Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Harapkan Tuhan untuk Melipatgandakan Kemurahan Hati Anda

Harapkan Tuhan untuk Melipatgandakan Kemurahan Hati Anda

2 Korintus 9: 8 "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Jika Anda melakukan hal-hal sesuai cara Tuhan — memberi dengan murah hati juga disertai dengan tujuan yang benar — maka harapkanlah Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Dalam ayat kita hari ini, perhatikan berapa kali kata "segala" digunakan. Saya melakukan sedikit studi bahasa Yunani akan kata "segala," dan ini yang saya dapati: Kata "segala" berarti "segalanya." Tapi banyak orang salah kaprah. Tuhan berkata dalam ayat ini bahwa Ia akan memenuhi segala kebutuhan dalam hidup Anda jika Anda mau mempercayakannya kepada-Nya.

Ini yang jadi pertanyaan: Seberapa ingin Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Maukah Anda mempercayakan segala hal pada-Nya dan memilih untuk mengikuti perintah-Nya apa pun yang terjadi?

Bila Anda menjalani hidup dengan cara Tuhan dan jika Anda mengizinkan Dia bekerja atas hidup Anda, maka Dia akan melipatgandakan benih kemurahan hati Anda: "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (2 Korintus 9:10).

Anda perlu menantikan Tuhan melipatgandakan benih Anda. Ketika Anda memberikan apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada Anda, maka Dia akan menggantinya dengan lebih banyak lagi.

Lima kali di dalam Alkitab, Yesus memerintahkan kita untuk tidak menimbun kekayaan kita di bumi, melainkan menimbunnya di surga. Bagaimana cara kita melakukannya? Dengan memberi dan menanam benih kemurahan hati.

Ketika Anda melakukannya, Tuhan akan menggunakan pemberian Anda tersebut untuk menuai kemurahan hati pada orang lain. Mereka akan melihat bahwa Anda percaya kepada Tuhan dalam segala hal dan mereka akan diberkati. Berkat tersebut akan menuai panen yang dapat Allah lipatgandakan untuk kerajaan-Nya dengan cara yang tidak akan pernah bisa Anda bayangkan.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa cara spesifik yang telah Tuhan pakai untuk menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada Anda?
- Ketika Anda kian percaya sepenuhnya kepada Tuhan untuk memenuhi segala kebutuhan Anda, bagaimana hal itu akan mengubah cara Anda dalam memberi?
- Bagaimana kemurahan hati orang lain menginspirasi Anda untuk juga hidup dengan bermurah hati?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1


Memberi bukanlah hutang yang harus dibayar; itu benih yang Anda tabur.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 26, 2019 |

Anda Harus Memberikan Perpuluhan


Anda Harus Memberikan Perpuluhan

Amsal 3: 9 "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,"

Alkitab berkata, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu," (Amsal 3: 9). Ini prinsip persepuluhan. Ini prinsip yang mengatakan bahwa setiap kali Anda menghasilkan Rp100, maka Rp10 pertama harus dikembalikan kepada Tuhan.

Perpuluhan ialah sebuah tindakan ibadah. Kita memberi kembali kepada Tuhan. Kita berkata, "Ini sebagian kecil berkatku. Engkau layak mendapatkan yang jauh lebih banyak. Dan semuanya ini, semua yang aku miliki, berasal daripada-Mu." Tuhan ingin Anda menyadari bahwa setiap hal baik yang Anda punya- setiap kepunyaan Anda - merupakan anugerah dari-Nya. Dia ingin Anda mengutamakan Dia dalam hidup Anda supaya Anda bisa belajar dari-Nya untuk bermurah hati dan menyaksikan apa yang Dia lakukan - dalam hidup Anda serta orang-orang di sekitar Anda.

Anda mungkin berpikir tidak mampu memberi perpuluhan. Anda mungkin berpikir "memberikan" 10 persen dari apa yang Anda punya itu terlalu banyak. Tetapi pada kenyataannya, Anda harus melakukannya.

Ada hukum universal yang disebut prinsip tabur tuai. Jika saya menabur kritik, maka saya akan menuai kritik. Jika saya menabur kemurahan hati, itu akan kembali kepada saya, dan saya akan menuai kemurahan hati.

Setiap petani tahu ini. Jika petani punya empat karung benih di lumbungnya, dan dia melihat ladangnya yang kosong, dia tidak mengeluh, "Tidak ada hasil panen! Seandainya ada!" Sebaliknya, mereka pergi dan mulai menanam benih. Ketika Anda kekurangan, tanamlah benih.

Itu mungkin terlihat tidak masuk akal, ketika saya kekurangan, saya harus memberi. Itulah mengapa dibutuhkan iman. Allah berfirman, "Jalan-Ku bukanlah jalanmu. Tetapi engkau bisa percaya pada jalan-Ku."

Mengapa Tuhan mengaturnya seperti itu? Sebab Tuhan adalah pemberi. Dia adalah pemberi yang paling dermawan di alam semesta, dan Dia ingin Anda belajar untuk menjadi seperti Dia.

Inilah sebabnya Anda ada di sini: untuk menjadi serupa dengan Kristus. Ikutilah teladan Dia dalam hal memberi, dan Dia akan membangun karakter-Nya di dalam Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa hal terbesar yang telah Anda tabur dalam hidup Anda? Bagaimana Anda telah menuai hasilnya?
- Jika Anda telah memberikan perpuluhan 10 persen dengan setia, bagaimana Anda dapat terus menumbuhkan kebiasaan dalam memberi?
- Jika tujuan utama Anda ialah menjadi semakin serupa dengan Kristus, bagaimana hal itu memengaruhi cara Anda dalam memberi?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 4-6; Galatia 6


Fokuskan pikiran Anda pada Tuhan dan bukan manusia. Memberi kembali apa yang memang menjadi milikNya Tuhan dan menyadari bahwa uang adalah ikatan terakhir kita di dunia ini adalah esensi dari perpuluhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, September 25, 2019 |

Ketika Anda Kewalahan, Berdirilah Teguh

Ketika Anda Kewalahan, Berdirilah Teguh

2 Tawarikh 20:20 "Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!"

Ketika Anda fokus pada masalah Anda dan bukan pada Allah, pada akhirnya Anda akan kewalahan. Anda akan kalah sebab Tuhan tidak merancang Anda untuk bertarung sendirian.

Anda tidak akan bisa fokus pada masalah Anda dan sekaligus fokus pada Tuhan secara bersamaan. Anda harus mengalihkan fokus perhatian Anda kepada siapa Tuhan dan apa yang telah Ia janjikan akan Ia lakukan buat Anda.

Hidup ini penuh dengan pengalaman-pengalaman yang akan menguji Anda, menguras emosi Anda, dan membinasakan Anda. Ketika Anda merasa lelah, pada saat itulah Anda siap untuk berseru kepada Tuhan, "Maaf, aku tak bisa menangani situasi ini. Aku sudah mencoba segalanya. Kini aku berserah kepada-Mu karena masalah ini jauh lebih besar dari kekuatanku."

Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika Anda merasa kewalahan? Tetaplah berdiri teguh.

Berdiri teguh ialah bersikap percaya diri dan tenang di dalam sifat Tuhan. Anda akan sukses ketika Anda menaruh iman Anda pada apa yang Ia katakan kepada Anda melalui Firman-Nya dan Roh Kudus. Ketika Anda bersama Tuhan, Anda tidak perlu menyerah sebab Anda kuat di dalam-Nya.

Ketika beban itu terlalu besar, Anda mungkin tergoda untuk menyerah. Tuhan tidak mau Anda mundur dari situasi sulit. Dia tidak mau Anda mengorbankan integritas Anda. Tuhan ingin Anda percaya pada-Nya lewat pencobaan dan ingin Anda belajar dari situ. Jika Anda lari dari masalah, Anda akan kehilangan kesempatan untuk belajar dari Tuhan. Dan kemungkinan besar, Anda akan perlu mengulangi pelajaran itu.

Tuhan berkomitmen untuk mendukung kesuksesan Anda. Tetapi Anda harus fokus pada-Nya dan percaya pada-Nya serta Firman-Nya bila Anda ingin berdiri teguh.

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;" (Amsal 3: 5-7).

Renungkan hal ini:
- Apa yang menjadi fokus Anda akhir-akhir ini? Apakah hal itu menghalangi Anda untuk berpaling kepada Tuhan untuk meminta bantuan-Nya di tengah situasi sulit apa pun yang sedang Anda hadapi?
- Seperti apa rasanya menjadi percaya diri di dalam karakter Tuhan dan Firman Tuhan?
- Bagaimana Anda bisa fokus hari ini untuk mengenal Tuhan dan Firman-Nya lebih dalam? Kebiasaan-kebiasaan apa yang dapat Anda mulai bentuk agar dapat mengingat kembali janji-janji Allah dengan lebih baik?



Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 1-3; Galatia 5


Anda tidak memiliki kekuatan yang Anda perlukan jika menghadapi setiap masalah dengan kekuatan Anda sendiri. Anda butuh kekuatan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 24, 2019 |

Mengapa Anda Harus Bermurah Hati Ketika Berkekurangan

Mengapa Anda Harus Bermurah Hati Ketika Berkekurangan

Lukas 16: 9, 11, 13 "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Sangat mudah untuk memberikan waktu, tenaga, atau uang Anda ketika Anda tidak berkekurangan. Tetapi ujian yang sebenarnya atas kemurahan hati Anda datang ketika Anda tidak berkelebihan. Apakah Anda masih tetap membantu orang lain meski sedikit yang Anda punya? Jika begitu, selamat! Anda telah lulus ujian kemurahan hati Tuhan.

Mengapa Tuhan menguji kemurahan hati Anda? Sebab Anda diciptakan menurut gambar-Nya, jadi jika Anda rindu menjadi seperti Yesus, maka Anda harus belajar bagaimana menjadi murah hati. Jika Anda belum bermurah hati, maka Anda tak akan pernah bertumbuh dewasa, dan Anda pun tak akan pernah memiliki berkat Tuhan dalam hidup Anda.

Bagaimana jika Anda berada dalam masa resesi ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik? Anda dipecat atau keuangan Anda menipis, dan Anda rasa tak punya waktu atau tenaga untuk memberi. Bagaimana Anda bisa bermurah hati ketika Anda berkekurangan?

Satu contoh yang pas akan hal ini ialah pernyataan Paulus tentang gereja-gereja di Makedonia: "Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan" (2 Korintus 8: 2). Sukacita dan kemurahan hati selalu berjalan seiring.

Sebuah ujian akan seberapa besar Anda percaya kepada Tuhan ialah lewat cara Anda mengelola uang Anda, karena itu menunjukkan apa yang penting buat Anda.

Berikut ini empat hal yang harus diingat untuk membantu Anda memiliki sukacita, seberapapun banyaknya atau sedikitnya yang Anda punya.

Mematuhi kehendak Tuhan akan mendatangkan ketetapan Tuhan. Ketika Anda berkata, "Tuhan, aku akan melakukan kehendak-Mu, baik apakah saya punya uang atau tenaga untuk melakukannya atau tidak," Tuhan akan menyediakan semua yang Anda perlukan untuk melaksanakannya.

Ketika saya melakukan semua yang Tuhan ingin saya lakukan, Dia melakukan apa yang tidak bisa saya lakukan. Berikan Tuhan apa pun yang Anda miliki, walau seberapa kecilnya itu, dan Allah akan melipatgandakannya untuk melakukan yang lebih besar dari yang Anda bayangkan, seperti yang Ia lakukan melalui bocah lelaki yang membawa lima roti dan dua ikan kepada Yesus - ribuan orang terberkati olehnya.

Setiap kali saya mempunyai kebutuhan, saya perlu menaburkan benih. Apa pun yang Anda butuhkan lebih banyak, berikan itu. Untuk dapat memanen, pertama-tama Anda harus menanam benihnya.

Selalu ada musim penundaan antara menabur dan menuai. Panen itu tidak otomatis. Dibutuhkan waktu dan kesabaran.
Ketika Anda memberi kepada orang lain, Anda sedang membantu mereka melihat bahwa Allah juga ingin memenuhi kebutuhan mereka.

Renungkan hal ini:
- Apa yang sedang Anda butuhkan? Bagaimana Anda akan menabur benih di area tersebut sehingga Anda dapat menuai berkat Tuhan?
- Pikirkan satu musim dalam hidup Anda dimana Tuhan memberi Anda waktu tunggu untuk kemudian menunjukkan kepada Anda hasil dari taburan Anda. Apa yang telah Anda pelajari atau bagaimana Anda tumbuh selama masa tunggu tersebut?
- Mengapa orang Kristen ingin dikenal karena kemurahan hati mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 11-12; Galatia 4


Ketika Anda bermurah hati, Anda bisa selalu percaya bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan yang Anda punya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 23, 2019 |

Orang yang Setia Berbagi Tentang Iman Mereka

Orang yang Setia Berbagi Tentang Iman Mereka

Matius 9: 2 "Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."


Jika Anda telah menerima karunia keselamatan dari Allah, maka Anda telah menerima hadiah terbaik yang pernah diberikan kepada siapa pun. Tetapi apakah Anda sudah mewartakan tentang karunia tersebut kepada orang lain semenjak menjadi orang Kristen?

Ayat hari ini berasal dari kisah dalam Matius 9 mengenai seorang pria yang sakit dan lumpuh. Teman-temannya ingin ia sembuh, maka mereka membawanya kepada Yesus dengan menurunkannya yang sedang berbaring di tempat tidurnya melalui celah di atap rumah tempat Yesus sedang mengajar.

Perhatikan Matius 9: 2 mengatakan, "Ketika Yesus melihat iman mereka," Bukan iman pria lumpuh tersebut yang membuatnya sembuh, tapi iman teman-temannya. Ketika Yesus melihat bahwa teman-temannya itu begitu peduli dengan membawa teman mereka yang lumpuh itu menemui-Nya, sabda-Nya, "Orang-orang ini memiliki iman yang besar. Mereka bukan hanya bertanya; tapi mereka mengharapkan-Ku untuk menyembuhkan teman mereka," dan Dia mengabulkannya.

Anda memiliki teman-teman yang lumpuh secara rohani tapi tidak mampu datang kepada Yesus. Mereka dilumpuhkan oleh ketakutan, rasa bersalah, keraguan, rasa sakit, atau bahkan mungkin dendam, karena mereka telah dilukai oleh gereja-gereja mereka sebelumnya. Mereka lumpuh, dan mereka tidak bisa datang kepada Yesus sendiri.

Allah sedang memperhatikan apakah Anda cukup setia dan membawa mereka kepada-Nya. Dan jika Anda tengah melakukannya, maka Dia akan menghormati iman Anda. Dia bukan hanya akan menyembuhkan teman Anda; Dia juga akan memberkati Anda. Itulah berkat iman.

Selama sebuah gereja akan terus mencari lebih banyak orang yang tidak percaya, Allah akan terus memberkatinya. Namun ketika para anggota gereja mengatakan jika gereja mereka tak perlu bertumbuh besar lagi, artinya mereka tidak peduli dengan dunia ini- sebuah sikap yang tidak konsisten dengan prioritas-prioritas Tuhan.

Tetapi, selama kita terus membawa orang-orang yang lumpuh secara rohani kepada Yesus, maka Ia akan memberkati gereja-gereja kita dan juga kehidupan kita.
Apakah Anda tidak ingin menjadi bagian dari itu?

Renungkan hal ini:
- Apakah iman orang lain berperan dalam bagaimana Anda datang kepada Yesus untuk mendapatkan anugerah keselamatan dari-Nya? Hari ini, ceritakanlah kisah Anda kepada seseorang agar orang tersebut mendapat dorongan.
- Apa artinya memiliki berkat iman?
- Bagaimana gereja Anda atau persekutuan kecil Anda secara aktif menjangkau orang lain yang tidak percaya Allah dan mewartakan Injil kepada mereka? Jika Anda belum melakukannya, bagaimana Anda bisa memulainya hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 8-10; Galatia 3


Orang-orang yang setia kepada Tuhan berbagi tentang iman mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, September 22, 2019 |

Pembinaan itu Penting Untuk Pertumbuhan Rohani

Pembinaan itu Penting Untuk Pertumbuhan Rohani

2 Timotius 2: 2 "Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain."

Setiap orang Kristen butuh seorang Paulus dan Timotius.

"Paulus" yang dimaksud di sini ialah seseorang yang telah menjadi orang Kristen lebih lama dari Anda dan yang membantu mengajarkan Anda dan memotivasi Anda. Orang tersebut mungkin hanya satu bulan lebih tua dari Anda, tapi mungkin sudah berjalan bersama Tuhan lebih lama dari Anda, lebih dewasa secara rohani, dan yang bisa membimbing Anda.

Sedangkan "Timotius" adalah seseorang yang belum selama Anda menjadi orang Kristen yang Anda bantu bangun imannya. Anda memberikan dorongan dan pemuridan kepada orang tersebut ketika dia tumbuh di dalam Tuhan.

Anda memiliki seorang Paulus dan Timotius dalam hidup Anda. Tetapi Anda juga menjadi seorang Paulus dan Timotius bagi orang lain.

Dalam 2 Timotius, Paulus mengatakan ini kepada Timotius: "Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain" (2 Timotius 2: 2).

Kita melihat empat generasi dalam ayat tersebut. Paulus berkata kepada Timotius bahwa ia telah membantu Timotius dengan menjadi mentornya, artinya Paulus membimbingnya menuju kedewasaan rohani. Selanjutnya giliran Timotius untuk menemukan seseorang untuk ia bimbing, dan sehingga kemudian orang tersebut dapat menemukan orang lain untuk ia bimbing.

Jangan terintimidasi oleh kata "membimbing." Membimbing itu semudah mengajak seseorang sarapan sekali sebulan dan menanyakan kabar mereka. Anda hanya perlu menjadi seorang teman. Dengarkan, dorong, dan doakan orang tersebut. Anda tidak perlu menjadi orang "Kristen yang sempurna" untuk melakukan ini. Anda hanya perlu bersedia melakukannya.

Untuk dapat sepenuhnya menjalani panggilan Tuhan dalam hidup Anda, maka Anda membutuhkan orang lain. Anda akan tumbuh sebagai seorang murid yang seutuhnya ketika Anda belajar dari orang percaya lain yang lebih dewasa dari Anda dan ketika Anda berbagi hikmat dan pengalaman Anda kepada orang percaya yang lebih muda dari Anda dalam hal Kekristenan.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda pernah dibimbing oleh seseorang? Apa hal dalam hubungan tersebut yang paling memengaruhi Anda?
- Jika Anda tidak memiliki Timotius dalam hidup Anda, apa saja cara yang Anda dapat gunakan untuk mencari seseorang yang ingin dibimbing?
- Mengapa pengikut Yesus perlu membantu membina murid-murid yang nantinya akan berbuah lebih banyak murid?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2


Regenerasi khususnya untuk keberadaan kehidupan yang dewasa rohani sangat penting bagi kelangsungan ajaran Kristus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 21, 2019 |

Integritas Anda Menunjukan Kesetiaan Anda

Integritas Anda Menunjukan Kesetiaan Anda

Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Adalah hal biasa mendengar orang lain berkata, "Apa yang kukerjakan dalam hidupku itu bukan urusanmu." Itu tidak benar. Apa yang Anda kerjakan dalam kehidupan pribadi Anda — yang tersembunyi atau yang tak terlihat orang lain — membangun dan mengungkapkan karakter Anda yang sebenarnya. Dan Tuhan bisa melihat yang terselubung itu sama jelasnya seperti melihat apa yang Anda lakukan di muka umum.

Bahkan, hal-hal kecil yang tak kelihatan yang Anda lakukan merupakan benih berkat Tuhan bagi kehidupan Anda. Anda tak dapat memilah-milah hidup Anda dan berkata, "Saya bisa jujur dengan kehidupan bermasyarakat saya, tapi tidak dengan kehidupan pribadi saya." Saya yakin Anda bisa menulis daftar tokoh-tokoh terkenal yang menjalankan hidup mereka seperti ini, yang pada akhirnya memimpin mereka pada skandal publik dan kejatuhan yang sifatnya pribadi. Apa pun yang mereka ucapkan, pemimpin mana pun yang tidak setia dalam masalah kecil tidak akan setia dalam masalah besar.

Prinsip ini bukanlah hal baru. Yesus berkata, "Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?" (Lukas 16:12).

Selama berabad-abad, semua orang yang belajar suatu keahlian, perdagangan, atau keterampilan mempelajarinya dengan magang atau berguru kepada ahlinya. Jika Anda ingin menjadi seorang montir, Anda akan belajar dari montir lain dan melayani bisnis orang tersebut sebelum Anda membuka bisnis Anda sendiri. Sebagai murid magang, Anda pun harus bertanggung jawab dengan bisnis guru Anda sebelum Anda dipercaya oleh Tuhan memiliki bisnis Anda sendiri.

Prinsip magang ini berlaku di setiap bidang kehidupan Anda. Itu juga berlaku untuk Anda mengelola uang milik orang lain, mengelola kepemilikan orang lain, dan bahkan untuk mengelola pelayanan orang lain sebelum Allah menganugerahkannya untuk diri Anda sendiri.

Sebelum Allah mempercayakan saya dengan penggembalaan gereja saya, saya melayani sebagai pendeta muda di bawah penggembalaan pendeta lain. Allah memperhatikan bagaimana saya mengelolanya; Dia menguji integritas saya. Saya perlu membuktikan kesetiaan saya di dalam gereja tersebut sebelum Allah mengizinkan saya untuk menggembalai Gereja Saddleback.

Bila seseorang meminjamkan mobilnya kepada Anda, seberapa baik Anda akan merawatnya? Bila suatu keluarga mengizinkan Anda tinggal di rumah mereka untuk liburan, apakah Anda akan memperlakukannya sebaik merawat rumah Anda sendiri? Ketika tidak ada yang mengawasi pekerjaan Anda, apakah Anda akan bekerja dengan rajin?

Renungkan hal ini:
- Apa yang selama ini dipercayakan Tuhan kepada Anda yang Ia pakai untuk menguji integritas Anda?
- Area apa saja dalam hidup Anda yang paling sulit untuk Anda setia dalam perkara-perkara kecil?
- Apakah itu mengubah sesuatu dalam kehidupan pribadi Anda untuk ingat bahwa Allah melihat segalanya? Mengapa atau mengapa tidak?



Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1


Tuhan sedang memperhatikan dan menguji integritas Anda. Tunjukkanlah bahwa Anda dapat dipercaya dengan hal-hal besar dengan setia pada hal-hal kecil.
| Jumat, September 20, 2019 |

Nilai Iman di Dunia yang Tanpa Iman

Nilai Iman di Dunia yang Tanpa Iman

Lukas 18: 8 "Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kita hidup di dunia yang semakin kehilangan keimanannya. Ini merupakan dunia sekuler yang penuh pergeseran nilai dan dimana keegoisan tumbuh subur. Jika Yesus datang kembali hari ini, berapa banyak orang beriman yang akan Ia temui? Dan apakah Anda akan menjadi salah satu dari mereka?

Alkitab menjelaskan bahwa Allah sedang mencari orang-orang yang setia. Dalam 2 Tawarikh 16: 9 dikatakan, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

Allah mencari orang-orang yang setia sebab Dia ingin memberkati mereka. Dia ingin menunjukkan kasih-Nya melalui kekuatan besar-Nya. Kesetiaan kita merupakan kunci untuk membuka kunci berkat-Nya dalam hidup kita.

Yesus berkata, "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29). Tuhan ingin mencurahkan berkat-Nya ke segala bidang kehidupan Anda - keluarga Anda, karier Anda, keuangan Anda, kesehatan Anda, hubungan Anda. Berkat ini mungkin tidak seperti yang kita harapkan, tetapi Tuhan tetap mengerjakannya di dalam hidup kita. Dan Dia akan melakukannya sesuai dengan level keimanan Anda. Jika Anda memiliki iman yang besar, Anda akan memiliki berkat yang besar. Jika Anda memiliki sedikit iman, Anda akan menerima sedikit berkat. Tetapi jika Anda tidak memiliki iman, berkat Tuhan tidak akan ada dalam hidup Anda.

Sayangnya, orang-orang beriman yang benar-benar percaya Tuhan dan hidup hari demi hari sulit sekali ditemukan. Alkitab berkata, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20: 6).

Ketika dosa memasuki dunia bersama dengan Adam dan Hawa, kita semua menjadi tercemar. Tak seorang pun dari kita melakukan apa yang benar sepanjang waktu. Tetapi iman ialah kunci kemenangan.
"Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" (1 Yohanes 5: 4).

Renungkan hal ini:
- Jika iman yang lebih besar menuntun kepada berkat yang lebih besar, mengapa beberapa orang yang setia masih mengalami pergumulan berat dalam hidup?
- Apa saja momen atau mujizat atau jawaban doa yang telah meningkatkan keimanan Anda kepada Allah?
- Bagaimana kesetiaan Anda menjadi saksi bagi orang-orang yang tidak mengenal Yesus sebagai Juruselamat mereka?


Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13


Semakin besar iman kita, semakin besar kemenangan yang akan kita alami dalam hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 19, 2019 |

Jangan Menyerah Di Masa Sulit

Jangan Menyerah Di Masa Sulit

2 Korintus 4: 16-18 "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Mengapa hal-hal buruk terjadi kepada orang baik? Mengapa kita harus menderita? Mengapa kadang hidup ini begitu sulit?

Walau sesulit apapun untuk dipahami, Allah dapat menggunakan rasa sakit Anda untuk mewujudkan tujuan-Nya. Jangan heran jika Dia menggunakan masa-masa sulit dalam hidup Anda untuk menguji kesetiaan Anda.

Orang yang setia tetap bertahan ketika orang lain memilih untuk menyerah. Orang yang setia itu rajin dan tekun. Mereka gigih. Mereka mengubah perspektif mereka, dan fokus pada janji-janji Allah di dalam Firman-Nya.

Dalam 2 Korintus 4, Paulus mengatakan Anda harus memiliki perspektif yang benar ketika menghadapi suatu masalah. Apabila Anda ingin bertahan, jangan melihat masalah yang ada sebab itu hanya bersifat sementara. Melainkan, lihatlah keuntungan jangka panjang yang akan Anda nikmati. Jangan melihat rasa sakit yang sifatnya hanya sementara; lihatlah ke depan. Jangan melihatnya dari perspektif jangka pendek dan berkata, "Apa yang sedang terjadi padaku sekarang?" Sebaliknya, lihatlah karakter yang tengah Anda bangun oleh karena Anda berkeras menolak untuk menyerah. Tetaplah bertahan.

Jika Anda tengah menghadapi masa-masa sulit saat ini, tulislah ayat ini di selembar kertas kecil dan hafalkanlah: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6: 9).

Saya doakan agar ayat ini mendorong Anda untuk tidak menyerah. Tuhan bekerja di dalam Anda dan untuk Anda, di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Anda akan dihargai karena kesetiaan Anda!

Renungkan hal ini:
- Apa keuntungan jangka panjang bagi mereka yang setia kepada Allah dan Firman-Nya?
- Apakah Anda tergerak setelah mengetahui bahwa Allah tetap bekerja di dalam penderitaan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa saja janji lain di dalam Alkitab yang dapat membantu Anda bertahan di masa-masa sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12


Tuhan lebih tertarik dengan masa depan Anda dibanding dengan pencapaian Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, September 18, 2019 |

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Perlakukan Harta Anda Sebagai Tanggung-jawab Anda

Matius 25:21 "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Sesunggguhnya kita tidak pernah memiliki apapun selama waktu kita yang singkat di bumi ini. Allah hanya meminjamkannya kepada kita untuk sementara. Alkitab mengatakan, "Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (Mazmur 24: 1).

Pekerjaan pertama yang Allah berikan kepada manusia ialah mengelola dan mengurus "perkara-perkara" Allah di bumi. Pekerjaan ini tidak akan pernah ditiadakan sebab itu adalah bagian dari tujuan kita hari ini.

Beberapa tahun lalu, sepasang suami istri mengizinkan saya dan istri saya menggunakan rumah mereka yang indah di tepi pantai Hawaii untuk berlibur. Mereka berkata, "Pakai seperti milik Anda sendiri," dan kami pun melakukannya! Kami berenang di kolam renang mereka, makan makanan dari lemari es mereka, menggunakan handuk dan piring mereka, dan bahkan lompat-lompat di tempat tidur. Sungguh menyenangkan!

Tetapi kami tahu itu bukan milik kami, jadi kami menjaganya dengan sangat baik. Kami menikmati kenyamanan menggunakan rumah tersebut tanpa harus memilikinya. Kami bertanggungjawab menggunakan hak istimewa yang telah kami dapatkan.

Yesus seringkali menyebut kehidupan ini sebagai sebuah tanggung jawab dan menceritakan banyak perumpamaan untuk menggambarkan tanggung jawab kita terhadap Dia. Dalam perumpamaan tentang talenta, seorang pengusaha mengevaluasi pekerjaan setiap hambanya dan memberi upah mereka sesuai dengan pekerjaan mereka. Kata-Nya, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21).

Di akhir hidup Anda di bumi, Anda akan dievaluasi dan dihargai sesuai dengan seberapa baik Anda telah mengurus apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada Anda. Itu artinya semua hal yang Anda kerjakan - bahkan pekerjaan harian yang sederhana - memberikan dampak yang kekal. Jika Anda memperlakukan segala sesuatunya sebagai sebuah tanggung jawab, maka Tuhan akan menjanjikan tiga anugerah di kekekalan surga.

Pertama, Anda akan diberikan afirmasi dari Tuhan: Dia akan berkata, "Kerja bagus!" Bagus sekali! "Selanjutnya, Anda akan mendapatkan promosi dan diberikan tanggung jawab yang lebih besar di dalam kekekalan: "Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Tidak akan ada sukacita yang lebih besar selain itu, dan itu tersedia bagi setiap pelayan Allah yang setia yang mengelola harta dari-Nya.

Renungkan hal ini:
- Selain uang, apa yang telah Allah percayakan kepada Anda sehingga Ia ingin Anda menjadi pelayan yang bertanggung jawab?
- Bagaimana Anda bekerja dengan setia setiap hari dalam mengelola tanggung jawab Anda? Bagaimana Anda dapat terus tumbuh di area tersebut?
- Pernahkah Anda berpikir tentang memiliki tanggung jawab di surga? Mengapa Anda menginginkan lebih banyak tanggung jawab di kekekalan surga?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11


Segala sesuatu yang kita nikmati harus diperlakukan sebagai sebuah tanggung jawab yang telah Tuhan tugaskan kepada kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 17, 2019 |

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Uang Bukan Masalah Terbesar Anda

Matius 6: 32-33 "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Setiap kali kita khawatir soal uang, kita bertindak seolah-olah kita tidak percaya pada Tuhan. Itu sama saja berkata, "Itu semua bergantung pada saya." Itu sama sekali bertentangan dengan Alkitab.

Alkitab berkata bahwa Allah "diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya" (Mazmur 111: 5).

Kitab Roma juga mengatakan kepada kita bahwa Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib untuk memberi Anda keselamatan. Jika Allah saja begitu mengasihi Anda sehingga Ia rela mengutus Putra-Nya sendiri untuk mati bagi Anda, tentunya Dia pun akan mengurus semua tagihan dan hutang Anda.

Allah telah menyelesaikan masalah terbesar Anda ketika Dia menyelamatkan Anda, jadi jika dibandingkan dengan itu, maka masalah-masalah lainnya kecil bagi Dia. Intinya ini: Apakah Anda percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang Ia bilang akan Ia lakukan — bahwa Ia akan memenuhi kebutuhan Anda?

Apakah Anda bersedia meminta kepada Tuhan untuk menyediakan apa yang Anda butuhkan, ketimbang mengandalkan kekuatan finansial Anda?

Apakah Anda bersedia belajar untuk menjadi puas?

Apakah Anda bersedia memberikan perpuluhan seperti yang diperintahkan Allah dan percaya bahwa Ia akan memenuhi semua yang Anda butuhkan?

Apakah Anda bersedia hidup dengan integritas dan jujur dengan keuangan Anda?

Apakah Anda bersedia mempercayakan setiap bidang kehidupan Anda sepenuhnya kepada Yesus Kristus?

Jika Anda sungguh-sungguh ingin terbebas dari ketakutan finansial, Anda harus memilih untuk melakukan apa yang jelas-jelas Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan. Dia memberi petunjuk-Nya di dalam Firman-Nya. Kata-Nya, "Aku akan menggenapi janji-Ku, jika engkau mau taat dengan premisnya, syaratnya."

Hari ini, ambil keputusan untuk menjadi murid yang setia dalam mengatur uang dan sumber yang Anda miliki supaya Tuhan dapat memakai Anda untuk menggenapi rancangan-Nya.

Renungkan hal ini:
- Jika Anda sangat percaya Tuhan menyediakan setiap kebutuhan yang Anda perlukan, bagaimana hal itu akan mengubah cara Anda mengelola keuangan Anda dengan secara spesifik?
- Apakah Anda puas dengan apa yang Anda miliki saat ini? Mengapa atau mengapa tidak?
- Luangkan waktu untuk mengaku kepada Tuhan bahwa selama ini Anda berusaha mengendalikan uang Anda dan mengejar tujuan Anda sendiri dengan mengandalkan uang Anda. Mintalah pengampunan dan pertolongan Tuhan agar Anda semakin bertumbuh menjadi murid yang taat dan setia.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10


Kekhawatiran ialah tanda bahwa kita meragukan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 16, 2019 |

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan

Tuhan Bekerja Untuk Mendatangkan Kebaikan
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kehidupan ini seringkali menghadirkan saat-saat yang sulit untuk kita terima, seperti sakit-penyakit, kehilangan pekerjaan, atau kematian teman atau anggota keluarga kita. Pil pahit itu sulit untuk kita telan, dan itu seringkali membuat kita tersedak.

Yakinlah, Tuhan selalu merancangkan sesuatu yang baik dalam hidup Anda, bahkan saat Anda tak dapat melihatnya. Untuk mampu berpegang pada pengharapan di tengah masa-masa sulit, Anda harus memahami kebenaran ini. Alkitab mengatakan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Alkitab tidak mengatakan bahwa setiap peristiwa dalam hidup Anda akan berjalan baik. Anda dan saya sama-sama tahu itu tidak benar. Tetapi ketika Anda mulai menjalankan hidup dengan baik, maka setiap bagiannya saling bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Itu sama seperti membuat kue. Anda tak suka rasa dari masing-masing bahan, tetapi ketika semua bahan tersebut disatukan, hasilnya akan terasa enak. Tuhan ingin membuat kue yang luar biasa lezat dengan hidup Anda, dan Ia ingin memakai elemen-elemen yang tidak enak dan pahit tersebut demi kebaikan Anda.

Allah juga tidak berfirman bahwa segala sesuatunya saling bekerja seperti apa yang kita mau, atau bahwa setiap cerita akan berakhir bahagia. Tidak semua kesepakatan bisnis akan berjumlah satu juta dolar. Tidak semua pasangan menikah akan hidup bahagia selamanya. Tidak semua anak akan menjadi kapten tim sepak bola.

Sebaliknya, ayat ini mengingatkan kita bahwa kita dapat benar-benar percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta membuat segala sesuatunya bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Pengharapan tidak sama dengan optimisme. Itu bukan keyakinan bahwa sesuatu yang buruk akan menjadi baik. Itu juga bukan keyakinan mutlak bahwa setiap bagian hidup Anda pada akhirnya akan menjadi masuk akal dan Anda mengerti, terlepas di mana kita akan menghabiskan kekekalan kita kelak.

Anda bahkan tak bisa membayangkan kebaikan yang Tuhan telah persiapkan untuk Anda di masa depan. Anda dapat mempercayakan permasalahan Anda di saat ini dan di masa depan kepada-Nya, sebab Dia selalu bekerja untuk kebaikan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apakah Anda percaya bahwa Tuhan dapat menggunakan pengalaman buruk dalam hidup Anda untuk kebaikan? Jika demikian, bagaimana hal itu terlihat dari cara Anda berbicara dengan orang lain tentang apa yang tengah Anda alami?
- Pengalaman mana dalam hidup Anda yang membuat Anda paling sulit untuk melihat hal-hal baik yang telah Tuhan buat untuk Anda?
- Bagaimana kematian Yesus di kayu salib menjadi salah satu contoh dimana Allah bekerja mendatangkan yang baik melalui situasi yang buruk?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8


Dari sudut pandang kita, hidup ini tampak kacau. Namun sudut pandang Allah dari surga tidak sama dengan sudut pandang kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 14, 2019 |

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Satu-satunya Tempat Untuk Menemukan Harapan

Roma 15:13 "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."

Di tahun 1927, sebuah kapal selam Amerika bertabrakan dengan kapal U.S Coast Guard (kapal tentara perbatasan laut Amerika) di lepas pantai Provincetown, Mass., dan mulai tenggelam. Tentara perbatasan dan Angkatan Laut Amerika mengirimkan pasukan penyelamnya untuk menaksir seberapa parah kerusakan yang ada dan mulai melakukan operasi penyelamatan. Ketika para penyelam mulai mendekati kapal selam tersebut, mereka mendengar seorang pelaut mengetuk lambung kapal menggunakan kode Morse. Dia bertanya, "Apa ada harapan?"

Itu suatu pertanyaan mendasar dalam kehidupan. Setiap hari pertanyaan ini ditanyakan oleh orang-orang yang tak terhitung jumlahnya, dalam berbagai cara: ketika duduk di ruang dokter menunggu hasil tes kesehatan, ketika sepasang suami istri melakukan konseling pernikahan selama berbulan-bulan namun tak kunjung juga membaik, ketika berada di pengadilan menunggu keputusan apakah Anda dinyatakan bangkrut atau tidak, atau ketika sebuah keluarga mendengar kabar bahwa anak mereka hilang.

Anda dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, dan delapan menit tanpa udara. Tetapi Anda tak bisa bertahan satu detikpun tanpa pengharapan sebab itu merupakan bagian penting dari kehidupan. Ketika tak ada lagi pengharapan, hidup ini pun berakhir.

Orang-orang, di mana pun mereka berada, kerap mencari harapan di tempat-tempat yang salah. Mereka mencarinya di dalam hubungan mereka, di dalam buku-buku motivasi, di dalam agama, dan di dalam pembenaran diri.

Namun hanya ada satu tempat untuk menemukan harapan sejati. Alkitab berkata bahwa harapan sejati ditemukan dengan menghadapkan wajah Anda kepada Allah, "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Roma 15:13).

Anda butuh harapan yang seperti itu. Dan itu hanya tersedia melalui hubungan Anda dengan Yesus Kristus. Ketika Anda percaya kepada-Nya, Roh Kudus bekerja di dalam Anda untuk memenuhi Anda dengan harapan yang dari Allah semata, Dia mengasihi Anda dan Dia berkarya untuk mendatangkan kebaikan untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda pernah mengalami kesulitan untuk menyadari hadirnya Tuhan?
- Jika Anda telah menjadi pengikut Yesus, bagaimana harapan dari-Nya telah mengubah hidup Anda?
- Siapa saja orang dalam hidup Anda yang sedang berada di tengah-tengah keputusasaan dan yang sedang membutuhkan Anda untuk mengingatkan mereka atau untuk memberi tahu dimana letaknya harapan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7


Harapan yang dari Allah akan mengangkat Anda dari keputusasaan dan memberi Anda ruang untuk bernapas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, September 13, 2019 |

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

Beribadahlah Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Bantuan Allah

2 Tawarikh 20: 5-6 "Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau."

Hidup ini memiliki saat-saat dimana Anda merasa seolah berada dalam situasi yang mustahil, saat-saat ketika Anda merasa diserang dari segala arah. Itulah yang terjadi pada Raja Israel, Yosafat. Ia berdoa kepada Allah ketika menghadapi pasukan berjumlah besar yang terdiri dari tiga bangsa yang berbeda. Untuk bisa melewati masa-masa tersebut, Anda perlu mencontoh doa-doa Yosafat ini agar Anda dapat beroleh damai sejahtera.

Yosafat melakukan tiga hal dalam 2 Tawarikh 20 yang juga bisa Anda lakukan:

Fokus kembali kepada Tuhan. Meski dengan permasalahan yang menjulang di hadapan Anda, alihkan fokus perhatian Anda kepada sifat dan janji Allah. Yosafat berdoa, "Ya Tuhan, Engkau lebih besar dari semua bangsa. Engkau lebih besar dari apa pun yang akan kuhadapi."Masalah Anda mungkin tampak terlalu besar buat Anda atasi, tetapi itu tak akan pernah terlalu besar buat Tuhan. Ubah perspektif Anda dengan cara mengalihkan fokus Anda.

Ingat kesetiaan Tuhan di masa lalu. Yosafat ingat kembali segala cara yang telah Allah pakai untuk menolong bangsa Israel di masa lalu. Dengan mengingat kembali kesetiaan Tuhan di masa lalu akan membantu Anda untuk percaya pada-Nya di masa depan. Anda perlu ingat kembali saat-saat dimana Tuhan bekerja dengan begitu kuatnya di dalam hidup Anda.

Minta bantuan Tuhan. Pada intinya, Yosafat berdoa, "Masalahku tidak ada yang terlalu besar bagi-Mu, Tuhan. Engkau telah menolongku di masa lalu. Bantu aku sekali lagi, ya Tuhan!" Tuhan mengasihi Anda, dan Dia peduli dengan masalah Anda.

Doa Yosafat dibangun di atas tiga pertanyaan ini: "Apakah Engkau bukan Tuhan?" "Bukankah Engkau pernah membantu kami?" dan "Apakah Engkau tidak akan melakukannya lagi?"
Ketika Anda merasa kewalahan, Anda perlu bantuan Tuhan. Tetapi penting untuk dipahami bahwa Allah Bapa bukanlah mesin penjual otomatis yang akan memberikan apa pun yang Anda inginkan, hanya karena Anda menyetor beberapa doa. Tuhan ingin ibadah Anda terlebih dahulu. Ketika Anda fokus dan bersyukur kepada-Nya atas kasih setia-Nya, artinya Anda menyembah Dia. Kemudian, berdoalah dan minta pertolongan-Nya.

Yosafat setia dalam menyembah Allah dan dalam meminta bantuan Dia, dan Dia pun membebaskan Yosafat dari musuh-musuhnya. Allah akan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari masalah Anda akan mengubah perspektif Anda di dalam situasi sulit yang tengah Anda hadapi?
- Apa artinya berdoa dengan penuh harap? Bagaimana tiga pertanyaan tentang Tuhan di atas membantu Anda berdoa seperti ini?
- Apa respons yang sehat dan yang seturut dengan Kristus ketika Allah tidak menjawab doa-doa Anda atau ketika jawaban-Nya tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6


Buktikan komitmen Anda untuk mengutamakan Tuhan lebih dahulu lebih dari segalanya, maka Tuhan juga akan membuktikannya kuasaNya pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 12, 2019 |

Tuhan Dapat Menyediakan Melalui Keran Apapun

Tuhan Dapat Menyediakan Melalui Keran Apapun

Ulangan 8:18 "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."

Alkitab mengajarkan bahwa Allah merupakan sumber dari sumber keuangan kita. Dialah yang menyediakan segala yang kita perlukan.

Apakah artinya itu? Itu artinya ketimbang mengandalkan pekerjaan Anda, carilah Tuhan sebagai keamanan finansial Anda. Itu artinya Anda tidak mengandalkan siapa pun, atau apa pun selain mengandalkan Tuhan untuk memenuhi segala kebutuhan Anda.

Biarkan saya mengilustrasikannya seperti ini: Ketika Anda menyalakan air, Anda tahu air itu sebenarnya tidak berasal dari keran. Air itu mengalir melalui keran. Air tersebut sesungguhnya berasal dari waduk atau sumur, dan bagaimana Anda mendapatkannya ialah melalui keran.

Sama halnya dengan Anda dan saya, pendapatan yang Tuhan ingin anugerahkan kepada Anda bisa datangnya melalui suatu pekerjaan atau melalui suatu perkara atau melalui orang lain. Tetapi, sumbernya selalu dari Tuhan.

Anda tak perlu khawatir keran mana yang akan digunakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Singkat kata, Ia seolah berkata, "Jika Aku mematikan satu keran, maka Aku dapat dengan mudah menyalakan yang lainnya. Jika engkau kehilangan satu pekerjaan, Aku dapat memberikanmu yang lain. Pekerjaanmu bukanlah sumbermu. Rekening tabunganmu bukanlah sumbermu. Akulah sumbermu."

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda memahami apa yang menyebabkan Anda tidak mempercayainya dan kemudian minta Dia untuk mengajarkan Anda untuk mulai percaya kepada-Nya. Cari tahu bagaimana Dia melakukannya. Dan ketika Anda mulai khawatir, ceritakan segala kekhawatiran Anda kepada Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda melihat Tuhan menyediakan apa yang Anda perlukan di masa lalu? "Keran-keran" apa yang Dia gunakan?
- Mengapa menjadi khawatir memperlihatkan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan?
- Dalam area apa Anda butuh Tuhan untuk membantu Anda untuk bisa berhenti khawatir dan mulai percaya pada-Nya lebih dalam lagi?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5


Kekhawatiran memperlihatkan hal-hal apa yang tidak kita percayakan kepada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, September 11, 2019 |

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Yohanes 14:27 "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Allah telah berjanji untuk memberi Anda ketenangan jiwa. Bahkan salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shalom, yang artinya, "Tuhan Damai Sejahtera." Menemukan ketenangan jiwa merupakan salah satu kebutuhan terdalam kita. Jika Allah telah menjanjikan ketenangan jiwa namun Anda tak memilikinya, mengapakah? Berikut ini tiga hal yang bisa merampas damai sejahtera Anda:

Kita kehilangan damai sejahtera ketika keadaan berada di luar kendali kita. Banyak kehidupan berada di luar kendali kita. Kita terjebak dalam kemacetan lalu-lintas dan melewatkan acara penting. Satu pasangan suami istri berusaha mati-matian – namun sayangnya tidak berhasil - untuk memiliki bayi. Seseorang kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Ketika hal-hal ini — besar atau kecil — terjadi, kita menjadi frustrasi dan kehilangan ketenangan pikiran.

Kita kehilangan damai sejahtera saat orang-orang tak dapat berubah. Cara paling cepat untuk menghilangkan ketenangan ialah dengan mencoba mengubah orang lain. Tentu tak setiap orang dapat berubah sesuai dengan kehendak Anda. Bahkan jika kita tahu itu tak akan berhasil, kita masih mencoba melakukannya! Dan itulah yang bisa menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Kita kehilangan damai sejahtera saat masalah tak dapat dijelaskan. Kita tahu hidup ini tidak adil. Banyak perkara tidak selalu berakhir indah. Dan ketika kita tidak mengerti alasannya, kita menjadi cemas, gugup, dan stres.

Menerima damai sejahtera Allah bukan berarti hidup Anda akan terbebas dari masalah. Tapi itu artinya meski ketika dunia Anda tampak berantakan, Anda akan mampu berpikir jernih dan tidur nyenyak.

Bagaimana cara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda? Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman. Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
- Keadaan-keadaan apa yang tak terkendali yang telah mencuri damai sejahtera Anda belakangan ini?
- Bagaimana Allah menggunakan masalah untuk mendekatkan kita kepada-Nya dan membantu kita bertumbuh secara spiritual?
- Apa dampak dari memiliki hidup yang damai?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4


Fokuslah pada kebaikan-Nya dan damai sejahtera yang melampaui pemahaman Anda akan memenuhi hati dan pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, September 10, 2019 |

Ucapkan Selamat Tinggal Kepada Rasa Malu

Ucapkan Selamat Tinggal Kepada Rasa Malu

Roma 8: 33-34 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Alkitab berkata bahwa Tuhan sepenuhnya menerima Anda dan mengasihi Anda dengan tulus, dan ketika Anda memahami kebenaran itu, maka itu akan mengubah hidup Anda. Anda tak akan kembali menjadi orang yang sama lagi. Salah satu hal pertama yang akan berubah ialah rasa malu yang Anda bawa. Anda tidak perlu lagi membawanya seumur hidup Anda begitu Anda tahu kebenaran tentang kasih Allah yang tulus itu.

Beberapa orang menjalani hidup dengan menghindari Tuhan karena mereka merasa malu dan bersalah. Mereka berpikir, "Tuhan adalah Tuhan yang sempurna, sementara saya amat sangat tidak sempurna. Jadi buat apa saya bergaul dengan Tuhan yang sempurna yang hanya akan mengingatkan saya seumur hidup saya betapa telah gagalnya saya?"

Ketahuilah, Tuhan tidak seperti itu!

Alkitab berkata, "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5: 1).

Mungkin selama ini Anda menjalani hidup dengan berusaha mendapatkan persetujuan orang lain. Itu memengaruhi cara Anda berpakaian, cara Anda berbicara, dan cara Anda melakukan begitu banyak hal. Namun ketika Anda mengerti bahwa Tuhan mengasihi Anda tanpa syarat, Anda akan menyadari hal ini: Anda tak butuh persetujuan orang lain, hanya persetujuan Tuhan saja.

Ketika Anda tahu bahwa Allah mengasihi Anda dan bahwa Anda telah diampuni, Anda dapat menyingkirkan rasa malu dan rasa bersalah Anda sebab "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Roma 8: 1).

Bersukacitalah hari ini sebab Anda bisa bersandar di dalam kasih sempurna Allah Bapa.

Renungkan hal ini:
- Mengapa rasa malu jadi sebuah perangkap yang sangat kuat?
- Bagaimana selama ini Anda bergumul dengan rasa malu dalam hidup Anda? Bagaimana dengan memahami kasih Allah membebaskan Anda dari rasa malu itu?
- Apa yang akan berubah saat ini dalam hidup Anda seandainya Anda tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, dan Anda hanya peduli tentang ikut Tuhan dan bersandar di dalam kasih-Nya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3



Yesus datang ke dunia justru bagi Anda, orang yang paling berdosa, orang yang gagal, orang yang amat sangat tidak sempurna.
Jangan malu untuk menampilkan diri Anda dihadapanNya, Dia sudah tau betul siapa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, September 09, 2019 |

Hadiah dari Menggenapi Panggilan Anda

Hadiah dari Menggenapi Panggilan Anda

Filipi 3:14 "Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Ketika Anda menjalankan panggilan Tuhan atas hidup Anda, Dia akan memberi Anda hadiah atasnya.

Ini satu hal luar biasa tentang hadiah tersebut: Hadiah itu akan kekal untuk selamanya.

Alkitab berkata, "Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:14).

Saya bisa menulis seratus buku, tetapi tak ada satu pun dari buku tersebut yang bisa sepenuhnya menjelaskan apa yang menanti Anda di surga.

Namun izinkan saya memulainya dengan ini: Upah Anda karena memenuhi panggilan Tuhan ialah Anda akan berbagi dengan Tuhan semua yang Dia miliki di surga. Anda akan berbagi dengan Tuhan kerajaan-Nya, kemuliaan-Nya, kuasa-Nya, dan banyak lagi. Semuanya itu akan menjadi milik Anda juga.

Kehidupan di muka bumi ini adalah sebuah ujian. Tuhan bisa saja menciptakan Anda dan membawa Anda langsung ke surga. Tetapi Dia ingin menguji kesetiaan Anda. Dia memberi Anda beberapa hal, seperti kesempatan dan hubungan dengan orang lain dan memberi Anda tanggung jawab untuk memeliharanya. Kemudian Ia berkata, "Ayo kita lihat apa yang akan kau lakukan dengan itu semua." Bila Anda setia dengan perkara kecil, maka Ia bisa mempercayakan Anda segala kekayaan, kuasa, dan kemuliaan-Nya di kekekalan surga.

Alkitab mengatakannya seperti ini: "Dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya" (1 Tesalonika 2:12).

Bukankah itu suatu janji yang luar biasa?

Suatu hari Tuhan akan berbagi Kerajaan-Nya dan kemuliaan-Nya dengan Anda dan saya!
Renungkan hal ini:
- Bagaimana hadiah yang dijelaskan dalam renungan hari ini memotivasi orang lain untuk mengikuti panggilan mereka?
- Sebagai orang tua, bos, atau teman, bagaimana selama ini Anda menguji orang lain untuk mengetahui apakah mereka setia? Apakah tes Anda tersebut berhasil?
- Jika hidup ini adalah sebuah ujian tentang bagaimana kita akan menggunakan apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita, menurut Anda bagaimana Anda menjalani ujian tersebut saat ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1


Manfaatkan panggilan Anda sebaik mungkin. Buat hidup Anda berharga. Itu akan memberi dampak kepada kekekalan hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, September 07, 2019 |

Jangan Melewatkan Panggilan Tuhan

Jangan Melewatkan Panggilan Tuhan

Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Jika Anda diberitahu bahwa Tuhan akan menelepon Anda hari ini, apakah Anda akan senang atau takut? Apakah Anda akan membiarkan panggilan itu masuk ke voice mail, atau akankah Anda langsung menjawabnya?

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah memanggil Anda. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Nah, panggilan Tuhan yang satu ini tidak sama seperti panggilan telepon - kecuali itu adalah pesan langsung dari Tuhan untuk Anda dan sifatnya personal, individu kepada individu.

Panggilan Tuhan adalah misi hidup Anda, yaitu panggilan yang Ia berikan kepada Anda ketika Ia menciptakan Anda. Namun jangan keliru antara panggilan Anda dengan karier Anda. Mungkin Anda dipanggil untuk menjadi seorang guru, tapi itu bukan berarti Anda akan mengajar di ruang kelas. Atau, Anda mungkin dipanggil untuk menjadi seorang penulis, tapi itu bukan berarti Anda akan berkecimpung di dunia jurnalisme atau bahkan menulis novel.

Panggilan Anda jauh lebih penting dibanding pekerjaan apa pun. Itu merupakan sebuah misi yang meliputi seluruh hal yang terpusat pada kehidupan Anda dan yang harus membawa dampak pada segala hal yang Anda lakukan.

Di sepanjang Alkitab, Allah memanggil orang-orang untuk memenuhi misi khusus tersebut - orang-orang seperti Nuh, Abraham, Musa, Daud, Nehemia, Maria, Petrus dan Paulus. Masing-masing mereka punya sebuah daftar tugas yang mendukung rancangan Tuhan untuk menebus umat manusia.

Dan Alkitab mengatakan bahwa Allah memanggil Anda untuk tugas yang sama pentingnya.

Paulus menulis dalam Efesus 1:18, "Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus," Hal yang luar biasa dari berkat-berkat agung tersebut ialah hubungan Anda yang dekat dengan Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Apa yang selama ini menyulitkan Anda dalam menemukan panggilan Anda?
- Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan antara panggilan dengan pekerjaan?
- Apa saja berkat yang datang ketika kita menemukan panggilan kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16


Pusatkan pandangan Anda kepada-Nya, dan Ia akan berbicara kepada Anda tentang panggilan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, September 06, 2019 |

Lepaskan Sesuatu yang Memperlambat Anda

Lepaskan Sesuatu yang Memperlambat Anda

Ibrani 12: 1 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Jika Anda hendak mengikuti lomba lari, Anda tak bisa menjalankannya sambil membawa perlengkapan berlari lain yang tidak penting. Tentunya Anda tak akan mengenakan sembilan lapis baju. Itu bencana besar! Orang-orang yang lomba lari akan mencopot pakaiannya - sepasang celana pendek, kaus, dan sepatu paling ringan yang ada. Tentunya mereka tidak ingin membawa apapun yang benar-benar tidak diperlukan.

Anda juga sedang berlomba. Begitulah Alkitab menggambarkan kehidupan Kristen - perjalanan untuk menjadi semakin seperti Kristus.

Ibrani 12: 1 mengatakan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." Sama seperti pelari yang tidak boleh membawa barang-barang yang tak perlu, begitu pun dengan Anda. Agar dapat menjadi orang yang Tuhan kehendaki, Anda harus melepaskan beberapa hal di sepanjang kehidupan Anda.

Itu dimulai dengan berlari di dalam perlombaan lari Anda, seperti menurut Ibrani 12: 1. Sebelum Anda dapat mengikuti lomba lari yang Tuhan adakan, Anda harus membuang jauh-jauh rancangan yang orang lain buat untuk hidup Anda.

Hanya Anda yang dapat berpartisipasi dalam lomba itu. Ibu atau ayah Anda tidak bisa berlari untuk Anda. Pacar Anda tidak bisa berlari untuk Anda. Begitupun sebaliknya, Anda tak dapat berlari di perlombaan lari orang lain juga. Anda harus berlari di balapan hidup Anda sendiri.

Begitu Anda memutuskan untuk lari, Anda harus menyingkirkan apa pun yang menyeret Anda ke bawah. Anda harus melenyapkan dosa yang menjerat Anda. Anda harus menyingkirkan ekspektasi-ekspektasi (harapan Anda sendiri dan harapan orang lain). Anda harus melepaskan rancangan-rancangan Anda sendiri dan berserah kepada tujuan Tuhan.

Ketika Anda melaksanakan itu semua, artinya Anda memberi tahu Tuhan, "Saya siap menjadi orang yang seturut dengan kehendak-Mu. Saya siap berlari dalam perlombaan lari saya."

Itulah langkah pertama untuk berlari dalam perlombaan hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa ekspektasi orang lain yang menghalangi Anda untuk mengejar panggilan Allah dalam hidup Anda?
- Bagaimana Anda merespons orang-orang yang mencoba membuat Anda berlari di dalam balapan kehidupan orang lain?
- Pola-pola dosa apa yang menghambat Anda dalam mengejar panggilan Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 146-148; I Korintus 15:12-58


Jika Anda ingin menang dalam perlombaan kehidupan Anda, maka tanpa disuruh Anda akan melepaskan semua beban yang menahan Anda. Tentukan prioritas Anda sekarang!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, September 05, 2019 |
Back to Top