• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Cara Menjalani Hidup dengan Kuasa Tuhan

1 Korintus 4:20 "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa." 

Agar dapat menjalani kehidupan yang sepenuhnya, Anda harus hidup dengan kuasa Tuhan.

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 4:20, "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa."

Tahukah Anda bahwa Tuhan tidak memberkati orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri? Dia memberkati orang-orang yang bergantung pada-Nya dan berserah pada-Nya.

Tuhan ingin memakai Anda, tetapi Anda juga harus hidup dengan mengandalkan kuasa-Nya. Efesus 3:20 mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Tuhan mampu melakukan jauh melampaui dari yang bisa Anda bayangkan. Lalu, bagaimana Anda mendapatkan kuasa Allah dalam hidup Anda? Berikut tiga caranya:

1. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan berdoa.
Jika Anda tidak memiliki kuasa atau kekuatan apa pun dalam hidup Anda, itu bisa jadi karena Anda tidak berdoa. Doa dan kuasa Tuhan saling berjalan beriringan.

2. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan mengambil risiko untuk menaati Dia.
Ketika Anda mengambil risiko untuk melakukan apa yang Allah perintahkan- bahkan jika itu sulit atau tidak disukai banyak orang, bahkan jika itu merugikan Anda, bahkan jika itu tidak masuk akal, bahkan jika tak ada orang yang mau melakukannya - Allah akan mencurahkan kuasa-Nya dalam hidup Anda untuk memampukan Anda.

3. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan cara tidak menyerah.
Jangan menyerah! Tuhan menumbuhkan iman Anda dengan mengujinya. Saat Anda mengalami kesulitan atau doa yang belum terjawab atau jalan buntu atau keputusasaan atau penderitaan, sesungguhnya Tuhan sedang mengajari Anda untuk percaya pada-Nya. Bertahanlah, dan Tuhan akan memberkati Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda bisa tahu kapan Anda memiliki kuasa Tuhan dalam hidup Anda?
- Bagaimana Tuhan menguji iman Anda saat ini? Bagaimana Anda ingin Dia memberkati Anda melalui pencobaan itu?
- Risiko apa yang sedang Anda ambil untuk Tuhan saat ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hosea 1-5; Ibrani 2:5-18


Hiduplah dengan mengandalkan Tuhan dalam segala hal, maka apa pun yang Anda buat pasti berhasil.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengelola Stres Seperti Yesus: Kenali Siapa Anda

Yohanes 14: 6 "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Jika Anda mengenali diri Anda, maka Anda akan menemukan semua tipe orang yang dengan senang hati memberitahu Anda siapa diri Anda. 

Budaya kita akan mencoba membentuk Anda menjadi gambar diri tertentu. Orang tua Anda akan mencoba mengubah Anda menjadi apa yang menurut mereka cocok untuk Anda. Teman-teman Anda, pasangan Anda, dan rekan kerja Anda juga akan memberikan pemikiran mereka kepada Anda.

Tidak mengetahui siapa diri Anda, ditambah lagi membiarkan orang lain mencetak Anda ke dalam cetakan diri mereka merupakan penyebab utama stres kebanyakan orang di zaman ini.

Yesus memberi kita teladan lain. Dia menujukkan kepada kita prinsip dasar identifikasi, yang merupakan prinsip pertama manajemen stress versi kehidupan Yesus.

Yesus tidak meragukan identitas-Nya. Bahkan, Ia mendefinisikan diri-Nya dengan pernyataan "Akulah" sebanyak 18 kali di dalam Alkitab. Dia melakukan ini setiap kali Dia berkata, "Akulah… " dan kemudian menyatakan kebenaran-Nya.

Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Akulah anak Allah. Aku diutus oleh Bapaku di Surga. Akulah pintu. Akulah roti hidup. Akulah air hidup."
Yesus tahu persis siapa diri-Nya.

Dan kita perlu tahu persis siapa kita, menjadi seperti apakah Tuhan menginginkan kita. 
Jika Anda tidak tahu identitas Anda, maka Anda akan sangat bergantung pada apa yang orang lain katakan tentang Anda.

Stres muncul ketika Anda mencoba menjadi orang lain. Kita semua mulai sebagai ciptaan yang otentik, tetapi kerap kali kita berakhir sebagai kopian orang lain, itu semua karena kita tidak tahu jati diri kita. 

Dalam Yohanes 14: 6, kita membaca ini: "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Yesus tidak perlu pendapat orang lain untuk mendukung-Nya. Begitu juga Anda seharusnya.

Renungkan hal ini:
- Pergumulan apa yang Anda hadapi ketika Anda mencoba memakukan identitas Anda?
- Bagaimana selama ini orang lain mencoba memanipulasi identitas Anda?
- Dalam satu atau dua kalimat, bagaimana Anda mendefinisikan menjadi seperti apa Tuhan mendefinisikan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 10-12; Ibrani 2:1-4


Ketika Anda mempelajari siapa Anda, maka Anda akan kurang bergantung pada persetujuan orang lain, dan Anda akan lebih tahan akan tekanan hidup.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Cara Menangani Stres Seperti Yesus

1 Yohanes 2: 2 "Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia."

Pernahkah Anda merasa seolah-olah memikul "beban dunia?"
Tanggung jawab Anda melebihi jumlah jam Anda dalam satu hari. Gaji Anda tidak akan menutup semua tagihan Anda. Semua orang di hidup Anda membutuhkan diri Anda— dan Anda pun tidak punya energi tersisa.

Ketahuilah, Anda tidak sendiri.
Tetapi sesungguhnya, hanya ada satu orang yang pernah memikul "beban dunia di pundaknya." Itulah tepatnya tugas yang dilakukan Yesus saat datang ke dunia: untuk memikul beban dunia.

Alkitab mengatakan tentang Yesus, "Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia" (1 Yohanes 2: 2).

Tidak ada seorang pun yang memikul stres dalam hidup ini sebesar Yesus. Dia tidak hanya menanggung dosa dunia di atas kayu salib, namun Dia juga menghadapi tuntutan yang terus menerus menghantam-Nya seumur hidup. Orang lain seringkali ingin bertemu dengan Dia dan disembuhkan Dia. Dia tidak punya privasi. Tapi banyak pula orang yang mencoba menjebak-Nya dan berusaha membunuh-Nya. 

Namun Yesus tahu cara menangani stres. Dia memiliki keseimbangan luar biasa dalam hidup-Nya. Dia melawan stres dengan damai sejahtera. 

Itulah yang saya inginkan. Saya percaya Anda juga menginginkan yang sama. 

Dalam perjalanan saya mempelajari Alkitab, saya melihat tujuh rahasia manajemen stres yang Yesus tunjukkan secara konsisten. 
1. Identifikasi: Yesus tahu siapa Dia. 
2. Motivasi: Yesus tahu tujuan hidup-Nya. 
3. Panggilan: Yesus memahami panggilan-Nya. 
4. Konsentrasi: Yesus tahu apa yang paling penting.
5. Meditasi: Yesus mendengarkan Allah.
6. Kolaborasi: Yesus memiliki kelompok/persekutuan kecil.
7. Rekreasi: Yesus beristirahat untuk memulihkan diri-Nya. 

Saya percaya tujuh karakteristik ini bisa menentukan kehidupan kita juga. Selama tujuh hari ke depan, kita akan melihat masing-masing karakteristik ini dan bagaimana kita dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan kita.

Jika Anda mau menjadikan karakteristik ini sebagai bagian dari hidup Anda, tingkat stres Anda akan turun. 

Renungkan hal ini:
- Apa pelajaran yang Anda pelajari dari orang tua Anda soal menghadapi stres? Apakah itu pelajaran yang sehat atau tidak sehat?
- Area apa dalam hidup Anda yang biasanya menyebabkan Anda paling stres?
- Dari tujuh karakteristik Yesus yang telah dijabarkan di atas, mana yang menggambarkan area yang paling membutuhkan pertumbuhan dalam hidup Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 7-9; Ibrani 1:1-14


Yesus tidak menanggung semuanya sendirian, Dia berserah dan percaya pada Allah Bapa.
Demikian juga kita tidak menanggung semuanya sendirian, ada Yesus yang telah menanggungnya untuk kita, jauh sebelum kita mengenalNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Artinya Menempatkan Tuhan di Tempat Pertama Hidup Anda?

1 Tesalonika 2:12 "Dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya."

Kita harus mempersiapkan diri kita di bumi saat ini untuk menuju Surga. Surga adalah tujuan dari segala perbuatan kita di bumi saat ini. Kuasa Tuhan adalah sumber kekuatan kita saat ini. Kuasa Tuhan adalah kekuatan yang diberikan Allah kepada Anda agar Anda mampu melakukan apa yang Ia ingin Anda lakukan begitu Anda berserah dan tunduk pada kehendak-Nya. 

Roma 11:36 mengatakan, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Selama ini saya berbicara dengan orang-orang yang berkata, "Saya punya begitu banyak harta, namun saya merasa tidak puas. Saya punya keluarga yang baik. Saya punya pekerjaan yang bagus. Saya punya anak-anak yang hebat. Saya punya teman-teman yang baik. Saya adalah bagian dari jemaat yang bai. Tapi mengapa saya begitu tidak puas?" Itu karena Anda diciptakan untuk melakukan lebih dari itu semua! Anda diciptakan lebih dari sekadar bertahan hidup. Anda tak akan pernah menemukan pemenuhan dalam hidup sampai Anda mulai hidup di dalam Kerajaan Allah, oleh kuasa Allah, dan untuk kemuliaan Allah.

Bagaimana Anda menjalani kehidupan yang sepenuh— kehidupan yang dirancang oleh Tuhan untuk Anda jalani?

Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 2:12, "Dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya."

Apa artinya tinggal di dalam Kerajaan Allah? Itu artinya Anda menjadikan jadwal Allah sebagai jadwal Anda. Anda menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak Anda. Anda peduli dengan apa yang Tuhan pedulikan. Apa pun yang Anda ingin Tuhan berkati, tempatkan Dia di tempat pertama di dalam area tersebut. 

Apa yang dimaksud dengan mengutamakan Tuhan dalam hidup Anda? Saya membuat sebuah akrostik dari kata FIRST (PERTAMA) untuk memberi Anda lima hal yang Anda perlukan untuk menempatkan Tuhan di tempat pertama.

F (Finansial). Jika Anda ingin Tuhan memberkati keuangan Anda, bahkan di musim-musim sulit sekalipun, Anda harus memberi perpuluhan. Maaf! Tidak ada alternatif lain.

I (Interest) Minat. Prioritaskan Dia di dalam hobi Anda, karier Anda, dan hiburan Anda. Jadikan Dia sebagai pertimbangan utama di setiap keputusan. 

R (Relationships) Hubungan. Tempatkan Dia terlebih dahulu di dalam keluarga Anda, pernikahan Anda, dan pertemanan Anda.

S (Schedule) Jadwal. Beri Dia bagian pertama hari Anda setiap hari. Bangun dan duduklah di sisi tempat tidur Anda setiap pagi dan katakan, "Ya Tuhan, hari ini aku hanya ingin lebih mengasihi-Mu dan mengenal-Mu sedikit lebih baik."

T (Troubles) Persoalan. Anda harus berpaling kepada Tuhan terlebih dahulu ketika Anda punya masalah. Doa seharusnya tidak boleh menjadi pilihan terakhir Anda. Sebaliknya, Itu harus menjadi pilihan pertama Anda.

Semoga ini akan membantu Anda menjadikan Tuhan sebagai yang PERTAMA (FIRST).

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda menjalani kehidupan yang terpenuhi — kehidupan yang dirancang oleh Allah untuk Anda jalani? Jika tidak, apa yang terlewatkan?
- Perubahan-perubahan spesifik apa yang akan menjadikan Tuhan sebagai yang utama di dalam finansial, minat, hubungan, dan jadwal Anda?
- Apa reaksi pertama Anda terhadap persoalan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 4-6; Filemon 1


Jadikan kehendak Tuhan jadi yang terutama lebih dari kehendak kita walaupun itu atas diri kita sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tidak Ada yang Tak Bisa Anda Bawa kepada Tuhan di dalam Doa

Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Dulu, ada sebuah acara permainan di TV berjudul "Let's's Make A Deal" (Ayo, Kita Buat Kesepakatan!) yang menampilkan suatu konsep sederhana: Anda memilih apa yang ada di balik pintu nomor 1, 2, atau 3, dan kemudian Anda membuat kesepakatan dengan si pembawa acara. 

Dalam "Let's Make Deal" dalam kehidupan, kita pun dihadapkan pada tiga pintu. Di balik pintu nomor 1: Anda telah berdosa, dan itu artinya Tuhan, yang sempurna, tidak bisa mengizinkan Anda masuk ke surga-Nya yang sempurna. Mengapa? Sebab Anda telah menolak tawaran-Nya untuk membersihkan dosa-dosa Anda, dan akibatnya Anda harus pergi ke neraka. Pintu nomor 2: Anda telah berdosa, dan Anda mencoba menebusnya dengan melakukan beberapa perbuatan baik. Tetapi Anda tak pernah bisa cukup baik untuk menyamai kekudusan Allah — dan Anda akan tetap menghabiskan hidup Anda selamanya dengan terpisah dari Allah. Pintu nomor 3: Anda tunduk kepada rancangan Allah dan membiarkan Yesus menyucikan Anda dari dosa-dosa Anda. Yesus Kristus berkata, "Ini kesepakatannya: Aku akan menanggung semua kesalahan dan dosamu, dan memberimu segala kebaikan-Ku. Keuntungannya, kau bisa menghabiskan kekekalan di Surga bersama-Ku. "

Sungguh tawaran yang luar biasa!

Inilah kabar terbaik yang pernah ada di dunia. Surga adalah tempat yang sempurna. Anda tidak pergi ke sana dengan segala keburukan Anda. Anda pergi ke sana dengan segala kebaikan Allah, dan keselamatan Anda sudah ditebus dan itu diberikan secara cuma-cuma — itulah anugerah yang Tuhan tawarkan kepada Anda. Mengapa? Karena Tuhan adalah Tuhan yang baik. Itulah kesepakatan terbaik yang pernah Anda dapatkan!

Roma 4:25 mengatakan bahwa "Yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita."

Lalu apa hubungannya anugerah Allah dengan doa? Itu semua berhubungan dengan doa. Jika Anda tidak paham tentang anugerah-Nya, maka Anda tidak akan mengerti doa.

Apa yang Tuhan lakukan untuk Anda di kayu salib membuat doa Anda menjadi mungkin.

Alkitab berkata, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32).

Apakah Anda lihat logikanya ayat ini? Ketika Yesus Kristus mati untuk Anda di kayu salib, Ia telah memecahkan masalah terbesar Anda. Jadi, masalah lain yang Anda miliki dalam hidup Anda itu hanya sekecil kentang yang mungil! Jika Yesus Kristus karena kebaikan-Nya rela mati untuk Anda, tidakkah Anda pikir Dia juga mengasihi Anda dengan memberkati Anda untuk membayar tagihan dan dengan kesehatan Anda serta dengan hubungan Anda? Tidak ada yang tidak bisa Anda bawa kepada Tuhan di dalam doa.

Renungkan hal ini:
- Permintaan apa yang Anda enggan bawa kepada Tuhan sebab Anda pikir itu terlalu berat untuk Anda minta?
- Bagaimana Anda akan mendekati Allah dengan doa permintaan Anda di dalam terang salib-Nya?
- Mengapa seseorang menolak kasih karunia gratis yang Allah tawarkan dengan cara menanamkan kebaikan-Nya kepada kita?

Sudahkah Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda?

Alkitab mengatakan kita semua telah gagal memenuhi standar Allah yang sempurna. Namun Dia tetap mengasihi kita — meskipun kita berdosa dan bercacat cela. Hebatnya lagi, Allah telah begitu mengasihi kita sehingga Ia mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk menyucikan kita dari dosa-dosa kita, dan membawa kita masuk ke dalam keluarga Allah.

Jika Anda belum pernah menerima kasih Tuhan dan mengundang Yesus masuk ke dalam hati Anda, saya ingin Anda memanfaatkan kesempatan itu sekarang. Jika kata-kata doa ini mewakili isi hati Anda, maka biarkan Tuhan tahu bahwa melalui doa ini artinya Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda. 

"Ya Tuhan, aku tidak mengerti semuanya, tapi aku berterima kasih bahwa Engkau mengasihiku. Aku mengucap syukur bahwa Engkau selalu ada untukku dan bahwa Engkau tidak mengutus Yesus untuk menghukumku, melainkan untuk menyelamatkanku. 

"Aku akui bahwa aku telah berdosa terhadap-Mu, dan aku akui aku butuh Engkau, Yesus sebagai Juruselamatku. Aku ingin menjalin hubungan dengan-Mu, Yesus. Aku ingin mengikuti-Mu dan melakukan hal-hal yang Engkau perintahkan.

"Selamatkanlah aku dari masa laluku, penyesalanku, kesalahanku, dosa-dosaku, kebiasaanku, rasa sakitku, dan cacat celaku.

"Selamatkanlah aku untuk menggenapi rancangan-Mu. Aku ingin tahu mengapa Engkau menempatkanku di planet ini. Dan aku ingin melaksanakan kehendak-Mu atas hidupku. Aku ingin belajar untuk mengasihi-Mu dan percaya pada-Mu dan tinggal di dalam keluarga-Mu selama-lamanya. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 1-3; Titus 2-3


Jika Yesus saja begitu mengasihi Anda hingga Ia rela mati bagi Anda, maka Ia juga mengasihi Anda untuk menjawab doa Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Doa Harian: Tuhan, Bangkitkanlah Kami

Mazmur 119: 37, 40: "Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!"

Alkitab berkata Setan tidak takut dengan rencana-rencana Anda. Dia tidak takut dengan uang Anda atau strategi Anda. Dia juga tidak takut dengan langkah tindakan Anda.

Tapi sebaliknya, Setan takut setengah mati dengan doa Anda, karena di situlah Anda mengandalkan kuasa Allah. Dan Setan tahu bahwa kapan pun Tuhan ingin melakukan sesuatu yang sangat hebat dalam keluarga Anda, pekerjaan Anda, gereja Anda, atau bagi bangsa Anda, Dia akan memulainya dengan memotivasi Anda untuk berdoa.

Maka, jika Anda bersedia berkomitmen untuk belajar bagaimana berdoa secara efektif, perhatikan baik-baik! Hati kita membutuhkan kebangkitan rohani. Gereja membutuhkan kebangunan rohani. Bangsa kita membutuhkan Tuhan. Banyak hal terjadi ketika orang-orang mulai berdoa bersama.

Renungkan hal ini:
Ketika Anda bertumbuh di area ini, saya ingin Anda mulai dengan dua ayat ini setiap hari: 

"Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!" (Mazmur 119: 37, 40).

"Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!" (Ratapan 5:21).

Setiap hari, berdoalah dan mintalah kepada Tuhan tiga hal ini saat Anda mengingat ayat-ayat tadi: Bangkitkan hatiku, hidupkan kembali keluarga gerejaku, dan hidupkan kembali bangsa kami.

Tuhan, Engkau adalah bapa yang baik, begitu baik. Meski aku terluka, Engkau tetaplah Bapa yang baik. Bahkan ketika doaku tidak terjawab seperti yang kumau, Engkau tetap menjadi Bapa yang baik.

Bantu aku untuk senantiasa ingat bahwa rencana-Mu atas hidupku selalu baik adanya dan untuk selalu memilih rencana-Mu, bukan rencanaku. Bantu aku untuk ingat bahwa Engkau senantiasa memberikan apa yang kuperlukan, bukan apa yang sebetulnya layak aku dapatkan. Terima kasih bahwa Engkau tidak hanya memaafkanku tetapi Engkau juga mencurahkan kebaikan-Mu untukku. Terima kasih telah menggantikan dosaku dengan anugerah-Mu dengan mati di kayu salib untuk-ku. Engkau telah mengorbankan Putera-Mu dan Engkau memberkatiku dengan apapun yang kubutuhkan. Terima kasih telah mengundangku untuk tinggal bersama-Mu selamanya di surga.
Dan Tuhan, meski aku tidak selalu memahami jalan-Mu, kubersyukur bahwa Engkau tidak mengiyakan setiap permintaan doaku. Aku paham bahwa rancangan-Mu lebih hebat dari rancanganku, dan ada banyak hal yang ku tidak akan mengerti sampai aku bertemu dengan-Mu di kekekalan Surga.
Bapa, bangkitkan hatiku. Bangkitkan persekutuan kecilku dan keluarga gerejaku. Bangkitkanlah bangsaku, Tuhan! Hanya orang yang berubah yang bisa mengubah dunia. Aku berdoa di dalam nama Yesus. Amin."

Sudahkah Anda mempercayakan keselamatan Anda di dalam Yesus?

Apa pun yang sudah Anda lakukan atau betapa hitamnya dosa Anda, Anda bisa memiliki tempat di dalam keluarga Allah yang kekal selamanya. Undangan dari-Nya terbuka lebar. Percaya dan terimalah.

Apakah Anda siap? Anda bisa memulainya dengan mengucapkan doa ini:

"Ya Tuhan, aku tahu bahwa saat aku tiada, aku akan memberi pertanggungjawaban hidupku kepada-Mu secara langsung. Aku akui bahwa aku telah mengabaikan-Mu. Aku tahu aku telah berdosa terhadap-Mu, dan selama ini aku hidup dengan caraku, bukan dengan cara-Mu. Aku ingin berpaling dari dosaku sekarang juga. Aku ingin berpaling dari dosa-dosaku dan mendekat kepada-Mu."

"Terima kasih telah mengirimkan Yesus untuk mati bagiku, untuk semua kesalahan yang telah kulakukan sehingga aku tak perlu mengalami hukuman terpisah dari diri-Mu selamanya. Aku tahu bahwa aku tak pantas menerima pengampunan-Mu. Aku tahu bahwa hanya anugerah-Mulah yang bisa menyelamatkanku, ya Tuhan. Aku tidak akan pernah bisa cukup baik untuk mendapatkan tempat yang sempurna di rumah-Mu."

"Yesus, terima kasih karena telah mengasihiku dan mengambil alih dosa dan kesalahanku kepada-Mu. Engkau telah membuatku diterima di Surga, maka dengan rendah hati aku meminta-Mu untuk menyelamatkanku.
Selamatkanlah aku dari dosa-dosa dan kebiasaan yang mengacaukan hidup ku saat ini. Aku percaya pada-Mu, Yesus. Dan aku percaya bahwa Engkau akan menepati janji-janji-Mu untuk menyelamatkanku secara instan dan pasti dan sepenuhnya dan kekal selamanya. Dalam nama Yesus. Amin. "




Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 45-48; Titus 1


Pembicaraan pribadi Anda dengan Tuhan dalam doa adalah hubungan terdalam Anda dengan Tuhan jika Anda melakukannya dengan sepenuh hati dan rasa butuh.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Kekuatan Doa Dimulai dengan Percaya pada Kebaikan Tuhan

Tuhan izinkan segala hal terjadi dalam hidup Anda hanya untuk maksud kebaikan. Saat ini mungkin Anda tidak mengerti, tapi suatu saat pasti akan anda pahami.

Tuhan ingin menunjukkan kebaikan-Nya kepada Anda — bukan hanya ketika Anda berada di Bumi. Tuhan ingin menunjukkan kebaikan-Nya selama-lamanya. Karena Tuhan selamanya baik, maka Ia mengundang Anda untuk hidup bersama-Nya selamanya.

Mazmur 23: 6 mengatakan, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Sungguh Tuhan baik, menawarkan kebaikan-Nya kepada kita dan menjanjikan kita kekekalan!

Mengapa ini penting untuk kehidupan doa Anda? Sebab jika Anda belum benar-benar yakin bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik, yang tidak pernah melakukan hal buruk dalam hidup Anda, maka doa Anda tidak akan ada kuasa, tidak bergairah dan tidak terarah.

Sebaliknya, ketika Anda memahami ini, bagaimana pun perasaan Anda dan bagaimana pun kehidupan Anda, Tuhan ada untuk Anda, bukan sebagai musuh Anda; bahwa Dia adalah Tuhan yang baik dan Dia menginginkan yang terbaik untuk Anda lebih dari yang Anda harapkan; dan bahwa Dia tahu apa yang akan membuat Anda bahagia lebih dari diri Anda sendiri— ketika kebenaran menjadi dasar atas semua doa Anda, maka doa Anda akan menjadi kuat, penuh gairah serta mempunyai tujuan.

Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain belajar untuk berdoa dengan efektif. Itulah cara Anda memanfaatkan kuasa Tuhan, kehadiran Tuhan, damai sejahtera Tuhan, tujuan Tuhan, dan rencana Tuhan.

Jadi, apa yang Anda ingin lihat Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Hal-hal besar apa yang ingin Anda tanyakan kepada-Nya, apa rancangan baiknya untuk Anda? Dengan kebaikan Tuhan sebagai landasan hidup Anda, apa yang Anda harap Dia kerjakan di dalam Anda dan melalui perbuatan Anda? 

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda apa maksudnya "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku"?
- Bagaimana dengan memahami kebaikan Allah akan menambah kuasa pada doa Anda? Bagaimana hal itu secara khusus mengubah cara Anda berdoa?
- Apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di akhir renungan kita hari ini yang bisa Anda bagikan kepada orang-orang di sekitar Anda? Bagaimana itu dapat membantu Anda menjadi orang yang dapat diandalkan di dalam iman orang lain? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 40 - 44; II Timotius 4: 9-22


Mazmur 23: 6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Belajar Menjadi Pendengar yang Lebih Baik

Amsal 20: 5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."

Jika Anda ingin doa Anda dijawab Tuhan, maka Anda perlu belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Mengapa? Karena doa adalah percakapan. Meskipun Anda tidak mendengar suara Tuhan ketika Anda berdoa, Ia tetap memberi Anda Roh Kudus dan Kitab Suci untuk membantu Anda mengenal kehendak-Nya dan untuk mendorong Anda. Tetapi kebanyakan dari kita terlalu sibuk, dan kita terlalu banyak bicara sehingga kita tak bisa mendengar dan memahami apa yang Tuhan — dan yang orang lain — coba katakan kepada kita.

Anda mungkin menganggap Anda adalah pendengar yang baik. Namun ada perbedaan besar antara mendengar dan mendengarkan! Mendengar adalah getaran yang terjadi di dalam telinga Anda. Mendengarkan adalah cara Anda mengartikan getaran-getaran tadi yang terjadi di otak Anda. Sering kali saya mendengar istri saya, anak-anak saya, atau seseorang di gereja mengatakan sesuatu — tetapi saya tidak mendengarkan.

Berikut adalah empat tips untuk menjadi pendengar yang lebih baik.

1. Tahan diri Anda dari menghakimi dan mengkritik.
Jangan mengevaluasi sampai Anda sudah mendengar dan memahami segalanya. Saya akui hal ini tidak lazim dilakukan manusia. Ketika orang lain berbicara dan Anda mendengar sesuatu yang tidak Anda setujui, maka Anda tergoda untuk berkata, "Tunggu dulu! Berhenti dulu! Mari kita hadapi ini." Dan Anda tidak akan pernah melangkah lebih jauh. Sebaliknya, Anda perlu mendengar orang itu dahulu. Amsal 18:13 mengatakan, "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya."

2. Tetap tenang.
Jangan defensif. Alkitab berkata dalam Amsal 19:11, "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran." Jika Anda sabar, maka Anda bijaksana. Anda harus sabar dengan orang yang kurang dewasa dan orang yang salah menilai Anda. Anda harus tetap tenang.

3. Jadilah pendengar yang aktif.
Anda menjadi pendengar yang baik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaa kreatif. Amsal 20: 5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." Ayat ini menggambarkan bagiamana hati manusia yang sebenar-benarnya. Seseorang yang pengertian akan mampu menarik orang lain lebih dekat dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat.

4. Parafrase dan rangkum.
Untuk menjadi seorangpendengar yang baik, Anda harus mampu mengatakan kembali apa yang dikatakan lawan bicara Anda sebelum Anda mengatakan keperluan Anda. Sebelum Anda berbagi sisi cerita Anda, maka Anda perlu membiarkan orang lain tahu bahwa Anda memahami dari mana dia berasal. Parafrase kembali apa yang pernah mereka katakan kembali kepada mereka.

Renungkan hal ini:
- Niatkan hati untuk berlatih mendengarkan secara aktif di minggu ini. Apa bedanya dalam hubungan Anda?
- Bagaimana masing-masing poin dari renungan hari ini berlaku untuk kehidupan doa Anda?
- Bagaimana masing-masing poin tersebut bisa diterapkan dalam hal membaca Firman Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 35 - 39; II Timotius 4: 1-8


Mendengarkan adalah sebuah keahlian. Dan jika Anda ingin kehidupan doa Anda efektif, dan juga di semua hubungan Anda- Anda harus mengasahnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Tahu Kelemahan Kita Namun Tetap Mengasihi Kita

Ibrani 4: 15-16 "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."

Beberapa tahun lalu, ada sebuah buku berjudul Mengapa Aku Takut Memberitahumu Siapa Aku? Nah, berikut ini jawabannya: Jika saya memberi tahu saya yang sebenar-benarnya dan Anda tidak suka akan hal itu, saya menjadi tak berdaya, tak ada yang berada di pihak saya. 

Nah, karena itulah kita menghabiskan sebagian besar hidup kita dengan mengenakan topeng, kita berpura-pura menjadi orang lain, karena kita takut apabila kita membiarkan orang lain melihat diri kita yang sebenarnya, mereka akan menolak kita. Itu adalah salah satu ketakutan terdalam kita.

Tetapi karena Tuhan selalu baik dan tidak pernah jahat, Dia tdak akan pernah menolak Anda, bahkan meski Anda berdosa terhadap-Nya, tidak taat, dan menyakiti-Nya. Anda bisa selalu kembali kepada-Nya! Ia akan menerima Anda, tidak menyingkirkan Anda ketika Anda mengaku kepada-Nya. 

Alkitab berkata, "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!" (Mazmur 27:10-11,13). Anda mungkin telah membuat kesalahan besar dan hidup Anda kacau. Tapi kasih dan pengampunanNya masih tetap ada untuk Anda. Mengapa? Sebab Dia adalah Allah yang baik dan murah hati.

Nah, karena Tuhan selalu baik dan murah hati, kita tidak perlu takut tak percaya diri ketika kita berdoa. Kita tak perlu malu mengakui dosa dan kesalahan kita. Datanglah kepada Tuhan, dan katakan, "Tuhan, Engkau tahu aku mengacaukan segalanya- aku akui itu. Tetapi Engkau adalah Bapa yang baik — itulah Engkau. Dan yang penting adalah siapa Engkau, bukan aku." Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibrani 4: 15-16).

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Yesus membiarkan diri-Nya dicobai ketika Ia berada di Bumi, meskipun Ia tidak pernah berbuat dosa?
- Bagaimana hubungan Anda dengan orang tua Anda mempengaruhi cara Anda memahami Mazmur 27:10? Bagaimana Anda menggambarkan gaya bahasa yang digunakan dalam ayat ini?
- Dalam hal apa rasa takut Anda akan penolakan mempengaruhi cara Anda mendekatkan diri kepada Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 31 - 34; II Timotius 3: 10-17


Tuhan adalah Tuhan yang memberi kesempatan ke dua. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Cara Tuhan Menjawab Doa Anda

Lukas 11: 11-13 "Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Tuhan menjawab doa dengan setidaknya empat dari banyak cara.

Ketika permintaan Anda tidak tepat, Tuhan berkata, "Tidak." Sama seperti orangtua yang berkata "tidak" kepada anak-anak mereka demi seratus alasan yang baik untuk anak mereka, Tuhan tidak berutang penjelasan kepada Anda setiap kali Dia mengatakan "Tidak" atas permintaan Anda.

Ketika waktunya tidak tepat, Tuhan berkata, "Perlambatlah." Ada perbedaan besar antara penundaan dan penolakan. "Tidak" dan "Belum" bukanlah hal yang sama. Namun jika kita telah belajar dan menerima perbedaan, maka itu menunjukkan kedewasaan rohani kita.

Ketika permintaan dan waktunya tepat tetapi jika Anda tidak tepat, Tuhan berkata, "Bertumbuhlah." Ia ingin melakukan sesuatu dalam hidup Anda sebelum Ia menjawab doa Anda, karena Anda belum siap menerima jawaban-Nya. 

Ketika permintaan dan waktunya tepat dan Anda tepat, maka Tuhan berkata, "Pergilah." Tuhan seringkali memberi kita lampu hijau atas doa-doa kita — dan itu hal yang hal kita syukuri. 

Lukas 11: 11-13 mengatakan, "Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Tuhan tidak akan pernah memberi Anda apa pun yang menyakitkan atau yang buruk buat Anda. Bahkan orangtua yang tidak sempurna sekallipun tahu bagaimana memberikan yang terbaik kepada anak-anak mereka, bukankah Tuhan, yang baik dan sempurna, akan melakukan yang lebih besar untuk Anda? Dia siap menjawab doa Anda — di dalam waktu dan cara-Nya yang sempurna.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda bisa tahu bedanya antara penundaan dan penolakan? Haruskah Anda merespon jawaban-jawaban atas doa Anda dengan berbeda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Pikirkan satu waktu ketika Tuhan menjawab doa Anda dengan jawaban "Bertumbuh." Dengan cara apa Anda tumbuh, dan apa yang Anda pelajari ketika Anda menunggu Tuhan untuk menjawab doa Anda?
- Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda merespon ketika Dia berkata, "Pergilah"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 27 - 30; II Timotius 3: 1-9


Tuhan selalu menjawab setiap doa, namun tak semua doa dijawab seperti yang kita inginkan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Bekerja dalam Segala Sesuatu untuk Kebaikan Anda

Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Tuhan adalah Tuhan yang baik dan Dia memiliki rancangan yang bagus untuk hidup Anda. Orang lain membuat rencana buruk untuk hidup Anda, dan Anda mungkin juga membuat rencana buruk untuk hidup Anda, namun Tuhan hanya memiliki rencana yang bagus untuk hidup Anda. 

Tidak semua hal dalam hidup Anda itu baik— Tuhan tidak menjanjikan hal tersebut. Dia tidak mengatakan bahwa semua yang terjadi dalam hidup Anda adalah baik adanya. Saudara, kita hidup di planet yang rusak. Tidak ada yang bekerja dengan sempurna di dunia ini. Tubuh Anda telah rusak. Dunia ini tidak selalu bekerja yang semestinya. Pikiran Anda telah rusak. Dunia ini tidak berpikir dengan cara yang benar. Cuaca ini telah rusak, ekonomi ini telah rusak, hubungan ini telah rusak. Tidak ada yang sempurna.

Tuhan tidak menjanjikan kita kesempurnaan. Kesempurnaan hanya ada di surga! Di surga, tidak ada kesedihan, duka, penyakit, atau penderitaan. Kita tidak boleh mengharapkan surga berada di Bumi, sebab Bumi ini telah dipenuhi dengan kehancuran. Namun meskipun di tengah-tengah semua kehancuran ini, Tuhan memiliki rencana yang bagus untuk hidup Anda. Dia lebih hebat dari pilihan-pilihan buruk Anda, dan Dia bisa memasukkan keputusan bodoh kita ke dalam rencana-Nya yang luar biasa. Sungguh Tuhan yang luar biasa! Dia dapat mengubah penyaliban menjadi kebangkitan.

Alkitab mengatakan dalam Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Ini bukan janji bagi semua orang di dunia. Tidak segala perkara bekerja untuk kebaikan bagi semua orang. Namun segalanya saling bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang berkata, "Tuhan, aku memberikan hidupku kepada-Mu. Aku ingin memenuhi rancangan yang Engkau buat bagiku." Firman ini tidak mengatakan segala hal baik, namun segalanya saling bekerja bersama untuk kebaikan Anda — yang buruk dan bahkan yang pahit. 

Pernahkah Anda perhatikan bahwa ketika Anda membuat kue, masing-masing bahan makanannya tidak terasa enak? Tepung tidak enak rasanya. Telur mentah tidak enak rasanya. Vanila tidak enak rasanya. Tetapi jika Anda mencampur semuanya, Anda dapat membuat sebuah mahakarya yang lezat.

Ketika Anda membiarkan Tuhan menggunakan semua "bahan-bahan" bersama-sama, Tuhan dapat mengambil segala kepahitan, mencampurkannya ke dalam adonan, dan membuat Anda lebih baik. Mengapa? Sebab Dia adalah Tuhan yang baik.

Renungkan hal ini:
- Keputusan-keputusan buruk apa — keputusan yang telah Anda buat dan yang dibuat orang lain — apakah Anda merasa sulit percaya bahwa Allah dapat menggunakan hal-hal baik dalam hidup Anda?
- Bagaimana dengan mengetahui tujuan Anda dapat membantu Anda melihat bagaimana Allah dapat mengerjakan segala sesuatunya demi kebaikan Anda?
- Menurut Anda apa artinya menyerahkan hidup Anda sepenuhnya kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 23 - 26; II Timotius 2: 14-26


Semakin banyak Anda berdoa, semakin baik Anda akan mengetahui tujuan Anda. Dan semakin baik Anda mengetahui tujuan Anda, semakin Tuhan dapat menggunakan segalanya dalam hidup Anda — bahkan hal-hal yang pahit dan rusak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Hubungan Antara Rancangan dan Doa

Yeremia 29: 11-12 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;"

Adakah yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan? Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri. Dia tidak bisa jahat. Tuhan itu baik, jadi pada dasarnya, Dia tidak bisa melakukan hal-hal buruk. Segala yang dilakukan Tuhan itu baik. Karena Tuhan itu baik, maka rencana Tuhan untuk hidup Anda akan selalu baik.

Yeremia 29: 11-12 mengatakan, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;"

Apakah Anda lihat hubungan antara doa dan rencana Tuhan untuk hidup Anda?

Saya sudah mengatakan ini berkali-kali, tetapi saya akan mengatakannya lagi: Anda diciptakan karena hidup Anda punya tujuan. Ada orang-orang yang kebetulan menjadi orangtua, tetapi tidak ada anak-anak yang kebetulan. Orangtua Anda mungkin tidak merencanakan Anda dilahirkan, tetapi Allah telah jauh sebelumnya merancang Anda dan Dia ingin Anda hidup.

Nah, Tuhan sesungguhnya tidak perlu membuat rencana atas hidup Anda. Dia bisa saja membiarkan Anda dilahirkan dan kemudian membiarkan Anda berkeliaran di dunia ini tanpa tujuan.

Tetapi Tuhan tidak pernah membuat sesuatu tanpa tujuan. Segalanya memiliki tujuan dan rencana. Tuhan memberi Anda rencana atas hidup Anda. Mengapa? Sebab Dia mengasihi Anda. Dia adalah Tuhan yang baik. Dia menciptakan Anda dengan pemikiran yang sungguh-sungguh.

Sekarang Anda mungkin bertanya, "Jadi bagaimana saya tahu rencana Allah?" Rancangan Allah atas hidup Anda terungkap dan diwujudkan melalui doa. Semakin banyak Anda berdoa, semakin Anda memahami rencana Tuhan untuk hidup Anda. Ketika Anda berdoa kepada-Nya, Dia mendengarkan, dan Dia menjawab dan menyatakan lebih banyak tentang diri-Nya kepada Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kehidupan doa Anda mencerminkan betapa besarnya kerinduan Anda untuk memahami rencana Tuhan atas hidup Anda?
- Apa janji-janji khusus untuk orang percaya dalam Yeremia 29: 11-12?
- Dengan cara apa Allah menyatakan tujuan-Nya atas hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 19 - 22; II Timotius 2:1-13


Tidak ada yang kebetulan, rencana Tuhan atas Anda sudah ada sejak awal Anda diciptakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Seperti Apakah Tuhan itu Sebenarnya?

Mazmur 100: 5 "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."

Jika mengenal siapa Tuhan membentuk cara kita berdoa, maka seperti apakah Tuhan itu sebenarnya?

Tuhan memiliki banyak karakteristik. Ia Maha Tahu, Ia Maha Kuasa, Ia ada di mana-mana. Alkitab memberi tahu kita bahwa Tuhan itu kudus, adil, baik, penuh kasih, dan setia.

Ada begitu banyak sifat Tuhan yang dapat kita pelajari, tetapi beberapa hari ke depan kita akan belajar secara khusus tentang kebaikan Tuhan, sebab kebaikan Tuhan adalah dasar dari semua doa. Apabila Tuhan bukanlah Tuhan, maka kita tidak punya motivasi apapun dalam berdoa.

Satu-satunya alasan mengapa ada kebaikan di dunia ini adalah karena Tuhan adalah Sang Pencipta dunia, dan Dia adalah Tuhan yang baik. Kebaikan-Nya ada di alam semesta ini. Kata "baik" (good) tidak bisa dipisahkan dari kata "Tuhan" (God). Jika tidak ada Tuhan, maka tidak ada yang benar dan salah, atau yang baik dan buruk.

Orang-orang sering bertanya, "Mengapa ada kejahatan di dunia ini?" Jawabannya sederhana: Tuhan tidak memaksa kita berbuat kebaikan. Kejahatan ada karena Tuhan memberi kita pilihan, namun sayangnya dari waktu ke waktu, kita memilih untuk tidak melakukan kebaikan. Kejahatan sangatlah mudah dijelaskan. Hal yang sulit dijelaskan ialah mengapa ada kebaikan di dunia ini. Di dalam dunia yang penuh persaingan tak sehat dan kurangnya rasa empati ini, satu-satunya alasan mengapa ada kebaikan di Bumi ini yaitu karena Tuhan adalah Tuhan yang baik.

Kita bisa berpegang pada kuasa doa karena Tuhan itu senantiasa baik. Ketika Anda pada akhirnya mengerti tentang beberapa perkara karena Anda sudah memahami betapa baiknya Tuhan, maka Anda akan menikmati waktu berdoa. Berdoa itu tidak akan terasa seperti sebuah tugas lagi. Berdoa akan menjadi kegiatan yang menyenangkan!

Selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat beberapa tujuan dari kebaikan Tuhan dalam hidup Anda dan bagaimana hal itu akan mengubah cara Anda berdoa mulai dari hari ini. 

Renungkan hal ini:
- Mengapa kebaikan Tuhan harus menjadi motivasi utama dalam berdoa?
- Apakah doa merupakan sebuah tugas atau kesenangan buat Anda? Mengapa?
- Bagaimana kebaikan Tuhan mempengaruhi cara Anda berdoa?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 16 - 18; II Timotius 1


Tuhan hanya menginginkan kebaikan untuk kita, oleh karena itu Tuhan selalu akan menjawab doa Anda dengan jawaban terbaik untuk kebaikan Anda, walau terkadang tidak sesuai dengan keinginan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Harus Mengenal Tuhan untuk Tahu Bagaimana Berbicara Kepada-Nya

Mazmur 100: 5 "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."

Bukankah Anda benci ketika orang menelepon Anda tapi mereka tidak menyebutkan nama mereka? Mereka langsung berbicara ketika Anda mengangkat telepon, mereka kira kita tahu siapa mereka. Jika Anda tidak tahu siapa yang berada di ujung telepon, itu pasti akan begitu mempengaruhi pembicaraan Anda. Anda tidak tahu nada suara apa yang akan Anda digunakan. Anda sedikit lebih berhati-hati.

Bahkan ketika Anda berbicara dengan seseorang secara pribadi, jika Anda tidak tahu banyak tentang orang itu, Anda cenderung berbicara lebih formal. Jika bertemu di jalan, saya pasti akan mengenali jemaat Gereja Saddleback sebab mereka akan menyapa, "Hei, Pendeta Rick, apa kabarnya?" Tapi ketika seseorang berkata, "Halo, Pendeta Warren," jelas mereka tahu siapa saya tetapi mereka tidak tahu banyak tentang saya.

Jarak dan hubungan menentukan cara Anda berbicara dengan seseorang. Apa yang Anda ketahui tentang seseorang menentukan percakapan Anda dengan orang itu.

Hal yang sama berlaku juga dengan Allah. Pemahaman Anda tentang Allah membentuk segala hal lainnya dalam hidup Anda, termasuk kehidupan doa Anda.

Banyak orang punya kesalahpahaman tentang Tuhan. Beberapa orang mengira Dia adalah dewa pemarah, yang sombong dan yang kesal sepanjang waktu. Mereka berpikir bahwa mereka tidak pernah bisa menyenangkan-Nya. Beberapa orang menggambarkan Dia sebagai dewa "harimau yang menerkam," yang siap menerkam mereka ketika mereka melakukan kesalahan. Beberapa orang beranggapan Tuhan itu dewa yang tidak bisa diandalkan, yang moody dan yang berubah pikiran terus akan mereka.

Beberapa orang menganggap Tuhan sebagai polisi alam semesta, yang tujuannya hanya untuk memastikan Anda mematuhi peraturan, atau dewa yang diktator yang tidak pernah puas dan yang selalu menuntut lagi dan lagi. Dan beberapa orang berpikir memiliki Tuhan yang saya sebut sebagai dewa Play-Doh yang membentuk kita sesuka hatinya.

Pernah dengar seseorang berkata, "Saya sering menganggap Tuhan seperti..."? Tapi maaf, pendapat Anda tentang Allah itu tidak penting. Apa yang penting adalah yang dikatakan di dalam Alkitab tentang Dia!

W. Tozer menulis, "Apa yang terlintas dalam benak Anda saat memikirkan Allah adalah hal yang terpenting bagi Anda, sebab pemikiran itulah yang mempengaruhi segala aspek hidup Anda."

Mengenal Allah dengan dalam adalah penting adanya. Jika Anda memiliki kesalahpahaman tentang Dia, maka doa akan terasa seperti sebuah tugas dan aktivitas yang membosankan. Tuhan tidak ingin Anda berdoa karena rasa bersalah! Dia ingin Anda berbicara dengan-Nya karena Anda mencintai-Nya. Dan Anda akan lebih mengasihi Dia karena Anda mengenal Dia lebih baik melalui Firman-Nya.

Renungkan hal ini:
- Berdasarkan apa yang telah Anda pelajari dari Firman Allah, kata-kata apa yang akan Anda gunakan untuk menggambarkan Allah?
- Mengapa banyak orang memilih mengikuti kata hati mereka tentang Tuhan?
- Anda mungkin ingin orang lain mengenal siapa Anda yang sesungguhnya dan Anda ingin benar-benar dikenali dan dimengerti. Menurut Anda mengapa dan bagaimana Tuhan ingin dikenali dan dimengerti dengan cara yang sama?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 12-15; I Timotius 6


Kenali hati Tuhan dengan seutuhnya, sehingga Anda bisa mempercayaiNya sepenuh hati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Ingin Anda Memiliki Iman yang Lebih Dalam

Markus 10:52 "Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan."


Saya tidak tahu langkah apa yang perlu Anda ambil selanjutnya, tapi saya tahu bahwa Anda harus mengambilnya. Mungkin langkah Anda selanjutnya ialah menerima Yesus Kristus ke dalam hidup Anda. Atau mungkin sekaranglah waktunya untuk dibaptis. Mungkin Anda perlu bergabung dengan persekutuan gereja, bergabung dengan persekutuan doa, mulai memberi perpuluhan, melakukan pelayanan, melakukan perjalanan misi, atau mengajak teman ke gereja. Saya tidak tahu apa langkah Anda selanjutnya, tapi satu yang saya yakini: Anda memiliki sebuah misi. Tuhan tidak akan pernah berhenti membuat Anda memiliki iman yang lebih dalam. Akan selalu ada langkah selanjutnya.

Apabila Anda tidak mengambil langkah berikutnya, Anda akan terjebak di dalam lubang bekas roda kendaraan berat- dan satu-satunya perbedaan antara lubang kuburan dan lubang bekas roda hanyalah panjangnya. Jika Anda tidak maju di dalam iman, iman Anda akan mati. Hati Anda akan menjadi dingin, dan Anda akan merasa lebih jauh dari Tuhan. Dia tidak akan membantu Anda dengan langkah ke dua, tiga, empat, dan lima sampai Anda mengambil langkah pertama. Jika Anda meminta bantuan Tuhan, Dia akan bertanya kepada Anda, "Mengapa kau belum juga melakukan apa yang sudah Kuperintahkan?" Anda hanya "membidik" untuk melakukan sesuatu. Berhenti membidik, Tarik pelatuknya, mulai lakukan saat ini juga. 

Sebelum bertemu Yesus, Bartimeus sedang duduk di pinggir jalan. Ia adalah seorang lelaki buta yang mengemis di pinggir jalan. Setelah penglihatannya kembali karena mujizat Yesus, "ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya" (Markus 10:52). Manakah dari dua frasa tersebut yang menggambarkan kehidupan Anda: duduk di pinggir jalan, atau ikut Yesus di jalan-Nya? Manakah dari dua gaya hidup tadi yang menurut Anda lebih membawa sukacita? Menurut Anda, mana yang lebih menyenangkan, lebih bermakna, dan lebih memberi pemenuhan? Manakah dari cara hidup tadi yang mencerminkan kehidupan Anda? 

Hanya ada satu cara untuk mengikuti jalan Yesus: Ambil langkah berikutnya. 

Iman lebih dari sekedar percaya. Iman lebih dari sekadar berpikir, berbicara, atau memiliki keyakinan tentang Yesus. Alkitab mengatakan dalam Yakobus 2:14, "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?"

Dari mana Anda mendapatkan iman untuk memulai awal yang baru? Hanya ada satu sumber: Yesus Kristus.

"Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita" (1 Korintus 1:30). Bartimeus tidak tahu bahwa Yesus Kristus akan lewat di depannya hari itu. Baginya, itu hanyalah hari-hari yang biasa ia lalui. Tapi Tuhan memberinya kesempatan tak terduga; Dia menawarkan awal yang baru baginya. Tuhan memberi Anda kesempatan yang sama. Jangan sampai melewatkannya. Ambillah langkah iman Anda berikutnya sebelum kesempatan itu berlalu. 

Sudahkah Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda?

Alkitab mengatakan kita semua telah gagal memenuhi standar Allah yang sempurna. Namun Dia tetap mengasihi kita - walaupun kita berdosa dan bercacat cela. Kenyataannya, Allah sangat mengasihi kita sehingga Ia mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk menyucikan kita dari dosa-dosa kita, dan membawa kita masuk ke dalam keluarga Allah.

Jika Anda tidak pernah menerima cinta kasih Allah dan mengundang Yesus masuk ke dalam hati Anda, saya ingin Anda memiliki kesempatan itu sekarang. Jika kata-kata doa ini dapat mewakili hati Anda, maka biarkan Dia tahu bahwa dengan mengucapkan doa ini adalah seperti Anda berkata, "Aku juga."

"Ya Tuhan, aku tidak mengerti semuanya, tapi aku mengucapkan syukur bahwa Engkau mengasihiku. Aku bersyukur kepada-Mu bahwa Engkau ada untukku dan bahwa Engkau tidak mengirim Yesus untuk menghukumku, melainkan untuk menyelamatkanku.

"Aku akui bahwa ku telah berdosa terhadap-Mu, dan aku akui bahwa kumembutuhkan Yesus sebagai Juruselamatku. Aku ingin menjalin hubungan dengan Yesus. Aku ingin ikut Dia dan melakukan hal-hal yang Dia perintahkan. 

"Selamatkanlah aku dari masa laluku, dari penyesalanku, kesalahanku, dosa-dosaku, kebiasaanku, rasa sakitku, dan kegagalanku.

"Aku meminta-Mu untuk menyelamatkanku sehingga ku bisa menjalankan rancangan-Mu. Aku ingin tahu mengapa Engkau menempatkanku di planet ini. Dan aku ingin memenuhi apa yang menjadi kehendak-Mu atas hidupku. Aku ingin belajar untuk mencintai-Mu dan mempercayai-Mu dan berada di dalam keluarga-Mu selamanya. Di dalam nama-Mu, kuberdoa. Amin."

Renungkan hal ini: 
- Apa yang Anda tunggu-tunggu sebelum Anda mengambil langkah iman berikutnya?
- Bagaimana selama ini Anda mencoba membenarkan pilihan Anda untuk menunda-nunda mengambil langkah selanjutnya untuk ikut Yesus?
- Apa "langkah selanjutnya" yang akan Anda ambil hari ini untuk maju di dalam iman?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 6-11; I Timotius 5


Iman adalah tindakan. Iman adalah gerakan; iman adalah aktivitas. Iman adalah sesuatu yang Anda lakukan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Harus Menerima Realita Kegagalan

Pengkhotbah 7:20 "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!"

Di Amerika, kegagalan hampir merupakan dosa yang tidak bisa diampuni. Kami mendewakan kesuksesan. Namun akibatnya, tekanan ini menyebabkan stres yang luar biasa. Ketakutan akan kegagalan punya bermacam warna yang berbeda. Ini bisa membuat Anda menjadi orang yang plin-plan, gila kerja, dan perfeksionis yang bergantung sepenuhnya pada kenyamanan. Karena kita takut gagal, maka kita menghindari berbagai risiko.

Bagi kebanyakan dari kita, rasa takut gagal itu bagaikan bom waktu di hati kita. Bahkan beberapa orang terbaik dan tercerdas di dunia ini adalah mereka yang paling dipengaruhi oleh rasa takut gagal.

Itulah mengapa saya mendorong Anda untuk merenungkan pesan sederhana ini: Kita semua pernah membuat kesalahan. Ini bukan hanya "masalah Anda"; ini masalah setiap manusia. Alkitab berkata, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!" (Pengkhotbah 7:20)

Anda bukan saja pernah membuat kesalahan di masa lalu, tetapi Anda juga akan membuat lebih banyak kesalahan di masa depan. Saya jamin itu. Bermain aman dan menolak mengambil risiko juga merupakan satu kesalahan. Sebagai seorang pendeta, saya sering sekali mendengar orang bertanya, "Bagaimana jika saya gagal?" Saya bertanya balik kepada mereka, "Apa maksud Anda jika?"

Anda sudah gagal berkali-kali dalam hidup. Begitu juga saya. Anda sudah gagal di beberapa bidang kehidupan Anda saat ini, begitu pula ke depannya, Anda akan jauh lebih banyak mengalami kegagalan. 

Bahkan seorang bintang terkenal pun pernah tersandung. Pemain basket professional yang paling terkenal pun tidak selalu berhasil memasukkan bola ke ring. Pemain bisbol profesional terbaik pun pernah gagal memukul bola. Kegagalan itu hal yang normal.

Alkitab mengatakan hanya ada satu kegagalan yang perlu Anda takuti: "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang" (Ibrani 12:15).

Anda membutuhkan anugerah Allah. Kita semua membutuhkannya!

Hanya ketika kita telah melenyapkan rasa takut gagal, barulah kita akan dapat lepas dari cengkeraman menakutkan dalam kehidupan kita. Begitu Anda melakukannya, maka Anda dapat sepenuhnya menerima anugerah Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Dalam hal apa dalam hidup Anda dimana Anda paling takut gagal, mengapa?
- Bagaimana rasa takut Anda akan kegagalan menghalangi Anda untuk mengambil risiko penting dalam hidup Anda?
- Apa yang bisa Anda lakukan bersama dengan teman Anda untuk saling mendorong satu sama lain dalam menggenapkan rancangan Allah atas kehidupan Anda berdua tanpa rasa takut akan gagal?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 1-5; I Timotius 4


Anda tidak akan pernah bisa mengatasi rasa takut gagal sampai Anda benar-benar menerima kenyataan bahwa Anda tidak sempurna.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Diselamatkan untuk Suatu Tujuan

1 Korintus 6:20 "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

Ada sebuah paradoks luar biasa tentang kasih karunia Allah. Kasih-Nya itu diberikan sepenuhnya dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang kepada Yesus dengan iman, namun itu juga merupakan karunia paling paling mahal yang akan pernah kita terima.

Karunia-Nya itu mengorbankan nyawa Putra Allah yang tunggal.

Jadi, setelah apa yang telah Yesus lakukan untuk kita, bagaimana seharusnya kita menanggapi pengorbanan-Nya itu? Kita harus bersyukur. Satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah yaitu dengan membuat hidup kita berharga.

Anda tidak bisa sepenuhnya memahami anugerah Tuhan dan harga yang telah Ia bayar untuk Anda apabila Anda hidup semaunya, mengabaikan perintah Yesus, atau menyia-nyiakan hidup Anda untuk hal-hal yang tak penting. Alkitab menggarisbawahinya seperti ini: "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:20).

Setelah mengalami percobaan pembunuhan yang gagal, Presiden Ronald Reagan mengatakan, "Kini saya memiliki pemahaman baru bahwa saya diselamatkan untuk sebuah tujuan dan bahwa semua waktu saya adalah miliki Tuhan."

Kita semua harus memiliki tujuan yang sama. Karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di kayu saliblah, maka kita diselamatkan untuk menjalankan sebuah tujuan: untuk membuat pembaharuan melalui hidup kita. Yesus tidak mati di kayu salib agar kita bisa menjalani hidup yang semau kita. 

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Anda dianugerahkan karunia rohani, kemampuan, pendidikan, dan hubungan dengan orang lain untuk sebuah alasan— untuk membantu orang lain dan memberitakan kepada mereka tentang Yesus.

Tuhan menyelamatkan Anda agar Ia dapat menggunakan Anda.

Sudahkah Anda mempercayakan Yesus untuk keselamatan Anda?

Alkitab mengatakan bahwa kita hanya bisa masuk surga dengan percaya kepada Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan kita tidak harus mengusahakan kasih Tuhan atau membeli jalan kita ke surga. Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9) .

Apabila Anda belum percaya pada Yesus dan berkomitmen untuk ikut Dia, apa lagi yang Anda tunggu? Jika Anda siap melangkah melintasi garis tersebut dan mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus Kristus dan ikut Dia, berdoalah:

"Ya, Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka semua kesalahan yang pernah kulakukan akan diampuni, aku akan mempelajari tentang tujuan hidupku. Terimalah aku masuk ke dalam rumah-Mu yang kekal di Surga suatu hari kelak.

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkau adalah Juruselamatku. Engkau telah berjanji bahwa jika aku mengakui dosaku dan percaya pada-Mu, maka aku akan diselamatkan. Aku percaya kepada-Mu ketika Engkau berkata bahwa keselamatanku ada karena anugerah-Mu, melalui imanku, dan itu bukan karena apa yang telah kulakukan. Aku menerimamu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini, aku menyerahkan semua area kehidupanku ke dalam pemeliharaan-Mu. Engkau berhak memegang kendali hidupku.

"Yesus, aku ingin bersandar di dalam kasih-Mu. Terima kasih sebab aku tak perlu mengusahakan atau bekerja untuk memperolehnya. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani-Mu ketimbang melayani diriku sendiri. Dengan kerendahan hati kumenyerahkan hidupku kepada-Mu dan memohon agar Engkau menyelamatkanku dan menerimaku masuk ke dalam keluarga-Mu. Di dalam nama-Mu ku berdoa. Amin.".

Renungkan hal ini:
- Apa pendapat Anda tentang orang-orang yang menyia-nyiakan karunia rohani mereka?
- Apakah Anda khawatir suatu hari Anda mungkin akan menyia-nyiakan karunia rohani Anda? Katakanlah kepada Tuhan apapun yang Dia ingin Anda lakukan. Dia memberi Anda kasih karunia karena suatu alasan.
- Apa karunia dan talenta rohani yang telah Tuhan berikan kepada Anda yang bisa Anda gunakan untuk membantu orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ratapan 4-5; I Timotius 3


Dia menciptakan kita untuk suatu tujuan — dan Dia menebus kita untuk suatu tujuan juga. Dan Dia ingin kita melaksanakan tujuan tersebut.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Filipi 2:13 "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."

Sebagai orang Kristen, jika berbicara soal keselamatan, kita biasanya memikirkan tentang kasih karunia Allah. Namun kasih karunia itu jauh lebih dari bagaimana kita datang kepada Kristus. Seluruh perjalanan Kekristenan kita harus digerakkan oleh kasih karunia Allah.

Alkitab berkata, "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (Filipi 2:13).

Kasih karunia-Nya mendatangkan 10 manfaat besar bagi kehidupan kita:

- Kita diselamatkan oleh kasih karuna-Nya. Satu-satunya jalan menuju surga ialah melalui pintu anugerah-Nya. Anda tidak bisa membelinya. Itu bukan atas hasil usaha Anda, melainkan oleh karena kasih karunia dari Allah (Efesus 2: 8-9).

- Kita diampuni oleh kasih karunia-Nya. Meskipun kita tidak layak mendapatkannya, Allah melupakan segala dosa kita (Yesaya 43:25).

- Kita dimampukan oleh kasih karuna-Nya. Tuhan tidak akan pernah meminta Anda melakukan apa pun tanpa memberi Anda kemampuan dan kekuatan untuk menjalankan misi-Nya. Kekuatan dan kemampuan itu kita kenal sebagai anugerah (Filipi 2:13).

- Kita disembuhkan oleh kasih karuna-Nya. Tuhan menyembuhkan hati kita yang hancur dan membalut luka kita meskipun kita tak layak menerimanya (Mazmur 147: 3).

- Kita dibebaskan oleh kasih karunia-Nya. Hubungan kita dengan Yesus bukanlah setumpuk tugas yang harus dikerjakan. Sebaliknya, berhubungan dengan-Nya berarti beristirahat di dalam Dia. Jika Anda menolak bersandar kepada kuasa-Nya, artinya kehidupan Kekristenan Anda bergerak ke arah legalisme: doktrin yang menekankan sistem peraturan dan hukum supaya manusia bisa memperoleh keselamatan. (Matius 11: 28-30).

- Kita bertalenta oleh kasih karunia-Nya. Tuhan telah memberi kita masing-masing kemampuan agar kita menggunakannya untuk kemuliaan nama-Nya (Roma 12:6).

- Kita digunakan oleh kasih karunia-Nya. Tuhan menggunakan kita untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di dunia ini, bukan karena usaha kita, melainkan sesimpel, hanya oleh karena kasih karunia-Nya (Efesus 3: 7).

- Kita diselamatkan oleh kasih karunia-Nya. Kita tidak akan pernah kehilangan keselamatan kita, karena itu merupakan hadiah dari Allah. Seandainya Anda memperolehnya oleh karena usaha Anda, maka Anda juga bisa kehilangan keselamatan itu, begitu Anda gagal atau berhenti berusaha mendapatkannya (Yudas 1:24).

- Kita diubahkan oleh kasih karunia-Nya. Melalui kasih karunia-Nya, Allah menjadikan kita baru melalui pembaharuan pikiran kita (Roma 12: 2).

- Kita menjadi dewasa oleh kasih karunia-Nya. Kita dapat menjadi serupa sengan Yesus bukan karena kita mendapatkannya atau dengan usaha kita sendiri, melainkan oleh karena kuasa dan kasih karunia Allah yang memampukan kita (2 Petrus 3:18).

Kasih karunia Allah itu nyata dan berkuasa dalam hidup kita. Mungkin ketika Anda membaca semua manfaat ini, Anda bertanya-tanya, "Bagaimana caranya agar saya bisa memperoleh kasih karunia Allah?" 

Renungkan hal ini:
- Manakah dari kesepuluh manfaat di atas yang menurut Anda paling sulit diterima? Mengapa?
- Bagaimana Anda bisa mengambil manfaat dari kasih karunia yang telah disebutkan di atas untuk membantu orang lain memahami dan menerapkannya di dalam kehidupan orang tersebut?
- Bagaimana bisa dengan mengetahui kesepuluh manfaat kasih karunia Allah memberi Anda kepercayaan diri untuk melakukan perubahan dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ratapan 1-3; I Timotius 2


Kita tidak dapat melakukan apa pun di dalam Dia atau untuk Dia, jika itu tidak didasarkan dari kasih karunia-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Siapa Yang Akan ke Surga Karena Anda

Kisah para Rasul 20:24 "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 20:24, "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan bahwa hal terpenting dalam hidup ini adalah menikah, menikmati dana pensiun, keliling dunia, menjadi terkenal, atau lunas cicilan rumah. Ayat ini mengatakan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah menjalankan misi Anda. Jika Yesus mati di kayu salib untuk Anda supaya Anda dapat melaksanakan misi pelayanan namun Anda tidak melaksanakannya, itu sungguh suatu hal yang sangat disayangkan. 

Tuhan menempatkan Anda di Bumi untuk melakukan satu tujuan. Dia memiliki sebuah misi yang hanya bisa dilaksanakan oleh Anda, salah satunya yaitu memberi tahu orang lain tentang Kabar Baik kasih karunia itu. Anda mengenal Kristus karena seseorang memberi tahu Anda tentang Dia. Sekarang siapa yang akan Anda wartakan tentang Kristus?

Jika seseorang mati untuk Anda, tidakkah Anda ingin tahu tentang orang tersebut? Yesus bersedia mati untuk setiap orang di dunia ini. Di akhir pekan, orang Amerika biasanya hanya santai di rumah menonton TV ditemani sekaleng soda atau bir, mungkin membaca koran, hanya santai dan bermalas-malasan— dan sama sekali tidak menyadari bahwa Yesus Kristus telah mati untuk mereka dan tidak menyadari bahwa ada anugerah keselamatan untuk mereka. 

Alkitab memberi tahu kita dalam 2 Petrus 3: 9 bahwa Allah tidak berkeinginan bahwa Dia tidak ingin seorang pun binasa, melainkan ingin semua orang harus bertobat. 

Cara kita menunjukkan rasa syukur kita atas anugerah Allah yaitu dengan membuat hidup kita sendiri berarti, dengan menjalani kehidupan yang penuh kemurahan hati yang luar biasa, dan dengan mewartakan sebanyak mungkin orang tentang Kabar Baik.

Renungkan hal ini:
- Kapan pertama kali Anda mendengar Kabar Baik tentang kasih karunia Allah? Perubahan-perubahan apa yang mulai Anda lihat setelah Anda menerima pesan Kabar Baik itu?
- Apa yang menghambat Anda untuk membagikan Kabar Baik itu kepada orang-orang di sekitar Anda?
- Luangkan waktu untuk menuliskan kesaksian Anda sehingga Anda lebih siap untuk mewartakannya saat Allah memberi Anda kesempatan.



Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 51-52; I Timotius 1


Tuhan ingin semua orang berada dalam keluarga-Nya dan karena Tuhan peduli, maka kita juga harus peduli.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Persembahan Anda Mencerminkan Kasih Karunia Allah?

2 Korintus 9: 7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Jika Anda ingin mengukur seberapa besar Anda memahami kasih karunia Allah dan seberapa besar hidup Anda diberkati oleh kasih karunia-Nya, lihatlah persembahan Anda.

Alkitab berkata, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (2 Korintus 9: 7-8).

Perhatikan kata "segalanya" di dalam ayat ini: "senantiasa," "segala sesuatu," "di dalam pelbagai kebajikan." Itulah janji-janji yang berkaitan dengan seseorang yang kian serupa dengan Kristus. Seperti apakah karakter Kristus itu? Dia senang memberi. Allah amat mengasihi dunia ini sehingga Ia pun menganugerahkannya kepada kita. Apabila Anda belum belajar bermurah hati dengan waktu, uang, harta, dan peluang Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa menjadi serupa dengan Kristus. Dalam hal mengasihi Allah, tidak ada bukti yang lebih kuat selain saling mengasihi, berbelas kasih, dan bermurah hati terhadap orang lain dan kepada Allah.

Jika Anda merasa gelisah atau defensif ketika pendeta Anda mulai berbicara soal memberi persembahan, itu artinya Anda tidak memahami kasih karunia-Nya. Pelajarilah kembali Alkitab. Firman-Nya mengatakan bahwa jika Anda memberi dengan sukacita dan dengan kerelaan hati, Tuhan akan memenuhi segala yang Anda butuhkan— "senantiasa," "segala sesuatu," "di dalam pelbagai kebajikan."

Pertanyaannya adalah: Apakah Anda bersedia percaya kepada Tuhan yang telah memberikan hidup-Nya untuk Anda? Jika Anda dapat mempercayakan keselamatan Anda di dalam Dia, mengapa Anda tidak bisa mempercayakan keuangan Anda kepada-Nya juga? 

Sesungguhnya, Anda tidak memiliki apa pun di muka bumi ini. Allah hanya meminjamkannya kepada Anda selama 70 atau 80 tahun. Segalanya adalah milik-Nya. Waktu anak saya masih kecil, saya memberinya lima dolar untuk membelikan saya sebuah hadiah, tapi dari mana asalnya uang itu?

Tuhan juga melakukannya kepada kita. Dia memberi kita dengan berkelimpahan. Kemudian Dia berkata, "Jalanilah hidupmu dengan penuh rasa syukur. Bermurah hatilah dalam memberi, termasuk dalam perpuluhanmu." Apakah Tuhan butuh uang Anda? Tidak. Dia ingin Anda menjadi serupa seperti Dia. Tuhan ingin Anda memiliki hati yang berkata, "Aku tak sabar ingin memberi untuk Tuhan."

Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" Memang, Anda bisa memberitahu Tuhan bahwa Anda mengasihi Dia, bahwa Anda percaya kepada-Nya, bahwa Anda mengutamakan Dia, namun buku tabungan Andalah bukti nyata bagaimana Anda menunjukkan kepada Allah betapa berharganya anugerah Dia bagi Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda menyebut diri Anda orang yang senang memberi dengan sukacita? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Tuhan memberkati keuangan Anda atau menyediakan segala yang Anda butuhkan sebagaimana Anda juga telah setia kepada-Nya dalam hal memberi perpuluhan?
- Dalam hal apa saja Anda mengungkapkan rasa syukur Anda atas kasih karunia Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 48-50; II Tesalonika 3


Tuhan mengasihi Anda lebih dari apa pun. 
Salib membuktikan segalanya. Bagaimana dengan Anda ?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More