• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Tuhan Sedang Bekerja saat Anda Menunggu

Mazmur 130: 5 "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya."

Tuhan ingin Anda menunggu dengan sabar agar Dia menjawab doa Anda, tapi di saat yang sama, Dia juga ingin Anda menunggu dengan penuh harapan. Berimanlah. Percayalah bahwa Tuhan akan mendengar dan menjawab doa Anda. Ketika Anda menunggu dengan penuh harap, Anda menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda percaya pada-Nya. Anda percaya bahwa Dia akan menepati janjinya.

Daniel Boone, seorang penjelajah Amerika terkenal, pernah ditanya, "Apakah Anda pernah tersesat di hutan belantara?" Dia berkata, "Tidak, saya tidak pernah tersesat. Saya pernah berputar-putar di hutan selama berminggu-minggu, tapi saya belum pernah tersesat. "

Beberapa dari Anda mungkin merasa bingung sekarang. Anda bingung dengan pernikahan Anda: "Saya sudah berdoa agar keadaan ini membaik, tapi yang tetap tak ada perubahan." Anda bingung dengan karir Anda: "Apakah karir saya akan naik, turun, atau haruskah saya berganti pekerjaan?" Anda bingung dengan hubungan Anda. Anda merasa tak berdaya dan putus asa, seakan-akan tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah situasi Anda sendiri. Anda kebingungan.

Jangan berkecil hati! Jangan menyerah! Berpalinglah kepada-Nya. Mulailah berdoa. Ada banyak permintaan dalam hidup saya yang saya bawa dalam doa kepada Tuhan tapi tidak pernah Dia jawab. Saya bisa sebutkan satu doa yang saya doakan hampir setiap hari selama 24 tahun ini, tapi belum juga terjawab. Saya tidak tahu mengapa Tuhan tidak memilih untuk menjawab doa itu, dan saya tidak memahaminya. Tapi saya telah memutuskan ini: Entah Tuhan akan menjawab doa itu atau tidak, saya akan mati dengan memegang janji-Nya. Karena Tuhan adalah Tuhan yang baik, dan Dia tahu apa yang terbaik, bahkan ketika saya tidak memahaminya.

Ketika Tuhan tidak menjawab doa Anda, Anda perlu ingat beberapa kebenaran Firman yang sangat penting. Pertama, Tuhan memegang kendali, bukan Anda. Dia lebih tahu apa yang Anda butuhkan daripada Anda sendiri. Tak ada gunung yang terlalu tinggi yang tak bisa Ia pindahkan. Tak ada masalah yang terlalu besar yang tak bisa Ia selesaikan. Tak ada kesedihan yang begitu dalam yang tak bisa Ia tenangkan. Tuhan memegang kendali, dan Dia punya rencana. 
Hal kedua yang perlu Anda ingat adalah, entah Anda akan menerima jawaban doa Anda atau tidak, Tuhan akan menghargai kesabaran Anda - jika bukan di dunia ini, berarti di Surga kelak.

"Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya" (Mazmur 130: 5).

Renungkan hal ini: 
- Apa janji-janji Tuhan yang bisa Anda klaim selagi Anda menunggu jawaban doa Anda?
- Bagaimana Tuhan telah menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Anda di masa lalu?
- Apa yang Anda harapkan untuk Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Bagaimana harapan-harapan Anda tersebut mencerminkan kebesaran-Nya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29


Tenanglah, Tuhan tidak akan pernah gagal untuk memegang kendali atas hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Saya bisa Keluar dari Kekacauan ini?

Roma 7: 24b-25a "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

Yesus melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan untuk diri Anda sendiri.

Jika Anda menginginkan penyembuhan dalam hidup Anda, Anda harus percaya bahwa Kristus dapat mengubahkan Anda. Roma 7: 24-25 mengatakan, "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

Jawaban atas masalah Anda adalah satu Pribadi. Siapa yang akan menjadi raja dalam hidup Anda? Siapa yang akan memimpin hidup Anda? Diri Anda atau Yesus Kristus? Ketika Anda berada di bawah kendali Dia, Anda dimampukan untuk mengendalikan masalah Anda.

Tuhan memiliki kuasa yang tidak Anda miliki. Dia akan membantu Anda.

Renungkan hal ini: 
- Apa artinya menjadikan Tuhan sebagai Raja di dalam hidup Anda?
- Yesus telah melakukan apa yang tak dapat Anda lakukan untuk diri Anda sendiri. Apa yang Anda butuhkan untuk percaya pada-Nya hari ini, yang terlalu sulit untuk Anda tangani sendiri?
- Bagaimana Anda bisa menunjukkan kepada Tuhan bahwa Anda percaya Dia dapat mengubah Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 48-51; Kolose 1 : 1-14


Andalkan saja Tuhan, maka Anda akan selalu berhasil 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Saya Tak Bisa Berhenti Melakukan Kesalahan?

1 Yohanes 1: 8 "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Dosa selalu melibatkan penipuan terhadap diri sendiri. Saat Anda berbuat dosa, Anda sedang menipu diri sendiri karena Anda berpikir bahwa apa yang Anda lakukan akan benar-benar menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding dengan apa yang telah Tuhan katakan untuk kita lakukan.

Untuk berhenti mengalahkan diri sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri. Anda harus jujur - memandang hidup Anda, menghadapi kenyataan, dan menaklukkan permasalahan Anda. Apa hal dalam hidup Anda dimana Anda berpura-pura menganggapnya bukan suatu masalah? Apa hal dalam hidup Anda dimana Anda berpura-pura itu bukan suatu kecanduan? Apa hal dalam hidup Anda dimana Anda berkata, "Oh, itu bukan masalah besar"?

Dosa itu sama bentuknya, entah Anda memakai narkoba, atau hobi berbelanja dengan kartu kredit, atau senang membaca pornografi atau novel-novel erotis, itu semua sama saja. Anda menggunakan itu semua untuk mencoba melarikan diri dari rasa sakit dan dari dosa Anda. Namun, Anda tak akan bisa mendapatkan penyembuhan dari semua kecanduan itu sampai Anda mengetahui akar permasalahan Anda.

Jika Anda ingin sungguh-sungguh berubah, jangan menunggu sampai Anda mencapai titik terendah. Ada banyak sinyal peringatan yang terjadi di mana-mana, di sekeliling Anda yang mana kerap kali Anda tidak memperhatikannya. Dan sebagai akibatnya, Anda menuju jalan menuju kehancuran.

Jangan sekali-kali pergi ke arah kehancuran itu. Cari tahulah akar permasalahan Anda dan selesaikanlah.

Saya pernah bertanya kepada para konselor profesional di gereja kami, "Apa masalah terbesar yang kebanyakan orang hadapi?" Mereka memberi jawaban yang sama, "Orang-orang menunggu terlalu lama sebelum meminta bantuan, hingga sampai pada titik dimana mereka tak bisa berbalik lagi." Ada tanda-tanda peringatan setiap waktu di dalam sebuah pernikahan, tapi yang kerap terjadi tiba-tiba si suami atau si istri berjalan keluar. Yang ingin bertahan biasanya bertanya pada konselor kami, "Apa yang bisa saya lakukan sekarang?" Tidak banyak. Seharusnya Anda menyelesaikan masalah ini lebih awal. Kebanyakan orang senang menyangkal keadaan mereka dan menunggu sampai sudah terlambat dan akibatnya, mengalami rasa sakit yang sebenanya tak perlu.

Alkitab mengatakan, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yohanes 1: 8).

Apa pertanyaan sulit yang perlu Anda tanyakan tentang dosa dalam hidup Anda? Apa saja tanda-tanda peringatan yang telah Anda abaikan?
Jika Anda ingin penyembuhan, Anda harus mengakui akar masalah Anda. Anda harus menerima kebenaran tentang keadaan Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kesombongan atau harga diri membuat Anda tidak menyadari akar masalah Anda?
- Mengapa kita seringkali berpikir bahwa kita lebih tahu dari Tuhan tentang apa yang terbaik untuk diri kita?
- Menurut Anda, apa yang Tuhan ingin Anda lakukan setelah Anda mengetahui kebenaran tentang akar masalah dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23


Jangan menunda - nunda lagi ! Hentikan sekarang juga kesalahan yang sedang Anda lakukan. Anda pasti bisa, Anda hanya tidak mau.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Anda Melakukan Apa yang Tidak Ingin Anda Lakukan?

Yohanes 8:32 "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda melakukan apa yang tidak ingin Anda lakukan? Atau bertanya-tanya mengapa sulit melakukan hal-hal yang Anda tahu adalah benar?

Sifat dasar kita yang penuh dosa seringkali menyebabkan kita membuat pilihan-pilihan yang salah. Anda mungkin bisa merasakan apa yang Rasul Paulus rasakan ketika dia berkata, "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik" (Roma 7:15, 17-18).

Bahkan setelah Anda menjadi orang beriman, ada satu ketegangan di dalam diri Anda. Anda memiliki sifat dasar yang baik yang Tuhan berikan kepada Anda, tapi Anda juga memiliki sifat dasar lama yang menarik Anda ke bawah.

Tapi jangan takut, ada jalan keluar! Yesus berjanji dalam Yohanes 8:32, "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Rahasia perubahan pribadi bukanlah tekad keras. Bukan pil. Bukan resolusi. Bukan sumpah yang Anda buat, bukan juga sesuatu yang Anda lakukan atau katakan.

Rahasia perubahan pribadi adalah sesuatu yang Anda tahu. Anda tahu yang benar. Ketika Anda mengubah cara pikir Anda, maka itu akan mengubah cara Anda merasa. Dan bila Anda mengubah cara Anda merasa, itu akan mengubah cara Anda bertindak.

Di balik setiap tindakan bodoh ada sebuah kebohongan yang Anda percaya. Itu mungkin kebohongan tentang diri Anda, masa lalu, atau masa depan Anda, Tuhan, atau tentang orang lain.

Mengapa Anda melakukan sesuatu yang Anda tahu itu buruk buat Anda? Karena Anda menganggap ada semacam keuntungan atau upah yang akan Anda terima. Itu kebohongan! Anda hanya bisa mengubah dan menggenapi rancangan Tuhan atas hidup Anda bila Anda mulai dengan kebenaran Tuhan. Jika Anda ingin mengubah cara hidup Anda, maka Anda harus mulai dari pikiran Anda. Anda harus tahu dan percaya pada kebenaran Tuhan.

Ketika Anda tahu kebenaran Tuhan, maka kebenaran itu akan membebaskan Anda. Yang harus Anda lakukan ialah mengakuinya dan menemukan kebohongan yang selama ini Anda pegang. Beberapa kebohongan yang Anda pegang saat Anda kanak-kanak atau bisa juga dari TV. Beberapa kebohongan mungkin juga karena Anda mencontoh orang tua Anda atau mungkin juga Anda secara kreatif mengarangnya sendiri. Satu yang pasti, itu semua adalah kebohongan dan hanya jika Anda menolaknya untuk memilih belajar tentang kebenaran Firman, maka Anda akan mengalami kemerdekaan yang belum pernah Anda alami sebelumnya.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda apa artinya mengetahui kebenaran Tuhan?
- Pikirkan sebuah kebohongan yang selama bertahun-tahun bercokol di kepala Anda. Mana dari kebenaran Tuhan yang Anda butuhkan untuk menggantikan kebohongan tersebut?
- Apa yang Anda perlukan untuk mengetahui kebenaran Tuhan dengan lebih baik lagi? Perubahan apa yang perlu Anda lakukan dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9


Jangan bohongi dan matikan hati nurani Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Dua Langkah untuk Mengetahui Kehendak Tuhan

Yakobus 1: 5a "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,"

Jika Anda ingin mengetahui kehendak Tuhan, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut:

1. Akui bahwa Anda butuh bimbingan-Nya. Kita tidak begitu suka mengakui saat kita kita bingung. Para pria terutama tidak suka melakukan ini! Bukan sifat saya untuk bertanya, "Permisi, saya tersesat!" kemudian berhenti dan menanyakan arah. Ketika waktunya kita mengetahui kehendak Tuhan, dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa kita bingung dan butuh arahan. Mazmur 25: 9 mengatakan, "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati." Jika Anda arogan dan berpikir bahwa Anda telah mengetahui kehendak-Nya, Tuhan akan berkata "Silahkan. Lakukanlah!" Banyak orang memberitahu saya, "Saya sudah menjadi orang Kristen selama 20 tahun, dan saya tak pernah merasa Tuhan membimbing saya." Apa tanggapan saya? Mungkin itu karena Anda tak pernah mengakui bahwa Anda membutuhkan-Nya. Anda pergi kerja mengira tahu apa yang harus dikerjakan tanpa membawanya di dalam doa. Anda selalu membuat keputusan finansial tanpa membawanya di dalam doa. Anda membuat rencana liburan tanpa membawanya di dalam doa. Anda membuat keputusan karir tanpa membawanya di dalam doa. Anda mengajak seseorang untuk berkencan dengan Anda tanpa mendoakannya. Anda pikir Anda tahu, tapi sesungguhnya Anda perlu berhenti dan mengakui bahwa Anda memerlukan bimbingan-Nya, sebab itulah langkah pertama untuk mengetahui kehendak Tuhan atas hidup Anda.

2. Mintalah bimbingan Tuhan dengan iman. Alkitab mengatakan dalam Yakobus 1: 5-6, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin." Perhatikan, ada dua kunci dalam mengetahui hikmat Allah. Pertama, Anda harus bertanya kepada orang yang tepat: Tuhan. Jangan bertanya pada penata rambut Anda, atau sopir Anda, atau para "ahli" seperti pembawa acara talk show di TV. Anda harus bertanya pada orang yang tepat! Kemudian, bertanyalah dengan sikap yang benar: harapkanlah Tuhan untuk menjawabnya. Pernahkah Anda meminta Tuhan untuk memimpin Anda, tapi Anda tidak benar-benar mengharapkan jawaban dari-Nya? Tentunya Anda pernah. Itulah mengapa Anda tidak pernah mendapat jawaban dari-Nya. Anda harus meminta jawaban. Tuhan menghargai iman Anda, dan Dia menjanjikan memberi Anda hikmat untuk langkah selanjutnya dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Keputusan-keputusan besar apa yang telah Anda buat tentang hidup Anda baru-baru ini? Bagaimana Anda tahu itu adalah kehendak Tuhan? Bagaimana doa mempengaruhi keputusan Anda?
- Siapa yang Anda tuju ketika Anda butuh bantuan untuk memahami kehendak Tuhan? Bagaimana orang itu mengarahkan Anda kembali kepada Firman Tuhan dan doa?
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda berdoa dengan penuh pengharapan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30


Dibutuhkan kerendahan hati untuk mengakui dan meminta tolong pada Tuhan. Jika Anda tetap mempertahankan kesombongan Anda, maka pertolongan yang Anda harapkan tidak akan pernah terjadi dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Tuhan Tidak akan Memberitahu Saya Langkah Berikutnya

Pengkhotbah 5: 4 "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu."

Anda sudah tahu banyak hal yang Tuhan ingin Anda lakukan dengan hidup Anda. Lalu mengapa Anda belum melaksanakannya? Tuhan tidak berkewajiban memberitahu Anda langkah yang ke-2 sampai Anda sudah melaksanakan langkah yang pertama. Sebagian dari Anda terus berkata, "Aku ingin tahu apa kehendak Tuhan dalam karir dan pernikahan saya," Jawab-Nya, "Mari kita kembali pada hal-hal yang mendasar. Apakah kau membaca Alkitab? Apakah kau punya persekutuan doa? Apakah kau memberi persepuluhan? Apakah kau berkomunikasi dengan-Ku? "Anda perlu mulai melaksanakan sesuatu yang Anda tahu pasti merupakan kehendak Tuhan yang telah dinyatakan atas hidup Anda. 

Lalu, apa yang Anda tahu pasti harus dikerjakan, tapi Anda belum melakukannya? Apa langkah Anda berikutnya?

Mungkin Anda rutin datang beribadah selama lebih dari setahun dan kini saatnya mengambil langkah berikutnya, bukan hanya sebagai sekedar anggota. Mungkin selama ini Anda berdoa tentang untuk dibaptis tapi Anda masih perlu mengatur jadwal Anda terlebih dahulu. Mungkin selama ini Anda mengandalkan jemaat untuk mendoakan Anda, tapi kini Anda perlu memulai persekutuan kecil di rumah Anda sendiri. Tulah telah memberi Anda petunjuk-petunjuk, dan kinilah saatnya Anda harus mencari cara bagaimana melayani orang lain.

Apakah Anda akan berhasil dari minggu ke minggu, tahun ke tahun tanpa perlu melakukan apa yang Tuhan sudah perintahkan untuk Anda lakukan?

Apa yang Anda tunggu-tunggu?

Pengkhotbah 5: 4 mengatakan, "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu." Jangan tunda-tunda. Lakukan apa yang Anda tahu harus dilakukan. 

Berdoalah doa ini hari ini: "Tuhan, aku butuh pimpinan-Mu dalam hidupku. Aku memintanya di dalam iman agar Engkau mengarahkanku. Bantu aku untuk bisa mendengar tanggapan-Mu, agar aku tidak terlalu sibuk sehingga aku bisa mendengar-Mu. Bapa, ketika aku tidak memahaminya, bantu aku untuk bisa percaya pada-Mu dan mengerti bahwa Engkau merancangkan jalan yang hanya demi kebaikanku. Tuhan, apa langkah yang harus kulakukan berikutnya? Bantu aku untuk melakukan apa yang sudah aku tahu pasti harus kulakukan. Bantu aku untuk tidak merasa frustrasi. Bantu aku untuk tidak takut tapi hanya percaya pada-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18


Jangan terus meminta, jangan terus bertanya, jangan terus menuntut Tuhan. Tanyakan terlebih dahulu pada diri Anda, apa yang telah Anda perbuat untuk Tuhan ?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mencari Kehendak Tuhan

Mazmur 37: 23-24 "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."

Saat ini Anda mungkin tengah berada di jalan buntu dalam hidup Anda. "Kita tidak akan pernah keluar dari jerat hutang ini! Aku tidak akan pernah punya bayi. Impianku tidak akan pernah menjadi kenyataan. Bagaimana ini akan berakhir?"

Saat ini mungkin hidup Anda terlihat suram dan Anda mungkin merasa dikalahkan oleh keadaan dan itu terlihat seperti misteri buat Anda. Tapi suatu hari Anda akan melihat dalam terang Surgawi bagaimana semuanya itu sesuai dengan rencana Tuhan. Dan sampai hari itu tiba, ada tiga kesalahan yang perlu Anda hindari saat Anda mencari tahu kehendak Tuhan yang akan membantu Anda percaya pada-Nya, meski saat Anda tidak mengerti.

Jangan menjadi orang yang fatalistik. Gagasan tentang fatalisme - bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Tuhan – menyebabkan Anda menjadi orang yang mengasihani diri sendiri. Fatalisme membuat kita menyalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita, ketimbang kita memikul tanggung jawab yang kita sebabkan sendiri. Dan fatalisme menyebabkan kepasifan. Itu membuat kita berpikir, "Saya sedang menunggu Tuhan memberikan saya istri" atau "Saya sedang menunggu Tuhan memberikan saya pekerjaan." Tuhan berkata, "Aku memberimu sebuah otak! Aku memberimu dua kaki! Berusahalah!"

Jangan frustrasi. Jika Anda mencoba mencari tahu semua hal dalam hidup Anda, maka Anda akan sangat frustrasi. Terkadang Anda melakukan apa yang Anda anggap adalah kehendak Tuhan dan Anda gagal."Saya pikir Tuhan menuntun saya untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata gagal total." Apa yang Anda lakukan jika tidak ada jawaban? Anda harus tetap percaya Tuhan, ketahuilah bahwa Dia sedang mengembangkan karakter Anda melalui semua pergumulan Anda, dan bahwa Dia memiliki rencana yang baik untuk Anda.

Jangan takut. Apa yang ada di balik ketakutan Anda dalam mengetahui kehendak Tuhan? Akar permasalahannya adalah bahwa Anda meragukan kasih Tuhan. Alkitab berkata, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;" (1 Yohanes 4: 18a). Kita selalu terlibat dalam masalah saat kita meragukan kasih Tuhan, sebab ketika kita tidak mempercayai-Nya, artinya kita tidak mematuhi-Nya.

Mazmur 37: 23-24 mengatakan, " TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."

Kehendak Tuhan adalah ungkapan kasih-Nya. Bila Anda tidak mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup Anda, bersabarlah. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk Anda. Tapi Anda tidak bisa melihat hasil akhirnya, hanya Dia yang bisa. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda menanggapi pertanyaan, "Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik?"
- Apa yang selama ini Anda tunggu untuk Tuhan lakukan atau datangkan ke dalam hidup Anda? Menurut Anda apa yang Dia ingin Anda lakukan?
- Menurut Anda, apa arti pernyataan ini: "Kehendak Tuhan adalah ungkapan kasih-Nya"?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30


Jalan Tuhan mungkin jalan yang penuh dengan kepedihan, tapi semua penundaan, kesulitan dan permasalahan itu sedang membangun karakter Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Caranya Mengetahui Kehendak Tuhan?

1 Korintus 1: 9 "Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia."

Tuhan tidak sedang bermain-main dengan Anda. Dia ingin Anda memahami kehendak-Nya, tujuan-Nya, dan rencana-Nya atas hidup Anda.

Anda mungkin berkata, "Saya ingin Tuhan membimbing saya, tapi saya masih bingung. Saya tak tahu harus berbuat apa." Seringkali masalah yang muncul adalah kita menunggu perasaan yang salah. Anda perlu mengetahui apa yang sedang Anda cari sebelum Anda menemukannya.

Jadi, apa kehendak Tuhan?

Kehendak Tuhan bukanlah sebuah perasaan atau firasat.

Beberapa dari Anda mencari firasat atau tanda-tanda supernatural. Anda ingin Tuhan mengaduk-aduk emosi Anda sehingga Anda tahu persis apa yang harus dilakukan.

Masalah yang muncul adalah perasaan atau firasat itu tak bisa diandalkan; yang kerap terjadi adalah perasaan itu membimbing Anda dengan cara yang salah. Perasaan bisa berasal dari keletihan, hormon, atau peristiwa yang baru saja Anda alami. Yeremia 17: 9a mengatakan, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu," Hati Anda bisa mempermainkan Anda. Setan bahkan bisa menciptakan sebuah emosi atau perasaan. Kalau saja saya mendengarkan perasaan saya, saya tidak akan menikahi istri saya, Kay. Sehari sebelum pernikahan, perasaan saya berkata, "Kabur!" Tapi itu bukan kehendak Tuhan. Itu adalah suara dari rasa takut!

Jangan menantikan sebuah firasat atau perasaan ketika Anda mencoba mencari tahu rencana Tuhan atas hidup Anda.

Kehendak Tuhan bukanlah sebuah rumus.

Dalam budaya ini, kita ingin segala sesuatunya berjalan mudah. Kita ingin segala perkara mengikuti satu rumus sederhana sehingga itu mengubah hidup kita dengan instan. Kita menginginkan sebuah buku panduan langkah-langkah praktis.

Namun ada satu masalah yang mucul dengan pendekatan ini: Anda tidak boleh salah langkah. Bila kehendak Tuhan itu ibaratnya resep masakan, maka apa yang akan terjadi jika Anda lupa satu bahan? Jika Anda lupa memasukkan baking soda ke dalam resep Anda, maka kue ulang tahun dan kue panekuk Anda tak akan ada bedanya. Bagaimana jika Anda memiliki "Lima Puluh Dua Langkah untuk Mengetahui Kehendak Tuhan," dan Anda mencoret langkah ke-37?

Kehendak Tuhan bukanlah suatu sistem yang tertutup. Kehendak-Nya itu dinamis! Tak selalu jadi masalah entah Anda memilih A atau B. Malah, Anda diberi kebebasan untuk memilih dari A sampai Z, dan apa pun pilihan Anda, itu tak akan jadi masalah. Itu pilihan Anda. Apakah Tuhan memberi Anda sebuah otak agar Anda tak memakainya? Tentu tidak. Dia mengizinkan Anda membuat pilihan, dan Dia memberi Anda kesempatan kedua.

Jika kehendak Tuhan bukanlah perasaan atau rumus, lalu apakah itu?

Kehendak Tuhan adalah sebuah hubungan.

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 1: 9, "Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Ada sedikit sekali di dalam Alkitab yang mengajarkan teknik-teknik untuk mengetahui kehendak Tuhan. Tetapi ada ribuan ayat yang mengajarkan tentang cara mengembangkan hubungan kasih dengan Yesus Kristus. Mengapa? Karena kehendak Tuhan adalah hubungan antara Anda dengan-Nya.

Renungkan hal ini:
Apa yang Tuhan ingin Anda lakukan ketika Anda mendapatkan sebuah perasaan yang Anda percaya merupakan petunjuk dalam mengetahui kehendak-Nya?
Menurut Anda mengapa Tuhan membiarkan kita membuat pilihan-pilihan, bahkan kesalahan, saat kita mencari tahu kehendak-Nya?
Bagaimana Anda bisa mengenal Tuhan secara lebih baik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11


Semakin baik Anda mengenal Tuhan, semakin mudah Anda mencari tahu kehendak-Nya. Kenalilah Tuhan dan jadikan Dia prioritas utama dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Memberi Kasih Kepada Orang yang Menyebalkan

Amsal 19:11 "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran."

Ketika Anda berurusan dengan orang-orang yang senang menyinggung atau yang menyebalkan, Anda perlu menilik luka di masa lalu mereka. Karena semua yang kita lakukan pasti ada penyebabnya. Saat orang menyakiti orang lain, itu karena mereka punya luka di dalam hati mereka. Orang yang tersakiti menyakiti orang lain.

Semakin Anda mengerti tentang latar belakang orang lain, semakin besar kasih yang bisa Anda tunjukkan kepada mereka. Perhatikan orang-orang yang paling menyebalkan atau yang paling menjengkelkan Anda - Anda mungkin tak tahu apa-apa tentang latar belakang mereka, sehingga yang sering terjadi adalah Anda tidak bisa memaklumi mereka. Anda tidak tahu bahwa mungkin mereka pernah diperlakukan kasar. Anda tidak tahu bahwa mungkin mereka adalah yatim piatu. Anda tidak tahu bahwa mereka telah mengalami kegagalan tiga kali dalam pernikahan dan saat ini suami mereka mulai menjauh. Anda tidak tahu cerita mereka, jadi Anda enggan menunjukkan kasih Anda. 

Alkitab mengatakan dalam Amsal 19:11, "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran." Dengan hikmat, Anda tidak mudah tersinggung. Mengapa? Karena hikmat memberi Anda kesabaran. Bila Anda memahami latar belakang seseorang, Anda bisa memahami tekanan yang dialami orang tersebut - dan itu lebih memudahkan Anda untuk menunjukkan kasih Anda. Hikmat memberi Anda kesabaran untuk memaafkan kesalahan tersebut.

Yang saya bicarakan di sini adalah tentang kasih yang sejati. Malah, Alkitab mengatakan bahwa menolak untuk tersinggung oleh orang lain merupakan sebuah tindakan cinta kasih yang dewasa.
Itu menunjukkan betapa besar kasih yang Anda miliki di dalam hati Anda. Semakin besar kasih yang Anda miliki di dalam hati Anda, semakin sulit Anda mudah tersinggung dengan hal-hal yang sifatnya pribadi.

Semakin sedikit kasih yang Anda miliki di dalam hati, semakin Anda merasa gelisah dan semakin Anda mudah terpancing amarah. Amsal 10:12 mengatakan, "Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." Semakin Anda dipenuhi dengan cinta kasih, semakin jarang Anda kesal saat orang lain begitu menuntut Anda, merendahkan Anda, atau tak setuju dengan Anda.

Inilah langkah pertama dalam menghadapi orang-orang yang sulit dihadapi: Anda harus memilih untuk menolak untuk tersinggung atau menyimpannya di dalam hati.

Renungkan hal ini:
Siapakah orang-orang yang paling sulit Anda hadapi dan siapa yang paling membuat Anda kesal? Bagaimana Anda bisa menunjukkan kasih Anda yang lebih besar atas mereka?
Bagaimana Anda bisa bertumbuh di dalam hikmat?
Ketimbang tersinggung, apa yang bisa Anda lakukan untuk lebih dalam mempelajari latar belakang seseorang?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16


Kasihilah musuhmu, seperti dirimu sendiri.
Sama seperti Tuhan telah begitu mengasihi kita yang menjadi "musuh"-Nya dalam dosa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Integritas Vs Popularitas

Lukas 9:26 "Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus." 

Suatu hari, Anda akan mempertanggungjawabkan hidup Anda di hadapan Tuhan. Apabila Anda selalu mengingatnya di dalam pikiran Anda dan memiliki pemikiran jangka panjang ini, maka itu akan mengubah apa yang Anda ucapkan, apa yang akan Anda lakukan, dan siapa yang coba Anda kesankan. Ini merupakan obat penangkal bagi orang yang selalu menuruti keinginan orang lain. 

Ketika Anda melihat jauh ke depan dan menyadari bahwa Anda akan memberi pertanggungjawaban atas setiap kata yang Anda katakan hari ini, maka Anda akan bertanya pada diri Anda sendiri, "Apakah aku ingin Tuhan tidak setuju dengan apa yang baru saja saya katakan atau lakukan, atau apakah aku ingin orang ini tidak setuju dengan apa yang baru saja aku katakan?"

Saya tahu ini karena saya telah diwawancarai di banyak acara televisi. Dalam siaran tersebut, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersulit kepada saya. Mereka ingin menaruh saya di satu tempat, yang saya yakini mereka mencoba membuat saya terlihat seperti orang bodoh atau orang yang fanatik.

Mereka dengan sengaja mencoba membuat saya ciut dengan apa yang dikatakan Alkitab.

Selama siaran tersebut, sifat manusiawi saya bekata ingin menjadi orang yang disukai oleh para pemirsa di rumah. Sifat manusiawi saya ingin saya untuk berkompromi, membelokkan, memelintir dan malah meniadakan kebenaran Firman. Saya sering mendengar saat orang-orang diwawancarai di televisi dan mereka berkata, "Saya serahkan itu kepada Tuhan" atau "Setiap orang harus menentukan pilihannnya masing-masing." Ada sebuah kata untuk hal itu: lari dari tanggung jawab mereka! Jawaban mereka tersebut benar secara politis, sebab mereka ingin menyenangkan orang lain dengan lari dari tugas mereka sebagai orang Kristen. Orang-orang tersebut tidak berdiri teguh memperjuangkan kebenaran Firman.

Dalam situasi yang seperti itu, ketika saya bisa mengatakan sesuatu yang benar secara politis dan yang tidak akan menyinggung tapi saya ujung-ujungnya harus berbohong, saya teringat akan kebenaran ini. Dan di dalam momen yang penuh tekanan itu, saya melakukan tiga hal.

Pertama, saya ingat apa yang Yesus Kristus lakukan buat saya di kayu salib. Dia tidak menyangkal saya. Dia tidak mundur. Dia mati untuk dosa-dosa saya. Saya berutang nyawa pada-Nya. Dia menciptakan saya. Dia menyelamatkan saya. Dia mengampuni saya. Dia membawa saya ke Surga. Maka,saya tidak menyangkal-Nya.

Kedua, saya ingat bahwa suatu hari nanti saya akan memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Dan pada saat itu Dia akan bertanya, "Apa yang telah kau katakan dalam interview itu? Apa yang telah kau katakan saat kau mengobrol dengan rekan kerjamu? Apa yang telah kau katakan saat kau mengobrol dengan temanmu di sekolah? "Saya ingat bahwa integritas lebih penting ketimbang popularitas. Dan saya tidak akan melepaskan integritas saya.

Yang terakhir, saya mengatakan kebenaran Firman dan saya tidak takut dengan konsekuensinya. Anda pun dapat melakukannya saat Anda berjalan di dalam iman beserta Yesus.

Renungkan hal ini: 
Kata-kata apa yang mudah sekali Anda ucapkan yang mana Anda tahu itu tidak akan menyenangkan Tuhan?
Bagaimana Anda bisa mengubah sebuah keadaaan, sehingga Anda lebih sering memuliakan Tuhan dengan kata-kata Anda?
Siapakah orang di dalam hidup Anda yang butuh Anda bagikan kebenaran Injil kepadanya dengan keberanian?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2


Tetapkan keputusan Anda sekarang, apakah Anda ingin menyenangkan Tuhan atau manusia ?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kenali Penyembuh Anda

1 Petrus 3: 9 "Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat."

Tidak ada yang dapat menghancurkan semangat Anda, lebih buruh dari kekerasan – Anda merasa direndahkan, merasa tidak penting, dan diperlakukan tidak adil. Yesus tahu itu semua. Dia berfirman, "Aku akan menjagamu."

Titik awal penyembuhan Anda ialah dengan mengenal siapa Tabib Anda. Anda perlu berkata, "Yesus Kristus, aku tidak tahu bagaimana Engkau melakukannya, kubersyukur Engkau telah menanggung setiap dosa di dunia ini – dosa yang telah kulakukan. Aku ingin belajar mengasihi-Mu. Dan aku ingin Engkau masuk dan menyembuhkan hati, pikiran, dan tubuhku."
Dia akan dan pasti menolong Anda!

Ketika Yesus diperlakukan semena-mena, apakah Dia membalas? Tidak sama sekali! Alkitab mengatakan, "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1 Petrus 2:23).

Suatu hari Allah akan memberi hukuman. Suatu hari Allah akan membalasnya. Suatu hari Allah akan membela yang benar. Apakah Anda pikir para pelaku kekerasan itu bisa bebas dari perbuatannya? Apakah Anda pikir semua kejahatan yang telah terjadi di dunia ini tak akan mendapat hukumannya? 
Tidak. Suatu hari Allah akan menuntut pembalasan. Itu adalah hak-Nya. 

Allah adalah Tuhan yang Maha Adil. Ia dapat menuntut pembalasan dan menyelesaikannya dengan cara yang jauh lebih ajaib dibanding bila kita melakukannya sendiri, sebab Dia adalah Tuhan, dan kita hanya manusia.
Salah satu alasan mengapa kita harus menghentikan kekerasan dan perlakuan keji ialah karena berikut: Kekerasan itu menular. Perbuatan ini diturunkan dari generasi ke generasi.

Jika seseorang sering melihat atau mengalami kekerasan atau pelecehan ketika ia tumbuh dewasa di dalam keluarga mereka, maka mereka telah belajar beberapa pola. Dan pola-pola tersebut kemungkinan besar bisa diturunkan, bukan kepada semua orang di dalam keluarga, tapi pada beberapa.

Tahun ini, jutaan anak telah menjadi saksi bisu bagaimana orang tua mereka berada dalam rumah tangga yang berisikan kekerasan. Dan studi demi studi telah menunjukkan bahwa anak-anak tersebut ada dua kali kemungkinan lebih besar untuk menganiaya keluarga mereka sendiri begitu mereka menjadi orang dewasa. Maka, seseorang di dalam keluarga harus memutus mata rantai ini! 
Dan orang itu adalah Anda. Mulai hari ini. Mulai saat ini. Mulailah dengan pimpinan kuasa Roh Kudus.

Tuhan, saya berdoa untuk berkat keberanian untuk setiap orang yang membaca ini, agar banyak dari mereka yang akan berkata, "Aku tidak akan merahasiakannya lagi. Penderitaanku ini adalah akibat dari kekerasan yang pernah kuterima. Aku tidak akan meminimalkan atau mengkompensasi itu. Jika sekiranya aku memerlukan tempat yang aman untukku berlindung, maka tunjukanlah padaku. Tuhan, berilah aku keberanian untuk mengatakannya kepada seseorang yang bisa membantuku membuat rencana untuk mengalami penyembuhan dan kesehatan. Selamatkan hidupku; selamatkan hubunganku. Kiranya proses penyembuhan ini dimulai hari ini. Tuhan, aku juga akan membiarkan Engkau yang menuntut balas. Atas namamu aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini:
Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk memutus siklus kekerasan dalam hidup Anda? Ada orang-orang serta gereja di kota Anda yang dapat membantu Anda.
Apa yang bisa Anda buat untuk dapat mendukung teman atau anggota keluarga yang tengah menderita atau yang pernah mengalami penderitaan akibat dari kekerasan atau pelecehan? 
Bagaimana Anda bisa mendorong orang-orang yang sedang menderita oleh karena kebisuan mereka agar mereka boleh berani mengungkapkannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1


Allah adalah Tuhan yang Maha Adil. Jangan mempertanyakan keadilan Allah dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Ingin Memberi Anda Kemerdekaan

Yohanes 8:36 "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Dunia ini mendefinisikan kemerdekaan sebagai sebuah kehidupan yang tanpa kekangan: "Aku bebas melakukan apapun yang saya mau dan mengatakan apapun yang saya mau tanpa ada seorang pun yang mendikte saya." 

Dunia ini berkata Anda bisa menuntut balas Anda, tapi lakukan dengan cara Anda sendiri. Anda bisa memiliki kemerdekaan Anda, tapi satu-satunya jalan yaitu dengan menjadi orang yang benar-benar egois.

Namun sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa satu-satunya jalan menuju kemerdekaan yang sejati yaitu melalui Yesus: "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka" (Yohanes 8:36).
Kemerdekaan yang sejati yaitu bebas dari rasa takut, Anda benar-benar bebas dari rasa bersalah, cemas, kepahitan dan kedukaan. Anda bebas untuk berhenti bersandiwara sebab Anda bebas untuk menjadi diri Anda sendiri.

Bagaimana cara menyingkirkan ketakutan-ketakutan tersebut? Dengan membiarkan Tuhan mengasihi Anda! Rasul Yohanes mengajarkan bahwa "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;" (1 Yohanes 4: 18a).

Ketika Anda menyadari betapa Tuhan mengasihi Anda, Anda akan mulai hidup dalam kemerdekaan yang sejati. Sesungguhnya, saat Anda menyembah Tuhan, Anda mengakui bahwa "Allah adalah kasih." Ibadah merupakan sebuah tindakan penyembahan, dimana Anda sepakat bahwa Dia adalah Allah yang penuh kasih, perhatian, murah hati dan "dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia."

Renungkan hal ini:
Jika Anda sulit untuk percaya bahwa Tuhan mengasihi Anda, menurut Anda mengapa Anda tak percaya dalam hal ini?
Bagaimana selama ini Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Anda?
Bagaimana dengan merealisasikan kasih Tuhan yang besar atas Anda, dapat membantu Anda mengasihi orang lain dengan lebih baik lagi? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13


Kemerdekaan dalam Tuhan adalah saat jiwa Anda dapat tinggal tenang dan percaya pada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Epidemi Kekerasan: Jangan Tinggal Diam

Mazmur 39: 1-4 "Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. Pikirku: 'Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.' Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat. Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku: 'Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!"

Langkah pertama untuk melepaskan diri dari kekerasan, entah itu kekerasan seksual, fisik, verbal atau emosional, yaitu dengan menceritakannya kepada seseorang yang bisa membantu Anda.

Yesus berkata dalam Yohanes 8:32, "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Kemerdekaan itu muncul saat Anda membuka diri dan mengakui rasa sakit Anda kepada orang lain.

Dalam sebuah penelitian di 10 negara, ditemukan bahwa antara 55-95% wanita yang mengalami kekerasan oleh pasangan mereka, tidak pernah memberi tahu siapa pun, bahkan pria cenderung tidak mau membicarakannya sama sekali atau meminta pertolongan orang lain. 

Kekerasan atau penganiayaan seringkali disebut sebagai wabah atau epidemi kebisuan, sebab itu merupakan sebuah aib besar di dalam perkawinan yang tak seorangpun mau membicarakannya. Orang-orang menderita di dalam kebisuan mereka. 

Seseorang dalam Alkitab yang tahu benar soal kekerasan adalah Raja Daud. Dia adalah raja yang menulis sebagian besar kitab Mazmur dan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya menghadapi penganiayaan; ada orang-orang yang ingin menyakitinya, membunuhnya, menyiksanya, mencemarkan nama baiknya dan mencemoohnya- segala macam kekerasan.

Di lebih dari 100 ayat dalam kitab Mazmur, Daud mengekspresikan rasa sakitnya, kegusarannya, dan kemarahannya terhadap musuh-musuhnya. Dia menggunakan kata "musuh" hampir 100 kali di Alkitab. Dia berbicara tentang perlakuan kejam yang ditujukkan kepadanya dalam hidupnya. 

Namun salah satu hal yang Daud teladankan pada kita ialah berikut ini: Jangan merahasiakannya. Dalam Mazmur 39: 1-4, Daud mengungkapkan apa yang terjadi ketika dia mencoba merahasiakan pergumulannya: 'Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku." Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat. Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku: "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!"

Memang, ini respon yang lazim ketika kita mengalami kekerasan atau perlakuan kejam. Daud takut membahasnya di depan para pelakunya, tapi kebisuannya membuat keadaannya semakin parah: "Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat. Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah;"

Jika Anda sedang mengalami hal ini sekarang, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan peduli dengan Anda. Saya peduli dengan Anda. Dan selalu ada harapan. Anda tidak boleh lagi berada dalam lingkaran rasa sakit, kegelisahan, dan ketakutan itu.

Tetapi, pertama-tama Anda harus berhenti untuk diam. Anda harus angkat bicara dan memberitahu seseorang yang dapat Anda percaya. Anda harus membawanya ke dalam terang sehingga Tuhan bisa mulai membimbing Anda kepada penyembuhan.

Renungkan hal ini: 
Apa sajakah tanda-tanda kekerasan emosional? Bagaimana Anda bisa membantu seorang teman yang tengah mengalaminya?
Menurut Anda mengapa banyak orang yang bergumul dengan masalah ini merasa sulit untuk menerima kasih Tuhan?
Menurut Anda mengapa kita lebih menderita saat kita menyembunyikan rasa sakit kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 11-12; Galatia 4


Berseru dan berdoalah pada Tuhan dalam segala pergumulan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Rasa Sakit Anda Seringkali Menyingkapkan Rencana Allah

2 Korintus 1: 4a, 6 "(Allah) yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka,… Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga."

Seringkali rasa sakit Anda menyingkapkan rencana Allah untuk Anda. Allah tidak pernah menyia-nyiakan rasa sakit Anda! Bila Anda telah melewati sakit hati dan luka, artinya Dia ingin Anda membantu orang lain melewati rasa sakit yang sama. Dia ingin Anda berbagi pengalaman dengan orang lain. Allah dapat menggunakan masalah-masalah dalam hidup Anda sebagai wadah pelayanan Anda untuk orang lain. Bahkan, hal yang sangat membuat Anda begitu malu dan dan yang paling Anda benci sekalipun, bisa menjadi pelayanan terhebat Anda dalam hal membantu orang lain.

Siapa yang lebih bisa membantu seseorang yang tengah melewati kebangkrutan sebaik seseorang yang pernah mengalami kebangkrutan? Siapa yang lebih bisa membantu seseorang mengatasi kecanduan sebaik seseorang yang pernah mengalami kecanduan? Siapa yang lebih bisa membantu orang tua dengan anak berkebutuhan khusus sebaik orang tua dengan anak berkebutuhan Khusus? Siapa yang bisa membantu seseorang yang telah kehilangan anak sebaik orang tua yang telah kehilangan anaknya pula?

Alkitab mengatakan, "(Allah) yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka. Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga" (2 Korintus 1: 4a, 6).

Ini disebut penderitaan penebusan. Penderitaan penebusan ialah ketika Anda mengalami satu masalah atau rasa sakit untuk kebaikan orang lain.

Inilah yang Yesus lakukan. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia tidak layak untuk mati. Dia melewati rasa sakit itu demi kebaikan Anda agar Anda bisa diselamatkan dan pergi ke Surga.

Ada banyak penyebab yang berbeda-beda atas masalah, luka dan penderitaan dalam hidup Anda. Terkadang ada perkara terjadi disebabkan oleh diri Anda sendiri. Bila Anda membuat keputusan bodoh, maka itu akan menyebabkan rasa sakit dalam hidup Anda. Bila Anda jalan-jalan dan menghabiskan terlalu banyak uang dan membeli barang-barang yang sebenarnya tak mampu Anda beli dan tak bisa Anda lunasi di kemudian hari, dan lalu Anda terlibat hutang dan kehilangan rumah Anda, maka Anda tidak bisa berkata, "Tuhan, mengapa Engkau membiarkanku kehilangan rumah?" Anda tak bisa menyalahkan Tuhan atas pilihan-pilihan buruk Anda.

Namun dalam beberapa permasalahan Anda, Anda tak bersalah. Misalnya, Anda disakiti oleh rasa sakit, kebodohan, dan dosa orang lain. Beberapa rasa sakit dalam hidup Anda itu adalah sebagai penderitaan penebusan untuk Anda. Allah seringkali membiarkan kita melalui masalah, supaya kita dapat membantu orang lain.

Renungkan hal ini: 

Apa sajakah masalah dalam hidup Anda yang selama ini Anda pertanyakan pada Tuhan atau Anda bertanya-tanya mengapa hal itu harus terjadi pada Anda?
Bagaimana Anda dapat memakai pengalaman menyakitkan Anda tersebut untuk melayani orang lain?
Menurut Anda mengapa Tuhan tidak selalu memperlihatkan rancangan-Nya kepada kita? Bagaimana seharusnya kita meresponnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 8-10; Galatia 3


Hal yang paling Anda benci dalam hidup Anda adalah apa yang Allah ingin pakai demi mendatangkan kebaikan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Kekuatan Kasih Karunia Allah

2 Korintus 1:12 "Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah."

Terlepas dari keadaan dan perasaan Anda, bertahanlah dengan bergantung pada sifat Allah yang tak akan berubah.

Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 1:12, "Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah."

Keadaan Anda tidak akan bisa mengubah sifat Allah. Kekuatan kasih karunia-Nya tetap penuh seutuhnya. Dia tetap ada untuk Anda, bahkan saat Anda tak merasakannya.

Ingatkan diri Anda bahwa apa yang Anda tahu tentang Allah adalah selamanya benar: Dia baik, Dia mengasihi Anda, Dia beserta Anda, Dia tahu apa yang Anda alami, Dia peduli dan Dia punya rancangan yang baik untuk hidup Anda.

Raymond Edman, salah satu mentor Billy Graham, pernah berkata, "Di dalam gelap, jangan pernah meragukan apa yang Allah katakan di dalam terang."

Lalu, apa yang Allah katakan di dalam terang yang sekarang Anda ragukan di dalam gelap? Menurut Anda mengapa saat ini Anda meragukan Dia? Ingat, keadaan Anda tidak akan bisa mengubah sifat Tuhan.

Renungkan hal ini:
Apa yang telah Anda pelajari tentang Allah dan kasih-Nya atas Anda di masa-masa baik dalam hidup Anda?
Bagaimana kebenaran Firman tadi membantu Anda melewati musim-musim sulit dalam hidup Anda?
Janji-janji apa di dalam Firman Tuhan yang dapat mendorong Anda di saat Anda mulai ragu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2


Kasih Karunia Allah, jauh melebihi segala akal manusia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Jangan Tunduk pada Ketakutan Anda

2 Korintus 1:10 "Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"

Tuhan sedang menjaga Anda, karena itu janganlah dengarkan ketakutan Anda. Hanya ada sebuah pilihan: Percayalah pada Tuhan dan jangan tunduk pada ketakutan Anda.

Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 1:10, "Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"

Janji Tuhan kepada orang percaya adalah, apa pun yang terjadi dalam hidup kita, Dia bekerja untuk mendatangkan kebaikan untuk kita - apabila kita mengasihi-Nya dan mengikuti-Nya. Jika Anda orang percaya, Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatunya bekerja untuk mendatangkan kebaikan – perhatikan, ini artinya bukan segala sesuatu adalah baik, tapi segala sesuatunya bekerja untuk mendatangkan kebaikan. 

Itu berarti kita harus berhenti mendengarkan kekuatiran kita. Tak ada kesulitan, dilema, kekalahan atau bencana dalam kehidupan orang percaya yang tak bisa Tuhan jadikan manfaat buat kita. Sebab itu, Anda tak perlu takut akan hari depan.

Ketakutan Anda menyingkapkan area kehidupan dimana Anda tidak menaruh kepercayaan Anda padaTuhan, Hari ini, buatlah daftar ketakutan dan kekuatiran Anda, lalu mintalah pada Tuhan untuk membantu Anda mencari tahu mengapa Anda takut didalam area kehidupan tersebut. Kemudian, mintalah Dia untuk membantu Anda mengganti ketakutan Anda itu menjadi rasa percaya. 

Nah, langkah selanjutnya amat penting: Minta Tuhan untuk mulai membantu Anda belajar untuk percaya pada-Nya dalam menghadapi ketakutan Anda tersebut. Kemudian, perhatikan bagaimana Dia menolong Anda.

Renungkan hal ini:
Ketakutan-ketakutan apa yang telah Anda identifikasi dalam hidup Anda?
Mengapa Anda percaya pada Tuhan di beberapa area kehidupan Anda, tapi tidak di beberapa area yang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1


Jangan takut ! Tuhan selalu bisa mendatangkan hal-hal baik dari masa-masa sulit. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Memakai Masa-Masa Sulit untuk Kebaikan

2 Korintus 1: 8b-9 "Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati."

Apakah Yesus menderita? Apakah kadang Dia kesepian? Apakah Dia pernah tergoda untuk patah semangat? Apakah Dia pernah salah dimengerti, difitnah, dan dikritik secara tidak adil?

Tentu saja Dia pernah! Tak ada satu pun dari kita yang terbebas dari penderitaan, kesepian, keputusasaan, atau kritik yang tak adil, karena Allah sedang mengembangkan karakter Kristus di dalam diri kita, dan agar kita mampu melakukannya, Dia harus membuat kita melewati semua keadaan tersebut dalam hidup ini, sama seperti apa yang telah dilalui Kristus. 

Apakah ini berarti Allah mendatangkan tragedi? Tidak, Allah itu baik, dan Dia tidak akan menyebabkan kejahatan atau berbuat jahat. Tetapi Allah dapat menggunakan masa-masa suram dan penuh tekanan dalam hidup kita demi mendatangkan kebaikan. Dia akan memakainya untuk mengajari kita untuk percaya pada-Nya, untuk menunjukkan kepada kita bagaimana caranya membantu orang lain, dan untuk menarik kita lebih dekat dengan orang percaya lainnya.

Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 1: 8b-9, "Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati."

Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika melewati masa-masa sulit?

Pertama, jangan berkecil hati. Lalu ingatlah bahwa Tuhan ada bersama Anda. Dan terakhir, bersandarlah pada perlindungan dan pimpinan Tuhan.

Kita semua pasti sudah dan akan mengalami masa-masa sulit. Perbedaannya, bagi mereka yang percaya dan yang tidak percaya pada Yesus adalah kehadiran Sang Terang, Yesus Kristus.
Renungkan hal ini: 
Pengalaman apa yang sulit dan yang membuat stres dalam hidup Anda, dimana Tuhan telah menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan? 
Bagaimana selama ini Anda belajar mengandalkan Tuhan melalui masa-masa sulit dalam hidup Anda?
Pelajaran apa yang Anda petik tentang Tubuh Kristus (gereja) melalui masa-masa sulit dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13


Karakter kita dibentuk oleh masa sulit dalam hidup.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bagaimana Anda Mengampuni?

2 Korintus 5: 18-20 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah."

Pada tahun 1956, lima orang misionaris Amerika memasuki sebuah hutan tropis di Amazon timur, Ekuador untuk melakukan kunjungan kedua mereka ke suku Huaorani, yang menurut para antropolog adalah masyarakat paling keji dan kejam di muka bumi pada saat itu. Mereka punya budaya membunuh dan banyak penelitian menunjukkan 60 persen orang dari suku tersebut mati akibat pembunuhan.

Begitu para misionaris keluar dari pesawat, seketika itu juga mereka dibunuh oleh anggota suku tersebut. Pembunuhan brutal ini menggegerkan berita di seluruh dunia, hingga menjadi sampul majalah Life, Time, dan Newsweek. Banyak surat kabar melaporkan kematian para misionaris ini, dimana termasuk di dalamnya Nate Saint dan Jim Elliot.

Namun beberapa tahun kemudian, Elisabeth dan Valerie Elliot, istri dan anak perempuan Jim dan Rachel Saint, saudara perempuan Nate, malah memutuskan pindah ke desa Huaorani untuk menunjukkan cinta kasih dan pengampunan mereka serta melayani orang-orang yang telah membunuh keluarga mereka. Akhirnya, Mincaye, pemimpin suku tersebut dan kelima orang yang terlibat dalam pembunuhan misionaris tersebut bertobat dan menjadi orang Kristen.

Jenis pengampunan yang diteladankan oleh Elisabeth Elliot dan Rachel Saint ini mungkin tidak masuk akal, namun mereka dimampukan sebab Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni. Lalu, bagaimana seharusnya kita mengampuni? Lakukanlah empat hal yang dilakukan oleh kedua wanita itu:

Lepaskan hak Anda untuk membalaskan kebencian Anda. Roma 12:19 mengatakan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." Serahkan saja pada Tuhan. Dia akan mengurusnya, dan Dia akan menyelesaikannya jauh lebih baik dari yang Anda bisa.

Respon kejahatan dengan kebaikan. Bagaimana Anda bisa tahu jika Anda sudah benar-benar mengampuni seseorang? Ketika Anda berdoa agar Tuhan memberkati orang yang menyakiti Anda. Alkitab berkata, "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu" (Lukas 6: 27b-28).

Ulangi langkah-langkah ini selama itu masih dibutuhkan. Petrus bertanya kepada Yesus dalam Matius 18:21-22, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Terkadang pengampunan itu harus diberikan terus-menerus. 

Selamatkan orang lain dengan Kabar Baik tentang pengampunan Allah. Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 5: 18-20, "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah."

Renungkan hal ini: 
Menurut Anda mengapa begitu sulit untuk melepaskan keinginan kita untuk membalas dendam atau mengambil keputusan untuk mengampuni? 
Apa yang bisa Anda lakukan untuk memberikan contoh tentang pengampunan dalam hidup Anda?
Siapakah di dalam hidup Anda yang perlu mendengar pesan damai dan keselamatan Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12


Dibutuhkan kasih yang begitu besar untuk dapat mengampuni seseorang. Hal ini sama seperti kasih Allah yang tidak terbatas yang telah mengampuni begitu banyaknya dosa kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ampunilah Karena Anda Telah Diampuni

Kolose 3: 13b "Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Alkitab mengatakan ada tiga alasan mengapa Anda harus melepaskan masa lalu dan orang-orang yang telah menyakiti Anda. Alasannya tak ada hubungannya dengan pantas atau tidaknya orang tersebut menerima pengampunan Anda. 

1. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda karena Tuhan telah mengampuni Anda. Kolose 3:13 mengatakan, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Bila Anda ingin menjadi orang yang pemaaf, Anda harus terlebih dahulu menerima pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus. Alkitab mengatakan Tuhan datang ke Bumi dalam bentuk manusia, Yesus, untuk mengampuni segala kesalahan kita. Dia telah menebusnya sehingga kita tidak perlu menanggungnya. Sungguh suatu kabar baik!

2. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda, karena kebencian bisa mengendalikan Anda. Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 7: 9, "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh." Kebencian membuat Anda sengsara dan membuat Anda terjebak di masa lalu. Dan begitu Anda sudah terjebak di masa lalu, Anda dikendalikan oleh masa lalu. Setiap kali Anda membenci sesuatu, itu akan menguasai pikiran Anda. Beberapa dari Anda membiarkan orang-orang yang menyakiti Anda 5, 10, atau bahkan 20 tahun yang lalu untuk menyakiti Anda lagi hingga hari ini. Itu bodoh. Jangan biarkan itu terjadi. Mereka tak bisa menyakiti Anda lagi. Masa lalu Anda sudah lewat, Anda harus melepaskannya.

3. Anda harus mengampuni orang-orang yang telah menyakiti Anda karena Anda akan membutuhkan lebih banyak pengampunan di hari yang akan datang. Yesus berkata dalam Matius 6:14, "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." Pengampunan itu berlangsung timbal balik. Anda tidak dapat menerima apa yang tidak mau Anda berikan.

Renungkan hal ini: 
Dalam situasi apa Anda perlu memberikan pengampunan agar Anda dapat terus berjalan dari masa lalu Anda?
Apa satu dosa yang Anda anggap tak akan pernah bisa Anda maafkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Tidak ada kalah dan menang dalam hal pengampunan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Seberapa Sering Anda Harus Mengampuni?

Matius 18: 21-22 "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Pengampunan jarang terjadi hanya sekali-sekali. Jadi seberapa sering Anda harus terus merelakan hak Anda untuk membalas dendam?
Sampai Anda berhenti merasa sakit hati – pada titik itulah Anda akan tahu bahwa Anda telah mengampuni orang itu.
Matius 18: 21-22 mengatakan, "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Petrus menganggap dirinya sudah cukup murah hati. Dalam hukum Yahudi, Anda harus mengampuni seseorang tiga kali, dan setelah Anda mengampuni mereka tiga kali, itulah batasnya. Anda tidak bisa mengampuni mereka lagi. Maka Petrus berpikir, "Hukum Yahudi berkata tiga kali. Bagaimana kalau aku menggandakannya, dan menambahkannya supaya takarannya tepat? Tujuh kali? (Tuhan akan sangat terkesan dengan ini!)"

Dan Yesus berkata, "Salah! Dugaanmu meleset jauh! Bagaimana kalau tujuh puluh kali tujuh kali!" Dia berkata Anda harus terus melakukannya. Anda hanya terus mengampuni sampai rasa sakit Anda hilang. Setiap kali Anda mengingat rasa sakit itu, adalah pilihan tepat untuk berkata, "Tuhan, orang itu benar-benar menyakiti saya, dan rasa sakit itu masih ada. Tapi karena saya ingin dipenuhi dengan kasih, bukan dengan kebencian, saya memilih untuk melepaskan hak saya untuk membalaskan dendam dan mengharapkan yang buruk pada orang tersebut. Saya memilih untuk memberkati orang-orang yang menyakiti saya. Tuhan, saya berdoa agar Engkau memberkati hidup mereka - bukan karena mereka pantas mendapatkannya, sebab memang tidak. Begitu pun, saya juga tak pantas menerima berkat-Mu, Tuhan. Tapi saya berdoa agar Engkau menunjukkan kasih karunia-Mu kepada mereka seperti yang telah Engkau tunjukkan kepada-Ku." 
Itu tidak mudah. Bahkan, saya tidak ragu mengatakan bahwa walau Anda membaca renungan ini, pernikahan Anda tetap akan bermasalah jika Anda menolak untuk mengampuni, penyebabnya bukan karena rasa sakit itu. Penolakan untuk memaafkanlah yang bisa menghancurkan pernikahan.

Anda mungkin berkata, "Tapi saya tidak mau memaafkan." Siapa yang mudah memaafkan? Tidak ada. Anda melakukannya karena itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, dan Anda melakukannya untuk melanjutkan hidup Anda. Memaafkan itu tidak mudah, tapi dengan kekuatan Tuhan, Anda akan bisa melakukannya.

Renungkan hal ini: 
Apakah ada suatu hubungan yang retak dimana Anda menyalahkan alasan "perbedaan yang tidak dapat didamaikan"? Bagaimana dengan Anda menolak mengampuni, itu juga ikut berperan dalam keruntuhan hubungan tersebut?
Apa luka di masa lalu yang masih membuat Anda sakit hati? Bagaimana pengampunan bisa membantu Anda untuk melanjutkan hidup?
Jika menyangkut tentang hubungan Anda, apa maksud dari kekuatan Tuhan bekerja dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Ampunilah orang lain sebanyak Tuhan telah mengampuni dosa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More