Pengakuan Menghasilkan Transformasi

| Sabtu, September 07, 2013 |

Kejadian 32:27 "Bertanyalah orang itu kepadanya: 'Siapakah namamu?' Sahutnya: 'Yakub'."

Tuhan mengijinkan masa-masa sulit terjadi untuk mendapatkan perhatian kita, dan kemudian menggunakannya untuk mengembangkan karakter kita.
Satu hal yang menandakan bahwa kita telah berubah adalah ketika kita mengakui bahwa kitalah sumber masalahnya.
Tuhan mau kita berhenti menyalahkan orang lain, dan mengakui, "Akulah sumber masalah dalam hidupku."
Sebelum Anda memahami konsep ini, tidak akan ada perubahan besar terjadi dalam hidup Anda.

Inilah terobosan yang Tuhan tahu kita butuhkan.
Allah bertanya pada Yakub, "Siapa namamu?" Ini pertanyaan yang sangat aneh, karena Allah jelas sudah tahu nama Yakub.
Namun yang  perlu kita pahami ialah bahwa, dalam budaya kuno, Anda selalu dinamai berdasarkan karakter Anda â siapa Anda sebenarnya.
Nama Anda mungkin Tinggi atau Pendek, atau mungkin Berani atau Malas.
Anda diberikan nama yang memberikan Anda ciri khas.
Ini bukan hanya sesuatu yang terdengar bagus, tapi juga mewakili karakter Anda. 

"Yakub" berarti pendusta, manipulator, pembohong.
Dan Yakub hidup sesuai dengan namanya!
Ketika dia menjawab, "Namaku Yakub," dia melakukan satu pengakuan.
Dia mengakui, "Saya seorang manipulator."
Inilah maknanya dari kisah Yakub: Kita tidak akan pernah bisa berubah sampai kita secara terbuka, jujur, dan tulus mengakui dosa kita, kelemahan kita, kesalahan kita, kekurangan kita, atau sifat buruk kita.
Akui hal ini kepada diri kita sendiri, kepada Allah, dan kepada orang lain.

Renungkan hal ini:

- Apa yang perlu Anda akui?

- Kepada siapa Anda perlu mengakui dosa atau kelemahan Anda?

____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16
____________________________________

Satu hal yang menandakan bahwa kita telah berubah adalah ketika kita mengakui bahwa kitalah sumber masalahnya dan segera memutuskan untuk bertobat kemudian transformasi terjadi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top