Bagaimana Persembahan Anda Mencerminkan Karunia Tuhan

| Jumat, Mei 17, 2019 |
2 Korintus 9: 7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Alkitab berkata, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (2 Korintus 9: 7-8).

Perhatikan "segala" dalam Alkitab: "segala sesuatu," "senantiasa," "berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." Itulah janji-janji yang diberikan kepada seseorang yang menjadi serupa dengan Kristus. Seperti apakah Kristus itu? Dia adalah pemberi. Allah begitu mengasihi dunia ini, sebab itulah Dia memberi. Jika Anda belum belajar untuk bermurah hati dengan waktu, uang, sumber daya, dan peluang Anda, maka Anda tidak akan menjadi serupa dengan Kristus. Tak ada bukti yang lebih kuat bahwa Anda telah mengerti tentang karunia Allah, dibanding dengan mengasihi, peduli dan bermurah hati kepada orang lain dan kepada Allah.

Bila Anda merasa gelisah atau defensif ketika pendeta Anda mulai berbicara tentang memberi persembahan, itu artinya Anda tidak paham tentang karunia Allah. Buka kembali Alkitab Anda. Di situ dikatakan bahwa jika Anda memberi dengan sukacita dan tanpa paksaan, maka Allah akan menyediakan segala yang Anda butuhkan— setiap saat, dalam berbagai cara, kapan pun Anda membutuhkannya.

Tapi ada satu pertanyaan: Apakah Anda akan percaya kepada Allah yang telah memberikan hidup-Nya untuk Anda? Jika Anda saja bisa mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, kenapa Anda tidak bisa mempercayakan finansial Anda kepada-Nya? 

Faktanya, Anda dan saya tidak punya apa-apa. Allah hanya meminjamkannya kepada kita selama 70 atau 80 tahun. Itu semua adalah miliknya. Waktu masih kecil, anak saya meminta lima dolar pada saya untuk untuk membelikan saya hadiah ulang tahun, nah, dari mana sebenarnya uang itu berasal? 

Allah pun melakukannya kepada kita. Dia memberi kita dengan begitu murah hatinya. Kata-Nya, "Jalani hidupmu dengan rasa syukur. Bermurah hatilah dalam memberi, termasuk dengan persepuluhanmu." Apakah Allah perlu uang? Tidak. Dia ingin Anda serupa seperti Dia. Dia ingin Anda memiliki hati yang senang berkata, "Saya tak sabar ingin memberi."

Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Anda bisa berkata mencintai Tuhan atau menyanyikan lagu yang mengungkapkan betapa Anda percaya kepada-Nyamenempatkan dan Dia di tempat pertama, tetapi yang bisa menunjukkan betapa bersyukurnya Anda atas kasih karunia-Nya yaitu melalui persembahan Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda menyebut diri Anda orang yang memberi dengan sukacita? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah memberkati keuangan Anda atau menyediakan segala yang Anda butuhkan karena Anda sudah setia memberikan perpuluhan?
- Dengan cara apa Anda mencerminkan rasa syukur Anda atas kasih karunia Allah? 


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47


Jika Anda ingin mengukur seberapa besar Anda memahami anugerah Allah dan seberapa besar Anda hidup di dalam anugerah-Nya, maka lihatlah persembahan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top