk ingin mencobanya atau bahkan membelinya. Mengapa? Karena cara yang mereka lakukan itu lembut, tanpa ada agenda tersembunyi. Dan itu jauh lebih persuasif. 

Amsal 25:15 mengatakan, "Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang." Apakah Anda ingin meyakinkan anggota keluarga atau teman dekat untuk melakukan sesuatu? Jangan berusaha keras meyakinkan mereka. Bahkan apabila mereka berhati-hati dengan Anda sekalipun, ucapan yang lemah lembut akan memenangkan perhatian mereka, sebab kelembutan meruntuhkan pertahanan yang kuat.

Jadi, jika Anda adalah orang tua dan Anda tengah bergumul membesarkan anak-anak Anda, jangan pernah mendisiplinkan mereka di dalam kemarahan atau frustrasi. Selalu lakukan itu di dalam kasih dengan kelemahlembutan. Terjemahan Amsal 25:15 versi New Century mengatakan, "Sebuah kata yang lembut dapat mengalahkan orang yang keras kepala."

Jika saya hendak meyakinkan orang-orang di gereja saya untuk hidup lebih seperti Yesus Kristus, maka saya harus melakukannya dengan cara yang lembut. Saya bisa saja berdiri di atas mimbar setiap Minggu dan berkata, "Biarkan saya beri tahu Anda, semua yang Anda lakukan itu salah." Tetapi cara berbicara yang seperti itu hanya akan membangkitkan amarah mereka. Malah orang-orang akan berhenti datang ke gereja! Pendekatan yang semacam itu tidak akan berhasil di mana pun, baik di atas mimbar, di rumah, atau di tempat kerja. Menunjuk hidung seseorang dengan memarahi mereka tidak akan pernah berhasil.

Tetapi kelemahlembutan lebih meyakinkan. Alkitab berkata dalam Amsal 16:21, "Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan."

Itulah tanda kedewasaan. Orang yang berhikmat itu menyenangkan. Orang bodoh itu kasar. Anda tidak pernah dapat meyakinkan orang lain jika Anda berbicara kasar.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kelemahlembutan begitu sulit dilihat di masyarakat kita?
- Pikirkan satu cara Anda merespon pertengkaran dengan saudara kandung atau dengan teman Anda waktu Anda masih kecil. Apakah cara Anda merespon telah berubah ketika Anda bertambah tua?
- Apa saja hal-hal praktis yang bisa Anda lakukan pada saat mendisiplinkan anak-anak Anda yang mana itu akan membantu Anda merespon dengan lembut dan dengan tidak marah-marah? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18


Pengendalian diri dalam perkataan adalah kekuatan yang sangat penting yang menunjukkan level kedewasaan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juli 13, 2019 |

Enam Cara Tuhan Membantu Anda Mengatasi Kedukaan

Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Masing-masing kita akan mengalami kehilangan dalam hidup ini, lalu bagaimana Allah menyembuhkan hati yang terluka? Anda tidak bisa melupakannya. Anda tidak bisa mengalahkannya; Anda tidak bisa melawannya. Anda harus menghadapinya. Dan jika Anda takut mengekspresikan perasaan Anda dan menolak untuk menghadapiya, di situlah Anda terjebak.

Tetapi bagaimana caranya melepaskan diri dari kedukaan? Dengan membiarkan Tuhan membantu Anda. Berikut ini enam cara Tuhan memberkati hati yang hancur. 

1. Tuhan membuat Anda mendekat kepada-Nya.
Mazmur 34:18 mengatakan, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Ketika Anda berduka, Anda merasa seolah Tuhan berada berjuta mil jauhnya. Namun apa yang Anda rasakan dengan kenyataan tidaklah selalu sama. Tuhan tidak jauh. Bahkan Dia tidak pernah lebih atau kurang dekat dengan Anda. 

2. Tuhan berduka bersama Anda. 
Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus "dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan" (Yesaya 53: 3). Ketika Anda datang kepada Yesus dengan segala kesedihan Anda, Dia tahu kepedihan yang Anda bicarakan, dan Dia memahami rasa sakit Anda. Tuhan itu simpatik. Dia tidak jauh. Dia tidak apatis. Dia tidak berdiri di pinggir lapangan. Dia berduka bersama Anda.

3. Tuhan memberi Anda keluarga gereja untuk memberi Anda dukungan.
Kita diciptakan untuk bersedih bersama keluarga gereja kita. Penyembuhan datang melalui sebuah persekutuan. Kesembuhan datang dari dalam gereja. Kesembuhan datang melalui sebuah komunitas. Kita lebih baik jika bersama-sama!
"Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" (Roma 12: 5, 10,15).

4. Tuhan menggunakan kesedihan untuk membantu Anda bertumbuh. 
Tuhan menggunakan kedukaan dan bahkan rasa sakit untuk membantu Anda menjadi lebih seperti Kristus, dan Ia melakukannya dengan tiga cara:
Tuhan menggunakan rasa sakit untuk mendapatkan perhatian Anda (Amsal 20:30), Ia mendatangkan kebaikan dari dalam keburukan (Roma 8:28), dan Ia mempersiapkan Anda untuk kekekalan surga (2 Korintus 4: 17-18).

5. Tuhan memberi Anda pengharapan surga.
Ada banyak orang yang berduka sampai hilang harapan. Kehidupan Anda di bumi ini singkat, tetapi jika Anda percaya kepada Yesus Kristus dan mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, Anda memiliki harapan untuk menghabiskan kekekalan di surga bersama Allah, dan harapan itu akan menopang Anda melalui waktu kehilangan Anda. Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 4:13, "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan."

6. Tuhan menggunakan rasa sakit Anda untuk membantu orang lain.
Ini yang disebut rasa sakit penebusan; itulah penggunaan terbaik dari rasa sakit yang sedang Anda alami. Tuhan tidak ingin Anda menyia-nyiakan luka. "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah" (2 Korintus 1: 4).

Renungkan hal ini: 
- Mengapa menurut Anda Allah mengizinkan kita mengalami kesedihan dan kehilangan?
- Bagaimana mungkin Tuhan ingin Anda melayani orang lain yang berduka hingga hilang harapan?
- Apa rasa sakit terdalam yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda bisa menggunakan rasa sakit itu untuk membantu orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34


Berdukalah bersama Tuhan, Dia selalu ada bersama Anda diatas gunung maupun di lembah yang terdalam.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juli 12, 2019 |

Anda Tidak Harus Selalu Bahagia

Pengkhotbah 3: 1, 4 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;"

Hidup ini keras. Apakah Anda setuju dengan itu? Karena dosa Adam di Taman Edenlah, dunia ini hancur, menyebabkan tidak ada satu pun yang bekerja dengan sempurna. Tubuh Anda tidak bekerja dengan sempurna, cuaca tidak bekerja dengan sempurna, perekonomian tidak bekerja dengan sempurna, tidak ada hubungan yang berjalan dengan sempurna, Kehidupan ini penuh dengan kehilangan. 

Anda perlu memahami beberapa kebenaran yang akan memberi Anda suatu perspektif yang lebih baik saat menghadapi kehilangan yang tak bisa dihindari di dalam hidup Anda untuk kemudian bangkit lagi. 

Pertama, Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk selalu bahagia 

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa orang Kristen harus selalu tersenyum, selalu bahagia, selalu ceria.

Bahkan Alkitab berkata, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;" (Pengkhotbah 3: 1, 4).

Kadang satu-satunya respon yang logis dan sesuai terhadap kehidupan ini adalah kesedihan. Alkitab mengatakan Anda harus bersedih atas kehilangan-kehilangan Anda, termasuk kekecewaan Anda, dosa Anda, penderitaan Anda di dunia, dan teman-teman Anda yang tengah tersesat secara rohani. Tuhan tidak mengharapkan Anda selalu bahagia. Malah sebenarnya, Dia ingin Anda berduka dengan segenap hati Anda. 

Kedua, kesedihan sangat penting buat kesehatan Anda.

Apabila Anda tidak pernah menangisi apa pun, itu berarti salah satu dari tiga hal berikut: Anda tidak terhubung dengan realita, Anda tidak terhubung dengan perasaan Anda, atau Anda tidak dikasihi. Ketika Anda dipenuhi dengan kasih dan Anda melihat hal-hal yang menyedihkan, maka duka adalah respon yang wajar. 

Kesedihan merupakan emosi yang menyakitkan, tetapi itu juga perasaan yang sehat dan bermanfaat. Itu anugerah dari Tuhan. Itu alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk melewati transisi kehidupan.

Mungkin bertahun-tahun lalu Anda terluka ketika tumbuh dewasa. Mungkin orang tua Anda bercerai. Mungkin Anda pernah mengalami kekerasan. Mungkin Anda terluka oleh sesuatu yang seseorang katakan tentang Anda. Sebagai seorang anak, Anda tidak tahu bagaimana harusnya berduka dengan cara yang sehat, sehingga Anda hanya menyimpannya dalam-dalam. 

Anda harus kembali dan bersedih meratapinya. Mengapa? Karena jika Anda tidak berduka, maka Anda akan terjebak secara emosional, dan Anda hanya akan menghabiskan sisa hidup Anda menanggapi sesuatu yang terjadi di masa lalu dan menyalahkan orang-orang di sekitar Anda saat ini. Itu tidak sehat!

Daud membicarakan hal ini dalam Mazmur 32: 3: "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;" 

Hal-hal buruk yang terjadi pada Anda bukanlah pilihan Anda. Namun berduka adalah pilihan. Anda mungkin berkata, "Saya tidak suka merasa sedih." Tapi sadarilah tidak semua yang bermanfaat bagi Anda terasa enak, begitulah rasa duka dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini: 
- Kerugian apa yang Anda derita? Bagaimana itu mempengaruhi Anda secara fisik, emosional, dan rohani Anda?
- Bagaimana Anda tahu kapan saatnya selesai bersedih?
- Seperti apakah seharusnya membiarkan orang lain berduka dan mendukung mereka pada saat mereka kehilangan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15


Anda harus membiarkan diri Anda meratapi kehilangan-kehilangan, sehingga Anda dapat melanjutkan hidup Anda dan menerima berkat Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Juli 11, 2019 |
Back to Top