• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Apa Artinya Belas Kasih

Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Belas kasih bagaikan sebuah berlian; ia memiliki banyak sisi. Berikut ini adalah tujuh aspek belas kasih yang perlu Anda praktikkan, karena saya jamin jika Anda mau belajar menjadi orang yang berbelas kasih, itu akan mengubah hubungan Anda dengan orang lain. 

1. Belas kasih artinya bersabar dengan kekurangan orang lain. 
Bagaimana Anda bisa memiliki kesabaran lebih untuk anak-anak Anda, pasangan, atau teman-teman Anda? Alkitab mengatakan dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." Semakin bijak Anda, semakin sabar dan berbelas kasih Anda.

2. Belas kasih artinya membantu siapa pun di sekitar Anda yang tengah terluka.
Anda tak dapat mengasihi sesama seperti diri Anda sendiri tanpa adanya belas kasih. Amsal 3:27 mengatakan, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Tetapi Tuhan tidak sekadar memperhatikan apa yang Anda lakukan. Dia memperhatikan sikap Anda: "Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita" (Roma 12: 8).

3. Belas kasih artinya memberi orang lain kesempatan kedua.
Ketika seseorang menyakiti kita, kita biasanya ingin membalas dendam kepada orang tersebut. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4: 31-32).

4. Belas kasih artinya berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda.
Belas kasih artinya memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka dapatkan. Kenapa kita harus melakukannya? Sebab itulah yang dilakukan Tuhan kepada Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Lukas 6: 35-36).

5. Belas kasih artinya bersikap baik kepada mereka yang menyakiti Anda.
Anda harus lebih tertarik untuk memenangkan hati orang lain kepada Kristus daripada memenangkan argumen Anda. Yudas 1: 22-23 mengatakan, "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

6. Belas kasih artinya membangun jembatan kasih kepada mereka yang sulit dikasihi. 
Inilah apa yang saya sebut kemurahan hati yang tulus, karena Anda dengan sengaja membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau yang tidak diterima di tempat kerja atau di masyarakat.
Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang terbuang, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9: 13b).

7. Belas kasih artinya menghargai hubungan ketimbang peraturan.
Roma 13:10 mengatakan, "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat." Jika Anda ingin menunjukkan belas kasih, utamakan mereka ketimbang peraturan, tempatkan apa yang mereka butuhkan ketimbang prosedur. Tempatkan hubungan Anda dengan mereka ketimbang regulasi. Pilih kasih ketimbang hukum atau peraturan. 
Bagaimana Anda akan menunjukkan belas kasih yang tulus kepada orang-orang di sekitar Anda hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:1-6; Wahyu 3


Sebagaimana Yesus membuktikan kasihNya yang tidak terbatas untuk Anda, demikianlah Anda harus membuktikannya pada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Belajar Berempati

1 Petrus 3: 8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati," 

Anda tak akan pernah bisa hidup harmonis dengan istri Anda, suami Anda, teman Anda, atau siapa pun itu jika tidak ada rasa empati. Anda tak akan pernah bisa memiliki sebuah tim tanpa tahu apa yang tengah terjadi dengan satu sama lain. Itulah mengapa ketika orang bekerja bersama di kantor, mereka mungkin bisa bekerjasama, tetapi mereka bukan dikatakan sebuah tim apabila mereka tak tahu apa yang terjadi dalam kehidupan masing-masing. 

Bila Anda hendak membangun sebuah tim yang terdiri dari teman Anda atau rekan kerja Anda atau persekutuan kecil Anda, maka Anda harus membangun dan melibatkan rasa empati ke dalamnya. Lalu bagaimana caranya Anda menjadi orang yang berempati?

1. Perlambat. 
Karena budaya kita mengajarkan kita untuk bergerak cepat, itu menyebabkan kita menjalin hubungan dengan sesama yang hanya sebatas lalu. Itu artinya Anda mencapai titik tertinggi tapi melewatkan detil kehidupan orang-orang yang paling Anda sayangi. Yakobus 1:19 mengatakan, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;"

2. Bertanya.
Amsal 20: 5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." Kebanyakan orang menyimpan perasaan mereka dengan erat dan tidak secara otomatis menceritakan keadaan mereka kepada orang lain. "Saya baik-baik saja" itu jawaban yang standar, tetapi itu tidak begitu memberitahu Anda apa yang tengah mereka rasakan. 

Jika Anda bertanya, "Apa kabar?" dan mereka menjawab, "Baik-baik saja," begini caranya mendapatkan lebih banyak respon dari mereka: Belajar bertanya pertanyaan yang sama dua kali. Begitulah cara Anda mengembangkan empati. Berhenti sejenak dan kembali bertanya, "Maksud saya, bagaimana kabarmu?"

Hal lain yang dapat Anda lakukan ialah belajar untuk berlama-lama. Itu artinya jangan takut akan keheningan. Diam di sana, kemudian ajukan pertanyaan Anda dan jangan takut untuk duduk berlama-lama di sana dan menunggu orang tersebut menjawab pertanyaan Anda. Jangan langsung masuk ke agenda Anda. Dengarkan saja dan pelajari mereka.

3. Tunjukkan emosi Anda.
Alkitab mengatakan dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" Empati lebih dari sekadar berkata, "Saya turut berduka." Itu sama seperti berkata, "Saya berduka dengan Anda." Anda bersedia menangis bersama mereka, dan juga bersedia bersukacita bersama mereka.

Hanya ada satu cara untuk Anda menjadi seempatik itu – teruslah penuhi diri Anda dengan Allah. Jika tangki iman Anda kosong, maka Anda tak akan bisa menjadi empatik sama sekali. Oleh sebab itu, diri Anda harus tetap dipenuhi dengan Tuhan. 

"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati," (1 Petrus 3: 8).


Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 1; Wahyu 1


Rasa empati itu begitu penting karena itu memenuhi dua kebutuhan terdalam yaitu : kebutuhan untuk dipahami dan kebutuhan agar perasaan kita disepakati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa yang Bisa Salah

Amsal 22: 3 "Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka."

Adalah bodoh jika kita mengharapkan yang terbaik tapi tidak bersiap untuk yang terburuk.

Salomo mengungkapkan gagasan ini dalam Alkitab: "Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka" (Amsal 22: 3). Orang bijak tahu bahwa akan ada masalah di dalam keputusan apa pun yang mereka buat, dan sebab itu mereka mempersiapkannya.

Bahkan Alkitab tahu tentang Hukum Murphy: Jika apa saja bisa salah, maka itu akan terjadi. Anda tidak bisa mengabaikan masalah, sebab masalah tidak akan mengabaikan Anda! Persoalan tak bisa dielakkan. Itu bagian dari kehidupan. Orang bijak tidak akan menyangkal kenyataan itu. Orang bijak bersiap-siap untuk menghadapinya dengan bertanya pada diri mereka sendiri, "Apa yang bisa salah? Dan apa yang akan terjadi jika ini terjadi?"

Ini artinya Anda tak perlu ragu tentang Kekristenan, karena Kristus sudah merancangkan jauh sebelum Anda membuat keputusan untuk ikut Dia. Seandainya seseorang memberi tahu saya kebenaran ini, saya mungkin akan memutuskan untuk ikut Kristus lebih cepat. Saya masih belum mengerti banyak hal yang ada di dalam Alkitab. Selama hidup kita, kita akan menyelesaikan semua masalah dan semua keraguan yang menghadang dengan iman.

Anda tak perlu mengatasi segala keraguan Anda. Anda juga tak perlu menyelesaikan masalah sebelum Anda membuat sebuah keputusan. Namun, untuk menjadi orang yang bijak, Anda harus mengambil keputusan di dalam iman dengan memahami bahwa masalah pasti akan datang, dengan mempersiapkan diri untuk menghadapinya dan dengan mempercayakan Tuhan untuk memperlengkapi Anda dengan apa pun yang Anda perlukan untuk menghadapi mereka.

Renungkan hal ini:
- Mengapa dengan mencoba menyelesaikan semua masalah sebelum Anda membuat keputusan rasanya membuat kita tak mampu? Dalam hal apa Anda melakukan ini dalam hidup Anda — menyangkut dengan keputusan besar atau kecil?
- Bagaimana iman memungkinkan kita untuk bergerak maju dengan keputusan yang telah kita buat? 
- Mengapa Tuhan ingin Anda mengharapkan yang terbaik dari segala situasi bahkan meskipun Anda telah mempersiapkan diri untuk menghadapai masalah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 3; III Yohanes - Yudas


Banyak hal yang terjadi diluar kuasa dan kemampuan kita, oleh karena itu percayakan hidup Anda pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ada Harga yang Harus Dibayar Dalam Setiap Keputusan

Amsal 20:25 "Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar."

Anda hanya punya sejumlah hari selama hidup Anda. Setiap kali Anda menghabiskan satu menit dari hidup Anda untuk sesuatu, artinya Anda memberikan satu bagian kecil hidup Anda. Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali satu menit yang sudah hilang. 

Itulah mengapa ada harga yang harus dibayar dalam setiap keputusan. Setiap keputusan akan mengorbankan waktu, uang, energi, reputasi, bakat, atau keahlian Anda. Akan selalu ada investasi yang harus Anda buat. 

Amsal 20:25 mengatakan, "Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar." Memutuskan sesuatu tanpa mempertimbangkannya membuat janji tanpa memikirkannya, membuat komitmen tanpa terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensinya adalah sebuah jerat. Kami bahkan mengatakan hal ini ketika orang-orang yang datang ke Gereja Saddleback dan yang sedang mempertimbangkan untuk memberikan hidup mereka kepada Kristus. Kami memberi tahu mereka untuk meluangkan waktu untuk membuat keputusan yang tepat. Saya yakin bahwa bila mereka dengan tulus mempertimbangkan janji-janji Kristus serta segala keuntungan yang Dia tawarkan, jika mereka menaruh iman mereka kepada-Nya, maka mereka akan membuat keputusan yang tepat.

Salah satu aturan hidup adalah selalu lebih mudah untuk masuk daripada keluar. Lebih mudah untuk menjalin hubungan daripada keluar. Lebih mudah berhutang daripada keluar. Lebih mudah menulis jadwal Anda daripada menjalaninya.

Ada pengorbanan dan konsekuensi dari setiap keputusan. Pertimbangkanlah dengan seksama. 

Renungkan hal ini:
- Setiap keputusan memiliki harga yang harus dibayar. Bagaimana selama ini Anda memandang fakta ini di dalam hidup Anda? 
- Mengapa kadang sulit menjawab tawaran seseorang dengan "Saya akan mengabari Anda kembali"?
- Bagaimana selama ini, setelah Anda memperhitungkan harga yang harus dibayar mencegah Anda untuk mengambil keputusan yang salah? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 2; II Yohanes


Manfaatkan waktu dengan bijaksana, waktu adalah harta yang sangat berharga yang diberikan Tuhan untuk manusia secukupnya tidak kurang, tidak lebih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Langkah untuk Membuat Keputusan yang Bijak

Amsal 28:26 "Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat."

Kita cenderung membuat keputusan dengan sembrono, namun Alkitab memberi kita rencana yang sederhana, yang bisa kita aplikasikan untuk menangani banyak perkara secara berbeda-beda. Baik itu mengenai karier, pernikahan, keuangan, kesehatan, anak-anak, atau masa depan. Berikut ini tiga prinsip dalam Firman Allah untuk membuat keputusan yang bijak.

1. Berdoalah minta bimbingan Tuhan.

Sebelum Anda melakukan yang lain, cari tahu perspektif Allah dalam memandang masalah. Amsal 28:26 mengatakan, "Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat." Pernahkah Anda membuat keputusan bodoh yang menurut Anda adalah keputusan terbaik pada saat itu? Kita semua mendapatkan insting, tetapi itu hanya- sebuah perasaan. Itu bukan berasal dari Tuhan. Itu berasal dari apa yang Anda makan tadi malam atau bisa jadi hanya ide-ide yang muncul di benak Anda. Anda perlu sesuatu yang lebih besar ketimbang sekadar intuisi, firasat, atau "saya pikir." Anda membutuhkan kebenaran mutlak yang menjadi dasar keputusan Anda. Anda membutuhkan bimbingan Tuhan, dan Anda mendapatkannya dengan berdoa dan memintanya kepada Tuhan.

2. Kumpulkan fakta-fakta. 

Menurut Departemen Tenaga Kerja, 90 persen bisnis baru mengalami kegagalan di tahun pertama, sementara mereka yang berhasil, 90 persen gagal di lima tahun berikutnya. Mengapa? Bisnis-bisnis tersebut berlandaskan pada apa yang saya sebut: antusiasme yang tidak terdidik. Mereka punya ide bagus, tetapi mereka tidak menggali fakta-fakta sebelum membuat keputusan.

Tidak ada kontradiksi antara iman dengan fakta, dan adalah hal bijak untuk mencari tahu semua yang Anda perlukan sebelum Anda membuat keputusan. Alkitab mengatakan dalam Amsal 13:16, "Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan," dan dalam Amsal 18:13, "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya."

3. Mintalah saran.

Berbicaralah dengan seseorang yang pernah membuat keputusan serupa. Bicaralah dengan teman-teman yang mengenal kelemahan Anda. Belajarlah untuk meminta saran! Amsal 24: 6 mengatakan, "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak."

Belajar dari pengalaman adalah hal yang bijak, namun lebih bijak jika belajar dari pengalaman orang lain. Anda tidak punya waktu untuk mempelajari segala sesuatu dari pengalaman pribadi. Anda tidak punya waktu untuk memperbaiki semua kesalahan dalam hidup. Hidup ini terlalu singkat untuk kita mempelajari segala sesuatunya dengan cara coba-coba. Tetapi Anda dapat belajar dari kesuksesan orang lain, dan Anda dapat belajar dari kegagalan orang lain.

Renungkan hal ini:
- Manakah dari ketiga langkah dalam renungan kita hari ini yang kemungkinan besar akan terlewat oleh Anda dalam hal membuat keputusan? Mengapa?
- Siapa saja teman-teman dalam hidup Anda yang paling tahu kelemahan Anda dan yang tidak takut memberitahu Anda?
- Pikirkan sebuah keputusan besar yang Anda buat baru-baru ini. Bagaimana Anda tahu bahwa intuisi atau pemikiran Anda itu berasal dari Tuhan dan bukan dari Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 1; I Yohanes 4-5


Pikirkanlah, apakah keputusan Anda akan mendatangkan kebaikan bagi semua orang dan diri Anda sendiri? Apakah keputusan Anda hanya berdasarkan emosi sesaat ? Akan menyesalkah Anda 1tahun, 5tahun atau 10 tahun kedepan akan keputusan Anda hari ini?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Punya Mimpi? Ambillah Keputusan Sekarang

Yakobus 1: 7-8 " Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya."

Ketika Tuhan memberi Anda impian untuk hidup Anda, tiba-tiba mata Anda terbuka untuk melihat apa yang ingin Ia kerjakan di dalam Anda dan melalui Anda. Anda mulai mengerti bahwa Anda tidak tinggal di Bumi karena kebetulan semata. Anda mulai melihat rencana-Nya, tujuan-Nya.

Namun impian itu tak akan ada gunanya kecuali Anda bangun dan mengerjakannya. Anda harus mengambil langkah iman berikutnya: mengambil keputusan.

Kita cenderung menyukai para pemimpin yang bisa membuat keputusan dengan cepat. Tetapi kecepatan bukanlah hal terpenting. Lebih mudah membuat keputusan cepat, ketimbang membuat keputusan yang tepat. Anda tak memerlukan apa pun untuk membuat keputusan cepat, tetapi Anda butuh hikmat dan kebijaksanaan untuk membuat keputusan tepat.

Alkitab banyak berbicara tentang pengambilan keputusan. Yakobus 1: 7-8, misalnya, mengatakan, "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." Alkitab mengatakan bahwa hati yang bercabang membawa bencana dan kebimbangan menjauhkan Anda dari berkat Tuhan. Seseorang yang cara pengambilan keputusannya ditandai oleh ciri-ciri itu akan kesulitan dalam mengambil keputusan yang bijak. 

Bila Anda tidak bisa memutuskan apa yang benar-benar penting dalam hidup Anda, artinya Anda sedang menanam bibit malapetaka. Sebab Anda akan melewatkan berkat Allah atas hidup Anda dan karakter Anda tidak akan pernah bertumbuh. 

Keputusan kita menentukan masa depan kita. Pilihan kita menentukan apakah sifat-sifat kita akan bertumbuh atau malah hancur. 

Renungkan hal ini: 
- Impian apa yang telah Tuhan nyatakan atas hidup Anda?
- Keputusan apa yang selama ini ragu-ragu untuk Anda ambil, meski Anda tahu bahwa itu akan mendorong Anda maju dalam mewujudkan mimpi yang Tuhan berikan untuk Anda?
- Bagaimana dengan pilihan-pilihan Anda saat ini? Apakah itu mengembangkan atau malah merusak sifat Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 3; I Yohanes 1-3


Anda tidak akan pernah menjumpai impian Allah atas hidup Anda jika Anda belum menaklukkan tahap pengambilan keputusan ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Memberkati Mereka yang Berbagi Tentang Iman Mereka

Filemon 1: 6 "Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus."

Jika saja saya punya obat kanker tapi tidak memberitahu siapa pun, maka saya adalah orang yang jahat. Jika saja saya punya obat HIV/AIDS tapi tidak memberitahu siapa pun, maka saya pantas di penjara.

Tetapi kita, para pengikut Yesus punya kabar lain yang lebih penting yang harus kita wartakan. 

Kita tahu bagaimana masa lalu orang lain dapat diampuni, bagaimana orang lain dapat memiliki tujuan hidup yang benar, dan bagaimana mereka dapat memiliki rumah di surga.

Tuhan berkata jika kita ingin berkat-Nya, maka kita perlu menyebarkan pesan-Nya tersebut.

Paulus menulis dalam Filemon 1: 6: "Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus. 

Dengan kata lain, jangan merahasiakan iman Anda di dalam Yesus. Beritahu orang lain. Ajak mereka ke gereja. Berikan mereka Alkitab. Berikan mereka buku atau sumber-sumber lain tentang apa artinya mengikut Yesus.

Tuhan akan memberkati Anda ketika Anda melakukannya.

Kita semua punya peran yang berbeda. Anda mungkin bukan seorang pendeta. Anda mungkin bukan seorang misionaris. Namun, Anda dapat ambil bagian dalam mewartakan Kabar Baik itu — sekecil apa pun bagian Anda dalam pekerjaan surga, maka Allah akan memberikan Anda upah atasnya. 

Alkitab berkata, "Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri" (1 Korintus 3: 8).

Anggaplah seperti ini. Apabila Anda mewartakan pesan Yesus kepada orang lain dengan setia, itu artinya Anda sedang mempersiapkan diri Anda untuk menyambut sebuah hari yang luar biasa, hari ketika Anda tiba di surga. Bisakah Anda bayangkan seperti apa rasanya melihat orang-orang yang Anda wartakan tentang Firman Tuhan berada di surga?

Itulah berkat yang tak bisa Anda bandingkan dengan hal apa pun!

Renungkan hal ini:
- Apa bagian tersulit dalam berbagi tentang iman Anda kepada orang lain?
- Apa penghalang terbesar dalam berbagi tentang iman Anda secara lebih konsisten?
- Siapa yang akan berada di surga karena Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 2; II Petrus 1-3


Jangan malu dan egois untuk menyimpan kesaksian atas kuasa Tuhan dalam hidup Anda pada orang lain.
Hanya melalui perkataan Anda dan urapan Tuhan yang bekerja menyentuh hati orang lain, maka keselamatan dapat terjadi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apakah Anda Sedang Mengalirkan Berkat Tuhan?

Mazmur 41: 1-2 "Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!"

Beberapa orang seperti waduk. Mereka mengumpulkan berkat Tuhan, tetapi kemudian menimbunnya. Sementara yang lain seperti sebuah sedotan. Mereka berseru, "Tuhan, bantu orang lain melalui saya."

Pelajaran rohani yang penting dari perumpamaan ini adalah bahwa Allah memberi Anda jauh lebih banyak berkat ketika Anda menjadi sebuah sedotan daripada ketika menjadi sebuah waduk. 

Alkitab mengatakan, "Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!" (Mazmur 41: 1-2).

Tuhan memberi banyak janji luar biasa bagi mereka yang senang memberi kepada orang miskin, tetapi berikut ini salah satu janji favorit saya. Alkitab berkata dalam Amsal 19:17, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu."

Setiap kali Anda memberi kepada orang miskin, itu ibaratnya Anda meminjamkan berkat-Nya kepada Dia. Berkat itu bukan hadiah; itu pinjaman.

Dan Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu memberi Anda upah atas perbuatan Anda tersebut.

Bacaan Hari ini: 
- Ketika Anda merenungkan bacaan kita hari ini, apakah Anda menganggap diri Anda lebih seperti sebuah sedotan atau sebuah waduk? Mengapa?
- Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda peduli dengan mereka yang paling lemah?
- Bagaimana caranya agar Anda bisa lebih bermurah hati dengan waktu, talenta, dan harta Anda untuk membantu orang-orang miskin di negara lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 1; I Petrus 4-5


Jika Anda ingin Tuhan memberkati Anda, berkatilah orang lain - terutama mereka yang paling lemah di masyarakat kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jalan Menuju Berkat Tuhan: Pelajari Firman-Nya

Mazmur 1: 1-3 "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Alkitab itu lebih dari sekadar buku yang Anda simpan di rak. Alkitab adalah jalan menuju berkat Tuhan.

Berulang kali dalam Firman Allah dikatakan bahwa mempelajari dan melaksanakan Alkitab akan menuntun kita pada berkat-Nya.

Sebagai contoh, Alkitab berkata, "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil" (Mazmur 1: 1-3).

Apa yang dimaksud dengan merenungkan Firman-Nya dalam ayat ini? Beberapa orang berpikir itu seperti menasukkan pikiran Anda ke dalam gigi netral, merenung sambil memegang ujung baju Anda, dan mendengungkan, "Onmmmmm."

Tetapi bukan itu yang dimaksud dengan merenung!

Merenung artinya serius memikirkan sesuatu. Artinya Anda merenungkan Firman Tuhan ketika Anda membaca sebuah ayat, merenungkan maknanya, dan bertanya kepada diri Anda bagaimana agar Anda dapat menerapkannya dalam hidup Anda.
Melakukan Mazmur 1: 1-3 itu ibaratnya menanam pohon yang akarnya jauh ke dalam tanah. Itu artinya Anda tidak akan hancur ketika masalah datang. 

Tuhan tidak akan memberkati Anda apabila Anda tidak menggali dan mempelajari Alkitab.

Saya harap apa pun yang Anda lakukan akan berhasil. Saya harap hidup Anda berarti dan bertujuan. Namun untuk menerima berkat Allah, Alkitab mengatakan Anda bukan hanya harus membaca Firman Tuhan, tetapi juga mempelajarinya.

Saya harap apa pun yang Anda lakukan akan berhasil di tahun-tahun mendatang. Tetapi dengan jelas, Allah memberi kita prasyaratnya. Jika Anda menginginkan berkat-Nya, Anda harus mempelajari Firman-Nya.

Yakobus 1:25 memberitahu kita caranya: "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya."

Jika Anda ingin Tuhan memberkati Anda, berkomitmenlah untuk mempelajari Firman Tuhan dengan seksama, teruslah membahas tentang ayat Alkitab, ingatlah apa yang telah Anda baca, dan taatilah apa yang diajarkan Alkitab untuk Anda lakukan. 

Itu tidak rumit. Itu akan mengubah hidup Anda.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda akan mengevaluasi studi Alkitab Anda saat ini?
- Apa bedanya membaca Alkitab dengan cepat secara rutin, dan dengan sungguh-sungguh mempelajarinya?
- Apa yang bisa menghambat Anda untuk menjadikan belajar Alkitab sebagai bagian terbesar dalam hidup Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 3; I Petrus 1-3


Firman Tuhan dalam Alkitab adalah pesan, perkataan dan surat kasih Tuhan untuk kita
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Memberkati Mereka yang Menemui Dia Setiap Hari

Amsal 8:34 "Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku."

Ingin tahu sesuatu yang bisa Anda lakukan setiap hari yang pasti akan mendatangkan Anda berkat Tuhan?

Habiskan waktu dengan-Nya. 

Tuhan memberkati mereka yang datang kepada Dia setiap hari.

Alkitab berkata, "Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku" (Amsal 8:34).

Anda tidak perlu menghabiskan berjam-jam dengan Tuhan setiap hari, tetapi Anda perlu menghabiskan 5, 10, atau 15 menit setiap hari bersama-Nya. Catat di kalender Anda dan berikan waktu untuk melaksanakan komitmen tersebut.

Apa yang harus Anda lakukan di waktu teduh Anda dengan Tuhan? Duduklah dengan tenang dan biarkan Tuhan berbicara kepada Anda. Baca Firman-Nya. Pelajari kembali renungan seperti ini. Doakanlah segala yang tengah terjadi dalam hidup Anda dan juga kehidupan orang lain yang Anda sayangi. Berbicaralah kepada Tuhan selayaknya Anda berbicara dengan seorang teman — karena Tuhan adalah sahabat Anda. 

Tapi lebih dari apa pun itu, fokusnya adalah mendengarkan. Biarkan Tuhan berbicara kepada Anda.

Tak masalah kapan Anda menghabiskan waktu bersama Tuhan, baik itu pagi, sore, atau malam hari. Yang terpenting adalah Anda melakukannya. Jadikan itu sebagai kebiasaan dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda memandang waktu teduh harian Anda dengan Tuhan (atau kurangnya waktu teduh harian Anda dengan Tuhan) mempengaruhi kehidupan Anda?
- Kapan waktu terbaik bagi Anda untuk melaksanakan waktu teduh: pagi, siang, atau malam hari? Mengapa?
- Apa yang menghambat Anda untuk menjadikan waktu teduh harian dengan Tuhan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari Anda? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 2; Yakobus 3-5


Tuhan akan memberkati komitmen Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Enam Kebenaran Alkitab tentang Berkat Tuhan

Yohanes 1:16 "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;"

Anda mungkin sering mendengar ucapan "Tuhan memberkati Anda" sepanjang hari. Anda bahkan dapat mendengarnya setiap hari.

Tetapi tahukah Anda apa sesungguhnya berkat itu? Saya ragu semua orang tahu apa artinya.

Artinya adalah "kabar baik." Jangan pernah meragukan hal itu. Tuhan memiliki kabar yang sangat bagus untuk Anda.

Saya telah mempelajari semua ayat di Alkitab tentang berkat. Ketika saya memepelajarinya, saya menemukan enam kebenaran yang berkaitan dengan berkat Tuhan.

1. Tuhan memberkati kita meskipun kita tak pantas mendapatkannya. Alkitab memberi tahu kita, "Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;" (Yohanes 1:16).

2. Tuhan memberkati kita sebab Dia senang melakukannya. Semua orang tua paham akan hal ini. Kita senang memberkati anak-anak kita. Demikian juga dengan Allah. Dia berkata dalam Yeremia 32:41: "Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku."

3. Tuhan berjanji Dia akan memberkati kehidupan kita apabila kita taat pada-Nya. Janji-janji Tuhan serta berkat-Nya tidak diberikan secara otomatis. Itu ada syaratnya. Jangan menunggu Tuhan memberkati Anda; Dialah yang sedang menunggu Anda untuk memenuhi persyaratan yang Dia ajukan. 

4. Tuhan memberkati kita untuk menjadi saksi bagi orang lain. Tuhan ingin memamerkan berkat-Nya sehingga orang lain dapat melihat betapa baiknya Dia.

5. Tuhan memberkati kita untuk memberkati orang lain. Tuhan tidak memberkati Anda supaya Anda dapat menimbun berkat-Nya dan menyimpan semuanya untuk diri Anda sendiri. Tuhan memberkati Anda agar Anda dapat memberkati orang lain.

6. Berkat Tuhan diteruskan dari generasi ke generasi. Tuhan melakukan ini berulang kali di seluruh Alkitab. Contohnya, Alkitab mengatakan dalam Kejadian 25:11, "Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi."

Renungkan hal ini: 
- Dari keenam kebenaran tentang berkat Tuhan yang telah disebutkan dalam renungan hari ini, mana yang paling mengejutkan Anda? Mengapa?
- Adakah syarat-syarat berkat Tuhan yang Anda tahu belum Anda penuhi sampai saat ini? Apa yang dapat Anda lakukan di minggu ini untuk bertumbuh di area tersebut?
- Apa saja cara yang bisa Anda lakukan untuk memberkati orang lain melalui berkat Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2


Jangan pernah lupa bahwa Tuhan ingin memberkati Anda. Jangan menunggunya. Dia yang sedang menunggu Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Nikmati Apa Yang Anda Miliki Saat Ini

Filipi 4: 11-12 "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan."

Satu alasan mengapa banyak dari kita merasa stres hari ini ialah karena kita jarang merasa puas dengan apa yang kita miliki. Kita selalu menginginkan lebih dan lebih — lebih banyak uang, lebih banyak kesenangan, lebih banyak kekuatan. Kita ingin lebih untuk semuanya. 

Namun, Alkitab justru mengajarkan kita yang sebaliknya. 

Rasul Paulus menulis dalam Filipi 4: 11-12: "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan."

Mari kita luruskan. itu bukan berarti Paulus tidak memiliki ambisi. Dia malah satu orang paling ambisius yang pernah hidup. Dia seorang diri mengabarkan Injil ke seluruh Kekaisaran Romawi.

Itu karena ia belajar tentang berpuas diri. Ambisi dan kepuasan tidak ada hubungannya sama sekali. Anda dapat memiliki keduanya.

Berpuas diri bukanlah kemalasan, rasa puas diri, apati, atau pasrah pada nasib.

Berpuas diri bukan berarti Anda tidak ingin membuat kemajuan. Itu juga bukan berarti Anda tidak punya tujuan.

Berpuas diri berarti Anda senang dengan apa yang Anda miliki.

Seringkali kita termakan mitos yang salah yang selama ini diajarkan oleh iklan-iklan di televisi:
- Punya lebih banyak akan membuat saya bahagia.
- Punya lebih banyak akan membuat saya lebih penting.
- Punya lebih banyak akan membuat saya lebih aman.

Tak satu pun dari pernyataan itu benar. Itu semua kebohongan — dan itu menghalangi kita meraih damai sejahtera yang kita rindukan.

Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 4: 6: "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."

Kita membutuhkan ketenangan jiwa lebih dan lebih tanpa henti dari waktu ke waktu. 

Renungkan hal ini:
- Apa saja contoh ambisi yang tepat yang pernah Anda lihat?
- Apa bidang kehidupan Anda yang seringkali menjadi penyebab utama dari ketidakpuasan diri?
- Apa yang selama ini Anda kejar dalam hidup Anda yang membuat Anda stres, dan bukannya malah bersukacita?




Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13


Berpuas diri adalah menikmati apa yang Anda miliki saat ini, ketimbang menunggu sesuatu terjadi baru Anda bisa bahagia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Menang atau Kalah dalam Peperangan Melawan Stres di Pikiran Anda

Filipi 4: 8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Memang paling mudah menyalahkan faktor luar sebagai penyebab stres kita. Kita mengira kita stres karena pekerjaan kita tau hubungan kita dengan orang lain, atau masalah kesehatan kita.

Namun stres tidak berasal dari faktor luar. Stres berlangsung di dalam pikiran kita. Anda bertempur dalam peperangan melawan stres di dalam otak Anda.

Untuk mengurangi stres, belajarlah untuk mengendalikan apa yang masuk ke dalam otak Anda. Sayangnya, kebanyakan dari kita memperlakukan otak kita bagaikan jalan bebas hambatan, dimana kendaraan bisa melewatinya tanpa kena macet. Alhasil, kita membiarkan banyak sampah masuk ke dalam otak kita. Kita mengonsumsi film, buku, dan konten media sosial yang memfokuskan pikiran kita pada yang hal-hal yang buruk di dunia ini.

Tetapi Alkitab memberi tahu kita, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Filipi 4:8).

Renungkan delapan ciri-ciri hal yang diajarkan Paulus dalam ayat ini sebagai sebuah ujian untuk membedakan apa yang harus Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda, dan mana yang tidak. Untuk menurunkan tingkat stres dalam hidup Anda, Anda harus mengubah apa yang Anda pikirkan dan mengendalikan apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda. Oleh sebab itu, sebelum Anda membaca, menonton, atau mengatakan sesuatu, tanyakanlah pertanyaan berikut pada diri Anda:
- Apakah itu benar?
- Apakah itu mulia?
- Apakah itu adil?
- Apakah itu suci?
- Apakah itu manis?
- Apakah itu sedap didengar?
- Apakah itu penuh kebajikan?
- Apakah itu patut dipuji?

Apakah ciri-ciri tadi terdengar seperti apa yang Anda tonton atau baca di dalam novel-novel populer?

Mungkin tidak.

Pikirkan ciri-ciri yang telah dijelaskan Paulus dalam Filipi 4: 8 tadi. Itu semua menggambarkan Yesus. Paulus mengajarkan kita untuk memusatkan pandangan kita pada keagungan Yesus; bukan pada keburukan dunia di sekitar kita.

Ketika Anda telah memusatkan pikiran Anda kepada Yesus, stres Anda akan berkurang. 

Renungkan hal ini:
- Pikirkan kembali film, buku, dan konten media sosial yang baru-baru ini Anda konsumsi. Apakah itu semua sudah lulus ujian Filipi 4: 8?
- Konten apa yang tidak bermanfaat atau yang tidak sehat yang paling menggoda Anda?
- Jaminan apa yang dapat Anda pegang dalam hidup Anda untuk membantu Anda memfilter konten yang Anda konsumsi?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29


Stres timbul dari hati Anda yang kurang percaya pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Menang atau Kalah dalam Peperangan Melawan Stres di Pikiran Anda

Filipi 4: 8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Memang paling mudah menyalahkan faktor luar sebagai penyebab stres kita. Kita mengira kita stres karena pekerjaan kita tau hubungan kita dengan orang lain, atau masalah kesehatan kita.

Namun stres tidak berasal dari faktor luar. Stres berlangsung di dalam pikiran kita. Anda bertempur dalam peperangan melawan stres di dalam otak Anda.

Untuk mengurangi stres, belajarlah untuk mengendalikan apa yang masuk ke dalam otak Anda. Sayangnya, kebanyakan dari kita memperlakukan otak kita bagaikan jalan bebas hambatan, dimana kendaraan bisa melewatinya tanpa kena macet. Alhasil, kita membiarkan banyak sampah masuk ke dalam otak kita. Kita mengonsumsi film, buku, dan konten media sosial yang memfokuskan pikiran kita pada yang hal-hal yang buruk di dunia ini.

Tetapi Alkitab memberi tahu kita, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Filipi 4:8).

Renungkan delapan ciri-ciri hal yang diajarkan Paulus dalam ayat ini sebagai sebuah ujian untuk membedakan apa yang harus Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda, dan mana yang tidak. Untuk menurunkan tingkat stres dalam hidup Anda, Anda harus mengubah apa yang Anda pikirkan dan mengendalikan apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda. Oleh sebab itu, sebelum Anda membaca, menonton, atau mengatakan sesuatu, tanyakanlah pertanyaan berikut pada diri Anda:
- Apakah itu benar?
- Apakah itu mulia?
- Apakah itu adil?
- Apakah itu suci?
- Apakah itu manis?
- Apakah itu sedap didengar?
- Apakah itu penuh kebajikan?
- Apakah itu patut dipuji?

Apakah ciri-ciri tadi terdengar seperti apa yang Anda tonton atau baca di dalam novel-novel populer?

Mungkin tidak.

Pikirkan ciri-ciri yang telah dijelaskan Paulus dalam Filipi 4: 8 tadi. Itu semua menggambarkan Yesus. Paulus mengajarkan kita untuk memusatkan pandangan kita pada keagungan Yesus; bukan pada keburukan dunia di sekitar kita.

Ketika Anda telah memusatkan pikiran Anda kepada Yesus, stres Anda akan berkurang. 

Renungkan hal ini:
- Pikirkan kembali film, buku, dan konten media sosial yang baru-baru ini Anda konsumsi. Apakah itu semua sudah lulus ujian Filipi 4: 8?
- Konten apa yang tidak bermanfaat atau yang tidak sehat yang paling menggoda Anda?
- Jaminan apa yang dapat Anda pegang dalam hidup Anda untuk membantu Anda memfilter konten yang Anda konsumsi?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29


Stres timbul dari hati Anda yang kurang percaya pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Lebih Banyak Bersyukur, Lebih Sedikit Stres

1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Dulu saya berpikir jika hidup ini adalah serangkaian bukit dan lembah. Dulu saya berpikir kita punya masa indah dan masa buruk, dan bahwa kedua masa ini tidak akan bercampur aduk.

Tetapi bukan itu cara kerja kehidupan ini. Tidak ada waktu dalam hidup Anda dimana segalanya baik atau segalanya buruk. Betapa pun bagusnya hidup Anda, selalu ada sesuatu yang harus Anda usahakan. Betapa pun buruknya hidup Anda, selalu ada sesuatu yang bisa Anda syukuri. 

Alkitab memberi tahu kita, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5:18).

Perhatikan, Alkitab tidak memberi tahu kita untuk bersyukur kepada Tuhan untuk segala hal. Kita diajarkan untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal.

Ada perbedaan besar di antara kedua kata ini. Anda tak perlu bersyukur kepada Tuhan atas segalanya. Anda tak perlu bersyukur kepada Tuhan atas kanker atau kematian seseorang.

Tetapi Anda dapat berterimakasih setiap saat dalam hidup Anda. Anda bisa selalu menemukan berkat di dalam hidup Anda untuk disyukuri.

Bahkan Tuhan memasukkan rasa syukur ke dalam Alkitab dalam hal mengatasi stres dalam Filipi 4. Ketika kita sedang stres dan cemas akan sesuatu dalam hidup, Alkitab mengajarkan kita untuk "nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (lihat Filipi 4: 6).

Orang yang bersyukur tidak terlalu stres. Sulit bagi kita untuk bersyukur saat kita stres.

Memilih untuk bersyukur akan mengurangi stres Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan saat di dalam hidup Anda dimana Anda telah melewati masa-masa sulit, tetapi masih mengenali berkat-Nya dan memiliki alasan untuk bersyukur?
- Bagaimana Anda melihat rasa syukur mempengaruhi tingkat stres dalam hidup Anda?
- Apakah Anda memiliki kebiasaan khusus dalam bersyukur? Apa yang bisa Anda lakukan untuk menjadikan mengucap syukur lebih konsisten dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 5; Ibrani 12:1-17


Rasa syukur memalingkan perhatian Anda dari diri Anda sendiri menuju orang lain. Ketimbang melihat apa yang tidak mereka miliki, orang-orang yang bersyukur melihat apa yang mereka miliki.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Seandainya Kita Berdosa Sebanyak yang Kita Khawatir?

Filipi 4: 6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

Jika saja kita berdoa sebanyak yang kita khawatirkan, maka sekarang kita tak perlu terlalu khawatir.

Sebenarnya Tuhan bukan hanya ingin Anda berhenti untuk khawatir, tapi Dia ingin Anda juga menghabiskan waktu untuk berdoa. 

Doa adalah obat penawar terbaik atas kekhawatiran.

Alkitab berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Filipi 4: 6).

Allah telah berjanji merawat Anda. Jika ada sesuatu yang tak patut untuk didoakan, maka hal itu tak patut dikhawatirkan. Allah tahu setiap detil kebutuhan Anda. Sebab itu, serukan segala yang Anda butuhkan kepada-Nya. 

Waktu saya masih kecil, saya datang kepada ayah saya dan mengatakan kepadanya apa yang saya perlukan. Kadang saya minta sesuatu yang mahal. Tetapi tak pernah sekali pun saya bertanya-tanya darimana dia akan mendapatkan uang itu. Bukan tugas saya untuk mencari tahu dari mana uang itu berasal. Itu tugas ayah saya. Tugas saya adalah bertanya.

Bukan tugas Anda untuk mencari tahu bagaimana kebutuhan Anda akan terpenuhi. Tugas Anda ialah untuk meminta Tuhan memenuhi apa yang mereka perlukan.

Ketika Anda khawatir dan tidak meminta pertolongan Tuhan, maka Anda bertingkah laku bagaikan seorang ateis. Kekhawatiran merupakan ateisme praktis. Anda bertingkah seakan- akan Anda tidak memiliki Bapa surgawi- dan bahwa Anda adalah anak yatim rohani.

Banyak orang berkata mereka tidak berdoa sebab mereka tidak ingin mengganggu Tuhan dengan masalah mereka. Tetapi tidak ada yang terlalu kecil untuk Tuhan. Setiap masalah yang Anda hadapi itu kecil apabila dibandingkan dengan betapa berkuasanyaTuhan.

Tuhan siap dan bersedia untuk tidak hanya mendengarkan masalah Anda, tetapi juga untuk menjawabnya.

Alkitab mengatakannya dengan agak blak-blakan: "Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya," (Yakobus 4: 2a).

Apakah Anda ingin ada lebih sedikit stres dalam hidup Anda? Lebih sedikit kecemasan? Lebih banyaklah berdoa. 

Renungkan hal ini:
- Apa yang mencegah Anda mendoakan hal-hal yang membuat Anda khawatir?
- Siapa yang dapat berdoa bersama Anda tentang segala kekhawatiran yang membebani Anda?
- Bagaimana doa telah membantu Anda mengatasi kekhawatiran di masa lalu?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Janganlah khawatir akan apa pun. Berdoalah dalam segala hal.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Stres? Terlalu Sibuk atau Terlalu Khawatir?

Filipi 4: 6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

Anda mungkin berpikir Anda stres karena Anda punya terlalu banyak pepkerjaan yang harus diselesaikan. Anda mungkin berpikir atasan Anda keterlaluan. Anda mungkin saja benar. 

Tetapi bukan itu penyebabnya.

Pekerjaan tidak membuat kita stres. Kekhawatiranlah penyebabnya. 

Bukan pekerjaan yang membuat kita tidak bisa tidur di malam hari. Tapi kekhawatiranlah penyebabnya. 

Anda tidak sibuk; Anda khawatir.

Tuhan tidak menambah-nambahkan Firman-Nya di dalam Alkitab mengenai kekhawatiran. Dia berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga," (Filipi 4: 6a). Apakah Anda lihat adanya ketidakjelasan di dalam ayat ini? Saya tidak. Anda tidak akan menemukan satu kejanggalan pun. 

Jangan khawatir akan apapun.

Janganlah khawatir. Itulah yang dikatakan Alkitab. Tetapi Tuhan juga mengatakan kita bisa berbuat sesuatu untuk mengatasinya.

1 Petrus 5: 7 mengatakan, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Saya suka kata "serahkan," sebab dalam bahasa Yunani asli, kata ini secara harfiah berarti lepaskan saja. Kata menyerahkan bukan seperti melempar bola bisbol atau melempar batu ke seberang kali. Namun Alkitab mengatakan serahkan saja - lepaskan saja.

Renungkan hal ini:
- Kekhawatiran apa yang tampaknya mudah menjerat Anda?
- Apa yang Anda takuti akan terjadi apabila Anda berhenti mengkhawatirkan kesibukan Anda?
- Apa saja cara yang dapat Anda lakukan untuk membiasakan diri menyerahkan kekhawatiran Anda terhadap Tuhan? Siapa saja dalam hidup Anda yang dapat mendengarkan ketika Anda berbagi kekhawatiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Tak ada gunanya bagi Anda mengingat-ingat apa yang Anda cemaskan. Kenapa tidak menyerahkannya saja kepada Allah?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jaminan Tuhan untuk Bebas dari Stres

Filipi 4: 7 "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Saat ini orang Amerika lebih stres dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebuah survey di tahun 2017 yang dilakukan oleh Asosiasi Psikolog Amerika, yaitu "Stres di Amerika,"menunjukkan bahwa tingkat stres akan masa depan negara ini jauh lebih tinggi dibanding dengan survey 10 tahun lalu. 

Dan stres yang kami alami ini ternyata mematikan. Hingga bulan Juni 2018, tingkat bunuh diri di AS naik 30 persen semenjak tahun 1999.

Hari ini juga, kita butuh jaminan Tuhan untuk bisa bebas dari stres. 

Alkitab berbagi tentang jaminan Allah ini dalam Filipi 4: 7, dikatakan, "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Ini bukan jaminan bebas stres dari dokter. Ini juga bukan jaminan dari perusahaan obat. 

Jaminan ini jauh lebih baik. Ini adalah jaminan dari Sang Pencipta alam semesta.

Tidakkah Anda ingin pikiran Anda tenang dan hati Anda damai ketika Anda percaya kepada Yesus?
Bayangkan Anda berada dalam situasi di mana Anda tidak punya lagi alasan logis untuk bisa merasakan damai sejahtera. Tenang, Anda punya alasan untuk memiliki damai sejahtera. 

Kedengarannya bagus, kan?

Itulah jaminan dari Allah. Itulah janji yang ditawarkan Allah.

Ada lebih dari 5.000 janji Allah di dalam Alkitab, dan setiap janji tersebut memiliki dasar pemikiran. Setiap janji memiliki premis, begitu pun dengan janji-Nya untuk kita bebas dari stres. 
Pada renungan berikutnya, saya akan menjelaskan apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

Biarkan hal berikut ini merasuk ke dalam hati kita. Adalah mungkin bagi kita untuk "mengalami damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal,"

Renungkan hal ini:
- Apa saja sumber stres terbesar Anda saat ini? Bagaimana Anda bisa meletakannya kepada Tuhan?
- Pernahkah Anda mengalami saat ketika Allah memberi Anda rasa damai yang hebat meski keadaan Anda penuh tekanan?
- Bagaimana saat ini kehidupan Anda bisa berubah seandainya saja Anda dapat mengalami damai sejahtera Allah di tengah-tengah waktu tersulit Anda di masa lalu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18


Stres tidak boleh menang. Kecemasan tidak boleh mengendalikan Anda. Ada harapan.
Read more

0 Ubah Pemikiran Anda agar Stres Anda Berkurang

Filipi 4: 8 "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Anda tak dapat mengurangi stres dalam hidup Anda kecuali Anda mengubah cara pikir Anda. Stres bukan berasal dari luar tetapi dari dalam.

Pikiran Anda adalah karunia istimewa dari Tuhan. Pikiran Anda mampu menyimpan lebih dari 100 triliun ide. Pikiran Anda dapat menampung informasi yang jumlahnya luar biasa besar. Tuha memberi Anda kebebasan untuk memilih apa yang Anda pikirkan dari banyaknya informasi tersebut.

Alkitab berkata, "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Filipi 4 : 8).

Paulus mengingatkan kita bahwa kita bisa memilih apa yang kita pikirkan, dan dia mendorong kita untuk hanya memikirkan hal-hal yang benar. Apa yang kita masukkan ke dalam pikiran kita mempengaruhi cara hidup kita.

Tidak mengherankan kita menjadi stres ketika setiap saat kita mempertimbangkan apa yang kebanyakan orang pikirkan tentang kita. Banyak orang, bahkan orang Kristen, membiarkan segala sesuatunya masuk ke dalam pikiran mereka. Membaca buku yang menyedihkan dan menonton film yang menyedihkan akan memberi kita efek yang sama: kesedihan. 

Apa yang Anda kira mempengaruhi perasaan Anda; perasaan Anda mempengaruhi cara Anda bertindak. Maka, jagalah pikiran Anda. Jagalah pikiran Anda hanya untuk hal-hal yang benar.

Filipi 4: 8 mengajarkan kita untuk memperbaiki pikiran kita pada hal-hal yang baik tersebut. Maksud Paulus adalah bahwa kita perlu membuat pilihan yang matang. Ubah saluran-saluran di dalam pikiran kita. Hanya izinkan hal-hal yang sesuai dengan karakteristik yang dijelaskan dalam ayat itu masuk ke dalam pikiran Anda. 

Apa yang terjadi jika kita melakukannya?

Anda akan mendapatkan apa yang telah Allah janjikan dalam ayat sebelumnya: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4: 7).

Bukankah itu upah yang setimpal?

Renungkan hal ini:
- Konsep-konsep apa yang tidak sehat yang mudah sekali Anda serap dari bacaan atau tontonan yang Anda tonton?
- Bagaimana media yang Anda konsumsi memberi dampak pada tingkat stres dan suasana hati Anda?
- Apa beberapa ayat Firman Tuhan yang bisa Anda renungkan untuk menggantikan waktu yang Anda habiskan untuk mengonsumsi konten yang tidak bermanfaat atau yang tidak pantas?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:12-13 ; Ibrani 9


Hidup Anda sudah berada di tangan yang tepat, tangan Tuhan. Jangan khawatir atau stress, karena Dia yang akan menuntun Anda dan menangkap Anda saat Anda terjatuh.
Read more

0 Sikap Syukur Akan Menurunkan Tingkat Stres Anda

1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Rasa syukur adalah perasaan yang paling menyehatkan di dunia ini. Rasa syukur meningkatkan kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit.

Ditambah lagi, orang-orang yang tidak bersyukur biasanya adalah orang yang tak bahagia. Tidak ada yang pernah bisa memuaskan mereka. Mereka tidak pernah merasa cukup. Mereka adalah orang-orang "jika-dan-maka" yang berpikir seperti ini, "Jika ini itu terjadi, maka saya akan bahagia."

Namun Alkitab memberi kita cara lain. Dikatakan dalam 1 Tesalonika 5:18, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Rasa syukur dapat mengubah segalanya. Misalnya, coba ini: Jika Anda merasa tertekan, buatlah daftar 50 hal yang bisa Anda syukuri. Rasa syukur akan membantu mengalihkan fokus perhatian Anda dari masalah Anda kepada semua hal baik yang telah dan tengah Allah lakukan dalam hidup Anda.

Kita menyepelekan begitu banyak hal. Bangun kebiasaan bersyukur dan jaga tingkat stres Anda tetap rendah— karena pasti selalu ada sesuatu yang bisa disyukuri.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana bisa tingkat stres Anda berfluktuasi karena pengaruh dari sikap syukur Anda?
- Apa kendala terbesar yang menghalangi Anda untuk menjadi orang yang lebih bersyukur?
- Apa alasan Anda bersyukur, tetapi tidak pernah mengungkapkannya kepada Tuhan?

Sudahkah Anda mempercayakan keselamatan Anda kepada Yesus?

Alkitab mengatakan kita hanya bisa sampai ke surga dengan percaya kepada Allah melalui Putera-Nya, Yesus Kristus. Dan kita tak perlu berusaha mendapatkan kasih Allah atau mengusahakan jalan kita ke surga. Alkitab mengatakan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9).

Jika Anda belum percaya kepada Yesus dan berkomitmen untuk ikut Dia, apa lagi yang Anda tunggu? Jika Anda siap melangkah melintasi garis itu dan mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus Kristus dan ikut Dia, berdoalah doa ini:

"Ya, Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka semua kesalahan yang pernah kulakukan akan diampuni, aku akan belajar tujuan hidupku, dan Engkau akan menerimaku masuk ke dalam rumah kekal-Mu di surga kelak."

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkau adalah Juruselamatku. Engkau telah berjanji bahwa jika aku mengakui dosaku dan percaya kepada-Mu, maka aku akan diselamatkan. Aku percaya kepada-Mu ketika Engkau mengatakan bahwa keselamatan adalah karena anugerah melalui iman, dan bukan oleh apa pun yang telah kulakukan. Aku menerima-Mu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku menyerahkan semua bagian hidupku ke dalam pemeliharaan-Mu. Engkau punya hak untuk memegang kendali hidupku. "

"Yesus, aku ingin bersandar di dalam kasih-Mu. Terima kasih sebab aku tak perlu mengusahakannya atau bekerja keras untuk mendapatkannya. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani-Mu, ketimbang melayani diriku sendiri. Dengan rendah hati, aku mau menyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta-Mu untuk menyelamatkanku dan menerimaku masuk ke dalam keluarga-Mu. Di dalam nama-Mu, kuberdoa. Amin."



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:1-11 ; Ibrani 8


Rasa syukur sesungguhnya adalah karunia Allah untuk Anda.
Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Sword Gathering 23-25 Desember 2018

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More