Rahasia Untuk Menjadi Orang Yang Mudah Disukai


Kejadian 39:2-4a Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia;

Jika Anda ingin menonjol di tempat kerja Anda, Anda harus menjadi orang yang mudah disukai. Apabila orang lain tidak menyukai Anda, mereka tidak akan percaya pada Anda, dan mereka pasti tidak akan mempromosikan Anda.

Banyak orang berpikir bahwa sifat menyenangkan adalah soal kepribadian. Anda adalah salah satu dari kepribadian ini: orang yang menyenangkan atau bukan.

Tetapi anggapan ini salah. Mudah disukai atau tidak bukanlah soal kepribadian, melainkan karakter. Perilaku. Ini merupakan pilihan bagaimana Anda menjalin relasi dengan orang lain. Orang-orang dengan karakter ini menunjukkan tingkah laku dan sikap yang menarik hati dan memiliki kemampuan dalam berelasi, sehingga membuat orang lain mau bekerja dengan mereka. Ini adalah soal pilihan, bukan kepribadian.

Apakah Anda ingin disukai oleh orang lain? Ini rahasianya: Sukai mereka. Hanya itu kuncinya. Bila Anda menyukai orang- orang, tebak apa yang terjadi? Mereka juga akan menyukai Anda. Jika Anda tidak menyukai orang-orang, mereka tidak akan menyukai Anda. Untuk disukai, Anda hanya perlu menyukai orang lain. Namun, Anda harus benar-benar menikmati relasi Anda dengan mereka. Anda harus memutuskan untuk lebih peduli pada orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Yusuf adalah contoh yang pas dari karakter ini. Kita lihat dalam Kejadian 39:2-4: "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Potifar mempekerjakan Yusuf, pria yang dulunya hanya seorang budak, kemudian mempromosikannya menjadi manajer rumah tangganya karena dia melihat Yusuf adalah orang yang baik, dan ia menyukainya.

Sikap-sikap menarik seperti apa yang membuat seseorang mudah disukai? Bagaimana dengan kerendahan hati? Apakah Anda lebih suka berada di sekitar orang yang sombong, atau dengan seseorang yang rendah hati?

Bagaimana dengan keceriaan? Apakah Anda lebih suka berada di sekitar orang yang yang ceria atau yang senang bersungut-sungut?

Bagaimana dengan empati? Saat Anda mengatakan pada orang lain bahwa Anda sedang sakit, apakah Anda lebih suka mendapat respon, "Oh, kasihan" atau "Saya sedih mendengarnya. Kamu sakit apa? Ketika Anda berempati dengan orang yang sedang terluka hatinya, tebak apa yang terjadi? Mereka akan menyukai Anda. 

Para bos menyukai orang yang berempati dengan stres mereka, yang mengerti, yang melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

Ketika Anda membantu orang lain untuk berhasil, maka Anda akan menjadi orang yang disukai. Dan ketika Anda menyenangkan hati orang lain, maka Anda akan bertumbuh lagi dan lagi.

Renungkan hal ini:
Apa ciri-ciri karakter yang diperlukan untuk berempati dengan orang lain, dan untuk mendorong mereka yang dianggap tidak menyenangkan oleh orang banyak?

Bagaimana Anda ingin dilihat orang lain?
Cara-cara apa saja yang bisa Anda gunakan untuk menunjukkan rasa peduli Anda dengan orang-orang di tempat kerja Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16
Jika Anda ingin disukai orang lain, maka terlebih dulu Anda harus suka terhadap orang tersebut (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Maret 20, 2016 |

Tiga Langkah Sebelum Mengambil Keputusan Besar Dalam Pekerjaan


Amsal 2:6-7 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.

Apakah Anda tengah menghadapi satu keputusan sulit dalam karir Anda, atau apakah Anda sedang bimbang apakah harus mengganti pekerjaan atau tidak? Untungnya seorang pengusaha terkaya dalam sejarah juga menulis dua buku dalam Alkitab, Amsal dan Pengkhotbah dan menyebarkan hikmatnya mengenai kekayaan dan pekerjaan.

Ada tiga langkah pertama yang bisa kita pelajari dari hikmat Salomo dalam kitab Amsal, yang bisa diaplikasikan untuk segala jenis keputusan besar yang harus Anda ambil. Bagaimana caranya?

1. Pertama, pelajari Alkitab. Sebelum Anda mendengarkan pendapat orang lain tentang apa yang perlu Anda lakukan, terlebih dahulu Anda perlu melihat dari perspektif Tuhan. Alkitab mengatakan dalam Amsal 2:6-7, Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. Berhenti mendengarkan suara orang lain, dan mulai mencari sebuah ayat.

2. Selanjutnya, gali fakta-fakta. Amsal 18:13 mengatakan, "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. Sebelum saya memulai Saddleback Church, saya menghabiskan enam bulan untuk mencari fakta-fakta dan informasi. Saya membaca semua artikel di koran tentang pertumbuhan gereja bahkan sebelum saya pindah ke Orange County. Kemudian saya mempelajari demografi dan statistik penduduk, dan di situ saya menemukan bahwa antara tahun 1970 dan 1980, Orange County merupakan daerah yang paling cepat berkembang di Amerika, dan Saddleback Valley ialah daerah dengan pertumbuhan penduduk tercepat di Orange County. Saya berpikir, Mereka mungkin membutuhkan beberapa gereja baru!" Jadi saya memilih satu tempat untuk melayani yang saya tahu di sana akan ada satu kebutuhan akan gereja. Setelah saya mendapatkan kebutuhan tersebut, saya pun melakukan riset.

3. Kemudian, saya meminta saran. Anda perlu berdiskusi dengan orang-orang yang telah membuat keputusan yang sama dan juga kepada orang-orang yang tahu bentuk Anda. Tanyakan pada mereka, "Apakah saya benar-benar dibentuk untuk melakukan ini atau tidak? Apakah ini saya atau bukan saya? "Amsal 15:22 mengatakan, Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Salah satu alasan mengapa kita tidak mau meminta saran ialah karena kita tak mau mengakui bahwa kita tidak punya jawaban atas segala pertanyaan. Namun kerendahan hati dan hikmat berjalan berdampingan. Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya, kemungkinan besar Anda akan gagal. Jadi, untuk mengambil satu keputusan yang bijaksana dan efektif, terlebih dahulu carilah di Alkitab, kemudian teliti fakta-fakta yang ada, dan pada akhirnya, mintalah saran dari orang-orang yang punya pengalaman dan tahu tentang bentuk Anda.

Renungkan hal ini: 
Mengapa Anda pikir begitu penting untuk mengenal bentuk Anda ketika membuat keputusan besar tentang pekerjaan Anda?

Siapa saja orang dalam hidup Anda yang bisa Anda mintai saran tentang pekerjaan Anda? Mengapa Anda percaya pada orang itu?

Bagaimana Anda bisa menerapkan langkah-langkah ini ke dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 20-22; Markus 13:21-37
Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya, kemungkinan besar Anda akan gagal. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Maret 13, 2016 |

Anda Dibentuk Untuk Menjalankan Misi Hidup


Yesaya 43:21 Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."
Anda ditugaskan untuk menjalankan misi hidup!

Alkitab mengatakannya dalam Yesaya 49:5a, "Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,

Bentuk Anda - karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda - membekali Anda untuk menjalani misi hidup Anda dan pesan hidup Anda.

Apa misi hidup Anda? Tugas hidup Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan di planet ini. Inti dari tugas hidup Anda adalah misi hidup Anda.

Apa pesan hidup Anda? Apa yang Allah ingin katakan kepada dunia melalui Anda. Pesan ini unik, yaitu sebuah pesan dari kehidupan Anda kepada dunia.

Saya tak bisa memberitakan pesan hidup Anda, sebab saya bukan Anda. Anda tidak bisa memberitakan pesan hidup saya, sebab Anda bukan saya. Anda hanya bisa memberitakan pesan hidup Anda, dan saya hanya bisa memberitakan milik saya. Jika Anda tidak memberitakan pesan hidup Anda kepada dunia, maka itu tak akan pernah terdengar.

Ketika seorang pelukis menerima komisi, dia berkomitmen untuk menyelesaikan tugasnya itu. Begitu pun dengan Anda yang telah ditugaskan oleh Allah untuk memenuhi misi dan menyampaikan pesan Anda di dunia. Dia telah membentuk Anda dan memberi Anda alat yang tepat serta perlengkapan yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tugas Anda, dan ketika Anda menggunakannya untuk menyelesaikan misi Anda, itu menyenangkan Dia.

Yesaya 43:21 mengatakan, "Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

Bagaimana cara melakukannya? Bagaimana Anda mewartakan puji-pujian Allah dengan hidup Anda?
Yaitu dengan menjadi apa yang Allah kehendaki.

Apabila Anda menggunakan karunia, kemampuan, kepribadian, gairah, dan pengalaman yang telah Allah anugerahkan yang membuat Anda menjadi seperti kehendak-Nya, maka itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah.

Renungkan hal ini: 
Bagaimana Allah membentuk Anda? Bagaimana karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda membuat Anda menjadi pribadi yang unik?

Dengan cara apa Anda menggunakan bentuk Anda dalam pekerjaan Anda? Bagaimana di dalam pelayanan Anda? Di rumah Anda?

Apakah Anda pikir Allah mengharapkan Anda untuk mengetahui segala sesuatu tentang misi dan pesan hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27
Gunakan seluruh talenta Anda penuh dengan kegairahan dan percayalah Anda pasti dipakai Tuhan secara luar biasa di tempat Anda bekerja (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Maret 11, 2016 |

Allah Menggunakan Kesalahan Dan Kegagalan Anda Untuk Kebaikkan



Galatia 3:4 "Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Anda bisa belajar banyak dari pengalaman Anda – yang baik atau yang buruk. Untuk mengaplikasikannya dalam pekerjaan Anda, Anda harus kembali ke masa lalu dan bertanya, "Di bagian mana saya sukses dan di mana saya gagal? Di bagian mana saya merasa puas dengan pencapaian saya dan di bagian mana tidak? Apa yang membuat saya bersemangat dengan pekerjaan?"

Semua pelajaran hidup di dapat dari pengalaman Anda; Anda hanya perlu memakai waktu Anda dan menelaah mereka. Ketika Anda melakukannya, Anda akan melihat bahwa di setiap kegagalan ada benih kesuksesan – jika Anda memetik pelajaran dari sana. 

Galatia 3:4 mengatakan, "Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Beberapa tahun lalu, saya bertemu seorang pria tua yang bercerita pada saya bahwa dipecat adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya. Kala itu usianya 40 tahun. Dia sudah mengabdikan sebagian hidupnya bekerja di pabrik penggergajian, sampai suatu hari tiba-tiba atasannya datang dan mengatakan bahwa dia dipecat – tanpa pesangon, tanpa uang pensiun, tangan hampa. Dia tidak punya keahlian lain, apalagi di bidang yang berbeda. Ketika ia pulang ke rumah dan memberitahu istrinya apa yang baru saja terjadi, sang istri bertanya, "Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Jawabnya, "Aku mau melakukan apa yang selama ini ingin aku lakukan. Aku akan menggadaikan rumah ini dan mulai masuk dalam bisnis bangunan."

Proyek pertamanya ialah adalah dua bangunan motel kecil, tapi dalam waktu lima tahun, ia menjadi seorang milyuner. Pria itu bernama Wallace Johnson, co-founder jaringan Holiday Inn Hotel, salah satu jaringan hotel terbesar di dunia. 

Wallace mengatakan pada saya bahwa jika ia bisa menemukan orang yang memecatnya, ia akan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukannya. Pada saat itu, Wallace tidak mengerti mengapa ia dipecat. Tapi kemudian ia bisa memahami bahwa itu merupakan rencana Allah yang tepat sasaran dan menakjubkan. Ia dipecat agar bisa berkecimpung dalam karir yang dikehendaki Allah. 

Mungkin Allah pernah membawa Anda melalui kegagalan yang tak terduga yang tak Anda mengerti, namun sekarang Anda melihat bahwa itulah yang membentuk Anda hari ini. Atau, mungkin juga Anda tengah mengalaminya sekarang. Percayalah bahwa Allah akan menggunakan situasi Anda untuk menunjukkan apa yang telah Ia bentuk untuk Anda kerjakan dan menunjukkan bagaimana Anda dapat menggunakan hidup Anda untuk melayani Dia.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 5-7; Markus 11:1-18
Kegagalan yang Anda lalui sering kali tak terduga dan tak Anda mengerti, namun percayalah bahwa itu yang bisa membentuk Anda hari ini. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Selasa, Maret 08, 2016 |

Belajar Mengasihi Rekan Kerja


1 Korintus 16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Salah satu kunci terpenting untuk menerima berkat Tuhan dalam pekerjaan Anda adalah: Anda harus peduli dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda. Bahkan ketika mereka marah, bahkan ketika mereka tak menyukai Anda, bahkan ketika mereka mengolok-olok Anda, bahkan ketika mereka merendahkan Anda karna Anda orang Kristen, Anda harus tetap menjadi teman bagi mereka.

Mengapa hal ini begitu penting untuk sebuah kesuksesan? Karena pelajaran nomor satu dalam hidup, alasan nomor satu Allah menempatkan Anda di bumi ini, ialah untuk belajar mengasihi. Allah adalah kasih, dan Ia ingin Anda menjadi seperti diri-Nya.

Sangat mudah untuk mengasihi orang yang Anda sukai orang-orang yang buat Anda mudah untuk menjalin relasi. Tapi, ketika Allah ingin mengajarkan Anda tentang kasih sejati, mengertilah bahwa Ia akan menempatkan Anda di sekitar orang yang tidak menyenangkan.

Alkitab mengatakan, Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14). "Lakukan segala pekerjaanmu"- artinya, perkara apa pun di kantor, di mobil, dalam perjalanan dinas- apa pun. Kabar baiknya adalah ini benar-benar mudah dikerjakan. Sangat mudah bagi kita untuk meremehkan kekuatan dari kata-kata manis, senyum ramah, tepukan dukungan di pundak, pujian yang tulus, kata-kata penyemangat, dan telinga yang mendengarkan, tapi hal-hal kecil itu bisa membuat perbedaan.

Saya telah melihat begitu banyak kehidupan orang yang berubah sebab ia memakan waktu lama untuk menyadari kebenaran ini.Tidak ada orang di planet ini yang tidak lapar akan perhatian. Tetapi orang yang peduli sulit ditemukan. Rasul Paulus berkata, Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; (Filipi 2:20).

Orang-orang butuh penguatan, perhatian, dan kasih sayang. Belajarlah untuk peduli dengan rekan kerja Anda atau mereka yang bekerja dengan Anda, dan tunjukkan pada mereka kasih Allah. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu (Efesus 4:2).

Renungkan hal ini:
Dalam hal apa hubungan Anda dengan orang lain bisa berubah jika apa pun yang Anda lakukan dikerjakan dengan kasih?

Bagaimana caranya agar Anda bisa memperhatikan kepentingan orang lain di tempat kerja Anda?
Siapa yang membutuhkan penguatan dari Anda di tempat kerja Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 3-4; Markus 10:32-52
Mulai hari ini belajarlah peduli dengan rekan kerja Anda dan tunjukkan kasih Allah kepada mereka (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Selasa, Maret 08, 2016 |

Menjadi Misionaris Di Tempat Kerja Anda


Matius 6:20a Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga.
Tahukah Anda, apa pun yang Anda lakukan untuk menghidupi diri Anda, Anda dapat menggunakan pekerjaan Anda untuk membawa kemuliaan bagi Allah? Anda dapat menggunakan bisnis Anda dan tempat kerja Anda untuk memperluas Kerajaan Allah.

Bagaimana cara Anda melakukannya? Salah satu caranya ialah dengan menggunakan kontak bisnis Anda untuk menyebarkan Injil.

Saya pernah mendapat telepon dari seorang pria Jerman yang merupakan presiden dan CEO dari sebuah perusahaan pakaian olahraga internasional. Dia mengatakan bahwa ia baru saja selesai membaca "The Purpose Driven Life dan bersaksi jika itu amat memengubah hidupnya. Dia mengatakan kepada saya, "Saya sudah membaca buku ini, dan saya sekarang seorang Kristen. Saya hanya perlu tahu satu hal: Haruskah saya mengundurkan diri sebagai CEO dari perusahaan saya dan menjadi seorang pendeta "?

Saya berkata, "Tidak! Mari saya tunjukkan pada Anda bagaimana menggunakan pekerjaan Anda untuk Kerajaan Surga, bagaimana menjadi pembangun Kerajaan Surga, bukan hanya pembangun kekayaan.

"Apakah Anda punya tim eksekutif dalam perusahaan Anda?" Jawabnya ya, ada enam orang, dan dua dari mereka juga orang Kristen. Saya mengatakan, "Mulailah sharing dengan kedua orang itu, lalu doakan ketiga orang yang lainnya. Pelayanan pertama Anda adalah untuk memenangkan tiga rekan kerja Anda kepada Kristus.

"Sekarang, berapa banyak karyawan yang Anda miliki di perusahaan Anda?" Dia menjawab ada sekitar 25.000 orang. Respon saya, "Wah, itu gereja yang megah! Anda akan punya 25.000 anggota jemaat. Mulailah doakan mereka. Sediakan diri Anda untuk mereka. Tetapkan prinsip-prinsip Kekristen dalam bisnis Anda.

"Apakah Anda ingin mempengaruhi CEO lainnya? Maka Anda harus tetap menjadi CEO, sebab Anda akan lebih bisa memberi pengaruh kepada mereka sebagai seorang CEO, dibanding sebagai seorang pendeta atau misionaris."

"Apakah Anda ingin mempengaruhi budaya dunia? Lain kali Anda mensposori selebriti, ajaklah atlit itu duduk, dan katakan padanya bahwa Anda bukan hanya ingin menjadi sponsornya; Anda adalah temannya. Beri dia kartu bisnis Anda, dan katakan padanya untuk menelepon Anda ketika dia berada dalam kesulitan atau memiliki keperluan.

Dalam ekonomi global saat ini, para misionaris baru adalah pengusaha. Ada banyak negara yang tidak meloloskan pendeta atau misionaris masuk ke negara mereka tetapi akan dengan senang hati akan menyambut bisnis Anda.

Bila Anda menggunakan bisnis Anda untuk satu hal yang akan bertahan lebih lama dibanding yang lainnya, yaitu untuk Kerajaan Allah maka Anda harus menjadi pembangun Kerajaan Surga, bukan hanya pembangun kekayaan.

Tidak ada salahnya menggunakan pekerjaan Anda untuk membangun kekayaan. Tetapi Yesus berkata dalam Matius 6:20, Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga. Satu-satunya cara yang bisa Anda investasikan di Surga adalah dengan berinvestasi pada orang-orang yang akan pergi ke sana. Ketika pekerjaan Anda tertuju pada orang-orang Allah, maka Anda menimbun harta di Surga untuk bisa digunakan selamanya. Anda memajukan Kerajaan Allah!

Renungkan hal ini: 
Luangkan waktu untuk berdoa bagi orang-orang di tempat kerja Anda. Mintalah Tuhan untuk membantu Anda melihat peluang untuk melayani rekan kerja Anda dan mewartakan Yesus Kristus. Bagaimana sikap Anda terhadap berubahnya tujuan pekerjaan Anda, ketika Anda menganggap bahwa Allah menempatkan Anda dalam pekerjaan Anda untuk berbagi Injil dengan rekan kerja atau karyawan Anda?

Apa salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk membangun Kerajaan Allah melalui kekayaan hasil dari pekerjaan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 34-36; Markus 9:40-50
Apa pun yang Anda lakukan untuk menghidupi diri Anda, Anda dapat menggunakan pekerjaan Anda untuk membawa kemuliaan bagi Allah (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Sabtu, Maret 05, 2016 |

Allah Menggunakan Pekerjaan Anda Untuk Mengembangan Karakter Anda


Lukas 16:10-12 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Dalam kitab Kejadian, ada kisah seorang pria bernama Yusuf. Allah memberinya mimpi yang mengatakan bahwa suatu hari ia akan menjadi seorang pemimpin besar. Namun selama 40 tahun ia nyatanya menghabiskan hidupnya sebagai budak. Dan selama masa perbudakan ini, ia bekerja di penjara. Itu merupakan lahan pengujian bagi karakter Yusuf, dan keika harinya datang dan waktunya tepat, Allah menariknya keluar dari tempat itu dan menempatkannya di tempat yang diperuntukkan bagi Yusuf. Sepanjang waktu, Allah mengembangkan karakter Yusuf.

Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan. Dia jauh lebih tertarik pada karakter Anda dibanding karir Anda. Namun Allah menggunakan pekerjaan dan tempat kerja Anda untuk mengembangkan karakter Anda. Tempat kerja Anda adalah kursus seumur hidup dalam pembangunan karakter Anda.

Apakah Anda punya bos yang membuat Anda gila? Pikirkan hal ini. Allah bisa menggunakan bos Anda untuk menguji kesabaran Anda, dan Ia bisa menggunakan tempat kerja Anda meski Anda tak bahagia didalamnya untuk membuat Anda tumbuh dan mengembangkan karakter Anda. Ia menanamkan benih kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran dalam hati Anda, dan kemudian Ia menyuburkan benih-benih tersebut saat Anda bekerja.

Mungkin ketika Anda berada di tempat kerja Anda, pertanyaan ini muncul: dan bertanya-tanya, "Mengapa ini terjadi? Mengapa tempat ini begitu kejam? Mengapa orang-orang ini mengejek saya? Mengapa saya tidak bisa lebih bahagia di tempat kerja saya Anda menanyakan pertanyaan yang sama dengan Salomo dalam Pengkhotbah 1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Jawabannya adalah karakter. Kehidupan adalah persiapan untuk menuju Surga. Anda tidak akan membawa karir Anda ke Surga, tapi Anda akan membawa karakter Anda. Dan sementara Anda berada di sini di bumi, Allah mengembangkan karakter Anda dan menguji kesetiaan Anda. Apakah Anda akan setia melakukan hal yang benar, bahkan ketika Anda tak suka melakukannya? Allah memperhatikan Anda supaya Ia dapat menentukan jenis pekerjaan apa yang akan Ia berikan pada Anda di Surga.

Yesus berkata dalam Lukas 16:10-12, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Renungkan hal ini : 
Pergumulan-pergumulan apa yang Anda hadapi di tempat kerja Anda? 
Menurut Anda bagaimana Allah akan memakainya untuk membangun karakter Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 31-33; Markus 9:30-40
Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Sabtu, Maret 05, 2016 |

Kekuatan Untuk Terus Berjalan



Filipi 1:6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Alkitab memberitahu kita bahwa Allah selalu menyelesaikan apa yang Ia mulai: "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1: 6). Ayat ini tidak mengatakan, "Allah mungkin akan menyelesaikannya," atau, "Allah ingin menyelesaikannya." Sebaliknya, ayat ini mengatakan bahwa Allah akan menyelesaikannya. Apa artinya?

Arinya, jika Anda telah sungguh-sungguh menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, jika Anda telah membuka diri kepada Allah dan berkata, "Kristus, jadilah yang nomor satu dalam hidupku," maka Anda akan berhasil sampai ke Surga. Itu tak perlu diragukan lagi. Anda akan berhasil melintasi garis finish, sebab sampai tidaknya Anda ke Surga, itu tidak tergantung pada kinerja Anda; itu tergantung pada kasih karunia Allah yang menopang Anda. Pertanyaannya adalah bagaimana Anda menyelesaikan perlombaan hidup ini? Anda dan saya juga tahu bahwa ada beberapa orang yang menyelesaikan perlombaan hidup ini dengan amat buruk, sementara yang lain sampai di garis finish dengan baik.

Saya tidak ingin Anda hanya masuk surga. Saya tidak ingin Anda hanya sampai melewati garis finish. Tapi saya ingin membantu Anda menyelesaikan perlombaan kehidupan dengan baik. Saya ingin Anda menikmati hidup, hidup yang berkelimpahan, untuk mencari tahu apa panggilan Allah atas hidup Anda dan kemudian melakukannya.

Bagaimana Anda bisa yakin bhawa Anda akan menyelesaikan perlombaan kehidupan ini? Itu semua karena kasih karunia Allah yang menopang kita. Allah tidak ingin hanya sekedar menyelamatkan Anda. Allah ingin memampukan Anda dalam menjalani kehidupan. Dia ingin Anda berhasil melakukannya.

Apa yang dimaksud dengan kasih karunia yang menopang kita?
Kasih karunia yang menopang kita adalah kekuatan untuk tetap berjalan saat Anda merasa ingin menyerah. Itu adalah kekuatan bagi kita untuk melakukan hal yang benar ketika kita merasa ragu melakukan hal yang benar.

Ada banyak jebakan dalam lomba marathon kehidupan. Namun, terlepas dari apa yang sedang Anda lalui, apa pun yang Anda hadapi tahun ini, Anda bisa mengandalkan kasih karunia Allah untuk memampukan Anda.

"Aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!"(1 Petrus 5:12b).

Renungkan hal ini:
Mengapa kita begitu sering hanya berusaha "menjalani hari" di sepanjang minggu kita, sedangkan Allah menginginkan kita untuk mengalami hidup yang berkelimpahan?

Bagaimana Anda melihat kasih karunia Allah akan membantu Anda menjadi tahan uji atas segala pencobaan dalam hidup Anda? 

Dalam situasi apa Anda membutuhkan bantuan Allah untuk berdiri teguh? Sudahkan Anda meminta Dia untuk membantu memampukan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 24-27; Markus 8:22-38
Terlepas dari apa yang sedang Anda lalui, apa pun yang Anda hadapi tahun ini, Anda bisa mengandalkan kasih karunia Allah untuk memampukan Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Rabu, Maret 02, 2016 |
Back to Top