• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Ingatkan Diri Anda Apa yang Allah Pikirkan tentang Anda

Yesaya 54:10 "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau."

Jika Anda tidak merasa dikasihi oleh Tuhan, tentunya Anda tak akan menawarkan kasih Anda kepada orang lain. Mustahil menjadi orang yang penuh kasih, kecuali jika Anda memahami dan mengingat cara Tuhan mengasihi Anda. 

Anda perlu mengingatkan diri Anda sendiri setiap hari apa yang Tuhan pikirkan tentang Anda — bukan apa yang dunia ini pikirkan atau apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda. Mengingat kasih Tuhan bisa menyingkirkan rasa takut Anda. 

Biarkan saya berbagi empat hal yang dipikirkan Tuhan tentang Anda yang akan membantu Anda ingat mengapa dan bagaimana caranya mengasihi. 

Anda diterima sepenuhnya.

Kita menghabiskan sebagian besar hidup kita, mencoba mendapatkan penerimaan dari orang tua kita, teman kita, orang yang kita hormati, orang yang kita iri, bahkan orang yang tak kita kenal sekalipun. Namun, Anda perlu menyadari bahwa Tuhan telah menyelesaikan masalah soal penerimaan ini: "Supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita" (Titus 3: 7). Apa yang Yesus lakukan di kayu salib menjadikan Anda sepenuhnya diterima oleh Allah — terlepas dari apapun yang sudah Anda lakukan atau apa yang akan lakukan.

Anda dikasihi dengan tulus. 

Tuhan tidak berkata, "Aku mengasihimu jika. . ." Atau "Aku mengasihimu karena. . ." Kata-Nya," Aku mengasihimu — titik! Anda tidak bisa membuat Tuhan berhenti mengasihi Anda, karena kasih-Nya tidak didasarkan atas apa yang Anda lakukan, tetapi oleh karena diri-Nya. Yesaya 54:10 mengatakan, "Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau."

Anda diampuni sepenuhnya.

Karena Yesus telah mati di kayu salib dan telah menyerahkan nyawa-Nya sebagai ganti dosa-dosa Anda, maka Anda telah sepenuhnya diampuni ketika Anda menerima karunia pengampunan dari Allah. Roma 8: 1 mengatakan, "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." Tuhan tidak mengingat-ingat dosa Anda. Dia melepaskan mereka.

Anda dianggap sangat berharga.

Ada dua hal yang menjadikan Anda berharga: siapa pemiliknya, dan apa yang rela ia korbankan untuk Anda. 

Anda adalah anak Allah dan "kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar" (1 Korintus 7:23). Yesus Kristus telah membayar Anda dengan nyawa-Nya. Itulah betapa berharganya Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana cara Allah memikirkan Anda mengubah cara Anda memikirkan diri Anda sendiri?
- Apa yang mencegah Anda untuk sepenuhnya mengasihi, menerima, dan memaafkan orang-orang yang berhubungan dengan Anda?
- Bagaimana Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka berharga buat Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 1-3; Matius 14:1-21


Ketika Anda ingat bahwa Anda benar-benar diterima, dikasihi, diampuni, dan berharga bagi Pencipta alam semesta, maka Anda akan lebih siap untuk menunjukkan kasih itu kepada orang lain dan membangun hubungan yang lebih dalam.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Langkah Menaklukan Raksasa Anda

1 Samuel 17:45-46 "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,"

Bagaimana Anda mengalahkan raksasa yang menghalangi Anda untuk menjadi kehidupan yang Tuhan kehendaki? Bagaimana Anda mengalahkan ketakutan yang menghalangi Anda menjadi manusia yang Tuhan kehendaki?

Jika Anda ingin menjadi orang yang beriman besar dengan impian besar dan pekerjaan yang besar, lakukan hal-hal yang dilakukan Daud ketika ia menaklukkan raksasa keterlambatan, keputusasaan, ketidaksetujuan, dan keraguan.

1. Ingat bagaimana Tuhan telah membantu Anda di masa lalu.

Daud berkata dalam 1 Samuel 17:37, "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."

Ketika Anda mengingat bagaimana Tuhan telah menolong Anda di masa lalu, itu memberi Anda kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan.

2. Gunakan alat-alat yang Tuhan berikan.

Daud menggunakan alat-alat yang Allah sediakan untuk menguatkan dia: "Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud,… Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya. Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu." (1 Samuel 17: 38-40).

Jangan menunggu sesuatu yang tidak Anda punya — uang, pendidikan, atau koneksi. Gunakan alat yang telah Tuhan berikan kepada Anda untuk menghadapi raksasa Anda dengan percaya diri.

3. Abaikan para pencemooh. 

Ketika banyak orang menentangnya, Daud harus menyemangati dirinya sendiri di dalam Tuhan: "Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya" (1 Samuel 30: 6).

Ketika Anda memotivasi diri Anda sendiri di dalam Tuhan, itu bukan hanya sikap mental yang positif, tapi juga Anda menyatakan dasar kepercayaan Anda di dalam anugerah, ketetapan, rasa aman, dan kuasa Tuhan.

4. Harapkan Tuhan untuk membantu Anda hanya demi kemuliaan-Nya.

Daud maju ke medan perang, berteriak, "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau… supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah," (1 Samuel 17: 45-46).

Saya mengambil keputusan ini waktu saya masih muda. Di pegunungan California Utara suatu malam, saya berlutut dan berseru, "Ya Tuhan, aku bukan orang yang paling cerdas, yang berpendidikan paling tinggi, atau yang paling berbakat. Tapi aku akan percaya kepada-Mu. Dan aku akan melakukan apa pun, kapan pun, di mana pun di dalam iman, bahkan ketika itu tidak masuk akal buatku." Dan semenjak saat itu, hidup saya penuh dengan petualangan!

Saya berdiri dan berbicara di depan orang banyak setiap minggunya. Jumlah mereka sekitar lima kali lebih besar dari kampung halaman saya. Saya hanya seorang anak desa — dengan ketapel.

Renungkan hal ini: 
- "Raksasa" apa yang tengah berdiri di antara Anda dan impian Anda?
- Pikirkan alat-alat yang telah Tuhan berikan kepada Anda untuk menjalankan tugas Anda. Seberapa baik Anda benar-benar memanfaatkannya?
- Bagaimana Anda ingin digunakan oleh Allah? Apakah Anda mengharapkan Dia melakukannya untuk Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 49-50; Matius 13:31-58


Tuhan akan menggunakan siapa saja yang mau percaya kepada-Nya dan yang mau dipakai oleh-Nya — bukan karena siapa Anda, tetapi karena itu mendatangkan kemuliaan bagi-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengikut Yesus Berarti Mengasihi Semua Orang

1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Kasih yang sama yang diberikan Tuhan kepada Anda harus Anda berikan kepada semua orang yang berhubungan dengan Anda. Itu bukan pilihan atau saran. Itu perintah: "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi" (Yohanes 13:34).

Jika Anda pengikut Kristus, Anda harus mengasihi semua orang — suka atau tidak —dengan cara yang sama seperti Kristus mengasihi Anda. Itu artinya Anda harus menerima mereka sepenuhnya, mengasihi mereka dengan tulus, mengampuni mereka sepenuhnya, dan menjadikan mereka sangat berharga.

Mengasihi orang lain dengan cara ini akan mengubah hubungan Anda!

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 13: 7, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Beginilah cara Tuhan mengasihi Anda. Tuhan tidak pernah berhenti bersabar dengan Anda. Tuhan tidak pernah berhenti percaya kepada Anda. Tuhan tidak pernah berhenti mengharapkan Anda melakukan yang terbaik dalam hidup Anda. Tuhan tidak pernah menyerah terhadap Anda. Itulah yang Tuhan mau Anda lakukan kepada orang lain.

"Kasih tidak pernah berhenti untuk bersabar." Itu artinya kasih memperluas belas kasih. Anda bisa memberi belas kasih Anda kepada orang lain.

"Kasih tidak pernah berhenti untuk percaya." Itu artinya kasih menyatakan iman. Itu seolah Anda berkata kepada seseorang, "Meskipun kita mengalami masa sulit, aku tidak akan pernah berhenti percaya kepadamu."

"Kasih tidak akan berhenti berharap." Itu artinya kasih mengharapkan yang terbaik. Apakah Anda mengharapkan yang terbaik dalam pernikahan Anda, atau apakah Anda sudah puas dengan yang kurang, ketimbang dengan yang terbaik?

"Kasih tidak pernah menyerah." Itu artinya kasih menanggung yang terburuk sekalipun. Itu seolah Anda melihat orang lain dan berkata, "Kau boleh menumpahkan semuanya kepadaku, tapi ketahuilah aku akan tetap mengasihimu apapun yang terjadi." 

Jika Anda ingin mulai mengubah hubungan Anda hari ini, saya mengundang Anda untuk menugucapkan doa ini kepada Tuhan: "Ya Tuhan, ku akui bahwa aku telah membuat kekacauan dalam hubunganku dengan orang lain. Hubunganku ini rusak dan rumit dan seringkali aku tidak mengusahakan yang terbaik untuk memperbaikinya. Aku membutuhkan transformasi! Tolong aku Tuhan, ubahkan aku! Bebaskan aku dari ketakutanku, karena aku bisa melihat jelas bagaimana itu kian membuatku jauh dan defensif dan bahkan menuntut. Hari ini dan setiap harinya mulai dari sekarang, aku ingin menyerahkan hatiku kepada-Mu. Aku ingin belajar menjalani hidupku dalam kasih-Mu. Aku ingin belajar menjalani hidupku dengan kasih-Mu dan mengisinya dengan kasih-Mu. 

"Bantu aku untuk menerima orang lain, sama seperti Engkau telah menerimaku. Tolong aku untuk mengasihi orang lain dengan tulus, sama seperti Engkau telah mengasihiku. Tolong aku untuk mengampuni orang lain sepenuhnya, sama seperti Engkau telah mengampuniku. Dan tolong aku untuk menghargai orang lain, sama seperti Engkau menghargaiku. Tolong aku untuk menjadi perpanjangan tangan-Mu dan menyatakan imanku kepada orang-orang di sekelilingku. Bantu aku untuk mengharapkan yang terbaik dari orang lain, dan ketika hal yang terburuk terjadi, tolong aku untuk mampu memikulnya. Di dalam nama Yesus, kuberdoa. Amin." 



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30


Belajarlah dari Yesus yang mengasihi kita tanpa syarat dan tanpa mengingat segala dosa kesalahan kita.
Kasihilah karena kita juga telah dikasihi terlebih dahulu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Uang: Cara Favorit Tuhan untuk Menguji Anda

Matius 6: 19-21 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

Tuhan menggunakan uang untuk menguji Anda. Dia tidak secara otomatis memberikan berkat-Nya kepada siapa pun. Dia terlebih dulu menguji Anda untuk melihat apakah Anda bertanggung jawab atau tidak. Jika Dia bisa mempercayakan Anda dengan harta benda, maka Dia juga bisa mempercayakan Anda dengan kuasa rohani. Tetapi jika Anda tidak mengelola uang Anda dengan baik, mengapa Dia harus memberi Anda hal-hal lain yang sungguh-sungguh penting?

Keuangan adalah alat favorit Tuhan untuk menguji Anda. Dia menggunakan uang Anda untuk menguji beberapa hal.

Uang menunjukkan apa yang paling Anda sukai.

Jika Anda benar-benar ingin tahu apa yang paling penting buat Anda, lihat kalender dan tagihan kartu kredit Anda, sebab cara Anda menghabiskan waktu dan uang Anda memperlihatkan kepada orang lain apa yang paling Anda sukai.

Matius 6: 19-21 mengatakan, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." Di mana pun Anda menginginkan hati Anda berada, investasikan uang Anda ke dalamnya, dan Anda akan tertarik masuk ke dalamnya. 

Uang menunjukkan apa yang paling Anda percayai.

Apakah Anda mempercayakan uang Anda untuk menjamin keamanan Anda, atau apakah Anda mempercayakannya kepada Tuhan? Apakah Anda percaya kepada kebahagiaan Anda, atau apakah Anda mempercayakan Tuhan buat kebahagiaan Anda? Apakah Anda mempercayakan uang Anda untuk membuat Anda merasa baik dengan diri Anda sendiri, atau apakah Anda mempercayakan Tuhan untuk membuat Anda merasa baik dengan diri sendiri? Uang adalah ujian atas iman Anda yang paling ampuh.

Alkitab berkata dalam Amsal 11:28, "Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda."

Uang menunjukkan bahwa Tuhan bisa mempercayakan Anda.

Uang bukan hanya menunjukkan bahwa Anda percaya kepada Tuhan atau tidak, tapi itu juga menunjukkan jika Tuhan bisa mempercayai Anda. Lukas 16: 10-12 mengatakan, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?"

Begitu Anda memahami bahwa ada kaitan antara pengelolaan uang dengan berkat Tuhan, maka Anda akan termotivasi untuk memperbaiki keuangan Anda, sehingga Tuhan akan memberkati Anda dengan kekuatan spiritual-Nya. 

Renungkan hal ini: 
- Apa yang menjadi kehendak hati Anda? Apakah cara Anda menghabiskan uang Anda mendukung jawaban Anda tersebut?
- Apabila Anda kehilangan pekerjaan Anda hari ini, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda percaya bahwa Tuhan akan memenuhi apa yang Anda butuhkan?
- Apakah cara Anda mengatur berkat kekayaan yang dari Tuhan memperlihatkan kedalaman iman Anda kepada-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50


Cara Anda mengelola uang menentukan seberapa besar Tuhan bisa memberkati hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Artinya Mengelola Emosi Anda

1 Petrus 4: 2 "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Apa yang paling didambakan manusia? Perasaan dan kasih sayang. Sebagai pengikut Kristus, hidup Anda harus dikendalikan oleh kehendak Tuhan, bukan oleh perasaan Anda. 

Biarkan saya beri Anda tiga pertanyaan tentang perasaan Anda, ketika Anda berusaha menghadapi apa yang Anda rasakan. Ketika Anda marah, kesal, atau frustrasi — apa pun yang Anda rasakan —pikirkan tiga pertanyaan ini:

- "Apa alasannya saya merasakan hal ini?" Mungkin itu berupa rasa takut atau cemas. Mungkin itu berhubungan dengan sesuatu yang diucapkan ayah Anda bertahun-tahun lalu. Orang lain mungkin mengatakan hal yang serupa, dan walaupun itu sudah bertahun-tahun lamanya, orang itu menjadi sasaran kemarahan Anda yang terpendam.

- "Apakah itu benar?" Apakah yang Anda rasakan pada saat itu benar adanya? Ada satu kejadian di dalam Alkitab ketika Elia begitu patah semangat, sehingga ia datang kepada Tuhan dan mengeluh, "Ya Tuhan, hanya aku satu-satunya orang Israel yang masih setia melayani-Mu." Lalu Allah menantangnya dengan berkata, "Apa kau bercanda? Bangsa Israel itu masih melayani-Ku! Kau bertingkah seakan-akan hanya engkau yang berusaha berbuat hal yang benar di seluruh dunia ini! Tidak, itu tidak benar."

- "Apakah yang saya rasakan membantu atau malah menyakiti saya?" Apakah Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan dengan terus merasakan hal itu? Ada banyak perasaan yang kita miliki kelihatannya wajar, tetapi itu sebenarnya menjatuhkan Anda. 

Katakanlah Anda pergi ke restoran dan pelayanannya super duper lambat. Anda sudah menunggu begitu lama untuk dilayani, tapi kemudian sepasang suami istri yang datang 15 menit setelah Anda, malah mendapatkan makanan lebih dulu. Anda jadi sangat kesal, sampai Anda rasa ingin meledak.

Apa alasan sebenarnya Anda merasakan emosi itu? Anda hanya lapar!

Apakah itu benar? Ya. Anda frustrasi karena pelayanannya lambat. Tetapi coba pikirkan; apakah emosi Anda itu akan membantu atau malah menyakiti Anda? Apakah Anda akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik dengan marah-marah kepada pelayan? Tidak sama sekali. 

Apakah menggerutu akan menyelesaikan masalah? Ketika seseorang memberi tahu Anda bahwa apa yang Anda lakukan itu salah, apakah itu akan membuat Anda ingin berubah? Tidak! Itu hanya akan membuat Anda menjadi defensif.

Ketika Anda menanyakan tiga pertanyaan ini pada diri Anda sendiri, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mengapa Anda merasakan apa yang Anda lakukan dan apa yang perlu Anda lakukan untuk menghadapi situasi itu.

Itu yang disebut mengelola emosi. 

Renungkan hal ini: 
- Mengapa kadang sulit untuk mengakui bahwa apa yang kita rasakan salah? 
- Pikirkan pengalaman yang baru-baru ini terjadi ketika Anda merasa marah atau frustrasi dengan seseorang. Menurut Anda bagaimana dengan mengajukan tiga pertanyaan di atas akan mengubah hasil dari insiden tersebut?
- Menurut Anda apa artinya dikendalikan oleh kehendak Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23


Pemenang sesungguhnya adalah hidup yang mampu mengendalikan perasaan, ego dan emosinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tidak Semua yang Anda Rasakan itu Benar

Roma 8: 6, 8 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."

Belajar mengatur emosi Anda adalah kunci dari ketenangan jiwa. 

Saya ingin berbagi empat alasan penting dalam Firman Tuhan mengapa Anda perlu belajar menghadapi apa yang Anda rasakan.

1. Anda perlu belajar mengelola emosi Anda karena itu seringkali tak bisa diandalkan. 

Pemikiran Anda seringkali salah. Intuisi Anda seringkali bercacat cela. Emosi Anda seringkali menuntun Anda kepada jalan buntu. Anda tidak bisa bergantung pada semua yang Anda rasakan!

Amsal 14:12 mengatakan, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."

Anda tidak harus sepakat dengan semua yang Anda rasakan, karena tidak semua yang Anda rasakan itu benar.

2. Anda perlu belajar mengelola emosi Anda karena tentunya Anda tidak ingin dimanipulasi.

Jika Anda tidak mengendalikan emosi Anda, maka itu akan mengendalikan Anda, dan Anda akan dimanipulasi oleh suasana hati Anda. Dan jika Anda selalu dibimbing oleh perasaan Anda, maka orang lain akan mengambil keuntungan dari Anda. Dan yang terburuk dari itu semua, emosi yang negatif adalah alat kesukaan Setan. Dia akan memakai rasa takut, dendam, dan khawatir untuk mendatangkan malapetaka dalam hidup Anda.

Alkitab berkata dalam 1 Petrus 5: 8, "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."

3. Anda perlu belajar mengelola emosi Anda karena Anda ingin menyenangkan Tuhan.

Tuhan tak dapat berkuasa atas hidup Anda apabila emosi yang memimpin hidup Anda. Jika Anda mengambil keputusan berdasarkan apa yang Anda rasakan, maka Anda telah menjadikan perasaan Anda sebagai tuhan, dan oleh karena itu Tuhan tidak bisa menjadi Tuhan atas hidup Anda.

Roma 8: 6, 8 mengatakan, "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."

4. Anda perlu belajar mengelola emosi Anda karena Anda ingin berhasil dalam hidup.

Berbicara tentang kesuksesan, penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa kecerdasan emosional jauh lebih penting dibanding IQ Anda. Berapa banyak orang yang Anda kenal yang telah merusak reputasi mereka karena sesuatu yang mereka ucapkan dalam kemarahan? Atau melewatkan kesempatan bekerja karena kurangnya penguasaan diri?

Alkitab berkata dalam Amsal 5:23, "Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat."

Ketika Anda memilih untuk mengikut Yesus, artinya Anda juga menyerahkan perasaan Anda kepada Tuhan. Karena itu, ketika Anda berkata, "Aku memberikan hatiku kepada Yesus," serahkan emosi Anda kepada-Nya sehingga Dia bisa mengelolanya. 

"Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah" (1 Petrus 4: 2).

Renungkan hal ini:
- Seberapa besar Anda mendasarkan keputusan Anda pada perasaan Anda? Bagaimana Anda tahu jika "perasaan" itu benar atau salah?
- Mengapa penting untuk belajar mendengarkan Roh Kudus? Bagaimana Anda melakukannya?
- Bagaimana dengan perasaan yang harus Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11


Yesus ingin menjadi Tuhan atas apa yang Anda rasakan, bukan hanya atas apa yang Anda pikirkan dan lakukan. Dia ingin menjadi Penguasa atas semua perasaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Emosi Anda Memiliki Tujuan

Markus 12: 29-30 "Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."

Yesus berkata dalam Markus 12: 29-30, "Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: ...Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."

Apakah Anda mendengar ada emosi yang kuat dalam kata-kata Yesus ini? Dia mengatakan Dia tidak hanya ingin Anda mengasihi-Nya. Dia ingin Anda mengasihi-Nya dengan penuh— dengan sepenuh hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan Anda. Tuhan menginginkan lebih dari pengetahuan di kepala Anda. Dia ingin ter-ikatan emosional dengan Anda.

Ada beberapa hal yang perlu Anda pahami tentang emosi.

Pertama, Tuhan memiliki emosi dan perasaan. Tuhan adalah Tuhan yang berperasaan. Dia merasakan sukacita, kesedihan, rasa sakit, dan kebencian terhadap dosa. Satu-satunya alasan Anda memiliki emosi adalah karena Anda diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jika Tuhan bukan Tuhan yang emosional, maka Anda tidak akan memiliki emosi.

Kedua, kemampuan Anda untuk merasa adalah anugerah dari Tuhan. Emosi adalah yang menjadikan Anda manusia. Adalah kemampuan emosional Anda yang memungkinkan Anda untuk mencintai dan menciptakan dan menjadi setia dan taat serta baik dan murah hati dan mengalami semua perasaan yang melekat pada hal-hal baik dalam hidup Anda. Emosi Anda mungkin tidak selalu tampak seperti sebuah anugerah, tetapi bahkan pikiran yang negatif sekalipun memiliki tujuan dalam hidup Anda.

Ketiga, ada dua pandangan yang harus dihindari. Emosionalisme adalah pandangan yang mengatakan bahwa satu-satunya hal yang penting dalam hidup adalah perasaan Anda — bukan apa yang Anda pikirkan atau apa yang benar atau salah. Segala sesuatu dalam hidup ini didasarkan pada perasaan Anda. Perasaan Anda mengendalikan hidup Anda.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana kita terkadang menyembah Tuhan lebih dengan kepala kita dibanding dengan hati kita?
- Apakah Anda termasuk orang yang mengumbar atau memendam perasaan Anda?
- Apakah Anda rasa mudah, atau sulit untuk melibatkan emosi Anda ke dalam hubungan Anda dengan Tuhan? Mengapa?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42


Tuhan memberi Anda hati, emosi dan perasaan karena suatu alasan dan Dia ingin Anda menyembah-Nya dengan segenap hati dan pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pikirkan Tiga Hal Ini untuk Kesehatan Rohani Anda

Ibrani 12: 3 "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

Tuhan ingin Anda sehat di setiap bidang kehidupan Anda - secara emosional, spiritual, dan fisik. Untuk kesehatan rohani, Anda harus memfokuskan pikiran Anda pada hal-hal yang benar.

1. Pikirkan Yesus.
Anda mungkin pernah mendengar pepatah, "Anda menjadi apa yang paling Anda pikirkan." Jika Anda ingin menjadi lebih seperti Yesus, Anda harus mengisi pikiran Anda dengan Dia.
Ibrani 12: 3 mengatakan, "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

2. Pikirkan orang lain.
Alkitab mengatakan dalam Filipi 2: 4, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
Apakah Anda menyadari betapa itu bertentangan dengan budaya dunia? Dunia kita mengajarkan Anda untuk memikirkan diri sendiri dan orang lain. Tetapi Yesus berlawanan dengan budaya, dan ketika Anda memikirkannya, Anda akan secara otomatis memikirkan orang lain.

3. Pikirkan kekekalan surga.
"Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (1 Korintus 2: 9). Ketika Anda mulai fokus pada kebenaran seperti itu, semua masalah Anda akan tampak lebih kecil dibanding dengan kemuliaan, sukacita, dan kenikmatan dari apa yang akan menanti kita di kekekalan surga.

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda membuat pilihan setiap hari untuk memberi makan pikiran dengan Firman Tuhan, membebaskan pikiran Anda dari pikiran yang merusak, dan mengisi pikiran Anda dengan Yesus, orang lain, dan kekekalan surga. Maka, Anda akan memenangkan pertempuran itu. 

Renungkan hal ini:
- Apa saja cara yang bisa Anda gunakan untuk melatih Filipi 2: 4 dalam kelompok kecil Anda minggu ini? Bagaimana dengan keluarga Anda?
- Bagaimana memikirkan tentang Yesus dan kekekalan surga membantu Anda memikirkan orang lain?
- Apa gangguan terbesar Anda yang menghalangi Anda untuk bisa fokus pada kekekalan surga di sepanjang hari Anda? Bagaimana Anda bisa mengatasi gangguan itu?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 33-35; Matius 10:1-20


Pikiran Anda adalah aset terbesar Anda, dan juga medan pertempuran terbesar Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ambil Keputusan untuk Mengelola Pikiran Anda

Mazmur 119: 112 "Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir."

Alasan mengapa kebanyakan orang tidak efektif menjalani hidup adalah karena mereka tidak pernah belajar bagaimana berperang melawan pertempuran di dalam pikiran mereka.
Jika Anda ingin belajar mengelola pikiran Anda, Anda harus bebas dari pikiran yang merusak. Itu tidak mudah, karena ada tiga musuh yang membuat Anda tidak bisa mewujudkan niat Anda untuk mengubah hidup Anda.

1. Musuh pertama adalah sifat lama Anda.
Paulus berkata dalam Roma 7:23, "Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."
Apakah Anda pernah melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan? Itulah pertempuran di otak Anda; antara sifat lama Anda yang penuh dosa dengan niat baik Anda.

2. Musuh kedua adalah Setan.
Setan tidak bisa memaksa Anda untuk melakukan ini itu, tetapi dia dapat memberi saran, dan saran itu pengaruhnya sangat kuat. Dia terus menanam pikiran negatif ke dalam pikiran Anda. Dia akan menggunakan orang atau menggunakan TV atau memunculkan ide-ide buruk ke dalam pikiran Anda.

3. Musuh ketiga adalah sistem penilaian dunia.

Apakah ada sesuatu dalam budaya kita yang memotivasi kita untuk disiplin? Tidak banyak. Iklan-iklan mendoktrin kita, "Anda layak beristirahat hari ini. Lakukan kata hati Anda. Kami siap mewujudkannya."

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 2:16, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Dengan ketiga musuh itu, tidak heran kita bergumul dengan keputusasaan, kemunduran, dan kegagalan!

Jadi, bagaimana Anda melawan pertempuran ini? Lihatlah apa yang dikatakan 2 Korintus 10: 3-5: "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"

Anda punya pilihan. Pikiran Anda harus mendengarkan Anda. Tuhan tidak memberi Anda pikiran tanpa tujuan. Dia memberi Anda kehendak! Waktu terbaik untuk memenangkan pertempuran melawan godaan ialah sebelum itu dimulai.

"Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir" (Mazmur 119: 112).

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda percaya bahwa dengan mengikuti aturan dan perintah Allah mendatangkan kemerdekaan dan membantu Anda menikmati hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa yang Setan gunakan dalam kehidupan Anda secara khusus dan secara pribadi agar Anda jauh dari pikiran dan perilaku yang merusak?
- Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk menghafal Firman Allah sehingga Anda dapat memenangkan pertempuran di dalam pikiran Anda dengan lebih efektif?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 31-32; Matius 9:18-38


Anda berkuasa atas pikiran Anda. Anda bebas menentukan pilihan, membiarkan Tuhan masuk dan mengontrol pikiran kita untuk hal rohani yang kekal, ataukah setan dan dunia dengan segala kenikmatan sesaatnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Beri Makan Pikiran Anda dengan Firman Tuhan

Matius 4: 4 "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 

Jika Anda ingin memiliki pikiran yang sehat, Anda harus memberi makan pikiran Anda dengan kebenaran.

Kita semua tahu betapa pentingnya nutrisi. Makanan yang baik dan kalori yang baik membuat Anda lebih kuat dan lebih sehat, serta memberi Anda lebih banyak energi. Kalori yang buruk dan junk food membahayakan tubuh Anda. Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan pemikiran Anda. Jangan memberi makan pikiran Anda dengan sampah atau racun, tapi dengan kebenaran.

Suatu saat, saya mendapat satu kehormatan untuk mengajar di Oxford University, dan waktu saya berada di sana, saya diundang untuk menghadiri rapat Oxford Analytica. Ini merupakan sebuah kelompok yang kemungkinan besar belum pernah Anda dengar. Kelompok ini memiliki pengaruh besar di dunia. 

Setiap hari sekitar pukul 6 pagi, para ahli terkemuka di Oxford berkumpul di sebuah ruangan untuk mendengar informasi tentang apa yang terjadi di seluruh dunia selama 24 jam terakhir, mulai dari kenaikan harga panen di Tiongkok, hingga semakin mencekamnya kerusuhan di Timur Tengah. 

Setelah itu mereka mengambil keputusan untuk menyatakan apa yang harus mereka katakan. Pada jam tersebut, seperti CIA dan perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya.

Oxford Analytica didirikan atas gagasan bahwa para pemimpin terbaik membuat keputusan terbaik ketika mereka memiliki informasi terbaik. Bahkan jika Anda seorang pemimpin yang baik, jika Anda tidak memiliki informasi terbaik, Anda akan membuat keputusan yang buruk.

Anda membutuhkan informasi terbaik untuk menjalani kehidupan terbaik yang Tuhan inginkan untuk Anda jalani. Informasi itu ada di sana di dalam Firman Tuhan. Alkitab berkata dalam Matius 4: 4, " Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 

Tuhan ingin Anda membuat keputusan terbaik dan menerima yang terbaik untuk hidup Anda. Lakukanlah dengan mengisi makan pkiiranmu dengan Firman Tuhan sepanjang hari, setiap hari.

Bicarakan hal Ini:
- Apa bagian terpenting dari rutinitas pagi Anda? Bagaimana bisa dengan mempelajari Firman Tuhan malah mengabaikan rutinitas Anda?
- Bagaimana Anda dapat menggabungkan belajar Firman Tuhan dan menghafal Firman Tuhan ke dalam jadwal harian Anda?
- Apa saja cara agar Anda dapat memberi makan pikiran Anda dengan Firman Tuhan bersama dengan keluarga Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 29-30; Matius 9:1-17


Pikirkanlah segala yang baik, manis dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan terjadi atas hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Di Lembah Bayang-Bayang, Lihatlah Terang

Mazmur 23: 4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Kehilangan adalah sumber stres yang paling lazim. Anda bisa kehilangan pekerjaan, kesehatan, uang, reputasi, atau orang yang Anda cintai.

Ketika seseorang menghadapi kehilangan, Anda melihat dua reaksi yang paling umum: Ketakutan dan kesedihan. Kesedihan itu baik. Kesedihan adalah cara kita melewati transisi kehidupan. Malah, jika Anda tidak berduka, Anda terjebak! Kesedihan tidak akan membunuh Anda jika Anda mengeluarkannya.

Sebaliknya, ketakutan adalah hal yang buruk. Alkitab tidak pernah berkata, "Jangan berduka," "Jangan bersedih,"Jangan menangis," atau "Jangan meratapi." Tapi sebaliknya, Alkitab mengatakan, "Jangan takut." Dan itu dicatat 365 kali! Kesedihan tidak melumpuhkan, tetapi ketakutan iya.

Daud berkata dalam Mazmur 23: 4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." 

Gembala selalu membawa tongkat dan gada untuk melindungi domba mereka.Daud tahu bahwa dengan cara itu, Tuhan memiliki alat untuk melindungi dia, dan dia memegang janji Tuhan, bahkan di lembah yang paling gelap sekalipun.

Anda mungkin sedang melewati lembah bayang-bayang sekarang - mungkin lembah bayang-bayang kematian. Mungkin lembah bayang-bayang hutang. Mungkin lembah bayang-bayang konflik. Mungkin lembah bayangan depresi. Mungkin lembah bayangan keputusasaan.

Bayangan itu menakutkan. Anda ingat waktu kecil Anda takut melihat bayangan saat Anda mencoba untuk tidur? Saya sudah belajar beberapa hal tentang bayangan.

Pertama, bayangan tidak bisa melukai Anda.

Kedua, bayangan selalu lebih besar dari objeknya. 

Ini kabar baik lainnya: Di mana pun ada bayangan, pasti ada cahaya. Tidak ada bayangan jika tiada cahaya. Jadi, rahasianya ketika Anda melewati lembah bayang-bayang ialah berbalik dari bayangan dan melihat cahaya. Karena selama Anda terus melihat ke arah cahaya — Yesus, cahaya dunia — bayangan itu tidak akan membuat Anda takut.

Begitulah cara Anda melewati lembah bayang-bayang kematian. Itulah cara Anda menurunkan stres. Anda tetap percaya kepada Tuhan di tengah-tengah pergumulan Anda, sama seperti Daud yang berdoa, "Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku" (Mazmur 142: 3).

Renungkan hal ini:
- Bayang-bayang apa yang baru-baru ini Anda hadapi? Mengapa itu begitu menakutkan bagi Anda?
- Bagaimana dengan menghafal Alkitab membantu Anda untuk mengatasi ketakutan dalam hidup Anda?
- Mengapa rasa takut membuat orang stres? Bagaimana hal itu membuat Anda tak berdaya dan membuat Anda tidak melakukan apa yang Tuhan minta Anda lakukan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34


Jangan takut ! Percayalah Tuhan lebih besar dari masalahmu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Yesus Ingin Menanggung Beban Anda

Matius 11: 28-30 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Saya tidak tahu beban apa yang sedang Anda tanggung. Saya tidak tahu apa yang membebani Anda. Tapi saya tahu jawabannya.

Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11: 28-30).

Selama bertahun-tahun saya tidak pernah mengerti ayat ini, karena saya tidak tahu apa kuk itu. 

Ketika Yesus berkata, "Pikullah kuk yang Kupasang," itu terdengar seakan-akan Ia hendak memberi saya beban lain lagi. Beban saya sudah cukup berat, Tuhan! Saya tidak mau menanggung permasalahan-Mu!

Kemudian saya belajar bahwa kuk adalah sebuah palang kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau untuk menarik bajak. 

Kuk itu berharga sebab masing-masing hewan menanggung setengah beban. Tapi tanpa adanya kuk, seekor sapi harus menarik seluruh beban itu seorang diri. Tetapi jika Anda menggandeng sapi satu dengan sapi lain, maka kedua binatang itu menarik beban bersama-sama, dan bebannya setengah berat.

Ketika Yesus memerintahkan untuk memikul kuk yang Ia pasang, Dia tidak berkata akan memberi Anda masalah. Yesus tidak punya masalah! Maksud-Nya adalah Ia akan berbagi masalah Anda. Dia akan berbagi beban Anda. Dia akan membawa stres Anda ke atas diri-Nya dan menanggungnya bersama Anda.

Wah!
Dia menggunakan tiga kata kerja penting dalam ayat ini: marilah, belajar, dan pikullah. Yesus seolah berkata, "Datanglah kepada-Ku. Bekerjalah bersama-Ku. Lalu, belajarlah bagaimana Aku melakukannya. Pikullah beban yang lebih ringan itu. Itu akan mengurangi stresmu. Itu akan membuatmu lebih mudah melangkah."

Renungkan hal ini:
- Mengapa kadang sulit menerima bantuan dari seseorang yang ingin berbagi beban Anda dan yang ingin mempermudah Anda?
- Apakah Anda punya orang-orang di dalam hidup Anda yang bersedia melakukan itu untuk Anda? Bagaimana Anda mengulurkan bantuan untuk mengurangi stres mereka?
- Yesus telah terlebih dahulu tahu tentang stres Anda. Apakah Anda siap untuk memikul kuk-Nya? Jika tidak, apa yang menghalangi Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 23-24; Matius 7


Ketika Anda bekerja bersama Kristus, Anda bergerak bersama dengan-Nya. Anda bergerak ke arah yang sama dan di dalam kecepatan yang sama. Anda bergerak ke arah yang tepat dan pada kecepatan yang tepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pikiran Anda Mengendalikan Hidup Anda

Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Kita ingin Tuhan mengangkat semua masalah, rasa sakit, kesedihan, penderitaan, penyakit, dan duka kita. Tetapi Tuhan ingin bekerja di dalam Anda terlebih dahulu, karena transformasi tidak akan terjadi dalam hidup Anda sampai Anda memperbarui pikiran Anda, sampai pikiran Anda mulai berubah.

Mengapa begitu penting untuk mengelola pikiran Anda? Biarkan saya memberi Anda tiga alasan. 

1. Kelola pikiran Anda karena pikiran Anda mengendalikan hidup Anda.

Amsal 4:23 mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Pikiran Anda punya kemampuan luar biasa untuk membentuk hidup Anda - baik atau buruk. Misalnya, Anda mungkin menerima pemikiran yang dikatakan seseorang ketika Anda beranjak dewasa: "Kau tidak berharga. Kau tidak ada apa-apanya." JIika Anda menerima ide itu, meskipun itu salah, itu telah membentuk hidup Anda. Anda harus memilih pemikiran apa yang akan Anda biarkan mempengaruhi Anda, apakah itu baik atau buruk.

2. Kelola pikiran Anda karena pikiran Anda adalah medan pertempuran dosa.

Semua godaan terjadi di dalam pikiran Anda. Paulus berkata dalam Roma 7: 22-23, "Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."

Satu alasan Anda lelah secara mental ialah karena ada pertempuran di otak Anda selama 24 jam sehari. Hal ini melemahkan sebab itu pengaruhnya amat kuat sebab pikiran Anda merupakan asset terbesar Anda. Setan menginginkan aset terbesar Anda!

3. Kelola pikiran Anda karena itu adalah kunci menuju kedamaian dan kebahagiaan.

Pikiran yang tidak dikelola menyebabkan ketegangan. Pikiran yang terkendali menuntun Anda pada ketenangan jiwa. Pikiran yang tidak dikelola menyebabkan konflik. Pikiran yang terkendali memimpin pada kepercayaan diri. Ketika Anda tidak berusaha mengendalikan pikiran dan bagaimana Anda mengarahkan pikiran Anda, maka Anda akan mengalami stres yang luar biasa besar dalam hidup Anda. Tetapi sebaliknya, pikiran yang terkendali mendatangkan kekuatan, rasa aman, dan ketenangan jiwa. 

"Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8: 6).

Renungkan hal ini: 
- Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda dengan hal-hal yang menyenangkan Allah? Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda yang mengecewakan Allah?
- Bagaimana Anda bisa berlatih mengelola pikiran Anda?
- Apa peran yang dimainkan Alkitab dalam mengelola pikiran Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 20-22; Matius 6:19-34


Tuhan jauh lebih tertarik mengubah pikiran Anda, daripada mengubah keadaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Percayakan Penjagaan Anda kepada Tuhan

Mazmur 23: 5 "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Peradaban kita sedang kehilangan kesopanannya. Dunia ini semakin kasar! Internet ikut berperan dalam hal ini, karena internet memungkinan orang untuk bersembunyi di balik layar dan bebas mengatakan hal-hal yang mungkin tak akan pernah berani mereka katakan kepada orang lain secara langsung. 

Orang-orang yang melakukan ini memperlihatkan betapa kecilnya hati mereka. Orang-orang hebat membuat orang lain merasa hebat, tetapi orang-orang kecil meremehkan orang lain. Orang yang senang meremehkan orang lain punya simpul kecil di hati mereka, dan mereka mengolok-olok orang lain karena mereka pikir itu akan membuat mereka merasa lebih baik.

Bagaimana Anda menghadapi orang yang kasar? Jangan melawan mereka. Biarkan Tuhan yang mengambil alih. Biarkan Tuhan menjadi pembela Anda.

Raja Daud amat ahli dalam hal ini. Dia tahu bagaimana rasanya diserang secara emosional, verbal, dan fisik. Sebagai seorang pemuda, ia telah diurapi oleh Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, namun ia lari dari pengejaran Raja Saul, yang ingin membunuhnya, selama dua tahun. Dia bersembunyi di gua sambil terus-menerus dikritik tanpa ia ketahui.

Namun Daud tidak pernah mengatakan hal buruk tentang raja Saul. Dia tidak pernah membalasnya, karena Allah sedang mempersiapkan dia untuk menjadi raja yang terpilih.

Daud berkata dalam Mazmur 23: 5, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Daud menyatakan kebaikan Allah atas dirinya. Allah mengurapi kepalanya dengan minyak, seolah Dia berkata kepada dunia, "Inilah sahabatku! Mundurlah! Dia akan menjadi pemimpin berikutnya." Piala Daud meluap-luap, yang artinya Allah terus memberkatinya dan memberkatinya, bahkan ketika orang lain menyerangnya.

Apakah itu terdengar sepertinya Daud sedang stres? Tidak! Daud tak harus menggunakan seluruh tenaganya untuk membela dirinya sebab ia mempercayakan Tuhan menjadi pembela-Nya. 

Dibutuhkan banyak iman dan kerendahan hati untuk beristirahat dan mempercayai Tuhan ketika Anda diserang ketika Anda disalahpahami, ketika desas-desus menyebar tentang Anda, dan ketika orang-orang mengatakan hal-hal yang tak benar tentang Anda secara online. Ketika itu terjadi, semua yang ada dalam diri Anda ingin bangkit dan melawan.

Yesus terus-menerus diserang, namun Ia tak pernah membalas, bahkan sampai perjalanan-Nya ke kayu salib. Dia tetap diam di depan para penuduhnya, sebab Dia telah mempercayakan diri-Nya pada kehendak Bapa.

"Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia" (1 Petrus 4:19).

Renungkan hal ini: 
- Mengapa penting bagi kebanyakan kita untuk memiliki kata terakhir?
- Apa manfaat fisik dari mempercayakan penjagaan Anda kepada Allah? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan Anda?
- Jika Anda harus berbicara kepada para penyerang Anda, menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda katakan? Bagaimana Dia ingin Anda mengatakannya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 18-19; Matius 6:1-18


Anda paling serupa dengan Kristus ketika Anda tetap diam ketika diserang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Miliki Kekuatan untuk Mengejar Tujuan Anda

Amsal 16: 9 "Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya."

Anda dapat merancang cara Anda menjalani hidup, namun hanya Tuhan yang memberi Anda kekuatan dan tenaga untuk benar-benar dapat mengalami transformasi. Mengapa? Sebab Tuhan menyediakan tiga hal yang harus Anda miliki untuk mencapai tujuan Anda dan untuk mengubah hidup Anda.

1. Anda membutuhkan Roh Kudus untuk menguatkan Anda.

Anda memerlukan pertolongan Tuhan untuk membuat perubahan yang tidak bisa Anda lakukan sendiri. Perubahan bukan berlandaskan dari kemauan keras, tapi itu berkat kuasa Tuhan. Perubahan bukan karena coba-coba. Itu berdasarkan iman dan kepercayaan Anda. 

Zakharia 4: 6 mengatakan, "Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam."

2. Anda membutuhkan Firman Tuhan untuk membimbing Anda.

Alkitab adalah buku panduan seumur hidup. Semakin sering Anda membacanya, mempelajarinya, menghafalnya, dan merenungkannya, semakin sukses dan terpenuhi Anda dalam hidup.

Ketika Yosua diberikan mimpi besar untuk mengambil alih kepemimpinan Musa di Tanah Perjanjian — tujuan ini memakan seumur hidupnya — Allah mengatakan ini kepadanya: "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1: 8).

3. Anda membutuhkan umat Allah untuk menyokong Anda.

Anda tak akan bisa mencapai tujuan Anda seorang diri. Diperlukan sebuah tim untuk bisa mewujudkan sebuah impian! Orang banyak tak dapat menyokong Anda, kelompok kecillah yang bisa. Orang-orang dalam kelompok kecil Anda tahu kapan Anda sakit, kapan Anda mengalami pergumulan, kapan Anda perlu butuh waktu sendiri. Anda dapat berbagi tentang tujuan, keberhasilan, serta kegagalan Anda, dan mereka akan bersukacita dengan Anda dan mendorong Anda untuk terus melangkah. Anda membutuhkan sokongan yang seperti itu untuk bisa membuat tujuan yang tepat dan agar dapat melaksanakannya sepenuh hati.

Pengkhotbah 4:12 mengatakan, "Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan."

Renungkan hal ini: 
- Seberapa dalam Anda mempercayakan Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup Anda dan untuk mengubah Anda?
- Bagaimana Anda dapat menjadikan Firman Tuhan sebagai bagian yang konsisten dalam kehidupan Anda sehari-hari sehingga Anda dapat melaksanakannya dan mendapatkan hikmat dari situ?
- Siapa saja orang di sekitar Anda yang dapat Anda andalkan untuk menolong Anda selama Anda mengejar tujuan-tujuan Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 16-17; Matius 5:27-48


Kekuatan Anda hanya di dalam nama Tuhan yang penuh kuasa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Iman MembantuvAnda Memfokuskan Tujuan Anda

Efesus 3:20 "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Kita tahu bahwa menetapkan tujuan itu penting sebab Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus sendiri pun menetapkan tujuan. Bahkan, Ia sering mengumumkan kepada orang banyak apa tujuan dan misi pelayanan-Nya berikutnya. 

Lalu, mengapa Anda harus menetapkan tujuan? Hari ini kita akan membahas tiga alasan betapa pentingnya menetapkan tujuan, dan besok kita akan membicarakan tiga alasan lagi.

1. Anda perlu menetapkan tujuan karena itu adalah tanggung jawab spiritual.

Jika Anda tidak punya tujuan hidup, maka Anda telah memutuskan untuk membiarkan orang lain mengatur hidup Anda. Ketika Anda tidak memutuskan apa yang penting sebelumnya, maka Anda membiarkan orang lain memutuskannya untuk Anda. Anda akhirnya menyia-nyiakan hidup Anda, karena Anda belum menerangkan bagaimana Anda ingin tumbuh sebagai pengikut Kristus.

Alkitab mengatakan bahwa untuk menjadi dewasa secara rohani, Anda harus menetapkan tujuan Anda dan berusaha melaksanakannya dengan memfokuskan diri Anda. 

"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu"(Filipi 3:12, 14-15).

2. Anda perlu menetapkan tujuan karena itu adalah pernyataan iman.

Jika Anda percaya pada Yesus Kristus dan Anda telah menetapkan sebuah tujuan, katakan pada diri Anda, "Aku percaya Tuhan ingin aku berhasil melaksanakan tujuanku ini saat ini. Inilah yang aku percaya akan Tuhan kerjakan dalam hidupku."

Tujuan-tujuan bukan hanya sebuah pernyataan iman. Itu merentangkan iman Anda. Semakin besar iman Anda, semakin besar iman Anda. Dan itu menyenangkan hati Tuhan.

Efesus 3:20 mengatakan, "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"

3. Anda perlu menetapkan tujuan karena itu memfokuskan energi Anda.

Fokus adalah kunci menuju kehidupan yang efektif. Jika Anda menyebarkan tenaga dan menghamburkannya untuk banyak hal, Anda tidak akan membuat dampak sama sekali. Tetapi jika Anda memfokuskan hidup Anda, tujuan Anda akan menjadi kuat, dan itu akan mengubah dunia. 

Anda tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan segalanya. Tapi ini kabar baiknya: Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk melakukan segalanya! Kuncinya menjadi pengikut Yesus yang aktif ialah dengan melakukan apa yang paling penting dan melupakan yang tidak penting. 

"Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul" (1 Korintus 9:26).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana tujuan-tujuan Anda mencerminkan apa yang Anda percaya tentang Allah?
- Apakah keluarga Anda menetapkan tujuan bersama? Mengapa penting untuk melakukan ini sebagai sebuah keluarga?
- Hal-hal apa yang Anda gunakan untuk menghabiskan waktu dan energi Anda yang mungkin tidak terlalu penting?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 13-15; Matius 5:1-26


Tujuan yang Anda buat membantu Anda mempertahankan fokus Anda dalam mewujudkannya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tujuan yang Kudus Memberi Anda Harapan untuk Bertahan

Filipi 3:12 "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus."

Berikut adalah tiga alasan mengapa menetapkan tujuan begitu penting, sebab bahkan Yesus sekalipun menetapkan tujuan untuk diri-Nya sendiri.

1. Anda perlu menetapkan tujuan karena itu memberi Anda harapan untuk terus maju dan bertahan.

Ayub berkata, "Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?" (Ayub 6:11). Anda perlu sebuah tujuan untuk membuat Anda terus maju. Anda tak perlu tujuan yang besar untuk memotivasi Anda. Misalnya, seandainya Anda harus menjalani operasi, maka tujuan pertama Anda selama masa pemulihan ialah duduk di tempat tidur. Setelah itu Anda bisa berusaha untuk berdiri, dan kemudian berjalan di koridor.

Itu mungkin tujuan-tujuan yang kecil, tetapi itu penting, sebab untuk bergerak maju dari tempat Anda berada ke tempat yang ingin Anda tuju tak bisa diraih dengan satu langkah yang besar, tapi diperlukan banyak langkah kecil. Tujuan yang penting tak harus yang besar, melainkan tujuan itu harus bisa mendorong Anda untuk terus melangkah maju. 

2. Anda perlu menetapkan tujuan karena itu membangun karakter Anda.

Upah terbesar dari membuat tujuan-tujuan dalam hidup bukanlah pencapaiannya, melainkan apa yang terjadi di dalam diri Anda ketika Anda melangkah mewujudkan tujuan Anda.

Tuhan lebih tertarik pada karakter Anda dibanding prestasi Anda. Ketika Anda berusaha mewujudkan tujuan Anda, Tuhan tengah bekerja di dalam Anda. Dia sedang membangun karakter Anda, dan hal itu akan berlangsung selamanya. 

Itulah sebabnya Paulus berkata dalam Filipi 3:12, "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus." Dibutuhkan energi, upaya, serta tujuan untuk mencapai tujuan Anda, dan hasilnya adalah Anda menjadi kian serupa dengan Kristus.

3. Anda perlu menetapkan tujuan karena tujuan yang baik akan ada upahnya. 

Amsal 11:27 mengatakan, "Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan." Ketika Anda memberikan hidup Anda untuk tujuan yang baik, maka itu membawa kemuliaan bagi Allah dan itu meninggalkan warisan yang baik di Bumi.

Namun upah yang sejati ialah surga. Alkitab berkata dalam 1 Korintus 9: 25-26, "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." Paulus adalah seorang yang didorong oleh tujuan-tujuan yang baik. Anda pun harus seperti itu supaya Anda dapat memenangkan hadiah yang telah Allah persiapkan untuk Anda di surga.

Renungkan hal ini: 
- Jika Anda berkecil hati hari ini, tetapkan beberapa tujuan baru. Apa yang bisa Anda upayakan untuk memotivasi dan mendorong Anda saat Anda semakin dekat dengan tujuan Anda?
- Apa satu hal yang telah Anda pelajari tentang diri Anda setelah Anda meraih tujuan Anda? Apa satu hal yang telah Anda pelajari tentang Tuhan melalui peristiwa itu?
- Bagaimana tujuan-tujuan Anda mencerminkan apa yang Anda harapkan dan minta untuk Allah lakukan di dalam dan melalui diri Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 10-12; Matius 4


Koreksi diri Anda, apakah yang ada di pikiran Anda hanyalah tujuan duniawi atau tujuan rohani ke surga?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Stres! Percayalah Tuhan akan Memenuhi yang Anda Butuhkan

Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Penyebab utama stres dalam hidup ialah kekhawatiran. Anda khawatir karena Anda bertanya-tanya apakah Anda akan memiliki apa yang Anda butuhkan ketika Anda membutuhkannya. Tetapi saat Anda mengharapkan orang lain memenuhi apa yang Anda butuhkan, maka Anda akan frustrasi dan kecewa karena tak ada seorang pun di Bumi ini yang bisa memberikan semua yang Anda butuhkan. Hanya Allah yang bisa melakukannya. 

Jika Anda menginginkan obat stres, belajarlah untuk mengandalkan Allah untuk memenuhi segala kebutuhan Anda. 

Beberapa orang menaruh rasa aman mereka pada pekerjaan mereka. Namun apa yang terjadi ketika mereka kehilangan pekerjaan mereka? Mereka kehilangan ketenangan jiwa mereka.

Yang lain menaruh rasa aman mereka pada pernikahan mereka. Tapi ketika pasangan mereka meninggal atau ketika mereka berpisah, mereka jadi linglung, "Siapa saya? Siapa jati diri saya?"

Atau, mungkin Anda menaruh rasa aman Anda pada uang Anda. Namun, ada banyak hal yang bisa membuat Anda kehilangan uang Anda.

Saya mengajak Anda agar jangan pernah menempatkan rasa aman Anda pada apa pun yang sewaktu-waktu bisa direnggut dari Anda. Anda bisa kehilangan pekerjaan, kesehatan, reputasi, pasangan, dan akal pikiran Anda. Tetapi Anda tidak akan pernah kehilangan hubungan Anda dengan Kristus. 

Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Jika Allah Bapa begitu mengasihi Anda sehingga Ia mengutus Yesus Kristus untuk mati di kayu salib buat Anda, bukankah Ia juga akan mengurus segala kebutuhan hidup Anda? Iya, tentu saja.

Setiap kali Anda mulai merasa tertekan, berhentilah sejenak dan katakan, "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku" (Mazmur 23: 1).

Tuhan akan menyediakan. Anda ada dalam pemeliharaan-Nya. Daripada stres, andalkanlah Dia untuk memenuhi semua yang Anda butuhkan. 

Renungkan hal ini: 
- Ketika Anda punya sebuah kebutuhan dalam hidup Anda, apa yang biasanya menjadi respon pertama Anda?
- Apa yang Anda butuhkan dalam hidup Anda hari ini? Bagaimana Anda bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda percaya Tuhan akan menyediakannya buat Anda?
- Mengapa Anda bisa mempercayai janji-janji Allah di dalam Firman-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 7-9; Matius 3


Ketika Anda menempatkan rasa aman Anda di dalam janji-janji Allah, maka Anda dapat menyerahkan segala yang Anda butuhkan kepada Dia. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Dua Pertanyaan Tentang Tujuan Anda

1 Korintus 10:31 "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."

Bagaimana Anda tahu tujuan seperti apa yang akan diberkati Tuhan? Tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada diri Anda sendiri: 

1. "Apakah tujuan saya akan memuliakan Tuhan?"
Tujuan seperti apa yang akan membawa hormat dan kemuliaan bagi Allah? Tujuan yang akan membuat Anda lebih percaya kepada-Nya, lebih bergantung kepada-Nya, lebih mengasihi Dia, lebih mengasihi orang lain, melayani Dia, melayani orang lain, yang membuat Anda tidak mementingkan diri sendiri.

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 10:31, "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." Segala sesuatunya dapat kita lakukan untuk memuliakan Tuhan. Anda dapat memuliakan Tuhan dengan membuang sampah. Anda dapat memuliakan Tuhan dengan mencuci piring. Anda dapat memuliakan Tuhan dengan melakukan tugas-tugas duniawi Anda di tempat kerja. Bagaimana bisa? Bila Anda melakukannya karena alasan yang benar: untuk mengucap syukur. Bila Anda ingin hidup Anda mendatangkan hormat kemuliaan bagi Tuhan, tetapkanlah tujuan-tujuan yang akan membantu Anda melakukan yang terbaik untuk Dia. 

2. "Apakah tujuan saya berlandaskan kasih?"
Tuhan tidak akan memberkati tujuan yang dimotivasi oleh keserakahan, iri hati, rasa bersalah, ketakutan, atau kesombongan. Tetapi Dia akan menghargai tujuan yang dimotivasi oleh keinginan untuk menunjukkan kasih kepada-Nya dan kepada orang lain sebab hidup ini adalah tentang belajar mengasihi. 

Mengapa begitu penting menetapkan tujuan yang didorong oleh kasih? Sebab jika tidak, maka Anda akan memperlakukan orang lain sebagai sebuah proyek. Anda akan menjatuhkan mereka untuk mencapai tujuan Anda. Anda akan menjatuhkan pasangan Anda, anggota keluarga Anda, teman-teman Anda, dan orang lain demi menaiki tangga kesuksesan Anda. Namun Tuhan berkata, "Tidak, engkau salah. Ini bukan soal pencapaian atau kesuksesan. Ini tentang relasi. Ini tentang belajar bagaimana mengasihi."

"Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" (1 Korintus 16:14). Tujuan utama Anda dalam hidup ini ialah belajar mengasihi keluarga Anda, tetangga Anda, dan bahkan mereka yang sulit untuk dikasihi. Itu akan membuat Anda semakin serupa seperti Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Renungkan hal ini:
- Tujuan-tujuan apa yang akan Anda buat untuk diri Anda di tahun ini? Bagaimana agar tujuan tersebut sejalan dengan dua pertanyaan tadi?
- Apakah sikap Anda terhadap pekerjaan sehari-hari berubah ketika Anda memandang bahwa segala sesuatunya dapat dilakukan untuk kemuliaan Tuhan?
- Sudahkah Anda merenungkan apakah tujuan-tujuan Anda selama ini telah memberi dampak yang positif bagi orang lain? Bagaimana tujuan-tujuan Anda tersebut akan berubah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 4-6; Matius 2


Menetapkan tujuan amatlah penting. Namun tidak semua tujuan yang bisa Anda buat baik adanya dan akan diberkati Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Rayakan Transformasi Hidup Anda

Mazmur 68: 4 "Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!"

Apakah Anda ingin kembali kepada Tuhan? Pertama-tama, Anda harus lelah dengan hidup Anda, lalu Anda mengakui dosa Anda, dan kemudian Anda menyerahkan kendali hidup Anda kepada Allah. Dan yang terakhir, Anda merayakan transformasi hidup Anda. 

Di dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, mari perhatikan respon sang ayah: "Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita" (Lukas 15:20, 22-23).

Ayah yang kehilangan anaknya itu seperti Bapa kita di surga. Apa pun yang telah Anda lakukan, ketika Anda pulang ke rumah Bapa, Dia akan memeluk Anda dengan kasih-Nya. Dia akan memberikan Anda yang terbaik dan berkata, "Dosamu telah Ku-ampuni! Bawakanlah jubahnya. Bawakanlah sepatunya. Mari kita rayakan kedatangannya! Anak-Ku telah kembali kepada-Ku."

Anda pulang disambut, bukan dihukum. Dan Tuhan ingin Anda bergabung dengan perayaan-Nya saat Anda memberi Dia puji-pujian. 

Anda dapat merayakan pembaharuan diri Anda hanya dengan berkata, "Terima kasih, Tuhan. Terima kasih atas anugerah-Mu. Terima kasih atas kasih-Mu. Terima kasih atas kebaikan-Mu. Aku mengangkat puji dan sembahku!"

Alkitab berkata dalam Mazmur 68: 4, "Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!" 

Untuk bisa bertransformasi, mulailah dengan bernyanyi di gereja. Anda perlu merayakan apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup Anda dan mengucap syukur kepada-Nya melalui nyanyian. 

Mungkin Anda menyebut diri Anda "penyanyi kamar mandi," tetapi Alkitab tidak pernah berkata Anda harus bernyanyi dengan indah. Alkitab mengatakan bernyanyilah dengan sukacita. Tentu Anda bisa melakukannya! Siapa pun dapat membuat suara yang bersuka ria.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana pengalaman Anda dengan ayah duniawi Anda mempengaruhi ekspektasi Anda atas Allah ketika Anda berbuat kesalahan dan dosa?
- Apa yang menghalangi Anda untuk mengekspresikan puji dan syukur Anda kepada Allah melalui nyanyian?
- Apa artinya membuat suara yang bersuka ria?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 1-3; Matius 1


Nyanyikan pujian Anda untuk Tuhan - bukan hanya karena siapa Dia, tetapi juga untuk pembaharuan yang telah Dia buat dalam hidup Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More