• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Yang Diampuni Harus Mengampuni

Kolose 3:13 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Apakah Anda menunjukkan belas kasih kepada orang lain? Itulah yang Tuhan ingin kita lakukan meski memang tidak mudah bagi kita untuk selalu ingat melakukannya, sebab seringkali kita fokus pada diri kita sendiri.

Kadang lebih mudah untuk menjadi egois ketimbang bermurah hati. Anda menganggap lambannya kasir swalayan yang membuat Anda antri selama lima menit sebagai sesuatu yang mengganggu hari Anda. Anda tidak melihat bagaimana kasir tersebut mungkin tengah bergumul mempertahankan pekerjaannya, yang mungkin baru saja mendengar kabar terburuk dalam hidupnya. 

Anda melihat seorang anggota keluarga Anda yang tengah bergumul sebagai suatu beban buat Anda, ketimbang melihat keputusasaannya berjuang di tengah situasi sulit. Anda melihat seseorang yang memotong jalur mobil Anda di jalan tol sebagai perwujudan fisik dari Setan, ketimbang melihatnya sebagai seseorang yang sebenarnya sedang butuh kasih sayang Tuhan. 
Kita semua adalah orang buruk yang tengah membutuhkan kasih Allah. Itulah sebabnya Yesus Kristus datang ke dunia ini. Dan dengan menunjukkan kasih kita kepada orang lain merupakan cara agar kita selalu ingat dengan apa yang telah Dia lakukan buat kita. Cara terakhir yang ditunjukkan Allah kepada kita ialah melalui pengampunan. Dan cara-Nya yang terakhir untuk menyuruh kita menunjukkan kasih karunia kita kepada orang lain ialah dengan mengampuni.

Kolose 3:13 mengatakan, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Orang-orang sering bertanya kepada saya, "Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan kekuatan untuk mengampuni? Sebab saya tidak punya kekuatan itu." Sama! Begitu pun dengan saya! Satu-satunya hal yang dapat saya lakukan untuk memiliki kekuatan untuk mengampuni ialah dengan mengingat betapa Yesus telah lebih dahulu mengampuni saya. Ketika saya mengingat itu, Dia memberi saya kekuatan dan kasih karunia untuk mengampuni orang lain.

Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika, teringat oleh seorang teman tentang suatu hal yang sangat kejam yang pernah dilakukan seseorang kepadanya bertahun-tahun lalu. Barton berperilaku seolah-olah dia tidak mengingatnya. Ketika temannya itu bertanya, "Apakah kamu tidak ingat?" Jawabnya, "Tidak, tapi saya ingat dengan jelas sudah melupakannya."
Apa yang perlu Anda lupakan? Jika Anda tidak memaafkan, maka Anda tidak akan bisa menikmati panggilan Tuhan atas Anda seumur hidup Anda, sebab hati yang menolak untuk mengampuni akan membuat Anda terjebak di masa lalu. Anda harus memaafkan demi diri Anda sendiri agar Anda dapat melanjutkan hidup. Mengampuni bukan berarti sepakat bahwa apa yang dilakukan orang tersebut kepada Anda itu benar, atau seharusnya tidak ada konsekuensi atas perbuatan yang mereka lakukan. 

Ketika itu terlihat mustahil, ketika Anda merasa tidak bisa bersikap ramah terhadap seseorang, ingatlah satu hal: Yesus telah mengampuni Anda. Dengan mengingat belas kasih-Nya itu atas Anda akan memberi Anda kekuatan untuk mampu bermurah hati dan mengampuni orang lain.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana bisa dengan memaafkan seseorang mempengaruhi orang lain? Bagaimana pengaruhnya terhadap Anda?
- Apa yang perlu Anda lepaskan sehingga dengan bantuan Tuhan, Anda dapat memaafkan dan menunjukkan belas kasih Anda kepada orang lain?
- Bagaimana kebencian dan kepahitan menghambat Anda dalam menggenapi rancangan Tuhan atas Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 11-12; Galatia 4


Mengampuni berarti Anda menanggalkan kemarahan dan sakit hati Anda dan menyerahkannya kepada Allah, sehingga Anda dapat melanjutkan hidup dengan melaksanakan panggilan Allah atas hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pilih Iman Ketimbang Kekhawatiran

Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Resolusi pertama: Pilih untuk menjadi seperti yang Allah mau. Resolusi kedua: Pilih rasa sakit jangka pendek untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Resolusi ketiga: Pilih nilai-nilai Tuhan, bukan nilai-nilai dunia.

Dan berikut ini resolusi keempat yang dibuat Musa: Ia memilih untuk hidup di dalam iman, ketimbang di dalam kecemasan. Anda juga akan dihadapkan pada pilihan yang sama: Entah apakah Anda akan hidup berlandaskan iman, atau Anda akan hidup dibayang-bayangi oleh kekhawatiran. 

Alkitab mengatakan tentang Musa dalam Ibrani 11:27, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan." 

Musa mendatangi pria yang paling berkuasa di dunia pada saat itu, dan berkata, "Engkau tahu budak-budak yang membangun semua piramida engkau ini? Aku akan menebus mereka dan kami semua akan pergi dari sini. Engkau tidak akan punya budak lagi. Biarkan umatku pergi."

Musa puya banyak alasan untuk takut. Dia harus melawan orang paling berkuasa di planet ini pada saat itu. Firaun pada masa itu dianggap sebagai dewa, dan apa pun yang dikatakan Firaun, semua orang harus melakukannya. Apa yang Firaun katakan adalah hukum. Tapi ini kata Musa kepadanya: "Kami tidak akan melakukan apa yang engkau perintahkan lagi. Aku tidak takut kepada engkau karena aku hanya tunduk pada otoritas yang lebih tinggi." Butuh keberanian besar untuk melakukannya!

Apakah Anda menginginkan iman yang seperti itu dalam hidup Anda agar Anda dapat mengatasi segala kekhawatiran Anda? Semakin dekat Anda kepada Allah, semakin Anda akan dipenuhi dengan iman. Semakin jauh Anda dari Tuhan, semakin Anda akan dipenuhi rasa takut.

Saya selalu menekankan betap pentingnya iman di sepanjang hidup Anda. Alkitab mengatakan bahwa apa pun yang bukan berasal dari iman ialah dosa. Sudah berapa kali Anda berbuat dosa minggu ini? Sangat banyak. Begitu pula saya. Karena apa pun yang saya lakukan yang tidak saya lakukan dengan iman tetapi dilakukan di dalam keraguan adalah dosa. Alkitab juga mengatakan bahwa tanpa iman mustahil untuk kita menyenangkan Allah. Sudah berapa kali Anda menyenangkan hati-Nya minggu ini?

Apakah Anda menginginkan perubahan dalam hidup Anda? Berhenti mengeluh, dan mulailah percaya. Tuhan tidak tergerak oleh keluhan. Tuhan tergerak oleh iman: "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29). Anda harus memilih mengikuti apa yang Ia lakukan dalam hidup Anda.

Berikut ini kuncinya: Yang penting itu bukanlah ukuran iman Anda, melainkan betapa besarnya kita menempatkan Tuhan di dalam iman kita. 

Renungkan hal ini:
- Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih dekat dengan Tuhan, sehingga Anda dapat dipenuhi dengan iman?
- Bagaimana kekhawatiran membuat Anda malah tidak mendapatkan berkat terbaik yang sudah disediakan Tuhan untuk Anda?
- Apa bukti yang bisa terlihat bahwa hidup seseorang dipenuhi dengan iman?



Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 8-10; Galatia 3


Iman yang kecil di dalam Allah yang besar menghasilkan sesuatu yang besar!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pilih Rasa Sakit Jangka Pendek untuk Memperoleh Keuntungan Jangka Panjang

Ibrani 11:25 "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa."

Kemarin kita belajar bahwa untuk menjadi seturut kehendak Allah, kita harus membuat resolusi yang pertama: "Saya mengambil keputusan untuk tidak akan membiarkan orang lain menekan saya masuk ke dalam cetakan mereka. Saya akan menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Saya akan melakukan apa yang Tuhan mau, dan saya akan mengikuti rencana yang Tuhan miliki untuk hidup saya, bukan rencana orang lain untuk hidup saya. "

Sekarang, resolusi kedua yang perlu Anda buat adalah berikut ini: Pilih rasa sakit jangka pendek untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Siapa pun yang pernah bertanding dalam kejuaraan olahraga pasti tahu hal ini. Anda harus berlatih dan bekerja keras untuk berkompetisi dalam pertandingan. Anda tak bisa menang jika tanpa latihan. Jika Anda ingin menjadi ahli dalam segala hal, maka Anda harus memilih untuk menderita saat ini untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. 

Itu bukan hanya berlaku dalam olahraga, tapi itu juga berlaku dalam finansial dan dalam hubungan. Saya memiliki pernikahan yang baik, tetapi Kay dan saya harus terlebih dahulu bekerja keras mengusahakannya selama bertahun-tahun. Itu tidak mudah. Anda harus berusaha untuk membuat pernikahan Anda berhasil, sama seperti hal-hal lainya dalam hidup.

Mengapa resolusi ini penting dalam hidup Anda? Sebab sebagian besar masalah dalam kehidupan berasal dari ketidakmampuan kita untuk menunda rasa puas. Segala yang ada di masyarakat kita mengajarkan kita untuk berkata, "Saya ingin segalanya, dan saya menginginkannya sekarang juga, gratis dan mudah didapat." Hidup ini tidak bekerja seperti itu!

Musa mengambil keputusan ini: "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" (Ibrani 11:25). Alkitab mengatakan bahwa ia memilih untuk menderita - menanggung rasa sakit yang sementara untuk memperoleh keuntungan kekal karena melakukan kebaikan.

Anda akan mengalami rasa sakit dalam hidup ini. Tetapi jika Anda memilih untuk menjalani hal yang sulit sekarang dan berusaha keras serta disiplin untuk belajar, tumbuh, menjadi kuat dan untuk menjadi dewasa di dalam iman, maka di kemudian hari Anda akan mendapatkan manfaat dari semua usaha Anda itu.

Saat ini, saya tengah menikmati manfaat dari keputusan yang saya buat waktu saya berusia 20-an: Tidak menghabiskan lebih banyak dari yang saya hasilkan, menabung, memberi perpuluhan, dan memuliakan Allah. Bertahun-tahun sejak saat itu saya menikmati manfaatnya sebab saya mau didisplinkan oleh Tuhan. Saya melakukan hal yang sulit dahulu. 

Ketika Anda memilih untuk melalui rasa sakit sementara, seperti apa yang dilakukan Musa, maka Anda akan melihat Allah membebaskan Anda sehingga Anda dapat menikmati upah yang kekal. 

Renungkan hal ini:
- Kesulitan jangka pendek apa yang tengah Anda hadapi saat ini yang membutuhkan perspektif Surgawi?
- Bagaimana Anda melihat keputusan-keputusan sulit yang telah Anda buat atau waktu yang telah Anda habiskan untuk berusaa memperoleh upah jangka panjang?
- Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin Anda memilih menjalani kesukaran saat ini, bahkan apabila itu berarti Anda harus menderita atau menanggung kesengsaraan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2


Tidak ada sesuatu yang berharga akan kita dapatkan tanpa pengorbanan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pilih Rasa Sakit Jangka Pendek untuk Memperoleh Keuntungan Jangka Panjang

Ibrani 11:25 "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa."

Kemarin kita belajar bahwa untuk menjadi seturut kehendak Allah, kita harus membuat resolusi yang pertama: "Saya mengambil keputusan untuk tidak akan membiarkan orang lain menekan saya masuk ke dalam cetakan mereka. Saya akan menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Saya akan melakukan apa yang Tuhan mau, dan saya akan mengikuti rencana yang Tuhan miliki untuk hidup saya, bukan rencana orang lain untuk hidup saya. "

Sekarang, resolusi kedua yang perlu Anda buat adalah berikut ini: Pilih rasa sakit jangka pendek untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Siapa pun yang pernah bertanding dalam kejuaraan olahraga pasti tahu hal ini. Anda harus berlatih dan bekerja keras untuk berkompetisi dalam pertandingan. Anda tak bisa menang jika tanpa latihan. Jika Anda ingin menjadi ahli dalam segala hal, maka Anda harus memilih untuk menderita saat ini untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. 

Itu bukan hanya berlaku dalam olahraga, tapi itu juga berlaku dalam finansial dan dalam hubungan. Saya memiliki pernikahan yang baik, tetapi Kay dan saya harus terlebih dahulu bekerja keras mengusahakannya selama bertahun-tahun. Itu tidak mudah. Anda harus berusaha untuk membuat pernikahan Anda berhasil, sama seperti hal-hal lainya dalam hidup.

Mengapa resolusi ini penting dalam hidup Anda? Sebab sebagian besar masalah dalam kehidupan berasal dari ketidakmampuan kita untuk menunda rasa puas. Segala yang ada di masyarakat kita mengajarkan kita untuk berkata, "Saya ingin segalanya, dan saya menginginkannya sekarang juga, gratis dan mudah didapat." Hidup ini tidak bekerja seperti itu!

Musa mengambil keputusan ini: "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" (Ibrani 11:25). Alkitab mengatakan bahwa ia memilih untuk menderita - menanggung rasa sakit yang sementara untuk memperoleh keuntungan kekal karena melakukan kebaikan.

Anda akan mengalami rasa sakit dalam hidup ini. Tetapi jika Anda memilih untuk menjalani hal yang sulit sekarang dan berusaha keras serta disiplin untuk belajar, tumbuh, menjadi kuat dan untuk menjadi dewasa di dalam iman, maka di kemudian hari Anda akan mendapatkan manfaat dari semua usaha Anda itu.

Saat ini, saya tengah menikmati manfaat dari keputusan yang saya buat waktu saya berusia 20-an: Tidak menghabiskan lebih banyak dari yang saya hasilkan, menabung, memberi perpuluhan, dan memuliakan Allah. Bertahun-tahun sejak saat itu saya menikmati manfaatnya sebab saya mau didisplinkan oleh Tuhan. Saya melakukan hal yang sulit dahulu. 

Ketika Anda memilih untuk melalui rasa sakit sementara, seperti apa yang dilakukan Musa, maka Anda akan melihat Allah membebaskan Anda sehingga Anda dapat menikmati upah yang kekal. 

Renungkan hal ini:
- Kesulitan jangka pendek apa yang tengah Anda hadapi saat ini yang membutuhkan perspektif Surgawi?
- Bagaimana Anda melihat keputusan-keputusan sulit yang telah Anda buat atau waktu yang telah Anda habiskan untuk berusaa memperoleh upah jangka panjang?
- Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin Anda memilih menjalani kesukaran saat ini, bahkan apabila itu berarti Anda harus menderita atau menanggung kesengsaraan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1


Tidak ada sesuatu yang berharga akan kita dapatkan tanpa pengorbanan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Fokus Menyenangkan Tuhan, bukan Manusia

1 Tesalonika 2: 4 "Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita."baca

Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti yang orang lain mau. Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti yang orang tua Anda mau, seperti yang pacar Anda mau, seperti yang istri atau suami Anda mau, atau seperti yang atasan atau teman Anda mau. 

Tuhan menciptakan Anda untuk menjadi seperti diri Anda sendiri. Jika Anda ingin menjadi apa pun yang Anda kehendaki, maka Anda harus menolak untuk didefinisikan oleh orang lain. 

Ibrani 11:24 mengatakan, "Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,"

Musa mengalami sebuah krisis identitas. Ia dilahirkan sebagai seorang Ibrani tetapi dibesarkan sebagai bangsawan Mesir, cucu Firaun. Ketika ia tumbuh dewasa, Dia dihadapkan pada dua pilihan: Dia bisa berpura-pura terus menjadi cucu lelaki Firaun seumur hidupnya dan menjalani kehidupan mewah, ketenaran dan kekuasaan, atau sebaliknya dia bisa mengakui siapa dirinya sebenarnya: seorang Yahudi.

Tetapi, jika dia mengakui siapa dirinya, saudara-saudaranya mungkin akan mengusirnya bersama budak-budak lain seumur hidupnya. Dia akan dipermalukan, dihina, dan hidup dalam kesakitan dan kerja keras.

Mana yang akan Anda pilih?

Kebanyakan orang saat ini hidup dalam kebohongan. Mereka mencoba menjadi orang lain. Tetapi Musa menolak untuk hidup dalam kebohongan sebab ia adalah sesorang yang memiliki integritas. Dia berusaha keras menjadi seperti kehendak Tuhan, terlepas dari segala tekanan dari orang lain. 

Ini pertanyaan saya untuk Anda: Siapa yang Anda izinkan untuk menentukan identitas Anda?

Apakah teman atau keluarga Anda? Mungkin Anda memiliki orang tua yang telah meninggal bertahun-tahun lalu, tetapi Anda masih menjalani ekspektasi mereka atas hidup Anda. Mungkin Anda masih berpegang pada apa yang dikatakan mantan suami atau mantan istri Anda kepada Anda, dan Anda mencoba membuktikan bahwa orang tersebut salah. Atau mungkin Anda mencoba untuk mengikuti apa yang dikatakan media sosial dan tren dan persaingan tentang gambaran ideal manusia.

Tetapi Alkitab mengatakan ini:"Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita" (1 Tesalonika 2: 4).

Resolusi pertama yang perlu Anda buat adalah berikut ini: "Saya memutuskan bahwa saya tidak akan lagi membiarkan orang lain menekan saya masuk ke dalam cetakan mereka. Saya akan menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Saya akan melakukan apa yang Tuhan ingin saya lakukan."

Saudara, itulah yang dinamakan keberhasilan nyata. Keberhasilan nyata dalam hidup ini ialah mejadi sama persis seperti apa yang dirancangkan Allah atas diri Anda, tidak kurang, tidak lebih. 

Renungkan hal ini:
- Siapa atau apa yang berusaha membentuk identitas Anda dengan menekan Anda untuk menjadi seseorang atau sesuatu yang bukan diri Anda?
- Luangkan waktu untuk menuliskan siapa diri Anda di dalam Yesus Kristus. Bagaimana Dia mendefinisikan identitas Anda?
- Bagaimana Anda dapat mengetahui apa kehendak Tuhan atas hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13


Ubah pola pikir Anda dengan melaksanakan rencana yang Tuhan punya untuk hidup Anda, bukan rencana orang lain untuk hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Komitmen Anda Membentuk Kehidupan Anda

2 Petrus 3:11 "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup."

Anda tidak perlu memahami semua konsekuensi dari keputusan Anda ketika Anda memilih untuk ikut Yesus. Anda hanya perlu merespon undangan-Nya dan membuat komitmen untuk mengikuti-Nya.

Komitmen Anda membentuk hidup Anda lebih dari apa pun. Komitmen Anda dapat mendewasakan Anda atau malah mencelakakan Anda, sebab apapun komitmen Anda, itu akan mendefinisikan siapa Anda.

Beri tahu saya apa komitmen Anda. Saya bisa memberi tahu Anda apa yang akan Anda lakukan dalam 20 tahun ke depan, karena kita menjadi seturut dengan komitmen yang kita pilih. 

Pada titik komitmen inilah kebanyakan orang kehilangan tujuan Tuhan atas hidup mereka. Banyak yang takut untuk berkomitmen, dan akhirnya mereka terbawa dalam arus kehidupan. Orang lain membuat komitmen setengah hati untuk nilai-nilai yang mereka pegang, dimana itu memimpin mereka pada kefrustrasian dan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Orang lain membuat komitmen penuh untuk tujuan duniawi, seperti menjadi kaya atau terkenal, tapi pada akhirnya mereka menjadi kecewa dan kepahitan. 

Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang berlangsung untuk selamanya, karena itu Anda harus memilihnya dengan bijak: "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup" (2 Petrus 3:11).


Renungkan hal ini: 
- Berdasarkan komitmen-komitmen Anda, apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda?
- Apa yang menghalangi Anda untuk berkomitmen pada hal-hal yang akan membantu Anda untuk semakin serupa dengan Kristus?
- Bagaimana urgensi dalam 2 Petrus 3:11 mempengaruhi cara Anda membuat komitmen?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12


Keserupaan dengan Kristus berasal dari membuat komitmen yang seperti Kristus.
Read more

0 Langkah Pertama Anda dalam Pemuridan

Efesus 4:14 "Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,"


Bapa kita di Surga memiliki tujuan untuk menjadikan Anda dewasa, menumbuhkan sifat Yesus Kristus, menjalani kehidupan yang penuh kasih dan pelayanan yang rendah hati. Tapi sayangnya, kebanyakan orang Kristen bertambah tua tetapi tidak pernah tumbuh dewasa.

Mereka terjebak dalam masa pertumbuhan spiritual yang abadi yang masih saja memakai pokok dan sepatu rajut bayi. Penyebabnya adalah karena mereka tidak pernah punya niat untuk bertumbuh. Pertumbuhan rohani tidak otomatis; dibutuhkan komitmen yang diniatkan. Anda harus mau tumbuh, memutuskan untuk tumbuh, berusaha untuk tumbuh, dan bertahan dalam pertumbuhan.

Pemuridan adalah proses menjadi seperti Kristus, dan itu selalu dimulai dengan mengambil keputusan: "Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia" (Matius 9: 9).

Ketika kedua belas murid memilih untuk ikut Yesus, mereka tidak mengerti semua konsekuensi dari keputusan mereka tersebut. Mereka hanya merespon undangan Yesus.

Hanya itu saja yang Anda perlukan untuk memulai: Mengambil keputusan untuk menjadi murid-Nya.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan momen ketika Anda memilih untuk ikut Yesus. Apa yang Anda pahami tentang artinya menjadi orang percaya?
- Apa saja beberapa sifat Yesus yang telah Tuhan kembangkan di dalam Anda?
- Bagaimana Anda ingin Tuhan bekerja dalam hidup Anda? Sediakan waktu untuk berdoa, dan minta Tuhan untuk membuat Anda tumbuh di area-area ini, dan untuk kepercayaan dan kesabaran ketika Dia bekerja di dalam waktu-Nya. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Menjadi murid, artinya taat dan mau dibentuk, hingga nantinya sempurna menjadi sama seperti Sang Guru, yaitu Yesus Kristus
Read more

0 Tuhan Tidak Pernah Terburu-buru

Yakobus 1:4 "Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Bersabarlah dengan Tuhan dan dengan diri Anda sendiri. Salah satu kefrustasian dalam hidup adalah jadwal Tuhan jarang sekali sama dengan jadwal kita. Kita senang sekali terburu-buru, sementara Tuhan tidak. Anda mungkin merasa frustrasi dengan progres yang kelihatannya berjalan lamban dalam hidup Anda.

Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah terburu-buru, tapi Dia selalu tepat waktu. Dia akan menggunakan seluruh hidup Anda untuk mempersiapkan peran Anda di dalam kekekalan Surga kelak. 

Alkitab penuh dengan contoh bagaimana Allah menggunakan proses panjang untuk mengembangkan sifat kita, terutama kepada para pemimpin. Dia butuh 80 tahun untuk mempersiapkan Musa, termasuk 40 tahun di padang gurun. Selama 14.600 hari, Musa terus menunggu dan bertanya-tanya, "Apakah sekarang waktunya?" Tetapi Allah terus berkata, "Belum."

Jiwa-jiwa yang hebat tumbuh melalui pergumulan, badai serta musim penderitaan. Bersabarlah selama proses itu berlangsung.Yakobus memberi kita nasihat, "Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1:4).

Janganlah berkecil hati. Ketika Habakuk menjadi depresi karena dia merasa Allah tidak bertindak cukup cepat, Allah berkata kepada-Nya: "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh" (Habakuk 2:3).

Ingat sudah berapa jauh Anda melangkah, bukan seberapa jauh Anda harus melangkah. Saat ini, Anda bukan apa yang Anda inginkan, tetapi Anda juga bukan lagi Anda yang dulu. Beberapa tahun lalu, orang-orang senang memakai pin yang bertuliskan "Bersabarlah. Tuhan akan menyelesaikan apa yang Ia mulai dalam hidupku." Karya Tuhan di dalam Anda dan saya juga belum selesai, maka maju terus, jangan berhenti. Bahkan siput yang mungil bisa sampai ke dalam bahtera Nuh karena ia tekun berjalan!

Renungkan hal ini:
- Apa saja pelajaran yang sudah Anda petik ketika Tuhan menunda sesuatu dalam hidup Anda? 
- Menurut Anda, apa yang Tuhan ingin Anda lakukan saat Anda patah semangat menunggh waktu-Nya?
- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kesabaran terhadap orang lain sebagaimana Allah sabar terhadap Anda? Bagaimana Anda mendorong orang lain dengan pertumbuhan rohani mereka? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Percayalah pada waktuNya Tuhan dalam hidup Anda
Read more

0 Cara Melenyapkan dan Menggantikan Kebiasaan Lama Anda

1 Timotius 4:15 "Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang."

Ketika Anda diberi sebuah karakter baru pada saat Anda bertobat, sesungguhnya Anda masih memiliki kebiasaan, pola dan aib lama yang perlu disingkirkan dan digantikan dengan yang baru.

Lepaskan ketakutan-ketakutan yang menghalangi Anda untuk bertumbuh. Kebenaran akan membebaskan kita, tetapi biasanya itu membuat kita sedih terlebih dahulu. Ketakutan akan apa yang mungkin kita temukan jika kita menghadapi kecacatan karakter kita hanya akan membuat kita tetap tinggal di penjara penyangkalan. Hanya dengan terang kebenaran Allah yang menyinari kesalahan, kegagalan, dan kecacatan kita, barulah kita bisa mulai melepaskan ketakutan itu. Inilah mengapa Anda tidak bisa tumbuh jika tanpa adanya sikap rendah hati dan hati yang mau diajar.

Berhenti melandaskan identitas Anda di sekitar "kecacatan" Anda. Kita berkata, "Saya memang begini…"atau "Inilah saya apa adanya." Kecemasan yang kerap tidak kita sadari adalah bahwa jika kita melepaskan kebiasaan kita, luka kita, atau aib kita, maka siapa jati diri kita? Ketakutan ini teramat pasti dapat memperlambat pertumbuhan rohani kita. 

Seperti renungan kita kemarin, kebiasaan yang baik memerlukan waktu untuk berkembang. Ingatlah bahwa karakter Anda adalah keseluruhan jumlah dari kebiasaan Anda. Anda tidak dapat mengklaim diri Anda berintegritas, kecuali jika Anda memang sudah terbiasa untuk selalu jujur. Seorang suami yang setia kepada istrinya bisa jadi tidak setia sama sekali! Kebiasaan Anda menentukan karakter Anda. 

Ingat, setiap hari Anda harus mempraktekkan kebiasaan yang akan membuat Anda semakin serupa dengan Kristus.

"Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:15).

Renungkan hal ini:
- Kebiasaan buruk apa yang selama ini Anda biarkan mendefinisikan diri Anda?
- Bagaimana Anda dapat merendahkan diri dan menunjukkan bahwa Anda siap untuk menghadapi kecacatan Anda?
- Apa yang perlu Anda ubah tentang hidup Anda – misalnya jadwal Anda, dengan siapa Anda bergaul, atau bagaimana Anda menghabiskan waktu luang Anda - sehingga hari demi hari Anda bisa mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9


Tidak ada yang mustahil, Anda mampu mengubah diri Anda jika Anda mau.
Masalahnya, apakah Anda mau?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Mendewasakan Kita Perlahan-lahan

Efesus 4: 22-24 "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Meskipun Tuhan dapat mengubah kita dengan seketika, namun Dia memilih untuk mendewasakan kita secara perlahan-lahan. Yesus mendewasakan murid-murid-Nya dengan instan, sama seperti bagaimana Allah membolehkan orang Israel menguasai Tanah Perjanjian "sedikit demi sedikit" supaya mereka tidak kewalahan (lihat Ulangan 7:22). Dia lebih memilih untuk bekerja selangkah demi selangkah di dalam hidup kita. 

Mengapa diperlukan waktu begitu lama untuk berubah dan bertumbuh dewasa? Ada beberapa alasan:

- Kita murid yang lambat. Seringkali kita harus belajar kembali satu pelajaran sebanyak 40 atau 50 kali untuk bisa benar-benar mengerti. Masalah-masalah yang sama terus muncul, dan kita biasanya berpikir, "Tidak lagi, Tuhan! Aku sudah pernah belajar itu!" Tetapi Tuhan lebih tahu. Sejarah bangsa Israel menggambarkan betapa cepatnya kita lupa dengan pelajaran yang Tuhan telah ajarkan kepada kita, dan betapa cepatnya kita kembali ke pola perilaku lama kita. Kita perlu berhadapan dengan hal yang sama berulang-ulang kali. 

- Banyak yang harus kita lupakan. Sebagian besar masalah dan kebiasaan buruk kita tidak terbentuk begitu saja, maka juga tidak mungkin kita mengharapkan itu semua lenyap seketika. Tidak ada pil, doa, atau teori yang akan langsung menghentikan kerusakan yang sudah ditimbulkan bertahun-tahun. Dibutuhkan kerja keras untuk menghilangkan dan mengganti kerusakan yang ada. Alkitab menyebutnya "menanggalkan manusia lama" serta "mengenakan manusia baru" (Roma 13:12; Efesus 4: 22-24; Kolose 3: 7-10, 14).

- Pertumbuhan seringkali menyakitkan dan menakutkan. Tidak ada pertumbuhan yang tanpa perubahan, tidak ada perubahan yang tanpa rasa takut atau kehilangan, dan tidak ada kelegaan yang tanpa rasa sakit. Setiap perubahan melibatkan kehilangan. Kita takut dengan kehilangan, karena itu kita terus melakukan cara lama kita yang walau sebenarnya merugikan diri kita sendiri. Itu ibarat sepasang sepatu usang, setidaknya itu terasa nyaman dan kita sudah familier dengannya. 

- Kebiasaan baik memerlukan waktu untuk berkembang. Ingat, karakter Anda adalah jumlah total dari semua kebiasaan Anda. Anda tidak bisa mengklaim diri Anda sebagai orang baik, kecuali Anda memang selalu baik. Kebiasaan Anda menentukan karakter Anda.

Paulus mengajarkan Timotius, "Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:15).

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda, mengapa Tuhan mengizinkan kita berhadapan dengan luka dan kehilangan ketika kita bertumbuh secara rohani?
- Apa satu kebiasaan buruk yang sulit sekali Anda ubah? Bagaimana Tuhan membantu Anda mengatasinya saat ini di dalam hidup Anda?
- Apa satu hal yang perlu Anda latih setiap hari sehingga Anda semakin memiliki karakter yang seperti Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8


Hanya ada satu cara untuk mengembangkan karakter seperti Kristus: Anda harus mempraktikkannya - dan itu butuh proses! Tidak ada kebiasaan yang terbentuk dengan instan.
Read more

0 Buat Grafik Pertumbuhan Spiritual

Ibrani 2: 1 "Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus."

Ketika Anda bertumbuh menuju kedewasaan rohani, Anda harus bekerja sama dengan Tuhan selama prosesnya.

Salah satu cara melakukannya ialah dengan percaya bahwa Tuhan bekerja dalam hidup Anda, bahkan ketika Anda tidak merasakannya. Kadang pertumbuhan spiritual terasa membosankan, dibutuhkan langkah demi langkah kecil, pertumbuhan yang bertahap. Alkitab mengatakan, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya"(Pengkhotbah 3: 1). Ada pula musim dalam kehidupan spiritual Anda. Terkadang Anda akan mengalami ledakan pertumbuhan spiritual yang singkat (musim semi) yang kemudian diikuti dengan masa uji coba dan pemantapan (musim gugur dan musim dingin).

Bagaimana dengan segala masalah, kebiasaan dan luka yang Anda harap bisa lenyap dengan mujizat. Berdoa meminta mujizat itu tidak apa-apa. Tetapi janganlah kecewa jika jawabannya datang melalui perubahan yang bertahap. Seiring waktu, aliran air yang lambat nan stabil mampu mengikis batu yang paling keras dan mengubah batu-batu raksasa menjadi kerikil. Seiring waktu, kecambah kecil bisa berubah menjadi pohon kayu merah raksasa yang menjulang setinggi 350 kaki. 

Sediakan buku catatan dan tuliskanlah semua yang telah Anda pelajari. Bukan buku harian, melainkan catatan tentang apa yang sudah Anda pelajari. Tuliskanlah pencerahan dan pelajaran hidup yang Tuhan ajarkan kepada Anda tentang Dia, diri Anda sendiri, kehidupan, hubungan dengan orang lain, dan segala hal lainnya. Catatlah ini sehingga Anda dapat membacanya kembali, mengingatnya, dan meneruskannya ke generasi berikutnya (lihat Mazmur 102: 18 dan 2 Timotius 3:14).

Alasan kita harus mempelajari kembali pelajaran yang sudah kita dapat adalah supaya kita tidak melupakannya. Membaca kembali catatan rohani Anda secara teratur dapat menghindarkan Anda dari berbagai luka dan sakit hati yang sebenarnya tidak penting. Alkitab mengatakan, "Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus" (Ibrani 2: 1).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda melihat diri Anda bertumbuh dalam kedewasaan rohani dalam sebulan terakhir ini? Tahun lalu?
- Dalam musim pertumbuhan rohani apakah Anda saat ini?
- Apa saja cara agar Anda dapat menyimpan catatan spiritual, tanpa harus menggunakan pena dan kertas?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Anda butuh waktu untuk merenungkan kebaikan Tuhan yang perlu Anda syukuri dan kejahatan Anda yang perlu Anda sesali dan mohonkan pengampunan pada Tuhan.
Read more

0 Berserahlah pada Apa yang telah Yesus Ungkapkan

Filipi 1: 6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk tumbuh hingga dewasa, dan dibutuhkan satu musim penuh bagi buah menjadi matang. Hal yang sama sama berlaku bagi Buah Roh. Memiliki karakter Kristus tidak bisa tergesa-gesa. Pertumbuhan rohani, seperti halnya pertumbuhan fisik, membutuhkan waktu.

Sebelum Kristus memasuki hidup kita melalui pertobatan, Dia seringkali harus membiarkan kita mengalami permasalahan sehingga Dia bisa mendapatkan perhatian kita dan memperlihatkan kepada kita bahwa kita menjalani kehidupan yang dibangun di atas fondasi yang salah. Sebenarnya, fondasi yang salah itulah yang menimbulkan banyak masalah dalam hidup kita.
Yesus meminta agar kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya. Dia tidak menginginkan hanya seporsi kecil diri Anda. Contohnya begini - ketika Anda mencoba untuk keluar dari sungai yang memiliki tepi sungai yang curam, Anda harus mencari pijakan yang kuat untuk mulai menanjak. Dan setelah Anda mendapatkan pijakan, barulah Anda dapat memanjat tepi sungai itu dan berjalan berkeliling.

Ketika kita mengundang Yesus masuk ke dalam hidup kita, beberapa dari kita hanya memberi Dia pijakan namun kita menolak usaha-Nya untuk menarik diri kita keluar dan sepenuhnya mengakses kehidupan kita. Yesus tidak mau hanya berdiri di sana di pijakan itu. Dia ingin Anda menyerahkan hidup Anda kepada-Nya. 
Anda mungkin berpikir Anda telah menyerahkan seluruh hidup Anda kepada-Nya, tetapi nyatanya, Anda masih bergantung pada beberapa area hidup Anda. Yesus tidak marah kepada Anda. Dia hanya ingin bekerja sama dengan Anda untuk membantu Anda menemukan area-area yang masih perlu Anda serahkan kepada-Nya. 

Akan ada pergumulan dan peperangan, tetapi hasilnya tidak perlu dipertanyakan. Tuhan telah berjanji bahwa "… yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1: 6).

Renungkan hal ini: 
Jelaskan pengalaman sebelum pertobatan Anda dengan Allah. Apa yang Dia izinkan terjadi dalam hidup Anda yang Dia tujukan untuk membantu Anda berserah kepada-Nya? Bagaimana respon Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6


Bagian-bagian apa dalam hidup Anda yang belum Anda serahkan kepada Allah?
Read more

0 Pilihan Anda Mengendalikan Kegiatan Anda

Galatia 6: 5 "Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri."

Pilihan Anda jauh lebih hebat dibanding permasalahan Anda. Anda mungkin tidak suka dengan betapa rumitnya hidup Anda. Namun, dengan beberapa pengecualian, tidak ada yang memaksa Anda untuk membuat hidup Anda rumit.

Anda memiliki kuasa untuk membuat hidup Anda sederhana. Malah, Tuhan mengharapkan kita memikul tanggung jawab atas hidup kita dan mau kita berhati-hati dalam memilih bagaimana kita mengunakan waktu kita.

Anda memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan kehendak Tuhan saat Anda berada di Bumi. Anda telah diberikan cukup banyak waktu untuk memenuhi tujuan Anda. Ketika Anda mencoba melakukan lebih dari yang dirancangkan Allah bagi Anda, biasanya Anda akan menemukan diri Anda terus-menerus dikejar waktu atau stres dengan jadwal Anda.

Saya berdoa agar Anda menemukan kelegaan dan kepuasan baru dengan diri Anda dalam melakukan hal-hal yang Tuhan rancangkan untuk Anda lakukan.

Renungkan hal ini:
- Buat daftar kegiatan dan tanggung jawab yang menyebabkan Anda stres. Mintalah kepada Tuhan untuk membantu Anda menentukan kegiatan apa dalam jadwal Anda yang tidak pernah Ia ingin Anda lakukan.
- Menurut Anda, kemana Tuhan ingin Anda memfokuskan waktu dan energi Anda?
- Pilihan apa yang perlu Anda ambil yang akan membantu Anda bisa lebih fokus pada rancangan Allah bagi Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5


Libatkan Tuhan atas semua pilihan dalam hidup Anda. Jangan merasa diri kuat dan hebat, hanya Tuhan sumber kekuatan yang dapat memampukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Membandingkan Selalu Membuat Ingin Memiliki

Pengkhotbah 6: 9 "Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin."

Langkah pertama untuk menjadi orang yang puas adalah berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain. Tapi masalahnya, itu olahraga indoor favorit sebagian besar kita! Tanpa sadar, kita melakukannya setiap saat. 

Anda masuk ke rumah seseorang, dan hal pertama yang Anda lakukan ialah membandingkan: "Saya suka lantai itu! Lihat tirai itu! Wow, itu TV raksaksa!" Anda berpapasan dengan seseorang dan berpikir," Saya suka tatanan rambutnya; rambut saya kelihatan mengerikan hari ini. "Anda terus-menerus membandingkan, dan itu membuat Anda frustrasi. Anda harus berhenti melakukannya! Jika Anda mau belajar untuk puas pada diri Anda sendiri, maka Anda harus berhenti membandingkan kehidupan Anda dengan orang lain.

Anda pun harus belajar untuk mengagumi tanpa harus memiliki. Anda harus belajar bersukacita dalam kelimpahan orang lain, tanpa perlu merasa cemburu dan iri dan merasa Anda juga harus memilikinya.

Inilah salah satu prinsip utama yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang. Anda tidak harus memilikinya untuk menikmatinya! Mungkin Anda suka liburan ke puncak. Mengapa Anda harus membeli vila jika Anda bisa tinggal menyewa, atau bahkan mungkin meminjamnya satu kali setahun saat Anda pergi ke puncak? Kepemilikan bukan satu-satunya cara untuk menikmatinya.

Berhenti membandingkan bukan sekedar ide yang bagus, tapi itu adalah sebuah perintah. Keluaran 20:17 mengatakan, "Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Mengingini berarti keinginan yang tak terkendali untuk memiliki. Itu adalah dosa yang sangat penting untuk dihindari karrena itu termasuk dalam Sepuluh Perintah Allah. Kata "mengingini" dalam bahasa Yunani berarti "memegang atau menggenggamnya erat-erat hingga Anda tidak bisa melepaskannya." Jika Tuhan pernah memberi Anda sesuatu dan Dia meminta Anda untuk memberikannya dan Anda tidak mau, maka Anda tidak akan menerima berkat-Nya. 

Namun, Tuhan tidak mengatakan bahwa Anda tidak boleh punya keinginan untuk memiliki sesatu; itu bukan Kekristenan; itu ajaran Budha. Mempunyai keinginan itu tidak salah. Malah, keinginan Anda datangnya dari Tuhan. Tetapi ketika keinginan itu menjadi tidak terkendali, itu akan menimbulkan iri hati. Ketika Anda menginginkan sesuatu yang bukan milik Anda, maka itu jahat. Tetapi keinginan bukanlah hal yang negatif.

Tidak ada yang tidak bisa Anda raih, kecuali Anda mau melakukannya. Anda tidak bisa menjadi semakin seperti Kristus tanpa adanya keinginan untuk menjadi lebih seperti Kristus. Misalnya, Anda tidak bisa menjadi orang yang lebih mengasihi jika tanpa adanya keinginan untuk menjadi orang yang lebih mengasihi. Anda tidak bisa menjadi orang yang lebih dermawan jika tidak mau menjadi orang yang lebih murah hati. Tidak ada keinginan yang buruk selama itu masih terkendali dan Anda tidak punya pemikiran untuk memiliki lebih dan lebih banyak lagi. Akar dari keinginan semacam ini adalah membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Anda tidak akan pernah bisa puas sampai Anda belajar untuk tidak membandingkan. Mengapa Anda tidak pernah boleh membandingkan? Karena membandingkan selalu membuat Anda mengingini.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat mengubah perspektif Anda tentang milik Anda sendiri sehingga Anda dapat bersukacita bersama orang lain atas harta benda mereka?
- Menurut Anda, apa yang Tuhan mau isi ke dalam hidup kita, ketimbang dengan harta?
- Orang-orang Kristen banyak berbicara tentang Tuhan yang memberi mereka keinginan hati. Keinginan macam apa yang menurut Anda ingin Tuhan berikan kepada Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4


Membandingkan kondisi kita dengan orang lain sama saja memelihara rasa tidak bersyukur dalam diri Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ketakutan Mencegah Anda untuk Menerima Berkat Financial

Matius 25: 28-29 "Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Apa yang menghalangi kita untuk menginvestasikan hidup kita? Apa yang menghalangi kita untuk bergerak menuju kebebasan finansial? Izinkan saya beritahu Anda jawabannya: ketakutan. 

Di dalam Alkitab, Anda bisa menemukan prinsip-prinsip keuangan yang dijamin oleh Tuhan. Tuhan berjanji bahwa jika Anda melaksanakannya, maka Anda akan diberkati. Tetapi itu memerlukan iman yang kuat, dan itu membuat banyak orang takut. Mereka takut melakukannya dengan cara Tuhan.

Banyak ketakutan dapat menahan diri Anda. Salah satunya adalah keraguan diri. Anda mungkin pernah gagal di masa lalu, sehingga Anda tidak pernah mau mencoba lagi. Tetapi hanya karena Anda gagal, bukan berarti Anda harus menyerah. Semua orang pernah gagal. Itu satu-satunya cara Anda untuk belajar apa saja yang berhasil dan yang tidak! Tuhan menggunakan orang biasa yang bersedia untuk terus maju, bukan yang gampang menyerah.

Ada dua murid yang menyangkal Yesus sebelum Penyaliban-Nya: Yudas dan Petrus. Mereka melakukan dosa yang sama, tetapi bedanya adalah cara masing-masing mereka merespon kegagalan mereka. Yudas menyesali perbuatannya, depresi, dan kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

Namun, Petrus sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah, sehingga dia berdoa dan bertobat dan meminta pengampunan dari Allah. Kemudian Yesus memilih Petrus untuk berkhotbah pada hari Pentakosta, dan 3.000 orang diselamatkan pada hari pertama. Yesus memilih untuk membangun Tubuh Kristus di atas kegagalan terbesar dari antara ke 12 murid-Nya tersebut. 

Sungguh Tuhan yang luar biasa! Dia tidak memilih superstar. Dia memilih seseorang yang mengalami kegagalan yang paling parah.

Dulu mungkin Anda sudah benar-benar gagal dalam hal finansial. Tetapi itu tidak jadi masalah. Yang penting adalah kemana kaki Anda melangkah sekarang.

Dalam perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25, ada seorang kaya yang mempercayakan uangnya kepada para pelayannya sebelum dia pergi dalam perjalanan panjang. Waktu dia kembali, dia meminta pertanggungjawaban mereka. Dari ketiga pelayannya itu, dua di antaranya berhasil bekerja dan melipatgandakan uang tuannya, tetapi pelayannya yang ketiga takut dan hanya menyembunyikan bagiannya, ketimbang bekerja dan membuat uang itu berbuah. Ketakutan pelayan nomor tiga ini mengecewakan dan membuat kesal majikannya. Katanya, "Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu" (Matius 25:28). Tuan itu mengambil semua yang telah diberikan kepada pelayannya itu. 

Ketakutan sering muncul ketika kita mencoba melakukan hal-hal di dalam jalan Tuhan. Setan akan mencoba membuat Anda mengabaikan prinsip-prinsip Tuhan dalam hal pengelolaan uang dengan cara membuat Anda takut gagal atau membuat Anda meragukan kemampuan Anda untuk menjadi pengelola uang Tuhan yang baik. 

Tetapi jika Anda mau sukses dalam hidup, Anda harus bergerak melawan ketakutan Anda. Anda harus melakukan hal yang paling Anda takuti!

Renungkan hal ini: 
- Kegagalan finansial apa di masa lalu yang menahan Anda untuk terus melangkah maju dengan prinsip-prinsip keuangan Tuhan untuk hidup Anda?
- Apakah Anda berdoa agar Tuhan memberi Anda lebih banyak tanggung jawab finansial sebagai pelayan atas uang-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah ada sesuatu tentang bagaimana Tuhan mau kita mengelola uang yang membuat Anda takut untuk melaksanakannya? Katakan kepada Tuhan ketakutan Anda tersebut hari ini.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3


Matius 25: 28-29 "Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Cara Membantu Orang Lain Menemukan Pengharapan dan Penyembuhan, Bagian 2

Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Sebenarnya, tidak ada orang yang berada di luar jangkauan Yesus!

Kemarin saya berbicara tentang pentingnya kelompok-kelompok kecil dalam membantu mereka yang "putus asa" dalam menemukan penyembuhan. Kisah dalam Lukas 5 tentang sekelompok pria yang membawa sahabat mereka yang lumpuh untuk Yesus sembuhkan, menunjukkan kepada kita tiga karakteristik dari kelompok kecil yang dipakai Allah untuk menyembuhkan orang-orang yang mungkin dianggap tidak sudah ada harapan lagi oleh orang lain. Hari ini kita akan melihat keempat lagi:

Ketekunan: Kita semua berkecil hati ketika mencoba menjangkau keluarga, teman, atau kenalan kita dengan Injil. Tapi kita tidak boleh menyerah! Sekelompok teman dalam Lukas 5 ini tidak membiarkan kesulitan menghalangi mereka. Tidak jadi masalah jika ada orang banyak di antara mereka dan Yesus. Galatia 6: 9 mengatakan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Inovasi: Teman-teman ini berani melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka sangat inovatif untuk masuk dari atap rumah, merobeknya, dan menurunkan sahabat mereka yang terbaring di tempat tidur untuk bertemu Yesus. Bayangkan kekacauan yang mereka buat! Pelayanan memang menjadi berantakan karena itu melibatkan banyak orang. Jika kelompok-kelompok kecil ini enggan untuk keluar menjangkau orang lain dan membuat pelayanan merka menjadi cukup bergejolak, maka mereka tidak akan dipakai sebagai alat kesembuhan oleh Allah. 

Kerjasama: Tentu saja, para pria ini saling bekerja sama untuk menggotong teman mereka yang lumpuh kepada Yesus. Sebab, tempat tidur itu terlalu berat jika hanya dibopong seorang diri. Ini sama halnya dengan kelompok-kelompok kecil. Orang-orang datang kepada Kristus lebih cepat ketika mereka melakukannya di dalam kelompok kecil yang saling mendukung. Komunitas yang mendukung merupakan kesaksian yang kuat bagi Allah. 

Pengorbanan: Pernahkah Anda bertanya-tanya siapa yang membayar kerusakan atap rumah itu setelah kisah ini? Saya rasa teman-teman itu. Mereka tidak akan menjebolnya lalu menyerahkannya kepada orang lain untuk diperbaiki. Baik itu waktu, uang, upaya, atau hal-hal lain, akan selalu ada harga untuk membawa seseorang kepada Kristus. Lukas 16: 9 mengatakan, "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Kelompok-kelompok kecil harus bersedia berkorban jika mereka mau menjadi agen kesembuhan di dunia.

Renungkan hal ini:
- Jelaskan suatu waktu ketika pelayanan Anda berantakan dan Anda ingin menyerah.
- Apa beberapa cara yang dapat dipakai para anggota kelompok kecil untuk bisa mendorong satu sama lain ketika mereka berkecil hati oleh kesulitan?
- Siapa saja dalam hidup Anda yang menjadi kesaksian bagi Anda, atau yang Anda doakan agar beroleh keselamatan dari Allah? Bagaimana kelompok kecil Anda dapat membantu Anda dalam bersaksi kepada teman-teman ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2


Tangan Tuhan tidak lah terlalu jauh untuk menopang Anda. Terkadang Tuhan memakai orang disekitar Anda sebagai saluran pertolonganNya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Cara Membantu Orang Lain Menemukan Pengharapan dan Penyembuhan, Bagian-1

Ibrani 7:25 "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."


Saya percaya bahwa kelompok-kelompok kecil merupakan bagian terpenting dalam membantu mereka yang putus asa untuk menemukan penyembuhan. Salah satu yang paling saya suka dari bersekutu di dalam kelompok kecil ialah Anda dapat saling mendoakan "keputusasaan" satu sama lain. Kita bisa bersandar pada iman orang lain ketika kita mulai ragu.

Di dalam Lukas 5, ada sebuah kisah hebat tentang sekelompok kecil pria yang membawa salah seorang sahabat mereka yang lumpuh dan yang membutuhkan kesembuhan dari Yesus. Dalam kisah ini, kita menemukan tujuh karakteristik dari kelompok kecil yang Tuhan pakai ini di dalam karya penyembuhan-Nya. Hari ini kita akan melihat tiga karakteristik, dan besok kita akan melihat sisanya. 

Belas kasih: Pria ini disembuhkan karena teman-temannya peduli. Semuanya dimulai dengan kita peduli dengan mereka yang terluka. Roma 15: 2 mengatakan, "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya." Allah menggunakan sekelompok pria ini sebab mereka peka terhadap kebutuhan seorang teman. Dan Dia akan menggunakan kita apabila kita tidak sibuk dengan urusan kita sendiri dan mulai lebih peduli dengan orang lain ketimbang diri kita sendiri.

Iman: Para pria ini percaya Allah akan menyembuhkan teman mereka. Tengok Lukas 5:20: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Bukan iman si pria lumpuh itu yang membuat ia sembuh, melainkan iman teman-temannya. Berapa banyak orang yang Anda kenal yang karena begitu lemah tak berdayanya sehingga mereka tidak bisa percaya kepada Allah? Nah, saat itulah, kita harus percaya untuk mereka.

Campur tangan: Sekelompok teman ini bukan hanya berdoa untuk teman mereka; mereka melakukan sesuatu. Tidak cukup hanya berdoa untuk seseorang yang tengah terluka dan yang terperangkap di dalam dosa. Kita pun harus berusaha melakukan sesuatu. Yesus berkata dalam Lukas 14:23, "Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh." Ada begitu banyak contoh di dalam Alkitab tentang orang-orang yang membimbing orang lain kepada Yesus.

Renungkan hal ini:
- Seperti apakah wajah keputusasaan itu?
- Apakah Anda percaya bahwa tidak ada seorangpun yang berada di luar jangkauan Yesus? Jika demikian, apa yang rela Anda lakukan untuk membimbing orang-orang yang "putus asa" kepada Yesus?
- Siapa saja teman-teman Anda yang sedang terluka yang selama ini tekun Anda doakan? Apa yang bisa Anda lakukan untuk berbuat sesuatu dan membantu orang tersebut menemukan penyembuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1


Melakukan pekerjaan kasih, hanya dapat dilakukan dengan hati yang penuh kasih
Read more

0 Tidak Ada Hal Berharga yang Datang dengan Mudah

Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Ada banyak hal yang menghalangi kita dalam melaksanakan misi hidup kita. Selama bertahun-tahun, saya sering memperdebatkan apakah musuh terjahat kita adalah penundaan atau keputusasaan. Jika Setan tidak bisa membuat kita menunda misi hidup kita, maka dia akan mencoba untuk membuat kita berhenti sama sekali.

Rasul Paulus mengajarkan bahwa kita perlu melawan keputusasaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9). 

Apakah Anda pernah bosan melakukan yang benar? Sepertinya kita semua begitu. Terkadang lebih mudah melakukan hal yang salah ketimbang hal yang benar.

Ketika kita putus asa, kita menjadi tidak efektif. Ketika kita putus asa, kita bekerja melawan iman kita sendiri.

Ketika kita putus asa, kita berkata, "Itu mustahil." Itulah kebalikan dari berkata, "Saya tahu Tuhan dapat melakukannya karena Dia berkata begitu."

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini:
- Bagaimana saya menangani kegagalan?
- Ketika ada yang tidak berjalan sesuai keinginan saya, apakah saya menjadi pemarah?
- Ketika ada yang tidak berjalan sesuai keinginan saya, apakah saya menjadi frustrasi?
- Ketika ada yang tidak berjalan sesuai keinginan saya, apakah saya mulai bersungut-sungut?
- Apakah saya menyelesaikan apa yang sudah saya mulai?
- Bagaimana saya menghargai ketekunan?

Jika Anda sedang berkecil hati, jangan menyerah tanpa perlawanan. Yang berharga tidak akan tercipta jika tanpa ketekunan dan tenaga.

Ketika seorang pematung menciptakan patung, dia harus terus memahat hingga batu menjadi kecil. Dia tidak memukul pahatnya dengan palu hanya sekali, lalu tiba-tiba bagian yang tak diinginkan runtuh, dan sebuah mahakarya yang indah tercipta. Dia terus memukul dan memukulnya, memahat batu itu hingga terbentuk. 

Proses ini sama dengan kehidupan. Yang bernilai tidak pernah terwujud dengan mudah dalam hidup ini. Anda harus terus berusaha dan mengejarnya, dan sedikit demi sedikit, hidup Anda akan menjadi karya agung dari anugerah Allah.

Faktanya, orang-orang hebat hanyalah orang biasa dengan tekad yang luar biasa. Tapi bedanya, mereka tidak tahu caranya menyerah.

Renungkan hal ini:
- Apa yang bisa Anda pelajari dari sikap Anda dalam merespon situasi sulit?
- Apa yang hendak Anda relakan untuk menyerah?
- Bagaimana Firman Tuhan dapat membantu Anda bertahan? Siapa orang dalam hidup Anda yang dapat mendorong Anda untuk terus maju?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16


Selalu ada harga yang harus dibayar, selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yang berharga.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apakah Anda Takut Mengambil Keputusan yang Salah?

Mazmur 23: 3 "Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya."

Seringkali kita takut membuat keputusan yang salah, dan itu menyebabkan stres. 

Mungkin saat ini Anda tengah dihadapkan oleh sebuah keputusan besar, "Haruskah saya bertahan, atau haruskah saya berhenti?" "Haruskah saya masuk, atau haruskah saya keluar?" "Haruskah saya menikah?" "Haruskah saya mencari pekerjaan baru?" "Haruskah saya pindah?"

Ketika Anda tidak bisa mengambil keputusan, Anda akan terhuyung-huyung di sepanjang umur Anda. Malah, Alkitab mengatakan dalam Yakobus 1 bahwa ketika kita bimbang, kita menjadi tidak stabil di dalam segala hal yang kita lakukan. Kata Yunani untuk ketidakstabilan adalah "terhuyung-huyung seperti orang mabuk."

Tetapi Allah berkata ada penangkal untuk keraguan kita. Mazmur 23: 3 memberi tahu kita, "Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." Kita mengatasi tekanan dalam pengambilan keputusan dengan cara membiarkan Tuhan membimbing kita. 

Anda mungkin berpikir, "Tetapi saya sudah coba itu!" Anda meminta Tuhan untuk membimbing Anda, tetapi kemudian Anda malah menjadi lebih bingung dari sebelumnya. Anda masih belum bisa memahaminya. Dan Anda bertanya-tanya, "Mengapa begitu sulit mengetahui kehendak Allah?"

Apakah Tuhan sedang bermain-main dengan kita? Tentu saja tidak! Tuhan ingin membimbing kita. Dia ingin kita tahu kehendak-Nya lebih dari yang kita tahu. Masalah kita adalah kita sering mencari-cari hal yang salah sambil mencoba menemukan kehendak Tuhan.

Sebagai contoh, sebagian dari kita berusaha mencari sebuah perasaan. Kita ingin terhanyut oleh emosi sehingga kita bisa berkata, "Begitulah cara saya mengetahui kehendak Allah!" 

Beberapa dari kita mengharapkan metode-metode tertentu untuk mengetahui kehendak Tuhan. Kita ingin seseorang memberi kita resep atau formula untuk bisa kita ikuti. Sebagian dari kita menggunakan pendekatan magis untuk mencari tau kehendak Tuhan. Kita menantikan Tuhan untuk melakukan beberapa tanda–tanda fantastis, seperti tulisan di langit, menelepon kita, mengirim kita e-mail. 

Semua cara ini menyebabkan frustrasi dan membuat kita melewatkan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan bukanlah perasaan atau sesuatu yang membuat kita frustasi atau kita takuti. 

Tuhan tidak ingin Anda bimbang dan Dia tidak ingin Anda stres dalam mengabil keputusan. Dia ada di sana, membimbing setiap langkah Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa keputusan besar yang baru-baru ini Anda hadapi? Bagaimana Anda mencari kehendak Tuhan? 
- Mengapa Tuhan ingin Anda menggunakan Alkitab untuk membantu Anda membuat keputusan?
- Apa yang menghambat Anda untuk percaya bahwa Tuhan akan membimbing Anda dalam setiap keputusan yang harus Anda buat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11


Libatkan Tuhan saat mengambil segala keputusan dalam hidup Anda.
Read more

0 Hidup Anda Dibentuk oleh Pikiran Anda

Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Anda ingin Tuhan mengangkat semua masalah, kesakitan, duka, penderitaan, penyakit dan kesedihan Anda. Tetapi Tuhan ingin bekerja di dalam Anda terlebih dahulu, sebab transformasi tidak akan terjadi dalam hidup sebelum Anda memperbaharui cara pikir Anda, hingga pikiran Anda mulai berubah.

Mengapa begitu penting bagi Anda untuk belajar cara mengelola pikiran? Izinkan saya memberi Anda tiga alasan.

Kelola pikiran Anda, karena pikiran Anda mengendalikan hidup Anda.

Amsal 4:23 mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Pikiran Anda punya kemampuan luar biasa untuk membentuk hidup Anda, baik itu yang baik atau buruk. Sebagai contoh, mungkin Anda menerima apa yang orang lain katakan kepada Anda ketika Anda beranjak dewasa, "Kamu tidak ada gunanya. Kamu tidak penting." Jika Anda menerima pemikiran tersebut, meskipun itu salah, itu tetap akan membentuk hidup Anda.

Kelola pikiran Anda, karena pikiran Anda adalah medan peperangan dosa.

Semua godaan terjadi di dalam pikiran. Paulus berkata dalam Roma 7: 22-23, "Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."

Salah satu alasan mengapa Anda lelah secara mental yaitu karena ada peperangan di otak Anda 24 jam sehari. Itu membuat Anda lemah sebab itu berlangsung tanpa henti. Mengapa itu bisa begitu intens, sebab pikiran Anda merupakan aset terbesar Anda. Setan menginginkan aset terbesar Anda!

Kelola pikiran Anda, karena itu adalah kunci menuju damai sejahtera dan kebahagiaan.

Pikiran yang tidak dikelola menyebabkan ketegangan. Pikiran yang dikelola membawa ketenangan. Pikiran yang tidak dikelola menyebabkan konflik. Pikiran yang dikelola membawa kepercayaan diri. Pikiran yang tidak dikelola menyebabkan stres. Jika Anda tidak berusaha mengendalikan dan mengarahkan pikiran Anda, maka Anda akan mengalami beban stres yang begitu besar dalam hidup Anda. Tetapi sebaliknya, pikiran yang dikelola dengan baik mendatangkan kekuatan, rasa aman, dan ketenangan.

"Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8: 6).

Renungkan hal ini: 
- Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda yang dapat menyenangkan hati Tuhan? Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda yang mengecewakan Tuhan?
- Bagaimana Anda berlatih mengelola pikiran Anda?
- Peran apa yang dimainkan Alkitab dalam mengelola pikiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11


Tuhan jauh lebih tertarik mengubah pikiran Anda ketimbang mengubah keadaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More