Terbebas dari Sakit Hati

| Senin, April 22, 2019 |
Ayub 21:23, 25 "Yang seorang mati dengan masih penuh tenaga, dengan sangat tenang dan sentosa; Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan."

Allah akan memberikan kesempatan-kesempatan di depan Anda, pintu-pintu yang bisa Anda buka. Namun Anda tidak dapat melangkah melewati pintu kesempatan itu apabila Anda tidak mau mengampuni. Izinkan saya berbagi sebuah cerita untuk lebih jelas mengilustrasikan kebenaran ini.

Pada Malam Natal di tahun 1979, seorang remaja bernama Danny Duchene mendapati bahwa kedua orangtuanya telah ditangkap dan dipenjara di Meksiko karena menyelundupkan kokain. Berita itu membuat dirinya dipenuhi ketakutan dan amarah yang mencekam. Kemudian ia mengendarai mobilnya ke sebuah tempat parkir kosong dan memakai obat terlarang di dalam mobilnya. Menyadari bahwa obat-obatan itu memberinya kelegaan sesaat dari rasa sakitnya, sejak itu dia berkomitmen untuk melakukannya setiap hari.

Ketika kecanduannya bertambah parah, kemarahan dan kegelisahannya juga meningkat dan itu mengakibatkan dia melakukan hal-hal yang kian hari kian beresiko, sampai-sampai suatu hari dia ikut terlibat dalam sebuah kejahatan dimana dia bertanggung jawab atas kematian dua orang pria.

Danny tidak tahu bahwa penjara akan menjadi tempat keselamatan baginya. Sebelum dia menerima hukuman penjara seumur hidup ganda, Danny menyerahkan hidupnya kepada Yesus. Dan pada akhirnya, melalui Celebrate Recovery (sebuah program pemulihan dari depresi dan ketergantungan yang berlandaskan Kekristenan), Danny belajar untuk meminta pengampunan dan menerima pengampunan — dari dirinya sendiri dan dari orang tuanya.

Pada Malam Natal 2014, setelah menghabiskan 35 tahun di penjara, Danny keluar dari penjara dan menjadi pendeta di Gereja Saddleback. Kini— setelah lebih dari tiga dekade yang lalu ia divonis mendekam seumur hidup di penjara — ia membantu para tahanan di seluruh Amerika untuk menemukan pengharapan baru dan penyembuhan melalui Yesus Kristus.

Sebelum dia bisa berjalan melewati pintu kesempatan itu, Danny harus berjalan keluar dari penjara kepahitan.

Alkitab memberi tahu kita, "Yang seorang mati dengan masih penuh tenaga, dengan sangat tenang dan sentosa; Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan" (Ayub 21:23, 25).

Anda punya pilihan. Anda bisa terus menyimpan dendam dan kepahitan, atau Anda bisa memilih untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan panggilan Allah atas hidup Anda. Anda tidak dapat memiliki kedua-duanya.

Anda mungkin berpikir orang yang melukai Anda tak pantas mendapatkan pengampunan Anda. Anda mungkin benar — tetapi Anda juga tidak pantas mendapatkan pengampunan dari Allah. 

Efesus 4:32 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Pengampunan itu tidak mudah. Tetapi itulah satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam kehidupan yang berkenan bagi Allah. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini hidup Anda dipengaruhi oleh kepahitan dan rasa tidak mau mengampuni?
- Kapan Anda rasa paling sulit untuk mengampuni orang lain?
- Siapa yang harus Anda ampuni saat ini? Apa yang menahan Anda? Apa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mendekatkan diri Anda pada pengampunan itu minggu ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 14-15: Lukas 17:1-19


Hati yang tidak mengampuni adalah penjara yang mengurung hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top