• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Bagaimana Berdoa Secara Efektif

Nehemia 1: 8-9 "Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana."

Berikut ini empat kunci doa yang terjawab berdasarkan kisah hidup Nehemia:

1. Landaskan doa Anda pada karakter Tuhan. Berdoalah seolah Anda tahu Tuhan akan menjawab Anda: "Aku menunggu Engkau untuk menjawab doa ini karena Engkau adalah Tuhan. Engkau adalah Tuhan yang setia. Engkau adalah Tuhan yang hebat. Engkau adalah Tuhan yang pengasih. Engkau adalah Tuhan yang luar biasa. Engkau dapat mengatasi masalah ini, Tuhan!

2. Akui dosa-dosa yang Anda ketahui. Setelah Nehemia mendasarkan doanya kepada Allah, ia mengakui dosa-dosanya. Serunya kepada Allah, "Berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu" (Nehemia 1: 6-7). Bukan kesalahan Nehemia jika bangsa Israel berada dalam pembuangan. Nehemia kemungkinan besar dilahirkan di masa pembuangan. Namun dia juga turut memasukkan dirinya ke dalam dosa nasional. Kata dia, "Saya adalah bagian dari masalah ini."

3. Klaim janji-janji Allah. Nehemia berseru kepada Allah, "Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa"(Nehemia 1: 8). Bisakah Anda bayangkan berkata kepada Tuhan untuk "mengingat" sesuatu? Nehemia mengingatkan Tuhan akan janji yang dibuat-Nya untuk bangsa Israel. Sebab itulah dia berdoa, "Tuhan, Engkau memberi kami peringatan melalui Musa bahwa jika kami tidak setia, maka kami akan kehilangan tanah Israel. Tetapi Engkau juga berjanji bahwa jika kami bertobat, maka Engkau akan mengembalikannya kepada kami."

Apakah Tuhan harus diingatkan? Tidak. Apakah Dia lupa apa yang Dia janjikan? Tidak. Lalu mengapa kita harus melakukannya? Untuk membantu kita mengingat apa yang telah Tuhan janjikan. 

4. Jelaskan secara spesifik apa yang Anda minta. Bila Anda menginginkan jawaban doa yang spesifik, buat permintaan yang khusus. Jika doa Anda adalah permintaan yang umum, bagaimana Anda tahu jika itu akan dijawab? 

Renungkan hal ini: 
- Pikirkan tentang permohonan doa yang baru-baru ini Anda serukan kepada Tuhan yang belum juga dijawab. Apa yang memotivasi Anda untuk terus mendoakannya?
- Doakan kembali permintaan Anda dan ikuti langkah-langkah di atas. Bagaimana itu membawa perubahan dalam doa Anda? 
- Apa janji-janji Tuhan yang perlu Anda klaim?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2


Tuhan yang paling tau cara menjawab doa Anda, untuk memberi pada waktunya apa yang paling Anda butuhkan, bukan apa yang anda inginkan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Selalu Hadir, Bagaimanapun yang Anda Rasakan

Ayub 1:21 "Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 

Ketika Anda masih menjadi bayi Kristen, Tuhan memberi Anda banyak perasaan yang mengkonfirmasi, dan seringkali menjawab doa Anda yang paling egois sekali pun sehingga Anda tahu bahwa Dia ada. Namun, seiring iman Anda bertumbuh, Dia akan mengehentikan kebiasaan ini. 

Kemahahadiran Tuhan dan tanda-tanda kehadiran-Nya merupakan dua hal yang berbeda. Yang satu adalah fakta, yang lainnya adalah perasaan. Tuhan selalu hadir, bahkan ketika Anda tidak menyadarinya, dan kehadiran-Nya itu terlalu dalam jika hanya diukur dengan sebuah perasaan. 

Ya, Dia ingin Anda merasakan kehadiran-Nya, tetapi Dia lebih memilih jika Anda mempercayai-Nya ketimbang merasakan kehadiran-Nya. 

Situasi-situasi yang akan merentangkan iman Anda adalah saat-saat ketika hidup Anda runtuh dan ketika Tuhan seolah sulit untuk ditemukan. Ini yang terjadi pada Ayub. Ia kehilangan segalanya dengan begitu cepat— keluarganya, bisnisnya, kesehatannya, dan semua harta miliknya. Dan di 37 bab selanjutnya, Tuhan tidak mengatakan apa pun!

Bagaimana Anda memuji Tuhan ketika Anda tak mengerti apa yang terjadi dalam hidup Anda, dan ketika Tuhan hanya diam? Bagaimana Anda tetap terhubung dengan-Nya di dalam kesulitan jika tanpa adanya komunikasi? Bagaimana Anda mengarahkan pandangan Anda kepada Yesus ketika mata Anda penuh dengan air mata? Lakukan apa yang Ayub lakukan: katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut" (Ayub 1: 20-21).

Ceritakan kepada Tuhan apa yang Anda rasakan sejujurnya. Curahkan hati Anda kepada-Nya. Lepaskan setiap emosi yang Anda rasakan. Ayub melakukan hal ini ketika dia berkata, "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku" (Ayub 7:11).

Dia berteriak ketika Allah kelihatannya jauh: "Seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;" (Ayub 29: 4).

Tuhan dapat mengatasi keraguan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, dan menjawab semua pertanyaan Anda.

Renungkan hal ini: 
- Siapa saja yang Anda tuju ketika hidup ini kian sulit? Apa yang Anda katakan kepada mereka yang Anda juga perlu katakan kepada Tuhan?
- Bagaimana Anda tetap memperlihatkan iman Anda ketika Anda mengalami krisis?
- Mengapa Allah lebih mementingkan iman Anda ketimbang perasaan Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45


Kita hidup dengan iman, bukan dengan penglihatan atau perasaan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Kita Harus Jalan di Jalan Kebenaran Bersama Allah?


Roma 1:17 "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Kebenaran adalah kata yang luar biasa di dalam Alkitab. Itu digunakan ratusan kali. Alkitab berkata bahwa Allah mengasihi kebenaran dan bahwa Allah itu benar. Alkitab mengatakan suatu hari Allah akan menghakimi dunia dengan kebenaran-Nya. Mazmur 23 mengatakan bahwa Allah menuntun kita di jalan yang benar.

Lalu, sebenarnya apa artinya kebenaran ini?

Saya pernah mencarinya di kamus teologis, ada 27 halaman yang mendefinisikan kata ini! Tapi saya akan meringkasnya menjadi dua kata: Kebenaran adalah sebuah hubungan dan gaya hidup. Kebenaran berarti benar bersama Tuhan. Roma 1:17 mengatakan, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Kabar baiknya adalah bahwa Allah menjadikan kita benar bersama dengan diri-Nya sendiri, melalui kematian Yesus sebagai penebusan atas dosa-dosa kita. Karena kematian Yesuslah, kita dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.

Kebenaran juga adalah gaya hidup. Itu artinya hidup benar seperti yang Allah kehendaki. Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 2:29, "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya."

Jadi mengapa Anda harus menjadi orang benar? Karena itulah satu-satunya cara untuk hidup, dan itulah satu-satunya jalan ke surga.

Hidup ini bukanlah soal pendapatan atau pencapaian Anda atas gol Anda. Hidup ini adalah tentang mengenal Allah— Pribadi yang mencintai Anda dan yang menciptakan Anda untuk suatu tujuan. Anda tidak dikatakan benar-benar hidup sampai Anda benar bersama Tuhan serta memiliki hubungan dengan Dia.

Kebenaran juga merupakan cara Anda menuju surga. Tuhan menciptakan surga sebagai tempat bagi anak-anak-Nya terkasih, dan Ia ingin Anda bersama dengan-Nya selamanya. Dia ingin Anda berada di surga, namun Dia tak akan memaksa Anda untuk pergi ke surga. Anda dapat memilih untuk terputus dari Dia di sini, di Bumi, tetapi ketika kehidupan Anda di Bumi ini berakhir, Anda tak akan punya kesempatan kedua untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan!

Anda tak dapat menyalahkan Allah, sebab saat ini Dia memberi Anda pilihan untuk memiliki hubungan dengan Dia. Namun, tentu saja Dia ingin Anda memilih untuk mengasihi-Nya! Ketika Anda melakukannya, Anda akan dituntun di dalam kebenaran oleh Dia. Itu akan mengubah hidup Anda, di sini, di Bumi, dan untuk selamanya!

Renungkan hal ini:
- Setelah Anda dijadikan benar dengan berjalan bersama Allah, mengapa Dia masih ingin Anda belajar dan tumbuh dalam kedewasaan rohani?
- Apa artinya memiliki hubungan dengan Allah? Seperti apakah hubungan Anda dengan-Nya tercermin di dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda dengan mudah dan jelas menerangkan kebenaran kepada orang lain? Apa perbedaan yang terlihat dalam hidup Anda setelah Anda dijadikan benar dengan Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22


Ketika Anda terputus dari Allah, Anda tidak benar-benar hidup; Anda hanya ada. Kebanyakan orang di dunia ini tidak sepenuhnya hidup. Mereka hanya ada, berusaha bertahan sampai esok hari. Tetapi Allah tidak akan pernah memutuskan hubungan-Nya dengan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Berbuat Baik Kepada Mereka yang Menentang Anda


Lukas 6: 27-29 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu."

Ketika Anda dianiaya, dilecehkan, atau menghadapi perlawanan, Anda perlu meresponnya dengan memberkati mereka.

Yesus berkata dalam Lukas 6: 27-29, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu."

Siapa yang mampu melakukannya? Tidak banyak orang, jujur saja. Itulah yang membedakan orang Kristen, sebab itu bukan respon yang lazim atau mudah. Dibutuhkan keberanian besar untuk melakukannya! Biasanya orang akan membalas atau mengatakan sesuatu yang kasar.

Tuhan ingin Anda mengasihi musuh Anda, berbuat baik kepada mereka yang membenci Anda, memberkati mereka yang mengutuk Anda, mendoakan mereka yang menyakiti Anda, dan tidak membalas. Apakah itu mudah? Tidak. Inilah bentuk kesaksian yang paling kuat, tetapi Anda hanya dapat melakukannya jika Anda dengan penuh dengan kasih Allah.

Film The Butler menceritakan bagaimana Freedom Riders, para aktivis Amerika yang berjuang melawan rasisme di Amerika negara bagian selatan selama Gerakan Hak-Hak Sipil, melatih orang-orang kulit hitam bagaimana caranya untuk tidak membalas ketika mereka dipukul, diludahi, dikutuk, didorong, atau ketika orang melemparkan makanan ke arah mereka. Adegan ini amat kuat, dimana orang mengambil sikap untuk melawan tanpa kekerasan.

Ketika saya menyaksikan adegan itu, air mata saya membasahi wajah saya. Benak saya, "Saya ingin menjadi seperti para aktivis itu buat Yesus. Saya ingin menjadi seberani itu. Saya ingin memiliki hati yang berani yang tidak akan menyerah membela kebenaran, apa pun yang mereka lemparkan kepada saya. Saya ingin menanggapinya dengan kasih."

Di mana pun Anda berada dan kepada siapa pun yang tak menyukai Anda, ketika Anda menolak untuk membalas mereka, hati Tuhan senang. Dan Anda akan diberkati oleh-Nya.

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5: 10-12).

Yesus telah menebus Anda. Dia mengatakan ada harga yang harus dibayar untuk ikut Dia. Dia tidak menjanjikan popularitas di muka bumi sebagai upah Anda menjadi orang Kristen, namun Ia menjanjikan Anda surga.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda merespon ide tentang menderita bagi Yesus Kristus? Bagaimana respon Anda itu mempengaruhi cara Anda menangani penghinaan atau penolakan?
- Mengapa menanggapi dengan kasih, bukan dengan membalas merupakan bentuk kesaksian yang paling kuat atas Kristus?
- Bagaimana selama ini Anda melihat kehidupan Anda berubah dengan mengasihi musuh-musuh Anda dengan kasih, berdoa bagi mereka yang menyakiti orang lain, dan dengan tidak membalas?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 21-22; Matius 28


Tuhan ingin Anda mengasihi musuh Anda, berbuat baik kepada mereka yang membenci Anda, memberkati mereka yang mengutuk Anda, mendoakan mereka yang menyakiti Anda, dan tidak membalas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Enam Cara Tuhan Memberkati Hati yang Terluka


Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Setiap dari kita akan mengalami kehilangan. Jadi bagaimana cara Tuhan menyembuhkan hati yang terluka? Anda tidak bisa melupakan kehilangan. Jika Anda tidak bisa mengatasinya; Anda tidak bisa mengalahkannya. Anda harus melalui kesedihan itu. Apabila Anda takut mengungkapkan emosi Anda dan menolak untuk melewatinya, maka di situlah Anda terjebak.

Tapi bagaimana Anda melepaskan diri dari kedukaan? Biarkan Tuhan menolong Anda. Inilah enam cara Tuhan memberkati hati yang terluka.

Tuhan membuat Anda dekat dengan diri-Nya.

Mazmur 34:18 mengatakan, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Ketika Anda bersedih, seringkali Anda merasa seolah-olah Tuhan berjarak satu juta mil jauhnya. Tetapi apa yang Anda rasakan dan apa yang nyata tidaklah sama. Tuhan tidak berada sejuta mil jauhnya.

Tuhan berduka bersama Anda.
Alkitab mengatakan bahwa Yesus "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan"(Yesaya 53: 3). Ketika Anda datang kepada Yesus dengan segala kesedihan Anda, Dia tahu apa yang tengah Anda bicarakan, dan Dia mengerti rasa sakit Anda. Tuhan adalah Tuhan yang menderita, dan Dia adalah Tuhan yang simpatik. Dia tidak menjauhkan diri-Nya dari Anda; Dia tidak apatis. Dia tidak berdiri di pinggir lapangan hanya menonton Anda.

Tuhan memberi Anda keluarga gereja untuk mendukung Anda.

Kita diciptakan untuk hidup di dalam komunitas. Penyembuhan datang dari komunitas. Kesembuhan atas duka datang dari gereja. Kesembuhan datang melalui komunitas. Kita lebih baik hidup bersama-sama! "Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat" (Roma 5, 10, 15).

Tuhan menggunakan kedukaan untuk membantu Anda tumbuh.

Tuhan menggunakan kedukaan dan bahkan rasa sakit Anda untuk membantu Anda menjadi semakin seperti Kristus, dan Ia melakukannya dengan tiga cara.
Pertama, Tuhan menggunakan rasa sakit untuk mendapatkan perhatian Anda (Amsal 20:30). Kedua, Dia mendatangkan yang baik dari yang buruk (Roma 8:28). Ketiga, Dia mempersiapkan Anda untuk kekekalan (2 Korintus 4: 17-18).

Tuhan memberi Anda harapan surga.

Ada banyak orang yang berduka hingga hilang harapan. Kehidupan di bumi ini singkat, tetapi ketika Anda percaya kepada Yesus Kristus dan mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, maka Anda memiliki harapan untuk menghabiskan kekekalan di surga bersama Allah, dan Dia akan menopang Anda melalui waktu kehilangan Anda. Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 4:13, "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan."

Tuhan menggunakan kedukaan Anda untuk membantu orang lain.

Ini disebut rasa sakit penebusan; ini merupakan penggunaan rasa sakit tertinggi dan yang terbaik yang bisa Anda lakukan. Tuhan tidak ingin Anda menyia-nyiakan rasa sakit Anda. "Allah yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah" (2 Korintus 1: 4).

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Allah mengizinkan kita mengalami kedukaan dan kehilangan?
- Bagaimana mungkin Tuhan ingin Anda melayani orang lain yang berduka yang tanpa harapan?
- Apa rasa sakit terdalam yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda dapat menggunakan rasa sakit itu untuk membantu orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66


Jangan ragukan rencana Tuhan, walaupun nampak sakit dan penuh kedukaan, namun tujuannya hanyalah untuk mendatangkan kebaikan untuk kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Bagaimana Allah Menggunakan Dukacita untuk Membantu Kita Tumbuh

Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kesedihan, kehilangan, dan rasa sakit adalah bagian kehidupan yang tak bisa dihindari. Tetapi tahukah Anda bahwa Allah menggunakan hal-hal ini untuk membantu kita bertumbuh? Dia melakukannya dengan tiga cara:

Pertama, Tuhan menggunakan rasa sakit untuk mendapatkan perhatian kita. C. S. Lewis menulis, "Tuhan berbisik kepada kita dalam kesenangan kita, berbicara masuk ke dalam hati nurani kita, tetapi berteriak dalam kesakitan kita." Rasa sakit adalah alat pengeras suara Allah. Kita jarang berubah ketika kita melihat cahaya, tetapi kita berubah ketika kita merasakan panas.

Amsal 20:30 mengatakan, "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati."

Kedua, Tuhan mendatangkan yang baik dari dalam keburukan. Salah satu ayat paling terkenal dalam Alkitab adalah Roma 8:28 adalah "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Ketika Anda mengalami kedukaan, itu merupakan kesempatan bagi kita untuk bertumbuh di dalam karakter. Anda tak bisa mengendalikan rasa sakit yang Anda alami, tetapi Anda bisa mengambil keputusan apakah itu akan membuat Anda kepahitan atau menjadi lebih baik. Anda bisa mengambil keputusan apakah itu akan menjadi batu loncatan atau batu sandungan. Anda harus ingat bahwa bahkan di dalam kesakitan, Tuhan bekerja untuk kebaikan Anda.

Ketiga, Tuhan mempersiapkan kita untuk kekekalan surga. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4: 17-18, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Anda mungkin ingat saya pernah berkata bahwa Anda tidak bisa membawa serta mobil Anda ke surga. Anda tidak bisa membawa serta porselen mahal atau pakaian Anda ke surga; Anda tidak bisa membawa karier Anda ke surga. Tetapi Anda membawa serta karakter Anda. Anda membawa serta diri Anda. 

Tuhan lebih tertarik pada pengembangan karakter Anda daripada kenyamanan Anda. Mengapa? Karena Anda bisa merasa nyaman di surga, tetapi sekaranglah tahap dimana Anda mempersiapkan diri Anda. Ini adalah tahap pembelajaran. Ini adalah tahap pemanasan. Tuhan menggunakan masalah Anda di Bumi untuk membuat Anda siap untuk mengalami kemuliaan yang kekal. Itu baru yang namanya kenyamanan.

Renungkan hal ini: 
- Apa artinya bahwa Tuhan bekerja untuk kebaikan Anda? Apakah itu berarti Allah hanya membiarkan hal-hal baik terjadi pada orang percaya?
- Mengapa seringkali lebih mudah bagi kita untuk fokus pada realita hari ini, ketimbang pada janji surga?
- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri Anda saat ini, sehingga Anda siap untuk mendengarkan Allah ketika Anda berada dalam masa kesakitan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 17-18; Matius 27:27-50


Ketika Anda kesakitan, bertanyalah pada diri Anda, "Apa yang sedang Tuhan lakukan?" Apakah Dia sedang berusaha mendapatkan perhatian Anda? Apakah Dia sedang mencoba mendatangkan yang baik dari yang buruk? Apakah Dia sedang mempersiapkan karakter Anda untuk ke surga?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Malu Berdiri untuk Kebenaran

1 Petrus 4:16 "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."

Anda seharusnya tidak pernah malu berdiri untuk kebenaran dan melakukan apa yang benar. Alkitab berkata dalam 1 Petrus 4:16, "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."

Izinkan saya bertanya kepada Anda: Apakah penghinaan akan membunuh Anda? Tidak. Apakah perbedaan pendapat akan membunuh Anda? Tidak. Apakah ketika seseorang mengatai Anda karena Anda membela Kristus, itu akan melukai Anda? Tidak. Apakah komentar-komentar orang di sosial media Anda yang mencoba memancing kemarahan Anda akan menjatuhkan Anda? Tidak. Itu semua tidak akan membunuh Anda. 

Sangat penting untuk memahami kebenaran yang akan membebaskan hidup Anda: Anda tidak perlu persetujuan orang lain untuk bahagia.

Selama bertahun-tahun, Anda mungkin berusaha mendapat persetujuan dari orang tertentu. Saya benci mengatakan ini, tetapi jika Anda belum mendapatkannya sekarang, maka Anda tidak akan mendapatkannya. Namun, kabar baiknya adalah Anda tidak butuh itu! Anda tidak butuh persetujuan dari siapa pun untuk bahagia. 

Apa pun yang Anda lakukan dalam hidup, pasti akan ada seseorang yang tidak akan menyukainya. Anda tidak dapat menghindari penolakan. Begitu pun sebaliknya,jika Anda menolak memberikan persetujuan kepada orang lain, maka mereka pun tidak akan setuju atau suka dengan hal benar yang Anda lakukan sekalipun. 

Berikut ini hal yang penting buat Anda ingat ketika Anda menghadapi pertentangan dengan orang lain. Bila pendapat orang lain lebih penting buat Anda ketimbang pendapat Tuhan, maka Anda akan hancur ketika orang-orang tersebut menyerang iman Anda kepada Allah. 

"Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1 Petrus 5: 9).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana keinginan Anda untuk mendapatkan persetujuan orang lain akan mempengaruhi respon Anda ketika Anda sebenarnya punya kesempatan untuk berdiri untuk Yesus dan melakukan apa yang benar?
- Di mana Anda dapat menemukan dorongan dan motivasi untuk berdiri teguh ketika orang-orang menentang iman Anda?
- Mengapa dengan mengetahui bahwa ada orang Kristen lain yang juga menderita demi Firman Allah membantu Anda untuk berdiri teguh untuk Kristus?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26


Jika Anda fokus kepada Allah serta apa yang Anda tahu benar, maka Anda akan mampu berdiri teguh membela iman Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Siapakah Musuh yang Sebenarnya?


2 Timotius 2: 25-26 "Dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya."

Ketika Anda menghadapi pertentangan karena iman Anda, maka Anda perlu mengenali sumbernya.

Itu bukan orang lain. Itu bukan rekan kerja Anda. Itu bukan lawan politk Anda. Itu bukan bangsa asing atau agama lain. Itu bukan pesaing. Tekanan yang Anda rasakan untuk menyerah atau diam saja atau duduk ketika seharusnya Anda harus berdiri — tekanan itu tidak datang dari orang lain. Tekanan itu sesungguhnya berasal dari Setan.

Dalam Wahyu 12:10 disebutkan, Setan disebut sebagai pendakwa orang-orang Kristen. Pekerjaan nomor satunya adalah untuk menjatuhkan Anda.

Ada pertempuran spiritual yang tak terlihat yang sedang terjadi di sekitar Anda. Tekanan untuk mencegah Anda melakukan hal yang benar sesungguhnya tidak datang dari orang lain. Mereka hanyalah senjata yang dipakai Iblis. Seringkali, mereka bahkan tidak tahu jika sedang dimanfaatkan. Masalah yang sesungguhnya ialah peperangan rohani.

Efesus 6:12 mengatakan, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Setan tahu menyerang Yesus Kristus secara langsung hanya sia-sia, maka sebaliknya, ia menyerang pengikut Yesus. Dia menggunakan media dan musik serta budaya populer atau apapun yang dia bisa untuk mengejek anak-anak Yesus. Setan adalah dalang di balik suara-suara sumbang, "Orang-orang Kristen itu ketinggalan zaman. Mereka generasi zaman dulu. Mereka tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Mereka orang -orang fanatik."

Ini yang menurut Alkitab harus Anda lakukan: "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya" (2 Timotius 2: 23-26).

Jika Roh Kudus tidak tinggal di dalam hidup Anda, maka Anda tidak punya pembela untuk melawan Setan. Setan bisa menguasai suasana hati Anda. Setan bisa membawa Anda ke dalam depresi. Setan bisa membuat Anda marah.

Anda mungkin berpikir Anda kuat, tetapi Anda tidak cukup kuat untuk melawan serangan Setan sendirian. Yang perlu Anda lakukan ialah mengenali sumber perkaranya— Iblis, bukan orangnya — dan perlakukan para penentang Anda seperti yang dilakukan Yesus. Bagaimana Yesus memperlakukan mereka yang mendakwa Dia? Bahkan di kayu salib sekalipun, Dia berseru, "Bapa, ampuni mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Orang-orang yang menyerang Anda tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Orang-orang yang menjatuhkan Yesus dan gereja dan Kekristenan? Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Sama seperti Yesus, Anda perlu berdoa seperti ini "Bapa, ampuni mereka" sehingga Anda dapat menunjukkan kasih meskipun Anda di bawah tekanan sekalipun, dan sehingga Anda akan memiliki lebih banyak energi untuk melawan musuh yang sebenarnya.

Renungkan hal ini:
- Jika Setan berada di balik tindakan salah orang lain, mengapa mereka masih dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan atas apa yang mereka lakukan?
- Apa efeknya kepada Anda secara fisik, emosional, dan spiritual ketika Anda dapat mengampuni musuh Anda?
- Apa titik kelemahan Anda yang diserang Setan dengan lebih mudah? Mintalah pertolongan Tuhan supaya Ia menguatkan iman Anda dalam hal tersebut dan minta Dia untuk memberi Anda kekuatan untuk berdiri teguh.



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75


Setan adalah suara yang selalu menuduh kita akan dosa kita dan menjauhkan kita dari kepercayaan atas pengampunan dan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tetap Sehat adalah Sebuah Tindakan Ibadah


Roma 12: 1 "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Jika Anda ingin sebuah perubahan terjadi di area mana pun dalam hidup Anda — baik dalam finansial, keahlian, pendidikan, mental, atau hubungan dengan orang lain — Anda harus mulai dengan fisik Anda.

Mengapa? Karena tubuh Anda mempengaruhi perilaku Anda. Otot-otot Anda mempengaruhi suasana hati dan motivasi Anda. Fisik Anda bisa mempengaruhi psikologi Anda.

Roma 12: 1 mengatakan, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Namun, masalah yang kerap terjadi dengan mempersembahkan diri kita sebagai persembahan kudus ialah kita kerap melenceng. Kita mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, tapi kemudian kita menarik diri kita kembali. Mempersembahkan diri sebagai persembahan kudus bukanlah untuk satu dua kali. Anda harus melakukannya empat, lima, atau bahkan 10 kali sehari!

Jadi, apa yang dimaksud dengan "persembahan yang hidup dan yang kudus" Anda? Berikut ini tiga hal yang dapat Anda lakukan dengan tubuh Anda yang menurut Alkitab adalah sebuah tindakan ibadah:

Sucikan tubuh Anda. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 7: 1, "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah." Sucikan tubuh Anda dengan mengendalikan apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda melalui apa yang Anda tonton dan dengarkan, serta apa yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui apa yang Anda makan dan minum.

Rawat tubuh Anda. Efesus 5:29 mengatakan, "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat," Menjaga tubuh Anda tetap sehat merupakan sebuah tindakan ibadah.

Sebab itu, kendalikan tubuh Anda. "Supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan," (1 Tesalonika 4: 4). Kendalikan tubuh Anda sehingga itu tidak mengendalikan Anda. Tak ada alasan untuk berkata, "Tapi, saya tidak bisa menahan diri saya sendiri!"


Renungkan hal ini:
- Apa saja cara-cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk memuliakan Tuhan melalui tubuh Anda hari ini?
- Apa saja cara-cara sederhana yang Anda bisa lakukan untuk mengendalikan tubuh Anda? Apa saja cara-cara yang besar?
- Bagaimana Kristus "memberi makan dan merawat jemaat"? Menurut Anda mengapa Allah ingin Anda melakukan hal yang sama dengan tubuh Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50


Apa pun perubahan yang ingin Anda buat dalam hidup Anda, itu akan membutuhkan usaha dan tenaga. Untuk memiliki energi untuk memenuhi tujuan Anda, perubahan harus dimulai dari tubuh Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Anda Tidak akan Berubah jika tanpa Kelompok Kecil


Roma 12: 4-5 "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain."

Anda tak akan berhasil membuat perubahan yang harus Anda lakukan, yang ingin Anda lakukan, yang Anda harap bisa Anda lakukan, yang Anda rencanakan, atau yang Anda impi-impikan, apabila Anda melakukannya seorang diri. Seandainya Anda bisa, maka sekarang Anda tak membutuhkannya. Tetapi kita semua tak bisa melakukannya seorang diri. Tidak akan pernah bisa!

Alkitab berkata dalam Roma 12: 4-5, "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain."

Allah menghubungkan alam semesta ini sedemikian rupa sehingga kita saling membutuhkan. Frasa "satu sama lain" digunakan 58 kali dalam Perjanjian Baru: Saling mengasihi, saling menyayangi, saling mendorong, saling mendukung, saling mendoakan, saling menyapa, saling berbagi, saling memberi. Tuhan tidak pernah merancang Anda untuk menjalani hidup ini seorang diri. Bahkan Batman punya Robin! Allah tidak merancang Anda untuk melewati hidup ini seorang diri. Terlepas apakah Anda menikah atau tidak, itu tak ada hubungannya. Anda membutuhkan keluarga rohani, dan Anda perlu berada di dalam kelompok kecil.

Banyak buku-buku motivasi yang bagus, yang mengajarkan Anda tentang kiat-kiat menjalani kehidupan, namun buku-buku itu tidak memberikan dua hal yang menurut Alkitab harus Anda miliki: kuasa dan komunitas Allah. Itulah yang Anda butuhkan untuk dapat benar-benar mengalami perubahan. Perubahan membutuhkan komunitas, kelompok kecil.

Di gereja kami, Saddleback Church, jemaat kami berasal dari berbagai latar belakang. Jika ditotal, jemaat kami berbicara 65 bahasa dan kami juga memiliki jemaat dari berbagai latar belakang kepercayaan dan etnis.

Tetapi satu kesamaan yang kami miliki ialah kasih kami kepada Yesus Kristus. Itu yang menyatukan kami dan yang memampukan kami untuk saling membantu.

Galatia 3:28 mengatakan, "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus."

Renungkan hal ini:
- Perubahan apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup Anda tahun ini? Gol-gol apa yang telah Anda buat?
- Bagaimana dukungan dari orang-orang terdekat akan membantu Anda untuk mencapai gol-gol itu?
- Apa yang menahan Anda untuk menerima atau meminta bantuan dari orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25


Anda membutuhkan saya, dan saya membutuhkan Anda. Anda membutuhkan orang-orang di sekeliling Anda, dan mereka membutuhkan Anda. Kita memiliki satu sama lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Kasih Dapat Mengubah yang Tidak Dapat Diubah


Roma 12: 9-10 "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."

Kasih adalah satu-satunya hal yang dapat mengubah yang tak bisa diubah. Kasih itu menyegarkan. Kasih itu merevitalisasi. Kasih itu memperbarui. Kasih itu membangkitan semangat. Kasih adalah kekuatan yang paling kuat di alam semesta ini, sebab Allah adalah kasih. Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah punya kasih, tetapi Allah adalah kasih. Kasih menyembuhkan yang tak bisa disembuhkan. Kasih itu mendorong. Kasih itu menguatkan. Kasih itu menambah energi. Kasih itu memberi kuasa. "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat" (Roma 12: 9-10).

"Saling mendahului dalam memberi hormat" – Saya suka bagian ini! Anda tahu apa artinya? Itu artinya ketika orang-orang dalam kelompok kecil Anda bersukacita dalam dalam hal kesehatan, keuangan, atau gol apa pun itu yang sudah mereka tetapkan sebelumnya, maka Anda perlu merayakannya bersama mereka. Rayakan kemenangan mereka. Berat badan Anda turun 1kg? Selamat! Anda sedikit demi sedikit bisa melunasi hutang Anda? Selamat! Ada titik terang dalam permasalahan pernikahan Anda? Selamat! Alkitab mengajarkan agar kita bersukacita dalam menghormati dan menunjukkan kasih sayang yang tulus kepada satu sama lain.

Ini hal yang luar biasa: Allah telah merancang alam semesta sedemikian rupa agar ketika Anda membantu orang lain, maka Dia akan mengangkat permasalahan Anda! Dia tidak bertanya kepada Anda, "Apakah engkau membantu dirimu sendiri?" melainkan "Apakah engkau membantu orang lain?" Apakah Anda ingin dibantu dalam mewujudkan gol Anda? Mulailah membantu orang lain mewujudkan gol mereka. Tunjukkan kasih. Dedikasikan diri Anda. Ada pemulihan ketika kita membantu orang lain.

Alkitab menceritakan tentang kisah Ayub yang kehilangan segalanya. Dia kehilangan tubuh sehatnya, dia kehilangan keluarganya, dia kehilangan kekayaannya. Dia kehilangan semuanya. Namun pada akhirnya, Allah mengembalikan semuanya kepada Ayub. Mengapa? Apa karena Ayub berdoa untuk dirinya sendiri? Tidak. "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu" (Ayub 42:10).

Mengapa Anda harus memiliki kelompok kecil? Bukan hanya agar orang lain dapat membantu Anda, tapi juga agar Anda dapat membantu mereka, agar Anda dapat mendoakan mereka, sehingga kemudian Tuhan dapat membantu Anda. Dedikasikan diri Anda untuk membantu sesama dengan kasih, maka kemudian lihat bagaimana Allah berkarya di dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Lihat bagaimana Anda menunjukkan kasih kepada orang lain setiap hari. Apa motif di baliknya?
- Bagaimana selama ini Anda mengalami bagaimana mengasihi orang lain memberkati kehidupan Anda?
- Siapa saja dalam hidup Anda yang membutuhkan cinta kasih serta dukungan Anda atau yang perlu Anda rayakan bersama dengan sukacita?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 8-10; Matius 25:31-46


Jika Anda menginginkan perubahan yang langgeng di dalam hidup Anda, maka Anda harus mengisinya dengan kasih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tujuh Cara Menjadi Orang yang Berbelas Kasih


Matius 5: 7 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Dalam renungan kemarin, kita belajar tentang tujuh aspek belas kasih. Hari ini saya ingin Anda merenungkan beberapa pertanyaan personal untuk masing-masing aspek ini. Saya mengajak Anda untuk melakukan tindakan kasih yang sudah Anda rencanakan sebelumnya, di masing-masing kategori ini, di minggu ini.

Tunggu! Bukankah belas kasih dengan kehendak diri saling berseberangan? Ya, betul. Namun, saya telah mengambil keputusan secara pribadi bahwa saya akan jadi orang yang terlalu baik, saya akan jadi orang yang terlalu murah hati, dan saya akan jadi orang yang terlalu pemaaf. Saya lebih senang menjadi berlebihan dalam hal memberi kasih— sama seperti apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib.

Jadi, bagaimana caranya menjadi orang yang panjang kasih?

- Bersabar dengan keunikan orang lain. Siapa orang dalam hidup Anda yang punya kebiasaan yang menjengkelkan? Bagaimana Anda bisa berlatih sabar menghadapi orang tersebut di minggu ini?

- Bantu orang-orang di sekeliling Anda yang tengah terluka. Lihat ke sekeliling Anda yang sungguh-sungguh terluka atau tersakiti hatinya— kemudian cari cara untuk bisa membantu mereka minggu ini. Bila Anda tidak bisa menemukan seorang pun, itu artinya Anda tidak memperhatikan dengan seksama. Lihat lebih dekat!

- Beri orang lain kesempatan kedua. Siapa saja dalam hidup Anda yang membutuhkan kesempatan kedua? Bagaimana Anda bisa memperlihatkan belas kasih dan kemurahan hati kepada orang tersebut minggu ini?

- Berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda. Mungkin saat ini Anda tengah bergumul dengan luka lama yang belum bisa Anda lepaskan. Ambil keputusan untuk mengampuni mereka dan kemudian jangan menoleh ke belakang lagi. Siapakah orang tersebut? Apakah Anda bersedia menelepon mereka atau mengunjungi mereka minggu ini?

- Bersikap baik kepada mereka yang menyinggung perasaan Anda. Siapa yang menyinggung perasaan Anda? Mungkin orang itu adalah seorang politisi atau seorang pelawak yang menyinggung hati Anda. Mungkin orang itu adalah teman Facebook Anda yang punya pandangan berbeda dan yang mengucapkan hal-hal yang cukup menyinggung. Bagaimana Anda bisa dengan niat menunjukkan kebaikan kepada orang itu minggu ini?

- Bangun jembatan kasih bagi mereka yang sulit dikasihi. Siapa orang yang pertama kali terlintas di pikiran Anda ketika Anda memikirkan mereka yang tersisihkan? Siapa orang yang melewati istirahat makan siang mereka makan sendirian atau yang biasanya tidak pernah diajak bermain bola? Hal spesifik apa yang akan Anda lakukan minggu ini untuk menjembatani celah antara Anda dengan orang tersebut dengan kasih?

- Lebih hargai hubungan ketimbang peraturan. Siapakah orang yang belum percaya Kristus yang bisa Anda ajak makan malam bersama untuk beberapa minggu ke depan? Akankah Anda melangkah maju dengan mengundang orang tersebut ke gereja? Ini yang disebut pelayanan belas kasih.

Renungkan hal ini:
Berdoalah seperti ini: "Bapa Surgawi, Firman-Mu meyakinkanku. Aku ingin berkat-Mu turun atasku, dan aku ingin menjadi orang yang murah hati, yang panjang kasih. Ketika kumelihat ke tujuh aspek ini, aku menilik kekurangan dan kelemahan dalam hidupku. Bantu aku untuk tidak hanya mendengarkan Firman-Mu, tapi juga menjadi seorang pelaku Firman. Beri aku keberanian untuk berbelas kasih. Beri aku kekuatan di minggu ini untuk melangkah dengan iman dan melakukan tindakan kasih yang radikal, yang terencana, yang pada akhirnya akan bisa memimpin orang lain kepada-Mu, Bapa. Di dalam nama Yesus. Amin."



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30


Hati yang berbelas kasih adalah HatiNya Tuhan untuk kita
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tujuh Ciri Belas Kasih


Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Belas kasih itu bagaikan sebuah berlian; ia punya banyak sisi. Hari ini kita akan melihat ketujuh sisi belas kasih, karena saya jamin belajar menjadi pembawa kasih akan mengubah hubungan Anda dengan orang lain.

1. Belas kasih berarti sabar dengan keunikan orang lain.

Bagaimana Anda bisa lebih sabar dengan anak-anak, pasangan, atau teman Anda? Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." Semakin bijak Anda, semakin sabar dan penuh belas kasih Anda.

2. Belas kasih berarti membantu siapa pun yang terluka di sekeliling Anda.

Anda tidak bisa mengasihi sesama seperti diri Anda sendiri jika Anda tidak berbelas kasih. Amsal 3:27 mengatakan, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Tetapi, Tuhan tidak hanya melihat apa yang Anda lakukan. Dia memperhatikan sikap Anda: "Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita"(Roma 12: 8).

3. Belas kasih berarti memberi orang kesempatan kedua.

Ketika seseorang menyakiti kita, kita biasanya ingin membalas dendam atau menyingkirkan orang itu. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4: 31-32).

4. Belas kasih berarti berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda.

Belas kasih berarti memberi apa yang dibutuhkan orang lain, bukan apa yang pantas mereka dapatkan. Kenapa kita harus melakukannya? Sebab itulah yang Tuhan lakukan kepada kita: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Lukas 6: 35-36).

5. Belas kasih berarti bersikap baik kepada mereka yang melukai hati Anda.

Fokus Anda haruslah kepada memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus, ketimbang memenangkan argument Anda. Yudas 1: 22-23 mengatakan, "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

6. Belas kasih berarti membangun jembatan kasih dengan mereka yang terbuang.

Inilah yang saya sebut kasih yang terencana, karena Anda dengan niat membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak punya teman atau mereka yang tidak diterima kehadirannya di tempat kerja atau di masyarakat.

Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang yang menjadi sampah masyarakat, jawab Yesus, "Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9:13).

7. Belas kasih berarti lebih menghargai hubungan dibanding aturan.

Roma 13:10 mengatakan, "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat." Jika Anda ingin menunjukkan kasih Anda, tempatkan orang lain di atas peraturan. Tempatkan apa yang mereka butuhkan di atas prosedur. Tempatkan ikatan hubungan di atas peraturan. Pilih kasih ketimbang hukum.

Renungkan hal ini:
- Di zaman ini, mengapa kita sering kali lebih mudah tertarik untuk memenangkan argumen daripada memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus?
- Jika belas kasih berarti menempatkan hubungan di atas peraturan, apa yang perlu Anda ubah dengan cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja Anda? Bagaimana dengan anggota keluarga Anda?
- Minggu ini, apa yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan belas kasih kepada orang-orang di sekitar Anda yang tengah terluka atau tersakiti?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51


Tuhan membuktikan belas kasih yg tak terbatas untuk kita ,bagaimana dengan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tuhan Menyertai Kita


Mazmur 23: 6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."

Ketika Raja Daud menyatakan bahwa kebaikan Tuhan akan terus menyertainya, maksudnya bukanlah, "Tentu hanya hal-hal baik yang akan terjadi padaku!" Daud juga tahu bahwa hal-hal buruk akan terjadi pada orang baik sekalipun.Sebaliknya, dia berkata bahwa hanya kebaikan Tuhanlah yang akan terus melingkupinya, mengikutinya.

Itulah salah satu janji Tuhan yang luar biasa yang diberikan-Nya kepada orang percaya: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28). Jika Anda adalah orang percaya, Alkitab mengatakan segala hal bekerja untuk kebaikan Anda— bukan berarti semua hal akan baik-baik saja, tetapi segala hal akan bekerja untuk mendatangkan kebaikan.

Tidak ada kesulitan, dilema, kekalahan, atau malapetaka dalam kehidupan orang percaya yang pada akhirnya Allah tidak bisa balikkan, sehingga itu mengarah kepada tujuan-Nya.

Seperti kebaikan, kasih Allah yang tak berkesudahan akan senantiasa menyertai kita dalam hidup. Daud berkata kebaikan-Nya akan terus mengikuti kita!

Bayangkan orang tua yang mengikuti anaknya yang masih kecil, dengan sabar mengawasi mereka. Ketika kita bergumul dengan rasa sakit, kebiasaan buruk, dan kegagalan, Tuhan datang tepat ke samping kita, membantu mengangkat kekacauan yang kita buat, dan memberi tahu kita bahwa kasih-Nya yang tak ada habisnya itu akan selalu ada buat kita.

Jadi, ketimbang melangkah menuju masa depan dengan tanda tanya, melangkahlah dengan tanda seru! Tuhan selalu ada buat Anda apa pun yang terjadi. Dia akan selalu membantu Anda "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa" (Mazmur 23: 6).

- Kebaikan Tuhan akan menyertai dan melindungi.
- Kemurahan Tuhan (kasih-Nya yang tak berkesudahan) akan mengampuni dan melupakan.
- Kebaikan Tuhan akan menyediakan.
- Kemurahan Tuhan akan menenangkan.
- Kebaikan Tuhan akan menolong.
- Rahmat Tuhan akan memulihkan.

Kebaikan adalah sebuah fakta bahwa Allah memberi kita hal-hal baik dalam hidup yang tak pantas kita dapatkan. Kemurahan hati-Nya berarti Dia mengambil alih hukuman yang seharusnya kita tanggung.

Ketika Raja Daud mengatakan dia akan tinggal di rumah Tuhan selamanya, maksudnya adalah dia percaya bahwa Tuhan telah menyediakan sebuah tempat baginya di surga.

Itu salah satu koneksi paling penting yang kita lihat dalam Alkitab. Itu menghubungkan kemarin dengan hari ini, dan kemudian menghubungkannya dengan hari esok.

Tuhan berkata, "Aku telah merancangkan kehidupan yang luar biasa ini untukmu, dan Aku pastikan kebaikan dan kasih-Ku akan terus mengikutimu ketika engkau melewati pergumulan, tapi bukan itu saja! Aku punya sesuatu yang lain di akhir hari!" Tuhan membangunnya hingga kita mencapai puncaknya di surga.

Maka, Daud mengakhiri mazmurnya itu dengan berkata "Kita akan pergi ke surga!" Yesus menyimpan yang terbaik untuk yang terakhir. Bersama Allah, segalanya akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Yang terbaik belum datang. "Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia" (2 Korintus 5: 1).

Renungkan hal ini:
- Dalam hal apa sajakah Anda melihat kasih Allah yang tak berkesudahan itu menyertai Anda?
- Alkitab mengajarkan bahwa betapa pun buruknya atau jahatnya atau sulitnya sesuatu, Allah dapat mendatangkan kebaikan darinya (lihat Roma 8:28). Bagaimana kebenaran Firman ini mempengaruhi hidup Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah menggunakan kesulitan, dilema, kekalahan, atau bencana dalam hidup Anda — atau dalam kehidupan orang percaya— untuk mewujudkan tujuan-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28


Betapapun buruknya atau jahatnya atau sulitnya situasi Anda, Tuhan dapat mendatangkan kebaikan dari dalam keburukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Empat Alasan Tuhan ingin Anda Bermurah Hati

Empat Alasan Tuhan ingin Anda Bermurah Hati

Matius 5: 7 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Yesus mengajarkan dalam Matius 5: 7, "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Singkat kata, apa yang Anda beri, itulah yang akan Anda dapat. Anda harus belajar menjadi seorang yang penuh belas kasih jika Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda.

Tetapi, mengapa Tuhan ingin Anda bermurah hati kepada orang lain? Mengapa itu begitu penting?

Karena Tuhan telah terlebih dahulu memberikan kemurahan hati-Nya.

Efesus 2: 4-5 mengatakan, "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan." Tuhan ingin Anda berbagi kasih yang telah Anda terima dari Dia.

Karena Tuhan memerintahkan Anda untuk bermurah hati.

Anda ingin tahu rangkuman dari hidup ini? Ini dia: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"(Mikha 6: 8).

Karena Anda akan membutuhkan lebih banyak kemurahan hati Tuhan di masa depan.

Anda akan membuat banyak kesalahan antara masa kini dan kelak saat Anda sampai di surga, dan Anda akan membutuhkan banyak kemurahan hati Tuhan. Namun Anda tak bisa menerima apa yang tidak ingin Anda beri. Yakobus 2:13 mengatakan, "Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

Karena menunjukkan kemurahan hati mendatangkan kebahagiaan.

Matius 5: 7 mengatakan bahwa Allah memberkati mereka yang berbelas kasih. Kata "diberkati" juga berarti "berbahagia," maka semakin banyak Anda belajar dan menunjukkan kasih Anda, semakin bahagia dan semakin diberkati Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa artinya "mencintai kesetiaan"?
- Bagaimana Anda telah melihat Allah memberkati Anda setelah Anda menunjukkan kemurahan hati Anda kepada seseorang — apalagi ketika itu adalah keputusan yang sulit?
- Pikirkan satu cara yang seharusnya bisa Anda pakai untuk menunjukkan kemurahan hati Anda kepada seseorang beberapa minggu ini. Menurut Anda bagaimana seandainya itu bisa mengubah situasi yang ada saat ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 39-40; Matius 23:23-39


Anda bermurah hati bukan untuk kepentingan orang lain, tapi untuk memberkati diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Tidak Masalah jika Anda Tak Bisa Menguasai Diri Anda

Tidak Masalah jika Anda Tak Bisa Menguasai Diri Anda

Roma 12: 3 "Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."

Tidak ada seorangpun yang mampu melepaskan kehendak kedagingan dan menguasai diri menurut ukuran iman Allah. Saya tidak mampu. Anda tidak mampu. Alkitab mengatakan tak ada manusia yang sempurna — titik. Setiap orang di planet ini telah hancur oleh dosa.

Tetapi kenyataannya, kita berusaha mengesankan orang lain, berpura-pura seolah kita sudah menguasai diri kita seturut dengan kehendak-Nya. Masalahnya adalah apabila Anda mengharapkan perubahan yang kekal dalam hidup Anda, pertama-tama Anda harus dengan rendah hati menilai kondisi Anda saat ini dan mengakui bahwa Anda butuh bantuan Tuhan untuk mengendalikan diri Anda. Anda harus mengakui bahwa Anda punya masalah dengan finansial Anda, kesehatan Anda, atau di area mana pun Anda tengah bergumul dengan hidup Anda.

Roma 12: 3 mengatakan, "Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."

Apakah Anda bersedia bertanya kepada orang-orang terdekat Anda, "Apa yang harus saya ubah?" Apakah Anda berani meminta orang lain untuk jujur tentang Anda dan dengan diri Anda?

Mengapa hal ini teramat penting? Sebab Anda hanya dapat mengatur apa yang bisa Anda ukur. Jika Anda tidak tahu di mana ukuran iman Anda, maka Anda tidak dapat tumbuh di dalam iman Anda. Jika Anda tidak tahu di mana ukuran kesehatan Anda, maka Anda tidak dapat berkembang dan bertumbuh dalam hal kesehatan. Jika Anda tidak tahu di mana ukuran finansial Anda, maka Anda tidak dapat menetapkan tujuan finansial Anda. Jika Anda tidak tahu di mana Anda dalam hal spiritual, kemampuan, atau dalam hubungan Anda dengan orang lain, maka Anda tidak dapat tumbuh di area tersebut. Anda hanya bisa mengatur apa yang dapat Anda ukur.

Penting untuk mencatat progres Anda dalam setiap pencapaian tujuan apa pun— baik dengan jurnal atau direkam atau dengan alat apapun yang ingin Anda gunakan. Baik itu dalam hal kesehatan, finansial, atau sasaran apa pun itu, catatlah progres Anda sepanjang tahun, sehingga Anda bisa mengukur pertumbuhan dan perkembangan Anda.

Evaluasi di mana Anda berada saat ini dalam setiap bidang kehidupan Anda, agar Anda tahu ke mana Anda harus melangkah.

Renungkan hal ini:
- Siapa saja orang dalam hidup Anda yang bisa Anda ajak bicara secara terbuka dan jujur?
- Apa bidang kehidupan Anda yang perlu Anda evaluasi agar Anda dapat menetapkan tujuan yang realistis untuk berubah?
- Apa saja cara yang bisa Anda pakai untuk senantiasa mengetahui pertumbuhan dan kemajuan Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 36-38; Matius 23:1-22


Rintangan pertama dan tersulit bagi kita untuk berubah dalam segala aspek kehidupan ialah kebanggaan diri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tanggalkan yang Lama Sebelum Mengenakan yang Baru

Tanggalkan yang Lama Sebelum Mengenakan yang Baru

Efesus 4: 22-24 "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Jika Anda ingin mengalami perubahan yang kekal dalam hidup Anda, maka Anda harus mulai dengan tubuh Anda, yaitu mengubah cara berpikir Anda sehingga apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda dan apa yang Anda pikirkan hanyalah untuk kemuliaan Tuhan.

Efesus 4: 22-24 mengatakan, "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." Perhatikan bahwa ada hal menanggalkan dan mengenakan. Kesehatan Anda ialah tentang berhenti melakukan beberapa hal yang perlu Anda hentikan, dan memulai beberapa hal yang perlu Anda mulai lakukan. Berhenti memasukkan hal-hal negatif dan yang menyakitkan ke dalam tubuh Anda, dan mulailah memasukkan hal-hal yang membangun.

Berhentilah memberi makan hal-hal negatif dan menyakitkan ke dalam pikiran Anda, dan mulailah menonton dan mendengarkan hal-hal yang membangun dan yang membuat Anda kian serupa dengan Kristus. Dalam pembaruan pikiran Anda, Anda harus menanggalkan yang lama sebelum bisa mengenakan yang baru.

Katakanlah Anda pergi ke department store mencari sebuah mantel baru. Setelah menemukan yang menarik, Anda membawanya ke kamar ganti dan mencobanya. Jika Anda sedang mengenakan mantel, Anda tidak akan mengenakan mantel baru itu di atas mantel lama Anda. Itu tidak masuk akal, sebab Anda tidak akan tahu apakah mantel baru itu akan pas atau tidak. Yang harus Anda lakukan ialah menanggalkan yang lama sebelum bisa mengenakan yang baru.

Renungkan hal ini:
- "Hal-hal lama" apa yang perlu Anda singkirkan dari kehidupan, pikiran, atau tubuh Anda?
- "Hal-hal baru" apa yang perlu Anda isi ke dalam pikiran dan tubuh Anda? Kebiasaan baru apa yang harus Anda kembangkan untuk melakukannya?
- Dengan cara apa Anda berusaha menjadi lebih seperti Allah di dalam "kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46


Anda harus melepas yang lama sebelum bisa memakai yang baru. Hal ini berlaku dalam segala hal, rohani, mental dan jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tuhan Mengerti Anda Tidak Bisa Berubah dalam Semalam

Tuhan Mengerti Anda Tidak Bisa Berubah dalam Semalam

Efesus 4:24 "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Ketika Tuhan membantu Anda tumbuh secara rohani, Ia tidak serta-merta menjentikkan jari-jemari-Nya, lalu itu terjadi seketika itu juga. Dia melakukannya secara bertahap. Ketika Tuhan ingin membuat jamur tumbuh, Dia butuh waktu enam jam, tapi ketika Dia ingin membuat pohon ek tumbuh, Dia butuh waktu 60 tahun.

Apakah Anda ingin menjadi jamur atau pohon ek?

Roh Kudus akan membuat perubahan dalam hidup Anda jauh melampaui apa pun yang bisa Anda bayangkan, tetapi itu tidak akan terjadi dalam waktu semalam. Ketika Gereja Saddleback menggelar acara "Decade of Destiny," saya berdoa supaya melalui karya Roh Kudus dan Firman Allah serta dukungan dari kelompok-kelompok kecil kami, gereja kami akan menjadi lebih dewasa, semakin seperti Kristus, dan melakukan yang lebih jauh lagi untuk 10 tahun mendatang. Doa saya sama untuk Anda: agar dalam sepuluh tahun mendatang, Anda akan bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan dalam keserupaan dengan Kristus dan dalam tujuan-Nya.

Saya ingin Anda menjadi lebih kuat secara emosional, fisik, spiritual, psikologis, dan finansial, namun Anda harus melakukannya dengan tekad teguh. Alkitab berkata, "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya" (Efesus 4:24).

Inilah caranya kita menjadi kian serupa dengan Yesus. Kita membuang hal lama dan cara lama yang menahan kita untuk mengenal Kristus, memutuskan untuk menjadi seperti Dia dan mengenakan diri kita yang baru dengan bantuan Roh Kudus.

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Korintus 3:18).

Bicarakan Ini :
- Mengapa penting untuk memiliki tujuan?
- Apa tujuan Anda selama 10 tahun ke depan dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda ingin Tuhan bekerja dalam hidup Anda? Berdoalah, dan minta Dia untuk membantu Anda untuk tetap percaya ketika Dia bekerja di dalam waktu-Nya untuk melakasanakan tujuan-Nya atas Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 31-33; Matius 22:1-22


Biarkan Tuhan melakukan pekerjaan-Nya di dalam kita —berapa pun lamanya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Tuhan Merancang Kita Lebih dari Dunia ini

Tuhan Merancang Kita Lebih dari Dunia ini

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Tuhan menciptakan kita untuk tinggal di surga bersama Dia selamanya. Surga adalah rumah kita, bukan Bumi. Itulah mengapa kita kadang mengalami kekecewaan dan ketidakpuasan dalam hidup. Kita tidak sepenuhnya bahagia di muka Bumi karena kita memang tidak boleh! Jika tidak, kita mungkin akan berpikir kita bisa hidup tanpa Tuhan. Dia menciptakan kita untuk merindukan sesuatu yang jauh lebih baik - rumah adalah surga bersama-Nya.

Seekor ikan tidak akan pernah bisa bahagia jika hidup di darat, karena itu diciptakan untuk hidup di air. Seekor elang tidak akan pernah merasa puas jika tidak diizinkan terbang. Anda tidak akan pernah merasa benar-benar puas di Bumi, karena Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih dari itu. Anda akan memiliki saat-saat bahagia di sini, tetapi Tuhan telah merencanakannya untuk Anda.

Inilah sebabnya mengapa beberapa janji Allah tampak tidak terpenuhi, beberapa doa tampaknya tidak dijawab dan beberapa situasi tampak tidak adil. Tapi ini bukan akhir dari cerita.

Dengan menyadari bahwa kehidupan di Bumi ini hanya sementara harus mengubah nilai-nilai Anda secara radikal. Nilai-nilai kekal, bukan yang temporal, harus menjadi faktor penentu keputusan Anda. Seperti yang diamati oleh C. S. Lewis, "Semua yang eksternal itu tidak berguna selama-lamanya."

Alkitab memberi tahu kita untuk "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18).

Renungkan hal ini:
- Apa hal-hal yang akan ada, kekal selamanya di dalam hidup Anda?
- Bagaimana perspektif surgawi mengubah aspek kehidupan sehari-hari, seperti tujuan dan rencana, jadwal, dan hubungan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46


Pikirkanlah apa yang akan kita bawa saat kita sampai di surga, rumah kita yang kekal.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Berdiri Teguh di atas Kasih Allah yang Luar Biasa

Berdiri Teguh di atas Kasih Allah yang Luar Biasa

1 Yohanes 4: 9–10 "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."

Segala sesuatu dalam hidup ini akan berubah — hubungan, pekerjaan, ketenaran. Satu menit Anda bak seorang pahlawan; menit berikutnya Anda bak seorang pecundang. Tapi ada satu hal di alam semesta ini yang tak akan pernah berubah: kasih Tuhan.

Perhatikan kata "supaya" ada sebelum kata "kasih" di dalam ayat paling terkenal dalam Alkitab, Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,…"

Allah mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah, yang luar biasa, yang tidak akan bisa direnggut dari Anda. Itu di luar pemahaman manusia. Dia mengasihi Anda di hari baik Anda dan di hari buruk Anda. Dia mengasihi Anda di saat hujan dan di saat matahari bersinar.

Allah mengatakan Dia tidak ingin Anda hanya sekedar tahu tentang kasih-Nya yang melimpah itu dengan akal Anda. Dia ingin Anda mengenalinya secara emosional. Kasih adalah sifat Allah. Dia menciptakan alam semesta ini dan segala isinya, tak lain dan tak bukan karena Dia mengasihi dunia ini. Dan Dia menciptakan Anda supaya Dia bisa mengasihi Anda.

Malah, di dalam Yesus, Allah Bapa memperlihatkan kepada kita kasih yang sejati, kasih-Nya. "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita" (1 Yohanes 4: 9–10).

Banyak orang mengatakan mereka mengasihi Anda. Allah menunjukkan betapa Dia mengasihi Anda. Dia sangat mengasihi Anda, hingga Dia rela berkorban. Dia mengorbankan Putra-Nya. Ketika Yesus mati untuk Anda, Ia berkata Ia amat sangat sangat mengasihi Anda, Ia lebih baik mati daripada hidup tanpa Anda.

Dan Alkitab mengatakan bahwa seperti itulah kasih yang sejati, kasih yang bisa menjadi batu pondasi kehidupan Anda. Kasih yang sejati itu rela berkorban. Kasih yang sejati itu kekal. Kasih yang sejati itu memberikan segalanya.

Itulah jenis cinta yang hanya dimiliki Tuhan untuk Anda. Dan Dia sedang menunggu dengan tangan-Nya yang terbuka untuk memperlihatkannya kepada Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana perasaan Anda ketika membaca, "Tuhan mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah dan yang luar biasa yang tak akan pernah bisa direnggut dari Anda?
- Kapan Anda kerap meragukan kasih Allah?
- Apa pelajaran yang Anda petik dari kasih pengorbanan Allah yang diperlihatkan oleh Yesus Kristus tentang mengasihi orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 27-28; Matius 21:1-22


Dengan mengetahui bahwa Tuhan tetap mengasihi Anda, walau apapun yang terjadi - kegagalan Anda, cacat cela Anda, dosa Anda - memberikan landasan yang kokoh dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More