Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Apapun Yang Telah Anda Lakukan, Tuhan Akan Membawa Anda Kembali

Apapun Yang Telah Anda Lakukan, Tuhan Akan Membawa Anda Kembali

Yesaya 54: 7 "Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali."

Di musim Natal ini, apakah Anda perlu sedikit penyegaran dalam hidup? Apakah Anda merasa jiwa Anda layu? Apakah Anda membutuhkan kebangunan rohani?

Kembalilah kepada Tuhan.

Mungkin Anda berkata, "Rick, tapi Anda tak tahu apa yang sudah saya lakukan." Saya tidak perlu tahu itu, karena siapa pun Anda atau apa pun yang telah Anda perbuat, Tuhan tetap ingin Anda kembali kepada-Nya.

Anda mungkin berkata, "Bukankah Tuhan akan memarahiku? Aku sudah meninggalkan-Nya berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad lamanya." Berikut ini yang dikatakan Alkitab tentang apa yang akan Tuhan lakukan jika Anda kembali pada-Nya: "Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali" (Yesaya 54: 7).

Tuhan tidak marah pada Anda. Tuhan sayang Anda! Tak ada yang akan mengasihi Anda lebih dari Sang Pencipta yang menciptakan Anda. Allah Bapa menciptakan Anda, Yesus, Putra-Nya, telah mati untuk Anda, dan Roh Kudus ingin tinggal di dalam Anda. Natal merupakan bukti kasih Tuhan kepada Anda.

Banyak orang tak dapat merasakan kasih Tuhan sebab mereka mendengarkan suara-suara yang salah. Jika Anda mendengarkan apa yang orang lain katakan tentang Anda, maka Anda akan menyerah. Jika Anda mendengarkan apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri, maka Anda akan berkecil hati. Berhentilah memercayai semua yang Anda katakan pada diri Anda sendiri karena itu tidak semuanya benar. Anda lebih sering membohongi diri sendiri ketimbang membohongi orang lain. Anda bukan hakim terbaik atas diri Anda, karena perasaan-perasaan Anda biasanya bohong. (Begitu pun kita semua!)

Anda harus memutuskan siapa yang akan Anda percayai. Apakah Anda akan membangun hidup Anda berdasarkan apa yang orang lain katakan tentang Anda? Apakah Anda akan mendengarkan apa yang dikatakan para pengkritik tentang Anda di media sosial? Apakah Anda akan mendengarkan perasaan Anda sendiri?

Atau apakah Anda akan mendengarkan apa yang Tuhan katakan tentang Anda, yang merupakan kebenaran?

Kisah Para Rasul 3:19 mengatakan, "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan," Anda punya banyak cacat cela, tetapi Anda begitu dicintai, dan Anda sangat berharga. Anda mungkin telah sampai pada satu titik dimana Anda merasa sepertinya tak punya tempat berteduh. Ingatlah, selalu ada satu Pribadi yang bisa Anda tuju.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda percaya Tuhan tetap mengasihi Anda terlepas dari semua hal terburuk yang pernah Anda lakukan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Suara siapa yang paling sering Anda dengarkan? Pendapat siapa yang paling membawa pengaruh dalam hidup Anda?
- Apa saja hal-hal yang Allah katakan tentang Anda di dalam Firman-Nya? Apakah Anda percaya bahwa semua itu benar?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 13-14; Wahyu 17


Dengan cinta kasih yang mendalam, Tuhan akan membawa Anda kembali kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Desember 27, 2019 |

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Mulai Khawatir

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Mulai Khawatir

Mazmur 37: 7 "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Anda mungkin tidak begitu sering mendengar kata "resah." Sebenarnya itu kata yang artinya "khawatir." Ketika Anda resah, Anda menjadi stres, cemas, dan tidak sabar. Anda khawatir karena semuanya terjadi terlalu cepat dan Anda tidak mampu mengatasi suatu perubahan. Atau sebaliknya, Anda khawatir karena semuanya berjalan terlalu lambat dan Anda ingin Tuhan mempercepatnya.

Kita biasanya tidak keberatan menunggu, jika kita bisa mengeluh. Tetapi ketika Anda memilih untuk menunggu Tuhan dengan sabar ketimbang resah, itu sesungguhnya sebuah pernyataan iman. Anda membuat suatu deklarasi tentang karakter Tuhan. Ketika Anda menunggu dengan sabar, Anda menyatakan jika Anda percaya Tuhan dan beriman kepada-Nya. Dengan rendah hati, Anda mengakui jika Anda bergantung pada-Nya.

Alkitab berkata dalam Mazmur 37: 7, "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Salah satu alasan terbesar mengapa kita stres ialah karena kita terus-menerus membandingkan diri kita dengan orang lain. Alih-alih fokus pada kasih Tuhan dan apa yang telah Ia lakukan untuk kita, kita cenderung melihat orang lain, kita fokus membandingkan apa yang mereka miliki dengan apa yang tidak kita miliki.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain bukanlah pilihan yang bijak, karena tidak ada satu manusia pun yang sama dengan Anda. Rancangan yang Ia punya untuk hidup Anda berbeda dengan orang lain. Jika Anda menginginkan rancangan untuk orang lain, maka Anda akan melewatkan rancangan Tuhan atas hidup Anda! Membanding-bandingkan menyebabkan keresahan.

Namun kekhawatiran tak ada gunanya sama sekali. Setiap detik yang Anda habiskan untuk mengkhawatirkan sesuatu hanyalah terbuang sia-sia, karena khawatir tidak dapat menyelesaikan apa pun. Khawatir tidak dapat mengubah masa lalu. Itu tak dapat mengendalikan masa depan. Itu hanya akan membuat Anda sengsara hari ini. Itu ibaratnya duduk di kursi goyang, hanya berayun ke depan dan ke belakang, dan sebaliknya. Anda tidak membuat progres apa pun, sementara Anda sudah menghabiskan begitu banyak energi.

Filipi 4: 6 mengatakan, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Khawatir tidak akan pernah mengubah apa pun, tetapi doa dapat mengubah banyak hal. Jadi jangan khawatir di musim Natal ini. Berdoalah!

Renungkan hal ini:
- Mengapa kekhawatiran menghasilkan emosi-emosi negatif?
- Bagaimana Anda bisa mengenali dengan memperhatikan orang lain, apakah mereka memilih untuk khawatir atau percaya pada Tuhan?
- Apakah Anda benar-benar percaya bahwa doa dapat mengubah banyak hal? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 11-12; Wahyu 16


Ketika Anda mulai membandingkan, Anda mulai khawatir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Desember 26, 2019 |

Tuhan Menggunakan Waktu Untuk Membantu Anda Bertumbuh

Tuhan Menggunakan Waktu Untuk Membantu Anda Bertumbuh

Yesaya 49: 8 "Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,"

Di waktu yang tepat, Tuhan dapat melakukan apa saja secara instan. Dalam Yesaya 60:22b, Allah berfirman, "Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya."

Kebenaran ini sulit kita pahami sebab ruang tunggu Tuhan kadang merupakan tempat yang paling sulit dalam kehidupan. Kita berada di ruang tunggu Tuhan saat kita terburu-buru mengharapkan sesuatu terjadi namun tidak dengan Tuhan. Mungkin Anda terburu-buru ingin lulus atau menikah atau ingin menyelesaikan suatu masalah besar. Anda melihat waktu Anda kian pendek dan pendek, dan Anda berkata, "Ya Tuhan, tak ada banyak waktuku tersisa. Ini harus terjadi sekarang, atau tidak akan pernah terjadi sama sekali."

Tetapi Tuhan tidak tunduk pada waktu sebab Dialah yang menciptakan waktu, Dia bekerja menurut waktu-Nya. Itulah mengapa Alkitab mengatakan dalam Mazmur 90: 4 bahwa buat Allah, seribu tahun sama seperti beberapa jam.

Dia memakai waktu untuk menguji iman Anda dan untuk membangun karakter Anda. Ketika Anda berusaha mewujudkan tujuan Anda, Tuhan bekerja di dalam Anda. Dan Tuhan jauh lebih tertarik dengan Anda, ketimbang dengan apa yang coba Anda capai. Sebab Anda tidak membawa prestasi atau pencapaian Anda ke surga. Anda membawa serta karakter Anda.

Seringkali kita berpikir jika kita sedang menunggu Tuhan untuk berbuat sesuatu, misalnya, menunggu Dia menjawab doa kita. Namun Tuhan berkata, "Jangan menunggu-Ku. Akulah yang sedang menunggumu. Aku sedang mempersiapkanmu. Aku sedang menguji imanmu dan berusaha mendewasakanmu, karena berkat yang hendak Ku-berikan kepadamu jauh lebih besar daripada yang bisa kau bayangkan sekarang. Maukah kau percaya pada-Ku?

Yesaya 49: 8a mengatakan, "Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Bukan "mungkin" -- Allah akan mendengar, menjawab, dan menolong Anda, ketika waktunya tepat.


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 10; Wahyu 15


Penundaan bisa menjadi bagian dari rancangan Tuhan, yaitu untuk mengajarkan Anda untuk percaya pada-Nya dan mendewasakan sifat Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Desember 25, 2019 |

Waktu Anda Ada di Tangan Tuhan

Waktu Anda Ada di Tangan Tuhan

Mazmur 31: 14-15a "Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,"

Lawan dari rasa takut adalah iman. Ketika Anda mengisi hidup Anda dengan iman, rasa takut akan lenyap. Ketika ada hal-hal yang tidak terjadi sesuai waktu Anda, ketka semakin percaya Anda kepada Tuhan, semakin Anda tidak akan takut.

Dalam Markus 5:36, Yesus berkata, "Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

Ini sebuah pesan yang begitu kuat di dalam Alkitab, bahkan ungkapan "jangan takut" muncul sebanyak 365 kali. Tuhan ingin kita mengerti pesan tersebut, kita tak perlu takut karena kita bisa percaya pada waktu-Nya.

Percaya pada Tuhan ialah penghilang stres nomor satu dalam hidup Anda — ini satu kebenaran penting yang perlu kita semua ingat di musim Natal. Semakin Anda percaya Tuhan, semakin stres Anda akan berkurang. Cara lain untuk mengurangi stres Anda serta memperlihatkan kepercayaan Anda kepada Tuhan yaitu ketika Anda memohon sesuatu kepada Tuhan di dalam doa.

Agar iman Anda tumbuh lebih dalam, berdoalah seperti doa dalam Mazmur 31: 14-15a ini: "Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu."

Mengapa tidak menghafalkan ayat tersebut? Setiap Anda bangun pagi, perkatakan Mazmur 31 sebagai doa dan berserulah kepada Tuhan, "Aku percaya pada-Mu, ya Tuhan. Engkaulah Allahku. Waktuku ada di dalam tangan-Mu." Intinya, hari ini Anda mungkin punya banyak hal yang harus dikerjakan sebab Tuhan berkata waktunya bukan sekarang. Dan mintalah Tuhan untuk membantu Anda menyelesaikan segalanya, agar Anda dapat melakukan apa yang paling penting dan tidak khawatir dengan perkara-perkara lainnya. Berserulah kepada-Nya, "Tuhan, aku menyerahkan waktuku. Aku menyerahkan kalenderku. Aku menyerahkan agendaku. Waktuku ada di tangan-Mu, aku tidak akan takut. Aku mau percaya kepada-Mu."

Renungkan hal ini:
- Apa satu hal mudah yang bisa Anda lakukan untuk membantu Anda menghafal Mazmur 31: 14-15?
- Pikirkan satu waktu paling tertekan dalam hidup Anda. Selama waktu itu, apakah Anda membaca Firman Tuhan secara teratur? Apakah saat itu Anda percaya bahwa Tuhan akan menolong Anda menurut waktu-Nya yang sempurna?
- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri Anda dengan baik, sehingga ketika Anda takut atau mulai khawatir, Anda bisa dengan mudah mengingat Firman Tuhan dan mengatasi tekanan dengan lebih baik?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 9; Wahyu 14


Ketika Anda meminta kepada Tuhan, jangan menetapkan batas waktu atau tenggat waktu untuk jawaban Tuhan. Biarkan Tuhan menjawabnya menurut waktu-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Desember 24, 2019 |

Tuhan Selalu Tepat Waktu

Tuhan Selalu Tepat Waktu

Habakuk 2: 3 "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh."

Tuhan selalu tepat waktu.

Waktu Tuhan itu sempurna, bahkan ketika kita tak bisa memahaminya. Bahkan, kita tidak akan pernah bisa benar-benar memahaminya, sebab Tuhan punya cara pikir yang berbeda. Ia memiliki pandangan yang berbeda mengenai waktu, sebab Ia kekal abadi.

Alkitab berbicara tentang Tuhan dan pemahaman-Nya yang berbeda soal waktu. Dalam 2 Petrus 3: 8 dikatakan, "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Apakah seperti itu jugakah Anda memperlakukan waktu? Mungkin itu sama seperti ketika kita menunggu makanan di restoran, terasa bagai seribu tahun lamanya. Tapi itu salah. Kekekalan Tuhan memiliki implikasi besar bagi kehidupan Anda. Ketika Tuhan menciptakan Anda, Dia menaruh impian di hati Anda. Kebanyakan orang mulai membangun hidup mereka dengan visi dan misi yang besar. Mereka punya mimpi atau rencana atau proyek untuk hidup mereka.

Visi apa yang Tuhan berikan pada Anda? Selama bertahun-tahun, saya mendapati bahwa kebanyakan orang cenderung mengawali hidup mereka dengan dengan sebuah visi, namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak dari mereka yang menyerah pada mimpi mereka sebelum mereka berhasil mencapainya, karena cita-cita mereka tersebut tidak terealisasi secepat yang mereka inginkan.

Mungkin impian Anda telah hancur. Atau mungkin, oleh karena keputusasaan dan kekecewaan, Anda telah mengubur impian Anda dalam-dalam. Anda telah menyerah.

Tuhan tidak ingin Anda begitu. Ketika Ia memberi Anda sebuah impian untuk hidup Anda, maka itu akan terjadi. Akan tetapi, itu terjadi pada waktu-Nya, bukan pada waktu Anda.

Allah berfirman tentang impian Anda: "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh" (Habakuk 2: 3).

Ketika saya memulai Gereja Saddleback sekitar 40 tahun yang lalu saat saya berusia 25 tahun, saya terburu-buru ingin melihat gereja kami berkembang, tetapi Tuhan berkata kepada saya satu hal yang sama yang ingin Ia katakan kepada Anda tentang impian: "Tidak, tidak semuanya akan terjadi sekarang. Tapi perlahan tapi pasti, impianmu itu akan terwujud."

Saya ingin Anda mengingat satu kebenaran yang bisa menguatkan kita semua di musim Natal ini: Tuhan tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat dalam hidup Anda.

Tuhan selalu tepat waktu.

Renungkan hal ini:
- Mengapa Tuhan ingin impian Anda terjadi sesuai waktu-Nya, bukan sesuai waktu Anda?
- Apakah Anda pernah menyerah mengejar impian Anda karena itu tak kunjung terealisasi? Apakah Anda percaya bahwa impian itu berasal dari Tuhan?
- Mengapa begitu sulit untuk tetap disiplin meraih impian dan cita-cita Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 8; Wahyu 13


Tuhan tidak pernah terburu-buru dan Dia tidak pernah terlambat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Desember 23, 2019 |

Yusuf Memilih Untuk Memberikan Rahmatnya

Yusuf Memilih Untuk Memberikan Rahmatnya

Matius 1: 18-19 "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam."

Kisah Natal bisa saja berbeda buat Yusuf. Coba pikirkan: Allah bisa saja langsung memberitahu Yusuf tentang Bayi Yesus, supaya ia tidak bingung atau sedih. Tapi sebaliknya, Yusuf harus mendengar kabar tersebut dari Maria dan mungkin juga berpikir tunangannya itu sudah tak setia kepadanya.

Apa sebenarnya tujuan Allah? Dia hendak menguji karakter Yusuf. Dia ingin melihat apakah Yusuf akan berbelas kasih, mengampuni dan mengasihi. Dan alih-alih mencoba membalas dendam atau membenci, Yusuf memilih untuk menawarkan rahmatnya dan melepaskan rasa sakitnya.

Menjelang Natal pertama, Maria bergumul dengan rasa takut, sementara Yusuf bergumul dengan kebencian. Ini terjadi pada banyak pernikahan di zaman sekarang. Seringkali di saat bersamaan, sang istri menghadapi rasa takut, sementara sang suami menghadapi kebencian. Yusuf punya banyak alasan untuk merasa sakit hati dan terluka, namun ia tidak menyerang Maria dalam kepedihannya. Yusuf malah memberikan rahmatnya.

Alkitab mengatakan dalam Matius 1: 18-19, "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam."

Itu salah satu contoh yang indah. Yusuf tidak mempermalukan Maria di muka umum. Dia hanya berkata, "Baiklah. Kita harus menunda pernikahan ini." Yusuf berada dalam situasi sulit, namun ia memilih untuk melakukan apa yang menurutnya memuliakan Tuhan, tanpa menyadari bahwa Bapa Surgawi punya rencana yang lebih besar buatnya, yaitu menjadi bapa duniawi bagi Yesus.

Siapa yang pernah begitu menyakiti Anda? Apakah Anda masih menyimpan luka itu? Jika ya, itulah salah satu alasan Anda tidak bisa bersukacita. Anda tidak bisa marah sekaligus gembira. Anda telah kehilangan sukacita Anda jika masih memendam amarah.

Jangan mengampuni karena orang tersebut layak mendapatkannya. Namun, ampunilah sebab itulah yang telah Tuhan lakukan untuk Anda. Berikan belas kasih Anda, dan lepaskan rasa sakit Anda.

Apakah Anda ingin menjadi kepahitan, atau apakah Anda ingin diberkati? Ketika Anda telah memilih untuk menunjukkan rahmat Anda dan melepaskan rasa sakit kepada orang yang telah menyakiti Anda, Anda akan beroleh berkat Tuhan dalam hidup.

Renungkan hal ini:
- Apa rasa sakit yang sulit Anda lepaskan? Bagaimana itu memengaruhi sukacita Anda?
- Bagaimana amarah memengaruhi kesehatan fisik Anda — atau kesehatan seseorang yang Anda kenal?
- Apa arti pengampunan Tuhan buat Anda? Anda tidak akan pernah bisa memaafkan sepenuhnya sampai Anda mengerti berapa banyak yang telah Tuhan lakukan buat Anda.


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 7; Wahyu 12


Anda tidak akan mengubah apa pun apabila masih berpegang pada luka Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Desember 22, 2019 |

Jangan Bosan Melakukan Yang Benar

Jangan Bosan Melakukan Yang Benar

Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

JIka ada hal-hal yang tidak segera terjadi atau terjadi pada waktu yang menurut Anda harusnya terjadi, bukan berarti Anda harus menyerah. Anda harus lebih giat. Anda harus tahan uji. Anda harus terus maju.

Alkitab mengatakan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9). Di Natal kali ini, apa hal yang membuat Anda ingin menyerah? Anda mungkin merasa ingin menyerah dengan pernikahan Anda. Anda merasa pernikahan Anda sudah berakhir atau berjalan di tempat. Mungkin Anda merasa ingin menyerah dengan karier Anda. Anda sudah mencoba dan mencoba membuat suatu perbedaan namun tetap saja tidak ada kemajuan. Mungkin Anda merasa ingin menyerah mengejar impian atau cita-cita Anda. Mungkin Anda merasa ingin menyerah pada diri Anda sendiri.

Tapi pikirkan hal ini. Seribu tahun sebelum Anda lahir, Tuhan sudah tahu Anda akan membaca renungan ini hari ini, dan pesan-Nya untuk Anda cukup sederhana: Jangan menyerah.

Jangan pernah menyerah. Terowongan itu mungkin tampak sangat gelap sekarang, namun selalu ada cahaya di ujungnya. Mungkin juga Anda akan tiba sebentar lagi! Anda dikenal, Anda dicintai, dan Anda memiliki tujuan. Jangan bosan melakukan yang benar. Jangan menganggap apa yang Anda lakukan tidak ada artinya. Jangan menganggap hidup orang lain akan lebih baik jika tanpa Anda. Itu sebuah kebohongan dari mulut Iblis. Ingatlah apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Ingatlah bahwa Dia ingin memberkati Anda.

Jangan menyerah. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Carilah keluarga rohani — di gereja dan kelompok kecil — untuk membantu Anda melewati masa-masa sulit. Renungkan Firman Tuhan untuk memberi Anda semangat.

Renungkan hal ini:
- Apa yang membuat Anda ingin menyerah hari ini? Dalam hal apa Anda butuh dorongan semangat?
- Bagaimana bisa keluarga rohani, seperti kelompok kecil, dapat membantu Anda melewati masa-masa kelam? Pernahkah Anda memberikan dorongan semacam itu kepada seseorang? Bagaimana Anda melakukannya?
- Apakah ada "hal benar" yang sedang Anda kerjakan yang membuat Anda lelah? Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda terus melakukannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 6; Wahyu 11


Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan, sebab Dia tidak akan pernah berhenti berharap pada Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, Desember 21, 2019 |

Jangan Hanya Membaca Firman Tuhan, Pelajarilah!

Jangan Hanya Membaca Firman Tuhan, Pelajarilah!
Yakobus 1:25 "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."

Sambil menunggu jawaban Tuhan untuk mengabulkan impian atau doa, Dia ingin Anda fokus pada perintah-Nya di dalam Firman-Nya.

Alkitab merupakan Firman Tuhan untuk Anda. Tahukah Anda jika itu berisikan ribuan janji Tuhan? Bisakah Anda menyebutkan salah satunya? Jika tidak bisa, lalu bagaimana Anda bisa mengklaim janji tersebut? Jika Anda punya polis asuransi tetapi Anda tidak tahu perlindungan apa yang diberikan, maka Anda tidak akan tahu apa yang bisa Anda klaim ketika Anda mengalami kecelakaan.

Firman Tuhan itu seperti polis asuransi dalam hidup Anda, jika Anda tidak pernah membacanya, maka Anda tidak tahu apa yang telah Tuhan janji akan lakukan dalam hidup Anda. Jika Anda tidak tahu apa yang Ia tawarkan apabila Anda percaya pada-Nya, dipastikan Anda akan stres dan khawatir.

Alkitab berkata dalam Yakobus 1:25, "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."

Apakah Anda ingin tertekan, atau Anda ingin diberkati?

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil" (Mazmur 1: 1-3).

Renungkan hal ini:
- Apa yang ingin Anda ubah tentang kebiasaan belajar Alkitab Anda?
- Apa yang bisa Anda sesuaikan dalam hidup Anda -- prioritas Anda, jadwal Anda, sikap Anda -- agar Anda punya lebih banyak waktu untuk membaca, belajar, dan menghafal Firman Tuhan?
- Apakah Anda merasa sulit untuk menaati Firman Allah? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 5; Wahyu 10


Kunci agar diberkati Tuhan ialah dengan membaca, belajar, mengingat Firman Tuhan, dan kemudian melaksanakannya. Semakin Anda taat, semakin Anda akan diberkati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Desember 20, 2019 |

Masalah Mempersiapkan Anda Untuk Surga

Masalah Mempersiapkan Anda Untuk Surga

1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."

Anda butuh lebih dari pikiran positif untuk bertahan hidup di dunia ini. Anda butuh pengharapan.

Dan pengharapan yang kekal itu terjadi karena Allah sedang mempersiapkan Anda untuk surga.

Tuhan sedang memakai segala sesuatu dalam hidup Anda - yang baik, yang buruk, dan yang jelek – untuk mempersiapkan Anda. Jika Anda mengerti itu, maka hidup ini akan mulai masuk akal. Anda akan mulai berhenti bertanya, "Tuhan, mengapa ini terjadi?" karena Anda sudah tahu mengapa.

Alkitab berkata, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (1 Petrus 1: 6-7).

Ayat-ayat ini menggambarkan kebenaran yang sama seperti di zaman Petrus dan di zaman ini.
- Masalah sifatnya sementara. Masalah tidak akan berlangsung selamanya. Tuhan menggunakan pencobaan itu untuk mewujudkan tujuan-Nya.
- Masalah itu perlu. Masalah adalah bagian yang tak terpisahkan untuk mempersiapkan Anda ke surga kekal.
- Masalah ada banyak macamnya. Anda akan mengalami pencobaan dalam berbagai bentuk, ukuran, dan tingkat intensitas yang berbeda.
- Masalah menguji iman Anda. Anda dapat membentuk otot Anda dengan melatihnya. Hal yang sama berlaku dengan iman Anda.
- Masalah memurnikan motivasi Anda. Tuhan jauh lebih tertarik pada karakter Anda dibanding kenyamanan Anda. Dia akan menggunakan pencobaan untuk menyempurnakan karakter Anda.
- Masalah mempersiapkan Anda ke surga. Pencobaan yang Anda alami sekarang tidak ada bandingnya dengan upah Anda di surga.

Tentu masalah-masalah yang sedang Anda alami sekarang tidak menyenangkan. Tetapi Alkitab menjelaskan bahwa pencobaan dapat mendatangkan sesuatu yang baik. Itu akan membuat iman Anda lebih kuat.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Allah menggunakan masalah untuk membuat iman Anda lebih kuat?
- Bagaimana dengan memahami kebenaran dari renungan hari ini dapat membantu Anda untuk memiliki pengharapan yang lebih besar?
- Dengan siapa Anda dapat membagikan pesan renungan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 4; Wahyu 9


1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Desember 19, 2019 |

Anda Punya Penghargaan dan Punya Kuasa, Jika Ada Tuhan di Hidup Anda

Anda Punya Penghargaan dan Punya Kuasa, Jika Ada Tuhan di Hidup Anda
 1 Petrus 1: 5 "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir."

Allah menjaga Anda setiap saat sepanjang hari, layaknya seorang pengawal. Segala sesuatu dalam hidup ini telah melalui filter Allah Bapa – bahkan kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh dosa Anda atau dosa orang lain sekali pun- Allah tetap dapat menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan.

Itu artinya Allah melindungi Anda: "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir" (1 Petrus 1: 5).

Ketika Anda mendapati diri Anda berada dalam satu situasi di mana Anda merasa putus asa, tidak berdaya, atau tak ada kekuatan - itu semua adalah kebohongan. Pernahkah Anda melihat sebuah tanda di depan sebuah rumah yang bertuliskan, "Dilindungi oleh sistem keamanan"? Nah, kita juga perlu sebuah tanda kecil untuk mengingatkan kita, "Dilindungi oleh Tuhan."

Kata "dipelihara" dalam 1 Petrus 1: 5 seolah seperti garnisun. Itu merupakan istilah militer yang artinya mengirimkan pasukan tentara ke kota untuk melindungi kota. Mereka melindungi kota tersebut dan tinggal di sana untuk menjaganya. Begitu pun dengan kita, kita juga terus dijaga oleh Allah.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah, dengan iman, percaya kepada Tuhan serta perlindungan-Nya.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana gambar Tuhan yang bertindak sebagai seorang pengawal yang mengawasi Anda dan melindungi Anda, memengaruhi cara pandang Anda terhadap kehidupan?
- Bagaimana selama ini Anda melihat perlindungan Allah nyata dalam hidup Anda?
- Apakah Anda mempercayakan setiap bidang kehidupan Anda pada perlindungan Tuhan? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 3; Wahyu 8


Anda punya pengharapan dan punya kuasa, jika ada Tuhan di hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Desember 18, 2019 |

Tuhan Telah Menulis Bab Terakhir Kehidupan Anda

Tuhan Telah Menulis Bab Terakhir Kehidupan Anda

1 Petrus 1: 3-4 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu."

Apa pun yang akan terjadi di sisa hidup Anda, tapi jika Anda memiliki hubungan dengan Yesus, maka Allah menjamin masa depan Anda. Keselamatan yang telah Anda terima tak akan bisa direnggut dari Anda.

Alkitab berkata, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu" (1 Petrus 1: 3-4).

Warisan adalah sesuatu yang diberikan kepada Anda karena Anda adalah bagian dari suatu keluarga. Biasanya warisan diberikan ketika seseorang meninggal!

Petrus memberi kita lima deskripsi yang menggambarkan warisan kita di surga:

Tersimpan: Anda perlu reservasi untuk masuk surga, dan Anda hanya bisa membuat reservasi itu melalui Yesus. Jika Anda telah memesan tempat, maka reservasi Anda itu tak akan bisa dibatalkan.

Nyata: Warisan Anda tidak palsu. Itu nyata ada.

Tidak dapat binasa: Warisan Anda tidak bisa dimusnahkan. Anda tidak akan kehilangan itu — selamanya.

Tidak dapat cemar dan layu: Warisan Anda tidak bisa layu, mati, atau hilang nilainya.

Tidak ternilai: Nilai warisan Anda tidak bisa diukur dengan apa pun.

Bahkan, Allah telah menulis bab terakhir kehidupan Anda. Jika Anda seorang beriman, maka Anda telah memesan tempat di surga! Dan Anda tidak akan pernah kehilangan keselamatan Anda itu. Pecayalah kebenaran itu.

Renungkan hal ini:
- Mengapa sangat penting untuk kita percaya bahwa karunia keselamatan Allah akan menjamin kita?
- Pernahkah Anda kesulitan percaya pada jaminan keselamatan itu? Apa yang membantu Anda untuk mengatasi kekhawatiran tersebut?

Sudahkah Anda mempercayakan keselamatan Anda kepada Yesus?

Alkitab mengatakan bahwa kita hanya bisa masuk surga dengan percaya kepada Allah Bapa melalui Putranya, Yesus Kristus. Kita tak perlu berusaha mendapatkan kasih Allah atau mengusahakan jalan kita sendiri untuk masuk surga. Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9).

Jika saat ini Anda belum percaya pada Yesus dan belum mengambil komitmen untuk ikut Dia, apa lagi yang Anda tunggu? Bila Anda siap melangkah melewati garis itu dan membuat keputusan untuk percaya pada Yesus Kristus dan ikut Dia, berdoalah seperti ini:

"Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka semua dosa dan kesalahan yang pernah kubuat akan diampuni. Aku akan mempelajari tujuan hidupku. Terimalah aku masuk ke dalam rumah-Mu yang kekal di surga kelak.

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkaulah Juru selamatku. Engkau telah berjanji bahwa jika aku mengakui dosaku dan percaya pada-Mu, maka aku akan selamat. Aku percaya bahwa keselamatanku datang karena anugerah-Mu, melalui imanku, dan bukan oleh apa pun yang aku lakukan. Aku menerima Engkau tinggal di dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku menyerahkan setiap bagian hidupku kepada pemeliharaan-Mu. Engkau punya hak untuk memegang kendali atas hidupku.

"Tuhan Yesus, aku ingin memakai sisa hidupku untuk melayani Engkau; bukan melayani diriku sendiri. Aku menyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta Engkau untuk menyelamatkanku dan menerimaku menjadi keluarga-Mu. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin."



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 2:6-13; Wahyu 7


Peganglah janji-Nya. Berharaplah penuh.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Desember 17, 2019 |

Sebelum Anda Memilih Tuhan, Dia Telah Memilih Anda

Sebelum Anda Memilih Tuhan, Dia Telah Memilih Anda

1 Petrus 1: 2 "Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu."

Ada banyak orang di dunia kita yang hancur ini yang bertanya mengapa ada banyak hal yang sepertinya tidak beres. Mereka ingin tahu, "Apakah masih ada harapan?"

Harapan sangatlah penting.

Anda dan saya butuh satu pengharapan yang sejati -- bukan hanya optimisme belaka. Optimisme sifatnya psikologis. Itu didasarkan pada cara pikir Anda. Pengharapan itu sifatnya teologis. Itu didasarkan pada siapa Tuhan dan seperti apa hubungan Anda dengan Dia.

Optimisme adalah pikiran positif. Harapan adalah percaya penuh.

Kitab 1 Petrus adalah surat tentang harapan. Petrus menulisnya kepada orang-orang Kristen yang tengah mengalami persekusi oleh Kekaisaran Romawi. Dia mengatakan salah satu alasan mengapa kita harus memiliki pengharapan yang radikal ialah karena Allah telah lebih dulu memilih kita, sebelum kita memilih Dia.

Alkitab berkata, "Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu" (1 Petrus 1: 2).

Keselamatan yang Anda terima bukanlah kebetulan belaka. Jauh sebelum Anda memilih Allah, Dia telah lebih dahulu memilih Anda. Itu ide-Nya.

Anda dipilih berdasarkan rancangan Allah. Dia punya tujuan untuk hidup Anda. Dia ingin Anda kudus di surga.

Memahami kebenaran sederhana ini dapat memberi Anda suatu pengharapan.

Kemuliaan tertinggi yang akan Anda peroleh ialah hal ini: Tuhan mengundang Anda untuk tinggal bersama-Nya di surga kekal. Sungguh hadiah yang luar biasa besar!

Dan itulah mengapa kita harus memiliki pengharapan walau apa pun yang terjadi dalam hidup kita.

Renungkan hal ini:
- Mengapa di zaman ini begitu banyak orang bergumul dengan keputusasaan?
- Bagaimana Anda dapat mulai percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh?
- Bagaimana kebenaran bahwa Allah telah lebih dahulu memilih Anda memberikan Anda pengharapan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 2:1-5; Wahyu 6


Bahkan sebelum Allah menciptakan alam semesta ini, Dia telah mengambil keputusan akan menciptakan Anda.
| Senin, Desember 16, 2019 |

Memberi dan Iman Berjalan Beriringan

Memberi dan Iman Berjalan Beriringan

Ibrani 11: 4 "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati."

Menarik mengetahui bahwa orang pertama yang hidup dengan iman yang disebutkan di dalam Alkitab ialah Habel, salah satu putra Adam dan Hawa.

Apa yang dilakukan Habel yang membuatnya disejajarkan dengan Musa dan Abraham serta para pahlawan Alkitabiah penting lainnya dalam Ibrani 11? Seperti yang kita semua tahu, Habel tak pernah melakukan sesuatu yang hebat. Dia tak pernah mengambil resiko besar. Tetapi dia memberikan persembahannya dengan iman, dan itu menyenangkan hati Tuhan. Bukan apa yang diberikan Habel; tetapi sikapnya dalam memberi.

Memberi dan iman berjalan beriringan. Tuhan tidak peduli dengan jumlah yang Anda beri. Tuhan tidak butuh uang Anda. Dia ingin hati Anda.

Jika Anda tidak memberi dengan iman, maka jangan memberi. Pemberian Anda tersebut tidak akan menjadi berkat. Alkitab mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11: 6).

Ada dua cara dalam memberi: Anda dapat memberi karena alasan, atau Anda dapat memberi karena nubuat. Memberi dengan alasan berarti Anda memakai logika Anda apa yang menurut Anda bisa Anda berikan, namun itu tidak memerlukan iman sama sekali.

Ketika Anda memberi karena nubuat dari Tuhan, maka Anda membiarkan Tuhan menyampaikan kepada Anda apa yang Dia ingin Anda berikan dengan iman. Dan itu artinya Anda berdoa dan bertanya kepada-Nya, "Ya Tuhan, seberapa besar Engkau ingin aku percaya pada-Mu saat ini?" Kemudian, lakukanlah apa pun yang Dia minta Anda lakukan.

Renungkan hal ini:
- Dulu, apa yang biasanya yang motivasi Anda dalam memberi: apakah karena alasan atau karena nubuat dari Tuhan?
- Mengapa banyak orang takut memberi dengan iman?
- Bagaimana Anda dapat mengubah cara Anda dalam hal memberi? Bagaimana Anda dapat mengubah cara Anda memandang uang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:18-21; Wahyu 5


Memberi dengan iman membantu Anda bertumbuh, menjadi dewasa, dan menjadi semakin serupa seperti Kristus!
| Minggu, Desember 15, 2019 |

Iman Bukanlah Perasaan

Iman Bukanlah Perasaan

Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."


Ada satu pemahaman kuat dalam budaya kita, yang mau tak mau memengaruhi kita semua: Jika kelihatannya baik, lakukan saja. Tetapi ketika Anda membiarkan diri Anda dimanipulasi oleh suasana hati Anda, berarti Anda menjalani hidup dengan mengikuti perasaan Anda. Tuhan ingin Anda menjalani kehidupan yang berbeda. Dia ingin Anda hidup dengan iman, bukan dengan perasaan.

Kita tidak selalu ingin melakukan yang benar. Saya tidak tahu dengan Anda, tapi saya tidak selalu ingin berbuat baik kepada orang lain. Saya tidak selalu ingin mencuci piring dengan istri saya. Saya tidak selalu ingin membantu orang lain.

Tetapi Tuhan ingin kita merespons dengan iman, bukan dengan perasaan kita.

Orang yang sukses dalam hal apa pun pada akhirnya melakukan hal-hal yang tidak selalu mereka sukai. Seorang atlet Olimpiade tetap berlatih walau kadang ia enggan melakukannya. Seorang musisi hebat tetap berlatih bahkan ketika dia letih. Jika Anda ingin menjadi seorang tenaga pemasaran yang hebat, Anda harus rajin menelepon calon pembeli untuk menjual produk Anda.

Jika Anda ingin memperdalam hubungan dengan Tuhan, habiskan waktu dengan-Nya bahkan ketika Anda tidak ingin melakukannya. Orang-orang yang melaksanakan waktu teduh yang teratur dan konsisten dengan Tuhan tidak bertindak dengan perasaan mereka, karena setiap pagi mereka bangun pagi, mereka langsuang menghabiskan waktu bersama Tuhan. Mereka memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan sebab mereka bangun pagi dan menghabiskan waktu membaca Alkitab dan berdoa, walaupun mereka lelah atau malas melakukannya.

Dalam Alkitab, Musa merupkan contoh bagaimana seseorang merespons dengan iman, terlepas dari apa pun yang Anda rasakan. Ibrani 11:27 mengatakan, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Itulah cara Anda terus maju di dalam iman. Anda melihat yang tak dapat Anda lihat. Hanya mereka yang memfokuskan pandangannya pada Tuhan, yang dapat bertahan di tengah masa-masa paling sulit dalam hidup mereka. Hanya mereka yang melihat yang tak terlihat yang dapat melakukan yang mustahil. Percayalah dengan iman apa yang bisa Allah lakukan dalam hidup Anda, dan bersyukurlah kepada-Nya terlebih dahulu untuk cara yang akan Ia pakai untuk melakukannya.

Renungkan hal ini:
- Mengapa menjalani hidup dengan perasaan Anda punya resio?
- Perubahan-perubahan apa yang mungkin membantu Anda untuk bisa lebih konsisten menghabiskan waktu tenang bersama Tuhan?
- Apa kebenaran tentang Allah yang dapat membantu Anda bertahan di dalam iman?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:7-17; Wahyu 4


Iman itu bergerak maju, terlepas dari betapa lelahnya Anda atau berapa banyak pekerjaan yang harus Anda segera selesaikan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, Desember 14, 2019 |

Ketika Anda Menunggu, Tuhan Sedang Bekerja di Dalam Anda

Ketika Anda Menunggu, Tuhan Sedang Bekerja di Dalam Anda

Ulangan 8: 2 "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak."

Jika setiap doa dijawab dengan segera, jika setiap kebutuhan dipenuhi dengan segera, jika setiap masalah terselesaikan secara otomatis, iman Anda tidak akan pernah terbentang, Anda akan jadi manja. Anda tidak memerlukan iman lagi!

Kita hanyalah manusia, dan sifat dasar kita adalah tidak suka menunggu. Kita benci itu! Kita tidak suka menunggu di ruangan dokter atau menunggu di antrean supermarket, menunggu lampu hijau menyala, apalagi, menunggu makanan di restoran!

Namun hidup ini penuh dengan penantian. Bangsa Israel harus belajar menerima kenyataan ini. Ulangan 8: 2 mengatakan, "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak." Perjalanan yang dilakukan oleh bangsa Israel dari Mesir ke Israel seharusnya hanya memakan waktu beberapa minggu. Tapi mereka butuh waktu 40 tahun! Mereka berputar-putar di padang gurun, karena ketidaktaatan mereka pada Allah. Saat mereka mengalami penundaan demi penundaan, sesungguhnya Allah sedang menguji mereka. Dia ingin melihat iman seperti apa yang mereka miliki.

Apakah Anda pernah merasa sudah buru-buru, tetapi merasa Tuhan tidak bekerja dengan cepat? Waktu Tuhan itu sempurna, tetapi seringkali waktu-Nya tidak sesuai dengan waktu kita. Ketika kita terburu-buru, kita selalu mengajukan pertanyaan "kapan." "Tuhan, kapan aku akan mendapatkan pekerjaan lagi?" "Kapan aku akan menemukan jodohku?" "Kapan aku akan memiliki bayi?" "Kapan aku akan sembuh?" Kapan Engkau akan menjawab doaku?"

Mungkin saat ini Anda tengah berada di ruang tunggu Tuhan, dan Itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Tetapi itu merupakan waktu yang penting untuk membangun iman Anda.

Alkitab berkata dalam Yesaya 64: 4, "Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian." Itu artinya ketika Anda menunggu, Tuhan sedang bekerja. Anda mungkin tak dapat melihatnya. Itu mungkin ada di belakang layar. Tetapi sambil Anda menunggu jawaban doa Anda, sambil mengharapkan keadaannya berubah, Tuhan sedang bekerja — dan Dia bekerja di dalam Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mempraktikkan kesabaran di tengah masa penantian membantu Anda untuk tumbuh di dalam iman?
- Mengapa sikap Anda ketika menunggu waktu Tuhan untuk melakukan sesuatu dalam hidup Anda amatlah penting?
- Apa hal paling sulit dalam hal menunggu? Kapan masa pertumbuhan spiritual terhebat yang pernah terjadi dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:1-6; Wahyu 3


Allah menggunakan penundaan untuk menguji kita, untuk melihat iman seperti apa yang kita punya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Desember 13, 2019 |

Ketika Tuhan Menguji Anda, Dia Merentangkan Iman Anda

Ketika Tuhan Menguji Anda, Dia Merentangkan Iman Anda

Keluaran 16: 4 "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak."

Anda dapat menemukan banyak perintah dalam Perjanjian Baru, dan beberapa di antaranya benar-benar merepotkan dan tak nyaman — hal-hal seperti "Jangan khawatir akan apa pun" atau "Ucapkan syukur dalam segala hal" atau "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan." Beberapa perintah-Nya tampak mustahil!

Namun, setiap perintah yang Tuhan berikan kepada kita ialah ujian atas iman kita. Ketika Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang merentangkan iman Anda, maka Anda harus memutuskan: Apakah Anda akan percaya pada firasat yang mengatakan bahwa keadaan itu terlalu sulit untuk Anda tangani, atau sebaliknya, apakah Anda akan percaya bahwa apa yang Tuhan perintahkan adalah hal yang benar untuk dilakukan?

Tuhan memberi ujian kepada bangsa Israel dalam Keluaran 16: 4 tentang bagaimana mereka keluar dari padang gurun: "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak." Tuhan memberi mereka perintah, yang kelihatannya gila, untuk menguji iman dan ketaatan mereka.

Tuhan meminta Abraham meninggalkan rasa amannya untuk melakukan perjalanan ke sebuah negeri yang tidak ia kenal yang belum pernah ia tuju, untuk memulai sebuah bangsa baru. Dan Abraham pun menaati-Nya dan berangkat.

Tuhan menyuruh Nuh membangun sebuah bahtera di padang gurung yang jauh dari lautan. Nuh melakukan apa yang kelihatannya gila bagi semua orang, dan memilih untuk patuh pada Tuhan.

Ketika lebih dari 5.000 Israel kelaparan, Yesus menyuruh Andreas untuk memberi mereka semua makan. Tuhan sering meminta umat-Nya melakukan hal yang mustahil untuk menempatkan kita pada posisi di mana kita harus percaya kepada-Nya untuk melakukan mujizat. Tuhan ingin melakukan itu di dalam hidup Anda juga.

Iman Anda meningkat bukan hanya ketika Anda selalu bersukacita melewati keadaan sulit, tetapi juga ketika Anda mematuhinya dengan segera. Itu membangun iman Anda. Ketika Tuhan menyuruh Anda melakukannya, jangan hanya berdiam diri. Jangan heran mengapa itu tidak masuk akal. Jangan khawatir apakah Anda bisa melakukannya dengan kekuatan Anda sendiri atau tidak.

Lakukan saja. Taatilah Tuhan dengan segera, dan percayalah bahwa Dia akan memberi Anda segala yang Anda butuhkan untuk memenuhi tujuan-Nya. Dan Dia akan menumbuhkan Anda dalam iman.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan satu waktu ketika Tuhan menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil. Apakah Anda menaatinya? Jika iya, bagaimana Anda tumbuh dalam iman melalui ketaatan Anda?
- Mengapa penting untuk segera mematuhi atau menunda ketaatan Anda?
- Siapakah orang-orang beriman dalam hidup Anda yang menjadi teladan buat Anda atas ketaatan kepada Allah? Apakah menurut Anda itu mudah buat mereka lakukan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 2; Wahyu 2


Faktanya, Tuhan sering menyuruh kita melakukan yang mustahil supaya kita dipaksa untuk bergantung kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Desember 12, 2019 |

Tuhan Menguji Iman Anda Melalui Pencobaan

Tuhan Menguji Iman Anda Melalui Pencobaan

1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."

Apakah Anda pernah mengalami hari-hari ketika tak ada satu pun yang berjalan dengan benar?

Saya pernah mendengar tentang seorang pria yang apartemennya terendam air karena ada pipa yang bocor dari apartemen di lantai atas. Manajernya menyarankan dia untuk menyewa mesin penyedot air, tetapi dia tidak bisa — ban mobilnya kempes. Dia mengganti ban mobilnya itu dan masuk lagi ke dalam apartemennya untuk menelepon seorang teman. Tapi kemudian ia tersengat listrik dari telepon yang sudah basah itu. Sengatan tersebut mengejutkannya dan tanpa ia duga ia menarik telepon itu sampai terlepas dari dinding. Di saat itu, air anjir membuat pintu apartemennya macet, sehingga seorang tetangga harus menendang pintu itu untuk bisa membukanya. Saat itu terjadi, seseorang membawa kabur mobil pria malang itu— tapi untungnya mobilnya dalam keadaan hampir kehabisan bensin. Dia pun menemukan mobilnya beberapa blok jauhnya dan harus mendorongnya ke pompa bensin. Ketika dia tiba rumah, dia menemukan bahwa empat burung kenarinya telah mati tertimpa plester yang jatuh dari atap apartemennya. Kemudian ia tergelincir karena menginjak karpet basah dan tulang ekornya terluka parah, pria ini mulai bertanya-tanya apakah "Tuhan ingin aku mati tetapi aku selalu lolos?"

Bahkan jika Anda belum pernah mengalami hari yang seburuk itu, Anda pun pasti akan mengalami hari yang penuh masalah, tekanan, dan stres.

Tahukah Anda bahwa Alkitab mengatakan kita tidak boleh terkejut dengan masalah hidup? Dikatakan, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (1 Petrus 1: 6-7).

Jika Anda seorang yang beriman, tak ada yang kebetulan dalam hidup Anda. Semua peristiwa telah disaring oleh Allah. Alkitab tidak mengatakan jika semuanya akan berjalan baik dan lancar. Melainkan, seperti yang dikatakan dalam Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"—bahkan kesulitan, iritasi, dan interupsi sekali pun. Itu semua ada tujuannya.

Lalu bagaimana Tuhan ingin Anda merespons pencobaa ? Yakobus 1: 2-3 mengatakan, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Tuhan menggunakan kesukaran untuk menguji iman Anda, dan iman Anda bertambah ketika Anda terus-menerus bersukacita dan selalu bersikap positif, meskipun ada hal-hal yang tidak berjalan dengan benar.

Ketika Anda tetap bersyukur dan berpikir positif dan terus percaya pada Tuhan bahkan di tengah-tengah kesulitan, maka iman Anda bertambah dewasa.

Renungkan hal ini:
- Saat ini, mungkin ada banyak hal yang tidak terlihat baik dalam hidup Anda. Tetapi bagaimana dengan mengetahui bahwa Tuhan tetap bekerja untuk mendatangkan kebaikan dapat menghibur Anda?
- Apakah Anda punya panggilan hati untuk meningkatkan iman Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana caranya agar Anda dapat menjadi saksi kepada dunia dengan bersukacita di tengah pencobaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 1; Wahyu 1


Kita biasanya tidak menyadarinya ketika berada dalam situasi sulit dan mungkin juga tidak mau mengakuinya setelah itu, tetapi seaungguhnya setiap masalah punya tujuan yang lebih besar: Tuhan melakukannya untuk membuktikan iman kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Desember 11, 2019 |

Orang Yang Setia Adalah Orang Yang Gigih

Orang Yang Setia Adalah Orang Yang Gigih

Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Jika Anda ingin menjadi orang yang beriman, Anda punya pilihan: Jika Anda tidak segera melihat jawaban Tuhan atas doa Anda, maka Anda bisa memilih untuk menunggu, atau sebaliknya menjadi gigih. Yang satu pasif; yang satu lagi aktif. Sambil menunggu jawaban atas doa Anda, teruslah berusaha. Janganlah menyerah, meski Anda belum melihat jawabannya. Teruslah berusaha dalam pernikahan Anda, teruslah berusaha di tempat kerja Anda, teruslah percaya bahwa akan ada solusi. Janganlah menyerah!

Nuh adalah pria beriman yang luar biasa. Tuhan menyuruh dia membangun sebuah bahtera karena suatu waktu akan datang banjir bah. Pasti sulit menanggung ejekan dari orang banyak karena membangun kapal di tengah-tengah padang gurun pasir yang panas gersang, tanpa mengetahui bagaimana dan kapan Tuhan akan mendatangkan banjir tersebut. Nuh menghabiskan 120 tahun untuk membangun bahtera itu. Itu sungguh penantian yang sangat lama! Nuh tetap percaya kepada Tuhan untuk waktu yang lama, apalagi semua orang menganggap dia gila.

Tetapi Nuh bertahan. Dia gigih, dan dia tetap setia pada tugas yang diberikan Tuhan kepadanya.

Galatia 6: 9 mengatakan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Janganlah menyerah! Tetaplah gigih dalam melakukan tujuan Anda. Jadilah orang yang setia agar Tuhan dapat menggunakan Anda untuk melakukan apa yang tampaknya mustahil bagi orang lain.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan gigih menunggu jawaban Tuhan bisa membantu Anda untuk tetap fokus pada apa yang benar?
- Siapa sajakah orang beriman yang Anda jadikan sebagai teladan kegigihan?
- Bagaimana Anda dapat terus bertumbuh sambil menunggu Tuhan bekerja atas Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 3; III Yohanes - Yudas


Orang yang beriman tidak tahu bagaimana caranya berhenti. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka terus maju. Mereka mengerti beriman berarti memiliki kegigihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Desember 10, 2019 |

Ketika Perintah Allah Tidak Masuk Akal, Tetaplah Taat

Ketika Perintah Allah Tidak Masuk Akal, Tetaplah Taat

Ibrani 11: 8 "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui."

Iman adalah menaati perintah Allah, bahkan ketika itu tidak masuk akal, atau ketika itu tidak tampak logis atau rasional. Iman berarti taat.

Salah satu contoh paling tepat akan hal ini yaitu Abraham: "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui" (Ibrani 11: 8).

Bayangkan, suatu hari TUHAN menampakkan diri kepadanya, menepuk pundaknya, dan berkata, "Abraham, kau harus pindah dari sini!"
Abraham berkata, "Baik! Kemana aku harus pergi?"
"Kau tak perlu tahu."
"Kapan aku harus berangkat?"
"Sekarang juga!"
"Seperti apa tempat itu?"
"Negeri yang berlimpah dengan susu dan madu!"
"Luar biasa! Aku bisa membayangkannya. Bagaimana aku tahu jika aku sudah sampai di sana?"
"Aku akan memberitahumu."
"Berapa lama waktu untuk sampai ke sana?"
"Jangan khawatir!"
"Baik. Aku akan pulang dan mulai berkemas!"

Keputusan Abraham itu membutuhkan iman. Abraham mengikuti instruksi Allah, bahkan ketika itu berarti harus memboyong keluarganya untuk menuju tempat yang tidak ia tahu-menahu, bahkan ketika itu tampak tidak masuk akal buatnya.

Pernahkah Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Jika iya, jangan bertanya -- lakukan saja!

Amsal 3: 5 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."

Percayalah pada hikmat Tuhan, bukan pada pemahaman Anda. Ketika Anda mematuhi perintah-Nya meski bahkan ketika Anda tidak mengerti itu, Anda sedang tumbuh di dalam iman dan kedewasaan rohani.

Renungkan hal ini:
- Kapan Tuhan memerintahkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Apa hasil dari ketaatan Anda-- atau ketidaktaatan Anda?
- Mengapa lebih bijak untuk percaya pada pemahaman Tuhan, bukan pada pemahaman Anda?
- Bagaimana Allah menggunakan ketaatan kita untuk menumbuhkan iman kita? Apa yang Dia ingin kita pelajari?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 2; II Yohanes


Iman artinya menyerahkan pemikiran kita pada rencana dan pemikiran Allah
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Desember 09, 2019 |

Menunggu Adalah Bukti Iman

Menunggu Adalah Bukti Iman

Mazmur 40: 1 "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Salah satu bukti iman yang paling nyata adalah bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan.

Seberapa lama Anda dapat menunggu? Itulah yang menandakan kedewasaan Anda. Tentu, anak-anak sulit menunggu. Mereka belum mempelajari bedanya "Tidak" dan "Belum." Jika Anda memberi tahu mereka "Belum," mereka pikir itu tidak akan terjadi. Tetapi seiring bertambahnya usia, kita belajar bahwa bukan itu masalahnya.

Dalam rancangan Tuhan, pemilihan waktu begitu penting. Seringkali kita mengira waktunya sudah tepat, tapi ternyata itu waktu yang salah. Tentunya Anda tidak ingin berada di belakang Tuhan, tapi juga tidak ingin mendahului Tuhan. Anda ingin tepat berada pada waktu-Nya, sebab waktu Tuhan itu sempurna- dalam pernikahan Anda, dalam pendidikan Anda, dalam masa pensiun Anda, dalam penantian jawaban doa Anda - di setiap bidang kehidupan Anda.

Bacalah Alkitab dan lihat berapa kali orang Israel harus menunggu waktu Allah. Dalam masa penantian itu, Allah tengah mempersiapkan mereka. Anak-anak Israel telah menunggu untuk dibebaskan dari perbudakan Mesir selama 400 tahun. Itu sungguh waktu yang lama! Bahkan setelah Musa dilahirkan, bangsa Israel harus menunggu 80 tahun lagi – dia butuh 40 tahun tumbuh di istana Firaun dan 40 tahun lagi untuk pergi ke padang gurun untuk dilatih Tuhan. Musa kembali pada usia 80 tahun dan akhirnya memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Waktu Tuhan sempurna!

Mazmur 40: 1 mengatakan, "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan sebagai bukti iman Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda merasa paling sabar? Kapan Anda cenderung menjadi kurang sabar?
- Bagaimana jawaban Anda di atas menunjukkan ke mana Anda menaruh iman Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah menumbuhkan iman dan karakter Anda sementara Anda menunggu waktu yang tepat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 1; I Yohanes 4-5


Kedewasaan rohani adalah kemampuan untuk menunggu. Iman itu setia menunggu jawaban dan mengerti bahwa terkadang jawaban datangnya terlambat
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Desember 08, 2019 |
Back to Top