• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Godaan adalah Pertarungan antara Sekarang dan Nanti

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Kita jarang mengevaluasi nilai-nilai yang kita pegang atau mempertanyakan persepsi kita sampai kita berhadapan dengan kesukaran. Saat kita merasakan rasa sakit yang mendalam, barulah kita mulai memeriksa apa yang mendasari kehidupan kita; entah itu harta, perasaan yang baik, atau penampilan kita, secara naluriah kita tidak pernah puas. 

Itulah mengapa amat penting untuk bertanya pada diri kita sendiri - sebelum kita tenggelam dalam kepedihan- apa yang akan kekal abadi selamanya?

Budaya kita mendorong kita untuk melakukan hal yang sebaliknya. Masyarakat kita lebih menghargai apa yang terjadi di sini, hari ini. Hari esok tidak penting. Tahun depan tidak penting. Seribu tahun dari sekarang tidak penting. Kekekalan dan Surga tidaklah penting. Masyarakat kita cenderung hanya hidup untuk hari ini.

Tetapi Alkitab mengatakan sesuatu yang berbeda dalam 1 Yohanes 2:17: "Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."

Renungkan apa yang terjadi saat kita tergoda. Godaan bukan hanya pertarungan antara yang baik dan yang jahat, atau apa yang terbaik dan yang tidak terbaik.

Godaan adalah selalu tentang pertempuran antara sekarang atau nanti. Apakah nanti aku akan melakukan apa yang Tuhan firmankan dan menikmati manfaatnya di kemudian hari, atau akankah aku melakukan apa yang aku inginkan dan menikmati manfaatnya sekarang?

Alkitab mengajarkan kita untuk "memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18).

Renungkan hal ini: 
- Apa yang membuat kita sulit menjaga perspektif jangka panjang, perspektif surgawi kita saat kita dihadapkan pada godaan?
- Keputusan-keputusan apa yang menurut Anda paling sulit diambil ketika Anda berpegang pada kekekalan surgawi?
- Bagaimana Anda dapat membantu orang lain untuk memikirkan konsekuensi jangka panjang pada saat mereka membuat keputusan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:1-6; Wahyu 3


Perkara yang tidak kelihatan, jauh lebih penting nilainya dibandingkan perkara yang terlihat oleh mata jasmani kita. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Rencana Tuhan untuk Anda Dimulai Sebelum Anda Dilahirkan

Yeremia 1:5a "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,"

Bila Anda ingin menjalankan hidup yang bertujuan dan berarti, maksimalkan kuasa yang telah Tuhan karuniakan atas Anda. Carilah cara untuk lebih melakukan apa yang harus Anda lakukan dan lebih sedikit melakukan hal yang tidak boleh Anda lakukan.

Satu alasannya adalah karena Tuhan menciptakan Anda dengan unik, dan Ia membentuk Anda untuk sebuah tujuan. Alkitab mengatakan, "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau," (Yeremia 1:5a).

Apa pun yang terjadi, Anda dapat bersandar pada kebenaran bahwa Tuhan telah menguduskan Anda. Dia menciptakan Anda untuk menggenapi rencana-rencana-Nya itu. Rencana-rencana Tuhan atas hidup Anda tidak dimulai di saat Anda dilahirkan. Rencana-rencana Tuhan dimulai sebelum Anda dilahirkan, sebelum Anda dibentuk di dalam rahim ibu.

Tetapi inilah bagian terbaiknya. Cara Tuhan membentuk Anda menyatakan bagaimana Dia ingin memakai Anda. Dengan kata lain, bila Anda ingin tahu apa yang harus Anda lakukan dengan hidup Anda, maka Anda harus melihat dengan seksama dan dengan mendalam bagaimana Tuhan membentuk Anda.

Bentuk Anda- karunia roh, hati, bakat, kepribadian, dan pengalaman yang diberikan Tuhan pada Anda- mengungkapkan tujuan-Nya atas hidup Anda. Sisihkan waktu Anda untuk mencari tahu tujuan Anda, sesuai dengan bagaimana Tuhan membentuk Anda. 


Renungkan hal ini:
- Pikirkan sesuatu yang mampu Anda lakukan dengan cakap dan bagaimana Tuhan membentuk Anda.
- Pelajaran apa yang bisa Anda tarik tentang bagaimana Tuhan ingin menggunakan Anda untuk pekerjaan-Nya?
- Hal-hal apa yang menyulitkan Anda dalam mengetahui cara Tuhan membentuk Anda? Mintalah Tuhan untuk memberi Anda penegasan akan hal ini, dan mintalah beberapa teman untuk berbagi tentang apa yang mereka lihat di dalam diri Anda - kepingan-kepingan petunjuk yang dapat mengungkapkan bagaimana Tuhan membentuk Anda.
- Apa pendapat Anda akan kebenaran bahwa Tuhan telah terlebih dahulu memiliki tujuan atas Anda sebelum menempatkan Anda di rahim ibu Anda? Bagaimana itu bisa mengubah cara Anda menjalankan hidup?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 2; Wahyu 2


Sadarilah, Anda dibentuk dengan misi khusus dari Tuhan. Anda adalah milik kesayangan, ciptaan yang spesial di mata Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Apakah Tuhan Hutang Penjelasan pada Kita?

Ratapan 3: 4-6, 8 "Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya. Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan. Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku."

Kita semua mengalami saat dimana hidup kita terasa runtuh. Kita kehilangan pekerjaan kita. Hubungan kita dengan seseorang hancur. Orang yang kita sayang meninggal. Kesehatan kita memburuk.

Di masa-masa itu, kita tergoda untuk berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Tapi percayalah, Dia tidak akan pernah sekalipun meninggalkan kita. 

Itulah yang dirasakan Nabi Yeremia saat ia menulis buku Ratapan. Bangsanya, Yehuda, pada saat itu sedang mengalami masalah ekonomi dan diteror oleh musuh-musuh dari bangsa asing. Dia menyaksikan penghinaan luar biasa yang dilakukan terhadap bangsanya. Orang-orang tak bisa mendapatkan pekerjaan dan kelaparan sampai mati.

Lalu dari mana Yeremia mulai? Dia menumpahkan semua yang ia rasakan kepada Allah. Dalam Ratapan 3: 4-6, 8, Yeremia berkata: "Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya. Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan. Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku."

Apakah mengejutkan Anda bahwa kata-kata ini ada di dalam Alkitab? Yeremia juga merasa bahwa saat itu Allah telah melupakannya. Tapi Yeremia tidak mengabaikan apa yang dia rasakan. Dia tidak mempermanis situasi yang terjadi. Dia mengatakan kepada Allah apa yang ada di dalam hatinya. Bahkan, Yeremia menulis lima bab untuk menuangkan apa yang dipikirkannya tentang keadaan bangsanya saat itu. Dia mengatakan kepada Allah, "Ini memuakkan." 

Mengapa Tuhan menempatkan bab yang berisi keluhan kepada-Nya ini di dalam Alkitab? Tuhan ingin Anda tahu bahwa Dia bisa mengatasi kemarahan Anda, keluhan Anda, dan kesedihan Anda. Yeremia menghabiskan seluruh kitab ini dengan mengeluarkan isi hatinya kepada Tuhan. Jika Tuhan saja dapat melenyapkan rasa sakit Yeremia, apalagi rasa sakit Anda!

Jika Anda memendam rasa sakit Anda, Anda justru hanya akan melukai diri sendiri. Anda akan diperbudak oleh kepedihan Anda!
Oleh sebab itu, serahkan beban Anda kepada Tuhan.

Waktu anak-anak saya masih kecil, mereka sering sekali ngambek. Tapi amukan mereka tidak pernah membuat kasih sayang saya berkurang. Mereka tidak membuat saya meragukan keputusan saya untuk menjadi seorang ayah. Mereka tidak membuat saya merasa tidak seperti seorang ayah.

Justru rengekan dan amarah mereka mengingatkan saya bahwa anak-anak saya belum dewasa. Mereka tidak tahu apa yang saya tahu.

Kasih Tuhan tidak berkurang atas Anda saat Anda merengek atau protes kepada-Nya. Dia tidak berutang satu penjelasan apapun kepada Anda, tapi Dia tidak pernah takut dengan apa yang akan Anda katakan kepada-Nya.
Maka katakan pada-Nya. Ini akan menjadi awal penyembuhan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa yang terjadi dalam hidup Anda sehingga Anda takut untuk berbicara soal hal ini dengan Tuhan?
- Mengapa sulit untuk jujur kepada Tuhan tentang pergumulan kita?
- Cobalah menulis surat kepada Tuhan tentang pergumulan Anda. Mungkin akan lebih mudah untuk Anda mengatakanya kepada Tuhan dengan cara menuliskannya.



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 1; Wahyu 1


Jangan pernah mempertanyakan maksud Tuhan, apa yang Dia lakukan selalu benar dan mempunyai maksud baik untuk Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Perubahan Membutuhkan Waktu

Efesus 4:24 "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Ketika Tuhan ingin menyingkirkan semua kekurangan dalam hidup Anda, Dia tidak menjentikkan jari-Nya lalu segalanya terjadi seketika. Dia melakukannya secara bertahap. Ketika Tuhan ingin membuat jamur, Dia membutuhkan waktu enam jam. Tapi ketika Tuhan ingin membuat pohon ek, Dia membutuhkan waktu 60 tahun. 

Apakah Anda ingin menjadi jamur atau pohon ek?

Roh Kudus akan membuat perubahan dalam hidup Anda jauh melampaui apapun yang Anda kira, tapi itu tidak akan terjadi dalam waktu semalam. Doa saya untuk Anda adalah karya Roh Kudus dan Firman Allah, dan dengan dukungan dari kelompok doa Anda, Anda akan menjadi lebih dewasa, lebih seperti Kristus, dan jauh lebih serius di dalam mewujudkan satu tahun, lima tahun, dan 10 tahun dari hari ini. 

Doa saya adalah agar Anda akan lebih kuat secara emosional, fisik, spiritual, psikologis, dan secara finansial - namun Anda harus benar-benar niat akan hal itu. Alkitab berkata, "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya" (Efesus 4:24).

Inilah bagaimana kita menjadi lebih seperti Yesus. Rasul Paulus berkata, "Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Korintus 3: 18b).

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin membuat perubahan dalam diri Anda dari waktu ke waktu dan bukan hanya tidak langsung?
- Bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup Anda? Bagaimana Anda melihat Dia bekerja dalam hidup Anda?
- Peran apa yang dimainkan kelompok doa dalam pertumbuhan spiritual seseorang?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 2; II Yohanes


Percayalah pada proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Tak Bisa Mengubah Semunya Sendiri

Efesus 4:25 "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota." 

Perubahan yang kekal abadi membutuhkan komunitas yang jujur dan otentik. Anda membutuhkan orang-orang dalam hidup Anda yang bisa mengatakan yang sebenar-benarnya di dalam kasih. Ada beberapa hal dalam hidup Anda yang tak akan pernah bisa Anda ubah tanpa bantuan orang lain.

Anda mungkin sangat malu dengan masalah tertentu dalam hidup Anda sehingga Anda tidak mau membicarakannya dengan siapa pun. Tapi seberapa berhasil strategi itu? Seandainya Anda bisa mengubah hidup Anda sendiri, Anda pasti sudah melakukannya. Tapi, Anda tidak bisa!

Anda harus berhenti berbohong pada diri sendiri. Anda harus berada dalam komunitas yang otentik dan jujur. Itulah sebabnya mengapa kelompok doa itu sangat penting. Tapi Anda membutuhkan lebih dari sekedar kelompok kecil. Anda butuh satu orang dalam kelompok itu yang bisa benar-benar terbuka dan jujur. Anda tak perlu membuka diri terhadap semua orang, tapi Anda perlu membuka diri terhadap seseorang di dalam kelimpok itu. 

Tuhan memanggil kita sedemikian rupa sehingga kita saling membutuhkan, tapi itu artinya kita tak bisa menyingkirkan kebiasaan dan kegagalan buruk kita sendiri. Anda tak bisa melakukannya sendiri karena Tuhan membuat Anda membutuhkan orang lain.
Alkitab berkata, "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota" (Efesus 4:25). Jika Anda orang beriman, Anda adalah anggota Tubuh Kristus. Anda milik orang percaya lainnya. Anda tidak diciptakan untuk menjalani kehidupan Kristen sendirian. Anda tak bisa melakukannya.

Jika Anda serius mengubah kekurangan terdalam dan tergelap dalam hidup Anda, maka Anda harus mengatasi rasa takut untuk jujur. Kita membuang banyak energi untuk menutupi dosa, luka, kegagalan, dan kecacatan kita. Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk menutup-nutupi apa yang salah dalam hidup Anda, maka Anda akan memiliki lebih banyak energi untuk apa yang benar dalam hidup Anda.

Hambatan terbesar kita untuk kekudusan adalah keinginan kita untuk terlihat baik di mata orang lain. Begitu kita bisa melupakannya, kita bebas dari rintangan besar yang ada di antara kita dan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki.

Apakah Anda ingin membuat perubahan dalam hidup Anda? Terbukalah kepada seseorang dan jujur tentang kegagalan Anda.

Renungkan hal ini: 
Siapakah orang-orang dalam hidup Anda dimana kepada mereka Anda bisa bersikap transparan dan jujur untuk mendiskusikan pergumulan Anda?

Apa yang kita pelajari tentang Yesus Kristus saat kita berada dalam komunitas yang jujur dan otentik dengan orang percaya lainnya?

Bagaimana komunitas semacam ini dipandang oleh dunia? 

"Hambatan terbesar kita untuk memiliki kekudusan adalah keinginan kita untuk terlihat baik oleh orang lain." Apakah Anda bergumul dengan hal ini? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 1; I Yohanes 4-5


Jika Anda ingin berubah, Anda memerlukan orang lain untuk membantu Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Salib Kristus Membuktikan bahwa Anda Berharga

1 Petrus 2: 4 "Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah."

Tuhan tidak hanya berkata bahwa Anda diterima, Ia juga berkata bahwa Anda berharga! 

Menurut Anda seberapakah berharganya diri Anda? Saya tidak berbicara tentang kekayaan Anda; Saya berbicara tentang harga/nilai diri Anda. Jangan pernah menyalahartikan barang berharga Anda dengan nilai Anda sebagai pribadi. Mungkin Anda kaya atau miskin, tapi itu tidak ada hubungannya dengan nilai Anda sebagai individu.

Dua hal menentukan nilai dalam kehidupan:
1. Nilai/harga adalah apa yang seseorang rela bayar untuk mendapatkan sesuatu
2. Nilai bergantung dari siapa pemilik Anda.

Berdasarkan dua hal ini, bagaimana dengan nilai Anda? Tanyakanlah kepada diri sendiri, "Siapa yang pemilikku? Apa hal yang telah dibayarkan untukku?" Alkitab mengatakan, "Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar" (1 Korintus 7: 23).

Anda adalah milik Allah, dan Yesus telah menebus Anda dengan nyawanya. Salib Kristus membuktikan nilai diri Anda.

Tidak ada yang pernah membayar tebusan lebih besar dibanding yang dibayarkan Allah untuk Anda. Dia menerima Anda, dan Anda berharga. 

Petrus menggunakan perumpamaan membangun sebuah bangunan untuk menggambarkan nilai kita. Tuhan membangun bangunan batu untuk mewakili Gereja, keluarga Allah, dan Anda adalah salah satu dari batu itu. "Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah" (1 Petrus 2: 4a). Yesus adalah batu yang hidup. Dia sempurna, tapi beberapa orang masih saja menolaknya. Beberapa dari Anda mungkin berpikir, "Jika saya bisa menjadi sempurna, maka saya akan diterima oleh Tuhan." Tidak! Yesus itu sempurna, meskipun ada banyak orang yang menolaknya. Namun Ia "dipilih dan dihormat di hadirat Allah."

Allah sedang membangun Gereja-Nya (jemaat); bukan kuil atau bangunan gereja. Dia hidup dalam di dalam manusia, dan Anda merupakan rumah spiritual-Nya. Petrus mengatakan bahwa Anda adalah batu hidup. Bila Anda memberikan hidup Anda kepada Kristus, maka Anda akan menjadi sebuah bangunan yang kokoh yang sesuai dengan rancangan besar Allah.

Renungkan hari ini:
- Setelah memahami nilai seorang Kristen di mata Tuhan, bagaimana itu mengubah cara Anda memperlakukan diri Anda sendiri dan orang percaya lainnya?
- Apa bukti dalam hidup Anda bahwa Anda telah mengerti tentang kemerdekaan yang asalnya dari tebusan Yesus Kristus di kayu salib?
- Begitu Anda berhenti mencoba untuk mendapatkan pengakuan dari Tuhan atau orang lain, bagaimana Anda menyalurkan energi itu untuk membagikan kebenaran pada orang lain tentang bagaimana Tuhan menerima semua orang? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 2; II Petrus 1-3


Anda adalah milik Allah dan Yesus telah menebus Anda dengan nyawanya. Salib Kristus membuktikan nilai diri Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tunggu dan Lihatlah Bagaimana Tuhan Menegaskan Iman Anda

Yohanes 14:26 "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Saya ingat waktu kecil saya punya beberapa buku matematika dengan kunci jawaban di belakangnya. Saya bisa saja mengerjakan soal-soal, lalu mencocokkan jawaban saya dengan kunci jawaban di lembaran belakang. Tapi saya malah sebaliknya! Yang saya lakukan adalah membuka kunci jawaban, melihat jawaban yang benar, kemudian baru saya mencoba mencari tahu bagaimana mengerjakan soal itu. 

Di satu sisi, ini mirip dengan cara kerja doa. Tuhan telah memberi kita sebuah janji yang akan Dia jawab. Karena Anda tahu Dia akan menjawabnya, maka Anda seharusnya kembali dan menunggu sampai waktu-Nya tiba. Katakanlah, "Terima kasih, Tuhan! Saya belum mendapatkan jawaban doa saya, tapi saya percaya itu akan datang, karena itulah janji-Mu kepada saya. Engkau telah memberikan saya sebuah rhema (nubuat). Engkau telah berbicara kepada hati saya, dan saya tahu doa saya akan terjadi, sesuai dengan waktu-Mu"

Setelah Anda membuat komitmen itu dan mengambil langkah iman, seringkali Tuhan akan mengirimkan konfirmasi-konfirmasi kecil di masa penantian Anda. 

Ketika kami pindah ke California, Kay dan saya berdoa agar Tuhan menunjukkan ke mana kami harus pergi untuk memulai sebuah gereja baru. Setelah beberapa tahun, kami benar-benar merasakan Tuhan berfirman kepada kami dalam sebuah rhema: Pergilah ke Saddleback Valley. Ada damai sejahtera sejati di hati kami akan hal itu, dan kami merasa percaya diri. Setelah kami mengambil keputusan untuk pindah, kami mengalami berbagai macam konfirmasi.

Pada saat itu saya menulis surat kepada pria yang bertanggung jawab mengkoordinasi gereja-gereja di daerah itu untuk mengabari dia bahwa saya akan datang. Pada saat yang sama, ternyata dia juga mengirim sebuah surat pada saya, meminta saya untuk datang.

Ketika sampai di sini, kami tidak kenal siapa pun. Namun hanya dalam tiga jam setelah kami tiba, kami bertemu dengan seorang pria yang menjadi anggota gereja pertama kami. 

Kami tidak bergantung pada rhema atau konfirmasi dari Tuhan. Tetapi kami senantiasa memegang janji-Nya, mengambil langkah iman, dan percaya pada kasih karunia-Nya yang penuh kasih itu untuk memberikan kami afirmasi atau penegasan hingga akhir. 

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda, apa yang Tuhan ingin Anda pelajari ketika Anda menunggu Dia untuk menjawab doa Anda?
- Bagaimana Tuhan menegaskan Anda selama masa-masa penantian dalam hidup Anda?
- Apa janji-janji lain dalam Firman Tuhan yang bisa Anda klaim selagi Anda menunggu Dia menjawab doa?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 3; I Petrus 1-3


Dalam percaya sepenuh pada Tuhan, tidak ada sedikit pun kebimbangan atas janjiNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ambil Langkah Iman - di dalam Waktu Tuhan

2 Timotius 1: 7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Ketika Tuhan memberi sebuah pemikiran - rhema (Firman yang diberikan untuk pribadi/ nubuat)- Dia memberikannya dalam tiga bagian:

Pertama, Tuhan mengatakan apa yang akan Dia lakukan, lalu Dia mengatakan bagaimana Dia akan melakukannya dan kemudian Dia memberitahu Anda waktu-Nya. 

Kesalahan terbesar yang dilakukan orang yaitu memahami bagian pertama tapi melupakan yang dua lainnya. Kita menerima nubuat dari Tuhan, pergi, dan mencoba melaksanakannya seolah-olah Tuhan tidak memperhatikan bagaimana cara kita mengerjakannya. Kita mencoba melakukannya dengan cara kita sendiri, dan yang biasanya terjadi kita gagal berkeping-keping. Kita tidak tahu waktu-Nya, jadi kita mencoba melaksanakannya terburu-buru.

Bagaimana Anda tahu bahwa itu adalah waktu Tuhan? Ketika Tuhan mulai merangkai semua kepingannya. Namun Anda harus menunggu datangnya waktu itu! Lalu saat Dia berkata, "Pergilah," barulah Anda bertindak. Pada saat itulah, Anda harus mengambil langkah iman.

Mungkin mengambil langkah iman tampak mustahil buat Anda hari ini karena Anda tengah menghadapi masalah besar. Mungkin Anda harus membuat keputusan-keputusan sulit. Pada tahun 1975, saya mengalami masalah kesehatan yang serius dimana mengharuskan saya pergi ke ahli bedah jantung dan ahli bedah saraf. Saya takut, putus asa, dan depresi. Suatu pagi, ada seseorang yang tak saya kenal memanggil saya dan berkata, "Saya tidak kenal Anda, tapi saya tahu Anda tengah mengalami beberapa penyakit. Saya memanggil Anda karena saya benar-benar merasa sepertinya Tuhan ingin saya berbagi ayat ini kepada Anda. Melalui orang itu, Tuhan memberi saya sebuah rhema dan mengingatkan saya bagaimana Tuhan bekerja di dalam saya selama ini. 

Ayat itu adalah 2 Timotius 1: 7, dan yang juga ayat yang Anda butuhkan saat ini. Inilah janji Tuhan untuk saya dan Anda: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Tuhan ingin berkaya melalui hidup kita di sepanjang hidup kita – disebut logos (Firman Tuhan). Namun Dia juga ingin bekerja dalam hidup Anda melalui rhema. Apakah Tuhan masih melakukan mujizat hari ini? Ya, tentu saja. Tetapi Dia melakukannya di dalam waktu-Nya, sesuai dengan kehendak-Nya yang penuh kuasa. 
Renungkan hal ini: 
- Pikirkan suatu waktu ketika Tuhan memberi Anda sebuah rhema - sebuah kehendak atau perintah untuk melakukan sesuatu. Apa reaksi anda? Apa yang Anda lakukan selanjutnya?
- Mengapa sulit bagi Anda untuk menunggu waktu Tuhan?
- Masalah besar apa yang Anda hadapi saat ini yang mencegah Anda untuk bergerak maju dalam iman? Berdoalah, dan minta Tuhan untuk memberi Anda kekuatan untuk percaya pada kuasa-Nya, sehingga Anda dapat mengambil langkah iman.


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 2; Yakobus 3-5


Percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja di dalam hidup Anda, peganglah janji-Nya dan melangkahlah maju dengan kuasa-Nya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Kita Berdoa "Jadilah Kehendak-Mu" ?

Matius 6: 10 "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."

Kita dikatakan menyembah Allah ketika kita memberikan hidup kita setiap kali kita berdoa. Yesus mengajarkan bahwa ketika kita berdoa, kita harus berkomitmen untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Allah punya kehendak yang spesifik bagi kehidupan Anda. Alkitab mengatakan dalam Roma 12:2 bahwa kehendak-Nya adalah baik dan sempurna, dan itu tepat untuk Anda. Bangunlah hubungan dengan Tuhan, katakan, "Tuhan, apa kehendak-Mu untukku hari ini? Aku ingin melakukan kehendak-Mu. "

Di Surga, kehendak Allah terjadi dengan sempurna. Tetapi masalah yang terjadi di Bumi ialah kehendak Allah tidak selalu terjadi. Itulah sebabnya kita harus berdoa, "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." Katakan, "Tuhan, aku ingin tunduk kepada-Mu. Aku ingin melakukan apa yang Engkau mau aku lakukan."

Anda bisa jadi berdoa mengucapkan "Jadilah kehendak-Mu" dengan tiga cara berbeda. Anda mengatakannya dengan kebencian: "Jadilah kehendak-Mu, meski aku akan membencinya." Anda bisa mengatakannya dengan kepasrahan: "Jadilah kehendak-Mu, karena aku sudah tak kuat lagi." Atau, Anda bisa mengucapkannya dengan pengharapan: "Jadilah kehendak-Mu, karena aku tahu itu adalah yang terbaik, dan itulah yang kuinginkan untuk hidupku hari ini!"

Waktu saya kecil, kami menonton acara TV yang begitu populer saat itu, namanya "Father Knows Best" (Ayah Tahu yang Terbaik). Ayah duniawi Anda mungkin tak selalu tahu apa yang terbaik, tapi Anda bisa yakin dan percaya bahwa Bapa kita di sorga tahu yang terbaik untuk Anda. Itulah alasan mengapa kita harus mengucap, "Biarlah kehendak-Mu yang jadi."

Ucapkanlah doa ini: "Tuhan, aku tahu kehendak-Mu atas hidupku lebih baik dari apa pun yang aku impi-impikan. Aku ingin memberikan hidupku. Aku ingin kehendak-Mu terjadi dalam hidupku."

Renungkan hal ini:
Apa artinya berdoa di dalam pengharapan?
Bagaimana caranya agar Anda bisa mengetahui kehendak Allah?
Apakah Anda percaya bahwa Allah peduli dengan impian dan cita-cita Anda? Mengapa iya, dan mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2


Kehendak Tuhan lah yang terjadi atas setiap doa dan permohonan Anda. Teruslah berdoa dalam kehendak-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Kita Meminta Terlalu Sedikit, dan Kita Menginginkan Terlalu Cepat

Efesus 3:20 "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Jika kita ingin Tuhan menjawab doa kita, kita bukan hanya harus rela Tuhan menjawab kapanpun yang menurut Dia adalah waktu terbaik, tapi juga bagaimanapun cara yang menurut Dia adalah yang terbaik.

Cara Tuhan selalu lebih baik dan lebih besar dan lebih tinggi.

Apa yang mungkin saja terjadi dalam kisah Zakharia dan Elisabet seandainya Allah menjawab doa permohonan mereka untuk mendapatkan keturunan dengan segera? Tentunya mereka akan mendapatkan bayi kecil yang lucu yang mereka cintai dan sayangi. Tetapi Allah menunda menjawab doa permintaan mereka itu setelah beberapa tahun lamanya. Kemudian Allah menjawabnya dengan mengaruniakan mereka Yohanes Pembaptis- sepupu Yesus Kristus- dimana satu-satunya nabi yang melihat nubuat-nubuat tentang Yesus digenapi dan yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias.

Masalah kita ada dua: Kita meminta terlalu kecil dan sedikit, dan kita menginginkan terlalu cepat. Efesus 3:20 mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita," Pikirkan hal terbesar dan terhebat yang ada dalam imajinasi Anda, ketahuilah Allah bisa melakukan yang lebih besar dari itu.

Saya percaya ayat ini, dan saya mencoba mengklaimnya kepada Tuhan. Saya membayangkan hal terhebat yang bisa saya doakan dan berpikir, "Ini benar-benar akan membuat Tuhan terkesan." Saya dengan tekun mendoakannya dan menunggu momen "Wow!" itu dari Tuhan. Tapi sebaliknya, saya mendapat jawaban, "Nak, tidakkah kau bisa meminta yang lebih besar dari itu? Dimana kreativitasmu? Dimana imajinasimu? Aku bisa menganugerahkan itu kepadamu dengan sangat mudah! Mengapa engkau tidak mempercayakan-Ku untuk sesuatu yang jauh melebihi yang bisa kau bayangkan?"

Jika seandainya Tuhan menjawab doa-doa saya tepat pada saat itu juga, maka saya akan langsung puas. Tetapi ketahuilah, Jawaban Tuhan itu jauh lebih besar dari apa yang saya minta. Saya bersyukur bahwa Tuhan belum menjawab semua doa saya. Sebab kalau tidak, segalanya akan kacau!

Ketika Kay dan saya menikah, kami mendapatkan sebuah kartu ucapan pernikahan yang bertuliskan, "Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan mereka kepada-Nya."

Renungkan hal ini: 
- Pikirkan sesuatu yang sedang Anda doakan akhir-akhir ini. Bagaimana Anda akan mendoakannya secara berbeda setelah Anda mengerti kebenaran bahwa cara Tuhan itu selalu lebih baik dan lebih besar dan lebih tinggi?
- Jelaskan satu masa ketika Tuhan memberikan jawaban atas doa Anda yang melebihi apapun yang Anda minta atau yang bisa Anda bayangkan.
- Bagaimana Anda bisa menunjukkan bahwa Anda menginginkan yang terbaik dari Tuhan, bukan kehendak Anda sendiri?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13


Marilah kita belajar untuk membiarkan Tuhan menjawab doa-doa kita menurut waktu-Nya dan dengan cara-Nya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kasih Tuhan Itu Amat Dalam

Mazmur 18:16 "Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir."

Ada masa-masa dimana kita semua berpikir, "Saya akan jatuh untuk yang terakhir kalinya! Saya akan tenggelam! "Tapi betapapun dalamnya Anda terperosok, kasih Tuhan lebih dalam daripada masalah Anda.

Corrie ten Boom dan Betsy ten Boom adalah orang Kristen yang tinggal di Belanda selama Perang Dunia ke-II. Mereka menyembunyikan orang-orang Yahudi di dalam rumah mereka dari tentara Nazi. Tapi ketika tempat persembunyian mereka ditemukan, bukan hanya orang Yahudi itu yang dibawa ke kamp konsentrasi, tapi Corrie dan Betsy juga ikut ditangkap dan mereka melewati hari-hari mereka di sana hingga perang usai.

Setelah menyaksikan begitu banyak kekejaman di sana, Corrie berkata kepada Betsy, "Tempat ini adalah lubang neraka!" Tapi jawab Betsy, "Tidak ada lubang yang sedalam kasih Tuhan."

Dalam beberapa bulan terakhir ini, Anda mungkin tengah berada di titik terendah finansial Anda dan berpikir, "Saya pasti akan bangkrut!" Atau, mungkin Anda tengah berada di titik terendah dalam hal emosi, pernikahan, atau mungkin kesehatan Anda. Anda merasa frustrasi dan yang hanya ada di pikiran Anda adalah, "Saya akan jatuh."

Dimana Tuhan saat Anda berada di titik terbawah kehidupan Anda? Dia ada di bawah sana bersama Anda. "Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal" (Ulangan 33: 27a).

Sandarkan diri Anda ke dalam pelukan kasih-Nya. Biarkan Dia mendekap dan menopang Anda ketika Anda tak punya tempat lagi untuk dituju. 

Renungkan hal ini:
- Kasih Tuhan itu amat dalam sehingga bisa mengatasi masalah apapun. Apa rasa sakit, luka atau masalah yang harus Anda serahkan ke dalam tangan pimpinan-Nya hari ini? 
- Bagaimana seharusnya sudut pandang Surgawi mengubah sikap Anda terhadap masalah setelah Anda mengetaui bahwa "di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal?"
- Apa artinya berserah penuh dan membiarkan Tuhan menopang Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11


Tidak ada yang dapat mengalahkan dalamnya kasih Tuhan untuk Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kita Mengasihi Karena Tuhan Mengasihi Kita

1 Yohanes 4:19 "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."

Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk melakukan dua hal ini di Bumi: untuk belajar mengasihi Tuhan dan untuk belajar mengasihi orang lain. Hidup adalah tentang kasih.

Namun kasih dimulai dengan Allah. Dia mengasihi kita terlebih dahulu, dan itu memberi kita kemampuan untuk mengasihi orang lain (1 Yohanes 4:19). Satu-satunya alasan Anda bisa mengasihi Tuhan atau orang lain ialah karena Allah lebih dulu mengasihi Anda. Dan Ia menunjukkan kasih-Nya itu dengan mengirimkan Yesus Kristus ke Bumi untuk mati buat Anda.Dia menunjukkan kasih-Nya dengan menciptakan Anda. Dia menunjukkan kasih-Nya dengan segala sesuatu yang Anda miliki dalam hidup. Itu semua adalah kasih anugerah dari Allah!

Untuk bisa mengasihi orang lain dan menjadi orang yang berkenan bagi Allah, pertama kita perlu memahami dan merasakan betapa Dia mengasihi kita. Kita jangan hanya membicarakan tentang kasih, membaca tentang kasih, atau mendiskusikan tentang kasih. Kita perlu mengalami kasih Tuhan.

Kita perlu sampai pada satu hari ketika kita pada akhirnya, sepenuhnya mengerti betapa Tuhan amat mengasihi kita dengan tulus dan tanpa syarat. Kita harus merasa aman di dalam kebenaran Firman bahwa kita tidak dapat membuat Tuhan berhenti mengasihi kita.

Begitu kita merasa aman di dalam kasih Tuhan yang tulus itu, maka kita akan mampu mengampuni dan memaklumi kesalahan orang lain. Kita tidak akan semarah sebelumnya. 

Renungkan hal ini:
- Siapa yang membutuhkan lebih banyak kesabaran Anda?
- Siapa yang membutuhkan lebih banyak waktu Anda?
- Siapa yang perlu Anda maafkan?
- Siapa yang membutuhkan pengampunan dan kasih Anda?

Apa yang akan Anda lakukan untuk memenuhi hal ini minggu ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Anda tidak mampu untuk mengasihi. Jika saat ini Anda dapat mengasihi orang lain, itu semua hanya oleh karena kemurahan dan kasih Tuhan yang mengalir melalui Anda sebagai alatNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Hidup Sebab Tuhan Ingin Mengasihi Anda

Efesus 1: 4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"

Beberapa waktu lalu, seorang pria datang ke kantor saya dan berkata, "Saya Kristen, tapi saya tidak merasa kehidupan rohani saya bertumbuh. Saya berjalan di tempat."

Saya berkata, "Menurut Anda, apa masalahnya?"

Katanya, "Sepertinya karena saya kurang mengasihi Tuhan."

Saya berkata, "Anda salah. Masalah Anda bukan karena Anda tidak mengasihi Tuhan. Tetapi, Anda tidak mengerti betapa Dia mengasihi Anda."

Kasih adalah respon dari dikasihi. Alkitab berkata, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19). Ketika Anda berkata, "Saya tidak mengasihi Tuhan," itu karena Anda tidak mengerti betapa Dia benar-benar mengasihi Anda.

Untuk memahami tujuan dan panggilan hidup Anda, Anda harus mulai dengan mengenal sifat Allah. Allah adalah kasih. Kasih adalah esensi dari sifat-Nya. Satu-satunya alasan ada cinta kasih di alam semesta ini ialah karena Tuhan. Semut dan siput tidak saling mengasihi, tetapi Anda diciptakan serupa dengan Allah sehingga Anda bisa mengasihi.

Alasan Anda ada yaitu karena Tuhan ingin mengasihi Anda. Tujuan pertama hidup Anda adalah untuk dikasihi Tuhan! Melayani, menaati, dan percaya pada-Nya memang juga penting, tapi tujuan pertama Anda dilahirkan ialah untuk mengasihi-Nya.

Ingatlah ini: Tugas pertama Anda bukanlah untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk dikasihi oleh Tuhan. "Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus" (Roma 1: 7).

Renungkan hal ini:
- Apa respon Anda terhadap kebenaran Firman bahwa panggilan pertama Anda adalah untuk menikmati hubungan dengan Tuhan?
- Renungkan hubungan Anda dengan Tuhan saat ini. Apakah hubungan Anda itu lebih tentang aturan, hukum, dan ritual keagamaan, ketimbang tentang kasih?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18


Tuhan tetap mengasihi Anda, saat Anda tidak layak untuk dikasihi, saat Anda tidak merasa dikasihi dan saat tidak ada seorang pun yang mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apa yang Harus Kulakukan Saat Duniaku Terasa Runtuh?

Ratapan 3: 19-26 "'Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.' Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 'TUHAN adalah bagianku,' kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."

Ketika dunia kita terasa runtuh, sangat mudah bagi kita untuk fokus pada rasa sakit, masalah, tekanan, dan penderitaan. Itu respon yang wajar. Tetapi respon yang sesuai dengan Alkitab ialah dengan mengubah fokus perhatian kita kepada Allah.

Meskipun Anda marah kepada Tuhan, Anda perlu mengingatkan diri Anda betapa Dia mengasihi Anda. Fokuslah pada kasih-Nya yang tulus. Ingatlah bahwa Anda tidak bisa membuat Tuhan berhenti mengasihi Anda. Anda bisa mengeluh, berteriak, dan menjerit kepada-Nya, tapi Dia akan tetap mengasihi Anda selamanya.

Anda bisa melihat bagaimana cara merespon kesukaran melalui kehidupan Yeremia di dalam Ratapan 3: 19-26. Yeremia pada awalnya hanya fokus pada penderitaannya: "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu." Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku" (ayat 19-20). Dia dikuasai oleh kehancuran yang ada di sekitarnya. Hal itu memenuhi pikirannya dan membuatnya kepahitan dan depresi.

Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, Anda harus mengubah pikiran Anda. Itulah yang dilakukan Yeremia. Kita melihat adanya perubahan mental di ayat-ayat berikutnya: "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya" (ayat 21-24).

Anda tidak akan tahu bahwa hanya Tuhanlah yang Anda butuhkan hingga Anda berada pada satu titik dimana hanya Tuhanlah yang satu-satunya yang Anda miliki. Dan memang hanya Dialah yang Anda butuhkan, karena Dia akan senantiasa memelihara Anda. 

Kita membuat kesalahan bodoh saat kita mulai meragukan kasih Tuhan. Kita mulai berpikir, "Saya lebih tahu dari Tuhan. Karena itu saya memutuskan untuk melakukan semuanya dengan cara saya sendiri ketimbang mengikuti cara Tuhan." Atau, kita juga sering berpikir bahwa Tuhan itu adalah perusak kesenangan manusia, Ia senang membuat hidup kita sengsara.

Kita perlu mengubah pemikiran kita itu. Kita perlu ingat, "Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia" (Ratapan 3: 31-33).

Tuhan menyayangi Anda. Dia bukan orang tua yang susah sekali disenangkan hatinya. Dia bukan orang tua yang tidak sempurna yang penuh dengan kelemahan, kesalahan, kekacauan. Dia adalah Tuhan – Tuhan yang kekal, yang Maha Tau, Tuhan yang sempurna yang menciptakan Anda untuk mengasihi Anda dan yang tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa janji dan kebenaran Firman yang bisa Anda pegang tentang perasaan Tuhan atas Anda?
- Menurut Anda mengapa Tuhan mengizinkan kita mengalami rasa kehilangan dan luka? Apakah penderitaan kita itu akan mengubah sifat Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:12-13 ; Ibrani 9


Saat Anda merasa kehilangan segalanya, berhentilah untuk fokus pada apa yang hilang; mulailah untuk fokus pada apa yang masih Anda miliki: Tuhan dan kasih-Nya atas Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Abaikan Prilaku Orang-orang yang Membuat Anda Frustasi

Amsal 12:16 "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh."

Kita semua memiliki orang-orang dalam hidup kita yang membuat frustasi. Saya menyebut mereka EGR, singkatan dari Extra Grace Required (Yang Membutuhkan Kasih Ekstra). Tapi pernahkah Anda berpikir bahwa Tuhan menempatkan mereka ke dalam hidup Anda sebagai ampelas Surgawi. Mereka mungkin membuat kita kesal, tapi Tuhan memakai mereka untuk memperbaiki ketidaksempurnaan kita dan membentuk karakter kita.

Beberapa orang EGR melakukan gangguan-gangguan kecil. Contohnya, orang-orang yang mengemudikan mobilnya begitu lambat di jalur cepat. Lalu, ada lagi gangguan kecil yang lebih menyebalkan, misalnya, orang-orang yang duduk di kursi belakang mobil Anda dan sok mengajari Anda bagaimana caranya menyetir.

Orang-orang EGR lainnya adalah yang memang jahat. Contohnya, orang-orang yang tidak pernah mengucapkan "terima kasih." Mereka biasanya kasar dan negatif, menuntut, merendahkan, dan selalu tidak setuju dengan Anda. Anda tak akan pernah bisa membuat mereka senang, bagaimana pun Anda mencoba. Apa pun yang Anda lakukan tidak akan pernah cukup baik buat mereka.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan dengan orang-orang seperti itu? Bagaimana Anda bisa memperlihatkan belas kasih Anda kepada mereka sedangkan Anda sendiri lebih sering mengusir mereka dari kehidupan Anda?

Abaikan tingkah laku mereka. Ketika Anda berurusan dengan orang-orang yang ofensif dan menjengkelkan, Anda perlu mengabaikan perilaku mereka dan melihat luka di baliknya. Ketika orang menyakiti orang lain, itu karena mereka juga tersakiti di dalam. Orang yang tersakiti menyakiti orang lain. Mereka penuh dengan rasa takut dan kecemasan. Mereka mungkin memiliki masa lalu yang menyakitkan, atau sedang menghadapi tekanan yang tidak Anda tahu.

Anda perlu bertanya pada diri sendiri mengapa mereka bertindak seperti itu. Mengapa mereka bersikap kasar dengan Anda? Apakah mereka baru saja bertengkar dengan suami atau istri mereka hari ini? Apakah ada masalah dengan anak-anak mereka? Apakah mereka tengah menghadapi masalah keuangan? Apakah kesehatan mereka baik-baik saja? Apakah ada duri di kaki mereka sehingga mereka bersikap jahat kepada semua orang di sekeliling mereka?

Abaikanlah perilaku mereka dan lihatlah luka mereka, kemudian cobalah untuk mengerti.

Alkitab berkata, "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh" (Amsal 12:16). Mengapa orang bijak mengabaikan cemoohan? Karena mereka melihat apa yang ada di balik perilaku tersebut, yaitu luka dan sakit hati. 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda merespon orang-orang yang membutuhkan kasih ekstra di dalam hidup Anda?
- Apa yang sudah Anda pelajari ketika Anda mengabaikan perilaku seseorang?
- Bagaimana luka dan rasa sakit Anda sendiri mempengaruhi perilaku Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:1-11 ; Ibrani 8


Bila Anda memahami rasa sakit seseorang, maka itu akan membantu Anda untuk merespon dengan kasih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ambil Langkah Iman - di Dalam Waktu Tuhan

2 Timotius 1: 7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Ketika Tuhan memberi sebuah pemikiran - rhema (Firman yang diberikan untuk pribadi/ nubuat)- Dia memberikannya dalam tiga bagian:

Pertama, Tuhan mengatakan apa yang akan Dia lakukan, lalu Dia mengatakan bagaimana Dia akan melakukannya dan kemudian Dia memberitahu Anda waktu-Nya. 

Kesalahan terbesar yang dilakukan orang yaitu memahami bagian pertama tapi melupakan yang dua lainnya. Kita menerima nubuat dari Tuhan, pergi, dan mencoba melaksanakannya seolah-olah Tuhan tidak memperhatikan bagaimana cara kita mengerjakannya. Kita mencoba melakukannya dengan cara kita sendiri, dan yang biasanya terjadi kita gagal berkeping-keping. Kita tidak tahu waktu-Nya, jadi kita mencoba melaksanakannya terburu-buru.

Bagaimana Anda tahu bahwa itu adalah waktu Tuhan? Ketika Tuhan mulai merangkai semua kepingannya. Namun Anda harus menunggu datangnya waktu itu! Lalu saat Dia berkata, "Pergilah," barulah Anda bertindak. Pada saat itulah, Anda harus mengambil langkah iman.

Mungkin mengambil langkah iman tampak mustahil buat Anda hari ini karena Anda tengah menghadapi masalah besar. Mungkin Anda harus membuat keputusan-keputusan sulit. Pada tahun 1975, saya mengalami masalah kesehatan yang serius dimana mengharuskan saya pergi ke ahli bedah jantung dan ahli bedah saraf. Saya takut, putus asa, dan depresi. Suatu pagi, ada seseorang yang tak saya kenal memanggil saya dan berkata, "Saya tidak kenal Anda, tapi saya tahu Anda tengah mengalami beberapa penyakit. Saya memanggil Anda karena saya benar-benar merasa sepertinya Tuhan ingin saya berbagi ayat ini kepada Anda. Melalui orang itu, Tuhan memberi saya sebuah rhema dan mengingatkan saya bagaimana Tuhan bekerja di dalam saya selama ini. 

Ayat itu adalah 2 Timotius 1: 7, dan yang juga ayat yang Anda butuhkan saat ini. Inilah janji Tuhan untuk saya dan Anda: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Tuhan ingin berkaya melalui hidup kita di sepanjang hidup kita – disebut logos (Firman Tuhan). Namun Dia juga ingin bekerja dalam hidup Anda melalui rhema. Apakah Tuhan masih melakukan mujizat hari ini? Ya, tentu saja. Tetapi Dia melakukannya di dalam waktu-Nya, sesuai dengan kehendak-Nya yang penuh kuasa. 
Renungkan hal ini: 
- Pikirkan suatu waktu ketika Tuhan memberi Anda sebuah rhema - sebuah kehendak atau perintah untuk melakukan sesuatu. Apa reaksi anda? Apa yang Anda lakukan selanjutnya?
- Mengapa sulit bagi Anda untuk menunggu waktu Tuhan?
- Masalah besar apa yang Anda hadapi saat ini yang mencegah Anda untuk bergerak maju dalam iman? Berdoalah, dan minta Tuhan untuk memberi Anda kekuatan untuk percaya pada kuasa-Nya, sehingga Anda dapat mengambil langkah iman.


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 2; Yakobus 3-5


Percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja di dalam hidup Anda, peganglah janji-Nya dan melangkahlah maju dengan kuasa-Nya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pedulilah Terhadap Sesama Dengan Membantu Semaksimal Mungkin

Yesaya 58: 10-11 "Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan."

Memperlihatkan belas kasih dimulai dengan melihat kebutuhan orang lain, bersimpati dengan rasa sakit orang lain, dan membantu orang lain. Orang Samaria yang Baik hati memberi teladan akan hal ini ketika dia mengulurkan tangan untuk merawat orang yang terluka yang ia temui di jalan. Namun, ada langkah keempat yang juga penting yang ia lakukan dalam memperlihatkan belas kasih.

Anda harus membantu semaksimal mungkin.
Selalu ada biaya untuk kebaikan dan pengorbanan dalam pelayanan. Menunjukkan kemurahan hati biasanya membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, uang, atau bahkan reputasi Anda. Contohnya, orang Samaria yang baik hati itu membawa pria malang itu ke penginapan untuk dirawat. Orang Samaria ini kemungkinan besar harus menempuh perjalan jauh, sebab ia harus meletakkan pria itu di atas keledainya. Dia merawatnya sepanjang malam, dia menyediakan apa yang pria itu butuhkan, dan kemudian dia bahkan membayar tagihannya – semuanya dengan biaya pribadinya sendiri. Orang Samaria itu bersedia membantu, ia tidak meminta orang lain untuk membantu atau melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang. Dia melakukan apapun yang dia bisa untuk membantu. Dan apa yang ia dapatkan? Tidak ada. Dia hanya melakukannya atas dasar kasih. Dan itulah jenis pelayanan yang Tuhan mau kita semua lakukan.
Begitu pun dengan belas kasih. Ada harga yang harus dibayar dalam mengasihi orang lain. Anda akan menghabiskan banyak waktu, uang, atau bahkan merenggangkan hubungan Anda dengan orang lain. Belas kasih yang tanpa pengorbanan tidak memberi dampak yang besar. 

Namun, Tuhan berjanji bahwa ketika Anda membantu orang-orang yang terluka atau tersakiti dengan semaksimal mungkin, maka Dia akan memberkati Anda sebagai gantinya. Alkitab berkata, "Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan" (Yesaya 58: 10-11).

Dengan kata lain, seberapapun besar pengorbanan yang Anda berikan untuk membantu, itu akan tetap berharga bagi-Nya.

Anda bisa pegang janji-Nya itu. 

Renungkan hal ini: 
- Diskusikanlah tentang teladan seseorang yang telah menunjukkan belas kasihnya. Pengorbanan apa yang telah ia lakukan?
- Ketika Anda berencana untuk membantu seseorang, pengorbanan apa yang akan paling membebani Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:8-16 ; Ibrani 7:11-28


Perlakukan orang lain istimewa, seperti Tuhan memperlakukan Anda istimewa di mataNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Buka Telinga dan Bersimpatilah

2 Korintus 1: 4 "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."

Yesus memberi kita sebuah teladan luar biasa dalam menunjukkan belas kasih melalui perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati. Dari kisah ini kita setidaknya bisa menarik empat langkah untuk memperlihatkan belas kasih kita kepada orang lain. Dalam renungan kemarin kita belajar bahwa kita harus melihat kebutuhan orang lain.

Namun kita tak bisa berhenti di situ saja. Kita juga harus bersimpati terhadap rasa sakit orang lain. Alkitab mengatakan dalam Lukas 10:33 bahwa ketika orang Samaria melihat pria yang terluka itu, ia menaruh belas kasih kepadanya. 

Dibalik setiap kebutuhan, ada sebuah cerita. Dalam Perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati, imam itu melihat pria malang itu dan dengan jelas tahu apa yang ia butuhkan tapi tidak tahu mengapa ia bisa tergeletak di sana. Sang imam itu mungkin saja berasumsi bahwa pria itulah yang menyebabkan masalahnya sendiri, atau bahwa dia seharusnya tidak begitu ceroboh. Sang imam itu mungkin saja mengarang-arang cerita atau membuat alasan supaya tidak membantu pria malang itu karena dia tidak berhenti cukup lama untuk mencari tahu apa yang sebenarya terjadi. 

Namun Alkitab mengatakan dalam Galatia 6: 2, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Apa hukum kasih Kristus? Mengasihi Tuhan dan sesama manusia. 

Anda mungkin tak pernah memikirkan hal ini, namun Tuhan mengizinkan pergumulan terjadi dalam hidup Anda supaya Anda dapat bersimpati dan melayani orang-orang di sekitar Anda. Alkitab mengatakan, "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah" (2 Korintus 1: 4).

Pikirkanlah saat-saat sulit di dalam hidup Anda dimana Tuhan menghibur Anda. Kepada siapakah Anda dapat meneruskan berkat-Nya itu?

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda, bagaimana Tuhan bisa memakai pergumulan Anda untuk menolong orang lain?
- Apa artinya berbagi beban terhadap sesama?
- Mendengarkan kebutuhan orang lain adalah sebuah pelayanan. Bagaiamana Anda mempraktekkannya? Mengapa tindakan ini dianggap melawan arus budaya di zaman ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:1-7 ; Ibrani 7:1-10


Anda melihat rasa sakit dan kepedihan dengan mata Anda, namun Anda bersimpati dengan telinga Anda. Terkadang cara terbaik untuk melayani seseorang hanyalah dengan mendengarkan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

0 Buka Mata Terhadap Kebutuhan Orang-orang di Sekitar Kita

1 Korintus 10:24 "Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain."

Beberapa ayat dalam Alkitab memberi kita gambaran yang lebih lengkap tentang belas kasih jika dibandingkan dengan perumpamaan Yesus tentang Orang Samaria yang Baik. Dalam perumpamaan yang mudah diingat ini, kita bisa belajar empat hal spesifik mengenai cara kita menunjukkan belas kasih. 

Pertama, kita harus melihat apa yang dibutuhkan orang-orang disekitar kita. Belas kasih selalu dimulai dari mata. Anda harus melihat kebutuhan orang lain sebelum Anda dapat memenuhinya. Anda tak bisa peduli sampai Anda sadar. Alkitab mengatakan, "Dan ketika ia (orang Samaria) melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan" (Lukas 10: 33b).

Sama seperti orang Samaria yang Baik hati, ada orang-orang yang tengah terluka di sekitar Anda. Hanya saja, Anda tak melihat mereka. Mungkin mereka tidak sakit atau terluka secara fisik, tapi mereka dihajar oleh kehidupan ini. Mereka diremukkan oleh keadaan, sikap dan pendapat orang lain.

Mengapa kita tidak melihatnya? Jawabannya adalah karena kesibukan kita. Kita bergerak terlalu cepat. Menjalani kehidupan dengan tergesa-gesa selalu menjadi penyebab matinya kebaikan. Semakin sibuk Anda, semakin sulit Anda untuk mengasihi. Namun, untuk bisa menjadi peka dan melihat kebutuhan orang lain secara personal, Anda harus memperlambat langkah Anda. Luangkanlah waktu yang panjang untuk memperhatikan orang-orang di sekeliling hidup Anda. Berikan perhatian penuh Anda dengan penuh kepada seseorang. Berhentilah untuk berbicara dengan orang tersebut untuk kemudian benar-benar mendengarkan.

Bagaimana seharusnya kita merespon seseorang yang sedang sakit hatinya atau yang tengah membutuhkan bantuan? Alkitab berkata, "Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain" (1 Korintus 10:24).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana kesibukan mencegah Anda untuk menunjukkan belas kasih kepada orang lain?
- Bagaimana Anda bisa menciptakan lebih banyak "ruang untuk bertumbuh" dalam hidup Anda, sehingga Anda bisa berinvestasi di dalam kehidupan orang lain?
- Apa saja kebutuhan-kebutuhan orang lain yang Anda lihat di sekitar Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 3-4; Ibrani 6:9-20


Jangan mengunci hati nurani kita terhadap kesulitan orang lain.
Jika Tuhan sudah berbelas kasihan pada kita, maka selayaknya kita juga berbelas kasihan pada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Respons untuk Orang Yang Membutuhkan

1 Yohanes 3:18 "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

Mungkin kisah yang paling terkenal dalam Alkitab ialah tentang kebaikan tak terduga yang diunjukkan dalam Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati. Yesus menceritakan kisah ini untuk menunjukkan kepada kita bagaimana rasanya menngasihi orang-orang yang tengah menderta. Sangat wajar jika kita ada sedikit rasa bersalah saat membaca cerita ini. Kita semua pasti juga pasti pernah mengabaikan seseorang yang membutuhkan pertolongan kita. Memang, kebutuhan orang-orang di sekitar kita, bahkan di gereja atau kelompok doa kita begitu banyak, sehinggga itu membuat kita kewalahan dan tak berdaya. Dan kita mengajukan pertanyaan ini, "Apa yang seharusnya saya lakukan?"

Dalam renungan ini, kita akan menemukan tiga jawaban atas pertanyaan itu berdasarkan Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati.

Beberapa orang menjaga jarak (Lukas 10: 30-31). Imam yang hanya lewat dalam kisah ini adalah contohnya. Dia pada intinya ingin menghindari masalah. Dia bahkan tidak mau tahu apa yang sedang terjadi. Inilah yang saya sebut sebagai gaya hidup menghindari. Kita berkata pada diri sendiri, "Jangan terlalu dekat dengan orang lain, karena mungkin suatu hari kau harus membantu mereka. Tanganmu akan kotor." Itulah kesalahan imam ini: dia terlalu "kudus" untuk membantu. Dia tidak ingin diwarnai dengan barang-barang kehidupan. Ketika kita menjalani gaya hidup menghindari, kita hanya ingin menjaga agar semua hubungan kita dangkal, biasa-biasa saja. Jika kita berhasil menjaga jarak dengan semua orang, kita bisa berpura-pura tidak melihat rasa sakit dan apa yang mereka butuhkan. Jika kita tidak terlibat dengan mereka, kita bisa terhindar dari sakit hati dan rasa tidak nyaman.

Beberapa orang penasaran tapi tidak mau terlibat (Lukas 10:32). Orang Lewi, orang kedua yang melewati orang yang terluka itu, ia memperlihatkan respon ini. Alkitab mengatakan bahwa "ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan" (Lukas 10: 32b). Respon ini bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Respon pertama kita "melihat" masalah dari kejauhan dan berpura-pura tidak melihatnya. Sementara, respon ke dua, kita sadar ada yang membutuhkan bantuan kita dari rasa ingin tahu kita, tapi kita tidak melakukan apapun untuk membantu. Saat kita melakukan ini, kita hanya bisa berkata, "Maaf, saya sedang tidak bisa diganggu. Saya punya urusan yang lebih penting."

Beberapa orang datang mendekat karena peduli (Lukas 10: 33-37). Tentu saja, ini adalah Orang Samaria yang Baik Hati. Dia mau menyusahkan dirinya untuk membantu orang itu sembuh dengan menanggung semua biayanya sendiri. Alkitab mengatakan kepada kita, "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18). Belas kasih datang membantu, ketika yang lainnya hanya berlalu. Belas kasih tidak takut tangannya kotor. Dan Yesus memanggil semua murid-Nya untuk memiliki sikap seperti orang Samaria yang Baik Hati itu. 

Yesus dengan sengaja memilih seorang Samaria untuk menjadi pahlawan dalam cerita ini karena orang-orang Yahudi membenci orang Samaria. Belas kasih bukan hanya soal membantu orang yang Anda sukai atau membantu orang yang sama seperti Anda. Belas kasih adalah tentang membantu orang-orang, siapa pun mereka, seperti apa penampilan mereka, atau dari mana asal mereka. 

Renungkan hal ini: 
Menurut Anda mengapa menjalin hubungan yang dekat dengan seseorang berarti harus peduli dengan mereka? 
Bagaimana respon Anda terhadap tiga pernyataan berikut:
- Belas kasih adalah soal membantu orang-orang, tidak peduli siapapun mereka, seperti apa penampilan mereka, atau dari mana asal mereka.
- Belas kasih datang membantu, ketika yang lainnya hanya berlalu.
- Belas kasih tidak takut tangannya kotor.


Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 1-2; Ibrani 6:1-8


Kasih dibuktikan dengan perbuatan. Tidak ada kasih yang dipaksakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More