• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Ketaatan Pemimpin Kita pada Damai Sejahtera

Filipi 4: 6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Jika saat ini Anda merasa kewalahan atau bingung dalam mengambil keputusan, kemungkinan besar Anda terlalu sibuk memikirkan diri sendiri dan tidak mendengarkan suara Tuhan. Alkitab mengatakan, "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera" (1 Korintus 14:33). Dia bukan Sang Penulis Kehidupan yang galau. Jadi, bila saat ini Anda merasa bimbang, coba tebak? Bukan suara Tuhan yang tengah berbicara di dalam hidup Anda saat ini. 

Jika Anda adalah orang tua, apakah Anda mau jika anak-anak Anda merasa tertekan atau bingung ketika Anda meminta mereka melakukan sesuatu? Tentu Anda tidak mau. Anda ingin mereka paham apa yang harus mereka kerjakan dan kemudian merespon perintah Anda dengan ketaatan. Allah Bapa mengharapkan hal yang sama dari Anda dan saya. 

Satu-satunya keadaan yang akan membuat Anda tertekan yaitu ketika Tuhan memerintahkan Anda untuk melakukan sesuatu, namun Anda terus berkata "tidak." Tekanan itu akan terus-menerus bertambah. Tetapi sebaliknya, selalu ada damai sejahtera ketika Anda menjawab "ya" atas apa yang Tuhan perintahkan kepada Anda. 

Setan ingin menggerakkan kita secara kompulsif, menuruti kehendak hati kita, namun Tuhan ingin menggerakkan kita dengan kasih. Setan ingin mengambil keuntungan dari kompulsi kita dan menggunakannya untuk menyetir hidup kita. Tetapi Allah adalah Gembala yang Baik. Dia ingin menarik kita dekat kepada-Nya di dalam damai sejahtera. 

Peter Lord, seorang pendeta yang begitu saya hormati, dulu sering berkata, "Sembilan puluh persen dari apa yang Tuhan ingin katakan kepada Anda adalah dorongan, penguat." Apabila Anda menangkap pesan-pesan negatif dari Firman Tuhan, maka ada yang salah. Iblis tengah menyetir Anda.

Apabila Anda merasa Tuhan seolah-olah menyuruh Anda untuk melakukan sesuatu tetapi Anda semakin cemas karena hal itu, maka Anda punya pemahaman yang salah akan Firman Tuhan. Ada yang tidak beres.

Alkitab mengatakan kepada kita, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4: 6-7).

Renungkan hal ini: 
- Keputusan apa yang membuat Anda merasa galau, cemas, atau khawatir? Apakah Anda percaya bahwa itu adalah perintah dari Tuhan? 
- Pikirkan satu keputusan yang sedang Anda hadapi saat ini. Bagian mana dari Filipi 4: 6-7 yang sudah Anda lakukan, dan bagian mana yang harus mulai Anda lakukan?
- Apa sesuatu yang telah Tuhan minta untuk Anda laksanakan namun tidak Anda taati? Apa akibatnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 12-13; Lukas 16


Hati nurani Anda diberikan Tuhan sebagai alarm untuk memahami hatiNya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Harus Mau Mendengarkan Suara-Nya

Ulangan 4:29 "Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."

Anda tidak akan mendengar suara Tuhan, kecuali jika Anda benar-benar menginginkannya. Saya tidak mengatakan bahwa itu terserah Anda. Tidak! Saya tidak mengatakan alangkah baiknya bila Anda melakukannya. Itu suatu keharusan!

Tuhan tidak akan memberi tahu rancangan-Nya untuk hidup Anda jika Anda memperdebatkannya. Tuhan tidak akan memberi tahu apa yang harus Anda lakukan di Bumi ini, jika Anda meresponnya, "Aku pikir-pikir dulu, Tuhan."

Mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan adalah suatu keharusan. Anda harus berseru kepada-Nya, "Aku harus tahu mengapa aku ada di sini. Aku harus tahu apa yang ingin Engkau lakukan dengan hidupku. Aku harus mendengar suara-Mu. Aku harus mendapatkan wahyu-Mu." 

Raja Daud menulis dalam kitab Mazmur, "Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku" dan "Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu" (Mazmur 40: 8, Mazmur 119: 20).

Daud amat sangat mencintai Taurat Tuhan, sampai-sampai ia menyatakan bahwa yang paling ia ingin lakukan ialah memuliakan Tuhan. Menaati dan ikut Tuhan bukanlah sebuah pilihan baginya; itu satu-satunya hal yang ingin dia kerjakan. Daud menggunakan kata-kata ini untuk mengekspresikan betapa rindunya ia pada Firman Tuhan: "Aku merindukannya," "Aku menginginkannya," "Aku sangat mencintainya," dan "Aku seperti rusa yang merindukan sungai yang berair."

Ketika Anda putus asa, Anda akan mendengar suara Tuhan.

Banyak orang berbicara kepada Tuhan, tetapi mereka tidak pernah mendengar suara Tuhan. Bagi mereka, doa adalah sebuah monolog. Tetapi Anda tidak bisa dikatakan memiliki sebuah hubungan apabila hanya Anda saja yang berbicara. Ini ibaratnya berbicara dengan istri atau suami Anda, tetapi dia hanya diam saja. Itu bukan dinamakan sebuah hubungan. Harus ada percakapan di dalamnya. Begitu pun dalam hal berdoa, berbicara kepada Tuhan sama pentingnya dengan mendengarkan Dia dan membiarkan Dia berbicara kepada Anda. Bagaimana caranya agar Anda bisa mendengar suara Tuhan? Pertama-tama, Anda harus sungguh-sungguh menginginkannya lebih dari apa pun.

Ulangan 4:29 mengatakan, "Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu." Itu pasti!

Renungkan hal ini: 
- Apa hal yang paling Anda inginkan dalam hidup ini? Bagaimana kehidupan Anda mencerminkan kerinduan itu?
- Apakah Anda begitu bergairah dalam menjalin hubungan dengan Kristus? Bagaimana Anda dapat memupuk semangat itu dalam hidup Anda?
- Dengan sikap seperti apa Anda biasanya meminta arah pimpinan kepada Tuhan? Apakah Anda siap untuk merespon jawaban-Nya dengan ketaatan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 9-11; Lukas 15:11-32


Tuhan hanya akan berbicara pada hati yang sungguh - sungguh membutuhkanNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Luangkan Waktu untuk Saat Teduh

Matius 6: 6 "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Tuhan tidak akan berbicara kepada Anda apabila hidup Anda dipenuhi dengan berbagai macam kebisingan. Anda harus menyendiri dan menenangkan diri. Kita menyebutnya saat teduh.

Yesus mengatakan seperti ini dalam Matius 6: 6: "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Berikut adalah kuncinya untuk bisa mendengarkan Tuhan berbicara dan menerima wahyu-Nya untuk hidup Anda: Dengan memahami bahwa Tuhan ingin bertemu dengan Anda.

Satu hal yang perlu Anda sadari adalah jangan menunggu Tuhan, sebab Dialah yang sedang menunggu Anda. Tuhan menciptakan Anda untuk memiliki hubungan dengan-Nya. Dia ingin Anda menghabiskan waktu bersama-Nya setiap hari. Dia ingin Anda menjadwalkan waktu bertemu dengan-Nya setiap hari. Tuhan sedang menunggu Anda. 

Di zaman sekarang, sulit bagi kita untuk menyendiri dan mencari tempat yang tenang. Saya tidak tahu apakah Anda sadari atau tidak, begitu banyak kebisingan yang ada dalam hidup kita. Kita biasanya menyalakan radio ketika kita berkendara atau mendengarkan lagu dari speaker mini atau speaker Bluetooth. Di setiap ruang tunggu, supermarket, dan lift, pasti ada lagu atau musik yang diputar. Hanya ada sedikit waktu atau ruang dalam hidup kita yang benar-benar tenang. 

Jika Anda punya anak-anak, itu bahkan jauh lebih sulit! Tapi biarkan saya beri Anda sedikit harapan. Susanna Wesley, salah satu wanita terhebat di dalam sejarah, memiliki 18 anak. Salah seorang putranya, John, mendirikan gereja Methodis dan membantu menyebarkan agama Kristen di seluruh Amerika, dan putranya yang lain, Charles, telah menulis lebih dari 6.000 lagu pujian. 

Bagaimana Anda bisa melakukan saat teduh jika Anda memiliki 18 anak? Dalam biografinya, digambarkan, Susanna duduk di kursi goyang favoritnya setiap sore, dan ia akan menaruh celemeknya di atas kepalanya selama satu jam. Anak-anaknya tahu jika sang Ibu sudah menutupi kepalanya dengan celemek, itu artinya, "Tidak boleh ada yang mengganggu Ibu atau kau akan kena batunya!"

Wesley mengatakan bahwa doa ibunyalah yang membentuk hidupnya. Anda pasti bisa mencari waktu untuk saat teduh Anda apabila Anda sungguh-sungguh menginginkannya. Luangkan waktu untuk menenangkan diri dan datanglah kepada Bapa. 

Renungkan hal ini:
- Seberapa lama dari hari Anda yang Anda habiskan dalam keheningan?
- Bagaimana Anda dapat membantu keluarga Anda untuk memahami betapa Anda memerlukan waktu untuk saat teduh, sehingga mereka dapat mendukung Anda melaksanakannya dan tidak membuat Anda terganggu? 
- Apa pengaruh dari kekonsistenan saat teduh Anda, bukan hanya untuk Anda tetapi juga untuk keluarga Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10


Tidak ada alasan untuk tidak punya waktu khusus untuk Tuhan.
Tuhan selalu ada waktu untuk Anda, bagaimana dengan Anda?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Coba Tuliskan Doa Anda

Habakuk 2: 2 "Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya."

Jika Anda ingin mendengar Tuhan berbicara, Anda perlu menyendiri di tempat tenang, nantikan Tuhan dengan sabar dan dengan penuh harap, minta Dia untuk memberi Anda gambaran apa yang hendak Dia katakan pada Anda, dan kemudian tuliskan respon Tuhan atas pertanyaan-pertanyaan Anda.

Dalam kitab Habakuk, Allah memerintahkan si penulis untuk "tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya" (Habakuk 2: 2).

Begitulah bagaimana kita mendapatkan kitab Habakuk. Di bab satu, Habakuk menuliskan apa yang ia katakan kepada Allah. Dan di bab dua, dia menuliskan apa yang Allah katakan kepadanya.

Begitu pula bagaimana kita mendapatkan kitab Mazmur; banyak dari mazmur tersebut didapat langsung dari waktu teduh Daud. Daud mencintai dan merenungkan Taurat Allah, dan kemudian ia menuliskan pemikirannya, yang kemudian disebut mazmur. Di sebagian besar mazmurnya, Daud mulai dengan menuliskan apa yang ia rasakan dan kemudian mengakhirinya dengan menuliskan Firman Allah. 

Jika saat ini kehidupan doa Anda bersifat monoton dan Anda cenderung mendoakan hal yang sama berulang kali - "Tuhan, sertai orang ini" atau "Berkati makanan ini agar menjadi berkat bagi tubuh kami" - maka inilah yang perlu Anda lakukan : Mulailah menuliskan doa Anda.

"Apa? Maksud Anda, saya tidak perlu mengucapkannya? "Benar sekali! Itu juga doa. Tuhan dapat mendengar doa yang ada di dalam pikiran Anda. Cobalah untuk menuliskannya.

Apakah saya tetap bisa menuliskan doa saya dan kemudian membacanya? Tentu saja. Saat Anda menuliskannya, artinya Anda sedang berdoa. Saat Anda membacanya, artinya Anda sedang berdoa.

Menuliskan doa di dalam bentuk jurnal merupakan sebuah kebiasaan spiritual, dan itu adalah salah satu kebiasaan yang harus dipahami dan dipraktikkan oleh semua orang Kristen.

Jurnal berbeda dengan buku harian. Buku harian berisikan hal-hal yang telah Anda lakukan. Jurnal berisikan pelajaran yang telah Anda pelajari - kesalahan yang telah Anda buat dan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada Anda melalui hal-hal itu. 

Renungkan hal ini: 

- Apa saja cara-cara mencatat yang berbeda, selain dengan kertas dan pena, yang lebih nyaman buat Anda?
- Apa saja yang telah Tuhan ajarkan kepada Anda yang Anda bisa Anda catat hari ini?
- Mulailah doa Anda dengan menuliskan jawaban Anda dari pertanyaan berikut ini: Apa sifat-sifat Tuhan yang Anda sukai? Siapa di dalam hidup Anda yang membutuhkan campur tangan Tuhan? Kebutuhan apa yang Anda minta Tuhan berikan kepada Anda? Apa saja yang bisa Anda syukuri hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35


Maknai setiap kata yang Anda doakan ,doa adalah perkataan Anda langsung pada Tuhan. 
Seringkali apa yang Anda ucapkan dalam doa tidak sepenuh hati kita mohonkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Berbuat Baiklah bagi Mereka yang Menentang Anda

Lukas 6: 27b-29 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu."

Ketika Anda dianiaya, dilecehkan, dan menghadapi perlawanan, maka Anda harus menanggapinya dengan memberi berkat. Yesus berkata dalam Lukas 6: 27-29, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu."

Siapa yang mau melakukan itu?! Sesunggunya tidak banyak orang. Itulah yang membedakan orang Kristen, sebab itu bukan respon yang lazim, yang umun, yang mudah. 

Butuh keberanian besar untuk melakukannya! Orang yang bebal bisa melawan balik. Orang yang pengecut bisa membalas dendam. Orang yang tak punya hati bisa menyahut dengan kata-kata yang kejam. Bahkan burung beo sekalipun bisa memaki jika dilatih.

Apakah itu mudah? Tentu tidak. Anda hanya mampu melakukannya bila Anda dipenuhi oleh kasih Allah. Dan itu adalah kesaksian yang paling kuat. 

Di dalam film The Butler, yang menceritakan tentang Freedom Riders, para aktivis yang melawan rasisme di bagian Selatan Amerika selama masa Pergerakan Hak Sipil. Mereka melatih orang-orang kulit hitam untuk tidak membalas ketika mereka dipukul, diludahi, dicaci-maki, didorong, atau ketika orang-orang melemparkan makanan pada mereka. Ini adalah adegan yang amat kuat, mengajarkan bagaimana menanggapi kekejaman tanpa kekerasan.

Saat saya menyaksikan adegan itu, air mata saya tumpah. Pikir saya, "Saya ingin menjadi orang seperti itu buat Yesus. Saya ingin menjadi orang yang berani. Saya ingin memiliki hati yang berani, yang tidak akan menyerah berdiri untuk kebenaran meskipun diperlakukan tidak adil. Saya ingin membalasnya dengan kasih."

Ketika Anda menolak untuk membalas dan sebaliknya, menanggapinya dengan kasih di tempat kerja Anda atau dengan seseorang yang benci Anda, Tuhan akan senang. Dan, Anda akan diberkati.

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga," (Matius 5: 10-12a).

Yesus telah menebus Anda. Dia mengatakan ada harga yang harus dibayar untuk ikut Dia. Kesenangan atau prestasi di Bumi bukanlah bagian dari upah Anda menjadi orang Kristen, tetapi sebaliknya upah Anda di Surga menanti Anda.

Renungkan hal ini: 
- Apa harga yang harus Anda tanggung karena iman Anda?
- Bagaimana Anda bersedia menderita bagi Yesus Kristus? Bagaimana jawaban Anda itu mempengaruhi cara Anda merespon penghinaan atau penolakan dari orang lain?
- Mengapa menanggapi dengan kasih, bukan membalas adalah bentuk kesaksian yang paling kuat untuk Kristus?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24


Tuhan ingin Anda mengasihi musuh Anda, berbuat baiklah kepada orang-orang yang membenci Anda, berkati mereka yang memaki Anda, doakan mereka yang menyakiti Anda dan tahan diri Anda saat dihina 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tertawa, Bermain, Berdoa dan Berharap

Matius 11: 19 "Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Tuhan merancang Anda untuk menikmati hidup Anda, bukan hanya untuk bertahan hidup. Dia membentuk tubuh Anda sesuai dengan gambaran dari kebenaran Firman ini. Firman Tuhan yang satu ini amat jelas: Menikmati hidup akan mengantarkan Anda pada tahun yang lebih sehat.

Alkitab mengajarkan dalam Amsal 17:22, "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." Dengan kata lain, dia yang tertawa, bertahan hingga akhir. Sains juga mulai banyak melakukan riset tentang hal ini. Banyak riset membuktikan bahwa ketika Anda tertawa –tanda nyata bahwa Anda menikmati hidup - jumlah sel-T Anda dan imunitas Anda terhadap penyakit meningkat. Humor adalah karunia Tuhan untuk Anda. Terimalah!

Alkitab mengatakan dalam Matius 11:19 bahwa "Anak Manusia datang, Ia makan dan minum." Di satu sisi, Yesus adalah seseorang dengan pelayanan yang paling intensif yang pernah ada, yang hidupnya paling berorientasi pada penginjilan, namun di sisi lain, Dia juga menjalani hidupnya sepenuhnya dan mencintai kehidupan ini dengan sepenuh hati-Nya. Dan bagi Dia, itu bukan sebuah hal yang berkontradiksi. 

Jadi artinya, jika salah satu tujuan terbesar dalam hidup Anda ialah menjadi lebih semakin seperti Yesus Kristus – seperti kebanyakan dari kita- maka Anda dapat mewujudkannya jika Anda tahu bagaimana caranya menikmati hidup seperti Yesus.

Untuk menikmati hidup dengan sepenuhnya, kita membutuhkan aktivitas yang mengisi emosi kita kembali. Kita butuh kegiatan yang benar-benar membangun kita kembali. Sebab Tuhan menciptakan masing-masing kita berbeda, maka Dia merancang kita menggunakan cara-cara yang berbeda untuk melakukannya. 

Karena saya melakukan banyak "pekerjaan otak" sepanjang hari, saya menikmati "membangun diri saya kembali" dengan cara bekerja dengan tangan saya. Jika Anda bekerja dengan tangan Anda sepanjang hari, Anda dapat menikmati bekerja dengan pikiran Anda, seperti membaca atau melakukan teka-teki silang, sebagai pelepas penat Anda. 

Tertawa sebenarnya salah satu cara terampuh untuk Anda membangun kembali diri Anda dalam keseharian Anda. Kita semua butuh gelak tawa di sepanjang hari kita. Tuhan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya, dan Alkitab mengatakan bahwa Tuhan juga tertawa! Bahkan Tuhan selalu tertawa yang paling akhir (lihat saja Kejadian 21 dan penamaan Ishak)!

Untuk menjadi orang dengan emosi yang seimbang, Anda harus menanggapi Tuhan dengan sangat serius namun jangan menganggapi diri Anda dengan serius. Belajarlah untuk menertawakan keterbatasan Anda. Dan Anda akan punya jiwa yang kaya!

Anda harus lebih lagi menikmati hidup ini dalam situasi apapun. Malah sebenarnya, jika Anda hanya bisa menikmati hidup Anda ketika semua masalah Anda sudah selesai, itu berarti Anda tidak akan pernah bisa menikmati hidup. Mengapa? Semua masalah tidak akan pernah terpecahkan di saat yang sama. Masalah akan tetap datang silih berganti. 

Mungkin Anda akan melewati masa-masa sulit di tahun ini. Tetapi, buatlah komitmen hari ini untuk menikmati karunia hidup yang diberikan Allah kepada Anda tahun ini. Tertawalah, bermainlah, berdoalah, dan berharaplah.

Kemudian hidup yang lebih bahagia dan yang lebih sehat akan datang menyapa Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Apa saja cara Anda mengisi kembali diri Anda secara fisik, emosional, dan spiritual?
- Deskripsikan satu masa dalam hidup Anda dimana tawa membantu Anda melewati situasi sulit.
- Apakah Anda perlu mengubah jadwal Anda sehingga Anda memiliki keseimbangan yang lebih baik dalam hal pekerjaaan, pelayanan, dan hiburan? Bagaimana caranya?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-25


Sukacita sejati yang kekal hanya dapat Anda temukan dalam Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Lima Langkah Untuk Mengatasi Rasa Frustasi

Yesaya 26: 3 "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."

Berikut ini lima langkah sederhana untuk mengatasi rasa frustrasi dalam hidup Anda.

Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya penyebabnya?" Alkitab mengatakan, "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"(Galatia 6: 7b). Kita menjadi putus asa oleh banyak hal dalam hidup karena kita yang menyebabkannya pada diri kita sendiri. 

Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang bisa saya pelajari dari situ?" Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Ada banyak hal buruk di dunia ini, namun semua perkara bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan bahkan dapat mengambil yang negatif dan mengubahnya menjadi positif apabila kita mengizinkannya. Gunakan kekacauan sebagai kesempatan untuk menjadi lebih seperti Kristus.

Bersyukur kepada Tuhan di dalam situasi tersebut. 1 Tesalonika 5:18 mengatakan, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Anda tidak perlu bersyukur atas situasi buruk, namun Anda dapat bersyukur di dalam situasi buruk. Rasa frustrasi bisa menjadi berkat tersembunyi.

Ubah rasa frustrasi menjadi peristiwa yang lucu dan menghibur. Alkitab mengatakan, "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, (Amsal 17:22a). Rasa humor adalah obat yang Tuhan berikan untuk mengusir kemarahan dan kekesalan kita.

Minta Tuhan untuk memenuhi Anda dengan kasih-Nya. Mengapa? Karena 1 Korintus 13: 5 mengatakan, "Ia (kasih) tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain." Kasih itu melayani, tidak egois. Kita merasa kesal karena kita pikir semua orang dan semua hal harus berputar di sekeliling kita. Kasih itu sesungguhnya berkonsentrasi pada orang lain.


Renungkan hal ini: 

Pikirkan rasa frustrasi yang sedang Anda hadapi, dan terapkan langkah-langkah berikut:

- Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri, "Apakah saya penyebabnya?" "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"(Galatia 6: 7b).

- Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri, "Apa yang bisa saya pelajari dari hal itu?" "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

- Bersyukurlah kepada Tuhan dalam situasi sulit. "Mengucap syukurlah dalam segala hal," (1 Tesalonika 5:18a).

- Ubahlah rasa frustrasi menjadi peristiwa yang lucu dan menghibur. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur," (Amsal 17:22a).

- Mintalah Tuhan untuk memenuhi Anda dengan kasih-Nya. "Ia (kasih) tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain" (1 Korintus 13: 5).


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22


Begitu sibuknya kita dengan urusan kita sendiri sehingga kita sering lupa bahwa orang lain adalah prioritas sesungguhnya dalam hidup.Yesus juga terus-menerus menghadapi pergumulan, namun Dia tidak pernah kesal. Dia justru selalu meluangkan waktu-Nya untuk orang lain. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Surga Mengubah Seluruh Cara Hidup Kita

Ibrani 11: 15-16 "Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka."

Surga mengubah segalanya tentang cara Anda hidup hari ini. Jika arah hidup Anda adalah Surga (saya harap begitu, setelah Anda membaca renungan ini), maka kebenaran ini seharusnya mempengaruhi cara Anda hidup di muka Bumi ini. 

Sistem nilai Anda juga akan berubah. Anda tak akan lagi hidup untuk saat ini dan tinggal di Bumi ini, melainkan untuk kekekalan Surga. Anda pun bisa menjalani hidup dengan mengetahui bahwa masa depan Anda dijamin oleh Allah. Apa pun yang terjadi di Bumi ini, Anda akan menghabiskan kekekalan Anda bersama Allah di tempat yang lebih menakjubkan dibanding di mana pun tempat yang pernah Anda datangi seumur hidup Anda. 

Lalu bagaimana seharusnya Anda menjalani hidup setelah Anda tahu bahwa tujuan kekal Anda adalah Surga?

1. Jangan teralihkan oleh karena godaan-godaan. "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa" (1 Petrus 2:11). 

Ada banyak hal yang bisa mengacaukan Anda- baik itu hal yang baik atau yang buruk. Tetaplah fokuslah pada Surga. Janganlah tergoda oleh kesenangan sesaat. Zaman sekarang, masyarakat kita mencoba untuk memaksa Anda melakukan yang sebaliknya. Tetaplah fokus pada apa yang ada di depan. 

2. Jangan berkecil hati oleh karena masalah yang ada. "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18). Ketika Anda hidup dalam cahaya Surga, masalah tidak akan mengganggu Anda lagi. Anda sendiri sudah tahu bahwa masalah tidak akan bertahan selamanya, oleh karena janganlah menyerah. 

3. Fokuskan energi Anda pada apa yang akan bertahan selamanya. "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi" (Kolose 3: 2). Wujudkan rancangan Tuhan untuk hidup Anda. Jalani hidup sebagai ibadah. Bangun hubungan dengan orang-orang percaya. Investasikan waktu Anda untuk menjadi lebih seperti Yesus, melalui pemuridan. Layani orang lain dengan tulus. Ceritakan kepada orang-orang tentang Yesus. Kegiatan-kegiatan inilah yang akan bertahan selamanya. 

Renungkan hal ini: 
- Apa godaan-godaan yang paling mengalihkan Anda untuk bisa fokus pada kekekalan Surga?
- Apa saja hal-hal "baik" yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari apa yang Tuhan ingin lakukan melalui Anda?
- Masalah jangka pendek apa yang membuat Anda stres saat ini? Bagaimana dengan memfokuskan diri Anda pada kekekalan Surga mengubah perspektif Anda tentang hidup?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 25-26; Lukas 12:32-59


Surga Mengubah Seluruh Cara Hidup Kita
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Fokus pada Apa yang Tak Terlihat

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"

Semua yang Anda lihat di sekitar Anda, sifatnya sementara. Bangunan tempat Anda tinggal. Harta yang Anda lihat saat ini, bahkan tubuh Anda, suatu hari akan lenyap. Tapi memang itulah kenyataannya, yang tidak bisa Anda lihatlah yang akan ada untuk selamanya.

Dan kebenaran ini adalah sebuah fakta yang benar-benar penting.

Alkitab memberi tahu kita dalam 2 Korintus 4:18, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Fakta rohani lebih nyata dibanding fakta jasmani. Kita perlu fokus pada kebenaran rohani- apa yang benar-benar sejati. Ada lima kebenaran rohani yang perlu kita perhatikan.

- Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda (lihat Yeremia 31: 3). Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda, dan Dia ingin Anda belajar untuk juga mengasihi Dia. Ini realita kehidupan yang paling penting.
- Anda diciptakan untuk ada selamanya (lihat Pengkhotbah 3:11). Evangelis Billy Graham, yang meninggal di bulan Februari lalu, pernah membahas kematian dengan cara berikut: "Suatu hari Anda akan membaca atau mendengar Billy Graham meninggal. Jangan percaya satu pun kata dari berita tersebut. Mengapa? Sebab saya akan menjadi hidup lebih dari saya yang sekarang. Saya hanya akan mengubah alamat tempat tinggal saya. Saya akan pindah, pergi ke hadirat Tuhan."
- Allah telah mempersiapkan dua tempat di kekekalan. Surga dan Neraka adalah tempat yang nyata dan ada. Mereka bukan "sebuah konsep."
- Anda harus memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Anda tidak akan suatu hari tiba-tiba mendapati diri Anda berada di dalam Neraka. Anda akan berada di sana sebab Anda memilih, atau sebaliknya menolak untuk ikut Yesus dan tinggal bersama Dia di kekekalan Surga. Jika Anda memilih untuk menjadikan Yesus sebagai otoritas tertinggi dalam hidup Anda, maka Anda akan menghabiskan kekekalan bersama Dia di Surga. Namun jika Anda memilih untuk menolak Dia, maka Anda akan tinggal selamanya di Neraka. Tidak ada pilihan yang di tengah-tengah. 
- Anda tidak diberikan kesempatan kedua untuk membuat pilihan. Ada batas waktu untuk menentukan pilihan Anda. Mengapa? Anda mendapat kesempatan sepanjang hidup Anda untuk mengambil keputusan, tetapi memang Anda tak akan pernah tahu kapan waktunya Anda berakhir di Bumi ini. Anda tidak akan bisa mengubah pilihan Anda setelah kematian.

Tidak ada hal yang lebih penting dibanding kebenaran akan kekekalan- Surga dan Neraka. Apa yang akan Anda lakukan dengan kelima kebenaran di atas bukan hanya akan mempengaruhi dimana Anda akan menghabiskan kehidupan Anda berikutnya, tapi itu juga akan mengubah bagaimana Anda hidup di sisi kekekalan pilihan Anda tersebut. 

Renungkan hal ini: 
- Mengapa penting untuk menjaga pikiran Anda untuk tetap fokus pada hal-hal yang tidak terlihat?
- Apa saja kebenaran spiritual yang akan Anda fokuskan?
- Menurut Anda mengapa Allah memberikan waktu sepanjang hidup kita untuk mengambil keputusan tentang ikut Yesus, namun Dia tidak memberi kita kesempatan kedua untuk mengubah keputusan kita setelah kematian?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 22-24; Lukas 12:1-31


Keselamatan jiwa Anda lebih penting dibandingkan tubuh Anda. 
Tubuh Anda pasti akan menua dan mati, tapi yang terpenting adalah kemanakah jiwa Anda akan pergi setelahnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tiga Penghalang untuk Mendengar Suara Tuhan

Yakobus 1:21 "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Kita semua pasti tahu bahwa kualitas sinyal ponsel itu sangat berbeda-beda. Ini sama dengan Anda. Anda harus memposisikan diri Anda dengan benar agar dapat mendengar Tuhan berbicara.

Kadang kita tidak memberi Tuhan kesempatan untuk berbicara kepada kita. Kitalah yang memutuskan seperti itu. Kita ingin melakukan apa yang ingin kita lakukan, bukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Hati kita mengeras, dan kita tidak mau mendengarkan Dia.

Ketika Anda memiliki pikiran yang tertutup, tentu saja Tuhan tidak akan berbicara dengan Anda!

Namun bila Anda benar-benar ingin mendengar suara Tuhan - orang Kristen mana yang tidak mau? - Anda harus paham apa yang menghalangi Anda untuk mendengar Tuhan. Berikut adalah tiga penghalang mental yang membuat pikiran Anda tertutup dari menerima pesan Tuhan. 

1. Kesombongan. Jika Anda berpikir tidak butuh Tuhan dalam hidup Anda dan Anda ingin mengurus semua perkara sendiri, Anda mungkin tidak mau mendengarkan Tuhan berbicara. Kesombongan mencegah Anda untuk terbuka terhadap kemungkinan Tuhan ingin mengatakan sesuatu kepada Anda.

2. Ketakutan. Banyak orang tidak bisa mendengar Tuhan karena mereka takut mendengar Tuhan berbicara. Mungkin Anda beranggapan mendengar suara Tuhan atau merasakan pimpinan-Nya membuat Anda menjadi semacam orang yang fanatik agama.

3. Kepahitan. Ketika Anda masih berpegang pada rasa sakit, rasa kesal, atau dendam, maka Anda tidak akan bisa mendengar Tuhan, sebab hati Anda mengeras. Lama kelamaan hati Anda menjadi dingin dan membuat Anda tak percaya apapun, bahkan terhadap kasih Tuhan. 

Mungkin baru-baru ini, mingggu ini, atau bahkan beberapa tahun lalu, hati Anda terluka parah, dan Anda masih mengingat-ingatnya hingga sekarang. Saya ingin katakan pada Anda bahwa Anda harus melepaskannya. Bukan demi orang lain, tetapi demi Anda. Kebencian itu menyiksa Anda! Dendam adalah luka yang ditimbulkan oleh diri Anda sendiri dimana Anda mengizinkan orang-orang di masa lalu Anda untuk terus menyakiti Anda hingga hari ini. 

Oleh sebab itu, Anda harus melupakannya, bukan karena mereka pantas mendapatkan maaf atau ampunan, tetapi karena Anda harus melanjutkan hidup Anda. Anda perlu menyingkirkan kepahitan, ketakutan, dan kesombongan yang menggahalangi Anda untuk mendengar suara Tuhan dan melaksanakan rancangan-Nya atas hidup Anda.

Yakobus 1:21 mengatakan, "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

"Menerima dengan lemah lembut" berarti Anda harus melepaskan kesombongan Anda dan berhenti mencoba untuk mencari tahu sendiri. Ini adalah kunci untuk membuka pikiran dan hati Anda sehingga Anda dapat mendengar suara Allah.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda mendengar suara Allah atau merasakan pimpinan-Nya? Dengan cara apa Dia berbicara kepada Anda?
- Perubahan-perubahan apa yang harus Anda lakukan dalam hidup Anda sehingga Anda dapat menyingkirkan yang "kotor dan jahat" sehingga dapat mendengar suara Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 19-21; Lukas 11:29-54


Apa yang harus Anda lepaskan untuk mendengar suara Tuhan lebih jelas lagi?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Sebelum Allah Berbicara, Putuskan untuk Berkata Iya

Lukas 8:15 "Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Allah berbicara kepada orang-orang yang memutuskan untuk melakukan apa yang Dia perintahkan, bahkan sebelum Dia memberitahu mereka. Katakan, "Tuhan, jika Engkau ingin aku pindah, maka aku akan pindah. Jika Engkau ingin aku menikah, maka aku akan menikah. Jika Engkau ingin aku meninggalkan pekerjaan ini, maka aku akan meninggalkan pekerjaan ini. Meskipun bahkan sebelum Engkau menyuruhku, jawabanku adalah 'iya.' Apa pun yang Engkau mau aku lakukan, aku akan melakukannya."

Lukas 8:15 mengatakan, "Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dulu saya mempelajari tentang perumpamaan Yesus ini, dan saya beranggapan perumpamaan ini berbicara tentang empat tipe orang: mereka yang melawan, mereka yang dangkal, mereka yang sibuk, dan mereka yang baik.

Tetapi sesungguhnya, perumpamaan ini mewakili empat sikap manusia. Bahkan, Anda dapat memperlihatkan keempat sikap ini di hari yang sama! Satu momen Anda berkata, "Tuhan, aku tidak ingin mendengar-Mu, karena aku tahu apa yang hendak Engkau katakan." Kemudian di momen berikutnya Anda berkata, "Tuhan, tolong segera beri tahu aku." Kemudian Anda mendengar apa yang Tuhan perintahkan dan berpikir itu satu hal yang bagus tetapi Anda tidak melaksanakannya. Mungkin buahnya mulai muncul di dalam hidup Anda, tapi kemudian Anda sibuk dengan pekerjaan atau sekolah Anda atau anak-anak Anda, dan ilalang pun tumbuh menekan Anda. Kemudian di kesempatan yang lain, Anda berseru, "Tuhan, lakukan apa pun yang Engkau mau. Aku akan benar-benar bersandar kepada-Mu."

Tuhan ingin Anda memiliki sikap ketaatan agar Anda dapat menghasilkan buah – istilah Alkitabiah untuk kesuksesan. Tuhan ingin Anda berbuah dalam bisnis Anda, keluarga Anda, persahabatan Anda, hubungan Anda dengan Tuhan, hubungan Anda dengan orang lain, dan juga kesehatan Anda.

Lalu bagaimana caranya berbuah ketika Tuhan memberitahu Anda sesuatu? Dengan mewartakannya. Ketika Tuhan memberi tahu Anda sesuatu, cara tercepat untuk menjadikannya berbuah dalam hidup Anda ialah dengan berbagi kepada orang lain apa yang baru saja Anda pelajari.

Terjemahan lain dari Lukas 8:15 berbunyi, "Tetapi tanah yang subur menggambarkan orang yang jujur dan berhati baik. Mereka mendengar firman Allah serta berpegang teguh pada firman itu dan menghasilkan buah" (Firman Allah Yang Hidup). 

Tuhan ingin Anda mewartakannya kepada orang lain tentang apa yang Anda pelajari.

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana Anda mengembangkan sikap "Iya, Tuhan," yang menggambarkan Anda siap untuk taat, meski apapun yang Tuhan perintahkan?
- Apa bukti 'buah' dalam hidup Anda?
- Siapa saja dalam hidup Anda yang dapat Anda wartakan tentang apa yang Tuhan sedang ajarkan kepada Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 17-18; Lukas 11:1-28


Percayakan hidup Anda pada Tuhan, maka apa pun yang Tuhan katakan selalu yang terbaik untuk Anda, ucapkan Ya dan Amin untuk semua yang terjadi dalam hidup Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Biarkan Kesepian Anda Mengantarkan Anda Kepada Kepahitan

2 Timotius 4:16 "Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--,"

Paulus mengatakan dalam 2 Timotius 4:16, "Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--,"

Paulus, salah satu pengikut Yesus yang pernah ada, diadili di Roma, namun tak ada seorang pun yang maju untuk membelanya. Tidak ada satupun! Dia benar-benar sendirian. Tidak ada yang melangkah maju dan bersaksi, "Dia pria yang baik. Dia tidak berbahaya." Tetapi Paulus tidak membalas, "Dasar brengsek – teganya mereka, setelah semua yang sudah kulakukan buat mereka selama ini!" Tapi sebaliknya, dia berkata,"Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka," Singkat kata, dia tidak akan membiarkan dirinya kepahitan. Karena kepahitan selalu membuat kesepian kita menjadi kian parah. 

Ini hanyalah salah satu cara yang Paulus ajarkan tentang menjalani hidup ketika kita melewati musim kesepian. Saat Anda merasa kesepian, Anda perlu meminimalkan rasa sakit atau luka Anda. Anda tidak boleh membesar-besarkannya, tetapi berdoalah. Jangan mengingatnya berulang-ulang kali di pikiran Anda. Jika Anda melakukannya, itu semakin besar dan besar dan menjadi tak terkendali. 

Kepahitan dan kesepian saling bergandengan tangan sebab mereka akan menjadi sebuah siklus. Pertama, Anda merasa kesepian, kemudian Anda mulai merasa kasihan pada diri Anda dan mengharapkan orang lain iba. Kemudian Anda menjadi kepahitan. Kepahitan Anda itu membuat Anda tambah kesepian, dan ujungnya Anda tambah kepahitan. Setelah itu, Anda jadi orang yang keras hati, depresi, yang tidak bisa didekati oleh siapa pun.

Tidak ada yang ingin berada di sekitar orang yang kepahitan. Tidak ada yang ingin berada di sekitar yang sinis. Tidak ada yang ingin berada di sekitar orang yang senang marah-marah.

Kepahitan hanya akan mengabadikan kesepian Anda. Itu sebabnya, ketika Anda melewati musim kesepian, Anda harus meminimalkan rasa sakit Anda. Jangan membangun tembok di sekeliling hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa reaksi alami Anda terhadap kesepian?
- Siapa saja orang-orang dalam hidup Anda yang bisa Anda tuju ketika Anda kesepian?
- Ketika Anda berandai-andai bisa memutar kembali kejadian atau keadaan yang menyebabkan Anda kesepian, apa yang akan Anda lakukan?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 15-16; Lukas 10:25-42


Janganlah mudah sakit hati, karena kepahitan akan mengalahkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengapa Kita Berdoa di dalam Nama Yesus?

Yohanes 14: 13-14 "Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Alkitab mengatakan, "Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yohanes 14: 13-14). Tuhan ingin menjawab doa Anda, tetapi Dia juga ingin Anda memintanya di dalam nama Yesus.

Apa yang begitu spesial tentang nama Yesus? Sejujurnya, cukup lama saya tidak tahu jawabannya. Saya selalu mendengar semua orang mengakhiri doa dengan, "Di dalam nama Yesus. Amin." Dulu saya berpikir mungkin itu adalah sebuah tanda doa itu akan berakhir, seperti tanda berakhirnya siaran radio atau seperti cara presenter berita tersohor di tahun 60-an, Walter Cronkite mengakhiri siaran berita yang ia bawaka, dengan berkata, "Sekian untuk hari ini."

Beberapa orang berpikir "di dalam nama Yesus" merupakan semacam kata sandi mistik yang membuat Anda mendapat akses kepada Allah: "Inilah semua permohonanku. Oh iya, kata sandinya: 'Di dalam nama Yesus.'"

Itu sungguh pengertian yang salah. 

Saya pernah mendengar sebuah cerita yang persis menggambarkan hal ini. Seorang teman pendeta membawa putranya yang masih kecil dan sekitar 14 teman putranya itu untuk merayakan pesta ulang tahun anaknya ke sebuah karnaval. Setelah membeli segulung karcis, dia berdiri di pintu masuk dan memberi masing-masing tiket itu ke putranya dan ke 14 temannya. Saat tengah hari, tak tahu bagaimana, dia sadar bahwa ada seorang bocah laki-laki yang tidak pernah dilihatnya dalam hidupnya menyodorkan tangannya meminta tiket. Dia bertanya kepadanya, "Apa kamu teman anakku?" Tidak. "Lalu, mengapa aku harus memberikanmu tiket?" Bocah itu berbalik dan menunjuk putra kecilnya dan berkata, "Anakmu bilang kau akan memberikanku tiket." Jadi, pria itu pun memberinya sebuah tiket. 

Inilah intinya: Saya tidak punya hak untuk mendapat jawaban doa dari Tuhan. Saya sudah berutang banyak pada-Nya, tetapi Dia tidak berhutang apa pun kepada saya. Namun ketika saya datang dan meminta sesuatu kepada-Nya, sesungguhnya saya tidak layak. Tetapi, saya meminta atas dasar anugerah Kristus. Maka, saya berdoa seperti ini, "Bapa, aku datang kepada-Mu karena Putra-Mu menyuruhku demikian. Aku datang karena apa yang telah Yesus Kristus telah lakukan bagiku di kayu salib. Dia berjanji bahwa aku dapat meminta kepada-Mu di dalam nama-Nya, maka itulah yang kulakukan sekarang."

Saya pikir tidak wajib mengatakan "di dalam nama Yesus" di akhir setiap doa kita jika kita sudah memiliki sikap doa yang benar, tetapi mengucapkannya juga ide yang baik. Mengapa? Sebab itu mengingatkan Anda mengapa Anda memiliki hak untuk berdoa kepada Allah - karena Yesus adalah perantara Anda dan telah membukakan jalan agar Allah mendengar dan menjawab doa-doa Anda.

Doa Komitmen kepada Yesus

Jika Anda sudah siap untuk menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, maka berdoalah:

"Ya Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka semua kesalahan yang telah kulakukan akan diampuni, aku akan belajar tentang tujuan hidupku, dan aku percaya Engkau akan menerimaku ke rumah kekal-Mu di Surga suatu hari nanti.

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkau adalah Tuhan, Juruselamatku. Aku mengundang-Mu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku menyerahkan setiap bagian hidupku ke dalam tangan rancangan-Mu. Engkaulah yang memegang pimpinan dalam hidupku. 

"Yesus, aku ingin bersandar di dalam kasih-Mu. Terima kasih karena aku tidak perlu berusaha atau bekerja untuk mendapatkan kasih karunia-Mu. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani-Mu, bukan melayani diriku sendiri. Dengan rendah hati, kumau menyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta kepada-Mu untuk menyelamatkanku dan menerimaku ke dalam keluarga-Mu. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini: 
- Berlatihlah minggu ini dengan sepenuh hati dengan mengatakan "di dalam nama Yesus" di sepanjang doa Anda. Apa perbedaan yang Anda lihat di dalam doa Anda?
- Bagaimana doa Anda akan berubah ketika Anda selalu ingat di sepanjang doa Anda bahwa Anda datang kepada Bapa atas kebaikan Kristus?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 13-14; Lukas 10:1-24


Bawa nama Yesus dalam setiap doa Anda, nama itu adalah pribadi Yesus sendiri. Panggil namaNya dan Dia selalu ada untuk Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Hanya Berharap Anda Akan Pergi ke Surga

1 Yohanes 5: 11-12 "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."

Jika Anda pergi ke pusat perbelanjaan hari ini dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka akan masuk Surga atau Neraka, Anda mungkin akan mendengar banyak dari mereka menjawab, "Mudah-mudahan saya masuk Surga."

Tetapi hanya berharap saja tidak cukup. Saya doakan itu bukan jawaban Anda. Kehidupan kekal Anda begitu penting, terlalu disayangkan bila Anda tidak mengetahuinya dengan pasti. 

Sangat bodoh bila kita tidak mempersiapkan sesuatu yang kita semua tahu tak bisa dihindari: kematian. Statistik paling terbaru menunjukkan bahwa tingkat kematian di dunia ini adalah masih 100 persen!

Di dunia ini, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi satu menit kemudian, apalagi satu jam kemudian. Maka, jangan menunda pilihan paling penting yang akan Anda buat. 

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 5: 11-12, "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."

Ayat ini sudah amat sangat jelas. Jika Anda memiliki Yesus, maka Anda akan hidup kekal di Surga. Jika Anda tidak memiliki Yesus, maka Anda tidak akan hidup kekal di Surga. Pilihan ada di tangan Anda.

Itu atas dasar pilihan Anda! Anda harus memutuskan di mana Anda akan menghabiskan kekekalan.

Itulah mengapa Natal dan Paskah begitu penting. Jika seandainya Yesus tidak datang di hari Natal, dan jika Dia tidak mati dan tidak bangkit dari kematian di hari Paskah, maka kita tidak punya harapan. Apapun yang kita lakukan sia-sia. Kita tidak punya pilihan. 

Salib Kristus adalah jawaban atas masalah terdalam kita- yaitu manusia terpisahkan dari Allah Bapa.

Alkitab berkata, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:" (Kolose 2: 13-14).

Renungkan hal ini: 
- Bagaimana dengan menyadari bahwa Anda tidak tahu apa yang akan terjadi satu detik ke depan di Bumi ini memberi suatu desakan bagi Anda membuat keputusan untuk ikut Yesus?
- Siapa sajakah dalam hidup Anda yang perlu membaca pesan dalam renungan ini? Bagaimana Anda dapat mengembangkan hubungan Anda ke titik di mana Anda dapat membagikan pesan ini kepada mereka?
- Jika pilihan untuk ikut Yesus dan hidup di dalam Yesus sudah terlihat jelas sebagai pilihan yang tepat, mengapa sulit bagi sebagian orang untuk mengambil keputusan?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 10-12; Lukas 9:37-62


Anda tidak akan pergi ke Surga oleh karena iman orang lain. Anda tidak akan pernah pergi ke Neraka juga karena pilihan orang lain
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Jangan Biarkan Rasa Takut akan Penolakan Membungkam Anda

Ibrani 11: 1-2 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita."

Ketakutan akan penolakan merupakan alasan utama mengapa kebanyakan orang Kristen tidak berani berbagi iman mereka dengan orang lain. Kita takut dengan apa yang orang lain pikirkan. Allah telah memberi kita Kabar Baik, namun kita takut untuk mewartakannya. Kita khawatir teman-teman kita akan menolak kita atau orang-orang akan menganggap kita fanatik. 

Jadi, bagaimana caranya mengatasi rasa takut akan penolakan? Kita melakukannya dengan menempatkan Tuhan di tempat pertama. Mengapa? Sebab itu akan membantu kita memahami tempat kita di dalam keluarga Allah dan memampukan kita untuk memandang pendapat orang lain dengan perspektif Surgawi. 

Apakah selama ini Anda datang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya hanya bisa dipenuhi oleh Tuhan? Apakah selama ini Anda menjalani hidup untuk menyenangkan orang yang salah? Waspadalah! Anda sedang menuju masalah. Tuhan ingin menjadi Pelita dan Penyelamat Anda. Dia menawarkan kasih, penerimaan, dan persetujuan-Nya kepada Anda. Dia tahu segalanya tentang Anda, dan Dia akan tetap mengasihi Anda. Yesus Kristus telah membayar lunas dosa-dosa Anda sehingga Anda dapat diampuni dan diterima oleh Allah.

Saya mengajak Anda untuk menyederhanakan hidup Anda dengan mengucapkan, "Aku akan fokus untuk bersyukur atas penerimaan Allah atas diriku. Itulah yang terpenting. Aku ingin memakai hidupku untuk menyenangkan Dia. Dan di akhir hidupku, aku ingin berdiri di hadapan Allah dan mendengar Dia berkata, "Bagus, engkau memang pelayan yang baik dan setia.'"

Alkitab mengatakan hanya ada satu jalan untuk mendapatkan persetujuan Allah: dengan menerima kasih-Nya dan apa yang telah Dia lakukan untuk kita, serta mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Jika Anda belum pernah melakukannya, berdoalah, "Tuhan, aku ingin mengubah fokus hidupku dari hidup untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain, menjadi hidup untuk persetujuan-Mu saja. Aku menaruh imanku kepada-Mu dan percaya pada apa yang telah Yesus Kristus telah lakukan untukku. Aku mau menyerahkan hidupku kepada-Mu."

Jika Anda sudah menjadi orang Kristen, lalu siapa saja orang-orang yang Anda kenal yang perlu mendengar tentang kasih Yesus Kristus? Siapa yang harus Anda undang ke gereja minggu ini? Jangan biarkan rasa takut ditolak membuat mereka tidak mendengar Kabar Baik di seluruh semesta ini. 

Jadikanlah ini sebagai komitmen Anda hari ini: "Aku ingin hidup untuk satu Pribadi dan aku ingin menyenangkan hati Tuhan saja."

Renungkan hal ini:
- Apa saja konsekuensi yang mungkin terjadi kepada teman-teman kita apabila kita membiarkan rasa takut akan penolakan membuat kita enggan memberitakan Injil atau mengundang mereka ke gereja?
- Jika Anda merasa tidak layak akan kasih Allah, bagaimana cara Anda meminta bantuan Allah untuk mengubah perspektif Anda tentang kasih karunia-Nya?
- Apa hal yang Anda yakini Tuhan ingin Anda lakukan, namun rasa takut akan penolakan membuat Anda urung melakukannya? Bicaralah kepada Tuhan akan hal itu.



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 7-9; Lukas 9:18-36


Lebih baik hidup dengan penolakan dari orang lain, daripada hidup tertolak dihadapan Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Pengakuan Dosa Menjaga Anda Tetap Sehat

Mazmur 32: 3 "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;"

Mengakui dosa itu baik untuk kesehatan Anda – psikolog manapun akan mengatakan hal yang sama kepada Anda. Itu baik untuk membersihkan hati nurani Anda dan akan mengangkat beban di pundak Anda. Tubuh Anda tidak diciptakan untuk menahan rasa bersalah di dalam diri Anda. Ketika Anda melakukannya, itu bagaikan mengocok sekaleng soda yang masih disegel. Pada akhirnya, itu akan meledak.

Daud mengatakan seperti ini dalam Mazmur 32: 3-5: "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela"

Daud memendam rasa bersalahnya, dan itu secara fisik mempengaruhi tubuhnya. Jika Anda tidak mengungkapkan masalah Anda, kesalahan Anda, atau kepahitan Anda kepada Tuhan, maka itu akan berdampak buruk pada tubuh Anda. 

Beberapa dokter pernah mengatakan kepada saya bahwa banyak orang sebenarnya bisa meninggalkan rumah sakit hari ini jika saja mereka tahu caranya menyingkirkan rasa bersalah atau kebencian atas hal-hal yang telah mereka lakukan kepada orang lain dan hal-hal yang telah dilakukan orang lain kepada mereka.

Tuhan ingin kita pulih dan menjadi lebih sehat dan satu-satunya cara ialah melalui pengakuan dosa dan pengampunan. Terimalah rahmat Tuhan dan Anda akan merdeka dari rasa bersalah Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Dampak buruk apakah yang ditimbulkan oleh rasa bersalah atau kepahitan terhadap kesehatan fisik Anda?
- Luangkan beberapa saat di dalam doa Anda hari ini dan minta Tuhan untuk mengampuni hal-hal yang telah Anda lakukan kepada orang lain.
- Kemudian doakan segala kebencian dan kepahitan yang masih Anda pegang terhadap orang-orang yang telah menyakiti Anda. Minta Tuhan untuk membantu Anda mengampuni orang-orang tersebut, sehingga Anda dapat memiliki kesehatan yang lebih baik kembali. 



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56


Jangan berkeras hari dalam kesakitan Anda. Hidup Anda terlalu berharga untuk dihabiskan dalam kepahitan, kesakitan dan kesesakan dalam hati dan jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kuasa Penyembuhan dari Pengakuan Dosa

Mazmur 32: 3 "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;"

Bukan hanya menelan terlalu banyak makanan yang akan merusak kesehatan Anda, tetapi menelan dosa Anda juga dapat berakibat lebih buruk.

Salah satu pilihan paling sehat yang bisa Anda ambil ialah dengan menerima pengampunan Tuhan. Banyak orang membawa-bawa sekarung sampah busuk dosa. Membawa-bawa karung dosa tersebut bukan hanya akan membuat Anda tidak efektif untuk melayani Yesus; itu juga akan merusak kesehatan Anda. 

Alkitab mengajarkan dalam Mazmur 32: 3-5, "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela."

Faktanya, sebuah riset pada bulan Oktober 2013 oleh para ilmuwan Princeton University dan University of Waterloo telah membuktikan secara ilmiah bahwa ucapan Raja Daud berabad lalu itu benar adanya: Perasaan yang bisa kita rasakan di kala "terbebani" secara fisik oleh rasa bersalah itu begitu nyata.

Tuhan telah memberi kita sebuah metode yang amat mudah untuk menghilangkan perasaan-perasaan bersalah yang merusak jiwa dan raga kita: pertobatan. Bagaimana caranya bertobat?

1. Catat daftar dosa Anda. Mazmur 139: 23-24 mengatakan, "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" Dengan kata lain, mulailah dengan mengambil pensil dan kertas dan mintalah Tuhan untuk membuat Anda ingat akan semua dosa Anda. Lakukan pelan-pelan. Jangan terburu-buru. Tulislah daftar dosa Anda dengan spesifik. Sambil Anda mencatatnya, ketahuilah bahwa Anda akan menjadi satu-satunya orang yang akan melihat daftar ini. Kemudian setelah selesai, Anda bisa menyobeknya. 

2. Bertanggungjawablah. Penghalang terbesar menuju penyembuhan Anda ialah diri Anda sendiri. Jangan merasionalisasi dosa Anda. Jangan membuatnya seolah itu hal enteng. Anda mungkin tidak salah 100 persen, tetapi akuilah bagian yang merupakan kesalahan Anda. 

3. Mintalah pengampunan. Percayalah bahwa Tuhan akan mengampuni Anda. Mintalah Dia untuk mengampuni Anda sesuai dengan apa yang Dia janjikan di dalam Alkitab (1 Yohanes 1: 9). Jangan memohon. Jangan tawar-menawar. Percayalah bahwa Tuhan akan mengampuni Anda.

Renungkan hal ini: 
- Buatlah daftar dosa yang tidak pernah Anda akui kepada Tuhan. Bertanggungjawablah atas kesalahan Anda tersebut, dan mintalah pengampunan Tuhan atas setiap dosa yang ada di dalam daftar Anda. 
- Apa yang menghalangi Anda untuk mengakui dosa-dosa Anda kepada Tuhan?
- Adakah beberapa dosa yang selama ini sulit untuk Anda akui lebih dari dosa-dosa yang lainnya? Mengapa?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 1-3; Lukas 8:26-56


Akui dosa Anda. Mulailah awal yang baru. Kemudian lihat apa yang bisa Tuhan lakukan lewat Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tidak Ada Lagi Penghukuman

Roma 8: 1 "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."

Tuhan tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Dia tidak mengharapkan kita untuk jadi sempurna. Dia tidak terkejut ketika kita melakukan dosa dan kesalahan. Malah, Dia mengirim Yesus ke dunia untuk membersihkan dosa kita. Dia tidak mengirim Yesus ke dunia untuk menunjukkan siapa saja yang bersalah.

Itu artinya seberapa pun buruknya Anda mengacaukan hidup Anda, Tuhan tidak akan pernah menghukum Anda. Dia ada untuk Anda, bukan untuk menjadi lawan Anda. 

Kabar baik ini sungguh memberi harapan, terlebih ketika Anda sedang berusaha membuat perubahan dalam hidup Anda, atau sedang berusaha untuk jadi lebih sehat, atau sedang berusaha mengatasi situasi sulit. Dengan mengetahui bahwa Tuhan ada untuk Anda, bukan untuk melawan Anda, itu akan mengubah cara Anda dalam merespon masa-masa kejatuhan Anda. Kabar baik ini harus dapat memberi Anda kepercayaan diri untuk terus maju di dalam iman, sebab Tuhan ada di pihak Anda. Dia ingin Anda menang bersama-sama dengan Dia melawan kegagalan dan dosa Anda!

Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk menjadi sempurna dalam hidup. Itulah mengapa Dia mengirimkan Putra-Nya yang sempurna untuk menebus dosa yang tidak akan bisa Anda tebus sendiri.

Renungkan hal ini: 
- Dosa apa yang membuat Anda sulit untuk percaya bahwa Tuhan akan mengampuninya? Berdoalah, dan mintalah kepada Tuhan untuk membantu Anda percaya pada pengampunan dan kasih-Nya atas Anda.
- Pelajaran apa yang telah Anda pelajari dari kegagalan hidup Anda? Bagaimana itu membantu pertumbuhan rohani Anda? 



Bacaan Alkitab Setahun :
Ruth 1-4; Lukas 8:1-25


Anda bukan orang yang gagal di mata Tuhan. Satu-satunya waktu dimana Anda gagal yaitu ketika Anda menolak untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Mengenal Anda Secara Pribadi

Lukas 19:5 "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

Zakheus telah dicemooh dan ditolak seumur hidupnya, pertama, karena penampilannya, dan kedua, karena hidupnya yang penuh dosa. Tetapi Yesus melakukan lebih dari sekedar melihat penampilan luarnya. Tuhan Yesus memanggil Zakheus dengan namanya, Dia ingin menunjukkan bahwa Dia mengenalnya. Bayangkan betapa terkejutnya Zakheus! Bagaimana Yesus tahu namanya?

Tuhan bukan hanya tahu di mana Anda berada, tapi Dia juga mengenal Anda. Dia tahu apa yang sedang Anda alami, mengapa Anda mengalaminya, dan bagaimana perasaan Anda. Dia jauh lebih mengenal Anda dibanding diri Anda sendiri. Dia peduli pada Anda sebagai pribadi.
Nama Zakheus berarti "yang murni." Tapi namanya itu berbanding terbalik dengan kelakuannya, ia adalah seorang pejabat pemerintahan yang korup. Dia sama sekali tidak murni. Namun Yesus memanggil Zakheus dengan namanya, kata-Nya, "Hai engkau yang murni, Aku akan datang ke rumahmu hari ini." Yesus ingin menegaskan apa yang Dia lihat dari Zakheus sebagai pribadi, bukan Zakheus sebagai si kepala pemungut cukai. 

Mungkin Anda pernah merasa takut untuk datang mendekat kepada Yesus sebab Anda beranggapan Dia akan memarahi Anda atas semua kesalahan yang sudah Anda buat. Tetapi Yesus ingin menegaskan kepada Anda bahwa Anda berharga bagi Dia. Dia ingin memberi tahu Anda betapa Dia mengasihi Anda.

"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku" (Yesaya 49: 15-16).

Ketika Yesus mati di kayu salib, ketika Dia merentangkan lengan-Nya dan para prajurit memaku telapak tangan-Nya, sesungguhnya nama Anda sedang terukir di tangan-Nya itu. Ketika Anda tiba di Surga, tidak akan ada bekas luka di telapak tangan siapa pun, kecuali Yesus. Dia menanggung bekas luka itu selama-lamanya untuk mengingatkan kita betapa Dia mengasihi kita. Itu cara Allah untuk menegaskan, "Apa kau pikir Aku akan melupakanmu? Itu mustahil! Inilah bukti betapa engkau berarti bagi-Ku."

Renungkan hal ini: 
- Apa artinya menegaskan seseorang?
- Apa perasaan Anda setelah mengetahui bahwa Allah telah menegaskan siapa Anda buat Dia dan bahwa Dia tidak akan pernah melupakan Anda?
- Apa hal-hal yang bisa menahan Anda untuk dekat dengan Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 18-21; Lukas 7:31-50


Tuhan Yesus mengenal Anda ,termasuk seluruh kekurangan Anda dan meskipun demikian, Dia tetap mengasihi Anda sampai tetes darah terakhirNya di kayu salib.
Read more

0 Tuhan Berkata Anda Diterima

Roma 15: 7 "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Sebagian besar dari kita menghabiskan seluruh hidup kita berusaha untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain. Kita ingin mendapatkannya dari orangtua kita, teman kita, pasangan hidup kita, orang yang kita hormati, atau bahkan mungkin orang yang membuat kita iri. Dorongan untuk diterima adalah dorongan mendalam yang biasanya mempengaruhi pakaian yang Anda kenakan, mobil yang Anda kendarai, rumah yang Anda beli, dan bahkan karier yang Anda pilih.

Mungkin waktu kecil, Anda juga pernah mengalami yang namanya ingin sekali diterima oleh teman-teman sebaya. Biasanya salah satu dari mereka berkata kepada Anda, "Aku menantangmu melakukan ini," lalu yang lainnya ikut menyarankan ide-ide bodoh atau yang memalukan. Tetapi tetap saja Anda melakukannya, karena keinginan Anda untuk diterima oleh mereka mengalahkan keinginan Anda untuk menyelamatkan muka Anda. 

Kita melakukannya sebab kita suka dengan perasaan "Aku baik-baik saja. Seseorang sudah menerimaku." Ketika Anda diterima oleh orang lain, itu akan menaikkan harga diri Anda. Tetapi sesungguhnya, Yesus telah menerima Anda terlebih dahulu, dan penerimaan itu tidak didasarkan pada performa Anda. Faktanya, Anda mungkin telah menerima Kristus, tetapi apakah Anda sadari bahwa Anda mampu melakukannya karena Yesus telah lebih dulu menerima Anda? Anda tak perlu berusaha agar diri Anda diterima oleh Dia. Anda tidak perlu membuktikan diri Anda kepada Dia.

Kita harus berhenti berpikir, "Di atas sana, aku punya Tuhan yang sulit sekali disenangkan hati-Nya. Maka itu aku harus jadi anak baik-baik supaya Dia menerimaku." Allah Bapa, melalui Yesus Kristus, telah menerima Anda. Dan ini adalah Kabar Baik!

Alkitab mengajarkan, "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku" (Mazmur 27:10). Mungkin hingga hari ini Anda masih berusaha membuktikan diri kepada orang tua Anda yang tidak pernah puas atas Anda. Anda masih berusaha mendapatkan penerimaan dari mereka. Jika begitu adanya, maka Anda perlu memahami dua hal berikut:

Pertama, jika saat ini Anda belum mendapatkan persetujuan atau pengakuan, maka kemungkinan besar, Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Kedua, itu adalah masalah mereka, bukan masalah Anda.

Anda tidak perlu diterima oleh orang lain untuk menyenangkan hati Tuhan. Anda telah diterima oleh Tuhan. Ada lebih dari 7 miliar orang tinggal di planet ini, jika beberapa dari mereka tidak suka Anda, mengapa Anda begitu peduli! Anda tidak membutuhkannya, sebab Tuhan telah menerima Anda!

Renungkan hal ini: 
- Di atas apa Anda mendasarkan harga diri Anda?
- Bagaimana dorongan untuk diterima oleh orang lain mempengaruhi Anda secara fisik? Bagaimana secara emosi dan spiritual?
- Bagaimana setelah mengetahui kebenaran bahwa Anda telah diterima oleh Allah, mengubah hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Roma 15: 7 "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."


Pikirkanlah apa yang dapat menyenangkan hati Tuhan, bukan hati manusia
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More