• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Pekerjaan Anda dan Nilai Anda adalah Dua Hal yang Berbeda

Pengkhotbah 4: 4 "Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin."

Kita bisa membuat banyak alasan untuk terlalu banyak bekerja. Terkadang kita menyalahkan kewajiban kita mencari nafkah untuk keluarga. Di sisi lain kita bersikeras berpendirian bahwa karena begitu pentingnya pekerjaan kita, sehingga jika kita memperlambat kerja kita, maka dianggap lalai atau sembrono. 
Tetapi biasanya, ini soal bagaimana kita menempatkan nilai-nilai yang utama dalam hidup ini. Kita mulai menghargai hal-hal yang salah. Lebih tepatnya, kita lebih menghargai banyaknya harta atau barang yang kita miliki di atas segalanya. 

Alkitab mengatakan, "Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun 
kesia-siaan dan usaha menjaring angin" (Pengkhotbah 4: 4).

Allah mengatakan bahwa kita memiliki dua pilihan: Kita bisa menghabiskan waktu kita untuk berusaha menandingi tetangga kita, atau sebaliknya, kita bisa melupakan mereka dan mengurangi tingkat stres kita. Tetapi kita tidak bisa memiliki keduanya.

Itulah mengapa kita harus merenungkan pertanyaan ini. Apakah Anda menginginkan lebih banyak barang ataukah Anda ingin lebih sedikit stres, dan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman Anda? Pilihan ada di tangan Anda. 

Yesus mengatakannya seperti ini: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya"(Markus 8:36). Seperti ini dalam bahasa 
modernnya, "Apa enaknya menjadi presiden direktur tetapi kehilangan anak-anak Anda atau pasangan Anda?"

Jawabannya sederhana. Tidak ada enaknya sama sekali. 

Pekerjaan dan nilai diri Anda merupakan dua hal berbeda. Mungkin Anda tumbuh dengan diberi cap bahwa Anda tidak berguna dan ketika Anda bekerja, Anda keluar dari tempat kerja Anda mencoba untuk membuktikan bahwa semua orang salah. Di dalam benak Anda, Anda berkata pada diri sendiri, "Saya akan tunjukkan kepada mereka. Saya akan buktikan jika mereka salah." Dan karena alasan itulah, Anda bekerja keras dan lebih keras lagi. Dan sebagai akibatnya, seberapapun kerasnya Anda bekerja, itu tidak akan pernah cukup buat Anda. Baru saja saat Anda mulai rileks, Anda mendengar suara yang menghantui kepala Anda, "Ayo, terus kayuh pedalmu. Ada yang menyusul di belakangmu!" Nah, Anda harus menyingkirkan suara itu. Mengapa? Sebab itu hanya memberi makan pikiran Anda dengan kebohongan. 

Sebagai seorang pendeta, saya telah banyak mendampingi banyak orang di hari terakhir mereka. Saya sudah melihat banyak orang menarik nafas terakhir mereka, kadang di rumah sakit, kadang di rumah, dan kadang di tempat kejadian. Di antara mereka semua, saya tidak pernah mendengar seorang pun berkata dengan sisa-sisa nafas terakhir mereka, "Seandainya saja saya punya lebih banyak waktu untuk bekerja."

Tidak ada satu pun. 

Tidakkah Anda pikir sudah waktunya buat Anda menyesuaikan nilai-nilai Anda? Janganlah menjadi seekor tikus, yang senang melompat melenceng keluar dari jalur yang benar.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Anda melihat bahwa terlalu banyak bekerja dapat memengaruhi keluarga Anda?
- Ketika Anda berjuang dengan terlalu banyak pekerjaan dalam hidup Anda, apa penyebab utamanya?
- Dalam hal apa Anda terkadang menyamaratakan pekerjaan Anda dengan nilai Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-11


Renungkan apa motivasi Anda dalam bekerja ?
Apakah kebanggaan diri, kekayaan, jabatan ataukah untuk pelayanan, menjadi saluran memberkati orang lain dan menjadi kesaksian untuk memuliakan nama Tuhan?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Yang Diperlukan untuk Tetap Bersih?

Mazmur 119: 9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."baca

Di dalam budaya kita yang benar-benar terobsesi dengan penampilan dan pencitraan, bagaimana Anda bisa tetap menjadi orang yang bersih di tengah orang-orang yang bermuka dua. Mereka tidak punya integritas. Mereka terbawa arus, mereka terperosok ke dalam pengaruh buruk, dan mereka berbuat curang. Mereka tidak menepati janji mereka.

Bagaimana Anda membuat diri Anda tetap menjadi orang Kristen yang sejati?
Hanya ada satu cara. Anda harus lebih peduli dengan persetujuan Tuhan, ketimbang dengan persetujuan orang lain. Itulah satu-satunya cara bagaimana Anda menjadi orang yang berintegritas. Sebab jika Anda peduli dengan apa yang Tuhan pikirkan, maka Anda akan melakukan hal yang benar. Namun, apabila Anda lebih peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain, maka Anda akan sering melakukan hal yang salah.

Mazmur 119: 9 mengatakan, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Satu-satunya cara mengetahui apa yang Tuhan setujui dan apa yang Dia pikirkan tentang Anda yaitu dengan membaca Alkitab. Anda harus tetap tinggal di dalam Firman Tuhan! Jika tidak, Anda tidak akan memiliki kekuatan dan stamina untuk menjalani hidup yang berintegritas.

Jika saya tidak melakukan saat teduh bersama Allah di dalam Firman-Nya, jika saya melewatkannya bahkan hanya beberapa hari saja, saya perhatikan - semua orang juga merasakannya! - karena saya biasanya menjadi begitu rewel. Jika saya tidak tetap terhubung dengan Tuhan melalui Firman-Nya, maka saya tidak akan punya kekuatan spiritual untuk menjelaskan Firman Tuhan kepada Anda dengan jelas. Saya tidak akan memiliki kekuatan untuk menjalani hidup yang berintegritas apabila tidak tinggal di dalam Firman-Nya.

Berusaha melakukan yang benar dan memiliki tujuan hidup yang tepat, akan membuat Anda lelah dan karena itulah Anda harus diperlengkapi dan disegarkan dengan Firman-Nya. Anda dapat melakukannya dengan membaca dan mempelajari Alkitab, Firman Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana bisa membaca Firman Tuhan memberi Anda kekuatan?
- Apa keuntungan dari menghafal Alkitab?
- Apa saja janji Allah di dalam Alkitab yang bisa mendorong Anda ketika Anda perlu membuat pilihan yang benar, namun tidak disukai oleh ebanyakan orang?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22


Hidup yang berintegritas membutuhkan kuasa Tuhan, sebab apa yang benar seringkali tidak disukai kebanyakan orang. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kunci Hidup yang Seimbang: Yesus

Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang benar-benar seimbang, di sepanjang sejarah ini, Anda hanya bisa mencontoh satu Pribadi sebagai teladan Anda: Yesus. Apabila Anda menempatkan Dia di pusat kehidupan Anda, maka hidup Anda akan lebih seimbang.

Ibaratkan hidup Anda seperti sebuah poros. Bagian tengah roda disebut poros. Semua jari-jari kehidupan Anda (yang mewakili hubungan Anda, keluarga Anda, karier Anda, cita-cita Anda, dll) berasal dari poros terebut. Kita semua membangun kehidupan di sekeliling sebuah poros. Pertanyaannya adalah, apa yang akan menjadi poros Anda? Apakah itu keluarga Anda? Apakah itu karir Anda? Apakah itu uang?

Atau, apakah itu Yesus?

Bagaimana Anda tahu apa yang sedang Anda bangun dalam hidup Anda? Coba lihat apa yang paling Anda pikirkan. Itulah yang mendorong dan menggerakkan Anda.

Pusat kehidupan Anda amatlah penting untuk mengembangkan kehidupan yang seimbang. Pusat yang solid memimpin kepada kehidupan yang solid. Pusat yang lemah dan cetek menghasilkan kehidupan yang lemah. Ketika saya mendengar orang-orang bercerita kepada saya bahwa kehidupan mereka mulai tidak terkendali, itu biasanya karena satu hal: Mereka memiliki poros yang salah. Sesuatu yang lain yang bukan Tuhan telah menjadi prioritas dalam hidup mereka. 

Poros tidak hanya menciptakan sebuah stabilitas, tetapi juga mengontrol dan mempengaruhi hal-hal lain tentang kehidupan Anda. Dan apa pun yang Anda tempatkan di pusat kehidupan Anda, itu jugalah yang akan menjadi sumber kekuatan Anda. Kekuatan sebuah roda selalu memancar dari pusat ke luar - bukan sebaliknya. 
Alkitab mengatakan, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33).
Jangan khawatir menjadikan Yesus sebagai yang pertama dalam hidup Anda. Tempatkan Dia di pusat hidup Anda. Biarkan Dia mengarahkan hidup Anda, memberi dampak, memberi kendali, dan memberi keseimbangan dalam hidup Anda.

Lakukan itu dan juga di semua bidang kehidupan Anda - mulai dari keluarga, karir, hingga cita-cita Anda - akan menemukan suatu keseimbangan di dalam diri Yesus.

Renungkan hal ini:
- Jika Anda memandang hidup Anda ibarat sebuah roda, apa yang akan berada di porosnya?
- Apa gangguan terbesarAnda untuk memiliki kehidupan yang seimbang?
- Menurut Anda, apa hambatan terbesar dalam menempatkan Yesus di pusat kehidupan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40


Jadikanlah Yesus sebagai pusat kehidupan Anda dan Dia akan memberi Anda stabilitas, kuasa dan kekuatan yang Anda butuhkan untuk hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Bukan Tuhan - Berhenti Bertingkah Seperti Tuhan!

Pengkhotbah 10:15 "Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota."

Alkitab berkata, "Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota" (Pengkhotbah 10:15).

Bodoh bila kita menghabiskan waktu hanya dengan bekerja. Ketika terlalu banyak bekerja, Anda tengah mempermainkan Tuhan. Anda seolah-olah berkata bahwa segalanya berpusat pada Anda, bahwa segalanya akan kacau jika tidak ada Anda. Itu salah besar! Anda bukan manager umum di alam semesta ini. Anda bisa berhenti sejenak. Alam semesta ini tidak akan runtuh. Allah pegang kendali atas segalanya.

Seringkali salah satu alasan kita melakukan ini pada diri kita sendiri adalah karena kita berusaha menyenangkan semua orang. Ini pelajaran yang bisa Anda ambil hari ini: Anda tidak bisa menyenangkan semua orang. Bahkan Allah pun tidak bisa menyenangkan semua orang! Satu orang menginginkan hujan turun. Sementara yang lain ingin cerah. Hanya orang bodoh yang mencoba melakukan apa yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan sendiri.

Ketika kita hidup demi ekspektasi orang lain, kita menjejali diri kita sendiri dengan begitu banyak "harus." Kita berkata pada diri kita sendiri, "Aku harus kerja lembur," "Aku harus pergi ke seminar ini," atau "Aku harus menjadi sukarelawan untuk acara ini." Tetapi sadari satu hal ini: Tidak ada yang mengacungkan pistol ke kepala Anda. Bekerja lembur adalah pilihan Anda, namun Anda juga bisa memilih untuk menolaknya. Dan itu artinya Anda memilih konsekuensi atau akibat dari pilihan Anda tersebut.

Ketika Anda menyangkal sisi manusia Anda dan mencoba melakukan semuanya, sesungguhnya Anda tengah merampok kemuliaan Allah. Alkitab mengingatkan kita akan hal ini dalam 2 Korintus 4: 7: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." Paulus mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia. Kita lemah dan rapuh. Pot tanah liat mudah pecah. Jika Anda menjatuhkannya, itu akan hancur. Pot tanah liat harus digunakan dengan tepat dan hati-hati. Jika tidak, mereka akan hancur.

Tetapi kabar baiknya adalah melalui kelemahan kita, kuasa dan kemuliaan Allah akan bersinar keluar. Sisi manusia Anda bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Sebaliknya, mari kita rayakan kuasa Tuhan yang bekerja melalui keterbatasan kita.

Karena itu, akuilah: Anda adalah manusia. Mengucap syukurlah kepada Tuhan akan hal itu!

Renungkan hal ini:
- Apa yang cenderung menggoda Anda untuk bekerja terlalu keras?
- Apa pendapat Anda tentang ini: "Ketika Anda mencoba melakukan segalanya dengan kekuatan Anda sendiri, sesungguhnya Anda tengah merampok kemuliaan Allah"?
- Terlalu sibuk bekerja sebenarnya menyebabkan Anda memiliki etika kerja yang buruk. Bagaimana ini bisa terjadi? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14


Anda bukan Tuhan. Anda tidak memiliki semua jawaban. Anda tidak bisa melakukan semuanya. Jika Anda kesulitan menemukan keseimbangan dalam hidup Anda, mengakui fakta ini bisa mengubah segalanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Yang Harus Anda Lakukan di Hari Sabat?

Keluaran 20: 9-10 "Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu."

Kita semua harus mengambil keputusan untuk meluangkan waktu melakukan hal lain selain bekerja. Jika tidak, kita tidak akan pernah istirahat. Saya telah membuat keputusan tentang berapa jam saya akan bekerja setiap minggunya, dan saya menaatinya komitmen saya tersebut. Saya mendorong semua orang untuk melakukan hal yang sama. Sebab jika tidak, kita akan cepat lelah.

Itu ibaratnya busur dan anak panah. Jika busur terus-menerus dikencangkan dengan erat, itu akan hilang kekuatannya. Busur harus dikendurkan secara berkala. Anda perlu memaksakan diri Anda untuk mengatur jadwal kegiatan yang realistis, dan kemudian melaksanakannya dengan tanggung jawab, serta yang juga penting, meminta seseorang untuk memeriksa komitmen Anda itu.

Beristirahat dengan layak bukanlah psikologi populer atau sekedar saran yang bagus. Beristirahat adalah hal yang sangat penting buat Allah sehingga Ia memasukkannya ke dalam Sepuluh Perintah Allah – bersama-sama dengan "Jangan membunuh," "Jangan berdusta," dan "Jangan mencuri." "Kuduskanlah hari Sabat" masuk ke dalam 10 daftar perilaku yang Allah perintahkan. Bukankah itu juga seharusnya ada dalam daftar perilaku kita?

Alkitab berkata, "Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu" (Keluaran 20: 9-10). Kita menyebutnya hari Sabat, yang berarti "hari istirahat." Apa yang harus Anda lakukan di hari Sabat?

1. Istirahatkan tubuh Anda. Jika Anda tidak berhenti sejenak, maka tubuh Anda secara otomatis akan menyuruh Anda untuk berhenti. Punggung Anda akan terasa tegang. Anda akan sakit kepala. Anda akan terkena flu. Allah tidak mendesain tubuh kita untuk terus-menerus bekerja tanpa istirahat. Itulah sebabnya terkadang hal paling rohani yang bisa Anda lakukan di hari Sabat Anda adalah tidur siang!

2. Isi kembali emosi Anda. Setiap orang melakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, berdiam diri bisa menyegarkan emosi mereka kembali. Yang lain meremajakan diri melalui rekreasi. Yang lain lagi meremajakan diri melalui relasi dengan orang lain. Temukan apa yang diperlukan untuk mengisi ulang emosi Anda, dan jadikan itu sebagai bagian rutin dari hari Sabat Anda.

3. Isi kembali jiwa Anda. Anda perlu beribadah di hari Sabat Anda. Luangkan waktu untuk fokus pada Tuhan, ketimbang fokus dengan masalah Anda. Ibadah membantu kita melihat segalanya dari perspektif Allah. Ibadah menciutkan masalah Anda. Ibadah mengingatkan Anda bahwa Allah masih ada di sana berkuasa dengan tahta-Nya. Dia akan membantu Anda melewati pergumulan apa pun yang Anda hadapi. Tiba-tiba masalah yang membuat Anda stres seminggu penuh tidak sebesar sebelumnya.

Kita semua membutuhkan hari Sabat dalam hidup kita. Tidak harus hari Minggu. Itu bisa setiap hari dalam satu minggu, namun Anda perlu mengambil satu hari libur dalam satu minggu untuk mengistirahatkan tubuh Anda, mengisi ulang emosi Anda, dan memfokuskan kembali jiwa Anda.

Apa tanda-tanda mental, emosional, rohani, dan jasmani yang Anda lihat ketika Anda tidak cukup istirahat?
Apa yang biasanya menjadi kendala terbesar Anda untuk melakukan Sabat mingguan?
Apa cara terbaik buat Anda mengisi kembali emosi Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38


Sabat adalah waktu perhentian Anda yang terindah secara pribadi bersama Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Setiap Orang Layak Untuk Dihormati

1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"

Rasa hormat telah menjadi nilai kehidupan yang terancam punah selama beberapa dekade terakhir ini. Kita hidup di zaman di mana norma kesopanan itu telah hilang, di mana sarkasme menghiasi hari-hari kita, dan semua orang suka dengan hal-hal yang berbau pemberontakan.

Namun Alkitab menjelaskan bahwa keluarga yang stabil - dan masyarakat yang stabil – dibangun dengan dikelilingi oleh rasa hormat. Alkitab memerintahkan kita untuk menghormati orang tua kita, menghormati otoritas sipil, dan menghormati para pemimpin gereja. Para istri dipanggil untuk menghormati para suami di dalam kitab Efesus. Dalam kitab 1 Petrus, para suami dipanggil untuk menghormati para istri. Alkitab tidak menspesialkan siapa pun. Alkitab juga memberitahu kita untuk "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!" (1 Petrus 2:17).

Setiap orang, terlepas dari kepercayaan atau perilaku mereka, layak untuk dihormati.

Mengapa?

1. Tuhan menciptakan semua orang. Mazmur 8: 5 mengatakan, "Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat." Tuhan tidak menciptakan sampah. Tidak ada seorang pun yang tidak berharga. Walaupun orang-orang terus membuat keputusan yang salah, tetapi mereka masih berharga bagi Tuhan. Bahkan orang yang paling tidak dicintai di dunia sekalipun dikasihi oleh Tuhan.

2. Yesus mati untuk semua orang. Alkitab berkata, "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat" (1 Petrus 1: 18-19). Anda mungkin tidak terlalu memberi respek kepada orang-orang tertentu, tetapi itu tidak dengan Tuhan. Bahkan, katanya, setiap orang yang Anda temui itu pantas untuk Dia selamatkan.

3. Ini menunjukkan bahwa Anda mengenal Tuhan. Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah itu kasih. Jika Anda mengenal Dia, maka Anda harus mengisi hidup Anda dengan kasih. Alkitab berkata, "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih" (1 Yohanes 4: 8). Kasih selalu memperlakukan orang lain dengan hormat.

4. Anda akan mendapatkan kembali apa pun yang telah Anda beri. Ini adalah hukum tabur tuai. Apa pun yang Anda lakukan, akan ada buahnya. Jika Anda ingin dihormati, Anda harus memperlakukan orang lain dengan hormat. Alkitab mengatakan, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"(Galatia 6: 7).

Renungkan hal ini:
- Setiap orang yang Anda temui hari ini layak mendapatkan rasa hormat Anda. Bagaimana kebenaran ini akan mengubah perilaku Anda?
- Kepada siapa Anda paling sulit menunjukkan rasa hormat Anda? Mengapa?
- Apa saja cara yang bisa Anda gunakan untuk "mengisi hidup Anda dengan kasih"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16


Semua orang telah berdosa. Anda tidak lebih baik dibandingkan orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Boleh Tidak Setuju Tanpa Harus Berselisih

Roma 14: 12-13 "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!"

Banyak orang, termasuk orang Kristen, beranggapan mereka hanya perlu menunjukkan rasa hormat mereka kepada orang-orang yang setuju dengan mereka. Pemikiran ini salah besar. Sebagai orang percaya, ada banyak aktivitas dan tindakan di masyarakat kita yang saya benci dan jelas-jelas tidak saya setujui.

Akan tetapi saya tetap menunjukkan rasa hormat saya kepada mereka - bahkan jika saya tahu tingkah laku mereka itu salah.

Mengapa?

Pertama, saya ingat bahwa pada akhirnya setiap individu akan bertanggung jawab kepada Tuhan atas sikap, tindakan, dan perilaku mereka sendiri. Masing-masing dari kita harus memberikan pertanggungjawaban atas perilaku kita.

Kedua, saya bukan Tuhan. Orang-orang yang tidak saya setujui tidak bertanggung jawab kepada saya. Mereka bertanggung jawab kepada Tuhan. Bukan tugas saya untuk menjadi seorang polisi, berusaha membuat semua orang yang bukan orang percaya bertindak seperti orang percaya. Faktanya, Alkitab mengatakan orang-orang tidak bisa bertindak seperti yang Tuhan mau, sampai mereka memiliki hubungan dengan Dia.

Alkitab mengatakan, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!" (Roma 14: 12-13). Mengatakan kebenaran kepada orang lain itu bukan menghakimi. Apabila seseorang melakukan sesuatu yang Alkitab katakan salah dan kita memberitahu mereka, maka itu sifatnya bukan menghakimi. Kita memberi tahu orang-orang tentang kebenaran. Adalah menghakimi apabila kita menyalahkan orang lain dengan kebenaran dan menghajar mereka dengan dasar itu, dan kemudian menikmatinya dan merasa lebih suci dibanding mereka.

Anda boleh tidak setuju dengan orang lain tanpa harus berselisih. Jujur saja, beberapa orang paling kasar yang pernah saya temui ialah orang-orang Kristen yang terlalu fanatik yang begitu berkomitmen pada kebenaran sehingga mereka tidak terlalu peduli dengan orang lain.

Yesus sedang mengawasi bagaimana Anda memperlakukan orang lain yang juga telah Dia selamatkan.

Renungkan hal ini:
- Apa yang membuat Anda sulit memperlakukan orang lain dengan hormat ketika Anda tidak setuju dengan mereka?
- Bagaimana dengan menyadari bahwa Yesus telah mati bagi mereka yang tidak setuju dengan Anda mengubah cara Anda berinteraksi dengan orang-orang tersebut?
- Siapa seseorang yang telah Anda perlakukan dengan tidak menyenangkan, yang perlu Anda mintai maaf?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40


Anda bisa benar tentang suatu masalah, tetapi jika Anda bersikap kasar akan hal itu, tentu Anda salah. Bila Anda tidak mengatakan kebenaran kepada orang lain dengan kasih, maka Anda salah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Harnas Kaum Pria Aug 2018


Read more

0 Bagaimana Anda Memperlakukan Orang Yang Melayani Anda?

Lukas 6:31 "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."

Salah satu ujian terbesar bagi karakter Anda ialah bagaimana Anda memperlakukan orang yang mencoba melayani Anda. Baik itu pelayan, operator, karyawan, sekretaris, anak-anak Anda, atau pasangan Anda, cara Anda memperlakukan mereka yang melayani Anda memberi tahu saya banyak hal tentang Anda.

Sesunguhnya, ketika saya terlibat dalam pengambilan keputusan perekrutan staf Saddleback Chruch, saya sering membawa orang tersebut ke restoran untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan para pelayan di sana. Seseorang yang kasar dan menuntut dalam situasi tertentu memiliki kecacatan karakter yang mana enggan saya jadikan sebagai bagian dari tim kami.

Yesus memberi tahu kita, "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka"(Lukas 6:31). Itu mungkin ujian karakter paling sederhana namun yang paling penting dalam Alkitab.

Psikolog sosial Eric Hoffer pernah berkata, "Sikap kasar adalah cara manusia lemah meniru kekuatan."

Bersikap kasar tidak membutuhkan kecerdasan sama sekali.

Tempat yang paling cocok untuk mempraktekkan karakter penting ini ialah di dalam rumah. Ada lebih banyak pernikahan yang hancur oleh karena kekasaran. Dulu waktu saya memberikan konseling pernikahan, saya tercengang dengan betapa banyak pernikahan yang terkubur perlahan-lahan oleh karena sikap kasar pasangannya.

Seringkali kita paling mudah bersikap kasar kepada orang-orang yang paling kita sayangi. Saya kenal orang-orang yang memperlakukan keluarga mereka dengan cara-cara yang tidak akan pernah mereka gunakan untuk memperlakukan orang yang tak mereka kenal.

Saya pernah membaca berita beberapa tahun lalu tentang sepasang suami istri yang hendak bercerai karena si suami bersikap kasar. Sang istri pergi ke pengadilan dan mengklaim suaminya bersendawa sepanjang waktu. Dia kemudian mendaftarkan perceraian mereka. Hakim mengabulkan tuntutan si istri atas dasar jika saja si suami sangat mencintai istrinya, dia seharusnya tidak akan bersendawa seperti itu. Itu sudah benar-benar membuat si istri kesal, jadi seharusnya si suami bisa lebih perhatian dan menahan diri.

Kesopanan adalah bentuk menyayangi dalam hal-hal kecil. Kesopanan menunjukkan rasa hormat kita kepada orang lain dengan bersikap baik, bahkan di area terkecil dalam hidup kita.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kita paling sering tidak menghormati orang yang paling kita sayangi?
- Dalam situasi apa Anda mengalami kesulitan besar untuk bersikap sopan?
- Jika karakter Anda dinilai berdasarkan cara Anda memperlakukan orang yang melayani Anda, menurut Anda bagaimana penilaian mereka atas Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20


Tuhan telah membuktikan kasihNya yang tanpa batas pada kita. Tanyakan pada diri Anda, bagaimana kasih Anda pada sesama ?
Read more

0 Ampunilah Sebab Tuhan Telah Lebih Dulj Mengampuni Anda

Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Kita semua akan terluka dalam hidup ini. Seringkali kita akan tersakiti secara sengaja oleh apa yang orang katakan atau yang mereka lakukan kepada kita. Sebenarnya, setiap kali kita membaca kata "pengampunan," kita akan langsung ingat dengan sakit hati, luka, dan masalah di masa lalu kita. Memori itu masih segar di ingatan kita, sebab kita pasti pernah terluka begitu dalam.

Karena betapa dalamnya kita telah terluka, sulit untuk mengambil keputusan untuk memaafkan mereka yang telah menyakiti kita. Namun Alkitab memberi kita satu alasan yang amat penting mengapa kita harus mengampuni.

Kita mengampuni orang lain karena Allah telah lebih dulu mengampuni kita.

Alkitab berkata dalam Efesus 4:32, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." Jika Anda merenungkan betapa besarnya kasih pengampunan Allah untuk Anda, maka itu akan membuat Anda lebih mudah memaafkan orang-orang yang telah melukai Anda.

Kebalikannya juga benar. Berpikirlah seperti ini: Allah telah sepenuhnya menghapus dosa Anda, karena apa yang telah Yesus Kristus lakukan di kayu salib. Semua hukuman yang seharusnya Anda dapatkan telah dipikul oleh Yesus dan itulah yang membuat Allah mengampuni Anda. Jika Anda terus menyimpan kebenaran ini di dalam diri Anda, maka Anda akan merasa semakin sulit untuk menyimpan dendam terhadap orang lain.

Ingatlah hal ini: Apapun yang telah dilakukan seseorang kepada Anda, Anda tidak akan pernah harus mengampuni orang lain sebesar Allah telah mengampuni Anda.

Renungkan hal ini:
- Ketika Anda memikirkan tentang pengampunan, siapa yang terlintas dalam pikiran Anda? Jika itu adalah seseorang yang perlu Anda maafkan, lalu apa yang akan Anda lakukan sekarang?
- Tindakan nyata apa yang dapat Anda ambil untuk menunjukkan pengampunan Anda kepada seseorang yang telah menyakiti Anda di masa lalu?
- Bagaimana Anda dapat mengucapkan rasa syukur Anda kepada Tuhan hari ini atas pengampunan-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18


Jika Anda tidak merasa diampuni, maka Anda akan kesulitan mengampuni orang lain, juga. Jika biasanya Anda kesulitan memaafkan orang lain, maka Anda mungkin tidak benar-benar merasa diampuni.
Read more

0 Kebencian Menyakiti Anda Lebih dari Orang Lain

Ayub 5: 2 "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati."

Jika Anda masih memendam kebencian, itu akan selalu menyakiti Anda lebih dari orang lain. Kebencian itu sifatnya merusak diri dan kontraproduktif.

Kebencian itu tidak masuk akal.

Jika ada orang yang punya hak untuk marah dan dendam, itu adalah Ayub. Dia adalah orang yang saleh dan jujur, ia memiliki apapun yang dia inginkan - kekayaan, ketenaran, dan keluarga besar. Suatu hari dia kehilangan segalanya. Orang-orang Syeba (sekelompok penjarah) membunuh semua hewan ternaknya. Semua anak-anaknya dibunuh. Dan Ayub menderita penyakit yang mengerikan. Dia benar-benar telah kehilangan semua yang dia miliki. Yang tersisa hanyalah istri yang senang mengomel. Kemudian teman-temannya ikut-ikutan dan berkata, "Ayub, itu semua salahmu."

Walaupun Ayub punya banyak alasan untuk merasa sakit hati, tapi dia mengatakan kepada kita bahwa kebencian adalah ide yang buruk. Katanya, "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati" (Ayub 5: 2).

Ayub adalah orang yang bijak. Dia tahu dia tidak punya waktu untuk marah. Dia tahu itu hal yang bodoh, tidak masuk akal, dan tidak logis. Jika Anda melihat kembali pengalaman hidup Anda, maka Anda mungkin akan setuju. Kita bisa melakukan hal-hal konyol ketika terjebak dalam kebencian. Kita akan mengatakan hal-hal seperti, "Saya akan membalasnya!" Lalu kita sering melakukan hal-hal konyol untuk mewujudkannya. Ketika kita menyerah pada kebencian, kita bertindak dengan menggunakan cara yang merusak dan melukai diri kita sendiri, bahkan lebih parah dari orang yang kita benci itu.

Ketika kita kesal - kita benar-benar melakukan hal bodoh untuk mencoba membalas dendam dengan orang lain. Yang lebih buruk lagi, kebencian itu tidak akan membantu. Itu malah hanya membuat kita sengsara. Kebencian tidak akan musnah, meski kita telah membalas.

Jadi, masih mau melakukannya? Jangan menyimpan kebencian Anda. Lepaskanlah. Ampunilah.

Renungkan hal ini:
- Mengapa begitu penting bagi kita untuk mengakhiri argumen?
- Dengan cara apa saja kebencian telah menyakiti diri Anda atau orang-orang yang Anda kasihi?
- Apa rasa sakit di masa lalu yang harus Anda ampuni untuk melepaskan kebencian yang masih ada di dalam diri Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15


Anda dijamin akan mati dan menderita dengan menyimpan kebencian, kekecewaan dan kepahitan dalam hati Anda.
Read more

0 Ampuni Orang Lain, sebab Anda Juga Butuh Pengampunan

Matius 6: 14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Pengampunan adalah jalan dua arah. Anda tidak bisa mengharapkan orang lain memaafkan Anda, jika Anda tidak mau memaafkan mereka.

Yesus mengajarkan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu" (Matius 6: 14-15).

Itulah kebenaran dasar Alkitabiah. Anda menuai apa yang Anda tabur.

Suatu kali, seorang pria mendatangi John Wesley, katanya, "Saya tidak akan pernah mengampuni orang itu." Wesley berkata, "Kalau begitu, saya harap Anda tidak pernah berbuat dosa. Karena ketika Anda menolak untuk mengampuni, Anda sedang membakar jembatan yang harus Anda lewati." Ketika Anda tidak mau mengampuni orang lain, Anda tengah menyiapkan diri Anda untuk tidak mengampuni diri Anda sendiri, sebab Allah berfirman bahwa Anda akan membutuhkan pengampunan kelak.

Ketika saya mendengar seseorang berkata bahwa mereka tidak akan bisa memaafkan seseorang, saya menyadari bahwa orang tersebut tidak paham tentang pengampunan. Jika Anda memahami pengampunan, Anda mungkin akan lebih mampu melakukannya. Banyak mitos menghalangi kesiapan kita untuk memaafkan. Contohnya, inilah tiga kesalahpahaman terbesar mengenai pengampunan.

Pengampunan itu bukan:
1. Meminimalkan keseriusan kesalahan orang lain. Pengampunan adalah masalah besar. Memaafkan seseorang bukan berarti kesalahan terhadap Anda itu dianggap tidak salah.

2. Pemulihan kepercayaan instan. Kepercayaan harus dibangun kembali untuk jangka waktu yang panjang. Jika orang-orang melukai Anda lagi dan lagi, Alkitab mengatakan bahwa Anda berkewajiban untuk mengampuni mereka, tetapi Anda tidak berkewajiban untuk segera percaya pada mereka.

3. Melanjutkan hubungan tanpa perubahan apa pun. Pengampunan tidak sama dengan penyatuan kembali hubungan. Pengampunan adalah apa yang Anda lakukan ketika Anda tersinggung. Jika hubungan itu ingin dipulihkan kembali, maka si pelaku harus melakukan tiga hal: bertobat, berbaikan, dan membangun kembali kepercayaan untuk jangka panjang.

Renungkan hal ini:
- Manakah dari ketiga pemahaman tentang pengampunan tadi yang sulit untuk Anda percaya?
- Bagaimana pemahaman bahwa Anda juga butuh pengampunan di kemudian hari membuat Anda lebih mudah untuk mengampuni orang lain?
- Siapa yang perlu Anda ampuni hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34


Sudah waktunya mengampuni mereka yang telah menyakiti Anda. Anda akan membutuhkan pengampunan orang lain di kemudian hari. Jangan menahan apa yang akan Anda butuhkan kelak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Langkah Untuk Mengampuni Orang Lain

Efesus 4: 31-32 "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Terlalu banyak dari kita yang tidak benar-benar mengerti apa arti pengampunan. Kita mengalami pergumulan karena banyaknya kesalahpahaman akan arti mengampuni orang lain. Saya pernah membahas tentang kesalahpahaman ini. Saya yakin seandainya ada lebih banyak orang yang paham seperti apa pengampunan yang sejati itu, maka mereka akan jauh lebih ingin memaafkan, ketimbang menahan rasa sakit di masa lalu yang tidak sehat itu.

Alkitab dengan jelas memanggil kita untuk mengampuni orang lain. Galatia 6: 1 mengatakan, "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan."

Jadi, jika Tuhan mau kita memaafkan orang lain, maka seperti apakah pengampunan Alkitabiah yang sehat itu? Berikut ini proses empat langkah yang harus kita lalui ketika kita berurusan dengan rasa sakit yang disebabkan oleh orang lain.

1. Akui bahwa tidak ada yang sempurna. Ketika kita membenci seseorang, kita biasanya hilang hati nurani akan orang tersebut. Ketika kita dipenuhi dengan kebencian, kepahitan, dan sakit hati, kita cenderung tidak memanusiakan orang yang menyakiti kita. Kita memperlakukan orang itu bagai binatang.

Tetapi kita semua pasti pernah merasakan hal yang sama. Alkitab berkata, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!" (Pengkhotbah 7:20). Kita semua tidak sempurna.

2. Lepaskan hak Anda untuk membalas. Inilah inti dari pengampunan. Alkitab berkata, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan"(Roma 12:19). Anda punya hak untuk membalas, tetapi Anda harus berkomitmen untuk tidak melakukannya. Itu tidak adil, tetapi itu sehat. Ini bukan keputusan satu kali, tetapi ini keputusan yang harus diambil setiap hari, bahkan setiap detik.

3. Balas kejahatan dengan kebaikan. Beginilah caranya Anda tahu bahwa Anda telah membebaskan seseorang dari kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anda. Secara manusiawi, hampir tidak mungkin untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, maka itulah Anda butuh bantuan Allah. Anda butuh kasih Yesus untuk memenuhi jiwa Anda. Mengapa? Kasih Allah tidak menyimpan kesalahan orang lain (lihat 1 Korintus 13).

4. Fokus kembali pada rencana Tuhan untuk hidup Anda. Berhentilah fokus pada rasa sakit dan orang yang menyakiti Anda. Sebaliknya, fokuslah kembali pada tujuan Tuhan untuk hidup Anda, yang mana itu jauh lebih besar dari masalah atau rasa sakit apa pun yang mungkin tengah Anda hadapi saat ini.

Oleh sebab itu, janganlah tenggelam dalam kebencian Anda. Jika Anda sudah lama menahan rasa sakit yang disebabkan oleh orang lain, ikuti keempat langkah tadi dan lanjutkan hidup Anda sebagaimana kehendak Allah atas Anda.

Renungkan hal ini:

- Bisakah Anda memikirkan satu momen ketika Anda membalas kejahatan dengan kebaikan? Bagaimana situasi itu berubah?
- Manakah dari keempat elemen pengampunan Alkitabiah yang disebutkan di atas yang biasanya paling sulit untuk Anda kerjakan?
- Menurut Anda mengapa begitu banyak orang lebih suka menahan rasa sakit mereka, ketimbang melepaskannya? Bagaimana kepahitan mempengaruhi seseorang secara emosional dan fisik?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:19-40


Selama Anda terus fokus pada orang yang menyakiti Anda, maka orang itu akan terus mengendalikan Anda. Malah, itu bisa tambah parah. Bila Anda belum memaafkan orang yang melukai Anda, maka Anda akan mulai menyerupai mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ketakutan Muncul Ketika Kita Menolak Melakukam Kehendak Tuhan

Kisah Para Rasul 4: 29 "Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu."

Kita semua memiliki ketakutan. Namun, terlalu sering, kita membiarkan itu mengatur hidup kita dan mencegah kita untuk mengambil sikap untuk melakukan apa yang kita tahu merupakan kehendak Tuhan atas kita. 

Seperti Daniel yang berdiri mempertahankan imannya, kita pun menghadapi orang-orang dan situasi yang berpotensi menghancurkan kita dan kesaksian hidup kita atas Kristus. Namun, pilihan ada di tangan kita. 

Akankah kita menyerah pada ketakutan kita, atau akankah kita berdiri untuk Tuhan, terlepas dari ketakutan-ketakutan itu?

Jika Anda mau mengatasi rasa takut yang melemahkan Anda, maka Anda harus benar-benar paham manfaatnya memilih untuk berdiri melaksanakan perintah Tuhan.

Rasa takut itu tumbuh subur. Setiap kali Anda menyerah pada rasa takut, itu menjadi kian intens.

Ketakutan tumbuh setiap kali Anda menolak untuk melakukan perintah Allah, dan pada akhirnya, Anda akan merasa terpojok.

Dan ketika rasa takut tumbuh, hidup Anda akan menciut. 

Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Ikuti contoh orang Kristen mula-mula. Tentu saja kita bukan generasi pertama orang Kristen yang menghadapi ketakutan. Orang-orang Kristen pertama menghadapi berbagai macam penganiayaan. Kitab Kisah Para Rasul mengajarkan kita bagaimana mereka menghadapi ketakutan tersebut. Ketika Petrus dan Yohanes menyerukan Yesus dengan berani dalam Kisah Para Rasul 4, mereka menerima perlawanan sengit dari banyak orang.

Maka mereka berdoa, "Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu" (Kis. 4:29).

Jawaban atas rasa takut Anda adalah jangan menyerah. Melangkahlah maju dengan gagah berani. Lawanlah rasa takut. Ketakutan tidak merespons logika, maka itu, satu-satunya cara menyingkirkan rasa takut Anda yaitu dengan percaya pada Tuhan dan hadapi rasa takut Anda. 

Jangan pernah, sekali-kali melupakan hal ini. Allah tidak akan membelah Sungai Yordan di depan mata Anda, sebelum Anda mengambil langkah pertama (lihat bagaimana Allah melakukan ini untuk Elia dan Elisa dalam 2 Raja-Raja 2: 8). Setelah Anda mengambil langkah iman, kemudian Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya kepada Anda. Itu tidak akan terjadi jika Anda berdiri di dalam ketakutan Anda.

Ambillah langkah iman hari ini dan lihat bagimana ketakutan Anda itu runtuh ketika Tuhan membimbing langkah Anda.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana selama ini Anda melihat rasa takut tumbuh dalam hidup Anda karena Anda menyerah?
- Bagaimana Anda melihat rasa takut berkurang dalam hidup Anda karena Anda melangkah dengan berani untuk Tuhan?
- Ketakutan apa yang Anda anggap paling sulit diatasi dalam kehidupan sehari-hari Anda? Mengapa? Bagaimana Anda bisa menyerahkannya kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 38-40; Kisah Para Rasul 16:1-18


Yang terpenting adalah Anda perlu melihat bahwa melakukan kehendak Tuhan adalah kemenangan nyata atas rasa takut dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Dapat Malayani Dengan Menghargai

Efesus 4:29 "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

Efesus 4:29 "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

Rasa syukur yang radikal artinya Anda siap menjalani hidup ini dengan rasa syukur di setiap situasi, apapun itu - di saat berkecukupan, di saat kesusahan, di waktu baik, buruk, benar, salah, atau kapanpun itu. Anda dapat mengembangkan sikap syukur dengan memilih untuk bersyukur dalam setiap situasi. Sikap syukur yang radikal sesungguhnya juga bisa digunakan untuk melayani orang lain. Itu adalah sebuah pelayanan. Setiap orang percaya adalah pendeta. Anda adalah pelayan Tuhan! Setiap orang Kristen adalah pendeta, yang artinya kita harus melayani orang lain. 

Apakah Anda tahu apa arti kata "apresiasi"? Jika Anda pernah membeli mobil, Anda pasti tahu arti depresiasi (penyusutan nilai). Saat Anda mengeluarkannya dari garasi Anda, maka nilai jualnya sudah berkurang dari harga beli Anda, meskipun itu adalah mobil baru. Depresiasi berarti menurunnya nilai. Apresiasi berarti naiknya nilai - dan ini yang disebut pelayanan.

Ketika Anda menghargai suami Anda, Anda meningkatkan nilainya. Ketika Anda menghargai istri Anda, Anda meningkatkan nilainya. Ketika Anda menghargai anak-anak Anda, Anda meningkatkan nilai mereka. Ketika Anda menghargai rekan kerja Anda, Anda menaikkan nilai mereka bagi Anda dan bagi perusahaan. Ketika Anda menghargai atasan Anda, maka Anda menaikkan nilainya. 

Melayanilah dengan meningkatkan nilai sesama. Itulah mengapa Tuhan mengatakan bahwa syukur yang radikal adalah sebuah pelayanan. Anda dapat membangun sebuah pelayanan dengan menaikkan nilai orang lain, dengan menghargai mereka.

Salah satu hal yang saya pelajari ialah bahwa setiap orang dalam hidup ini membutuhkan dorongan semangat yang sangat besar. Saya belum pernah bertemu satu orang pun yang berkata, "Oh tidak! Saya tidak butuh pujian! Saya sudah kenyang pujian. Tolong hentikan! Saya tegaskan, jangan beri saya pujian." Anda punya kebutuhan mendasar untuk diterima, dicintai, dihargai - begitu pula orang lain. Apabila Anda ingin dipakai oleh Tuhan, berikut ini caranya: Kuatkan semua orang. Hargai semua orang. Tunjukkan rasa syukur kepada semua orang.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana rasanya ketika seseorang menunjukkan apresiasi mereka terhadap Anda?
- Apa saja cara yang bisa Anda pakai untuk menunjukkan apresiasi Anda, selain dengan perkataan? 
- Bagaimana menghargai dan menguatkan orang lain menarik diri Anda lebih dekat kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 36-37; Kisah Para Rasul 15:22-41


Kita diselamatkan untuk melayani. Anda bisa melakukan pelayanan dengan cara menghargai orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Langkah Berserah Diri dan Delapan Manfaatnya

Ayub 11: 13-18 "Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu. Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari. Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram;"

Bagaimana caranya belajar untuk hidup dalam kasih Tuhan agar kita bisa hidup bebas dari rasa takut?

Setiap hari, Anda harus menyerahkan hati Anda kepada Tuhan.

Ketika Anda bangun setiap pagi, sebelum kaki Anda menyentuh lantai, berserulah, "Tuhan, sebelum aku memulai hari ini, aku menyerahkan semua perasaanku kepada-Mu. Aku ingin Engkau menjadi Tuhan atas segala perasaanku. Aku mau Engkau mengendalikan pikiran dan emosiku. Aku menyerahkan hatiku kepada-Mu. Penuhi aku dengan kasih-Mu."

Ayub 11: 13-18 mengatakan, "Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu. Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari. Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram;"

Ada tiga perintah dan delapan janji di dalam Alkitab. Allah memerintahkan Anda untuk melakukan ini, dan kemudian Dia akan melakukan itu. Setiap janji memiliki premisnya.

Pertama, Dia memberi Anda perintah: Serahkan hati Anda kepada Tuhan setiap hari. Datanglah kepada-Nya di dalam doa. Serahkan dosa-dosa Anda atau akuilah dosa Anda kepada Tuhan.

Kemudian, perhatikan delapan manfaatnya: Anda tidak akan malu, Anda akan jadi percaya diri, Anda tidak akan takut, permasalahan Anda akan menjadi ringan, malam-malam gelap yang Anda lalui akan menjadi lebih cerah dibanding siang hari, Anda akan bisa tidur nyenyak sebab Anda aman dan selamat, Anda akan dipenuhi dengan pengharapan, dan kekhawatiran Anda akan dibebaskan.

Wow! Siapa yang tidak ingin merasakan manfaat-manfaat itu? Tulislah ayat kita hari ini di kertas kecil dan tempelkanlah di suatu tempat yang bisa Anda lihat sepanjang minggu. Kiranya itu mengingatkan Anda untuk melakukan ketiga hal ini – serahkan hati Anda kepada Tuhan setiap hari. Datanglah kepada-Nya di dalam doa. Serahkan dosa-dosa Anda atau akuilah dosa Anda kepada-Nya – agar kasih Tuhan senantisa mengisi hidup Anda dan mengusir semua kecemasan dan ketakutan Anda.

Cobalah minggu ini, kemudian lihat bagaimana Allah memenuhi janji-Nya seraya Dia memenuhi Anda dengan kasih-Nya.

Renungkan hal ini: 
- Mengapa Tuhan ingin Anda melakukan sesuatu sebelum Dia memenuhi janji-Nya secara spesifik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21


Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Belajar Berempati

1 Petrus 3: 8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,"

1 Petrus 3: 8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,"

Anda tidak akan pernah bisa hidup harmonis dengan istri Anda, suami Anda, teman Anda, atau siapa pun jika tanpa rasa empati. Anda tidak bisa memiliki tim yang solid jika cuek dengan apa yang terjadi dalam kehidupan satu sama lain. Itulah sebabnya ketika orang bekerja bersama-sama di kantor, mereka bisa bekerja sama. Tetapi jika mereka tidak tahu apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing, mereka bukan dinamakan sebuah tim. 

Apabila Anda ingin membangun sebuah tim dalam pertemanan Anda atau di tempat kerja Anda atau di kelompok doa Anda, maka Anda harus membangun rasa empati ke dalamnya. Lalu, bagaimana caranya menjadi orang yang berempati?

1. Perlambat langkah Anda. Karena budaya kita mengajarkan untuk bergerak cepat, maka pada akhirnya hubungan kita hanya di permukaan saja. Maksudnya, Anda mendapatkan apa yang Anda butuhkan dari orang tersebut, tetapi kehilangan semual detil kehidupan mereka. Yakobus 1:19 mengatakan, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;"

2. Bertanyalah. Amsal 20: 5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." Kebanyakan orang memendam perasaan mereka begitu dalam, dan mereka tidak otomatis mau berbagi apa yang tengah mereka rasakan. "Saya baik-baik saja" adalah jawaban yang standar, tapi itu sebenarnya tidak begitu memberi tahu Anda bagaimana perasaan mereka. Jika Anda bertanya, "Apa kabar?" dan mereka menjawab, "Saya baik-baik saja," begini caranya menarik respon mereka: Bertanyalah dua kali. Begitulah caranya mengembangkan rasa empati. Beri jeda sejenak dan tanyakan lagi, "Bagaimana kabarmu?" Hal lain yang perlu Anda lakukan yaitu belajar untuk berlama-lama. Itu artinya jangan takut dengan keheningan atau kekikukan. Tunggu, dan ajukan pertanyaan Anda, jangan takut untuk duduk di sana dan menunggu respon mereka. Jangan langsung masuk ke agenda Anda. Dengarkan mereka, dan belajar.

3. Tunjukkan perasaan Anda. Alkitab mengatakan dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" Berempati itu lebih dari sekedar ucapan, "Saya turut prihatin," melainkan, "Saya merasakan kesedihanmu." Anda bersedia menangis bersama mereka, dan Anda bersedia bersukacita bersama mereka.

Hanya ada satu cara Anda untuk bisa menjadi empatik - terus isi hati Anda dengan Tuhan. Jika tangki bahan bakar Anda akan Tuhan kosong, maka Anda tidak akan bisa berempati sama sekali. Anda harus terus-menerus dipenuhi dengan Tuhan.

"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati," (1 Petrus 3: 8).


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14


Empati itu begitu penting sebab itu memenuhi dua kebutuhan terdalam kita: kebutuhan dasar untuk dipahami dan kebutuhan mendalam agar perasaan kita disetujui. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Kemampuan Terbaik Anda?

Efesus 5:15 "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,"

Anda dan saya memiliki berbagai kemampuan hebat. Buat sebagian dari kita, itu mungkin kemampuan dalam hal matematika, memperbaiki komputer, atau menjahit. Kita semua memiliki kemampuan - bahkan terkadang, kita membutuhkan orang lain untuk mengatakannya pada kita.

Tapi tahukah Anda apa kemampuan terbesar Anda?
Tanggung jawab. 

Tanggung jawab adalah kemampuan Anda untuk merespon kehidupan. Itu yang membuat Anda manusiawi - dan itu adalah anugerah dari Tuhan. Sebagian besar hidup Anda ada di luar kendali Anda. Anda tidak bisa memilih di mana Anda akan dilahirkan. Anda tidak bisa memilih siapa orangtua Anda. Anda tidak bisa memilih bagaimana orang tua Anda membesarkan Anda. Anda tidak bisa memilih karunia atau bakat unik yang akan Anda bawa ke dunia. 

Tanggung jawab adalah cara Anda menangani berbagai hal. Allah memberi Anda kebebasan untuk merespon apa yang terjadi dalam hidup Anda. Cara Anda merespon kehidupan mempengaruhi hidup Anda, dibanding dengan faktor-faktor lainnya.

Malah dalam banyak hal, kehidupan adalah ujian atas cara kita mempergunakan tanggung jawab kita. Kita hanya menghabiskan sebagian kecil dari kehidupan kita yang kekal, baik itu di kekekalan surga atau neraka. Tuhan tidak peduli dengan segala pencapaian kita di bumi ini. Dia hanya peduli dengan karakter kita.

Kehidupan kita saat ini hanyalah pemanasan atas apa yang akan datang. Tuhan tengah menguji tanggung jawab Anda untuk apa yang akan terjadi kelak. Tuhan menempatkan Anda di bumi ini terutama untuk dua alasan: untuk mengenal Dia secara pribadi dan untuk mengembangkan karakter Anda.

Dalam tiga hingga empat dekade terakhir, kita melihat satu penurunan tajam dalam hal tanggung jawab di masyarakat kita. Banyak orang di dunia ini yang hidup dengan moto, "Saya tidak bertanggungjawab atas segala hal. Itu bukan salah saya." Pandangan ini sangat bertolak belakang dengan apa yang Alkitab katakan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," (Efesus 5:15).

Jika Anda adalah pengikut Yesus, tentu Anda tahu bahwa Dialah yang memberi arti dalam kehidupan. Anda mampu hidup bertanggung jawab sebab Anda tahu Anda adalah pelayan dari kehidupan yang telah diberikan kepada Anda. 

Bagaimana Anda akan menjalani kehidupan yang telah dianugerahkan Tuhan ini? 

Renungkan hal ini: 
- Apa saja hal-hal yang Anda lihat yang merupakan akibat dari hilangnya tanggung jawab dalam kehidupan orang-orang yang Anda sayangi? Bagaimana dalam kehidupan Anda? 
- Apa satu bidang dalam hidup Anda, seperti keuangan, pengasuhan, hubungan, dll, dimana Anda rasa bisa lebih bertanggung jawab?
- Apa yang akan Anda lakukan untuk membuat perubahan supaya dapat lebih bertanggung jawab di dalam bidang kehidupan tersebut?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 30-31; Kisah Para Rasul 13:26-52


Orang yang bertanggung jawab menggunakan kehidupan yang telah diberikan kepada mereka sebaik-baiknya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Tidak Harus Hidup dengan Rasa Bersalah

Amsal 28:13 " Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi."

Tuhan selalu siap memberi Anda kesempatan baru. Itu adalah batu fondasi dalam Kekristenan. Kita semua telah lalai bertanggungjawab. Kita semua telah hancur. Alkitab memberi tahu kita, "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!"(Pengkhotbah 7:20).

Allah tidak ingin Anda hidup dalam rasa bersalah berat, menanggung semua ketidakbertanggungjawaban dalam hidup Anda. Rasa bersalah menghancurkan kepercayaan diri Anda, merusak hubungan Anda, membuat Anda terjebak di masa lalu, dan bahkan mengganggu kesehatan Anda. Saya pernah membaca sebuah studi beberapa tahun lalu yang mengatakan bahwa 70% pasien di rumah sakit sebenarnya bisa keluar jika saja mereka tahu caranya mengatasi rasa bersalah mereka.

Tuhan menginginkan yang jauh lebih dari itu untuk hidup Anda. Tentunya Anda tidak ingin hidup dengan rasa bersalah, bukan? Maka, inilah kebenaran penting yang harus selalu Anda pegang: Anda tidak perlu hidup dengan rasa bersalah. 

Tuhan ingin Anda hidup dengan memegang janji-Nya dan harapan. Dia bahkan dapat mendatangkan kebaikan dari setiap keputusan salah yang telah Anda buat, apabila Anda menyerahkan segala kelalaian itu kepada-Nya. 

Bagaimana caranya?

Akui kepada Tuhan bahwa Anda telah membuat kesalahan. Itu tidak akan membuat Dia terkejut. Dan itu juga tidak akan mengubah persepsi-Nya tentang Anda. Saya berharap Anda mau mengambil langkah ini hari ini. Ketika Anda melakukannya, bersiaplah untuk menerima ini dari Tuhan:

1. Tuhan mengampuni seketika itu juga. Saat Anda mengakui dosa Anda kepada-Nya, maka Dia langsung mengampuni Anda.

2. Tuhan mengampuni dengan cuma-cuma. Anda tidak perlu berusaha untuk mendapatkan pengampunan-Nya, sebab kerja keras Anda tidak akan pernah cukup untuk melayakkan Anda mendapatkan anugerah pengampunan-Nya. 

3. Tuhan mengampuni sepenuhnya. Dia menghapus dosa Anda hingga benar-benar bersih.

Jika Anda telah terperosok ke dalam rasa bersalah dan malu, kemungkinan besar Anda akan mengabadikan masalah apa pun yang Anda punya. Anda akan mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda gagal, Anda bodoh. Karena Anda sudah menganggap diri Anda bodoh, Anda akan berpikir Anda akan jatuh dalam dosa yang sama lagi. Ini siklus menjijikan yang sulit kita putus. 

Jawabannya adalah Anda membutuhkan suatu kuasa yang lebih besar dari kekuatan Anda. Anda membutuhkan seorang Juruselamat. Anda membutuhkan Yesus.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda melihat rasa bersalah telah mempengaruhi orang lain secara fisik, emosional, mental, dan spiritual?
- Apa yang mendorong Anda untuk meminta Tuhan mengampuni Anda?
- Apa yang Anda perlukan hari ini untuk meminta pengampunan-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25


Percayalah, Anda telah diampuni dan hutang dosa Anda telah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salibNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Bertanggung-jawab Atas Apa Yang Anda Masukkan ke Dalam Pikiran Anda

Amsal 15:14 "Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan."

Apa yang Anda pikirkan itu penting, sebab segalanya dimulai dari dalam pikiran. Untuk menjadi orang yang bertanggung jawab, Anda harus mengendalikan pikiran Anda.

Tetapi izinkan saya beri Anda sedikit angin segar dari rasa bersalah ini: Anda tidak bertanggung jawab atas setiap ide sesaat yang terbersit di kepala Anda. Ide-ide sesaat itu memasuki pikiran kita karena berbagai alasan - percakapan yang tidak sengaja Anda dengar, hal-hal yang Anda lihat, hal-hal yang dimasukkan setan ke dalam pikiran Anda, dll.

Anda bertanggung jawab dengan cara Anda menghadapi pikiran-pikiran sesaat itu. Martin Luther mengatakannya seperti ini: "Anda tidak bisa mencegah burung terbang di atas kepala Anda, tetapi Anda bisa mencegah mereka membangun sarang di rambut Anda."

Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas apapun yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda.

Saya kaget dengan apa yang ditonton beberapa orang – ditambah lagi apa yang mereka biarkan anak-anak mereka tonton. Banyak pengikut Yesus yang menghabiskan waktu mereka dengan menonton acara TV atau mendengarkan acara radio yang tak berfaedah. Mereka membayar mahal untuk menonton perilaku menyimpang sebagai hiburan. Orang-orang yang menonton acara semacam itu memberitahu saya, "Waktu saya menonton acara-acara semacam itu, itu tidak mengganggu saya. Itu tidak mengacaukan pikiran saya. Pokoknya itu tidak mempengaruhi saya."

Itu sama sekali tidak benar!

Para ilmuwan telah melakukan banyak riset yang menunjukkan bahwa Anda tidak akan pernah bisa melupakan seluruhnya setiap adegan yang Anda lihat. Bahkan bila Anda tidak secara sadar mengingat adegan itu, ide-ide yang berkaitan akan langsung masuk kembali ke dalam pikiran Anda - begitu nyata - ketika ada sesuatu yang merangsang pikiran Anda. 

Dengan kata lain, "Masuk sampah, keluar sampah." Apa yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda pasti akan berbuah perilaku dan pemikiran yang buruk pula. Malah ketika Anda menganggap bahwa acara hiburan sampah itu tidak mengganggu Anda, sesungguhnya itu adalah lampu peringatan bahwa Anda telah melewati ambang batas. 

Salah satu trik terbesar Iblis untuk menarik Anda masuk ke dalam gaya hidup penuh dosa ialah melalui komedi. Itulah sebabnya di televisi atau di film, perilaku menyimpang selalu dimulai dalam situasi yang lucu. Jika Iblis dapat membuat Anda menertawakan sesuatu yang berdosa, artinya Anda sudah kalah dalam pertempuran.

Dosa itu tidak lucu. Dosa menyalibkan Yesus. 

Apa yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda saat ini? 

Renungkan hal ini:
- Bentuk media mana yang paling menggoda Anda?
- Siapa yang bertanggung jawab atas apa yang Anda tonton dan dengarkan?
- Apa cara-cara praktis yang dapat Anda ajarkan kepada anak-anak Anda tentang prinsip-prinsip ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 25-27; Kisah Para Rasul 12


Pikiran kita mengendalikan segala hal tentang kita. Pemikiran kita mempengaruhi perasaan kita. Perasaan kita mempengaruhi tindakan kita.
Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More