Menyukacitakan Tuhan

| Minggu, Februari 05, 2012 |
Buatlah Tuhan tersenyum bahagia dengan menjaga kelestarian alam ciptaanNya.
 

Ayat bacaan: Mazmur 104:31
=====================
"Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!"

menyukakan TuhanSalah seorang murid saya merupakan anggota dari mahasiswa pencinta alam. Apa yang menggerakkannya untuk aktif dalam perkumpulan ini adalah kerinduannya untuk menikmati bagian alam yang masih asri, indah dan segar yang tentu sulit diperoleh di kota-kota besar terutama kota industri. Untuk itu ia siap menempuh perjalanan jauh lengkap dengan segala resiko di dalamnya. "Perjuangannya berat, tetapi semua itu terlupakan begitu saya melihat keindahan alam yang tidak dilihat oleh orang lain." katanya ringan sambil tersenyum. Kota semakin padat, setiap sisi diubah menjadi gedung-gedung dan alam yang indah pun semakin tergerus oleh pertumbuhan kota. Bagi kita yang tinggal di kota terutama kota besar, kita pun harus terlebih dahulu mengambil waktu khusus untuk berlibur agar bisa menikmati suasana yang jauh dari hingar bingar dan polusi di kota-kota besar ini.

Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan alam semesta beserta isinya dengan teramat sangat indah. Itu adalah anugerah yang amat besar yang terlebih dahulu Dia sediakan sebelum Dia menciptakan manusia. Mengapa? Supaya ketika manusia hadir, keindahan itu sudah bisa dinikmati secara langsung. Tuhan pun sudah menyatakan sejak semula bahwa apa yang Dia ciptakan adalah baik. Tanaman, pohon-pohon berbuah, tunas-tunas muda, itu diciptakan dengan baik (Kejadian 1:11-12). Matahari, bulan dan bintang, cakrawala, semua itu diciptakan Tuhan dengan baik. (ay 14-18). Segala jenis hewan, baik burung-burung di udara, ikan-ikan di laut dan hewan-hewan darat, semua Dia ciptakan dengan baik. (ay 20-22). Alam semesta beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1), tapi lihatlah bahwa otoritas untuk menguasai diberikan kepada kita. (Kejadian 1:28). Kata menguasai disini bukan berarti kita boleh bertindak semena-mena dengan melakukan apapun seenaknya, tapi justru sebaliknya, kita diminta untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan hidup. Tuhan menitipkan itu semua kepada kita. Idealnya kita bersyukur, bersukacita bersama-sama dengan Tuhan menikmati segala keindahan itu. Tapi apakah kita sudah melakukannya?

Sedikit melanjutkan renungan kemarin, mari kita lihat sebuah ayat dari Mazmur 104 yang berbunyi: "Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!" (Mazmur 104:31). Pemazmur merenungkan segala kebesaran kasih Tuhan lewat segala ciptaanNya yang sangat baik dan indah di bumi ini seperti yang ia pandang dari pagi hingga malam. Seyogyanya atas semua itu Tuhan bisa bersukacita. Bukankah semua yang Dia ciptakan itu baik adanya? Itulah yang disampaikan Pemazmur. Hendaklah kita tahu membuat Tuhan bersukacita atas ciptaanNya atau perbuatan-perbuatanNya. Apakah Tuhan bisa bersukacita atas segala ciptaanNya yang indah itu hari ini? Sayangnya apa yang terjadi hari ini justru sebaliknya.

Sangat memprihatinkan melihat bagaimana destruktifnya manusia yang terus merusak alam demi keuntungan sesaat dan kepentingan pribadi. Semakin lama kita semakin sulit menemukan alam yang masih segar. Apa yang terjadi hari-hari ini agaknya sulit membuat Tuhan bersukacita atas ciptaan-ciptaanNya. Manusia terus saja merusak kelestarian lingkungan. Membuang sampah sembarangan, sungai-sungai tercemar limbah industri dan buangan dari rumah-rumah pemukiman penduduk, asap kotor yang keluar dari cerobong pabrik-pabrik dan knalpot kendaraan, semua itu merusak segala keindahan yang Tuhan sediakan bagi kita. Kerusakan lingkungan dan menipisnya lapisan ozone membuat dunia ini semakin lama semakin hancur. Segala tumbuhan hijau dan segar musnah digantikan oleh besi-besi dalam berbagai bentuk. Semakin lama manusia yang diciptakan Allah secara istimewa semakin tidak menghargai karya Penciptanya. Selain merusak lingkungan, menghancurkan ekosistem dan lain-lain, manusia malah berani saling membinasakan satu sama lain. Padahal semua manusia sama-sama ciptaan Tuhan yang sangat berharga bahkan mulia dimataNya. Tapi di mata sesama manusia, nyawa itu dihargai sangat murah, letaknya berada sangat jauh di bawah ego dan kepentingan diri sendiri. Dia sudah begitu baik dengan menganugerahkan keselamatan kepada kita lewat Kristus, tapi kita begitu sulit untuk sekedar menghargai kebaikanNya. Jika semua ini terjadi, bagaimana mungkin Tuhan bisa bersukacita karena perbuatan-perbuatanNya?

Segala keindahan alam sejak semula Dia ciptakan sebagai gambaran kasihNya kepada kita. Itu hadiah yang luar biasa indahnya yang diberikan kepada kita. Seharusnya Tuhan bisa bersukacita melihat semua ciptaanNya hidup dengan baik, harmonis, damai dan penuh kasih. Gambaran yang sebaliknya tentu membuatNya sangat kecewa. Dia menciptakan yang indah, tetapi kita merusaknya. Lalu ketika bencana datang silih berganti, kita malah masih berani menyalahkan Tuhan. Pemazmur sudah menyerukan agar kita mau mulai berpikir untuk membuat Tuhan bisa bersukacita atas ciptaanNya. Itu bisa dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan, mengambil bagian dalam gerakan-gerakan penghijauan dan tidak ikut-ikutan mencemarkan lingkungan dengan perilaku-perilaku kita yang buruk. Bersyukurlah jika hari ini masih bisa melihat alam yang indah meski tidak lagi mudah. Tetapi apakah anak cucu kita kelak masih bisa menyaksikannya? Tuhan menitipkan milikNya kepada kita untuk dikelola, dijaga, dilestarikan dan dikembangkan. Jika kita mau melakukannya, disanalah Allah akan bersukacita melihat seluruh ciptaanNya di muka bumi ini dapat saling bekerjasama dalam menghormati hasil karyaNya yang agung. Jika anda melihat sekeliling anda hari ini dan masih mendapati sesuatu yang indah, bersyukurlah untuk itu dan mari kita jaga bersama-sama agar anak cucu kita dan dengan sendirinya merasakan bentuk cinta kasih Tuhan lewat anugerahNya atas alam yang indah. masih bisa menyaksikan keindahan alam itu.

Buatlah Tuhan tersenyum bahagia dengan menjaga kelestarian alam ciptaanNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top