Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Full width. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Full width. Tampilkan semua postingan

Tetaplah Fokus Pada Rencana Tuhan Atas Hidup Anda

Tetaplah Fokus Pada Rencana Tuhan Atas Hidup Anda

Lukas 9:62 "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Tuhan merancangkan kehidupan yang luar biasa buat Anda, tetapi Yesus mengajarkan bahwa Anda harus tetap fokus.

Iblis berkomitmen untuk "menghalangi" Anda melakukan pekerjaan Kerajaan Surga. Ia tidak suka Anda mengerjakannya. Salah satu metode yang ia pakai agar Anda tidak bekerja dengan efektif ialah dengan membuat perhatian Anda teralihkan.

Apakah Anda setuju bahwa gangguan-gangguan kian berlimpah di dunia kita hari ini?

Contohnya orang-orang yang suka menyenangkan orang lain. Ketika kita teralihkan karena fokus menyenangkan orang lain, rencana mereka menjadi lebih penting dibanding rencana Allah. Pikiran kita tersita karena memikirkan apa yang orang lain inginkan dan apa yang mereka harapkan dari kita, ketimbang mencari kehendak Tuhan.

Hobi-hobi Anda bisa menjadi sebuah pengalih perhatian ketika itu sudah menjadi suatu obsesi. Tak ada salahnya mempunyai sebuah hobi— kecuali jika itu menjadi prioritas utama di hati Anda. Beberapa hal tidak serta merta buruk; itu hanya tidak baik. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun" (1 Korintus 10:23). Apabila hobi atau kebiasaan tidak berfaedah, maka itu dinamakan gangguan. Untuk hidup Anda, apakah Anda menginginkan yang baik atau yang terbaik?

Terjebak di dalam masa lalu bisa menjadi sebuah gangguan dalam beberapa hal. Anda mungkin terjebak karena mengenang kembali "hari-hari indah di masa lalu," dan mengabaikan kesempatan-kesempatan yang diberikan Tuhan pada saat ini. Di sisi lain, Anda mungkin terlalu terbebani dengan penyesalan dan tak bisa bergerak maju. Akan tetapi, masa lalu bisa menjadi sebuah penjara ketika itu mencegah Anda untuk fokus pada pekerjaan Tuhan hari ini.

Memenangkan persetujuan orang lain, terobsesi dengan suatu hobi, dan terjebak di masa lalu tentu bukanlah satu-satunya hal yang bisa menjadi gangguan. Luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri apa hal terpenting dalam hidup Anda. Luruskanlah itu supaya Anda dapat mengingatnya dan mintalah Tuhan untuk membantu Anda tetap fokus pada apa yang paling penting.

Renungkan hal ini:
- Pikirkan beberapa hal baik yang Anda prioritaskan dalam hidup Anda. Bagaimana itu mengalihkan Anda dari hal-hal yang paling penting dan dari misi Tuhan untuk Anda?
- Mengapa kita begitu mudah teralihkan oleh hal-hal yang kelihatannya baik yang bukan yang terbaik dari Allah bagi kita?
- Di mana dalam hidup Anda dimana Anda melihat manfaat terbesar dari tetap fokus pada apa yang paling penting?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13


Prioritaskanlah Tuhan diatas yang lain. Pikirkan apa yang akan menyenangkan hatiNya Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Agustus 14, 2019 | ,

Di Kala Musim Kehilangan, Lepaskanlah Kedukaan Anda

Di Kala Musim Kehilangan, Lepaskanlah Kedukaan Anda

Mazmur 62: 8 "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela."

Tragedi selalu menghasilkan emosi-emosi yang kuat - kemarahan, ketakutan, depresi, kekhawatiran, dan kadang rasa bersalah. Perasaan ini bisa membuat kita takut, dan seringkali kita tak tahu apa yang harus kita perbuat dengannya. Ketika mengalami suatu kehilangan yang teramat sulit, emosi-emosi ini akan meluap keluar dari dalam diri kita. Apabila kita tak segera mengatasinya, maka kita akan butuh waktu yang lebih lama untuk pulih.

Beberapa orang tidak pernah langsung membereskan kesedihan mereka. Mereka memendamnya. Mereka menyembunyikannya. Mereka bertingkah seolah mereka baik-baik saja. Mereka berpura-pura seolah-olah itu tidak ada. Dan itulah mengapa mereka masih bergumul dengan tekanan dan stres akibat dari kehilangan yang terjadi 20 atau 30 tahun yang lalu.

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa Tuhan ingin Anda berjalan sambil tersenyum sepanjang waktu dan berucap, "Puji Tuhan!" Alkitab tak pernah sekali pun mengatakan ini.

Malah, Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya. Dalam Matius 5: 4, Ia berkata "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." Berduka itu tidak apa-apa. Sebagai orang Kristen, kita tahu mereka yang lebih dulu meninggalkan kita akan sampai ke surga ketika mereka mati. Oleh sebab itu, kita tak boleh berduka seperti dunia ini. Kedukaan kita berbeda. Selain karena kita akan merindukan mereka, tapi kita juga bisa menjadi tenang, sebab kita tahu mereka ada bersama Allah di surga.

Lalu bagaimana Anda harus menghadapi emosi-emosi tersebut? Jangan memendamnya atau menguburnya di dalam diri Anda. Tetapi, keluarkan perasaan Anda- serahkan kepada Tuhan. Berserulah, "Ya Tuhan, aku terluka! Aku sedih! Ini terlalu berat buatku." Jika Anda ingin belajar akan hal kesedihan, bacalah kitab Mazmur. Berkali-kali Daud menumpahkan seluruh emosinya kepada Allah, katanya, "Ya Tuhan, ini waktu yang berat buatku. Aku benar-benar merasakan sakit." Berserulah kepada Tuhan, sama seperti Daud.

Jika saat ini Anda tengah mengalami suatu kehilangan, pahamilah bahwa apabila Anda tidak melepaskan kesedihan Anda, pada akhirnya itu akan mengalir keluar dari dalam diri Anda. Emosi yang dipendam akan membusuk, dan pada akhirnya akan meledak dalam satu situasi yang jauh lebih buruk.

Renungkan hal ini:
- Apa saja kesalahpahaman di masyarakat kita yang membuat kita tidak nyaman melepaskan kedukaan kita?
- Kedukaan atau kehilangan apa dalam hidup Anda yang selama ini Anda pergumulkan? Bagaimana itu memberi dampak buat Anda?
- Bagaimana gereja dapat membantu atau malah melukai seseorang yang tengah berduka? Bagaimana Anda dapat membantu mendorong adanya suatu transparansi dalam kelompok kecil atau gereja Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13


Lepaskanlah kedukaan Anda dulu, maka Tuhan akan datang untuk menyembuhkan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Selasa, Agustus 13, 2019 | ,

Tuhan, Mengapa Ini Terjadi Padaku?

Tuhan, Mengapa Ini Terjadi Padaku?
1 Korintus 13: 9, 12 "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal."

Terkadang Tuhan dengan sengaja menyembunyikan wajahnya dari kita. Mengapa? Supaya kita mau belajar untuk percaya pada-Nya dan hidup dengan iman, bukan dengan perasaan kita.
Misalnya, ketika Ayub mengalami banyak penderitaan dan keputusasaan, ia mengajukan banyak pertanyaan yang familier buat kita semua: "Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati;" (Ayub 3:20).

Pertanyaan-pertanyaan "mengapa" ini merupakan sifat manusia; kita semua mempertanyakannya. Kita punya konsep yang salah bahwa jika kita mengerti alasan di balik penderitaan kita, maka itu akan mengurangi rasa sakit kita- atau setidaknya membuat kita lebih mudah menjalaninya.

Tetapi Amsal 25: 2 mengatakan, "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." Satu-satunya alasan yang harus Anda tahu tentang Tuhan ialah Ia telah memilih untuk menyatakan diri-Nya kepada Anda. Ini kebenaran itu: Ada beberapa hal yang tidak akan pernah Anda mengerti sampai Anda berada di surga.

Tuhan tidak perlu bertanya kepada Anda terlebih dahulu sebelum Dia melakukan sesuatu atas hidup Anda. Tuhan tidak perlu mendapatkan izin Anda sebelum Dia mengizinkan sesuatu terjadi dalam hidup Anda. Tuhan adalah Tuhan, dan kita tidak akan selalu memahami mengapa beberapa hal terjadi.

Suatu hari semuanya akan menjadi jelas. Semuanya akan menjadi masuk akal. Anda akan mampu mengatakan, "Jadi itu sebabnya Tuhan mau itu terjadi dalam hidup saya!" Sampai hari itu tiba, Tuhan ingin Anda percaya pada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Apa saja pertanyaan-pertanyaan yang perlu Anda masukkan ke dalam file "Tanya Tuhan Ketika Aku sampai di Surga"?
- Bagaimana dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan "mengapa" akan memperdalam iman Anda?
- Bagaimana Anda dapat mendorong seseorang yang selama ini bertanya kepada Tuhan dan bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan sesuatu terjadi?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13


Tuhan tidak berutang satu penjelasan apa pun kepada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Senin, Agustus 12, 2019 | ,

Roh Kudus Mengingatkan Kita Firman Tuhan

Roh Kudus Mengingatkan Kita Firman Tuhan


Yohanes 14:26 "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Allah berbicara melalui Roh Kudus. Dia memberi Anda ide. Dia memberi Anda saran. Dia memunculkan perasaan atau gagasan ke dalam pikiran Anda. Ketika Iblis berbicara kepada Anda, Dia sedang menggoda Anda. Tetapi ketika Tuhan berbicara kepada Anda ke dalam pikiran Anda, Dia sedang memberi nubuatan kepada Anda.

Yesus berkata dalam Yohanes 14:26, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." Apabila Anda seorang Kristen, maka Roh Kudus merupakan guru dan penasihat Anda. Beberapa orang menghabiskan ribuan dolar untuk membayar seorang life coach yang membimbing langkah-langkah mereka menjalani hidup. Ketahuilah Anda sudah punya satu Penasihat!

Perhatikan Yohanes 14:26 mengatakan bahwa Roh Kudus akan "mengingatkan Anda." Roh Kudus berbicara langsung ke dalam pikiran Anda. Dia tidak berbicara dengan suara yang bisa didengar. Mengapa begitu? Sebab Dia tidak perlu berbicara ke telinga Anda. Dia bisa langsung berbicara ke dalam pikiran Anda. "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:16).

Roh Kudus membuat kita ingat pada kebenaran Firman, namun Dia mengandalkan Anda untuk menanamkan Firman-Nya ke dalam pikiran Anda. Itulah sebabnya Anda harus mengenal Alkitab.

Renungkan hal ini:
- Jelaskan satu waktu ketika Roh Kudus mengingatkan Anda akan Firman Tuhan di saat yang tepat.
- Bagaimana selama ini Anda melihat Roh Kudus bertindak sebagai guru dan penasihat Anda?
- Bagaimana karya Roh Kudus di dalam Anda membantu menguatkan iman Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12


Ketika Anda membaca, mempelajari, dan mengisi pikiran Anda dengan Firman Tuhan, Anda menyimpan kebenaran itu di dalam diri Anda, yaitu kebenaran yang akan diingatkan oleh Roh Kudus di waktu yang tepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Minggu, Agustus 11, 2019 | ,

Hari Yang Sombong Menentang Tuhan

Hari Yang Sombong Menentang Tuhan
Yakobus 4: 6-7 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

Seringkali kita membuat rencana tanpa berkonsultasi dengan Tuhan. Lalu kita berdoa dan meminta Dia memberkati rencana kita itu meski kita tidak meminta Dia untuk ambil bagian di dalamnya.

Kita hanya berasumsi bahwa rencana kita itu adalah kehendak-Nya. Kemudian, ketika rencana kita itu tidak terjadi sesuai dengan jadwal yang kita inginkan, atau malah tidak terjadi sama sekali, kita menjadi marah kepada Tuhan. Itu yang disebut kesombongan, dan Tuhan membenci kesombongan.

Mungkin ada banyak orang yang tidak ingin Anda tentang, tetapi percayalah Anda tidak akan mau benar-benar ditentang oleh Tuhan. Tidak mungkin Anda akan memenangkan pertentangan itu. Ketika Anda menyombongkan diri, Alkitab mengatakan Anda menentang Allah pada saat itu juga. Bahkan Anda berlaku sebagai musuh Tuhan setiap kali Anda menyombongkan diri sendiri. Begitulah betapa seriusnya hal ini. Lalu, apa artinya menyerahkan diri Anda dan rencana Anda kepada Tuhan?

Roma 6:13 mengatakan, "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."

Berserah berarti berkata, "Ya Tuhan, aku ikut rencana-Mu untuk hidupku, bukan ikut rencanaku. Aku punya rencana, aku punya impian, aku punya cita-cita, aku punya ambisi, tapi aku tahu bahwa Engkau menempatkanku di bumi ini untuk suatu tujuan, dan aku mengambil keputusan untuk ikut rencana-Mu untuk hidupku, bukan ikut rencanaku."

Renungkan hal ini:
- Area-area apa dalam hidup Anda yang harus Anda serahkan kepada Tuhan?
- Bagaimana hasrat Anda untuk mengendalikan area tertentu dalam kehidupan Anda mengungkapkan tentang kesombongan diri Anda?
- Menurut Anda mengapa Allah membenci kesombongan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 77-78; Roma 10


Berserah kepada Tuhan merupakan jalan terbaik menuju kesuksesan karena alih-alih Dia yang menjadi bagian dari rencana Anda, Dia yang menjadikan Anda bagian dari rencana-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Jumat, Agustus 09, 2019 | ,

Cara Bersukacita Dalam Kebaikan Tuhan Atas Orang Lain

Cara Bersukacita Dalam Kebaikan Tuhan Atas Orang Lai

Roma 12:15 "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"

Ketika kita melihat Tuhan memberkati orang lain, biasanya kita meresponnya dengan salah satu dari respon ini: bersukacita atau malah membencinya.

Entah mengapa, bagian terakhir dari ayat ini jauh lebih mudah dilakukan daripada bagian pertama. Lebih mudah menangis dengan mereka yang menangis. Tetapi jauh lebih sulit buat bersukacita ketika seseorang mengalami kesuksesan. Malah kadang kita merasa terancam karena kesuksesan orang dan kita membencinya. Itu karena kita berpikir dunia ini adalah sebuah kue raksasa yang terbagi menjadi beberapa potongan. Jika seseorang mendapat potongan yang sedikit lebih besar dari milik saya, itu berarti potongan pie yang saya dapat lebih kecil.

Pemikiran seperti itu salah. Tuhan memiliki semua potongan pie itu di dunia ini! Dia tidak pernah kehabisan berkat. Dia tidak pernah kehabisan kasih karunia. Ada lebih dari cukup anugerah di dunia ini untuk semua orang, dan hanya karena Tuhan memberkati orang lain, bukan berarti tidak ada cukup berkat untuk Anda juga. Dia ingin memberkati Anda, tetapi mungkin dengan cara-cara yang berbeda.

Iri mencegah Anda masuk ke dalam kebahagiaan orang lain. Akibatnya, Anda tidak menikmati banyak hal yang terjadi di dunia ini. Iri membuat Anda menjadi orang yang sangat menyedihkan.

Ini yang terjadi dalam perumpamaan tentang para pekerja kebun anggur dalam Matius 20. Pemiliknya mempekerjakan beberapa pekerja di pagi hari dan yang lainnya di siang hari, namun ia membayar mereka semua dengan upah yang sama. Para pekerja yang bekerja dari pagi hari mengira mereka telah ditipu. Ketimbang menikmati upah mereka, mereka malah membencinya.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat melihat tangan Tuhan membentuk berkat-berkat dalam hidup Anda khusus untuk Anda?
- Pikirkan tentang cara-cara Tuhan memberkati orang-orang dalam hidup Anda baru-baru ini. Bagaimana Anda bisa bersukacita dengan mereka hari ini?
- Bagaimana bersukacita dengan orang lain dan menangis dengan orang lain membuat Anda lebih dekat dengan Yesus?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 74-76; Roma 9:16-33


Jika Anda memilih untuk bersukacita di dalam kebaikan Allah atas orang lain, Anda dapat selalu bersukacita — karena pasti ada hal baik yang selalu terjadi pada seseorang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Kamis, Agustus 08, 2019 | ,

Belajar Untuk Menjadi Puas

Belajar Untuk Menjadi Puas

1 Korintus 4: 7-8 "Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya? Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu."

Rasa puas tidak muncul begitu saja, bahkan bagi Rasul Paulus sekalipun yang berkata, "Aku telah belajar mencukupkan diri." Menjadi puas merupakan sebuah proses pembelajaran.

Sulit untuk mengakui bahwa kita tengah bergumul dengan rasa iri, sebab iri hati merupakan sebuah perasaan yang jelek. Ketika Anda iri dengan orang lain, Anda benar-benar ingin mereka gagal, sebab dengan mengetahui bahwa orang lain tidak memiliki sesuatu yang lebih dari Anda membuat perasaan Anda lebih baik. Sungguh gila, bukan? Jika kita dapat belajar untuk bersyukur atas apa yang kita miliki, kita dapat menyingkirkan perasaan iri itu.

Penting untuk dipahami bahwa iri hati bukan soal memiliki hasrat atau impian atau cita-cita. Bagus jika kita memiliki impian. Iri hati bukan soal menantikan sesuatu atau berharap sesuatu dapat terjadi dalam hidup Anda atau bahkan memikirkan apakah Anda seharusnya memiliki sesuatu atau tidak.

Sebaliknya, iri hati adalah membenci seseorang yang sudah memiliki apa yang Anda inginkan atau pada siapa yang telah mencapai impian yang belum Anda capai. Iri hati mengatakan Anda tak bisa bahagia sampai keinginan Anda terkabul atau cita-cita Anda tercapai. Sementara iri hati tidak bersyukur atas apa yang sudah Anda punya.

Alkitab memberi tahu kita bahwa kita telah memiliki lebih dari yang kita butuhkan dan memiliki jauh lebih dari yang seharusnya pantas kita dapatkan. Setiap hal baik dalam hidup kita merupakan anugerah dari Tuhan, dan itu terserah Dia untuk memutuskan kapan dan bagaimana Dia memberkati kita. Sementara memilih untuk bersyukur dan memaksimalkan apa yang telah kita terima adalah pilihan kita.

Renungkan hal ini:
- Faktor atau situasi apa yang tampaknya memicu "masalah iri hati" dalam hidup Anda?
- Bagaimana rasa iri memberi pengaruh negatif terhadap hubungan-hubungan dalam hidup Anda?
- Apa satu cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan rasa syukur Anda hari ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 72-73; Roma 9:1-15


Ketimbang fokus pada apa yang tidak Anda miliki dan apa yang tidak terjadi, Anda dapat memilih untuk bersyukur atas apa yang Anda miliki dan apa yang telah terjadi dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
| Rabu, Agustus 07, 2019 | ,

Hadapi Dengan Kebenaran, Teguhkan Dengan Kasih

Hadapi Dengan Kebenaran, Teguhkan Dengan Kasih

Amsal 12:25 "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia."

Jika seseorang mendatangi Anda hari ini dan berkata, "Ayo kita bicara, saya ingin memberitahu Anda beberapa area dalam hidup Anda yang harus Anda ubah," Anda mungkin tidak akan senang membicarakannya. Anda mungkin berpikir, "Kau pikir kau siapa?" Anda mungkin akan jadi kesal, memberontak, dan bahkan melawannya.

Berikut ini strategi yang lebih baik. Ketika Anda berbicara dari hati ke hati dengan seseorang, mulai dan akhirilah pembicaraaan Anda dengan nada positif, dan teguhkanlah hal-hal berikut:
1. Anda mengasihi dan peduli pada orang itu.
2. Anda akan berdoa dan membantu orang itu.
3. Anda yakin orang itu dapat berubah.

Paulus melakukan ini dalam 1 dan 2 Korintus dengan memulai dan mengakhirinya dengan sebuah peneguhan. Contohnya ia memulai suratnya kepada jemaat di Korintus dengan ucapan, "Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu," dan mengakhirinya dengan, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" Di tengah-tengah suratnya itu, ia menuliskan kebenaran Firman sambil memberikan peneguhan: "Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah" (2 Korintus 7: 4).

Perhatikan bahwa Paulus menggunakan kata "dan." Jangan pernah menggunakan kata "tapi" ketika mengkonfrontasi. Jika Anda mengatakannya, apa pun yang Anda katakan sebelum atau sesudahnya pasti akan diabaikan dan tidak ada pengaruhnya buat orang tersebut: "Menurutku kau orang yang hebat, tapi..." Kita sudah lama berteman, tapi... "Sebaliknya, gunakan kata "dan": "Kau orang yang hebat, dan aku percaya kau bisa menjadi orang yang lebih baik." "Hubungan kita luar biasa, dan aku percaya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki dalam hubungan ini." Nah, itulah artinya meneguhkan seseorang."

Renungkan hal ini:
- Apa beberapa cara praktis yang bisa Anda rencanakan yang akan Anda katakan ketika Anda mengkonfrontasi seseorang?
- Bagaimana seseorang menggunakan peneguhan ketika mengkoreksi kesalahan Anda di masa lalu? Bagaimana perasaan Anda?
- Mengapa kebenaran kadang menyakitkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39


Bicara dalam kasih tanpa menghakimi akan menyampaikan isi hati Anda dengan baik , tanpa perlu banyak kata-kata
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Selasa, Agustus 06, 2019 | ,

Anda Harus Mengizinkan Diri Anda Bersedih

Anda Harus Mengizinkan Diri Anda Bersedih


Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Setiap perubahan yang kita rasakan dalam hidup, seperti kehilangan, terjadi karena Anda melepaskan hal yang lama untuk menerima hal yang baru. Tak ada kehilangan yang tanpa rasa sakit dan tak ada rasa sakit yang tanpa kesedihan.

Kesedihan itu tidak buruk. Itu merupakan cara kita menjalani transisi kehidupan. Yang buruk adalah kesedihan yang tidak diselesaikan. Bila Anda tidak bersedih, Anda akan terjebak secara emosional, dan Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda mengingat-ingat yang terjadi masa lalu. Itu tidak sehat!

Kadang satu-satunya respon yang paling tepat dan yang paling masuk akal terhadap kehidupan ialah dengan bersedih— atas kehilangan, kekecewaan, dosa, dan penderitaan di dunia ini. Tuhan tidak mengharapkan Anda bahagia setiap saat. Malah Dia ingin Anda serius di dalam kesedihan atau kedukaan Anda. Kesedihan merupakan sebuah pilihan. Tidak semua yang mendatangkan manfaat dan kesehatan terasa enak. Anda harus mengizinkan diri Anda meratapi kehilangan Anda sehingga Anda dapat menerima berkat Tuhan.

Tak ada luka yang Anda alami yang tidak dimengerti Yesus. Dia telah melewati segala kesepian, segala pengkhianatan, dan segala penolakan yang kita semua pernah atau akan alami. Dan kabar baiknya ialah Dia datang untuk menyembuhkan luka hati kita.

Mazmur 34:18 mengatakan, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Ketika Anda bersedih, Anda mungkin merasa seolah-olah Tuhan itu berjarak sejuta mil jauhnya. Tetapi apa yang Anda rasakan dan apa yang nyata tidak selalu sama. Tuhan tidak satu juta mil jauhnya. Bahkan, Dia tidak pernah lebih dekat: "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;" (Mazmur 147: 3).

Izinkan Tuhan memulihkan jiwa Anda dengan melakukan tiga hal berikut:
- Percayakan Gembala Yang Baik untuk mengampuni dosa-dosa Anda. Roma 3: 23-24 mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."
- Ampuni orang yang menyakiti Anda, dan fokuslah pada masa depan. Jiwa Anda tidak dapat dipulihkan sebelum Anda menyingkirkan sakit hati Anda. "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4: 31-32).
- Bersekutu dengan Yesus dalam memikul beban Anda. Ketika Anda bekerjasama dengan Yesus, maka Anda tidak perlu menanggung beban Anda seorang diri: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11: 28-30).

Renungkan hal ini:
- Apakah ada kehilangan atau kedukaan yang belum bisa Anda atasi? Bagaimana selama ini hal tersebut mempengaruhi Anda secara fisik, emosional, dan spiritual?
- Apa maksudnya jiwa Anda dipulihkan oleh Tuhan?
- Menurut Anda mengapa seringkali Tuhan terasa jauh ketika kita berada di titik terendah kita? Menurut Anda apa yang Dia ingin Anda lakukan ketika Anda merasa begitu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 4-6; Lukas 1:1-20


Ketika Anda bersedih, Tuhan membuat Anda dekat dengan diri-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Rabu, Maret 20, 2019 | ,

Hanya Ada Satu Cara untuk Menghilangkan Rasa Bersalah

Yesaya 53: 5-6 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
 
Yesaya 53: 5-6 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
Kita masing-masing punya alasan kuat untuk merasa bersalah. Tidak ada orang yang melakukan semuanya dengan benar! Kita pasti pernah melukai orang lain. Kita pasti pernah egois. Bahkan, seringkali hal paling buruk yang pernah kita ucapkan adalah kepada orang yang paling kita sayangi.


Sama seperti Anda dan saya yang tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa kita dari Allah, kita juga tidak bisa menyembunyikan rasa bersalah atas dosa-dosa kita dari-Nya. Bukan hanya itu, ketika kita mencoba untuk menutupi perasaan bersalah kita, perasaan itu mulai menggerogoti kita dari dalam.

Hanya satu hal yang mampu menghilangkan rasa bersalah: Dengan mengakui dosa-dosa Anda, percaya pada pengampunan Tuhan. Kata mengakui dalam bahasa Yunani adalah homologeo. Homo artinya sama. Logeo artinya berbicara. Jadi, mengakui berarti setuju dengan Tuhan. "Engkau benar, Tuhan. Aku salah."

Yesus telah menanggung semua kesalahan Anda pada Dirinya sendiri. Dia telah memberi Anda kebaikan-Nya, kebajikan-Nya. Inilah kebenaran yang paling mendasar dan fundamental dari Alkitab: Jiwa Anda yang hancur menjadi utuh kembali di dalam Dia.

Alkitab berkata dalam Yesaya 53: 5-6, "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."

Jika Anda tidak merasa diampuni, itu artinya Anda tidak sepenuhnya paham tentang kebaikan Tuhan. Ketika Yesus mati, Ia menutupi segala dosa kesalahan Anda, dan membuangnya ke laut paling dalam. Jika Anda telah mengakui dosa Anda kepada Allah, mengapa Anda harus terus merasa bersalah padahal Dia sudah mengampuni dan melupakannya?

Renungkan hal ini:
- Apa sajakah cara yang biasanya kita lakukan namun tidak sehat, dalam mengatasi rasa bersalah kita?
- Apakah ada rasa bersalah yang harus Anda buang hari ini? Apa yang selama ini menahan Anda untuk mengambil keputusan itu?
- Mengapa sukacita adalah buah yang Anda rasakan dari mengerti tentang kasih pengampunan Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16


Segala kesalahan yang akan Anda lakukan — termasuk kesalahan yang akan Anda lakukan malam ini, besok, minggu depan, bahkan 10 tahun dari sekarang — telah dibayar oleh Tuhan. Itulah kebaikan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Selasa, Maret 19, 2019 | ,

Ganti Kegelisahan Anda dengan Damai Sejahtera

Ganti Kegelisahan Anda dengan Damai Sejahtera

Mazmur 127: 2 "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Tahukah Anda domba tidak suka berbaring? Nah, kita sama persis seperti mereka! Namun, jika Anda tidak melambat, Tuhan akan membuat Anda berbaring. Cara Tuhan — meluangkan waktu untuk beristirahat — bukan hanya cara yang benar; tapi juga satu-satunya cara yang menjaga Anda tetap sehat.

Mazmur 127: 2 mengatakan, "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Tuhan ingin Anda menghentikan kebiasaan Anda: berkeliaran, keluyuran, atau keluar jalur. Kegelisahan menyebabkan kelelahan — kelelahan fisik, kelelahan emosional, kelelahan spiritual. Anda butuh lebih dari sekadar tidur untuk menyembuhkan keletihan jiwa Anda.

Salah satu nama Allah dalam bahasa Ibrani adalah Jehova Shalom. Shalom berarti damai sejahtera. Jehova Shalom berarti, "Tuhan sumber damai sejahtera." Yesus berkata dalam Yohanes 14:27, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.'"

Jika Tuhan berkata, "Aku menawarkanmu anugerah damai sejahtera," Ia bersungguh-sungguh mengatakannya. Itu bukan sesuatu yang harus Anda usahakan. Itu bukan sesuatu yang pantas Anda dapatkan. Itu bukan sesuatu yang Anda mohon dapatkan. Damai sejahtera tak ada hubungannya dengan kehidupan yang bebas masalah. Ini adalah anugerah yang harus Anda pilih untuk diterima, dan anugerah itu ada untuk Anda hari ini.

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11: 28-30).


Renungkan hal ini:
- Bagaimana mungkin memiliki damai sejahtera di tengah-tengah masalah Anda?
- Tidur siang mungkin adalah hal paling spiritual yang dapat Anda lakukan hari ini. Apa yang menahan Anda untuk beristirahat, meski itu hanya istirahat sejenak?
- Akui kepada Tuhan apa yang membuat Anda terlalu banyak bekerja sehingga Anda bisa diberkati, bukannya stres.



Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 30-31; Markus 15:1-25


Yesus berkata ketika Anda ikut Dia, maka Dia akan meringankan beban Anda. Anda dapat bersandar di dalam janji-Nya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Minggu, Maret 17, 2019 | ,

Hidup adalah Soal Hubungan

Hidup adalah Soal Hubungan

Filipi 4: 12-13 "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Kepuasan tidak muncul begitu saja pada manusia. Jika menilik sifat dasar manusia, kita adalah domba-domba yang gelisah. Tetapi, kita bisa belajar tentang kepuasan. Belajar untuk menjadi puas berarti kita berhenti untuk meraih lebih banyak.

Filipi 4: 12-13 mengatakan, "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Hal-hal terhebat dalam hidup ini bukanlah barang-barang.

Di Amerika, "mati tanpa uang sepeser pun" dianggap sebuah tragedi. Jadi, kapan yang namanya waktu yang pas untuk mati? Jika Anda mati dengan menghabiskan uang sen terakhir Anda, saya sebut itu bijak, bukan bodoh. Bagi saya, punya uang atau tidak hanyalah pilihan dalam menjalani hidup.

Tidak ada yang meminta macam-macam di momen-momen terakhir hidup mereka. Mereka selalu mencari orang-orang yang mereka kasihi, karena pada akhirnya semua orang belajar bahwa hidup ini adalah soal berhubungan dengan orang lain. Mengapa tidak mempelajarinya lebih cepat? Itu tentu akan menghilangkan banyak stres.

Hidup bukanlah soal prestasi. Itu juga bukan soal pencapaian.

Hidup ini adalah soal hubungan.

Renungkan hal ini:
- Mana yang lebih penting buat Anda: memiliki banyak harta, atau membangun hubungan? Apakah keluarga dan teman Anda akan setuju dengan cara Anda menilai diri Anda?
- Menurut Anda apa artinya meninggalkan warisan? Warisan apa yang ingin Anda tinggalkan?
- Paulus berkata dalam Filipi 4:13 bahwa ia dapat melakukan segala sesuatu karena Kristus yang memberinya kekuatan. Menurut Anda apa yang sedang ia bicarkan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:27-53


Makna hidup Anda bukanlah soal materi tapi dalamnya persekutuan yang Anda miliki denganTuhan dan sesama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Sabtu, Maret 16, 2019 | ,

Anda Tak Perlu Membuktikan Nilai Anda


Yesaya 49: 15-16 "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."

Ketika Anda mendapati diri Anda terjebak di dalam kesibukan, Anda perlu ingat betapa berharganya Anda bagi Tuhan.

Ini merupakan kebalikan dari menilai diri Anda dari pekerjaan, karier, atau peran Anda di dalam keluarga atau masyarakat. Ini berlawanan dengan budaya dunia dan ini membutuhkan suatu perubahan besar dalam pemikiran Anda, terutama jika ada suara sumbang di kepala Anda yang terus berkata, "Kau harus membuktikan bahwa kau bernilai."

Anda tak perlu membuktikan nilai Anda. Tuhan mengatakan Anda sudah sangat berharga. Buat Tuhan, Anda berharga dulu, kini, dan esok. Di hari esok atau di masa depan, nilai Anda tidak akan berkurang di mata Tuhan dibanding dengan saat ini.

Seberapa berharganya Anda? Bapa surgawi Anda menciptakan Anda. Yesus mati untuk Anda. Apabila Anda adalah pengikut Kristus, Roh Kudus tinggal di dalam Anda. Tuhan tidak menciptakan apa pun tanpa tujuan atau tanpa niat.

Bukan apa yang Anda lakukan yang menjadikan Anda bernilai, melainkan milik siapakah Anda.

Tuhan menciptakan Anda, dan Dia mengasihi Anda. Dia menciptakan Anda seperti persis yang Ia kehendaki. Anda tidak perlu mencoba menjadi orang lain!

Tahukah Anda bahwa Tuhan memiliki tato Anda di telapak tangan-Nya? Yesaya 49: 15-16 mengatakan, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."

Apakah Anda sempurna? Tidak sama sekali. Apakah Anda punya cacat cela? Tentu saja. Apakah Anda orang yang berdosa? Tentu saja. Tetapi, apakah nilai diri Anda tak ada batasnya? Tentu saja. Dan Anda teramat dikasihi oleh Tuhan.

Renungkan hal ini:
- Kepada siapa Anda berusaha membuktikan diri Anda? Mengapa?
- Apabila buat Anda tak cukup hanya dengan mengetahui dan mendasarkan nilai Anda kepada Tuhan, mengapa Anda berpikir demikian?
- Bagaimana pengalaman kerja Anda dapat berubah seandainya Anda hanya berusaha menyenangkan Tuhan dengan pekerjaan Anda, bukan untuk orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 23-25; Markus 14:1-26


Fakta bahwa Anda hidup berarti Tuhan mencintai Anda dan ingin Anda hidup. Anda teramat berharga. Anda adalah sebuah mahakarya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Kamis, Maret 14, 2019 | ,

Jika Anda Ingin Tumbuh, Anda Harus Belajar Beristirahat


Mazmur 127: 2 "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Ketika kami pertama kali memulai Gereja Saddleback, saya bekerja 18 jam sehari. Kay, istri saya, memasak dan menjamu jemaat kami dua kali seminggu. Kami menampung semua anggota gereja kami di rumah kami setidaknya selama dua tahun pertama. Pada hari Minggu terakhir di tahun pertama kami, saya memberi kotbah – dan saya pingsan. Saya kelelahan secara fisik, emosional, spiritual, dan relasional.

Di tahun berikutnya, Tuhan mengajari saya beberapa hal tentang keseimbangan — yang kemudian harus saya pelajari berulang kali semenjak saat itu. Ini yang saya pelajari: Tuhan tak akan memberi semua yang Dia janjikan sekaligus. Mengapa? Karena Anda bisa jadi tidak siap mengurus semuanya, atau mungkin itu terlalu banyak untuk Anda atur sehingga Anda harus menunggunya hingga Anda benar-benar matang secara rohani. Janji-janji Allah akan dipenuhi sedikit demi sedikit seiring dengan pertumbuhan Anda.

Alkitab berkata dalam Mazmur 127: 2, "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Ketika saya pingsan di gereja, saya sadar bahwa menolak beristirahat adalah tanda-tanda ketidakdewasaan. Ingat, kota Roma tidak dibangun dalam waktu semalam, begitu pun dengan gereja atau apa pun itu yang berharga.

Ketika Tuhan mengembangkan bisnis Anda, Dia juga mengembangkan iman Anda. Ketika Tuhan mendewasakan anak-anak Anda, Dia juga mendewasakan Anda. Ketika Tuhan mengembangkan karir Anda, Dia juga mengembangkan Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa alasan Anda bekerja berlebihan di rumah, sekolah, atau pekerjaan Anda?
- Di mana fokus Anda saat Anda terlalu banyak bekerja?
- Berdasarkan jadwal harian Anda, mana yang merupakan prioritas Anda: menyelesaikan daftar pekerjaan Anda atau tumbuh secara rohani? Mengapa?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 20-22; Markus 13:21-37


Supaya Anda bertumbuh, Anda harus belajar untuk beristirahat dalam kebaikan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Rabu, Maret 13, 2019 | ,

Percaya Pada Yesus Setiap Hari


Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Terburu-buru menciptakan kekhawatiran. Matius 6:34 mengatakan, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Ada dua hari yang tidak perlu Anda khawatirkan: kemarin dan besok.

Anda tak bisa kembali hidup di masa lalu. Anda tak bisa lompat ke hari esok. Anda hanya bisa hidup di hari ini. Mengapa Anda hanya bisa hidup dari hari lepas hari? Pertama, ketika Anda khawatir tentang permasalahan besok hari, maka Anda kehilangan berkat hari ini. Kedua, Anda tidak bisa menyelesaikan masalah besok dengan kekuatan hari ini. Ketika besok tiba, Tuhan akan memberi Anda kekuatan, perspektif, kasih karunia, dan hikmat yang Anda perlukan untuk menjalani besok.

Alkitab tidak mengatakan, "Berikanlah kami makanan MINGGUAN kami." Alkitab mengatakan, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya" (Matius 6:11). Tuhan ingin Anda bergantung pada-Nya setiap hari. Dia akan menyediakan semua yang Anda butuhkan. Anda tidak akan kekurangan apa pun.

Renungkan hal ini:
- Luangkan 5 hingga 10 menit hari ini untuk membaca dan merenungkan Mazmur 23. Apa ayat-ayat Alkitab yang perlu Anda ingat ketika Anda mulai khawatir?
- Apa hal-hal dari masa lalu yang Anda khawatirkan dan yang harus Anda serahkan kepada Tuhan?
- Apa yang Anda khawatirkan tentang masa depan yang harus Anda percayakan kepada Tuhan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 14-16; Markus 12:28-44


Tidak apa-apa merencanakan hari esok, tapi jangan terus menyusahkan diri untuk mengkhawatirkannya. Percayalah kepada Tuhan setiap hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Senin, Maret 11, 2019 | ,

Jadikan Yesus di Tempat Pertama di Area yang Anda Khawatirkan


Matius 6: 32-33 "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Setiap kali Anda khawatir, itu menunjukkan ada area tertentu dalam hidup Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan sepenuhnya. Bidang apa pun dalam hidup Anda yang tidak Anda izinkan untuk Tuhan pegang kendali atasnya akan menjadi sumber kekhawatiran dan kegelisahan Anda.

Sambut Yesus masuk ke dalam rumah Anda. Beri Dia akses masuk ke ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan semua ruang dalam hidup Anda. Dia sudah tahu apa yang berada di sana. Bahkan Tuhan tahu apa yang Anda butuhkan lebih dari Anda sendiri. Anda punya kebutuhan yang bahkan Anda tidak tahu. Setiap kali Anda membawa kebutuhan itu di dalam doa, Dia tidak akan terkejut. Dia tidak akan berkata, "Wah, kenapa kau tiba-tiba memintanya?"

"Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6: 32-33).

Renungkan hal ini:
- Dalam renungan hari ini, saya membahas tentang kegelisahan- apa perasaan-perasaan lain yang menyertai kekhawatiran Anda?
- Apakah ada hal-hal dalam hidup Anda yang Anda lebih cintai ketimbang Tuhan, bahkan hal-hal yang baik sekali pun?
- Bagaimana hal-hal tersebut menjadi sumber kekhawatiran buat Anda? Jika mereka bukan sumber kekhawatiran, mengapa Anda berpikiran seperti itu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27


Ketika Anda menjadikan Yesus Kristus yang nomor satu di setiap bidang kehidupan Anda, maka itu akan menyederhanakan prioritas-prioritas Anda dan membuat kekhawatiran Anda jauh berkurang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Minggu, Maret 10, 2019 | ,

Ganti Kekhawatiran Menjadi Ibadah


Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian."

Tuhan adalah sumber dari segala yang Anda butuhkan untuk hidup. Dia adalah Gembala Baik yang memberi makan, yang menuntun, dan yang memenuhi segala kebutuhan Anda. Anda tidak perlu mencarinya di tempat lain. Anda tidak perlu mencarinya di bank. Anda tidak perlu mencarinya di pemerintahan. Anda tidak perlu mencarinya pada pasangan Anda, pada tabungan hari tua Anda, kartu jaminan sosial Anda, atau pekerjaan Anda.

Bila Anda menaruh rasa aman Anda pada sesuatu, maka itu haruslah sesuatu yang tak akan pernah bisa direnggut dari Anda. Anda bisa kehilangan kesehatan Anda. Anda bisa kehilangan pekerjaan Anda. Anda bisa kehilangan ketampanan Anda. Anda bisa kehilangan keluarga Anda. Anda bisa kehilangan hidup Anda. Anda bisa kehilangan akal Anda. Anda bisa tersesat.

Namun, Tuhan tidak pernah tersesat. Dan tidak ada satu kebutuhan pun yang tidak bisa Tuhan sediakan. Filipi 4:19 mengatakan, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Lalu, mengapa kita bisa begitu khawatir? Khawatir bisa jadi merupakan dosa yang paling lazim kita temui di planet ini. Itu merupakan akibat langsung dari kita lupa bahwa Tuhan itu senantiasa baik. Anda bisa memilih berdoa, atau sebaliknya, malah jadi panik. Jika Anda tidak berdoa, Anda akan menjadi panik. Anda bisa memilih untuk khawatir, atau sebaliknya beribadah kepada Tuhan. Jika Anda tidak beribadah, Anda akan menjadi khawatir.

Alkitab berkata, "Karena itu aku berkata kepadamu, jangan khawatir tentang hidupmu, apa yang akan kamu makan atau minum; atau tentang tubuh Anda, apa yang akan Anda kenakan. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan tubuh lebih dari pakaian? (Matius 6:25).
Jelas, Tuhan tidak ingin Anda cemas akan apa pun. Namun memang sulit bagi kita semua untuk menghentikan kebiasaan itu. Mengapa? Karena itu sifat dasar manusia!

Hal terbaik untuk memulainya ialah dengan doa. Begitu Anda menyadari bagaimana kekhawatiran terus menjauhkan Anda dari kebaikan Tuhan dan Anda memutuskan bahwa Anda tidak mau itu menghalangi Anda untuk melakukan yang terbaik buat Tuhan, bawa itu kepada Tuhan di dalam doa.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kekhawatiran mempengaruhi Anda secara fisik? Dengan emosi Anda? Dengan iman Anda?
- Kapan terakhir kali Anda mencemaskan sesuatu? Lima menit yang lalu? Minggu lalu? Saat ini?
- Luangkan waktu Anda sekarang juga untuk mendoakan hal-hal yang Anda khawatirkan. Apa perbedaan yang terlihat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 8-10; Markus 11:19-33


Begitu Anda mengundang Tuhan masuk, maka kekhawatiran akan hengkang dari pintu belakang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Sabtu, Maret 09, 2019 | ,

Jangan Khawatir: Tuhan adalah Tuhan, dan Anda Bukan


Yohanes 14: 1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."

Anda tidak perlu menjalani sisa hidup Anda di dalam kekhawatiran yang tak ada habisnya, menjadi tegang, gelisah, cemas, atau merasa tertekan. Apa pun yang bisa dipelajari bisa berhenti kita pelajari. Maka, marilah kita mulai berhenti khawatir!

Tuhan telah berjanji untuk merawat Anda. Titik awal untuk melepaskan kecemasan ialah dengan mempertahankan sikap rendah hati ini: "Tuhan adalah Tuhan, dan aku bukan." Ketika Anda memahami konsep ini, kekhawatiran akan mulai menyingkir dari kehidupan Anda.

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Yohanes 14: 1).

Mulailah setiap hari dengan mengingatkan diri sendiri bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik. Ketika Anda bangun tidur, mengapa tidak mencobanya? Duduklah di sisi tempat tidur Anda dan katakan, "Tuhan adalah gembalaku. Yesus Kristus, aku meminta-Mu untuk memenuhi kebutuhan perutku, membimbingku, dan memenuhi kebutuhanku hari ini. Aku mau percaya kepada-Mu."

Yesus berkata, "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku" (Yohanes 10: 14-15).

Jika Tuhan saja begitu mengasihi Anda dan rela mati demi Anda, maka tentu saja Dia juga mengasihi Anda untuk memberi makan Anda, membimbing Anda, dan memenuhi kebutuhan apa pun yang Anda punya hari ini.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana dengan memahami janji Allah bahwa Ia akan memenuhi segala kebutuhan Anda, membantu Anda untuk tidak khawatir?
- Mengapa diperlukan kerendahan hati untuk melepaskan kekhawatiran?
- Apa hal-hal lain yang bisa Anda lakukan saat Anda bangun pagi untuk membantu Anda agar tidak khawatir? Bagaimana dengan di malam hari sebelum Anda tidur?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 5-7; Markus 11:1-18


Anda bukan Tuhan, karena itu biarkan Tuhan melakukan tugasnya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Jumat, Maret 08, 2019 | ,

Lima Alasan Kekhawatiran itu Tidak Ada Gunanya


Matius 6:26 "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan ketika Anda mulai khawatir ialah berdoa. Doa memiliki kuasa! Doa memiliki kuasa untuk mengubah perspektif Anda. Doa memiliki kuasa untuk mengubah hati Anda. Doa memiliki kuasa untuk mengubahkan hidup Anda! Dan sebaliknya, kekhawatiran tidak memiliki kuasa penebusan. Malah sesungguhnya, itu tidak ada gunanya. Berikut ini alasannya:

1. Kekhawatiran itu tidak masuk akal. Itu tidak rasional. Selain itu, kita biasanya khawatir dengan hal-hal yang salah: penampilan kita, apa yang harus kita ucapkan, orang-orang yang kita ajak bicara, apa yang harus capai— hal-hal yang tidak akan berarti dalam lima tahun ke depan. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa Anda ubah itu tidak masuk akal. Jika Anda tidak bisa mengubahnya, maka mengapa harus mencemaskannya?

Setiap saat yang Anda habiskan untuk mencemaskan sesuatu sama saja dengan membuang-buang setiap detik dari hidup Anda: "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27).

2. Kekhawatiran itu tidak wajar. Anda tidak diciptakan untuk menjadi khawatir. Alam ini tidak khawatir. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang khawatir. Matius 6:26 mengatakan, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"

Pernahkah Anda melihat seekor burung mondar-mandir di halaman belakang khawatir tidak menemukan cacing untuk dimakan? Burung saja tidak perlu cemas tentang bagaimana Tuhan merawat mereka, maka begitu pun Anda seharusnya.

3. Kekhawatiran itu tidak ada gunanya. Itu tidak akan mengubah apa pun. Itu tidak akan bisa membuat Anda lebih besar atau lebih kecil, lebih kurus atau lebih gemuk. Mengkhawatirkan masalah tidak akan pernah menggerakkan Anda satu langkah pun lebih dekat menuju solusi. Itu hanya akan membuat Anda lelah dan stres. "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia" (Amsal 12:25).

4. Kekhawatiran itu sia-sia. Khawatir berarti Anda memikul tanggung jawab yang Tuhan tidak rancang untuk Anda pikul. Setiap kali Anda khawatir, artinya Anda punya pemahaman yang salah tentang kebaikan Tuhan. Khawatir adalah sebuah tanda yang mengisyaratkan bahwa Anda sudah lupa betapa baiknya Tuhan.

Ketika Yesus mati di kayu salib untuk Anda, Dia memecahkan masalah terbesar Anda. Tak ada masalah yang lebih besar dari keselamatan yang kekal dari Allah. Jika Anda bisa mempercayakan keselamatan Anda pada Allah, apalagi dengan yang lain-lainnya!

5. Kekhawatiran adalah ketidakpercayaan. Tuhan telah berjanji untuk memenuhi segala yang Anda butuhkan. Ketika Anda meragukan itu, pada saat itu, sesungguhnya Anda menjadi orang yang tak beriman. Anda bertingkah seolah-olah Tuhan itu tidak ada dan seolah Tuhan tidak menjanjikan apapun di dalam Alkitab. Khawatir merupakan ateisme praktis.

Filipi 4:19 mengatakan, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Apa yang tidak termasuk di dalam segala keperluan di dalam ayat ini? Tidak ada. Tuhan tahu kebutuhan fisik Anda, kebutuhan sosial Anda, kebutuhan karir Anda dan kebutuhan keluarga Anda.

Apakah Anda percaya itu?

Renungkan hal ini:
- Apa yang bisa Anda ubah dengan hal-hal yang Anda cemaskan selama ini?
- Bagaimana Anda bisa menyesuaikan rutinitas Anda di malam hari, sehingga Anda dapat tidur tanpa perlu khawatir?
- Apa janji-janji lain di dalam Firman Allah yang mengingatkan Anda bahwa Allah akan memenuhi semua kebutuhan Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 3-4; Markus 10:32-52


Tidak ada satupun permohonan dan kebutuhan Anda yang Anda minta kepada Tuhan yang Ia belum tahu, sebab Ia sudah tahu itu sebelum Anda meminta-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Jumat, Maret 08, 2019 | ,

Isi Pikiran Anda Dengan Firman Tuhan, Bukan Kekhawatiran


Filipi 4: 6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Saat Anda khawatir, jangan menekannya, jangan menahannya, jangan menyangkalnya. Akuilah. Apabila Anda mencoba menahannya, Anda akan jatuh sakit. Itu ibaratnya mengambil sekaleng soda, mengocoknya, dan kemudian memasukkannya ke dalam freezer. Itu akan meledak!

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4: 6-7).

Damai sejahtera apa yang melampaui akal pikiran kita? Itu ketika Anda merasakan kedamaian ketika tidak ada alasan logis dan rasional untuk hal itu. Anda baru saja kehilangan pekerjaan tetapi entah bagaimana Anda merasa tenang di dalam situasi tersebut. Mengapa? Allah adalah gembala Anda. Anda menerima kabar "kanker" dari dokter Anda. Tapi entah mengapa, Anda merasa damai di dalam situasi tersebut. Mengapa? Sebab Allah adalah gembala Anda.

Jika Anda tahu bagaimana caranya khawatir, artinya Anda tahu caranya bermeditasi atau merenung. Bermeditasi adalah fokus pada hal yang sama berulang kali. Sebaliknya, serahkanlah kekhawatiran Anda dan renungkanlah Firman Tuhan. Mulailah dengan sebagian kecil bab Alkitab. Pertama, bacalah perikop ini secara perlahan, dengan lantang beberapa kali, berikanlah penekanan pada kata atau frasa yang berbeda. Kedua, renungkanlah kebenaran yang ada dalam Firman itu. Ketiga, tanggapi Tuhan dengan mengingat apa yang baru saja Anda baca. Bacalah dengan pelan atau lantang. Keempat, simpan Firman Tuhan di dalam hati Anda, dengarkan apa yang Tuhan katakan melalui Firman Tuhan yang Anda baca itu.

Apakah Anda lebih suka menyimpan kekhawatiran atau Firman Tuhan di dalam kepala Anda? Ambil keputusuan ini hari ini: Akui kekhawatiran Anda, dan kemudian isi pikiran Anda dengan kebenaran Allah yang ditemukan dalam Alkitab.

Renungkan hal ini:
- Ketika Anda berdoa kepada Tuhan tentang kekhawatiran Anda, apakah Anda berdoa secara spesifik? Jika tidak, menurut Anda apa bedanya jika Anda melakukannya?
- Bacalah Mazmur 23, dan kemudian praktikkan gagasan tentang meditasi di renungan hari ini. Apa wawasan baru yang Anda dapatkan?
- Filipi 4: 7 mengatakan bahwa Allah "akan memelihara" hati dan pikiran Anda. Menurut Anda apa maksudnya itu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 1-2; Markus 10:1-31


Serahkanlah senantiasa kekhawatiran Anda kepada Tuhan. Dia dapat mengatasinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Rabu, Maret 06, 2019 | ,
Back to Top