Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Ketika Anda Menunggu, Tuhan Sedang Bekerja di Dalam Anda

Ketika Anda Menunggu, Tuhan Sedang Bekerja di Dalam Anda

Ulangan 8: 2 "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak."

Jika setiap doa dijawab dengan segera, jika setiap kebutuhan dipenuhi dengan segera, jika setiap masalah terselesaikan secara otomatis, iman Anda tidak akan pernah terbentang, Anda akan jadi manja. Anda tidak memerlukan iman lagi!

Kita hanyalah manusia, dan sifat dasar kita adalah tidak suka menunggu. Kita benci itu! Kita tidak suka menunggu di ruangan dokter atau menunggu di antrean supermarket, menunggu lampu hijau menyala, apalagi, menunggu makanan di restoran!

Namun hidup ini penuh dengan penantian. Bangsa Israel harus belajar menerima kenyataan ini. Ulangan 8: 2 mengatakan, "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak." Perjalanan yang dilakukan oleh bangsa Israel dari Mesir ke Israel seharusnya hanya memakan waktu beberapa minggu. Tapi mereka butuh waktu 40 tahun! Mereka berputar-putar di padang gurun, karena ketidaktaatan mereka pada Allah. Saat mereka mengalami penundaan demi penundaan, sesungguhnya Allah sedang menguji mereka. Dia ingin melihat iman seperti apa yang mereka miliki.

Apakah Anda pernah merasa sudah buru-buru, tetapi merasa Tuhan tidak bekerja dengan cepat? Waktu Tuhan itu sempurna, tetapi seringkali waktu-Nya tidak sesuai dengan waktu kita. Ketika kita terburu-buru, kita selalu mengajukan pertanyaan "kapan." "Tuhan, kapan aku akan mendapatkan pekerjaan lagi?" "Kapan aku akan menemukan jodohku?" "Kapan aku akan memiliki bayi?" "Kapan aku akan sembuh?" Kapan Engkau akan menjawab doaku?"

Mungkin saat ini Anda tengah berada di ruang tunggu Tuhan, dan Itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Tetapi itu merupakan waktu yang penting untuk membangun iman Anda.

Alkitab berkata dalam Yesaya 64: 4, "Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian." Itu artinya ketika Anda menunggu, Tuhan sedang bekerja. Anda mungkin tak dapat melihatnya. Itu mungkin ada di belakang layar. Tetapi sambil Anda menunggu jawaban doa Anda, sambil mengharapkan keadaannya berubah, Tuhan sedang bekerja — dan Dia bekerja di dalam Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan mempraktikkan kesabaran di tengah masa penantian membantu Anda untuk tumbuh di dalam iman?
- Mengapa sikap Anda ketika menunggu waktu Tuhan untuk melakukan sesuatu dalam hidup Anda amatlah penting?
- Apa hal paling sulit dalam hal menunggu? Kapan masa pertumbuhan spiritual terhebat yang pernah terjadi dalam hidup Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 1:1-6; Wahyu 3


Allah menggunakan penundaan untuk menguji kita, untuk melihat iman seperti apa yang kita punya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Desember 13, 2019 |

Ketika Tuhan Menguji Anda, Dia Merentangkan Iman Anda

Ketika Tuhan Menguji Anda, Dia Merentangkan Iman Anda

Keluaran 16: 4 "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak."

Anda dapat menemukan banyak perintah dalam Perjanjian Baru, dan beberapa di antaranya benar-benar merepotkan dan tak nyaman — hal-hal seperti "Jangan khawatir akan apa pun" atau "Ucapkan syukur dalam segala hal" atau "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan." Beberapa perintah-Nya tampak mustahil!

Namun, setiap perintah yang Tuhan berikan kepada kita ialah ujian atas iman kita. Ketika Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang merentangkan iman Anda, maka Anda harus memutuskan: Apakah Anda akan percaya pada firasat yang mengatakan bahwa keadaan itu terlalu sulit untuk Anda tangani, atau sebaliknya, apakah Anda akan percaya bahwa apa yang Tuhan perintahkan adalah hal yang benar untuk dilakukan?

Tuhan memberi ujian kepada bangsa Israel dalam Keluaran 16: 4 tentang bagaimana mereka keluar dari padang gurun: "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak." Tuhan memberi mereka perintah, yang kelihatannya gila, untuk menguji iman dan ketaatan mereka.

Tuhan meminta Abraham meninggalkan rasa amannya untuk melakukan perjalanan ke sebuah negeri yang tidak ia kenal yang belum pernah ia tuju, untuk memulai sebuah bangsa baru. Dan Abraham pun menaati-Nya dan berangkat.

Tuhan menyuruh Nuh membangun sebuah bahtera di padang gurung yang jauh dari lautan. Nuh melakukan apa yang kelihatannya gila bagi semua orang, dan memilih untuk patuh pada Tuhan.

Ketika lebih dari 5.000 Israel kelaparan, Yesus menyuruh Andreas untuk memberi mereka semua makan. Tuhan sering meminta umat-Nya melakukan hal yang mustahil untuk menempatkan kita pada posisi di mana kita harus percaya kepada-Nya untuk melakukan mujizat. Tuhan ingin melakukan itu di dalam hidup Anda juga.

Iman Anda meningkat bukan hanya ketika Anda selalu bersukacita melewati keadaan sulit, tetapi juga ketika Anda mematuhinya dengan segera. Itu membangun iman Anda. Ketika Tuhan menyuruh Anda melakukannya, jangan hanya berdiam diri. Jangan heran mengapa itu tidak masuk akal. Jangan khawatir apakah Anda bisa melakukannya dengan kekuatan Anda sendiri atau tidak.

Lakukan saja. Taatilah Tuhan dengan segera, dan percayalah bahwa Dia akan memberi Anda segala yang Anda butuhkan untuk memenuhi tujuan-Nya. Dan Dia akan menumbuhkan Anda dalam iman.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan satu waktu ketika Tuhan menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil. Apakah Anda menaatinya? Jika iya, bagaimana Anda tumbuh dalam iman melalui ketaatan Anda?
- Mengapa penting untuk segera mematuhi atau menunda ketaatan Anda?
- Siapakah orang-orang beriman dalam hidup Anda yang menjadi teladan buat Anda atas ketaatan kepada Allah? Apakah menurut Anda itu mudah buat mereka lakukan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 2; Wahyu 2


Faktanya, Tuhan sering menyuruh kita melakukan yang mustahil supaya kita dipaksa untuk bergantung kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Desember 12, 2019 |

Tuhan Menguji Iman Anda Melalui Pencobaan

Tuhan Menguji Iman Anda Melalui Pencobaan

1 Petrus 1: 6-7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."

Apakah Anda pernah mengalami hari-hari ketika tak ada satu pun yang berjalan dengan benar?

Saya pernah mendengar tentang seorang pria yang apartemennya terendam air karena ada pipa yang bocor dari apartemen di lantai atas. Manajernya menyarankan dia untuk menyewa mesin penyedot air, tetapi dia tidak bisa — ban mobilnya kempes. Dia mengganti ban mobilnya itu dan masuk lagi ke dalam apartemennya untuk menelepon seorang teman. Tapi kemudian ia tersengat listrik dari telepon yang sudah basah itu. Sengatan tersebut mengejutkannya dan tanpa ia duga ia menarik telepon itu sampai terlepas dari dinding. Di saat itu, air anjir membuat pintu apartemennya macet, sehingga seorang tetangga harus menendang pintu itu untuk bisa membukanya. Saat itu terjadi, seseorang membawa kabur mobil pria malang itu— tapi untungnya mobilnya dalam keadaan hampir kehabisan bensin. Dia pun menemukan mobilnya beberapa blok jauhnya dan harus mendorongnya ke pompa bensin. Ketika dia tiba rumah, dia menemukan bahwa empat burung kenarinya telah mati tertimpa plester yang jatuh dari atap apartemennya. Kemudian ia tergelincir karena menginjak karpet basah dan tulang ekornya terluka parah, pria ini mulai bertanya-tanya apakah "Tuhan ingin aku mati tetapi aku selalu lolos?"

Bahkan jika Anda belum pernah mengalami hari yang seburuk itu, Anda pun pasti akan mengalami hari yang penuh masalah, tekanan, dan stres.

Tahukah Anda bahwa Alkitab mengatakan kita tidak boleh terkejut dengan masalah hidup? Dikatakan, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (1 Petrus 1: 6-7).

Jika Anda seorang yang beriman, tak ada yang kebetulan dalam hidup Anda. Semua peristiwa telah disaring oleh Allah. Alkitab tidak mengatakan jika semuanya akan berjalan baik dan lancar. Melainkan, seperti yang dikatakan dalam Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"—bahkan kesulitan, iritasi, dan interupsi sekali pun. Itu semua ada tujuannya.

Lalu bagaimana Tuhan ingin Anda merespons pencobaa ? Yakobus 1: 2-3 mengatakan, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Tuhan menggunakan kesukaran untuk menguji iman Anda, dan iman Anda bertambah ketika Anda terus-menerus bersukacita dan selalu bersikap positif, meskipun ada hal-hal yang tidak berjalan dengan benar.

Ketika Anda tetap bersyukur dan berpikir positif dan terus percaya pada Tuhan bahkan di tengah-tengah kesulitan, maka iman Anda bertambah dewasa.

Renungkan hal ini:
- Saat ini, mungkin ada banyak hal yang tidak terlihat baik dalam hidup Anda. Tetapi bagaimana dengan mengetahui bahwa Tuhan tetap bekerja untuk mendatangkan kebaikan dapat menghibur Anda?
- Apakah Anda punya panggilan hati untuk meningkatkan iman Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana caranya agar Anda dapat menjadi saksi kepada dunia dengan bersukacita di tengah pencobaan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Hagai 1; Wahyu 1


Kita biasanya tidak menyadarinya ketika berada dalam situasi sulit dan mungkin juga tidak mau mengakuinya setelah itu, tetapi seaungguhnya setiap masalah punya tujuan yang lebih besar: Tuhan melakukannya untuk membuktikan iman kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Desember 11, 2019 |

Orang Yang Setia Adalah Orang Yang Gigih

Orang Yang Setia Adalah Orang Yang Gigih

Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Jika Anda ingin menjadi orang yang beriman, Anda punya pilihan: Jika Anda tidak segera melihat jawaban Tuhan atas doa Anda, maka Anda bisa memilih untuk menunggu, atau sebaliknya menjadi gigih. Yang satu pasif; yang satu lagi aktif. Sambil menunggu jawaban atas doa Anda, teruslah berusaha. Janganlah menyerah, meski Anda belum melihat jawabannya. Teruslah berusaha dalam pernikahan Anda, teruslah berusaha di tempat kerja Anda, teruslah percaya bahwa akan ada solusi. Janganlah menyerah!

Nuh adalah pria beriman yang luar biasa. Tuhan menyuruh dia membangun sebuah bahtera karena suatu waktu akan datang banjir bah. Pasti sulit menanggung ejekan dari orang banyak karena membangun kapal di tengah-tengah padang gurun pasir yang panas gersang, tanpa mengetahui bagaimana dan kapan Tuhan akan mendatangkan banjir tersebut. Nuh menghabiskan 120 tahun untuk membangun bahtera itu. Itu sungguh penantian yang sangat lama! Nuh tetap percaya kepada Tuhan untuk waktu yang lama, apalagi semua orang menganggap dia gila.

Tetapi Nuh bertahan. Dia gigih, dan dia tetap setia pada tugas yang diberikan Tuhan kepadanya.

Galatia 6: 9 mengatakan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Janganlah menyerah! Tetaplah gigih dalam melakukan tujuan Anda. Jadilah orang yang setia agar Tuhan dapat menggunakan Anda untuk melakukan apa yang tampaknya mustahil bagi orang lain.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan gigih menunggu jawaban Tuhan bisa membantu Anda untuk tetap fokus pada apa yang benar?
- Siapa sajakah orang beriman yang Anda jadikan sebagai teladan kegigihan?
- Bagaimana Anda dapat terus bertumbuh sambil menunggu Tuhan bekerja atas Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 3; III Yohanes - Yudas


Orang yang beriman tidak tahu bagaimana caranya berhenti. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka terus maju. Mereka mengerti beriman berarti memiliki kegigihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Desember 10, 2019 |

Ketika Perintah Allah Tidak Masuk Akal, Tetaplah Taat

Ketika Perintah Allah Tidak Masuk Akal, Tetaplah Taat

Ibrani 11: 8 "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui."

Iman adalah menaati perintah Allah, bahkan ketika itu tidak masuk akal, atau ketika itu tidak tampak logis atau rasional. Iman berarti taat.

Salah satu contoh paling tepat akan hal ini yaitu Abraham: "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui" (Ibrani 11: 8).

Bayangkan, suatu hari TUHAN menampakkan diri kepadanya, menepuk pundaknya, dan berkata, "Abraham, kau harus pindah dari sini!"
Abraham berkata, "Baik! Kemana aku harus pergi?"
"Kau tak perlu tahu."
"Kapan aku harus berangkat?"
"Sekarang juga!"
"Seperti apa tempat itu?"
"Negeri yang berlimpah dengan susu dan madu!"
"Luar biasa! Aku bisa membayangkannya. Bagaimana aku tahu jika aku sudah sampai di sana?"
"Aku akan memberitahumu."
"Berapa lama waktu untuk sampai ke sana?"
"Jangan khawatir!"
"Baik. Aku akan pulang dan mulai berkemas!"

Keputusan Abraham itu membutuhkan iman. Abraham mengikuti instruksi Allah, bahkan ketika itu berarti harus memboyong keluarganya untuk menuju tempat yang tidak ia tahu-menahu, bahkan ketika itu tampak tidak masuk akal buatnya.

Pernahkah Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Jika iya, jangan bertanya -- lakukan saja!

Amsal 3: 5 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."

Percayalah pada hikmat Tuhan, bukan pada pemahaman Anda. Ketika Anda mematuhi perintah-Nya meski bahkan ketika Anda tidak mengerti itu, Anda sedang tumbuh di dalam iman dan kedewasaan rohani.

Renungkan hal ini:
- Kapan Tuhan memerintahkan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Apa hasil dari ketaatan Anda-- atau ketidaktaatan Anda?
- Mengapa lebih bijak untuk percaya pada pemahaman Tuhan, bukan pada pemahaman Anda?
- Bagaimana Allah menggunakan ketaatan kita untuk menumbuhkan iman kita? Apa yang Dia ingin kita pelajari?



Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 2; II Yohanes


Iman artinya menyerahkan pemikiran kita pada rencana dan pemikiran Allah
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Desember 09, 2019 |

Menunggu Adalah Bukti Iman

Menunggu Adalah Bukti Iman

Mazmur 40: 1 "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Salah satu bukti iman yang paling nyata adalah bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan.

Seberapa lama Anda dapat menunggu? Itulah yang menandakan kedewasaan Anda. Tentu, anak-anak sulit menunggu. Mereka belum mempelajari bedanya "Tidak" dan "Belum." Jika Anda memberi tahu mereka "Belum," mereka pikir itu tidak akan terjadi. Tetapi seiring bertambahnya usia, kita belajar bahwa bukan itu masalahnya.

Dalam rancangan Tuhan, pemilihan waktu begitu penting. Seringkali kita mengira waktunya sudah tepat, tapi ternyata itu waktu yang salah. Tentunya Anda tidak ingin berada di belakang Tuhan, tapi juga tidak ingin mendahului Tuhan. Anda ingin tepat berada pada waktu-Nya, sebab waktu Tuhan itu sempurna- dalam pernikahan Anda, dalam pendidikan Anda, dalam masa pensiun Anda, dalam penantian jawaban doa Anda - di setiap bidang kehidupan Anda.

Bacalah Alkitab dan lihat berapa kali orang Israel harus menunggu waktu Allah. Dalam masa penantian itu, Allah tengah mempersiapkan mereka. Anak-anak Israel telah menunggu untuk dibebaskan dari perbudakan Mesir selama 400 tahun. Itu sungguh waktu yang lama! Bahkan setelah Musa dilahirkan, bangsa Israel harus menunggu 80 tahun lagi – dia butuh 40 tahun tumbuh di istana Firaun dan 40 tahun lagi untuk pergi ke padang gurun untuk dilatih Tuhan. Musa kembali pada usia 80 tahun dan akhirnya memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Waktu Tuhan sempurna!

Mazmur 40: 1 mengatakan, "Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong."

Bagaimana Anda merespons ruang tunggu kehidupan sebagai bukti iman Anda.

Renungkan hal ini:
- Kapan Anda merasa paling sabar? Kapan Anda cenderung menjadi kurang sabar?
- Bagaimana jawaban Anda di atas menunjukkan ke mana Anda menaruh iman Anda?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah menumbuhkan iman dan karakter Anda sementara Anda menunggu waktu yang tepat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Zefanya 1; I Yohanes 4-5


Kedewasaan rohani adalah kemampuan untuk menunggu. Iman itu setia menunggu jawaban dan mengerti bahwa terkadang jawaban datangnya terlambat
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Desember 08, 2019 |

Bagaimana Menjadi Orang Yang Kudus dan Optimis

Bagaimana Menjadi Orang Yang Kudus dan Optimis

Matius 9:29 "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Ada dua jenis orang: mereka yang bangun dan berseru, "Selamat pagi, Tuhan!" Dan mereka yang bangun dan berseru, "Ya Tuhan — sudah pagi lagi!"

Kita cenderung merasakan apa yang kita ingin rasakan. Kita melihat apa yang kita ingin lihat. Kita mendengar apa yang kita ingin dengar. Kita bertindak seperti apa yang kita harapkan. Kita menyetel diri kita untuk menghadapi kegagalan atau kesuksesan — kepuasan atau frustrasi — tergantung pada tingkat iman kita.

Matius 9:29 mengatakan, "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Iman merupakan pengharapan yang positif. Anda mengharapkan Tuhan menjawab doa Anda. Anda mengharapkan ada solusi muncul. Anda mengharapkan semuanya berjalan lancar. Anda mengharapkan segalanya berhasil. Anda mengharapkan segalanya berjalan lurus-lurus saja. Harapan adalah iman.

Sebagai orang Kristen, kita tidak percaya bahwa segala sesuatu dalam hidup ini akan selalu berjalan dengan baik, seberapa pun besarnya iman yang kita miliki. Bukan begitu realita yang ada di dunia yang penuh dengan dosa ini. Namun kita dapat percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan buat kita. Kita dapat mempercayakan masa depan kepada-Nya, sebab Dia lebih tahu apa yang terbaik buat kita ketimbang kita sendiri- dan Dia akan membantu kita menjadi semakin serupa dengan Dia.

Hidup dengan iman bukan berarti Anda memandang segala sesuatu dengan optimis. Hidup dengan iman berarti Anda percaya bahwa Tuhan selalu bekerja, sehingga Anda dapat berharap segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Hal itu dapat memberi Anda kepercayaan diri yang besar. Kebenaran itu dapat membangun iman Anda.

Untuk bisa menjadi orang kudus yang optimis, harapkan Allah untuk bekerja di dalam hidup Anda dan di dunia ini. Pegang janji-janji-Nya. Harapkan Dia untuk melaksanakan kehendak-Nya dan bekerja melalui Anda. Dan harapkan Dia untuk menyediakan segala yang Anda butuhkan untuk melakukan itu.

Bacaan Hari ini:
- Pikirkan tentang rutinitas pagi Anda. Bagaimana hal itu memengaruhi cara Anda menjalani hari Anda?
- Apa pikiran pertama Anda ketika Anda bangun di pagi hari? Jam berapa Anda pergi tidur? Bagaimana rutinitas itu mencerminkan apa yang Anda harapkan dari Tuhan?
- Mengapa dengan mengetahui bahwa Tuhan lebih tahu dan lebih mengenal Anda dibanding diri Anda sendiri akan memberi Anda suatu penghiburan dan membangun iman Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 3; I Yohanes 1-3


Hidup dengan iman berarti mengharapkan yang terbaik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, Desember 07, 2019 |

Tidak Ada Iman Yang Tanpa Risiko

Tidak Ada Iman Yang Tanpa Risiko

2 Korintus 5:7 "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat."

Iman berarti melangkah memasuki sesuatu yang tidak Anda ketahui dan mengerti. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5: 7, "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." Itu artinya kita berjalan sambil memandang dengan mata rohani, bukan dengan mata fisik. Kita melihat dari sudut pandang Allah, bukan dari sudut pandang manusia.

Iman berarti melepaskan rasa aman Anda. Iman berkata, "Aku akan menghadapi ketakutanku. Aku akan mengambil risiko kegagalan. Aku akan berani melangkah maju."

Waktu anak saya kecil, saya mengajak mereka ke sirkus. Tempat favorit saya adalah menonton trapeze (palang horizontal yang menggantung di udara). Ketika salah satu pemain berayun, pemain yang lain akan berayun juga melepaskan pegangan palangnya. Lalu pemain tersebut harus mengambil keputusan: "Jika aku berpegangan pada orang itu, maka aku harus melepaskan peganganku pada palang ini. Apakah aku harus melepaskan rasa amanku untuk bergantung pada rasa aman yang lain?"

Tentu dia tidak punya waktu seharian untuk pikir-pikir dulu. Jika dia menunggu sampai "lain kali," maka dia harus kembali ke posisi semula dimana jaraknya dengan posisi tujuannya akan semakin jauh. Dan pada akhirnya, ia harus berhenti menunggu sampai gilirannya berikutnya. Tidak ada waktu untuk keragu-raguan.

Itu sama dengan iman. Jika Anda ingin tumbuh sebagai murid Yesus, maka Anda harus mengambil risiko. Ketika Petrus berjalan di atas air, ia harus keluar dari kapal terlebih dahulu. Anda harus melepaskan sesuatu yang selama ini Anda jadikan sebagai jaminan keselamatan untuk beralih pada jaminan keselamatan yang dari Allah. Anda harus melepaskannya, dan kemudian berpegang erat pada janji-janji Allah yang kekal.

Iman berani dengan kegagalan. Iman berani menginvestasikan waktu, uang, energi, atau reputasi Anda, sebab itu tahu bahwa Anda tak perlu takut akan hal yang tak Anda ketahui atau apa yang akan terjadi apabila Anda tidak bisa melakukannya sendiri.

Renungkan hal ini:
- Risiko apa yang tidak ingin Anda ambil karena Anda takut gagal?
- Apa jaminan rasa aman dalam hidup Anda yang menghalangi Anda untuk mengambil risiko untuk mewujudkan kehidupan yang terbaik?
- Bagaimana selama ini Anda menjadi lebih dekat dengan Yesus lewat langkah iman yang spesifik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 2; II Petrus 1-3


Ketika Anda termotivasi oleh iman dan bukan oleh rasa takut Anda, maka Tuhan dapat melakukan sesuatu yang luar biasa melalui Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Desember 06, 2019 |

Apakah Anda Siap Untuk Keluar Dari Lembah Penderitaan

Apakah Anda Siap Untuk Keluar Dari Lembah Penderitaan

Markus 5:25, 27-29 "Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya."

Alkitab menceritakan sebuah kisah dalam Markus 5 tentang seorang wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Kondisinya itu dianggap najis dalam budaya Yahudi, yang berarti ia tidak memiliki kehidupan sosial dan tidak ada interaksi dengan orang lain. Dia telah menghabiskan semua uangnya untuk bisa sembuh. Bisakah Anda bayangkan betapa kesepian dan putus asanya dia?

Suatu hari dia mendengar bahwa Yesus Kristus akan datang ke kota. Kata wanita itu, "Jika aku bisa menyentuh jubah-Nya, aku akan disembuhkan." Maka, dia mengambil inisiatif dan melakukan satu tindakan berani, mendorong dirinya melewati kerumunan untuk bisa berdiri di belakang Yesus dan menyentuh bagian belakang jubahnya. Dan ia pun sembuh seketika itu juga!

Yesus mengenali sentuhan iman. Dia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya, "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Orang-orang itu berdesak-desakan mencoba mendekati Yesus. Petrus pun menjadi heran dan bertanya pada Yesus, "Apa maksud Engkau bertanya, 'Siapa yang menjamah jubah-Ku?' Tentu pasti ada yang menyentuh jubah Engkau, semua orang ini mengerumuni Engkau."

Tetapi Yesus tahu bedanya. Wanita itu mendekati Dia dengan takut dan gemetar dan mengaku "Aku yang melakukannya, Tuhan." Tuhan berseru, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyembuhkanmu."

Wanita ini, yang putus asa dalam hidup dan berani di dalam imannya, mengambil suatu inisiatif. Dia melanggar aturan. Dia melampaui batasan. Dia memutuskan bahwa dia siap untuk memulai lagi dan mengambil komitmen untuk bertindak. Dia terus maju dan melewati kerumunan, dan karena dia mengambil inisiatif, tindakan imannya membuahkan kesembuhan untuknya.

Iman dapat mendatangkan mujizat dan hasil yang luar biasa dalam hidup Anda. Ketika Anda terjebak dalam lembah penderitaan, iman mampu mengalahkan penundaan dengan membantu Anda "untuk mulai bekerja atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih energik dan efektif." Itu memberi Anda kekuatan untuk mengambil langkah awal yang akan mendorong Anda menuju tempat yang Tuhan kehendaki. Tidak ada lagi keraguan dan omongan basi-basi. Tidak ada lagi menunda-nunda mengambil keputusan.

Renungkan hal Ini:
- Pernahkah Anda mengambil inisiatif untuk bertumbuh dalam iman? Apa hasilnya?
- Bagaimana penundaan membuat Anda tidak maju dalam pertumbuhan rohani?
- Apa langkah spesifik yang dapat Anda ambil hari ini untuk menunjukkan inisiatif dalam iman Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Habakuk 1; I Petrus 4-5


Ketika Anda tumbuh dalam iman, Anda akan belajar untuk mengambil inisiatif dan menemukan lebih banyak tujuan hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Desember 05, 2019 |

Iman Merentangkan Imajinasi Anda

Iman Merentangkan Imajinasi Anda

Efesus 3:20 "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Bayangkan hal-hal terhebat yang dapat terjadi dalam hidup Anda. Apa pun yang Anda bayangkan, Tuhan dapat mewujudkannya!

Alkitab berkata dalam Efesus 3:20, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita," Iman dimulai dengan memperluas imajinasi Anda. Itu selalu dimulai dengan sebuah konsep, visi, impian, gambaran mental. Itu selalu dimulai dengan sebuah ide.

Suatu hari Allah mendatangi Abraham dan berfirman, "Abraham, Aku akan menjadikan engkau sebagai bapa atas banyak bangsa. Engkau akan memiliki begitu banyak keturunan." Bagi Abraham, itu amatlah sulit dipercaya. Dia tak punya seorang anak pun, dan ia berusia 90-an. "Tentu, Tuhan," pasti begitu pikirnya, "terserah apa kata Engkau."

Maka, Allah memberi Abraham Firman-Nya melalui suatu penglihatan: "Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Kejadian 15: 1, 4-6).

Allah memperluas imajinasi Abraham dengan menyuruhnya menatap bintang-bintang di langit dan menghitungnya --sebanyak itulah keturunan yang dijanjikan Allah. Seluruh bangsa Yahudi berasal dari pria ini.

Abraham punya sesuatu yang dapat ia bayangkan. Setiap malam ketika berjalan keluar, ia menatap langit dan berkata, "Mereka akan menjadi keluargaku!"

Renungkan hal ini:
- Mimpi besar apa yang pernah Anda miliki untuk hidup Anda yang Anda tak yakin bisa tercapai?
- Mengapa Allah ingin kita melakukan hal-hal besar dengan iman kita? Apa yang hal itu ungkapkan tentang karakter kita?
- Apa saja ketakutan yang Anda punya yang berkaitan dengan visi besar untuk hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 3; I Petrus 1-3


Tuhan menumbuhkan iman kita dengan merentangkan imajinasi kita, dengan memberi kita sebuah impian. Apa yang dapat Anda impikan dan yakini dalam iman, itu dapat Anda raih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Desember 04, 2019 |

Perubahan Yang Dibuat Oleh Iman

Perubahan Yang Dibuat Oleh Iman

Roma 10:17 "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."

Semua yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup Anda, Ia lakukan atas dasar iman.

Tiap orang memiliki iman. Bahkan seorang ateis sekali pun. Yang membedakan hanyalah apa yang Anda yakini dan besarnya iman yang Anda miliki.

Apakah Anda ingin memiliki iman yang lebih besar dalam hidup Anda? Roma 10:17 mengatakan, "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." Alkitab mengatakan bahwa kita memperoleh iman dengan mendengarkan Firman Tuhan. Selama beberapa hari berikut kita akan belajar dari ayat-ayat yang mengilustrasikan dan menjelaskan bagaimana iman yang positif bisa membuat perbedaan dalam hidup Anda, supaya iman Anda tumbuh.

Lalu, perubahan apa yang dibuat oleh iman dalam kehidupan Anda?

Iman menentukan apa yang dapat Allah lakukan dalam hidup Anda. Alkitab mengatakan, "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu"" (Matius 9:29). Dalam ayat ini Tuhan seraya berkata bahwa Anda harus memilih berapa banyak berkat yang akan Anda miliki dalam hidup Anda. Anda harus memilih seberapa banyak Tuhan dapat bekerja dalam hidup Anda. Imani itu. Ada ribuan janji di dalam Alkitab, dan iman Anda merupakan kunci yang akan membuka janji-janji tersebut.

Anda tidak perlu berdoa, "Ya, Tuhan, jika Engkau tidak begitu sibuk, dan jika sekiranya Engkau mampu memenuhi permintaanku, inilah permintaanku." Matius 21:22 mengatakan, "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Iman itu sangatlah kuat, sehingga ketika Anda mempercayakan permohonan yang kecil di dalam Tuhan yang besar, maka Anda akan mendapatkan hasil besar. Iman mengubah mimpi menjadi kenyataan. Itulah dasar atas segala mujizat yang ada dalam hidup Anda. Apakah Tuhan melakukan mujizat-Nya hari ini? Tentu saja! Dia melakukannya melalui orang lain dan melalui doa.

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 5: 4, "Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

Iman memberi Anda kepercayaan diri. Itu menetralkan rasa takut. Itu memberi Anda kemampuan untuk terus berjuang. Bayangkan apabila Musa dan Harun berdiri di depan Laut Merah lalu Musa menoleh ke Harun dan berkata, "Kamu duluan!"

Renungkan hal Ini:
- Apakah Anda menginginkan lebih banyak iman dalam hidup Anda? Bukti apa yang menunjukkan kesediaan Anda untuk menginvestasikan waktu dan energi untuk mempelajari Firman Allah?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah melakukan mujizat dalam hidup Anda atau dalam kehidupan orang lain? Apa peran iman dalam hal in?
- Menurut Anda mengapa Allah bekerja atas dasar iman? Apa yang ingin Dia capai melalui diri Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2; Yakobus 3-5


Iman memberi Anda kepercayaan diri untuk terus maju, yang kemudian membuahkan kesuksesan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Desember 03, 2019 |

Betapun Buruknya Anda, Allah Menawarkan Belas Kasih

Betapun Buruknya Anda, Allah Menawarkan Belas Kasih

Titus 3: 4-5 "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"

Apa pun yang tengah Anda alami, hiduplah dengan pengharapan. Itulah pesan Alkitab yang konsisten dan utama. Allah akan selalu memperlakukan Anda dengan rahmat dan belas kasih. Petrus menulis kepada orang-orang percaya, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan," (1 Petrus 1: 3).

Semakin kita memahami rahmat Allah, semakin kita kagum karenanya. Sesungguhnya kita benar-benar tidak layak, benar-benar tidak pantas mendapatkan rahmat Allah. Itu bukan sesuatu yang bisa kita dapatkan atau usahakan. Itu hanya hadiah cuma-cuma karena kasih-Nya kepada kita.

Kasih Tuhan atas Anda didasarkan pada rahmat-Nya atas Anda.

Firman Tuhan memberi tahu kita, "Ketika Tuhan Juruselamat kita mengungkapkan kebaikan dan cintanya, dia menyelamatkan kita, bukan karena hal-hal benar yang telah kita lakukan, tetapi karena belas kasihan-Nya. Ia membasuh dosa-dosa kita, memberi kita kelahiran baru dan kehidupan baru melalui Roh Kudus" (Titus 3: 4-5).

Ini sangat penting untuk dipahami. Ketika Anda membuat kesalahan sebagai orang percaya, Allah tidak marah pada Anda. Allah tidak akan balas dendam kepada Anda. Allah tidak akan merencanakan sesuatu untuk membuat hidup Anda berantakan. Allah selalu bertindak dalam belas kasih terhadap Anda. Mengapa? Karena Anda berselimutkan darah Yesus Kristus ketika Anda menerima Dia sebagai Juruselamat. Itulah sebabnya Allah merespons dengan belas kasih setiap kali Anda berbuat kacau.

Dan itu memberikan Anda pengharapan.

Renungkan hal ini:
- Sulit bagi banyak orang untuk menerima rahmat dan belas kasih Allah. Mengapa Anda berpikir begitu?
- Bagaimana Anda mendeskripsikan Allah ketika Anda memahami bahwa Dia mengasihi Anda dan menunjukkan belas kasih-Nya kepada Anda, bahkan ketika Anda berbuat kacau?
- Siapa seseorang dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang kasih karunia dan belas kasih Allah? Bagaimana Anda dapat berbagi pesan itu dengan orang tersebut minggu ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2


Anda tak bisa membuat Allah lebih mencintai Anda seperti Dia mencintai Anda saat ini. Anda tak bisa membuat Dia kurang mencintai Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Desember 02, 2019 |

Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Bahwa Tuhan Akan Menjawabnya

Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Bahwa Tuhan Akan Menjawabnya

Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Jika saya memberi Anda sebuah cek sebesar seribu dolar, apakah Anda akan menahan diri untuk berterima kasih sampai Anda tahu jika saya tidak menipu Anda? Siapa pun yang kenal saya akan berpikir, "Dia pria yang baik. Saya yakin dia punya cukup banyak uang di tabungannya dan mampu memberi uang sebanyak itu. Saya akan berterima kasih kepadanya sekarang." Dan kemudian Anda akan berterima kasih kepada saya sebelum Anda pergi ke bank untuk mencairkannya.

Janji-janji Tuhan lebih baik daripada janji-janji kita. Bahkan sebelum kita menerima apa yang telah dijanjikan-Nya, kita dapat mengucapkan, "Terima kasih, Tuhan, apa yang Engkau katakan akan terjadi, akan terjadi."

Ada satu contoh yang bagus tentang hal ini dalam Ibrani 11. Ingat Yosua dan runtuhnya tembok Yerikho? Bagaimana bisa tembok kota itu runtuh? Ibrani 11:30 mengatakan, "Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya." Bangsa Israel sedang menuju ke Tanah Perjanjian, di mana kota Yerikho yang kuat itu berada. Allah berjanji Dia akan memimpin bangsa Israel masuk ke kota itu dan kemudian memberitahu mereka rencana-Nya: "Aku ingin kalian mengelilingi kota Yerikho selama tujuh hari. Kemudian di hari ketujuh, Aku ingin kalian mengelilingi kota itu tujuh kali sambil bersorak dengan nyaring, mengucap syukur kepada-Ku atas kemenangan yang akan datang." Dan ketika orang-orang Israel melakukan itu, tembok-tembok Yerikho pun roboh. Allah melakukan apa yang Ia janjikan!

Saya sering berpikir, "Bagaimana jika saya menjadi satu dari orang-orang yang mengelilingi di tembok itu selama tujuh hari?" Beberapa dari mereka pasti terus melihat tembok itu, khawatir dan bertanya-tanya bagaimana Allah akan meruntuhkannya. Tetapi juga banyak dari mereka yang melakukannya dengan iman. Setiap hari mereka melihat tembok tersebut sambil memikirkan betapa besar kuasa Allah dan mengucap syukur kepada-Nya. Itulah kehidupan yang Allah mau Anda jalani, kehidupan yang bersyukur terlebih dahulu kepada-Nya. Yesus berbicara tentang hal itu dalam Markus 11:24: "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Jika Anda berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan, Yesus berkata, percayalah bahwa Ia akan memberikannya. Berterima kasihlah terlebih dahulu kepada-Nya karena hanya Dia yang dapat melakukannya. Kemudian lihat bagaimana Dia menjawab doa Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa janji-janji Tuhan yang bisa Anda klaim ketika Anda berdoa? Bagaimana Anda dapat menemukan lebih banyak janji Tuhan?
- Bagaimana kehidupan doa Anda mengungkapkan kedalaman kedewasaan rohani Anda?
- Apa yang selama ini Anda minta dari Tuhan? Apakah Anda percaya bahwa Dia akan menepati janj-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13


Ketika Anda meminta sesuatu kepada Tuhan dan Anda tidak percaya, lalu mengapa Anda meminta kepada-Nya? Itu iman yang kosong.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Desember 01, 2019 |

Anda Hanya Bisa Melakukan Yang Mustahil Ketika Anda Melihat Yang Tak Terlihat

Anda Hanya Bisa Melakukan Yang Mustahil Ketika Anda Melihat Yang Tak Terlihat

Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Anda tidak bisa menjadi atlet Olimpiade, kecuali jika Anda menghabiskan waktu ekstra untuk berlatih berolahraga. Anda tak bisa menjadi musisi handal, kecuali jika Anda menghabiskan waktu ekstra untuk berlatih. Jika Anda ingin menjadi orang yang saleh, Anda harus mempraktikkan kebiasaan menghabiskan waktu tenang bersama Allah, membaca Alkitab, mewartakan, dan berbagi tentang iman Anda.

Iman dan kegigihan itu sama.

Musa memberi kita sebuah contoh yang bagus akan hal ini. Ibrani 11:27 mengatakan, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Musa menyadari kebenaran penting ini: Anda hanya dapat melakukan yang mustahil ketika Anda melihat yang tak terlihat. Kunci iman adalah kegigihan hati. Arahkan pandangan Anda pada Tuhan, bukan pada masalah Anda.

Tuhan akan memberi Anda kekuatan untuk bertahan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk terus berusaha mempertahankan pernikahan yang tampak sudah hilang harapan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk berdiri sendiri ketika Anda jatuh. Dia dapat memberi Anda kekuatan untuk terus berjalan ketika Anda berada di ujung kebangkrutan. Dia akan memberi Anda kekuatan untuk mempertahankan iman Anda ketika semua orang di sekeliling Anda menekan Anda dan menyuruh Anda untuk menyerah.

Kuasa Tuhan untuk terus maju tersedia untuk Anda.

Anda hanya perlu meminta kepada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apakah ada satu area dalam kehidupan Anda di mana Anda tergoda untuk menyerah? Bicarakan hal itu dengan orang-orang yang peduli pada Anda.
- Hambatan apa saja yang cenderung membatasi tekad dan kegigihan Anda? Kelelahan fisik? Berjuang melawan frustrasi? Kisah kelam dari masa lalu Anda?
- Kebiasaan baru apa yang bisa membantu Anda mengatasi hambatan tersebut?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29


Iman artinya Anda tidak menyerah bahkan ketika Anda lelah. Iman artinya Anda tidak tahu caranya menyerah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Sabtu, November 30, 2019 |

Percaya Pada Tuhan Ketika Anda Tidak Mengerti

Percaya Pada Tuhan Ketika Anda Tidak Mengerti

Amsal 3: 5 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."

Saya tahu ada banyak orang yang meminta Tuhan menjamin kesuksesan mereka, sebelum mereka mencoba melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada mereka. Itu bukan iman.

Iman selalu membutuhkan risiko. Iman berarti Anda taat bahkan ketika Anda tidak memahaminya.

Pengampunan tampak seperti bukan ide yang baik, jika Anda belum melakukannya, tetapi itu merupakan salah satu ujian terbesar dalam iman Anda. Ketika seseorang menyakiti Anda, mungkin memaafkan orang tersebut kelihatan seperti keputusan yang salah. Itu mungkin kelihatan tidak adil. Tetapi pengampunan selalu merupakan suatu pilihan yang tepat, terlepas dari apakah Anda bisa memahaminya atau tidak.

Ingat ketika Anda kecil dan orang tua Anda menyuruh Anda mengerjakan sesuatu yang tidak masuk akal buat Anda? Tetapi sekarang Anda dapat melihat kembali ke belakang Anda dengan pemahaman penuh tentang perspektif orang tua Anda.

Begitulah cara Tuhan bekerja.

Iman adalah melakukan apa yang benar bahkan ketika itu tampak tidak masuk akal. Amsal 3: 5 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." Anda tak pernah tahu keseluruhan gambarannya, tetapi Tuhan tahu.

Alkitab memberi kita satu contoh yang bagus tentang hal ini dalam kisah Gideon dalam kitab Hakim-Hakim 7. Gideon membawa 300 prajurit Israel untuk berperang melawan 5.000 tentara musuh. Peluangnya adalah 450 banding 1. Allah menyuruh pasukan Israel membawa sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu— perintah yang saya yakin Gideon pikir itu menggelikan.

Kemudian, TUHAN menyuruh Gideon untuk memberikan kepada para prajuritnya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu agar cahayanya tidak dapat terlihat di malam hari, sambil berjalan mengelilingi perkemahan prajurit musuh. TUHAN menyuruh mereka lewat Gideon, "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan. Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!' (Hakim-hakim 7:17-18). Gideon mematuhinya, meskipun itu tidak masuk akal! Orang-orang Israel meniup sangkakala mereka, memecahkan buyung-buyung (pot) mereka, dan memperlihatkan cahaya dari obor mereka. Para prajurit musuh terbangun karena kaget dan seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Gideon melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, dan bangsa Israel memenangkan pertempuran itu.

Kadang Tuhan menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampak konyol — seperti pergi ke medan perang untuk menghadapi banyak rintangan. Iman adalah taat kepada Allah bahkan ketika Anda tidak mengerti apa yang Dia minta Anda lakukan.

Anda tidak bisa hidup dengan iman jika tidak mau mengambil risiko. Tetapi Tuhan tahu mengapa Dia meminta Anda melakukannya. Percayalah pada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apa hal paling gila yang Tuhan minta Anda lakukan? Bagaimana hasilnya?
- Alkitab mengatakan kita tidak seharusnya percaya pada pemahaman diri kita sendiri. Adakah area tertentu di mana Anda tergoda untuk memercayai ide-ide Anda sendiri dan bukan ide-ide Tuhan? Mengapa?
- Apa ketakutan terbesar Anda ketika Anda diminta untuk menaati sesuatu yang tidak Anda mengerti?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 5; Ibrani 12:1-17



Pikiran Tuhan terlalu tinggi untuk dapat Anda mengerti
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, November 29, 2019 |

Iman Adalah Percaya Apa Yang Tidak Dapat Anda Lihat

Iman Adalah Percaya Apa Yang Tidak Dapat Anda Lihat

Ibrani 11: 1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Iman memvisualisasikan masa depan di masa sekarang -- itu artinya Anda melihat masa depan lebih dahulu. Orang-orang berkata, "Percaya apa yang Anda lihat." Namun, Tuhan mengatakan kebalikannya: "Percaya apa yang tidak Anda lihat." Beberapa hal tidak akan pernah bisa Anda lihat, kecuali jika Anda mempercayainya terlebih dahulu.

Setiap pencapaian besar dimulai ketika seseorang lebih dulu percaya bahwa itu mungkin. Iman mengubah mimpi menjadi kenyataan. Itu mewujudkan kenyataan dari imajinasi. Tidak ada yang akan terjadi sampai seseorang lebih dahulu percaya.

Hampir 40 tahun yang lalu, saya berdiri di hadapan sekelompok kecil orang untuk kebaktian pertama Gereja Saddleback, dan saya berbagi tentang mimpi yang Allah berikan kepada saya tentang sebuah gereja dengan 50 hektar tanah, sebuah gereja yang akan melayani 20.000 orang setiap minggunya. Orang-orang menertawakan saya. Terus terang, saya juga tertawa. Kita semua tahu harga tanah di Orange County itu selangit. Itu rasanya mustahil.

Tetapi Tuhan membuatnya mungkin. Segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan melalui Gereja Saddleback dalam empat dekade terakhir mungkin akan jadi mustahil apabila kami tidak percaya terlebih dahulu di dalam iman.

Anda juga membutuhkan mimpi. Impian Anda, tujuan Anda adalah tindakan iman. Ketika Anda mendengarkan Tuhan dan bertanya kepada-Nya apa yang Dia ingin Anda lakukan, artinya Anda berseru, "Ya Tuhan, aku percaya Engkau ingin aku mengerjakan tindakan ini saat ini." Ketika Anda melakukan itu, Anda bertindak dengan iman.

Dan iman menyenangkan hati Tuhan.

Apa satu tugas yang mustahil yang Anda percayakan kepada Tuhan?

Renungkan hal ini:
- Apa satu hal yang dulu pernah Anda anggap tidak mungkin namun Anda melihat Tuhan melakukannya?
- Apa satu impian yang Anda percayakan pada Tuhan yang berubah menjadi kenyataan?
- Apa ketakutan terbesar Anda tentang impian atau visi yang Tuhan berikan kepada Anda atas hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11


Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, tetap berimanlah pada apa yang belum kelihatan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, November 28, 2019 |

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti

Jadikan Setiap Langkah Anda Berarti

1 Korintus 9: 25-26 "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Pertumbuhan rohani harus bertujuan.

Kita tidak tahu sisa hari yang kita punya. Napas kita berikutnya mungkin jadi yang terakhir. Maka, setiap langkah dalam perjalanan kita bersama Yesus harus dilakukan dengan bertujuan.

Kita harus menjadi disiplin.

Untuk menjadi orang yang Tuhan kehendaki, Anda harus menyangkal diri sendiri. Saya akan jujur dengan Anda: Anda tak akan bisa melakukan segala hal yang orang lain lakukan. Anda tak bisa mengikuti rencana orang lain dan mengikuti rencana Tuhan pada saat bersamaan.

Para pelari Olimpiade harus rela melepaskan segala hal yang orang lain lakukan untuk meraih emas. Mereka harus tidur di waktu tertentu. Mereka harus makan dengan cara tertentu. Mereka harus belajar dengan kondisi lingkungan tertentu. Mereka harus menyangkal diri mereka sendiri. Mereka harus menghitung biaya dan resikonya.

Paulus menulis dalam 1 Korintus 9: 25-26, "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Paulus mengatakan jadikan setiap langkah Anda bertujuan. Begitulah cara Anda menyelesaikan balapan kehidupan yang telah Tuhan mulai untuk Anda.

Jangan tergoda dengan jalan pintas. Tetap di jalan yang lurus dan sempit dan terus melangkah ke depan menuju tujuan Anda. Ingatlah tujuan Tuhan memanggil Anda. Ingatlah teladan Yesus, yang memakai hidup-Nya di Bumi ini untuk kemuliaan Allah dan tidak terganggu oleh hal-hal duniawi.

Jadikan setiap langkah yang Anda ambil berarti.

Renungkan hal ini:
- Kapan gangguan-gangguan menghambat pertumbuhan rohani Anda?
- Bagaimana Anda bisa menjadi lebih disiplin dalam perjalanan rohani Anda?
- "Jalan pintas" apa yang dapat menggoda Anda ketika Anda ikut Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39


Menjadi murid Yesus yang disiplin berarti kadang Anda harus mengambil jalan yang lebih sulit.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, November 27, 2019 |

Cara Menghasilkan Buah Yang Kekal car

Cara Menghasilkan Buah Yang Kekal car

Yohanes 15:16 "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."

Misi Tuhan adalah bagi semua orang — termasuk Anda dan saya.

Semua pendeta dan misionaris yang ada di dunia ini tidak cukup untuk menjalankan misi Tuhan jika hanya mereka yang melaksanakannya.

Yesus mengatakan ini pada kita, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" (Yohanes 15:16).

Buah dijadikan sebuah metafora untuk kehidupan yang sukses dan produktif. Yesus ingin kita menghasilkan buah yang akan bertahan selamanya.

Sebagian besar hal yang kita lakukan tidak akan bertahan selamanya. Tidak ada yang akan mengingat hampir seluruh hal yang telah Anda kerjakan 10 tahun setelah Anda mati. Orang-orang tak akan peduli film apa yang Anda tonton, buku apa yang Anda baca, atau bagaimana Anda melewatkan musim panas.

Tetapi Yesus ingin Anda melakukan sesuatu yang akan kekal selamanya. Hanya ada dua hal yang akan bertahan selamanya: kebenaran dan manusia.

Bayangkan situasi ini kelak ketika Anda tiba di surga: Seseorang mendatangi Anda dan berkata, "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih."

Dan Anda berkata, "Terima kasih? Saya bahkan tidak kenal Anda."

"Iya benar, Anda tidak kenal saya. Tetapi Anda membantu saya dalam pelayanan. Anda membantu saya dalam sebuah proyek kemanusiaan melalui gereja Anda. Anda melakukan sesuatu yang membuat saya mengenal Tuhan. Saya ada di surga karena Anda. Saya teman Anda selamanya."

Tidak ada satu pun hal yang Anda lakukan yang lebih penting selain membantu orang lain menentukan nasib hidup mereka, karena itulah buah yang akan bertahan lebih lama dibanding hidup Anda.

Mengkutip William James, "Penggunaan terbesar hidup Anda ialah dengan menginvestasikannya ke dalam hal yang bertahan lebiih lama dibanding hidup Anda."

Ketika Anda menginvestasikan hidup Anda pada orang lain, mereka yang akan hidup kekal di surga, artinya Anda menghasilkan buah yang kekal.

Anda mungkin seorang guru. Anda mungkin seorang akuntan. Anda mungkin seorang petugas kebersihan.

Namun panggilan terbesar Anda ialah untuk menggunakan karunia yang Tuhan berikan kepada Anda untuk memastikan lebih banyak orang akan pergi ke surga.

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa hal yang orang kejar dalam kehidupan ini yang tidak akan bertahan bahkan beberapa tahun setelah kematian mereka?
- Jika Anda seorang pengikut Yesus, siapa yang berperan dalam perjalanan Anda menuju Tuhan? Luangkan waktu untuk mengucap syukur kepada Tuhan untuk orang-orang tersebut.
- Apakah Anda tahu bahwa ada orang yang akan tinggal di surga karena Anda berbagi tentang Kristus dengan mereka?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18


Berbuahlah bagi Tuhan dan orang lain.
Jangan simpan bagi diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, November 26, 2019 |

Ingin Menemukan Sukacita, Serahkan Hidup Anda Pada Tuhan

Ingin Menemukan Sukacita, Serahkan Hidup Anda Pada Tuhan

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Anda tak akan pernah menemukan kebahagiaan di dalam kesenangan, kekuasaan, harta, jabatan, atau prestise.

Anda juga tak akan bisa menemukannya di dalam kesuksesan, jenis kelamin, gaji, atau status sosial. Itu semuanya bersifat sementara.

Kebahagiaan yang permanen dan berkelanjutan hadir ketika Anda menyerahkan hidup Anda dalam pelayanan. Tuhan menyuruh Anda untuk menyerahkan hidup Anda. Mengapa?

Karena Tuhan ingin Anda menjadi serupa seperti Dia.

Kebanyakan orang tidak mengetahui hal ini, tetapi ada cara rahasia untuk meraih sukacita. Anda dapat menemukan dua jalan rahasia menuju sukacita melalui pelayanan.

Berikut ini caranya:
Pertama, jangan egois. Semakin Anda fokus pada diri Anda sendiri, semakin Anda menderita. Untuk dapat menemukan sukacita sejati, Anda harus mengalihkan fokus Anda, dari-- "Ini semua tentang saya" – menjadi - "Ini semua tentang Tuhan dan melayani orang lain."

Tentu saja, ini bertentangan dengan budaya dunia. Masyarakat kita meneriakkan bahwa segalanya adalah tentang Anda, untuk Anda. Tetapi sebaliknya Alkitab mengatakan, "Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian" (Filipi 2:17).

Sesungguhnya, orang yang paling membantu ialah orang yang paling bahagia.
Kedua, gunakan karunia Anda untuk membantu orang lain. Rasanya menyenangkan menggunakan karunia dan talenta kita untuk membantu orang lain.

Alkitab mengatakan, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah" (1 Petrus 4:10).

Jika saat ini Anda sedang bergumul karena kurangnya sukacita dalam hidup Anda, cobalah melayani orang-orang di komunitas Anda dan di gereja Anda.

Lalu, perhatikan bagaimana Tuhan mengubah perspektif Anda.

Renungkan hal ini:
- Sebutkan beberapa cara spesifik yang Allah pakai untuk mendatangkan sukacita dalam hidup Anda setelah Anda melayani orang lain.
- Bagaimana masyarakat kita membuat kita sulit untuk mengalihkan fokus kita dari diri kita sendiri? Mengapa dengan mengidentifikasi perbedaan tersebut membantu kita untuk fokus melayani?
- Dalam renungan hari ini, Pastor Rick berkata, "Orang yang paling membantu ialah orang yang paling bahagia." Kapan Anda merasakannya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:12-13 ; Ibrani 9


Allah memberkati Anda agar Anda bisa menjadi berkat bagi orang lain. Ketika Anda memberkati orang lain, Tuhan memberkati Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, November 25, 2019 |

Apapun Yang Anda Lakukan, Lakukan Itu Sebagai Pelayanan

Apapun Yang Anda Lakukan, Lakukan Itu Sebagai Pelayanan

Kolose 3:17 "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Mungkin bukan sebagai seorang pengkotbah. Mungkin bukan sebagai pendeta yang memimpin kebaktian pernikahan atau pemakaman. Mungkin bukan sebagai seorang gembala gereja. Tapi jangan keliru: Jika Anda murid Yesus, maka Anda adalah pelayan Tuhan.

Tuhan memanggil Anda untuk menjadi pelayan akan dua hal. Apa maksudnya? Perhatikan kata "bifocal." Bifocal adalah kacamata dengan lensa ganda yang memungkinkan seseorang melihat dua hal pada saat bersamaan -- obyek yang dekat maupun yang jauh-- dengan jelas.

Ketika Anda ikut Yesus, Anda melakukan segala sesuatunya karena dua alasan, bukan satu: untuk membantu orang lain dan untuk memuliakan Tuhan. Itulah yang menjadikan Anda seorang pelayan Tuhan, apa pun pekerjaan Anda, apakah Anda seorang sopir truk, pengacara, petugas kebersihan, atau seorang ibu rumah tangga. Anda memiliki suatu pekerjaan, yaitu bekerja untuk membantu orang lain dan untuk memuliakan Tuhan.

Alkitab mengatakannya seperti ini dalam Kolose 3:17: "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Ayat ini mengingatkan kita bahwa apa pun yang kita lakukan bisa menjadi sebuah pelayanan dan berkat apabila kita memuliakan Allah dan menolong orang lain melalui tindakan kita. Apa pun yang Anda lakukan, lakukan itu dalam nama Yesus. Membuang sampah, mengganti popok, atau membersihkan ruang tamu, semuanya itu bisa menjadi sebuah pelayanan.

Selama motif Anda benar, Alkitab mengatakan bahwa apa pun yang Anda lakukan dapat menjadi sebuah pelayanan. Itu artinya pekerjaan atau tugas yang remeh atau kecil bisa menjadi tugas yang berarti ketika Anda melakukannya untuk Tuhan.

Ketika Anda melihat kehidupan dari perspektif ini, semua yang Anda lakukan akan menjadi signifikan.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Alkitab mengajarkan untuk melakukan setiap hal untuk Tuhan mengubah perspektif Anda akan tugas atau pekerjaan yang Anda anggap tidak penting?
- Setelah Anda memahami dua tugas Anda sebagai seorang pelayan Tuhan, bagaimana itu memengaruhi cara Anda memandang pekerjaan Anda?
- Apa satu tugas dalam hidup Anda yang sulit Anda lakukan dalam hal membantu orang lain dan memuliakan Tuhan? Mengapa?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 2:1-11 ; Ibrani 8


Tuhan memanggil Anda untuk melayani.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, November 24, 2019 |
Back to Top