Mengikuti himbauan dari pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 maka seluruh kegiatan ibadah GSJA Sword ditiadakan dan akan dialihkan ke Ibadah secara online mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jika Anda Ingin Tahu Apa Yang Harus Anda Lakukan, Mintalah Hikmat

Yakobus 1: 5-6 "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."

Karena Tuhan telah merancang keseluruhan ide tentang pria dan wanita, orang tua dan anak-anak serta teman-teman, bukankah masuk akal apabila Anda datang kepada-Nya saat Anda punya masalah?

Seperti yang dikatakan dalam ayat kita hari ini, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah," (Yakobus 1: 5a).

Tuhan tidak pernah memaksakan keinginanNya kepada kita. Dia mengundang kita untuk menjalin suatu hubungan dengan-Nya. Maka, mintalah hikmat kepada-Nya. 

Jujur, saya sering sekali lupa memintanya kepada-Nya. Jika Anda sama seperti saya, Anda pasti menjalani hari demi hari dengan tergesa-gesa, melakukan ini dan itu dengan hanya bermodalkan asumsi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tetapi, kadang Anda perlu berhenti sejenak dan berseru, "Tuhan, ke mana Engkau mau menuntunku?" Tentunya dengan senang hati Dia akan memberitahu Anda. 

Tapi bagaimana cara-Nya Dia memberitahu Anda? Jawaban itu biasanya akan datang melalui salah satu dari dua hal ini: melalui orang-orang yang setia kepada-Nya dan yang mempelajari Firman-Nya. Berkumpullah dengan beberapa orang yang Anda kenal di dalam Tuhan, kemudian mintalah pendapat mereka. Tataplah mata mereka, dan temukanlah jawaban-jawaban yang jujur. Lalu, carilah jawabannya di dalam Firman Tuhan. Bertanyalah kepada-Nya, "Ya Tuhan, menurut Engkau apa yang harus aku lakukan?"

Sebagian orang berpikir jika Tuhan tidak tertarik dengan hubungan kita dengan orang lain. Apalagi, Dia juga harus tanpa henti mengatur seluruh alam semesta ini. Tidak, itu salah! Tuhan peduli dengan relasi Anda dengan sesama. Mengapa? Karena Dialah Pencipta Anda! Alkitab berkata, "Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat" (1 Korintus 7:17).

Saya mengerti rasa sakit yang mungkin muncul dalam sebuah hubungan, tetapi ada satu janji luar biasa dalam Firman Allah, bahwa Dia dapat mendatangkan keindahan ke dalam hubungan apa pun — bukan kesempurnaan, melainkan keindahan. Kedua orang di dalam sebuah hubungan harus saling sepakat, walaupun itu butuh perjuangan untuk sampai pada titik tersebut. Namun menyerah tidak ada dalam rancangan atau tujuan Allah. Itulah sebabnya Anda harus datang kepada-Nya untuk meminta bimbingan dan arahan-Nya.

Renungkan hal ini: 
- Apa yang perlu Anda lakukan untuk memastikan bahwa setiap hari Anda menghabiskan waktu bersama Tuhan sehingga Anda tidak lupa meminta arahan-Nya?
- Bagaimana Anda dapat mengembangkan persahabatan dengan orang Kristen lainya sehingga itu akan membantu Anda untuk meminta dan mengikuti bimbingan Allah?
- Mengapa dengan Anda percaya kepada Tuhan dapat mengembalikan keindahan ke dalam hubungan Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27


Mengapa kita harus meminta hikmat kepada-Nya? Karena hubungan kita dengan Tuhan dimulai dengan iman. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Mei 23, 2019 |

Ketika Rasa Kasih Hilang dari Hati Anda, Pilihlah untuk Melakukan Tindakan Kasih

Mazmur 62: 8 "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela."

Apa yang Anda lakukan dengan perasaan-perasaan yang berasal dari kekecewaan di dalam sebuah hubungan? Anda tidak bisa melenyapkannya karena itu akan selalu muncul.

Anda harus percaya pada Allah dan memberi tahu Dia segala masalah Anda sebab Dialah perlindungan Anda.

Sampaikanlah pada Tuhan dalam doa Anda bahwa Anda marah, kecewa atau Anda merasa hampa. Di saat-saat tersebut ketika Anda tidak merasakan apapun, ketika Anda merasa seolah Anda telah kehilangan rasa kasih itu, datanglah kepada Allah dan beritahu Dia — dan kemudian percayalah kepada-Nya. Ibrani 10:23 mengajarkan kita "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia." Dan Dia berjanji untuk mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita.

Kasih adalah sebuah perasaan, tetapi itu juga sebuah tindakan. Dan ketika Anda hilang rasa untuk mengasihi seseorang, bergeraklah maju dengan tindakan mengasihi mereka, dan itu akan membantu Anda memperoleh kembali rasa kasih Anda. Apakah itu munafik? Tidak, itulah sifat dasar manusia. Kita semua terkadang hilang rasa untuk mengasihi. Itu biasanya terjadi ketika kita memutuskan untuk hidup dengan masalah, ketimbang membahasnya secara terbuka.

Mulailah dengan memberi tahu Allah perasaan Anda mengenai masalah tersebut. Dari situ, Tuhan akan dapat mulai memberi Anda kekuatan untuk berbicara dengan orang terkasih Anda tentang masalah tersebut. Ketika Anda melakukannya, Allah akan mulai mengembalikan perasaan kasih Anda kepada orang itu. Dia melakukan apa yang dikatakan dalam Ratapan 5:21: "Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!"

Itulah doa saya untuk Anda. Apakah Anda seorang suami atau istri yang harus melepaskan kekecewaan atau kesalahpahaman, atau apakah Anda perlu menerima perbedaan yang Anda miliki dengan teman dekat Anda— saya berdoa kiranya Tuhan mulai mengembalikan sukacita Anda. Tetapi ketahuilah itu sebuah proses dan proses itu dimulai ketika Anda mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan dan menceritakan perasaan-perasaan Anda kepada-Nya.

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Allah ingin Anda membicarakan tentang perasaan Anda dengan-Nya meskipun Dia sudah tahu perasaan Anda?
- Kekecewaan apa yang perlu Anda bicarakan dengan Tuhan hari ini?
- Bagaimana dengan dipenuhi oleh kasih Allah membantu kita untuk mengasihi orang lain?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53


Berusahalah untuk dapat terus memiliki kasih dalam hati Anda.
Jika itu hilang, berusahalah untuk mendapatkannya kembali.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Mei 22, 2019 |

Tidak Ada Hubungan Yang Sepurna

Efesus 4: 2 "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu."

Tidak ada pasang surut yang lebih drastis selain pasang surut hubungan. Kadang Anda bisa mengalami sukacita yang tinggi dan kekecewaan yang dalam hanya dalam hitungan detik. 

Kekecewaan muncul di dalam hubungan sebab tidak ada seorang pun diantara kita yang sempurna. Kita punya sebuah pandangan ideal tentang cinta, hubungan, dan pernikahan, dan ketika realitanya tidak cocok dengan gambaran itu, itu membuat kita kecewa. 

Kita tidak akan pernah memiliki pernikahan yang sempurna atau pernikahan yang sempurna atau keluarga yang sempurna, karena kita adalah orang-orang yang tak sempurna dan penuh dosa. Gambaran bahwa dua orang yang tak sempurna dan berdosa bisa saling bersatu dan memiliki sebuah hubungan yang sempurna itu tidak realistis. Anda perlu menyesuaikan ekspektasi Anda.

Salah satu alasan mengapa kita sering kecewa dengan hubungan kita ialah karena kita meminta manusia lain untuk memenuhi kebutuhan kita, yang sesungguhnya hanya dapat dipenuhi oleh Tuhan. Manusia lain tidak bisa berjanji untuk selalu ada bersama Anda atau berjanji untuk tidak akan mengecewakan Anda. Hanya Tuhan yang bisa memenuhi janji tersebut. Dia memberi tahu kita dalam Firman-Nya. "Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Yosua 1: 5).

Ketika kita sampai ke surga, tidak akan ada lagi kekecewaan atau rasa sakit. Sampai hari itu tiba, buatlah komitmen untuk terus mengasihi. Seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 13: 7, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Renungkan hal ini: 
- Mengingat kenyataan dosa, bagaimana Anda perlu menyesuaikan ekspektasi Anda atas pasangan atau teman Anda?
- Jenis kasih yang dibicarakan dalam 1 Korintus 13: 7 tidak muncul begitu saja dari dalam diri kita. Menurut Anda bagaimana caranya agar kita bisa tumbuh di dalam kasih tersebut? 
- Menurut Anda mengapa begitu penting buat kita untuk memiliki pernikahan dan keluarga yang sempurna? Apakah Tuhan mengharapkan ini dari kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27


Ketika Anda mendapati diri Anda bergumul dengan kesalahan satu sama lain, bawalah kekecewaan Anda itu kepada Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Mei 21, 2019 |

Kita Semua Berbeda. Haleluya!

Roma 15: 7 "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Sangat mudah untuk berbicara soal hubungan dengan orang lain ketika semuanya berjalan baik-baik saja, tetapi apa yang Anda lakukan ketika segala sesuatunya mengarah ke arah yang salah? Bagaimana Anda membalikkan arah hubungan tersebut?

Tuhan menciptakan cinta di dalam suatu hubungan dan membuat kita hidup berelasi dengan satu sama lain. Nasihat dan pimpinan-Nya untuk kita menjalin suatu hubungan dengan orang lain bisa memberikan suatu perbedaan yang nyata. 

Salah satu frustrasi terbesar kita yaitu ketika kita tidak memandang sesuatu seperti orang lain memandangnya. Terkadang, perbedaan-perbedaan bisa menciptakan kegembiraan, tapi itu juga bisa menyebabkan banyak penderitaan mendalam.

Ketahuilah bahwa Allah mencipatakan Anda berbeda, dan kemudian mengucap syukurlah atas perbedaan Anda itu. 

Sejak awal, Allah menciptakan kita berbeda-beda: "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" (Kejadian 1:27). Pria dan wanita berbeda secara fisik tetapi juga dalam cara kerja, cara pikir, cara berbelanja, bahkan menonton TV — kita melakukan segalanya secara berbeda. Dan kita harus bersukacita di dalam perbedaan-perbedaan itu.

Jika dua orang dalam sebuah hubungan setuju akan segala hal, maka salah satunya tidak ada gunanya di dalam hubungan tersebut. Faktanya, Allah menempatkan Anda ke dalam suatu hubungan — baik itu hubungan pernikahan atau persahabatan — supaya Anda memandang kehidupan ini secara berbeda. Karena itulah, masing-masing dari Anda membawa hal-hal baru dan berbeda ke dalam hubungan tersebut yang tadinya tidak ada. 

Seperti bacaan kita hari ini, "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah" (Roma 15: 7). Ketika Anda menerima satu sama lain karena perbedaan-perbedaan yang ada, maka itu bukan hanya menguatkan hubungan Anda, tapi juga membawa kemuliaan bagi Allah. Mengapa? Sebab Anda telah menerima satu kebenaran bahwa Allah membuat setiap orang berbeda agar Anda dapat saling belajar dan tumbuh di dalam hubungan dengan orang lain. 

Itulah titik awal dalam membalikkan arah hubungan Anda: mengucap syukurlah kepada Tuhan atas segala perbedaan Anda.

Renungkan hal ini: 
- Apa satu hal yang membuat Anda sangat berbeda dari pasangan Anda atau teman baik Anda yang mengakibatkan ketegangan di masa lalu? Bagaimana perbedaan itu malah membantu Anda berdua tumbuh?
- Mengapa penting bagi kita untuk tidak hanya menerima perbedaan seseorang, tapi juga menunjukkannya? Bagaimana cara Anda menunjukkannya?
- Ketika Anda bergumul di dalam sebuah hubungan, apakah sumber pertolongan pertama Anda adalah Firman Allah? Mengapa atau mengapa tidak?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71


Tuhan membuat kita berbeda supaya kita dapat saling menyempurnakan, saling melengkapi, dan saling menguatkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Mei 20, 2019 |

Mewariskan Keramahtamahan Anda

Ibrani 10:24 "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik."

Keluarga yang luar biasa mengajarkan anak-anak mereka bahwa mereka bukanlah pusat dari semua orang yang ada di sekitar mereka. Mereka mengajarkan anak-anak mereka bahwa Tuhan menciptakan mereka dan membentuk mereka untuk sebuah misi. Mereka memberikan teladan dedikasi, pelayanan, kemurahan hati, dan doa. Kebanyakan keluarga tidak melakukan itu. Namun keluarga yang luar biasa melakukannya. 

Saya menjadi seperti ini berkat orangtua saya. Mereka menanamkan di dalam diri saya nilai-nilai spesifik yang membuat saya peduli pada orang lain.

Dulu orangtua saya sangat, sangat miskin, tapi mereka berdua memiliki karunia keramahan. Mereka senang memberi kepada orang lain meskipun mereka tidak punya banyak. Kami tinggal di pedesaan, ayah saya menanami kebunnya yang seluas satu hektar itu dengan berbagai jenis sayuran. Tentunya keluarga kami tidak bisa habis mengkonsumsi sayuran itu, tetapi beliau melakukannya hanya supaya dia bisa memberikannya kepada orang lain sebab dia tidak punya uang yang bisa diberi. Jadi kami selalu menanam banyak, dan kemudian membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. 

Rumah kami selalu penuh dengan orang asing. Jika mereka sakit, mereka datang ke rumah kami. Jika mereka sedang berkelana dan butuh tempat tinggal, mereka tinggal di rumah kami. Jika mereka sedang mengalami konflik, mereka datang ke rumah kami. Jika mereka adalah pendeta yang datang dari kota untuk berkotbah di gereja lokal kami, mereka tinggal di rumah kami. Suatu hari ayah saya menghitung sudah berapa banyak makanan yang sudah dimasak ibu saya untuk para tamu kami dalam satu tahun, hasilnya, ibu saya sudah memasak lebih dari seribu porsi makanan! Saya tumbuh dengan belajar untuk "memberikan hidup saya untuk orang lain." Hidup bukan tentang saya, tapi tentang sesama. Ini tentang membantu orang lain.

Itulah yang dilakukan oleh keluarga yang luar biasa. Mereka saling mengajarkan anggotanya untuk menunjukkan kasih dan melakukan perbuatan baik. Kita menyebut perbuatan baik sebagai pelayanan.

Satu contoh yang tepat tentang teladan ini ialah keluarga Kornelius dalam kitab Kisah Para Rasul: "Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah" (Kisah Para Rasul 10: 2).

Sungguh sebuah warisan yang luar biasa! Bukankah Anda mau suatu hari nanti orang-orang menceritakan tentang pelayanan Anda dan keluarga Anda?

Terlepas dari apakah Anda memiliki anak atau tidak, Tuhan ingin Anda meninggalkan warisan yang seperti itu. Anda akan bertemu orang-orang muda—atau yang muda imannya — di sekeliling Anda. Maukah Anda meluangkan waktu untuk membantu orang lain menjadi seperti yang Tuhan inginkan? Maukah Anda membantu mereka mengetahui apa misi Tuhan untuk hidup mereka?

Renungkan hal ini: 
- Warisan apa yang ingin Anda tinggalkan? Bagaimana saat ini Anda berusaha meninggalkan warisan seperti itu?
- Jika Anda tidak memiliki anak, siapa orang muda dalam hidup Anda yang bisa Anda berikan dorongan untuk melakukan panggilan mereka dan membantu orang lain?
- Apa yang menahan Anda untuk membuka pintu rumah Anda untuk orang lain?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44


Sebarkan nilai kebaikan bagi orang lain ,jadilah terang dan garam bukan hanya untuk keluarga Anda saja tapi juga untuk sesama dimana pun Anda berada.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Mei 19, 2019 |

Hubungan Adalah Pelindung di Kala Badai

Pengkhotbah 4: 9 "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka."

Hubungan ibaratnya jas hujan di kala badai kehidupan menerpa. Siapa pun teman atau keluarga kita yang sedang mengalami kesulitan, kita harus saling membantu. Mereka yang berkomitmen kepada satu sama lain saling melindungi di dalam badai.

Pengkhotbah 4: 9 mengatakan, "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka." Ada tiga badai yang harus kita saling bantu hadapi. Yang pertama adalah perubahan. Dan badai yang lainnya adalah yang saya sebut ide-ide yang memberi dampak buruk.

Namun, badai yang paling menyakitkan dari semuanya itu adalah penolakan. Ketika teman Anda, anak-anak Anda, atau suami atau istri Anda merasa ditolak, Anda — dan orang-orang yang dekat dengan mereka perlu merangkul mereka dan berada di sana sebagai pelindung mereka di tengah badai itu.

Saya tak akan pernah lupa bertahun-tahun lalu ketika anak tertua saya, Amy, duduk di bangku SMP. Dia ingin sekali masuk ke dalam tim pemandu sorak sekolah. Dia berlatih setiap hari. Teman-temannya diterima, sementara dia ditolak. Itu sangat menghancurkan hatinya. Ketika dia sampai di rumah, dia buru-buru masuk ke kamarnya, duduk di lantai dan menangis tersedu-sedu.

Semua orang yang ada di rumah kami bisa mendengar tangisannya. Kami semua pergi ke kamarnya dan duduk di lantai bersamanya, menangis bersamanya.

Kami tidak memberi Amy saran. Dia tidak butuh saran! Kami tidak berkata kepadanya, "Sudahlah, jangan khawatir. Itu bukan masalah besar." Itu sebuah masalah besar! Kami tidak berkata, "Jangan menangis!" Itu hal terbodoh yang bisa kita ucapkan kepada seseorang yang tengah bersedih. Kami semua hanya duduk di sana dan sekitar 30 menit menangis bersamanya.

Keluarga kami tidak akan pernah lupa kejadian itu. Mengapa? Karena pada saat itu, kami menjadi jas hujan untuknya. Kami menjadi pelindung di tengah hujan badai. Kami menjadi tamengnya. Ketika ada seseorang di keluarga kami yang tengah bersedih, kami tidak membuatnya tambah depresi. Kami tidak berusaha membujuknya. Kami tidak berusaha menghiburnya. Kami hanya ada di sana menangis bersamanya.

Keluarga yang luar biasa — baik itu secara biologis, adopsi, dan rohani — harus saling melindungi di tengah badai.

Renungkan hal ini:
- Mengapa orang-orang harus mendapatkan dukungan terbesar dari keluarga mereka?
- Apa yang biasanya Anda katakan kepada anak Anda yang menghadapi sebuah penolakan? Menurut Anda apa hal yang perlu kita lakukan atau katakan yang sesuai dengan petunjuk Alkitab?
- Bagaimana kita kadang mencoba membuat orang lain merasa ditolak? Apa akibat yang paling buruk ketika kita melakukan itu?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21


Jadilah penopang yang kuat bagi setiap orang terkasih Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
| Sabtu, Mei 18, 2019 |

Bagaimana Persembahan Anda Mencerminkan Karunia Tuhan

2 Korintus 9: 7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Alkitab berkata, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (2 Korintus 9: 7-8).

Perhatikan "segala" dalam Alkitab: "segala sesuatu," "senantiasa," "berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." Itulah janji-janji yang diberikan kepada seseorang yang menjadi serupa dengan Kristus. Seperti apakah Kristus itu? Dia adalah pemberi. Allah begitu mengasihi dunia ini, sebab itulah Dia memberi. Jika Anda belum belajar untuk bermurah hati dengan waktu, uang, sumber daya, dan peluang Anda, maka Anda tidak akan menjadi serupa dengan Kristus. Tak ada bukti yang lebih kuat bahwa Anda telah mengerti tentang karunia Allah, dibanding dengan mengasihi, peduli dan bermurah hati kepada orang lain dan kepada Allah.

Bila Anda merasa gelisah atau defensif ketika pendeta Anda mulai berbicara tentang memberi persembahan, itu artinya Anda tidak paham tentang karunia Allah. Buka kembali Alkitab Anda. Di situ dikatakan bahwa jika Anda memberi dengan sukacita dan tanpa paksaan, maka Allah akan menyediakan segala yang Anda butuhkan— setiap saat, dalam berbagai cara, kapan pun Anda membutuhkannya.

Tapi ada satu pertanyaan: Apakah Anda akan percaya kepada Allah yang telah memberikan hidup-Nya untuk Anda? Jika Anda saja bisa mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, kenapa Anda tidak bisa mempercayakan finansial Anda kepada-Nya? 

Faktanya, Anda dan saya tidak punya apa-apa. Allah hanya meminjamkannya kepada kita selama 70 atau 80 tahun. Itu semua adalah miliknya. Waktu masih kecil, anak saya meminta lima dolar pada saya untuk untuk membelikan saya hadiah ulang tahun, nah, dari mana sebenarnya uang itu berasal? 

Allah pun melakukannya kepada kita. Dia memberi kita dengan begitu murah hatinya. Kata-Nya, "Jalani hidupmu dengan rasa syukur. Bermurah hatilah dalam memberi, termasuk dengan persepuluhanmu." Apakah Allah perlu uang? Tidak. Dia ingin Anda serupa seperti Dia. Dia ingin Anda memiliki hati yang senang berkata, "Saya tak sabar ingin memberi."

Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Anda bisa berkata mencintai Tuhan atau menyanyikan lagu yang mengungkapkan betapa Anda percaya kepada-Nyamenempatkan dan Dia di tempat pertama, tetapi yang bisa menunjukkan betapa bersyukurnya Anda atas kasih karunia-Nya yaitu melalui persembahan Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Apakah Anda menyebut diri Anda orang yang memberi dengan sukacita? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah memberkati keuangan Anda atau menyediakan segala yang Anda butuhkan karena Anda sudah setia memberikan perpuluhan?
- Dengan cara apa Anda mencerminkan rasa syukur Anda atas kasih karunia Allah? 


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47


Jika Anda ingin mengukur seberapa besar Anda memahami anugerah Allah dan seberapa besar Anda hidup di dalam anugerah-Nya, maka lihatlah persembahan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Jumat, Mei 17, 2019 |

Berhenti Mencoba Untuk Jadi Perfeksionisme

Pengkhotbah 11: 4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."

Ketika Anda belajar untuk berserah di dalam kasih Tuhan yang memerdekakan dan keluar dari penjara perfeksionisme, maka Anda akan menemukan level baru dari rasa sukacita dan kemerdekaan dalam hidup Anda. Mengapa? Sebab perfeksionisme merusak hidup Anda dalam beberapa cara. 

1. Itu mengalahkan inisiatif Anda.

Apakah Anda pernah memiliki sebuah mimpi yang belum juga mulai Anda kerjakan? Anda berpikir, "Suatu hari nanti akan menyelesaikannya," tapi Anda tidak bisa mengambil langkah pertama. Salah satu alasan yang mungkin masuk akal adalah perfeksionisme. Anda sedang menunggu keadaan atau waktu yang sempurna, atau Anda sedang menunggu sampai anak-anak Anda lulus sekolah, atau Anda sedang menunggu sampai sejumlah uang terkumpul. Ketika Anda menetapkan standar yang teramat tinggi, perfeksionisme Anda mengakibatkan kelumpuhan dan pada akhirnya Anda tidak bisa menyelesaikan apapun. 

Alkitab berkata dalam Pengkhotbah 11: 4, "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."

2. Itu merusak hubungan Anda.

Tidak ada yang suka diomeli atau dikoreksi setiap saat. Itu hanya membuat kita frustasi dan kesal! Alkitab berkata, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib" (Amsal 17: 9). Perfeksionisme — keinginan untuk selalu mengkoreksi — merusak banyak hubungan sebab itu berakar dari rasa tidak aman. Perfeksionis yang kasar dan terlalu banyak menuntut orang lain sebenarnya juga begitu keras dan menuntut diri mereka sendiri.

3. Itu menghancurkan kebahagiaan Anda.

Pengkhotbah 7:16 mengatakan "Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?" Jangan salah, ayat ini tidak berbicara tentang kebenaran Fiman atau hikmat yang sejati. Ayat ini membicarakan tentang perfeksionisme. Anda dapat mengubah kebajikan apa pun menjadi kejahatan apabila Anda mengaplikasikannya terlalu ekstrim. 

Gerutu yang paling menyebalkan datangnya dari diri Anda sendiri, karena Andalah pengkritik diri Anda sendiri yang paling jahat (Itu fakta!) Kita biasanya gampang membenci dan bahkan tidak menyukai orang yang mengomeli atau mengkritik kita, nah, jika Anda sendiri saja selalu mengomeli diri Anda sendiri, sikap ini menunjukkan seperti apa diri Anda? Itu menandakan Anda tidak menyukai diri Anda sendiri. Anda menganggap Anda tak cukup baik. Mungkin Anda berpikir memberi teguran dan peringatan atas kesalahan diri Anda sendiri akan memotivasi Anda untuk berbuat yang benar. Itu salah! Itu dinamakan perfeksionisme yang negatif dan itu berakibat Anda terus-menerus merendahkan diri Anda sendiri. 

Hanya ada satu pencegah perfeksionisme yang negatif. Tentunya itu tak ada di buku-buku motivasi atau dengan mengunjungi psikolog. Anda hanya dapat belajar untuk berserah dan menerima kasih Allah yang memerdekakan itu. 

Bacaan Hari ini:
- Apa pergumulan yang paling sulit Anda atasi oleh karena perfeksionisme? Apa yang perlu Anda lepaskan sehingga Anda dapat bergerak maju?
- Mengapa bisa bersantai itu sangat penting buat Anda? Apa pendapat mereka yang bukan pengikut Yesus akan hal ini?
- Pikiran-pikiran negatif apa mengenai diri Anda yang perlu Anda ganti dengan janji dan kebenaran Allah tentang siapa diri Anda sesungguhnya? 



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24


Kasih Allah yang menutupi segala kekurangan tersedia untuk Anda. Anda hanya perlu mengakuinya, akuilah bahwa Anda penuh dengan kekurangan dan tidak sempurna!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Mei 16, 2019 |

Alasan Mengapa Anda Dapat Bersukacita di Tengah Pencobaan

Roma 5: 3 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,"

Banyak orang tahu kisah Alkitab tentang Yusuf dimana saudara-saudara-Nya menjualnya sebagai budak namun akhirnya menjadi orang nomor dua di Mesir. Bertahun-tahun setelah pengkhianatan mereka, Yusuf berhadapan muka dengan saudara-saudaranya itu dan berkata, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar"(Kejadian 50:20).

Itulah yang disebut penderitaan penebusan. Anda menderita untuk kepentingan orang lain. Itulah yang telah Yesus lakukan untuk Anda! Ketika Dia mati di kayu salib, Dia tidak menebus dosa-dosa-Nya, sebab Dia tidak memiliki dosa. Dia telah membayar dosa Anda dan dosa saya. 

Dalam penderitaan penebusan, Allah mengambil kepahitan, dan Dia membuat dunia ini lebih baik karena apa yang telah Anda alami. Allah berkata, "Tidak semua hal dalam hidupmu akan baik adanya, tetapi Aku dapat menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan dan menyesuaikannya dengan rencana-Ku untukmu —bahkan melalui rasa sakit dan dosa-dosa orang lain, bahkan sekalipun ketika engkau tidak salah dan telah dilukai oleh orang lain."

Karena Tuhan adalah Tuhan yang baik, Dia gemar membawa yang baik dari dalam yang buruk. Siapa pun dapat membawa yang baik dari dalam kebaikan. Hanya Tuhan yang mampu membawa kebaikan dari dalam keburukan. 

Roma 5: 3 mengatakan, "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,"Anda dapat merasa bahagia bahkan di tengah-tengah tekanan, cobaan, kesulitan dan kesengsaraan. Mengapa? Perhatikan frasa "karena kita tahu." Kebahagiaan dalam hidup tergantung dari apa yang Anda yakini, bukan apa yang Anda alami. Anda dapat menempatkan dua orang menghadapai satu situasi yang sama, satu dari mereka bisa bahagia, sementara yang lainnya tidak. Mengapa? Sebab apa yang Anda ketahui dan yakinilah yang akan membawa perubahan di tengah situasi sulit. 

Dia ingin Anda semakin tumbuh serupa seperti Dia ketika Anda berada di Bumi, karena satu-satunya hal yang Anda bawa ke Surga adalah diri Anda. Bagaimana cara Dia melakukannya? Lewat segala masalah dan pencobaan yang Anda hadapi. Di tengah-tengah penderitaan Anda, ketahuilah bahwa Dia ingin mengasah kesabaran dan ketahanan di dalam diri Anda, dan Dia ingin menggunakan penderitaan Anda demi kebaikan Anda dan demi kebaikan orang lain.

Sudahkah Anda mempercayakan keselamatan Anda kepada Yesus?

Alkitab mengatakan kita hanya bisa sampai ke surga dengan percaya kepada Allah Bapa melalui Putranya, Yesus Kristus. Dan kita tidak perlu bekerja untuk mendapatkan kasih Tuhan atau pergi Surga. Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2: 8-9). 

Jika Anda belum percaya kepada Yesus dan belum berkomitmen untuk ikut Dia, apalagi yang Anda tunggu? Jika Anda sudah siap untuk melangkah melewati garis itu dan mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus Kristus dan ikut Dia, berdoalah doa ini: 

"Ya Tuhan, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada-Mu, semua kesalahan yang pernah kulakukan akan diampuni, aku akan mempelajari tujuan hidupku, dan Engkau akan menerimaku disurga kekal suatu kelak. 

"Aku mengakui dosaku, dan aku percaya bahwa Engkau adalah Juruselamatku. Engkau telah berjanji bahwa jika aku mengakui dosaku dan percaya kepada-Mu, maka aku akan diselamatkan. Aku percaya pada-Mu ketika Engkau mengatakan bahwa keselamatan hanya datang dari karunia-Mu dengan imanku, bukan oleh karena apapun yang kulakukan. Aku menerima-Mu masuk ke dalam hidupku sebagai Tuhanku. Hari ini aku menyerahkan setiap bagian hidupku ke dalam pemeliharaan-Mu. Berkuasalah atas hidupku.

"Ya Tuhan, aku ingin bersandar dalam kasih-Mu. Terima kasih bahwa aku tak perlu berusaha atau bekerja keras untuk memperolehnya. Aku ingin menggunakan sisa hidupku untuk melayani Engkau, bukan melayani diriku sendiri. Dengan rendah hati kumenyerahkan hidupku kepada-Mu dan meminta keselamatan dari-Mu dan meminta Engkau menerimaku menjadi bagian dari keluarga-Mu. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin."

Renungkan hal ini: 

Bagaimana perspektif Anda dapat berubah di tengah-tengah penderitaan Anda ketika Anda menganggap bahwa itu mungkin berguna untuk kebaikan orang lain?

Bagaimana perspektif Anda dapat berubah di tengah-tengah penderitaan Anda ketika Anda menganggap bahwa Yesus menderita di kayu salib untuk penebusan dosa Anda?

Apa saja hal-hal yang telah Anda pelajari tentang Allah dan tentang diri Anda ketika Anda menghadapi masa penderitaan? Bagaimana pelajaran hidup itu membantu iman Anda bertumbuh? 



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54


Tuhan jauh lebih tertarik pada karakter Anda ketimbang dengan kenyamanan Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Mei 15, 2019 |

Percayalah Pada Siapa Pemilik Anda

Yohanes 8:12 "Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Ketika Yesus berkata, "Akulah terang dunia," Ia mendefinisikan diri-Nya. Maksud perkataan-Nya adalah, "Aku tahu siapa Aku." Setidaknya ini dikatakan 18 kali di dalam Alkitab, Yesus berkata, "Akulah," kemudian Ia mendefinisikan diri-Nya. Dia mendeskripsikan diri-Nya sebagai pintu, roti hidup, jalan, kebenaran, kebangkitan, dan hidup. Berulang-ulang kali Dia mendefinisikan diri-Nya sendiri. Yesus tahu siapa Dia, dan oleh karena itulah, Dia tidak berada di bawah tekanan. 

Inilah prinsip identitas. Selama Anda tidak yakin dengan jati diri Anda, maka Anda akan terdorong masuk ke dalam cetakan orang lain. Mereka akan memanipulasi Anda. Mereka akan berusaha membuat Anda menjadi seperti ekspektasi mereka, ketimbang seperti apa yang Tuhan mau. 

Salah satu penyebab utama stres yaitu akibat dari mencoba menjadi orang lain, bukan diri Anda sendiri. Ketika Anda takut seseorang akan mengetahui siapa jati diri Anda sesungguhnya dan bahwa Anda tak bisa terus mengimbangi mereka, itu menyebabkan stres.

Satu-satunya cara Anda dapat mengimbangi tekanan eksternal ialah dengan memiliki rasa puas di dalam diri Anda, akan siapa diri Anda dan apa yang menjadi kehendak Tuhan atas kita. 

Alkitab mengatakan bahwa Anda diciptakan oleh Allah. Anda amat dikasihi Dia. Anda diterima Dia apa adanya. Dia punya rencana untuk hidup Anda. Sampai Anda menyelesaikan masalah identitas Anda itu, maka Anda akan merasa tidak aman dan Anda akan tertekan oleh stres. Anda tak dapat melayani orang lain sebelum Anda menyelesaikan masalah ini.

Yesus terus-menerus melakukan hal-hal yang mengejutkan semua orang. Dia menempatkan diri-Nya di bawah orang lain dan melayani mereka. Tak ada satu pun dari murid-Nya yang terpikir untuk saling membasuh kaki mereka di Ruang Atas karena rasa tidak aman mereka. Namun Yesus selalu melayani dari posisi yang kuat. Dia tahu siapa Dia dan siapa pemilik Dia, maka tak ada masalah Dia menurunkan diri-Nya sendiri untuk melayani mereka. 

Pelayanan datang dari bagaimana Anda menghargai diri Anda. Apabila Anda belum mengatasi rasa tidak aman Anda dan merasa nyaman dengan diri Anda sendiri, maka Anda akan enggan membantu orang lain. Anda harus merasa aman dengan diri Anda ada di tangan Pemilik hidup Anda, agar Anda dapat dengan efektif melayani orang lain. 

Renungkan hal ini:
- Apa bedanya antara apa yang dunia ini katakan dengan apa yang orang lain katakan tentang Anda dan apa yang Anda yakini Tuhan katakan tentang Anda?
- Apa artinya melayani dari posisi yang kuat?
- Mengapa kita dapat melayani dengan lebih efektif ketika kita merasa aman dengan identitas kita di dalam Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30


Anda akan mendapati pemahaman siapa diri Anda dengan mengetahui siapa pemilik Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Mei 14, 2019 |

Kasih Tuhan Memerdekaan And Untuk Mengasihi Tanpa Rasa Takut

1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

Ketika orang mengalami konflik dalam hubungan, seringkali itu merupakan pertanda bahwa salah satu dari mereka berusaha mengendalikan yang lain. Apa yang mendasari itu? Ketakutan. Rasa tidak aman menyebabkan kita mencoba mengendalikan orang lain atau menolak kontrol orang lain. Ketika Anda begitu tidak aman sampai-sampai yang Anda pikirkan hanyalah apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda, itu akan menghancurkan hubungan Anda dan melumpuhkan kehidupan Anda.

Itu merupakan dilema luar biasa yang kita miliki sebagai manusia: Kita ingin dekat, tetapi kita juga takut mendekatkan diri. Kita ingin memiliki keintiman dengan orang lain, tetapi kita juga begitu takut menjalaninya. 

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." Bagaimana cara kerjanya? Bagaimana kasih mengusir semua rasa takut?

Kasih mengalihkan fokus Anda dan mengarahkannya kepada yang lain. Banyak orang sering bertanya pada saya, "Apakah Anda pernah merasa gugup ketika berdiri di depan begitu banyak jemaat di gereja?" Jawab saya, "Tentu saja!" Tetapi apa Anda tahu apa yang berbeda? Saya mengalihkan fokus dari diri saya kepada orang-orang di depan saya. Jika saya berdiri di hadapan mereka memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang gaya rambut saya, artinya tentu saja ada yang saya takutkan. Tetapi begitu saya mulai memikirkan betapa saya sangat mencintai keluarga gereja saya dan bagaimana selama ini kami melayani Tuhan bersama, tiba-tiba, ketakutan itu hilang.

Itu juga berlaku untuk hubungan apa pun. Fokus pada orang lain memberi Anda kekuatan untuk membuang rasa takut dari hidup Anda.

Lalu bagaimana Anda menemukan kekuatan untuk fokus pada orang lain? Dengan senantiasa menyadari betapa Tuhan sangat mengasihi Anda. Begitu Anda mulai memahami betapa Tuhan amat mengasihi Anda, maka Anda bisa berhenti membuktikan diri Anda. Anda tak perlu menghabiskan hidup Anda mencoba untuk mengesankan orang lain, karena Anda sudah tahu bahwa Tuhan mencintai Anda.

Tahukah Anda betapa bebas dan menyenangkannya menjalani hidup seperti itu? Identitas dan harga diri Anda tidak terjebak dalam pendapat orang lain tentang Anda. Ketika Anda merasa aman di dalam hubungan Anda dengan Kristus, maka Anda tidak lagi ditekan oleh ekspektasi orang lain. Kasih Tuhan membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut.

Renungkan hal ini:
- Rasa tidak aman atau ketakutan apa yang membuat Anda tidak membuka hidup Anda dan hati Anda kepada seseorang, baik itu terhadap teman, pasangan, atau anggota keluarga Anda?
- Bagaimana budaya kita membuat kita tidak aman dalam menjalin hubungan?
- Menurut Anda apa yang Tuhan pikirkan tentang Anda? Apa yang Dia lihat ketika Dia melihat Anda? 



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36


Rasa tidak aman mencegah keintiman dan menghancurkan hubungan Anda. Anda tidak bisa dekat dengan seseorang apabila ada ketakutan dalam hubungan tersebut. Jika rasa tidak aman menghancurkan hubungan, lalu apa yang akan membangunnya? Kasih! Kasih membangun hubungan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Mei 13, 2019 |

Hidup Dalam Terang Surga

2 Petrus 1: 3 "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."

Sebagian besar orang tidak memperhatikan kekekalan Surga. Mereka hanya hidup untuk di sini dan untuk saat ini- itu hanya buang-buang waktu- karena segala sesuatu yang ada "di sini dan saat ini" tidak akan berarti dalam lima menit ke depan, 50 tahun ke depan, apalagi untuk selamanya. Jika kita mengukur lamanya kekekalan Surga dengan merentangkan tali dari California ke Tokyo, maka hidup Anda di Bumi ini hanya kurang dari 1 milimeter. 

Lalu, bagaimana caranya Anda dapat hidup dalam terang Surgawi? Hiduplah untuk kemuliaan Allah, sebab Dia akan berbagi kemuliaan-Nya dengan Anda di Surga kelak.

Alkitab berkata dalam 2 Petrus 1: 3, "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."

Anda dapat menghadapi masa depan sebagai seorang yang sinis, sebagai seorang kritikus, seorang pesimis, atau seorang yang bimbang. Anda dapat menghadapi masa depan dengan mengharapkan yang terburuk dan mengalami yang terburuk. Anda dapat menghadapi masa depan dengan tidak tahu berterima kasih pada orang lain dan hidup untuk kebanggan diri sendiri saja.

Atau sebaliknya, Anda bisa menghadapi masa depan dengan rasa syukur, kemurahan hati, dan kekudusan, dan hidup untuk kemuliaan Tuhan. Mana yang menurut Anda akan membuat Anda lebih bahagia? Mana yang menurut Anda akan membuat Anda lebih sukses? Mana yang menurut Anda akan membuat Allah tersenyum dan mendatangkan upah di Surga?

Matius 5:16 mengatakan, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Kita diciptakan sebab Allah ingin kita menjadi keluarga-Nya. Dia ingin menghabiskan kekekalan Surga bersama dengan keluarga-Nya. Dia ingin menghabiskan kekekalan Surga dengan Anda dan saya! Surga adalah salah satu alasan terpenting mengapa orang Kristen dapat bersukacita — sebab Allah telah memberi kita kehidupan yang kekal, dan Surga akan menjadi tempat yang luar biasa!

Renungkan hal ini: 
- Dalam hal apa saja Allah menggunakan waktu Anda di Bumi untuk mempersiapkan Anda di Surga?
- Bagaimana dengan bersyukur dan bermurah hati membuat Anda lebih bahagia?
- Pada saat apa saja Anda menduga yang terburuk terjadi dalam hidup Anda? Jika dilihat dari situ, bagaimana iman Anda kepada Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18


Anda tidak dapat memilih apa yang akan terjadi pada Anda sepanjang umur Anda. Tetapi Anda dapat memilih bagaimana Anda meresponnya. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Senin, Mei 13, 2019 |

Kebaikan dan Belas Kasih-Nya Akan Selalu Menyertai Anda

Mazmur 145: 20 "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya."

Ketika Tuhan memberi Anda kelimpahan, maka Anda tidak perlu takut akan masa depan. Kebaikan dan belas kasih-Nya menyertai Anda setiap hari. Ikutilah Gembala yang Baik. Ia berjalan di depan Anda dengan tongkat dan gada-Nya. Di belakang kawanan domba-Nya ada beberapa ekor anjing gembala — kebaikan dan belas kasih — yang selalu melindungi Anda, memastikan Anda tidak kabur dan jatuh ke jurang. Kedua anjing gembala ini menjaga Anda tetap di jalurnya saat Anda mengikuti Gembala yang Baik.

Kebaikan Tuhan melindungi Anda. 

Tahukah Anda bahwa sedetik pun hidup Anda tidak akan pernah berlalu dari pengawasan Tuhan? Tuhan selalu memperhatikan Anda, sebab Dia menciptakan Anda untuk mencintai Anda. Dia tahu tinggi dan rendahnya, baik dan buruknya, naik dan turunnya kehidupan Anda. Tuhan tahu setiap detail hidup Anda.

Mazmur 145: 20 mengatakan, "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya."

Dia bukan hanya mengawasi Anda, tapi Ia juga melindungi Anda. Tahukah Anda bahwa Alkitab mengatakan bahwa Allah bahkan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga Anda ke mana pun Anda pergi (Mazmur 91:11)?

Perlindungan Allah bukan berarti hanya hal-hal baik yang akan terjadi pada Anda. Penderitaan dan kekecewaan tetap akan menghampiri Anda, namun Tuhan akan memastikan bahwa kebaikan akan datang dalam setiap hal yang terjadi pada Anda— terlepas dari apakah Anda akan atau tidak melihat cara Dia bekerja ketika Anda hidup. 

Kasih karunia Tuhan bekerja di dalam Anda.

Alkitab berkata dalam Yesaya 60:10, "Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau."

Kasih karunia adalah ketika Allah memberi Anda apa yang tidak pantas Anda dapatkan. Belas kasih adalah ketika Allah tidak memberi Anda apa yang pantas Anda dapatkan. Jika bergantung dari semua dosa, kegagalan, dan kesalahan yang telah Anda perbuat, seharusnya Anda pantas dihukum. Namun Allah memaafkan Anda dan mengampuni Anda melalui Kristus — itulah belas kasih. 

Berbelas kasih merupakan sifat dasar Allah. 

Dia suka menunjukkan rahmat-Nya. Dia tidak pernah jemu dengan itu. Dia tidak pernah lelah dengan itu. Dia tidak pernah merasa frustrasi karena Anda terus-menerus memerlukan kasih pengampunan-Nya. Dia tidak akan pernah berkata, "Oke, hari Senin, Rabu, Jumat, Aku akan memberimu hal-hal baik. Hari Selasa dan Kamis, Aku akan memberimu kasih pengampunan, tapi hari Sabtu dan Minggu, kau akan berjalan sendirian." Itu salah, Dia akan selalu bersama Anda setiap hari, setiap saat.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi minggu depan, apalagi tahun depan atau bahkan 10 tahun mendatang. Tetapi ketika Anda menghadapi masa depan, Anda dapat berpegang pada satu hal ini: Tuhan akan mengisi hidup Anda dengan kelimpahan dan kebaikan serta belas kasih-Nya akan terus menyertai Anda. Jangan takut. 

Renungkan hal ini:
- Baca Mazmur 103: 2-13, dan tulislah atau diskusikanlah apa saja cara Allah menunjukkan belas kasih-Nya.
- Bagaimana perspektif yang benar tentang belas kasih Allah akan memengaruhi kepuasan Anda akan hidup Anda?
- Jika saja Anda benar-benar percaya bahwa Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan buat Anda, apa yang seharusnya Anda lakukan bagi Dia dengan berani?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2


Kasih Tuhan lebih besar dan menutupi semua dosa Anda. Jika hidup Anda hitam seperti arang atau merah seperti kain kirmizi, Tuhan mampu ubahkan menjadi putih seperti salju.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Mei 11, 2019 |

Empat Kebiasaan Untuk Bisa Bersandar di Dalam Kebaikan Tuhan

Yohanes 15: 5 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."

Bagaimana caranya Anda dapat bersandar di dalam kebaikan Tuhan? Bagaimana caranya agar Anda dapat memiliki hidup yang berkelimpahan yang telah Ia persiapkan untuk Anda?

Berikut ini empat kebiasaan sehari-hari yang akan membantu Anda berubah dari kewalahan menuju kelimpahan.

1. Tetaplah terhubung dengan Yesus setiap hari.

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yohanes 15: 5).

Apabila Anda mencoba menjalani kehidupan dengan kekuatan Anda sendiri, maka Anda akan kewalahan. Pemanggang roti tidak dapat bekerja kecuali ia tersambung ke stopkontak. Anda tak dapat melaksanakan tujuan Anda dan menikmati kebaikan Tuhan, kecuali jika Anda terhubung dengan kekuatan-Nya.

2. Ganti keluhan Anda dengan rasa syukur.

"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan," (Filipi 2:14).

Sains telah membuktikan bahwa mengeluh dan bersyukur memberi dampak bagi kesehatan Anda. Mengeluh merupakan emosi yang sangat tidak sehat. Di sisi lain, penelitian telah menunjukkan bahwa bersyukur adalah bentuk emosi yang paling sehat. Itu menghasilkan serotonin, dopamin, dan oksitosin di dalam otak Anda — itu merupakan bahan kimia yang meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan tingkat stres.

3. Berhentilah menjadi pelit dan mulailah bermurah hati.

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10).

Allah menciptakan hukum universal untuk dunia ini: Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak yang akan Anda dapat. Dia melakukan itu sebab Dia ingin Anda menjadi semakin serupa dengan Dia.  Tuhan adalah pemberi. Semua yang kita miliki merupakan hadiah dari kemurahan hati Tuhan. Semakin bermurah hati Anda, semakin Tuhan akan memberkati Anda di setiap bidang kehidupan Anda. Hidup Anda akan melimpah ruah!

4. Berhenti membandingkan dan mulailah untuk puas.

"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin" (Pengkhotbah 4: 6). Kepuasan bukan berarti Anda melepaskan ambisi Anda. Anda harus punya ambisi.  Anda harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang Tuhan anugerahkan kepada Anda. Kepuasan bukan berarti Anda tidak punya tujuan, impian, atau rencana apa pun untuk hidup Anda. Kepuasan artinya Anda tidak memerlukan lebih banyak untuk bisa bahagia. Anda bahagia dengan apa yang telah diberikan Tuhan kepada Anda saat ini. Kepuasan berarti kebahagiaan Anda tidak tergantung pada keadaan, melainkan tergantung pada Allah, Gembala yang Baik yang telah memberkati Anda dengan setiap karunia yang baik.

Manusia punya sifat dasar yang tidak pernah puas. Namun atas karunia Allah, kita dapat merasa puas dengan kebaikan-Nya yang telah Ia beri.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Tuhan memberi kita kekuatan-Nya?
- Menurut Anda bagaimana media sosial memengaruhi tingkat kepuasan Anda?
- Dalam beberapa hari ke depan, buatlah komitmen untuk tidak mengeluh tentang apa pun. Setiap kali Anda mendapati diri Anda mengeluh, ganti keluhan itu menjadi ucapan syukur. Setiap hari, lihat seberapa sering Anda bisa mengubah keluhan Anda menjadi rasa syukur. Apa perbedaannya?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51

Ketika Anda paham bahwa sebagian besar hal dalam hidup Anda hanyalah karunia dari Tuhan, maka hidup Anda akan berubah dari berkekurangan menjadi berkelimpahan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
| Jumat, Mei 10, 2019 |

Kemurahan Hati Yang Alkitabiah

2 Korintus 9: 7 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."

Kemurahan hati bukanlah soal kekayaan Anda. Ini soal kemauan Anda untuk membantu orang lain, menunjukkan kasih Anda kepada orang lain, dan untuk memuliakan Tuhan. 

Dalam 2 Korintus 9: 7, Tuhan memberitahu kita tiga ciri-ciri kemurahan hati: "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."

Berikut tiga ciri-ciri kemurahan hati yang sesuai dengan Alitab:

Selalu bijak. "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya," Anda harus memikirkan berapa banyak yang akan Anda beri. Jangan melakukannya dengan impulsif atau terbawa emosi. Ambillah keputusan untuk memberi dan rencanakanlah. 

Selalu dengan kerelaan hati. "Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." Jangan pernah sekali pun memberi karena rasa bersalah. Ketika Anda memberi karena keterpaksaan, maka Anda tidak akan mendapatkan ganjaran atas hal itu, dan itu tidak akan membuat hati Anda bertumbuh. 

Selalu dengan sukacita. "Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." Apabila Anda tidak dapat memberi dengan sukacita, maka jangan lakukan itu. Jadilah si Pelit dan Anda tidak akan mendapatkan upah apa pun, terkecuali jika Anda memberi kepada seseorang dengan hati yang gembira.

Bermurah hatilah dengan pemberian Anda. Sekali lagi, ini bukan soal berapa jumlah atau kuantitas yang Anda beri - bukan selalu soal uang. Anda dapat bermurah hati dengan waktu atau bakat Anda. 

Renungkan hal ini:
- Mengapa Tuhan ingin Anda memikirkan matang-matang dan merencanakan bagaimana Anda akan memberi?
- Apakah Anda menyebut pemberian Anda sebagai suatu pengorbanan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apa saja cara yang spesifik yang bisa Anda pakai untuk lebih bermurah hati dengan waktu Anda minggu ini?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28


Apa pun yang Anda berikan, berikanlah itu dengan bijak, kerelaan hati, dan sukacita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Kamis, Mei 09, 2019 |

Apakah Anda Berpuasa atau Bersuka di Dalam Firman Allah ?

Apakah Anda Berpuasa atau Bersuka di dalam Firman Allah?

Setelah saya bertunangan dengan Kay, istri saya, kami melakukan sesuatu yang tak biasa: Kami harus pindah ke dua sisi Bumi yang berbeda. Dia pindah ke Birmingham, Alabama, untuk bekerja di sebuah gereja yang ada di pusat kota, sementara saya harus pindah ke Nagasaki, Jepang, untuk membangun sebuah gereja. Kami harus tinggal terpisah di sepanjang masa pertunangan kami. 

Di masa itu, kami tidak punya ponsel. Biaya menelepon dari Jepang adalah $ 15 per menit, dan waktu itu kami sangat miskin. Jadi kami hanya punya satu alternatif: menulis surat. Setiap hari kami saling berkirim surat. Menerima surat darinya ialah puncak dari hari saya. Begitu surat cinta darinya tiba, saya akan membukanya dan membacanya. Kemudian saya akan membacanya lagi dan mencoba menginterpretasikannya. Saya menggarisbawahi dan menghafal beberapa bagian tulisannya. Saya berusaha mengumpulkan setiap tetes cinta yang dimiliki wanita ini untuk saya.

Bagaimana dengan Alkitab — surat cinta Allah untuk kita, mengapa kita tidak membacanya dengan cara yang sama?

Jika Anda tidak mempelajari Alkitab, Anda hanya mencomot hikmat yang Anda suka saja di dalam Alkitab, maka Anda tidak sepenuhnya mencicipi perjamuan yang telah disiapkan Allah untuk Anda. Mazmur 119: 103 mengatakan, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku."

Alkitab dipenuhi dengan makanan — makanan rohani yang akan membuat Anda tetap sehat, bahkan penuh dengan banyak makanan penutup.

Apakah Anda berpuasa atau berpesta di dalam Firman Allah? Ingatlah bahwa pergi ke gereja dan mendengar kotbah seminggu sekali bukanlah pesta. Apabila Anda hanya makan sekali seminggu, maka Anda tidak akan bertumbuh. 

"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4: 4).

Anda hanya dapat benar-benar merasakan manisnya Firman Tuhan ketika Anda memakannya setiap hari dan membiarkannya memenuhi hati dan pikiran Anda.

Renungkan hal ini: 
- Pilihlah salah satu ayat dari renungan kita hari ini, dan bacalah seluruh babnya.
- Nikmatilah kata-kata Tuhan itu. Kebaikan dan makanan apa yang disediakan Allah untuk Anda dalam perikop tersebut?
- Apa satu perubahan yang dapat Anda buat ke dalam rutinitas pagi atau malam Anda yang akan membantu Anda untuk menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan?
- Bagaimana hasrat Anda dalam membaca Firman Tuhan berubah ketika Anda merenungkan Alkitab sebagai sebuah surat cinta Tuhan buat Anda?



Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53


Firman Tuhan adalah perkataan Tuhan sendiri yang akan memuaskan jiwa Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Rabu, Mei 08, 2019 |

Tiga Hal Yang Harus Anda Ingat Ketika Melalui Lembah Kekelaman

Mazmur 23: 4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Saat ini Anda mungkin sedang tidak melewati lembah bayang-bayang kematian, namun Anda mungkin tengah berada di lembah lain. Mungkin Anda tengah berada di tempat-tempat yang sulit di dalam perjalanan hidup Anda yang mana itu membuat Anda mudah untuk meragukan atau malah mengabaikan kebaikan Tuhan. Tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu berjalan bersama Anda melewati lembah-lembah pergumulan tersebut. Dan Ia berjanji akan menuntun Anda menyebrang ke sisi lain. 

Mazmur 23: 4 mengatakan, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Berikut ini tiga kebenaran yang perlu Anda ingat ketika Anda berada di lembah kesukaran:

1. Anda tidak sendiri; Tuhan bersama Anda.

Bayang-bayang dalam hidup merupakan bukti dari hadirnya cahaya. Bagaimana Anda menghadapi bayang-bayang? Berbaliklah ke arah bayangan dan tataplah sumber cahayanya. Yesus berkata, "Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" ( Yohanes 8:12). Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Anda harus berhenti untuk fokus pada hal-hal yang membuat Anda takut dan gentar: tagihan, hutang, ketakutan, kekhawatiran, hal-hal yang terus berputar-putar di benak Anda. Pindahkan fokus perhatian Anda dari kekhawatiran dan ketakutan agar Anda dapat fokus pada Allah Bapa.

2. Tuhan punya rancangan yang baik dari setiap lembah Anda.

Tuhan tidak bisa berbuat jahat. Bahkan ketika Anda menghadapi masalah, konflik, kesedihan, ketakutan, atau kegagalan sekalipun Tuhan sedang berkarya menciptakan sesuatu yang baik dari setiap pergumulan Anda tersebut. 

Roma 5: 3-5 mengatakan, "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

3. Ingat: Upah dari Tuhan kekal selamanya. 

Anda akan mendapatkan hadiah atas kesetiaan Anda kepada Kristus di tengah-tengah lembah kegagalan, di lembah ketakutan, di lembah konflik, di lembah kesedihan, di lembah kehancuran, dan di lembah penderitaan Anda. Anda akan menyesal dan berkata, "Apa yang kupikirkan waktu itu? Mengapa aku begitu banyak mengeluh? Mengapa aku begitu khawatir ketika aku berusaha melewati lembah-lembah itu? Tuhan selalu ada di sana bersamaku, dan Dia selalu baik kepadaku sepanjang waktu." 

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4:17, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami."

Renungkan hal ini: 
- Apa yang paling Anda takuti? Apa kebohongan tentang ketakutan tersebut yang Anda percayai?
- Bagaimana Anda bisa senantiasa diingatkan tentang kebaikan Tuhan ketika Anda berjalan melalui lembah Anda berikutnya, atau ketika Anda telah selesai berjalan melalui lembah yang sedang Anda hadapi saat ini?
- Mengapa begitu penting untuk menantikan kebaikan yang sedang Tuhan kerjakan saat Anda berada di lembah kekelaman Anda, bukan hanya setelah Anda berhasil melewatinya? 


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35


Lembah itu harus ada dalam kehidupan kita. Tidak akan ada Puncak Gunung jika kita tidak melewati Lembah kehidupan terlebih dahulu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Mei 07, 2019 |

Motivasi Yang Benar Dalam Menaati Tuhan

Yohanes 15:14 "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."

Anda tidak bisa berkata Anda cinta Yesus, lalu kemudian hidup seperti iblis. Anda tidak bisa berkata Anda seorang Kristen, lalu kemudian tetap menjalani kehidupan yang egois. Anda tidak bisa berkata Anda adalah pengikut Yesus, lalu kemudian memilih-milih ayat-ayat yang ingin Anda dengarkan dan mengabaikan ayat-ayat yang tidak Anda sukai. Yesus berkata bahwa Anda adalah sahabat-Nya apabila Anda menaati Dia dan perintah-perintah-Nya.

Mengapa kita harus menaati Tuhan? Orang-orang yang tidak percaya seringkali salah paham akan hal ini. Mereka berkata, "Saya tidak mau jadi orang Kristen, karena saya tidak ingin patuh pada Tuhan. Sementara kalian, orang-orang percaya patuh pada Dia karena rasa bersalah atau rasa takut atau karena kewajiban. Saya tidak mau hidup saya seperti itu." 

Mengapa kita harus menaati Tuhan? Karena Dia mencintai kita! Dia menginginkan yang terbaik untuk kita. Dia mencintai Anda tidak seperti orang lain yang pernah atau yang akan mencintai Anda. Alkitab mengatakan satu-satunya alasan ada cinta kasih di dunia ini adalah karena Allah adalah kasih. Kita taat pada Tuhan bukan karena rasa takut atau rasa bersalah atau karena kewajiban kita. Kita taat pada Tuhan karena didasarkan oleh kasih, karena Dia mengasihi kita dan telah menyelamatkan kita.

Waktu saya SMA, ada seorang teman yang mendatangi saya dan berkata, "Kau terkekang." Tanya saya, "Apa maksudmu?" Jawabnya, "Karena kau orang Kristen. Kau tidak bisa melakukan hal-hal menyenangkan seperti kami."

Saya menatap matanya dan berkata, "Saya bisa memakai semua narkoba kalau saya mau. Saya bisa dihukum rajam kalau saya mau. Saya bisa minum semua jenis alkohol kalau saya mau. Saya bisa pergi ke semua klub kalau saya mau. Saya bisa tidur dengan banyak wanita kalau saya mau. Tapi ini bedanya: Yesus sudah mengubah apa yang saya mau." Dulu saya tidak ingin melakukan hal-hal itu. Sekarang saya juga tidak ingin melakukan hal-hal itu. Memang itu kelihatannya mudah dilakukan, tapi itu hanya sensasi palsu yang memberikan kesenangan sementara. Itu mungkin kelihatannya seperti kebebasan, tapi itu tak akan bertahan lama, dan itu akan membimbing Anda pada keputusasaan; bukan kemuliaan atau pun kesenangan.

Yohanes 15: 9-11 mengatakan, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." 

Renungkan hal ini: 
- Untuk bisa mematuhi Tuhan, Anda harus tahu apa kehendak-Nya. Bagaimana Anda bisa tahu apa yang Tuhan ingin Anda lakukan?
- Bagaimana kadang Anda melihat ketaatan pada Allah membuat hidup Anda terasa dibatasi? Sebaliknya, dalam hal apa saja Anda melihat ketaatan pada Allah malah memimpin Anda pada kemerdekaan, terbebas dari belenggu dosa?
- Bagaimana para orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka untuk taat karena mereka cinta pada Anda, dan bukan karena rasa takut? Seperti apakah yang disebut kepatuhan atas dasar cinta kasih, dan bukan rasa takut?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56


Tuhan tidak ingin Anda taat pada-Nya karena Anda takut pada-Nya. Dia tidak ingin Anda menuruti-Nya karena Anda takut akan hukuman. Tuhan ingin Anda taat pada-Nya karena Anda mengasihi Dia, oleh karena kasih-Nya yang memimpin Anda pada sukacita sejati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Selasa, Mei 07, 2019 |

Belajarlah Untuk Menghargai Nilai-Nilai Tuhan

1 Timotius 6:21 "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!"

Kunci dari persahabatan dengan Tuhan ialah dengan mengambil keputusan persahabatan dengan siapakah yang paling Anda hargai. 

Apabila Anda tidak punya waktu untuk semua teman Anda, maka Anda harus memilih dengan siapa Anda paling ingin bersahabat.

Alkitab mengatakan dalam 1 Timotius 6:21, "Karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!"

Teman-teman Anda tahu semua skor bisbol. Mereka tahu harga pasar saham. Mereka tahu 10 lagu teratas. Mereka tahu setiap pemain sinetron yang sedang naik daun dan siapa yang tidak. Tetapi mereka tidak kenal Tuhan. Mereka melewatkan hal terpenting dalam hidup ini.

Jika Anda bukan sahabat Tuhan, itu artinya Anda lebih peduli dengan yang hal-hal lainnya. Yakobus 4: 4 mengatakan, "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."

Ketika Yakobus berkata "persahabatan dengan dunia," maksud dia adalah mencintai sistem nilai dunia. Tuhan ingin Anda mencintai orang lain, tetapi itu tidak berarti Anda harus mencintai sistem nilai dunia. Kita terperangkap di dalam gangguan-gangguan dalam hidup, sehingga kita cenderung melakukan yang sebaliknya. Kita suka sistem nilai dunia, tetapi kita tidak mengasihi orang lain. Kita suka materi. Kita suka kesenangan. Kita suka popularitas. Kita suka prestise. Kita suka gairah, harta, dan kedudukan.

Tuhan mencintai orang lain, dan Dia ingin kita juga mencintai mereka. Salah satu cara kita menunjukkan rasa cinta kita kepada orang lain yaitu dengan menunjukkan minat pada minat mereka. Intinya, apa yang penting buat Anda menjadi penting buat saya (di dalam konteks kebenaran Alkitabiah).

Jika Anda merindukan menjadi sahabat Tuhan, maka Anda harus peduli dengan semua yang Ia pedulikan dan berhenti mempedulikan hal-hal yang tidak Dia pedulikan. Tuhan tidak peduli dengan rupa Anda. Dia tidak tertarik dengan status Anda. Dia tertarik dengan karakter Anda — bukan dari penampilan Anda, tetapi siapa Anda. 

Renungkan hal ini: 
- Apa yang menghalangi Anda untuk menjadi sahabat Allah? Penyesuaian apa yang perlu Anda lakukan dengan pikiran atau perilaku Anda?
- Apakah ada sesuatu yang lebih penting buat Anda ketimbang mengenal Tuhan? Apakah itu? Mengapa Anda lebih menghargainya?
- Jelaskan tentang hubungan yang Anda miliki dengan sahabat Anda. Bagaimana itu jika dibandingkan dengan hubungan yang Anda miliki dengan Allah?



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 19-20; Lukas 23:1-25


Satu langkah penting untuk menjalin persahabatan dengan Tuhan ialah dengan mengambil keputusan untuk menghargai apa yang Tuhan hargai.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Minggu, Mei 05, 2019 |

Beri Tuhan Waktu Terbaik Anda

Mazmur 25:14 "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."

Persahabatan dengan Tuhan itu sama seperti persahabatan-persahabatan lainnya — Anda harus meluangkan waktu untuknya. Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk teman manusia Anda, artinya mereka bukan teman Anda. Mengapa? Sebab tentunya Anda akan memberikan waktu untuk teman Anda. Dan apabila Anda ingin menjadikan Tuhan sebagai sahabat Anda, maka Anda harus memberikan waktu terbaik Anda buat Dia. 

Alkitab berkata, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Mazmur 46:10).

Anda harus memiliki waktu teduh setiap hari bersama Tuhan. Anda harus berdiam diri agar Anda dapat mengenal Dia dengan lebih baik.

Mazmur 25:14 mengatakan, "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."

Banyak orang tidak mengenal Tuhan. Mereka belum mengalami kasih Tuhan. Mereka tidak tahu mengapa Dia melakukan apa yang Dia lakukan. Namun, Alkitab mengatakan bahwa persahabatan dengan Allah merupakan hak istimewa bagi mereka yang memuliakan Dia—mereka yang memperlambat aktivitas mereka dan yang bersedia menghabiskan waktu bersama Dia. 

Apa jadinya persahabatan apabila Anda tidak pernah menginvestasikan waktu Anda di dalamnya? Persahabatan butuh perhatian. Anda tidak akan pernah bisa mengenal Tuhan secara dekat apabila yang Anda lakukan hanyalah datang ke kebaktian gereja. Sebaliknya, Anda harus membaca Firman Tuhan dan bertanya kepada-Nya, "Tuhan, adakah yang ingin Engkau katakan kepadaku?" Anda tak perlu memakai ungkapan atau kata-kata yang fantastis. Berbicaralah dengan Dia dari hati, tanpa kepura-puraan. Dan kemudian dengarkanlah!

Alkitab mengatakan dalam Matius 6: 5-6: "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Hari ini, perlambat aktivitas Anda, fokuslah pada Tuhan, dan dengarkan ketika Dia bersabda kepada Anda tentang anugerah-Nya. 

Renungkan hal ini: 
- Apa saja gangguan yang membuat Anda tidak bisa diam di hadapan Allah? Bagaimana Anda dapat membatasi gangguan-gangguan tersebuut?
- Mengapa terkadang lebih mudah atau lebih menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman kita daripada bersama Allah? Apa yang kita salah pahami tentang Tuhan sehingga kita beranggapan seperti itu?
- Terkadang kita terlalu memperumit waktu teduh kita dengan Tuhan. Hal-hal apa saja yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat, berdiam diri, dan menghabiskan waktu bersama Allah dengan jujur dan sederhana? 



Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 16-18; Lukas 22:47-71


Bila Anda ingin membangun hubungan yang dalam dengan Tuhan, maka Anda harus memperlambat kegiatan Anda dan berdiam diri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

| Sabtu, Mei 04, 2019 |
Back to Top