• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Empat Alasan Mengapa Anda Tak Perlu Khawatir

Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"

Kekhawatiran pada dasarnya adalah masalah kendali. Kekhawatiran mencoba mengendalikan yang tidak terkendali. Kita tidak bisa mengendalikan ekonomi kita, jadi kita mengkhawatirkannya. Kita tidak bisa mengendalikan anak-anak kita, jadi kita mengkhawatirkan mereka. Kita tidak dapat mengendalikan masa depan, jadi kita khawatir dengan masa depan kita. 

Yesus benar-benar memberikan empat alasan mengapa Anda tidak perlu khawatir, di dalam Khotbah-Nya di Bukit. 

1. Khawatir itu tidak masuk akal. Matius 6:25 mengatakan, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" 
Maksud Yesus adalah jika itu bukan sesuatu yang kekal selamanya, maka jangan cemas. Mengkhawatirkan sesuatu yang bisa Anda ubah itu bodoh. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa Anda ubah pun tidak ada gunanya. Oleh karena itu, tidak masuk akal untuk kita khawatir.

2. Khawatir itu tidak wajar. Yesus memberi kita ilustrasi akan hal ini dari alam dalam Matius 6:26: "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Hanya ada satu hal dari semua ciptaan Tuhan yang masih khawatir: manusia. Kita satu-satunya ciptaan Allah yang sering tidak percaya pada-Nya, dan Allah mengatakan itu tidak wajar. 

3. Khawatir itu tidak membantu. Itu tidak akan mengubah apa pun. Matius 6:27 mengatakan, "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" Kala Anda cemas dengan masalah, maka itu tak akan membawa Anda satu inci lebih dekat ke solusi permasalahannya. Itu bagaikan duduk di kursi goyang - banyak aktivitas, energi, dan gerak, tetapi tidak ada kemajuan. Kekhawatiran tidak akan mengubah apa pun, kecuali Anda sendiri. Itu membuat Anda sengsara!

4. Kekhawatiran itu tidak ada gunanya. Matius 6:30 mengatakan, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?" Jika Anda percaya kepada Allah, maka Anda tidak perlu lagi gelisah. Mengapa? Sebab Dia telah berjanji untuk menyediakan semua yang Anda butuhkan: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Apakah itu termasuk tagihan dan cicilan? Tentu saja. Apakah itu termasuk konflik relasional? Tentu saja. Apakah itu termasuk impian, tujuan serta ambisi Anda? Tentu saja. Apakah itu termasuk masalah kesehatan yang membuat Anda putus asa? Tentu saja. Allah akan memenuhi semua kebutuhan Anda melalui Kristus.

Jangan khawatir akan hal itu!

Renungkan hal ini: 
- Apa hal-hal yang kekal yang harus mulai Anda perhatikan?
- Pikirkan sesuatu yang selama ini Anda khawatirkan. Apa langkah tindakan yang bisa Anda ambil, ketimbang mengkhawatirkannya? 
- Menurut Anda, bagaimana doa membantu Anda agar tidak khawatir?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23


Menjadi khawatir tidak akan pernah menyelesaikan apa pun.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Langkah untuk Membantu Anda Berhenti Khawatir

1 Petrus 5: 7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Butuh lebih dari sekedar tekad untuk berhenti khawatir. Anda tentu tahu itu karena Anda pasti pernah mencobanya. Dalam pikiran Anda, "Saya tidak boleh khawatir akan hal ini," namun Anda terus-menerus mencemaskannya. 

Dibutuhkan lebih dari kemauan besar untuk berhenti khawatir, yaitu empat hal berikut:

1. Anda harus mengenal Tuhan.

Yesus berkata dalam Matius 6:32, "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu." Bila Anda tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, maka Anda akan punya berbagai alasan untuk cemas. Anda harus mengenal Tuhan! Sebagai orang percaya, Anda memiliki Bapa surgawi yang telah berjanji untuk merawat Anda. Anda adalah anak Tuhan, dan anak-anak pasti mendapatkan hak istimewa. Ketika Anda khawatir, Dia berkata, "Kau adalah anak-Ku. Mengapa kau bertindak seperti seorang yatim piatu?" 

2. Anda harus mengutamakan Tuhan di setiap sisi kehidupan Anda.

Matius 6: 31-33 mengatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Setiap kali Anda mengusir Tuhan keluar dari pusat kehidupan Anda, dan menggantikan-Nya dengan hal-hal lain, tidak peduli betapa bagusnya itu - Anda akan tetap khawatir.

3. Anda harus menjalani hari demi hari dengan sepenuhnya. 

Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34). Jika Anda khawatir akan hari esok, maka Anda tidak dapat menikmati hari ini. Anda kehilangan berkat hari ini. Tidak apa-apa berencana untuk besok, tetapi Anda harus hidup untuk hari ini. Juga, jika Anda selalu khawatir tentang esok, hari-hari ke depan akan terasa membebani. Tapi jangan cemas, Tuhan akan memberi Anda anugerah dan kekuatan yang Anda perlukan ketika Anda menjalani hari lepas hari. Saat ini, Anda hanya butuh kekuatan yang cukup untuk hari ini.

4. Anda harus percaya pada pemeliharaan Tuhan. 

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5: 7). Bagaimana melakukannya? Salah satu cara yaitu dengan menghafal janji-janji Allah di dalam Alkitab. Itu ibarat polis asuransi bagi orang percaya. Ketika Anda tahu Tuhan menjaga dan merawat Anda, maka Anda tak perlu mencemaskan ketakutan Anda. Cara lain yaitu dengan berdoa. Jika Anda berdoa sebanyak yang Anda khawatirkan, maka kekhawatiran Anda akan berkurang. 

Apa manfaatnya melakukan keempat langkah ini? Pikiran yang luar biasa damai : "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4: 7).

Berdoalah doa ini: "Bapa, kuakui bahwa aku sering lupa bahwa Engkau selalu menyertaiku. Aku sering lupa betapa baiknya Engkau. Maukah Engkau mengampuni kesalahanku ini? Aku harus mengenal-Mu lebih baik lagi. Aku harus mengenal Firman-Mu dan janji-Mu dengan lebih baik. Bantu aku untuk menempatkan-Mu di tempat pertama di setiap bidang kehidupanku. Bantu aku untuk menjalani hari lepas hari dengan tulus. Bantu aku untuk tidak khawatir akan hari esok dan untuk fokus pada apa yang sedang Kau kerjakan di dalamku sekarang. Aku mau percaya pada janji-Mu, janji untuk merawat semua kebutuhanku - dalam hal finansial, relasional, fisik, sosial, spiritual, dan emosional. Bantu aku untuk percaya pada-Mu lebih lagi, dan lebih sedikit khawatir. Aku berdoa dalam nama Yesus Kristus. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 22-24; Yohanes 8:28-59


Damai adalah hal yang paling dicari oleh manusia selama hidupnya. Apakah Anda mau melepaskan kekhawatiran Anda dan hidup dalam damai Allah?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Masalah Memaksa Kita untuk Bergantung pada Tuhan

Mazmur 40:17 "Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!"

Yesus memperingatkan kita bahwa kita akan memiliki masalah di dunia. Tidak ada yang luput dari rasa sakit atau bebas penderitaan, tidak ada seorangpun yang punya kehidupan yang mulus tanpa masalah. Kehidupan adalah serangkaian masalah. Setiap kali Anda menyelesaikan satu masalah, yang lainnya sedang menunggu untuk menggantikannya. 

Petrus meyakinkan kita bahwa masalah itu wajar adanya, katanya, "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu" (1 Petrus 4:12 ). Allah memakai masalah untuk mendekatkan diri Anda kepada-Nya. Alkitab berkata, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya" (Mazmur 34:18).

Pengalaman ibadah Anda yang paling dalam dan intim paling banyak didapatkan di hari-hari tergelap Anda - ketika hati Anda hancur, ketika Anda merasa ditinggalkan, ketika Anda kehabisan pilihan, ketika rasa sakit terasa hebatnya, dan ketika Anda berbalik kepada Tuhan. Di tengah-tengah masa penderitaanlah, kita belajar untuk menyerukan doa-doa kita yang paling tulus dan paling jujur kepada Tuhan. Di dalam kesesakan, kita tidak punya energi untuk doa-doa dangkal.

Joni Eareckson Tada mencatat, "Ketika hidup ini cerah, kita hanya memiliki hubungan yang dangkal dengan Allah, kita dengan mudah meniru, mengutip ayat Alkitab dan bebicara tentang Dia. Namun hanya dalam penderitaanlah kita benar-benar mengenal Yesus." Kita belajar tentang Allah di tengah penderitaan, yang mana tidak bisa kita pelajari di situasi lain.

Allah bisa saja mengeluarkan Yusuf dari penjara, membebaskan Daniel dari sarang singa, mencegah Yeremia dijebloskan ke dalam sumur tua, mencegah kapal Paulus karam tiga kali, dan mencegah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilempar masuk ke dalam perapian yang menyala-nyala, namun Dia tidak melakukannya. Allah membiarkan masalah-masalah itu terjadi, dan hasilnya, masing-masing dari orang-orang tersebut menjadi lebih dekat kepada Allah. 

Paulus bersaksi mengenai manfaat ini: "Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" (2 Korintus 1: 9). Anda tidak akan pernah tahu bahwa satu-satunya yang Anda butuhkan ialah Allah ketika hanya Allah semata yang Anda punya. 


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27


Persoalan memaksa kita untuk berpaling kepada Tuhan dan bergantung pada diri-Nya, ketimbang pada diri kita sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pertolongan 24 Jam dari Surga

Mazmur 50:15 "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." 

Tuhan ingin Anda meminta bantuan-Nya ketika Anda berada dalam kesulitan. Dia berkata, "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku" (Mazmur 50:15).

Saya menyebut ini sebagai doa "microwave" karena ini doa yang cepat dan langsung pada intinya, sama seperti "Tolong!" "SOS!" "Mayday!" Ketika godaan menyerang dan Anda tidak punya banyak waktu untuk melakukan percakapan panjang dengan Tuhan, maka berserulah kepada-Nya! Daud, Daniel, Petrus, Paulus, dan tak terhitung banyaknya orang menyerukan doa instan ini untuk meminta bantuan saat mengalami kesulitan. 

Alkitab menjamin bahwa jeritan minta tolong kita akan didengar, karena Yesus juga merasakan pergumulan kita. Dia juga telah menghadapi masalah yang sama seperti kita: "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Ibrani 4:15).

Saat ini Allah sedang menunggu untuk membantu kita, mengapa kita tidak sering datang kepada-Nya? Jujur saja, kadang kita tidak ingin dibantu! Pada saat itu, kita menganggap kita tahu apa yang terbaik buat kita, bahwa kita lebih berkualitas dibanding Tuhan. Di waktu-waktu tertentu, kita merasa malu untuk minta bantuan Tuhan. Tapi Alkitab berkata, "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibrani 4:16).

Kasih Tuhan itu kekal, dan kesabaran-Nya ada untuk selamanya. Mintalah bantuan-Nya dan lihat bagaimana Dia menolong Anda.

Renungkan hal ini: 
- Sat ini Tuhan sedang menunggu untuk membantu kita, marilah kita lebih sering datang kepada-Nya. 
- Bagaimana selama ini doa "microwave" membantu Anda melewati godaan yang sulit?
- Apakah Anda rasa mudah atau sulit untuk percaya bahwa Yesus mengerti semua kelemahan dan godaan yang menyerang Anda? Mengapa?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53


Anda punya Allah yang selalu peduli dan ada untuk Anda, kapan pun dan dimana pun Anda berada
Read more

0 Tuhan Bersukacita Atas Anda

Mazmur 40:17 "Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!"

Banyak orang takut mempercayakan hidup mereka kepada Yesus sebab mereka berpikir Dia akan membatasi mereka. Dia akan mengekang gaya hidup mereka dan membuat hidup mereka jadi lebih kecil dengan banyaknya aturan dan larangan.

Ketika Kristus datang ke dalam hidup Anda, yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih membuat hidup Anda lebih religius, Dia membuatnya jadi lebih hidup. Dia membuat Anda manusia seutuhnya dan memampukan Anda mengalami kehidupan yang sebagaimana dirancangkan oleh-Nya. Dia memperluas cakrawala Anda dan memberi Anda kemampuan untuk melihat hal-hal yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Anda mungkin menjalani kehidupan yang baik sekarang, tetapi Tuhan ingin menawarkan Anda kehidupan yang lebih baik.

Alkitab berkata, "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga" (Mazmur 18:19). Tuhan memperluas kesempatan-kesempatan untuk hidup Anda sebab Dia mengasihi Anda. Dia tidak hanya mengasihi Anda; Dia bersukacita atas Anda!

Saya menggambarkan ini dengan mengingat kembali saat anak-anak saya masih kecil. Mereka tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa agar saya mencintai mereka. Saya mencintai mereka dan menemukan kebahagiaan di dalam apapun yang mereka lakukan karena mereka adalah anak-anak saya, dan saya adalah ayah mereka.

Tuhan adalah Bapak surgawi Anda; Dia menciptakan Anda, Dia mengasihi Anda, dan Dia bersukacita atas Anda. Dia ingin menyelamatkan Anda dan memberi Anda kehidupan yang lebih baik dan yang lebih lengkap, yang sudah dirancangkan untuk Anda miliki.

Renungkan hal ini: 
- Ketakutan apa yang harus Anda hadapi sebelum memilih untuk ikut Yesus?
- Bagaimana selama ini kehidupan Anda menjadi "lebih hidup" ketika Anda semakin dekat dengan Yesus?
- Apa karya Tuhan yang sedang Dia kerjakan dalam hidup Anda saat ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27


Hambatan pertama dan terbesar untuk berubah di setiap area kehidupan Anda ialah kebanggaan diri. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Untuk Tahu Kemana Anda Harus Pergi, Evaluasi Dimana Anda Berada Saat Ini

Roma 12: 3b "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."

Faktanya, tidak ada seorang pun yang sempurna dan mampu mengatasi semuanya, termasuk saya dan Anda. Paus pun tidak mampu melakukannya juga. Alkitab mengatakan tidak ada yang sempurna di Bumi ini, kecuali Firman Tuhan. Segala sesuatu di planet ini telah rusak karena dosa.

Namun pada kenyataannya, kita berkeliling mencoba membuat orang terkesan dengan kita, dan berpura-pura seolah-olah kita mampu berubah di segala sisi kehidupan kita. Masalahnya adalah, jika Anda ingin memiliki perubahan yang langgeng di dalam hidup Anda, pertama-tama Anda harus dengan rendah hati menilai keadaan Anda saat ini dan mengakui bahwa Anda tidak mampu melakukannya. Anda harus mengakui bahwa Anda juga punya masalah dengan finansial Anda, dengan kesehatan Anda, atau di area mana pun saat ini Anda bergumul di dalamnya.

Roma 12: 3b mengatakan, "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."

Apakah Anda bersedia bertanya kepada orang-orang terdekat Anda, "Dalam hal apa saya harus berubah?" Apakah Anda punya keberanian untuk meminta orang lain untuk jujur mengatakan tentang Anda?

Mengapa itu sangat penting? Sebab Anda hanya dapat mengatur apa yang Anda ukur. Apabila Anda tidak tahu ukuran iman Anda, maka Anda tidak dapat bertumbuh di dalam iman Anda. Jika Anda tidak tahu di mana keadaan kesehatan Anda, maka Anda tidak dapat bertumbuh dan memperbaiki kesehatan Anda. Jika Anda tidak tahu di mana Anda berada saat ini di dalam keuangan Anda, maka Anda tidak dapat menetapkan tujuan keuangan Anda. Jika Anda tidak tahu di mana saat ini Anda berada dalam hal spiritual, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain, maka Anda tidak akan bisa bertumbuh di dalam area-area tersebut. Mengapa? Sebab Anda hanya dapat mengatur apa yang menurut ukuran Anda.

Juga penting untuk mencatat kemajuan Anda dalam mencapai gol apa pun di dalam hidup Anda. Jika Anda berencana untuk menetapkan beberapa gol dalam hal kesehatan, keuangan, atau apapun itu, catatlah kemajuan Anda sepanjang tahun, sehingga Anda dapat mengukur pertumbuhan Anda.
Kemudian, evaluasilah di mana Anda berada sehingga Anda bisa tahu ke mana Anda harus melangkah. 

Renungkan hal ini: 
- Siapa dalam hidup Anda yang dapat Anda ajak bicara secara terbuka dan jujur?
- Bidang apa saja dalam hidup Anda yang perlu Anda evaluasi, sehingga Anda dapat menetapkan sasaran yang lebih realistis untuk mendatangkan perubahan dalam hidup Anda?
- Apa saja cara yang dapat Anda pakai untuk melacak pertumbuhan dan kemajuan Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71


Hambatan pertama dan terbesar untuk berubah di setiap area kehidupan Anda ialah kebanggaan diri. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tujuan Pertama Anda ialah untuk Dikasihi oleh Allah

1 Yohanes 4:19 "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."

Seorang pria pernah datang ke kantor saya dan berkata, "Saya orang Kristen, tetapi saya merasa tidak ada pertumbuhan dalam kehidupan rohani saya. Saya merasa jalan di tempat."

Tanya saya, "Menurut Anda, apa masalahnya?"

Jawabnya, "Saya pikir masalah saya adalah saya kurang mengasihi Tuhan."

Saya berkata, "Itu bukan masalahnya. Masalah Anda bukanlah Anda kurang mengasihi Tuhan. Masalah Anda adalah Anda tidak mengerti betapa Tuhan mengasihi Anda. "

Kasih merupakan respon atas kasih. Alkitab mengatakan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19). Ketika Anda berkata, "Saya tidak mengasihi Tuhan," itu karena Anda tidak mengerti betapa Ia sangat mengasihi Anda. 

Untuk memahami tujuan dan panggilan hidup Anda, maka Anda harus mulai dengan sifat Allah. Allah adalah kasih. Kasih adalah esensi dari semua sifat-Nya. Satu-satunya alasan ada kasih di alam semesta ini adalah karena ada Tuhan. Semut dan siput saling benci, tetapi Anda diciptakan menurut gambar Allah, sehingga Anda dapat saling mengasihi. 

Alasan Anda hidup ialah karena Tuhan ingin mengasihi Anda. Tujuan pertama hidup Anda adalah untuk dikasihi oleh Tuhan! 

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya" (Efesus 1: 4-5).

Biarkan kebenaran ini meresap di dalam hati dan pikiran Anda: Tujuan pertama Anda adalah hanya untuk dikasihi oleh Allah.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda bisa hidup hanya untuk dikasihi oleh Allah? Apa artinya itu bagi Anda?
- Kapan Anda kesulitan untuk memahami atau menghargai betapa Allah mengasihi Anda?
- Mengapa dikasihi oleh Allah adalah tujuan pertama hidup Anda? Mengapa Tuhan menciptakan kita seperti itu?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44


Ya, penting untuk melayani, menaati, dan percaya pada Dia, tetapi tujuan terbesar Anda adalah untuk dikasihi oleh Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Hanya Berharap Akan Pergi ke Surga

1 Yohanes 5: 11-12 "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."

Jika Anda pergi ke mal hari ini dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka akan pergi ke Surga atau Neraka, Anda mungkin akan mendengar mereka berkata, "Saya harap saya masuk Surga."

Tetapi sekedar berharap saja tidak cukup. Saya berdoa itu bukan jawaban Anda. Tentu Anda tidak mau menjalani kehidupan yang ujungnya tidak pasti, bukan?

Hanya orang bodoh yang tidak mempersiapkan apa yang kita semua tahu tidak bisa dihindari: kematian. Statistik terbaru menunjukkan bahwa tingkat kematian di dunia ini adalah 100 persen!

Di planet ini, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada Anda satu menit kemudian, apalagi satu jam kemudian. Jangan tunda-tunda mengambil pilihan paling penting yang harus Anda buat.

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 5: 11-12, "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."

Ayat ini begitu jelas. Jika Anda memiliki Yesus, maka Anda memiliki hidup. Jika Anda tidak memiliki Yesus, maka Anda akan mati. Pilihan ada di tangan Anda. 

Anda tidak akan pergi ke Surga karena iman orang lain. Anda tidak akan pernah pergi ke Neraka karena pilihan orang lain.

Itu adalah pilihan Anda! Anda memutuskan di mana Anda akan menghabiskan kekekalan.

Itulah mengapa Natal dan Paskah sangatlah penting. Jika Yesus tidak datang pada hari Natal dan jika Dia belum mati dan hidup kembali di hari Paskah, maka kita akan putus asa. Apa pun yang kita lakukan akan sia-sia. 

Salib adalah jawaban atas masalah terdalam kita - perpisahan kita dari Tuhan.

Alkitab berkata, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:" (Kolose 2: 13-14).

Allah telah memaku segala sesuatu yang memisahkan Anda dari diri-Nya di kayu salib. Tetapi Dia tidak akan memaksa Anda untuk membuat keputusan yang paling penting dalam hidup Anda, sebab pilihan ada di tangan Anda.


Renungkan hal ini:
- Bagaimana setelah mengetahui bahwa tidak ada yang tahu satu detik pun hidup Anda di muka Bumi ini memberikan urgensi untuk Anda, teman Anda, dan keluarga Anda untuk mengambil keputusan untuk ikut Yesus?
- Siapa dalam hidup Anda yang perlu membaca pesan dalam renungan ini? Bagaimana Anda dapat mengembangkan hubungan Anda ke titik di mana Anda dapat membagikan pesan ini kepada mereka?
- Jika keputusan untuk ikut Yesus dan memiliki kehidupan yang pasti di dalam Dia atau menolak Yesus dan tidak memiliki kehidupan sudah begitu jelas, menurut Anda mengapa sulit bagi sebagian orang untuk mengambil keputusan itu? 



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21


Sudah waktunya Anda untuk memilih, apakah Surga adalah pilihan hidup Anda?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Anda Melakukan Apa Yang Tidak Anda Inginkan

Yohanes 8:32 "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda melakukan apa yang tidak ingin Anda lakukan? Atau mengapa begitu sulit melakukan hal-hal yang Anda tahu adalah hal yang benar untuk dilakukan?

Sifat alami kita yang cenderung untuk berbuat dosa menyebabkan kita sering membuat pilihan-pilihan yang salah. Anda mungkin bisa mengerti Rasul Paulus ketika dia berkata, "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik" (Roma 7:15, 17-18).

Bahkan setelah Anda menjadi orang percaya, ada ketegangan di dalam diri Anda. Anda memiliki sifat baik yang Tuhan berikan kepada Anda, tetapi Anda juga memiliki sifat lama yang penuh dosa yang tengah mencoba menarik Anda ke bawah.

Tapi ada jalan keluarnya! Yesus berjanji dalam Yohanes 8:32, "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Kunci dari perubahan pribadi bukanlah kemauan keras, bukan pil, bukan resolusi, bukan juga ikrar yang Anda buat. Kunci dari perubahan pribadi bukanlah sesuatu yang Anda lakukan atau katakan.

Kuncinya adalah sesuatu yang Anda tahu. Anda tahu tentang Kebenaran Firman. Ketika Anda mengubah cara pikir Anda, maka itu akan mengubah cara Anda merasa. Dan ketika Anda mengubah bagaimana Anda merasakan sesuatu, itu akan mengubah cara Anda bertindak.

Mengapa Anda melakukan sesuatu yang Anda tahu buruk buat Anda? Karena Anda pikir akan ada semacam imbalan. Itu bohong! Anda hanya dapat mengubah dan menggenapi rancangan Allah atas hidup Anda ketika Anda memulainya dengan kebenaran Allah. Jika Anda ingin mengubah cara hidup Anda, maka Anda harus mulai dari dalam pikiran Anda. Anda harus tahu dan percaya akan Kebenaran Tuhan.

Ketika Anda mengetahui Kebenaran itu, maka Kebenaran itu akan memerdekakan Anda. Yang harus Anda lakukan ialah membukanya dan mengungkapkan kebohongan-kebohongan yang selama ini Anda yakini. Beberapa di antara kebohongan itu mungkin berasal dari pergaulan Anda sewaktu kecil atau dari TV. Beberapa mungkin Anda tiru dari orang tua Anda atau inisistaif diri Anda sendiri. Tetapi itu semua adalah kebohongan, dan ketika Anda menolaknya, dan kemudian berbalik mencari tahu tentang Kebenaran Tuhan, maka Anda akan mengalami kemerdekaan yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya. 

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda apa artinya mengetahui kebenaran Allah?
- Pikirkan kebohongan-kebohongan yang telah ada selama bertahun-tahun di dalam kepala Anda. Manakah dari Kebenaran Tuhan yang Anda perlukan untuk menggantikannya?
- Apa yang Anda perlukan sehingga Anda mengetahui Kebenaran Tuhan dengan lebih baik lagi? Perubahan apa yang perlu Anda lakukan dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47


Di balik setiap tindakan salah yang tidak ingin Anda lakukan, ada kebohongan yang Anda percaya. Mungkin itu adalah kebohongan tentang diri Anda, masa lalu atau masa depan Anda, Tuhan, atau orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Saya Tidak Bisa Berhenti Melakukan Kesalahan?

1 Yohanes 1: 8 "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Dosa selalu melibatkan penipuan diri. Pada saat Anda berbuat dosa, Anda sedang menipu diri sendiri sebab Anda berpikir bahwa apa yang Anda lakukan benar-benar akan menghasilkan yang lebih baik dibanding dengan apa yang Tuhan mau Anda kerjakan.

Untuk bisa berhenti kalah dari diri Anda sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri. Anda harus jujur dengan hidup Anda, hadapi kebenaran, dan lawan masalah-masalah yang ada. Apakah ada sesuatu dalam hidup Anda dimana Anda bertingkah seakan-akan itu tidak jadi satu masalah? Mungkin masalah kecanduan? Sesuatu yang Anda pikir bukanlah suatu masalah besar, padahal itu sebenarnya masalah besar?

Sungguh tidak ada bedanya antara apakah Anda kecanduan heroin atau kecanduan belanja dengan kartu kredit, antara apakah Anda menonton pornografi atau membaca novel erotis. Anda menggunakan hal-hal tersebut untuk menghindari sesuatu yang menyakitkan atau sesuatu yang sulit diatasi. Tetapi Anda tidak akan menemukan penyembuhan sampai Anda mengetahui akar permasalahan Anda.

Anda tidak harus mencapai titik terendah untuk bisa benar-benar berubah. Saat ini ada banyak tanda-tanda peringatan di sekitar Anda yang bisa menyadarkan Anda, jika Anda mau memperhatikannya. Tetapi jika Anda tidak mau, Anda akan terus-menerus menuju kehancuran.

Anda tidak boleh menuju ke sana! Anda dapat mengakui akar permasalahan Anda dan meminta Tuhan untuk membantu Anda untuk mengatasinya sekali dan untuk selamanya.

Saya pernah bertanya kepada para konselor profesional di gereja kami, "Apa masalah terbesar yang orang-orang alami?" Mereka mengatakan ini berulang kali, "Orang-orang menunggu terlalu lama sebelum meminta bantuan. Akibatnya, hampir tidak mungkin mereka bisa berubah." Ada tanda-tanda peringatan di sepanjang pernikahan, tapi tiba-tiba si suami atau istri keluar dari situ. Ada terlalu banyak orang yang terus menyangkal dan menunggu hingga terlambat, dan mereka mengalami rasa sakit yang sebenarnya tidak perlu.

Alkitab berkata, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yohanes 1: 8).

Pertanyaan sulit apa yang perlu Anda tanyakan kepada diri sendiri tentang dosa dalam hidup Anda? Tanda-tanda peringatan apa yang telah Anda abaikan?

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana kesombongan diri menghalangi Anda untuk mengetahui akar masalah Anda?
- Mengapa kita sering berpikir bahwa kita lebih tahu daripada Tuhan tentang apa yang terbaik bagi kita?
- Menurut Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan setelah Anda menghadapi kebenaran tentang masalah-masalah dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24


Mengapa Saya tidak bisa Berhenti Melakukan Kesalahan?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Saya Bisa Keluar dari Kekacauan ini?

Roma 7: 24b-25a "Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

Jika Anda mengharapakan penyembuhan dalam hidup Anda, maka Anda harus percaya bahwa Kristus dapat mengubah Anda. Roma 7: 24-25 mengatakan, "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa."

Jawaban atas masalah Anda adalah satu Pribadi. Siapa yang akan menjadi tuan atas hidup Anda? Siapa yang akan memegang kendali hidup Anda? Apakah diri Anda atau Yesus Kristus? Ketika Anda dipimpin oleh-Nya, maka Anda dapat menguasai masalah Anda.

Allah punya kuasa yang tidak Anda miliki. Dia akan membantu Anda. 

Renungkan hal ini:
- Apa artinya menajdikan Allah sebagai Tuhan atas hidup Anda? 
- Yesus telah melakukan untuk Anda apa yang tidak dapat Anda lakukan untuk diri Anda sendiri. Hari ini, apa yang Anda perlukan untuk mempercayakan Dia sesuatu yang buat Anda terlalu besar untuk Anda tangani sendiri?
- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda percaya bahwa Dia dapat mengubah Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54


Andalkan Tuhan setiap saat, karena Anda tidak akan mampu mengatasi semuanya sendirian
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Apakah yang Anda Lakukan Saat...

Mazmur 37: 7 "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya."

Apa yang Tuhan ingin Anda lakukan saat Anda menunggu jawaban atas doa Anda?

Mazmur 37: 7 mengatakan, "Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya." Tuhan ingin Anda menunggu Dia dengan sabar dalam menjawab doa Anda.

Pernahkah Anda perhatikan, kita bisa tahan menunggu asalakan kita bisa menggerutu sambil menunggu? Saat membuat SIM, kita bisa mentoleransi antrian panjang asalkan kita bisa mengeluh dan mengomel tentang betapa buruknya dan tidak efektifnya prosedur pemerintahan.

Tetapi Tuhan berkata, "Diamlah."

Seperti anak kecil berumur 2 tahun, kita mendapatkan goncangan spiritual ketika kita menunggu Tuhan menjawab doa kita. Kita menjadi gugup dan gelisah. Kita ingin segera lompat dan berbuat sesuatu. Tetapi Tuhan berkata, "Tunggulah dengan sabar. Diamlah. Tunggu bagaimana Aku bertindak. Jangan gelisah, jangan gugup, dan jangan mencoba untuk bertindak sendiri dengan pengertianmu."

Dan jangan pernah membuat kesalahan sama yang dilakukan Abraham dalam Perjanjian Lama- dimana ia mencoba untuk mencari jawaban atas doanya sendiri. Itu akan menimbulkan berbagai macam masalah lainnya! Allah telah berjanji untuk menjadikan Abraham bapa atas segala bangsa. Tapi ada 2 masalah: Abraham sudah berusia 99 tahun, dan dia tidak punya anak. Abraham melihat tubuhnya sendiri dan berkata, "Tidak mungkin, Tuhan!" Dan kemudian dia melihat istrinya, Sarah, yang mandul, dan berseru, "Tidak mungkin! Itu tidak akan bisa terjadi."

Maka, Abraham mengambil tindakan sendiri dan memiliki keturunan dari pelayan istrinya, Hagar. Kata Abraham, "Inilah jawaban saya atas doa saya! Saya memiliki seorang putra di saat usia 99 tahun, dan saya namakan dia Ismael." Namun Allah berkata, "Tidak, tidak. Abraham, engkau sudah kehilangan intinya. Itu bukan jawaban-Ku atas doamu. Itu adalah jawabanmu atas doamu. Aku akan mendatangkan seorang bayi mujizat, dan Sarah akan menjadi ibunya. Engkau akan menamai dia Ishak." Ishak artinya "tertawa." Sebab ketika Sarah diberitahu oleh malaikat Tuhan bahwa dia akan hamil, Alkitab mengatakan bahwa dia tertawa karena dia tidak percaya pada Allah. 

Namun, Allah membuktikan kebenaran-Nya. Ishak lahir, dan itu memulai persaingan sengit antara dia dan Ismael yang hingga sekarang masih kita rasakakan akibatnya. Ketegangan antara bangsa Yahudi dan bangsa Arab semuanya dimulai karena Abraham mencoba menjawab doanya sendiri.

Kapan pun Anda mencoba untuk menjawab doa Anda sendiri, artinya Anda sedang mencari masalah. Sebaliknya, tunggulah dengan sabar, dan nantikan tindakan Tuhan.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda bisa tetap fokus pada Tuhan saat Anda menunggu jawaban dari-Nya dengan sabar?
- Apa kecenderungan Anda saat Anda menunggu Tuhan bertindak? Apa yang Anda lakukan setelah Anda meminta sesuatu dari-Nya di dalam doa?
- Bagaimana selama ini Anda telah bertumbuh secara rohani selama masa tunggu Anda? 



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30


Jangan berhenti berharap pada Tuhan. Dia tidak pernah mengecewakan
Read more

0 Ketika Anda Diserang, Beristirahatlah

Mazmur 23: 5 "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Peradaban kita sedang kehilangan kesopanannya. Dunia ini semakin kasar! Salah satu penyebanya adalah internet, karena itu adalah sarana yang memungkinkan orang-orang untuk bersembunyi di balik layar dan mengatakan hal-hal yang tak akan pernah berani mereka katakan kepada orang lain secara langsung.

Apa yang sedang dilakukan orang-orang ini memperlihatkan betapa kecilnya hati mereka. Orang-orang hebat membuat orang lain merasa hebat, tetapi orang-orang yang kecil meremehkan yang lain. Orang yang meremehkan orang lain ada kepahitan di dalam hatinya, dan mereka mengolok-olok orang lain sebab mereka pikir itu akan membuat mereka merasa lebih baik.

Bagaimana Anda menghadapi orang-orang yang kasar? Biarkan Tuhan menghadapi mereka. Biarkan Tuhan menjadi pembela Anda.

Raja Daud mengerti hal ini. Dia tahu apa artinya diserang secara emosional, verbal, dan fisik. Sebagai seorang pemuda, dia diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, tetapi dia tidak menjadi raja dengan segera. Dan itulah mengapa Saul, raja yang berkuasa saat itu, ingin membunuhnya, dan itulah mengapa Daud bersembunyi di gua-gua ketika dia dicurigai, dikejar, dan dalam bahaya yang terus-menerus muncul. 

Namun Daud tidak pernah memaki-maki sang raja. Daud tidak pernah membalas, karena ia tahu Tuhan sedang mempersiapkan dia untuk menjadi raja.

Daud berkata dalam Mazmur 23: 5, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."

Daud menyatakan kebaikan Allah atasnya. Allah akan mengurapi kepalanya dengan minyak, dimana itu artinya Dia menyatakan kepada dunia, "Inilah anak laki-laki saya! Mundur! Ia akan menjadi pemimpin berikutnya." Piala Daud penuh melimpah, yang berarti Allah akan terus-menerus memberkati dia, bahkan ketika orang lain menyerangnya.

Apakah pernyataan Daud ini terdengar seperti orang yang sedang tertekan? Tidak! Dia tidak perlu menghabiskan semua energinya untuk membela diri karena dia telah mempercayakan Allah untuk menjadi pembelanya.

Dibutuhkan iman yang luar biasa besar dan kerendahan hati untuk beristirahat dan mempercayakannya kepada Tuhan ketika Anda diserang, ketika Anda difitnah, ketika rumor menyebar tentang Anda dan ketika orang-orang mengatakan hal-hal buruk tentang Anda di media sosial. Sebab yang biasanya terjadi adalah sebaliknya, Anda marah dan ingin menyerang balik mereka.

Tetapi contohlah Yesus, tetaplah diam saat berada di bawah serangan. Yesus terus-menerus diserang, namun Ia tidak pernah membalas. Bahkan dalam perjalanan-Nya ke kayu salib, Dia tetap diam di depan para penuduhnya karena Dia telah mempercayakan diri-Nya pada pemeliharaan Bapa.

"Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia" (1 Petrus 4:19).

Renungkan hal ini: 
- Seberapa penting buat Anda untuk melawan saat diserang oleh orang lain?
- Apa buktinya secara fisik ketika Anda mempercayakan pembelaan Anda kepada Tuhan? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan Anda?
- Jika Anda harus berbicara pada para penyerang Anda, menurut Anda apa yang Tuhan ingin Anda katakan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36


Pembalasan itu adalah hak Tuhan, serahkan padaNya. Dia adalah Allah adil, mataNya tidak buta, telingaNya tidak tuli, hatiNya tidak beku.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Biarkan Yesus Meringankan Beban Anda

Matius 11: 28-30 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Saya tidak tahu beban apa yang sedang Anda pikul. Saya tidak tahu apa yang sedang membebani Anda. Tapi saya tahu jawabannya.

Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11: 28-30).

Selama bertahun-tahun saya tidak pernah mengerti ayat itu, karena dulu saya tidak tahu apa itu kuk. Ketika Yesus berkata, "Pikullah kuk yang Kupasang," itu terdengar seakan-akan Dia hendak memberi saya beban lagi. Beban saya sudah cukup berat, Tuhan. Saya tidak butuh masalah lain lagi. 

Kuk sebenarnya adalah palang kayu yang memiliki dua lengkungan di bagian atasnya yang Anda pasang pada dua ekor sapi sehingga hewan ini dapat menarik kereta. 

Fungsi kuk adalah membangi beban yang sama rata kepada dua ekor sapi. Tanpa kuk, seekor sapi harus menarik seluruh beban sendirian. Tetapi jika Anda memasang satu kuk ke atas dua ekor sapi, maka kedua sapi itu bisa menarik beban bersama-sama, dan bebannya setengah berat.

Ketika Yesus berkata agar kita memikul kuk yang Ia pasang, sesungguhnya Dia tidak mengatakan bahwa Dia akan membagi masalah-Nya dengan Anda. Yesus tidak pernah punya masalah! Melainkan, maksud-Nya adalah Dia akan ikut memikul masalah Anda. Dia akan berbagi beban Anda. Dia akan memanggul stres Anda dan menanggungnya bersama-sama dengan Anda.

Wow!
Dalam ayat ini Yesus menggunakan tiga kata kerja: Datang, pikul, belajar. 
Yesus berkata, "Datanglah kepada-Ku. Bekerja samalah dengan-Ku. Kemudian, pelajari cara-Ku melakukannya. Pikullah beban yang lebih ringan ini. Itu akan mengurangi stresmu. Itu akan mempermudah langkahmu."

Ketika Anda dipasangkan dengan Kristus, Anda bergerak bersama-sama dengan-Nya. Anda bergerak ke arah yang sama dan pada kecepatan yang sama. Dan Anda bergerak ke arah yang tepat dan pada kecepatan yang tepat.

Renungkan hal ini: 
- Seberapa sulit bagi Anda untuk menerima bantuan dari seseorang yang ingin membagi beban Anda dan membuatnya lebih ringan buat Anda?
- Apakah Anda memiliki orang-orang dalam hidup Anda yang bersedia melakukannya untuk Anda? Bagaimana Anda menawarkan diri kepada orang lain untuk membantu mengurangi stres mereka?
- Tuhan sudah tahu semua tentang stres Anda. Bagaimana Anda akan menunjukkan kepada-Nya bahwa Anda siap untuk memikul kuk-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18


Yesus ada, disaat Anda paling merasa sendiri
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Dua Langkah untuk Mengetahui Kehendak Allah

Yakobus 1: 5a "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,"

Jika Anda ingin mengetahui kehendak Allah, Anda perlu melakukan hal berikut:

1. Akui bahwa Anda butuh bimbingan-Nya.

Kita tidak begitu suka mengakui ketika kita bingung. Terutama para pria tidak suka melakukan ini! Bukan sifat saya untuk berkata, "Hei! Saya tersesat!" lalu berhenti dan menanyakan arah kepada orang lain. Itu sebabnya, ketika kita mencari tahu kehendak Tuhan, dibutuhkan keberanian besar untuk mengakui bahwa kita bingung dan membutuhkan petunjuk arah. Mazmur 25: 9 mengatakan, "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati." Bila Anda arogan dan merasa sudah mengerti semuanya, Tuhan akan berkata, "Silakan lakukan yang kau mau." Banyak orang berkata pada saya, "Saya sudah menjadi Kristen selama 20 tahun, tapi saya tidak pernah merasakan Tuhan menuntun saya." Respon saya? "Mungkin itu karena Anda tidak pernah mengakui bahwa Anda membutuhkan bimbingan-Nya. Anda pergi bekerja dengan asumsi Anda tahu apa yang harus Anda kerjakan tanpa perlu mendoakan hal itu. Anda membuat keputusan tanpa mendoakannya. Anda membuat rencana liburan tanpa mendoakannya. Anda membuat keputusan karier tanpa mendoakannya. Jika Anda masih lajang, Anda menyatakan cinta Anda tanpa mendoakannya. Anda pikir Anda tahu, tetapi sebenarnya Anda perlu berhenti dan mengakui bahwa Anda butuh bimbingan-Nya, karena itu adalah langkah pertama dalam mengetahui kehendak Tuhan atas hidup Anda.

2. Mintalah petunjuk kepada Allah di dalam iman. 

Alkitab berkata dalam Yakobus 1: 5-6, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."

Perhatikan ada dua kunci untuk mengetahui hikmat Allah. Pertama, Anda harus meminta petunjuk kepada orang yang tepat: Tuhan. Jangan bertanya hal itu kepada ahli manikur, bartender Anda, atau otoritas "terpercaya" lainnya seperti pembawa acara bincang-bincang radio. Anda harus memintanya pada orang yang tepat! Setelah itu, mintalah petunjuk dengan sikap yang benar: nantikan jawaban Tuhan. Pernahkah Anda meminta Tuhan untuk menuntun Anda, tetapi Anda tidak benar-benar mengharapkannya? Tentu saja. Itu sebabnya Anda tidak pernah mendapat respon apa pun dari-Nya. Anda harus meminta dan mengharapkan jawaban dari-Nya. Tuhan menghargai iman Anda, dan Dia menjanjikan hikmat untuk menuntun langkah Anda berikutnya. 

Renungkan hal ini:
- Keputusan-keputusan besar apa yang Anda buat tentang hidup Anda baru-baru ini? Bagaimana Anda tahu itu kehendak Tuhan? Bagaimana doa memengaruhi keputusan Anda?
- Siapa yang Anda temui ketika Anda perlu bantuan untuk memahami kehendak Tuhan? Bagaimana orang itu mengarahkan Anda untuk kembali kepada Firman Tuhan dan doa?
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda berdoa dengan penuh pengharapan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2


Tuhan hanya sejauh doa, sejauh lutut Anda menyentuh lantai, sejauh mata Anda mau terpejam, sejauh hati Anda mau direndahkan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Allah Tidak Memberitahu Saya Langkah Berikutnya?

Pengkhotbah 5: 4 "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu."

Anda sudah tahu banyak hal yang Tuhan ingin Anda lakukan dengan hidup Anda. Jadi mengapa Anda belum melakukannya? Tuhan tidak berkewajiban memberitahu Anda langkah ke dua, sampai Anda mengambil langkah ke satu. Beberapa dari Anda terus berkata, "Saya ingin tahu apa kehendak Tuhan untuk karir / pernikahan saya," dan Tuhan menjawab, "Ayo, kita kembali ke awal. Apakah engkau membaca Alkitab? Apakah engkau bersekutu dengan kelompok doamu? Apakah engkau memberi perpuluhan? Apakah engkau berkomunikasi dengan-Ku?" Anda harus mulai melakukan apa yang Anda sudah tahu merupakan kehendak Allah yang diwahyukan atas hidup Anda.

Jadi, apa yang sudah Anda ketahui tetapi belum Anda laksanakan? Apa langkah Anda berikutnya?

Mungkin Anda rutin datang ke satu gereja selama lebih dari satu tahun dan perlu mengambil langkah berikutnya, seperti menjadi anggota jemaat. Mungkin Anda telah berdoa untuk memberi diri dibaptis tetapi itu masih sekedar rencana. Mungkin selama ini Anda mencari sekelompok orang yang bisa tumbuh di dalam Kristus bersama-sama, dan Anda tahu Anda harus membentuk kelompok doa kecil di rumah Anda. Mungkin Tuhan telah menunjukkan kepada Anda apa bentuk (SHAPE) Anda, dan Anda tahu Anda harus menggunakannya untuk melayani orang lain.

Apakah Anda berencana melakukannya minggu depan, tahun depan tanpa melakukan apa yang sudah Tuhan minta Anda lakukan?

Apa lagi yang Anda tunggu?

Pengkhotbah 5: 4 mengatakan, "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu." Jangan tunda-tunda. Lakukan apa yang sudah Anda tahu harus Anda lakukan. 

Serukan doa ini hari ini: "Tuhan, aku butuh bimbingan-Mu dalam hidupku. Dengan iman, aku meminta-Mu untuk menuntunku. Bantu aku untuk mendengarkan jawaban-Mu, bantu aku agar tidak terlalu sibuk sehingga aku bisa mendengar-Mu. Bapa, ketika aku tak mengerti, bantu aku untuk percaya pada-Mu dan memahami bahwa jalan-Mu adalah untuk kebaikanku. Tuhan, apa langkah yang harus kuambil? Bantu aku untuk melakukan apa yang sudah kutahu harus kulakukan. Bantu aku untuk tidak menjadi frustrasi. Bantu aku untuk tidak takut, melainkan percaya pada-Mu. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin."



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51


Jika Anda tau seribu langkah hidup Anda berikutnya, apakah Anda masih tetap akan mencari Tuhan?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Patah Hati? Tuhan itu Dekat

Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Setiap orang pernah patah hati - mungkin karena kekecewaan, ketakutan, rasa malu, penolakan, atau cemoohan. Yang bisa saya katakan kepada Anda sebagai teman, saya turut bersimpati. Sungguh. Saya peduli dengan rasa sakit yang sedang Anda alami, karena Tuhan juga peduli akan hal itu. Dia berduka dengan Anda. Apa yang Tuhan lakukan saat Anda menangis? Dia juga menangis. 

Alkitab mengatakan dalam Mazmur 34:18, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Bagaimana Dia melakukannya? Dia menyelamatkan kita dengan memberi kita "transplantasi hati," hati yang baru. 

Dia berkata, "Untuk hati yang merasa bersalah, Aku akan memberi engkau hati yang diampuni. Untuk hati yang kesal, Aku akan memberi engkau hati yang penuh damai. Untuk hati yang cemas, Aku akan memberi engkau hati yang percaya diri. Untuk hati yang kesepian, Aku akan memberi engkau hati yang penuh kasih sayang. Untuk hati yang kepahitan dan marah? Aku akan memberimu hati yang mengampuni, mencintai, dan murah hati. Izinkan Aku melakukan transplantasi hati kepadamu. Aku akan membebaskanmu."

Mengapa kita butuh kebebasan? Karena kita semua tengah diperbudak. Kita adalah budak dari harapan orang lain. Kita adalah budak memori masa lalu. Kita adalah budak rasa takut akan masa depan. Kita adalah budak dari tekanan masyarakat. Kita adalah budak opini masyarakat, dan seterusnya.

Yang harus Anda lakukan hanyalah membuka hati Anda kepada Yesus Kristus dan memberi Dia hati Anda seutuhnya. Seperti Daud dalam Mazmur 119:32 "Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku."

Anda tidak tahu apa yang Tuhan ingin lakukan dengan hidup Anda. Berhenti membatasi ruang gerak Tuhan! Buka hati Anda kepada-Nya, dan biarkan Dia memberi Anda kelegaan.

Renungkan hal ini: 
- Kapan masa-masa dimana Anda rasa paling dekat dengan Tuhan?
- Persoalan-persoalan apa yang terjadi pada masa-masa itu?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28


Tuhan paling dekat dengan Anda ketika Anda terluka, entah Anda menyadarinya atau tidak.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Setia dalam Perkara-Perkara Kecil

Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."

Tuhan memakai hal-hal kecil untuk menguji integritas Anda. Kita mungkin menganggap hal-hal besarlah yang menjadikan seorang pemimpin – itu salah. Saat-saat sulit dalam hiduplah yang menyingkapkan kepemimpinan, sebab kepemimpinan tidak dibangun dari hal-hal hebat dalam hidup. Di dalam hal-hal kecillah integritas muncul – di dalam hal-hal yang tidak dilihat siapa pun, yang di belakang layar, dan di dalam pilihan-pilihan hidup yang kecil, yang tak terlihat, yang tidak spektakuler di mana disitu Anda melakukan hal yang benar meski tidak ada satu pun yang akan melihatnya.

Kesetiaan membutuhkan integritas, dan Tuhan menguji integritas Anda di dalam perkara-perkara kecil.

Dalam Lukas 16:10 Yesus berkata, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." Singkatnya, Ia berkata berkat publik yang Anda terima ditentukan oleh integritas pribadi Anda.

Setiap kali seorang politisi terlibat suatu skandal pribadi, sang pengacara pasti akan muncul dan memberi pernyataan: "Kehidupan pribadi seseorang tidak menentukan kinerjanya." Pernahkah Anda mendengar yang seperti itu?" Kehidupan pribadinya tidak ada hubungannya dengan kinerjanya sebagai seorang pemimpin."

Itu semua membawa pengaruh pada dirinya sebagai seorang pemimpin! Sebab jika seorang pria berbohong kepada istrinya, maka dia akan berbohong kepada konstituennya. Percayalah! Jika dia berbohong kepada pasangannya dimana ia dulu mengucap sumpah, "Sampai maut memisahkan kita," maka ia akan mengkhianati para pemilihnya! Percaya itu!

Berkat publik saya sebagai seorang pemimpin berasal dari integritas pribadi saya yang tidak pernah dilihat oleh siapapun. Berkat publik Anda sebagai individu berasal dari integritas pribadi Anda yang tidak akan pernah dilihat siapa pun. Tuhan menggunakan hal-hal kecil untuk menguji integritas kita.

Renungkan hal ini: 
- Hal-hal kecil apa yang telah Tuhan percayakan untuk Anda kerjakan atau kelola dengan penuh integritas?
- Apakah Anda pernah memperlakukan "hal-hal kecil" dan "hal-hal besar" secara berbeda? Bagaimana Tuhan ingin Anda memperlakukan mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53


Setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan percayakan perkara yang besar
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Menggunakan Talenta Kita untuk Menguji Keegoisan Kita

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Tuhan menggunakan talenta kita untuk menguji keegoisan kita. Anda harus memutuskan untuk siapa atau seperti apa kehidupan yang akan Anda jalani. Anda harus memutuskan apakah akan menjalani kehidupan yang egois atau yang kikir, atau Anda akan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri - Kerajaan Allah.

Orang yang setia tidak hidup untuk diri mereka sendiri. Mereka tahu bahwa talenta yang diberikan Tuhan bukan untuk kepentingan mereka sendiri, melainkan untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik.

Ketika Tuhan menciptakan Anda, Dia memberi Anda berbagai macam karunia, bakat, serta kemampuan. Kita menyebutnya SHAPE Anda: Spiritual gifts (Karunia roh), Heart (Hati), Abilities (Kemampuan), Personality (Kepribadian), and Experiences (Pengalaman). Kelima hal ini membuat Anda menjadi Anda yang seutuhnya. Dan Allah membentuk Anda untuk menjadi diri Anda sendiri. Tak ada yang seperti Anda di seluruh dunia ini, dan Dia ingin Anda menjadi diri Anda untuk kemuliaan-Nya.

Allah membentuk Anda untuk melayani Dia, dan hanya ada satu cara untuk melakukannya: dengan melayani orang lain. 

Orang yang setia menyadari bahwa bakat mereka bukan untuk keuntungan mereka. Anda mungkin memiliki bakat seni dan Anda mungkin berkata "karena saya senang melakukannya." Itu alasan yang benar, tetapi itu bukan alasan yang cukup baik. Tuhan tidak memberi Anda kemampuan artistik hanya agar Anda senang melakukannya. Dia mengaruniakannya kepada Anda supaya Anda bisa memakainya dalam berbagai cara untuk membantu orang lain.

Beberapa orang memiliki kemampuan dalam memperbaiki sesuatu. Beberapa orang pandai matematika. Beberapa orang pandai bernegosiasi. Beberapa orang pandai musik. Beberapa orang pandai mengatur. Beberapa orang pandai memangkas dan berkebun.

Tuhan membuat kita semua berbeda-beda agar segala sesuatu di dunia ini bisa diselesaikan. Jika kita semua suka melakukan hal yang sama, maka akan ada banyak hal yang terbengkalai. 

Anda adalah pengelola atas talenta-talenta Anda, dan Tuhan sedang mengawasi, melihat apakah Anda menggunakan apa yang Dia berikan kepada Anda secara efektif di Bumi. Jika Anda menggunakan talenta itu secara efektif di Bumi, maka Dia akan memberi Anda lebih banyak tanggung jawab di Surga.

Pernahkah Anda berpikir mengapa Tuhan tidak menciptakan kita dan kemudian langsung membawa kita tinggal di Surga? Kenapa Dia menempatkan kita di sini, di planet yang sudah rusak selama 70 atau 80 tahun? Dia menempatkan Anda di sini sebab hidup di dunia ini adalah ujian atas kepercayaan dan tugas yang sifatnya sementara. Dia sedang mengawasi , melihat apakah Anda setia menggunakan apa yang telah Ia berikan kepada Anda di sini, di Bumi ini, untuk memberkati orang lain.

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda menggunakan talenta Anda untuk melayani orang lain?
- Uji motivasi Anda dalam segala hal yang Anda kerjakan. Misalnya, apakah Anda melayani di suatu tempat untuk membantu orang lain dan memuliakan Tuhan, atau untuk mendapatkan perhatian dan kemuliaan bagi diri Anda sendiri?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35


Talenta Anda untuk melayani orang lain bukan untuk kebanggaan diri sendiri
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang Yang Setia Kepada Tuhan, Murah Hatinya

Lukas 16: 11-13 "Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Orang yang setia kepada Tuhan tetap bermurah hati saat mereka tidak punya apapun untuk diberi. Siapa pun bisa menjadi murah hati ketika mereka berkelebihan. Saya bisa bermurah hati dengan waktu saya ketika saya punya banyak waktu luang. Saya bisa bermurah hati dengan uang saya ketika saya punya banyak uang lebih. Saya bisa bermurah hati dengan tenaga saya ketika saya punya banyak tenaga lebih. Tetapi sebaliknya, adalah ketika saya tidak punya cukup waktu, cukup tenaga, cukup uang, cukup bakat untuk saya sendiri, Allah berkata, "Ini ujian. Aku sedang memperhatikanmu, apakah Engkau setia atau tidak kepada-Ku. Apakah engkau akan setia dan tetap percaya kepada-Ku?"

Berikut adalah lima dasar dimana Tuhan akan menguji Anda, dan kemudian memberkati Anda:

1. Tuhan memberkati orang yang murah hati.

Mengapa Tuhan ingin saya bermurah hati? Karena Dia ingin saya menjadi seperti Dia.

2. Menaati misi Tuhan akan mendatangkan berkat. 

Bila Anda melakukan apa yang Tuhan suruh Anda kerjakan, maka Dia akan memberi segala yang Anda butuhkan tepat pada waktunya. Setiap misi yang Tuhan berikan, Dia juga akan menyediakan untuk memampukan Anda.

3. Ketika saya melakukan semua yang Tuhan perintahkan, Dia akan melakukan apa yang tak mampu saya lakukan.

Tuhan sering menyuruh Anda melakukan hal yang mustahil untuk merentangkan iman Anda. Ketika Anda memberikan yang Anda punya dari kekurangan Anda, maka Allah akan menggandakannya dan menebusnya.

4. Meskipun saya dalam kesusahan, saya tetap menabur benih.

Apa pun yang Anda butuhkan dalam hidup Anda, taburkan itu sebagai benih, dan benih itu akan kembali kepada Anda.

5. Selalu ada masa penundaan di antara menabur dan menuai.

Selalu ada sebuah musim di antara masa tanam dan masa panen. Apa yang akan terjadi selama musim penundaan itu? Itu adalah waktu bagi ujian iman Anda.

Apakah Anda akan setia memberi saat Anda berkekurangan? Apakah Anda akan terus melakukan hal yang benar? Maukah Anda melakukan apa yang Tuhan mau Anda lakukan meski itu sulit, dan kemudian menantika apa yang akan Tuhan lakukan? 

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda bisa setia dalam memberi di saat Anda berkekurangan?
- Apa manfaatnya melaksanakan apa yang Tuhan minta, walau itu sulit?
- Dalam hal apa Anda bermurah hati dengan waktu, uang, dan bakat Anda?
- Bagaimana Anda menanggapi ini: memberi saat Anda berkekurangan? 


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56


Jika Anda memberi saat Anda berkecukupan, apakah istimewanya?
Jadilah kesaksian ,baik atau pun buruk waktunya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More