Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kelemahan Bisa Menjadi Hal Baik

Kelemahan Bisa Menjadi Hal Baik


Mazmur 84: 5 "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!"

Apa Anda lelah? Mungkin Anda tengah kehabisan tenaga. Anda sangat letih. Dan di ujung hari, Anda merasa kelelahan dan kehabisan tenaga. Alasannya sederhana: Anda hanyalah manusia.

Kekuatan Anda ada batasnya. Tetapi kekuatan Tuhan tidak terbatas. Kekuatan Anda terbatas. Kekuatan Anda bisa habis - itulah sebabnya Anda kelelahan! Namun, kekuatan Tuhan tidak ada habisnya. Tenaga-Nya tidak akan pernah habis. Tuhan tidak pernah lelah.

Mazmur 84: 5 mengatakan, "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!" Apakah Anda ingin berkat Tuhan dalam hidup Anda? Nah, Anda harus menggantungkan kekuatan Anda pada Tuhan.

Salah satu orang Kristen yang paling terkenal di abad ke-19 adalah pria bernama Hudson Taylor. Dia seorang misionaris yang melayani di Cina, dan dia seorang pemimpin spiritual yang besar serta sangat cerdas. Di usia tuanya, kesehatannya memburuk dan ia menjadi sangat lemah. Dia menulis surat kepada seorang teman, bunyinya: "Aku sangat lemah, aku tidak bisa bekerja lagi. Aku sangat lemah, aku tidak kuat lagi belajar. Aku sangat lemah, aku tidak bisa lagi membaca Alkitab. Bahkan aku tidak bisa lagi berdoa. Aku hanya bisa bersandar pada lengan Tuhan, seperti layaknya anak kecil dalam dekapan orangtuanya."

Di satu titik tertentu dalam hidup Anda, mungkin Anda merasa sangat lemah sehingga Anda tidak bisa lagi berdoa, membaca Alkitab, belajar Alkitab, atau melakukan apa pun. Lalu apa yang Anda lakukan pada saat itu? Beristirahatlah di dalam kuasa Tuhan, di dalam pelukan-Nya seperti anak kecil yang percaya pada ayahnya.

Kelemahan sebenarnya bisa jadi sesuatu yang baik dalam hidup Anda. Itu membuat Anda bergantung pada Tuhan. Dalam 2 Korintus 12: 8-10, Paulus mengatakan ini, "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."

Ini sebuah paradoks tentang bergantung pada Tuhan: Semakin Anda lemah, semakin Anda bergantung pada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kita sulit untuk mengakui atau menunjukkan kelemahan kita?
- Bagaimana budaya kita senang melanggengkan ide bahwa kita harus selalu kuat, tidak boleh lemah?
- Apa artinya bergantung pada kekuatan Tuhan? Bagaimana penerapannya di dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21


Semakin Anda bergantung pada Tuhan, semakin kuat Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Minggu, Juli 07, 2019 |

Percaya Pada Hikmat Tuhan, bukan Pada Perasaan Anda

Percaya Pada Hikmat Tuhan, bukan Pada Perasaan Anda

Amsal 3: 5-7 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;"

Pernahkah Anda merasa ada sesuatu yang sangat, sangat benar, tapi kemudian ketika Anda sadar, itu ternyata sangat, sangat salah?

Perasaan bisa berbohong. Itu membohongi Anda sepanjang waktu! Ada sebuah lagu lama yang berbunyi, "Bagaimana ini bisa salah kalau kelihatannya begitu benar?" Apakah Anda bercanda? Ada banyak hal salah yang terasa begitu benar.

Misalnya, setelah enam bulan menjalin suatu hubungan, Anda bertanya-tanya, "Apa yang saya pikirkan?" Baru beberapa minggu Anda bekerja, Anda berpikir, "Bagaimana bisa saya terjebak di tempat ini?" Suatu keputusan cepat yang tampaknya tidak berbahaya bisa membuat Anda terluka dn ketakutan bertahun-tahun kemudian.

Jika Anda ingin lebih sedikit jalan buntu dan kegagalan dalam hidup Anda, maka Anda perlu mendengar apa yang dikatakan Amsal 3: 5-7: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;"

Jika Anda benar-benar ingin berkat Tuhan dalam hidup Anda, maka Anda harus bergantung pada hikmat Tuhan dan bukan pada apa yang dikatakan oleh perasaan Anda atau apa yang dikatakan oleh insting Anda.

Lalu, bagaimana Anda mendapatkan hikmat Tuhan?

Berdoalah. Berbicaralah kepada Tuhan, dan biarkan Dia berbicara kepada Anda melalui Alkitab. Itulah cara Anda mendapatkan hikmat Tuhan.
Alkitab berkata dalam Yakobus 1: 5, "Tapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya."

Tuhan tidak ingin Anda membuat kesalahan bodoh. Dia tidak ingin Anda berada di jalan buntu atau mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidup. Tuhan ingin Anda berhasil. Dia ingin Anda membuat keputusan yang bijak dengan waktu dan uang Anda serta hubungan Anda.

Bukan Anda yang menunggu Dia. Dia yang sedang menunggu Anda! Tuhan berkata, "Hei! Aku ada di sini. Aku akan memberimu hikmat, dan Aku akan memberikannya dengan murah hati. Aku tidak akan membencimu. Aku ingin membuatmu bijak. Kau hanya perlu memintanya."

Jika Anda ingin diberkati, Anda harus mendapatkan hikmat dari Tuhan. Dan jika Anda menginginkan hikmat Tuhan, Anda harus memahami Firman Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan satu waktu dalam hidup Anda ketika Anda bergantung pada perasaan Anda untuk membuat satu keputusan besar. Bagaimana hasilnya?
- Bagaimana Tuhan berbicara kepada Anda? Bagaimana Anda tahu Dia sedang berbicara kepada Anda?
- Mengapa penting untuk menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap hari jika Anda ingin mengetahui rancangan-Nya untuk hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14


Percayalah pada Tuhan, dan bukan pada pemahaman Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Sabtu, Juli 06, 2019 |

Kesukaran Tidak Dapat Menghalangi Tujuan Tuhan

Kisah Para Rasul 27:24 "Dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau."

Terkadang kesulitan muncul akibat dari tindakan atau pilihan Anda sendiri. Anda membuat kesalahan. Anda melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain. Anda tidak taat pada Tuhan. 

Dan sekarang Anda menghadapi badai bencana karenanya.

Tetapi sering kali, badai yang kita hadapi dalam hidup bukan karena sesuatu yang kita perbuat, melainkan karena keputusan buruk orang lain — atau bahkan karena dosa mereka.

Kisah Para Rasul 27 memberi kita satu contoh dramatis tentang penderitaan dikarenakan keputusan dari orang lain. Paulus diadili atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Dia seorang warga negara Romawi, maka dia punya kesempatan untuk naik banding ke Kaisar atas kasus pelanggaran berat yang dituduhkan kepadanya. 

Dalam perjalanannya ke Roma dengan kapal tahanan, Paulus memberi tahu tahanan lainnya dan perwira Kaisar bahwa bencana akan segera datang. Tetapi tidak ada yang mendengarkan dia, dan benar saja, tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya mereka menghantam badai yang mengerikan. Tetapi itu bukan berarti badai menghalangi tujuan Allah untuk Paulus — dan badai pun juga tak akan mengalihkan rancangan Allah atas Anda.

Rancangan Allah buat hidup Anda lebih besar dibanding kesulitan yang pernah Anda alami. Satu malaikat memberi tahu Paulus hal ini dalam Kisah Para Rasul 27:24: "Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau." Terlepas dari kesukaran yang ia hadapi, malaikat itu memberi tahu Paulus bahwa suatu hari ia akan berdiri di hadapan Kaisar dan bersaksi tentang imannya. Rencana Tuhan tak akan pernah digagalkan oleh apapun. 

Tuhan tidak butuh rencana B atas hidup Anda. Ketika kita terbentur oleh kesulitan—baik itu karena kesalahan Anda sendiri atau orang lain — bukan berarti Tuhan tidak menolong Anda di sepanjang hidup Anda. Ketika bencana melanda, itu adalah bagian dari rancangan besar Allah. 

Ketika keputusan orang lain menjungkirbalikkan hidup Anda, Dia akan menggunakannya untuk kemuliaan-Nya. Ketika kesalahan orang lain menempatkan Anda ke dalam situasi sulit, Tuhan tetap akan menolong Anda. 

Ketika Anda merasa seolah-olah telah kehilangan segalanya, Tuhan melakukan yang luar biasa melalui Anda, sehingga Anda dapat melakukan yang mustahil.

Renungkan hal ini: 
- Apa pengalaman di dalam hidup Anda ketika seseorang mengakibatkan kesukaran buat Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah telah berhasil mengerjakan rancangan-Nya di tengah badai hidup Anda?
- Mengapa terkadang sulit bagi kita untuk memahami bagaimana Allah bekerja di masa-masa sulit kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3


Anda tidak dapat menghalangi rancangan Tuhan. Tak akan ada yang bisa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 17, 2019 |

Saat Kesukaran Datang, Jangan Pahit Hati - Lihat Rancangan Besar Allah

Ayub 1:21 "Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 

Ketika menghadapi kesukaran, tidak masalah memberi tahu Tuhan bahwa Anda marah, sedih, atau depresi. Tidak masalah mencurahkan semua emosi Anda kepada Tuhan.

Jangan menjadi pahit hati. 

Kepahitan itu seperti seakan mengatakan bahwa Anda tidak percaya pada Tuhan ketika masalah datang. 

Ayub memikul semua jenis masalah. Dia kehilangan keluarga, harta kekayaan, dan kesehatannya. Tapi alih-alih menjadi pahit, dia memilih untuk tetap fokus pada gambaran besarnya, rancangan besar Allah. 

Ayub berkata, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21). Ayub paham benar bahwa Allah tetap memegang kendali meski segala sesuatunya tampak hancur berkeping-keping. 

Saya ada ketika ketiga anak saya lahir. Mereka tidak datang ke dunia ini membawa apa pun. Mereka tidak membawa mainan, portofolio, pakaian, atau tas. Saya telah telah berkotbah di banyak pemakaman, tidak akan ada truk yang akan mengantarkan harta kekayaan Anda ke liang kubur Anda.

Anda datang tanpa membawa apapun. Anda pergi tanpa membawa apapun.

Ketika kesukaran datang menghampiri Anda — tentunya akan datang kepada siapa pun— Anda harus selalu fokus pada rancangan besar Allah atas Anda. Banyak hal akan berubah dalam hidup Anda. Iman Anda akan diuji dan dicobai. 

Seperti halnya Ayub, Tuhan tidak pernah menjanjikan kita kehidupan yang sempurna. Anda pun tak akan pernah mendapatkan penjelasan dari Tuhan ketika kesulitan datang. Namun, Anda bisa memilih untuk tetap percaya kepada-Nya. Apa pun kegagalan atau kesulitan yang Anda hadapi, percayalah bahwa:
- Tuhan tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda. 
- Tuhan punya rencana atas hidup Anda.
- Tuhan memperhatikan setiap detail hidup Anda.
- Tuhan mengendalikan segala sesuatunya, bahkan ketika Anda tidak memahaminya. 
- Tuhan melindungi Anda.

Terlepas dari apapun kesulitan Anda, itulah gambaran besar tentang hidup Anda. Anda dapat mendasarkan hidup Anda pada lima kebenaran di atas. 

Anda tidak akan merasa kesal jika tetap melihat rancangan besar Allah seperti itu. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda bergumul melawan kepahitan Anda ketika Anda dihadapkan pada kesulitan?
- Bagaimana dengan memahami rancangan besar tentang hidup Anda mengubah cara Anda melihat penderitaan Anda? 
- Kepada siapa Anda dapat berbagi pesan renungan ini di minggu ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Kepahitan itu bagaikan racun yang akan menghancurkan hidup Anda apabila Anda membiarkannya tinggal di dalam Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 16, 2019 |

Mengapa Anda Butuh Orang Lain di Masa-Masa Sulit?

Filipi 1:19 "Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Ketika kita mengalami keterpurukan, respon kita yang paling lazim ialah yang paling buruk: Kita ingin menarik diri, kita ingin membangun tembok di sekeliling kita, kita ingin mendorong orang lain menjauh. 

Tetapi itu salah. Itu seharusnya jadi hal terakhir yang kita lakukan. 

Ketika keterpurukan membuat iman Anda lemah, Anda butuh orang lain yang tetap percaya kepada Tuhan untuk Anda. Anda membutuhkan keluarga seiman untuk membantu menyokong Anda. 

Ayub kehilangan keluarganya, hartanya dan kesehatannya, sungguh suatu keterpurukan yang begitu menyedihkan — orang lain juga akan merasakan hal yang serupa.

Tetapi ini yang dikatakan oleh salah seorang teman Ayub kepadanya: "Janganlah panas hati membujuk engkau berolok-olok, janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau. Ingatlah, bahwa engkau harus menjunjung tinggi perbuatan-Nya, yang selalu dinyanyikan oleh manusia" (Ayub 36:18, 24). 

Itu nasehat yang sangat bagus. Ketika Anda berada di tengah-tengah masalah, janganlah pahit hati. Bergabunglah dengan orang lain yang dapat berdoa bersama Anda, yang dapat beribadah bersama Anda, dan yang mau mendukung Anda.

Di mana Anda dapat menemukan dukungan yang seperti itu?

Pertama, beribadahlah bersama sesama jemaat di gereja. Beribadah bersama orang lain akan memberi Anda suatu perspektif baru tentang pergumulan Anda. 

Kedua, bergabunglah ke dalam sebuah kelompok kecil belajar Alkitab. Kebanyakan gereja terlalu besar, sehingga sulit bagi para jemaatnya untuk membangun hubungan jika hanya dengan menghadiri kebaktian MInggu. Anda memerlukan satu kelompok berisikan 10 hingga 12 orang dimana di situ Anda bukan hanya bisa belajar Alkitab, tetapi Anda juga bisa berbagi tentang rasa sakit Anda dan juga berdoa dengan mereka. 

Anda tidak akan bisa menemukan kekuatan untuk bisa bangkit sendiri. Anda butuh saudara seiman untuk membangun Anda dan membantu Anda untuk fokus pada Tuhan.

Butuh satu langkah besar untuk bisa bangkit. Tanya saja Paulus. Dia menuliskan tentang dukungan yang ia terima dari sesama orang Kristen ketika ia dijebloskan ke penjara Roma: "Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus" (Filipi 1:19). 

Dengan dukungan dan doa umat Allah, masa-masa sulit Anda hanyalah sementara. Hari-hari terbaik Anda ada di depan. 

Renungkan hal ini:
- Ketika saat-saat sulit, apakah Anda cenderung menarik diri atau bergegas datang kepada orang lain? Menurut Anda mengapa Anda mudah menuju ke arah tersebut?
- Bagaimana dukungan dari orang Kristen lainnya di masa-masa keterpurukan Anda di masa lalu berdampak pada diri Anda saat ini?
- Siapa sajakah orang Kristen dalam hidup Anda yang dapat Anda andalkan selama hari-hari sulit Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21


Tuhan memakai orang disekitar Anda untuk menjadi penyalur kasihNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 15, 2019 |

Tuhan Mengerti Kejujuran Anda

Ratapan 2:19 "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!"

Anda baru saja mengalami keterpurukan yang begitu mengerikan. Anda baru saja kehilangan pekerjaan Anda. Anda baru saja bercerai. Anda telah gagal dalam beberapa hal.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya?

Apakah Anda hanya akan meringis dan pasrah? Atau, apakah Anda akan memberi tahu Tuhan apa yang menurut Anda ingin Ia dengar? 

Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah memberi tahu Tuhan bagaimana perasaan Anda. Lepaskan rasa sakit Anda. Ketika Anda jujur pada Tuhan tentang emosi Anda, itu sesungguhnya merupakan tindakan ibadah.

Ayub merupakan contoh yang tepat dalam hal ini. Ayub telah kehilangan segalanya — keluarganya, ternaknya, rumahnya, dan kekayaannya.

Tetapi Alkitab tidak menutup-nutupi bagaimana Ayub merespon, "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah," (Ayub 1:20).

Ayub mengekspresikan kesedihannya seperti cara orang Timur Tengah pada zaman itu, yaitu dengan merobek jubahnya dan mencukur kepalanya. Tapi kemudian dia datang menyembah Tuhan.

Setiap kali Anda mengalami suatu kehilangan dalam hidup Anda, Anda akan berhadapan dengan empat emosi: 
- Kemarahan: Mengapa ini terjadi padaku?
- Duka: Aku sudah kehilangan apa saja? 
- Terkejut: Apa yang baru saja terjadi? 
- Ketakutan: Apa yang akan terjadi setelah ini?

Ketika Anda mengalami keterpurukan, Anda perlu mengekspresikan semua emosi itu. Jangan cemas, Tuhan dapat menghadapi ke empat emosi tersebut, sebab Dialah yang menciptakannya untuk Anda.

Satu-satunya alasan manusia mempunyai emosi yaitu karena Anda diciptakan menurut gambar Allah. Itulah yang membuat manusia berbeda di antara ciptaan Tuhan lainnya. Tuhan adalah Tuhan yang punya perasaan; Dia punya emosi; Dia mengerti kemarahan Anda, kesedihan Anda, keterkejutan Anda, dan ketakutan Anda.

Ayub sangat jujur kepada Tuhan, dan Anda pun bisa. Ayub berkata, "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku (Ayub 7:11).

Tanggapan yang tepat terhadap suatu kegagalan bukanlah dengan memalsukan respons Anda supaya Anda terlihat baik-baik saja. Tuhan tidak pernah ingin Anda berpura-pura dengan perasaan Anda.

Di salah satu masa tersulit di dalam Alkitab, yaitu setelah Yerusalem dijarah dan dihancurkan dan orang Israel dibunuh, diperbudak, dan diasingkan, nabi Yeremia menulis ini: "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!" (Ratapan 2:19).

Bacaan Hari ini: 
- Apakah Anda merasa sulit untuk jujur kepada Tuhan tentang perasaan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah ada pengalaman dalam hidup Anda dimana kejujuran Anda membuat Anda lebih dekat dengan Tuhan?
- Apakah saat ini Anda rasa sulit untuk berbicara kepada Tuhan tentang suatu emosi tertentu?Jika demikian, mengapa?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1


Jujur kepada Tuhan selalu menjadi pilihan terbaik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 14, 2019 |

Mendapatkan Yang Terbaik Dari Tuhan Melalui Ketaatan

Lukas 5: 5 "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 

Kita semua pasti pernah mengalami keterpurukan di tempat kerja dari waktu ke waktu. Tapi terkadang langkah paling sederhana untuk kembali bangkit hanyalah dua kata: Taati Tuhan. 

Mungkin Tuhan memberitahu Anda sesuatu yang tak logis dan konyol. Itu mungkin juga tidak masuk akal secara finansial, relasional, atau emosional. Malah yang lebih parahnya lagi, Anda takut setengah mati. 

Tetapi Tuhan berkata lakukanlah itu. 

Selama beberapa hari terakhir kita telah melihat satu kisah di dalam Alkitab tentang kemunduran bisnis. Dalam Lukas 5, Simon Petrus dan Andreas telah berlayar sepanjang malam namun tidak kunjung menangkap apa pun. Bagi para nelayan di abad pertama, itu merupakan suatu kegagalan yang menakutkan.

Tetapi Yesus datang dan memakai perahu mereka untuk berkhotbah. Kemudian Yesus menyuruh, "Setelah selesai berbicara, Ia menyuruh kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5: 4). Itu sungguh tidak logis. Itu tidak masuk akal.

Tetapi Yesus menyuruh mereka untuk pergi ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala mereka.

Mengapa Yesus menyuruh mereka ke tempat yang lebih dalam? Sebab di situlah Anda akan menemukan ikan-ikan besar. Tapi itu juga mendatangkan resiko yang teramat besar. Namun tidak ada iman yang tanpa risiko.

Simon Petrus menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Lukas 5: 5).

Simon Petrus melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya. Dia tidak melakukannya karena itu ide yang bagus atau keren. Dia melakukannya sebab Tuhan mau dia melakukannya. Tanpa argumen dan tanpa ragu. 

Dan Tuhan memberi kedua bersaudara ini kesuksesan bisnis yang lebih besar dari apa yang bisa mereka impikan. 

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memberkati mereka begitu banyak ikan sehingga jala mereka sampai robek dan mereka harus meminta bantuan nelayan lain.

Tak kan terjadi apapun seandainya Simon Petrus tidak menaati Yesus — bahkan meskipun itu terdengar tidak masuk akal.

Apa yang telah Tuhan perintahkan namun Anda tidak juga kunjung mengerjakannya? 

Apakah itu kelihatannya mustahil? Apakah secara finansial itu tak dapat dimengerti? Apakah Dia menyuruh Anda pergi ke laut yang dalam?

Tuhan ingin Anda mengambil risiko dan menaatinya.

Anda bebas memilih untuk memancing di tepi pantai yang dangkal yang aman, atau pergi ke laut yang lebih yang dalam di mana ikan-ikan besar tinggal. Pilihan itu ada di tangan Anda.

Jadi, maukah Anda mematuhi-Nya? 

Renungkan hal ini: 
- Ketika Anda mengalami keterpurukan, apakah Anda merasa lebih mudah, atau lebih sulit untuk taat pada Tuhan ketika Dia meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang sulit?
- Mengapa Tuhan meminta Anda untuk mengambil risiko ketika Anda tengah berjuang bangkit dari kegagalan Anda? 
- Apa yang selama ini Tuhan mau Anda kerjakan yang kesulitan untuk Anda patuhi? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 6-8; Yohanes 21


Begitu Anda patuh pada Tuhan, maka Dia akan mengurus bagian-Nya. Hari-hari terbaik Anda akan datang karena kepatuhan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Juni 13, 2019 |

Apakah Anda Mengalami Kesukaran Dalam Pekerjaan Anda? Libatkan Tuhan

Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak memberkati pekerjaan Anda?

Jawabannya mungkin sangat sederhana. Mungkin karena Anda tidak pernah mengundang Tuhan masuk ke dalamnya. 

Kemarin kita berbicara tentang kisah Andreas dan Simon Petrus dan jaring ikan mereka yang hampa di dalam Lukas 5. Mereka pergi berlayar sepanjang malam namun tidak berhasil menangkap seekor ikan pun.

Tetapi ketika Yesus naik ke atas kapal mereka dan mereka melakukan apa yang Dia perintahkan ("Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan"), Allah kemudian melakukan bagian-Nya. Simon Petrus dan Andreas pun kemudian menangkap begitu banyak ikan, sampai-sampai jalan mereka mulai koyak dan mereka perlu meminta bantuan nelayan lain untuk menaikkan ikan-ikan itu ke atas perahu mereka.

Apa bedanya antara waktu ketika mereka tidak bisa menangkap apa pun dengan waktu ketika mereka memiliki terlalu banyak ikan?

Itu danau yang sama, perahu yang sama, jaring yang sama, nelayan yang sama, dan ikan yang sama. Yang beda antara jaring kosong dengan kelimpahan mereka ialah kehadiran Yesus di atas kapal tersebut. 

Yesuslah yang membuat perbedaan sehingga mereka tidak lagi memancing sendirian. Tuhan ada di bersama mereka di dalam kapal mereka. 

Apa perahu Anda? Apa pun yang Anda lakukan untuk mencari nafkah.

Saya kenal banyak orang yang mengandalkan Yesus dalam hidup mereka tapi tidak di dalam pekerjaan mereka. Untuk dapat mengundang Yesus masuk ke dalam perahu Anda, maka Anda harus mendedikasikan karir Anda kepada-Nya. 

Ketika Simon Petrus dan Andreas melakukan itu, Tuhan memberkati mereka ikan yang jauh lebih banyak melebihi yang bisa mereka hasilkan dengan kemampuan mereka sendiri. 

Apa yang membuat kedua bersaudara ini berubah dari tidak punya menjadi berkelimpahan? Mereka membiarkan Yesus menggunakan perahu mereka sebagai mimbar pelayanan-Nya.

Jangan berdoa meminta Tuhan menjadikan Anda sukses supaya kemudian Anda bisa melayani Dia dengan karier Anda. Lakukan sebaliknya, berserulah pada Tuhan, "Saat ini karier saya sedang jatuh, tetapi saya akan mempersembahkan apa pun yang saya punya sebagai mimbar pelayanan-Mu." 

Pada saat itulah Allah melakukan mujizat.

Di dalam hal apa pun yang Anda mau Tuhan berkati, di situlah Anda mengutamakan Dia. Itu artinya Anda bukan lagi seorang agen real estat, seorang guru, penata taman, atau seorang akuntan. Anda merupakan seorang misionaris yang menyamar sebagai agen real estat, guru, penata taman, atau akuntan. Terlepas dari apapun pekerjaan Anda, buatlah komitmen untuk menjadi seorang misionaris terlebih dahulu.

Alkitab berkata, "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita" (Kolose 3:17).

Segala sesuatu berarti semuanya, termasuk karier Anda.

Mungkin saat ini Anda sedang mengalami kesukaran dalam pekerjaan Anda dan sedang memikirkan berbagai opsi untuk mengubah jalur karir atau pekerjaan Anda. Anda sedang mempertimbangkan untuk pindah, mencari pekerjaan baru, atau bahkan banting setir. Mungkin Anda memang harus melakukannya. 

Tapi lakukanlah hal berikut ini terlebih dahulu: Minta Yesus untuk mengendalikan perahu Anda. Buatlah komitmen untuk menggunakan pekerjaan Anda untuk kemuliaan Tuhan.

Lihat bagaimana Yesus melakukan mujizat-Nya. 

Renungkanlah hal ini: 
- Mengapa kita biasanya berpikir bahwa pekerjaan tertentu - terutama pendeta dan misionaris - lebih rohani dibanding yang lain?
- Seperti apa jadinya seandainya Anda mendedikasikan karier Anda untuk pelayanan Tuhan?
- Apa rintangan terbesar dalam mempersembahkan pekerjaan Anda untuk melayani Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20


Jika Anda ingin Tuhan memberkati pekerjaan Anda, maka Anda harus mengundang Tuhan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 12, 2019 |

Biarkan Tuhan Mengubah Kesulitan di Pekerjaan Anda Menjadi Kesuksesan

Lukas 5: 6 "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak."

Jika Anda pernah merasa putus asa dengan pekerjaan Anda, setiap orang pun pernah mengalaminya. Mungkin Anda kelelahan karena terlalu banyak pekerjaan. Mungkin Anda pernah mengerjakan sebuah proyek dengan segenap hati dan jiwa raga Anda, namun itu masih juga gagal. Kita semua pernah menghadapi kesusahan dalam pekerjaan kita. Tetapi apa yang benar-benar penting adalah bagaimana Anda menanggapinya. 

Tanya pada Simon Petrus dan Andreas. 

Lukas 5 memberi tahu kita bahwa kedua bersaudara ini menjala ikan sepanjang malam. Sebagai nelayan profesional, apabila mereka tidak berhasil menangkap ikan, maka mereka tidak mendapat penghasilan apapun. Namun nyatanya dalam Lukas 5 dikatakan mereka tidak menangkap satu ikan pun pada malam itu. Istilahnya dalam bahasa modern, mereka sedang mengalami resesi. Kedua bersaudara ini berkecil hati dan sungguh lelah.

Tetapi kemudian Yesus datang dan melakukan yang tak mungkin. 

Setelah meminjam salah satu perahu mereka dan mengajarkan orang banyak dari atas perahu itu, Yesus menyuruh Simon Petrus "bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5: 4).

Respon yang diberikan Simon Petrus adalah tipikal respon manusia ketika rasa frustrasi muncul: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa" (lihat Lukas 5: 5). Kita semua pasti juga pernah berada dalam tahap ini. Kita sudah habis-habisan melakukan pekerjaan kita, tapi hasilnya nol. Kita sudah melakukan segalanya dengan benar dan percaya bahwa Tuhan menuntun kita melakukan apa yang sedang kita kerjakan, tapi hasilnya tidak juga kunjung terlihat. 

Kemudian Yesus melakukan sebuah mujizat. Yesus bukan hanya memberikan apa yang dibutuhkan Simon Petrus dan Andreas, tapi Ia juga membuat kedua saudara ini takjub. Alkitab berkata, "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak" (Lukas 5: 6). Ikan-ikan yang mereka jala bukan hanya cukup buat mereka sendiri, tetapi Tuhan memberikannya dengan melimpah ruah sehingga itu cukup untuk dibagikan kepada yang lain.

Setelah Simon Petrus dan Andreas melakukan apa yang diperintahkan Yesus, mereka menangkap lebih banyak ikan dalam waktu 10 menit dibanding 10 jam yang sudah mereka habiskan sebelumnya. Tuhan mengubah kesulitan menjadi kesuksesan. 

Kesuksesan Anda juga akan akan segera datang,

Baik saat ini Anda sudah menganggur berbulan-bulan atau bertahun-tahun, atau baik Anda telah gagal lima kali berturut-turut, itu tidaklah penting. Mengapa? Sebab Tuhan dapat menyalakan keran berkat lebih deras dibanding keran kegagalan. Dan Anda perlu perahu yang lebih besar untuk menampungnya.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan melakukan mujizat di dalam kehidupan kerja Anda? Melalui mujizat tersebut, menurut Anda apa yang dapat Ia lakukan di masa datang?
- Apa yang paling Anda takuti tentang hal percaya bahwa Tuhan akan melakukan mujizat dalam kehidupan kerja Anda?
- Siapa yang tengah mengalami kesulitan dalam pekerjaan mereka dan perlu membaca renungan hari ini? Buatlah komitmen untuk meneruskan renungan ini kepada orang tersebut. 



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42


Percayalah pada Tuhan, serahkan segala kekhawatiran Anda padaNya. Tidak ada yang mustahil, Anda dan saya adalah manusia yang penuh kegagalan, namun Tuhan mampu mengubahnya menjadi keberhasilan dalam sekejap mata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 11, 2019 |

Khawatir itu Tidak Membantu Dan Tidak Ada Gunanya

Matius 6:27 "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Bukan rahasia lagi kita menjadi begitu khawatir di zaman ini. Kita khawatir akan uang. Kita khawatir akan hubungan. Kita khawatir akan anak-anak kita, rumah kita, dan hewan peliharaan kita. 

Kita mengkhawatirkan hampir segala hal. 

Namun, khawatir itu bukan hal yang baru. Yesus bahkan menganggap kekhawatiran sebagai sebuah topik yang sangat penting sehingga sebagian besar khotbah-Nya yang paling terkenal, Khotbah di Bukit, berbicara tentang kekhawatiran.

Malah, pada Khotbah di Bukit, Yesus memberi kita empat alasan mengapa kita tidak perlu khawatir akan apapun.

Pertama, kekhawatiran itu tidak masuk akal.
Khawatir tidak masuk akal. Dalam Matius 6:25, Yesus mengatakan ini: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" Kecemasan hanya membesar-besarkan suatu masalah. Masalah tidak akan hilang jika Anda hanya memikirkannya. Sebaliknya, itu akan bertambah. 

Kedua, kekhawatiran itu tidak wajar.
Kita adalah satu-satunya mahkluk di seluruh alam semesta ini yang khawatir. Sapi tidak khawatir. Kucing tidak khawatir. Anjing tidak khawatir. Hanya manusia. Kita tidak dilahirkan sebagai para pengkhawatir, yang ada adalah kita belajar untuk khawatir. 

Yesus berkata dalam Matius 6:26, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Burung-burung tidak melakukan apa pun selain sebagaimana mereka diciptakan. Mereka berkicau. Mereka terbang ke sana- ke mari. Walaupun mereka tidak menabur atau menuai (bekerja), tetapi Tuhan tetap memberi mereka makanan. 

Jika Tuhan saja memberi makan burung-burung, tentunya Ia juga akan memberi Anda makan. Jadi kenapa Anda harus khawatir?

Ketiga, kekhawatiran itu tidak membantu.
Yesus berkata, "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Khawatir tidak bisa membuat Anda 2 cm lebih tinggi. Khawatir tidak bisa membuat Anda 2 cm lebih pendek. Khawatir tidak bisa mengurangi 20 kg berat badan Anda. Khawatir tidak dapat memperpanjang hidup Anda (malah mempersingkat hidup Anda). Khawatir tidak bisa mengubah masa lalu Anda, dan khawatir tidak bisa mengendalikan masa depan Anda. Itu hanya akan mengacaukan hari ini.

Satu-satunya hal yang berubah oleh karena kecemasan ialah Anda. Itu membuat Anda menderita. 

Keempat, kekhawatiran itu tak ada gunanya. 
Yesus berkata, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?" (Matius 6:30).

Tuhan akan memenuhi semua yang Anda butuhkan. Dia menciptakan Anda. Dia menyelamatkan Anda. Dia menaruh Roh-Nya tinggal di dalam Anda ketika Anda juga beriman kepada Yesus. Anda tak usah khawatir.

Renungkan hal ini: 
- Manakah dari empat alasan yang Yesus katakan di atas yang paling mengena pada Anda? Mengapa?
- Jika kekhawatiran begitu tidak masuk akal, tidak wajar, tidak membantu, dan tidak ada gunanya, mengapa kita begitu khawatir?
- Apa satu perubahan yang dapat Anda lakukan di dalam hidup Anda minggu ini untuk mengurangi kekhawatiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22


Serahkanlah segala kekhawatiran Anda pada Tuhan, Dia paling mengenal apa yang Anda butuhkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 10, 2019 |

Lakukanlah Percakapan Dengan Pencipta Anda

Mazmur 116: 1-2 "Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya."

Butuh cukup lama, tetapi akhirnya saya mengerti bahwa kunci dari sebuah pernikahan ialah komunikasi. Akhirnya saya paham itu di hari-hari ketika saya memiliki komunikasi jiwa yang mendalam dengan istri saya Kay - bukan sekedar, "Hai. Apa kabar? Aku cinta kamu. Sampai ketemu lagi nanti" - hubungan kami bertumbuh. Namun di hari-hari ketika kami hanya punya sedikit atau tidak ada komunikasi sama sekali, hubungan kami lapuk. Suatu hubungan tidak akan pernah berhenti di tempat. Itu antara bertumbuh atau lapuk. 

Hal yang sama juga berlaku dalam berhubungan dengan Tuhan. Di hari-hari ketika Anda memiliki pembicaraan yang mendalam dan signifikan dengan Tuhan, hubungan Anda tumbuh. Di hari-hari ketika Anda punya sedikit atau tidak ada komunikasi sama sekali dengan Tuhan, hubungan Anda akan membusuk. Ya, sesederhana itu. 

Ketika Anda benar-benar mencintai seseorang, Anda bukan hanya ingin menghabiskan waktu bersama. Anda pasti juga ingin berbicara dengan orang itu. Ingat ketika Anda pertama kali jatuh cinta ketika Anda remaja dan orang tua Anda kesal karena Anda selalu sibuk dengan telepon genggam Anda? Anda berbicara dan berbicara dan berbicara karena Anda ingin lebih mengenal orang itu. Komunikasi adalah cara Anda untuk mengenal orang lain.

Apa yang Anda bicarakan jika Anda ingin mengungkapkan cinta Anda kepada Tuhan? Apa pun yang juga Anda bicarakan dengan teman terdekat Anda: harapan Anda, ketakutan Anda, impian Anda, kecemasan Anda, hal-hal yang membuat Anda malu, hal-hal yang Anda banggakan, hal-hal yang Anda rahasiakan, cita-cita Anda, ambisi Anda, kepedihan Anda, kepedulian Anda - setiap bagian dari hidup Anda.

Alkitab berkata dalam Mazmur 116: 1-2, "Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya." Apabila Anda tidak merasa dekat dengan Allah karena kehidupan Kristen Anda sudah menjadi sebuah rutinitas, membosankan, tak ada sukacita, dan tidak hidup, ada satu obat yang sederhana: Mulailah berbicara dengan Tuhan lagi.

Berdoa bukanlah suatu tugas yang harus Anda lakukan. Itu merupakan suatu hak istimewa yang bisa Anda lakukan. Anda bisa berbicara dengan Pencipta alam semesta ini! Dia tengah menunggu Anda untuk berbicara dengan-Nya sehingga hubungan Anda dengan-Nya dapat tumbuh.

Renungkan hal ini: 
- Seberapa sering Anda berbicara dengan teman terdekat Anda? Apakah itu lebih sering atau lebih jarang dibanding berbicara dengan Tuhan?
- Pernahkah Anda mencoba memperkatakan ayat-ayat di dalam Alkitab? Menurut Anda mengapa itu penting?
- Jika doa adalah sebuah percakapan, bagaimana selama ini Anda merespons apa yang Tuhan katakan kepada Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40


Tuhan akan selalu ada saat Anda memanggil NamaNya. Dia sediakan waktu khusus untuk Anda saat ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 09, 2019 |

Bisakah Anda Menyembah Tuhan di Mana Saja Dan Kapan Saja

Mazmur 147: 7 "Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!"

Mungkin Anda perhatikan bahwa musik dan cinta saling berjalan bersama, karena musik berasal dari hati. Musik bukan sesuatu yang Anda ciptakan atau mainkan hanya secara intelektual. Musik adalah sesuatu yang keluar dari jiwa Anda, dari emosi Anda.

Ada banyak lagu cinta di dunia ini. Bahkan, ada banyak stasiun radio yang hanya memutarkan lagu-lagu cinta saja. Tapi tahukah Anda bahwa ada lebih banyak lagu yang ditulis tentang Yesus Kristus dibanding tentang topik lainnya di dunia ini? Kekristenan merupakan iman yang bernyanyi. Mengapa? Sebab ini bukan tentang agama. Ini tentang hubungan cinta kasih — hubungan dengan Allah yang sangat mencintai Anda sehingga Dia mengutus Putra-Nya mati untuk Anda dan yang ingin Anda mencintai Dia kembali.

Mazmur 147: 7 mengatakan, "Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!" Tak ada hal yang akan membuat Anda lebih merasakan kasih dan kehadiran Tuhan dalam hidup Anda selain dengan bernyanyi dan memuji nama Tuhan. 

Anda mungkin berpikir, "Tapi Anda tidak mengerti. Saya tidak bisa bernyanyi." Alkitab mengatakan buatlah suara yang gembira. Saya tahu Anda pasti mampu melakukannya, sebab ketika Anda menonton pertandingan olahraga atau ketika seseorang menikah, Anda tentu akan membuat suara yang gembira. Jadi, keluarkan saja! Anda tidak perlu bernyanyi dengan nada yang benar. Anda hanya perlu membuat suara yang gembira.

Bisakah Anda menyembah Tuhan di luar gereja? Ya, tentu saja. Ibadah adalah ekspresi cinta Anda kepada Tuhan. Itu artinya Anda bisa memuji Tuhan di kamar mandi. Anda bisa memuji Tuhan di halaman belakang rumah Anda sambil memotong rumput. Anda bisa memuji Tuhan dengan mencuci piring. Anda bisa memuji Tuhan sambil mengemudi ke tempat kerja atau mengambil keputusan penting atau bermain golf. Anda dapat mengekspresikan cinta Anda kepada Tuhan di mana saja dan kapan saja. Dan itu artinya Anda bisa bernyanyi di mana saja dan kapan saja. 

Renungkan hal ini: 
- Pikiran-pikiran apa yang memenuhi pikiran Anda ketika Anda menyanyikan lagu-lagu di gereja? Di mana fokus Anda?
- Seberapa sering Anda menyanyikan rasa syukur dan cinta Anda kepada Allah? Setiap hari? Secara teratur? Kadang-kadang? Jarang?
- Apa saja hal yang bisa Anda gantikan dengan bernyanyi atau mendengarkan lagu puji-pujian sehingga Anda bisa ingat untuk lebih sering memuliakan Dia? 


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31; Yohanes 18:1-18


Ingatlah Tuhan dimanapun Anda berada, jadikan NamaNya sebagai yang pertama kali Anda sebut disaat Anda membutuhkan pertolongan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Sabtu, Juni 08, 2019 |

Menurut Anda Mengapa Anda Tidak Punya Waktu ?

Ibrani 13: 20-21 "Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin."

Prinsip "gunakan atau kehilangan" sifatnya universal. Jika Anda tidak berolahraga, maka otot-otot Anda akan menyusut. Jika Anda tidak menginvestasikan uang Anda, maka Anda akan kehilangan uang itu. Jika Anda tidak belajar menggunakan pikiran Anda, pikiran Anda akan semakin tumpul dan semakin tumpul seiring bertambahnya usia. Jika Anda punya bakat dan Anda tidak mau melatihnya, maka Anda akan kehilangan bakat itu.

Hal yang sebaliknya pun sama. Apabila Anda lebih banyak menggunakan sesuatu, maka semakin banyak manfaat yang Anda dapat. Jika Anda menggunakan otot Anda, maka itu akan membesar. Jika Anda menyisihkan sedikit uang Anda dan menginvestasikannya dengan bijak, maka itu akan semakin bertambah. Itu akan berlipat ganda!

Ibrani 13: 20-21 mengatakan, "Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin."

Apa yang butuhkan lebih lagi di dalam hidup Anda? Tenaga? Waktu? Uang? Bakat?

Berikut ini kuncinya: Apa pun yang Anda butuhkan lebih banyak, ambil sedikit yang Anda punya dan mulai gunakan itu untuk melayani orang lain. Lihat bagaimana kemudian Tuhan melipatgandakannya. Mungkin Anda berkata, "Saya tidak punya waktu untuk melayani orang lain. Saya tidak punya waktu untuk mewartakan Firman. Saya sendiri tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan saya. Bagaimana saya bisa meluangkan waktu lebih?" Menurut Anda mengapa Anda beranggapan tidak punya waktu? Ketahuilah, Tuhan tidak merancang Anda untuk menghabiskan semua waktu Anda untuk diri Anda sendiri! Mengapa Tuhan memberi Anda lebih banyak waktu apabila Anda hanya menggunakannya untuk diri Anda sendiri?

Ini seperti prinsip persepuluhan, di mana 10 persen pertama dari semua penghasilan Anda harus dikembalikan kepada Tuhan. Mengapa? Sebab ketika Anda mengembalikan 10 persennya itu kepada Tuhan, maka Dia akan mengambil 90 persennya dan merentangkannya lebih lagi dibanding jika Anda hanya menyimpan 100 persen untuk diri Anda sendiri. Itu sama halnya dengan waktu Anda. Itu sama halnya dengan bakat Anda. Itu berlaku untuk hal apapun di dalam hidup ini.

Jika Anda tidak memakainya, maka Anda kehilangannya. Untuk mendapatkan manfaat lebih, investasikan apa pun yang Anda punya. Kemudian perhatikan dan lihat bagaimana Tuhan akan menyediakan semua yang Anda butuhkan — bahkan berlipat ganda — oleh karena Anda melakukan kehendak-Nya dengan memakai waktu, uang, dan bakat Anda untuk Dia. 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Allah melipatgandakan waktu, uang, atau bakat Anda ketika Anda menginvestasikannya untuk hal-hal yang penting?
- Apa saja bakat Anda? Bagaimana Anda bisa menggunakannya untuk melayani orang lain?
- Apa satu cara yang bisa Anda pakai untuk melayani orang lain? Bagaimana Anda mengubah jadwal kegiatan Anda untuk dapat mewujudkannya?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17


Kuasai diri Anda dengan menguasai waktu hidup Anda. Pakailah waktu bersama Tuhan, Anda tidak akan pernah menyesal
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 07, 2019 |

Kita Belajar Mengasihi Melalui Hubungan Kita

Roma 1:12 "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Jika kita ingin Tuhan memberkati hidup kita, maka kita tidak bisa hidup untuk diri kita sendiri. Tuhan akan memberkati hidup Anda apabila Anda ambil bagian di dalam persekutuan. Anda harus menjadi bagian dari keluarga gereja dan membangun hubungan dengan orang percaya lainnya.

Alkitab berkata, "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku" (Roma 1:12). Singkat kata, di dalam ayat ini, Paulus memberitahu jemaat di Roma, "Aku akan menguatkanmu di dalam iman kalian. Kuatkanlah aku juga di dalam imanku. Marilah kita saling memberkati satu sama lain di dalam proses ini."

Sebagian besar berkat yang akan Allah sediakan bagi Anda dalam beberapa bulan dan beberapa tahun mendatang akan datang melalui orang lain. Apabila Anda tak pernah membangun hubungan itu, maka Anda tidak akan pernah mendapatkan berkat-Nya. 

Hal paling penting yang Tuhan ingin Anda pelajari dalam hidup bukanlah bagaimana menjadi kaya atau bagaimana menjadi sukses atau bagaimana caranya membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Tuhan ingin Anda belajar untuk mengasihi. Anda bisa mempelajarinya di dalam relasi Anda dengan orang lain dan dengan Tuhan. Baik itu di sekolah, di gereja, di lingkungan Anda, atau di tempat kerja, Anda membutuhkan sebuah hubungan untuk membantu Anda menjadi seturut dengan kehendak Allah. 

Jika saat ini Anda belum ambil bagian di gereja Anda, maka Anda perlu melalukannya. Hubungan dengan orang percaya lainnya haruslah menjadi salah satu prioritas utama Anda. Jika Anda bergabung di suatu gereja tetapi Anda terputus dari jemaat lainnya, pertama-tama terlibatlah dalam persekutuan kecil atau Sekolah Minggu.

Anda tidak bisa memperoleh berkat dengan hidup yang terisolasi dan sendiri-sendiri. Kita lebih baik hidup bersama-sama.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Anda diberkati oleh Tuhan melalui hubungan Anda dengan jemaaat di gereja Anda?
- Apa usaha Anda untuk membangun hubungan yang lebih dalam, lebih dekat dengan jemaat di gereja Anda?
- Bagaimana Anda dapat menjadi berkat bagi orang lain dengan membantu mereka menemukan persekutuan yang berarti di dalam keluarga gereja?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 23-24; Yohanes 15


Sama seperti Tuhan begitu ingin menjalin hubungan kasih dengan kita manusia, sehingga Dia rela turun ke dunia. Bagaimana dengan kita terhadap sesama?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juni 05, 2019 |

Bagaimana Keputusan Anda Mempengaruhi Orang Lain

Roma 14: 12-13 "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!"

Salah satu kesalahan terbesar yang kita buat dalam hidup adalah kita lupa bagaimana tindakan kita memengaruhi orang-orang di sekitar kita. Jika Anda ingin membuat keputusan yang bijak, Anda perlu bertanya, "Apakah pilihan saya ini akan merugikan orang lain?"

Itu kebalikan dari budaya kita. Masyarakat kita mengajarkan kita untuk hanya memikirkan diri sendiri. Tetapi Tuhan ingin Anda memikirkan orang lain, bukan hanya diri Anda sendiri. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa suatu hari Anda akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah tentang bagaimana keputusan Anda tersebut telah memengaruhi orang lain.

Roma 14: 12-13 mengatakan, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!"

Mungkin Anda tak suka mendengar kenyataan ini, tetapi Anda sedang diawasi — setiap saat. Jika Anda orangtua, mata Anda harus terus mengawasi anak-anak Anda. Anda harus berhati-hati dengan apa yang Anda katakan dan lakukan, sebab Anda akan memengaruhi bukan hanya kehidupan Anda tetapi juga generasi berikutnya.

Tunjukkan rasa hormat terhadap otoritas tertinggi. Jika seorang petugas polisi menilang Anda, walaupun Anda berpikir dia salah, Anda harus tetap memperlakukannya dengan hormat.

Jangan mengabari bos Anda bahwa Anda sedang sakit padahal sebenarnya Anda sedang berlibur di pantai. 

Jangan membawa pulang perlengkapan kantor untuk digunakan demi keuntungan pribadi.

Jangan menggelapkan pajak Anda — dan kemudian sesumbar di depan anak-anak Anda bagaimana negara ini tidak memberi kesejahteraan buat rakyatnya. 

Jangan menonton hal-hal sampah yang ada di TV atau film bersama anak-anak Anda. Pikirkan lebih dulu apakah Anda harus menontonnya atau tidak sama sekali. 

Orang-orang yang dewasa membatasi kebebasan mereka demi kepentingan orang lain. Bukan karena mereka takut dengan apa yang dipikirkan orang lain, tetapi karena mereka terdorong oleh kasih. Di dalam situasi di mana tidak ada yang benar atau salah, Anda harus bertanya pada diri sendiri, "Apakah keputusan saya itu akan memengaruhi orang lain?"

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana kesombongan memengaruhi kemampuan Anda untuk mempertimbangkan dengan baik bagaimana pilihan Anda memengaruhi orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38


Setiap hari Anda dicobai untuk membuat keputusan yang mungkin kelihatannya terbaik buat Anda tetapi sebenarnya bisa memiliki dampak yang menghancurkan bagi orang-orang di sekitar Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 03, 2019 |

Ambil Keputusan Yang Terbaik, Bukan Hanya Yang Baik

1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."

Beberapa hal tidak serta merta salah; beberapa tidak perlu. Kebanyakan pilihan yang Anda buat dalam hidup sebenarnya bukan soal baik atau buruk, tapi lebih kepada apa yang terbaik untu Anda. 

Alkitab berbicara tentang hal ini dalam 1 Korintus 10:23: "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."

Beberapa hal sifatnya netral secara moral. Untuk dapat membuat sebuah keputusan yang baik, Anda harus mengacu pada standar yang lebih tinggi dan bertanya, "Apakah saya akan menjadi orang yang lebih baik jika saya melakukan ini?" Itu yang disebut uji peningkatan. 

Saya ingat berpuluh tahun lalu di masa ketika istri saya masih menyusui bayi kami, yang selalu lapar di siang hari. Dia menyusui sambil menonton TV. Acara TV apa yang ada di siang bolong? Sinetron. Ternyata, program sinetron ini terus berlanjut, dari sinetron satu ke sinetron berikutnya. Setelah dia menonton dua judul sinetron, dia lanjut ke sinetron berikutnya. Itu waktu yang panjang bagi bayi untuk terus-menerus diberi makan!

Setelah beberapa lama, istri saya baru tersadar bahwa dia tidak melakukannya demi bayi kami, tapi dia sebenarnya mengatur jadwalnya sendiri, memastikan bahwa dia bisa menonton sinetron-sinetron itu. Dia membuat jadwalnya seperti ini: "Aku akan menyetrika dulu" atau "Aku akan membersihkan dapur dulu," kemudian memastikan dia berada di dekat TV.

Istri saya seakan-akan kenal dekat dengan kehidupan karakter fiksi di sinetron-sinetron itu. Dia menjadi sangat tertarik dengan kehidupan orang-orang yang bahkan tidak nyata! Kemudian suatu hari, dia seakan ditimpa satu ton batu bata: "Aku hanya membuang-buang hidupku! Ini tidak akan membuatku menjadi wanita atau ibu atau istri yang lebih baik. Sinetron ini tidak memberiku faedah sama sekali. Aku seharusnya lebih peduli dengan orang-orang yang nyata."

Apakah Anda lebih tertarik pada karakter fiksi di TV dibanding dengan Paulus atau Petrus atau para murid Yesus dan pada kehendak Allah atas hidup Anda? Apakah Anda menginvestasikan waktu Anda dalam kehidupan dangkal orang-orang yang mengisi manghiasi majalah selebriti? Apakah Anda terpaku pada acara olahraga di TV begitu Anda tiba di rumah di akhir minggu Anda? 

Apakah semua itu salah Tidak. Apakah semua itu buruk? Tidak. Pertanyaannya bukanlah, "Memangnya apanya yang salah dengan itu?" Pertanyaannya adalah, "Apakah itu akan membuat saya semakin seperti Yesus?"

Renungkan hal ini: 
- Kegiatan atau kebiasaan apa saja yang tidak buruk, tetapi bukan yang terbaik, yang Allah mau Anda lakukan? 
- Kegiatan apa yang bisa menggantikan hal-hal yang tak perlu tersebut, sehingga Anda tumbuh sebagai pengikut Kristus?
- Apakah ide Anda tentang apa yang terbaik sama dengan apa yang akan membuat Anda menjadi semakin serupa seperti Yesus?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 17-18; Yohanes 13:1-20


Pilihlah tindakan dan pengaruh yang berguna untuk hidup Anda. Pilihlah apa yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 02, 2019 |

Apa Yang Terjadi Ketika Anda Melakukan Apa Yang Anda Tahu itu Salah ?

Amsal 10: 9 "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui."

Alkitab mengatakan dalam Amsal 10: 9, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui." Anda akan ketahuan! Jadi, ketika mengambil keputusan, Anda perlu menguji integritas atau kejujuran Anda.

Uji integritas yaitu ketika kehidupan sosial dengan kehidupan pribadi Anda selaras- apa yang ada di dalam hati Anda dan apa yang ada di dalam hidup Anda sama. Anda bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya mau semua orang tahu tentang keputusan yang saya buat ini?" Sebenarnya, jika berbicara soal kejujuran, meski Anda bisa membohongi orang lain, tapi Anda tak bisa membohongi diri sendiri. Dan apabila Anda sudah menyalahi hati nurani Anda sendiri, maka Anda harus menanggung akibatnya sendiri.

Kadang kita tahu bahwa yang hendak kita lakukan itu salah. Kita tahu kita tidak boleh melakukannya, tetapi pikiran ini kerap muncul di benak kita: "Saya tahu saya sedang melakukan yang salah, tetapi saya akan tetap melakukannya, karena saya tahu Tuhan itu Maha ampun."

Apakah Anda dapat melakukan sesuatu yang Tuhan katakan itu salah tanpa menerima konsekuensi apapun di dalam hidup Anda? Tentu tidak. Nah, itulah alasan utama mengapa Dia tidak ingin Anda mengambil keputusan untuk melakukannya — karena Dia menyayangi Anda, bukan karena Dia ingin mencegah Anda untuk bersenang-senang.

Apakah itu artinya Tuhan tidak mengampuni kita atas kesalahan yang telah kita buat? Tentu Dia akan mengampuni kita. Dia adalah Tuhan yang pemaaf dan murah hati. Namun, pengampunan itu tidak membebaskan kita dari rasa sakit dan konsekuensi yang datang dari keputusan buruk yang telah Anda ambil. Walau Anda telah diampuni, Anda masih mungkin memiliki penyesalan. Walau Anda telah diampuni, Anda masih mungkin merasakan sakit hati dan luka. Walau Anda telah diampuni, Anda masih mungkin mengalami retaknya sebuah hubungan. 

Roma 14:14 mengatakan, "Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis." Ayat ini dengan sederhana memberitahu bahwa ketika Anda ragu, jangan lakukan. Mengapa? Sebab itu melanggar integritas Anda. Apa pun yang bukan dari iman ialah dosa.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana kejujuran Anda terpengaruh ketika Anda tahu apa yang benar namun Anda tidak melakukannya?
- Jika berbicara soal integritas, mengapa membanding-bandingkan itu begitu berbahaya? Bagaimana Roma 14:14 berlaku dalam hal ini? 



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50


Tuhan tahu ada konsekuensi dari setiap keputusan Anda. Tuhan tahu bahwa setiap keputusan buruk akan meninggalkan bekas dalam hidup Anda. Dia hanya ingin yang terbaik untuk Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 01, 2019 |

Keputusan Yang Baik Selalu Selaras Dengan Firman Tuhan

Mazmur 119: 105 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
Ketika Anda perlu mengambil keputusan, ujian pertama dan yang yang deal adalah berikut ini: "Apakah keputusan saya selaras dengan Firman Tuhan?"

Anda harus mengambil keputusan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda. Ini benar-benar bermuara pada pilihan berikut ini: Firman Tuhan atau dunia. Apakah Anda akan mendasarkan keputusan Anda pada apa yang dikatakan Firman Tuhan atau apa yang orang lain katakan?

Jika Anda mendasarkan hidup Anda pada opini dunia, maka Anda akan selalu ketinggalan zaman, karena tren dunia berubah setiap hari. Apa yang "tren" kemarin tidak akan "tren" hari ini, dan apa yang "tren" hari ini tidak akan "tren" besok. Jika Anda mendasarkan hidup Anda pada budaya populer, paham politik, atau jajak pendapat, Anda akan kesulitan karena Anda sedang membangunnya di atas landasan yang berubah-ubah!

Di sisi lain, bila Anda mendasarkan hidup Anda pada Firman Tuhan, kebenaran tidak akan pernah berubah. Kebenaran akan selalu benar. Jadi jika Allah berfirman ada sesuatu yang salah 10.000 tahun yang lalu, maka itu juga salah 500 tahun yang lalu, itu salah hari ini, dan itu juga akan salah 1.000 tahun dari hari ini. Saya tidak peduli dengan jajak pendapat dan fakta politik atau apapun yang media beritakan. Jika Tuhan mengatakan bahwa sesuatu salah, maka itu salah. Itu akan selalu salah, dan akan selamanya salah. Sebaliknya, jika Tuhan berkata itu benar, itu akan selalu benar. Firman-Nya adalah fondasi yang kuat!

Allah telah mengatur alam semesta ini beserta hukum-hukumnya — fisik, moral, dan spiritual. Allah telah membangun alam semesta di sekeliling hukum-hukum ini sebab itu semua hanya untuk kebaikan Anda. Ketika Anda bekerja sama dengan prinsip dan hukum yang ada di alam semesta ini, maka Anda akan berhasil. Jika Anda menolak, tidak mematuhi, mengabaikan, dan memberontak terhadap prinsip-prinsip Allah, Andalah yang malah terluka.

Jangan pernah melanggar hukum Allah. Jika saya naik ke atas gedung dan melompat, saya tidak melanggar hukum gravitasi, tetapi itu melumpuhkan saya. Hal yang sama berlaku dengan hukum moral dan hukum spiritual. 
Dengan semua pikiran ini tertanam di dalam pikiran Anda, Anda bisa percaya diri di dalam keputusan Anda. Jika Tuhan berkata itu tidak apa-apa, maka lakukanlah. Jika Tuhan berkata jangan, maka jangan lakukan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119: 105).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana opini dunia mencoba meyakinkan Anda bahwa kebenaran Firman itu subjektif?
- Bagaimana Anda bisa lebih mendalami Alkitab sehingga Anda bisa lebih mendasarkan keputusan Anda pada Alkitab?
- Bagaimana Anda mengalami kemerdekaan ketika Anda mematuhi hukum dan petunjuk Allah dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 13-14; Yohanes 12:1-26


Anda tidak bisa merendahkan Tuhan dan lolos begitu saja. Itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Kapan pun Anda melanggar prinsip-prinsip Tuhan, sama saja dengan Anda mencari masalah dalam hidup Anda, karena hasilnya pastilah tidak akan mendatangkan kebaikan untuk hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Mei 31, 2019 |

Untuk Membangun Suatu Koneksi, Buatlah Komitmen

Amsal 18:24 "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara."

Hubungan yang baik tidak terjadi secara kebetulan. Itu membutuhkan penanaman, kerja keras, dan banyak waktu. Itu butuh suatu komitmen!

Saya tidak bisa menghitung sudah berapa kali istri saya dan saya merasakan bagaimana rasanya di ujung pernikahan, terutama di tahun-tahun awal kami. Begitu sering kami berpikir, "Pernikahan ini tidak ada gunanya. Kita sangat berbeda. Pernikahan ini tidak akan pernah berhasil."

Tapi kami tidak menyerah. Mengapa? Karena kami telah membuat satu komitmen. Kami telah bersumpah— "Sampai maut memisahkan kita" - tidak hanya untuk satu sama lain tetapi juga untuk Tuhan. Kami berucap, "Kami akan menjaga komitmen ini sampai mati." Dan itu berhasil! Ada saat-saat dalam pernikahan kami dimana satu-satunya hal yang tetap menjaga kami tetap bersama hanyalah komitmen- bukan kasih atau ketetarikan- melainkan hanya komitmen yang kami buat di hadapan Tuhan. Saya sangat senang saat itu kami tidak menyerah. Kini istri saya bagaikan sahabat saya, saya tak bisa membayangkan hidup saya tanpanya.

Alkitab mengatakan dalam Amsal 18:24, "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara." Tahukah Anda bahwa bersosialisasi mencegah Anda untuk memiliki hubungan yang mendalam? Anda bisa begitu sibuk menjalin hubungan, membangun koneksi, dan memiliki banyak relasi dimana Anda tidak pernah menginvestasikan waktu, energi serta usaha untuk memupuk keintiman yang dalam dari teman yang baik atau pasangan yang baik.

Tidak salah punya banyak kenalan, tetapi mereka bisa membuat Anda terus sibuk sehingga Anda tidak dapat membina hubungan yang penting dan dalam. Anda tak perlu banyak teman di dunia ini, tetapi Anda memang memerlukan beberapa teman baik. Fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas. Kenalan Anda — ratusan "teman" Facebook dan pengikut Instagram Anda — bukan berarti akan ada untuk Anda waktu Anda membutuhkannya. Tetapi teman-teman yang benar-benar terhubung dan berkomitmen dengan Anda akan ada di sana buat Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Dengan siapa sajakah Anda berkomitmen menjalin suatu hubungan? Siapa sajakah yang mengetahui hubungan Anda tersebut? 
- Bagaimana kehidupan sosial media Anda memengaruhi kedalaman koneksi Anda dengan teman, anggota keluarga, dan pasangan Anda?
- Apa satu langkah praktis yang bisa Anda lakukan yang dapat mendorong hubungan Anda dengan orang lain lebih maju ke depan dan lebih dalam?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57


Setiap hubungan yang penting dan erat dimulai dengan komitmen. Jika Anda ingin terhindar dari hubungan yang dangkal dan berpura-pura, Anda harus terus setia pada komitmen Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Mei 30, 2019 |

Jangan Biarkan Gosip Menghancurkan Hubungan Anda

Amsal 11:13 "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara."

Kita cenderung menganggap gosip sebagai salah satu dosa "kecil." Tetapi ketika Allah bersabda tentang gosip, Dia memasukkannya bersama dengan hal-hal seperti perzinahan dan pembunuhan. Mengapa? Karena itu sangat merusak hubungan. Gosip dapat menghancurkan persahabatan, keluarga, dan gereja.

Gosip berbicara tentang situasi dengan seseorang yang bukan bagian dari masalah atau bagian dari solusi. Jika kita mau jujur, apa yang sedang kita lakukan ialah kita membuat diri kita merasa sedikit lebih penting di atas penderitan orang lain. Bergosip berarti membicarakan tentang penderitaan dan masalah orang lain untuk membuat kita merasa secara moral lebih unggul dibanding mereka. Itulah bahayanya dan sakitnya gosip. 

Ada sebuah cerita dalam Perjanjian Lama tentang sebuah keluarga yang bergumul dengan gosip. Musa punya seorang saudara perempuan bernama Miryam yang bergosip dan menjelek-jelekkan Musa dengan orang banyak. Lalu, Allah memanggil Musa dan Miryam untuk mengatakan sesuatu sebentar. Dia berbicara dengan Miryam dan menegur Miryam bahwa apa yang dia lakukan (bergosip) itu salah — dan pada saat itu juga, Allah menghukumnya dengan memberikan penyakit kusta. Anda mungkin berpikir, "Wah, itu kedengaran mengerikan, tetapi saya juga mau itu terjadi pada orang-orang yang menggosipkan saya. Mungkin bukan penyakit kusta — tapi mungkin flu perut kronis, jadi orang tersebut tahu bagaimana sakitnya itu."

Anda tahu apa yang Allah lakukan selanjutnya? Dia mengajak Musa untuk berdoa bagi kesembuhan Miryam — orang yang bergosip menentang dia. 

Mungkin Anda telah tersakiti begitu dalam oleh gosip-gosip dan hal-hal yang sudah beredar di kantor. Ini yang Allah katakan kepada Anda: "Doakan orang-orang yang bergosip tentangmu agar engkau dapat dimerdekakan dari segala luka dalam hidupmu."

Atau, mungkin Andalah yang memulai gosip itu. Kisah ini ada dalam Perjanjian Lama untuk mengingatkan kita betapa seriusnya dan betapa menyakitkannya gosip bagi orang lain, tak peduli di sisi mana pun Anda berdiri.

Menjaga kerahasiaan memungkinkan Anda untuk tetap terhubung dengan orang lain secara produktif, sehat, dan tulus.

Amsal 11:13 mengatakan, "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara." Apakah Anda tipe orang yang menyimpan rahasia orang lain sehingga mereka bisa percaya pada Anda?

Renungkan hal ini: 
- Pikirkan tentang seseorang yang telah bergosip tentang Anda. Menurut Anda bagaimana Allah ingin Anda mendoakan orang tersebut secara khusus?
- Apa yang biasanya Anda lakukan ketika orang-orang di sekitar Anda mulai bergosip? Apakah cara Anda meresponnya sama dengan cara yang Tuhan kehendaki?
- Mengapa menjadi seseorang yang bisa dipercaya membantu memperdalam hubungan Anda dengan orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29


Pikirkanlah kata-kata yang efeknya akan mendatangkan kebaikan baik untuk diri sendiri, maupun orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Mei 29, 2019 |
Back to Top