Yang Tak Dapat Dipungkiri

Matius 27:63-64 "Dan mereka berkata: 'Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.'"

Ketika Yesus disalibkan, ini merupakan kabar yang menggemparkan bagi para pengikut-Nya.
Mereka berharap agar Ia mendirikan kerajaan-Nya di bumi.
Namun sebaliknya, Ia malah dipukuli dan digantung di kayu salib bangsa Romawi.
Mereka mendengar dengan telinga mereka sendiri kata-kata-Nya, "Sudah selesai."
Kemudian mereka menyaksikan Dia mati di depan mata mereka.

Mereka tidak pernah berpikir akan melihat-Nya lagi.

Tetapi ketika Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pagi-pagi sekali, kubur itu kosong.
Maria memanggil Petrus dan Yohanes untuk menyelidikinya, tapi mereka masih belum mengerti apa yang  telah terjadi.
Kemudian Kristus menampakkan diri-Nya kepada Maria, kepada murid-murid di Ruang Atas, dan kepada para murid, termasuk Thomas.
Kemudian Dia juga menampakkan diri-Nya kepada Simon Petrus secara pribadi, dan kepada dua murid di jalan Emaus, serta kepada 500 orang sekaligus.
Kemudian Dia muncul lagi kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes di Danau Galilea.
Tak tebantahkan lagi bahwa Yesus hidup.

Ironisnya, tampaknya seolah-olah orang yang tidak percaya mempunyai iman yang lebih kuat ketimbang orang percaya dalam hal meyakini kebangkitan Kristus.
Dalam Matius 27:63-64, kita mendapati orang-orang ini berkata kepada Pilatus, "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga."

Bukankah menarik bahwa orang yang tidak percaya kadang-kadang memiliki pemikiran yang lebih baik tentang apa yang harus kita percayai daripada pemikiran kita?
Pernahkah Anda tertangkap basah oleh seorang non-Kristen?
Pernahkah seorang non-Kristen meneriakkan nama Anda karena Anda tidak bertindak sebagaimana harusnya orang Kristen?

Para orang kafir percaya bahwa Yesus dapat bangkit lagi, dan karena itu mereka menempatkan seorang penjaga di kubur-Nya.
Walaupun pengikut-Nya sendiri tidak percaya, namun Yesus hidup.
Mereka tidak bisa memungkiri bahwa apa yang mereka ketahui adalah benar.
Dan itu mengubah hidup mereka.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 20-22; Markus 7:1-13
____________________________________

Kebangkitan Yesus mampu mengubah hati para murid-murid-Nya dan tentunya mengubah hidup kita juga karena yang dikatakan-Nya adalah benar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Kamis, Februari 28, 2013 |

Anda Ter-upgrade

1 Yohanes 3:2 "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."

Ada kebingungan di antara orang-orang Kristen tentang seperti apa tubuh kita nantinya di surga.
Dua-pertiga orang Amerika yang percaya akan kebangkitan orang mati juga percaya bahwa mereka tidak akan memiliki tubuh setelah kebangkitannya.
Tapi bukan itu intinya.
Inti dari kebangkitan orang mati ialah kita akan memiliki tubuh sejati.

Kebangkitan Yesus meyakinkan saya bahwa saya akan menerima tubuh baru yang seperti-Nya.
Rasul Yohanes menulis, "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya" (1 Yohanes 3:2)

Maka ketika Yesus bangkit dari antara orang mati, apakah Dia berada di dalam tubuh yang nyata?
Ya, itu tubuh yang nyata.
Ingatkah saat Dia menampakan diri pada Thomas dan seolah-olah berkata, "Apa kau melihat lukaku? Sentuhlah?" (Yohanes 20:27)
Yesus juga makan sepotong ikan.
Ini menandakan sebuah aktifitas fisik.

Memang, Yesus bisa melakukan beberapa hal menarik, seperti muncul di suatu ruangan tanpa melewati pintu, dan bahkan bisa naik ke surga.
"Nah,bagaimana Dia mampu melakukannya?"
Anda mungkin bertanya-tanya.
Saya pun tidak punya jawabannya.
Tetapi tubuh kita akan menjadi seperti-Nya ketika dibangkitkan nanti.

Ayub berkata, "Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah" (Ayub 19:26)

Ketika Anda sampai di surga, Anda akan tetap menjadi diri Anda, tetapi Anda akan menjadi Anda dengan versi yang sudah diupgrade.
Anda akan menjadi Anda yang sempurna tidak bercacat.

Kepribadian saya dan kepribadian Anda akan tetap utuh, tapi tanpa kecenderungan untuk berbuat dosa.
Dan kemudian, ketika kita kembali ke bumi di dalam tubuh kita yang baru, maka kita akan berkuasa dan memerintah dengan Kristus.
Ini semua terjadi karena kebangkitan Yesus.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 17-19; Markus 6:30-56
____________________________________

Ketika Anda sampai di surga, Anda akan tetap menjadi diri Anda, tetapi Anda akan menjadi Anda dengan versi yang sudah diupgrade.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Selasa, Februari 26, 2013 |

Siap Bertemu Tuhan

1 Petrus 1:3 "Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya"

Jika Anda seorang Kristen, gagasan tentang hari penghakiman seharusnya tidak membuat Anda takut.
Berikut kabar baiknya: Meskipun benar akan ada hari penghakiman, tapi juga benar bahwa Anda tidak akan berada di sana.
Orang Kristen akan dihakimi, tetapi akan lebih seperti sebuah upacara penghargaan yang akan berlangsung di surga, sebagai imbalan yang ditujukan atas pelayanan setia kita kepada Allah.
Hari penghakiman bukanlah penilaian tentang apakah Anda akan masuk surga atau tidak.

Tahukah Anda, ketika orang percaya mati, mereka tidak datang ke hadapan Allah untuk dinilai apakah mereka akan masuk surga atau tidak.
Mari kita lihat apakah nama Anda ada dalam buku ini ... Oke. Nama Anda ada. Masuklah.
Bukan begitu cara kerjanya, sebab sesungguhnya ketika orang percaya mati, mereka akan langsung pergi ke surga.
Mereka masuk surga. Seperti itu. Titik.

Di sisi lain, orang-orang yang berdiri di hadapan Allah pada Penghakiman Tahta Putih tidak akan masuk, dan penghakiman atas dosanya akan menjelaskan mengapa mereka tidak bisa masuk surga.
Alasannya adalah karena nama mereka tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba: "Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu" (Wahyu 20:15)

Tidak peduli siapa pun Anda, betapa pentingnya Anda, betapa terkenalnya Anda, atau seberapa kayanya Anda, semua elu dan puji manusia tidak dapat menolong Anda.
Anda akan berdiri di hadapan Allah.
Dan pertanyaan besar yang akan Dia ajukan ialah: "Apa yang Anda lakukan bersama Yesus Kristus?"

Jadi inilah pertanyaan saya: Apakah Anda siap untuk bertemu dengan Tuhan?
Yesus datang ke dunia ini untuk mati bagi kita, untuk membayar dosa-dosa kita, dan bangkit dari antara orang mati, sehingga kita tidak perlu takut ketika hidup kita berakhir.
Kita telah siap bertemu dengan Tuhan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 15-16; Markus 6:1-29
____________________________________

Ketika Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup Anda, artinya Anda sudah siap bertemu dengan-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Senin, Februari 25, 2013 |

Pengharapan yang Hidup

1 Petrus 1:3 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,"

Tempo hari saya membaca berita yang mengatakan bahwa saat ini kebanyakan orang rata-rata hanya memiliki dua orang teman, dan dulu rata-rata tiga.
Mungkin hal ini melibatkan masalah ekonomi.
Mungkin sekarang orang mencari teman dan berpikir "Aku tidak sanggup menanggung biaya persahabatan kita. Maafkan aku. Aku harus memangkas tiga menjadi dua orang - tahun depan mungkin satu saja. Aku juga tidak tahu dengan tahun-tahun berikutnya."

Beberapa persahabatan, saya menggambarkannya ibarat biaya perawatan yang mahal.
Yang saya maksud disini ialah teman-teman yang mudah sekali tersinggung dan marah jika Anda tidak menelepon mereka di akhir pekan dan tidak mengajak mereka bergaul, atau juga marah karena Anda tidak mengabari mereka setiap hal yang Anda lakukan.

Tetapi ada pula persahabatan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Saya punya teman-teman yang saya kenal selama lebih dari 35 tahun.
Saya tidak bertemu mereka setiap hari sepanjang tahun, namun saat kami berkumpul, kami akan membicarakan hal yang dulu terputus.
Rasanya sama seperti dulu.

Di surga, kita bisa melanjutkan kembali pembicaraan kita yang dulu terputus dengan teman-teman dan orang-orang yang terkasih.
Ada hal-hal yang andai bisa kita katakan kepada mereka.
Dan ada hal-hal yang andai bisa mereka katakan kepada kita, tapi percakapan itu telah terputus.

Pernahkah Anda berbicara dengan seseorang di telepon lalu ada gangguan layanan?
Anda sedang berada di tengah-tengah percakapan, lalu tiba-tiba Anda mulai merasa sepertinya Anda berbicara satu arah.
Hal ini terjadi pada saya baru-baru ini.
Saya sedang berbicara dengan istri saya di telepon, dan awalnya baik-baik saja.
Saya bertanya sesuatu padanya, dan setelah jeda panjang, saya bingung, kenapa dia tidak menjawab saya?
Ternyata layanan teleponnya non aktif untuk beberapa saat.
Percakapan kami pun terputus.

Di surga, akan ada hubungan yang bersatu kembali, dan percakapan yang terjalin kembali.
Karena kebangkitan Yesus, kita akan memilki hubungan-hubungan yang terbangkitkan kembali.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 12-14; Markus 5:21-43
____________________________________

Dengan adanya kebangkitan Yesus Kristus, percakapan yang dulu terputus bisa terjalin kembali di surga, sehingga kita bisa menjalin kembali hubungan dengan orang-orang terkasih.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Minggu, Februari 24, 2013 |

Pembela Kita

Roma 8:34 "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?"

Sungguh suatu penghiburan mengetahui bahwa Kristus adalah Pembela kita di surga.
Mengapa hal ini penting?
Karena iblis akan datang dan berbisik di telinga kita, "Kenapa kau tidak berbuat dosa? Tidak ada seorang pun yang akan tahu. Aku tidak akan memberitahu orang lain."
Jadilah kita mengambil umpannya dan berbuat salah.

Setelah kita berbuat dosa, kemudian iblis datang kembali dan berkata, "Kau orang yang munafik, menyedihkan! Apa kau pikir kau layak datang kepada Allah? Apa kau pikir Allah akan mendengar doa-doamu?"
Itulah iblis, datang dengan godaan, dan ketika kita telah mengambil umpannya, dia kembali mendatangi kita dengan semua tuduhan atas dosa yang telah kita perbuat.

Anggap saja kita tengah berada di ruang sidang, dengan Yesus sebagai pengacara kita dan iblis sebagai jaksa penuntut.
Alkitab mengatakan bahwa iblis menuduh kita di hadapan Allah, siang dan malam. (Wahyu 12:10)
Iblis, pada dasarnya berkata kepada Allah, "Kau tahu, orang ini adalah seorang munafik. Dia bukan orang Kristen yang baik. Engkau seharusnya tidak mendengar doa-doanya."

Kemudian, Yesus pada dasarnya berkata, "Ya, Aku tahu dia telah berbuat dosa, tapi Aku mengasihinya, dan Akulah pembelanya."
Inilah Pembela kita, datang membela kita di hadapan Allah atas nama kita.

Kebangkitan Yesus Kristus menjamin saya bahwa Dia akan menjadi Pembela saya di surga.
Roma 8:34 mengatakan, "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?"

Dan Ibrani 7:25 mengatakan kepada kita, "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."

Tidak sulit menjadi seorang Kristen; yang tidak mungkin yaitu jika tanpa bantuan Allah.
Dan karena Yesus telah mati dan bangkit kembali, maka Dia menjadi Pengantara kita dengan Allah.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20
____________________________________

Karena Yesus mengasihi kita, maka dia akan selalu menjadi Pembela kita di hadapan Allah dan Dia menjadi Pengantara kita dengan Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Sabtu, Februari 23, 2013 |

Penderitaan Dalam Persperktif

2 Korintus 1:4 "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."

Rasul Paulus tahu banyak tentang penderitaan.
Dia menulis dalam 2 Korintus 1:8-9, "Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati."

Sebuah pengakuan jujur ??dari sang rasul: Kami pikir kami tidak bisa melaui penderitaan ini.
Kami pikir kami akan mati.
Maka inilah yang kami lakukan: Kami berhenti mengandalkan diri sendiri, dan mulai mengandalkan Tuhan.

Paulus juga mengatakan bahwa kita harus menerima penghiburan yang Tuhan berikan, dan membagikannya dengan orang lain: "Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah" (2 Korintus 1:4-5)

Menurut saya, kita akan memiliki perspektif yang berbeda tentang penderitaan, jika kita bisa melihat  penderitaan yang sejati.
Mungkin saat ini ada seseorang yang membaca renungan ini yang sedang benar-benar menderita.
Tapi menurut saya, di banyak kesempatan penderitaan kita tidak seburuk yang kita pikir.
Kita hanya perlu perspektif.

Saya sudah berkali-kali pergi ke rumah sakit untuk melawat orang-orang yang sekarat, tapi ternyata sebaliknya, mereka malah melakukan pelayanan kepada saya, dan lebih baik daripada pelayanan yang saya lakukan kepada mereka.
Mereka akan berbagi apa yang Tuhan telah buat dalam hidup mereka melalui Alkitab,  bagaimana Ia membuat penghiburan-Nya dikenal oleh mereka, dan bagaimana Ia menguatkan mereka dari hari ke hari.
Di akhir hari, saya berjalan keluar dari tempat itu dengan sebuah perspektif baru, karena orang-orang yang menderita ini telah menolong saya.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41
____________________________________

Orang-orang yang menderita justru bisa jadi penguatan untuk kita terus memandang Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Sabtu, Februari 23, 2013 |

Juruselamat Yang Rendah Hati

Filipi 2:8 "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Jika Anda Tuhan, akankah Anda tergoda untuk melakukan mujizat bagi diri Anda sendiri?
Jika saya Yesus, ketimbang harus berjalan menempuh perjalanan jauh, saya akan berkata, "Saya ingin pergi ke sana," maka di sanalah saya berada.

Saya pun tidak akan makan makanan dari zaman Yesus.
Bagaimana pun juga, Tuhan punya rencana.
Dia mengetahui masa depan.
Jadi, Dia tahu bahwa di masa depan akan ada Burger.
Dia pun tahu bahwa semua makanan enak yang kita makan saat ini akan diciptakan.
Jadi saya akan menyuruh para murid pergi memancing, sementara saya memesan Burger tersebut.

Tetapi Yesus tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Bahkan ketika Dia mati kelaparan selama pencobaan-Nya di padang gurun, Dia tidak mengubah batu menjadi roti seperti apa yang disarankan iblis.
Dia menjawab, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja" (Lukas 4:4)

Yesus selalu memikirkan orang lain.
Jadi apa yang dikatakan Alkitab tentang-Nya ketika Dia dari atas salib berkata, "Aku haus!"? (Yohanes 19:28)
Sang pencipta alam semesta sendiri mengatakan "Aku haus."
Apakah Anda pikir Yesus bisa memecahkan masalah-Nya sendiri?
Apakah Anda pikir Ia bisa mendatangkan air ke hadapan-Nya? Ya.
Yesus bisa saja memunculkan air terjun Niagara pada saat itu juga jika Ia begitu menginginkannya.
Tapi sebaliknya, Dia berkata, "Aku haus."

Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun Yesus Kristus adalah sepenuhnya Tuhan, Ia juga manusia sepenuhnya.
Tidak pernah sekali-kali Ia menyerakan keilahian-Nya, walaupun Dia tidak pernah membuat mujizat sesuka hati-Nya.
Dia menyelubungi kemuliaan-Nya.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3
____________________________________

Dia tetap Tuhan. Itulah mengapa kematian-Nya, dan karena kematian-Nya saja, sudah cukup untuk memenuhi kemuliaan Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________
| Jumat, Februari 22, 2013 |

Jangan Menyia-nyiakan Penderitaan Anda

Roma 5:3-4 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Adalah penting untuk memikirkan penderitaan orang lain sebab ia pasti akan datang juga ke dalam hidup kita.
Mungkin Anda menginginkan suatu kehidupan yang bebas dari penderitaan.
Saya benci menyampaikan ini, kehidupan yang seperti itu tidak akan terjadi.

Secara pribadi, saya mencoba untuk menghindari penderitaan.
Jika saya sakit kepala, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari obat sakit kepala, karena saya ingin sakit kepala ini cepat hilang.
Ketika saya duduk di kursi dokter gigi dan bor masuk ke gigi yang salah, saya segera bereaksi agar ia tahu karena saya ingin rasa sakit ini segera hilang.
Dan ketika penderitaan datang dalam hidup, kita kurang lebih ingin melakukan hal yang sama.
Meski kita ingin rasa sakit kita hilang, tapi kita tidak bisa mengendalikannya.
Rasa sakit akan datang dalam hidup kita.
Penderitaan akan datang dalam hidup kita.

Banyak dari kita mungkin akan merasakan tragedi.
Ini hanya soal waktu.
Kakek-Nenek kita akan tiada.
Orang tua kita akan tiada.
Seseorang yang dekat dengan kita mungkin akan meninggal dengan tiba-tiba.
Seseorang yang kita cintai mungkin akan sakit parah.
Kita mungkin juga akan sakit parah.
Atau sesuatu yang di luar akal, mungkin akan terjadi pada kita.
Penderitaan akan datang.
Dan Anda tidak akan tahu mengapa Anda harus mengalaminya.

Anda tidak dapat mencegah datangnya penderitaan, tetapi Anda bisa memutuskan apa yang akan Anda lakukan ketika ia datang.
Anda memang tidak bisa menyingkirkannya, tapi Anda bisa memanfaatkannya.
Ini prinsip kerjanya: "Jangan menyia-nyiakan penderitaan Anda."
Saya mendengar kalimat ini pertama kali dari sepasang suami istri yang anaknya telah meninggal dunia.
Kami berbicara panjang lebar, dan kemudian mereka berkata kepada saya, "Greg, kami tidak ingin menyia-nyiakan penderitaan kami."

Kalimat ini menempel dalam benak saya.
Saya pikir, wow, benar-benar satu cara hebat dalam memandang penderitaan.
Itulah pandangan yang tepat, karena kita pasti akan menderita.
Jadi jangan menyia-nyiakan penderitaan Anda.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20
____________________________________

Penderitaan akan datang dalam hidup kita, namun tidak berarti Anda menyerah dan meninggalkan Tuhan. Jangan menyerah karena Dia selalu bersama Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Jumat, Februari 22, 2013 |

Karya-Nya; Cara-Nya; Waktu-Nya

Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir"

Beberapa orang memulai satu pekerjaan dengan antusias, tapi kemudian tidak menyelesaikannya.
Saya salah satunya.
Saya sangat bersemangat untuk memulai sesuatu, tapi kadang-kadang saya bisa kehilangan minat.
Misalnya, ketika saya memasak, saya senang membuat dan memakannya, tapi saya sangat tidak suka mencuci piring setelahnya.
Atau ketika tiba waktunya merapikan garasi, saya akan merapikan tiga per empatnya, lalu kemudian saya berkata, "Saya akan menyelesaikan sisanya nanti."
Tapi coba tebak?
Saya tidak pernah menyelesaikannya.

Bukankah Anda lega karena Tuhan tidak bekerja seperti itu?
Bayangkan jika Tuhan berkata, "Kau tahu, Aku mengasihimu. Aku telah memilihmu. Aku ingin mengubahmu serupa dan segambar dengan-Ku. Tapi Aku agak bosan denganmu. Aku akan mencari jiwa lain."

"Apa? Tunggu dulu. Engkau belum menyelesaikannya, Tuhan?"

"Tidak, Aku telah melanjutkan misi-Ku. Aku telah menemukan orang yang lebih menarik dibanding dirimu."

Tuhan telah menyelesaikan apa yang Dia mulai.
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Dia adalah "penulis dan penyempurna iman kita" (Ibrani 12:2)
Dan Filipi 1:6 mengatakan, "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Tapi inilah yang perlu kita ingat: Tuhan melakukan pekerjaan-Nya dengan cara-Nya, pada waktu-Nya sendiri.
Seperti Pengkhotbah 3:11 mengatakan, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya."
Tetapi kadang kita tidak sabar dengan Tuhan, dan berkata, "Tuhan, selesaikan ini!"

Dia akan menyelesaikannya, Anda bisa yakini itu.
Tapi kadang jika kita tidak melihat kemajuan nyata, kita berpikir jika Allah sudah tidak perhatian lagi terhadap kita atau bahkan mungkin sudah meninggalkan kita.
Kita perlu ingat bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2
____________________________________

Dia akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai, karena Dia sangat mengasihi kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Jumat, Februari 22, 2013 |

Kata-kata Terakhir

Mazmur 103:15-17 "Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu."

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang seorang penyanyi tenor yang tergabung dalam Opera Metropolitan, Richard Versailles yang meninggal dengan tragis.
Dalam sebuah pertunjukan, ia memanjat tangga seraya menyanyi, "Sayang sekali engkau hidup terlalu lama," lalu tiba-tiba, ia mengalami serangan jantung dan meninggal.
Ironisnya, lirik lagu itu menjadi kata-kata terakhirnya.

Suatu hari, kita semua akan menyampaikan kata-kata terakhir kita, kehendak terakhir kita, dan surat wasiat kita.
Anda mungkin tahu kapan harus menyampaikannya, atau juga tidak sama sekali.
Lalu, apa kata-kata terakhir yang akan Anda ucapkan?
Bagaimana Anda meringkas seluruh hidup Anda dalam kata-kata terakhir Anda?

Mungkin saat ini Anda tengah menjalani hidup dengan rasa bersalah.
Mungkin beban dosa Anda sedang menimpa Anda bagaikan satu ton batu bata.
Mungkin baru-baru ini Anda melakukan sesuatu dan mulai menyadari betapa mengerikannya hal itu.
Mungkin Anda melakukan sesuatu bertahun-tahun yang lalu, yang apa pun itu, menyebabkan Anda hidup menanggung beban rasa bersalah, dan tidak tahu bagaimana cara menyingkirkannya.
Lalu apa yang Anda lakukan?

Rasa bersalah adalah gejala dosa.
Tidak ada gunanya menyembuhkan gejala.
Cari sumber permasalahannya.
Anda membutuhkan pengampunan.
Hanya ada satu cara agar dosa-dosa kita diampuni, dan cara ini diberikan oleh Allah, melalui Yesus Kristus.
Jadi, jika Anda berkata kepada-Nya, "Bapa, maafkan aku atas dosa-dosaku. Ampuni aku," maka Dia akan mengampuni Anda.
Satu-satunya dosa yang tidak akan Allah ampuni adalah dosa yang tidak kita akui.
Alkitab mengatakan bahwa, "Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan." (1 Yohanes 1:9)

Jika Dia mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia di kayu salib, maka tentu saja Ia akan mengampuni dosa apa pun yang telah Anda perbuat.
Tidak peduli betapa mengerikan, atau betapa bejatnya dosa Anda, Allah akan mengampuni.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45
____________________________________

Tidak peduli betapa mengerikan, atau betapa besarnya dosa Anda, Allah akan tetap mengampuni Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Selasa, Februari 19, 2013 |

Bertanya Mengapa

Habakuk 2:1 "Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku."

Belum lama ini, seorang wanita yang telah kehilangan seorang anaknya berkata kepada saya, "Greg, aku hanya bisa bertanya, 'Kenapa? Kenapa?'"
Lalu dia berkata,"Apakah salah jika aku bertanya mengapa?"
Saya menjawab, "Saya rasa Anda tidak salah. Anda bisa bertanya apa pun pada-Nya. Yesus pernah bertanya: 'Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'"
Tetapi saya menambahkan, "Jangan selalu mengharapkan jawaban. Karena jika akhirnya Tuhan menjawab, saya tidak tahu apakah Anda benar-benar akan menyukai jawaban-Nya."

'Kenapa? Kenapa?'
Bagaimana jika Tuhan benar-benar menjawab pertanyaan itu?
Ini terjadi pada Habakuk.
Dia bertanya kepada Allah mengapa beberapa hal terjadi.
Ia merasa jika perkara-perkara itu terasa tidak masuk akal baginya.
Allah pun berkata, "Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan." (Habakuk 1:5)

Habakuk pada dasarnya menjawab, "Cobai saja aku Tuhan."

Dan ketika Allah memberitahunya, Habakuk pun tidak senang dengan jawaban-Nya.
Dia tidak sependapat dengan-Nya.

Tuhan bisa memberitahu kita mengapa.
Tapi kita tidak akan pernah bisa memahaminya sampai kita ada di surga dan melihat hal itu sebagaimana adanya.
Jadi, mungkin ketimbang bertanya mengapa, lebih baik kita bertanya, "Apa?" seperti halnya kita bertanya, "Apa yang Engkau ingin aku lakukan?"

Yang Tuhan ingin Anda lakukan adalah berseru kepada-Nya.
Ketika orang datang kepada saya, menderita sengsara, meminta sebuah jawaban, saya hanya bisa berkata, "Saya tidak punya jawaban. Tapi ini yang bisa saya katakan: Berbaliklah pada Allah. Bersandarlah pada Yesus. Berpengangalah pada-Nya. Berdoalah."

Suatu hari, semua 'mengapa' akan terjawab.
Dan sampi saat itu tiba, semuanya adalah tentang 'kepada siapa' dan 'apa'.
Dalam arti, hal yang penting pada saat ini adalah kepada siapa kita berpaling, dan apa yang kita perbuat dalam menghadapi pergumulan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22
____________________________________

Jadi, ketika badai persoalan datang, jangan lari dari Tuhan, berpalinglah kepada-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Senin, Februari 18, 2013 |

Kesempatan Terakhir

Lukas 23:43 "Kata Yesus kepadanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.'"

Berbicara tentang berada di tempat dan di waktu yang tepat, pencuri yang ada di sebelah Yesus pada saat penyaliban, boleh dikata, hidupnya sedang ada di ujung tanduk.

Awalnya, kedua penjahat yang disalibkan ini telah bergabung dengan orang banyak untuk menghujat-Nya.
Tapi salah satu dari penjahat ini tersadar, dan menegur yang lain: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah" (Lukas 23:40-41)

Lalu penjahat itu pun berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42)
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43)

Bukankah satu perasaan yang menakjubkan, ketika Anda mengatakan sesuatu pada seseorang tapi orang itu tidak mengerti... tidak mengerti.. tetap tidak mengerti, dan lalu suatu hari mereka tiba-tiba memahaminya.
Kadang-kadang kita harus merenung jika seandainya perkataan itu ditujukan bagi diri kita sendiri.
Itulah yang terjadi dengan salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus.
Kebenaran tentang siapa Yesus, akhirnya menyadarkan dirinya.
Sebenarnya Pilatus membantu sedikit, sebab ia benar-benar menulis sebuah saluran penginjilan yang sangat efektif dalam bentuk tanda yang dipakukan di atas kepala Yesus.
Bunyinya, "Inilah raja orang Yahudi" (Lukas 23:38)

Maka inilah pria yang disalibkan bersama Yesus.
Dia meresapi, menyaksikan, dan mendengar kata-kata Allah kita.
Kata-kata itu bergema di dalam hatinya yang mengeras, yang kemudian menyentuhnya untuk percaya pada Yesus di tempat itu, pada saat itu juga.

Dua orang melihat dan mendengar hal yang sama, namun salah satunya percaya dan yang lainnya tidak.
Keduanya melihat sebuah contoh yang sempurna dan tidak bercacat dari Kristus.
Keduanya tengah sekarat dan memerlukan pengampunan.
Namun, salah satunya tiada dengan cara yang sama seperti hidupnya: mengeras dan acuh tak acuh.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 21-22; Matius 28
____________________________________

Pada hari-hari terakhir dalam kehidupan ini masih ada kesempatan untuk kita bertobat dan memperbaiki diri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

| Minggu, Februari 17, 2013 |

Doakan Musuh Anda

Matius 5:44 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Pernyataan pertama yang Yesus katakan dari kayu salib adalah, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23: 34)
Mungkin kita akan lebih mengerti seandainya Dia berkata, "Bapa, kutuk mereka," atau "Bapa, hakimi mereka."
Namun hal pertama yang Yesus katakan dari kayu salib adalah sebuah doa untuk musuh-musuh-Nya: "Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Yesus mempraktekkan apa yang Ia Khotbahkan.
Ingatlah, dalam Khotbah di Bukit, Dia berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44)

Dan Yesus juga telah memenuhi sebuah nubuat Mesianik.
Yesaya 53 yang ditulis ratusan tahun sebelum kematian Kristus, mengatakan bahwa Mesias akan menjadi perantara bagi para pelaku dosa.
Dan itulah yang kemudian Yesus lakukan.
Dia mendoakan semua orang yang terlibat dan berperan dalam kematian-Nya.

Pilatus sendiri tahu jika Yesus tidak bersalah.
Dia berkata, "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini" (Lukas 23:4)
Tetapi karena ia begitu khawatir dengan karir dan posisinya, dia tidak mengampuni Yesus dan membiarkan Dia pergi.
Para penguasa agama tahu bahwa tidak ada tuduhan yang sah yang bisa dikenakan untuk menjatuhkan Yesus.
Bahkan perwira Romawi di kayu salib berkata, "sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Markus 15:39)
Yudas Iskariot tahu ia telah berbuat salah, dan berkata, "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah" (Matius 27:4)

Maka Yesus pada dasarnya berkata, "Bapa, ampunilah mereka. Mereka tidak menyadari betapa buruknya ini. Ampuni mereka, karena mereka amat sangat membutuhkan pengampunan. Ampuni mereka, karena mereka telah melakukan dosa yang ada di luar pemahaman semua. Ampuni mereka, karena mereka telah melakukan sesuatu yang melebihi keburukan. Bapa, ampunilah mereka."
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66
____________________________________

Kapan terakhir kali Anda mendoakan musuh Anda?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Minggu, Februari 17, 2013 |

Yang Mengherankan Saya

Yohanes 3:19 "Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat."

Begitu mengherankan bagaimana orang-orang menolak Yesus Kristus tanpa berpikir panjang tuntutan-Nya terhadap kita.
Jika kita berbicara dengan seseorang tentang iman Kristen, mereka kadang akan berkata, "Maaf, aku tidak tertarik. Aku tidak percaya."

"Nah, pernahkah Anda membaca Alkitab?"
"Tidak pernah."

"Sebenarnya saya membawa Alkitab sekarang. Maukah Anda?"
"Singkirkan benda itu!"

Dengan menyebut nama Yesus, atau kenyataan bahwa Anda adalah orang Kristen seringkali menghentikan sebuah percakapan dengan begitu dinginnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi sebuah kota untuk mengadakan beberapa pertemuan dalam rangka persiapan konser Harvest Crusade (Kebaktian Kebangunan Rohani/KKR).
Ketika saya sedang berjalan-jalan, saya memutuskan untuk singgah di sebuah restoran untuk membeli sup kerang.
Pelayan yang melayani pesanan saya sangat ramah dan akrab.
Lalu saat kami berbicara, saya bertanya, "Hei, apakah aku bisa menempel satu selebaran di sini? Kami akan mengadakan acara ini."
Lalu saya menyerahkan selebaran acara KKR gereja kami.

Dia membacanya dan berkata, "Tunggu ... tunggu, ini band Kristen."
Saya menjawab, "Ya, ini band Kristen. Ini acara Kristen. Kami datang untuk berbicara tentang Yesus Kristus, dan bagaimana membangun relasi yang baik dengan-Nya."

Lelaki ini datang tertekuk.
Saya hanya diam mendengarkannya.

Saya tidak menyela omongannya.
Saya membiarkannya berbicara mengapa dia tidak percaya pada Injil, Alkitab, dan sebagainya.
Kemudian saya bertanya apa yang ia percaya, dan kami pun mengobrol lagi.

Dan ini yang saya tangkap dari obrolan kami.
Orang Kristen dituduh tidak toleran.
Tetapi menurut saya bukan itu yang jadi persoalan.
Sebaliknya, saya mendapati bahwa orang yang paling tidak toleran adalah mereka yang paling banyak berbicara tentang menjadi toleran.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 17-18; Matius 27:27-50
____________________________________

Ketidaktahuan pada Injil mengakibatkan minimnya pengetahuan akan hubungan Anda dengan Krsitus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Jumat, Februari 15, 2013 |

Yang Terbaik Belum Datang

Matius 19:30 "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Mungkin terkadang Anda merasakan apa yang Petrus perbuat pada Yesus.
Ketika Petrus berbicara atas nama para murid, ia berkata kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" (Matius 19:27)

Yesus menjawab, "Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu" (Matius 19:29-30)

Anda mungkin berkata, "Tapi Greg, saya sudah melepaskan beberapa hal untuk mengikut Yesus. Jadi, di mana keuntungan besar yang Tuhan janjikan?"
Keuntungan itu akan datang setelahnya.

Inilah yang harus Anda akui.
Apa pun yang sudah Anda lepaskan, bukankah Tuhan sudah memberi gantinya?
Anda meninggalkan beberapa teman.
Bukankah Dia sudah memberi Anda teman-teman yang lebih baik?
Anda telah meninggalkan kesenangan Anda.
Namun jika Anda mengingat- ingat kembali, Anda sekarang sadar bahwa hal- hal yang Anda sebut kesenangan itu, bukanlah kesenangan, tapi hanyalah ketergantungan yang menghancurkan Anda.
Sekarang Anda telah merasakan bagaimana kehidupan Anda telah diubahkan, sebab Tuhan telah menggantikan semua yang Anda lepaskan untuk-Nya.

Meski begitu, yang terbaik belumlah datang.
Karena ketika kita pergi ke surga, kita akan mendapat hadiah.
Kemudian surga akan datang ke Bumi, dan kita akan memiliki kerajaan Seribu Tahun Kristus.
Kemudian pada akhirnya, kita akan memiliki aturan dan pemerintahan Kristus di bumi, di kerajaan yang baru dimana kita akan menjadi bagian darinya.
Kita akan mengatur dan memerintah dengan-Nya.
Dan jawaban Allah kita dalam menanggapi pertanyaan Petrus akan dipenuhi kemudian.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26
____________________________________

Jadi apa pun yang telah atau sedang Anda lepaskan akan digantikan lebih dari yang Anda berikan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Kamis, Februari 14, 2013 |

Tuhan Lebih Penting

1 Yohanes 2:15 "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya.
Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."

Jika Anda pernah menanam benih dan melihat ilalang tumbuh di sekitarnya, maka Anda tahu bahwa ilalang tidak dengan tiba-tiba tumbuh keluar dari tanah dan menggoncang tanaman dengan kencang.
Proses ini berjalan bertahap begitu bertahapnya sehingga Anda tidak bisa melihatnya, bahkan jika memperhatikannya.
Tetapi jika Anda menempatkan sebuah kamera di sebelah tanaman dan meletakkannya di setiap jeda waktu, maka Anda akan melihat jika ilalang ini sedang bertindak, mencekik tanaman ini dengan gerakan lambat.

Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang benih yang jatuh di atas berbagai jenis tanah.
Benih yang telah disebarkan di atas tanah yang ditumbuhi ilalang, akan tercekik keluar seiring dengan pertumbuhan.
Yesus menjelaskan, "Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar Firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit Firman itu sehingga tidak berbuah" (Matius 13:22)

Ada beberapa orang yang menolak Kristus tanpa alasan baik hanya dalih.
Bagi sebagian orang, dalih itu berupa kekhawatiran akan karir mereka.
Mereka punya kebutuhan yang harus dicukupi.
Mereka punya tanggung jawab.
Mereka punya hal-hal yang harus dilakukan.
Dan kadang-kadang hal-hal ini bisa menjadi lebih penting dibanding Tuhan.

Orang lain akan memilih manusia ketimbang Yesus.
Tekanan dari rekan atau teman sebaya tidak berakhir di masa SMA saja, sebab hingga dewasa kita masih peduli dengan pandangan orang lain terhadap kita.
Kita ingin orang lain menyukai kita.
Kita ingin mereka sependapat dengan kita.
Dan kadang-kadang kita berkompromi karena takut akan apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
Petrus menyangkal Yesus karena takut dengan apa yang dipikirkan satu orang asing tentang dirinya.

Tetapi jika Anda merelakan beberapa teman, atau jabatan dalam karir, atau kesenangan, atau hal lainnya demi Kristus, ketahuilah ini: Allah akan menggantinya lebih banyak lagi.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75
____________________________________

Jadikanlah Tuhan sebagai prioritas dalam hidup Anda. Jika tidak maka kekhawatiran dunia akan menekan dan menghimpit hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Rabu, Februari 13, 2013 |

"Waktu yang Tepat" adalah Sekarang

2 Korintus 6:2 "Sebab Allah berfirman: 'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.' Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu."

Meskipun dibesarkan dalam keluarga Kristen, Ibu saya melawan Allah di sebagian besar hidupnya.
Dan setiap kali kami membahas tentang arti kehidupan, atau membahas tentang Allah dengan serius, Ibu saya akan berkata, "Aku tidak ingin membicarakannya."

Suatu hari, Ia sakit parah, dan saya merasa sangat terpanggil untuk datang dan berbicara dengannya.
Maka saya pergi menemuinya. Saya berkata, "Aku ingin membicarakan tentang jiwa Ibu, dan arti kehidupan, juga apa yang terjadi setelah kita tiada."

Dan dia menjawab, "Aku tidak ingin membicarakannya."
"Hari ini kita harus membicarakannya," Kata saya.
Kemudian kami mulai membahasnya.
Hasil dari pembicaraan itu adalah dia mau memperbaharui komitmennya dengan Tuhan.
Dia pun meninggal sebulan kemudian.
Saya amat bersukacita karena kami telah membicarakannya, meskipun bukan pembicaraan yang mudah.

Beberapa tahun pun berlalu, dan saya mendapat kabar bahwa suaminya, Bill, tengah sakit parah, dan saya diminta untuk pergi menemuinya.
Pada saat itu saya sedang bersiap-siap berangkat berkhotbah, jadi rencananya saya akan mengunjunginya keesokan harinya.
Tapi sekali lagi, saya merasa dipanggil Tuhan untuk langsung pergi menemuinya.
Setibanya disana kami berdua mendiskusikannya dengan segala keterusterangan, dan saya sekali lagi, mulai memberitakan Injil.
Bill berkata jika ia ingin menaruh imannya di dalam Kristus, maka kami pun berdoa bersama-sama setelah ia membuat komitmen untuk hidup di dalam Tuhan.
Setelah selesai, saya pulang menaiki pesawat.
Dan ketika saya mendarat, saya menerima pesan pendek yang berbunyi Bill telah meninggal.

Saya tahu terasa canggung dan sulit untuk memulai pembicaraan ini dengan orang yang belum percaya Tuhan terutama anggota keluarga kita.
Namun, Anda harus melakukan apa yang benar.
Dan Anda akan bersukacita dengan apa yang telah Anda lakukan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50
____________________________________

Lakukan bagian kita untuk terus memberitakan Firman Tuhan kepada semua orang, bersukacitalah senantiasa, karena selebihnya Tuhan yang sempurnakan atas setiap perkataan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Selasa, Februari 12, 2013 |

Mengapa Menerapkan Alkitab Sangat Sulib?

Efesus 3:16 "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu."

Menerapkan Alkitab dalam kehidupan kita tidaklah mudah.
Seandainya itu mudah, akan ada lebih banyak orang yang mau melakukannya.
Kebanyakan orang yang membaca Alkitab tidak benar-benar menerapkan apa yang mereka baca dalam kehidupan mereka.
Kenapa?

Dibutuhkan kerja keras.
Tapi apa yang menyebabkan penerapan Firman Tuhan menjadi sulit?
Berikut adalah tiga alasan mengapa sulit bagi Anda dan saya untuk menerapkan Alkitab dalam kehidupan.

Pertama, Penerapan membutuhkan pemikiran yang serius.
Dibutuhkan waktu yang lama untuk berkonsentrasi dalam berdoa dan merenung sebelum Anda dapat menerapkan apa yang Anda pelajari.
Anda tidak akan selalu langsung mengerti bagaimana menerapkannya.
Anda harus memikirkan apa yang telah Anda baca.
Anda harus merenungkannya.
Kebanyakan orang tidak mau melakukan saat teduh karena merenung menghabiskan banyak waktu.

Kedua, Setan memerangi penerapan Alkitab.
Dia memberantasnya dengan kejam.
Serangan iblis yang terkuat akan datang selama bersaat teduh, ketika Anda mencoba untuk menerapkan apa yang telah dipelajari.
Setan tahu bahwa selama Anda puas dengan hanya mendengar atau membaca Firman, Anda bukanlah ancaman yang berarti bagi rencananya.
Tapi segera setelah Anda fokus untuk membuat perubahan dalam hidup Anda, maka ia akan melawan seluruh jiwa dan raga Anda, sebab ia membenci pelaku Firman.

Ketiga, Kita secara alami menolak perubahan.
Ini sifat manusia, tidak ada yang suka berubah.
Tapi itu tujuan utama Allah dengan Firman-Nya.
Dia ingin mengubah hidup kita.
Dia ingin membuat kita menjadi lebih seperti Yesus.
Kunci untuk membuat kita menjadi lebih seperti Yesus adalah dengan menerapkan Firman Tuhan.
Itulah mengapa kebanyakan gereja fokus pada penafsirkan Alkitab dan belajar tentang latar belakang Alkitab.
Kebanyakan orang senang melakukannya Anda bisa mempelajari semua tokoh Alkitab, latar belakang Alkitab, dan doktrin-doktrin Alkitab, dan masih bisa hidup secara duniawi.
Kita senang menerapkan Firman Tuhan kepada orang lain, tapi kita tidak suka melakukannya untuk diri kita sendiri.

Kita bertumbuh secara rohani dan menjadi orang Kristen yang dewasa dengan menerapkan Firman Tuhan dalam hidup kita.
Anda dan saya harus meminta Roh Kudus untuk memberi kita kekuatan, karena kita tidak memiliki kekuatan sendiri untuk mampu mematuhi Firman-Nya.
Alkitab memanggil kita untuk meminta Allah memberdayakan kita melalui Roh-Nya: "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu" (Efesus 3:16)
Hambatan ini akan mengahadang jalan, setiap kali kita berjalan dengan kekuatan sendiri.
Tetapi Allah memiliki "sumber daya yang tak terbatas" untuk membantu kita menerapkan Firman-Nya dalam kehidupan.
Kita hanya perlu meminta-Nya.


Renungkan hal ini:

- Apa saja gangguan hari ini yang menahan Anda melakukan perenungan yang lebih mendalam akan Firman Tuhan?

- Ketika Anda berdoa unutk memohon kekuatan, Tuhan dapat menggunakan orang-orang dalam hidup Anda untuk memberi dukungan.
Adakah orang-orang dalam hidup Anda yang bisa Anda ajak berbagi pergumulan dan bisa menuntun Anda bertumbuh secara spiritual?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25
____________________________________

Anda dan saya harus meminta Roh Kudus untuk memberi kita kekuatan, karena kita tidak memiliki kekuatan sendiri untuk mampu mematuhi Firman-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Senin, Februari 11, 2013 |

Anda Memerlukan Sebuah Rencana

Amsal 21:5 "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."

Bersaat teduh sama seperti kebanyakan kegiatan lain yang Anda lakukan dalam hidup Anda setidaknya dalam satu aspek.
Untuk menjadi sukses, Anda membutuhkan sebuah rencana.
Alkitab mengatakan, "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan" (Amsal 21:5)

Jika Anda belum pernah bersaat teduh sebelumnya, mungkin Anda belum punya perencanaan saat teduh yang baik, atau bahkan yang sederhana sekalipun.
Kesederhanaan adalah hal penting dalam setiap rencana yang Anda kembangkan.
Jika Anda membuatnya terlalu rumit, maka kemungkinan Anda akan keluar dari rencana awal.
Yang paling Anda perlukan untuk mendapatkan saat teduh yang efektif adalah buku catatan, Alkitab, dan mungkin sebuah himne atau buku pujian.

Jadi, seperti apa bersaat teduh yang benar?

Pertama, bersikap tenang.
Alkitab menyebutnya, bagaikan sedang menunggu Tuhan.
Mulailah cukup dengan duduk dan diam.
Ketika Anda melakukan ini, Anda akan mendapati diri Anda seolah-olah memperlambat mesin dalam diri Anda, dan menenangkan diri.

Kedua, berdoa dengan singkat.
Mulailah dengan doa pembukaan yang singkat.
Minta Tuhan untuk membuka pikiran Anda dan membimbing Anda, serta minta Dia untuk membersihkan pikiran Anda.

Baca bagian Alkitab dengan perlahan.
Di sinilah percakapan Anda dengan Tuhan dimulai.
Dia akan mulai berbicara kepada Anda melalui Firman-Nya, kemudian Anda akan menyambut-Nya melalui doa.
Baca Alkitab dengan perlahan.
Jangan mencoba untuk membaca terlalu cepat atau terlalu banyak.
Semakin lambat Anda membaca Alkitab, mau tidak mau Anda akan merenungkan lebih banyak hal dari yang Anda baca.

Renungkan. Luangkan waktu mencerna apa yang Tuhan katakan.
Cerna Firman Tuhan seperti sapi yang sedang mengunyah rumput.
Renungkan dan gumulkan di dalam pikiran Anda.

Catat apa yang Anda temukan.
Ketika Allah berbicara kepada Anda melalui Firman-Nya, perhatikan apa yang sedang Dia katakan, lalu catat.
Menulis memungkinkan kita mengingat apa yang telah Dia katakan, dan membantu kita merekam pelajaran baru yang kita dapat.

Kembali berdoa.
Ambil sikap tenang, kemudian minta Tuhan menunjukkan Anda Firman-Nya.
Bicara kepada-Nya tentang apa yang telah dikatakan kepada Anda.
Katakan kepada-Nya apa yang sedang Anda pikirkan mengenai Firman-Nya. Katakan kepada-Nya apa pun yang ada di pikiran Anda.

Memang tidak hanya ada satu cara untuk bersaat teduh, tapi dengan mengikuti rencana seperti ini bisa membantu Anda memulai perjalanan bersaat teduh yang bermakna.


Renungkan hal ini:

- Pernahkan Anda berpikir tentang waktu saat teduh Anda sebagai percakapan intim dengan Tuhan?

- Gangguan apa yang perlu Anda hilangkan untuk "duduk diam"?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 8-10; Matius 25:31-46
____________________________________

Bersaat teduh sama seperti kebanyakan kegiatan lain yang Anda lakukan dalam hidup Anda setidaknya dalam satu aspek.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Minggu, Februari 10, 2013 |

Sikap yang Tepat dalam Waktu Saat Teduh

1 Samuel 16:7b "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Anda bisa melakukan saat teduh di mana saja, tapi itu semua dimulai dengan sikap yang baik.
Tuhan ingin tahu bahwa hati Anda ada di tempat yang tepat.
Alkitab mengatakan dalam 1 Samuel 16:7b, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 Samuel 16:7)

Bagaimana sikap yang tepat saat bersaat teduh?

Pertama, Datang dengan berharap.
Bersemangatlah dalam menantikan kehadiran Allah.
Anda akan bertemu Pencipta alam semesta!
Anda harus berharap untuk mendapatkan waktu yang indah dan juga menerima berkat dari persekutuan dengan-Nya.

Kedua, Datang dengan hormat.
Anda akan bertemu Allah, jadi jangan terburu-buru.
Siapkan hati Anda dengan tenang di hadapan-Nya.
Jika Anda akan bertemu dengan presiden Amerika Serikat atau ratu Inggris, Anda akan tiba di tempat acara lebih awal.
Anda akan memakai baju yang terbaik.
Seberapa besar rasa hormat yang harus kita miliki saat datang ke hadirat Pencipta alam semesta?

Ketiga, Datang dengan kesiagaan.
Pastikan diri Anda tidak mengantuk sebelum bertemu dengan Allah.
Sekali lagi, Anda akan bertemu Pencipta alam semesta.
Jangan bersaat teduh di tempat tidur, sebab Anda mungkin akan tertidur.
Waktu terbaik untuk mempersiapkan diri untuk bersaat teduh adalah malam hari sebelum Anda tidur.
Maka jika perlu, sebaiknya Anda tidur 15 menit lebih awal agar Anda bisa bangun pagi lebih awal pula.
Anda sebaiknya berada dalam kondisi yang baik ketika bertemu Allah.
Dia layak mendapatkan perhatian penuh dari Anda.

Keempat, Datang dengan kesediaan untuk taat.
Jangan mulai saat teduh dengan pikiran bahwa Anda akan mendengar sabda-Nya, dan kemudian memutuskan apakah akan menaatinya atau tidak.
Tapi sebaliknya, katakan kepada-Nya bahwa Anda sudah memutuskan untuk berkata "ya" dan menaatinya.

Tunjukkan sikap yang benar sebelum Anda mulai bersaat teduh, dan harapkan hasil yang baik dari saat teduh Anda.
Tetapi jika Anda datang ke hadapan-Nya dengan sikap yang salah, maka semua yang Anda harapkan akan terjadi sebaliknya.


Renungkan hal ini:

- Hal- hal spesifik apa yang akan dilakukan untuk mengubah cara saat teduh Anda, setelah merenungkan sikap Anda selama bersekutu dengan Tuhan?

- Jika setelah Anda punya rasa berharap atas apa yang akan Allah kerjakan di hati Anda ketika bersaat teduh, apakah sikap Anda akan berubah jika jawaban-Nya tidak sesuai dengan harapan Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30
____________________________________

Anda bisa melakukan saat teduh di mana saja dengan sikap yang benar. Tuhan ingin tahu bahwa hati Anda ada di tempat yang tepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Sabtu, Februari 09, 2013 |

Temukan Waktu dan Tempat yang Tepat untuk Saat Teduh

Markus 1:35 "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."

Beberapa hari terakhir ini, kita telah membicarakan tentang saat teduh.
Waktu yang Anda habiskan dengan Tuhan adalah bagian yang paling penting dari hari Anda.
Itulah mengapa kapan dan di mana Anda bertemu dengan-Nya sangatlah penting karena diperlukan konsistensi untuk melaksanakannya.

Temuilah Tuhan di waktu yang sama setiap hari.
Markus 1:35 mengatakan, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."
Namun hanya karena Yesus bangun pagi sekali untuk berdoa, bukan berarti Anda harus melakukannya di pagi hari juga.
Kuncinya adalah ini: Berikan Tuhan bagian terbaik dari hari Anda.

Berikan Tuhan waktu kapan pun Anda merasa paling segar.
Bagi sebagian dari Anda, waktu yang paling tepat adalah di pagi hari.
Anda bangun, lalu turun dari tempat tidur dan langsung bersaat teduh.
Tapi ada pula sebagian dari Anda yang bersaat teduh jam 11 pagi karena mereka harus terjaga di malam hari.

Yang paling penting ialah berikan Tuhan bagian terbaik dari hari Anda, dan jadwalkan saat teduh ke dalam agenda harian Anda, seperti layaknya sebuah janji.

Mulai dengan perlahan.
Jika Anda belum pernah melakukan saat teduh, pertama, mulailah dengan lima menit.
Mulailah dengan langkah kecil dan biarkan ia tumbuh secara bertahap.
Jika Anda mulai melakukan saat teduh satu jam setiap hari, maka niscaya Anda tidak akan melakukannya secara konsisten.
Sebab itu, pada akhirnya, luangkan waktu saat teduh tidak kurang dari 15 menit setiap harinya.
Siapa yang tidak punya 15 menit?

Cari tempat khusus untuk bertemu dengan-Nya.
Yesus memiliki tempat khusus untuk bertemu dengan Allah Bapa.
Lukas 22:39 mengatakan, "Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia."
Kebiasaan Yesus adalah pergi ke Bukit Zaitun.
Dia punya satu tempat reguler yang biasa Ia datangi untuk berdoa.
Lalu, "tempat reguler" seperti apa yang harus Anda cari sekarang?

Berikut hal yang perlu diperhatikan:

- Terpencil:
Cari sebuah tempat yang tenang di mana Anda bisa sendirian, di tempat yang tidak berisik, dan di mana Anda tidak akan terganggu.
Tempat ini amat cocok untuk berdoa dengan suara lantang.

- Konsisten:
Temui Tuhan di tempat yang sama setiap hari.


Renungkan hal ini:

- Saat ini, luangkan waktu untuk mengidentifikasi "kapan" dan "di mana" untuk saat teduh Anda.
Anda bahkan bisa mendiskusikannya dengan orang yang Anda percaya.

- Apa bagian dari hari Anda yang amat Anda perhatikan, tidak pernah terlambat melaksanakannya, atau paling Anda nantikan?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51
____________________________________

Tempatkan waktu saat teduh Anda di tempat pertama dalam daftar kegiatan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Jumat, Februari 08, 2013 |

Hak Istimewa Dari Waktu Saat Teduh

Mazmur 16:11 "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."

Saya menyebutkan kemarin bahwa adalah suatu hak istimewa bagi kita untuk memiliki waktu saat teduh.
Kita ada bersama seorang penonton, yang juga Raja alam semesta, pencipta segalanya.

Apa yang menjadikan waktu saat teduh kita sebagai suatu hak istimewa sehingga kita tidak ingin melewatkannya?
Berikut adalah empat hal ajaib yang terjadi ketika kita menghabiskan waktu bersama Tuhan.

Pertama, Anda memberikan pengabdian Anda kepada Tuhan.
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Wahyu 3:20)
Dia pencipta, Penebus, penyedia, pemelihara, konselor, dan penghibur Anda.
Tuhan layak menerima ibadah kita.
Kita tidak punya apa-apa tanpa Tuhan.
Lebih baik lagi, Tuhan mengharapkan ibadah Anda, juga.
Dia ingin menghabiskan waktu bersama Anda.

Kedua, Tuhan menunjukkan arah.
"Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari" (Mazmur 25:4-5)
Anda dan saya membutuhkan arah setiap hari.
Tuhan ingin memberikan arah itu kepada Anda, tetapi untuk mendapatkan arah tersebut, Anda harus menghabiskan waktu bersama-Nya.
Waktu saat teduh memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan koreksi di tengah-tengah perjalanan hidup Anda.

Ketiga, Anda memperoleh sukacita di dalam Tuhan.
"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa." (Mazmur 16:11)
Menghabiskan waktu dengan Tuhan benar-benar akan membuat Anda lebih bahagia.
Waktu saat teduh Anda adalah ketika Anda menikmati kebersamaan dengan-Nya.
Mengenal Tuhan adalah rahasia menuju sukacita.

Keempat, Anda tumbuh menjadi seperti Allah.
Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama-Nya, semakin Anda menjadi beriman.
Jika Anda meluangkan waktu menonton televisi, maka karakter Anda akan dibentuk oleh orang-orang yang Anda tonton.
Jika Anda meluangkan waktu mempelajari Firman Tuhan dan berdoa, maka karakter Anda akan dibentuk oleh karakter Kristus.

Apakah Anda menghabiskan waktu dengan Tuhan setiap hari?
Lakukanlah, dan itu akan menjadi keputusan terbaik yang pernah Anda buat.


Renungkan hal ini:

- Dalam hal apa Anda akan meminta arahan dari Allah hari ini?

- Pernahkah Anda memperhatikan bahwa hari Anda berjalan dengan berbeda jika Anda memulainya dalam Firman Tuhan, dan dalam waktu saat teduh dengan Tuhan?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________________________________

Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama-Nya, semakin Anda menjadi beriman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Kamis, Februari 07, 2013 |

Waktu Terpenting Dalam Hari Anda

Matius 6:33 "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Banyak orang mengatakan bahwa mereka tidak punya waktu untuk saat teduh.
Ini hanya dalih.
Setiap orang di planet ini punya 168 jam yang sama dalam minggunya.
Namun pertanyaannya adalah: Bagaimana Anda menghabiskan semua waktu yang Anda miliki?

Anda tidak punya waktu untuk melakukan segalanya.
Tidak ada seorang pun yang mampu.
Anda harus menggunakan waktu Anda untuk hal yang benar-benar penting.
Ini bukan soal waktu, melainkan soal prioritas dan nilai-nilai.
Inti dari melakukan renungan harian adalah untuk membuat Yesus dan Kerajaan-Nya sebagai prioritas dalam hidup Anda.

Yesus berkata, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33)
Utamakan Allah dalam hidup Anda, dan Anda akan memiliki lebih banyak waktu.
Dalam hal apa pun yang Anda rasa butuh lebih dalam hidup Anda, taruh Allah di tempat pertama dalam area itu.

Saat teduh dan mengenal Tuhan lebih dalam, harus menjadi prioritas nomor satu dalam hidup Anda.
Kenapa?
Anda tidak dikirimkan ke planet ini untuk menandai daftar kewajiban Anda.
Anda diciptakan untuk menghabiskan waktu dengan Tuhan.

Saat teduh merupakan suatu kehormatan yang luar biasa yang Anda diberikan.
Sang pencipta alam semesta telah mengundang Anda untuk menghabiskan waktu bersama-Nya setiap hari.
Bayangkan jika aktor, musisi, penyanyi, atau olahragawan favorit Anda mengundang Anda menghabiskan waktu bersamanya setiap hari.
Apakah Anda akan berkata, "Maaf, saya tidak punya waktu untuk Anda"?
Tentu saja tidak!

Jadi, mengapa Anda mengatakan "tidak" pada undangan Allah untuk menghabiskan waktu bersama-Nya?
Anda kehilangan begitu banyak hal ketika Anda melakukannya.


Renungkan hal ini:

- Akhir-akhir ini, bagaimana Anda memprioritaskan hari Anda?
Bagaimana jika prioritas-prioritas itu diganti dengan saat teduh sebagai prioritas utama Anda?

- Apakah dengan menganggap saat teduh dengan Tuhan sebagai suatu hak istimewa, bisa mengubah sikap Anda dalam memprioritaskan hari?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 39-40; Matius 23:23-39
____________________________________

Saat teduh merupakan suatu kehormatan yang luar biasa yang Anda diberikan kepadaNya sebagai suatu ucapan syukur Anda setiap hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Rabu, Februari 06, 2013 |

(Bag 2) Prinsip-Prinsip Hebat dalam Studi Alkitab

Matius 4:4 "Tetapi Yesus menjawab: 'Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Allah mau kita menerapkan Firman-Nya dan mengizinkannya mengubah hidup kita.
Namun perubahan itu dimulai dengan mempelajari Firman Tuhan.
Lalu bagaimana cara melakukannya?
Kemarin saya memberi Anda dua prinsip-prinsip umum dalam studi Alkitab yang bisa diterapkan untuk metode studi Alkitab apapun.

Pertama, ajukan pertanyaan yang tepat.
Kedua, tuliskan pengamatan Anda.

Hari ini, saya akan berbagi tiga prinsip lagi.

Ketiga, Terapkan Firman Tuhan.
Anda bergerak dari "apa" ke "selanjutnya apa", kemudian lakukan apa yang dikatakan Alkitab.
Tujuan akhir dari semua studi Alkitab ialah pengaplikasiannya.
Dengan kata lain Anda bertanya, "bagaimana Alkitab akan mengubah hidup saya?"
Karena kita tidak pernah puas memahami diri sendiri, maka kita ingin menerapkan prinsip-prinsip alkitabiah dalam kehidupan kta sehari-hari.

Penafsiran tanpa aplikasi adalah tindakan aborsi!
Anda menghentikan proses pertumbuhan sebelum buahnya matang dengan sempurna.
Semua usaha studi Alkitab yang sudah kita lakukan benar-benar tidak memiliki arti, jika dalam hasil analisis akhir, Anda tidak semakin menjadi seperti Kristus.

Bahkan, Anda hanya percaya pada bagian tertentu dari Alkitab yang bisa Anda terapkan.
Apakah Anda percaya dengan berbagi Kristus dengan orang lain?
Apakah Anda percaya pada persepuluhan?
Apakah Anda melakukan kebiasaan ini?
Jika Anda tidak melakukannya, maka Anda tidak benar-benar percaya pada apa yang Alkitab ajarkan.
Masalah yang kebanyakan kita hadapi dengan Alkitab bukanlah apa yang tidak kita mengerti, melainkan menerapkan apa yang kita pahami.


Keempat, Pelajari Alkitab secara sistematis.
Jangan hanya mempelajari Alkitab semau Anda.
Anda dapat mempelajarinya secara sistematis dengan mempelajari ayat demi ayat, kitab demi kitab, topik demi topik, atau tema demi tema.
Kebalikan dari metode ini adalah metode belajar loncat yang sudah kuno, dimana Anda hanya membuka Alkitab dan meletakkan jari secara acak di tempat manapun Anda suka.
Metode ini tidak akan menghasilkan hasil yang Tuhan inginkan dalam hidup Anda.


Kelima, Baca Alkitab berulang-ulang.
Alat sederhana ini akan mengubah hidup Anda.
Sungguh menakjubkan betapa banyak hal yang bisa Anda dapat dari membaca bagian yang sama berulang-ulang kali, kemudian kembali lagi ke bagian yang sama beberapa bulan kemudian.
Semakin sering Anda membaca bagian yang sama, maka semakin banyak yang akan Anda dapat.

Tidak ada waktu yang lebih baik dari hari ini untuk mulai mempelajari Alkitab.
Tidak peduli cara apapun yang Anda pilih, terapkan kelima prinsip ini dan Anda akan mendapatkan lebih banyak dari apapun yang Anda pelajari.


Renungkan Hal ini:

- Dalam bidang spesifik apa dalam hidup Anda yang Anda percaya bahwa Allah ingin agar Anda menerapkan Firman-Nya hari ini?

- Apakah Anda memiliki partner yang akuntabel?
Jika tidak, apakah jika Anda memilikinya nanti, maka akan membantu Anda mempelajari Alkitab dengan lebih tekun?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 36-38; Matius 23:1-22
____________________________________

Studi Alkitab yang sudah kita lakukantidak memiliki arti, jika dalam hasil analisis akhir, Anda tidak semakin menjadi seperti Kristus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Selasa, Februari 05, 2013 |

(Bag 1) Cara Belajar Firman Tuhan

Mazmur 119:18 "Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu."

Mempelajari Firman Tuhan akan mengubah hidup Anda, jika Anda melakukan apa yang Anda pelajari.
Namun semuanya itu dimulai dengan kemauan Anda untuk mempelajari Firman-Nya.

Alkitab berkata, "Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu." (Mazmur 119:18)

Allah punya begitu banyak hal yang ingin Ia tunjukkan pada kita, namun kita harus bersedia untuk melihat ke dalam Firman-Nya dengan mata terbuka.

Jadi bagaimana seharusnya kita mempelajari Firman Tuhan?
Dengan studi Alkitab yang efektif.
Tidak peduli metode apa yang Anda gunakan, tapi ada lima bagian dalam mempelajarinya.
Saya akan menerangkan dua poin hari ini, dan tiga besok.


Pertama, ajukan pertanyaan yang tepat.
Studi Alkitab adalah belajar untuk mengajukan pertanyaan yang baik dari bacaan yang Anda baca.
Tidak ada batasan seberapa banyak pertanyaan yang mau Anda tanyakan dari Alkitab, karena tidak ada batasan untuk hikmat dan pemahaman.
Sebab semakin dalam Anda menggali, semakin banyak emas yang akan Anda temukan.

Mengajukan pertanyaan dari bacaan yang Anda baca akan membantu Anda melihatnya melalui perspektif yang baru.
Dan secara tiba-tiba, setiap kali Anda membuka Firman Tuhan, kebenaran baru akan melompat keluar dari dalam diri Anda.


Kedua, tuliskan pengamatan Anda.
Jangan pernah mempelajari Alkitab tanpa pena dan kertas di tangan Anda (atau dengan komputer jika Anda suka).
Ketika Anda mengajukan pertanyaan lalu menemukan jawabannya, tuliskan apa yang Anda pelajari.
Tentu saja Anda bisa membaca Alkitab tanpa menulis catatan, tapi Anda tidak bisa mempelajarinya tanpa menuliskan pemahaman Anda.

Dawson Trotman, pendiri ministri Navigators sering berkata, "Pikiran menguraikan dirinya sendiri ketika ia melewati bibir dan ujung jari."
Dengan kata lain, jika Anda tidak bisa berbicara atau menulis tentang Firman Tuhan, maka Anda belum benar-benar merenungkannya.
Meskipun jika Anda tidak menangkap apapun dalam bacaan tersebut, tulis saja bahwa Anda tidak melihat apapun.
Sebab catatan Anda akan membuka pemahaman-pemahaman baru nantinya.


Renungkan hal ini:

- Perhatikan tempat Anda melakukan studi Alkitab setiap hari.
Apakah tempat yang Anda pilih membantu, atau malah mengganggu konsentrasi Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46
____________________________________

Tidak ada batasan seberapa banyak pertanyaan yang mau Anda tanyakan dari Alkitab, karena tidak ada batasan untuk hikmat dan pemahaman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Senin, Februari 04, 2013 |

Allah Memberi Kita Alkitab untuk Mengubah Kita

2 Timotius 3:16-17 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Saya pernah ditanya tentang terjemahan Alkitab mana yang terbaik.
Jawaban saya: Yang terbaik adalah ketika Anda menerjemahkannya ke dalam hidup Anda.
Itulah inti dari studi Alkitab.
Jika Anda tidak menerjemahkan Firman Tuhan ke dalam hidup Anda, maka Anda tidak mempelajari Alkitab sesuai dengan cara yang dikehendaki Allah.

Allah memberi kita Alkitab untuk mengubah kita, bukan hanya untuk sekedar menginformasikan kita.
Firman Tuhan harus memberi kita hati yang lebih besar, bukan kepala yang lebih besar.
Dalam Kitab Yakobus, kita diberitahu, "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22)
Dengan kata lain, Allah mau agar iman kita berubah menjadi perilaku.

Allah menunjukkan tujuan-Nya dalam memberi kita Alkitab, secara lebih eksplisit terlihat dalam 2 Timotius 3:16-17: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Tujuan Alkitab lebih dari sekedar menunjukkan kepada kita apa yang salah dalam hidup kita, atau bagaimana kita harus hidup; Allah memberi kita Firman-Nya guna mengubah hidup kita secara radikal.

Alkitab menggambarkan dirinya dengan cara yang unik, misalnya, dengan menyebut dirinya bagaikan sebuah palu, pedang, dan pisau bedah.
Itu semua alat yang dirancang untuk membuat perubahan yang radikal.
Tujuan Allah atas Alkitab ialah untuk mengubah hidup kita secara dramatis.

Alkitab juga menjelaskan kebenaran Allah sebagai susu, air, roti, dan daging.
Apa kesamaan dari keempatnya?
Jika Anda tidak makan atau minum secara teratur, Anda akan mati.
Begitupun dengan Alkitab, kita tidak pernah diciptakan bertujuan untuk hidup tanpa Alkitab.

Alkitab sangat penting bagi hidup kita karena memberi kita kehidupan.
Bahkan, Alkitab juga berbicara tentang Yesus sebagai Firman Tuhan.
Yohanes 1:14 berkata, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Allah memberi kita Firman Hidup "Yesus" untuk menjadi penulis dan penyempurna iman kita.
Dia pun memberi kita Firman Tertulis guna mempersiapkan kita untuk senantiasa hidup di dalam iman.


Renungkan hal ini:

- Alkitab lebih dari sekedar dispenser hikmat, atau gudang informasi.
Bagaimana Anda melihat Allah memakai Alkitab untuk mengubah hidup Anda?

- Yesus adalah Firman Tuhan.
Renungkan bagaimana keintiman kita dengan Alkitab berhubungan dengan keintiman kita dengan Yesus.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 31-33; Matius 22:1-22
____________________________________

Dia memberi kita Firman Tertulis guna mempersiapkan kita untuk senantiasa hidup di dalam iman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Minggu, Februari 03, 2013 |

Pegang Firman Tuhan

Ulangan 17:19 "Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya,"

Pada sebagian besar sejarah 2.000 tahun Gereja, hanya para Pendeta yang bisa membaca Alkitab secara pribadi, tapi sekarang milyaran dari kita sudah mempunyai akses pada Alkitab.
Tapi terlepas dari hal ini, banyak orang percaya lebih setia membaca koran harian daripada membaca Alkitab mereka.

Tidak heran mengapa kita tidak bertumbuh.
Kita tidak bisa menonton televisi selama tiga jam, lalu membaca Alkitab selama tiga menit, dan mengharapkan pertumbuhan.

Banyak orang yang mengaku percaya pada Alkitab "dari depan sampai belakang," sebenarnya tidak pernah benar-benar membacanya.
Tetapi jika Anda membaca Alkitab hanya lima belas menit sehari, Anda akan bisa membaca keseluruhan Alkitab sekali dalam setahun.

Jika Anda memotong 30 menit satu program televisi per hari, dan membaca Alkitab sebagai gantinya, maka Anda akan membaca seluruh Alkitab dua kali dalam setahun.

Membaca Alkitab harian akan menjaga Anda tetap dalam jangkauan suara Tuhan.
Inilah sebabnya mengapa Allah memerintahkan raja-raja Israel untuk selalu menyimpan salinan Firman-Nya di dekat mereka: "Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya" (Ulangan 17:19 a)

Namun jangan hanya menyimpannya di dekat Anda; bacalah secara teratur.
Sebuah alat sederhana yang membantu kita membaca Alkitab adalah dengan membuat rencana membaca harian.
Ini akan mencegah Anda melewatkan membaca Alkitab dengan semaunya, dan mengabaikan beberapa seksi Alkitab.


Renungkan Hal ini:

- Dalam kegiatan atau hobi apa, Anda menunjukkan disiplin yang ketat?
Bagaimana Anda menerapkan disiplin yang sama pada kebiasaan membaca Alkitab Anda?

- Bagaimana 15 menit sehari dalam Firman Tuhan akan mengubah cara Anda menjalani kehidupan sehari-hari Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46
____________________________________

Firman Tuhan banyak mengajarkan pelajaran tentang kehidupan ini, jadi jangan pernah melupakan untuk membaca dan merenungkannya siang malam.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Sabtu, Februari 02, 2013 |

Kita Tidak Bisa Hidup Tanpa Tuhan

Yohanes 17:17 "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran"

Roh Allah menggunakan Firman Tuhan untuk membuat kita menjadi seperti Anak Manusia.
Untuk menjadi seperti Yesus, kita harus mengisi hidup kita dengan Firman-Nya.
Alkitab mengatakan, "Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:17)

Firman Tuhan berbeda dengan firman-firman lainnya.
Firman Tuhan hidup.
Yesus berkata, "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup" (Yohanes 6:63)

Ketika Allah berfirman, maka segalanya diubahkan.
Segala sesuatu di sekitar Anda, semua ciptaan, ada karena "Allah berfirman".
Dia berfirman dan menjadikan segalanya ada.

Firman Tuhan menghasilkan kehidupan, menciptakan iman, menghasilkan perubahan, menggentarkan Iblis, menciptakan mujizat, menyembuhkan penyakit, membangun karakter, mengubah keadaan, menanamkan sukacita, mengatasi kesulitan, mengalahkan godaan, menanamkan harapan, memunculkan kekuatan, membersihkan pikiran kita, membuat segalanya menjadi ada, dan menjamin masa depan kita selamanya.
Kita tidak bisa hidup tanpa Firman Tuhan.
Jangan pernah menyepelekannya.
Anda harus menganggapnya sama pentingnya dengan makanan yang Anda butuhkan setiap hari.

Ayub berkata, "Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya" (Ayub 23:12)
Firman Tuhan adalah makanan rohani yang harus Anda punya untuk memenuhi tujuan hidup Anda.

Renungkan hal ini :

- Bagaimana Anda tahu jika Firman Tuhan telah mengubah hidup Anda?

- Tanyalah pada orang lain apa yang mereka lakukan untuk tetap tinggal di Firman Tuhan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 27-28; Matius 21:1-22
____________________________________

Berbagilah dengan orang lain apa yang Anda lakukan untuk tetap tinggal dalam Firman Tuhan. Belajarlah dari satu sama lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

| Jumat, Februari 01, 2013 |
Back to Top