Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Matius 25:21 "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Sesunggguhnya kita tidak pernah memiliki apapun selama waktu kita yang singkat di bumi ini. Allah hanya meminjamkannya kepada kita untuk sementara. Alkitab mengatakan, "Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (Mazmur 24: 1).

Pekerjaan pertama yang Allah berikan kepada manusia ialah mengelola dan mengurus "perkara-perkara" Allah di bumi. Pekerjaan ini tidak akan pernah ditiadakan sebab itu adalah bagian dari tujuan kita hari ini.

Beberapa tahun lalu, sepasang suami istri mengizinkan saya dan istri saya menggunakan rumah mereka yang indah di tepi pantai Hawaii untuk berlibur. Mereka berkata, "Pakai seperti milik Anda sendiri," dan kami pun melakukannya! Kami berenang di kolam renang mereka, makan makanan dari lemari es mereka, menggunakan handuk dan piring mereka, dan bahkan lompat-lompat di tempat tidur. Sungguh menyenangkan!

Tetapi kami tahu itu bukan milik kami, jadi kami menjaganya dengan sangat baik. Kami menikmati kenyamanan menggunakan rumah tersebut tanpa harus memilikinya. Kami bertanggungjawab menggunakan hak istimewa yang telah kami dapatkan.

Yesus seringkali menyebut kehidupan ini sebagai sebuah tanggung jawab dan menceritakan banyak perumpamaan untuk menggambarkan tanggung jawab kita terhadap Dia. Dalam perumpamaan tentang talenta, seorang pengusaha mengevaluasi pekerjaan setiap hambanya dan memberi upah mereka sesuai dengan pekerjaan mereka. Kata-Nya, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21).

Di akhir hidup Anda di bumi, Anda akan dievaluasi dan dihargai sesuai dengan seberapa baik Anda telah mengurus apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada Anda. Itu artinya semua hal yang Anda kerjakan - bahkan pekerjaan harian yang sederhana - memberikan dampak yang kekal. Jika Anda memperlakukan segala sesuatunya sebagai sebuah tanggung jawab, maka Tuhan akan menjanjikan tiga anugerah di kekekalan surga.

Pertama, Anda akan diberikan afirmasi dari Tuhan: Dia akan berkata, "Kerja bagus!" Bagus sekali! "Selanjutnya, Anda akan mendapatkan promosi dan diberikan tanggung jawab yang lebih besar di dalam kekekalan: "Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Tidak akan ada sukacita yang lebih besar selain itu, dan itu tersedia bagi setiap pelayan Allah yang setia yang mengelola harta dari-Nya.

Renungkan hal ini:
- Selain uang, apa yang telah Allah percayakan kepada Anda sehingga Ia ingin Anda menjadi pelayan yang bertanggung jawab?
- Bagaimana Anda bekerja dengan setia setiap hari dalam mengelola tanggung jawab Anda? Bagaimana Anda dapat terus tumbuh di area tersebut?
- Pernahkah Anda berpikir tentang memiliki tanggung jawab di surga? Mengapa Anda menginginkan lebih banyak tanggung jawab di kekekalan surga?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Segala sesuatu yang kita nikmati harus diperlakukan sebagai sebuah tanggung jawab yang telah Tuhan tugaskan kepada kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 17, 2019 |

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Matius 6: 32-33 "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Setiap kali kita khawatir soal uang, kita bertindak seolah-olah kita tidak percaya pada Tuhan. Itu sama saja berkata, "Itu semua bergantung pada saya." Itu sama sekali bertentangan dengan Alkitab.

Alkitab berkata bahwa Allah "diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya" (Mazmur 111: 5).

Kitab Roma juga mengatakan kepada kita bahwa Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib untuk memberi Anda keselamatan. Jika Allah saja begitu mengasihi Anda sehingga Ia rela mengutus Putra-Nya sendiri untuk mati bagi Anda, tentunya Dia pun akan mengurus semua tagihan dan hutang Anda.

Allah telah menyelesaikan masalah terbesar Anda ketika Dia menyelamatkan Anda, jadi jika dibandingkan dengan itu, maka masalah-masalah lainnya kecil bagi Dia. Intinya ini: Apakah Anda percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang Ia bilang akan Ia lakukan — bahwa Ia akan memenuhi kebutuhan Anda?

Apakah Anda bersedia meminta kepada Tuhan untuk menyediakan apa yang Anda butuhkan, ketimbang mengandalkan kekuatan finansial Anda?

Apakah Anda bersedia belajar untuk menjadi puas?

Apakah Anda bersedia memberikan perpuluhan seperti yang diperintahkan Allah dan percaya bahwa Ia akan memenuhi semua yang Anda butuhkan?

Apakah Anda bersedia hidup dengan integritas dan jujur dengan keuangan Anda?

Apakah Anda bersedia mempercayakan setiap bidang kehidupan Anda sepenuhnya kepada Yesus Kristus?

Jika Anda sungguh-sungguh ingin terbebas dari ketakutan finansial, Anda harus memilih untuk melakukan apa yang jelas-jelas Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan. Dia memberi petunjuk-Nya di dalam Firman-Nya. Kata-Nya, "Aku akan menggenapi janji-Ku, jika engkau mau taat dengan premisnya, syaratnya."

Hari ini, ambil keputusan untuk menjadi murid yang setia dalam mengatur uang dan sumber yang Anda miliki supaya Tuhan dapat memakai Anda untuk menggenapi rancangan-Nya.

Renungkan hal ini:
- Jika Anda sangat percaya Tuhan menyediakan setiap kebutuhan yang Anda perlukan, bagaimana hal itu akan mengubah cara Anda mengelola keuangan Anda dengan secara spesifik?
- Apakah Anda puas dengan apa yang Anda miliki saat ini? Mengapa atau mengapa tidak?
- Luangkan waktu untuk mengaku kepada Tuhan bahwa selama ini Anda berusaha mengendalikan uang Anda dan mengejar tujuan Anda sendiri dengan mengandalkan uang Anda. Mintalah pengampunan dan pertolongan Tuhan agar Anda semakin bertumbuh menjadi murid yang taat dan setia.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Kekhawatiran ialah tanda bahwa kita meragukan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 16, 2019 |

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kehidupan ini seringkali menghadirkan saat-saat yang sulit untuk kita terima, seperti sakit-penyakit, kehilangan pekerjaan, atau kematian teman atau anggota keluarga kita. Pil pahit itu sulit untuk kita telan, dan itu seringkali membuat kita tersedak.

Yakinlah, Tuhan selalu merancangkan sesuatu yang baik dalam hidup Anda, bahkan saat Anda tak dapat melihatnya. Untuk mampu berpegang pada pengharapan di tengah masa-masa sulit, Anda harus memahami kebenaran ini. Alkitab mengatakan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Alkitab tidak mengatakan bahwa setiap peristiwa dalam hidup Anda akan berjalan baik. Anda dan saya sama-sama tahu itu tidak benar. Tetapi ketika Anda mulai menjalankan hidup dengan baik, maka setiap bagiannya saling bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Itu sama seperti membuat kue. Anda tak suka rasa dari masing-masing bahan, tetapi ketika semua bahan tersebut disatukan, hasilnya akan terasa enak. Tuhan ingin membuat kue yang luar biasa lezat dengan hidup Anda, dan Ia ingin memakai elemen-elemen yang tidak enak dan pahit tersebut demi kebaikan Anda.

Allah juga tidak berfirman bahwa segala sesuatunya saling bekerja seperti apa yang kita mau, atau bahwa setiap cerita akan berakhir bahagia. Tidak semua kesepakatan bisnis akan berjumlah satu juta dolar. Tidak semua pasangan menikah akan hidup bahagia selamanya. Tidak semua anak akan menjadi kapten tim sepak bola.

Sebaliknya, ayat ini mengingatkan kita bahwa kita dapat benar-benar percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta membuat segala sesuatunya bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Pengharapan tidak sama dengan optimisme. Itu bukan keyakinan bahwa sesuatu yang buruk akan menjadi baik. Itu juga bukan keyakinan mutlak bahwa setiap bagian hidup Anda pada akhirnya akan menjadi masuk akal dan Anda mengerti, terlepas di mana kita akan menghabiskan kekekalan kita kelak.

Anda bahkan tak bisa membayangkan kebaikan yang Tuhan telah persiapkan untuk Anda di masa depan. Anda dapat mempercayakan permasalahan Anda di saat ini dan di masa depan kepada-Nya, sebab Dia selalu bekerja untuk kebaikan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda percaya bahwa Tuhan dapat menggunakan pengalaman buruk dalam hidup Anda untuk kebaikan? Jika demikian, bagaimana hal itu terlihat dari cara Anda berbicara dengan orang lain tentang apa yang tengah Anda alami?
- Pengalaman mana dalam hidup Anda yang membuat Anda paling sulit untuk melihat hal-hal baik yang telah Tuhan buat untuk Anda?
- Bagaimana kematian Yesus di kayu salib menjadi salah satu contoh dimana Allah bekerja mendatangkan yang baik melalui situasi yang buruk?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8


Dari sudut pandang kita, hidup ini tampak kacau. Namun sudut pandang Allah dari surga tidak sama dengan sudut pandang kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 14, 2019 |

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Roma 15:13 "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."

Di tahun 1927, sebuah kapal selam Amerika bertabrakan dengan kapal U.S Coast Guard (kapal tentara perbatasan laut Amerika) di lepas pantai Provincetown, Mass., dan mulai tenggelam. Tentara perbatasan dan Angkatan Laut Amerika mengirimkan pasukan penyelamnya untuk menaksir seberapa parah kerusakan yang ada dan mulai melakukan operasi penyelamatan. Ketika para penyelam mulai mendekati kapal selam tersebut, mereka mendengar seorang pelaut mengetuk lambung kapal menggunakan kode Morse. Dia bertanya, "Apa ada harapan?"

Itu suatu pertanyaan mendasar dalam kehidupan. Setiap hari pertanyaan ini ditanyakan oleh orang-orang yang tak terhitung jumlahnya, dalam berbagai cara: ketika duduk di ruang dokter menunggu hasil tes kesehatan, ketika sepasang suami istri melakukan konseling pernikahan selama berbulan-bulan namun tak kunjung juga membaik, ketika berada di pengadilan menunggu keputusan apakah Anda dinyatakan bangkrut atau tidak, atau ketika sebuah keluarga mendengar kabar bahwa anak mereka hilang.

Anda dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, dan delapan menit tanpa udara. Tetapi Anda tak bisa bertahan satu detikpun tanpa pengharapan sebab itu merupakan bagian penting dari kehidupan. Ketika tak ada lagi pengharapan, hidup ini pun berakhir.

Orang-orang, di mana pun mereka berada, kerap mencari harapan di tempat-tempat yang salah. Mereka mencarinya di dalam hubungan mereka, di dalam buku-buku motivasi, di dalam agama, dan di dalam pembenaran diri.

Namun hanya ada satu tempat untuk menemukan harapan sejati. Alkitab berkata bahwa harapan sejati ditemukan dengan menghadapkan wajah Anda kepada Allah, "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Roma 15:13).

Anda butuh harapan yang seperti itu. Dan itu hanya tersedia melalui hubungan Anda dengan Yesus Kristus. Ketika Anda percaya kepada-Nya, Roh Kudus bekerja di dalam Anda untuk memenuhi Anda dengan harapan yang dari Allah semata, Dia mengasihi Anda dan Dia berkarya untuk mendatangkan kebaikan untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah mengalami kesulitan untuk menyadari hadirnya Tuhan?
- Jika Anda telah menjadi pengikut Yesus, bagaimana harapan dari-Nya telah mengubah hidup Anda?
- Siapa saja orang dalam hidup Anda yang sedang berada di tengah-tengah keputusasaan dan yang sedang membutuhkan Anda untuk mengingatkan mereka atau untuk memberi tahu dimana letaknya harapan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Harapan yang dari Allah akan mengangkat Anda dari keputusasaan dan memberi Anda ruang untuk bernapas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, September 13, 2019 |

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

2 Tawarikh 20: 5-6 "Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau."

Hidup ini memiliki saat-saat dimana Anda merasa seolah berada dalam situasi yang mustahil, saat-saat ketika Anda merasa diserang dari segala arah. Itulah yang terjadi pada Raja Israel, Yosafat. Ia berdoa kepada Allah ketika menghadapi pasukan berjumlah besar yang terdiri dari tiga bangsa yang berbeda. Untuk bisa melewati masa-masa tersebut, Anda perlu mencontoh doa-doa Yosafat ini agar Anda dapat beroleh damai sejahtera.

Yosafat melakukan tiga hal dalam 2 Tawarikh 20 yang juga bisa Anda lakukan:

Fokus kembali kepada Tuhan. Meski dengan permasalahan yang menjulang di hadapan Anda, alihkan fokus perhatian Anda kepada sifat dan janji Allah. Yosafat berdoa, "Ya Tuhan, Engkau lebih besar dari semua bangsa. Engkau lebih besar dari apa pun yang akan kuhadapi."Masalah Anda mungkin tampak terlalu besar buat Anda atasi, tetapi itu tak akan pernah terlalu besar buat Tuhan. Ubah perspektif Anda dengan cara mengalihkan fokus Anda.

Ingat kesetiaan Tuhan di masa lalu. Yosafat ingat kembali segala cara yang telah Allah pakai untuk menolong bangsa Israel di masa lalu. Dengan mengingat kembali kesetiaan Tuhan di masa lalu akan membantu Anda untuk percaya pada-Nya di masa depan. Anda perlu ingat kembali saat-saat dimana Tuhan bekerja dengan begitu kuatnya di dalam hidup Anda.

Minta bantuan Tuhan. Pada intinya, Yosafat berdoa, "Masalahku tidak ada yang terlalu besar bagi-Mu, Tuhan. Engkau telah menolongku di masa lalu. Bantu aku sekali lagi, ya Tuhan!" Tuhan mengasihi Anda, dan Dia peduli dengan masalah Anda.

Doa Yosafat dibangun di atas tiga pertanyaan ini: "Apakah Engkau bukan Tuhan?" "Bukankah Engkau pernah membantu kami?" dan "Apakah Engkau tidak akan melakukannya lagi?"
Ketika Anda merasa kewalahan, Anda perlu bantuan Tuhan. Tetapi penting untuk dipahami bahwa Allah Bapa bukanlah mesin penjual otomatis yang akan memberikan apa pun yang Anda inginkan, hanya karena Anda menyetor beberapa doa. Tuhan ingin ibadah Anda terlebih dahulu. Ketika Anda fokus dan bersyukur kepada-Nya atas kasih setia-Nya, artinya Anda menyembah Dia. Kemudian, berdoalah dan minta pertolongan-Nya.

Yosafat setia dalam menyembah Allah dan dalam meminta bantuan Dia, dan Dia pun membebaskan Yosafat dari musuh-musuhnya. Allah akan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari masalah Anda akan mengubah perspektif Anda di dalam situasi sulit yang tengah Anda hadapi?
- Apa artinya berdoa dengan penuh harap? Bagaimana tiga pertanyaan tentang Tuhan di atas membantu Anda berdoa seperti ini?
- Apa respons yang sehat dan yang seturut dengan Kristus ketika Allah tidak menjawab doa-doa Anda atau ketika jawaban-Nya tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6


Buktikan komitmen Anda untuk mengutamakan Tuhan lebih dahulu lebih dari segalanya, maka Tuhan juga akan membuktikannya kuasaNya pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 12, 2019 |

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Yohanes 14:27 "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Allah telah berjanji untuk memberi Anda ketenangan jiwa. Bahkan salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shalom, yang artinya, "Tuhan Damai Sejahtera." Menemukan ketenangan jiwa merupakan salah satu kebutuhan terdalam kita. Jika Allah telah menjanjikan ketenangan jiwa namun Anda tak memilikinya, mengapakah? Berikut ini tiga hal yang bisa merampas damai sejahtera Anda:

Kita kehilangan damai sejahtera ketika keadaan berada di luar kendali kita. Banyak kehidupan berada di luar kendali kita. Kita terjebak dalam kemacetan lalu-lintas dan melewatkan acara penting. Satu pasangan suami istri berusaha mati-matian – namun sayangnya tidak berhasil - untuk memiliki bayi. Seseorang kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Ketika hal-hal ini — besar atau kecil — terjadi, kita menjadi frustrasi dan kehilangan ketenangan pikiran.

Kita kehilangan damai sejahtera saat orang-orang tak dapat berubah. Cara paling cepat untuk menghilangkan ketenangan ialah dengan mencoba mengubah orang lain. Tentu tak setiap orang dapat berubah sesuai dengan kehendak Anda. Bahkan jika kita tahu itu tak akan berhasil, kita masih mencoba melakukannya! Dan itulah yang bisa menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Kita kehilangan damai sejahtera saat masalah tak dapat dijelaskan. Kita tahu hidup ini tidak adil. Banyak perkara tidak selalu berakhir indah. Dan ketika kita tidak mengerti alasannya, kita menjadi cemas, gugup, dan stres.

Menerima damai sejahtera Allah bukan berarti hidup Anda akan terbebas dari masalah. Tapi itu artinya meski ketika dunia Anda tampak berantakan, Anda akan mampu berpikir jernih dan tidur nyenyak.

Bagaimana cara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda? Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman. Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
- Keadaan-keadaan apa yang tak terkendali yang telah mencuri damai sejahtera Anda belakangan ini?
- Bagaimana Allah menggunakan masalah untuk mendekatkan kita kepada-Nya dan membantu kita bertumbuh secara spiritual?
- Apa dampak dari memiliki hidup yang damai?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4


Fokuslah pada kebaikan-Nya dan damai sejahtera yang melampaui pemahaman Anda akan memenuhi hati dan pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 10, 2019 |

Ucapkan Selamat Tinggal Kepada Rasa Malu

Ucapkan Selamat Tinggal Kepada Rasa Malu

Roma 8: 33-34 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Alkitab berkata bahwa Tuhan sepenuhnya menerima Anda dan mengasihi Anda dengan tulus, dan ketika Anda memahami kebenaran itu, maka itu akan mengubah hidup Anda. Anda tak akan kembali menjadi orang yang sama lagi. Salah satu hal pertama yang akan berubah ialah rasa malu yang Anda bawa. Anda tidak perlu lagi membawanya seumur hidup Anda begitu Anda tahu kebenaran tentang kasih Allah yang tulus itu.

Beberapa orang menjalani hidup dengan menghindari Tuhan karena mereka merasa malu dan bersalah. Mereka berpikir, "Tuhan adalah Tuhan yang sempurna, sementara saya amat sangat tidak sempurna. Jadi buat apa saya bergaul dengan Tuhan yang sempurna yang hanya akan mengingatkan saya seumur hidup saya betapa telah gagalnya saya?"

Ketahuilah, Tuhan tidak seperti itu!

Alkitab berkata, "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5: 1).

Mungkin selama ini Anda menjalani hidup dengan berusaha mendapatkan persetujuan orang lain. Itu memengaruhi cara Anda berpakaian, cara Anda berbicara, dan cara Anda melakukan begitu banyak hal. Namun ketika Anda mengerti bahwa Tuhan mengasihi Anda tanpa syarat, Anda akan menyadari hal ini: Anda tak butuh persetujuan orang lain, hanya persetujuan Tuhan saja.

Ketika Anda tahu bahwa Allah mengasihi Anda dan bahwa Anda telah diampuni, Anda dapat menyingkirkan rasa malu dan rasa bersalah Anda sebab "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Roma 8: 1).

Bersukacitalah hari ini sebab Anda bisa bersandar di dalam kasih sempurna Allah Bapa.

Renungkan hal ini:
- Mengapa rasa malu jadi sebuah perangkap yang sangat kuat?
- Bagaimana selama ini Anda bergumul dengan rasa malu dalam hidup Anda? Bagaimana dengan memahami kasih Allah membebaskan Anda dari rasa malu itu?
- Apa yang akan berubah saat ini dalam hidup Anda seandainya Anda tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, dan Anda hanya peduli tentang ikut Tuhan dan bersandar di dalam kasih-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3



Yesus datang ke dunia justru bagi Anda, orang yang paling berdosa, orang yang gagal, orang yang amat sangat tidak sempurna.
Jangan malu untuk menampilkan diri Anda dihadapanNya, Dia sudah tau betul siapa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 09, 2019 |

Kesalahan Masa Lalu Tidak Menghentikan Panggilan Tuham atas Hidup Anda

Kesalahan Masa Lalu Tidak Menghentikan Panggilan Tuham atas Hidup Anda
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Anda telah gagal. Anda telah berdosa. Anda telah membuat keputusan-keputusan buruk. Begitu pun saya- saya juga telah melakukan itu semua.

Tapi tahukah Anda?

Tak satu pun dari kegagalan tersebut yang membuat Tuhan mengubah panggilan-Nya atas hidup Anda sedikit pun. Panggilan yang Tuhan berikan ketika Anda lahir, yang kemudian Dia tegaskan kembali saat menyelamatkan Anda, merupakan panggilan yang Dia berikan untuk Anda selamanya. Itu bersifat permanen.

Lihat saja Paulus. Sebelum menjadi orang percaya, Paulus mendatangi rumah-rumah, menyeret mereka ke jalan, dan melemparkan mereka ke dalam penjara. Dia menulis dalam 1 Timotius 1: 12-13, "Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku-- aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman."

Namun tak satu pun dari kekejiannya itu mengubah panggilan Allah atas kehidupan Paulus. Begitupun dengan Anda, tak ada yang dapat mengubah panggilan Tuhan atas hidup Anda.

Bahkan, Tuhan ingin menggunakan kepedihan dan luka dari masa lalu Anda untuk kemuliaan-Nya hari ini dan di masa depan. Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan rasa sakit Anda. Semuanya itu sesuai dengan rencana-Nya.

Dia dapat menggunakan kesalahan Anda, dosa Anda, dan bahkan dosa orang lain yang telah menyakiti Anda dan memasukan itu ke dalam rencana penebusan-Nya. Alkitab berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Renungkan hal ini:
- Kesalahan apa dari masa lalu Anda yang paling Anda khawatirkan tidak dapat Tuhan gunakan ke dalam rancangan-Nya untuk hidup Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain mengatasi kegagalan mereka dalam menggenapi panggilan Allah?
- Bagaimana Anda terdorong oleh kebenaran Firman bahwa Allah tidak menyia-nyiakan rasa sakit apa pun dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 109-111; 1 Korintus 5


Kasih Tuhan terlalu besar untuk menutupi semua kegagalan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Agustus 22, 2019 |

Petunjuk Untuk Melayani

Petunjuk Untuk Melayani
Amsal 27:19 "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."

Alkitab menggunakan istilah "hati" untuk menggambarkan seikat hasrat, harapan, minat, ambisi, impian, dan kasih sayang yang Anda miliki. Hati Anda mewakili sumber dari segala motivasi Anda- apa yang Anda sukai dan apa yang paling Anda pedulikan. Bahkan sampai hari ini, kita masih menggunakan kata ini untuk mengatakan, "Aku mencintaimu sepenuh hatiku."

Alkitab mengatakan apa yang ada di dalam hati Anda mengungkapkan siapa diri Anda sebenarnya: "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu" (Amsal 27:19). Anda bukan seperti yang orang lain pikirkan tentang diri Anda atau seperti bagaimana Anda dipaksakan oleh keadaan. Hati Anda adalah diri Anda yang sebenarnya. Itu menentukan mengapa Anda mengatakan hal-hal yang Anda katakan, mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan, dan mengapa Anda bertingkah laku seperti itu.

Secara jasmaniah, masing-masing kita memiliki detak jantung yang unik. Sama seperti masing-masing kita yang memiliki cetak jari, cetak mata, dan cetak suara yang unik, hati kita berdetak dengan pola yang sedikit berbeda. Sungguh menakjubkan bagaimana dari dua milyaran orang yang pernah hidup di muka bumi ini, tidak ada satu pun yang memiliki detak jantung yang persis sama seperti milik Anda.

Sama halnya, Tuhan telah menganugerahkan setiap kita detak jantung yang unik, yang berdebar kencang saat kita memikirkan tentang sesuatu, kegiatan, atau situasi yang menarik hati kita. Secara naluriah, kita peduli dengan beberapa hal tapi tidak dengan hal-hal yang lain. Inilah petunjuk-petunjuk akan di mana Anda harus melayani.

Kata lain untuk hati adalah hasrat. Ada subyek tertentu yang membuat Anda sangat bersemangat, sementara yang lainnya tidak. Beberapa pengalaman menghidupkan Anda dan menarik perhatian Anda, sementara yang lain malah mematikan Anda atau membuat Anda menangis tersedu-sedu. Ketika Anda tumbuh dewasa, Anda mungkin mendapati bahwa Anda sangat tertarik pada beberapa subyek yang bahkan tidak ada orang lain di keluarga Anda pedulikan.

Dari mana asalnya hasrat itu? Itu datangnya dari Tuhan! Dia menganugerahkannya kepada Anda untuk suatu alasan, dan Dia ingin Anda menggunakannya untuk melayani orang lain.

Renungkan hal ini:
- Subyek, kegiatan, atau ide apa yang paling Anda sukai? Bagaimana Anda berinvestasi dalam hal-hal tersebut untuk mendatangkan kemuliaan Allah?
- Pertimbangkan hal-hal yang menyita banyak waktu dan energi Anda. Bagaimana itu bersinggungan dengan detak jantung emosional Anda?
- Mengapa Tuhan ingin Anda berhasrat dengan cara-cara Anda melayani Dia?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4


Tuhan memberikan hati nurani untuk menuntun Anda. Dengarkanlah itu, jangan selalu mengabaikannya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Agustus 21, 2019 |

Apa Yang Harus Anda Lakukan Dengan Karunia-Karunia Anda

Apa Yang Harus Anda Lakukan Dengan Karunia-Karunia Anda
1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Tahukah Anda untuk apa Tuhan menciptakan Anda? Apakah Anda tahu apa takdir Anda?

Untuk dapat menggenapi takdir Anda, maka Anda perlu mengenali cara unik Tuhan dalam menciptakan Anda. Itu termasuk hal-hal yang di luar kendali Anda, misalnya orang tua Anda, kewarganegaraan Anda, ras Anda, atau bahasa ibu Anda. Pun termasuk bentuk Anda: Karunia Spiritual, Hati, Kemampuan, Kepribadian, dan Pengalaman Anda. Semua hal tersebut menjadikan Anda unik.

Anda hanya bertanggung jawab atas karunia-karunia yang dianugerahkan kepada Anda. Jadi, apabila Anda tidak berbakat secara artistik, Anda tidak diharapkan untuk menghasilkan karya lukisan seperti Rembrandt.

Ketika Anda sampai ke surga, Allah tidak akan membandingkan Anda dengan orang lain, tetapi Dia akan membandingkan Anda dengan diri Anda sendiri. Apa yang telah Anda lakukan dengan karunia-karunia Anda? Roma 14:12 mengatakan, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."

Dalam Perjanjian Lama, Ester menggunakan tiga aset yang dianugerahkan Allah untuk mengenapi takdirnya. Ester seorang wanita cerdas, cantik, dan memiliki kepribadian yang menarik. Karena karakteristik inilah: "Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti" (Ester 2:15, 17).

Sama halnya Allah memberi Ester karunia-karunia untuk sebuah tujuan, Dia pun telah memberi Anda karunia-karunia untuk suatu tujuan. Sama halnya Ester, Anda memiliki tanggung jawab untuk menjadi murid yang baik dalam menggunakan karunia-karunia tersebut— bukan untuk kepentingan diri Anda sendiri melainkan untuk kepentingan orang lain.

Renungkan hal ini:
- Untuk dapat mengetahui apa takdir Anda, maka Anda harus tahu apa talenta-talenta Anda, dan kemudian memutuskan bagaimana menggunakannya. Buatlah daftar karunia-karunia yang telah Tuhan berikan kepada Anda— termasuk karunia-karunia Anda dan faktor-faktor kehidupan yang di luar kendali Anda, seperti keluarga Anda, kebangsaan Anda, dan sebagainya. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, "Apa yang telah Allah berikan kepadaku untuk digunakan demi kebaikanku selamanya?"
- Bagaimana Anda dapat membantu orang lain menemukan bentuk karunia dan tujuannya?
- Apa sajakah cara-cara praktis yang dapat Anda dapatkan dari kebiasaan buruk membandingkan diri Anda dengan orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3


Kunci untuk menjalani kehidupan yang produktif dan memuaskan ialah dengan menggunakan karunia Anda tersebut untuk melayani Tuhan, dengan cara melayani orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Agustus 20, 2019 |

Tuhan Punya Pekerjaan Yang Unik Untuk Anda Kerjakan

Tuhan Punya Pekerjaan Yang Unik Untuk Anda Kerjakan

Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."


Allah memanggil Anda untuk melakukan pelayanan yang jauh melebihi apa pun yang bisa Anda bayangkan.

Anda tidak diciptakan hanya untuk hidup - untuk makan, bernafas, dan memenuhi Bumi ini. Anda diciptakan untuk menambahkan arti bagi kehidupan di Bumi ini. Allah ingin Anda memberikan kontribusi.

Alkitab berkata, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" (Efesus 2:10). "Pekerjaan baik" ini merupakan pelayanan Anda bagi dunia. Setiap kali Anda melayani orang lain dengan cara apa pun, Anda sebenarnya sedang melayani Allah (lihat Kolose 3: 23-24, Matius 25: 34-45, dan Efesus 6: 7).

Apa yang Allah katakan kepada nabi Yeremia juga berlaku buat Anda: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa" (Yeremia 1: 5).

Ketika kebanyakan orang berpikir tentang "pekerjaan khusus" ini, mereka berpikir tentang pendeta profesional, tetapi Allah mengatakan setiap anggota keluarga-Nya adalah pendeta. Di dalam Alkitab, kata "hamba" dan "pelayan" merupakan sinonim dari "pelayanan" dan "ministri." Jika Anda seorang Kristen, maka Anda adalah seorang pendeta, dan ketika Anda melayani, artinya Anda sedang melayani.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Allah tidak segera membawa kita ke surga begitu kita menerima anugerah-Nya? Dia meninggalkan kita di sini untuk menggenapi tujuan-Nya. Setelah Anda diselamatkan, Allah bermaksud untuk menggunakan Anda untuk mewujudkan tujuan-tujuan-Nya. Allah memiliki pelayanan untuk Anda di gereja-Nya dan misi untuk Anda di dunia ini.

Renungkan hal ini:
- Apakah ada yang menahan Anda dari menerima panggilan Tuhan untuk melayani Dia?
- Mengapa beberapa orang bergumul dengan suatu gagasan bahwa setiap pengikut Yesus dipanggil untuk melayani, bukan hanya pekerjaan para pendeta profesional?
- Allah memiliki pelayanan untuk Anda di gereja-Nya dan misi untuk Anda di dunia ini. Apa yang menjadi panggilan Anda lakukan hari ini di tempat tinggal Anda- di rumah atau di lingkungan atau komunitas Anda - walau seberapa kecil itu kelihatannya? Bagaimana Anda akan meresponnya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2


Anda ditempatkan di Bumi ini untuk membuat perbedaan dan kontribusi khusus yang berbeda satu sama lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Agustus 19, 2019 |

Panggilan Anda dan Komunitas Anda Saling Berjalan Beriringan

Panggilan Anda dan Komunitas Anda Saling Berjalan Beriringan

Ibrani 3: 1 "Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,"


Anda tidak dapat memenuhi panggilan Tuhan untuk hidup Anda sendiri. Itu mustahil, karena panggilan Anda dan komunitas Anda berjalan bersama-sama.

Itu ibaratnya bagian-bagian tubuh Anda. Mereka tidak ada gunanya, kecuali masing-masing saling terhubung. Anda mungkin memiliki sebuah bola mata yang tajam- yang memiliki kemampuan untuk menangkap cahaya, menerjemahkan cahaya itu ke dalam otak Anda, dan memampukan Anda untuk melihat sesuatu. Namun sebuah bola mata yang tak terputus dari tubuh Anda tidak berharga sebab itu tak dapat melihat apa pun.

Anda memiliki sepasang telinga yang merupakan karunia Tuhan yang luar biasa. Telinga Anda dapat menerima gelombang suara, mengubahnya menjadi rangsangan ke otak Anda, dan memampukan Anda untuk mendengar apa yang tengah terjadi di sekitar Anda. Namun, jika telinga Anda terputus dari tubuh Anda, itu menjadi tidak berharga.

Sama halnya dengan Anda, maka Anda harus terhubung dengan tubuh Kristus untuk menggenapi panggilan Anda. Alkitab berkata, "Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu," (Efesus 4: 4).

Anda diciptakan untuk melengkapi panggilan Anda di dalam komunitas bersama dengan orang percaya lainnya, dimana Anda bekerja sama dan saling mendukung. Lihat bagaimana mata dan telinga saling bekerja sama untuk mendukung seluruh tubuh. Sama halnya, semua orang percaya "mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus," (Ibrani 3: 1).

Minggu ini saat Anda berada di gereja, lihatlah ke sekeliling Anda. Orang-orang yang sedang Anda lihat itu merupakan "Satu tubuh, dan satu Roh" di dalam panggilan Tuhan atas hidup Anda. Anda membutuhkan mereka, dan mereka membutuhkan Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana orang lain membantu Anda untuk memenuhi panggilan Anda selama ini?
- Seberapa sukses Anda ketika Anda mencoba memenuhi panggilan Anda tanpa bantuan orang lain?
- Bagaimana Anda dapat membantu orang lain untuk memenuhi panggilan mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31


Anda tak dapat menggenapi panggilan Tuhan tanpa orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Agustus 18, 2019 |

Anda Butuh Kuasa Tuhan Untuk Perubahan Yang Kekal

Anda Butuh Kuasa Tuhan Untuk Perubahan Yang Kekal
Roma 7:24 "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?"

Tahukah Anda bahwa seringkali Anda menjadi musuh terburuk buat diri Anda sendiri? Reaksi, ketakutan, dan ketidakmampuan Anda sendiri bisa menyebabkan Anda bertindak dengan cara-cara yang bodoh. Paling tidak itu berlaku buat Anda.

Saya perlu diselamatkan dari diri saya sendiri karena ada hal-hal yang tidak saya sukai tentang diri saya - hal-hal yang saya harap bisa saya lakukan dengan berbeda, hal-hal yang ingin saya ubah. Tapi saya tidak bisa mengubahnya, setidaknya tidak dengan kekuatan saya sendiri. Saya butuh sumber kuasa dari luar.

Anda mungkin berkata, "Saya bisa berubah." Saya benci mengatakan hal ini, tetapi Anda tidak bisa berubah. Di awal tahun baru, Anda mungkin membuat daftar resolusi-resolusi, tetapi di akhir Januari, daftar itu masuk tong sampah. Mengapa? Sebab Anda tidak bisa berubah sendiri; Anda membutuhkan kuasa Tuhan. Anda membutuhkan seorang Juru Selamat - seseorang yang dapat membuat perubahan yang tidak dapat Anda lakukan sendiri.

Jika Anda mau jujur akan hal ini, kadang Anda mungkin merasa hidup Anda gila. Itu perasaan yang sangat umum. Selamat datang di dunia nyata!

Rasul Paulus merasakannya sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dia mengatakan ini di dalam Alkitab: "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa" (Roma 7: 24-25). Itulah jawabannya!

Anda mungkin tengah mencari sesuatu yang akan memberikan Anda suatu pemenuhan, makna, serta damai sejahtera dalam kehidupan. Tetapi jika Anda tidak mencari keselamatan di dalam Yesus, artinya Anda tengah mencarinya di tempat yang salah, dan itulah mengapa Anda frustrasi.

Sebagian dari kita berpikir bahwa jika kita menikah, atau mendapatkan pekerjaan, atau mendapatkan promosi tertentu, atau mencapai tingkat kekayaan tertentu, atau memiliki bayi, atau melihat anak-anak Anda lulus, maka segalanya akan lebih baik. Banyak orang mencari keselamatan dalam buku-buku motivasi, terapi, mode, diet, atau liburan.

Tapi itu artinya Anda mencari di tempat yang salah.

Jawabannya bukanlah pada keadaan Anda, bukan juga di suatu tempat atau program atau obat. Jawabannya adalah pada seseorang: Yesus Kristus. Anda diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan dan sampai Anda memahami dan menerima hal itu, hidup ini tidak akan pernah masuk akal.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kehidupan Anda akan berubah seandainya Anda menerima sepenuhnya kebergantungan Anda kepada Yesus? Seperti apakah iman yang "sepenuhnya menerima"?
- Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk mengendalikan hidup Anda kepada Allah? Seberapa sering Anda perlu mengambil langkah tersebut?
- Apa artinya diciptakan "untuk Allah"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17


Hidup Anda ada di dalam rencana Tuhan, bukan rencana Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, Agustus 17, 2019 |

Bisakah Anda Memperpanjang Rencana Anda Kepada Tuhan

Bisakah Anda Memperpanjang Rencana Anda Kepada Tuhan
Lukas 1: 46-47 "Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,"

Berbicara soal perencanaan, banyak orang Kristen yang bertindak layaknya seorang ateis. Mereka mengerti bahwa Yesus telah menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak benar-benar percaya kepada-Nya. Mereka beranggapan bisa merencanakan hidup mereka dengan cara apa pun yang mereka mau. Tetapi pada kenyataannya, Tuhan menciptakan setiap orang untuk sebuah tujuan yang unik. Dia memiliki rancangan khusus bagi semua orang.

Tuhan punya rencana untuk Maria Magdalena. Dia memilihnya, dan Dia menciptakannya untuk menjadi ibu dari Anak Allah. Lalu apa respon Maria? Dia tidak berkata, "Saya punya rencana sendiri untuk hidup saya. Saya terlalu sibuk. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik buat saya." Tidak, dia tahu betul bahwa Allah punya sebuah tujuan untuk hidupnya, dan dia bersedia melakukan apa pun yang Dia kehendaki.

Maria merespon panggilan-Nya dengan sebuah nyanyian pujian: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku," (Lukas 1: 46-47).

Maria mengerti bahwa Allah adalah Tuhan dan Juru Selamatnya, dan dia sangat ingin melakukan kehendak-Nya. Dia mempercayakan hidupnya pada-Nya walau ia tahu tidak ada seorang pun yang akan percaya kepadanya saat ia memberi tahu mereka apa yang diberitakan malaikat Allah kepadanya.

Apakah Anda percaya bahwa Allah menciptakan Anda untuk sebuah tujuan tertentu? Alkitab berkata, "Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya" (Mazmur 100: 3).

Rancangan Tuhan atas hidup Anda lebih baik daripada rencana apa pun yang pernah, dan akan Anda buat. Jadi, apabila Anda hendak mempercayakan hidup Anda kepada seseorang, siapa yang paling bisa Anda percaya, selain Pencipta Anda sendiri, pribadi yang menciptakan Anda untuk sebuah tujuan?

Renungkan hal ini:
- Rencana apa yang sedang Anda buat untuk diri Anda sendiri? Seberapa tepat itu mencerminkan iman Anda pada Allah serta kehendak-Nya?
- Bagaimana bisa dengan sungguh-sungguh mempercayakan rancangan hidup Anda kepada Allah dapat memengaruhi kehidupan doa Anda, relasi Anda dengan orang lain, serta perspektif Anda akan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia?
- Luangkan waktu sejenak, dan tuliskan beberapa kata puji-pujian kepada Allah yang mencerminkan hasrat Anda untuk melakukan kehendak-Nya dan menggenapi rancangan-Nya untuk hidup Anda.


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16


Sadarilah Anda hanyalah bejana tanah liat dan Yesus adalah penjunan-nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Agustus 16, 2019 |

Tujuan Dari Rasa Frustasi

Tujuan Dari Rasa Frustasi
Amsal 12:16 "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh."

Anda akan bertemu orang-orang yang menyebabkan begitu banyak rasa frustrasi sampai Anda bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, tolong bantu aku menunjukkan mereka lebih banyak belas kasih." Siapa orang-orang tersebut dalam hidup Anda?
- Pengemudi yang berjalan lambat di lajur cepat?
- Rekan kerja yang menolak untuk meminta maaf?
- Teman yang tidak tahu berterima kasih?
- Tetangga yang kasar dan menjengkelkan?
- Anggota keluarga yang menuntut, merendahkan, dan senang menentang?

Banyak orang mengembangkan respons yang tidak sehat terhadap frustrasi. Mereka menghindari orang-orang yang sulit, namun penyangkalan hanyalah menunda masalah. Itu tidak menyelesaikan masalah. Penyangkalan mungkin membuat mereka bahagia, tetapi tidak bagi beberapa orang. Apa pun yang mereka lakukan, itu tidak akan bisa berhasil menyingkirkan rasa kesal mereka.

Bagaimana Anda merespons masalah seperti Yesus?

Coba lihat fakta bahwa Allah telah menempatkan orang-orang ini dalam hidup Anda sebagai "amplas surgawi." Meskipun Anda kesal, Allah menggunakan masalah-masalah itu untuk menghilangkan kekurangan Anda. Tuhan lebih tertarik pada karakter Anda daripada kenyamanan Anda.

Belajarlah untuk memaklumi perilaku mereka untuk dapat mengerti rasa sakit mereka. Orang-orang yang terluka akan sering melukai orang lain. Mereka dipenuhi dengan rasa takut dan rasa tidak aman. Mungkin mereka sedang memikul beban yang tidak Anda ketahui.

Ketimbang menyingkirkan orang-orang yang membuat Anda frustasi ini dari hidup Anda, pandanglah mereka sebagai anugerah dari Allah untuk membantu Anda untuk menjadi semakin seperti Kristus.
- "Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih sabar."
- "Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih baik dalam meminta maaf."
- "Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih bersyukur."

Rasa frustrasi juga memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan rahmat kepada orang lain. Salah satu alasan Tuhan mengampuni Anda ialah supaya Anda dapat mencerminkan pengampunan kepada orang lain. Itu tidak akan terjadi jika Anda tidak frustrasi!

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat merespons dengan cara yang lebih seperti Kristus kepada orang-orang yang membuat Anda frustasi?
- Apa yang sudah Anda pahami ketika Anda melihat alasan di balik perilaku seseorang?
- Bagaimana rasa sakit Anda sendiri memengaruhi perilaku Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33


Rasa frustasi menyingkapkan sesuatu dari dalam diri Anda, dan Anda dapat menyerahkan rasa frustasi itu kepada Tuhan dengan memiliki perubahan hati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Agustus 15, 2019 |

Tetaplah Fokus Pada Rencana Tuhan Atas Hidup Anda

Tetaplah Fokus Pada Rencana Tuhan Atas Hidup Anda

Lukas 9:62 "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Tuhan merancangkan kehidupan yang luar biasa buat Anda, tetapi Yesus mengajarkan bahwa Anda harus tetap fokus.

Iblis berkomitmen untuk "menghalangi" Anda melakukan pekerjaan Kerajaan Surga. Ia tidak suka Anda mengerjakannya. Salah satu metode yang ia pakai agar Anda tidak bekerja dengan efektif ialah dengan membuat perhatian Anda teralihkan.

Apakah Anda setuju bahwa gangguan-gangguan kian berlimpah di dunia kita hari ini?

Contohnya orang-orang yang suka menyenangkan orang lain. Ketika kita teralihkan karena fokus menyenangkan orang lain, rencana mereka menjadi lebih penting dibanding rencana Allah. Pikiran kita tersita karena memikirkan apa yang orang lain inginkan dan apa yang mereka harapkan dari kita, ketimbang mencari kehendak Tuhan.

Hobi-hobi Anda bisa menjadi sebuah pengalih perhatian ketika itu sudah menjadi suatu obsesi. Tak ada salahnya mempunyai sebuah hobi— kecuali jika itu menjadi prioritas utama di hati Anda. Beberapa hal tidak serta merta buruk; itu hanya tidak baik. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun" (1 Korintus 10:23). Apabila hobi atau kebiasaan tidak berfaedah, maka itu dinamakan gangguan. Untuk hidup Anda, apakah Anda menginginkan yang baik atau yang terbaik?

Terjebak di dalam masa lalu bisa menjadi sebuah gangguan dalam beberapa hal. Anda mungkin terjebak karena mengenang kembali "hari-hari indah di masa lalu," dan mengabaikan kesempatan-kesempatan yang diberikan Tuhan pada saat ini. Di sisi lain, Anda mungkin terlalu terbebani dengan penyesalan dan tak bisa bergerak maju. Akan tetapi, masa lalu bisa menjadi sebuah penjara ketika itu mencegah Anda untuk fokus pada pekerjaan Tuhan hari ini.

Memenangkan persetujuan orang lain, terobsesi dengan suatu hobi, dan terjebak di masa lalu tentu bukanlah satu-satunya hal yang bisa menjadi gangguan. Luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri apa hal terpenting dalam hidup Anda. Luruskanlah itu supaya Anda dapat mengingatnya dan mintalah Tuhan untuk membantu Anda tetap fokus pada apa yang paling penting.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan beberapa hal baik yang Anda prioritaskan dalam hidup Anda. Bagaimana itu mengalihkan Anda dari hal-hal yang paling penting dan dari misi Tuhan untuk Anda?
- Mengapa kita begitu mudah teralihkan oleh hal-hal yang kelihatannya baik yang bukan yang terbaik dari Allah bagi kita?
- Di mana dalam hidup Anda dimana Anda melihat manfaat terbesar dari tetap fokus pada apa yang paling penting?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13


Prioritaskanlah Tuhan diatas yang lain. Pikirkan apa yang akan menyenangkan hatiNya Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Agustus 14, 2019 | ,

Di Kala Musim Kehilangan, Lepaskanlah Kedukaan Anda

Di Kala Musim Kehilangan, Lepaskanlah Kedukaan Anda

Mazmur 62: 8 "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela."

Tragedi selalu menghasilkan emosi-emosi yang kuat - kemarahan, ketakutan, depresi, kekhawatiran, dan kadang rasa bersalah. Perasaan ini bisa membuat kita takut, dan seringkali kita tak tahu apa yang harus kita perbuat dengannya. Ketika mengalami suatu kehilangan yang teramat sulit, emosi-emosi ini akan meluap keluar dari dalam diri kita. Apabila kita tak segera mengatasinya, maka kita akan butuh waktu yang lebih lama untuk pulih.

Beberapa orang tidak pernah langsung membereskan kesedihan mereka. Mereka memendamnya. Mereka menyembunyikannya. Mereka bertingkah seolah mereka baik-baik saja. Mereka berpura-pura seolah-olah itu tidak ada. Dan itulah mengapa mereka masih bergumul dengan tekanan dan stres akibat dari kehilangan yang terjadi 20 atau 30 tahun yang lalu.

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa Tuhan ingin Anda berjalan sambil tersenyum sepanjang waktu dan berucap, "Puji Tuhan!" Alkitab tak pernah sekali pun mengatakan ini.

Malah, Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya. Dalam Matius 5: 4, Ia berkata "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." Berduka itu tidak apa-apa. Sebagai orang Kristen, kita tahu mereka yang lebih dulu meninggalkan kita akan sampai ke surga ketika mereka mati. Oleh sebab itu, kita tak boleh berduka seperti dunia ini. Kedukaan kita berbeda. Selain karena kita akan merindukan mereka, tapi kita juga bisa menjadi tenang, sebab kita tahu mereka ada bersama Allah di surga.

Lalu bagaimana Anda harus menghadapi emosi-emosi tersebut? Jangan memendamnya atau menguburnya di dalam diri Anda. Tetapi, keluarkan perasaan Anda- serahkan kepada Tuhan. Berserulah, "Ya Tuhan, aku terluka! Aku sedih! Ini terlalu berat buatku." Jika Anda ingin belajar akan hal kesedihan, bacalah kitab Mazmur. Berkali-kali Daud menumpahkan seluruh emosinya kepada Allah, katanya, "Ya Tuhan, ini waktu yang berat buatku. Aku benar-benar merasakan sakit." Berserulah kepada Tuhan, sama seperti Daud.

Jika saat ini Anda tengah mengalami suatu kehilangan, pahamilah bahwa apabila Anda tidak melepaskan kesedihan Anda, pada akhirnya itu akan mengalir keluar dari dalam diri Anda. Emosi yang dipendam akan membusuk, dan pada akhirnya akan meledak dalam satu situasi yang jauh lebih buruk.

Renungkan hal ini:
- Apa saja kesalahpahaman di masyarakat kita yang membuat kita tidak nyaman melepaskan kedukaan kita?
- Kedukaan atau kehilangan apa dalam hidup Anda yang selama ini Anda pergumulkan? Bagaimana itu memberi dampak buat Anda?
- Bagaimana gereja dapat membantu atau malah melukai seseorang yang tengah berduka? Bagaimana Anda dapat membantu mendorong adanya suatu transparansi dalam kelompok kecil atau gereja Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13


Lepaskanlah kedukaan Anda dulu, maka Tuhan akan datang untuk menyembuhkan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Agustus 13, 2019 | ,

Tuhan, Mengapa Ini Terjadi Padaku?

Tuhan, Mengapa Ini Terjadi Padaku?
1 Korintus 13: 9, 12 "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal."

Terkadang Tuhan dengan sengaja menyembunyikan wajahnya dari kita. Mengapa? Supaya kita mau belajar untuk percaya pada-Nya dan hidup dengan iman, bukan dengan perasaan kita.
Misalnya, ketika Ayub mengalami banyak penderitaan dan keputusasaan, ia mengajukan banyak pertanyaan yang familier buat kita semua: "Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati;" (Ayub 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan "mengapa" ini merupakan sifat manusia; kita semua mempertanyakannya. Kita punya konsep yang salah bahwa jika kita mengerti alasan di balik penderitaan kita, maka itu akan mengurangi rasa sakit kita- atau setidaknya membuat kita lebih mudah menjalaninya.

Tetapi Amsal 25: 2 mengatakan, "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." Satu-satunya alasan yang harus Anda tahu tentang Tuhan ialah Ia telah memilih untuk menyatakan diri-Nya kepada Anda. Ini kebenaran itu: Ada beberapa hal yang tidak akan pernah Anda mengerti sampai Anda berada di surga.

Tuhan tidak perlu bertanya kepada Anda terlebih dahulu sebelum Dia melakukan sesuatu atas hidup Anda. Tuhan tidak perlu mendapatkan izin Anda sebelum Dia mengizinkan sesuatu terjadi dalam hidup Anda. Tuhan adalah Tuhan, dan kita tidak akan selalu memahami mengapa beberapa hal terjadi.

Suatu hari semuanya akan menjadi jelas. Semuanya akan menjadi masuk akal. Anda akan mampu mengatakan, "Jadi itu sebabnya Tuhan mau itu terjadi dalam hidup saya!" Sampai hari itu tiba, Tuhan ingin Anda percaya pada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apa saja pertanyaan-pertanyaan yang perlu Anda masukkan ke dalam file "Tanya Tuhan Ketika Aku sampai di Surga"?
- Bagaimana dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan "mengapa" akan memperdalam iman Anda?
- Bagaimana Anda dapat mendorong seseorang yang selama ini bertanya kepada Tuhan dan bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan sesuatu terjadi?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13


Tuhan tidak berutang satu penjelasan apa pun kepada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Agustus 12, 2019 | ,

Roh Kudus Mengingatkan Kita Firman Tuhan

Roh Kudus Mengingatkan Kita Firman Tuhan


Yohanes 14:26 "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Allah berbicara melalui Roh Kudus. Dia memberi Anda ide. Dia memberi Anda saran. Dia memunculkan perasaan atau gagasan ke dalam pikiran Anda. Ketika Iblis berbicara kepada Anda, Dia sedang menggoda Anda. Tetapi ketika Tuhan berbicara kepada Anda ke dalam pikiran Anda, Dia sedang memberi nubuatan kepada Anda.

Yesus berkata dalam Yohanes 14:26, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." Apabila Anda seorang Kristen, maka Roh Kudus merupakan guru dan penasihat Anda. Beberapa orang menghabiskan ribuan dolar untuk membayar seorang life coach yang membimbing langkah-langkah mereka menjalani hidup. Ketahuilah Anda sudah punya satu Penasihat!

Perhatikan Yohanes 14:26 mengatakan bahwa Roh Kudus akan "mengingatkan Anda." Roh Kudus berbicara langsung ke dalam pikiran Anda. Dia tidak berbicara dengan suara yang bisa didengar. Mengapa begitu? Sebab Dia tidak perlu berbicara ke telinga Anda. Dia bisa langsung berbicara ke dalam pikiran Anda. "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:16).

Roh Kudus membuat kita ingat pada kebenaran Firman, namun Dia mengandalkan Anda untuk menanamkan Firman-Nya ke dalam pikiran Anda. Itulah sebabnya Anda harus mengenal Alkitab.

Renungkan hal ini:
- Jelaskan satu waktu ketika Roh Kudus mengingatkan Anda akan Firman Tuhan di saat yang tepat.
- Bagaimana selama ini Anda melihat Roh Kudus bertindak sebagai guru dan penasihat Anda?
- Bagaimana karya Roh Kudus di dalam Anda membantu menguatkan iman Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12


Ketika Anda membaca, mempelajari, dan mengisi pikiran Anda dengan Firman Tuhan, Anda menyimpan kebenaran itu di dalam diri Anda, yaitu kebenaran yang akan diingatkan oleh Roh Kudus di waktu yang tepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Agustus 11, 2019 | ,

Hari Yang Sombong Menentang Tuhan

Hari Yang Sombong Menentang Tuhan
Yakobus 4: 6-7 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

Seringkali kita membuat rencana tanpa berkonsultasi dengan Tuhan. Lalu kita berdoa dan meminta Dia memberkati rencana kita itu meski kita tidak meminta Dia untuk ambil bagian di dalamnya.

Kita hanya berasumsi bahwa rencana kita itu adalah kehendak-Nya. Kemudian, ketika rencana kita itu tidak terjadi sesuai dengan jadwal yang kita inginkan, atau malah tidak terjadi sama sekali, kita menjadi marah kepada Tuhan. Itu yang disebut kesombongan, dan Tuhan membenci kesombongan.

Mungkin ada banyak orang yang tidak ingin Anda tentang, tetapi percayalah Anda tidak akan mau benar-benar ditentang oleh Tuhan. Tidak mungkin Anda akan memenangkan pertentangan itu. Ketika Anda menyombongkan diri, Alkitab mengatakan Anda menentang Allah pada saat itu juga. Bahkan Anda berlaku sebagai musuh Tuhan setiap kali Anda menyombongkan diri sendiri. Begitulah betapa seriusnya hal ini. Lalu, apa artinya menyerahkan diri Anda dan rencana Anda kepada Tuhan?

Roma 6:13 mengatakan, "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Berserah berarti berkata, "Ya Tuhan, aku ikut rencana-Mu untuk hidupku, bukan ikut rencanaku. Aku punya rencana, aku punya impian, aku punya cita-cita, aku punya ambisi, tapi aku tahu bahwa Engkau menempatkanku di bumi ini untuk suatu tujuan, dan aku mengambil keputusan untuk ikut rencana-Mu untuk hidupku, bukan ikut rencanaku."

Renungkan hal ini:
- Area-area apa dalam hidup Anda yang harus Anda serahkan kepada Tuhan?
- Bagaimana hasrat Anda untuk mengendalikan area tertentu dalam kehidupan Anda mengungkapkan tentang kesombongan diri Anda?
- Menurut Anda mengapa Allah membenci kesombongan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 77-78; Roma 10


Berserah kepada Tuhan merupakan jalan terbaik menuju kesuksesan karena alih-alih Dia yang menjadi bagian dari rencana Anda, Dia yang menjadikan Anda bagian dari rencana-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Agustus 09, 2019 | ,
Back to Top