• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Anda Memiliki Akses Langsung kepada Tuhan

1 Petrus 2: 5a "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus,"

Allah berfirman bahwa Anda adalah seorang pendeta. Jika dilihat dari asal-usul Anda, itu mungkin membingungkan atau malah mengerikan. Dalam bacaan kita hari ini, Petrus mengatakan bahwa dua manfaat yang dimiliki para pendeta atau imam adalah juga diperuntukkan bagi semua orang percaya.

Dalam Perjanjian Lama, para imam memiliki dua hal:
1. Mereka memiliki hak, hak istimewa, dan kepercayaan untuk bisa langsung datang kepada Allah. Mereka bisa berdoa dan berbicara kepada Allah, beribadah, dan bersekutu dengan Allah. Semua orang harus datang melalui seorang imam atau pendeta untuk berhubungan dengan Allah.

2. Mereka memiliki hak istimewa dan kepercayaan untuk mewakili Allah bagi orang banyak dan untuk melayani kebutuhan orang lain (pelayanan).

Itulah dua kebenaran penting tentang Anda dan saya sebagai orang percaya.

Anda sekarang memiliki akses langsung kepada Allah. Anda tidak perlu berdoa melalui orang lain. Anda tidak perlu mengakui dosa Anda melalui orang lain. Anda tidak perlu bersekutu dengan Tuhan melalui orang lain. Bacalah Alkitab Anda, berbicaralah dengan Tuhan, dan bersekutulah langsung dengan Dia.

Alkitab mengatakan bahwa ketika Yesus mati di kayu salib, tabir Bait Suci terbelah- tabir ini memisahkan Ruang Mahakudus di mana Roh Allah berada, dengan tempat manusia berada. Hanya para imam yang bisa pergi ke balik tabir tersebut setahun sekali. Ketika Yesus mati di kayu salib, Allah merobek tabir itu - sekitar 70 kaki panjangnya - dari atas ke bawah dimana itu melambangkan bahwa tidak ada lagi penghalang antara Dia dan kita.

Anda juga telah dikaruniai dengan kemampuan untuk melayani orang lain. Setiap orang Kristen adalah pelayan Tuhan. Setiap kali Anda menggunakan bakat dan karunia Anda untuk membantu orang lain, artinya Anda tengah melayani.

"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman" (2 Timotius 1: 9). Mengapa Allah menyelamatkan Anda? Sehingga Anda bisa melayani Dia. Orang Kristen yang tidak melayani berseberangan dengan rancangan Allah atas kita.

Bagaimana Anda tahu apa jenis pelayanan Anda? Lihatlah talenta, bakat, dan kemampuan Anda. Ketika Anda menggunakan talenta dan karunia itu untuk membantu orang lain, itu disebut pelayanan – itu bukan sesuatu yang sombong atau yang menakutkan. Talenta Anda bertujuan untuk membantu orang lain. Bisakah Anda menjadi pendeta di kantor penjualan? Pasti Anda bisa. Bisakah Anda menjadi pendeta sebagai akuntan? Tentu saja. Sebagai pengemudi truk? Tentu saja.

Setiap kali Anda membantu orang lain di dalam nama Allah, artinya Anda sedang melayani.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda menggunakan karunia dan kemampuan Anda untuk melayani Tuhan serta orang lain?
- Bagaimana hidup Anda akan berubah seandainya dahulu Anda melihat pekerjaan Anda, lingkungan Anda, dan hubungan Anda sebagai sebuah pelayanan dan peluang untuk melayani?
- Bagaimana Anda memanfaatkan status Anda sebagai seorang imam? Apakah Anda memanfaatkan sepenuhnya akses langsung Anda kepada Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Yesus telah berkorban di salib, korbanNya telah merobohkan dinding dosa yang menjadi penghalang doa kita. 
Jangan takut dan kalah akan bisikan setan di penuduh yang membuat Anda merasa tidak layak untuk maju dan memohon pengampunan padaNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tujuh Ciri-ciri Belas Kasih

Yakobus 3: 17a "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." 

Belas kasih itu bagaikan sebuah berlian, memiliki banyak sisi. Hari ini kita akan melihat tujuh aspek belas kasih, karena saya jamin bila Anda ingin menjadi pelaku kasih, maka itu akan mengubah relasi Anda dengan orang lain.

1. Belas kasih berarti bersabar dengan kekurangan orang lain. Bagaimana Anda bisa lebih sabar terhadap anak-anak, pasangan, atau teman-teman Anda? Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." Semakin bijak Anda, semakin sabar dan berbelas kasih Anda.

2. Belas kasih berarti membantu siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka. Anda tak dapat mengasihi sesama layaknya diri Anda sendiri jika tanpa belas kasih. Amsal 3:27 mengatakan, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Tetapi Allah tidak sekedar memperhatikan apa yang Anda lakukan. Dia memperhatikan sikap Anda: "Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita" (Roma 12: 8).

3. Belas kasih berarti memberi orang lain kesempatan kedua. Ketika seseorang menyakiti kita, kita biasanya ingin membalas atau menjelek-jelekkan orang tersebut. Namun Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4: 31-32).

4. Belas kasih berarti berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda. Belas kasih memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang layak dan pantas mereka terima. Kenapa kita harus melakukannya? Sebab itulah yang dilakukan Allah terhadap Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Lukas 6: 35-36).

5. Belas kasih berarti bersikap baik kepada mereka yang menyinggung Anda. Anda harus lebih tertarik untuk memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus, ketimbang memenangkan argumen Anda. Yudas 1: 22-23 mengatakan, "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

6. Belas kasih berarti membangun jembatan kasih kepada mereka yang sulit untuk dikasihi. Ini apa yang saya sebut kemurahan hati yang direncanakan, sebab Anda telah mengambil pilihan untuk membangun persahabatan dengan orang-orang yang dijauhi atau mereka yang tidak diterima di tempat kerja atau di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi bertanya mengapa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang mereka anggap sampah masyarakat, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9: 13b).

7. Belas kasih berarti menghargai hubungan di atas aturan yang ada. Roma 13:10 mengatakan, "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat." Jika Anda ingin menunjukkan belas kasih Anda, maka perlakukan orang lain dengan baik, meski hukum dan aturan masyarakat memandangnya salah. Dobrak segala prosedur, dan menangkan jiwa-jiwa mereka. Tempatkan hubungan dengan sesama di atas hukum dan peraturan yang dibuat manusia. Pilihlah kasih, ketimbang hukum.

Renungkan hal ini:
- Di dalam hidup bermasyarakat, mengapa seringkali kita lebih cenderung ingin memenangkan argumen kita, ketimbang memenangkan orang lain kepada Kristus?
- Jika belas kasih berarti lebih menghargai hubungan dengan sesama di atas segala aturan manusia, apa yang perlu Anda ubah tentang cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja Anda? Bagaimana dengan anak-anak Anda?
- Minggu ini, apa yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan belas kasih Anda kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang tersakiti?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1


Belas kasihan Yesus pada Anda begitu dalam dan tulus, sampai Dia turut merasakan penderitaan dan kesedihan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Hasrat Rohani Anda?

1 Petrus 2: 2 "Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,"

Apakah Anda lapar akan Tuhan?

Adalah mungkin untuk memelihara rasa lapar spiritual kita akan Tuhan. Berikut lima cara untuk mempertahankan hasrat spiritual kita.

1. Ingat betapa Tuhan mengasihi Anda. Semakin Anda memahami betapa Tuhan mengasihi Anda, semakin Anda akan mengasihi-Nya. Alkitab berkata dalam Efesus 3: 18-19, "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."

2. Berhenti mengisi hati Anda dengan makanan sampah. Anda merupakan makhluk rohani yang diciptakan oleh Allah dengan sebuah lubang kekosongan di hati yang hanya bisa diisi oleh Allah sendiri. Ketika Anda mencoba mengisinya dengan gaji, status, kesuksesan, nafsu, harta, kekuasaan, prestise, atau apa pun itu selain Allah, tidak ada satupun dari itu semua yang dapat memuaskan Anda. Amsal 15:14 mengatakan, "Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan."

3. Jadikan mengenal Allah sebagai tujuan nomor satu Anda. Kebahagiaan adalah bonus dari mengenal Allah. Yesus berkata dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

4. Belajar Firman Tuhan setiap hari. Alkitab adalah makanan bagi jiwa Anda. Makan sekali seminggu tidak akan membuat Anda sehat. Ini sama saja dengan jiwa. Anda perlu memberi makan hati pikiran Anda dengan Firman Tuhan setiap hari. "Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan," (1 Petrus 2: 2).

5. Hasrat Anda dipengaruhi oleh orang-orang di sekeliling Anda. Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli soal politik, maka itu saja yang akan Anda pedulikan. Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli dengan olahraga, maka hanya itu yang Anda pedulikan.

Bergabunglah dengan persekutuan kecil untuk mendapatkan penguatan, sebab apa pun yang Anda bicarakan saat berkumpul dengan orang lain, maka itulah yang membuat jiwa Anda lapar. Amsal 2:20 mengatakan, "Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. 

Renungkan hal ini:
- Apa artinya lapar akan Allah?
- Bagaimana Anda dapat mengingatkan diri Anda sepanjang hari akan kasih Allah?
- Hal-hal apa yang paling sering Anda bicarakan dengan teman-teman Anda? Dengan pasangan Anda? Bagaimana percakapan Anda bersama mereka dapat mengenyangkan rasa lapar rohani Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 6-8; Yohanes 21


Akuilah Jiwa Anda butuh akan kasih Tuhan. Kesenangan dunia tidak akan dapat memuaskan jiwa Anda, hanya Tuhan yang mampu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Masalah Kepercayaan

Mazmur 50:15 "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela"

Ketika saya bertanya kepada orang-orang apa yang membuat mereka tidak percaya kepada Tuhan, kadang mereka menjawab, "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di akhir dunia ini, jadi saya tidak akan mempercayakan hidup saya kepada-Nya." Tetapi kenyataannya malah sebaliknya, selama ini mereka percaya pada hal-hal yang tidak bisa mereka lihat."

Kita tidak bisa melihat gelombang televisi atau radio, tetapi kita menonton TV dan mendengarkan radio setiap hari. Kita tidak dapat melihat gelombang ponsel, tetapi kita menggunakan telepon kita setiap hari tanpa pikir-pikir.

Itu kepercayaan yang piliih-pilih. Kita percaya apa yang ingin kita percayai.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda bersedia percaya pada satu Pribadi yang tak terlihat namun lebih bisa dipercaya dan lebih bisa diandalkan dibanding dengan teknologi apa pun yang dapat diciptakan oleh dunia ini? Apakah Anda bersedia menyerahkan hidup Anda kepada-Nya?

Jika ya, saya mendorong Anda untuk berdoa doa ini:

"Ya Tuhan, ampuni aku atas kesombonganku dan karena menganggap aku tak butuh Engkau dalam hidupku. Ampuni aku. Aku mengakui bahwa aku butuh pertolongan-Mu. Aku butuh penyelamatan-Mu. Tak mungkin aku dapat membayar dosaku sendiri.

"Maka aku meminta-Mu, Yesus, untuk menyelamatkanku dan membebaskanku. Aku berseru kepada-Mu sebab Engkau berjanji bahwa siapa pun yang memanggil nama Allah akan diselamatkan.

"Aku ingin menyerahkan hidupku kepada-Mu, dan aku ingin belajar untuk percaya pada-Mu dan mengenal-Mu lebih baik lagi. Berikanlah aku kehidupan yang lebih baik dan bebaskanlah aku. Di dalam nama-Mu aku berdoa, Amin. "


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20


Iman adalah dasar yang kuat akan segala sesuatu yang belum kita lihat. Jika kita baru percaya setelah melihat, itu bukanlah iman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Menyerah: Beritahu Tuhan dengan Jujur Apa yang Anda Rasakan

Ayub 7:11 "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku."


Tuhan dapat menangani emosi Anda – Dia yang memberikannya kepada Anda! Dia dapat menangani kemarahan, keraguan, ketakutan, pertanyaan, kesedihan, dan bahkan keluhan Anda. Jujurlah; katakan segalanya kepada Tuhan. Angkat beban itu dari pundak Anda. Keluarkan semua unek-unek Anda! Beri tahu Tuhan bagaimana perasaan Anda sejujur-jujurnya: "Tuhan, aku sakit!" 

Itulah yang dilakukan Ayub.

Ayub secara jujur ? berkata ??kepada Tuhan: "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku" (7:11). Katanya lebih lanjut: "Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku? Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja. Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?"(Ayub 7: 12-20).

Jika seandainya Anda adalah Allah, bagaimana reaksi Anda terhadap keluh-kesah Ayub ini? Mungkin marah? Apakah itu yang dilakukan Allah? Tidak! sebab Dia mengerti Ayub. Dia juga memahami Anda, dan Dia memahami rasa sakit Anda. Dia tidak terkejut ketika Anda berkata, "Tuhan, saya tidak suka ini. Ini kacau. Ini menyakitkan!" Menurut Anda, siapa yang menciptakan emosi itu? Menurut Anda, siapa yang memberi Anda kemampuan untuk marah dan mengungkapkan perasaan itu? Allah yang menganugerahkannya. Itulah mengapa Dia tidak pernah terkejut dengan keadaan emosi Anda.

Tuhan membiarkan Ayub mengeluarkan pergumulannya dari dadanya. Ini sebuah katarsis, semacam pembersihan agar Ayub bisa menjadi bersih dan disembuhkan.

Respon yang tepat dalam menghadapi tragedi bukanlah "tersenyum dan tabah" atau omong kosong yang saleh, tetapi sebaliknya, dengan jujur ??memberitahu Tuhan semua pergumulan Anda. Ratapan 2:19a mengatakan, "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan,"

Ayub mempertanyakan tindakan Tuhan, tetapi dia tidak pernah berhenti untuk percaya pada-Nya. Tahukah Anda bahwa mempercayakan perasaan Anda pada Tuhan merupakan ibadah? "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,"(Ayub 1:20).

Renungkan hal ini: 
Bagaimana rasanya ketika Anda memberi tahu sahabat Anda apa yang Anda rasakan sejujur-jujurnya? 
Ketika Anda mendapati diri Anda tengah mempertanyakan tindakan Tuhan, apakah Anda terus mempercayai Tuhan, atau apakah itu malah menjadi sebuah pergumulan?
Apa bedanya, jika ada, antara melepaskan rasa frustrasi Anda kepada sahabat Anda, dengan melepaskannya kepada Allah? Apa hasilnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42


Ekspresikan semua perasaan Anda. Lepaskan rasa frustrasi Anda. Tuhan bisa mengambilnya dan memberi Anda kelegaan!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Menyerah: Terima Bantuan dari Orang Lain

Ayub 6:14 "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa."

Ketika kita mengalami kehilangan atau kekecewaan, reaksi alamiah kita adalah menarik diri dari orang lain. Ini ide yang buruk! Tuhan tidak ingin Anda mencoba mengatasi rasa sakit, kehilangan, atau tekanan dengan kekuatan Anda sendiri. 

Alkitab berkata, "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa (Ayub 6:14). Tuhan memerintahkan kita untuk saling menanggung beban sesama! Kita disuruh untuk "nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11).

Masing-masing dari kita akan mengalami kesukaran dan rasa sakit. Nyeri adalah alat penyama yang hebat. Itu menyamakan siapa pun Anda: kaya atau miskin, tua atau muda. Setiap orang akan menghadapi masalah. Itulah mengapa kelompok doa begitu penting. Alkitab berkata, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6: 2).

Setiap orang membutuhkan teman-teman Kristen yang bersedia berdiri di samping Anda bahkan saat Anda berkata, "Saya tidak bisa percaya pada Tuhan sekarang."

Renungkan hal ini: 
Kapan Anda pernah mengalami saat dimana mengetahui Tuhan itu ada, tetapi Anda ingin berkata, "Sepertinya saya tidak bisa percaya pada Tuhan untuk saat ini"?
Ketika Anda menghadapi momen-momen seperti itu, siapa yang Anda tuju dan Anda andalkan?
Bagaimana Anda mengembangkan relasi yang menghasilkan teman-teman yang bisa Anda andalkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22


Menerima bantuan orang lain, bukan berarti berharap pada orang tersebut. Tetap arahkan pandangan dan pengharapan Anda hanya pada Tuhan saja.
Tuhan yang akan menolong Anda melalui perantara orang lain menurut rencanaNya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Menyerah: Menolak untuk menjadi Kepahitan

Ayub 1: 21-22 "Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut."

Kesedihan merupakan bagian dari kehidupan, tetapi Anda tidak bisa membiarkan musim kesedihan itu berubah menjadi gaya hidup.

Di satu titik, Anda harus membiarkan kesedihan itu pergi!

Allah memberi Anda kasih karunia untuk melewati apa yang sedang Anda alami. Orang lain mungkin tidak memiliki ukuran kasih karunia yang sama, sehingga itu menyebabkan mereka memberi Anda nasihat yang buruk!

"Maka berkatalah isterinya (Ayub) kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya" (Ayub 2: 9-10).

Ayub menolak untuk menjadi kepahitan dan kesal. Kepahitan memperlama rasa sakit. Itu tidak meringankan rasa sakit; itu memperparah rasa sakit.

"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang" (Ibrani 12:15).

Ayub memberikan tiga langkah untuk kita bisa kembali fokus:

1. Tempatkan hati Anda dengan benar. Itu artinya Anda memaafkan. Mungkin Anda berkata, "Tapi saya tidak bisa memaafkan dia!" Itulah mengapa Anda membutuhkan Kristus dalam hidup Anda; Dia akan memberi Anda kekuatan untuk memaafkan.

2. Minta bantuan Tuhan. Minta Dia untuk masuk ke dalam hati Anda, menyembuhkan luka-luka itu, membantu Anda, serta memberi Anda kekuatan- kekuatan untuk esok, minggu depan, bulan depan.

3. Hadapi dunia ini kembali dengan tegas dan berani. Banyak orang, ketika mereka terluka, menarik diri ke cangkangnya. Mereka berkata, "Saya tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti saya lagi!" dan mereka mulai menarik diri. Namun Ayub mengatakan untuk melakukan yang sebaliknya: Lanjutkan hidup Anda; jangan bersembunyi. Kembalilah ke luar sana dan hadapilah. 

Ada akhir yang bahagia dari kehidupan Ayub. "TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina" (Ayub 42:12). Ayub telah menjalani semua kesakitan ini, tetapi terlepas dari itu semua, Allah memberkati bagian terakhir dari kehidupan Ayub, bahkan lebih dari kehidupannya yang terdahulu. 

Tidakkah Anda mengingkan hal yang sama? Katakan, "Tuhan, saya tak peduli apakah saya punya waktu 5 tahun atau 50 tahun lagi. Tapi, maukah Engkau memberkati bagian terakhir dari hidup saya lebih dari bagian yang pertama?"

Ini pelajaran dari kehidupan Ayub: Siapa pun atau apa pun yang telah menyakiti Anda atau seberapa pun lamanya Anda terluka atau seberapa pun parahnya Anda terluka, Allah dapat membuat sisa hidup Anda sebagai bagian yang terbaik dalam hidup Anda apabila Anda bersedia mengampuni dan melepaskan semua kebencian dan mereka yang telah menyakiti Anda. 

Renungkan hal ini: 
Di dalam kesedihan, mengapa lebih mudah bagi kita untuk menarik diri, ketimbang ada bersama orang-orang yang akan membantu kita untuk melanjutkan hidup?
Bagaimana selama ini Anda mengalami atau mengamati akibat dari menyerah pada kepahitan?
Apa yang Anda inginkan dari Tuhan untuk membantu Anda menjalani sisa hidup Anda? Apa yang Anda perlu lepaskan sehingga Dia dapat bekerja sepenuhnya di dalam dan melalui Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40


Ada perbedaan antara berduka dan merintih sedih, antara menangis dan bergumul. Kedukaan dapat mengecilkan hati saya, tetapi bukan berarti itu dapat mendefinisikan saya. Kedukaan merupakan bagian dari kedewasaan saya, tetapi itu bukan menandakan siapa saya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Memiliki Kekuatan untuk Berkata Tidak

Roma 8:12 "Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging."


Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya akui ada banyak hal yang tidak bisa saya tolak sebelum Roh Kudus datang ke dalam hidup saya. Saat itu saya ingin berkata "tidak," tetapi saya tidak bisa. 

Apa pun itu, tetapi kita semua memiliki tekanan, kebiasaan, nafsu, dorongan, keinginan, atau ketertarikan yang membuat kita merasa seolah-olah kita tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Anda tidak bisa menolong diri Anda sendiri. Anda tidak bisa berkata "tidak."

Namun, bila Anda telah menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda, Anda bisa berkata "tidak." Roma 8: 9 mengatakan, "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."

Ya, Anda masih akan tetap memiliki keinginan itu. Tetapi Roh Kudus akan memberi Anda kekuatan untuk berkata "tidak" untuk itu semua; Anda tak perlu menuruti keinginan-keinginan tersebut. Inilah perbedaan yang dibentuk oleh Roh Allah pada diri Anda. Beginilah cara Allah membebaskan Anda dari desakan-desakan dalam diri Anda. 

Jenis budak yang paling buruk adalah budak atas kehendak manusiawi kita. Beberapa orang berkata, "Yah, jika keinginan itu masih wajar, mengapa saya harus membatasinya?" Banyak kehendak yang kelihatannya lazim, wajar: adalah wajar jika kita mementingkan diri kita sendiri, tetapi berusaha memenuhi keinginan tersebut mungkin tidak baik untuk anak-anak Anda atau pasangan Anda.

Wajar bukan berarti selalu baik. Saya mungkin memiliki keinginan alamiah untuk menguras semua uang saya, tetapi itu tidak berarti saya harus melakukannya.

Renungkan hal ini:
Apa saja kehendak yang "wajar" dalam hidup Anda yang bisa menjauhkan Anda dari Yesus?
Apa strategi Anda untuk mengerem keinginan tersebut - dan seberapa baik strategi Anda tersebut bekerja?
Bagaimana Roh Kudus membantu Anda untuk berkata "tidak" pada apa yang wajar, dan berkata "ya" untuk pilihan-pilihan matang secara rohani?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31;Yohanes 18:1-18


Ketika saya menerima Kristus ke dalam hidup saya, saya memiliki Roh Kudus untuk membantu menggerakkan pilihan-pilihan saya dan berkata "tidak" pada hal-hal yang nampaknya wajar dan sebalikya, berkata "ya" untuk pilihan-pilihan yang matang secara rohani.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Berdiri Teguh pada Kasih Allah Luar Biasa

1 Yohanes 4: 9–10 "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."

Segala sesuatu dalam hidup berubah — hubungan, pekerjaan, ketenaran. Satu menit Anda merasa bagai pahlawan; di menit berikutnya, Anda merasa seperti pecundang. Namun ada satu hal di alam semesta ini yang tidak akan pernah berubah: kasih Tuhan.

Perhatikan kata "begitu besar" dan "kasih" dalam ayat paling terkenal dalam Alkitab ini, Yohanes 3:16. Ayat ini mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,..."

Allah mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah, kasih yang tidak akan pernah bisa dirampas dari kita, itu sungguh di luar akal manusia. Dia mengasihi Anda di hari-hari baik Anda dan di hari-hari buruk Anda. Dia mengasihi Anda di saat hujan dan di saat matahari bersinar.

Allah berfirman bahwa Dia tidak ingin Anda hanya mengetahui kasih-Nya yang melimpah itu secara intelektual semata. Dia ingin Anda megetahui kasih-Nya itu secara personal. Kasih adalah sifat Allah, dan Dia menciptakan alam semesta ini dan segala isinya tak lain tak bukan yaitu untuk mengasihi dunia ini. Dan Allah menciptakan Anda agar Dia dapat mengasihi Anda.

Bahkan, di dalam Yesus, Allah menunjukkan kepada kita seperti apa kasih yang sejati itu, kasih-Nya. "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita"(1 Yohanes 4: 9–10).

Banyak orang mengatakan bahwa mereka mencintai Anda. Allah telah menunjukkan betapa Dia mencintai Anda. Dia amat sangat mencintai Anda. Dia telah mengorbankan Putra-Nya. Ketika Yesus mati untuk Anda, sesungguhnya Allah sedang mengatakan bahwa Dia amat mencintai Anda, sampai-sampai Dia lebih baik mati daripada hidup tanpa Anda.

Dan Alkitab mengatakan bahwa itulah yang dinamakan kasih sejati, kasih yang menjadi dasar Anda membangun hidup. Kasih sejati rela berkorban. Kasih sejati bertahan hingga akhir. Kasih yang sejati memberi segalanya.

Itulah jenis cinta yang hanya dimiliki Allah untuk Anda. Dan Dia sedang menunggu Anda dengan tangan terbuka untuk menunjukkan itu kepada Anda.

Renungkan hal ini:
Bagaimana perasaan Anda ketika membaca, "Tuhan mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah dan yang tak akan pernah bisa diambil dari Anda?
Kapan Anda biasanya meragukan kasih Allah?
Apa yang diperlihatkan oleh kasih Allah yang rela berkorban itu melalui Yesus tentang bagaimana caranya harus mengasihi orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17

Dengan mengetahui bahwa Tuhan masih tetap mengasihi kita meski apa pun yang terjadi - kegagalan, kehancuran, dosa Anda – itu memberi kita sebuah fondasi yang kokoh dalam hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Menjadi Murid Seumur Hidup

Amsal 19: 8 "Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan."

Banyak orang menghabiskan masa mudanya untuk mengejar pendidikan. Semoga komitmen dalam hal pendidikan ini akan terus-menerus ada. Mengapa? Sebab kita semua harus menjadi murid seumur hidup kita. 

Alkitab mengatakan banyak hal tentang betapa pentingnya mengejar ilmu dan terus belajar. Malah sebenarnya kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi kita (lihat Lukas 10:27).

Bagaimana caranya? Dengan menggunakannya, mengembangkannya, dan tidak menyia-nyiakannya. Alkitab mengatakannya seperti ini: "Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan" (Amsal 19: 8).

Apakah Anda ingin berhasil dalam kehidupan? Alkitab mengajarkan kita untuk belajar dan kemudian menerapkan apa yang telah kita pelajari.

Di hampir setiap negara di dunia ini, bukan kebetulan bahwa orang Kristen terpanggil untuk mendirikan sekolah pertama dan rumah sakit pertama. Sebab kita percaya Tuhan tidak hanya peduli dengan jiwa kita. Dia juga peduli dengan pikiran dan tubuh kita.

Mungkin Anda tidak punya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal, namun masih ada banyak cara untuk Anda belajar. Mendapatkan pendidikan bisa menjadi investasi yang baik untuk waktu dan uang Anda – investasi untuk diri Anda sendiri. 

Tapi mari kita perjelas hal ini. Pendidikan tidak berakhir di sekolah, dan sekolah bukanlah satu-satunya tempat kita belajar dan dididik. Jika ingin sukses, Anda harus belajar di sepanjang hidup Anda. Juga, Anda harus berhati-hati. Anda harus jaga pikiran Anda. Anda harus mempelajari hal yang benar.

Amsal 4:13 mengatakan, "Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu."

Renungkan hal ini:
Manfaat apa yang Anda dapat dari kebenaran, ide, dan prinsip yang telah Anda pelajari dalam hidup?
Selama ini, bagaimana komitmen Anda untuk belajar sepanjang hidup menghasilkan pengalaman yang bermanfaat?
Apakah Anda sudah menjadi lebih dekat kepada Yesus dengan mengasihi Tuhan dengan pikiran Anda dan menjaga pikiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 25-27; Yohanes 16


Jadikanlah Tuhan sebagai Guru seumur hidup kita, maka hikmat surgawi seperti yang diminta oleh Raja Salomo akan Tuhan berikan untuk kita. Menjadi murid artinya kita mau diajar, dididik, dikoreksi, direndahkan dan taat padaNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kerendahan Hati adalah Sebuah Pilihan

1 Petrus 5: 6 "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."

Ketika Anda berhasil, jauh lebih mudah untuk jatuh, daripada mempertahankan kesuksesan Anda. Kita cenderung menjadi sombong dan melupakan Tuhan. Dan ketika kita melakukannya, kesuksesan kita akan hancur.

Bila Anda pernah berada dalam situasi itu, maka langkah pertama yang harus diambil amatlah sangat penting.
Alkitab berkata, "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2: 5a).

Jika Anda mengagungkan diri Anda sendiri, maka Anda harus bertobat. Cara pikir Anda harus berubah dalam memandang kehidupan ini. 

Mengapa harus bertobat? Kerendahan hati adalah sebuah pilihan. Alkitab tidak pernah menyuruh kita untuk berdoa agar Tuhan membuat kita rendah hati. Kerendahan hati adalah sesuatu yang Anda pilih untuk diri Anda sendiri.

Alkitab berkata, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5: 6).
Kerendahan hati adalah sebuah pilihan.
Bila saat ini Anda tengah berada dalam kesuksesan dan mulai menjadi sombong, maka bertobatlah - hari ini juga! Ubah perspektif Anda tentang siapa Anda dan dari mana kesuksesan Anda berasal.

Alkitab berkata, "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12).
Renungkan hal ini: 

Bagaimana selama ini Anda melihat kebanggan terhadap diri sendiri telah mendatangkan masalah bagi seseorang yang Anda sayangi?
Apakah Anda kelihatannya terlalu rentan untuk menyombongkan diri sendiri di bidang-bidang tertentu dalam hidup Anda? Menurut Anda, mengapa itu terjadi?
Dengan doa, pikirkanlah baik-baik: Apakah Anda perlu bertobat dari kesombongan diri Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 23-24; Yohanes 15


Inilah bedanya antara kesombongan dan kerendahan hati. Kesombongan yaitu ketika saya menerima pujian atas hal-hal yang sudah Tuhan dan orang lain lakukan melalui saya dan untuk saya. Kerendahan hati bukan berarti kurang memikirkan diri sendiri, melainkan sebaliknya, lebih banyak memikirkan orang lain dan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ganti dari Apa yang Kita Ketahui Tentang Tuhan menjadi Apa yang Kita Percayai Tentang Tuhan

1 Timotius 6: 21a "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman."

Kepala dan Hati Anda berjarak 18 inci (45.72 cm). Namun sayangnya, beberapa orang bisa melewatkan Surga karena jarak 18 inci tersebut. Mereka tahu tentang Tuhan di kepala mereka, tetapi tidak di hati mereka. Mereka secara intelektual percaya pada Injil, tetapi mereka tidak pernah mengizinkan Dia mengubah hati mereka.

Saya menghabiskan sebagian dari umur saya di sekolah, total 24 tahun untuk mendapatkan gelar master dan doktor saya. Sejujurnya, saya sudah lupa banyak hal yang saya pelajari. Tetapi saya tidak pernah lupa kebenaran paling penting yang pernah saya pelajari. Kita diciptakan oleh Allah. Kita diciptakan untuk Allah. Bila kita belum memahami konsep itu, hidup ini akan selalu terasa tidak masuk akal. 

Anda tidak diciptakan untuk kepentingan diri Anda sendiri.

Alkitab berkata, "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman" (1 Timotius 6: 21a).

Anda mungkin tahu teori String. Anda mungkin tahu teori Chaos. Anda mungkin tahu teori Fisika Kuantum. Tetapi jika Anda tidak kenal Tuhan, maka Anda telah kehilangan arah tujuan hidup Anda.

Di akhir hidup Anda, Tuhan akan memberi Anda sebuah ujian akhir. Tapi ini kabar baiknya: Anda boleh buka buku. Buku apa itu? Semua jawabannya ada di dalam Alkitab.

Dalam ujian tersebut, Tuhan tidak akan bertanya apakah nilai sekolah Anda A semua. Tuhan tidak akan peduli seberapa cemerlang Anda dalam karir Anda. Tuhan tidak akan menyuruh Anda menunjukkan saldo rekening bank Anda. Sebaliknya, Tuhan akan menanyakan ini pada Anda: Apakah kau sudah mengenal Aku? Apakah kau sudah membangun hubungan dengan Anak-Ku yang Aku kirim ke Bumi untuk mati di kayu salib bagimu?

Renungkan hal ini:
Mengapa begitu sulit untuk mengganti konsep kita dari apa yang kita ketahui tentang Tuhan, menjadi apa yang kita percayai tentang Tuhan?
Menurut Anda mengapa banyak orang menunda untuk memulai hubungan dengan Tuhan?
Jika Tuhan bertanya kepada Anda hari ini, "Apakah engkau tahu Anak-Ku?", Bagaimana Anda akan menjawabnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14


Tuhan tidak akan bertanya seberapa hafal Anda akan Firman Tuhan dan perintah – perintahNya. Tuhan hanya akan bertanya dan menguji iman kita kepadaNya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Beriman dalam Ucapan

Roma 4:17 "Seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Bagi orang yang tidak mengerti iman, kadang berbicara dengan iman itu kelihatan konyol, sangat arogan, dan sama sekali jauh dari realita. Abraham paham benar hal ini. Suatu hari Allah mendatangi Abram dan berkata, "Abram, Aku akan mengganti namamu dari Abram menjadi Abraham." Abraham artinya "Bapa dari banyak bangsa."

Tapi ada satu masalah: Abraham sudah berusia 99 tahun, dan istrinya telah lewat usia senja untuk melahirkan anak. Dia mungkin diejek karena namanya itu. Tetapi Allah berkata kita tidak hidup di dunia realitas manusia. Kita hidup di dunia realitas surgawi, dan kita jangan menjalaninya sebagaimana adanya yang tampak, tetapi sebagaimana yang akan terjadi, seturut dengan kehendak Allah.

Alkitab mengatakan bahwa Allah "menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada" (lihat Roma 4:17). Ini yang disebut berbicara dengan iman - Anda mengatakannya dan Anda mengamininya.

Karunia roh utama saya adalah karunia iman. Saya tidak mengatakan ini tanpa arti. Saya mengatakan ini seperti yang diajarkan Tuhan, sebagaimana seharusnya, seperti yang Tuhan mau saya ucapkan.

Ada banyak pendeta di luar sana, beberapa di antaranya terkenal, yang pelayanannya sebenarnya hanya membahas tentang situasi-situasi yang tengah terjadi di dunia. Ada banyak hal di dunia ini yang teramat buruk. Jadi mereka mengkritiknya dan merendahkannya, dan ajaran mereka cenderung sifatnya lumayan negatif, karena ada banyak alasan untuk kita untuk berpikiran negatif. Mereka berdalih, "Saya hanya mengatakan apa adanya, kok."

Itu tidak ada salahnya, tetapi ada cara yang lebih baik. Jangan hanya mengatakan realitanya. Katakan apa yang bisa terjadi jika kita tekun beriman kepada Tuhan! Hanya membahas hal-hal buruk tidak akan pernah mengubah siapa pun. Itu hanya akan membuat orang tambah berkelit dan tak mau berserah pada Tuhan. 

Misalnya Anda berkata kepada seseorang, "Anda ayah yang buruk. Anda tidak menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda karena karier Anda lebih penting." Tetapi sesungguhnya ketika Anda mencap seseorang, Anda malah hanya memperkuat label itu. Sebaliknya, katakan, "Saya percaya Anda mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Jika Anda membiarkan Yesus Kristus mengendalikan hidup Anda, memang Anda tidak akan jadi sempurna di mata Anda, tetapi Anda bisa menjadi seseorang dengan karakter yang kudus yang anak-anak Anda teladani." Itulah jenis pembicaraan yang memotivasi, yang mendatangkan perubahan!

Anda tak perlu mengatakan yang apa adanya. Katakan apa yang bisa terjadi, apa yang seharusnya Anda katakan seperti yang diinginkan Tuhan. Katakan itu dengan iman.


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38


Ada kuasa besar di dalam kata-kata Anda. Jika Anda ingin menjadi orang yang beriman besar, Anda harus mengubah cara Anda berbicara. Anda harus memperkatakan apa yang Tuhan mau Anda katakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Beriman dalam Ucapan

Roma 4:17 "Seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Bagi orang yang tidak mengerti iman, kadang berbicara dengan iman itu kelihatan konyol, sangat arogan, dan sama sekali jauh dari realita. Abraham paham benar hal ini. Suatu hari Allah mendatangi Abram dan berkata, "Abram, Aku akan mengganti namamu dari Abram menjadi Abraham." Abraham artinya "Bapa dari banyak bangsa."

Tapi ada satu masalah: Abraham sudah berusia 99 tahun, dan istrinya telah lewat usia senja untuk melahirkan anak. Dia mungkin diejek karena namanya itu. Tetapi Allah berkata kita tidak hidup di dunia realitas manusia. Kita hidup di dunia realitas surgawi, dan kita jangan menjalaninya sebagaimana adanya yang tampak, tetapi sebagaimana yang akan terjadi, seturut dengan kehendak Allah.

Alkitab mengatakan bahwa Allah "menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada" (lihat Roma 4:17). Ini yang disebut berbicara dengan iman - Anda mengatakannya dan Anda mengamininya.

Karunia roh utama saya adalah karunia iman. Saya tidak mengatakan ini tanpa arti. Saya mengatakan ini seperti yang diajarkan Tuhan, sebagaimana seharusnya, seperti yang Tuhan mau saya ucapkan.

Ada banyak pendeta di luar sana, beberapa di antaranya terkenal, yang pelayanannya sebenarnya hanya membahas tentang situasi-situasi yang tengah terjadi di dunia. Ada banyak hal di dunia ini yang teramat buruk. Jadi mereka mengkritiknya dan merendahkannya, dan ajaran mereka cenderung sifatnya lumayan negatif, karena ada banyak alasan untuk kita untuk berpikiran negatif. Mereka berdalih, "Saya hanya mengatakan apa adanya, kok."

Itu tidak ada salahnya, tetapi ada cara yang lebih baik. Jangan hanya mengatakan realitanya. Katakan apa yang bisa terjadi jika kita tekun beriman kepada Tuhan! Hanya membahas hal-hal buruk tidak akan pernah mengubah siapa pun. Itu hanya akan membuat orang tambah berkelit dan tak mau berserah pada Tuhan. 

Misalnya Anda berkata kepada seseorang, "Anda ayah yang buruk. Anda tidak menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda karena karier Anda lebih penting." Tetapi sesungguhnya ketika Anda mencap seseorang, Anda malah hanya memperkuat label itu. Sebaliknya, katakan, "Saya percaya Anda mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Jika Anda membiarkan Yesus Kristus mengendalikan hidup Anda, memang Anda tidak akan jadi sempurna di mata Anda, tetapi Anda bisa menjadi seseorang dengan karakter yang kudus yang anak-anak Anda teladani." Itulah jenis pembicaraan yang memotivasi, yang mendatangkan perubahan!

Anda tak perlu mengatakan yang apa adanya. Katakan apa yang bisa terjadi, apa yang seharusnya Anda katakan seperti yang diinginkan Tuhan. Katakan itu dengan iman.


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38


Ada kuasa besar di dalam kata-kata Anda. Jika Anda ingin menjadi orang yang beriman besar, Anda harus mengubah cara Anda berbicara. Anda harus memperkatakan apa yang Tuhan mau Anda katakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Untuk Mendapatkan Kuasa Tuhan, Berilah Kepercayaan Anda kepada-Nya

Filipi 4:13 "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Hubungan yang benar dengan Yesus merupakan dasar bagi setiap bidang kehidupan Anda.

Dengan hubungan yang kuat dengan Yesus, Anda bisa tumbuh dan berubah dengan cara-cara yang mustahil dilakukan jika tanpa-Nya. Malah sesungguhnya kita tidak bisa mencapai apa pun tanpa kuasa Tuhan: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13).

Misi untuk membuat perubahan besar dalam hidup kita mungkin kelihatan mustahil. Tentu saja itu menjadi mustahil ketika kita mencoba melakukannya sendiri! Namun kuasa Allah yang bekerja melalui iman kita akan mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Itulah sebabnya dibutuhkan iman dalam melaksanakan kehendak Allah. Anda tidak akan pernah mampu melakukannya dengan kekuatan atau pengertian Anda sendiri. Tuhan tidak merancang Anda untuk mampu melakukannya sendiri! Hal apapun yang bisa Anda kerjakan dengan kuasa Anda sendiri tidak memerlukan iman, dan ketika Anda sudah merasa tak memerlukan iman lagi, artinya Anda hidup tanpa iman.

Ketika Anda datang kepada Kristus untuk mengakui kelemahan Anda, seringkali Dia mengubah kelemahan terbesar Anda menjadi kekuatan terbesar Anda. Tetapi itu hanya terjadi melalui kuasa Allah. Alkitab memberi tahu kita ada hubungan langsung antara iman dengan kuasa. Semakin besar iman yang Anda miliki di dalam Tuhan, semakin besar kuasa dan semakin banyak berkat yang akan Anda miliki dalam hidup Anda.

Yesus menggambarkan ini dalam Matius 13 ketika Dia berkunjung ke kota kelahirannya, Nazareth. Alkitab mengatakan bahwa Yesus tidak melakukan banyak mujizat di kota kelahiran-Nya tersebut karena kurangnya iman orang-orang di sana.
Alkitab mengatakan Abraham adalah bapa orang beriman, dikatakan, "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah," (Roma 4:20).

Tanpa kuasa Allah dalam hidup Anda, maka Anda hanya berlari di tempat dengan kekuatan Anda sendiri. Itu ibaratnya menggunakan laptop yang tidak disambungkan ke sumber listrik; daya baterainya akan kian melemah dan pada akhirnya habis. Mengapa Anda mau hidup yang seperti itu?

Gambarannya seperti ini: Anda punya baterai kecil di dalam Anda. Anda bisa menjalani hidup dengan kekuatan Anda sendiri, tetapi konsekuensinya, Anda lelah sepanjang waktu. 
Atau sebaliknya, Anda mendapatkan akses untuk menggunakan pembangkit listrik milik Tuhan. Yang cukup Anda lakukan ialah menghubungkan diri Anda dengan Tuhan dan mengakui bahwa Anda butuh bantuan-Nya. Tuhan punya kekuatan yang tak terbatas untuk menopang hidup dan misi hidup Anda.

Renungkan hal ini:
Kapan Anda pernah mencoba melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan dengan kuasa Tuhan? Bagaimana Anda melihat Tuhan bekerja melalui situasi tersebut?
Apa saja tanda-tanda peringatan dalam hidup Anda yang menunjukkan bahwa Anda tengah mencoba melakukan sesuatu dengan kekuatan Anda sendiri, bukan dengan kekuatan Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 17-18; Yohanes 13:1-20


Tuhan memberkati orang-orang yang tidak takut untuk percaya pada Dia sepenuhnya. Ketika Anda memberi Dia kepercayaan Anda, maka Tuhan akan meliputi Anda dengan kekuatan-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Cara Melawan Musuh yang Menghalangi Niat Baik Anda

Mazmur 119: 112 "Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir."

Alasan mengapa kebanyakan orang tidak berbuah di dalam kehidupannya adalah karena mereka tidak pernah belajar cara bertarung dalam peperangan pikiran mereka. 

Jika Anda mau belajar mengelola pikiran Anda, maka Anda harus membebaskannya dari pikiran-pikiran destruktif. Itu tidak mudah, sebab ada tiga musuh yang berusaha menghadang Anda untuk mewujudkan semua niat baik Anda untuk mengubah hidup Anda.

1. Musuh pertama adalah sifat lama Anda.
Paulus berkata dalam Roma 7:23, "Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."
Apakah Anda pernah mendapati diri Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya tak ingin Anda lakukan? Itulah pertempuran di dalam otak Anda, antara sifat lama Anda yang penuh dosa dengan niat baik Anda.

2. Musuh kedua adalah Setan.
Setan tidak bisa memaksa Anda melakukan apa pun, namun ia bisa memberi Anda saran-saran, dan itu sifatnya amat sangat kuat. Setan bisa terus-menerus menanamkan pikiran negatif ke dalam pikiran Anda. Setan akan memakai orang lain atau memakai televisi atau bisa dengan semudah memunculkan satu pikiran di dalam otak Anda. 

3. Musuh ketiga adalah sistem nilai dunia.
Tidak banyak hal di masyarakat kita yang menggalakkan kedisiplinan diri? Malah, hampir setiap iklan yang ada menyarankan, "Anda layak beristirahat sejenak hari ini. Lakukan apapun yang Anda mau. Kami akan mewujudkannya untuk Anda. "

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 2:16, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Dengan musuh-musuh yang seperti itu, tidak heran jika kita kerap bergumul dengan keputusasaan, keterpurukan, dan kegagalan!

Lalu, bagaimana seharusnya kita berjuang dalam pertempuran ini? Lihat apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 10: 3-5: "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"

Anda punya pilihan. Pikiran Anda harus mendengarkan Anda. Allah tidak sekedar memberikan Anda akal; Dia memberi Anda kehendak ! 

"Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir." (Mazmur 119: 112).

Renungkan hal ini: 
Langkah-langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk menghafal Alkitab sehingga Anda lebih mudah bertempur melawan godaan dan cobaan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50


Waktu terbaik untuk memenangkan pertempuran dengan godaan di dalam kepala Anda yaitu sebelum pertempuran itu dimulai.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengirimkan Sinyal S.O.S

Mazmur 70: 5 "Maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela"

Pernahkah Anda berada dalam situasi yang kacau dan Anda sadar bahwa mustahil buat Anda keluar dari sana dengan kekuatan Anda sendiri? Mungkin mobil Anda terperosok atau Anda tersesat dan Anda tak tahu di mana Anda berada. Ketahuilah Anda butuh penyelamat.

Namun masalahnya, seberapa mudah buat Anda untuk meminta bantuan?

Alkitab diisi dengan banyak situasi di mana banyak orang butuh diselamatkan: Adam dan Hawa, Yusuf, Musa, Yunus, orang-orang Israel. Mereka semua membutuhkan misi penyelamatan, Juruselamat. Namun, tak semua dari kita merasa mudah untuk meminta bantuan. Mengapa? Karena kebanggaan diri. 

Sulit untuk mengakui bahwa kita memerlukan bantuan orang lain. Orang-orang mungkin akan menganggap kita lemah atau bodoh atau kurang sempurna dibandingkan dengan imej yang ingin kita tampilkan. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah siap untuk "menyelamatkan bangsa yang tertindas" (lihat Mazmur 18: 27).

Yesus adalah Juruselamat. Dia datang ke Bumi untuk menyelamatkan semua manusia melalui kematian dan Kebangkitan-Nya. "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus"(1 Timotius 2: 5).

Tetapi itu artinya Anda harus mengakui bahwa Anda butuh diselamatkan. Perlu kejujuran dan kerendahan hati untuk mengakui kebutuhan kita dan berucap seperti Daud, "Tetapi aku ini sengsara dan miskin--ya Allah, segeralah datang! Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang! (Mazmur 70: 5).

Itu saja yang harus Anda lakukan. Terima anugerah-Nya, belas kasih-Nya, dan kasih-Nya. Tetapi pastikan Anda menelan kebanggaan diri Anda terlebih dahulu.

Renungkan hal ini:
- Seberapa mudah Anda meminta bantuan orang lain?
- Kapan Tuhan pernah "bergegas membantu Anda"di saat Anda mengalami kesukaran?
- Siapa orang yang menjadi panutan Anda untuk menjalani kehidupan yang jujur dan rendah hati? Mengapa?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 13-14; Yohanes 12:1-26


Jangan sombong untuk mengakui bahwa Anda membutuhkan pertolongan Yesus
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Tidak Bisa Menjadi Juruselamat Ciptaan Anda Sendiri

Galatia 1: 4 "Yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita."

Daud merupakan salah satu raja terhebat Israel – dia kuat, cerdas, kaya raya. Dia bisa mendapatkan apapun yang ia mau, tetapi dia tahu dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya ada satu pribadi yang dapat menyelamatkannya: "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku" (Mazmur 62: 1).

Tidak mungkin kita bisa mengusahakan jalan kita, membeli jalan kita, atau mencari jalan kita sendiri ke Surga. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Pemerintah tidak bisa menyelamatkan kita. Popularitas kita tidak bisa menyelamatkan kita. Tingkat kesuksesan kita tidak bisa menyelamatkan kita. "Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya—" (Mazmur 49: 7-8).

Tidak mungkin Anda bisa masuk surga yang sempurna dengan usaha Anda sendiri. Tidak mungkin Anda bisa membayar keselamatan Anda. Biayanya jauh diluar kemampuan Anda. Oleh karena itulah, Yesus telah membayarnya lunas dengan cara datang dan mati bagi Anda di atas kayu salib. Dia menebus Anda dan saya dengan hidup-Nya. Tuhan ingin mengundang Anda untuk menerima anugerah keselamatan gratis yang disediakan oleh Yesus Kristus. 

Renungkan hal ini: 
Apa saja cara-cara yang kita lakukan untuk mencoba menyelamatkan diri kita sendiri?
Mengapa banyak orang merasa sulit untuk menerima kebenaran bahwa kita tidak dapat mengusahakan, membeli, atau mencari jalan sendiri ke Surga?
Bagaimana Anda menggambarkan "misi penyelamatan" Yesus dalam hidup Anda sendiri?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57


Jika Anda tidak butuh juruselamat, maka Allah tidak akan mengirimnya. Namun Dia tahu bahwa kondisi rohani Anda jauh lebih buruk dibandingkan kondisi fisik Anda. Itulah sebabnya Dia mengirimkan Yesus untuk menyelamatkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ketika Anda Berseru Kepada Tuhan, Dia Akan Menjawabnya

Roma 10:13 "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."

Apakah saat ini Anda ada di satu titik dalam hidup Anda dimana Anda harus diselamatkan? Apakah Anda siap meminta bantuan? Tak perlu telepon khusus atau sinyal panggilan seperti punya Batman. Yang perlu Anda lakukan hanyalah berseru kepada Tuhan, dan Yesus akan menyelamatkan Anda. Anda bisa meminta-Nya menyelamatkan Anda di area mana pun di dalam kehidupan Anda: dalam hubungan, finansial, kesehatan, atau apa pun itu. Tetapi, ada satu hal, Anda harus meminta bantuan-Nya.

Dalam Mazmur 91:15, Allah berfirman, "Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya." Ini bukan omong kosong belaka; Allah tidak pernah bohong. Dia adalah kebenaran mutlak. 

Perhatikan, Allah tidak mengatakan bahwa Anda harus melakukan bagian Anda dan kemudian Dia akan melakukan bagian-Nya. Anda memanggil-Nya, dan Dia menjawab panggilan Anda. Semudah itu. Panggil saja nama Allah, di dalam nama Yesus Kristus. 

Sangat penting untuk memahami bahwa di setiap misi penyelamatan, sang penyelamat harus menentukan cara dan metode penyelamatannya. Anda tidak bisa memutuskan bagaimana Anda mau diselamatkan. Itu bukan terserah Anda; itu terserah juruselamat Anda. Dan Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14: 6).

Yesus tidak mengatakan bahwa Dia adalah jalan yang baik, jalan yang enak, atau bahkan jalan yang paling baik. Tapi sebaliknya, Dia berkata, "Akulah jalan." Seandainya Allah punya rencana B, maka Dia tidak akan mengirim Yesus ke dunia. Sebaliknya, Allah hanya punya satu rencana – datang ke Bumi untuk mati bagi Anda. 

Renungkan hal ini:
Bagaimana Anda mendapatkan kekuatan dari sifat "kebenaran mutlak" Allah?
Mengapa penting untuk kita ingat bahwa Allah berkata kita harus melakukan bagian kita dan memanggil nama-Nya?
Apa elemen paling mengejutkan yang telah Anda alami ketika Tuhan bekerja menyelamatkan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29


Apabila Anda ingin diselamatkan dan semua dosa Anda diampuni, maka hanya ada satu cara, dan hanya ada satu Pribadi yang bisa Anda panggil: Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Menjadi Orang yang Lebih Baik Hati

1 Yohanes 4: 18a "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;"

Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 15) mengajarkan dua pelajaran yang sangat mendalam tentang kebaikan. Bila Anda ingin benar-benar menjadi orang yang lebih baik hati, maka Anda harus bersedia melakukan dua hal berikut: 

1. Anda harus rela di-interupsi. Kebaikan tidak tiba-tiba muncul di jadwal Anda. Itu ada di jadwal mereka yang membutuhkan. Itulah sebabnya mereka membutuhkan kebaikan Anda. Dan ketika saat itu tiba, Anda harus menghentikan semuanya dan berhenti. Kasih seringkali tidak nyaman, dan kebaikan membutuhkan waktu.

Pikirkan alasan-alasan yang bisa saja diberikan oleh Orang Samaria yang Baik Hati itu kepada pria yang terluka di pinggir jalan itu. Dia bisa saja berkata, "Saya sendiri juga ada masalah yang harus diselesaikan"atau "Saya ada urusan penting yang harus segera dikerjakan. Lagipula, membantu orang ini tidak ada untungnya juga." Setiap kali Anda mencari alasan untuk bersikap tidak baik, Iblis akan ada di sana untuk membisikkan Anda. Dia akan dengan senang hati memberi Anda seribu alasan mengapa Anda tidak punya waktu, tenaga, atau uang untuk melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. 

Allah dengan sengaja menempatkan orang yang tersakiti di jalan Anda, sehingga Anda bisa belajar tentang kebaikan. Ketika Anda menemukan kesempatan itu hari ini, bagaimana Anda akan meresponnya? Apakah Anda akan mengabaikannya? Atau apakah Anda akan memanfaatkan momen itu?

2. Anda harus bersedia unutk mengambil risiko. Sering kali, ketakutan Anda sendiri dapat membuat Anda menjadi orang yang tidak baik hati. Coba bayangkan ketakutan yang mungkin saja dimiliki Orang Samaria yang Baik Hati itu saat melihat pria tersebut. 

Dia bisa saja berkata, "Bagaimana jika saya untuk membantu orang ini, lalu para perampok masih ada di sini dan ikut mencelakai saya?" Atau

Di zaman sekarang, mungkin kita berkata, "Bagaimana jika ada orang lain yang melaporkan saya ke polisi?" Atau "Bagaimana jika saya tidak bisa benar-benar membantunya? Saya tidak bisa melakukan pertolongan pertama." Berapa kali Anda tidak membantu seseorang karena Anda berpikir, "Tapi, saya tidak tahu harus berkata apa untuk membantunya"? Tapi sesungguhnya satu ketakutan besar yang jarang kita akui: "Terlibat di dalam penderitaan orang lain mengingatkan kita pada kerapuhan kita sendiri. Kita takut berurusan dengan rasa sakit orang lain, karena kita takut ingat luka kita kembali. 

Namun, kita tidak akan pernah belajar bagaimana caranya benar-benar menunjukkan kebaikan, sampai kita mampu mengalahkan ketakutan kita dan memperluas tangan kasih Tuhan kepada orang-orang yang terluka. Alkitab berkata, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;" (1 Yohanes 4: 18a).

Hanya satu yang bisa memampukan kita: kasih Allah. Malah, kasih-Nyalah yang lebih dahulu menyembuhkan rasa sakit kita sendiri, sehingga kita dapat menunjukkan kasih-Nya itu kepada orang lain. 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda bisa memasukkan kebaikan ke dalam jadwal harian Anda sehingga Anda bisa menyisihkan lebih banyak waktu dan tenaga untuk sesama?
- Ketakutan apa saja yang Anda perlukan untuk melangkah kembali ke masa lalu agar Anda dapat memberikan kebaikan kepada orang lain?
- Bersiap-siaplah minggu ini: Tuhan ingin Anda memperlihatkan kebaikan kepada seseorang di jalan Anda. Bagaimana Anda akan meresponnya?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42


Kasih Allah membantu kita melewati ketakutan kita, sehingga kita bisa belajar menjadi orang yang lebih baik hati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More