Iman yang Sejati

| Selasa, Maret 11, 2014 |
Kisah Para Rasul 14:21-22 "Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara."


Jika iman Anda tidak mampu melewati kesulitan, maka dengan segala hormat, saya harus mengatakan jika itu bukan iman sejati.
Iman yang tidak tahan uji adalah iman yang tidak bisa diandalkan.
Iman yang sejati akan semakin kuat setelah melewati kesulitan, bukan semakin lemah.
Ia menjadi lebih tangguh, tidak runtuh.


Dalam Kisah Para Rasul 14, kita membaca bahwa Rasul Paulus dan Barnabas ketika di kota Listra, mereka menguatkan hati para orang percaya di sana dan "menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara" (ayat 22).


Perhatikanlah bahwa Rasul Paulus dan Barnabas menguatkan mereka untuk terus bertekun dalam iman-bukan dalam perasaan.
Perasaan dan suasana hati datang dan pergi.
Ada kalanya ketika Anda merasakan kehadiran Allah, dan ada kalanya tidak.
Jadi apa yang harus Anda lakukan?
Anda harus tetap berpegang teguh dalam iman, karena "orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17).
Apakah kita merasakan kehadiran-Nya hari ini atau tidak, itu bukan jadi masalah.
Yang harus kita lakukan adalah terus berjalan maju, karena ini adalah perjalanan iman.
Jangan khawatir dengan emosi Anda.
Jangan fokus pada emosi yang naik turun.
Ingatlah bahwa Allah selalu menyertai Anda, dan suatu hari Anda akan bergabung dengan-Nya di dalam kemuliaan.


AB Simpson menulis, "Dulu aku hanya mengharapkan berkat, sekarang aku hanya menginginkan Allah; dulu aku bertindak sesuai perasaan, sekarang sesuai Firman-Nya.
Dulu aku hanya meminta karunia-Nya, sekarang aku hanya ingin merasakan kehadiran-Nya.
Dulu aku mencari-Nya hanya untuk menyembuhkanku, sekarang aku merindukan-Nya setiap waktu."


Ketika Anda baru mengenal Allah, yang Anda inginkan adalah berkat-Nya.
Tapi seiring dengan pertumbuhan rohani, yang Anda inginkan adalah Allah.
Itulah tanda kedewasaan rohani.
Kita harus terus berpegang dalam iman, baik saat langit berwarna biru, atau saat ia berwarna kelabu.

____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 14-16; Markus 12:28-44
____________________________________


Kita harus terus percaya pada-Nya, baik saat kita sehat, atau saat sakit. Karena kita tahu bahwa di hari terakhir, semua itu tidak akan sia-sia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

____________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top