Tuhan Menggunakan Masalah Anda Untuk Mendatangkan Kebaikan

| Sabtu, Agustus 24, 2019 |

1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."

Kehidupan bukanlah serangkaian peristiwa yang kebetulan terjadi dan aneh. Kehidupan tidak sepenuhnya tidak terencana. Kehidupan bukanlah tanpa makna. Tuhan tahu apa pun yang sedang terjadi.

Saat ini Tuhan tengah menganyam permadani kehidupan Anda menggunakan benang-benang yang berwarna terang dan yang gelap - di saat suka dan duka- untuk menghasilkan kemegahan, tekstur, dan warna. Tidak ada satu hal pun yang datang ke dalam kehidupan anak Tuhan yang tanpa seizin Tuhan. Semuanya telah melalui filter Allah Bapa.

Jangan salah paham. Saya tidak mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada hidup Anda adalah kehendak Tuhan yang sempurna. Itu tidak benar. Ada banyak hal yang bukan merupakan kehendak Tuhan. Apabila Anda berbuat dosa, itu bukan kehendak Tuhan. Jika seseorang berbuat dosa kepada Anda, itu pun bukan kehendak Tuhan.

Namun Tuhan memang memiliki kehendak permisif, yaitu kehendak yang Ia izinkan terjadi dalam hidup Anda. Jika saya makan berlebihan, maka saya akan merasakan konsekuensinya. Jika saya merusak tubuh saya, maka saya akan merasakan konsekuensinya. Tuhan tidak mendatangkan kejahatan; Tuhan juga tidak menyebabkan penderitaan. Tetapi Dia membolehkan hal itu terjadi sebab setiap peristiwa memiliki tujuan. Tuhan mengizinkan, dan kemudian Dia menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan.

Tuhan bisa saja membebaskan Paulus dari penjara di Filipi, tetapi sebaliknya Dia membuat Paulus tetap terkurung di sana supaya kepala sipir penjara menjadi orang percaya. Allan bisa saja mencegah Yesus disalibkan, tetapi Ia membiarkan Yesus melewatinya. Ia membiarkan Putranya sendiri menderita dan mati. Apakah Allah mendatangkan kebaikan dari peristiwa ini? Ya, menurut saya.

Tuhan gemar mengubah penyaliban menjadi kebangkitan. Hal-hal yang paling Anda ingin lenyapkan dari hidup Anda sering kali merupakan hal-hal yang Dia pakai untuk membentuk Anda dan menjadikan Anda orang percaya yang seturut dengan kehendak-Nya. Dia ingin menggunakan problematika Anda untuk kebaikan dalam hidup Anda. Ada sesuatu yang lebih penting ketimbang rasa sakit Anda, yaitu pelajaran yang Anda petik melalui rasa sakit Anda. Tuhan memegang kendali atas hidup Anda.

Jadi, bagaimana kita seharusnya merespons situasi yang menyakitkan atau yang sulit? Rasul Paulus berkata, "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami" (2 Korintus 4: 16-17).

Renungkan hal ini:
- Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang bertanya mengapa Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi pada orang baik?
- Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda berdoa di tengah-tengah kesakitan Anda?
- Apa artinya, menurut 2 Korintus 4:16, "manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19


Allah ahli dalam hal mendatangkan yang baik dari dalam keburukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top