Komitmen Anda Membentuk Hidup Anda

2 Petrus 3:11 "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup."

Anda tak perlu memahami semua dampak dari keputusan Anda ketika memilih untuk ikut Yesus. Anda hanya perlu menanggapi undangan-Nya dan membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Komitmen Anda membentuk hidup Anda lebih dari apapun. Komitmen yang Anda ambil salah satunya bisa membangun Anda atau malah menghancurkan Anda; yang manapun itu akan menentukan siapa Anda.

Komitmenlah yang kebanyakan orang tidak lakukan dalam mewujudkan rancangan Tuhan atas hidup mereka. Banyak yang takut berkomitmen dan akibatnya hanyut dalam arus kehidupan. Yang lain membuat komitmen yang setengah hati dan itu menyebabkan frustrasi yang menjadikan mereka orang Kristen yang biasa-biasa saja. Yang lainnya membuat komitmen penuh untuk mengejar tujuan duniawi, seperti menjadi kaya atau terkenal, dan pada akhirnya mereka hanya jadi kecewa dan kepahitan.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang kekal, maka Anda harus memilih dengan bijak: "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup" (2 Petrus 3:11).

Memiliki karakter yang seperti Kristus dimulai dari membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Renungkan hal ini:
Melihat dari komitmen Anda, apa pendapat orang lain tentang Anda?
Apa yang menghalangi Anda untuk melakukan hal-hal yang akan membantu Anda untuk mengembangkan karakter yang seperti Kristus?
Bagaimana urgensi dalam 2 Petrus 3:11 mempengaruhi cara Anda dalam membuat komitmen-komitmen Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25


Akan menjadi seperti apa hidup Anda nantinya, ditentukan oleh komitmen Anda sekarang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



| Jumat, Juli 28, 2017 |

Fokus untuk Menyenangkan Tuhan, Bukan Manusia

1 Tesalonika 2: 4b "Karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita."

Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang lain. Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang tua Anda, yang diinginkan pacar Anda, yang diinginkan pasangan Anda, bos Anda atau teman Anda. 

Tuhan menciptakan Anda untuk menjadi Anda. Bila Anda ingin menjadi orang yang seturut dengan rancangan Tuhan, maka Anda harus menolak untuk dibentuk oleh orang lain.

Ibrani 11:24 mengatakan, "Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun," 

Pada awalnya, Musa mengalami krisis identitas. Dia lahir sebagai seorang budak Yahudi namun diangkat sebagai bangsawan Mesir, cucu Firaun. Ketika dewasa, dia dihadapkan pada dua pilihan: Berpura-pura menjadi cucu Firaun sepanjang hidupnya dan menjalani kehidupan yang mewah, terkenal dan berkuasa. Atau, mengakui siapa dirinya sebenarnya: seorang Yahudi. Tapi, jika dia melakukannya, keluarga kerjaaan akan mengusirnya dan dia akan menjadi budak seumur hidupnya. Dia akan direndahkan dan dipermalukan dan menjalani kehidupan yang penuh rasa sakit dan kesusahan.

Jika Anda Musa, mana yang Anda pilih?

Kebanyakan orang saat ini hidup dalam kebohongan. Mereka mencoba menjadi seperti orang lain. Tetapi Musa menolak untuk hidup dalam dusta sebab dia adalah orang yang jujur. Dia bersikeras untuk menjadi apa yang menjadi kehendak Tuhan atas dia dengan melawan segala macam tekanan dari masyarakat.

Pertanyaan saya untuk Anda: Siapa yang Anda biarkan mendefinisikan diri Anda sendiri? 

Apakah itu teman dan keluarga Anda? Beberapa dari Anda memiliki orang tua yang telah meninggal bertahun-tahun lalu namun Anda masih berusaha untuk mewujudkan visi hidup Anda. Beberapa dari Anda masih mengingat-ingat apa yang mantan suami atau istri Anda katakan pada Anda, dan sekarang Anda mencoba membuktikan bahwa orang tersebut salah. Beberapa dari Anda mencoba mengikuti apa yang dikatakan oleh media sosial, budaya, dan kompetisi duniawi. 

Tapi Alkitab mengatakan ini: "Karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita" (1 Tesalonika 2: 4b).

Resolusi pertama yang perlu Anda buat adalah berikut ini: "Saya memutuskan untuk tidak lagi membiarkan orang lain menekan saya ke dalam cetakan mereka. Saya akan menjadi apa yang Tuhan inginkan. Saya akan melakukan apa yang Tuhan ingin saya lakukan, dan saya akan menggenapi rancangan Tuhan untuk hidup saya, bukan rancangan orang lain untuk hidup saya."
Saudara, itu baru kesuksesan yang sejati. Kesuksesan yang sejati dalam hidup ini yaitu menjadi siapa Anda menurut kehendak Allah, tak kurang dan tak lebih.

Renungkan hal ini: 
Siapa atau apa yang tengah menekan Anda untuk menjadi seseorang yang bukan diri Anda dan yang tengah membentuk identitas Anda?
Luangkan beberapa waktu untuk menuliskan siapa diri Anda di dalam Yesus Kristus. Bagaimana Dia mendefinisikan identitas Anda?
Bagaimana Anda bisa mengetahui menjadi apa sesungguhnya Tuhan menciptakan Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26


Menyenangkan hati Tuhan jauh terlebih penting dibandingkan menyenangkan hati manusia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juli 25, 2017 |

Tuhan Membangun Kita Perlahan-lahan

Efesus 4: 22-24 "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Meskipun Tuhan bisa dengan segera mengubah kita, Dia telah memilih untuk membangun kita secara perlahan-lahan. Yesus tidak tergesa-gesa, sama seperti bagaimana Tuhan membiarkan orang Israel memasuki Tanah Perjanjian "sedikit demi sedikit" agar mereka tahan uji (Ulangan 7:22). Dia lebih suka bekerja dalam hidup kita secara bertahap.

Mengapa butuh waktu lama bagi kita untuk berubah dan bertumbuh dewasa? Ada beberapa alasan:

Pertama, Kita adalah murid yang lamban. Seringkali kita harus mempelajari kembali sebuah pelajaran kehidupan 40 atau 50 kali untuk kita sampai benar-benar mengerti. Problematika yang sama terus berulang, dan kita berpikir, "Tidak lagi, Tuhan! Saya sudah jera!" Tapi Tuhan lebih tahu. Sejarah bangsa Israel menggambarkan betapa cepatnya kita melupakan pelajaran hidup yang Tuhan telah ajarkan kepada kita dan seberapa cepat kita kembali ke pola perilaku lama kita. oleh karena itu kita harus mengalami permasalahan berulang-ulang kali.

Kedua, Ada banyak yang harus berhenti kita pelajari. Karena sebagian besar dari masalah kita - dan semua kebiasaan buruk kita - tidak bisa diperbaiki dalam waktu semalam, tidak realistis jika kita berharap itu semua lenyap seketika. Tidak ada pil, doa, atau prinsip yang akan dengan segera memperbaiki kerusakan bertahun-tahun. Butuh kerja keras untuk bisa menghilangkan dan menggantikan itu semua dengan yang baru. Alkitab menyebutnya "menanggalkan manusia lama" dan "mengenakan manusia baru" (Roma 13:12; Efesus 4: 22-24; Kolose 3: 7-10, 14).

Ketiga, Pertumbuhan seringkali menyakitkan dan menyeramkan. Tidak ada pertumbuhan yang tanpa perubahan; Tidak ada perubahan yang tanpa rasa takut atau kehilangan; Dan tidak ada kerugian yang tanpa rasa sakit. Setiap perubahan pasti ada kehilangan. Kita takut akan kehilangan dan kerugian. Kekalahan bisa diakibatkan oleh zona nyaman kita, ibarat sepasang sepatu usang yang terasa nyaman dan familiar dengan kita.

Keempat, Kebiasaan baik membutuhkan waktu untuk berkembang. Ingatlah bahwa karakter Anda adalah jumlah total kebiasaan Anda. Anda tidak bisa mengklaim diri Anda baik kecuali jika Anda selalu berkelakuan baik. Kebiasaan Anda mendefinisikan karakter Anda.

Hanya ada satu cara untuk mengembangkan kebiasaan yang menujukkan karakter Kristus: Anda harus mempraktikkannya - dan itu membutuhkan waktu! Tidak ada kebiasaan instan. Paulus mendesak Timotius, "Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:15).

Renungkan hal ini: 
Menurut Anda mengapa Tuhan membiarkan kita mengalami rasa sakit dan kehilangan saat kita tumbuh secara rohani?
Apa kebiasaan buruk yang kesulitan Anda ubah dalam hidup?
Apa satu hal yang perlu Anda praktikkan setiap hari sehingga Anda mengembangkan karakter seperti Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40


Sesuatu yang berharga tidak dibentuk sekejap dengan proses instant, tapi melalui tempaan dengan ketekunan dalam waktu lama. Demikian Tuhan membentuk hidup kita yang sangat berharga di mataNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



| Jumat, Juli 21, 2017 |
Back to Top