Mengapa Kita Harus Merespon Dengan Lemah Lembut

| Senin, Juli 02, 2018 |
Amsal 29:11 "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya."

Anda tidak dapat mengendalikan banyak hal yang terjadi pada Anda. Anda tidak dapat mengendalikan siapa orang tua Anda, di mana Anda dilahirkan, dan berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan Anda.

Tetapi Anda bisa memilih bagaimana Anda bereaksi terhadap hinaan atau cemooh yang muncul dalam hidup. Anda bisa memiliih untuk marah atau stres atau mengucilkan diri atau depresi, atau malah sebaliknya, Anda dapat meresponnya dengan lemah lembut.

Pilihan selalu ada di tangan Anda. Alkitab berkata, "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya" (Amsal 29:11). 

Ketika orang lain menyebabkan rasa sakit dalam hidup kita, seringkali kita menanggapinya dengan membalas. Ironisnya, ketika kita mencoba untuk "membalas" seseorang yang menyakiti kita, sesungguhnya kita tak ada bedanya dengan mereka. Kita tenggelam dalam kebencian. 

Allah memanggil kita untuk sebuah respon yang jauh lebih besar: pengampunan.

Ketika Anda tersakiti, reaksi yang paling tepat bukanlah dengan marah-marah atau berdiam diri. Kedua-duanya salah. Tapi sebaliknya, Allah memanggil kita ke dunia ini untuk merespon sakit hati dengan ketenangan, kasih, dan kebenaran.

Berikut ini intinya: Percayakan Tuhan untuk membela Anda. Dia memiliki kuasa yang jauh lebih besar untuk mengatasinya, ketimbang kuasa Anda sendiri.

Renungkan hal ini:
- Strategi-strategi apa yang dapat Anda gunakan ketika Anda tersakiti, sehingga Anda tidak meresponnya tanpa berpikir terlebih dulu? 
- Mengapa belajar mengendalikan reaksi atas sebuah masalah merupakan satu tantangan iman?
- Bagaimana orang-orang dalam hidup Anda bisa bergantung pada Anda saat Anda belajar untuk lebih mampu mengendalikan reaksi Anda dengan lebih bertanggung jawab?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 20-21; Kisah Para Rasul 10:24-48


Untuk menjalani hidup yang bertanggung jawab, kita harus cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Kita harus berpikir sebelum bertindak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top