Memulihkan Hubungan Yang Retak

| Jumat, Desember 17, 2010 |
Bacaan Hari ini :
Filipi 2 :1-2 "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.."
__________________________________________

Allah mengutus Yesus ke dalam dunia sehingga hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan.
Natal adalah tentang pemulihan hubungan dan banyak dari kita memiliki hubungan yang perlu diperbaiki.

Tuhan ingin kita menghargai hubungan dan melakukan segala upaya untuk mempertahankan hubungan-hubungan kita dengan orang lain, bukan membuangnya jika ada keretakan, konflik atau sakit hati.

Bahkan, Alkitab memberitahu kita bahwa Tuhan telah memberi kita pelayanan pemulihan hubungan.
Untuk alasan ini, sejumlah besar isi Perjanjian Baru dikhususkan untuk mengajar kita bagaimana bergaul dengan satu sama lain.

Rasul Paulus mengajarkan bahwa kemampuan kita untuk bergaul dengan orang lain merupakan tanda kedewasaan rohani.
Karena Kristus ingin keluarga-Nya menjadi dikenal karena kasih kita satu dengan yang lain, hubungan yang rusak diantara orang percaya adalah kesaksian yang memalukan.
Inilah sebabnya mengapa Paulus begitu malu bahwa para anggota gereja di Korintus telah membelah diri menjadi pihak-pihak yang berselisih dan bahkan membawa satu sama lain ke pengadilan.

Dia menulis, "Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?" (1 Kor 6:5).
Dia terkejut bahwa tidak seorangpun di gereja cukup dewasa untuk menyelesaikan konflik secara damai.
Dalam surat yang sama, ia berkata, "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (1 Kor 1:10)

Jika Anda ingin berkat Tuhan dalam kehidupan Anda dan Anda ingin dikenal sebagai anak Allah, Anda harus belajar untuk menjadi pembawa damai.
Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9)

Perhatikan, Yesus tidak mengatakan, "Berbahagialah para pecinta perdamaian," karena semua orang mencintai perdamaian.
Dia juga tidak mengatakan, "Berbahagialah orang yang damai", yang tidak pernah terganggu oleh apapun.
Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang bekerja untuk perdamaian" -- mereka yang secara aktif mencari cara dan berusaha untuk menyelesaikan konflik.

Moment Natal ini adalah saat yang tepat untuk secara aktif bekerja untuk memulihkan hubungan yang rusak.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkhotbah 7-9; 2 Galatia 2
__________________________________________

Tuhan menginginkan kita menjadi pembawa damai dan memulihkan hubungan-hubungan kita yang retak.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top