• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Ampunilah Karena Anda Telah Diampuni

Kolose 3: 13b "Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Alkitab mengatakan ada tiga alasan mengapa Anda harus melepaskan masa lalu dan orang-orang yang telah menyakiti Anda. Alasannya tak ada hubungannya dengan pantas atau tidaknya orang tersebut menerima pengampunan Anda. 

1. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda karena Tuhan telah mengampuni Anda. Kolose 3:13 mengatakan, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Bila Anda ingin menjadi orang yang pemaaf, Anda harus terlebih dahulu menerima pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus. Alkitab mengatakan Tuhan datang ke Bumi dalam bentuk manusia, Yesus, untuk mengampuni segala kesalahan kita. Dia telah menebusnya sehingga kita tidak perlu menanggungnya. Sungguh suatu kabar baik!

2. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda, karena kebencian bisa mengendalikan Anda. Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 7: 9, "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh." Kebencian membuat Anda sengsara dan membuat Anda terjebak di masa lalu. Dan begitu Anda sudah terjebak di masa lalu, Anda dikendalikan oleh masa lalu. Setiap kali Anda membenci sesuatu, itu akan menguasai pikiran Anda. Beberapa dari Anda membiarkan orang-orang yang menyakiti Anda 5, 10, atau bahkan 20 tahun yang lalu untuk menyakiti Anda lagi hingga hari ini. Itu bodoh. Jangan biarkan itu terjadi. Mereka tak bisa menyakiti Anda lagi. Masa lalu Anda sudah lewat, Anda harus melepaskannya.

3. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda karena Anda akan membutuhkan lebih banyak pengampunan di hari yang akan datang. Yesus berkata dalam Matius 6:14, "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." Pengampunan itu berlangsung timbal balik. Anda tidak dapat menerima apa yang tidak mau Anda berikan.

Renungkan hal ini: 
Dalam situasi apa Anda perlu memberikan pengampunan agar Anda dapat terus berjalan dari masa lalu Anda?
Apa satu dosa yang Anda anggap tak akan pernah bisa Anda maafkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Tidak ada kalah dan menang dalam hal pengampunan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Seberapa Sering Anda Harus Mengampuni?

Matius 18: 21-22 "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Pengampunan jarang terjadi hanya sekali-sekali. Jadi seberapa sering Anda harus terus merelakan hak Anda untuk membalas dendam?
Sampai Anda berhenti merasa sakit hati – pada titik itulah Anda akan tahu bahwa Anda telah mengampuni orang itu.
Matius 18: 21-22 mengatakan, "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Petrus menganggap dirinya sudah cukup murah hati. Dalam hukum Yahudi, Anda harus mengampuni seseorang tiga kali, dan setelah Anda mengampuni mereka tiga kali, itulah batasnya. Anda tidak bisa mengampuni mereka lagi. Maka Petrus berpikir, "Hukum Yahudi berkata tiga kali. Bagaimana kalau aku menggandakannya, dan menambahkannya supaya takarannya tepat? Tujuh kali? (Tuhan akan sangat terkesan dengan ini!)"

Dan Yesus berkata, "Salah! Dugaanmu meleset jauh! Bagaimana kalau tujuh puluh kali tujuh kali!" Dia berkata Anda harus terus melakukannya. Anda hanya terus mengampuni sampai rasa sakit Anda hilang. Setiap kali Anda mengingat rasa sakit itu, adalah pilihan tepat untuk berkata, "Tuhan, orang itu benar-benar menyakiti saya, dan rasa sakit itu masih ada. Tapi karena saya ingin dipenuhi dengan kasih, bukan dengan kebencian, saya memilih untuk melepaskan hak saya untuk membalaskan dendam dan mengharapkan yang buruk pada orang tersebut. Saya memilih untuk memberkati orang-orang yang menyakiti saya. Tuhan, saya berdoa agar Engkau memberkati hidup mereka - bukan karena mereka pantas mendapatkannya, sebab memang tidak. Begitu pun, saya juga tak pantas menerima berkat-Mu, Tuhan. Tapi saya berdoa agar Engkau menunjukkan kasih karunia-Mu kepada mereka seperti yang telah Engkau tunjukkan kepada-Ku." 
Itu tidak mudah. Bahkan, saya tidak ragu mengatakan bahwa walau Anda membaca renungan ini, pernikahan Anda tetap akan bermasalah jika Anda menolak untuk mengampuni, penyebabnya bukan karena rasa sakit itu. Penolakan untuk memaafkanlah yang bisa menghancurkan pernikahan.

Anda mungkin berkata, "Tapi saya tidak mau memaafkan." Siapa yang mudah memaafkan? Tidak ada. Anda melakukannya karena itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, dan Anda melakukannya untuk melanjutkan hidup Anda. Memaafkan itu tidak mudah, tapi dengan kekuatan Tuhan, Anda akan bisa melakukannya.

Renungkan hal ini: 
Apakah ada suatu hubungan yang retak dimana Anda menyalahkan alasan "perbedaan yang tidak dapat didamaikan"? Bagaimana dengan Anda menolak mengampuni, itu juga ikut berperan dalam keruntuhan hubungan tersebut?
Apa luka di masa lalu yang masih membuat Anda sakit hati? Bagaimana pengampunan bisa membantu Anda untuk melanjutkan hidup?
Jika menyangkut tentang hubungan Anda, apa maksud dari kekuatan Tuhan bekerja dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Ampunilah orang lain sebanyak Tuhan telah mengampuni dosa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Fokus pada Rekonsiliasi, Bukan Resolusi

1 Timotius 2: 5 "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,"

Ketika Anda memiliki konflik dalam hidup Anda, fokuslah pada rekonsiliasi, bukan pada resolusi. Ada sebuah perbedaan besar pada kedua kata tersebut. Rekonsiliasi berarti membangun kembali hubungan. Resolusi berarti menyelesaikan setiap masalah.

Penyelesaian masalah mungkin tak akan terjadi, sebab Anda tidak akan pernah setuju pada beberapa hal. Tak ada seorang pun di planet ini yang sepakat dengan Anda akan segala hal, maka sama halnya, Anda juga tidak akan pernah mempunyai resolusi atas semua masalah Anda. 

Bisakah Anda memiliki sebuah hubungan yang penuh kasih tanpa perlu sepakat akan segala hal? Tentu saja Anda bisa. Jika Anda belajar untuk tidak sependapat tanpa harus merasa tidak enak hati, itu dinamakan disebut hikmat. Jika Anda belajar untuk hidup dalam harmoni tanpa harus memiliki pandangan yang sama, itu dinamakan hikmat. 

Salah satu hal terbesar yang bisa Anda lakukan dengan hidup Anda yaitu dengan menjadi orang yang membangun jembatan, bukan orang yang membangun tembok. Anda paling menyerupai Yesus Kristus saat Anda berdamai dengan orang lain. Anda paling menyerupai Yesus ketika Anda membangun jembatan, bukan tembok. Itulah yang Yesus lakukan! Dia adalah Sang Pembawa Damai yang hebat. Tuhan telah mengutus Yesus ke Bumi untuk mendamaikan kita sebab kita tengah bertentangan dengan Allah.

Tetapi Anda tidak bisa berdamai dengan orang lain sampai Anda berdamai dengan Tuhan. Dan mungkin itulah masalahnya- Anda belum berdamai dengan diri sendiri sebab Anda belum berdamai dengan Tuhan. Pertama, Anda harus berdamai dengan Tuhan. Kemudian, Anda harus mendapatkan damai sejahtera Allah.

Itulah intinya: Anda harus memiliki damai sejahtera di hati Anda dengan cara membiarkan Sang Pembawa Damai tinggal di dalamnya. 

Ucapkan doa ini di dalam hati Anda: "Tuhan, Engkau tahu konflik yang ada dalam hidupku. Aku sudah muak dan aku ingin berdamai. Aku ingin memiliki damai sejahtera dalam hidupku agar aku dapat memberikannya juga kepada orang lain. Maka aku menerima damai sejahtera-Mu hari ini. Aku membuka hidupku untuk-Mu sebaik yang aku bisa. Penuhi hidupku dengan cinta kasih, bukan dengan kemarahan, tapi dengan kesabaran, sukacita, dan damai sejahtera. Masuklah dan isilah setiap bidang kehidupanku dengan damai-Mu, dan bantu aku untuk menjadi sang pembangun jembatan dan bukan sang pembangun tembok. Bantu aku untuk bisa mengambil inisiatif dan untuk tidak menunggu orang lain berdamai denganku terlebih dulu. Bantu aku untuk menemukan waktu dan tempat yang tepat, dan kemudian bantu aku juga untuk memiliki keberanian untuk mengakui bahwa aku juga bagian dari penyebab konflik itu dan untuk menjadikan aku rendah hati. Bantulah aku untuk tidak menyerang orang tersebut, tetapi menyerang masalah ini. Bantulah aku untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Bantu aku untuk mengatakan yang sebenarnya, memperbaiki masalahnya, bukan menyalahkan keadaan, dan juga untuk fokus pada rekonsiliasi, bukan fokus pada penyelesaian semua masalah. Saya serahkan pergumulan ini ke dalam tangan-Mu. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Membangun kembali hubungan dengan orang lain hanya mampu dilakukan berdasarkan kasih Tuhan dalam hati kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa Sebenarnya Pengampunan itu?

Lukas 23: 34a "Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Pengampunan boleh jadi merupakan kualitas yang paling sering disalahgunakan, dimanfaatkan, dan salah dihapahami dalam budaya kita. Kita mengira tahu apa arti pengampunan itu, tapi sebenarnya tidak.

Kita harus memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan pengampunan, sebab kebanyakan orang tidak mengerti makna sejatinya.

Pertama, pengampunan sejati itu tanpa syarat. Pengampunan itu tidak ada embel-embelnya. Anda tidak dapat mengusahakannya. Anda tidak pantas mendapatkannya. Anda tidak dapat tawar-menawar untuk mendapatkannya. Pengampunan bukan di atas janji yang diberikan orang lain agar ia tidak pernah melakukannya lagi. Anda memberikannya kepada seseorang terlepas dari apakah mereka memintanya atau tidak.

Ketika Yesus merentangkan tangan-Nya di atas kayu salib dan berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23: 34a). Pada saat itu tak ada yang berseru, "Mohon ampuni kami, Yesus, untuk apa yang telah kami lakukan terhadap-Mu." Namun, Dia tetap menawarkannya. Dia mengambil inisiatif.

Kedua, pengampunan tidak berarti meminimalkan parahnya pelanggaran. Ketika seseorang meminta pengampunan dari Anda dan Anda berkata, "Itu bukan masalah besar. Itu tidak menyakitkan, kok," ucapan ini sesungguhnya mengakibatkan pengampunan itu jadi sesuatu yang murah. Jika itu bukan masalah besar, Anda tak akan perlu pengampunan dan Anda tak perlu menawarkannya, juga.

Pengampunan hanyalah untuk hal-hal besar. Anda tidak menggunakannya untuk masalah-masalah kecil. Jika sesuatu benar-benar membutuhkan pengampunan, maka Anda seharusnya tidak meminimalkannya ketika seseorang meminta maaf Anda. Anda seharusnya tidak mengatakan itu bukan masalah besar. Itu masalah besar! Tetapi, jika itu bukan masalah serius, katakan saja, "Anda tak perlu meminta maaf." Tetapi jika itu benar adalah masalah besar, maka Anda harus mengakuinya.

Ada banyak masalah serius di dalam hidup ini. Apakah Anda perhatikan itu? Tapi ada perbedaan antara terluka dan teraniaya. Jika Anda terluka, dibutuhkan kesabaran dan penerimaan, bukan pengampunan, sebab orang tersebut melakukannya secara tidak sengaja kepada Anda. Sementara sebaliknya, teraniaya membutuhkan pengampunan.

Ingatlah bahwa Tuhan akan memberi Anda kuasa untuk mengampuni, saat Anda berjalan di dalam iman dengan Dia.

Renungkan hal ini: 
Apa sakit hati yang selama ini Anda tunggu-tunggu agar seseorang meminta maaf kepada Anda, tapi sebenarnya Anda hanya perlu menerimanya?
Mengapa begitu sulit memberikan pengampunan kepada seseorang yang belum memintanya dari Anda? Apa yang harus Anda lakukan untuk bisa melupakannya saja?
Bagaimana sikap Anda berubah ketika Anda merenungkan bagaimana Kristus telah mengampuni Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6


Butuh kekuatan besar untuk memberikan pengampunan yang tulus tanpa adanya kesombongan dalam hati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Perbaiki Permasalahannya, Jangan Menyalahkan

Kolose 3:8 "Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu." 

Anda hanya memiliki sejumlah energi tertentu dalam menyelesaikan masalah emosional. 

Ketika Anda mencoba untuk menyelesaikan konflik dengan cara berkata-kata, Anda bisa saja menggunakan energi tersebut untuk menyalahkan, atau sebaliknya, menggunakannya untuk memecahkan masalah. Anda harus memilih salah satu sebab Anda tak akan punya cukup energi untuk melakukan keduanya. Sebab itu Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri apa yang lebih penting, menyalahkan orang lain atau menyelesaikan konflik.Selesaikan masalahnya, bukan malah menyalahkan.

Selama Perang Dingin, ketika Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berperang dengan satu sama lain, A.S. memiliki ribuan rudal antarbenua yang ditujukan untuk Soviet. Mereka bisa menghancurkan seluruh Union. Tapi pada saat yang sama, Uni Soviet juga memiliki ribuan rudal antarbenua yang juga ditujukan untuk A.S., dan itu juga bisa menghancurkan A.S.

Tetapi meskipun ketika mereka berada di titik terendah dalam Perang Dingin dan dimana ada ketegangan yang luar biasa, kedua belah pihak sebenarnya masih bisa berdamai. Mereka bisa saja memutuskan untuk tidak menggunakan senjata mereka, sebab kedua senjata itu pada dasarnya saling menghancurkan. Jika kalian menggunakan senjata kalian, kami akan menggunakan senjata kami dan kita berdua akan saling menghancurkan. Dari situ bisa disimpulkan meskipun kita berkonflik, sebenarnya kita bisa sama-sama saling sepakat untuk tidak saling berdamai. 

Ini sama halnya dengan Anda. Anda tidak boleh menggunakan "senjata pemusnah masal" dalam pernikahan Anda, seperti mengancam untuk bercerai atau mengancam untuk kabur dari rumah atau menjelek-jelekkan mertua Anda. Sebaliknya, Anda harus memutuskan meskipun seberapa marahmya Anda terhadap satu sama lain, jaga kata-kata Anda sebab itu mampu menghancurkan hubungan Anda dengan cara meruntuhkan kepercayaan.

Alkitab dengan amat spesifik menjelaskan tentang apa yang bisa berada di luar batas. Kolose 3: 8 mengatakan, "Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu." Kata-kata kotor itu bagaikan senjata pemusnah masal.

Alasan mengapa kita harus memperbaiki masalah dan bukan menyalahkannya yaitu karena menyalahkan adalah bentuk dari penghakiman dan hanya Tuhan yang punya hak untuk menghakimi. Anda bukan hakim, Anda tak bisa mengetahui apa motif orang lain. Bahkan, Anda sama sekali tidak tahu apa motif Anda sendiri! Hanya Tuhan yang tahu. Biarkanlah Dia yang menjadi hakim, supaya Anda bisa fokus memperbaiki masalah Anda. 

Renungkan hal ini: 
Apa yang mungkin bisa menjadi "senjata pemusnah masal" yang sedang Anda pakai dalam hubungan Anda?
Bagaimana Anda bisa beralih dari menyalahkan menjadi memperbaiki masalah Anda? 
Dalam sebuah hubungan, mengapa penting untuk menetapkan batas-batas dalam "bertarung secara adil?" 


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5


Selalu ada jalan keluar yang lebih baik daripada amarah, dendam dan menyalahkan orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang yang Pemberani Menyelesaikan Konflik

2 Timotius 1:7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Mengapa Tuhan ingin kita hidup damai dengan semua orang? Karena konflik yang belum terselesaikan memberi tiga dampak buruk dalam hidup Anda.

Pertama, itu menghalangi persekutuan Anda dengan Tuhan. Bila Anda mengalami konflik dengan orang lain, Anda tak bisa hidup berdampingan dengan Tuhan. Ketika fokus Anda teralihkan, ketika Anda berkonflik dengan orang lain, Anda tak dapat memiliki hubungan yang damai dengan Tuhan. Alkitab mengatakan, "Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta," (1 Yohanes 4: 20a).

Kedua, konflik yang belum terselesaikan menghalangi doa-doa Anda. Berkali-kali Alkitab mengatakan jika ada konflik dan dosa dan ketidakharmonisan dalam hidup Anda, maka doa Anda akan terhadang. 

Ketiga, konflik yang belum terselesaikan menghalangi kebahagiaan Anda. Anda tak bisa bahagia dan berkonflik di saat bersamaan. Saat konflik muncul di pintu depan Anda, kebahagiaan keluar dari pintu belakang. 

Jadi, bukankah Anda ingin menyingkirkan konflik dalam hidup Anda? Titik awal penyelesaian konflik adalah dengan mengambil inisiatif. Jangan menunggu orang lain datang kepada Anda; datangilah orang itu dan jadilah pembawa damai. 

Pernahkah Anda mendengar ungkapan, "Waktu menyembuhkan segalanya"? Itu hanya omong kosong. Waktu tidak menyembuhkan apapun!

Malah sebenarnya waktu hanya memperburuk keadaan. Bila Anda memiliki luka menganga dan Anda tidak berusaha menyembuhkannya, itu akan membusuk. Kemarahan berubah menjadi dendam, dan kebencian berubah menjadi kepahitan.

Konflik tidak akan terpecahkan dengan sendirinya. Anda harus menyelesaikannya dengan tekad penuh. 

Hanya orang-orang yang pemberani yang menyelesaikan konflik. Mungkin hal yang paling berani yang bisa Anda lakukan yaitu menghadapi masalah yang sudah lama Anda abaikan, di dalam pernikahan, dengan anak-anak, dengan karyawan Anda atau bos Anda, atau siapa pun itu. 

Lalu, dari mana Anda menemukan keberanian untuk menghadapinya? Di dalam Tuhan.

Alkitab mengatakan dalam 2 Timotius 1:17, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Itu artinya jika Anda membiarkan Roh Tuhan memenuhi hidup Anda, Anda akan dipenuhi dengan kekuatan, kasih, dan disiplin diri. Dan kasih Tuhan mengatasi rasa takut.

Renungkan hal ini: 
Apakah ada masalah di dalam hubungan-hubungan Anda dengan orang lain yang Anda anggap tidak ada? Uang? Kepercayaan? Mertua? Anak-anak? Komunikasi? Moral? Etos kerja? 
Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk mengambil inisiatif guna memecahkan konflik-konflik tersebut? 
Apa artinya mengizinkan Roh Tuhan memenuhi hidup Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4


Jangan abaikan konflik. Jangan menyangkal konflik. Jangan mengubur konflik seolah-olah itu tidak pernah ada. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apakah Anda Butuh Transplantasi Hati?

Amsal 29:25 "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."

Jika Anda ingin mengendalikan kemarahan dalam hidup Anda, maka Anda harus melandaskan identitas Anda di dalam Yesus, memahami bahwa Dia mengasihi Anda tanpa syarat, bahwa Anda adalah milik-Nya, bahwa Anda berharga, dan bahwa Dia memiliki tujuan serta rencana untuk hidup Anda.

Bila Anda membangun identitas Anda di atas hal lain, maka Anda akan bergumul dengan kekhawatiran di sepanjang hidup Anda. Anda bisa membangun identitas Anda di atas pekerjaan Anda, tetapi Anda akan mungkin kehilangan pekerjaan Anda. Anda bisa membangun identitas di atas ketampanan Anda, tapi Anda akan mungkin kehilangan ketampanan Anda. Anda bisa membangun identitas Anda di atas pasangan Anda, tapi suatu hari dia akan mati. Anda bisa membangun identitas Anda di atas kepopuleran Anda, tapi Anda tidak akan selamanya menjadi populer. 

Bila Anda membangun identitas Anda di atas apa pun yang sewaktu-waktu bisa diambil dari Anda, maka Anda akan merasa tidak aman, dan rasa tidak aman adalah akar dari kemarahan. Jika Anda belum merasa aman terhadap diri Anda sendiri, maka orang lain akan dengan mudah menyulut amarah Anda. Bila Anda tahu siapa diri Anda dan siapa Pencipta Anda, sebaliknya, orang lain tidak akan dapat menyulut emosi Anda. Mereka tidak bisa sampai kepada Anda. Kemarahan dan ketidakamanan berjalan beriringan. Semakin Anda merasa tidak aman, semakin marah Anda. 

Alkitab mengatakan dalam Amsal 29:25, "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."

Saat Anda marah, mulut Anda akan mengucapkan apa yang ada di dalam hati Anda saja. Lidah yang kejam mengungkapkan hati yang marah. Lidah yang negatif mengungkapkan hati yang ketakutan. Lidah yang sombong mengungkapkan hati yang tidak aman. Lidah yang banyak omong kosong mengungkapkan hati yang tidak tenang. Lidah yang menghakimi mengungkapkan hati yang bersalah. Lidah yang senang mengkritik mengungkapkan hati yang pahit. Lidah yang kotor mengungkapkan hati yang tak jernih. 

Tetapi sebaliknya, lidah yang memberi harapan mengungkapkan hati yang bahagia, lidah yang lemah lembut mengungkapkan hati yang penuh kasih, dan lidah yang terkontrol mengungkapkan hati yang damai. 

Anda tahu apa yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan masalah kemarahan Anda? Anda butuh transplantasi hati. Untungnya, Tuhan amat ahli dalam hal dalam hal transplantasi hati. Pertolongan-Nya itu dinamakan keselamatan! Tuhan memberi Anda hati yang baru dan identitas baru. Anda tidak perlu mencari identitas di dalam pekerjaan atau rekening bank atau penampilan atau hubungan Anda, karena identitas Anda hanya ada di dalam apa apa yang Tuhan firmankan tentang Anda. 

Yesus dapat menyembuhkan tiga hal yang menyebabkan kemarahan: sakit hati, frustrasi, dan ketakutan. Yesus dapat menyembuhkan hati Anda yang terluka dengan kasih-Nya. Yesus dapat menggantikan hati Anda yang frustrasi dengan damai sejahtera-Nya. Yesus dapat menggantikan hati Anda yang khawatir dengan hati yang penuh dengan kuasa dan kasih-Nya. 

Jika Anda menggendong bayi yang sedang menangis dan memeluknya erat agar ia merasa hangat dan aman, maka ia akan berhenti menangis. Bayi itu akan berhenti marah. Ketika Anda merasa aman dan diterima di dalam Yesus Kristus, kemarahan Anda akan lenyap.

Berdoalah doa ini hari ini: "Ya Tuhan, saya mengakui punya masalah dengan kemarahan saya. Saya membiarkan orang lain membuat saya marah, saya membalas mereka, dan saya tidak berpikir sebelum saya berbicara. Karena itu, tolong bantu saya ya Tuhan. Bantu saya untuk berpikir sebelum bereaksi. Bantu saya untuk belajar melepaskan kemarahan saya dengan tepat. Saya ingin menemukan identitas saya di dalam-Mu. Saya ingin menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu. Masuklah ke dalam hidupku Selamatkanlah aku. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3


Mintalah hati yang baru pada Tuhan sebagai dasar yang kuat dan bangunlah identitas Anda diatasnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kemarahan Menghasilkan Kemarahan, Hikmat Menghasilkan Hikmat

Amsal 19:11 "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran."

Orang yang tak mengasihi tidak merasa dikasihi. Orang yang kejam tidak pernah merasakan kebaikan. Ketika seseorang bersikap kasar, pahit, tidak baik, sarkastik, jahat, atau sombong, mereka sesungguhnya sedang meneriakkan semua yang mereka rasakan, "Saya kesakitan! Saya membutuhkan dosis besar cinta kasih! Saya tidak merasa aman!" Sebaliknya, orang yang aman, orang penuh kasih tidak bertindak seperti itu. Orang yang merasa begitu dikasihi dan begitu terlindungi itu murah hati dan ramah dengan orang lain.

Jika Anda hanya ingin orang lain juga merasakan luka yang Anda rasakan, itu salah besar. Sebab ketika Anda membalas, Anda tak lebih baik daripada orang yang telah menyerang Anda. Untuk menjadi lebih baik dari orang itu, Anda harus membalas kejahatan dengan kebaikan. Anda harus merespon dengan cinta kasih. Anda memaafkan dan melupakan kata-kata mereka yang menyakiti Anda.
Edwin Markum menulis sebuah puisi singkat yang bunyinya seperti ini: "Mereka menggambar sebuah lingkaran untuk mencegahku masuk ke dalam lingkaran orang yang sesat, yang memberontak, yang keji. Tetapi aku dengan kasihku menggambar sebuah lingkaran untuk merangkul mereka masuk."

Inilah sebuah mitos yang mengatakan bahwa semua orang telah termakan oleh psikologi modern yang salah: Anda memiliki seember besar kemarahan dalam hidup Anda. Ketika ember itu penuh, psikolog modern mengatakan bahwa Anda perlu mengungkapkannya. Anda hanya perlu melepaskannya. Lalu, saat ember itu kosong, maka barulah Anda menjadi lega.
Jika Anda percaya pada mitos ini, maka Anda akan bergumul dengan kemarahan sepanjang hidup Anda, sebab Anda tidak memiliki seember kemarahan, Anda memiliki sebuah pabrik kemarahan! Pabrik itu dapat terus memproduksi dan memproduksi dan memproduksi. Jika Anda menyingkirkannya, Anda hanya akan menghasilkan lebih banyak kemarahan. Malah, semakin banyak kemarahan yang Anda buang, semakin banyak Anda menghasilkan yang baru.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa perlawanan hanya akan menciptakan lebih banyak perlawanan. Ledakan amarah seringkali menimbulkan kemarahan yang lebih besar sampai itu menjadi pola kebiasaan dalam hidup Anda.

Solusinya bukanlah hanya dengan membuang kemarahan Anda. Itu hanya akan mengisi ulang! Jawabannya adalah melepaskannya. Tuhan akan membantu Anda melakukan itu!

"Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran" (Amsal 19:11).

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda mengapa sangat sulit bagi kita untuk melepaskan dendam dan amarah terkadang terutama dengan orang yang paling kita cintai?
- Bagaimana dengan mengetahui kebenaran ini akan mengubah hidup Anda: Orang yang tersakiti menyakiti orang lain. Orang yang tidak baik tidak pernah merasakan kebaikan.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2


Perlakuan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Orang yang tersakiti menyakiti orang lain. Ketika seseorang menyakiti Anda, itu karena mereka pernah terluka. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang yang Berhikmat Memikirkan Perasaan Orang Lain

Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Dua kesalahan terbesar yang kita buat dalam hubungan kita dengan orang lain adalah ketika kita bereaksi terhadap apa yang orang lain katakan, bukan pada apa yang mereka rasakan- atau ketika kita tidak menghiraukan perasaan orang lain sebab kita tidak merasakan apa yang mereka rasakan. 

Tahukah Anda apa penangkal untuk kedua hal ini? Sederhana saja, dengan memikirkan perasaan orang lain. 
Kesalahan #1: Kita bereaksi tanpa berusaha mengerti. 
Kita terlalu terpaku pada kata-kata seseorang dan tidak memperhatikan emosi di baliknya. Ketika marah, orang mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak bermaksud mereka katakan. Ketika marah, orang menggunakan kata-kata yang bahkan tidak pernah ingin mereka ucapkan. Amarah memperparah segalanya. Tetapi Anda perlu melihat perasaan di balik kata-kata mereka sebab orang tidak selalu mengatakan apa yang sebenarnya ingin mereka ucapkan, tapi mereka selalu sungguh-sungguh dengan apa yang mereka rasakan.

Jadi jika Anda berhikmat dan bijak dalam suatu hubungan, berhentilah fokus pada ucapan anak-anak, pacar, suami, istri, atau atasan Anda yang membuat Anda kesal, dan mulailah menjadi peka. Itu artinya Anda memperhatikan perasaan orang lain. Orang yang kasar adalah orang yang paling membutuhkan kebaikan Anda. Ketika seseorang berlaku kasar dan tidak baik, mereka sebenarnya sedang menjerit kepada dunia, "Saya terluka!" Luka selalu menyakiti orang lain.

Kesalahan #2: Kita menyangkal perasaan orang lain karena kita tidak merasakannya. 
Ini terjadi ketika Anda percaya bahwa suatu hal adalah bodoh atau irasional atau tidak masuk akal karena itu bukan seperti apa yang Anda rasakan, dan akibatnya Anda menyangkalnya. Biarkan saya bertanya pada Anda: bisakah seseorang menjadi acuh dan menjadi perhatian di saat yang sama? Ya. Lalu mengapa harus repot-repot memperdebatkan apa yang orang lain rasakan?

Bila kita mengabaikan perasaan orang lain karena kita tidak merasakan hal yang sama, maka kita meremehkan orang tersebut. Saudara-saudara, jika pacar Anda atau istri Anda berkata, "Saya merasa jelek," jangan anggap itu angin lalu dan mengatakan,"Kau tidak jelek!" Mengapa respon seperti itu salah? Karena itu sama sekali tidak akan membantu mereka. Yang perlu Anda lakukan yaitu berkata, "Mengapa kau merasa begitu? Apa yang membuat kau mengatakan itu?" karena Anda perlu melihat makna di balik ucapan mereka dan menilik sampai ke pokok permasalahan yang sebenarnya.

Perasaan kita tidak bisa dinilai benar atau salah, sebab itu muncul begitu saja. Seseorang seharusnya tidak perlu berargumen memenangkan perasaannya. Seseorang hanya butuh Anda berkata padanya, "Saya mengerti." Ini berlaku untuk siapa saja, baik pria atau wanita.

Alkitab mengatakan, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17).

Dengan hikmat Surga, Anda akan berhenti meminimalkan perasaan orang lain. Anda akan membiarkan orang lain merasa lelah saat ia lelah dan tidak mencoba membujuknya untuk melupakan kegelisahannya. Anda akan membiarkan ia merasa tertekan saat ia tertekan dan tidak mencoba meyakinkanya untuk tidak merasakannya. Orang yang berhikmat memikirkan perasaan orang lain.

Renungkan hal ini:
Akibat apa yang Anda lihat pada orang lain saat Anda menunjukkan kebaikan kepada mereka saat mereka tersakiti?
Kebiasaan apa yang perlu Anda ubah atau mulai Anda lakukan untuk menjadi lebih memperhatikan perasaan orang lain, dan bukan hanya fokus pada kata-kata mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 140-142; I Korintus 14


Milikilah kasih Tuhan dalam hati yang memampukan kita untuk memiliki kepekaan dan empati pada sesama. Paksa diri kita untuk mengerti, sama seperti kita ingin dimengerti orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Hal yang Menyebabkan Konflik

Amsal 20: 3 "Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak."

Orang bijak adalah pembawa damai, bukan pembuat onar. Orang bijak tidak kesal sepanjang waktu karena iri dengan orang lain. Mereka tidak mencari ribut, dan mereka tidak memusuhi orang lain.

Faktanya adalah, jika Anda mengenal seseorang untuk waktu yang lama, Anda akan mendapati perilaku orang itu yang mengganggu Anda dan kemudian Anda menyimpan informasi itu di alam bawah sadar Anda sebagai alat yang bisa Anda gunakan saat Anda berargumen dengan orang tersebut. Dan hal itu biasanya berubah menjadi "senjata pemusnah masal!" Ketika Anda bertengkar dan orang itu mengatakan sesuatu yang menyakitkan, menyinggung perasaan atau menjengkelkan hati Anda, maka kemungkinan besar Anda akan meletuskan pistol senjata Anda. Anda akan menekan tombol amarah Anda. Dan itu kemudian akan meledakkan satu pertengkaran besar yang bisa terjadi kapan saja!

Anda tahu apa yang dikatakan Alkitab tentang hal ini? Kebodohan! Anda tidak akan bisa memecahkan masalahnya. Itu juga tidak akan memperbaiki hubungan Anda dengan orang tersebut. Anda menyakitinya. Dan itu tidak bijak. 

Amsal 20: 3 mengatakan, "Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak."

Ketika kita menggunakan cara yang tak sehat, tipu daya dan kepicikan dalam menjalin sebuah hubungan, bisa dipastikan hubungan itu tidak sehat. Itu sebuah hubungan yang menyakitkan, berbahaya, dan Anda tak akan mendapatkan satu pun manfaat dari hubungan Anda itu. Lebih parah lagi, itu akan menyebabkan Anda berperilaku yang berlawanan dengan diri Anda yang sebenarnya. Itulah yang akan terjadi jika Anda kekurangan hikmat. 

Ada banyak hal yang menimbulkan konflik, berikut ini beberapa diantaranya:
1. Membandingkan. Jangan pernah membanding-bandingkan istri Anda, suami Anda, anak-anak Anda, atasan Anda atau orang lain, karena semua orang itu unik. Membandingkan adalah kawan dari kemarahan.
2. Mengutuk. Ketika Anda mulai menyalahkan satu sama lain dalam sebuah hubungan, maka kemungkinan besar Anda akan mendapatkan kebalikan dari apa yang Anda harapkan. Itu tidak akan berhasil. Itu tindakan bodoh.
3. Mendendam. William James, psikolog terkenal berkata, "Hikmat adalah seni untuk mengetahui apa yang harus dilupakan." Ada beberapa hal yang perlu Anda maafkan dan lupakan. 

Alkitab mengatakan dalam Amsal 14:29, "Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan."
Pernahkah Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang bodoh karena kemarahan? Saat Anda marah, akal sehat Anda hilang. Saat Anda marah, Anda mengatakan dan melakukan hal-hal bodoh yang sebenarnya itu mengalahkan diri Anda sendiri.

Apakah Anda pernah memikirkan fakta bahwa hanya ada satu perbedaan huruf antara "(anger) amarah" dan "(danger) bahaya"? Saat Anda marah, Anda berada di wilayah yang berbahaya. Anda akan menyakiti orang lain - dan diri Anda sendiri - dengan kemarahan Anda sendiri.

Renungkan hal ini: 
Apa tipu daya yang pernah Anda gunakan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan dari suatu hubungan?
Apa akibat dari tipu daya itu terhadap hubungan Anda?
Apakah Anda percaya bahwa kemarahan adalah sebuah pilihan? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 137-139; I Korintus 13


Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa yang Akan Menjadi Kontribusi Anda?

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Apa yang akan menjadi kontribusi hidup Anda? Apakah Anda akan menggunakan talenta dan kemampuan yang diberikan Tuhan untuk menguntungkan diri Anda sendiri atau untuk orang lain?

Alkitab mengatakan, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah" (1 Petrus 4:10). 

Tuhan memanggil Anda untuk membuat perbedaan. Dia memanggil Anda untuk memberi kontribusi di dunia ini. Anda tidak ditempatkan di sini hanya untuk memenuhi Bumi, bekerja, pensiun, dan mati. Tuhan telah membentuk Anda secara unik agar Anda dapat memberikan kontribusi yang unik.

Tanyakan hal ini pada diri Anda sendiri, "Berdasarkan bagaimana Tuhan memanggil saya, apa kontribusi terbaik yang bisa saya beri? Bagaimana saya bisa membuat perbedaan?"

Satu contoh yang tepat dalam Alkitab tentang seseorang yang diberi kesempatan dalam hidupnya untuk memberi kontribusi adalah Orang Samaria Yang Murah Hati. Ada seorang pria yang diserang para penyamun dalam perjalanannya dari Yerusalem ke Yerikho. Mereka memukulinya, merampas semua uangnya, dan membiarkannya mati di pinggir jalan. Orang pertama yang datang melewatinya adalah seorang pemimpin agama (imam Yahudi). Tapi dia tergesa-gesa dan berkata, "Saya tidak punya waktu untuk membantu orang ini," dan dia terus berjalan.

Kemudian seorang pemimpin agama lain lewat. Dia berkata, "Saya punya urusan saya sendiri. Saya harus melakukan sesuatu dengan segera. Saya terlalu sibuk. Lagipula saya juga tak mau berhubungan dengan orang itu." Kemudian dia berjalan melewati orang yang terluka itu.

Orang ketiga pun datang, dan sebenarnya dia punya banyak alasan masuk akal untuk tidak menolong orang tersebut. Orang itu adalah orang Samaria (Orang Samaria dan orang Yahudi saling membenci). Tetapi dia berhenti untuk menolong pria malang itu. Dia membawa orang asing itu naik ke keledainya, membawanya ke penginapan terdekat, dan memberitahu si pemilik, "Berilah dia makan, kenakan dia pakaian, rawatlah dia hingga ia pulih, dan aku akan kembali untuk membayar semua biayanya."

Kapan terakhir kali Anda melakukan hal itu untuk orang asing? Jarang? Atau mungkin tidak pernah? Mengapa? Anda tidak mengambil kesempatan itu, sementara orang ini mengambilnya. Orang Samaria ini memiliki kelebihan waktu; Dia mulai perjalanannya cukup awal sehingga dia bisa berhenti di sepanjang jalan untuk membantu seseorang yang membutuhkan bantuan. Dia memiliki kelebihan uang sehingga mampu memberikan uangnya. Dia memiliki kelebihan energi. Dia sedang tidak stres, dan oleh karena itu ia bisa mengambil kesempatan itu untuk membantu. 

Tuhan menciptakan Anda untuk memberi kontribusi. Apa kelebihan dan kemampuan unik yang Tuhan berikan kepada Anda? Bagaimana Anda bisa menggunakannya untuk memberkati orang lain?

Renungkan hal ini:
Dengan cara-cara apa Anda bisa membangun kelebihan atau kelonggaran (waktu, uang, tenaga) dalam hidup Anda, sehingga Anda bisa fokus pada orang lain dan bukan pada diri Anda sendiri?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 135-136; I Korintus 12


Jadilah alat Tuhan sebagai penyalur berkat bagi sesama. Kepercayaan, talenta dan berkat yang Anda miliki bukan Tuhan berikan untuk Anda nikmati sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apakah Anda Berpusat Pada Diri Anda atau Pada Tuhan?

Filipi 4: 6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Apa yang akan menjadi pusat hidup Anda? 

Dengan kata lain, untuk siapa atau untuk apa Anda hidup? Ada banyak pilihan. Anda bisa memilih untuk memusatkan hidup Anda di seputar karir, olahraga, hobi, mencari uang, atau bersenang-senang.

Tidak ada yang salah dengan hal-hal ini. Semua itu sah-sah saja, tapi itu semua adalah pusat yang buruk atas hidup Anda. Anda butuh sesuatu yang bisa dijadikan pusat kehidupan Anda yang sama sekali tidak akan berubah, yang tidak akan pernah bisa direnggut dari Anda. Sebab jika pusat Anda bisa berubah, maka Anda akan menjadi tidak aman. Anda akan selalu merasa tertekan. Anda butuh sesuatu yang tidak akan berubah dan yang memberi Anda jaminan keamanan.

Salah satu cara mengetahui apakah Yesus menjadi pusat kehidupan Anda ialah kekhawatiran Anda berkurang. Setiap kali Anda mulai cemas, itu harusnya memberi Anda lampu merah, tanda peringatan yang berbunyi, "Saya selama ini mengizinkan seseorang atau sesuatu menjadi pusat kehidupan saya, dan bukan Tuhan." Apabila Anda membolehkan seseorang menjadi pusat kehidupan Anda, maka Anda akan merasa tertekan sebab Anda tahu bahwa orang tersebut dapat meninggalkan hidup Anda kapan saja, atau meninggal atau sakit.

Hanya ada satu yang bisa Anda jadikan pusat kehidupan Anda yang tidak akan pernah berubah dan yang cukup kuat untuk menopang Anda selama menjalani kehidupan: Yesus Kristus.

Apakah Anda ingat bertahun-tahun lalu ada satu permainan bernama Super Balls (bola kecil terbuat dari karet)? Jika Anda memantulkannya ke tanah, bola itu akan melambung setinggi 9 atau 12 meter. Mengapa? Karena inti dari bola ini padat dan rapat. Itulah yang memberinya kemampuan untuk melambung tinggi. 

Bila pusat inti Anda kuat di dalam Tuhan, Anda memiliki kemampuan untuk melambung tinggi. Anda mampu bangkit kembali dari stres dengan lebih cepat. Anda mampu bangkit kembali dari masalah lebih cepat. Anda bangkit kembali dari kesedihan lebih cepat. Anda bangkit kembali dari krisis lebih cepat. Anda memiliki sesuatu yang solid dalam hidup Anda yang tidak akan berubah, sehingga itu membuat kekhawatiran Anda berkurang. 

Alkitab mengatakan dalam Filipi 4: 6-7, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Renungkan hal ini: 
Apa hal-hal yang paling penting untuk hidup Anda? Menilik dari pusat hidup Anda, apa yang bisa Anda katakan tentang prioritas-prioritas Anda?
Menurut Anda mengapa Anda mampu bangkit kembali lebih cepat dari kesengsaraan ketika hidup Anda berpusat pada Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 132-134; I Korintus 11:17-34


Jadikan Yesus menjadi pusat hidup Anda, maka Anda akan ditinggikan Tuhan 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jadikan Bakat dan Keterampilan Anda Berarti

1 Korintus 6: 20b "Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

Saat Anda mempersiapkan diri untuk digunakan oleh Tuhan, Dia tak hanya ingin melihat Anda menghabiskan waktu Anda untuk hal-hal yang paling penting. Dia juga ingin Anda menggunakan bakat Anda untuk fokus pada Surga.

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 6:20, "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

Ada kesalahpahaman besar mengenai Surga, bahkan bagi orang-orang Kristen sendiri. Beberapa orang berpikir bahwa ketika Anda sampai ke Surga, Anda hanya akan bersantai sambil makan cokelat, mengenakan jubah putih, bermain kecapi, dan melayang-layang di atas awan. Tapi sebenarnya tak ada satu pun dari hal tersebut ada di dalam Alkitab!

Jadi, apa yang akan Anda lakukan sesampainya Anda di Surga?

Tuhan memiliki rencana agar Anda melayani-Nya di Surga. Akan ada banyak hal yang harus dilakukan di Surga - hal-hal menyenangkan yang harus dilakukan untuk melayani Tuhan. Apa yang Dia lakukan saat ini adalah memberi Anda waktu di Bumi, untuk berlatih melayani-Nya di Surga kelak. Mengapa Tuhan memberi Anda sebuah tugas pelayanan di Surga jika Anda tidak melakukan apapun di dunia ini, Anda hanya hidup untuk diri sendiri? Jika Anda hanya duduk santai di bangku cadangan di sepanjang hidup Anda dan berkata, "Aku hidup untuk diriku sendiri," dan kemudian ketika Anda sampai di Surga, Anda berkata, "Baiklah, Tuhan, angkat aku dari bangku cadangan ini dan tempatkan aku di tim A. Izinkan aku untuk melayani-Mu sekarang," Tuhan akan berkata, "Lupakan saja. Kemampuan pelayanan apa yang sudah engkau asah selama engkau tinggal di Bumi? Kau tidak punya kemampuan melayani."

Anda tidak akan membawa serta uang Anda ke Surga. Anda tidak akan membawa barang-barang Anda ke Surga. Anda tidak akan membawa satu harta benda pun ke Surga.

Apa yang akan Anda bawa ke Surga? Hanya ada dua hal: karakter dan keterampilan Anda. Tuhan ingin Anda mengerti bahwa sekarang adalah kesempatan Anda untuk mempersiapkan diri menghadapi kenyataan. Sekarang adalah kesempatan Anda untuk mengembangkan keterampilan melayani Anda dan membangun karakter Anda untuk menjadi semakin seperti Yesus.

Apakah saat ini Anda melakukan sesuatu dengan menggunakan bakat Anda untuk melayani Tuhan? Atau apakah Anda menggunakan semua bakat Anda untuk diri Anda sendiri? Tuhan ingin Anda melayani-Nya dengan baik di Bumi ini dan untuk selamanya di Surga.


Renungkan hal ini:
Dalam hal apa Anda menggunakan keterampilan dan bakat Anda untuk melayani Tuhan? Dalam hal apa Anda menggunakan keterampilan dan bakat Anda untuk melayani diri Anda sendiri?
Apa artinya mengasah keterampilan melayani?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19


Talenta yang Tuhan berikan pada Anda bukan tanpa maksud, Anda harus mengembangkan dan menggunakannya hingga menjadi berkat bagi orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

0 Apa Artinya Memiliki Hubunga Dengan Tuhan

Yohanes 1: 12 "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;"

Kemarin kita berbicara mengenai betapa pentingnya mengetahui tujuan hidup Anda supaya Tuhan dapat menggunakan Anda saat Anda berada di Bumi. Lalu, jika hidup ini adalah persiapan menuju kekekalan Surga, bagaimana Anda akan melakukannya? Bagaimana Anda menggunakan hidup Anda di muka Bumi ini untuk mempersiapkannya?

Pertama, percayalah pada Yesus Kristus. 

Alkitab berkata, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1: 12). Perhatikan, tidak semua orang adalah anak-anak Allah - hanya orang-orang yang menerima Dia dalam kehidupan mereka. Allah ingin Anda menjalin hubungan dengan Dia dengan cara meletakkan iman Anda pada-Nya.

Anda menjalin hubungan dengan Tuhan sama seperti Anda membangun hubungan apapun dengan orang lain. Bila saya ingin menjalin hubungan dengan istri saya, apa yang perlu saya lakukan? Pertama, saya harus meluangkan waktu bersamanya. Saya harus memperlihatkan kepadanya bahwa saya bersedia mengenal dia lebih jauh dengan menyediakan waktu untuknya, dan menjadikan setiap momen bersamanya berarti. Anda tak akan bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang mana Anda berdua tak pernah menghabiskan waktu bersama. 

Ini sama seperti bagaimana Anda membangun hubungan dengan Tuhan. Anda mengosongkan waktu dalam jadwal harian Anda untuk Dia. Malah sebenarnya, Anda harus menjadikannya bagian pertama dan terpenting dari hari Anda melalui waktu teduh Anda setiap hari.Habiskan waktu Anda berdua dengan Tuhan, naikkan penyembahan, dan belajarlah dari-Nya. Intinya, Anda menghabiskan waktu secara rutin dengan Dia. 

Hal kedua yang harus Anda lakukan untuk menjalin suatu hubungan ialah dengan berbicara. Ada banyak cara untuk lebih serius dengan kehidupan doa Anda. Mungkin Anda perlu mulai membuat jurnal dengan mencatat permohonan serta doa-doa Anda yang telah dijawab. Anda bisa membuat semacam kartu doa bertuliskan ayat-ayat Alkitab dan meletakkannya di cermin kamar mandi Anda atau menempelkannya di atas meja kerja Anda, agar Anda bisa selalu diingatkan untuk memperkatakan Firman Tuhan. Atau, Anda juga bisa menetapkan waktu tertentu untuk berdoa bersama dengan keluarga Anda setiap hari. Apa pun yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan percakapan Anda dengan Tuhan, lakukanlah!

Ambil langkah pertama hari ini untuk bersiap-siap digunakan oleh Tuhan, dengan cara meluangkan waktu bersama-Nya dan berbicara dengan-Nya.

Renungkan hal ini: 
Apakah hubungan Anda dengan Tuhan ialah yang terpenting dalam hidup Anda? Apa buktinya dalam hidup Anda bahwa ini benar adanya?
Apa yang perlu Anda ubah dengan jadwal Anda sehingga Anda bisa lebih konsisten dengan waktu teduh Anda dengan Tuhan?
Pikirkan dua cara praktis yang bisa Anda pakai untuk meningkatkan atau memperbaiki percakapan Anda dengan Tuhan, dan mempraktikkannya hari ini. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 109-111; 1 Korintus 5


Anda tidak akan pernah menyesal menginvestasikan waktu, energi dan hidup Anda untuk mengenal Tuhan lebih lagi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pakai Hidup Anda Untuk Mempersiapkan Diri di Kekekalan

Efesus 1: 4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"

Jika Anda ingin siap digunakan oleh Tuhan, hal pertama yang harus Anda lakukan ialah memahami tujuan hidup Anda.

Alkitab menyebutkannya dengan sangat jelas dalam Efesus 1: 4-5: "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya," Tuhan menciptakan Anda untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya. Dia menciptakan Anda untuk memiliki hubungan dengan diri Anda sendiri. Dia menciptakan Anda untuk mencintai dan dicintai oleh diri Anda sendiri. Namun hanya ada satu cara untuk menjadi bagian dari keluarga Allah: iman kepada Yesus Kristus. Bila Anda menaruh iman dan percaya Anda kepada Yesus, maka Anda adalah bagian dari keluarga Allah. 

Tuhan bukan hanya mau Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya, tapi Ia juga ingin Anda menghabiskan seluruh hidup Anda di kekekalan Surga bersama Dia.

Efesus 1:10 mengatakan, "Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi." Tujuan Allah ialah agar terlebih dahulu menjadikan Anda sebagai bagian dari keluarga-Nya, agar Anda mengenal-Nya, dan agar kemudian Anda menghabiskan seluruh hidup Anda di kekekalan Surga dengan-Nya.

Sejarah tengah bergerak menuju klimaksnya. Suatu hari Tuhan akan membawa serta setiap orang yang menaruh iman percaya mereka kepada-Nya dan membawa mereka semua sekaligus untuk menghabiskan kekekalan dengan Dia di Surga.

Hidup ini adalah persiapan menuju kekekalan. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah "memberikan kekekalan dalam hati mereka (manusia)" (lihat Pengkhotbah 3: 11a). Itu artinya Anda diciptakan untuk hidup kekal selamanya. Anda diciptakan untuk bertahan selamanya. Anda akan hidup selamanya. Setiap manusia akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat ini: dengan Tuhan di Surga, atau terpisah dari Tuhan di Neraka.

Tuhan tak hanya menciptakan Anda selama 80 atau 90 tahun atau bahkan seusia manusia tertua di Bumi ini. Tuhan punya rencana jangka panjang buat hidup Anda. Lalu, apa gunanya kehidupan kita di muka bumi ini? Itu adalah persiapan untuk hidup di kekekalan. Itu berarti Tuhan lebih tertarik mempersiapkan Anda untuk hidup selamanya daripada hanya membuat Anda bahagia sesaat di Bumi ini, saat ini. Tentu saja Dia mengasihi Anda dan ingin Anda bahagia, namun Dia tidak akan membiarkan Anda tidak mempersiapkan diri. 

Hidup ini adalah sebuah gladi resik. Ini merupakan pemanasan untuk sebuah acara besar. Anda harus bersiap-siap untuk tinggal selamanya di Surga dengan cara mengenal Tuhan, dengan menjadi semakin serupa seperti Yesus, dan dengan mengizinkan Tuhan memakai Anda untuk menggenapi rancangan-Nya di Bumi ini. 

Renungkan hal ini: 
Apakah Anda sudah mengambil langkah untuk menjadi anggota keluarga Allah? Apa yang Anda pelajari tentang panggilan Anda semenjak menjadi orang beriman?
Dengan cara-cara apa Tuhan menggunakan waktu Anda di Bumi ini dalam mempersiapkan Anda untuk hidup selamanya di kekekalan Surga?
Apakah Anda mementingkan karakter Anda dibanding kebahagiaan Anda? Bagaimana respon Anda saat Tuhan memilih untuk membentuk karakter Anda melalui situasi sulit, ketimbang membuat Anda bahagia?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4


Ingat ! Hidup di bumi ini hanyalah sementara, tujuan akhir kita adalah hidup yang kekal dalam Surga bersama dengan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Membanding-bandingkan Adalah Akar Dari Iri Hati

Galatia 6: 4 "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." 

Membanding-bandingkan adalah akar dari semua iri hati. Jika Anda bisa berhenti membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain, maka Anda bisa menyingkirkan rasa iri dalam hidup Anda. 

Inilah masalahnya: Membandingkan adalah olahraga indoor favorit kita. Kita senang membandingkan segala hal. Kita senang membandingkan-bandingkan ukuran tubuh kita, bentuk wajah kita, warna kulit kita, bagaimana kita berbicara, kecerdasan kita. Kita senang membanding-bandingkan keluarga kita, anak-anak kita, pekerjaan kita, bakat kita, dan bahkan rumput di halaman rumah kita. 

Tuhan memperingatkan kita tentang betapa bodohnya kita jika membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain: "Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!" (2 Korintus 10:12). 

Anda akan selalu menemukan seseorang yang memiliki pekerjaan yang lebih baik daripada Anda, dan sebagai akibatnya, Anda akan menjadi amat cemburu atau sebaliknya Anda merasa memiliki pekerjaan yang lebih baik daripada orang tersebut dan Anda akan merasa bangga. Kesombongan atau rasa iri adalah buah dari membanding-bandingkan. Dan Tuhan mengatakan itu bodoh. Anda tidak boleh melakukannya. Anda unik. Tidak ada yang sama dengan Anda. Anda tak ada bandingannya. 

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6: 4, "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." Ketika Anda sampai di Surga, Tuhan tak akan berkata, "Mengapa engkau tidak seperti orang ini atau orang itu?" Tidak! Dia akan bertanya, "Mengapa engkau tidak seperti dirimu?" Anda tidak bisa fokus pada tujuan Anda saat Anda fokus pada orang lain. 

Ketika Anda sampai di Surga, Anda tidak akan dinilai berdasarkan bakat yang tidak Anda miliki. Anda tak akan dinilai berdasarkan kesempatan-kesempatan yang tidak Anda miliki. Anda akan dinilai dari bagaimana Anda hidup dan apa yang Anda lakukan dengan apa yang dianugerahkan kepada Anda. 

Tidak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Tuhan telah memanggil Anda untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa, apapun latar belakang, pengalaman, dan bakat yang Dia karuniakan kepada Anda. 

Renungkan hal ini: 
Ketimbang melihat-lihat orang lain untuk menakar nilai atau ekspektasi Anda, dari sudut pandang mana Anda perlu melihat mereka? 
Ketika seseorang yang Anda kenal mencapai kemenangan atau prestasi atau penghargaan, apakah Anda ikut bersukacita dengan orang itu? Mengapa atau mengapa tidak? 
Apa karunia dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada Anda? Bagaimana Anda menggunakannya untuk menjadikan itu sebagai versi terbaik dari diri Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17


Setiap kali Anda membanding-bandingkan, maka Anda akan jatuh pada kesombongan atau iri hati. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Cara Bagaimana Iri Hati Merusak Hidup Anda

Yakobus 3: 16 "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Hal nomor satu yang menghambat Anda dalam menggenapi rancangan dan misi Allah atas hidup Anda adalah dosa yang hampir tidak kentara. Itu bukan nafsu atau kesombongan atau kemarahan. Itu bukan kekhawatiran atau ketakutan atau keputusasaan. Sebenarnya, Anda mungkin tidak akan pernah memperhatikannya karena itu sangat tidak terlihat sehingga Anda tidak sadar dengan dampak buruknya terhadap kehidupan Anda.

Itu disebut iri hati.

Ketika Anda iri dengan orang lain, Anda begitu terpaku pada apa yang tidak Anda miliki dan yang bukan diri Anda sendiri dan itu menyebabkan Anda melewatkan rencana Tuhan sepenuhnya untuk hidup Anda.
Anda perlu memahami bagaimana iri hati merusak hidup Anda agar Anda dapat menyingkirkannya dari hidup Anda.

Iri hati membuat Anda menyangkal keunikan Anda. Mazmur 139: 13-16 mengatakan, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." Iri hati membutakan Anda sehingga Anda tak bisa melihat bakat dan keunikan diri Anda sendiri. Namun, Tuhan tidak membuat Anda menjadi seperti orang lain. Tuhan membuat Anda menjadi diri Anda sendiri.

Iri hati membagi perhatian Anda. Anda tak bisa melaksanakan tujuan Tuhan dan fokus pada orang lain sekaligus. Kesetiaan Anda terbagi-bagi, dan kemudian Anda tidak menyelesaikan satu pun misi Tuhan dalam hidup Anda. Yesus berkata dalam Matius 6:24, "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Iri hati membuang waktu dan energi Anda. Pengkhotbah 4: 4-8 mengatakan, "Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri. Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan."

Iri hati menuntun Anda kepada dosa-dosa lainnya. Iri hati dapat menghancurkan segala sesuatu dan semua orang di sekitar Anda. Alkitab mengatakan, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" (Yakobus 3: 16). Inti dari segala masalah berasal dari hati. Iri adalah masalah hati. Setiap kali Anda iri, Anda telah membuat ibadah Anda keluar jalur, sebab iri adalah satu bentuk penyembahan. Biasanya orang berkata, "Saya ingin itu. Saya mau itu. Saya suka itu. Hidup saya untuk mengejar itu." Itulah yang disebut penyembahan. Dan apabila apa yang Anda sembah bukanlah Allah, maka itu dinamakan berhala. Jika Anda mau menghilangkan rasa iri, maka Anda harus bertanya, "Apa yang saya sembah? Apakah saya menyembah Tuhan serta anugerah-Nya dalam hidup saya? Atau apakah saya menyembah apa yang saya inginkan dari orang lain? "

Renungkan hal ini:
Dalam hal-hal sepele apa Anda telah membiarkan rasa iri Anda menyelinap ke dalam hati Anda? Apa akibatnya yang lebih besar?
Apa yang bisa Anda akui tentang diri Anda sendiri yang akan membantu Anda mencegah rasa iri yang membutakan mata Anda untuk melihat talenta Anda?
Bagaimana persepsi Anda tentang iri hati berubah ketika Anda menganggapnya sebagai bentuk penyembahan berhala?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16


Mengucap syukur adalah lawan dari iri hati
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ini Yang Tuhan Rasakan Tentang Anda

Efesus 1: 4 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."

Waktu ketiga anak saya masih kecil, saya biasa menyelinap ke kamar mereka di malam hari, duduk di samping tempat tidur mereka dan memperhatikan mereka tidur. Rasanya amat menyenangkan! Saya melihat dada mereka turun naik saat bernafas. Saya mendapat sukacita besar melihat mereka tidur nyenyak karena saya adalah ayah mereka. Mereka lahir atas buah kasih sayang saya pada mereka. 

Begitulah yang dirasakan Bapa Surgawi kita terhadap Anda. Tuhan memperhatikan Anda dan Dia mengasihi Anda, sebab Dia yang menciptakan Anda. 

Alkitab mengatakan, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya" (Efesus 1: 4). Bahkan sebelum Tuhan menciptakan alam semesta ini, Dia memikirkan Anda. Alkitab mengatakan bahwa seluruh alam semesta diciptakan sedemikian rupa agar Tuhan dapat menciptakan umat manusia, sehingga Dia dapat mengasihi kita. Kita adalah fokus dari kasih-Nya, tidak seperti makhluk lainnya - tidak seperti binatang atau malaikat atau bintang, atau hal apapun. Kita diciptakan untuk dikasihi oleh Tuhan.

Jika Anda telah memahami kebenaran mendalam yang saya sampaikan kepada Anda dan Anda menyimpannya ke dalam jiwa Anda, maka Anda tidak akan pernah lagi merasa khawatir dan rendah diri. Sebab ketika Anda mengerti bahwa Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini agar Dia dapat memberi tempat tinggal untuk manusia, agar Dia dapat menciptakan Anda dan mengasihi Anda, dan agar pada akhirnya kasih-Nya itu akan mengangkat semua kekhawatiran Anda. Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda.

Dalam Hosea 6: 6 Tuhan berfirman, "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran" (Hosea 6: 6). Itulah tujuan pertama dari kehidupan. Hal terpenting yang bisa Anda ketahui adalah Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Dan hal terpenting yang bisa Anda lakukan dalam hidup ini adalah mengenal dan mengasihi-Nya kembali. Itulah tujuan nomor satu hidup ini. 

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami tragedi dimana mereka hilang arah tujuan dalam hidup mereka. Mereka tahu segala hal - harga saham, skor olahraga, siapa yang ada di sampul majalah People - tapi mereka tidak kenal Tuhan.

Anda mungkin tahu tentang Tuhan, tapi apakah Anda mengenal-Nya secara pribadi? Apakah Anda memiliki sebuah hubungan persahabatan, hubungan yang penuh cinta kasih dengan Tuhan? Itulah langkah pertama yang perlu Anda ambil hari ini.

Renungkan hal ini:
Bagaimana Anda bisa memberi lebih banyak kasih Anda kepada Tuhan?
Apa yang perlu Anda lakukan agar Anda dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 66-67; Roma 7


Anda sangat berharga bagi Tuhan. Sadarkah Anda bahwa Anda sangat dikasihi-Nya ? 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang Bijak itu Bertanya dan Mendengarkan

Amsal 20: 5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."

Jika Anda ingin menjadi bijak, Anda harus belajar bagaimana mengajukan pertanyaan yang bijak. 

Amsal 20: 5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."Dengan kata lain, setiap orang punya sesuatu yang bisa Anda petik. Ini ibaratnya menimba air di sumur yang dalam.

Bagaimana Anda bisa menarik hikmat dari setiap orang? Dengan belajar mengajukan pertanyaan yang cerdas.

Seiring perjalanan saya keliling dunia, saya sering mengajukan pertanyaan kepada banyak orang, dari supir taksi sampai perdana menteri. dan perdana menteri, dan mereka berdua mengajarkan saya sebuah pelajaran. Anda bisa belajar dari siapa saja jika Anda tahu apa pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan!

Salah satu hal yang telah saya pelajari adalah saya tidak akan bisa mempelajari apapun saat saya berbicara. Jika mulut saya berbicara, artinya saya tidak belajar. Anda tidak belajar apapun ketika Anda berbicara. Anda belajar saat Anda mendengarkan. Jadi Anda harus belajar untuk mendengarkan.
Saya telah melakukan banyak wawancara selama bertahun-tahun, dan saya perhatikan acara wawancara di TV telah berubah. Yang menjadi daya tarik utamanya bukanlah si bintang tamu, melainkan si pewawancara. Yang menjadi tugas si pembawa acara ini adalah agar seluruh perhatian tertuju padanya.

Saya merindukan acara talk show Larry King yang dulu. Saya tidak selalu setuju dengan opini Larry King, tapi saya suka bagaimana dia mengajukan pertanyaan dan kemudian membiarkan si bintang tamu berbicara. Pada saat itu dia menyadari bahwa penonton tidak akan mendengarkan Larry King. Mereka menyetel TV untuk mendengarkan para bintang tamu yang menarik semua tamu yang menarik dan yang bisa mengajarkan mereka sesuatu.
Larry King pernah mengatakan bahwa dalam sebuah wawancara, jika si pembawa acara berbicara 50 persen dari keseluruhan acara, maka ada sesuatu yang sangat salah. Si pembawa acara sebaiknya mendengarkan apa yang paling banyak dan sedikit bicaranya. Pembawa acara talk show yang bagus harus membuat pertanyaannya dan kemudian hanya mendengarkan.

Anda bisa belajar dari siapa saja, tapi Anda harus bersedia mengajukan pertanyaan dan kemudian mendengarkannya. Itu tanda orang bijak.

Renungkan hal ini: 
Cobalah menghabiskan sepanjang hari Anda untuk fokus mendengarkan daripada berbicara. Apa bedanya?
Apa yang coba Anda sampaikan kepada seseorang saat Anda mengajukan pertanyaan dan fokus mendengarkan jawaban mereka?
Apa contoh-contoh pertanyaan yang bijak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 60-62; Roma 5


Untuk menjadi bijak, diperlukan kerendahan hati untuk diam dan mendengarkan serta merenungkan pengaruh positif di sekitar Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Komitmen Anda Membentuk Hidup Anda

2 Petrus 3:11 "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup."

Anda tak perlu memahami semua dampak dari keputusan Anda ketika memilih untuk ikut Yesus. Anda hanya perlu menanggapi undangan-Nya dan membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Komitmen Anda membentuk hidup Anda lebih dari apapun. Komitmen yang Anda ambil salah satunya bisa membangun Anda atau malah menghancurkan Anda; yang manapun itu akan menentukan siapa Anda.

Komitmenlah yang kebanyakan orang tidak lakukan dalam mewujudkan rancangan Tuhan atas hidup mereka. Banyak yang takut berkomitmen dan akibatnya hanyut dalam arus kehidupan. Yang lain membuat komitmen yang setengah hati dan itu menyebabkan frustrasi yang menjadikan mereka orang Kristen yang biasa-biasa saja. Yang lainnya membuat komitmen penuh untuk mengejar tujuan duniawi, seperti menjadi kaya atau terkenal, dan pada akhirnya mereka hanya jadi kecewa dan kepahitan.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang kekal, maka Anda harus memilih dengan bijak: "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup" (2 Petrus 3:11).

Memiliki karakter yang seperti Kristus dimulai dari membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Renungkan hal ini:
Melihat dari komitmen Anda, apa pendapat orang lain tentang Anda?
Apa yang menghalangi Anda untuk melakukan hal-hal yang akan membantu Anda untuk mengembangkan karakter yang seperti Kristus?
Bagaimana urgensi dalam 2 Petrus 3:11 mempengaruhi cara Anda dalam membuat komitmen-komitmen Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25


Akan menjadi seperti apa hidup Anda nantinya, ditentukan oleh komitmen Anda sekarang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More