Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Mulai Khawatir

| Kamis, Desember 26, 2019 |
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Mulai Khawatir

Mazmur 37: 7 "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Anda mungkin tidak begitu sering mendengar kata "resah." Sebenarnya itu kata yang artinya "khawatir." Ketika Anda resah, Anda menjadi stres, cemas, dan tidak sabar. Anda khawatir karena semuanya terjadi terlalu cepat dan Anda tidak mampu mengatasi suatu perubahan. Atau sebaliknya, Anda khawatir karena semuanya berjalan terlalu lambat dan Anda ingin Tuhan mempercepatnya.

Kita biasanya tidak keberatan menunggu, jika kita bisa mengeluh. Tetapi ketika Anda memilih untuk menunggu Tuhan dengan sabar ketimbang resah, itu sesungguhnya sebuah pernyataan iman. Anda membuat suatu deklarasi tentang karakter Tuhan. Ketika Anda menunggu dengan sabar, Anda menyatakan jika Anda percaya Tuhan dan beriman kepada-Nya. Dengan rendah hati, Anda mengakui jika Anda bergantung pada-Nya.

Alkitab berkata dalam Mazmur 37: 7, "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Salah satu alasan terbesar mengapa kita stres ialah karena kita terus-menerus membandingkan diri kita dengan orang lain. Alih-alih fokus pada kasih Tuhan dan apa yang telah Ia lakukan untuk kita, kita cenderung melihat orang lain, kita fokus membandingkan apa yang mereka miliki dengan apa yang tidak kita miliki.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain bukanlah pilihan yang bijak, karena tidak ada satu manusia pun yang sama dengan Anda. Rancangan yang Ia punya untuk hidup Anda berbeda dengan orang lain. Jika Anda menginginkan rancangan untuk orang lain, maka Anda akan melewatkan rancangan Tuhan atas hidup Anda! Membanding-bandingkan menyebabkan keresahan.

Namun kekhawatiran tak ada gunanya sama sekali. Setiap detik yang Anda habiskan untuk mengkhawatirkan sesuatu hanyalah terbuang sia-sia, karena khawatir tidak dapat menyelesaikan apa pun. Khawatir tidak dapat mengubah masa lalu. Itu tak dapat mengendalikan masa depan. Itu hanya akan membuat Anda sengsara hari ini. Itu ibaratnya duduk di kursi goyang, hanya berayun ke depan dan ke belakang, dan sebaliknya. Anda tidak membuat progres apa pun, sementara Anda sudah menghabiskan begitu banyak energi.

Filipi 4: 6 mengatakan, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Khawatir tidak akan pernah mengubah apa pun, tetapi doa dapat mengubah banyak hal. Jadi jangan khawatir di musim Natal ini. Berdoalah!

Renungkan hal ini:
- Mengapa kekhawatiran menghasilkan emosi-emosi negatif?
- Bagaimana Anda bisa mengenali dengan memperhatikan orang lain, apakah mereka memilih untuk khawatir atau percaya pada Tuhan?
- Apakah Anda benar-benar percaya bahwa doa dapat mengubah banyak hal? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 11-12; Wahyu 16


Ketika Anda mulai membandingkan, Anda mulai khawatir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top