Sentuhan Hati, Selasa 8 Juli 2009

| Jumat, Juli 10, 2009 |

Mengatasi Keinginan Yang Salah 

Mazmur 145:18-21

Orang percaya dapat memiliki keinginan yang salah. Bahkan, bila kita begitu berusaha – dengan mengenyampingkan waktu Tuhan, memanipulasi keadaan dan bahkan bertindak tidak jujur – kita bisa saja mewujudkan semua keinginan itu. Tetapi segala sesuatu yang didapat di luar Tuhan akan terasa kosong dan mengecewakan pada akhirnya.

Memiliki keinginan itu baik. Tujuan membuat kita bertindak dan menentukan arah hidup kita. Namun kita ingin agar tujuan kita selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Keinginan yang bertentangan dengan maksudNya memiliki kuasa untuk merusak tubuh, pikiran dan jiwa serta dapat menyebabkan orang percaya jatuh dalam pencobaan (II Petrus 2:9-10; I Timotius 6:9). Bagaimana caranya kita yakin bahwa keinginan kita itu benar? Ambisi yang kudus biasanya spesifik dan tetap sifatnya, dan akan tetap teguh walaupun telah dievaluasi melalui doa dan studi Alkitab. Sebaliknya, keinginan yang salah tidak akan memenuhi kriteria ini. Contohnya, beberapa orang mungkin memiliki perasaan yang tidak jelas tentang apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Atau keinginan mereka mudah berubah seturut dengan keadaan dan waktu yang berlalu. Yang paling bahaya bila tujuan yang dikejar itu tidak selaras dengan cara hidup yang benar. Dalam beberapa kasus, orang percaya telah lalai untuk mempertimbangkan dua pertanyaan vital: Apakah Allah menginginkan hal ini bagiku? Dan dapatkah saya mengikut Kristus serta tujuan ini pada saat yang bersamaan?

    Banyak keinginan kita yang tidak secara khusus tertulis di dalam Firman Tuhan sebagai hal-hal yang ”boleh” atau ”tidak boleh”diinginkan. Itulah mengapa Tuhan memberikan bagi kita akses kepada hikmat dan kepekaan Roh Kudus. Kita harus mengevaluasi keinginan kita dalam doa untuk memastikan bahwa kita berada dalam kehendak Allah dan mengejar maksudNya dalam kehidupan kita.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top