Untuk Melakukan Percakapan yang Mendalam, Rencanakan dan Doakan

| Minggu, Oktober 11, 2020 |

Amsal 16:23 "Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan."

Apakah Anda ingin melakukan percakapan yang bermakna dengan seseorang? Anda harus membuat rencana, dan Anda perlu berdoa. Anda harus berseru kepada Tuhan, "Tuhan, ajari saya apa yang harus saya katakan, ajari saya kapan harus mengatakannya, dan ajari saya bagaimana harus mengatakannya."

Yesus pun melakukan hal ini.

Yesus berkata dalam Yohanes 12:49, "Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan." Yesus tidak hanya berkeliling berkhotbah dengan kekuatan-Nya sendiri. Dia berbicara beserta Bapa-Nya, dan Allah Bapa memberitahu Dia apa yang harus Dia katakan, kapan Dia harus mengatakannya, dan bagaimana Dia harus mengatakannya.

Allah pun akan melakukan hal yang sama untuk Anda. Jika itu belum terjadi, itu karena Anda belum memintanya! Anda belum menggunakan hikmat dan kuasa Allah. Anda belum memanfaatkan hak Anda sebagai anak Allah untuk meminta-Nya memberikan apa yang menjadi kebutuhan Anda dan mempercayakan Dia untuk menyediakan apa yang Dia tahu Anda butuhkan.

Anda tentu tidak akan datang ke sebuah rapat penting tanpa persiapan. Sama halnya, sebelum Anda melakukan percakapan penting dengan anak Anda atau pasangan Anda atau atasan atau tetangga Anda, Anda harus merancangkannya dan mendoakannya. Itu satu-satunya cara untuk memiliki percakapan yang bermakna.

"Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan" (Amsal 16:23). Intinya, jika Anda ingin menjadi persuasif, susun pemikiran Anda sebelum Anda mulai bergerak.

Merencanakan percakapan memberi Anda sebuah sudut pandang. Anda punya ruang untuk memikirkan situasi serta segala hal yang berkaitan dengan pikiran yang jernih. Kemudian, barulah Anda dapat memulai percakapan dengan bijak.

Kolose 4: 6 mengatakan, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

Jika Anda bersedia mempraktikkan satu ayat itu, Anda akan menjadi seorang komunikator yang handal. Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kata-kata Anda baik dan dipikirkan dengan baik yaitu dengan membuat rencana dan mendoakannya.

Renungkan hal ini:
- Pernahkah Anda terburu-buru melakukan percakapan penting tanpa perencanaan? Bagaimana hasilnya?
- Ketika Anda berdoa, bagaimana Tuhan menunjukkan kepada Anda apa, bagaimana, dan kapan Anda harus mengatakannya?
- Mengapa penting untuk memiliki perspektif yang jernih saat Anda melakukan percakapan? Mengapa konteks itu begitu penting?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29


Biasakan untuk merencanakan sebelumnya apa yang akan Anda katakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top