• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Cara Anda Mengatakan Sesuatu itu Penting

Amsal 12:18 "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan."

Ketika Anda berencana untuk mengkonfrontasi seseorang secara konstan, setelah Anda memeriksa dan memperbaiki motif Anda dalam melakukannya, selanjutnya, rencanakanlah presentasi Anda. Anda harus memikirkan kapan Anda akan mengatakannya (pastikan orang itu sedang santai), apa yang akan Anda katakan (buka percakapan Anda dengan baik agar diterima dengan baik), dan bagaimana Anda akan menyampaikannya.

Saya sudah banyak berlatih bagaimana caranya menghadapi seseorang dengan penuh kasih. Dan saya mendapati bahwa ada tiga cara ampuh yang bisa Anda pakai agar pesan yang Anda sampaikan diterima oleh orang yang Anda kasihi tersebut.

1. Katakan dengan bijak.
Amsal 16:21 mengatakan, "Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan." Anda tidak akan pernah bisa meyakinkan orang lain apabila Anda kasar. Jika Anda mengatakannya secara ofensif, maka pesan Anda akan ditolak. Tetapi sebaliknya, semakin manis kata-kata Anda, semakin meyakinkan Anda.

2. Katakan dengan penuh kasih.
Paulus mengatakan dalam 2 Korintus 6: 13a, "Maka sekarang, supaya timbal balik--aku berkata seperti kepada anak-anakku." Jangan pernah menggunakan kebenaran sebagai tongkat pemukul! Jangan pernah menghajar seseorang dengan kebenaran! Sebaliknya, sampaikanlah dengan cara yang penuh kasih. Tapi bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda sedang mengatakannya dengan cara yang penuh kasih? Jika itu untuk demi keuntungan mereka, bukan buat Anda. 

3. Katakan dengan lemah lembut.
Galatia 6: 1 mengatakan, "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan." Menjadi lemah lembut berarti Anda mengecilkan volume suara Anda ketika berbicara dengan seseorang, sambil menunjukkan kerendahan hati Anda. Gunakan strategi ini untuk membuka percakapan Anda: "Saya mungkin salah, tapi. . .," atau "Tentunya saya tidak sempurna. Saya juga punya banyak masalah dalam hidup saya." Jangan masuk sebagai seorang yang menghakimi. Tetapi, ucapkan dengan lemah lembut bahwa di satu titik, kita semua membutuhkan pertolongan orang lain dan juga ungkapkan kasih sayang dan perhatian Anda kepada orang tersebut.

Jika Anda berencana untuk mengkonfrontasi seseorang dengan kasih, ingatlah rumus ini: Kebenaran + Kebijaksanaan + Waktu yang tepat = Perubahan. 

Renungkan hal ini: 
- Ingatlah waktu ketika Anda merespon sebuah teguran atau konfrontasi dengan baik. Apa yang dilakukan oleh orang yang mengkonfrotasi Anda tersebut sehingga Anda mau mendengarkan dan memahami apa yang mereka katakan?
- Manakah dari atribut berikut - bersikap bijaksana, mengasihi, atau bersikap lembut – yang tidak mudah Anda ekspresikan kepada orang lain? Berdoalah, dan mintalah pertolongan Tuhan secara khusus di area itu.
- Mengapa penting untuk merancang strategi sebelum Anda hendak menghadapi seseorang?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22


Motivasi dan hati Anda saat berkonfrontasi dengan seseorang sangat penting untuk mendapatkan respond yang Anda inginkan.
Introspeksi diri Anda terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kata - kata sehingga apa yang keluar dari mulut Anda akan masuk ke hati orang tersebut.

Read more

0 Tiga Pertanyaan untuk Mengevaluasi Hubungan Anda dengan Tuhan

Yohanes 15: 7 "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."

Apakah Tuhan berjanji untuk menjawab doa setiap orang?

Yohanes 15: 7 mengatakan, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Sungguh janji yang indah. Tetapi di dalam Alkitab, setiap janji memiliki syaratnya. Tuhan berjanji untuk memberi apa yang kita minta – jika kita memiliki hubungan yang jujur dengan-Nya.

Ada tiga pertanyaan yang perlu Anda tanyakan untuk mengevaluasi apakah Anda memiliki hubungan yang jujur dengan Tuhan atau belum.

1. Apakah saya menolak mengakui bahwa hal-hal yang saya lakukan di masa lalu adalah salah? Ketika kita menempuh jalan kita sendiri, hubungan kita dengan Tuhan rusak. Kita tidak jujur saat kita mencoba menjalani dua kehidupan yang berbeda pada saat bersamaan - yang satu untuk Tuhan dan yang lainnya untuk diri kita sendiri. Lalu apa yang perlu kita lakukan? "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1: 8-9). Pengakuan dosa semudah hanya bersikap jujur kepada Tuhan dan berkata, "Tuhan, Engkau benar, dan saya salah. Mohon ampuni saya."

2. Apakah saya mengabaikan kebenaran Tuhan? Ketika saya tahu bahwa saya masih berpegang pada sesuatu yang Tuhan ingin saya tinggalkan, maka itu memutuskan hubungan kita dengan Dia. Dikatakan di dalam Alkitab, "Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita" (1 Yohanes 3: 21-23). Anda mungkin merespon, "Bagaimana saya bisa menaati semua perintah Tuhan? Tidak ada manusia yang sempurna!" Tapi ketahuilah Tuhan tidak menuntut kesempurnaan. Dia ingin kita ikut Dia di dalam iman.

Apakah saya benar-benar menginginkan kehendak Tuhan atas hidup saya?

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 5: 14-15, "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya." Ketika kita meminta sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita memiliki keyakinana di dalam doa, dan kita tahu Dia akan menjawabnya.

Banyak orang mendoakan setiap perkara kecil, "Tuhan, apakah permintaanku ini adalah juga kehendak-Mu?" Masalah sebenarnya bukan, "Tuhan, apa kehendak-Mu di dalam situasiku ini?" Tapi masalah sebenarnya adalah, "Apakah hidupku sudah selaras dengan Tuhan?" Jika sudah, maka kehendak Anda akan selaras dengan kehendak-Nya.

Tuhan memberi kita Alkitab supaya kita bisa mengenal Dia dan menjalankan kehendak-Nya. Dan itu bisa menjadi sumber kekuatan buat kita. Alkitab menunjukkan bahwa Dia ingin kita berhasil melakukan hal-hal yang Dia minta kita lakukan. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana pengalaman Anda ketika Anda tidak menaati Tuhan? Alasan apa yang Anda berikan untuk ketidaktaatan Anda?
- Apa yang akan berubah seandainya dahulu Anda berjalan selaras dengan Tuhan?
- Bagaimana doa Anda akan berubah jika saja dulu Anda berdoa dengan iman?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66


Rasa percaya dalam suatu hubungan sangat penting sebagai pondasi dari segalanya. Demikian juga dengan hubungan Anda dengan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Cara Mengelola Perasaan Anda

Roma 8: 6, 8 "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."

Belajar mengelola emosi adalah kunci dari ketenangan pikiran. 
Saya ingin berbagi dengan Anda empat alasan penting dari Firman Tuhan tentang betapa pentingnya Anda belajar untuk mengelola apa yang Anda rasakan. 

1. Belajarlah untuk mengelola emosi Anda karena perasaan seringkali tak bisa dipercaya. 
Nyali Anda seringkali salah. Intuisi Anda seringkali ada celanya. Emosi Anda seringkali membawa Anda pada kebuntuan. Anda tak bisa bergantung pada semua yang Anda rasakan!
Amsal 14:12 mengatakan, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." Anda tidak perlu mengiyakan semua yang Anda rasakan, sebab tidak semua yang Anda rasakan itu benar, asli, atau akan membawa Anda ke arah yang benar.

2. Belajarlah untuk mengelola emosi Anda agar Anda tidak termanipulasi. 
Jika Anda tidak mengendalikan emosi Anda, maka itu yang akan mengendalikan Anda- Anda akan dimanipulasi oleh mood Anda. Dan apabila Anda selalu dituntun oleh perasaan Anda, maka orang lain akan memanfaatkan Anda. Alat favorit Setan ialah dengan menumbuhkan perasaan negatif ke dalam pikiran Anda. Dia akan menggunakan ketakutan, kebencian, dan kekhawatiran untuk melampiaskan malapetaka ke dalam hidup Anda. 

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 5: 8, "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."

3. Belajarlah untuk mengelola emosi Anda untuk menyenangkan Tuhan.
Tuhan tak bisa menjadi raja di dalam hidup Anda apabila emosi Anda menguasai hidup Anda. Jika Anda membuat keputusan berdasarkan perasaan Anda, maka Anda telah menjadikan emosi Anda sebagai tuhan, dan akhirnya Tuhan tidak bisa menjadi Tuhan dalam hidup Anda.
Roma 8: 6, 8 mengatakan, "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."

4. Belajarlah untuk mengelola emosi Anda agar Anda berhasil dalam hidup.
Penelitian demi penelitan menunjukkan bahwa kecerdasan emosional Anda jauh lebih penting dibanding IQ Anda, dalam hal kesuksesan. Berapa banyak orang yang Anda kenal yang merusak reputasi mereka hanya karena sesuatu yang mereka katakan dengan amarah atau kehilangan kesempatan kerja karena kurangnya kontrol diri?

Alkitab mengatakan dalam Amsal 5:23, "Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat."
Ketika Anda memberikan hati Anda pada Yesus, artinya Anda juga harus berkomitmen menyerahkan segala perasaan Anda pada-Nya. Jadi ketika Anda berkata, "Aku memberikan hatiku kepada Yesus," artinya Anda memberikan emosi Anda kepada-Nya untuk dikelola oleh Dia. 
"Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah" (1 Petrus 4: 2).

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda mendasarkan keputusan Anda pada perasaan Anda? Bagaimana Anda tahu jika "perasaan" itu benar atau salah?
- Mengapa penting untuk belajar mendengarkan Roh Kudus? Bagaimana cara Anda melakukannya?
- Bagaimana dengan perasaaan yang harus Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26


Yesus ingin menjadi Tuhan atas apa yang Anda rasakan, bukan hanya atas apa yang Anda pikirkan atau lakukan. Dia ingin menjadi Tuhan atas perasaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Pertanyaan untuk bisa Mengelola Emosi Anda

1 Petrus 4: 2 "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4: 2, "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Apa keinginan manusia? Emosi dan perasaan. Namun, begitu Anda menjadi pengikut Kristus, hidup Anda harus dikendalikan oleh kehendak Tuhan, bukan oleh perasaan Anda.

Saya berikan tiga pertanyaan tentang perasaan Anda ketika Anda mencoba mencari tahu bagaimana cara mengelolanya. Ketika Anda marah atau kesal atau frustrasi - apa pun yang Anda rasakan - tanyakan tiga hal ini pada diri Anda:

1. "Apa alasan sebenarnya saya merasakan hal ini?"
Mungkin jawabannya adalah ketakutan atau kekhawatiran. Mungkin itu berhubungan dengan sesuatu yang dikatakan seseorang pada Anda bertahun-tahun lalu yang masih Anda simpan hingga saat ini. 

2. "Apakah itu benar?"
Apakah yang sedang Anda rasakan pada saat itu adalah benar? Ada satu titik di dalam Alkitab ketika Elia merasa frustasi sehingga dia berseru kepada Tuhan dan mengeluh, "Tuhan, aku satu-satunya dari seluruh bangsa Israel ini yang masih melayani-Mu." Lalu Tuhan menantangnya, kata-Nya, "Apa kau bercanda? Aku punya orang-orang ini yang masih setia melayani-Ku! Kau bertindak seakan-akan hanya engkaulah satu-satunya yang berusaha melakukan hal yang benar di dunia ini! Kau salah besar!"

3. "Apakah yang sedang saya rasakan membantu saya atau malah melukai perasaan saya?"
Akankah Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan dengan terus berpegang pada perasaan Anda? Ada banyak perasaan atau emosi yang kita anggap wajar-wajar saja tapi sebenarnya malah melemahkan diri kita sendiri. 

Katakanlah Anda pergi ke restoran dan pelayanannya amat lambat. Anda sudah menunggu lama untuk dilayani, tetapi sepasang suami-istri yang datang 15 menit setelah Anda mendapatkan makanan mereka lebih dulu. Anda merasa semakin jengkel, emosi Anda memuncak dan itu siap keluar. 

Apa alasan sebenarnya Anda merasa seperti itu? Anda lapar!

Benarkah? Ya, tentu saja. Anda frustrasi karena pelayanannya lambat. Tapi apakah emosi Anda itu membantu Anda atau melukai perasaan Anda? Itu melukai Anda. Apakah Anda akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik dengan marah-marah kepada si pelayan? Tentu saja tidak. 

Apakah dengan mengomel bisa mengubah keadaan? Apakah itu pernah Anda alami? Ketika seseorang mengatakan bahwa semua yang Anda lakukan adalah salah, apakah itu membuat Anda ingin berubah? Tidak! Itu hanya membuat Anda membela diri Anda sendiri.

Jika Anda bertanya pada diri Anda sendiri tiga pertanyaan di atas, Anda akan memiliki pegangan yang lebih baik tentang mengapa Anda merasakan perasaan teresbut dan apa yang Anda harus lakukan untuk keluar dari situasi tersebut. 

Itu dinamakan pengelolaan emosi. 

Renungkan hal ini: 
- Mengapa terkadang sulit untuk mengakui bahwa emosi yang Anda rasakan sesungguhnya tidak benar?
- Pikirkan tentang kejadian yang baru saja terjadi ketika Anda merasa marah atau frustrasi pada seseorang. Menurut Anda mengapa dengan mengajukan ketiga pertanyaan ini kiranya bisa mengubah kejadian tersebut?
- Menurut Anda apa artinya dikendalikan oleh kehendak Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50


Cerna dan pikirkan lagi apa yang akan Anda katakan dan rasakan sebelum emosi itu keluar dari diri Anda dalam bentuk perkataan ataupun tindakan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kebenaran Tentang Bayangan

Mazmur 23: 4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Salah satu sumber stres yang paling umum adalah kehilangan. Anda bisa kehilangan pekerjaan, kesehatan, uang, reputasi, atau orang terkasih Anda. 

Ketika dihadapkan pada kehilangan, biasanya orang menunjukkan dua reaksi yang umum. Salah satunya adalah ketakutan, dan yang lainnya adalah kesedihan. Tapi kesedihan ada manfaatnya. Kesedihan adalah cara kita untuk melewati transisi hidup. Bahkan, jika Anda tidak berduka, Anda sulit untuk bangkit! Kesedihan tidak akan membunuh Anda apabila Anda mengekspresikannya.

Sebaliknya, rasa takut adalah hal yang buruk. Tidak pernah sekalipun Alkitab mengatakan, "Jangan bersedih" "Jangan berduka" "Jangan meratapi," atau "Jangan menangis." Tapi sebaliknya dikatakan, "Jangan takut." Dan itu dicatat sebanyak 365 kali! Bukan kesedihan yang membuat kita tak berdaya, melainkan rasa takut.

Daud berkata dalam Mazmur 23: 4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." Gembala selalu membawa gada dan tongkat untuk melindungi dombanya. Dan dengan perumpamaan yang sama, Daud paham benar itu. Daud paham bahwa Tuhan punya alat-alat untuk melindunginya, dan dia percaya pada Tuhan, bahkan di lembah paling gelap sekalipun.
Mungkin saat ini Anda sedang melewati lembah bayang-bayang - mungkin itu lembah bayangan kematian. Mungkin itu lembah bayangan hutang. Mungkin itu lembah bayangan pertikaian. Mungkin itu lembah bayangan depresi. Mungkin itu lembah bayangan keputusasaan.

Bayangan itu menakutkan. Waktu Anda kecil, Anda pasti takut pada bayangan di malam hari saat Anda tidur sendiri, bukan? Nah, saya belajar beberapa hal tentang bayangan:

Pertama, bayangan tidak bisa melukai kita.

Kedua, bayangan selalu lebih besar dari pada sumbernya.

Dan - inilah kabar baiknya - dimanapun ada bayangan, pasti di situ ada cahaya. Anda tidak bisa memiliki bayangan jika tak ada cahaya. Jadi, kuncinya saat Anda melewati lembah bayangan yaitu dengan berbalik ke arah bayangan Anda dan melihat sumber cahaya. Karena selama Anda fokus melihat terang itu- Yesus, Sang Terang Dunia - maka bayang-bayang itu tidak akan membuat Anda takut.

Begitulah caranya melewati lembah bayangan kematian. Begitulah caranya menurunkan tingkat stres Anda; yaitu dengan percaya pada Tuhan ketika melewati lembah kegelapan, seperti Daud yang berdoa, "Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku" (Mazmur 142: 3).

Renungkan hal ini: 
- Kapan rasa takut pernah membuat Anda tertekan, dan mengapa?
- Bayangan apa yang baru-baru ini tengah Anda hadapi? Mengapa bayangan itu begitu menakutkan buat Anda?
- Bagaimana bisa dengan menghafal ayat Alkitab dapat membantu Anda menghadapi ketakutan dalam hidup?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50


Berjalan bersama Tuhan, tidak ada yang perlu Anda takuti. Sekalipun dalam lembah yang begitu dalam dan kegelapan yang mencekam dalam perjalanan hidup Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Fokuskan Pikiran Anda pada Hal-hal yang Benar

Ibrani 12: 3 "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

Untuk kesehatan rohani Anda, pusatkanlah pikiran Anda pada hal-hal yang benar - fokuslah pada tiga hal spesifik ini.

1. Pikirkan Yesus.
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan: "Anda adalah apa yang Anda pikirkan." Jika Anda ingin menjadi semakin seperti Yesus, isi pikiran Anda dengan Dia. 
Ibrani 12: 3 mengatakan, "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." 

2. Pikirkan orang lain.
Alkitab mengatakan dalam Filipi 2: 4, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
Apakah Anda sadari betapa kontrasnya budaya kita dengan kebenaran Tuhan? Dunia ini mengajarkan Anda untuk memikirkan diri sendiri, bukan orang lain. Tetapi Yesus begitu menentang budaya dunia ini, dan ketika Anda memikirkan Dia, maka Anda akan lebih mudah memikirkan orang lain, juga.

3. Pikirkan Surga.
"Tidak ada mata yang melihat, tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada pikiran yang membayangkan apa yang telah dipersiapkan Allah bagi orang-orang yang mengasihi Dia (1 Korintus 2: 9). Ketika Anda mulai fokus pada kebenaran ini, maka semua masalah Anda akan tampak kecil jika dibandingkan dengan kemuliaan, sukacita, dan kegembiraan atas apa yang akan menyambut Anda di kekekalan Surga. 
Mintalah Tuhan untuk membantu Anda berkomitmen untuk memenuhi pikiran Anda dengan Firman Tuhan setiap hari, mengosongkan pikiran Anda dari pikiran yang destruktif, dan memenuhi pikiran Anda dengan Yesus, sesama, dan Surga. Jika Anda telah melakukannya, maka Anda akan memenangkan peperangan pikiran itu.

Renungkan hal ini:
- Apa sajakah cara agar Anda bisa melakukan Filipi 2: 4 di dalam kelompok doa dan keluarga Anda minggu ini?
- Bagaimana dengan memikirkan Yesus dan Surga membantu Anda untuk juga memikirkan orang lain?
- Apa gangguan terbesar Anda untuk bisa fokus pada kekekalan Surga di sepanjang hari Anda? Bagaimana Anda bisa mengalahkan gangguan tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25


Pikiran Anda adalah aset terbesar tapi juga sekaligus medan pertempuran terbesar Anda. 
Read more

0 Bagaimana Cara agar Berhasil Menjalankan Niat Baik Anda

Mazmur 119: 112 "Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir."

Alasan mengapa kebanyakan orang tidak bisa menjalankan hidupnya dengan efektif adalah karena mereka tidak pernah belajar bagaimana caranya melawan peperangan dalam pikiran. 
Jika Anda ingin belajar mengelola pikiran Anda, maka Anda harus menyingkirkan pikiran-pikiran yang destruktif. Itu tidaklah mudah, sebab ada tiga musuh yang berusaha menghalangi Anda dalam mewujudkan niat Anda untuk mengubah hidup Anda. 

1. Musuh pertama Anda adalah sifat lama Anda.
Paulus mengatakan dalam Roma 7:23, "Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku." Apakah Anda pernah mendapati diri Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan?Itulah peperangan di dalam otak Anda antara sifat lama Anda yang penuh dosa dengan niat baik Anda.

2. Musuh kedua adalah setan.
Setan tidak bisa memaksakan Anda melakukan apapun, tapi ia bisa memberi Anda saran, dan saran itu luar biasa kuat.Setan akan terus-menerus menanamkan pikiran negatif dalam pikiran Anda. Setan akan menggunakan orang lain,televisi atau, semudah menanamkan pikiran yang merusak ke dalam pikiran Anda.

3. Musuh ketiga adalah nilai-nilai dunia. 
Tidak banyak hal dalam masyarakat kita yang mendorongkita untuk memiliki disiplin diri. Malah, hampir semua iklan berbunyi, "Anda pantas beristirahat hari ini. Lakukan apa yang Anda suka. Apa yang Anda mau, kami bisa mewujudkannya untuk Anda."

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 2:16, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."
Dengan musuh-musuh seperti itu, tak heran kita kerap bergumul dengan keputusasaan, kesedihan, dan kegagalan!
Lalu bagaimana harusnya Anda berjuang dalam pertempuran ini? Lihatlah apa yang 2 Korintus 10: 3-5 katakan: "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,"

Anda punya pilihan. Pikiran Anda harus mendengarkan Anda. 
"Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir" (Mazmur 119: 112).

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda percaya bahwa dengan mengikuti perintah dan bimbingan Tuhan akan mendatangkan kelegaan dan membantu Anda untuk menikmati hidup? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa yang Setan gunakan dalam hidup Anda secara khusus dan secara pribadi untuk membuat Anda tetap fokus pada pemikiran dan perilaku yang destruktif?
- Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untukmenghafal ayat-ayat Alkitab sehingga Anda bisa lebih mudah melawan godaan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 8-10; Matius 25:31-46


Tuhan tidak hanya memberi Anda akal pikiran; Dia juga memberi Anda kehendak! Waktu terbaik untuk memenangkan pertempuran melawan godaan ini yaitu sebelum pertempuran itu dimulai.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengubah Hidup Anda Membutuhkan Konsentrasi

Roma 12: 2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Jika Anda ingin mengalami perubahan yang langgeng dalam hidup Anda, maka Anda perlu memfokuskan kembali pikiran Anda.
Terutama Anda perlu mengubah pola pikir Anda: jangan fokus pada apa yang tidak Anda inginkan; fokus pada menjadi apa yang Anda inginkan. Ini alasannya: Apa yang Anda fokuskan, kesitulah Anda menuju. 

Ayat hari ini memberi kita cetak biru untuk kita mampu mengubah pola pikir kita:

- "Janganlah kamu menjadi serupa…" Seberapa sering kita membiarkan orang lain membentuk hidup kita? Tuhan tidak ingin Anda menjadi seperti orang lain; Dia ingin Anda menjadi orang yang seturut dengan kehendak-Nya. Maka, janganlah meniru, janganlah mencocokkan diri, janganlah mencoba menjadi seperti orang lain. Ada banyak hal yang mulai Anda lakukan dengan cara meniru orang lain, tapi kemudian itu malah menjadi kebiasaan.

- ". . . dengan dunia ini." Pola dunia disini artinya adalah teladan dari segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kehidupan. Jika Anda ingin berubah, Anda harus mengubah pola atau teladan hidup yang Anda ikuti dalam hidup Anda. Anda harus mengganti pola lama yang tak sehat itu dengan pola baru yang meneladani kehidupan Kristus.

- "berubahlah oleh pembaharuan budimu." "Berubah" dalam ayat ini punya sumber kata yang sama dengan kata "metamorfosis," lauaknya proses ulat menjadi seekor kupu-kupu. Begitu pula dengan Anda, Tuhan ingin mengubah Anda menjadi orang yang benar-benar baru dengan cara memperbarui pikiran Anda.

Bagaimana bisa? Alkitab mengatakan kepada kita dalam Efesus 4: 22-24 "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Ini artinya Anda harus menolak beberapa hal dan harus melakukan beberapa hal. Pikir dan pilahlah sebelum Anda bertindak. Ini ibarat mencoba pakaian di department store. Sebelum Anda bisa mencoba pakaian baru, Anda harus menanggalkan pakaian lama Anda. 

Anda harus melepaskan sikap lama, pola pikir lama, dan imej lama yang pernah melekat pada diri Anda, sehingga Anda bisa mengenakan pakaian baru yang dianugerahkan Tuhan untuk Anda ketika Ia mengubah dan memperbaharui pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa "pakaian lama" yang perlu Anda buang, sebelum Anda bisa mengenakan "pakaian baru" yang telah Tuhan persiapkan untuk Anda?
- "Apa yang Anda fokuskan, kesitulah Anda menuju." Bagaimana Anda mengerti bahwa kebenaran ini memang benar adanya dalam hidup Anda?
- Bagaimana pola pikir Anda dapat berubah saat Anda mendekatkan diri kepada Yesus?



Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30


Tentukan prioritas Anda, apa yang harus dibuang, apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus Anda lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jadilah Rendah Hati atau Anda akan Tersandung

Amsal 15:33 "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan."

Orang yang berhikmat atau bijak, tetap rendah hati. Kerendahan hati dan hati yang mau diajar saling bergandeng tangan. Jadilah rendah hati atau Anda akan tersandung.

Kerendahan hati dimulai dengan semudah menyadari bahwa Anda bukanlah Tuhan. Setiap kali Anda merasa stres, ulangi kalimat ini pada diri Anda sendiri: "Tuhan itu Tuhan, dan saya bukan. Tuhan itu Tuhan, dan saya bukan. Tuhan itu Tuhan, dan saya bukan."

Itulah kerendahan hati. Jika Anda belum menyadari bahwa Anda bukanlah Tuhan, artinya Anda bukan orang yang rendah hati.

Alkitab berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati" (Yakobus 4: 6b).

Apakah salah satu tujuan hidup Anda adalah untuk menjadi orang yang lebih bijak?

Kenali Tuhan, maka Anda akan lebih bijak dalam membangun hubungan, mengelola uang, menangani konflik, mengurai masalah, dan dalam menghadapi berbagai macam tantangan lain dalam kehidupan.

Alkitab mengatakan kepada kita, "Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan" (Amsal 15:33).

Kerendahan hati mengajarkan bahwa Anda bisa belajar dari siapapun. Anda tidak tahu tentang segala hal. Tidak ada seorangpun. Itulah mengapa kita perlu memiliki hati yang mau diajar, yang rendah hati, yang terus-menerus belajar. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana bisa dengan mengingat ungkapan "Tuhan itu Tuhan, dan saya bukan" dapat mengurangi tingkat stres Anda?
- Apa yang telah Tuhan ajarkan kepada Anda yang hanya bisa dipelajari dan diterima dengan kerendahan hati?
- Di area apa dalam hidup Anda dimana Anda amat membutuhkan hikmat dan kebijaksanaan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51


Orang yang mau belajar hanyalah orang yang rendah hati
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Dapatkan Informasi Terbaik untuk Menjalani Kehidupan Terbaik

Matius 4: 4 "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Jika Anda ingin memiliki pikiran yang sehat, Anda harus memberi makan pikiran Anda dengan kebenaran.

Kita semua tahu betapa pentingnya nutrisi. Makanan yang baik dan kalori yang baik akan membuat Anda lebih kuat dan sehat serta memberi Anda lebih banyak energi. Tapi sebaliknya, kalori yang buruk dan junk food membahayakan tubuh Anda. Prinsip ini berlaku juga dalam kehidupan pikiran Anda: Anda harus memberi makan pikiran Anda bukan dengan sampah atau racun, melainkan dengan kebenaran.

Suatu waktu, saya mendapat kehormatan untuk memberi kuliah di Oxford University, dan selama saya berada di sana, saya diundang untuk menghadiri pertemuan Oxford Analytica – suatu kelompok yang sangat jarang terdengar namun memiliki pengaruh luar biasa bagi dunia. Setiap hari sekitar pukul 6 pagi, para ilmuwan terkemuka Oxford berkumpul di sebuah ruangan untuk mendengarkan laporan dari seluruh dunia tentang apa yang terjadi dalam 24 jam sebelumnya, mulai dari kenaikan harga pangan di Cina hingga perang di Timur Tengah. Kemudian, mereka membuat sebuah keputusan tentang langkah apa yang sebaiknya diambil selanjutnya. Dan pada pukul 11 pagi, mereka menyampaikan laporan mereka tersebut kepada pihak-pihak yang membayar mereka untuk informasi rahasia itu, misalnya CIA dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. 

Oxford Analytica dibuat berdasarkan sebuah gagasan bahwa para pemimpin terbaik dapat membuat keputusan terbaik apabila mereka memiliki informasi terbaik. Sebab meskipun Anda adalah seorang pemimpin yang baik, tapi jika Anda tidak memiliki informasi terbaik, kemungkinan besar Anda akan membuat keputusan yang buruk.

Anda butuh informasi terbaik untuk menjalani kehidupan terbaik sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Dan informasi itu terdapat di dalam Firman Tuhan.

Alkitab mengatakan dalam Matius 4: 4 "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Tuhan ingin Anda mendapatkan informasi terbaik agar Anda bisa membuat keputusan terbaik dan menerima yang terbaik dari Tuhan untuk hidup Anda. Anda bisa melakukannya dengan cara memberi makan jiwa dan pikiran Anda dengan Firman Tuhan sepanjang hari, setiap hari.

Renungkan hal ini: 
- Apa bagian terpenting dari rutinitas pagi Anda?
- Bagaimana Anda memasukkan studi Alkitab dan menghafal Firman Tuhan ke dalam rutinitas harian Anda? Jika itu bukan bagian dari rutinitas Anda saat ini, bagaimana Anda bisa memulai kebiasaan ini?
- Apa sajakah cara yang dapat Anda gunakan untuk memberi makan pikiran Anda dengan Firman Tuhan bersama dengan keluarga Anda atau dengan sahabat-sahabat Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28


Firman Tuhan adalah sumber hikmat dan informasi terbaik untuk arah hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Biarkan Yesus Meringankan Beban Anda

Matius 11: 28-30 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Saya tak tahu beban apa yang sedang Anda tanggung. Saya tak tahu apa yang sedang memberatkan Anda. Tapi saya punya solusinya.

Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. "Pikullah kuk yang Kupasang," dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan"(Matius 11: 28-30).

Selama bertahun-tahun saya tidak mengerti ayat ini, karena saya tidak tau seperti apa kuk itu. Ketika Yesus berkata, "Pikullah kuk yang Kupasang," buat saya itu terdengar seperti seakan-akanTuhan mau memberi saya satu kesukaran baru lagi. Beban saya sudah lumayan berat, Tuhan. Saya tidak butuh masalah lain lagi. 

Kuk sebenarnya adalah sebuah papan palang kayu yang melengkung yang dipasangkan ke atas dua ekor lembu atau sapi untuk menarik gerobak atau kereta. 

Kuk amat sangat bermanfaat karena dapat meringankan separuh berat beban. Tanpa kuk, seekor sapi harus menarik seluruh beban dengan sendiri. Tapi jika Anda memasangkan kuk ke atas dua ekor sapi, maka kedua-duanya akan menarik beban itu bersamaan, dan berat muatannya menjadi setengah.

Ketika Yesus menyuruh Anda untuk memikul kuk yang Ia pasang ke atas Anda, maksudnya Dia bukan memberikan beban-Nya kepada Anda. Yesus tidak pernah punya masalah! Melainkan sebaliknya, Dia akan ikut memikul beban Anda. Dia akan mengambil rasa stres Anda dan memikulnya bersama-sama dengan Anda. 

Wow!

Dia menggunakan tiga kata kerja dalam ayat ini: marilah, pikullah, dan belajarlah. Kata-Nya, "Datanglah kepada-Ku. Bekerjasamalah dengan-Ku. Setelah itu, pelajarilah bagaimana cara-Ku melakukannya. Pikullah beban yang lebih ringan. Itu akan mengurangi stresmu. Itu akan memudahkanmu untuk bergerak."

Bila Anda berjalan dengan Kristus, Anda bergerak bersama-sama dengan-Nya. Anda bergerak ke arah yang sama dan dengan kecepatan yang sama. Dan Anda bergerak ke arah yang benar dan pada kecepatan yang benar.

Renungkan hal ini:
- Seberapa sulitnya bagi Anda untuk menerima bantuan dari seseorang yang ingin berbagi beban Anda dan yang ingn memberi kelegaan bagi Anda?
- Apakah Anda memiliki orang-orang dalam hidup Anda yang bersedia melakukan itu untuk Anda? Bagaimana Anda menawarkan diri Anda kepada orang lain untuk membantu mengurangi beban stres mereka?
- Tuhan sudah tahu segalanya tentang stres Anda. Bagaimana Anda akan menunjukkan kepada-Nya bahwa Anda siap untuk memikul kuk-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 36-38; Matius 23:1-22


Percayalah ! Segala sesuatu dapat Anda tanggung di dalam Tuhan yang setia berjalan bersama Anda hingga pergumulan Anda selesai
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tidak Ada Alasan untuk Tidak Beristirahat

Keluaran 34:21 "Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga."

Alkitab penuh dengan perintah-perintah tentang jeda, istirahat, dan hiburan. Bahkan hal ini teramat penting sehingga Tuhan memasukkannya ke dalam Sepuluh Perintah Allah – bersama dengan "Jangan berzinah" dan "Jangan membunuh." Dia berfirman di hari ketujuh agar Anda beristirahat. Begitulah betapa pentingnya hari Sabat untuk hidup Anda.

Yesus berkata dalam Markus 2:27, "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat," Dengan kata lain, Tuhan telah menciptakan sebuah gagasan dimana Anda harus mengambil jeda di hari ke tujuh untuk beristirahat, mencari hiburan, beribadah, dan memulihkan diri Anda. Itu ide Tuhan, dan itu untuk kebaikan Anda sendiri agar Anda tidak kelelahan.

Namun di masyarakat modern ini, orang-orang tidak melakukannya. Bahkan di hari libur, mereka tetap bekerja. Dan bahkan setelah kebaktian gereja, mereka pulang ke rumah lalu segera kembali bekerja mencoba menyelesaikan semua hal yang tidak bisa mereka selesaikan di minggu kerja mereka. Dan itu seharusnya tidak dilakukan di hari Sabat!

Inilah artinya hari Sabat: "Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga" (Keluaran 34:21).

Bahkan di musim tersibuk sekalipun, tidak ada alasan untuk tidak beristirahat. Anda mungkin seorang akuntan pajak, tapi Anda tetap harus beristirahat selama musim pajak. Anda mungkin bekerja di industri pakaian, tapi Anda tetap harus beristirahat selama musim Natal. Bahkan seorang petani pun tetap harus beristirahat di musim panen atau di musim tanam.

Apa yang harus Anda lakukan di hari Sabat?
1. Istirahatkan tubuh Anda. Terkadang hal paling spiritual yang bisa Anda lakukan adalah tidur siang.
2. Fokuskan kembali jiwa Anda. Naikkanlah penyembahan kepada Tuhan. 
3. Isi ulang emosi Anda. Ini sesuatu yang memulihkan dan mengisi semangat Anda kembali, misalnya dengan melakukan hobi atau olahraga.

Bukan masalah di hari apa hari Sabat Anda. Sebab yang lebih penting adalah ketaatan Anda. Anda mungkin tidak mengambil cuti saat pasangan Anda meminta Anda, atau bahkan mungkin saat atasan Anda menyuruh Anda untuk beristirahat sejenak. Namun sesungguhnya, Anda harus beristirahat sebab itu adalah perintah Tuhan, dan agar Anda bisa memberikan yang terbaik untuk Dia.

Renungkan hal ini:
- Perbedaan apa yang terjadi pada hari Anda ketika Anda beristirahat semalam penuh, dibanding jika Anda hanya tidur beberapa jam?
- Apa kegiatan atau tugas yang menghalangi Anda untuk beristirahat dengan cukup?
- Bagaimana Anda perlu mengubah cara Anda melaksankan hari Sabat Anda agar Anda dapat memuliakan Tuhan dengan istirahat Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46


Belajarlah menghargai dan menikmati perhentian bersama Tuhan dalam waktu istirahat Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ibadah Memperbarui Kekuatan Anda

Mazmur 100: 2 "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"

Untuk memperkuat iman Anda, Anda harus bersatu dengan orang percaya lain di dalam ibadah. Meski ibadah adalah untuk Tuhan, tapi itu juga memberi keuntungan buat Anda. Inilah dua manfaat terbesar dari ibadah bersama-sama: Itu memperbarui iman Anda dan memulihkan sukacita Anda.

Yesaya 40:31 mengatakan, "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Seberapa sering Anda bangun di Minggu pagi dan berkata, "Saya sangat lelah. Saya benar-benar tak punya tenaga untuk pergi ke gereja," tapi kemudian Anda pergi ke gereja dan beribadah dan kemudian Anda merasa lebih bertenaga? Itu boleh terjadi karena ibadah memperbarui Anda. Itu memperkuat Anda. Itu memperkuat iman Anda.

Kekuatan Anda tak akan bisa dipulihkan kembali dengan nonton TV. Itu hanya akan membuat Anda lebih malas dan malas lagi. Iman Anda disegarkan kembali dengan menyembah Tuhan bersama dengan orang percaya lainnya.

Sebagai seorang pendeta, kadang saya menganggap diri saya bagaikan seorang pelatih dalam film tinju "Rocky." Rocky bertarung, dia berjuang sekuat tenaga, menerima pukulan bertubi-tubi. Bel berbunyi dan dia berseru, "Terimakasih Tuhan." Dia datang ke sudut ring, dan si pelatih tersebut berkata, "Kerja yang bagus." Kemudian si pelatih memberikannya air minum, menepuk punggungnya, dan berkata, "Sekarang kembali ke atas ring."

Kadang seperti itulah saya di hari Minggu pagi di gereja. Saya berkata kepada jemaat saya, "Kerja yang bagus. Sekarang kembali lagi ke sana. Anda bisa melakukannya!" Tapi bukan saya yang memperbarui kekuatan mereka, melainkan Firman Tuhan. Adalah musik, doa, dan ibadah bersama dengan orang percaya lainnya yang menguatkan mereka.

Alkitab juga mengatakan dalam Mazmur 100: 2, "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" 

Saya pikir pergi ke gereja itu seharusnya menyenangkan. Mungkin ini aneh buat Anda karena bukan seperti itu gereja Anda membesarkan Anda atau bagaimana perasaan Anda terhadap gereja Anda. Tapi Alkitab memerintahkan Anda untuk menyembah Tuhan dengan sukacita - bukan dengan kebosanan, kesedihan, kemarahan, atau kepahitan. Anda harus bernyanyi dengan sukacita di gereja! Gereja harus memberi efek itu pada Anda. Ibadah harus memperbarui iman Anda dan memulihkan sukacita Anda.

"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." (Mazmur 122: 1).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana sikap Anda tentang pergi ke gereja? Apa motivasi Anda untuk pergi ke gereja?
- Jika Anda punya keluhan tentang tata cara ibadah di gereja Anda, menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?
- Apakah menurut Anda pergi ke gereja itu menyenangkan? Jika tidak, apakah ibadah itu lebih tentang gereja atau tentang diri Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 31-33; Matius 22:1-22


Temukan makanan rohani yang menyegarkan jiwa Anda dan mendatangkan sukacita dalam ibadah di Gereja.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ketika Anda Diserang, Berharaplah pada Tuhan

Mazmur 23: 5 "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Kebudayaan kita sedang kehilangan kesopanannya. Dunia ini semakin kasar! Salah satu penyebabnya adalah internet, karena itu memungkinkan orang lain untuk bersembunyi di belakang dan membuat mereka bebas mengatakan sesuatu secara online, yang tidak akan pernah berani mereka katakan kepada orang lain secara langsung. 

Sesungguhnya yang sedang dilakukan orang-orang itu adalah mengungkapkan betapa kecilnya hati mereka. Orang-orang hebat membuat orang lain merasa hebat, namun para pengecut ini senang meremehkan orang lain. Mereka sesungguhnya memiliki kepahitan di dalam hati dan mereka mengolok-olok orang lain sebab mereka pikir itu akan membuat mereka merasa lebih baik.

Bagaimana Anda menghadapi orang yang tidak sopan ini? Dengan membiarkan Tuhan menangani mereka. Dengan membiarkan Tuhan menjadi pembela Anda. 

Raja Daud mengerti akan hal ini. Dia tahu apa artinya diserang secara emosional, verbal dan fisik. Pada saat muda, Daud telah diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, namun bukan pada saat itu. Dan itulah sebabnya Saul, raja yang berkuasa di kala itu, ingin membunuhnya, dan itulah mengapa Daud bersembunyi di gua mengindar dari pengejaran dan murka raja Saul. 

Namun Daud tidak pernah mengatakan hal jahat tentang raja. Dia tak pernah membalas, karena Tuhan sedang mempersiapkan Daud untuk menjadi raja, sebab ia adalah orang yang berkenan di hati-Nya. 

Daud berkata dalam Mazmur 23: 5, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Daud mengakui kebaikan Tuhan atas dirinya. Tuhan telah mengurapi kepalanya dengan minyak, yang artinya Dia mengatakan kepada dunia, "Inilah orangku! Mundurlah kalian! Ia akan menjadi pemimpin berikutnya." Piala Daud penuh melimpah, yang berarti Tuhan terus dan terus memberkati dia, bahkan ketika yang lain menyerangnya.

Apakah Daud kelihatan tertekan? Tidak! Mengapa? Sebab ia tak perlu menghabiskan energinya untuk berjuang untuk dirinya sendiri, karena ia telah mempercayakan Tuhan sebagai pembelanya.

Butuh iman yang besar serta kerendahan hati untuk bersandar dan percaya pada Tuhan saat Anda diserang, saat Anda difitnah, saat Anda digosipkan dan saat orang-orang mengatakan sesuatu yang jahat tentang Anda secara online. Saat itu terjadi, yang harus Anda lakukan adalah bangkit dan berbuat sesuatu. 

Ikutilah sifat Kristus untuk tetap diam ketika Anda diserang. Yesus diserang terus-menerus, namun Dia tidak pernah membalas, bahkan saat Ia sekarat di kayu salib. Dia tetap diam di hadapan para pendakwa-Nya, karena Dia percaya bahwa Allah sedang menjaga-Nya. 

"Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia"(1 Petrus 4:19).

Renungkan hal ini:
- Bagi Anda, seberapa penting mengucapkan kata-kata terakhir?
- Apa hasilnya secara fisik ketika Anda mempercayakan Tuhan sebagai pembela Anda? Bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan Anda?
- Jika Anda harus berbicara di hadapan para penyerang Anda, menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda ucapkan pada mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46


Berharap pada Tuhan, tidak pernah mengecewakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pilih untuk Percaya pada Tuhan di Tahun 2018

Ibrani 11: 7 "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."

Iman adalah taat meskipun Anda tidak memahaminya. Di dalam Perjanjian Baru saja, ada 1.050 perintah, dan semuanya adalah untuk keuntungan Anda. Tuhan mengajarkan, "Kasihilah musuhmu" dan "Ampunilah orang-orang yang menyakitimu." Itu tidak mudah! Ada banyak perintah dalam Alkitab yang rasanya sulit, tidak masuk akal, tidak realistis, tidak bisa dilaksanakan, bahkan yang mustahil. Tapi ketika Tuhan mengajarkan, "Jangan berzinah sebelum engkau menikah," maksud-Nya itu tidak jahat. Dia memerintahkannya sebab Ia tahu yang terbaik, dan tahu apa yang akan membuat Anda bahagia lebih dari pengertian Anda sendiri. 

Setiap kali Tuhan memerintahkan Anda melakukan suatu hal, ini merupakan ujian atas iman Anda. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda percaya pada Tuhan, atau apakah Anda percaya pada pengertian Anda sendiri? Apakah Anda percaya pada Firman, atau apakah Anda percaya pada dunia?

Di awal tahun yang baru ini, ada pertanyaan-pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri. Bagaimana kita akan menjawabnya di tahun 2018? Akankah kita percaya pada Tuhan, atau akankah kita melakukan apa yang menurut kita benar meski kita tahu jalan mana yang Tuhan mau kita tempuh? Akankah kita percaya pada Firman Tuhan, atau akankah kita percaya pada apa yang dunia ini katakan? 

Ketika Anda kecil, apakah orangtua Anda pernah menyuruh melakukan sesuatu yang sepertinya tidak masuk akal? Saat Anda bertanya pada mereka, "Kenapa aku harus mengerjakannya?" Mereka akan berkata, "Karena ayah/ibu berkata begitu!"

Melihat kembali beberapa hal yang orangtua Anda suruh Anda kerjakan "karena mereka berkata begitu," apakah yang mereka lakukan itu benar? Ya, tentu saja. Jika direnungkan kembalI, Anda akan mengerti bahwa mereka adalah orangtua yang bijak. Demikian juga Tuhan, Dia akan mengatakan hal yang sama seumur hidup Anda, buka cuma waktu Anda masih kecil. Ketika Anda berusia 80 tahun, Tuhan tetap akan berkata, "Aku mau engkau melakukan ini." Dan ketika Anda bertanya, "Kenapa? Itu tidak masuk akal," Tuhan akan tetap menjawab," Karena Aku berkata begitu." 

Itu sebuah ujian. Bila Anda tidak belajar untuk patuh kepada Tuhan, maka Anda akan melewatkan begitu banyak berkat dalam kehidupan yang telah Dia persiapkan untuk Anda. 

Tetapi jika Anda belajar melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan tanpa mempertanyakan, meski itu kelihatannya mustahil dan bertentangan dengan akal pikiran Anda, maka Anda akan bertumbuh di dalam iman dan Anda akan diberkati.

Mari kita merespon perintah-Nya dengan iman sebagai fokus kita di Tahun Baru ini!
Renungkan hal ini: 
- Apa sesuatu yang telah Tuhan minta untuk Anda lakukan, tapi Anda tak percaya itu mungkin dilakukan? 
- Menurut Anda mengapa Tuhan menyuruh kita melakukan hal-hal yang mustahil dengan kekuatan kita sendiri?
- Langkah iman apa yang bisa Anda ambil di tahun ini dengan ketaatan kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 25,26; Matius 20:17-34


Pilih untuk Percaya pada Tuhan di Tahun 2018
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jalan Kembali Kepada Tuhan

Yeremia 29:13 "Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,"

Saya tidak tahu di mana Anda berada saat ini. Mungkin Anda merasa amat jauh dari Tuhan. Mungkin Anda belum ke gereja selama bertahun-tahun, atau mungkin Anda sedang jauh dari Tuhan selama dua bulan ini. Mungkin saat ini Anda sedang mengalami minggu-minggu dimana Anda berpikir, "Saya benar-benar tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup saya." Sesungguhya kita semua ingin dekat dengan Tuhan. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa kembali kepada-Nya?

Inilah jalan menuju transformasi spiritual - empat hal yang perlu Anda lakukan agar terhubung kembali dengan Tuhan.

1. Ambil keputusan bahwa inilah waktunya untuk berubah. 
Tidak ada yang akan terjadi dalam hidup Anda sampai Anda merasa tidak puas dengan apa yang ada, sampai Anda bisa berkata, "Saya tidak suka ini. Saya lelah terus-menerus tertekan. Saya lelah terus-menerus frustrasi. Saya lelah terus-menerus menanggung terlalu banyak beban pekerjaan. Saya lelah merasa jauh dari Tuhan."

Mengapa Tuhan membuat Anda ada pada titik ini? Karena Dia mengaruniakan Anda sebuah kehendak bebas. Tuhan mengasihi Anda apa adanya, tapi karena terlalu cintanya Dia pada Anda, maka Dia tidak mau membiarkan Anda tetap seperti itu. Dia tidak akan membiarkan Anda menyia-nyiakan hidup Anda.

Yeremia 29:13 mengatakan, "Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,"

2. Akui dosa Anda.
Yesaya 59: 2 mengatakan, "Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Pernahkah Anda berdoa dan merasa seolah Tuhan itu ribuan kilometer jauhnya atau seolah ada pemisah antara Anda dan Tuhan?

Bagaimana bisa? Itu karena dosa-dosa Anda telah memisahkan Anda dari Tuhan. Tetapi jika Anda merasa jauh dari Tuhan, coba tebak siapa yang sebenarnya menjauh? Tuhan selalu ada untuk Anda, Dia tak pernah meninggalkan Anda. Dia mengasihi Anda tanpa syarat, dan Dia sedang menunggu Anda untuk mengaku dosa agar Anda dapat memiliki hubungan yang baik dengan-Nya lagi.

3. Persembahkan diri Anda kepada Tuhan.
Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 3:18, "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Transformasi sejati terjadi ketika hati Anda bergerak dari keterpusatan diri Anda sendiri kepada keterpusatan kepada Tuhan. Transformasi itu tidak terjadi dalam waktu sehari. Itu butuh waktu. Namun kabar baiknya adalah Tuhan selalu berkarya di dalam Anda, seumur hidup Anda.

Semua itu berawal dari keputusan Anda untuk mempersembahkan diri Anda sebagai korban hidup bagi Tuhan.

Renungkan hal ini: 
Mengapa kadang sulit mengungkapkan hal-hal yang membuat Anda tertekan?
Apa artinya bertobat buat Anda? Seperti apa pertobatan Anda itu dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana Anda mempersembahkan diri Anda kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 23-24; Matius 20:1-16


Carilah Tuhan, selama Tuhan masih berkenan untuk ditemui
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Kita Saling Membutuhkan?

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Kemampuan yang Anda punya adalah untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Tidak ada yang cakap dalam segala hal. Anda membutuhkan saya, dan saya membutuhkan Anda. Tidak ada orang yang memiliki semua jenis bakat. Tak ada orang yang sempurna yang bisa berkata kepada dunia, "Saya tidak butuh orang lain." Kita saling membutuhkan. Kita diciptakan untuk hidup di dalam tim! Itulah mengapa Anda memerlukan sebuah kelompok kecil dan keluarga gereja. Kita lebih baik jika bersama-sama.

Inilah kunci kesuksesan: Bangunlah kekuatan Anda, sehingga kelemahan Anda semakin tidak terlihat. Setiap orang yang sukses pasti melakukan ini. Asahlah sesuatu yang Anda kuasai, dan buatlah itu semakin baik lagi.

Inilah aturan sukses yang ke dua: Bergabunglah dengan orang-orang yang ahli dalam hal yang tidak Anda kuasai. Bergabunglah dengan orang-orang yang melengkapi Anda. Setiap orang punya sesuatu yang bisa ia kontribusikan. Tidak ada seorang pun yang memiliki semua keahlian. Kita saling membutuhkan.

Ini juga merupakan salah satu tujuan pernikahan. Di dalam pernikahan, kita disatukan untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing dan untuk saling menerima kelemahan masing-masing. Apa yang terjadi bila kita tidak saling menerima kelemahan masing-masing? Kita akan saling mengkritik. Itu bukan tujuan pernikahan. Pernikahan menempatkan dua orang berdosa bersama-sama, sebab itu tidak ada yang namanya hubungan yang sempurna. Maka di dalam pernikahan, ketahuilah kelemahan masing-masing supaya Anda bisa saling melengkapi.

Misalnya, dalam hal membayar tagihan dan merancang anggaran. Siapa yang harus melakukannya? Yang lebih ahli melakukannya! Alkitab tidak memberi tahu kita siapa yang harus melakukan peran tertentu dalam pernikahan. Cobalah cari tahu siapa yang melakukannya dengan lebih baik, dan terimalah kekurangan satu sama lain. Itulah mengapa saya selalu membiarkan istri saya, Kay, untuk menyetir. Dia adalah sopir yang jauh lebih berhati-hati daripada saya. 

Ini juga berlaku untuk pekerjaan Anda. Jika Anda ingin bisnis Anda efektif, ini kuncinya: berpeganglah pada SHAPE Anda. Bantulah orang lain untuk menemukan SHAPE mereka - karunia Rohani (Spiritual), Hati (Heart), Kemampuan (Abilities), Kepribadian (Personality), and Pengalaman (Experiences)- dan tempatkan mereka di posisi dimana mereka ahli di dalamnya. Jika Anda melakukan itu, Anda tak perlu repot-repot mengatur mereka dan Anda tak perlu memotivasi mereka. Mengapa? Karena mereka melakukan apa yang mereka sukai, dan mereka ahli dalam bidang itu.

Tuhan ingin setiap orang menggunakan kemampuan mereka untuk menolong orang lain. Kita saling membutuhkan!

Renungkan hal ini: 
- Pernahkah ada seseorang dengan SHAPE yang berbeda dari Anda mendukung, mendorong, atau membantu Anda? Bagaimana bisa?
- Menurut Anda bagaimana SHAPE Anda bisa mendukung, mendorong, atau membantu orang lain?
- Bagaimana bisa dengan memahami cara orang dibentuk oleh Tuhan membantu Anda menghargai perbedaan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 21-22; Matius 19


Tuhan tidak menciptakan manusia seorang diri, jadi ikutilah kehendak Tuhan dan sadarilah Anda tidak akan mampu hidup sendiri. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Hanya Membicarakannya, Lakukanlah!

Amsal 14:23 "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

Apa yang Anda ucapkan berhubungan langsung dengan hati Anda.

Apapun yang mengisi hati Anda pasti akan keluar dari mulut Anda. Jika hati Anda dipenuhi dengan kemarahan, maka kemarahan akan keluar dari mulut Anda. Jika hati Anda dipenuhi dengan depresi, maka kesedihan akan keluar dari mulut Anda. Jika hati Anda dipenuhi dengan sukacita, maka sukacita akan keluar dari mulut Anda. 

Alkitab mengatakan dalam Markus 12:30, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." Singkat kata, kasihi Tuhan dengan semua ucapan Anda, dengan semua perasaan Anda, dengan semua pikiran Anda, dan dengan semua tingkah laku Anda. Pada intinya, Tuhan membentuk Anda untuk menjadi seorang pembicara, perasa, pemikir, dan pelaku.

Orang-orang yang senang berbicara sulit untuk diam. Mereka adalah seorang pembicara. Mereka tak tahan jika harus menyimpan apa yang ada di hati mereka, di pikiran mereka. Mereka harus memberitahu orang lain. Mereka amat senang bercerita. Mereka senang duduk bercakap-cakap, terutama percakapan yang dari hati ke hati. 

Akan tetapi, dunia ini membutuhkan para komunikator. Kita membutuhkan orang-orang yang bisa memimpin diskusi dan yang bisa menggambarkan secara verbal apa yang kita semua rasakan. Kita butuh guru, konselor, dan pelatih yang bisa mengajarkan kita dan mengarahkan kita. Kita butuh komedian. Kita butuh pengkhotbah. Kita membutuhkan orang-orang itu yang dibentuk oleh Tuhan dengan kemampuan verbal dan yang mampu membuat dunia ini maju.

Namun Tuhan juga memberi pengingat bagi para pembicara: Engkau juga harus menjadi pelaku. Amsal 14:23 mengatakan, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." Itu artinya Anda harus melakukan apa yang Anda katakan, baik kepada orang lain atau kepada diri Anda sendiri. Beberapa orang tidak pernah bisa lolos tahap diskusi ini- diskusi dengan diri mereka sendiri. Apa yang sedang Anda lakukan dengan hidup Anda? Mungkin Anda akan menjawab, "Saya sedang membicarakan untuk melakukannya." Nah, sudah berapa lama Anda membicarakannya? "Sudah tiga tahun." Lalu, kapan Anda akan berhenti membicarakannya, dan mulai melaksanakannya?

Renungkan hal ini: 
- Apa yang sedang Anda bicarakan selama berminggu-minggu ini atau bahkan berbulan-bulan ini?
- Anda harus melangkah maju. Cara-cara apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk bisa melangkah maju? Jangan hanya membicarakannya. Lakukanlah!
- Siapa yang bisa membimbing Anda untuk melaksanakan hal-hal yang Anda tahu Tuhan ingin Anda lakukan di saat Anda melangkah maju?



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 16-18; Matius 18:1-20


Lakukanlah apa yang Anda perkatakan. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jika Anda Percaya, Lakukanlah

Yakobus 1:22 "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."

Markus 12:30 berbunyi: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."Satu cara untuk melaksanakan ayat ini yaitu dengan fokus mengasihi Tuhan di dalam setiap perkataan Anda, setiapperasaan Anda, setiap pemikiran Anda, dan setiap tindakan Anda. Tuhan membentuk Anda terutama sebagai seorang pewarta, seorang perasa, seorang pemikir, dan seorang pelaku Firman.

Pewarta mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka. Perasa mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa mereka.Tahukah Anda bahwa Anda juga bisa mengasihi Tuhan dengan akal sehat Anda? Pemikir mengasihi Tuhan dengan pikiran mereka. Ketika Anda membangun dan memperkuat pikiran Anda, ini merupakan tindakan penyembahan kepada Tuhan. 

Pemikir senang belajar Alkitab. Mazmur 119: 97 mengatakan, "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."

Orang yang pemikir jatuh cinta dengan Alkitab ketika mereka menjadi orang percaya. Bagi mereka, tidak ada buku lain di dunia ini yang seperti Alkitab! Kitab ini memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan, misalnya: Mengapa saya ada di sini? Kemana saya harus pergi? Apa tujuan hidup ini?Apakah hidup saya berarti? Apa yang terjadi di masa lalu?Apa yang akan terjadi di masa depan? Apa asal usul saya?

Kita memerlukan para pemikir, karena dunia ini butuh banyak pemikiran. Seseorang harus memikirkan masalah-masalah yang kompleks beserta implikasinya atas apa yang kita semua sedang hadapi. Kita butuh orang-orang yang memikirkan masalah-masalah yang sulit dan yang kemudian mendatangkan solusi bagi kita semua. Itulah mengapa kitabutuh ilmuwan, penulis, filsuf, dan inovator.

Namun, pemikir harus berhati-hati dalam mempraktekkan kerendahan hati. Alkitab berkata, "Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak," (Amsal 3: 7a). Mengapa?Sebab Tuhan itu adalah Tuhan, dan Anda bukan.

Kerendahan hati merupakan sebuah pilihan. Tidak sekali pun dalam Alkitab dikatakan bahwa Anda harus berdoa agar Tuhan merendahkan hati Anda. Alkitab mengatakan untuk "merendahkan diri Anda di hadapan Tuhan."Artinya,ini adalah sebuah pilihan. Kerendahan hati adalah sesuatu yang Anda lakukan karena kemauan Anda sendiri. Tak ada orang lain yang bisa melakukannya untuk Anda. Orang lain bisamerendahkan Anda, tapi mereka tidak bisa membuat Anda rendah hati. Intinya, kerendahan hati adalah berserah penuh kepada Tuhan. Kerendahan hati maksudnya bukan untuk menyangkal kekuatan Anda, melainkan bersikap jujur akankelemahan Anda.

Pemikir juga perlu cermat dalam mempraktikkan kebenaran Firman yang mereka tahu. Setelah Anda memahaminya, maka lakukanlah! Yakobus 1:22 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."

Firman Tuhan adalah pedoman hidup kita, dan itulah sebabnya Dia ingin kita melakukan hal-hal yang seharusnyakita lakukan. Dialah Pencipta kita, dan Dia tahu cara terbaik untuk kita menjalani kehidupan. Berita baiknya adalah Tuhan selalu ada bersama kita, membantu kita untuk mengikuti instruksi-Nya.

Renungkan hal ini: 
- Apakah lebih sulit bagi Anda untuk menyangkal kekuatan Anda, atau bersikap jujur terhadap kelemahan Anda?Mengapa demikian?
- Buatlah daftar hal-hal yang Anda percaya. Apakah Andasudah mempraktekkannya?
- Bagaimana Anda mengembangkan dan memperkuat pikiran Anda sebagai ibadah Anda kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 14-15; Matius 17


Jangan mengandalkan kelebihan kita, semua asalnya hanya dari Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Dalam Masa Sulit, Apa yang Terjadi di dalam Anda adalah yang Paling Baik

Kisah Para Rasul 27:31 "Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: "Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat."

Hidup ini tidak adil. Anda akan memiliki masalah, kesulitan, dan sakit hati yang akan membuat Anda lebih baik atau malah kepahitan. Entah Anda akan bertumbuh atau menyerah. Entah Anda akan menjadi pribadi yang Tuhan inginkan atau hati Anda akan mengeras. Anda harus memutuskan bagaimana Anda akan merespon masa-masa sulit dalam hidup Anda. Bagaimana Anda akan menanganinya?

Ketika Anda menghadapi masa-masa sulit, apa yang terjadi pada Anda tidak sepenting apa yang terjadi di dalam Anda. Itulah yang Anda bawa ke kekekalan (baik ke Surga atau Neraka)- bukan persoalan Anda, tapi karakter Anda.

Dalam Kisah Para Rasul 27, kita belajar tiga cara yang seharusnya tidak Anda gunakan dalam merespon ujian dari Tuhan: 

1. Jangan terombang-ambing. "Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing" (Kisah Para Rasul 27:15). Kapal yang membawa Paulus dan tahanan lainnya yang menuju Roma berada di tengah-tengah Laut Mediterania, saat itu mereka tidak melihat matahari selama 14 hari. Mereka kehilangan arah mata angin dan mulai terombang-ambing.

Ketika menghadapi kesulitan, beberapa orang mulai terombang-ambing dalam kehidupan. Mereka tidak punya tujuan, cita-cita ambisi, atau impian atas hidup mereka. Istilahnya, "terseret" arus kehidupan. Saat Anda terseret, pastilah Anda terseret ke bawah. Hidup ini bagaikan pantai dengan arusnya yang kencang. Hidup ini berat. Jangan kehilangan ambisi atau harapan Anda hanya karena hidup ini semakin sulit.

2. Jangan membuang muatan. "Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut" (Kisah Para Rasul 27:18). Pada saat itu, orang-orang yang bertanggung jawab di kapal tersebut harus meringankan kapal, jadi mereka membuang muatan ke laut, kemudian peralatan kapal, lalu makanan. Mereka membuang barang-barang yang mereka butuhkan karena badai itu teramat keras.

Ketika Anda mengalami badai, dan stres Anda semakin menjadi-jadi, Anda cenderung mulai meninggalkan nilai-nilai dan hubungan-hubungan yang tidak akan Anda tinggalkan apabila segalanya baik-baik saja. Anda berkata, "Saya menyerah mempertahankan pernikahan saya. Saya menyerah mengejar mimpi saya untuk kuliah."

Tapi Tuhan berkata, "Tetaplah di kapal!" Sudahkah Anda melakukannya dalam pernikahan Anda? Sudahkah Anda berkata, "Perceraian bukanlah pilihan buat kita; kita akan berhasil melewatinya"? Jika belum, Anda akan selalu tergoda untuk menyerah. Jika Anda tidak gigih, Anda tidak akan pernah bisa memiliki karakter yang Tuhan inginkan dari Anda. Tuhan bisa mengubah situasi dan kepribadian Anda. Dia bisa mengubah Anda. 

Saya telah belajar dari pengalaman pribadi saya, dalam pergumulan hidup Anda, Tuhan ingin Anda belajar, tumbuh, dan berkembang, sebab Dia selalu bersama Anda sepanjang waktu.

3. Jangan putus asa. "Akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami" (Kisah Para Rasul 27: 20b). Setelah 14 hari dalam kegelapan total dan setelah membuang muatan, alat-alat, dan makanan mereka, akhirnya mereka putus asa.Tapi mereka lupa satu hal: Walau di tengah badai sekalipun, Tuhan tetap memegang kendali. Dia tidak meninggalkan Anda. Anda mungkin tidak merasakannya, tapi jika Anda merasa jauh dari Tuhan, tebak siapa yang pergi?

Tuhan bersama Anda di dalam badai, dan Dia akan membantu Anda melewatinya. Dia sedang menguji apakah Anda percaya pada-Nya atau tidak. 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda menunjukkan bahwa Anda percaya pada Tuhan saat Anda berada dalam badai?
- Situasi sulit apa yang selama ini Anda tunggu agar Tuhan ubah? 
- Bagaimana Tuhan mau menunggu Anda untuk mulai berubah, ketimbang serta merta mengubah situasi Anda? Bagaimana Anda akan menanggapinya? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 9-11; Matius 15:21-39


Tuhan tidak pernah ingin kita lari dari situasi yang sulit. Situasi yang sulit mendewasakan rohani kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More