Tidak Percaya Pada Tuhan Membuat Anda Stres

Mazmur 20: 7 "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita."

Semua orang percaya pada sesuatu. Pertanyaannya adalah, pada apa – atau pada siapa - Anda percaya?

Masyarakat kita cenderung menganggap rendah rasa percaya. Kita menjadi skeptis dengan semua orang dan segala hal. Kita tidak percaya pada pemerintah. Karyawan tidak percaya pada bosnya. Pelanggan tidak percaya pada penjualnya. Jika Anda cermati masalah ini sampai ke akar-akarnya, Anda akan mendapati bahwa kurangnya rasa percaya pada apa yang benar di masyarakat kita merupakan salah satu penyebab terbesarnya. 

Kebenaran dan rasa percaya saling bergandengan. Anda percaya pada orang-orang yang berkata jujur pada Anda. Anda tidak akan percaya pada seseorang yang bebohong pada Anda. Dan jika Anda tidak percaya pada kebenaran yang absolut, maka Anda tidak akan bisa percaya pada siapa pun untuk memberitahu Anda yang sejujurnya.

Kurangnya rasa percaya menyebabkan stres luar biasa dalam hidup ini. Kita dilahirkan untuk percaya. Tuhan menciptakan kita dengan kapasitas dan hasrat untuk percaya pada sesuatu yang lebih besar dibanding diri kita sendiri, sebab Dia ingin kita memiliki keterikatan dengan-Nya.

Jika Anda tidak percaya Tuhan, maka Anda akan menciptakan sesuatu untuk Anda pegang dan percaya. Itu bisa berupa ijazah sekolah Anda, uang di bank, pasangan Anda, karier Anda, atau hobi Anda. Keinginan untuk percaya pada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri juga bukan hal yang baru. Para penulis Alkitab pun sangat paham akan hal ini di dalam budaya mereka. Alkitab mengatakan dalam Mazmur 20: 7, "Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita."

Alkitab punya sebuah kata yang menggambarkan sesuatu yang selain Allah yang kita percayai. Alkitab menyebutnya sebagai "berhala." Firman Tuhan mengatakan bahwa, untuk kebaikan kita sendiri, kita perlu menjauhkan diri dari segala macam berhala: "Hati-hatilah sekali--sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;" (Ulangan 4: 15-16).

Renungkan hal ini:
- Apa hal yang membuat Anda tergoda untuk percayai, ketimbang Tuhan?
- Bagaimana kurangnya kepercayaan terhadap Tuhan menyebabkan stres dalam hidup Anda?
- Lihatlah area-area dalam hidup Anda yang membuat Anda stres. Apa yang telah Anda pelajari dari sana tentang hal beriman kepada Tuhan? Bagaimana Anda dapat mengubahnya?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23


Percaya pada manusia, pasti akan mengecewakan.
Bermegah dan percayalah pada Tuhan yang tidak akan pernah mengecewakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 30, 2018 |

Ketika Anda Membuat Berhala, Anda akan Berakhir seperti Mereka

Mazmur 115: 8 "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya."

Setiap orang percaya pada sesuatu. Kita bahkan bisa saja membuat hal-hal yang baik - seperti perkawinan kita, keluarga kita, atau bahkan pelayanan kita di gereja - sebagai berhala kita.

Namun percaya hal-hal selain Allah dapat memberikan dampak yang menghancurkan bagi kehidupan kita. Jika kita berpikir dengan siapa kita, atau apa yang kita lakukan akan membuat kita benar-benar merasa terpenuhi, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan diri kita untuk kekecewaan yang mendalam. Alkitab mengingatkan kita akan hal ini di dalam kitab Yeremia ketika dia berkata, "Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya" (Yeremia 10:14).

Pada kenyataannya, kita membuat berhala sepanjang waktu, dengan karier, hubungan, dan rekening bank kita. Kita bertindak seolah-olah hal-hal yang diciptakan tersebut memberi kita arti hidup.

Dan ketika kita melakukan itu, sesungguhnya kita sedang menciptakan kegagalan. Alkitab berkata, "Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: "Bukankah dusta yang menjadi peganganku?" (Yesaya 44:20).

Alkitab berkata, "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya" (Mazmur 115: 8). Apa pun yang paling Anda hargai dalam hidup ini, Anda akan menjadi seperti itu. Jika Anda menghargai uang, pada akhirnya Anda akan menjadi seorang materialistis. Jika Anda menghargai kesenangan, Anda akan jadi menjadi seorang hedonis. Jika Anda menghargai karya, Anda akan menjadi seorang pragmatis. Jika Anda menghargai Yesus Kristus di atas segalanya, Anda akan menjadi seorang Kristen.

Jadi, jika menempatkan hal-hal yang lain, selain Allah di posisi pertama dalam hidup kita akan mencelakakan kita, mengapa kita mau melakukannya?

Kita menginginkan dewa yang bisa kita kendalikan. Kita ingin bisa mengaturnya. Jika kita menjadikan uang sebagi tuhan kita, maka kita ingin mengendalikannya. Jika kita menjadikan orang lain sebagai dewa kita, kita ingin mengendalikan mereka. Itu membuat kita merasa lebih baik.

Tetapi kita tidak bisa mengendalikan Tuhan. Kata-Nya, "Jangan mengecilkan Aku. Jangan menyesuaikan-Ku dengan gaya hidupmu. Jangan mencoba mengendalikan-Ku."

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain mendirikan bahtera mereka yang pada akhirnya menguasai hidup mereka?
- Bagaimana bisa bahkan hal-hal yang sehat sekalipun menjadi berhala dalam hidup kita?
- Apa yang Anda butuhkan untuk melepaskan kendali Anda sehingga tidak ada bahtera dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 14-16; Kisah Para Rasul 9:22-43


Berhala adalah kebohongan. Tapi sayangnya, kita sulit meningalkannya, bahkan meskipun setelah itu mengecewakan kita. Dan pada akhirnya, itu akan memperbudak kita. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 29, 2018 |

Bisakah Anda Benar-benar Mengadalkan Tuhan?

Amsal 3: 5-6 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Bagi sebagian besar dari kita, alasan mengapa kita tidak mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Allah ialah karena kita tidak benar-benar mengenal Dia. Kita biasanya tidak percaya pada orang yang tidak kita kenal.

Begitupun dengan Tuhan. Itulah mengapa Dia ingin Anda mengenal diri-Nya yang sesungguhnya - bukan versi palsu yang Anda pelajari dari budaya populer. Banyak mitos populer tentang siapa Tuhan adalah tidak benar. 

Misalnya, ada yang percaya jika Tuhan itu seperti:

Polisi alam semesta: Dia adalah polisi jahat di atas langit yang ingin menangkap basah kita saat kita berbuat dosa.

Sinterklas surgawi: Dia ada di sana untuk memberi hadiah. Dia tersenyum, mengangguk, dan tidak pernah benar-benar memperhatikan daftar anak-anak yang nakal di bumi. 

Pria tua yang bijak: Dia adalah pria tua yang tidak jauh beda dari Anda. Dia juga punya kekurangan dan mengalami kegagalan. Dan dia sendiri pun tak tahu solusinya. 

Kekuatan: Seperti dalam seri sains-fiksi terkenal "Star Wars," Tuhan bagaikan satu kekuatan yang netral yang bisa kita pengaruhi sesuai kehendak kita sendiri.


Apabila saya mengangap Tuhan sebagai salah satu dari kesalahpahaman populer di atas, mungkin saya juga tidak akan percaya pada-Nya. Tetapi sesungguhnya, Dia beda. Alkitab melukiskan gambaran yang keseluruhan karakter Allah yang jauh berbeda dari pemahaman dunia tadi. 

Sesungguhnya, Tuhan amat sangat pantas untuk dipercaya, sebab tidak ada makhluk di jaga raya ini yang mampu mempengaruhi dunia ini seperti diri-Nya. Alkitab berkata, "Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku" (Mazmur 54: 4).

Tuhan memiliki kuasa (dan keinginan) untuk menopang dan membantu Anda melalui apa pun yang tengah Anda alami. Dia ingin memberi Anda yang terbaik dalam hidup- dan Dia mampu membantu Anda untuk mewujudkannya. Dia adalah sang pencipta alam semesta. Dia punya segala sesuatunya di alam semesta ini yang dapat membantu Anda berhasil jika Anda ikut Dia. 

Namun, kuncinya adalah, Anda harus percaya kepada-Nya. 
Alkitab berkata, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu" (Amsal 3: 5-6). Anda dapat mempercayakan Tuhan segala yang Anda miliki, sebab Ia dapat membantu Anda untuk sukses jika Anda bersedia melakukannya. Tapi itu bukan berarti Dia akan memberi Anda uang, ketenaran, atau kekuasaan yang Anda inginkan, melainkan, jika Anda percaya pada-Nya, maka Dia akan membantu Anda untuk berhasil dalam apa yang Dia kehendaki untuk Anda lakukan. 

Renungkan hal ini:
- Manakah dari kesalahpahaman tentang Tuhan di atas yang menurut Anda yang paling lazim ditemukan di antara teman dan keluarga, dan masyarakat?
- Bagaimana kehidupan seseorang akan berubah ketika mereka memiliki pemahaman yang tepat tentang siapakah Allah?
- Apa satu area dalam kehidupan Anda di mana Anda harus mulai sepenuhnya percaya pada Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 11-13; Kisah Para Rasul 9:1-21


Tuhan adalah sumber segala sesuatu, Dia adalah yang awal dan yang akhir. Percayakan hidup Anda padaNya.
| Kamis, Juni 28, 2018 |

Dasar Perubahan Pribadi: Pemikiran Baru

Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Kita telah membicarakan hal ini sebelumnya: Peperangan melawan dosa mulainya dari pikiran Anda, bukan dari tindakan Anda. Cara Anda berpikir menentukan apa yang Anda rasakan, dan cara Anda merasa menentukan cara Anda bertindak. Jika Anda ingin mengubah cara Anda bertindak, mulailah dengan mengubah cara pikir Anda. Selain itu, jika Anda ingin mengubah perasaan Anda, Anda harus mulai dengan cara pikir Anda. 

Berpikir - Merasakan - Bertindak

Misalnya saya berkata, "Saya harus lebih mencintai anak-anak saya," atau "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan terwujud. Mengapa? Sebab Anda tidak bisa melawan perasaan Anda. Yang harus Anda lakukan ialah mengubah cara Anda berpikir tentang anak-anak Anda, tentang suami Anda, tentang istri Anda. Barulah itu akan mengubah perasaan Anda, dan kemudian itu akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).

Saya menyimpulkannya seperti berikut: Anda bukan seperti apa yang Anda pikirkan, melainkan, apa yang Anda pikirkan. Peperangan dosa, pertarungan melawan kekurangan-kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka - itu dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah apapun menyangkut perilaku Anda atau emosi Anda, maka mulailah dari pemikiran dan sikap Anda.

Pembaharuan pikiran berkaitan dengan "pertobatan." Saya tahu pertobatan adalah satu kata kotor bagi banyak orang. Mereka menganggap pertobatan adalah sesuatu yang tidak asyik, sesuatu yang benar-benar tidak ingin mereka lakukan, sesuatu yang menyakitkan. Mereka langsung membayangkan seorang pria yang berdiri di pinggir jalan yang mengancungkan poster berbunyi, "Bertobatlah. Kiamat sudah dekat."

Pertobatan tidak ada hubungannya dengan perilaku Anda. Pertobatan adalah soal mengubah pikiran Anda, belajar berpikir secara berbeda. Intinya, "bertobat" berarti mengubah arah pandang kita. Itu sesuatu yang Anda lakukan di dalam pikiran Anda, bukan perilaku Anda. Mengubah cara pikir akan kemudian mempengaruhi emosi Anda dan pada akhirnya, perilaku Anda.

Ketika saya bertobat, saya berbalik arah. Saya beralih dari rasa bersalah kepada pengampunan. Saya beralih dari hidup yang tanpa tujuan kepada hidup yang bertujuan. Saya beralih dari tanpa harapan kepada harapan baru. Saya beralih dari frustrasi kepada kebebasan. Saya beralih dari kegelapan menuju terang. Saya beralih dari neraka menuju surga. Saya beralih dari kedengkian kepada cinta kasih. 

Saya juga mengubah cara berpikir saya tentang Tuhan. Dia tidak marah pada saya; Saya bercacat-cela tetapi saya sangat dicintai-Nya. Saya mengubah cara saya berpikir tentang Anda, saya mengubah cara saya berpikir tentang anak-anak saya, dan saya mengubah cara saya berpikir tentang istri saya. Saya mengubah cara saya berpikir tentang dunia, saya mengubah cara saya berpikir tentang ekonomi, dan saya mengubah cara saya berpikir tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan saya.

Maka, pembaharuan pikiran bukan hanya berarti mengubah cara Anda berpikir tentang Yesus; itu juga mengubah cara Anda berpikir tentang kekurangan dan cacat cela Anda. Alkitab memberitahu kita, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Filipi 2: 5).

Renungkan hal ini: 
- Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata "pertobatan"?
- Apa area dalam hidup Anda dimana Anda perlu mengambil langkah pertama untuk mengubah cara pikir Anda?
- Kita telah belajar tentang beralih dari rasa bersalah kepada pengampunan, dari hidup tanpa tujuan kepada hidup yang bertujuan, dari tanpa harapan menuju harapan baru. Apa jenis "putar balik mental" yang paling Anda butuhkan dalam hidup Anda saat ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40


Perubahan membutuhkan pemikiran baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran Tuhan dan mulai memilih pilihan-pilhan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara berpikir kita.
| Rabu, Juni 27, 2018 |

Kuasa Tuhan untuk Terus Maju

Mazmur 40:17 "Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!"

Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah selalu menyelesaikan apa yang Ia mulai: "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1: 6). Ayat ini tidak mengatakan, "Allah mungkin akan menyelesaikannya." Ini juga tidak mengatakan, "Allah berharap bisa menyelesaikannya." Melainkan dikatakan bahwa Allah akan menyelesaikannya. Apa artinya?

Artinya jika Anda benar-benar mau memberikan hidup Anda kepada Yesus Kristus - jika Anda mau membuka diri kepada Allah dan berkata, "Kristus, jadilah yang nomor satu dalam hidupku" - Anda akan berhasil pergi ke surga. Tidak perlu diragukan lagi. Titik. Anda akan berhasil melewati garis finish karena itu tidak bergantung pada kinerja Anda; itu tergantung pada kasih karunia Allah yang terus-menerus. Pertanyaannya adalah bagaimana Anda akan menyelesaikan perlombaan hidup. Anda dan saya pun tahu bahwa beberapa orang menyelesaikan perlombaan hidup dengan buruk, sementara yang lain menyelesaikanya dengan baik.

Saya tidak ingin Anda masuk surga begitu saja. Saya tidak ingin Anda hanya melewati garis finish. Saya ingin membantu Anda menyelesaikan perlombaan hidup ini dengan baik. Saya ingin Anda menikmati hidup, hidup berkelimpahan, belajar untuk memahami apa tujuan Allah menciptakan Anda, dan kemudian melaksanakannya. 

Bagaimana Anda bisa yakin bahwa Anda akan menyelesaikan perlombaan kehidupan ini dengan baik? Oleh karena kasih karunia Allah yang terus-menerus. Allah tidak ingin hanya sekedar menyelamatkan Anda. Dia ingin menjadi pondasi Anda sepanjang hidup Anda. Dia ingin Anda berhasil.

Apa yang dimaksud dengan kasih karunia yang terus-menerus?

Artinya adalah kuasa untuk terus berjalan ketika Anda merasa ingin menyerah. Ini adalah kuasa untuk melakukan hal yang benar ketika Anda merasa tidak ingin melakukan hal yang benar.

Ada banyak perangkap dalam lomba maraton kehidupan. Tetapi terlepas dari apa yang Anda lalui, bagaimanapun yang Anda hadapi tahun ini, Anda dapat mengandalkan kasih karunia Allah yang tak ada habisnya itu. 

"Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!" (1 Petrus 5:12).

Renungkan hal ini:
- Mengapa kita begitu sering mencoba untuk "sekedar berhasil" melewati hari-hari, sementara Tuhan ingin kita mengalami kehidupan yang berkelimpahan?
- Bagaimana selama ini kasih karunia Allah yang tak ada hentinya itu membantu Anda untuk bertahan melewati pencobaan?
- Dalam situasi apa Anda membutuhkan bantuan Tuhan untuk berdiri teguh? Bagaimana Anda meminta Dia menolong Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 5-7; Kisah Para Rasul 8:1-25


Kasih karunia Allah bagi Anda tidak akan ada habisnya, anugerahNya selalu baru setiap pagi.
Anda boleh jatuh hari ini, tapi besok Anda dapat bangkit lagi dengan kekuatan dari Tuhan.
Perubahan membutuhkan pemikiran baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran Tuhan dan mulai memilih pilihan-pilhan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara berpikir kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 26, 2018 |

Percayalah pada Siapa Pemilik Anda

Yohanes 8:12 "Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Ketika Yesus berkata, "Akulah terang dunia," Dia sedang mendefinisikan diri-Nya sendiri. Maksud-Nya adalah, "Aku tahu siapa Aku." Setidaknya itu dicatat 18 kali di dalam Alkitab, Yesus berkata, "Akulah" dan kemudian Dia menyatakan siapa diri-Nya. Dia menggambarkan diri-Nya sebagai pintu keselamatan, roti hidup, jalan, kebenaran, kebangkitan, dan hidup. Berulang-ulang kali Dia mendefinisikan diri-Nya sendiri. Yesus tahu siapa Dia (dan masih), dan pada akhirnya, Dia tidak merasa tertekan.

Inilah prinsip dari identitas diri. Bila Anda tidak yakin dengan siapa diri Anda, maka Anda akan merasa tertekan karena berusaha menyesuaikan diri dengan acuan orang lain. Mereka akan memanipulasi Anda. Mereka akan mencoba membuat Anda menjadi seperti apa yang mereka mau, ketimbang apa yang Tuhan kehendaki. 

Salah satu penyebab utama stres adalah karena Anda mencoba menjadi orang lain. Ketika Anda takut seseorang akan mengetahui seperti apa Anda sesungguhnya dan ketika Anda takut tak bisa menjaga "image" yang sudah terbentuk, itu akan membuat Anda stres. 

Satu-satunya cara agar Anda dapat mengimbangi tekanan eksternal ialah dengan merasa puas dengan siapa Anda sesungguhnya dan mengetahui kehendak Allah atas Anda. Anda dapat mencaritahu identitas Anda dengan mengetahui siapa Pemilik Anda.

Alkitab mengatakan bahwa Anda diciptakan oleh Allah. Anda amat dikasihi Dia. Anda diterima sebagaimana adanya. Dia punya rencana untuk hidup Anda. Apabila Anda belum mengerti ini, maka Anda akan terus merasa gelisah dan tertekan. Anda tidak akan bisa melayani orang lain sampai Anda menyelesaikan masalah ini.

Yesus terus menerus melakukan hal-hal yang mengejutkan orang lain. Dia merendahkan diri-Nya dan melayani mereka. Tak satu pun dari para murid yang pernah menyangka Yesus mencuci kaki mereka di Ruang Atas. Tetapi Yesus selalu melayani dari posisi yang kuat. Dia tahu siapa Dia dan siapa Pencipta-Nya, jadi tak masalah kalau Dia merendahkan diri-Nya untuk melayani mereka.

Pelayanan bergantung dari bagaimana Anda memandang diri Anda. Bila Anda belum berhasil mengatasi kebingungan akan identitas diri Anda dan belum merasa nyaman dengan diri sendiri, maka Anda akan enggan membantu orang lain. Yakinlah dengan siapa Anda dan siapa Pemilik Anda, supaya Anda dapat melayani orang lain dengan sepenuh. 

Renungkan hal ini: 
- Apa bedanya antara apa yang dunia ini dan yang orang lain katakan tentang Anda, dengan apa yang Anda percaya Tuhan katakan tentang Anda?
- Apa artinya melayani dari posisi yang kuat?
- Mengapa kita lebih efektif melayani ketika kita merasa yakin dengan identitas diri kita di dalam Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 3-4; Kisah Para Rasul 7:44-60


Tuhan menganggap Anda sebagai milikNya yang sangat berharga.
Bagaimana Anda menghargai diri Anda sendiri?

| Senin, Juni 25, 2018 |

Anda adalah Tujuan dari Kasih Allah

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Karena Allah begitu mengasihi Anda, sehingga Dia mengutus Yesus dalam sebuah misi kasih dengan sebuah pesan kasih. Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah memiliki kasih; dikatakan bahwa Allah adalah kasih. Kasih adalah sifat-Nya; Allah adalah kasih. Dia menciptakan seluruh alam semesta ini. Dia menciptakan planet ini; Dia menciptakan umat manusia. Dan Dia menciptakan Anda sebab Dia mengasihi Anda. 

Bisa dikatakan alasan mengapa Anda hidup ialah karena Allah menciptakan Anda sebagai obyek atau tujuan dari kasih-Nya. Dia menciptakan Anda agar Dia dapat mengasihi Anda, dan begitupun sebaliknya, agar Anda mengasihi Dia. Kasih-Nya untuk Anda ialah alasan mengapa jantung Anda berdetak saat ini; itulah alasan mengapa Anda bernafas saat ini. 

Kabar Baik yang Kristus bawa adalah bahwa kasih-Nya untuk Anda tetap sama di hari-hari baik Anda maupun di hari-hari buruk Anda. Dia mengasihi Anda baik ketika Anda bisa merasakan kasih-Nya atau bahkan ketika Anda tidak bisa merasakan kasih-Nya. Dia mengasihi Anda baik apakah Anda menganggap diri Anda pantas menerima kasih-Nya atau tidak.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).

Ketika Yesus merentangkan tangan-Nya di kayu salib, Dia seolah berkata, "Aku sangat mengasihimu! Aku sangat mengasihimu maka Aku rela berkorban untukmu. Aku sangat mengasihimu, Aku rela mati untukmu, Aku tak mau hidup tanpamu."

Kasih Allah melampaui segala akal pengetahuan manusia, dan sulit bagi kita untuk memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus bagi setiap kita (lihat Efesus 3: 17-19).

Renungkan hal ini:
- Karena Allah itu kasih, apakah kasih-Nya telah menjadi bagian dari hubungan Anda dengan sesama? Bagaimana Anda mengekspresikan kasih-Nya dalam hubungan Anda dengan sesama?
- Apa yang telah Anda lakukan yang menyebabkan Anda kesulitan untuk percaya bahwa Allah tidak mengasihi Anda?
- Menurut Anda seberapa penting bagi kita untuk merasakan kasih Allah, terutama di hari-hari sulit?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 1-2; Kisah Para Rasul 7:22-43


Tak ada satupun perbuatan Anda yang akan menyebabkan Allah berhenti menyayangi Anda. Anda tak akan pernah bisa mencobanya - sebab kasih-Nya kepada Anda ialah atas dasar kasih karunia, bukan atas dasar apa yang Anda ucapkan atau yang Anda lakukan.
| Minggu, Juni 24, 2018 |

Bisakah Saya Yakin akan Masuk Surga?

Yohanes 5:24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.'

Kematian dan Kebangkitan Yesus membebaskan kita dari penghakiman.

Anda mungkin bisa bayangkan di hari penghakiman Anda berdiri di antrean yang teramat sangat panjang di luar gerbang Surga, dan kemudian Anda perlahan-lahan bergerak maju- selangkah demi selangkah. Ketika antrean Anda semakin dekat, Anda mulai berkeringat dan bertanya-tanya, "Apakah saya akan masuk Surga? Apakah saya bisa melewati gerbang ini? Apakah Allah akan memperlihatkan setiap kebodohan dan setiap hal jahat yang pernah saya buat di layar TV yang besar? Akankah setiap dosa saya akan diekspos?"

Saya punya sebuah kabar baik untuk Anda, yaitu janji Yesus Kristus. Alkitab mengatakan dalam Yohanes 3:18 bahwa mereka yang percaya kepada Yesus - Kematian dan Kebangkitan-Nya – ia tidak akan dihukum.

Seperti ini ilustrasinya: Anda berdiri di tengah antrean menunggu keputusan-Nya. Yesus melihat Anda dan berkata, "Aku mengenalmu. Kita sudah berteman selama bertahun-tahun. Kau percaya pada-Ku di hari Paskah. Ayo, ikut Aku. Kau boleh masuk lewat jalur ekspres. Kau bebas dari penghakiman." Ini sungguh sebuah kabar baik, bukan? Ya, tentu saja. 

Saya punya teman bernama Buddy yang bercerita pada saya bahwa ketika dia masih kecil, guru sekolah Minggunya mengajarkan dia jika Allah sedang duduk di Surga, mencatat setiap hal buruk yang pernah dilakukan Buddy. Gurunya itu benar-benar menyuruh mereka bernyanyi setiap minggu, "Tuhanku mencatat sepanjang waktu. Menacatat, mencatat, mencatat sepanjang waktu." Buddy berkata pada saya, "Itu membuatku takut. Yang ada di pikiranku waktu kecil hanyalah, 'Aku tidak akan pernah bisa masuk surga. Mengapa? Sebab daftar dosaku kian hari kian panjang dan panjang.'"

Apakah begitu cara Allah memperlakukan kita ketika kita datang dan menaruh iman pecaya kita kepada-Nya? Tidak! Malah sebaliknya, Allah menghapus, menghapus, menghapus dosa kita sepanjang waktu. Mengampuni, mengampuni, dan mengampuni kita setiap saat. Dia tengah duduk di surga, menekan tombol "hapus."

Mengapa? Sebab Alkitab mengatakan "Allah adalah kasih" (1 Yohanes 4: 8) dan kasih "tidak menyimpan kesalahan orang lain" (1 Korintus 13: 5). Jika Anda menaruh iman Anda pada kasih Yesus Kristus, masa dosa Anda dihapuskan.

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" (Roma 8: 1).

Renungkan hal ini:
- Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar orang berbicara tentang "hari penghakiman"?
- Bagaimana iman akan masa depan di surga membentuk perilaku dan pilihan-pilihan yang Anda buat setiap harinya? 
- Allah tidak menyimpan catatan kesalahan manusia, tapi mengapa masih penting bagi kita untuk tetap melakukan hal yang benar?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21


Percayalah pada kuasa pengampunan Tuhan. KasihNya melebihi seluruh dosa kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 23, 2018 |

Anda dapat Mengerti tentang Kebenaran dengan Melihat Tuhan

Amsal 2: 9 "Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik."

Ada tiga filosofi - individualisme, sekularisme, dan relativisme - yang telah menghancurkan termometer moral masyarakat kita selama beberapa dekade terakhir. Akibat yang muncul di masyarakat pada umumnya dan pada masing-masing kita secara individu amatlah dramatis. 

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Anda harus mulai dengan Allah. Dia adalah kebenaran. Apa yang benar dan apa yang salah bisa kita ketahui lewat sifat-sifat-Nya. Ketidakjujuran itu salah karena Tuhan itu jujur. Ketidaksetiaan itu salah karena Tuhan itu setia. Anda dapat belajar tentang kebenaran dengan melihat bagaimana Allah berinteraksi dengan kita.

Alkitab berkata, "Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik" (Amsal 2: 9). Kita dapat mengetahui karakter Allah melalui Firman-Nya. Alkitab mengajarkan kita apa yang benar, terlepas dari apakah kita menyukai kebenaran itu atau tidak. 

Begitu kita berjumpa dengan kebenaran itu, kebenaran Firman, maka kita akan mengenali dua fitur utama di dalamnya setiap kali kita melihatnya. 
1. Kebenaran Firman itu universal. Firman-Nya diperuntukkan bagi semua orang. Jika itu hanya untuk beberapa orang, itu namanya bukan kebenaran; itu hanya sebuah opini. 
2. Kebenaran Firman itu tidak akan berubah. Firman-Nya tidak akan terbawa arus tren atau apa yang tengah populer di zamannya. Perzinahan itu salah 2.000 tahun yang lalu, itu juga salah hari ini, dan akan tetap salah 4.000 tahun mendatang.

Pilihan ada di tangan Anda. "Keadilan siapa? Moralitas siapa? Komunitas siapa? Keluarga siapa? Nilai siapa?"

Jawabannya terserah Anda. Dunia ini memberi kita tiga pilihan akan cara mencaritahu kebenaran: Kita bisa memilih untuk mendasarkan moralitas kita pada pemikiran kita sendiri, atau pada pemikiran orang lain, atau pada pemikiran Allah. Hanya ada tiga pilihan. 

Pilihan kita akan menentukan bagaimana kita menjalani hidup, bagaimana kita mengasihi dan suatu hari kelak, bagaimana kita mati. Semua pilihan ada di tangan kita. 

Apa yang akan Anda pilih?

Renungkan hal ini: 
- Selama ini, bagaimana budaya kita berusaha membuat kita percaya bahwa kebenaran Tuhan bisa berubah?
- Mengapa Anda harus membuat pilihan-pilihan setiap hari dengan mendasarkan moral Anda hanya pada kebenaran Tuhan?
- Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih memahami sifat Allah melalui Firman-Nya, Alkitab?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 3-5; Kisah Para Rasul 5:22-42


Prinsip hidup dari, oleh dan kepada Tuhan adalah kebenaran yang sesungguhnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 22, 2018 |

Tuhan Menjadikan Anda Baru

Kejadian 32:28 "Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Anda tidak harus tetap sama! Dalam pertobatan, kita diberikan sebuah identitas baru. Lihatlah Yakub dalam kitab Kejadian. Begitu Yakub mengakui perilaku manipulatifnya, Allah memberinya sebuah identitas baru.

Perhatikan, ada tiga hal terjadi:

Allah memberi Yakub identitas baru (Kejadian 32:28). Pada intinya, Allah berkata, "Aku tahu kau telah melakukan dosa. Aku tahu kau berkomplot, tetapi Aku melihatmu sebagai seorang pangeran. Di balik semua masalah emosionalmu, semua kegalauanmu, semua rahasia burukmu yang tidak ingin orang lain ketahui, Aku melihat seorang pangeran." Di balik semua dosa dan kegagalanmu, Aku melihat seorang puteri / pangeran. Anda bisa menjadi sesuatu yang hebat. Anda bisa menjadi seperti apa yang Kurancangkan kepadamu."

Allah memberkati Yakub / Israel (Kejadian 32:29). Jauh di lubuk hati, kami sangat mengharapkan berkat Tuhan. Jika kita ingin berkat Tuhan, kita harus mengambil langkah yang dikehendaki Tuhan atas kita.

Allah membuat Yakub / Israel pincang (Kejadian 32:31). Ingat, ketika mereka bergulat, Allah mencederai sendi pangkal paha Yakub. Yakub kemudian berjalan dengan pincang, dan itu berfungsi sebagai pengingat bagi dia untuk bergantung pada Allah.

Allah melakukan karya terdalamnya di dalam hidup Anda ketika Dia memberi identitas Anda - siapa Anda dan cara Anda melihat diri sendiri. Anda cenderung bertindak sesuai dengan cara Anda berpikir tentang diri Anda sendiri, sebab itulah, Allah melakukan transformasi dalam hidup Anda dengan mengubah cara Anda melihat diri Anda sendiri.

Dia berkata, "Biarkan Aku menunjukkanmu bagaimana Aku memandangmu." Ketika Anda memandang diri Anda sebagaimana Tuhan memandang Anda, maka itu akan mengubah hidup Anda.

Renungkan hal ini:
Sudahkah Anda meminta Tuhan untuk memberkati Anda? Jika sudah, bagaimana Anda membuat diri Anda siap untuk mendengar petunjuk-Nya sehingga Anda dapat mengambil langkah-langkah yang Dia perintahkan kepada Anda?
Bagaimana Anda terlihat berbeda ketika Anda memandang diri Anda melalui sudut pandang Allah?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 1-2; Kisah Para Rasul 5:1-21


Allah membentuk Anda, bagaiman mengukir bejana tanah liat. Mulanya polos tidak berharga tanpa ukiran, namun dengan pisau koreksi Allah, jika Anda mau menerimanya, maka Anda dibentuk menjadi sebuah bejana yang indah dan tak ternilai harganya.
| Kamis, Juni 21, 2018 |

Hadiah Besar dari Tuhan

Roma 3: 24-25 "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Hadiah terbesar yang pernah diberikan kepada Anda tidak dibeli di toko. Anda tidak membelinya. Itu bahkan tidak dibungkus dengan kertas kado, namun itu mengorbankan Sang Pemberi. 

Alkitab mengatakan bahwa Allah mengutus Anak-Nya ke Bumi untuk memberi Anda karunia terbesar yang pernah ada. Dia datang ke Bumi untuk mati dan membuat Anda benar di dalam Tuhan. Roma 3: 24–25 mengatakan, "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."

Lalu mengapa Yesus harus mati? Mari kita kembali ke dasar kebenaran.

- Tidak ada seorangpun yang sempurna. Saya belum pernah bertemu seorang pun yang mengaku sempurna. Saya tidak cukup memenuhi standar saya, apalagi standar sempurna Tuhan. Begitu pula Anda. Kami semua telah gagal melakukannya. Alkitab mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, mengatakan," (Roma 3:23).

- Tuhan itu adil. Tuhan ingin menjadi adil. Ketika seseorang melanggar hukum, harus ada hukuman untuknya. Ketika Anda melanggar hukum manusia, Anda menanggung hukuman manusia. Ketika Anda melanggar hukuma Allah, maka Anda menanggung hukuman Allah. Alkitab mengatakan, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23).

- Yesus telah membayar harga untuk dosa kita. Alkitab mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21). Yesus telah menanggung dosa saya dan dosa Anda dan semua dosa yang pernah ada. Sungguh itu kabar sukacita, Injil. Yesus telah membayar harga yang tidak pernah dapat Anda bayar.

- Terimalah hadiah cuma-cuma dari Allah. Dia telah memberi kita karunia keselamatan gratis ketika Yesus menanggung dosa kita ke atas diri-Nya sendiri. Itu adalah hadiah yang harus kita terima. Alkitab berkata, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12).

Maukah Anda menerima karunia keselamatan Allah yang cuma-cuma itu? Ada satu hal untuk memahami dasar-dasar tentang bagaimana caranya memiliki hubungan dengan Yesus. Dengan kata lain, menerima Yesus. 
Saya berdoa Anda akan membuat keputusan yang sangat penting hari ini.

Jika Anda siap untuk menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, maka ikuti doa ini:

"Ya Yesus, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, maka semua kesalahan yang pernah kulakukan akan diampuni, aku akan mempelajari tujuan hidupku, dan aku percaya Engkau akan menerimaku masuk ke dalam rumah kekal-Mu di Surga kelak. 
Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkah adalah Tuhan, Juruselamatku. Aku menerima-Mu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku mau menyerahkan semua bagian kehidupanku ke dalam pemeliharaan-Mu. Engkau berhak mengambil alih hidupku. 
Yesus, aku ingin menerima kasih karunia terbesar-Mu. Terima kasih karena aku tidak perlu berusaha mendapatkannya sebab memang aku tak layak mendapatkannya. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani-Mu ketimbang melayani diriku sendiri. Dengan rendah hati, kumenyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta-Mu untuk menyelamatkanku dan menerimaku ke dalam keluargaku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini: 

Selain keselamatan Anda, apa hadiah paling berkesan yang pernah Anda terima?
Mengapa sulit menerima hadiah gratis yang mewah?
Siapa yang dapat Anda beri tahu minggu ini tentang karunia keselamatan Allah yang cuma-cuma itu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 12-13; Kisah Para Rasul 4:23-37


Tidak ada kasih tanpa pengorbanan. Semakin besar kasih kita, demikianlah besar pengorbanan yang rela Anda berikan.
Demikian juga Yesus, kasihNya terlalu besar bagi kita dibuktikan lewat pengorbananNya yang sempurna.

| Kamis, Juni 21, 2018 |

Karunia Keselamatan Ditawarkan Allah kepada Semua Orang

Roma 3:22 "Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan."

Ada lebih dari 7.000 janji Allah di dalam Alkitab untuk Anda. Itu ibarat sebuah cek kosong yang hanya tinggal menunggu untuk Anda cairkan. Dan di dalam setiap janji, pasti ada dasarnya.

Di dalam Alkitab, dasar janji Allah yang paling terkenal ialah Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Allah berjanji kita tidak akan binasa jika kita percaya kepada-Nya.

Karunia keselamatan Allah yang cuma-cuma itu ditawarkan kepada semua orang, apapun agama atau latar belakang budayanya. Yesus Kristus telah mati untuk kita semua.

Bagaimana kita menerima karunia yang gratis ini?

Alkitab mengatakan, "Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan" (Roma 3:22).

Meski siapa pun dapat mengakui bahwa Yesus itu ada, tapi satu-satunya cara kita bisa masuk Surga yaitu dengan menaruh kepercayaan kita kepada-Nya. Anda tidak dapat percaya pada Yesus kecuali Anda benar-benar mengenal Dia.

Inilah bedanya antara kepala dengan hati. Berikut ini satu contoh untuk membantu Anda menjelaskan perbedaan itu. Saya medapatkan hak istimewa untuk mengenal banyak orang, termasuk beberapa orang terkenal. Saya kenal Bill Gates. Kami sering berbicara pada event yang sama bersama. Kami duduk dan saya menjelaskan tentang Rencana DAMAI gereja kami kepadanya. Saya kenal Bill Gates, tetapi saya tidak benar-benar mengenalnya. Dia bukan sahabat saya, dan saya juga tidak tahu apa yang membuat dia seseorang yang amat memotivasi.

Tapi saya kenal istri saya. Kami telah menikah lebih dari 40 tahun. Saya tahu apa yang membuat dia bertindak ini itu. Saya tahu cara dia berpikir. Saya tahu apa yang dia pedulikan. 

Renungkan hal ini:
- Bagaimana mungkin kita mengenal Allah, tetapi tidak benar-benar mengenal-Nya?
- Bagaimana Anda bisa benar-benar mengenal Allah? Bagaimana hubungan Anda dengan Kristus terlihat nyata dalam hidup Anda?
- Seperti apakah kehidupan seseorang yang percaya pada Yesus? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-22


Berbicara tentang mengenal Allah artinya memiliki hubungan yang hidup dan nyata denganNya. Itulah artinya percaya pada Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 19, 2018 |

Anda Diterima Oleh Tuhan

1 Petrus 2: 9 "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"

Sebagian besar dari kita menghabiskan seluruh hidup kita berusaha untuk mendapatkan penerimaan. Kita ingin mendapatkannya dari orang tua, rekan, mitra dalam hidup, orang-orang yang kita hormati, dan bahkan saingan kita. Keinginan untuk diterima oleh orang lain mendorong kita untuk melakukan berbagai hal. Hal itu dapat mempengaruhi jenis pakaian yang Anda kenakan, jenis mobil yang Anda kendarai, jenis rumah yang Anda beli, bahkan karir yang Anda pilih.

Apakah Anda setuju bahwa orang-orang melakukan hal-hal paling gila untuk diterima orang lain? Ingat waktu kita kecil sangat ingin diterima oleh teman-teman kita. Saat seorang teman berkata pada Anda, "Aku tantang kamu melakukan ini," dan kemudian Anda melakukan sesuatu yang bodoh? Anda melakukannya karena keinginan Anda untuk diterima mengalahkan keinginan terdalam Anda untuk tidak dipermalukan di depan teman-teman Anda.

Waktu kita kecil, ingat betapa senangnya kita ketika dipilih oleh tim baseball kita sendiri sebagai pemain terbaik? Ingat betapa kecewanya kita setelah setengah permainan, kita tidak kunjung dipilih?

Kita suka perasaan diterima.

Menjadi orang yang terpilih mampu melakukan hal-hal luar biasa untuk membangkitkan harga diri Anda. 1 Petrus 2: 9 mengatakan, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih," Itu harusnya dapat menaikkan percaya diri Anda! Kristus telah menerima Anda - bukan berdasarkan kinerja Anda, atau berdasarkan kerja keras Anda, atau berdasarkan sesuatu yang pantas Anda terima. Allah hanya berkata, "Aku memilihmu."

Anda mungkin telah menerima Yesus ke dalam hidup Anda, tetapi pernahkah Anda menyadari bahwa Kristus telah menerima Anda? Anda tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkannya; Anda tidak perlu membuktikan diri Anda kepada-Nya.

"Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku" (Mazmur 27:10). Mungkin Anda memiliki orang tua yang tidak pernah bisa puas dengan pencapaian Anda. Apa pun kebisaan Anda, itu tidak pernah cukup baik di mata mereka. Jika Anda mendapat C, mereka menginginkan B. Jika Anda mendapat B, mereka menginginkan A. Jika Anda mendapat A, mereka menginginkan A+.

Masalahnya adalah sebagian dari Anda hari ini masih berusaha membuktikan diri kepada orang tua Anda. Anda masih berusaha mendapatkan penerimaan dari mereka. Tetapi sesungguhnya, masalahnya adalah bukan pada diri Anda, namun pada diri mereka. Jangan khawatir. Ini kabar baiknya: Anda tidak butuh persetujuan mereka untuk bahagia! Ada lebih dari 7 miliar orang di dunia ini, jika dua orang tidak menyukai Anda, so what? Sebagai bagian dari keluarga Allah, itu artinya Anda telah diterima oleh Allah!

Renungkan hal ini:
- Atas dasar apa, Anda mendasarkan harga diri Anda?
- Bagaimana desakan untuk diterima oleh orang lain mempengaruhi Anda secara fisik? Bagaimana dengan emosi dan jiwa Anda?
- Apakah Anda merasa mudah atau sulit untuk menerima kebenaran bahwa Kristus telah menerima Anda? Mengapa?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3


Kasih Allah lebih kuat dari maut. Semakin Anda merasa sebagai orang yang paling berdosa, sebesar itu pula kasih Tuhan dilimpahkan menutupi besarnya dosa Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 19, 2018 |

Anda Memiliki Akses Langsung kepada Tuhan

1 Petrus 2: 5a "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus,"

Allah berfirman bahwa Anda adalah seorang pendeta. Jika dilihat dari asal-usul Anda, itu mungkin membingungkan atau malah mengerikan. Dalam bacaan kita hari ini, Petrus mengatakan bahwa dua manfaat yang dimiliki para pendeta atau imam adalah juga diperuntukkan bagi semua orang percaya.

Dalam Perjanjian Lama, para imam memiliki dua hal:
1. Mereka memiliki hak, hak istimewa, dan kepercayaan untuk bisa langsung datang kepada Allah. Mereka bisa berdoa dan berbicara kepada Allah, beribadah, dan bersekutu dengan Allah. Semua orang harus datang melalui seorang imam atau pendeta untuk berhubungan dengan Allah.

2. Mereka memiliki hak istimewa dan kepercayaan untuk mewakili Allah bagi orang banyak dan untuk melayani kebutuhan orang lain (pelayanan).

Itulah dua kebenaran penting tentang Anda dan saya sebagai orang percaya.

Anda sekarang memiliki akses langsung kepada Allah. Anda tidak perlu berdoa melalui orang lain. Anda tidak perlu mengakui dosa Anda melalui orang lain. Anda tidak perlu bersekutu dengan Tuhan melalui orang lain. Bacalah Alkitab Anda, berbicaralah dengan Tuhan, dan bersekutulah langsung dengan Dia.

Alkitab mengatakan bahwa ketika Yesus mati di kayu salib, tabir Bait Suci terbelah- tabir ini memisahkan Ruang Mahakudus di mana Roh Allah berada, dengan tempat manusia berada. Hanya para imam yang bisa pergi ke balik tabir tersebut setahun sekali. Ketika Yesus mati di kayu salib, Allah merobek tabir itu - sekitar 70 kaki panjangnya - dari atas ke bawah dimana itu melambangkan bahwa tidak ada lagi penghalang antara Dia dan kita.

Anda juga telah dikaruniai dengan kemampuan untuk melayani orang lain. Setiap orang Kristen adalah pelayan Tuhan. Setiap kali Anda menggunakan bakat dan karunia Anda untuk membantu orang lain, artinya Anda tengah melayani.

"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman" (2 Timotius 1: 9). Mengapa Allah menyelamatkan Anda? Sehingga Anda bisa melayani Dia. Orang Kristen yang tidak melayani berseberangan dengan rancangan Allah atas kita.

Bagaimana Anda tahu apa jenis pelayanan Anda? Lihatlah talenta, bakat, dan kemampuan Anda. Ketika Anda menggunakan talenta dan karunia itu untuk membantu orang lain, itu disebut pelayanan – itu bukan sesuatu yang sombong atau yang menakutkan. Talenta Anda bertujuan untuk membantu orang lain. Bisakah Anda menjadi pendeta di kantor penjualan? Pasti Anda bisa. Bisakah Anda menjadi pendeta sebagai akuntan? Tentu saja. Sebagai pengemudi truk? Tentu saja.

Setiap kali Anda membantu orang lain di dalam nama Allah, artinya Anda sedang melayani.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda menggunakan karunia dan kemampuan Anda untuk melayani Tuhan serta orang lain?
- Bagaimana hidup Anda akan berubah seandainya dahulu Anda melihat pekerjaan Anda, lingkungan Anda, dan hubungan Anda sebagai sebuah pelayanan dan peluang untuk melayani?
- Bagaimana Anda memanfaatkan status Anda sebagai seorang imam? Apakah Anda memanfaatkan sepenuhnya akses langsung Anda kepada Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Yesus telah berkorban di salib, korbanNya telah merobohkan dinding dosa yang menjadi penghalang doa kita. 
Jangan takut dan kalah akan bisikan setan di penuduh yang membuat Anda merasa tidak layak untuk maju dan memohon pengampunan padaNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 18, 2018 |

Tujuh Ciri-ciri Belas Kasih

Yakobus 3: 17a "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." 

Belas kasih itu bagaikan sebuah berlian, memiliki banyak sisi. Hari ini kita akan melihat tujuh aspek belas kasih, karena saya jamin bila Anda ingin menjadi pelaku kasih, maka itu akan mengubah relasi Anda dengan orang lain.

1. Belas kasih berarti bersabar dengan kekurangan orang lain. Bagaimana Anda bisa lebih sabar terhadap anak-anak, pasangan, atau teman-teman Anda? Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." Semakin bijak Anda, semakin sabar dan berbelas kasih Anda.

2. Belas kasih berarti membantu siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka. Anda tak dapat mengasihi sesama layaknya diri Anda sendiri jika tanpa belas kasih. Amsal 3:27 mengatakan, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Tetapi Allah tidak sekedar memperhatikan apa yang Anda lakukan. Dia memperhatikan sikap Anda: "Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita" (Roma 12: 8).

3. Belas kasih berarti memberi orang lain kesempatan kedua. Ketika seseorang menyakiti kita, kita biasanya ingin membalas atau menjelek-jelekkan orang tersebut. Namun Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4: 31-32).

4. Belas kasih berarti berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda. Belas kasih memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang layak dan pantas mereka terima. Kenapa kita harus melakukannya? Sebab itulah yang dilakukan Allah terhadap Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Lukas 6: 35-36).

5. Belas kasih berarti bersikap baik kepada mereka yang menyinggung Anda. Anda harus lebih tertarik untuk memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus, ketimbang memenangkan argumen Anda. Yudas 1: 22-23 mengatakan, "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

6. Belas kasih berarti membangun jembatan kasih kepada mereka yang sulit untuk dikasihi. Ini apa yang saya sebut kemurahan hati yang direncanakan, sebab Anda telah mengambil pilihan untuk membangun persahabatan dengan orang-orang yang dijauhi atau mereka yang tidak diterima di tempat kerja atau di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi bertanya mengapa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang mereka anggap sampah masyarakat, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9: 13b).

7. Belas kasih berarti menghargai hubungan di atas aturan yang ada. Roma 13:10 mengatakan, "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat." Jika Anda ingin menunjukkan belas kasih Anda, maka perlakukan orang lain dengan baik, meski hukum dan aturan masyarakat memandangnya salah. Dobrak segala prosedur, dan menangkan jiwa-jiwa mereka. Tempatkan hubungan dengan sesama di atas hukum dan peraturan yang dibuat manusia. Pilihlah kasih, ketimbang hukum.

Renungkan hal ini:
- Di dalam hidup bermasyarakat, mengapa seringkali kita lebih cenderung ingin memenangkan argumen kita, ketimbang memenangkan orang lain kepada Kristus?
- Jika belas kasih berarti lebih menghargai hubungan dengan sesama di atas segala aturan manusia, apa yang perlu Anda ubah tentang cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja Anda? Bagaimana dengan anak-anak Anda?
- Minggu ini, apa yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan belas kasih Anda kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang tersakiti?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1


Belas kasihan Yesus pada Anda begitu dalam dan tulus, sampai Dia turut merasakan penderitaan dan kesedihan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Juni 14, 2018 |

Bagaimana Hasrat Rohani Anda?

1 Petrus 2: 2 "Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,"

Apakah Anda lapar akan Tuhan?

Adalah mungkin untuk memelihara rasa lapar spiritual kita akan Tuhan. Berikut lima cara untuk mempertahankan hasrat spiritual kita.

1. Ingat betapa Tuhan mengasihi Anda. Semakin Anda memahami betapa Tuhan mengasihi Anda, semakin Anda akan mengasihi-Nya. Alkitab berkata dalam Efesus 3: 18-19, "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."

2. Berhenti mengisi hati Anda dengan makanan sampah. Anda merupakan makhluk rohani yang diciptakan oleh Allah dengan sebuah lubang kekosongan di hati yang hanya bisa diisi oleh Allah sendiri. Ketika Anda mencoba mengisinya dengan gaji, status, kesuksesan, nafsu, harta, kekuasaan, prestise, atau apa pun itu selain Allah, tidak ada satupun dari itu semua yang dapat memuaskan Anda. Amsal 15:14 mengatakan, "Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan."

3. Jadikan mengenal Allah sebagai tujuan nomor satu Anda. Kebahagiaan adalah bonus dari mengenal Allah. Yesus berkata dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

4. Belajar Firman Tuhan setiap hari. Alkitab adalah makanan bagi jiwa Anda. Makan sekali seminggu tidak akan membuat Anda sehat. Ini sama saja dengan jiwa. Anda perlu memberi makan hati pikiran Anda dengan Firman Tuhan setiap hari. "Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan," (1 Petrus 2: 2).

5. Hasrat Anda dipengaruhi oleh orang-orang di sekeliling Anda. Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli soal politik, maka itu saja yang akan Anda pedulikan. Jika Anda bergaul dengan orang-orang yang hanya peduli dengan olahraga, maka hanya itu yang Anda pedulikan.

Bergabunglah dengan persekutuan kecil untuk mendapatkan penguatan, sebab apa pun yang Anda bicarakan saat berkumpul dengan orang lain, maka itulah yang membuat jiwa Anda lapar. Amsal 2:20 mengatakan, "Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. 

Renungkan hal ini:
- Apa artinya lapar akan Allah?
- Bagaimana Anda dapat mengingatkan diri Anda sepanjang hari akan kasih Allah?
- Hal-hal apa yang paling sering Anda bicarakan dengan teman-teman Anda? Dengan pasangan Anda? Bagaimana percakapan Anda bersama mereka dapat mengenyangkan rasa lapar rohani Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 6-8; Yohanes 21


Akuilah Jiwa Anda butuh akan kasih Tuhan. Kesenangan dunia tidak akan dapat memuaskan jiwa Anda, hanya Tuhan yang mampu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juni 13, 2018 |

Masalah Kepercayaan

Mazmur 50:15 "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela"

Ketika saya bertanya kepada orang-orang apa yang membuat mereka tidak percaya kepada Tuhan, kadang mereka menjawab, "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di akhir dunia ini, jadi saya tidak akan mempercayakan hidup saya kepada-Nya." Tetapi kenyataannya malah sebaliknya, selama ini mereka percaya pada hal-hal yang tidak bisa mereka lihat."

Kita tidak bisa melihat gelombang televisi atau radio, tetapi kita menonton TV dan mendengarkan radio setiap hari. Kita tidak dapat melihat gelombang ponsel, tetapi kita menggunakan telepon kita setiap hari tanpa pikir-pikir.

Itu kepercayaan yang piliih-pilih. Kita percaya apa yang ingin kita percayai.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda bersedia percaya pada satu Pribadi yang tak terlihat namun lebih bisa dipercaya dan lebih bisa diandalkan dibanding dengan teknologi apa pun yang dapat diciptakan oleh dunia ini? Apakah Anda bersedia menyerahkan hidup Anda kepada-Nya?

Jika ya, saya mendorong Anda untuk berdoa doa ini:

"Ya Tuhan, ampuni aku atas kesombonganku dan karena menganggap aku tak butuh Engkau dalam hidupku. Ampuni aku. Aku mengakui bahwa aku butuh pertolongan-Mu. Aku butuh penyelamatan-Mu. Tak mungkin aku dapat membayar dosaku sendiri.

"Maka aku meminta-Mu, Yesus, untuk menyelamatkanku dan membebaskanku. Aku berseru kepada-Mu sebab Engkau berjanji bahwa siapa pun yang memanggil nama Allah akan diselamatkan.

"Aku ingin menyerahkan hidupku kepada-Mu, dan aku ingin belajar untuk percaya pada-Mu dan mengenal-Mu lebih baik lagi. Berikanlah aku kehidupan yang lebih baik dan bebaskanlah aku. Di dalam nama-Mu aku berdoa, Amin. "


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20


Iman adalah dasar yang kuat akan segala sesuatu yang belum kita lihat. Jika kita baru percaya setelah melihat, itu bukanlah iman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Juni 12, 2018 |

Jangan Menyerah: Beritahu Tuhan dengan Jujur Apa yang Anda Rasakan

Ayub 7:11 "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku."


Tuhan dapat menangani emosi Anda – Dia yang memberikannya kepada Anda! Dia dapat menangani kemarahan, keraguan, ketakutan, pertanyaan, kesedihan, dan bahkan keluhan Anda. Jujurlah; katakan segalanya kepada Tuhan. Angkat beban itu dari pundak Anda. Keluarkan semua unek-unek Anda! Beri tahu Tuhan bagaimana perasaan Anda sejujur-jujurnya: "Tuhan, aku sakit!" 

Itulah yang dilakukan Ayub.

Ayub secara jujur ? berkata ??kepada Tuhan: "Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku" (7:11). Katanya lebih lanjut: "Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku? Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja. Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?"(Ayub 7: 12-20).

Jika seandainya Anda adalah Allah, bagaimana reaksi Anda terhadap keluh-kesah Ayub ini? Mungkin marah? Apakah itu yang dilakukan Allah? Tidak! sebab Dia mengerti Ayub. Dia juga memahami Anda, dan Dia memahami rasa sakit Anda. Dia tidak terkejut ketika Anda berkata, "Tuhan, saya tidak suka ini. Ini kacau. Ini menyakitkan!" Menurut Anda, siapa yang menciptakan emosi itu? Menurut Anda, siapa yang memberi Anda kemampuan untuk marah dan mengungkapkan perasaan itu? Allah yang menganugerahkannya. Itulah mengapa Dia tidak pernah terkejut dengan keadaan emosi Anda.

Tuhan membiarkan Ayub mengeluarkan pergumulannya dari dadanya. Ini sebuah katarsis, semacam pembersihan agar Ayub bisa menjadi bersih dan disembuhkan.

Respon yang tepat dalam menghadapi tragedi bukanlah "tersenyum dan tabah" atau omong kosong yang saleh, tetapi sebaliknya, dengan jujur ??memberitahu Tuhan semua pergumulan Anda. Ratapan 2:19a mengatakan, "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan,"

Ayub mempertanyakan tindakan Tuhan, tetapi dia tidak pernah berhenti untuk percaya pada-Nya. Tahukah Anda bahwa mempercayakan perasaan Anda pada Tuhan merupakan ibadah? "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,"(Ayub 1:20).

Renungkan hal ini: 
Bagaimana rasanya ketika Anda memberi tahu sahabat Anda apa yang Anda rasakan sejujur-jujurnya? 
Ketika Anda mendapati diri Anda tengah mempertanyakan tindakan Tuhan, apakah Anda terus mempercayai Tuhan, atau apakah itu malah menjadi sebuah pergumulan?
Apa bedanya, jika ada, antara melepaskan rasa frustrasi Anda kepada sahabat Anda, dengan melepaskannya kepada Allah? Apa hasilnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42


Ekspresikan semua perasaan Anda. Lepaskan rasa frustrasi Anda. Tuhan bisa mengambilnya dan memberi Anda kelegaan!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Juni 11, 2018 |

Jangan Menyerah: Terima Bantuan dari Orang Lain

Ayub 6:14 "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa."

Ketika kita mengalami kehilangan atau kekecewaan, reaksi alamiah kita adalah menarik diri dari orang lain. Ini ide yang buruk! Tuhan tidak ingin Anda mencoba mengatasi rasa sakit, kehilangan, atau tekanan dengan kekuatan Anda sendiri. 

Alkitab berkata, "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa (Ayub 6:14). Tuhan memerintahkan kita untuk saling menanggung beban sesama! Kita disuruh untuk "nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11).

Masing-masing dari kita akan mengalami kesukaran dan rasa sakit. Nyeri adalah alat penyama yang hebat. Itu menyamakan siapa pun Anda: kaya atau miskin, tua atau muda. Setiap orang akan menghadapi masalah. Itulah mengapa kelompok doa begitu penting. Alkitab berkata, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus" (Galatia 6: 2).

Setiap orang membutuhkan teman-teman Kristen yang bersedia berdiri di samping Anda bahkan saat Anda berkata, "Saya tidak bisa percaya pada Tuhan sekarang."

Renungkan hal ini: 
Kapan Anda pernah mengalami saat dimana mengetahui Tuhan itu ada, tetapi Anda ingin berkata, "Sepertinya saya tidak bisa percaya pada Tuhan untuk saat ini"?
Ketika Anda menghadapi momen-momen seperti itu, siapa yang Anda tuju dan Anda andalkan?
Bagaimana Anda mengembangkan relasi yang menghasilkan teman-teman yang bisa Anda andalkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22


Menerima bantuan orang lain, bukan berarti berharap pada orang tersebut. Tetap arahkan pandangan dan pengharapan Anda hanya pada Tuhan saja.
Tuhan yang akan menolong Anda melalui perantara orang lain menurut rencanaNya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Juni 10, 2018 |

Jangan Menyerah: Menolak untuk menjadi Kepahitan

Ayub 1: 21-22 "Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut."

Kesedihan merupakan bagian dari kehidupan, tetapi Anda tidak bisa membiarkan musim kesedihan itu berubah menjadi gaya hidup.

Di satu titik, Anda harus membiarkan kesedihan itu pergi!

Allah memberi Anda kasih karunia untuk melewati apa yang sedang Anda alami. Orang lain mungkin tidak memiliki ukuran kasih karunia yang sama, sehingga itu menyebabkan mereka memberi Anda nasihat yang buruk!

"Maka berkatalah isterinya (Ayub) kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya" (Ayub 2: 9-10).

Ayub menolak untuk menjadi kepahitan dan kesal. Kepahitan memperlama rasa sakit. Itu tidak meringankan rasa sakit; itu memperparah rasa sakit.

"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang" (Ibrani 12:15).

Ayub memberikan tiga langkah untuk kita bisa kembali fokus:

1. Tempatkan hati Anda dengan benar. Itu artinya Anda memaafkan. Mungkin Anda berkata, "Tapi saya tidak bisa memaafkan dia!" Itulah mengapa Anda membutuhkan Kristus dalam hidup Anda; Dia akan memberi Anda kekuatan untuk memaafkan.

2. Minta bantuan Tuhan. Minta Dia untuk masuk ke dalam hati Anda, menyembuhkan luka-luka itu, membantu Anda, serta memberi Anda kekuatan- kekuatan untuk esok, minggu depan, bulan depan.

3. Hadapi dunia ini kembali dengan tegas dan berani. Banyak orang, ketika mereka terluka, menarik diri ke cangkangnya. Mereka berkata, "Saya tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti saya lagi!" dan mereka mulai menarik diri. Namun Ayub mengatakan untuk melakukan yang sebaliknya: Lanjutkan hidup Anda; jangan bersembunyi. Kembalilah ke luar sana dan hadapilah. 

Ada akhir yang bahagia dari kehidupan Ayub. "TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina" (Ayub 42:12). Ayub telah menjalani semua kesakitan ini, tetapi terlepas dari itu semua, Allah memberkati bagian terakhir dari kehidupan Ayub, bahkan lebih dari kehidupannya yang terdahulu. 

Tidakkah Anda mengingkan hal yang sama? Katakan, "Tuhan, saya tak peduli apakah saya punya waktu 5 tahun atau 50 tahun lagi. Tapi, maukah Engkau memberkati bagian terakhir dari hidup saya lebih dari bagian yang pertama?"

Ini pelajaran dari kehidupan Ayub: Siapa pun atau apa pun yang telah menyakiti Anda atau seberapa pun lamanya Anda terluka atau seberapa pun parahnya Anda terluka, Allah dapat membuat sisa hidup Anda sebagai bagian yang terbaik dalam hidup Anda apabila Anda bersedia mengampuni dan melepaskan semua kebencian dan mereka yang telah menyakiti Anda. 

Renungkan hal ini: 
Di dalam kesedihan, mengapa lebih mudah bagi kita untuk menarik diri, ketimbang ada bersama orang-orang yang akan membantu kita untuk melanjutkan hidup?
Bagaimana selama ini Anda mengalami atau mengamati akibat dari menyerah pada kepahitan?
Apa yang Anda inginkan dari Tuhan untuk membantu Anda menjalani sisa hidup Anda? Apa yang Anda perlu lepaskan sehingga Dia dapat bekerja sepenuhnya di dalam dan melalui Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40


Ada perbedaan antara berduka dan merintih sedih, antara menangis dan bergumul. Kedukaan dapat mengecilkan hati saya, tetapi bukan berarti itu dapat mendefinisikan saya. Kedukaan merupakan bagian dari kedewasaan saya, tetapi itu bukan menandakan siapa saya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Juni 09, 2018 |

Anda Memiliki Kekuatan untuk Berkata Tidak

Roma 8:12 "Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging."


Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya akui ada banyak hal yang tidak bisa saya tolak sebelum Roh Kudus datang ke dalam hidup saya. Saat itu saya ingin berkata "tidak," tetapi saya tidak bisa. 

Apa pun itu, tetapi kita semua memiliki tekanan, kebiasaan, nafsu, dorongan, keinginan, atau ketertarikan yang membuat kita merasa seolah-olah kita tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Anda tidak bisa menolong diri Anda sendiri. Anda tidak bisa berkata "tidak."

Namun, bila Anda telah menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda, Anda bisa berkata "tidak." Roma 8: 9 mengatakan, "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."

Ya, Anda masih akan tetap memiliki keinginan itu. Tetapi Roh Kudus akan memberi Anda kekuatan untuk berkata "tidak" untuk itu semua; Anda tak perlu menuruti keinginan-keinginan tersebut. Inilah perbedaan yang dibentuk oleh Roh Allah pada diri Anda. Beginilah cara Allah membebaskan Anda dari desakan-desakan dalam diri Anda. 

Jenis budak yang paling buruk adalah budak atas kehendak manusiawi kita. Beberapa orang berkata, "Yah, jika keinginan itu masih wajar, mengapa saya harus membatasinya?" Banyak kehendak yang kelihatannya lazim, wajar: adalah wajar jika kita mementingkan diri kita sendiri, tetapi berusaha memenuhi keinginan tersebut mungkin tidak baik untuk anak-anak Anda atau pasangan Anda.

Wajar bukan berarti selalu baik. Saya mungkin memiliki keinginan alamiah untuk menguras semua uang saya, tetapi itu tidak berarti saya harus melakukannya.

Renungkan hal ini:
Apa saja kehendak yang "wajar" dalam hidup Anda yang bisa menjauhkan Anda dari Yesus?
Apa strategi Anda untuk mengerem keinginan tersebut - dan seberapa baik strategi Anda tersebut bekerja?
Bagaimana Roh Kudus membantu Anda untuk berkata "tidak" pada apa yang wajar, dan berkata "ya" untuk pilihan-pilihan matang secara rohani?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31;Yohanes 18:1-18


Ketika saya menerima Kristus ke dalam hidup saya, saya memiliki Roh Kudus untuk membantu menggerakkan pilihan-pilihan saya dan berkata "tidak" pada hal-hal yang nampaknya wajar dan sebalikya, berkata "ya" untuk pilihan-pilihan yang matang secara rohani.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Juni 08, 2018 |

Berdiri Teguh pada Kasih Allah Luar Biasa

1 Yohanes 4: 9–10 "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."

Segala sesuatu dalam hidup berubah — hubungan, pekerjaan, ketenaran. Satu menit Anda merasa bagai pahlawan; di menit berikutnya, Anda merasa seperti pecundang. Namun ada satu hal di alam semesta ini yang tidak akan pernah berubah: kasih Tuhan.

Perhatikan kata "begitu besar" dan "kasih" dalam ayat paling terkenal dalam Alkitab ini, Yohanes 3:16. Ayat ini mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,..."

Allah mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah, kasih yang tidak akan pernah bisa dirampas dari kita, itu sungguh di luar akal manusia. Dia mengasihi Anda di hari-hari baik Anda dan di hari-hari buruk Anda. Dia mengasihi Anda di saat hujan dan di saat matahari bersinar.

Allah berfirman bahwa Dia tidak ingin Anda hanya mengetahui kasih-Nya yang melimpah itu secara intelektual semata. Dia ingin Anda megetahui kasih-Nya itu secara personal. Kasih adalah sifat Allah, dan Dia menciptakan alam semesta ini dan segala isinya tak lain tak bukan yaitu untuk mengasihi dunia ini. Dan Allah menciptakan Anda agar Dia dapat mengasihi Anda.

Bahkan, di dalam Yesus, Allah menunjukkan kepada kita seperti apa kasih yang sejati itu, kasih-Nya. "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita"(1 Yohanes 4: 9–10).

Banyak orang mengatakan bahwa mereka mencintai Anda. Allah telah menunjukkan betapa Dia mencintai Anda. Dia amat sangat mencintai Anda. Dia telah mengorbankan Putra-Nya. Ketika Yesus mati untuk Anda, sesungguhnya Allah sedang mengatakan bahwa Dia amat mencintai Anda, sampai-sampai Dia lebih baik mati daripada hidup tanpa Anda.

Dan Alkitab mengatakan bahwa itulah yang dinamakan kasih sejati, kasih yang menjadi dasar Anda membangun hidup. Kasih sejati rela berkorban. Kasih sejati bertahan hingga akhir. Kasih yang sejati memberi segalanya.

Itulah jenis cinta yang hanya dimiliki Allah untuk Anda. Dan Dia sedang menunggu Anda dengan tangan terbuka untuk menunjukkan itu kepada Anda.

Renungkan hal ini:
Bagaimana perasaan Anda ketika membaca, "Tuhan mengasihi Anda dengan kasih-Nya yang melimpah dan yang tak akan pernah bisa diambil dari Anda?
Kapan Anda biasanya meragukan kasih Allah?
Apa yang diperlihatkan oleh kasih Allah yang rela berkorban itu melalui Yesus tentang bagaimana caranya harus mengasihi orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17

Dengan mengetahui bahwa Tuhan masih tetap mengasihi kita meski apa pun yang terjadi - kegagalan, kehancuran, dosa Anda – itu memberi kita sebuah fondasi yang kokoh dalam hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Juni 07, 2018 |

Menjadi Murid Seumur Hidup

Amsal 19: 8 "Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan."

Banyak orang menghabiskan masa mudanya untuk mengejar pendidikan. Semoga komitmen dalam hal pendidikan ini akan terus-menerus ada. Mengapa? Sebab kita semua harus menjadi murid seumur hidup kita. 

Alkitab mengatakan banyak hal tentang betapa pentingnya mengejar ilmu dan terus belajar. Malah sebenarnya kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi kita (lihat Lukas 10:27).

Bagaimana caranya? Dengan menggunakannya, mengembangkannya, dan tidak menyia-nyiakannya. Alkitab mengatakannya seperti ini: "Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan" (Amsal 19: 8).

Apakah Anda ingin berhasil dalam kehidupan? Alkitab mengajarkan kita untuk belajar dan kemudian menerapkan apa yang telah kita pelajari.

Di hampir setiap negara di dunia ini, bukan kebetulan bahwa orang Kristen terpanggil untuk mendirikan sekolah pertama dan rumah sakit pertama. Sebab kita percaya Tuhan tidak hanya peduli dengan jiwa kita. Dia juga peduli dengan pikiran dan tubuh kita.

Mungkin Anda tidak punya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal, namun masih ada banyak cara untuk Anda belajar. Mendapatkan pendidikan bisa menjadi investasi yang baik untuk waktu dan uang Anda – investasi untuk diri Anda sendiri. 

Tapi mari kita perjelas hal ini. Pendidikan tidak berakhir di sekolah, dan sekolah bukanlah satu-satunya tempat kita belajar dan dididik. Jika ingin sukses, Anda harus belajar di sepanjang hidup Anda. Juga, Anda harus berhati-hati. Anda harus jaga pikiran Anda. Anda harus mempelajari hal yang benar.

Amsal 4:13 mengatakan, "Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu."

Renungkan hal ini:
Manfaat apa yang Anda dapat dari kebenaran, ide, dan prinsip yang telah Anda pelajari dalam hidup?
Selama ini, bagaimana komitmen Anda untuk belajar sepanjang hidup menghasilkan pengalaman yang bermanfaat?
Apakah Anda sudah menjadi lebih dekat kepada Yesus dengan mengasihi Tuhan dengan pikiran Anda dan menjaga pikiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 25-27; Yohanes 16


Jadikanlah Tuhan sebagai Guru seumur hidup kita, maka hikmat surgawi seperti yang diminta oleh Raja Salomo akan Tuhan berikan untuk kita. Menjadi murid artinya kita mau diajar, dididik, dikoreksi, direndahkan dan taat padaNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Juni 06, 2018 |

Kerendahan Hati adalah Sebuah Pilihan

1 Petrus 5: 6 "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."

Ketika Anda berhasil, jauh lebih mudah untuk jatuh, daripada mempertahankan kesuksesan Anda. Kita cenderung menjadi sombong dan melupakan Tuhan. Dan ketika kita melakukannya, kesuksesan kita akan hancur.

Bila Anda pernah berada dalam situasi itu, maka langkah pertama yang harus diambil amatlah sangat penting.
Alkitab berkata, "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2: 5a).

Jika Anda mengagungkan diri Anda sendiri, maka Anda harus bertobat. Cara pikir Anda harus berubah dalam memandang kehidupan ini. 

Mengapa harus bertobat? Kerendahan hati adalah sebuah pilihan. Alkitab tidak pernah menyuruh kita untuk berdoa agar Tuhan membuat kita rendah hati. Kerendahan hati adalah sesuatu yang Anda pilih untuk diri Anda sendiri.

Alkitab berkata, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5: 6).
Kerendahan hati adalah sebuah pilihan.
Bila saat ini Anda tengah berada dalam kesuksesan dan mulai menjadi sombong, maka bertobatlah - hari ini juga! Ubah perspektif Anda tentang siapa Anda dan dari mana kesuksesan Anda berasal.

Alkitab berkata, "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12).
Renungkan hal ini: 

Bagaimana selama ini Anda melihat kebanggan terhadap diri sendiri telah mendatangkan masalah bagi seseorang yang Anda sayangi?
Apakah Anda kelihatannya terlalu rentan untuk menyombongkan diri sendiri di bidang-bidang tertentu dalam hidup Anda? Menurut Anda, mengapa itu terjadi?
Dengan doa, pikirkanlah baik-baik: Apakah Anda perlu bertobat dari kesombongan diri Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 23-24; Yohanes 15


Inilah bedanya antara kesombongan dan kerendahan hati. Kesombongan yaitu ketika saya menerima pujian atas hal-hal yang sudah Tuhan dan orang lain lakukan melalui saya dan untuk saya. Kerendahan hati bukan berarti kurang memikirkan diri sendiri, melainkan sebaliknya, lebih banyak memikirkan orang lain dan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Rabu, Juni 06, 2018 |

Ganti dari Apa yang Kita Ketahui Tentang Tuhan menjadi Apa yang Kita Percayai Tentang Tuhan

1 Timotius 6: 21a "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman."

Kepala dan Hati Anda berjarak 18 inci (45.72 cm). Namun sayangnya, beberapa orang bisa melewatkan Surga karena jarak 18 inci tersebut. Mereka tahu tentang Tuhan di kepala mereka, tetapi tidak di hati mereka. Mereka secara intelektual percaya pada Injil, tetapi mereka tidak pernah mengizinkan Dia mengubah hati mereka.

Saya menghabiskan sebagian dari umur saya di sekolah, total 24 tahun untuk mendapatkan gelar master dan doktor saya. Sejujurnya, saya sudah lupa banyak hal yang saya pelajari. Tetapi saya tidak pernah lupa kebenaran paling penting yang pernah saya pelajari. Kita diciptakan oleh Allah. Kita diciptakan untuk Allah. Bila kita belum memahami konsep itu, hidup ini akan selalu terasa tidak masuk akal. 

Anda tidak diciptakan untuk kepentingan diri Anda sendiri.

Alkitab berkata, "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman" (1 Timotius 6: 21a).

Anda mungkin tahu teori String. Anda mungkin tahu teori Chaos. Anda mungkin tahu teori Fisika Kuantum. Tetapi jika Anda tidak kenal Tuhan, maka Anda telah kehilangan arah tujuan hidup Anda.

Di akhir hidup Anda, Tuhan akan memberi Anda sebuah ujian akhir. Tapi ini kabar baiknya: Anda boleh buka buku. Buku apa itu? Semua jawabannya ada di dalam Alkitab.

Dalam ujian tersebut, Tuhan tidak akan bertanya apakah nilai sekolah Anda A semua. Tuhan tidak akan peduli seberapa cemerlang Anda dalam karir Anda. Tuhan tidak akan menyuruh Anda menunjukkan saldo rekening bank Anda. Sebaliknya, Tuhan akan menanyakan ini pada Anda: Apakah kau sudah mengenal Aku? Apakah kau sudah membangun hubungan dengan Anak-Ku yang Aku kirim ke Bumi untuk mati di kayu salib bagimu?

Renungkan hal ini:
Mengapa begitu sulit untuk mengganti konsep kita dari apa yang kita ketahui tentang Tuhan, menjadi apa yang kita percayai tentang Tuhan?
Menurut Anda mengapa banyak orang menunda untuk memulai hubungan dengan Tuhan?
Jika Tuhan bertanya kepada Anda hari ini, "Apakah engkau tahu Anak-Ku?", Bagaimana Anda akan menjawabnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14


Tuhan tidak akan bertanya seberapa hafal Anda akan Firman Tuhan dan perintah – perintahNya. Tuhan hanya akan bertanya dan menguji iman kita kepadaNya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

| Senin, Juni 04, 2018 |
Back to Top