Mintalah Dukungan Doa

| Selasa, Mei 26, 2020 |

Daniel 2: 17-18 "Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel."

Tuhan selalu menguji Anda sebelum Dia memberkati Anda.

Terkadang ujian-Nya datang melalui orang-orang yang meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang mustahil, seperti atasan Anda yang memberikan proyek dengan deadline yang tidak masuk akal.

Ketika ini terjadi, pertama-tama janganlah panik agar Anda bisa fokus untuk mendapatkan lebih banyak informasi, lalu mintalah lebih banyak waktu untuk mempertimbangkannya.

Selanjutnya, mintalah dukungan doa dari teman-teman Anda.

Alkitab berkata, "Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel" (Daniel 2: 17-18).

Daniel sadar ini sebuah permintaan yang besar. Kerajaan tengah berada dalam situasi genting. Sang raja tidak bisa berpikir jernih. Dia hendak membinasakan semua orang yang ada di istananya! Maka Daniel mulai mengerahkan tim doanya.

Anda tidak butuh banyak orang sebagai bagian dari tim doa Anda. Tetapi Anda membutuhkan empat atau lima orang teman yang akan berdoa bersama Anda di saat-saat seperti ini.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dukungan doa penting dalam kehidupan Anda?
- Siapa yang Anda tuju untuk meminta dukungan doa, terutama ketika Anda menghadapi hal-hal yang mustahil?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah bekerja melalui doa-doa Anda untuk orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23


Persekutuan doa dengan satu hati sangat penting karena dua atau tiga orang berkumpul dan bersatu hati, disanalah Tuhan Yesus hadir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top